Your SlideShare is downloading. ×
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Al qur`an di hati seorang muslim
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Al qur`an di hati seorang muslim

1,232

Published on

Tugas akhir semester mata kuliah agama islam membuat makalah.

Tugas akhir semester mata kuliah agama islam membuat makalah.

Published in: Spiritual
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,232
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
114
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Al-Qur`an Di Hati Seorang Muslim Disusun Oleh : Feri Chandra NIM : 201111004 Prodi : Budidaya Perkebunan Tahun Ajaran : 2011/2012
  • 2. Ada beberapa pertanyaan yang selalu menggelayuti hati ketika melihatkondisi kaum muslimin. Pertanyaan itu sebagai berikut: Bukankan Allah itu Maha Penyayang dan sangat menyayangi umat beriman ?. Bukankan Allah itu Maha berkuasa dan mampu menjayakan kaum muslimin ?. Bukankan Al Qur’an yang kita baca dalam shalat kita adalah sumber kebahagiaan, kejayaan, kemakmuran bagi yang mengamalkannya ?. Bukankah kaum muslimin itu umat terbaik yang diutus untuk memimpin, bukan dipimpin umat lain, mendidik bukan dididik umat lain ?. Bukankah umat Islam dijadikan Allah sebagai umat yang satu ?. Terus kalau kita ingin memproyeksikan hakekat di atas dengan kondisikaum muslimin pada masa kini, maka hasilnya akan menuntut kita untuklebih merenung, dimana kejayaan kaum muslimin ?, dimana harga dirikaum muslimin?, bahkan dimana harga darah seorang muslim di matakaum muslimin sendiri ?, dimana kepemimpinan, kejayaan kaum muslimindiatas kaum yang lainnya ?, dimana solidaritas sesama kaum muslimin ?dalam skala nasional maupun internasional . Kemudian saya membaca ayat ini : "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tundukhati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepadamereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telahditurunkan al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atasmereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalahorang-orang yang fasik" ( QS. Al-Hadiid: 16).
  • 3. Dan merenungi rintihan Rasulullah kepada Robbnya dengan mengatakan :"Berkatalah Rasul: wahai Robbku sungguh kaumku telah menjadikan Alquran inisesuatu yang ditinggalkan”. QS. Al-Furqaan: 30 Ditinggalkan karena mereka tak membacanya, atau tidak maumerenungi maknanya atau tidak mau mengamalkan isinya. Yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan diatas adalah kitabersama merenungi sambutan Rasulullah dan para sahabat terhadapAl Qur’an dan bagaimana kedudukan Al Qur’an dihati mereka. Bagaimana Al Qur’an dihati Rasulallah dan para sahabat ? Pertama : para sahabat memandang kebesaran Al Quran dari kebesaranyang menurunkannya, kesempurnaannya dari kesempurnaan yangmenurunkannya, mereka memandang bahwa Al Qur’an turun dari Raja,Pemelihara, Sesembahan yang Maha Perkasa, Maha Mengetaui, Maha KasihSayang, sebagaimana ditekankan oleh Allah dalam berbagai permulaansurat :
  • 4. Dari pandangan ini mereka menerima Al Qur’an dengan perasaanbahagia campur perasaan hormat, siap melaksanakan perintah danperasaan cemas dan harapan, serta perasaan kerinduan yang amat dalam,bagaimana tidak ?, karena orang yang membaca Al Qur’an berarti seakanmendapat kehormatan bermunajat dengan Allah, sekaligus seperti seorangprajurit yang menerima perintah dari atasan dan seorang yang mencaripembimbing mendapat pengarahan dari Dzat yang maha mengetahui. Danperasaan inilah yang digambarkan oleh Allah dalam Firmannya : "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu paranabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh,dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beripetunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang MahaPemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud danmenangis" (QS. Maryam: 58)
  • 5. - "Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabilaAl Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambilbersujud dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhankami pasti dipenuhi"(108) Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambilmenangis dan mereka bertambah khusyu " ( QS. Al-Israa: 107-109) Perasaan diatas menyebabkan Umu Aiman menangis ketika teringatakan wafatnya Rasulullah. Suatu saat Abu Bakar dan Umar berkunjungkepada ibu asuh Rasulallah, Ummu Aiman dan ketika mereka duduk,menagislah Ummu Aiman karena teringat wafatnya Rasulallah, makaberkatalah Abu Bakar dan Umar, “Kenapa anda menangis sementaraRasulullah mendapatkan tempat yang mulia” ? Ummu Aiman menjawab,"Saya menangis bukan karena meninggalnya beliau melainkan karenaterputusnya wahyu Allah yang datang kepada beliau pada pagi dan petanghari", maka saat itu pula meledaklah tangisan mereka bertiga . Dari perasaan diatas para sahabat membaca dan menerima AlQur’an untuk dilaksanakan secara spontan tanpa menunggu-nunggu dantanpa protes sedikitpun, walau-pun hal itu bertentangan dengan kebiasaanmereka, tapi mereka bisa menundukkan perasaan mereka dengankecintaan kepada Allah. Ketika turun perintah untuk memakai jilbab pada surat Al Ahzab :59, malam hari Rasulallah menyampaikan ayat itu kepada para sahabat,pagi harinya para istri sahabat sudah memakai jilbab semua, bahkan`Aisyah mengatakan, "Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshor, mereka
  • 6. diperintah untuk memakai hijab pada malam hari sementara pada paginyamereka sudah memakainya, bahkan ada yang merobek kelambu merekauntuk dijadikan jilbab". Ketika diharamkannya khomer dan ayat itu sampai kepada mereka,saat itu juga langsung mereka membuang simpanan khomernya danmenuang apa yang masih berada pada tangannya. Salah satu rahasia keajaiban para sahabat dalam berinteraksi denganAl Qur’an adalah keimanan mereka kepada Allah, surga dan neraka-Nya,juga kepada janji-Nya, sehingga mereka melakukan sesuatu yang apabiladilihat oleh orang yang tak/tidak memahami latar belakang ini akan sulitmenafsirkannya. Seperti ketika mereka membaca tentang janji Allah buat orang-orangyang berjihad karena cinta kepada Allah, seorang sahabat yang bernamaUmair bin Hamam sedang makan korma bertanya: wahai Rasulullah,“Dimana saya kalau saya mati dalam perang ini ? Rasululloh menjawab "Disorga", berkatalah Umair : "Sungguh menunggu waktu masuk surga sampaimenghabiskan makan kurma tujuh biji ini adalah sangat lama”, danakhirnya dibuanglah sisa kurma yang belum dimakan dan langsungmemasuki pertempuran sampai menemui syahidnya. Kondisi keimanan yang tinggi ini menjadi episode kehidupan merekauntuk menjadi bagian dari yang diceritakan oleh Allah dalam Al Qur’an, Halitu seperti perhatian orang-orang Anshor terhadap orang-orang muhajirinatau perhatian mereka terhadap orang-orang yang lemah, seperti yang Allahceritakan dalam surat Al Hasyr dimana Rasulullah kedatangan tamu danbeliau tidak memiliki sesuatu untuk menjamunya, akhirnya beliautawarkan hal itu kepada sahabatnya, siapa yang bersedia membawa tamubeliau, dengan sepontan salah satu sahabat bersedia, tetapi ketika sampairumah ternyata istrinya bilang bahwa tidak ada persediaan makanankecuali makan malam anaknya, maka sahabat tadi memerintahkan istrinyaagar mengeluarkan makanan tadi untuk tamunya dan mengeluarkan dua
  • 7. piring kemudian segera mematikan lampu ketika tamunya sedang makan,tamunya makan dan tuan rumah menampakkan seakan-akan ikut makanbersama, agar dia bisa makan dengan enak, ketika sampai pagi harisahabat tadi bertemu dengan rasul dan beliau bilang kalau Allah herandengan apa dia lakukan, maka turunlah firman Allah ayat kesembilan darisurat al Hasyr. Kedua : Rasulullah dan para sahabat memandang Al Qur’an sebagaiobat bagi segala penyakit hati dan ketika mereka membaca Al Quran yangberbicara tentang segala kelemahan hati, penyakit hati, mereka tidaklahmerasa tersinggung bahkan mereka berusaha mengoreksi hati mereka danmembersihkan segala sifat yang dicela oleh Al Qur’an serta berusaha untukbertaubat dari apa yang dikatakan buruk oleh Al Qur’an . Maka sudah pantaslah ketika Al Qur’an banyak menceritakan sifat-sifat munafiqin mulai dari malas shalat, sedikit berdzikir, pengecut,mengambil orang kafir sebagai pemimpin dan lain-lainnya, para sahabatsegera mengkoreksi hati mereka dan mencari obatnya, walaupun merekatidak dihinggapi penyakit itu, berkatalah Abdullah ibnu Mulaikah : “Aku mendapatkan tujuh puluh dari sahabat nabi, mereka semua takut kalauterkena penyakit nifaq”. Ketika sahabat Handholah merasa adanya fluktuasi keimanan, makasegeralah ia datang kepada Rasulallah dengan mengatakan “Ya Rasulallahnifaqlah Handholah”, berkatalah Rasul Allah : "Kenapa ?" Handlolahmenjawab: “Wahai Rasul Allah kalau saya sedang berada disampingengkau dan engkau ingatkan kami dengan sorga dan neraka, jadilah sorgadan neraka seakan-akan jelas dimata kami, tapi jika kami pulang danbergaul dengan anak istri serta sibuk dengan harta kami, kami banyak lupa,bersabdalah Rasulallah, “Wahai Handholah kalau kalian berada dalam
  • 8. kondisi seperti itu (seakan melihat sorga dan neraka) terus menerus pastilahpara malaikat menyalami kalian dijalan-jalan kalian”. Dari sensitifitas perasaan Handholah dalam berinteraksi denganAl Qur’an, ia bisa mengalahkan perasaan ingin dekat dengan istrinya padamalam pertama dan ditinggalkannya untuk berjihad sampai syahid,padahal ia belum sempat mandi junub, sehingga Rasulullah bersabdabahwa ia dimandikan oleh para malaikat . Ketiga : Para sahabat memandang bahwa Al Qur’an adalah nasehat dariDzat yang amat sayang dengan mereka yang sangat perlu didengar, yangberarti bahwa mereka sangat menyadari kalau mereka bisa salah, tapi akansegera kembali kepada kebenaran manakala ada teguran dari Al Qur’an. Ma’qil bin Yasar pernah menikahkan adik perempuannya dengansalah seorang sahabat, tapi kemudian di cerainya sampai habis masaiddahnya, kemudian bekas suami tadi melamar lagi dan karena Ma’qilsedang marah beliau tolak lamarannya dan bertekad untuk tidakmenikahkan kembali keduanya, padahal adiknya juga masih cinta denganbekas suaminya serta ingin kembali kepadanya. Dengan kejadian ini Allahmenurunkan ayat : "Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, makajanganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal
  • 9. suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan carayang maruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman diantara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu danlebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" QS. Al-Baqarah: 232 Setelah turun ayat ini Ma’qil langsung menikahkan adiknya lagidengan sahabat mantan suamiya . Sahabat hidup dengan misi, “Risalah menyelamat-kan seluruhmanusia dari perbudakan manusia untuk manusia menuju penghambaanAllah yang Esa dan mengeluarkan mereka dari kedhaliman sistim manusiamenuju keadilan Islam dari kesempitan dunia menuju keluasan dunia danakherat”, dan pastilah kaum yang membawa misi demikian ada pendukungdan musuhnya, maka mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pembimbinguntuk mengetahui musuh-musuh Allah, dan musuh mereka, siapa wali-wali mereka dan wali-wali Allah dan mereka memperlakukan manusiasesuai dengan apa yang dikatakan oleh Allah, mereka cinta terhadap ayah,anak, istri, serta kerabat mereka. Tetapi jika yang dicintai itu memusuhiAllah dan Rasul-Nya serta membenci Islam, maka mereka segera merubahsikapnya dengan hanya memihak Allah dan mencabut perasaan cintanyakepada selain Allah, Allah berfirman :." Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat,
  • 10. saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudaraataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkankeimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yangdatang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalirdi bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadapmereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekaitulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalahgolongan yang beruntung" QS. Al-Mujaadilah: 2 Ayat ini turun berkenaan ketika Abu Ubidah bin Jaroh membunuhayahnya di perang Badar, karena ayahnya bersama pasukan kuffarquraisy. Keempat : Para sahabat memandang bahwa seluruh alamsemesta dan diri mereka adalah ciptaan Allah dan tidak mungkinmembudidayakan alam semesta serta mengatur mereka kecuali Dzat yangmenciptakannya, sehingga mereka meyakini bahwa keimannya menuntutuntuk menjadikan Al Qur’an sebagai satu kesatuan yang utuh yang tidakbisa dipisahkan antara satu dengan lainnya, mereka menjadikan Al Quransebagai way Of live –pedoman hidup- mereka dan sangat sensitif terhadapusaha-usaha yang akan memisahkan satu bagian sistim Islam denganbagian yang lainnya. Pantaslah kalau Kholifah Abu Bakar berpidato ketika banyakorang yang murtad dan tidak mau membayar zakat, dengan mengatakan : “Apakah agama ini akan dikurangi padahal saya masih hidup, demi Allahkalau mereka menghalangi tali yang mereka serahkan kepada Rasulallahpastilah aku perangi mereka atas keengganannya”.
  • 11. Mereka menyadari betul adanya perbedaan antara orang yang belummampu melaksanakan, dengan orang yang sengaja memilih-milih apa yangmau dilakukan dan apa yang ditolak. Yang pertama masih dalam ruang lingkup iman seperti Raja Habsyi yangdishalati ghoib oleh Rasulallah, padahal ia belum melaksanakan hukumIslam, karena belum mampu. Adapun yang sengaja pilih-pilih sepertimemilih beras, mereka mencap orang tersebut sudah keluar dari Islamatau munafiqin, sebagaimana yang Allah firmankan : “Apakah kalian beriman dengan sebagian kitab dan kafir terhadap sebagianyang lain? Tidaklah balasan orang yang melakukan demikian kecuali kehinaandidunia dan dihari qiamat mereka dikembalikan ke adzab yang sangat keras. Allahtidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” QS. Al-Baqarah: 85 Keuniversalan dan keintegralan Al Qur’an ini digambarkan oleh sahabat Alibin Abi Tholib dalam ucapannya :
  • 12. “Dia adalah Kitabullah yang di dalamnya ada berita orang sebelum kalian,kabar apa yang terjadi setelah kalian, hukum diantara kalian, dia adalahkeputusan yang serius bukan main-main, barang siapa meninggalkannya dengankesombongan pasti dihancurkan oleh Allah , barang siapa mencari petunjuk dariselainnya akan disesatkan oleh Allah, dialah tali Allah yang kokoh, dialahperingatan yang bijaksana, dialah jalan yang lurus, dialah yang dengannya hawanafsu tidak menyeleweng, dan tidak akan rancu dengannya lisan, dan tidakkenyang-kenyangnya dari (membacanya, mempelajarinya) para ulama, tak akanusang karena diulang-ulang, dan tak habis-habis keajaibannya, dan dialah yang jintak henti-hentinya dari mendengarnya sehingga dia mengatakan; “Sungguh kamimendengar Al- Qur’an yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, makakami beriman dengannya", barang siapa yang berkata dengannya pasti benar,barang siapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barang siapa menghukumidengannya pastilah adil, barang siapa mengajak kepadanya pasti di tunjuki kejalanyang lurus. Kelima : Para sahabat memandang bahwa Al Qur`an adalah kasihsayang dari Allah, mereka melihat bahwa seluruh isi Al Quran, baik ituaqidah, hukum, perintah, larangan serta berita–beritanya hanyalah untukkebaikan manusia, maka mereka menerimanya dengan senang hati,adapun yang menolak hukum Islam pada dasarnya adalah lebih memihakkepada para pemeras orang lemah dari pada memihak orang yang diperas,lebih sayang dengan para pembunuh dari pada yang dibunuh atau lebihmemihak para penggarong dan pemerkosa dari pada yang di garong dandiperkosa, lebih memihak musuh Allah dari pada memihak Allah, dansecara implisit menuduh Allah keras dan dholim, orang yang semacam iniperlu intropeksi akan hakekat keimanannya.
  • 13. Sedangkan para sahabat memahami hal tersebut di atas sebagaimanamemahami wajibnya puasa dari firman Allah :"Telah diwajibkan bagi kalian untuk berpuasa" QS. Al-Baqarah Mereka juga memahami wajibnya jihad, menegakkan qishos,mengamalkan wasiyat dengan firman Allah :"Telah diwajibkan bagi kalian hukum qishash" "Diwajibkan atas kamu, apabilaseorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut" "Diwajibkan bagi kalianuntuk berperang" QS. Al-Baqarah Para sahabat menjadikan Al Qur’an sebagai penerang hakekat hidup,dari Al Qur’an mereka mengetahui bahwa dunia ini hanya seperti tanamandi ladang yang hijau kemudian menguning dan hancur, maka merekasangat zuhud dengan dunia, mereka mengetahui dari Al Qur’an bahwarizqi, umur sudah ditentukan oleh Allah dan tidak akan berkurang karenaperjuangan, maka mereka terus berjuang dan berjihad tanpa takut matidan tidak pula takut kehilangan harta, mereka mengetahui bahwa merekadiciptakan dalam kondisi bertingkat-tingkat dalam hal ekonomi, kecerdasandan kekuatan fisik untuk menguji mereka akan tugas yang mereka pikul,maka ketika mereka menjadi para gubernur dan kholifah mereka melihatitu semua sebagai tugas bukan suatu kehormatan, apalagi ketika merekamendengar Rasulallah bersabda seperti yang diriwayatkan oleh ImamBukhori-Muslim :
  • 14. “Tidaklah ada seorang hamba yang dijadikan Allah memimpin rakyat kemudiantidak serius dalam memikirkan kemaslahatannya kecuali tidak akan menciumbaunya sorga” HR. Muttafaq alaih. “Tidaklah ada seorang wali (pemimpin) rakyat dari kaum muslimin kemudianmati dalam kondisi curang terhadap mereka kecuali Allah haramkan atas dia sorga”HR. Muttafaq alaihi. Para sahabat ketika mendengar hadits ini mereka langsung bersungguh-sungguh dalam memikirkan nasib rakyatnya, sangat berhati hati dalammengelola harta rakyat sampai Kholifah Umar mengatakan, “Sayamenempatkan diri saya dengan baitul mal ini seperti wali yatim denganharta anak yatim, kalau kaya tidak makan sama sekali darinya dan kalaumiskin makan secukupnya”, dan pantaslah Umar dalam musim kelaparanikut merasakan dan ikut terdengar keroncongan perutnya, beliaumengatakan kepada perutnya : “Silahkan perutku engkau keroncongan atau tidak keroncongan, engkau tak akan kenyang kecuali kalau seluruh kaum muslimin sudah kenyang”.
  • 15. Dan itu semua dikarenakan para sahabat diberi keimanan sebelummenerima Al Quran sehingga mereka selalu membacanya siang dan malamdan memiliki waktu mingguan dan bulanan dalam menghatamkan bacaanAl-Qur’an, mereka tidak pernah merasa kenyang dari membaca Al Qur’andan mentadaburinya sebagaimana Allah ceritakan kondisi mereka : “Orang-orang yang Kami berikan kitab, mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan mereka itulah orang yang benar–benar beriman dengannya”. Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yangberibadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada(azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah samaorang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran" (QS. Az-Zumar: 9). Mereka tidak hanya mencukupkan diri dengan membaca, akan tetapitapi mereka mentadabburinya sehingga diantara mereka ada yangmengulang-ulang satu ayat dalam shalatnya sampai fajar. Terakhir, mereka melihat Al Quran sebagai sesuatu yang mengorbitkepada tauhid yang isinya berkisar :
  • 16. - A : Tauhid: Mengetahui Allah bahwa Dia adalah yang Maha Esa, Agung, Mulia,Pemberi Rahmat dan dekat dengan hamba-Nya. - B : Bukti-bukti ketauhid-an dan kekuasan Allah . - C : Hak tauhid yaitu perintah untuk dijalankan, larangan untuk ditinggalkan, ibadah untuk ditunaikan, ikhlas dalam beribadah dan menjadikan hukum ditegakkan hanya untuk Allah, karena Allah telah menegaskan bahwa hukum hanya milik Allah dan kalau menyembah Allah haruslah menjadikan hukumnya sebagai aturan kehidupan dan itu sarat agar agama seseorang menjadi agama yang lurus : “Hukum itu milik Allah dan tidaklah kalian diperintah kecuali untuk menyembahkepada-Nya, dan itulah agama yang lurus”. -
  • 17. D : Balasan yang didapat dari bertauhid yang berupa pahala buatahli tauhid dari ketinggian didunia, stabilitas kedudukan, keberkahanhidup, keamanan, kejayaan, masuk sorga, dan kemenangan terhadapmusuh. juga hukuman terhadap orang musyrikin, kafirin danmunafiqin dari kehinaan didunia, kesempitan dalam kehidupan danadzab yang kekal di akherat. - E : Kriteria muwahhidin (ahli tauhid) seperti tawadhu’ terhadapkebenaran, akhlaq yang baik, kesiapan untuk berkorban, setia denganjanji, amar ma’ruf dan nahi mungkar, serta mengajak manusia kepadakebaikan. F : Pemahaman-pemahaman yang membantu ahli tauhid untuk bisaistiqamah dalam iman seperti keterangan akan hakekat dunia danbahwasanya dia itu kesenangan yang menipu, dan bahwa umurmanusia itu sangat terbatas dan menghadapi sakaratul maut adalahsebuah kesulitan yang akan dihadapi oleh setiap manusia. Terakhir sebagai penutup, itulah sifat dan interaksi para sahabatterhadap Al Qur’an dan semoga kita bisa mencontoh mereka, merekatelah bersusah payah untuk kebahagiaan kita, rasa lelah sudah hilang,mereka telah bahagia untuk selama-lamanya dan didunia sejak zaman
  • 18. mereka sampai hari kiamat selalu dikenang dan didoakan oleh orangyang datang setelah mereka, alangkah bahagianya mereka. -

×