Episode 1 Part 1Ada sebuah perayaan mengenai budaya korea saat itu. Berbagai kebudayaan khas Koreadipamerkan dengan cara y...
"Oh, My God. Putri kami sudah habis waktu bekerjanya. Aku akan mencoba untukmenelponnya." Staff itu mencoba menelpon Lee S...
Tapi Park Hae Young lebih dulu memegang tangannya. "Maaf. Tidak butuh waktu yang lamauntuk pengambilan gambar.""Aku akan t...
Perwakilan presiden Korea mengumumkan secara resmi. "Warga Koreaku, sepeti yang telahPresiden rencanakan. Kalian akan meng...
Lee Seol protes. "Kau sudah berjanji untuk membayarku langsung."Handphone Park Hae Young berdering. Ia mendapat panggilan ...
Prof. Nam Jung Woo melihat gaya rambut Lee Seol. Lee Seol pikir Prof. Nam Jung Woomenyukainya, ia lalu berkata "Yah, Prof....
Prof. Nam Jung Woo menutup pelajarannya. Ia tersenyum ke arah Lee Seol. Lee Seol berkatapada teman disebelah. "Lihat Lihat...
Park Hae Young berjalan ke arah kasir untuk membayar cincin yang dibelinya. Ia membayarlangsung dengan total 6000 dolar."A...
"Kau akan mendapatkan sebuah sertifikat pembelian saat kau melakukan transaksi lebih dari3000. Sepertinya kau tidak terlal...
Lee Seol kembali mendekatkan wajahnya ke arah Park Hae Young, ia menatap curiga. "Apaini ada kaitannya dengan pacarmu? Oke...
Prof. Nam Jung Woo berkata pada Oh YooN Joo. "Sekarang yang harus kita lakukan adalahmenemukan cucu dari Soon Joon."Oh Yoo...
"Benar.." Lee Seol kembali memakan mienya. Kemudia ia bertanya pada prof. Nam JungWoo. "Prof. kenapa kau belum menikah?""K...
Balasan :Aku belum membaca buku itu.Itu nama ibuku.Itu nama pacar pertamaku.Kerjakan saja tugasmu.Bukankah itu direktur da...
yang sedang memotretnya. Lee Seol melihat ke arah Yoon Joo, kemudian ia mencocokkanfoto yang ada di panduan dengan Yoon Jo...
"Hmm.. Mungkin bukan nama anaknya tapi nama cucunya. Cucunya bernama Park HaeYoung." Park Hae Young membenarkan perkataan ...
"Wanita itu adalah calon menantu dari pemilik perusahan Dae Han." ucap Park Hae Youngpada Lee Seol."Benarkah? benarkah?" L...
"Benarkah? Tapi, Oppa tidak pernah membicarakan tentangmu." jawab Yoon Joo."Ah, itu karena oppa terlalu melindungiku, ia s...
"Apa yang dikatakan direktur? Apakah direktur terus menanyakan tentang diriku?" tanya LeeSeol."Tidak." jawab Park Hae Youn...
Yoon Joo mulai berpidato setelah riuh tepuk tangan terhenti, "Hallo.. Aku Direktur dariMuseum Hae Young, Oh Yoon Joo. Saat...
Mereka makan dengan nikmat, tiba-tiba Park Hae Young mendapat telepon dari Yoon Joo.Park Hae Young hendak mengangkat telep...
sebelum pergi, Lee Seol mendapatkan telepon dari ibunya. -Ibunya Chae Gyong PrincessHours.. bener-. Ibunya menyuruh Lee Se...
Park Hae Young menemui kakeknya yang terbaring sakit. Beberapa dokter sudahmemeriksanya. Ayah Yoon Joo mengatakan kalau ka...
Park Hae Young sampai di tempat Lee Seol. Park Hae Young melihat Lee Seol yang tengahmemberi makan anjinya, Lee Seol membe...
"Apa kau sudah mengenalku sebelumnya?" tanya Park Hae Young, ia menatap tajam ke arahLee Seol.Sikap Park Hae Young jadi ti...
Lee Seol berbicara dengan logat resmi, "Anda harus membayar tunai di awal transaksi."ucapnya seraya menengadahkan tangan p...
Lee Seol masih terus memanggang, kemudian ia memuji masakannya sendiri, "Hmm.. GoodSmeell." ucapnya.Park Hae Young menurun...
"Bagaimana pertama kali kau mengawali pencarianmu terhadap benda-benda kuno?"Pertanyaan pewawancara itu membuat Yoon Joo f...
Park Hae Young hanya menutupi daerah terlarangnya dengan handuk.. Lee Seolmembelakangi Park Hae Young."Hey, kenapa air pan...
Dan, mereka menonton bersama.. XD sweet deh..Saat di tengah film, karena film di putar di atas tembok yang berjendela, tib...
"Ayahku. Ayahku bilang -Aku akan kembali. Ayah akan kembali untukmu.- Tapi, sepertinya,ia akan kembali dalam waktu yang sa...
"Itu yang aku bilang." Lee Seol kesal. "Kenapa kau tidak mau pindah. Itu permintaan yangmudah.""Yah, sebenarnya siapa yang...
direktur dari museum Hae Young. Dan ternyata itu bukan hanya sekedar rumor, itu benar-benar terjadi. Yoon Joo adalah cinta...
"Maksudmu, aku adalah bibi dari seorang diplomat yang selalu menggunakan mobil mewah,yang membeli cincin mahal dan dia leb...
"Oah.. Jadi dia mempunya perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan coverhandphone." ucap Lee Seol dengan polos.Park Hae...
Di dalam ruangan, Lee Seol melihat ke sekeliling ruangan. Ruangan besar itu benar-benarmembuatnya terkesima.Saat hendak du...
"Itu bukan hanya mimpi tapi kenyataan. Saat aku kecil, Kaisar Soon Jong sangat baik, akusering bermain-main di pangkuannya...
Lee Seol terkejut mendengarnya, sudah sangat lama ia menunggu ayahnya tapi ternyata ayahLee Seol sudah lama mati.Lee Seol ...
"Baiklah. ikut aku." ajak Park Hae Young seraya menarik tangan Lee Seol.Park Hae Young mengajak Lee Seol untuk ke rumahnya...
Terpaksa, dengan gugup Park Hae Young menyuruh Yoon Joo pulang. Belum sempat YoonJoo keluar dari rumah, di pintu ia meliha...
"Moodku sedang tidak baik dan aku butuh rasa nyaman." Ish, Oh Yoon Joo datang cuma buatmemperalat profesor.Pagi harinya, O...
Semua orang yang ada diruang tunggu itu memperhatikan mereka."Ah, handphoneku. Maaf. Tapi, apa kau tidak lihat berita itu....
"Oh, kau Reporter Yoo Gi Gwang." Park Hae Young tidak menyukai kedatangan ReporterYoo Gi Gwang."Sepertinya kau masih belum...
"Ayo cepat." suruh Park Hae Young. Mereka harus buru-buru masuk ke dalam hotel kalautidak, para wartawan akan segera menan...
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
My princess
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

My princess

1,070 views

Published on

Annyeong..
This sinopsis K-Drama "My Princess" Episode 1-16 END..
Happy Reading!!!

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,070
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

My princess

  1. 1. Episode 1 Part 1Ada sebuah perayaan mengenai budaya korea saat itu. Berbagai kebudayaan khas Koreadipamerkan dengan cara yang sangat keren. Whoaa.. keren... Lee Seol mengambil kerja paruhwaktu di acara perayaan itu. Ia bekerja sebagai putri bangsawan palsu, dengan mengenakansegala atribut putri khas korea. Lee Seol menjadi putri bangsawan dengan maksud sebagaiobjek kemakmuran Korea.Lee Seol berjalan menaiki tangga dengan anggun. Layaknya seorang putri kerajaan, dayang-dayang mengikutinya dibelakang. Perayaan besar dimulai dengan ditandai oleh suaradentuman gong. Dan para penari mulai menari.Lee Seol duduk ditempatnya untuk melihat pertunjukkan itu sebagaimana layaknya seorangputri raja. Tak jauh dari tempatnya duduk, Park Hae Young yang kali ini bertugas untukmengawasi Princess Stella memberi informasi pada bawahannya."Putri sudah tiba." ucap Park Hae Young.Princess Stella adalah tamu kehormatan, ia berasal dari luar negeri dan mengunjungi Koreauntuk mengenali budayanya.Para pengunjung sangat antusias dengan acara ini, mereka mulai heboh memfoto. Lee Seolsangat menikmati acara itu. Ia tersenyum senang. Tapi, karena aksesories dikepalanya berat,hal itu membuat lehernya pegal. Lalu ia meregangkan diri dan memijat-mijat pundak danlehernya.Pertunjukan tari selesai, dan pengunjung sudah mulai diperbolehkan untuk mengambil fotobersama Lee Seol as fake princess.Beberapa pengunjung heboh dan berlarian untuk foto bersama Lee Seol. Semua orang mulaiberfoto bersama Lee Seol.. XDKarena sudah tidak ada pengunjung, maka tugas Lee Seol sudah selesai. Ia berkata pada staffyang bekerja sebagai fotografer, "Sudah selesaikan? Baiklah aku akan pergi dulu." Lee Seolsegera berjalan cepat seraya mengangkat gaun besarnya.Staff itu berusaha mengejar Lee Seol, tapi Lee Seol sudah menjauh.Park Hae Young berlari menghampiri staff fotografer, ia berkata "Apa kau salah satukordinator di acara ini?""Ya." jawab staff itu."Aku dari kantor diplomat." Park Hae Young menyerahkan kartu tanda pengenalnya."Princess Stella yang mengunjungi acara ini ingin berfoto bersama putri. Aku sangat senangkalau kau bekerja sama dengan kami.""Sekarang?""Ya"
  2. 2. "Oh, My God. Putri kami sudah habis waktu bekerjanya. Aku akan mencoba untukmenelponnya." Staff itu mencoba menelpon Lee Seol, tapi tak ada balasan.Seorang teman Park Hae Young mendatanginya dan menanyakan, "Apa pemotretan sudahsiap?""Dia tidak mengangkat teleponnya. Apa yang harus aku lakukan?" ucap Staff itu."Sebentar. Tunggu 5 menit." ucap Park Hae Young pada temannya.Park Hae Young langsung mencari Lee Seol. Ia harus cepat menemukan Lee Seol. Dan ialangsung menuju ke ruang ganti wanita. Di sana para dayang dan penari berganti pakaian.Park Hae Young langsung saja membuka pintu tanpa menghiraukan jeritan para gadis yangada di ruangang itu. Para gadis itu tidak hanya berteriak histeris tapi juga melempari ParkHae Young dengan benda yang ada di sekitar mereka."Ini adalah urusan diplomat. Permisi sebentar." ucap Park Hae Young, ia masuk ke dalamruangan itu.Tidak peduli dilempari dengan banyak benda, Park Hae Young tetap masuk dan akhirnyabertemu dengan Lee Seol.Karena khawatir, Lee Seol mengambil ancang-ancang untuk memukul Park Hae Youngdengan aksesories kepalanya."Kau putri kan?" tanya Park Hae Young. "Tapi, kenapa kau tidak mengangkat teleponmu?""Ini ruang ganti wanita." ucap Lee Seol kesal. "Siapa kau?!""Kita harus keluar dulu dan aku akan menjelaskannya."Park Hae Young lalu menarik tangan Lee Seol dengan paksa."Hey apa yang kau lakukan? Cepat pergi dariku.""Aku dari kantor Diplomat. Dan aku sedang dalam masalah, jadi aku akan menjelaskannyapadamu nanti. Sekarang, kenapa kau tidak memperpanjang waktu kerjamu?" ucap Park HaeYoung dengan masih menarik tangan Lee Seol. "Apa kau mengerti?"Lee Seol mencoba berontak, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan. "Kaumemegangi tangan seorang wanita saat kau bertemu ia pertama kali lalu berbicara padanya.Kau tau? Aku masih bisa mendengar apa yang kau katakan, tanpa kau harus memegangtanganku. Jadi lepaskan." ucap Lee Seol.Lalu Park Hae Young melepaskan tangan Lee Seol.Lee Seol berkata, "Aku tidak bisa memperpanjang waktu kerjaku." Lalu ia mencoba pergidari Park Hae Young.
  3. 3. Tapi Park Hae Young lebih dulu memegang tangannya. "Maaf. Tidak butuh waktu yang lamauntuk pengambilan gambar.""Aku akan tetap menolaknya walaupun kau bilang hanya sebentar. Aku benar-benar akantelat di kerja paruh waktuku yang lain."Lee Seol menarik tangannya dari genggaman tangan Park Hae Young, tapi Park Hae Youngmalah semakin memegang kuat lengan Lee Seol. "Kau tidak punya waktu bahkan untukkepentingan negaramu sendiri?!""Kenapa kau marah?!" tanya Lee Seol heran. "Apa kau akan bertanggung jawab bila akudikeluarkan di kerja paruh waktuku?""Aku akan bertanggung jawab bila kau dipecat." jawab Park Hae Young."Huh?""Aku akan membayarmu. 100 dolar per jam. One. Hundred. Dollars."Mata Lee Seol langsung bersinar mendengar kata 100 dolar.Dan pemotretan dimulai. Lee Seol berfoto bersama Princess Stella. Dengan banyak pose yanglucu.Park Hae Young berbicara dengan temannya. Mereka mulai bergosip. Hahaa.Temannya berkata, "Berapa banyak uang yang ingin kau bayar untuk sebuah berita utama?""Ah.. Lupakan." jawab Park Hae Young."Kau menganggap rendah orang yang lebih tua darimu hanya karena kau adalah generasi ke-3 dari penerus perusahaan besar?""Apa?""Kau tahu ada berapa banyak penyiaran berita langsung sekarang? The Blue House pastimenjadi tempat yang ricuh sekarang.""Memang selalu kacau ditempat itu." jawab Park Hae Young dengan ringan. "Ada apasekarang?""Pemerintah akan membangun kembali keluarga kerajaan.""Keluarga kerajaan?" tanya Park Hae Young yang mulai tertarik mendengar berita itu. "Tidakmungkin."Berita itu memang benar, saat ini pemerintah Korea tengah mengumumkan perihalpembentukkan kembali keluarga kerajaan.
  4. 4. Perwakilan presiden Korea mengumumkan secara resmi. "Warga Koreaku, sepeti yang telahPresiden rencanakan. Kalian akan mengetahui tentang pembetukan kembali keluarga kerajaandengan mengadakan pemilihan umum. Kami akan melakukan seperti yang warga Koreainginkan. Keluarga kerajaan akan dibentuk dengan pertimbangan mengenai sejarah, kekayaandan generasi. Mari kita membentuk kembali kebudayaan kita yang telah mulai rusak karenapengaruh luar."Seperti sebuah keputusan, pasti ada kubu yang tidak setuju dengan keputusan pemerintah itu.Ketua kubu kontra ini mengatakan, "Apa ini masuk akal? Kita membangun negara kitadengan demokrasi dengan cara hal itu. President, lebih baik tidak mengurusi hal ini. Diahanya berusaha untuk membuat semua hal ini menjadi rumit. Aku mengatakan hal ini karenaini benar-benar tidak masuk akal. Aku akan menolak dan membantai keputusan itu."Lee Seol dan putri stella berpisah. Putri Stella harus kembali ke hotel.Park Hae Young dan temannya masih membicarakan tentang keputusan pemerintah itu."Sepertinya presiden akan terus melakukan hal itu walaupun ada kubu yang menentangnya.""Tidak mungkin. Keluarga kerajaan? Terserah." jawab Park Hae Young tidak peduli.Setelah Princess Stella pergi, Lee Seol segera mencari Park Hae Young, ia akan memintabayaran. Dan ternyata Park Hae Young pun tak jauh dari tempatnya berdiri. Park Hae Youngpun teringat untuk membayar pekerjaan Lee Seol, keduanya saling menghampiri."Kerja bagus." ungkap Park Hae Young."Aku hanya mengerjakan tugasku sebagai warga negara yang baik. Dan bayarannya.."ungkap Lee Seol seraya menengadahkan tangannya dan tersenyum ramah."Sebentar." Park Hae Young mengambil cek dari dompetnya.Park Hae Young menyerahkan cek itu, kemudian ia menariknya kembali. Tapi Lee Seolsudah memegang cek itu."Apa yang kau lakukan. Kau juga bekerja untuk negara kan? Kenapa kau berubah pikiran?"tanya Lee Seo."Ini check sebesar 1000 dolar." jawab Park Hae Young.Lee Seol segera terkejut dan melepaskan check itu. Park Hae Young mengambil cek yanglainnya di dompet. "Aku tidak punya uang tunai. Ada kembalian?" tanya Park HaeYoungseraya memberi cek 1000 dolar.Lee Seol terdiam, kembalian? uang segitu banyaknya aja dia engga punya.. hahaa..Park Hae Young kemudian memberikan kartu namanya. "Kau bisa mengirim pesan padaku,dan aku akan segera mengirimkan uang bayaran itu ke rekeningmu."
  5. 5. Lee Seol protes. "Kau sudah berjanji untuk membayarku langsung."Handphone Park Hae Young berdering. Ia mendapat panggilan dari kakeknya, yangmenyuruhnya untuk segera menemuinya. Kemudian ia segera pergi dan masuk ke dalammobilnya. Ia tidak mempedulikan Lee Seol yang memanggil-manggil namanya. Mobil ParkHae Young menjauh dan Lee Seol mencoba mengejarnya seraya mengumpat.Park Hae Young, Kakek Park Hae Young [President Park Dong Jae] dan ayah Oh Yoon Joosedang berada di sebuah makam. Kakek Park Hae Young memberikan penghormatan padamakam itu. Dengan tenaganya yang mulai rapuh, ia harus dibantu saat hendak melakukanpenghormatan."Kakek apa kau baik-baik saja?" tanya Park Hae Young."Tidak perlu mencemaskanku.." jawab Kakek."Jadi, kenapa kau datang ke sini?" tanya Park Hae Young yang tidak mengerti, kenapakakeknya harus ke tempat seperti ini kalau ternyata kesehatannya tidak membaik.Ayah Oh Yoon Joon membantu kakek berdiri dan mengambilkan tongkatnya."Berhenti bicara. Cepat longgarkan jasmu dan lakukan penghormatan." suruh Kakek."Aku tidak punya banyak waktu. Aku akan segera pergi." jawab Park Hae Young. "Lagi pula,aku juga tidak tau siapa yang dimakamkan di makam ini?"Kakek tidak juga menjelaskan siapa yang ada dimakamkan di tempat itu dan kenapa ParkHae Young harus melakukan penghormatan pada makam itu.Park Hae Young kesal, "Baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi. Setelah kau meninggal. Akuakan membangun rumah di tempat ini dan tinggal di dalamnya."Park Hae Young lalu pergi dengan kesal.Ayah Oh Yoon Joon segera berkata, "Aku akan segera mengejarnya dan memberikanpengertian padanya."Kakek hanya terdiam dan bicara pada dirinya sendiri, "Yang Mulia, pasti anda sudahmenunggu waktu yang sangat lama. Sekarang semua persiapan sudah dilakukan."Lee Seol pergi tergesa-gesa ke kampus dengan sepeda, sesampainya di kampus. Ia segerapergi ke ruang organisasi. Baru saja datang, Lee Seol langsung saja membual tentang alasankenapa ia kemarin tidak datang untuk kerja paruh waktu bersama mereka. Tapi, teman-temannya tidak percaya dengan bualan Lee Seol.Kemudian, Prof. Nam Jung Woo datang. Prof. Nam Jung Woo adalah dosen favorite LeeSeol. Melihat Prof. Nam Jung Woo saja, sudah sangat membuat Lee Seol senang bukankepalang. Mereka segera membungkuk memberikan salam pada prof. Nam Jung Woo.
  6. 6. Prof. Nam Jung Woo melihat gaya rambut Lee Seol. Lee Seol pikir Prof. Nam Jung Woomenyukainya, ia lalu berkata "Yah, Prof. Apa kau menyukai gaya seperti ini?"Prof. Nam Jung Woo tersenyum lalu ia segera berkata pada teman Lee Seol yang lain bahwaia akan pergi minggu ini, jadi prof. Nam Jung Woo meminta untuk dicarikan hotel. Iamenolak hotel yang penuh dengan gadis-gadis karena hotel seperti itu sangat bising baginya.Yang lain langsung tertawa mendengar prof. berkata seperti itu.Di kelas sejarah dan archeologi sebagai dosen pengampu Prof. Nam Jung Woo, Lee Seolbukan memperhatikan pelajaran tapi malah terus memperhatikan prof. Nam Jung Woo. Dansiapa yang akan dinobatkan sebagai salah satu keluarga kerajaan yang baru saat ini? Tapi,beberapa sejarah mempercayai kalau Soon Jong telah menyembunyikan seorang putra.Prof. Nam Jung Woo menjelaskan tentang sejarah peradaban korea. "Dari dulu sampaisekarang raja terakhir dari Korea adalah Soon Jong. Dan kita mengetahui bahwa Soon Joontidak memiliki garis keturunan."Ia bahkan membayangkan kalau dirinya bisa pergi bersama dengan prof. Nam Jung Woo kemesir untuk penelitian. Lee Seol membayangkan dirinya berada di dalam peti mumi dankemudian Prof. Nam Jung Woo menemukannya.Lee Seol pura-pura tertidur di peti itu agar prof. Nam Jung Woo bisa membangunkannyadengan sebuah ciuman. Tapi saat melihat Lee Seol memanyunkan bibirnya, prof. Nam JungWoo malah ketakutan dan pergi. Hahaa.. Lee Seol yang berada di peti itu langsung panik,karena prof. Nam Jung Woo meninggalkan dirinya begitu saja di dalam peti. Parahnya, petiitu malah ditutup oleh prof. Nam Jung Woo. Lee Seol sangat panik.Pengandaian Lee Seol berakhir dengan teriakannya sendiri, ia berteriak tanpa sadar di tengahpelajaran, "Proffessor!!"Jelas saja teriakannya membuat seluruh mata memandang aneh ke arah Lee Seol. TermasukProf. Nam Jung Woo yang juga ikut terkejut mendengar teriakan Lee Seol."Apa?" tanya Prof. Nam Jung Woo dengan ramah."Apa?" ulang Lee Seol."Kau baru saja memanggilku.""Ah.. Maafkan aku." ucap Lee Seol dengan malu. Ia kembali duduk. "Aku baru sajamemikirkan tentang hal lain beberapa waktu yang lalu." ucapnya dengan pelan."Kau baru saja memikirkan tentang sesuatu yang lain dan hal itu masih berkaitan denganku?"ucap prof. Nam Jung Woo seraya tersenyum.Prof. Nam Jung Woo tertawa (ih, senyumnya manis.. haha) yang lain pun ikut tertawa.
  7. 7. Prof. Nam Jung Woo menutup pelajarannya. Ia tersenyum ke arah Lee Seol. Lee Seol berkatapada teman disebelah. "Lihat Lihat! Proffesor sangat senang saat aku memikirkannya."Kemudian Lee Seol tanpa sengaja melihat ke bahan ajar yang terpampang di depannya."Itu.."Temannya menjelaskan. "Oh, kau pasti sedang tidur, jadi tidak mendengar penjelasan tentanghal itu, benarkan? Itu adalah buku Soon Jong. Itu bukan original, tapi hanya gambar. Gambaritu adalah motive dari perbuatan Prince Lee Young."Teman Lee Seol segera menyindir Lee Seol untuk tidak menggoda prof. Nam Jung Woo.Karena Nam Jung Woo sudah memiliki kekasih. Dan mereka akhirnya bergosip ria. Darimulai di kelas sampai perjalanan pulang. Mereka membicarakan tentang pacar proffesor.Teman Lee Seol menceritakan tentang gosip yang beredar, kalau pacar proffesro sangatcantik, memiliki kulit bersih, sangat kaya dan juga muda, ia juga seorang direktur dari HaeYoung Museum. Jelas saja Lee Seol cemburu mendengarnya, karena ia benar-benar sangatmenyukai profesor.Lee Seol memaksa agar ia bisa ikut ke tempat temannya bekerja. Teman Lee Seol bekerja disalah satu bagian departement store yang menjual tas-tas mewah tingkat atas. Di tempat itu,Lee Seol bukannya membeli malah asik berfoto-foto dengan tas koper besar yang ada di sana.Tidak cukup uang untuk membeli koper itu, alhasil ia hanya bisa mengambil gambarnyauntuk kenang-kenangan. Ia juga tidak lupa untuk mampir ke sebuah toko perhiasan. Lagi-lagiia datang bukan untuk membeli tapi hanya melihat-lihat dan sekedar menanyakan hargakemudian berkomentar. Sampai akhirnya ia bertemu kembali dengan Park Hae Young.Park Hae Young sedang berada di toko perhiasan mewah itu untuk membeli sebuah cincinmahal. Lee Seol melihat ke arah pria yang ada di sebelahnya, ia terkejut saat tau kalau ituadalah Park Hae Young."Oh, kau yang waktu itu." seru Lee Seol."Oh, Princess." jawab Park Hae Young."Katanya kau sibuk, kenapa ada di tempat ini?""Aku sudah tidak bekerja paruh waktu lagi, kau tau. Aku sangat telat saat itu. Sekarangberikan uang ku bayaranku yang 100 dollar itu.""Aku tidak punya nomor rekeningmu.""Aku harus pulang dulu untuk mengambilnya.""Hanya 11 angka saja kau tidak bisa mengingatnya.""Ah, itu account baru."
  8. 8. Park Hae Young berjalan ke arah kasir untuk membayar cincin yang dibelinya. Ia membayarlangsung dengan total 6000 dolar."Apa? Kau akan bayar langsung sebesar 6000 dolar?" Lee Seol terperangah mendengarnya."whoa."Park Hae Young menandatangi kuitansi, lalu pelayan mengatakan kalau Park Hae Youngakan mendapat hadiah kalau ia menukarkan kuitansi itu ke lantai bawah.Sebelum pergi Park Hae Young berkata pada Lee Seol, "Berapa nomor rekeningmu?""Aku tidak ingat sekarang." jawab Lee Seol."Baiklah, kirimi aku pesan sesuai nomor yang aku berikan di kartu tanda pengenalku. Karenaaku akan segera mengirim uang bayaranmu."Lee Seol terpesona saat Park Hae Young pergi meninggalkannya. "Who.. Apa benar-benarada orang seperti itu."Karena Lee Seol selalu berbinar saat mendengar dan melihat uang, jadi ia memutuskan untukmengikuti Park Hae Young dari belakang. Saat di lift, baik Park Hae Young dan Lee Seolmerasa kikuk satu sama lain. Hahaa.. Lee Seol mengikuti Park Hae Young sampai ke areaparking. Karena merasa risih sudah diikuti seperti itu akhirnya Park Hae Young membalikanbadannya dan berbicara langsung dengan Lee Seol."Mau sampai kapan kau mengikutiku?" tanya Park Hae Young.Lee Seol tersenyum malu. "Aku tahu, kau akan terganggu dengan hal ini. Tapi taukah kau,aku sangat ingin memilikinya dari hatiku yang paling dalam." Lee Seol mendekatkanwajahnya ke arah Park Hae Young. Lalu ia memutuskan untuk tidak mengatakan hal yangingin ia katakan.Tapi Park Hae Young penasaran dengan apa yang akan Lee Seol katakan,"Sudahlah lupakan." ucap Lee Seol seraya menunduk dan berjalan pergi."Hey.. Kenapa seperti itu. Sepertinya kita tidak akan bertemu lagi, sebaiknya kaumengatakannya." kata Park Hae Young.Lee Seol tersenyum senang, ia lalu berbalik dan menatap Park Hae Young dengan tatapanmemelas. "Benarkah? Aku boleh mengatakannya? Kau tau, kau kan baru saja mendapatkansebuah kuitansi dari pembelian tadi. Kalau kau tidak ingin menggunakannya lebih baik kaumemberikannya padaku.""Apa?" Park Hae Young tidak mengerti.Lee Seol terus berbicara dengan mendekatkan wajahnya pada Park Hae Young, Park HaeYoung berusaha menghindar. hahaa..
  9. 9. "Kau akan mendapatkan sebuah sertifikat pembelian saat kau melakukan transaksi lebih dari3000. Sepertinya kau tidak terlalu memerlukannya. Dan aku sangat memerlukan hal itu.Hidupku akan menderita kalau tidak mendapatkannya."Tapi kemudian handphone Park Hae Young berdering, ia mendapat telepon dari Oh YoonJoo, ia segera mengangkatnya."Oh.. Oh Yoon Joo. Apa semua persiapan untuk pembukaan pameran besok sudah siap?"tanya Park Hae Young dengan ramah.Lee Seo menunggu Park Hae Young selesai menelpon dengan tatapan harap-harap cemas.Oh Yoon Joo adalah orang yang sama yang diceritakan oleh teman Lee Seol, itu artinya diaadalah orang disukai oleh proffesor. Tapi, Lee Seol tidak menyadari hal itu.Oh Yoon Joo menelpon Park Hae Young di sebuah restaurant. "Kau tau, perayaan 20 tahunanniversary akan dilaksanakan besok. Dan terimakasih untuk direktur, karena sudah membuatpara pekerjaku harus bekerja keras. Aku membiarkan pegawaiku pulang lebih awal dan saatini aku sedang mengelap meja mereka." ucap Oh Yoon Joo membual."Oh, sudahlah. Biarkan saja, aku akan mengirimkan orang yang baru untuk membantumu."jawab Park Hae Young."Tidak masalah. Aku juga sangat senang melakukannya. Ini bukan pekerjaan yang berat."jawab Oh Yoon Joo.Ternyata proffesor Nam Jung Woo ada janjian pertemua dengan Oh Yoon Joon tepatdirestaurant itu. Prof. Nam Jung Woo melihat ke arah Oh Yoon Joon seraya tersenyum danOh Yoon Joon pun tersenyum ke arah professor. Proffesor memberi isyarat bahwa merekaberdua harus bicara. Oh Yoon Joon tersenyum lalu Prof. pergi.Oh Yoon Joon meneruskan pembicaraannya dengan Park Hae Young. "Oh, bagaimana kalaubesok kau datang. Aku yakin rasa lelahku akan hilang kalau kau datang.""Baiklah. Aku akan menemuimu besok."sambungan terputus.Park Hae Young segera memanggil Lee Seol yang ada dibelakangnya."Ya..Aku disini." ucap Lee Seol.Park Hae Young bertanya, "Apa kau seorang mahasiswa?""Ya. Lihat aku, bukankah aku seperti mereka? Matamu pasti rusak." jawa Lee Seol."Maukah kau mengerjakan pekerjaan yang akan aku berikan. Pekerjaannya tidak berat, hanyamengelap beberapa meja. Bayarannya.. Bayarannya adalah kuitansi ini dan uang 30 dollar.Bagaimana?"
  10. 10. Lee Seol kembali mendekatkan wajahnya ke arah Park Hae Young, ia menatap curiga. "Apaini ada kaitannya dengan pacarmu? Oke! Kau hanya harus menunggu disini. Dan aku akanmembuat wanitamu itu memanggilmu Hubby dan honey. Okey? Tunggu sini dan jangankemana-mana." Lee Seol mengambil kuitansi berlian itu. "Kau tidak akan tau apa yang akulakukan..." ucap Lee Seol seraya pergi meninggalkan Park Hae Young.Park Hae Young tersenyum sendiri mendengar kalau Oh Yoon Joon akan mengatakan Hubbydan Honey kepadanya.Benar saja. Park Hae Young menunggu Lee Seol, karena Lee Seol tak kunjung datang iaberkata, "Aku bodoh sekali, harus menunggunya seperti ini." Park Hae Young hendak masukke dalam mobilnya. Tapi dari kejauhan Lee Seol memanggilnya."Tunggu.. Tunggu.." ucap Lee Seol. "Kau bahkan tidak bisa menunggu selama 3 menit.Kalau seperti itu kau tidak akan bisa memakan mie ramen selama hidupmu." Lee Seolmenyerahkan hasil yang ia dapat pada Park Hae Young.Park Hae Young heran dengan apa yang diterimanya, "Lap?""Apa kau bodoh?" ucap Lee Seol dengan nafas yang tidak beraturan, ia sudah berlari sedaritadi agar Park Hae Young tidak menunggu lama."Bodoh?" Park Hae Young tertawa mengejek. "Sepertinya kau belum juga mengerti.""Sudahlah. Kau pasti orang kaya, dan wanitamu itu pasti kaya juga. Kau pikir dengan uangdan membelikan cincin wanita kaya itu akan luluh dan tersentuh? Biasanya ketika seorangwanita diberikan sebuah benda yang tidak ia duga.. Hal itu.." Lee Seol mendramatisir. "Halitu akan membuatnya sangat tersentuh. Jadi, pergilah dan bersihkan meja-meja itu dengandirimu sendiri. Dan kau tahu? Tahun depan, aku yakin kau akan merayakan ulang tahupertama anakmu?""Ulang tahun pertama?""Ahh.. Sepertinya kau sangat menyukai ide itu. Aigoo.." Lee Seol berkata dengan antusias."Dan ini adalah miliku." ucapnya seraya menunjukkan kuitansi. "Fighting! Fighting!!"ucapnya lalu pergi meninggalkan Park Hae Young.Park Hae Young mendapatkan pesan dari Oh Yoon Joo saat itu juga. Isi pesannya.Kau tidak berpikir kau akan datang ke tempatku dengan membawa lap kan? Karena aku akanberhenti untuk menunggu, aku harus cepat-cepat mengurusi pekerjaan. Sampai bertemubesok dan selamat malam.Park Hae Young tersenyum, tidak percaya ternyata semua prediksi Lee Seol tentang wanitabenar.Prof. Nam Jung Woo dan Oh Yoo bertemu dan mereka mengobrol satu sama lain. KemudianOh Yoon Joo menunjukkan pada prof. Nam Jung Woo sebuah museum yang akan mulaikembali di buka besok. Ruangan itu penuh dengan barang-barang antik dan itu membuatprof. Nam Jung Woo merasa terkesima melihatnya.
  11. 11. Prof. Nam Jung Woo berkata pada Oh YooN Joo. "Sekarang yang harus kita lakukan adalahmenemukan cucu dari Soon Joon."Oh Yoon Joo menjawab "Sangat tidak mungkin bagi kita untuk melakukan hal itu.""Aku sudah memiliki sumber informasi tentang hal itu. Dan aku akan berusaha untuk sebaikmungkin agar informan itu memberikan informasinya." ucap Prof. Nam Jung Woo serayatersenyum."Besok akan diadakan perayaan.""Perayaan?""Rahasia. Maka dari itu datanglah dan ucapkan selamat padaku." ucap Yoon Joo serayatersenyum.Lee Seol berjalan pulang, karena rumah aslinya berada jauh, jadi ia tinggal menginap darisatu rumah temannya ke rumah temannya yang lain. Kali ini ia pergi ke tempat Dan-kakakLee Seol, tapi saat hendak masuk, Dan langsung keluar dan mengusir Lee Seol untuk tidaktidur di tempatnya karena ia ingin sendiri.Lee Seol berkeluh, "Kemana lagi aku pergi." ucapnya seraya duduk di halaman depan.Akhirnya Lee Seol pergi ke kampusnya, ia menuju ke ruang organisasi, berharap kalau iadapat tidur di tempat itu. Tapi, saat Lee Seol berjalan di koridor kampus dengan lampu mati,tiba-tiba lampu itu hidup satu persatu. Derap langkah seseorang yang menuju ke arahnyasemakin cepat. Ternyata itu adalah prof. Nam Jung Woo.Lee Seol terkejut melihat prof. Nam Jung Woo ada di kampus malam-malam seperti ini.Episode 1 Part 2"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Lee Seol."Ada dokumenku yang tertinggal jadi aku akan mengambilnya." jawab Nam Jung Woo. "Kausendiri?""Aku.. Aku juga ada sesuatu yang tertinggal." jawab Lee Seol berbohong.Prof. Nam Jung Woo melihat Lee Seol membawa mie, tapi Lee Seol segeramenyembunyikan mie itu di belakangnya."Aku sangat kedinginan, bolehkah satunya lagi untukku?" ucap prof. Nam Jung Woo serayatersenyum.Lee Seol dan Prof. Nam Jung Woo makan mie bersama di ruang organisasi. Lee Seol tentusaja sangat senang, ia makan seraya tersenyum lebar."Ah.. Ini sangat lezat." ucap prof. Nam Jung Woo.
  12. 12. "Benar.." Lee Seol kembali memakan mienya. Kemudia ia bertanya pada prof. Nam JungWoo. "Prof. kenapa kau belum menikah?""Karena mungkin popularitasku akan hilang kalau aku menikah.""Ah, kau berbohong. Kalau wanitamu tau kau berkata seperti itu, sangat cemaslah dia. Prof.Aku dengan pacarmu itu sangat cantik?""Benarkah?""Jadi, ia tidak cantik?""Tidak. Ia cantik."Lee Seol merengut, "Oh aku tahu. Tapi, bagaimana dengan stylenya. Apa dia innocent?Sweet? Cute? Sexy?"Prof. Nam Jung Woo mengalihkan pembicaraan, "Kalau kau sudah selesai pulanglah. Kaupulang dengan bus, mobil?""Biar prof. saja yang pulang terlebih dulu..""Kenapa?""Ah.. Senior memberikan tugas untuk menata dokumen. Tapi aku belum jugamenyelesaikannya.""Baiklah.. Ah, ia ada selimut dan bantal di ruang sebelah." ucap prof. Nam Jung Woo serayaberlalu, tidak lupa ia juga tersenyum ke arah Lee Seol.Setelah prof. Nam Jung Woo pergi, Lee Seol menyadari sesuatu, "Huh? Bagaimana bisa diatahu kalau aku akan tidur di tempat ini?"Lee Seol tidur nyenyak di atas sofa dengan selimut dan bantal yang disarankan oleh prof.Nam Jung Woo. Tapi kemudian ia terbangun dan berjalan ke ruangan prof. Nam Jung Woo.Ruangan itu tidak jauh dari ruang organisasi. Lee Seol masuk ke ruangan prof. Nam JungWoo, ia memperhatikan ke sekeliling dan kemudian duduk di kursi prof. Ia melihat bukuyang tergeletak di atas meja."Ah.. Ini pasti buku yang ditulis oleh prof. Nam Jung Woo.. Cute sekali. Walaupun dia yangmenulisnya tapi ia juga tetap membacanya."Lee Seol melihat ke sisi buku itu, di sana tertulis nama Oh Yoon Joo. "Oh Yoon Joo.. OhYoon Joo. Oh Yoon Joo?" tanyanya pada dirinya sendiri.Karena penasaran, Lee Seol membuat status di web,Isi pesannya.Siapa yang tahu Oh Yoon Joo, co-author dari The Last nameless Prince?
  13. 13. Balasan :Aku belum membaca buku itu.Itu nama ibuku.Itu nama pacar pertamaku.Kerjakan saja tugasmu.Bukankah itu direktur dari Museum Hae Young.Balasan yang terakhir membuat Lee Seol tertegun."Museum Hae Young. Apa dia benar-benar seorang direktur? Ah.. tidak-tidak.. Rumor itumenyebar dengan begitu saja. Itu hanya rumor."Ada balasan lagi."Dia adalah orang yang paling banyak di cari di web. Lihat computer.. Go-Go."Langsung saja Lee Seol memeriksa komputer, kemudian ia mendapati foto Yoon Joo yangdijadikan wallpaper desktop milik prof. Nam Jung Woo.Lee Seol kesal. Ia membalikkan kursinya lalu kembali membuat status.Isi pesannya.Bagaimana cara agar aku bisa memisahkan priaku dengan wanita lain?Balasan :Percaya dirilah untuk menyingkirkannya.Kirimi ia pesan yang menyakitkan.Percaya saja pada pacarmu.Buatlah dia jealous.Apa dia cantik. Apa wanita cantik itu menyukai pria playboy?Karena Lee Seol sangat penasaran dengan Yoon Joo jadi ia memutuskan untuk pergi keMuseum Hae Young. Museum itu baru saja dibuka pagi ini. Lee Seol masuk ke dalammuseum, di pintu masuk ia mendapatkan panduan. Lagi-lagi di panduan itu juga terdapat fotoYoon Joo.Lee Seol masuk ke dalam museum, Museum itu terlihat padat dengan pengunjung. Tak jauhdari tempatnya berdiri, tepatnya di atas panggung, Yoon Joo tengah melayani para wartawan
  14. 14. yang sedang memotretnya. Lee Seol melihat ke arah Yoon Joo, kemudian ia mencocokkanfoto yang ada di panduan dengan Yoon Joo yang berdiri di atas panggung.Karena dirasa sudah mendapatkan cukup informasi, maka Lee Seol pergi. Tapi, kemudian, iamalah bertemu dengan Park Hae Young. Park Hae Young berjalan ke arahnya, tapi Lee Seolsegera berlari menghindari Park Hae Young.Lee Seol berlari ke arah lain, ia memutari lantai atas yang berbentuk spiral. Otomatis, jalanutama yang dilewati oleh Lee Seol adalah tempat dimana Yoon Joo tengah dipotret. Tanpasengaja dan tanpa tau hal itu, Lee Seol menabarak Yoon Joo. Alhasil para wartawan ikutmemfotonya. Yoon Joo tidak marah dengan hal itu, ia malah tersenyum ke arah Lee Seol.Kemudian Yoon Joo pergi ke tempat lain diikuti oleh para wartawan.Lee Seol lega sekali saat Yoon Joo dan para wartawan pergi. Tapi malangnya, saat Lee Seolberbalik, ia malah bertatap wajah dengan Park Hae Young. Lee Seo kaget setengah mati."Akhirnya kita bertemu lagi." ucap Park Hae Young. "Kita bertemu lagi ditempat yang tidakdiinginkan."Ah, aku hanya ingin memuaskan rasa penasaranku saja." jawab Lee Seol.Apa kau mengikutiku?" tanya Park Hae Young dengan curiga."Kenapa aku harus melakukan hal itu?" jawab Lee Seo segera pergi."Tapi kenapa kau malah menghindariku sekarang?" tanya Park Hae Young lagi."Ah, aku hanya tidak ingin bertemu dengan pria yang..." kata-kata Lee Seol terputus saatmelihat Yoon Joo berjalan ke arahnya. Padahal Yoon Joo sedang menyambut tamunya yangdatang.Hahaa.. Lee Seol terlalu berlebihan, ia bahkan bersembunyi dibalik badan Park Hae Young."Ada apa?" tanya Park Hae Young."Orang itu. Aku pikir ia akan datang menghampiri.""Huh?""Kau mengenalnya?" tanya Park Hae Young."Sebenarnya tidak, tapi yeah.. Kau tau, dia adalah direktur museum ini. Gzz... Ia sangat cantidifoto tapi sebenarnya ia bukan wanita yang baik." ucap Lee Geol."Apa? Dia benar-benar cantik." jawab Park Hae Young."Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu. Dia malah terlihat lebih seperti serigala. Dan diajuga masih sangat muda, apa kau percaya kalau dia itu adalah direktur. Kau tahu, musium iniadalah milik Dae Han group, benar? Dia menamakan museum ini dengan nama anaknya."
  15. 15. "Hmm.. Mungkin bukan nama anaknya tapi nama cucunya. Cucunya bernama Park HaeYoung." Park Hae Young membenarkan perkataan Lee Seol yang salah.Lee Seol berpikir, "benarkah? Ah benar-benar.. Aku pikir, dia adalah kekasih dari salah satupenerus perusahaan Dae Han atau sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan itu." UcapanLee Seol terhenti saat melihat Yoon Joo berjalan ke arahnya. Ia kembali bersembunyi dibelakang Park Hae Young.Yoon Joo tersenyum ke arah Park Hae Young. "Ah kapan kau datang?" tanya Yoon Joodengan sangat ramah."Ah, baru saja. Kau pasti sangat sibuk melayani pengunjung." ucap Park Hae Young.Melihat Park Hae Young dan Yoon Joo sedang berbicara, Lee Seol mengambil kesempatanitu untuk pergi, tapi kemudian Park Hae Young segera menarik kerah bagian belakang bajuLee Seo dan menariknya hingga Lee Seong berada di sampingnya lagi."Siapa ini?" tanya Yoon Joo dengan ramah."Ah, dia temanku yang sangat tertarik padamu." ucap Park Hae Young.Lee Seol tidak berkata apa-apa, ia malah shock."Ayo cepat berikan salam." Park Hae Young memukul punggung Lee Seol, memaksanyauntuk mengucapkan salam."Halo. Senang bertemu dengan anda." ucap Lee Seol."Senang bertemu dengan anda juga." jawab Yoon Joo.Kemudian, salah seorang staff menghampiri Yoon Joo untuk berbicara dengannya sebentar.Yoon Joo pamit untuk bisa berbicara dengan staff itu.Lee Seol penasaran, "Kalian sudah saling kenal? Bagaimana bisa kalian saling kenal?""Dia adalah pemilik cincin itu." jawab Park Hae Young."Apa.. tu.. tu.. tunggu dulu. Lap itu??""Hmm..""Ah.. bagaimana dengan nasib proffesor." ucap Lee Seol yang mencemaskan professor."Apa?" tanya Park Hae Young tidak mengerti."Ah tidak.."
  16. 16. "Wanita itu adalah calon menantu dari pemilik perusahan Dae Han." ucap Park Hae Youngpada Lee Seol."Benarkah? benarkah?" Lee Seol senang mendengar hal itu, itu berarti saingannya untukmendapatkan prof. sudah berkurang."Ah gzz.. sepertinya kau benar-benar tidak ingin menikah. Kenapa kau sesenang itu." tanyaPark Hae Young yang aneh melihat kelakuan Lee Seong.Lee Seol mengalihkan pembicaraan,"Aigoo.. Kenapa bisa begitu.. Ah, apa kemarin berhasil? Apa sarung tangan lap itu berhasil,benarkan?""Tidak. Aku tidak bertemu dengannya, dia sudah pulang terlebih dulu." jawab Park HaeYoung.Lee Seol memukul pelan lengan Park Hae Young. "Ah, kau ini. Lebih kau ke rumahnya sajasaat itu, itu hal yang sangat baik. Ah, benar.. Kalau kau ingin merayakan ulang tahun anakpertamamu itu, lebih baik kau melakukan hal ini. Untuk membuat hati wanita luluh adalahdengan.. Kecemburuan.""Kecemburuan?""Ayo kita lihat hal itu berhasil atau tidak. Kau tahu, saat kau tidak memperkenalkankupadanya, ia akan menatapa lurus ke araku dan berkata "Siapa dia""?Park Hae Young hanya tersenyum mendengar penjelasan Lee Seol.Setelah berbicara dengan berbagai tamu, ia segera kembali menemui Park Hae Young danLee Seol."Sebenarnya siapa dia?" tanya Yoon Joo dengan ramah.Lagi-lagi Park Hae Young terperangah karena kali ini tebakan atau tips cinta dari Lee Seolberhasil.Ya, aku adalah kekasihnya. Namaku Go Eun Byul." jawab Lee Seong dengan mendekaptangan Park Hae Young erat.Kecemburuan mulai terlihat di wajah Yoon Joo. Ia berkata, "Ah.. Oppa, tanpasepengetahuanku. Kau akhirnya mendapatkan kekasih."Park Hae Young malah bingung harus menjawab apa, karena sudah kepalang basah maka iameneruskan siasat yang dibuat oleh Lee Seol. "Ah, mungkin aku sudah melakukannya. Lihat,bukankah ia cantik?"Mereka berbincang-bincang di sebuah restaurant. Pelayan menghidangkan dessert. Dan LeeSeol kembali dengan bualannya yang terlalu berlebihan. "Oppa sudah menceritakan padakubanyak hal tentangmu."
  17. 17. "Benarkah? Tapi, Oppa tidak pernah membicarakan tentangmu." jawab Yoon Joo."Ah, itu karena oppa terlalu melindungiku, ia sangat cemburuan. Ia selalu memanggilku mylittle princess. Ia juga sudah gila, karena ia ingin aku masuk ke dalam kantong sakunyasehingga ia bisa bertemu dan melihatku hanya untuknya sendiri."Yoon joo menutupi rasa cemburunya dengan mengaduk-aduk minumannya lalumeminumnya. "Jadi, apa yang diceritakan oppa tentangku?""Tidak ada yang special. Hanya mengenai banyak rumor yang beredar karena kau telahmenjadi direktur di usia muda. Tapi, semua rumor itu tidak benar. Dan ia juga mengatakankalau kau seperti rubah dan memiliki banyak hubungan dengan banyak pria. Dan padaakhirnya ia berkata, kalau sangat sulit untuk membedakan dirimu dengan malaikat." ucapYoon Joo yang selalu membuat perkataannya berlebih-lebihan.Hahaa.. Tapi Park Hae Young tidak menanggapi serius semua bualan Lee Seol.Yoon Joo tersenyum mendengar perkataan terakhir Lee Seol. "Benarkah kau mengatakan halitu?""aHhH.. Ya, kau memang sangat sulit untuk dibedakan dengan malaikat." jawab Park HaeYoung.Lee Seol melirik ke arah Park Hae Young, ia memberikan isyarat kalau seharusnya Park HaeYoung tidak berbicara seperti itu. "Ah.. Oppa memang seperti itu. Ia sangat tidak bisa untukmengatakan hal buruk saat berbicara pada orang lain. Ah, oppa bagaimana kalau kita makanmalam di rumahku. Baiklah. Aku akan menelpon ibuku dulu.""Ya. Pergilah, telepon ibumu." ucap Park Hae Young.Lee Seol pergi, Park Hae Young terlihat kaku saat berbicara berdua dengan Yoon Joo.Seorang asisten menghampiri Yoon Joo dan berkata kalau sebentar lagi acara pembukaanakan dimulai.Lee Seol berlari ke arah Park Hae Young seraya memanggilnya dengan manja, "Oppa..Oppa.. Oppa.. Ibuku telah membuatkan ayam special untuk kita." ucap Lee Seol."Ah, tidak usah.." Park Hae Young memaksakan senyum."Huh, bukankah sudah waktunya kau untuk pergi?" tanya Lee Seol pada Yoon Joo yangmasih belum juga beranjak dari tempat duduknya. "Kenapa kau masih ada di sini?""Ah, baiklah. Aku permisi dulu" ucap Yoon Joo."Ya, bekerja keraslah." kata Park Hae Young menyemangati."Senang berjumpa denganmu. Lain kali datanglah, aku akan mentratrirmu dengan makananlezat." ucap Yoon Joo pada Lee Seol.Lee Seol dan Park Hae Young berjalan beriringan menuju pameran.
  18. 18. "Apa yang dikatakan direktur? Apakah direktur terus menanyakan tentang diriku?" tanya LeeSeol."Tidak." jawab Park Hae Young dengan ringan."Ah, itu aneh. Bukankah seharusnya dia benar-benar cemburu.""Bagaimana bisa ia cemburu padamu, kau itu bukan saingannya.""Apa?! Saat kau membandingkan aku dengannya. Pertama.. Pertama adalah aku lebih muda..benar..""Ya.""Dann.. dan.. Tinggi badan.. Aku lebih pendek.. dan uang.. Ah.. aku tidak punya uang yangbanyak." Lee Seol menyadari kalau apa yang dikatakan Park Hae Young ada benarnya juga."Ah, bagaimana dengan kulit? Kulitku lebih bagus kan?"Park Hae Young diam."Ah, baiklah kalaupun tidak, lupakan saja." jawab Lee Seol.""Tapi kenapa kau sangat ingin mengetahui tentangnya?" tanya Park Hae Young penasaran."Karena tentunya aku.." kata-kata Lee Seol terputus saat melihat Prof. Nam Jung Woo jugahadir di acara ini. Ia berbaur dengan tamu-tamu yang lain. Prof. juga membawa satu buketbunga."Ah.. ada apa?" tanya Park Hae Young yang heran melihat Lee Seol yang tiba-tibabersembunyi di belakangnya."Ayoo.. ayo. Cepat.. cepat.." Lee Seol menarik-narik tangan Park Hae Young, merekaberjalan menaiki anak tangga dan berada di atas.Park Hae Young hanya pasrah tangannya ditarik seperti itu.Park Hae Young dan Lee Seol melihat acara pembukaan dari lantai atas.Yoon Joo adalah orang kehormatan di acara ini, bukan hanya sebagai direktur tapi ia jugapemilik museum.Yoon Joo memasuki pelataran panggung."Presiden datang." ucap asisten. Kemudian para tamu bertepuk tangan dengan riuh.Semua perhatian tertuju pada Yoon Joo yang mulai menaiki mimbar untuk berpidato. TapiLee Seol malah terus memperhatikan Profesor. Ia cemburu karena Prof. terlihat senangmelihat Yoon Joo.
  19. 19. Yoon Joo mulai berpidato setelah riuh tepuk tangan terhenti, "Hallo.. Aku Direktur dariMuseum Hae Young, Oh Yoon Joo. Saat itu pembangunan museum dilakukan karena untukmengembalikan kejayaan Korea. Dan, kali ini, mohon para hadirin mengingatnya.." YoonJoo menghentikan pidatonya dan berjalan ke tengah panggung. Ia berada di samping sebuahbenda yang tertutup rapat tirai.Yoon Joo tersenyum pasti sebelum membukanya. Saat tirai benda itu dibuka, semua orangberdecak kagum kecuali Prof. Nam Jung Woo. Prof Nam Jung Woo terlihat tidak percayadengan apa yang dilihatnya, ia juga kesal. Yoon Joo menatap tajam ke arah proffesor dengansenyum yang dipaksakan.Yang ditunjukkan Yoon Joo saat itu adalah sebuah tulisan kuno yang sudah sangat dicari olehbanyak orang. Yoon Joo berkata dengan bangga, "Ini adalah tulisan tangan dari Raja SoonJong. Dia memiliki sebuah legitimasi pada anak laki-lakinya dengan diberikan nama LeeYoung. 20 tahun perayaan museum ini, kami bisa menghadirkan sebuah harta karun yangtidak ternilai harganya. Dan aku sangat senang." Seluruh hadirin bertepuk tangan denganriuh. Kecuali proffesor, ia malah pergi meninggalkan acara itu.Lee Seol yang melihat proffesor seperti itu menjadi sangat cemas.Park Hae Young melihat ke arah Lee Seol, Lee Seol tengah memperhatikan tulisan kunoyang terpampang besar di layar di depannya. "Ada apa?""Itu.. Tulisan itu.. Aku rasa, aku pernah melihatnya." ucap Lee Seol mencoba mengingat-ingat sesuatu."Mungkin kau melihatnya di salah satu web, atau di internet, ada dokumen dan itu hanyagambar..""Ah, tidak. Aku rasa di rumahku juga ada benda seperti itu. Benda itu besar dengan duakarakter tulisan yang sama dengan yang ada di sana." ucap Lee Seol mencoba memastikansesuatu."Di rumahku ada berton-ton seperti itu." ucap Park Hae Young meledek."Ah, apa maksudmu? Sangat kekanak-kanakan. Dirumahku juga ada berton-ton patungbudha.""Benarkah?""Whoaa kau ini.. Baiklah.. Ayo kita selesaikan semua ini di satu tempat." ucap Lee Seol."Apa maksudmu." tanya Park Hae Young tidak mengerti."Karena aku sudah melakukan semua ini, paling tidak kau memberikanku makan."Park Hae Young dan Lee Seol makan di sebuah kedai kecil, whoaa.. kalau liat orang koreamakan mie, ngiler sangaat.. XD
  20. 20. Mereka makan dengan nikmat, tiba-tiba Park Hae Young mendapat telepon dari Yoon Joo.Park Hae Young hendak mengangkat telepon itu, tapi Lee Seol segera merebut handphonePark Hae Young."Hei, apa yang kau lakukan." ucap Park Hae Young."Ah, kau bodoh. Ini terlalu cepat. Kau harus lebih tegas agar ia cemburu.""Sini. cepat.. cepat.. Dia akan segera menutupnya."Lee Seol semakin menyembunyikan handphone itu di belakangnya."Sudah, kerjakan saja apa yang aku katakan agar hubungan cinta kalian berdua tetap abadi."Lee Seol mencoba meyakinkan Park Hae Young."Abadi?" Park Hae Young tersenyum. Ish.. Senyumnya maniis.."Kalau begitu kau akan bisa mengalahkan cucu dari Dae Han group. Kau tau, wanita palingtidak tertarik pada seseorang yang jatuh cinta padanya. Tapi, kenapa kau membeli cincin itu?Ulang tahun? Perayaan?""Lamaran.." ucap Park Hae Young.Mendengar jawaban Park Hae Young, Lee Seol jadi histeris, ia menggebrak meja.. "Apa?!Tidak."Semua orang yang ada di kedai itu melihat aneh ke arahnya."Kenapa kau berkata tidak?""Kau seharusnya memberikan cincin itu saat seorang wanita sangat sangat sangat benar benarmenginginkannya.""Pelankan suaramu." pinta Park Hae Young."Baiklah mulai dari sekarang jangan membeli hadiah apapun untuknya. Dan saat ia berulangtahun, telepon dia saja dan ucapkan selamat. Setelah itu kau memberikan hadiahmu seminggukemudian dan ia pasti akan mengatakan.." Lee Seol mengatakan dengan sungguh-sungguh."Dia pasti akan mengatakan, =Aku tidak akan mencampur hadiah ini dengan hadiah dariorang lain.= Kau tau, kata-kata itu lebih efektif dari pada 10 cincin yang kau berikan."Park Hae Young menatap percaya ke arah Lee Seol. Ish, tatapannya .. ahaha..."Dan kalau sudah begitu, tidak ada artinya lagi cucuk dari Dae Han Group, kau bisa denganmudah mengalahkanya." ucap Lee Seol."Aja! Aja! Fighting." ucap Lee Seol mengepalkan tangannya ke udara."Sudahlah, kalau kau sudah selesai, ayo kita pergi."
  21. 21. sebelum pergi, Lee Seol mendapatkan telepon dari ibunya. -Ibunya Chae Gyong PrincessHours.. bener-. Ibunya menyuruh Lee Seol untuk pulang, karena ia akan pergi ke tempatpersembahyangan untuk mendoakan kakak Lee Seol agar lulus ujian. Ibu juga tidak lupauntuk menyuruh Lee Seol memberikan makan kedua anjingnya selama ia pergi. Lee Seolsenang sekali, ibunya pergi minggu ini. Karena ia bisa menyewakan rumahnya pada parapengunjung yang berlibur. Lee Seol bahkan ia membayangkan kalau ia akan mendapatkanbanyak sekali uang dari hasil penyewaan rumahnya. Dengan uang-uang itu akhirnya dia bisapergi ke Mesir. Hahaaa..Setelah selesai makan, Park Hae Young dan Lee Seol berjalan pulang bersama. Lee Seolsangat amat senang, "Ah, ibuku akan pergi keluar kota minggu ini, bukankah aku sangatberuntung?"Park Hae Young heran, "Kenapa kau malah senang mengetahui ibumu akan pergi?""Karena rumah akan kosong dan aku bisa mendapatkan banyak uang. Dengan uang itu akubisa naik pesawat..""Pesawat?""Aku akan keluar negeri.""Apa kau kuliah di luar negeri.""Ah, kau ini.. Dengan suku bunga seperti saat ini bagaimana bisa aku keluar negeri. Aku akanbelajar di luar negeri nanti."Lalu.. Lee Seol bernyanyi dan berjoged hahaa... Park Hae Young sedikit risih dan ketakutanmelihatnya."Ahh.. Sudah.. sudah.. berikan saja nomor telepon ibumu." ucap Park Hae Young."Kenapa nomor telepon ibuku?" tanya Lee Seol."Aku akan menelpon ibumu dan memberitahukan kalau anaknya berpergian seperti ini.""Ahh..""Kau ini, pengangguran sudah banyak, jadi lebih baik kau baca buku dan belajar bahasa yanglain." ucap Park Hae Young seraya berjalan ke arah mobilnya.Lee Seol tetap mengikutinya, ia menatap polos ke arah Park Hae Young."Apa?" tanya Park Hae Young "Kau tidak memintaku untuk mengantarkanmu kan?""aH, kalau kita searah kenapa tidak?" jawab Lee Seol.Kemudian, Park Hae Young mendapat telepon kalau kakeknya jatuh sakit. Park Hae Younglangsung pergi dengan mobilnya, ia mengkhawatirkan kakeknya sehingga tidakmempedulikan Lee Seol yang merengek minta di antar.
  22. 22. Park Hae Young menemui kakeknya yang terbaring sakit. Beberapa dokter sudahmemeriksanya. Ayah Yoon Joo mengatakan kalau kakeknya jadi seperti ini, karena kakekmendengar berita yang sangat menggembirakan. Park Hae Young penasaran, beritamenggembirakan apa.Lalu kakenya memanggil Park Hae Young, kakek berbisik pada Park Hae Young dengansuara yang tidak jelas.Kakek mengucapkan sebuah nama, "Lee Seol.."saya : Whatzzz... Lee Seol?!!"Lee Seol?!" tanya Park Hae Young tidak mengerti. "Siapa dia kakek?"Kakek tidak menjawab, ia malah kembali tertidur.Park Hae Young tidak menyadari kalau gadis yang menenaminya seharian tadi adalah LeeSeol. Yang Park Hae Young tahu nama Lee Seol saat itu adalah Go Eun Byul. Hahaa..Ayah Yoon Joo menyerahkan selembar kertas yang berisi alamat rumah Lee Seol pada ParkHae Young. Sebenarnya itu bukan alamat asli Lee Seol, tapi alamat rumah Dan, rumah yangbeberapa hari ini di tempati oleh Lee Seol.Park Hae Young kesal, "Siapa dia? Kenapa aku harus membawanya ke sini?""Kakekmu beranggapan kalau ia masih memiliki hutang yang harus dibayar." ucap AyahYoon Joo.Park Hae Young tidak percaya, "Aku yakin, kakek tidak pernah memiliki hutang dengansiapapun. Kecuali ada satu hal. Makam itu. Makam yang selalu dikunjungi oleh kakek. Akuyakin, ini berkaitan dengan makam itu, benar?!" tanya Park Hae Young kesal."Benar.. Kau sudah besar, kau akan mengetahui segalanya bukan dari mulutku. Pergilah danturuti perintah presiden.""Baiklah.. Ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan. Apakah dia anak dari kakek atau cucudari kakek?" tanya Park Hae Young.Karena Yoon Joo segera datang, Ayah Yoon Joo tidak menjawab hal itu. Park Hae Youngakhirnya pergi tanpa mendapatkan informasi apapun.Yoon Joo sedikit mendengar pembicaraan Ayahnya dengan Park Hae Young, ia penasaran.Yoon Joo segera menanyakan tentang hal itu pada ayahnya. Tapi, ayahnya tidak menjawabpertanyaan Yoon Joo.Mau tidak mau Park Hae Young harus menuruti perintah kakeknya, akhirnya ia pergi kealamat Lee Seol. Ia bertemu dengan Dan-Kakak dari Lee Seol. Park Hae Young menanyakantentang Lee Seol, awalnya Dan merasa acuh, tapi ketika Park Hae Young menyerahkan kartunamanya, Dan mengetahui kalau Park Hae Young berasal dari perusahaan Dae Han. Karenaterpesona, akhirnya Dan memberikan alamat rumah asli dari Lee Seol.
  23. 23. Park Hae Young sampai di tempat Lee Seol. Park Hae Young melihat Lee Seol yang tengahmemberi makan anjinya, Lee Seol membelakangi Park Hae Young, jadi mereka sama-samatidak menyadari satu sama lain.Park Hae Young memastikan kalau gadis yang tak jauh dari tempatnya berdiri itu adalah LeeSeol, Park Hae Young memastikan dengan menelponnya. Lee Seol segera mengangkattelepon itu."Ya, di sini romantis dan bisa melihat sushine." ucap Lee Seol.Park Hae Young diam tidak menjawab. Ia kembali melihat ke arah Lee Seol, dan yap.. ParkHae Young baru menyadari kalau Lee Seol itu adalah gadis yang ia kenal.Lee Seol penasaran, ia menelpon kembali orang yang baru saja menelponnya."Hallo.. Ini Lee Seol. Kau baru saja menelponku.""Namamu Lee Seol?" tanya Park Hae Young.Lee Seol menyadari kalau suara Park Hae Young sepertinya dekat, jadi ia berbalik danmendapati Park Hae Young tak jauh dari tempatnya berdiri.Park Hae Young terkejut tapi Lee Seol senang melihat Park Hae Young datangmengunjunginya."Ah, kau.. Bagus sekali.." ucap Lee Seol girang."Nama mu Lee Seol, bukankah saat itu kau mengatakan kalau namamu itu adalah Go EunByul?" tanya Park Hae Young dengan sedikit kesal karena sudah dibohongi."Kenapa? Apa namaku bagus.. Haha.. Mereka bilang memang seperti itu, nama dan wajahkusama-sama cantik.""Kenapa kau membohongiku?""Oh, itu karena aku takut kita ketahuan. Ah, tipe seorang gadis memang seperti itu kalau iasedang bertemu dengan rivalnya.""Hey, bagaimana bisa kau sampai di sini?" tanya Lee Seol."Apa sulit menemukan tempat ini?""AH, apa kau memata-mataiku.""Kenapa?""Aaaah.. Aku pikir kau seorang diplomat. apa kau menggunakan uangmu untuk melakukanhal ini?"
  24. 24. "Apa kau sudah mengenalku sebelumnya?" tanya Park Hae Young, ia menatap tajam ke arahLee Seol.Sikap Park Hae Young jadi tidak ramah seperti dulu.Lee Seol tertawa. "Kau terlalu narsis tau..""Apa ada kamar kosong.. " tanya Park Hae Young dengan tidak ramah. "Aku akan tinggalsampai besok.""Apa?" tanya Lee Seol kaget."Bukankah kau akan mendapatkan uang kalau kau menyewakan tempat ini?"Mendengar hal itu Lee Seol senang bukan kepalang, ia berteriak kegirangan.. "Selamatdatang pelanggan.."Episode 2 Park Hae Young memasuki rumah Lee Seol. Lee Seol dengan bangga mempersembahkankamar terbaik dari rumahnya pada Park Hae Young. "Jenis type kamar apa yang sedang kaucari?" tanya Lee Seol ramah.Park Hae Young menatapnya.Kemudian Lee Seol memandu Park Hae Young untuk memilih kamarnya. Lee Seolmenawarkan kamar yang terbaik, yang terdapat di lantai atas untuk Park Hae Young, "Iniadalah Royal Grand Executive Presidential Suite. Apa kau menyukainya?" tanya Lee Seol.Whatz? Royal Grand Executive Presidential Suite? Mana bisa kamar sesederhana itudinamakan Royal Grand Executive Presidential Suite. Haha.. Seperti biasa Lee Seol selaluberlebihan saat berbicara."Bagaimana?" tanya Lee Seol.Karena Park Hae Young diam saja, maka Lee Seol menyimpulkan kalau Park Hae Youngtidak menyukai kamar itu. "Baiklah. Kamar selanjutnya adalah Royal Deluxe Ambassadorr.Bagaimana?""Tidak. Aku di sini saja." jawab Park Hae Young.Kemudian mereka kembali turun."Normalnya, biaya sewa sebesar 150 dolar per malam. Karena kau akan tinggal selama 2hari, maka aku akan memberikan harga hanya 295 dolar." ucap Lee Seol.
  25. 25. Lee Seol berbicara dengan logat resmi, "Anda harus membayar tunai di awal transaksi."ucapnya seraya menengadahkan tangan pada Park Hae Young.Park Hae Young membuka dompetnya kemudian mengeluarkan kartu kredit."Oh, baru saja 5 menit sebelum kau datang, mesin penghitung kartu kredit kami rusak."jawab Lee Seol.Kemudian Park Hae Young mengambil checknya sebesar 1000 dolar. "Ada kembalian 705dolar?""Ah.. Kali ini aku ingat nomor rekeningku. Aku akan membantumu dengan pembayarantunai." Lee Seol menyerahkan nomor rekeningnya. "Selamat menjalankan transaksi tunaidengan bank.. Sekian dariku." ucap Lee Seol seraya pergi berlari meninggalkan Park HaeYoung yang masih memperhatikannya.Park Hae Young masih menganggap kalau Lee Seol adalah anak dari kakeknya, maka dari itukakeknya menyuruh Park Hae Young untuk mencari Lee Seol. "Ah, dia benar-benar miripsekali dengan kakek." ucap Park Hae Young. Ia berjalan mengitari rumah, untuk melihat-lihat.Tanpa sengaja Park Hae Young melihat foto keluarga Lee Seol. Di foto itu, Lee Seol berfotobersama ibu dan kakaknya. Park Hae Young melihat foto ibu Lee Seol dengan saksama,kemudian ia menggeleng "Aigoo. Dia benar-benar bukan tipe kakekku."Kemudian Park Hae Young pergi melihat-lihat kamar yang lain. Ia menelpon ayah Yoon Joountuk menginformasikan kalau ia sudah bertemu dengan Lee Seol."Bagaimana keadaan kakek? Ya, aku sudah menemukannya. Tapi, aku tidak bisa tinggalseperti ini. Ya, dia memang sangat manis sekali dan terlalu berlebihan. Dia adalah orang yangdengan jelas-jelas berbohong dengan nama aslinya dan dia sengaja datang ke museum untukmendekatiku." ucap Park Hae Young seraya memperhatikan Lee Seol yang tengah memakankimchi."Apa maksudmu.?" tanya Ayah Yoon Joo tidak mengerti."Jangan menungguku. Aku akan terlebih dulu mengawasinya, kalau aku mau aku akanmembawanya ke rumah." jawab Park Hae Young."Mengertilah, dia adalah orang yang sangat dicari oleh Kakekmu. Kakekmu menunggunyaselama hidupnya." ucap Ayah Yoon Joo. "Kau harus lebih kuat dari pada saat ini."Pagi harinya..Lee Seol memasak daging panggang. Lee Seol ingin agar Park Hae Young yang ada dikamarnya mencium wangi daging panggang yang baru saja dibuat oleh Lee Seol. Lee Seolmenyebarkan wangi itu ke sekitar kamar Park Hae Young. Ia meniup-niup daging panggangagar wanginya sampai ke kamar Park Hae Young. Tak lama kemudian Park Hae Youngkeluar dari kamarnya. Dan Lee Seol cepat-cepat kembali ke meja makan, kembali bersikapwajar.
  26. 26. Lee Seol masih terus memanggang, kemudian ia memuji masakannya sendiri, "Hmm.. GoodSmeell." ucapnya.Park Hae Young menuruni tangga. Melihat Park Hae Young yang sudah berpakaian rapi, LeeSeol bertanya, "Apa kau akan pergi ke suatu tempat?""Aku akan keluar untuk sarapan. Apa di sini ada market terdekat?" tanya Park Hae Young."Ah.. Market ada di dekat Jalan Tol. Itu memakan waktu sekitar satu setengah jam.Percayalah padaku, lebih dekat Seol ketimbang market itu.""Benarkah?" tanya Park Hae Young seraya memegangi perutnya.Lee Seol menghampiri Park Hae Young dan menatapnya dengan iba. "Owh.. Bagaimana ini?Aku tidak menyiapkan hal yang istimewa hanya seperti ini, tapi paling tidak kau bisamencicipinya." Lee Seol menawarkan sarapan buatannya."Benarkah?" ucap Park Hae Young, ia sedikit menutupi egonya agar bisa mendapatkansarapan. Hahaa.Park Hae Young duduk, lalu dengan sigap, Lee Seol melayani Park Hae Young."Makanan biasa 30 dolar. Makanan resmi 50 dolar." ucap Lee Seol seraya menyiapkan piringdan menaruh daging. "Ah, tentu saja, di situasi seperti ini, orang-orang pasti akan memilihmakanan normal." ujarnya."Berikan aku makanan biasa." jawab Park Hae Young. Park Hae Young memilih makananbiasa agar Lee Seol mendapatkan sedikit bayaran."Ah, kau ini. Di situasi seperti ini, orang-orang akan lebih memilih makanan formal." ucapLee Seol seraya memamerkan daging buatannya.Di museum, Yoon Joo tengah diwawancarai oleh salah satu majalah terkemuka."Bagaimana perasaanmu tentang boomingnya berita mengenai penemuan yang kau pamerkankemarin?" tanya pewawancara."Aku sangat senang. Karena masyarakat korea ternyata memiliki minat yang besar terhadapKorea." jawab Yoon Joo seraya tersenyum."Aku dengar bahwa kau adalah perempuan yang terpilih untuk menjadi perempuan nomorsatu di korea.""Ah, sebenarnya itu bukan prioritas utama. Tapi, entah kenapa, saat aku memikirkannya akumerasa sangat senang. Banyak keraguan yang datang dari pernyataan itu. Aku tau ada banyakkeraguan diluar sana. Banyak dari mereka yang berpikir bahwa aku terpilih bukan karenakemampuanku tapi karena penampilanku." ucap Yoon Joo seraya tertawa.Pewawancara pun tertawa. "Sepertinya seperti itu."
  27. 27. "Bagaimana pertama kali kau mengawali pencarianmu terhadap benda-benda kuno?"Pertanyaan pewawancara itu membuat Yoon Joo flashback mengenang masa lalunya bersamaProf. Nam Jung Woo."Itu adalah kisah cinta pertamaku."Yoon Joo menceritakan masa-masannya saat bersama prof. Nam Jung Woo. "Saat itu, kamikebetulan melihat catatan bahwa Kaisar Soon Jon memiliki anak yang sengaja iasembunyikan. Dan anak itu juga telah berjuang untuk kemerdekaan Korea. Hal itu membuataku sangat ingin mengetahuinya. Kami pergi ke tempat-tempat bersejarah. Ke museum,tempat persembahyangan dan lain-lain hanya untuk mengkonfirmasi kebenaran. Semakindekat, kami harus melakukan semua pekerjaan yang ada sebagai syarat agar kami bisamenemukan kebenaran hal itu. Tapi, pada akhirnya yang hanya kami dapatkan adalah sebuahreplika palsu. Dan akhirnya, saat ini aku bisa menemukan tulisan tangan Kaisar Soon Jo."Pewawancara menanyakan hal lainnya, "Mungkin ini cukup pribadi dan akan sulit untukdijawab. Aku dengar bahwa wali yang menjaga dari benda bersejarah itu tidak memberikanpadamu secara gratis. Kau harus mengeluarkan jumlah yang sangat banyak untuk bisamendapatkannya. Benarkah?"Ditengah wawancara Prof. Nam Jung Woo datang menghampiri Yoon Joo. Ia memperhatikanYoon Joo dari samping. Yoon Joo menyadari kedatangan Prof. Nam Jung Woo. Iamengakhiri wawancara itu. "Tidak ada jumlah yang pasti yang harus aku keluarkan. Biarlahitu menjadi sebuah rahasia. Aku harap kau mengerti." ucap Yoon Joo pada pewawancara.Yoon Joo dan Prof. Nam Jung Woo berbicara serius. Yoon Joo meminta maaf pada prof.Prof. Nam Jung Woo meminta alasan kenapa Yoon Joo melakukan hal itu. Kenapa Yoon Jooharus mempublikasikan benda itu di depan umum, padahal Prof. Nam Jung Woo jugamemiliki peran penting dalam penemuan benda itu. Yoon Joo berbohong, ia berkata bahwaKakek Park Hae Young (Direktur) meminta dirinya dan ayahnya untuk melakukan hal itu,jadi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.Di pihak pemerintah yang menentang adanya pembentukan kembali keluarga kerajaan tengahribut. Mereka ribut karena ternyata Kakek Park Hae Young tengah melakukan pembicaraantersembunyi dengan presiden. Ketua pihak pemerintah yang kontra itu meminta asistennyauntuk mengetahui apa saja yang dibicarakan antara presiden dan Kakek Park Hae Young.Kakek Park Hae Young bertemu dengan presiden. Mereka berbicara di ruang tertutup.Presiden menanyakan bagaimana perkembangan pembentukan keluarga kerajaan yangmereka rencanakan. Kakek Park Hae Young mengatakan bahwa ia telah mengatasinya.Di rumah Lee Seol (sekaligus penginapan yang ditempati oleh Park Hae Young). Karenakeran air panas tidak menyala, Park Hae Young berteriak, ia menjerit. Hahaa.. Kemudian,Park Hae Young pergi menemui Lee Seol yang ada di dapur.Dari dapur, Lee Seol penasaran, kenapa Park Hae Young berteriak. Ia menengok-nengokuntuk mengetahui ada masalah apa pada Park Hae Young. Saat Park Hae Youngmenghampiri Lee Seol, Lee Seol terkejut karena Park Hae Young tidak menutupi badannya.
  28. 28. Park Hae Young hanya menutupi daerah terlarangnya dengan handuk.. Lee Seolmembelakangi Park Hae Young."Hey, kenapa air panas tidak menyala?" tanya Park Hae Young yang kedinginan.Lee Seol yang tadinya membelakangi Park Hae Young, langsung berbalik dan berbicara "Kauharus membayar 5 dolar terlebih dulu sebelum menggunakan air panas." ucap Lee Seolseraya menutupi matanya dengan tomat dan bawang bombay agar tidak melihat Park HaeYoung yang setengah telanjang."Hey, kau..""Kau masih punya hutang 5 dolar, jadi aku tidak menyalakan pemanas air. Oh, ya. Aku akanpergi keluar, jadi pastikan kau menutup dan mengunci pintu. Apa kau ingin dibelikansesuatu? Seperti sup pasta kacang merah mungkin?" tanya Lee Seol."Sudahlah, nyalakan saja.." kata-kata Park Hae Young terhenti, ia menyadari sesuatu. "Apa?Sup pasta kacang merah? Kau bilang disekitar sini tidak ada market.""Memang tidak ada market. Aku akan pergi ke warung.""Apa?""Seharusnya tadi pagi kau tanya, di sini ada warung atau tidak. Begitu." jawab Lee Seol."Apa kau ingin pergi denganku? Warung itu dekat, mungkin hanya butuh waktu 5 menituntuk sampai ke sana.""Apa?"Di kamarnya Park Hae Young tidak bisa tidur, ia gelisah. Kemudian tanpa sengaja, Park HaeYoung mendengar suara film yang sedang diputar. Park Hae Young keluar rumah, danmendapati Lee Seol tengah menonton theater buatannya sendiri di halaman depan. Park HaeYoung berjalan ke arah Lee Seol, ia berjalan dengan membelakangi proyektor.Melihat hal itu Lee Seol langsung protes, "Hey, apa yang kau lakukan, kaumembelakanginya. Sini duduk." ajak Lee Seol.Park Hae Young tersenyum lalu duduk di sebelah Lee Seol. "Apa yang sedang kau lakukan?"tanya Park Hae Young heran, ia mengambil toples popcorn milik Lee Seol."Hanya ada satu theater yang sangat menakjubkan di dunia. Theater buatan Lee Seol yangcute." ucap Lee Seol seraya tersenyum."Aish. Intonasimu jelek sekali." jawab Park Hae Young, seraya mengunyah popcorn.Lee Seol tidak rela popcornnya dimakan begitu saja oleh Park Hae Young "Keluarkan,keluarkan popcornku yang sudah kau makan."Park Hae Young tidak menjawab, ia malah memasukkan banyak popcorn ke mulut Lee Seolagar Lee Seol tidak berbicara lagi.
  29. 29. Dan, mereka menonton bersama.. XD sweet deh..Saat di tengah film, karena film di putar di atas tembok yang berjendela, tiba-tiba jendela ditembok itu terbuka. Park Hae Young dan Lee Seol tertawa melihat hal itu."Kenapa bisa begitu?" tanya Lee Seol seraya tersenyum. "Tunggu sebentar." Lee Seolberjalan ke arah tembok dan menutup jendela yang terbuka. Lalu Lee Seol kembali duduk disamping Park Hae Young.Mereka kembali menikmati film yang tengah diputar. Park Hae Young penasaran, iamemberanikan diri untuk menanyakan tentang identitas Lee Seol. Park Hae Young berkataperlahan, "Apa kau punya saudara di kota ini?""Apa?" Lee Seol berpikir. "Mm. Bagaimana ya?Aku tinggal di sini sejak usiaku 6 tahun.Sepertinya, bisa dibilang begitu." Lee Seol menyeruput minuman hangatnya."Memang sebelumnya kau tinggal dimana?" tanya Park Hae Young."Di sini dan di sana."Aku pernah tinggal selama 7 bulan di panti asuhan."Park Hae Young menatap penasaran ke arah Lee Seol."Aku anak adopsi." ucap Lee Seol dengan tersenyum. "Saat aku sampai di tempat ini, akutidak menangis ataupun tertawa, aku hanya tidur di pangkuan ibuku." Lee Seol tersenyum.Park Hae Young mengangguk mengerti. Ia mulai merasa kasihan pada Lee Seol, "Apa kauingat tentang keluarga kandungmu?" tanya Park Hae Young.Lee Seol melihat ke arah Park Hae Young, ia curiga, kenapa Park Hae Young menanyakanhal itu, "Bagaimana kalau ia? Apa kau akan mencarikan mereka untukku?""Huh?"Lee Seol tertawa, "Sudahlah, tidak perlu khawatir. Aku tidak itu apakah itu sebuah memoryyang nyata, atau hanya impianku yang selalu aku impikan atau khayalan yang aku buat. Akutidak ingat. Yang pasti, hal yang sangat aku ingat sekali. Dan aku tidak pernah melupakannyaadalah ucapan itu."Park Hae Young berkata, "Mungkin aku bisa menemukan mereka."Lee Seol menatap Park Hae Young."Ah, aku seorang diplomat, mungkin aku bisa menemukan mereka untukmu." jawab ParkHae Young."Mereka hanya bilang bahwa mereka akan segera kembali." ucap Lee Seol."Siapa?"
  30. 30. "Ayahku. Ayahku bilang -Aku akan kembali. Ayah akan kembali untukmu.- Tapi, sepertinya,ia akan kembali dalam waktu yang sangat lama,"Park Hae Young bertanya lagi. "Apa yang akan kau lakukan saat orang tua kandungmudatang mencarimu ke sini?"Lee Seol menjawab dengan ringan, "Aku akan melihat warisan mereka. Berapa bagianku diwarisan itu."Park Hae Young menghela nafas mendengar jawaban Lee Seol, hahaa.."Aku juga akan mengecek, aku punya saudara berapa di keluarga itu. Agar aku juga bisamemperhitungkan, jumlah warisanku.""Bagaimana bisa, kau memikirkan hal itu." ucap Park Hae Young seraya tersenyum.Lee Seol pun ikut tersenyum. "Senyumku sangat cantik kan?" ucapnya."Aku selalu tersenyum seperti ini saat aku merindukan ayahku. Dan saat aku bertemudengannya aku akan tersenyum manis ke arahnya."Kemudian, handphone Lee Seol berdering, ia mendapat panggilan dari seniornya. Seniornyameminta agar Lee Seol, menyewakan penginapannya untuk Prof. Nam Joong Woo. Karenaprof akan menginap beberapa waktu untuk kepentingan penelitian.Penginapan Lee Seol ternyata dekat dengan objek yang akan diteliti oleh Prof. Tapi, karenamungkin prof. akan merasa sangat canggung bila mengetahui Lee Seol pemilik penginapanitu, maka Senior menyuruh Lee Seol untuk mengatakan pada Prof, bahwa kedatangan prof ditempat Lee Seol hanya kebetulan saja.Mengetahui bahwa prof akan datang dan menginap di tempatnya, Lee Seol senang bukankepalang. Di pagi hari, ia menyiapkan segalanya, semua usahanya itu agar Prof merasasenang tinggal di tempat Lee Seol. Lee Seol memberikan hiasan di gapura rumahnya, iamembereskan meja taman, mengelap kaca, mendandani anjingnya, menyapu, mengepel dankemudian Lee Seol berkata, "Apa semua ini begitu sulit? Tapi, pada akhirnya ini adalahtakdir." Lee Seol terbahak mendengar kata-katanya sendiri.Agar hubungannya dengan prof Nam Joong Woo berjalan lancar, Lee Seol memohon padaPark Hae Young untuk pindah kamar, "Aku mohon padamu, pelanggan." ungkapnya dengannada resmi."Yah, kenapa aku harus pindah dari kamar yang sudah aku tempati?" tanya Park Hae Youngtidak terima harus pindah kamar tanpa alasan yang jelas."Kau tau, kamarku tepat di depan situ. Jadi, nantinya secara alami kami bisa langsung salingbertemu, menyapa dan lalaalaa..""Lalalaa?"
  31. 31. "Itu yang aku bilang." Lee Seol kesal. "Kenapa kau tidak mau pindah. Itu permintaan yangmudah.""Yah, sebenarnya siapa yang akan datang? Seorang pria?" tanya Park Hae Young."Proffesor bukan orang yang pantas mendengar kata-kata kasarmu itu. Baiklah, kalau kautidak mau pindah, kau tidak akan dapat makan." ancam Lee Seol.Kemudian, dari luar terdengar suara mobil yang terparkir. Lee Seol panik, "Omo.. Sepertinyadia sudah datang.." Lee Seol merapikan bajunya. "Yah, kau. Selama aku mengganti pakaian,kau gantikan aku sebentar untuk menyambutnya. Dan ingat. kau harus baik dan ramah.Okey??" pinta Lee Seol, ia juga sedikit memaksa. Lee Seol segera berlari kencang kekamarnya untuk berganti pakaian."Hey, Yah! Kenapa aku harus melakukan itu!" Park Hae Young tidak rela dirinya disuruhseperti itu.Prof Nam Jung Woo menyadari kalau Park Hae Young sedang melihat sinis ke arahnya.Profesor bertanya heran, "Apa ada yang ingin kau katakan?"Karena takut terjadi perang dunia ke 3 dan ke 4, Lee Seol segera mengalihkan pembicaraan,"Oh, benar proffesor. Aku lupa mematikan gas di dalam. Aku akan pergi ke dalam dulu untukmematikan gas." ucap Lee Seol, ia kemudian berjalan ke arah Park Hae Young."Ayo masuk ke dalam. Cepat.." pinta Lee Seol. "Cepat.."Park Hae Young terus menatap ke arah profesor. Dengan tenaganya, Lee Seol mendorong-dorong Park Hae Young agar ia masuk ke dalam.Di dalam rumah, Park Hae Young meminta penjelasan pada Lee Seol tentang hal yang barusaja di dengarnya."Apa Yoon Joo yang mereka bicarakan adalah Yoon Joo yang aku kenal?" tanya Park HaeYoung."Oh, apa nama direktur itu Yoon Joo? Aku baru menyadarinya." Kilah Lee Seol."Kau sudah mengetahui semua ini dari awal. Katakan padaku siapa orang itu. Siapa yangharus menikahi Yoon Joo." Park Hae Young berkata dengan nada memaksa.Lee Seol mencoba menghindar, "Apa kau ingin makan sup kacang merah? Aku akanmembuatkannya untukmu." Lee Seol berjalan menjauhi Park Hae Young, tapi Park HaeYoung sudah terlebih dulu memegang kencang lengan Lee Seol. "Apa kau ingin mengalihkanpembicaraan?""Baiklah.. Baiklah.." ucap Lee Seol seraya melepaskan tangan Park Hae Young darilengannya."Kali ini kita akan membuat kesepakatan dan kita akan bergabung menjadi satu team. Begini,sebagaimana rumor yang sudah tersebar, kalau cinta pertama profesor Nam Jung Woo adalah
  32. 32. direktur dari museum Hae Young. Dan ternyata itu bukan hanya sekedar rumor, itu benar-benar terjadi. Yoon Joo adalah cinta pertama proffesor. Apa kau masih punya keberanianuntuk mengalahkan cinta pertamanya?" ucap Lee Seol menjelaskan hal yang sebenarnya."Kenapa aku harus mengalahkannya?" tanya Park Hae Young tidak mau tersaingi."Hey, kau itu sudah kalah dengan cucu dari perusahaan Dae Han. Mengerti?" ucap Lee Seol."Oke, bagaimanapun juga kau harus membantuku. Kalau seorang pria sudah jealous, makadarahnya akan naik ke ubun-ubun. Aku akan tetap berusaha mendapatkan proffesor dan pergike mesir." ucap Lee Seol dengan berlebihan dan kesungguhan. haha."Apa?"Lee Seol mengajak Park Hae Young untuk mengintip apa yang sedang di lakukan oleh profdan temannya. Mereka mengamati lewat pintu.Kemudian mereka kembali masuk ke dalam."Hey, ayo, cepat pegang tanganku.." Lee Seol menaruh tangan Park Hae Young di lengannya."Kenapa? Saat aku memegang tanganmu kau akan menjerit=proffesor tolong akuproffessor..= tebak Park Hae Young. haha.. Park Hae Young selalu niruin gaya Lee Seol."Binggo! Kenapa kau bisa tau hal itu." tanya Lee Seol heran."Sudahlah.. Ayoo.." Park Hae Young menarik tangan Lee Seol, mereka menuju ke lantai atas,tepatnya ke kamar Lee Seol."Hey, ada apa ini?" tanya Lee Seol."Ini kamarmu bukan? cepat rapikan barang-barangmu." suruh Park Hae Young."Ah, kau ingin bersikap tidak bertanggung jawab..""Kita akan pergi ke Seol..""Aish kita sudah sepakat untuk melakukan perdama--..""Aku pikir kau bibiku." ucap Park Hae Young dengan cepat.Lee Seol tidak mengerti apa yang baru saja Park Hae Young katakan. "Apa? Bibi apa?""Kau tidak tau maksud dari kata bibi? Kau anak dari kakekku." jawab Park Hae Young.Lee Seol percaya tidak percaya, mendengar perkataan Park Hae Young. Dan Lee Seoltertawa, ia kira Park Hae Young sedang membual."Ini sangat konyol bukan?" tanya Park Hae Young. "Aku juga berpikiran sama, tidak lebihdari 48 jam aku tau kalau adalah bibimu."
  33. 33. "Maksudmu, aku adalah bibi dari seorang diplomat yang selalu menggunakan mobil mewah,yang membeli cincin mahal dan dia lebih tua dariku. Apa buktinya? Hei, kalaupun keluargabiologisku mencari, ia akan membawa bukti. Misalnya foto keluarga, surat kelahiran danmereka akan mengatakan =apa kau ingat ini, apa kau tau ini= bukan malah mengirimkankeponakan yang bahkan umurnya lebih tua dariku." ujar Lee Seol."Kalaupun kakekku ingin melakukannya, tapi ia tidak bisa. Ia sedang sakit." Park Hae Youngmemberikan alasan yang benar."Whoaa.." Lee Seol memundurkan badannya. "Aku sudah tau ini akan terjadi. Apa diamencariku karena dia membutuhkan jantung atau ginjal untuk didonorkan?" tanya Lee Seol..Haha.."Hey.. Hey.. Kenapa kau berpikir seperti itu." ucap Park Hae Young.Lee Seol mendekatkan wajahnya pada Park Hae Young, "Hey, kenapa kau memanggilku hey.Kau bilang aku ini adalah bibimu. Tunggu, apa dia kaya? Aku paling tidak suka menjadiseorang anak yang juga sekaligus tulang punggung keluarga. Kau tau, aku sudah sangatmenderita saat ini. Aku harus pergi kuliah dan kerja paruh waktu. Kalau aku harusmenambahkan satu orang lagi yang harus aku biayai, maka hidupku akan bertambah sulit.""Lihat aku, apa aku terlihat seperti orang miskin. Ini bukan joke, cepat bereskan barang-barangmu."Lee Seol dan Park Hae Young menemui profesor Nam Jung Woo. Park Hae Young berkatasinis pada profesor, "Aku akan meminta bantuanmu, ini menyangkut kehidupan Lee Seol jadikami harus pergi. Dan aku minta padamu untuk menjaga tempat ini sementara waktu."Lee Seol kesal mendengar Park Hae Young mengatakan salam perpisahan yang tidak sopanseperti itu. "Ini adalah urusanku jadi biarkan aku sendiri yang mengatasinya." ucap Lee Seolpada Park Hae Young.Lee Seol tersenyum pada prof kemudian ia mengatakan, "Proffesor, seperti yang sudah diakatakan, bahwa ada hal yang penting yang harus aku selesaikan, jadi aku harus pergi."Karena tidak sabar, maka Park Hae Young langsung menarik tangan Lee Seol dan berjalancepat menuju mobil. "Apa kau ingin mengucapkan salam perpisahan itu seharian penuh."Lee Seol berusaha untuk tetap memberikan salam, ia membungkuk."Kau tidak perlu seperti itu, karena nantinya, dia yang akan lebih menghormatimu." ucapPark Hae Young.Di perjalanan, Lee Seol penasaran tentang sesuatu hal, ia langsung menanyakannya pada ParkHae Young yang sedang serius mengemudi, "Sebenarnya apa pekerjaannya?" tanya Lee Seol."Kakekmu.""Kakekmu?" Park Hae Young mengulang kata-kata Lee Seol, kemudian Park Hae Youngtersenyum. "Well. dia membuat seperti itu." Park Hae Young menunjuk ke sebuahhandphone canggih.
  34. 34. "Oah.. Jadi dia mempunya perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan coverhandphone." ucap Lee Seol dengan polos.Park Hae Young tersenyum mendengar hal itu. Aish, kakek Park Hae Young bukan buatcover handphonenya, tapi handphone itu sendiri."Apa kau sudah membuang kartu namaku?" tanya Park Hae Young."Belum." Lee Seol mengambil kartu nama Park Hae Young di dalam tas."Baca namaku.""Park Hae Young""Dan apa nama museum yang kita datangi.""Hae Young museum." Mendengar ucapannya sendiri, Lee Seol terkejut. "Ja.. Ja. Jadi, cucudari perusahaan Dae Han adalah kau..""Ya. kakekku memberikan nama untuk museum itu, dari nama belakangku."Lee Seol benar-benar terkejut mendengarnya.Di pintu gerbang, saat mobil hendak masuk ke rumah besar milik Park Hae Young, lagi-lagiLee Seol terkagum-kagum.. Mereka sampai di rumah. Beberapa pelayan dan kakek dan jugaAyah Yoon Joo menunggu kedatangan mereka.Seorang asisten membuka pintu mobil Lee Seol. Kakek melihat Lee Seol, ia sangat bahagia.Kakek berusaha untuk berdiri, walau kesusahan ia tetap berusaha berdiri.Lee Seol cemas, "Tidak usah, kau duduk saja."Kakek malah berlutut dan memegang erat tangan Lee Seol, kakek berkata, "Yang mulia.."panggilnya.Jelas sekali, bukan hanya Lee Seol yang terkaget-kaget mendengar hal itu, tapi juga Park HaeYoung.Kakek menangis, "Yang Mulia, tidak ada yang aku inginkan selain kematian, aku sudahmelakukan dosa, Princess.."Di rumah, Park Hae Young memaksa masuk ke sebuah ruangan. Ayah Yoon Joo tidakmemperbolehkan ia masuk, karena kakek sedang berbicara dengan Lee Seol di dalam."Tidak boleh ada orang lain yang masuk." ucap Ayah Yoon Joo."Apa aku orang lain?" tanya Park Hae Young kesal. "Sebenarnya ada apa? Kenapa bibikuberubah menjadi Princess?" Park Hae Young benar-benar tidak mengerti tentang keadaanyang sebenarnya terjadi. Ayah Yoon Joo juga tetap keukeuh (?) tidak memberitahukan apayang sudah terjadi.
  35. 35. Di dalam ruangan, Lee Seol melihat ke sekeliling ruangan. Ruangan besar itu benar-benarmembuatnya terkesima.Saat hendak duduk, Lee Seol mempersilakan agar kakek duduk terlebih dulu. "Silakanduduk.""Silakan duduk yang mulia.""Ah, tidak. Kau dulu saja.""Silakan duduk yang mulia." ucap kakek lagi.Kemudian setelah mereka berdua duduk, kakek membuka sebuah kotak. Kotak itu berisisemua benda-benda berharga dari kerajaan kekaisaran Soon Jong. Kakek mengeluarkansebuah foto dan menunjukkannya pada Lee Seol."Apa kau mengenal siapa ini?" tanyan kakek."Bukankah itu kaisar Soon Jong.""Benar sekali. Aku sangat senang kau mengenalnya. Baiklah aku akan mulai menceritakansebuah kisah lama padamu."Kakek kecilFlashback ke masa kekaisaran Soon Jong beberapa tahun yang lampau. Saat itu Kakek masihsangat kecil, dan ayah kakek adalah orang kepercayaan Raja Soon Jong. Raja Soon Jongmemberikan selembar tulisan tangannya (Di sana tertulis Lee Young) dan benda lain padaayah kakek. Kaisar Soon Jong memang menyembunyikan anak pertamanya, hal itu dilakukankarena ia tidak ingin terjadi hal yang tidak baik pada anaknya itu. Kaisar Soon Jong hanyaingin kemerdekaan Joseon, kelak saat Kaisar Soon Jong mati, maka penerusnya adalahanaknya sendiri.Kembali ke kehidupan saat ini.Kakek berkata, "Ayahku menyembunyikanku dari masyarakat dan mengirimkan uang yangtelah disiapkan oleh kaisar Soon Jong untuk Shanghai Provisionally Goverment. Tapi, akusaat itu yang bodoh, sebelum kemerdekaan aku malah melarikan diri dengan segala hal yangtersisa. Itulah kisahnya, Prince Lee Young adalah kakek dari yang mulia. Prince Lee Youngharus melakukan banyak hal yang sangat berat. Demi, masyarakat korea, aku memintamaafmu Yang Mulia.""Secara sederhana, jadi kau ingin mengatakan kalau aku adalah cicit dari Kaisar Soon Jong."ucap Lee Seol mencoba menyederhanakan cerita kakek yang berbelit."Apa kau sangat terkejut?" tanya kakek."Tentu saja. Aku benar-benar terkejut. Saat aku kecil, mimpiku adalah ingin menjadi seorangPrincess."
  36. 36. "Itu bukan hanya mimpi tapi kenyataan. Saat aku kecil, Kaisar Soon Jong sangat baik, akusering bermain-main di pangkuannya." ucap kakek"Whoaa. benar-benar sangat mengejutkan. Tapi, bagaimana cara membuktikan kalau akuadalah seorang Princess? Aku tidak memiliki tanda lahir dibadanku?"Kakek mengeluarkan foto lain. "Apa kau mengenalinya?""Tidak.""Benarkah kau tidak mengenalinya.""Maafkan aku, aku sama sekali tidak ingat masa-masa kecilku dulu.""Ingatlah kembali Yang Mulia.""Tidak mau.""Ingatlah kembali. Kau harus mengingatnya." pinta Kakek dengan paksa."Seharusnya, kenangan itu yang datang ke pikiranku. hanya saat aku berumur 5 tahun yangaku ingat." Lee Seol mengingat-ingat sesuatu. "Menangis keras di gang. Ah, anak kecil manayang tidak pernah menangis di gang. Ikatan rambut merah Strawaberi. Ah, semua anak jugapernah memilkinya. Rumah... Helikopter.. Ah, aku tidak ingat lagi. Aku bahkan tidak bisamendeskripsikan apa semua itu benar-benar kenangan atau hanya mimpi atau bahkan hanyafantasi yang aku buat." keluh Lee Seol.Kakek kembali mengeluarkan sesuatu dari kotak itu. "Sebaiknya kau membukanya."Perlahan Lee Seol membuka benda yang diberikan kakek, isinya adalah sebuah ikat rambutstrawberry warna merah jambu. Seperti yang disebutkan oleh Lee Seol tadi, Lee Seolmengingat tentang ikat rambut itu.Kakek tersenyum dan berkata pada foto yang dipegangnya. "Yang Mulia, aku sudahmenemukan Princess."Dengan ragu Lee Seol bertanya, "Maksudmu itu adalah ayahku?""Kau sama sekali tidak mengenalinya?""Tidak. Lalu dimana ia sekarang?" tanya Lee Seol.Kakek diam tidak menjawab."Dimana dia? Kalau aku bertemu dengannya mungkin, ia akan mengenaliku.""Maafkan aku, aku sudah melakukan tindakan yang salah pada Yang Mulia. Yang Muliatidak hidup lama di dunia ini." jawab Kakek dengan menyesal.
  37. 37. Lee Seol terkejut mendengarnya, sudah sangat lama ia menunggu ayahnya tapi ternyata ayahLee Seol sudah lama mati.Lee Seol yang tidak menerima apa yang ia dengar, segera berjalan cepat keluar ruangan. LeeSeol tidak memperhatikan panggilan kakek.Di luar, Park Hae Young menunggu dengan gelisah. Lee Seol berlari melewati Park HaeYoung. Tapi kemudian Park Hae Young segera mencegatnya."Apa pembicaraanmu dengan kakek sudah selesai? Apa yang ia katakan padamu?" tanyaPark Hae Young."Ayahku sudah meninggal dan aku adalah seorang Princess. Apa itu masuk akal." Lee Seolmenahan tangisnya. "Kakekmu sakit kan? Ia pasti salah." ucap Lee Seol seraya berlarimeninggalkan Park Hae Young.Park Hae Young tertegun, kemudian Park Hae Young menyusul Lee Seol dengan mobilnya."Masuklah." ucap Park Hae Young setelah turun dari mobil.Lee Seol menangis. Ia tidak terima kalau ayahnya sudah tidak ada. "Itu bukan ayahku.Ayahku berjanji akan segera kembali." tangisnya semakin keras. "Dia tidak bolehmeninggalkanku. Dia tidak boleh mati begitu saja.."Park Hae Young memeluk Lee Seol, berharap tangis Lee Seol segera mereda.Park Hae Young mengantar Seol ke rumah Dan-ah (kakak Lee Seol.) Lee Seol akanmembuka pintu dengan kode tapi kemudian ia teringat kalau Dan-ah sudah mengganti kodeitu. Dan-ah sengaja mengganti kode pintu rumah agar Lee Seol tidak bisa masuk ke rumah."Ah, aku benar-benar akan gila." keluh Lee Seol.Lee Seol duduk di depan pintu, ia menelungkupkan tangan dan wajahnya.Park Hae Young bertanya "Kau bahkan tidak memiliki kunci rumahmu sendiri.""Dia sudah mengganti kodenya." Lee Seol berkata, "Ah, kalau aku menelponnya, pasti akanlangsung di-reject.""Apa kau memiliki hubungan yang tidak baik dengannya.""Saudara memang seperti itu, selalu bertengkar." jawab Lee Seol."Apa dia adalah saudara kandung dari orang tuamu?" tanya Park Hae Young."Bukan, dia juga anak adopsi ibu, sama sepertiku. Umurnya sama denganku. Kami sebaya,walaupun begitu, ibu berkata bahwa diantara kami harus ada seorang kakak dan adik. Ibumenyuruh kami untuk -suit-gunting-kertas-batu- dan aku kalah." jawab Lee Seol."Pulanglah." suruh Lee Seol pada Park Hae Young. "Aku sudah tidak punya tempat untukpulang."
  38. 38. "Baiklah. ikut aku." ajak Park Hae Young seraya menarik tangan Lee Seol.Park Hae Young mengajak Lee Seol untuk ke rumahnya. Park Hae Young menyambut LeeSeol dengan ramah."Copot sepatumu disitu." ucap Park Hae Young.Lee Seol melakukan hal yang disuruh Park Hae Young."Masuklah.""Apa ini rumahmu?" tanya Lee Seol."Kau tidak lihat? orang-orang didepan tadi memberi hormat padaku?" jawab Park HaeYoung.Park Hae Young menunjukkan kamar tamu pada Lee Seol."Ini kamar tamu. Dan sebelah sana adalah kamar mandi.""Terima kasih." ucap Lee Seol."Ah, tidak, tidak, tidak.. Ini adalah salah satu pelayanan kami. Dan ini adalah kamar RoyalGrand Executive Presidential Suite." Park Hae Young menirukan seperti yang pernahdilakukan Lee Seol padanya. Berharap agar Lee Seol kembali tersenyum, tapi ternyata tidak.Lee Seol masih memikirkan kejadian tadi."Aku akan ke kamar mandi terlebih dulu." ucap Lee Seol, ia menaruh tasnya di sofakemudian berjalan ke kamar mandi."Dan, biaya air panas 5 dolar." kata Park Hae Young.Di kamar mandi, tepat di depan kaca, Lee Seol berkata pada dirinya sendiri. "Ayahku belummati. Ia akan kembali untukku."Park Hae Young menyediakan makan malam untuk Lee Seol. Saat tengah makan, ternyataYoon Joo akan berkunjung ke rumah Park Hae Young. Parahnya, haaha.. Yoon Joo sudah adadi depan rumah Park Hae Young.Mau tidak mau Park Hae Young harus menyembunyikan Lee Seol. Ia memaksa Lee Seoluntuk bersembunyi di dalam kamar. Terpaksa Lee Seol makan di dalam kamar.Yoon Joo membunyikan bel, dengan gugup Park Hae Young membuka pintu. Ia mencobabersikap wajar. Yoon Joo datang untuk menanyakan mengenai hal yang berkaitan denganLee Seol.Lee Seol sedang asyik makan di dalam kamar, tiba-tiba perutnya terasa sakit. Haha.. *sumpahngakak total* Lee Seol harus ke kamar mandi saat itu juga.. Lee Seol mencobamemberitahukan Park Hae Young, kalau dirinya harus ke kamar mandi. Lee Seol jugamenyuruh, agar Park Hae Young mengajak Yoon Joo untuk segera pulang.
  39. 39. Terpaksa, dengan gugup Park Hae Young menyuruh Yoon Joo pulang. Belum sempat YoonJoo keluar dari rumah, di pintu ia melihat sepatu Lee Seol.Dari kamar, karena sudah tidak tahan Lee Seol menjerit, "Aaah.. Perutku." ucapnya serayaberlari ke luar kamar. Alhasil Yoon Joo mengetahui keberadaan Lee Seol di rumah Park HaeYoung.Episode 3"Ah, perutku.." jerit Lee Seol seraya berlari ke kamar mandi.Park Hae Young salah tingkah dan Oh Yoon Joo terkejut. Oh Yoon Joo selalu bisa menutupirasa keterkejutannya. Karakter yang selalu bisa menipu orang lain, apa yang sedangdirasakannya engga terlalu tampak jelas di wajahnya."Apa direktur sudah pergi? Maaf aku terburu-buru!" teriak Lee Seol dari dalam kamar mandi.Beberapa menit kemudian, Lee Seol keluar dari kamar mandi dengan tersenyum. "Ah,leganyaaa.."Betapa terkejutnya Lee Seol saat mengetahui ternyata Oh Yoon Joo masih ada di rumah ParkHae Young."Ke..kenapa kau masih ada di situ? Oh, aku kiraa tadi aku mendengar suara pintu ditutup."ucap Lee Seol."Bisakah kau kembali kedalam?" pinta Park Hae Young."Its okay." kata Yoon Joo. "Kita bertemu lagi."Lee Seol hanya memaksakan tawanya."Oppa, aku baru menyadari kau memiliki sisi seperti ini. Kau sangat cute oppa." ucap YoonJoo menatap Park Hae Young. Cute? Bahasa lain dari cemburu. Gzz.."Aku harap kau tidak salah paham." ucap Park Hae Young, ia menyadari sinyal-sinyal tidakbaik dari Oh Yoon Joo. haha.. Akhir-akhir ini saya terlalu lebay kalau menulis sesuatu."Aku akan pergi, tidak perlu mengantarkanku." jawab Oh Yoon Joo seraya keluar dari rumah.Setelah Yoon Joo pergi, Lee Seol segera bersembunyi di balik tembok. Ia takut Park HaeYoung marah besar. "Hey, ingat aku sudah melakukan yang terbaik." ungkap Lee Seol."Sudahlah. Apa kau sudah lega sekarang? Huh?" Park Hae Young pasrah.Lee Seol tersenyum.. "Whoa.. Tapi tadi direktur Oh sangat cool.""Apa menurut wanita hal seperti itu cool?"Oh Yoon Joo mencoba menenangkan dirinya dan ia pergi ke tempat profesor Nam Jung Woo.Sesampainya di tempat Profesor, Oh Yoon Joo langsung memeluk profesor dan berkata,
  40. 40. "Moodku sedang tidak baik dan aku butuh rasa nyaman." Ish, Oh Yoon Joo datang cuma buatmemperalat profesor.Pagi harinya, Oh Yoon Joo yang menginap di tempat profesor Nam Jung Woo mendapattelepon dari kantor. Telepon yang membuatnya sangat terkejut."Apa? Benarkah?"Setelah mendapat informasi yang sangat mengejutkan itu, Oh Yoon Joo segera menemui ParkHae Young."Masalah besar." ucap Oh Yoon Joo dengan terburu-buru."Ada masalah apa?" tanya Park Hae Young tidak mengerti."Bagaimanapun caranya kita harus menghentikan presiden." (Presiden=kakek Park HaeYoung.) "Presiden sedang melakukan interview mengenai dibangunnya kembali keluargakerajaan.""Apa? Kakek??" Park Hae Young terkejut mendengar berita itu.Presiden dari Dae Han Group (Kakek Park Hae Young) tengah mengadakan interview public,tentang rencana pembentukan kembali keluarga kerajaan. Ia juga mengumumkan kalauseluruh hartanya akan ia sumbangkan pada publik. Pembentukan kembali keluarga kerajaanmerupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi kakek Park Hae Young, semacam menebusdosa atas dirinya yang tidak mampu bertanggung jawab dengan baik saat masa pemerintahankerajaan dulu.Dan pembentukan keluarga kerajaan, bukan hanya mengancam keduduk Park Hae Youngtapi hartanya warisannya juga akan hilang. Park Hae Young yang merupakan cucu laki-lakidari presiden Dae Han Group (kakek Park Hae Young.) yang berarti juga merupakan ahliwaris syah dari semua kekayaan yang dimiliki ayahnya, warisan itu akan terancam hilangkarena statement yang dibuat kakek (presiden Dae Han Group) di depan khalayak umum.Penduduk korea yang mendengar berita tentang, Presiden Dae Han Group akan memberikansemua hartanya pada publik, masing-masing dari mereka beranggapan apa semua itu benar,apa ia akan benar-benar memberikan hartanya pada public, apa yang terjadi denganperusahaan Dae Han. Yah, dengan berita seperti itu, banyak rumor yang akan beredar.Park Hae Young sulit untuk menghubungi Lee Seol, ia harus melindungi Lee Seol darireporter. Park Hae Young mencari Lee Seol di kampusnya. Ia pergi ke ruang tunggu. Diruang tunggu, Lee Seol tengah menonton berita sama seperti mahasiswa lain. Lee Seoltercengang dengan berita itu.Park Hae Young kesal, ia belum juga bisa menemukan Lee Seol. Kemudian saat melihat LeeSeol di ruang tunggu, Park Hae Young segera menarik Lee Seol dan ia marah-marah,"kenapa handphonemu tidak kau aktifkan? Apa kau membawa-bawa handphone hanya untukaksesories? Huh?"
  41. 41. Semua orang yang ada diruang tunggu itu memperhatikan mereka."Ah, handphoneku. Maaf. Tapi, apa kau tidak lihat berita itu. Mereka membicarakan tentangkakek." jawab Lee Seol."Sudahlah. Ayo kita pergi." Park Hae Young menarik tangan Lee Seol dengan paksa.Saat hendak membawa Lee Seol pergi, seketika itu juga banyak karyawan yang menyerbuPark Hae Young. Park Hae Young yang melihat kedatangan wartawan segera melindungi LeeSeol. Ia menyembunyikan kepala Lee Seol dibalik jasnya. Park Hae Young berkata pada LeeSeol, "Kalau wajahmu sampai terpotret maka hidupmu akan bertambah sulit."Lee Seol tidak mengerti kenapa wartawan itu menyerbu mereka, "Apa pertanyaan aneh yangditanyakan mereka?""Sudahlah.."Park Hae Young menutup wajah Lee Seol. Ia tidak banyak bicara dengan para wartawanyang heboh menanyakan tentang tanggapan Park Hae Young mengenai interview publik yangdiadakan kakeknya."Mohon berikan kami jalan.." ucap Park Hae Young seraya berjalan cepat, ia masih menutupwajah Lee Seol agar tidak diketahui oleh para wartawan.Kemudian dengan kesempatan yang ada, Park Hae Young dan Lee Seol berlari cepat. Merekaharus menghindari para wartawan. Park Hae Young dan Lee Seol berlari untuk sampai keparkiran mobil. Melihat mereka berdua berlari, tentu saja para wartawan tidak kalah cepat,mereka berlari mengikui Park Hae Young dan Lee Seol.Kampus menjadi sangat ricuh. Profesor Nam Jung Woo merasa penasaran dengan apa yangsudah terjadi dan ia mengawasi dari kejauhan.Sesampainya di parkiran mobil, Park Hae Young mendorong Lee Seol untuk masuk ke dalammobil. Pintu mobil dikunci dan wartawan dengan cepat menyerbu Park Hae Young.Para wartawan bertanya, "Siapa wanita yang ada di dalam?" "Bagaimana tanggapanmumengenai statemen Presiden Dae Han group?" "Kami ingin mengetahui siapa wanita itu?"Park Hae Young mencoba berkilah, ia mengatakan "Aku sedang tidak ingin berpose di depankamera. Dengan semua masalah yang timbul, rasa malu sedang menghantamku." ucap ParkHae Young. "Cukup-cukup. Kalian sudah mendapatkan informasi dan gambar yang cukup.."Park Hae Young hendak masuk ke dalam mobil tapi Reporter Yoo Gi Gwang datang.Reporter Yoo Gi Gwang adalah salah satu reporter yang disegani. Ia selalu membuat beritayang booming dan selalu bisa menjadikan suatu berita biasa menjadi hal yang luar biasa dansetajam... (jjah..)Reporter Yoo Gi Gwang berkata, "Kita bertemu lagi diplomat Park Hae Young."
  42. 42. "Oh, kau Reporter Yoo Gi Gwang." Park Hae Young tidak menyukai kedatangan ReporterYoo Gi Gwang."Sepertinya kau masih belum bisa bagaimana cara menghandle wartawan?"Di dalam mobil Lee Seol mendapatkan telepon dari temannya,"Hey, apa semua ini candaan? Apa kau memiliki pacar dan tidak memberitahu kami?" tanyateman Lee Seol. Karena semua keributan yang sudah terjadi, teman-teman Lee Seolpenasaran dengan kebenaran yang ada."Ah, bagaimana kau bisa bilang seperti itu. Cintaku adalah sebuah kesetiaan. Dan aku masihtidak akan menyerah untuk mendapatkan Nam Jung Woo." jawab Lee Seol."Hei. Hei. Kau sedang tidak berbicara di depan Nam Jung Woo kan?" tanya Lee Seol."Karena kekacauan ini pelajaran belum dimulai. Dan kau tidak tau? Kalau profesormengawasimu dari jauh?""Apa? Benarkah? Sudahlah, aku akan menutup teleponnya." jawab Lee Seol. Ia menutupteleponnya dan teman-temannya kecewa tidak mendapat keterangan yang jelas.Lee Seol mencari-cari keberadaan profesor. "Dimana dia?" ucapnya seraya melihat sekelilingdari balik kaca mobil.Reporter Yoo Gi Gwang berkata, "Baiklah aku akan mencoba untuk meluruskan hal ini.Bukan kah wanita yang ada di dalam mobil adalah princess?"Semuar reporter yang mendengar hal itu heboh. Mereka langsung meminta konfirmaasi dariPark Hae Young, "Apa wanita itu adalah princess? Dan dia bukan prince?" "Kenapa kaumenyembunyikannya?"Park Hae Young kesal dengan Reporter Yoo Gi Gwang. Keadaannya memaksanya untukmembuat satu kebohongan publik. Park Hae Young berkata, "Wanita yang didalam mobil iniadalah wanitaku." jawab Park Hae Young.Whoa.. Reporter bertambah gencar untuk memotret Park Hae Young. "Dia hanya seorangmahasiswa yang aneh. Yang bahkan tidak tau siapa diriku dan tidak tau kenapa ia harusbersembunyi seperti itu. Dia sangat naive. Dan ia akan sangat terkejut dengan semua hal yangterjadi hari ini. Baiklah." Park Hae Young segera masuk ke dalam mobil. Ia tidak pedulidengan banyak pertanyaan yang muncul dari para wartawan.Park Hae Young melajukan mobilnya dengan cepat. Ia menuju ke hotel bintang lima milikDae Han Group. Sesampainya di depan hotel, Park Hae Young segera menyuruh parapenjaga untuk memanggil para pengawal untuk memblock jalan masuk ke dalam hotel.Park Hae Young membukakan pintu mobil dan dengan cepat ia menarik tangan Lee Seol. LeeSeol terkejut.
  43. 43. "Ayo cepat." suruh Park Hae Young. Mereka harus buru-buru masuk ke dalam hotel kalautidak, para wartawan akan segera menangkap mereka. (?)"Apa ada masalah antara keluargaku dengan keluargamu?" pertanyaan aneh dari Lee Seol."Sudahlah. Tidak ada apa-apa.." jawab Park Hae Young, ia menarik paksa Lee Seol untukmasuk ke dalam hotel.Para wartawan tidak berhasil mengejar Park Hae Young dan Lee Seol, mereka tidakdiperbolehkan masuk. Banyak pengawal yang menjaga ketat pintu masuk hotel. ReporterYoo Gi Gwang kesal, karena ia tidak berhasil mendapatkan informasi yang jelas.Park Hae Young dan Lee Seol sampai di depan pintu kamar mewah di hotel bintang limamilik Dae Han Young. Park Hae Young menarik tangan Lee Seol dengan paksa, Lee Seolcuriga. Ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Park Hae Young dan melindungidirinya. "Apa yang akan kau lakukan?!""Ayo cepat masuk.." ucap Park Hae Young.Park Hae Young aneh melihat ekspresi Lee Seol yang curiga padanya. "Hey, ekspresi apaitu?""Kau sudah menjatuhkan reputasiku." jawab Lee Seol. Haha.. Kalau seorang pria mengajakseorang wanita masuk ke dalam hotel, itu sama artinya mereka sudah menjatuhkan reputasisang wanita."Apa maksudmu? Sampai kapan kau akan---" perkataan Park Hae Young terputus, karenatanpa sengaja Lee Seol memukul Park Hae Young.Lee Seol tidak bermaksud untuk memukul wajah Park Hae Young, ia hanya berusaha untukmelepaskan tangannya dari genggaman tangan Park Hae Young.Park Hae Young merintih kesakitan dan Lee Seol merasa bersalah.. "Maaf.."Mereka berada di dalam kamar hotel.Park Hae Young tengah membersihkan luka di dekat bibirnya dengan sapu tangan."Apa sangat sakit?" tanya Lee Seol pelan."Kau.. Kau benar-benar bisa taekwondo? Kenapa kau melayangkan tinju ke arahku?" jawabPark Hae Young kesal.Lee Seol tersenyum, "Aku memang seperti itu. Kadang saat melihat ketidak adilan, aku selalumelayangkan tinju tanpa memikirkannya terlebih dulu." Lee Seol mempraktekan diri, iahendak melayangkan tinju. Melihat hal itu, Park Hae Young segera menghindar.Lee Seol tertawa. "Hei, kenapa kau ketakutan?""Apa maksudmu? Itu hanya gerakan refleks."

×