SOSIALISASI                                     Hasan Mustafa    Ketika bayi dilahirkan, dia tidak tahu apa-apa tentang di...
dirinya, dan lalu mulai bisa tersenyum. Pada usia tiga bulan, seorang bayi jangan   diminta untuk berjalan atau pun berhit...
macam informasi yang ada dalam masyarakat tersebut kepada anggota-anggotabarunya agar mereka dapat segera dapat berpartisi...
Ada tiga teori yang relatif kuat yang dapat menjelaskan proses pembelajarandalam sosialisasi. Pertama adalah teori pembela...
perkembangan ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahap pertama adalahdi tahun pertama, yaitu tahapan sebelum seorang ...
AGEN SOSIALISASI KELOMPOK BERMAINPengertianKelompok bermain (peer group) merupakan agen sosialisasi lain di luar keluarga,...
Adanya kelompok bermain bagi seorang anak tentunya akan memberikan peranan yangpositif bagi perkembangan sosialisasinya. P...
3. PelacuranPelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untukdapat melakukan perbuatan ...
yaitu perbuatan yang menyimpang dari biasanya, sehingga dianggap aneh,misalnya laki-lakiberanting di telinga, rambut gondr...
10
11
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Sosialisasi

2,858

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,858
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Sosialisasi"

  1. 1. SOSIALISASI Hasan Mustafa Ketika bayi dilahirkan, dia tidak tahu apa-apa tentang diri dan lingkungannya. Walaubegitu, bayi tersebut memiliki potensi untuk mempelajari diri dan lingkungannya. Apadan bagaimana dia belajar, banyak sekali dipengaruhi oleh lingkungan sosial di mana diadilahirkan. Kita bisa berbahasa Indonesia karena lingkungan kita berbahasa Indonesia;kita makan menggunakan sendok dan garpu, juga karena lingkungan kita melakukan halyang sama; Demikian pula apa yang kita makan, sangat ditentukan oleh lingkungan kitamasing-masing. Sosialisasi adalah satu konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses dimana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir,merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yangsangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif. Sosialisasimerupakan proses yang terus terjadi selama hidup kita.Syarat terjadinya sosialisasi Pada dasarnya, sosialisasi memberikan dua kontribusi fundamental bagi kehidupankita. Pertama, memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi terciptanyapartisipasi yang efektif dalam masyarakat, dan kedua memungkinkan lestarinya suatumasyarakat – karena tanpa sosialisasi akan hanya ada satu generasi saja sehinggakelestarian masyarakat akan sangat terganggu..Contohnya, masyarakat Sunda, Jawa,Batak, dsb. akan lenyap manakala satu generasi tertentu tidak mensosialisasikan nilai-nilai kesundaan, kejawaan, kebatakan kepada generasi berikutnya. Agar dua hal tersebutdapat berlangsung maka ada beberapa kondisi yang harus ada agar proses sosialisasiterjadi. Pertama adanya warisan biologikal, dan kedua adalah adanya warisan sosial. 1. Warisan dan Kematangan Biologikal . Dibandingkan dengan binatang, manusia secara biologis merupakan makhluk atau spesis yang lemah karena tidak dilengkapi oleh banyak instink. Kelebihan manusia adalah adanya potensi untuk belajar dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Warisan biologis yang merupakan kekuatan manusia, memungkinkan dia melakukan adaptasi pada berbagai macam bentuk lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan manusia bisa memahami masyarakat yang senantiasa berubah, sehingga lalu dia mampu berfungsi di dalamnya, menilainya, serta memodifikasikannya. Namun tidak semua manusia mempunyai warisan biologis yang baik, sebab ada pula warisan biologis yang bisa menghambat proses sosialisasi. Manusia yang dilahirkan dengan cacat pada otaknya atau organ tubuh lainnya (buta, tuli/bisu, dsb.) akan mengalami kesulitan dalam proses sosialisasi. Proses sosialisasi juga dipengaruhi oleh kematangan biologis (biological maturation), yang umumnya berkembang seirama dengan usia biologis manusia itu sendiri. Misalnya, bayi yang usianya empat minggu cenderung memerlukan kontak fisik, seperti ciuman, sentuhan, pelukan. Begitu usianya enambelas minggu maka dia mulai bisa membedakan muka orang lain yang dekat dengan *) Disadur dari ”Early Socialization” Wiggins, Wiggins & Zanden, 1994. 1
  2. 2. dirinya, dan lalu mulai bisa tersenyum. Pada usia tiga bulan, seorang bayi jangan diminta untuk berjalan atau pun berhitung, berpakaian, dan pekerjaan lainnya. Semua itu akan sia-sia, menghabiskan waktu karena secara biologis, bayi tersebut belum cukup matang. Dengan demikian warisan dan kematangan biologis merupakan syarat pertama yang perlu diperhatikan dalam proses sosialisasi.2. Lingkungan yang menunjang. Sosialisasi juga menuntut adanya lingkungan yang baik yang menunjang prosestersebut, di mana termasuk di dalamnya interaksi sosial. Kasus di bawah ini dapatdijadikan satu contoh tentang pentingnya lingkungan dalam proses sosialisasi. SusanCurtiss (1977) menaruh minat pada kasus anak yang diisolasikan dari lingkungansosialnya. Pada tahun 1970 di California ada seorang anak berusia tigabelas tahunbernama Ginie yang diisolasikan dalam sebuah kamar kecil oleh orang tuanya. Diajarang sekali diberi kesempatan berinteraksi dengan orang lain. Kejadian ini diketahuioleh pekerja sosial dan kemudian Ginie dipindahkan ke rumah sakit, sedangkan orangtuanya ditangkap dengan tuduhan melakukan penganiayaan dengan sengaja. Pada saatakan diadili ternyata ayahnya bunuh diri. Ketika awal berada di rumah sakit, kondisi Ginie sangat buruk. Dia kekurangangizi, dan tidak mampu bersosialisasi. Setelah dilakukan pengujian atas kematanganmentalnya ternyata mencapai skor seperti kematangan mental anak-anak berusia satutahun. Para psikolog, akhli bahasa, akhli syaraf di UCLA (Universitas California)merancang satu program rehabilitasi mental Ginie. Empat tahun program tersebutberjalan ternyata kemajuan mental Ginie kurang memuaskan. Para akhli tersebutheran mengapa Ginie mengalami kesukaran dalam memahami prinsip tata bahasa,padahal secara genetis tidak dijumpai cacat pada otaknya. Sejak dimasukan ke rumahsakit sampai dengan usia dua puluh tahun, Ginie dilibatkan dalam lingkungan yangsehat, yang menunjang proses sosialisasi. Hasilnya, lambat laun Ginie mulai bisaberpartisipasi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian lain dilakukan oleh Rene Spitz (1945). Dia meneliti bayi-bayi yangada di rumah yatim piatu yang memperoleh nutrisi dan perawatan medis yang baiknamun kurang memperoleh perhatian personal. Ada enam perawat yang merawatempat puluh lima bayi berusia di bawah delapan belas bulan. Hampir sepanjang hari,para bayi tersebut berbaring di dalam kamar tidur tanpa ada “human-contact”. Dapatdikatakan, bayi-bayi tersebut jarang sekali menangis, tertawa, dan mencoba untukbicara. Skor tes mental di tahun pertama sangat rendah, dan dua tahun kemudianpenelitian lanjutan dilakukan dan ditemukan di atas sepertiga dari sembilan puluhsatu anak-anak meninggal dunia. Dari apa yang ditemukannya, Spitz menarikkesimpulan bahwa kondisi lingkungan fisik dan psikis seorang bayi pada tahunpertama sangat mempengaruhi pembentukan mentalnya. Bayi pada saat itu sangatmemerlukan sentuhan-sentuhan yang memunculkan rasa aman – kehangatan, danhubungan yang dekat dengan manusia dewasa – sehingga bayi dapat tumbuh secaranormal di usia-usia selanjutnya.Apa yang disosialisasikan ? : Budaya .Anak dilahirkan dalam dunia sosial. Mereka merupakan anggota baru di duniatersebut. Dari kacamata masyarakat, fungsi sosialisasi adalah mengalihkan segala 2
  3. 3. macam informasi yang ada dalam masyarakat tersebut kepada anggota-anggotabarunya agar mereka dapat segera dapat berpartisipasi di dalamnya. Berdasarkan pengalaman yang kita miliki, banyak aspek-aspek kehidupan kitarelatif stabil dan bisa diprediksi. Jalan-jalan yang cenderung padat di pagi hari, orangberlibur di akhir pekan, anak-anak usia enam tahun mulai bersekolah, tata letakbangunan fisik suatu kota – ada alun-alun, pusat perbelanjaan, terminal bis, dsb.,makan tiga kali dalam satu hari. Kesemua perilaku masyarakat tadi sudah membentuksatu pola perilaku umum yang secara teratur terjadi setiap hari. Keteraturan yangrelatif stabil tersebut mengembangkan satu pola interaksi sebagai satu bentuk daribudaya. Budaya atau kebudayaan adalah keseluruhan hal yang yang diciptakan olehunit-unit sosial di mana setiap anggota unit sosial tersebut memberikan makna yangrelatif sama pada hal-hal tadi; keyakinannya, nilai, norma, pengetahuan, bahasa, polainteraksi, dan juga hal-hal yang berkaitan dengan sarana fisik, seperti bangunan,mobil, baju, buku.Komponen atau unsur BudayaNilai adalah prinsip-prinsip etika yang dipegang dengan kuat oleh individu ataukelompok sehingga mengikatnya dan lalu sangat berpengaruh pada perilakunya. Nilaiberkaitan dengan gagasan tentang baik dan buruk, yang dikehendaki dan yang takdikehendaki. Nilai membentuk norma, yaitu aturan-aturan baku tentang perilakuyang harus dipatuhi oleh setiap anggota suatu unit sosial sehingga ada sanksi negatifdan positif. Norma sendiri ada berbagai tingkatan , yaitu adat istiadat (folkways) –cara makan, cara berpakaian, - anggota yang tidak melaksanakannya “hanya” kenasanksi sosial mis : dianggap aneh, “nyleneh”; “mores” – aturan bisa tidak tertulisnamun sanksinya relatif berat - misalnya telanjang bulat di depan kelas akandianggap gila ; dan hukum (laws) – aturannya tertulis dan perlanggarnya bisadiperjarakan. Selain nilai dan norma, satu unsur budaya lainnya adalah peran. Peranatau peranan adalah seperangkat harapan atau tuntutan kepada seseorang untukmenampilkan perilaku tertentu karena orang tersebut menduduki suatu status sosialtertentu.Siapa yang mensosialisasikan budaya ? : Agen SosialisasiInstitusi. Institusi adalah satu bentuk unit sosial yang memfokuskan pada pemenuhansatu bentuk kebutuhan masyarakat. Misalnya sekolah, keluarga, agama. Mass-media : koran, majalah, televisi, radio. Individu dan kelompok – kakak, adik, ayah,ibu, teman, guru, kelompok hobi, korpri, dharmawanita, dsb.Bagaimana cara mensosialisasikan budaya ? Sosialisasi melibatkan proses pembelajaran . Pembelajaran tidak sekedar disekolah formal, melainkan berjalan di setiap saat dan di mana saja. Yang dimaksuddengan belajar atau pembelajaran adalah modifikasi perilaku seseorang yang relatifpermanen yang diperoleh dari pengalamannya di dalam lingkungan sosial/ fisik.Seseorang selalu mengucapkan salam pada saat bertemu orang lain yang dikenalnya;perilaku tersebut merupakan hasil belajar yang diperoleh dari lingkungan di mana diadibesarkan. Demikin pula seorang yang suka makan “jengkol/jering”, mereka belajardari lingkungannya. 3
  4. 4. Ada tiga teori yang relatif kuat yang dapat menjelaskan proses pembelajarandalam sosialisasi. Pertama adalah teori pembelajaran sosial (social learningtheory), kedua teori perkembangan individu (developmental theory), dan ketigateori interaksi simbolis (symbolic interaction theory). A. Berdasarkan teori pembelajaran sosial, pembelajaran terjadi melalui dua cara. (1) dikondisikan, dan (2) meniru perilaku orang lain. Tokoh utama pendekatan pertama adalah B.F. Skinner (1953), yang terkenal dengan konsep operant conditioning – Berdasarkan berbagai percobaan melalui tikus dan merpati, Skinner memperkenalkan konsepnya tersebut. Perilaku yang sekarang ditampilkan merupakan hasil konsekuensi positif atau negatif dari perilaku yang sama sebelumnya. Seorang anak rajin belajar karena memperoleh hadiah dari orang tuanya. Seorang murid yang mempeoleh nilai baik, dipuji-puji di depan orang banyak. Memuji, memberi imbalan, merupakan cara untuk memunculkan bentuk perilaku tertentu. Memarahi, memberi hukuman, merupakan cara untuk menghilangkan perilaku tertentu. Dengan demikian jika generasi awal ingin melestarikan berbagai bentuk perilaku kepada generasi sesudahnya, maka kepada setiap perilaku yang dianggap perlu dilestarikan harus diberikan imbalan. Seorang anak diminta berdoa sebelum makan, dan setelah selesai berdoa, orang tuanya memujinya . Pendekatan kedua dikenal dengan nama “observational learning”. Tokoh di balik konsep tersebut adalah Albert Bandura. Inti perndekatan ini adalah bahwa perilaku seseorang diperoleh melalui proses peniruan perilaku orang lain. Individu meniru perilaku orang lain karena konsekuensi yang diterima oleh orang lain yang menampilkan perilaku tersebut positif, dalam pandangan individu tadi. Jika kita ingin mensosialisasikan hidup secara teratur, disiplin, maka caranya adalah memberikan contoh. Di samping itu bisa juga menciptakan model yang layak untuk ditiru. B. Berdasarkan teori-teori perkembangan, pembelajaran , sosialisasi di tahap awal melibatkan serangkaian tahapan. Setiap tahap akan memunculkan bentuk perilaku tertentu dan setiap manusia perilakunya berkembang melalui tahapan yang sama. Misalnya, tahap perkembangan yang dikemukakan oleh Erik Ericson (1950), ada delapan tahapan. Tahap pertama pengembangan rasa percaya pada lingkungan, tahap kedua pengembangan kemandirian, tahap ketiga pengembangan inisiatif, tahap keempat pengembangan kemampuan psikis dan pisik, tahap kelima pengembangan identitas diri. Kelima tahapan tersebut terjadi pada saat sosialisasi di masa kanak-kanak. Tahap perkembangan setelah itu adalah tahap keenam merupakan pengembangan hubungan dengan orang lain secara intim, tahap ketujuh pengembangan pembinaan keluarga/keturunan, dan tahap kedelapan pengembangan penerimaan kehidupan. Interaksi dengan manusia lain dalam proses sosialisasi merupakan satu keharusan. Interaksi senantiasa mengandalkan proses komunikasi, dan salah satu alat komunikasi adalah bahasa. Kapasitas seseorang berbahasa dipengaruhi oleh akar biologis yang sangat dalam, namun pelaksanaan kapasitas tersebut sangat ditentukan oleh lingkungan budaya di mana kita dibesarkan. Berdasarkan teori 4
  5. 5. perkembangan ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahap pertama adalahdi tahun pertama, yaitu tahapan sebelum seorang anak berbahasa (prelinguisticstage). Disebut sebagai “sebelum berbahasa” karena bunyi yang dikeluarkanbelum disebut kata-kata. Misalnya : “a-a-a-a, det-det-det, ga-ga-ga, “. Tahapkedua adalah tahap di mana anak sudah mulai belajar berjalan (toddlers). Mulaibelajar bicara, misalnya “tu-tu” untuk kata “itu”; “dul” untuk kata “tidur”, “mi-mi” untuk kata “minum”, dst. Di samping bahasa verbal, dalam tahapan itu juga,anak juga sudah mulai menggunakan bahasa nonverbal (body language).Menganggukan kepala untuk mengatakan ya, menunjuk dengan jari untukmengatakan itu, dsb. Tahap ketiga : sebelum masuk sekolah. Anak sudah bisabicara dengan kata-kata dan struktur bahasa yang sederhana. dan terbatas padaapa yang diajarkan oleh keluarga. Tahap berikutnya terjadi setelah anak mulaisekolah. Dalam tahapan ini anak memperoleh perbendaharaan kata yang lebihbanyak. Mereka juga belajar menyusun kata-kata secara lebih benar sesuai denganejaan yang secara umum digunakan oleh masyarakat luas. Selain perkembangan dalam hal-hal tersebut sebelumnya, manusia mengalamiperkembangan moral (moral development). Salah satu konsep yang banyakdibahas adalah terori yang dikemukakan oleh Lawrence Kohlberg (1984). Lihatlampiran. C. Berdasarkan teori interaksi simbolisAsal teori ini dari disiplin sosiologi, yaitu satu teori yang memusatkan pada kajiantentang bagaimana individu menginterpretasikan dan memaknakan interaksi-interaksi sosialnya. Di dalam teori ini ditekankan bagaimana peran aktif seoranganak dalam sosialisasi. Sejak masa kanak-kanak, kita belajar mengembangkankemampuan diri (mengevaluasi diri, memotivasi diri, mengendalikan diri).Menurut Herbert Mead (1934) ada tiga proses tahapan pengembangan diri yangmemungkinkan seorang anak menjadi mampu berpartisipasi penuh dalamkehidupan sosial. Tahap pertama adalah preparatory stage, tahap kedua playstage, dan tahap terakhir adalah game stage. Pada tahapan pertama, anak belum mampu memandang perilakunya sendiri.Mereka meniru perilaku orang lain yang ada di sekitarnya dan mencobamemberikan makna. Anak juga mulai belajar menangkap makna dari bahasa yangdigunakannya. Pada tahapan kedua, anak mulai belajar berperan seperti oranglain. Berperilaku seperti ayahnya, ibunya, guru, dsb. Melalui bermain peran yangberaneka ragam itu anak mempelajari pola-pola perilaku individu lainnya . Tahapketiga merupakan tahapan di mana anak melatih ketrampilan sosialnya. Diabelajar bagaimana memenuhi harapan orang lain yang jumlahnya tidak hanyasatu. Memenuhi harapan teman-temannya, kelompok bermainnya, kelompokbelajarnya, dsb. 5
  6. 6. AGEN SOSIALISASI KELOMPOK BERMAINPengertianKelompok bermain (peer group) merupakan agen sosialisasi lain di luar keluarga, sepertiteman sepermainan, kerabat, tetangga, dan teman sekolah. Bila dalam keluarga,kebanyakan interaksi dilakukan dengan melibatkan hubungan yang tidak sederajat(sepertipaman, kakek, ibu, tante, kakak, dan lain-lain), sedangkan dalam kelompok bermain merekabisa melakukan interaksi dengan orang-orang yang sebaya. Agen ini baru didapatkansetelah seorang anak dapat bepergian ke luar rumah. Disinilah mereka mempelajariberbagai kemampuan baru dengan memasuki tahap game stage (mempelajari aturan-aturanyang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat)sehingga memperolehnilai-nilai keadilan. Pada tahap ini, sikap egosentris seorang anak masih sangat menonjol.Keadaan ini tentu akan banyak menimbulkan konflik dengan teman-temannya. Meskidemikian, dengan adanya konflik tersebut akan membuat individu dipaksa untukmemperbaiki sifat egosentrisnya. Tujuan perbaikan diri tersebut adalah agar dia dapatditerima kembali oleh teman-temannya sebagai anggota kelompok.Melalui kelompok bermain, mereka juga bisa membentuk sebuah kelompok belajar ketikamereka duduk di bangku sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok bermainmerupakan titik pergaulan pertama terhadap sesama/sebaya bagi anak yang belum sekolah.Dari kelompok belajar, anak akan belajar untuk bekerja sama menyelesaikan tugas rumahyang sulit, belajar untuk saling mengajari bila ada yang tidak mengerti, dan sebagainya.Dengan begitu, mereka akhirnya belajar bagaimana bersosialisasi disekolah. Agensosialisasi kelompok bermain sangatlah berpengaruh dalam pembentukan kepribadianmasing-masing individu, karena pergaulan merupakan hal yang pasti dilakukan mulai darianak kecil sampai tingkat remaja. Apa yang dilakukan temannya, pasti juga dipraktekkandalam kehidupan individu tersebut sebagai akibat adanya rasa setia kawan antar sesama.Maka dari itu, dari sinilah para remaja harus berhati-hati dalam bergaul karena merekasangatlah rentan terhadap perubahan yang didasari oleh rasa ingin tahu yang sangat besar.DAMPAK POSITIF dan NEGATIF 6
  7. 7. Adanya kelompok bermain bagi seorang anak tentunya akan memberikan peranan yangpositif bagi perkembangan sosialisasinya. Peranan-peranan positif tersebut, yaitu sebagaiberikut :1. Adanya rasa aman dan dianggap penting2. Tumbuhnya rasa kemandirian dalam diri anak3. Anak mendapat tempat penyaluran berbagai perasaannya, seperti rasa senang dansedih.4. Dapat mengembangkan berbagai keterampilan sosial yang dimiliki.5. Memiliki banyak teman dan mendapat banyak pengetahuan.6. Dapat terhindar dari lingkungan pergaulan yang negatif7. Ilmunya bermanfaat dan memiliki masa depan yang cerah8. Mampu bersosialisasi dengan baik9. Belajar untuk membentuk organisasi yang baik10. Terbentuknya sifat disiplin dalam penggunaan waktuSelain peranan positif, kelompok bermain sering pula mendatangkan peranan yang negatifakibat kurangnya pengawasan dari pihak masyarakat. Kelompok bermain yangmengakibatkan pengaruh yang negatif sering disebut dengan istilah geng.Hal ini menyebabkan penyimpangan-penyimpangan sosial sebagai berikut :1. Penyalahgunaan narkobayaitu pemakaian narkoba seperti narkotika (candu, ganja, putau), psikotropika (megadon,ekstasi, amphetamin), serta meminum alkohol di bawah umur yang ditentukan. Hal ini bisamenyebabkan terjadinya tindak kriminalitas.2. Proses sosialisasi yang tidak sempurnaApabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna, makaakan muncul penyimpangan pada perilakunya. Contohnya: seseorang menjadi pencurikarena terbentuk oleh lingkungannya yang banyak melakukan tindak ketidakjujuran,pelanggaran, pencurian dan sebagainya. 7
  8. 8. 3. PelacuranPelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untukdapat melakukan perbuatan seksual dengan mendapatkan upah.Pelacuran lebih disebabkanoleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang danadanya kesulitan dalam hal perekonomian. Macam pelacuran yaitu : Lesbianisme,homoseksual, sodomi, perzinahan, kumpul kebo, dan sebagainya. Hal seperti ini dapatmenyebabkan orang melakukannya dikucilkan oleh masyarakat sekitar. 4. Tindak kejahatan / kriminalyaitu tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, sosial dan agama. Yang termasukke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian, penipuan,penganiayaan, pembunuhan,perampokan dan pemerkosaan.5. Gaya hidupPenyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya.Penyimpangan ini antara lain : - Sikap arogansi yaitu kesombongan terhadap sesuatu yangdimilikinya seperti kepandaian,kekuasaan, kekayaan, dan sebagainya. - Sikap eksentrik 8
  9. 9. yaitu perbuatan yang menyimpang dari biasanya, sehingga dianggap aneh,misalnya laki-lakiberanting di telinga, rambut gondrong, dan lain-lain.6. Mengonsumsi rokok di bawah umur7. Kenakalan remaja Karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-halyang dianggap bergengsi, sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempetbahaya, misalnya kebut-kebutan, membentuk geng-geng yang membuat onar, dan lain-lain.Selain itu, perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnyaterjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan disana. Demikian jugatawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. Tujuanperkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif, melainkan sekedar untuk balasdendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan.UPAYA yang DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA1. Memberi kebebasan bersyarat dimana anak dibiarkan untuk tetap bergaul dengan teman-temannya tetapi tetap diawasi.2. Diberikan pendidikan agama yang cukup di luar lingkungan sekolah3. Memberikan contoh dampak negatif orang yang sudah terjerumus dalam pergaulan yangnegatif4. Berusaha untuk menjadi teman curhat anak dan memberikan solusi/saran yang intinyamendukung anak, agar mereka tidak merasa kesepian dan melampiaskannya padapergaulan 9
  10. 10. 10
  11. 11. 11

×