• Like
Perilaku menyimpang
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Perilaku menyimpang

  • 26,525 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • OK SIIIP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
26,525
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
182
Comments
1
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Perilaku menyimpangPerilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangansosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baikdalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secaraindividu maupun pembenarannya sebagaibagian daripada makhluk sosial.Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikansebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yangbertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1]Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untukberbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namundemikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnyaseorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswalain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebutdeviasi(deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebutdevian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidakmenyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentuk interaksisosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapankelompok.[sunting]Penyebab TerjadiMenurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebabpenyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpanganseorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna, misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. 2. Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajar yang menyimpang. karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. 3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan danstruktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang
  • 2. menyimpang. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang, sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri, maka terjadilah perilaku menyimpang. 4. Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Jika pergaulan itu mempunyai pola-pola perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang. 5. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atau tayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang)Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang, BentukBentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut. Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut. 1. Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif,kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. 2. Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk.Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: 1. 1. Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. 2. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya, dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut : 1. 1. Penyimpangan individual (individual deviation)Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpangdari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Misalnya, seseorang bertindak sendiritanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan, Penyimpangan individu berdasarkan kadarpenyimpangannya dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut.
  • 3. 1. 1. Pembandel 2. Pembangkang 3. Pelanggar 4. Perusuh atau penjahat 5. Munafik 1. 2. Penyimpangan kelompok (group deviation)Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yangtunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.Misalnya, sekelompok orang menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya. 1. 3. Penyimpangan campuran (combined deviation)Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasiyang rapi, sehingga individu ataupun kelompok didalamnya taat dan tunduk kepada normagolongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku. Misalnya, remaja yang putussekolah dan pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat, dengan di bawahpimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi rahasia yangmenyimpang dari norma umum (geng-geng anak nakal).
  • 4. PERILAKU MENYIMPANGTindakan manusia tidak selamanya sesuai dengan nilai dan norma yang berlakudalam masyarakatnya. Adakalanya terjadi penyimpangan terhadap nilai dan normayang ada. Tindakan manusia yang menyimpang dari nilai dan norma atau peraturandisebut dengan perilaku menyimpang. Apakah perilaku menyimpang itu? Pernahkahkamu melakukan tindakantindakan yang termasuk dalam kategori perilakumenyimpang?Ada banyak perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat. Dari yang sederhanaatau kecil sampai yang kompleks yang akibatnya sangat meresahkan masyarakat.Apa yang kamu ketahui mengenai perilaku menyimpang?1. Pengertian Perilaku MenyimpangPagi itu di sebuah perempatan, lampu lalu lintas sedang menyala merah. Karenakesiangan dan takut terlambat sampai di sekolah, Damar justru menambah lajukecepatan sepeda motornya dan menerobos lampu merah. Tindakan Damar itudiketahui polisi dan akhirnya dia ditilang. Berdasarkan cerita di atas, bagaimanapendapatmu terhadap tindakan yang dilakukan Damar? Tindakan Damar merupakansalah satu contoh sederhana adanya penyimpangan terhadap aturan-aturan yangada di masyarakat. Masih banyak lagi jenisjenis penyimpangan yang terjadi dimasyarakat.Dalam kenyataan sehari-hari, tidak semua orang bertindak berdasarkan norma-norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Tindakan yang tidak sesuaidengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat dinamakan perilakumenyimpang. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau sekelompok orangtidak mematuhi norma atau patokan dan nilai yang sudah baku di masyarakat.Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi(deviation ), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan inidisebut dengan devian ( deviant ).Berikut ini pengertian perilaku menyimpang menurut pandangan beberapa ahli.a. James Vander ZendenMenyebutkan bahwa penyimpangan adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orangdianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.b. Robert M.Z. LawangMengungkapkan penyimpangan adalah semua tindakan yang menyimpang darinorma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yangberwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu.c. Bruce J. CohenMengatakan bahwa perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasilmenyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentudalam masyarakat.d. Paul B. HortonMengutarakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakansebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.e. Lewis CoserMengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untukmenyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
  • 5. 2. Proses Pembentukan Perilaku MenyimpangBagaimanakah sebenarnya pembentukan perilaku menyimpang dalam masyarakat?Dan faktor-faktor apa sajakah yang turut memengaruhinya? Mari kita bahas dalamsubpokok bahasan ini.a. Faktor BiologisCesare Lombrosso, seorang kriminolog dari Italia, dalam bukunya Crime, ItsCauses and Remedies (1918) memberikan gambaran tentang perilaku menyimpangyang dikaitkan dengan bentuk tubuh seseorang. Dengan tegas, Lombrossomengatakan bahwa ditinjau dari segi biologis penjahat itu keadaan fisiknya kurangmaju apabila dibandingkan dengan keadaan fisik orang-orang biasa. Lombrossoberpendapat bahwa orang yang jahat dicirikan dengan ukuran rahang dan tulang-tulang pipi panjang, kelainan pada mata yang khas, tangan beserta jari-jarinya danjari-jari kaki relatif besar, serta susunan gigi yang abnormal.Sementara itu William Sheldon, seorang kriminolog Inggris dalambukunya Varieties of Delinquent Youth (1949) membedakan bentuk tubuh manusiayang mempunyai kecenderungan melakukan penyimpangan ke dalam tiga bentuk,yaitu endomorph,mesomorph, dan ectomorph yang masing-masing memiliki ciri-ciritertentu. 1) Endomorph (Bulat dan Serba Lembek)Orang dengan bentuk tubuh ini menurut kesimpulannya dapat terpengaruh untukmelakukan perilaku menyimpang, karena sangat mudah tersinggung dan cenderungsuka menyendiri. 2) Mesomorph (Atletis, Berotot Kuat, dan Kekar)Orang dengan bentuk tubuh seperti ini sering menunjukkan sifat kasar danbertekad untuk menuruti hawa nafsu atau keinginannya. Bentuk demikian inibiasanya identik dengan orang jahat yang paling sering melakukan perilakumenyimpang. 3) Ectomorph (Kurus Sekali dan Memperlihatkan Kelemahan Daya)Orang yang seperti ini selalu menunjukkan kepasrahan, akan tetapi apabilamendapat penghinaan-penghinaan yang luar biasa tekanan jiwanya dapat meledak,dan barulah akan terjadi perilaku menyimpang darinya.b. Faktor PsikologisBanyak ahli sosiologi yang cenderung untuk menerima sebab-sebab psikologissebagai penyebab pembentukan perilaku menyimpang. Misalnya hubungan antaraorang tua dan anak yang tidak harmonis. Banyak orang meyakini bahwa hubunganantara orang tua dan anak merupakan salah satu ciri yang membedakan orang baikdan orang tidak baik. Sikap orang tua yang terlalu keras maupun terlalu lemahseringkali menjadi penyebab deviasi pada anak-anak.c. Faktor SosiologisDari sudut pandang sosiologi, telah banyak teori yang dikembangkan untukmenerangkan faktor penyebab perilaku menyimpang. Misalnya, ada yangmenyebutkan kawasan kumuh ( slum ) di kota besar sebagai tempat persemaiandeviasi dan ada juga yang mengatakan bahwa sosialisasi yang buruk membuatorang berperilaku menyimpang. Selanjutnya ditemukan hubungan antara ekologikota dengan kejahatan, mabuk-mabukan, kenakalan remaja, dan bunuh diri. Untuklebih jelasnya, berikut ini akan diuraikan beberapa sebab atau proses terjadinyaperilaku menyimpang ditinjau dari faktor sosiologis.
  • 6. 1) Penyimpangan sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak SempurnaMenurut teori sosialisasi, perilaku manusia, baik yang menyimpang maupun yangtidak dikendalikan oleh norma dan nilai yang dihayati. Apabila sosialisasi tidaksempurna akan menghasilkan perilaku yang menyimpang. Sosialisasi yang tidaksempurna timbul karena nilai-nilai atau norma-norma yang dipelajari kurang dapatdipahami dalam proses sosialisasi, sehingga seseorang bertindak tanpamemperhitungkan risiko yang akan terjadi.Contohnya anak sulung perempuan, dapat berperilaku seperti laki-laki sebagaiakibat sosialisasi yang tidak sempurna di lingkungan keluarganya. Hal ini terjadikarena ia harus bertindak sebagai ayah, yang telah meninggal. Di pihak lain, mediamassa, terutama sering menyajikan gaya hidup yang tidak sesuai dengan anjuran-anjuran yang disampaikan dalam keluarga atau sekolah. Di dalam keluarga telahditanamkan perilaku pemaaf, tidak balas dendam, mengasihi, dan lain-lain, tetapidi televisi selalu ditayangkan adegan kekerasan, balas dendam, fitnah, dansejenisnya. Nilai-nilai kebaikan yang ditawarkan oleh keluarga dan sekolah harusberhadapan dengan nilai-nilai lain yang ditawarkan oleh media massa, khususnyatelevisi. Proses sosialisasi seakan-akan tidak sempurna karena adanya salingpertentangan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen yang lain, sepertiantara sekolah dan keluarga berhadapan dengan media massa. Lama kelamaanseseorang akan terpengaruh dengan cara-cara yang kurang baik, sehinggaterjadilah penyimpanganpenyimpangan dalam masyarakat. 2) Penyimpangan sebagai Hasil Sosialisasi dari Nilai- Nilai SubkebudayaanMenyimpangShaw dan Mc. Kay mengatakan bahwa daerah-daerah yang tidak teratur dan tidakada organisasi yang baik akan cenderung melahirkan daerah kejahatan. Didaerahdaerah yang demikian, perilaku menyimpang (kejahatan) dianggap sebagaisesuatu yang wajar yang sudah tertanam dalam kepribadian masyarakat itu.Dengan demikian, proses sosialisasi tersebut merupakan proses pembentukan nilai-nilai dari subkebudayaan yang menyimpang.Contohnya di daerah lingkungan perampok terdapat nilai dan norma yangmenyimpang dari kebudayaan setempat. Nilai dan norma sosial itu sudah dihayatioleh anggota kelompok sebagai proses sosialisasi yang wajar. Perilaku menyimpangseperti di atas merupakan penyakit mental yang banyak berpengaruh terhadapkehidupan masyarakat. Sehubungan dengan itu kita mengenal konsep anomie yangdikemukakan oleh Emile Durkheim . Anomie adalah keadaan yang kontras antarapengaruh subkebudayaan-subkebudayaan dengan kenyataan sehari-hari dalammasyarakat. Indikasinya adalah masyarakat seakan-akan tidak mempunyai aturan-aturan yang dijadikan pegangan atau pedoman dan untuk ditaati bersama.Akibat tidak adanya keserasian dan keselarasan, normanorma dalam masyarakatmenjadi lumpuh dan arahnya menjadi samar-samar. Apabila hal itu berlangsunglama dalam masyarakat, maka besar pengaruhnya terhadap proses sosialisasi.Anggota masyarakat akan bingung dan sulit memperoleh pedoman. Akhirnya,mereka memilih cara atau jalan sendiri-sendiri. Jalan yang ditempuh tidak jarangberupa perilaku-perilaku yang menyimpang. 3) Proses Belajar yang MenyimpangMekanisme proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajarterhadap hal-hal lain yang ada di masyarakat. Proses belajar itu dilakukan
  • 7. terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan menyimpang. Misalnya, seoranganak yang sering mencuri uang dari tas temannya mula-mula mempelajari caramengambil uang tersebut mulai dari cara yang paling sederhana hingga yang lebihrumit. Cara ini dipelajarinya melalui media maupun secara langsung dari orangyang berhubungan dengannya. Penjelasan ini menerangkan bahwa untuk menjadipenjahat kelas kakap, seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimanacara yang paling efisien untuk beroperasi. 4) Ikatan Sosial yang BerlainanDalam masyarakat, setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompokyang berbeda. Hubungan dengan kelompok-kelompok tersebut akan cenderungmembuatnya mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok yang palingdihargainya. Dalam hubungan ini, individu tersebut akan memperoleh pola-polasikap dan perilaku kelompoknya. Apabila pergaulan itu memiliki pola-pola sikapdan perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan besar ia juga akanmenunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Misalnya seorang anak yang bergauldengan kelompok orang yang sering melakukan aksi kebut-kebutan di jalan raya.Kemungkinan besar dia juga akan melakukan tindakan serupa. 5) Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur SosialSetiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan olehkebudayaannya, tetapi juga caracara yang diperkenankan oleh kebudayaannya ituuntuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Apabila seseorang tidakdiberi peluang untuk menggunakan caracara ini dalam memenuhi kebutuhanhidupnya, maka kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. Misalnyadalam sebuah perusahaan, pengusaha memberikan upah kepada buruhnya di bawahstandar UMK. Hal itu apabila dibiarkan berlarut-larut, maka ada kemungkinan siburuh akan melakukan penyimpangan, seperti melakukan demonstrasi atau mogokkerja. 3. Bentuk-Bentuk Perilaku MenyimpangDi masyarakat kita mengenal bentuk-bentuk penyimpangan yang terdiri ataspenyimpangan individual ( individual deviation ), penyimpangan kelompok ( groupdeviation ), dan penyimpangan gabungan dari keduanya ( mixture of bothdeviation). Terkadang ada pula yang menambahkan dengan penyimpangan primer( primary deviation ) dan penyimpangan sekunder ( secondary deviation ). a. Penyimpangan Individual ( Individual Deviation )Penyimpangan ini biasanya dilakukan oleh orang yang telah mengabaikan danmenolak norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Orang sepertiitu biasanya mempunyai kelainan atau mempunyai penyakit mental sehingga tidakdapat mengendalikan dirinya. Contohnya seorang anak yang ingin menguasaiwarisan atau harta peninggalan orang tuanya. Ia mengabaikan saudarasaudaranyayang lain. Ia menolak norma-norma pembagian warisan menurut adat masyarakatmaupun menurut norma agama. Ia menjual semua peninggalan harta orang tuanyauntuk kepentingan diri sendiri.Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannyadibedakan atas pembandel, pembangkang, perusuh atau penjahat, dan munafik.
  • 8. 1) Pembandel, yaitu penyimpangan karena tidak patuh pada nasihat orang tuaagar mengubah pendiriannya yang kurang baik.2) Pembangkang, yaitu penyimpangan karena tidak taat pada peringatan orang-orang.3) Pelanggar, yaitu penyimpangan karena melanggar norma-norma umum yangberlaku. Misalnya orang yang melanggar rambu-rambu lalu lintas pada saat di jalanraya.4) Perusuh atau penjahat, yaitu penyimpangan karena mengabaikan norma-normaumum sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.Misalnya pencuri, penjambret, penodong, dan lain-lain.5) Munafik, yaitu penyimpangan karena tidak menepati janji, berkata bohong,berkhianat, dan berlagak membela. b. Penyimpangan Kelompok ( Group Deviation )Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada normakelompoknya, namun bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.Penyimpangan ini terjadi dalam subkebudayaan menyimpang yang umumnya telahmemiliki norma, nilai, sikap, dan tradisi sendiri, sehingga cenderung untukmenolak norma-norma yang berlaku dalam masyarakat yang lebih luas. Contohnyakelompok orang yang menyelundupkan serta menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya, teroris, kelompok preman, dan separatis. Merekamemiliki aturan-aturan sendiri yang harus dipatuhi oleh anggotanya.Dalam melakukan aksinya, mereka memiliki aturan permainan yang cermat,termasuk dalam membentuk jaringan yang kuat untuk melakukan kejahatannya,sehingga sulit dilacak dan dibongkar pihak yang berwenang, dalam hal inikepolisian. c. Penyimpangan Campuran ( Mixture of Both Deviation )Sebagian remaja yang putus sekolah (penyimpangan individual) dan pengangguranyang frustasi (penyimpangan individual), biasanya merasa tersisih dari pergaulandan kehidupan masyarakat. Mereka sering berpikir seperti anak orangberkecukupan, yang akhirnya menempuh jalan pinta untuk hidup enak. Di bawahpimpinan seorang tokoh yang terpilih karena kenekatan dan kebrutalannya, merekaberkelompok dalam organisasi rahasia (penyimpangan kelompok) dengan memilikinorma yang mereka buat sendiri. Pada dasarnya norma yang mereka buatbertentangan dengan norma yang berlaku umum di masyarakat.Penyimpangan seperti itu ada yang dilakukan oleh suatu golongan sosial yangmemiliki organisasi yang rapi, sehingga individu ataupun kelompok di dalamnyataat dan tunduk kepada norma golongan yang secara keseluruhan mengabaikannorma yang berlaku. Misalnya gank-gank anak nakal. Kelompok semacam itu dapatberkembang menjadi semacam kelompok mafia dunia kejahatan yang terdiri ataspreman-preman yang sangat meresahkan masyarakat. d. Penyimpangan Primer ( Primary Deviation )Penyimpangan ini dilakukan oleh seseorang, di mana hanya bersifat temporer atausementara dan tidak berulang-ulang. Individu yang melakukan penyimpangan ini
  • 9. masih dapat diterima oleh masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh polaperilaku menyimpang tersebut dan di lain kesempatan tidak akan melakukannyalagi. Misalnya seorang siswa yang terlambat masuk sekolah karena ban sepedamotornya bocor, seseorang yang menunda pembayaran pajak karena alasankeuangan yang tidak mencukupi, atau pengemudi kendaraan bermotor yangsesekali melanggar rambu-rambu lalu lintas. e. Penyimpangan Sekunder ( Secondary Deviation )Penyimpangan ini dilakukan oleh seseorang secara terusmenerus, sehinggaakibatnya pun cukup parah serta mengganggu orang lain. Dalam penyimpangan ini,seseorang secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang yang secara umumdikenal sebagai seorang yang menyimpang. Masyarakat tidak dapat menerima dantidak menghendaki individu semacam itu hidup bersama dalam masyarakatmereka. Misalnya seorang siswa yang sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan.Contoh lainnya adalah seseorang yang sering mabuk-mabukan baik di rumah, dipesta, maupun di tempat umum serta seseorang yang sering melakukan pencurian,perampokan, dan tindak kriminal lainnya.Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut harus diatasi karena penyimpanganmenyangkut masalah mental perilaku. Misalnya, melalui berbagai penataran,pendidikan keagamaan, pemulihan disiplin, serta pelatihan-pelatihan lainnya. 4. Ciri-Ciri Perilaku MenyimpangKita tahu bahwa perilaku menyimpang merupakan tindakan yang tidak dikehendakioleh masyarakat karena telah melanggar norma atau aturan-aturan yang berlaku.Namun tetap saja perilaku menyimpang itu ada dalam masyarakat. Ada beberapakriteria yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu tindakan dikatakansebagai perilaku menyimpang. Tahukah kamu, ciri-ciri apa sajakah yang dimaksud?Menurut Paul B. Horton, penyimpangan sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.a. Penyimpangan Harus Dapat DidefinisikanSuatu perbuatan anggota masyarakat dapat dikatakan menyimpang apabilamemang didefinisikan sebagai menyimpang. Perilaku menyimpang bukanlahsemata-mata ciri tindakan yang dilakukan orang, melainkan akibat dari adanyaperaturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap perilakutersebut. Singkatnya, penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harusberdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.b. Penyimpangan Bisa Diterima Bisa juga DitolakPerilaku menyimpang ada yang positif dan negatif. Positif, apabila penyimpanganyang diterima bahkan dipuji dan dihormati, seperti penemuan baru oleh para ahliitu kadangkadang bertentangan budaya masyarakat. Sedangkan penyimpangannegatif adalah penyimpangan yang ditolak oleh masyarakat, seperti perampokan,pembunuhan terhadap etnis tertentu, dan menyebarkan teror dengan bom atau gasberacun.c. Penyimpangan Relatif dan MutlakDalam masyarakat, tidak ada seorang pun yang masuk dalam kategori sepenuhnyapenurut (konformis) ataupun sepenuhnya penyimpang (orang yang benar-benarmenyimpang). Orang yang termasuk kedua kategori itu justru akan mengalamikesulitan dalam kehidupannya.
  • 10. Pada dasarnya semua orang normal sesekali pernah melakukan tindakanmenyimpang, tetapi pada batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk setiaporang. Perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangannya saja.Secara umum, penyimpangan yang dilakukan tiap orang cenderung relatif. Bahkanorang yang tadinya penyimpang mutlak lambat laun harus berkompromi denganlingkungannya.d. Penyimpangan terhadap Budaya Nyata ataukah Budaya IdealBudaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompokmasyarakat. Dalam kenyataan di masyarakat, banyak anggota masyarakat yangtidak patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut. Jadi antara budaya nyatadengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telahmenjadi pengetahuan umum dalam kenyataan sehari-hari cenderung banyakdilanggar. Contohnya peraturan mengenai penggunaan helm pada saatmengendarai sepeda motor. Banyak masyarakat yang melanggar peraturantersebut, di mana kita dapat melihat di jalan-jalan banyak orang mengendaraisepeda motor tanpa memakai helm.e. Terdapat Norma-Norma Penghindaran dalam PenyimpanganNorma penghindaran ini muncul apabila pada suatu masyarakat terdapat nilai ataunorma yang melarang suatu perbuatan yang ingin sekali diperbuat oleh banyakorang. Apakah norma penghindaran itu? Pola perbuatan yang dilakukan orang untukmemenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuansecara terbuka. Jadi, norma-norma penghindaran merupakan suatu bentukpenyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga ( semi-institusionalized).f. Penyimpangan Sosial Bersifat Adaptif (Menyesuaikan)Tidak selamanya penyimpangan sosial menjadi ancaman bagi kehidupanmasyarakat, karena kadang-kadang dapat dianggap sebagai alat pemeliharastabilitas sosial. Perilaku apa yang kita harapkan dari orang lain, apa yang oranglain inginkan dari kita, serta wujud masyarakat seperti apa yang pantas bagisosialisasi anggotanya. Di lain pihak, perilaku menyimpang merupakan salah satucara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. Tidak adamasyarakat yang mampu bertahan dalam kondisi statis untuk jangka waktu yanglama. Masyarakat yang terisolasi sekalipun akan mengalami perubahan. Ledakanpenduduk, perubahan teknologi, serta hilangnya kebudayaan lokal dan tradisionalmengharuskan banyak orang menerapkan norma-norma baru. 5. Sifat-Sifat Perilaku MenyimpangDalam masyarakat kita mengenal dua sifat perilaku menyimpang yaitu perilakumenyimpang yang bersifat positif dan perilaku menyimpang yang bersifat negatif.a. Penyimpangan yang Bersifat PositifPenyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang tidak sesuai denganaturan-aturan atau norma-norma yang berlaku, tetapi mempunyai dampak positifterhadap sistem sosial. Atau dengan kata lain, penyimpangan yang terarah padanilai-nilai sosial yang ideal (didambakan) walaupun cara atau tindakan yangdilakukan itu seolah-olah atau tampaknya menyimpang dari norma yang berlaku,
  • 11. padahal sebenarnya tidak. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif apabiladia berusaha merealisasikan suatu citacita, namun masyarakat pada umumnyamenolak atau tidak dapat menerima caranya. Akibatnya orang tersebut akanmenerima celaan dari masyarakat. Dapatkah kamu menyebutkan contoh-contohnya? b. Penyimpangan yang Bersifat NegatifPenyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosialyang dipandang rendah dan akibatnya selalu buruk. Jenis tindakan seperti inidianggap tercela dalam masyarakat. Si pelaku bahkan bisa dikucilkan darimasyarakat. Bobot penyimpangan negatif itu diukur menurut kaidah susila danadat istiadat, sehingga sanksi yang diberikan kepada pelanggarnya dinilai lebihberat daripada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun. Contohnyapencurian, perampokan, pelacuran, dan pemerkosaan. 6. Tipe-Tipe Perilaku MenyimpangMenurut Robert M.Z. Lawang, perilaku menyimpang dapat digolongkan menjadiempat tipe, yaitu tindakan kriminal atau kejahatan, penyimpangan seksual,penyimpangan dalam bentuk pemakaian atau konsumsi secara berlebihan, sertapenyimpangan dalam gaya hidup ( lifestyle ). a. Tindakan Kriminal atau KejahatanTindakan kriminal merupakan suatu bentuk penyimpangan yang dilakukan olehseseorang atau kelompok terhadap nilai dan norma atau peraturan perundang-undangan yang berlaku di masyarakat. Kita mengenal dua jenis kejahatan sepertiyang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yaitu violentoffensesdan property offenses .1) Violent offenses atau kejahatan yang disertai dengan kekerasan pada orang lain,seperti pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, dan lain sebagainya.2) Property offenses atau kejahatan yang menyangkut hak milik orang lain, sepertiperampasan, pencurian tanpa kekerasan, dan lain sebagainya. Sementaraitu Light, Keller, danCallhoun dalam bukunya yang berjudul Sociology (1989)membedakan kejahatan menjadi empat tipe, yaitu crime withoutvictim, organized crime, white collar crime, dan corporate crime.1) White Collar Crime (Kejahatan Kerah Putih)Kejahatan ini mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang yang terpandangatau berstatus tinggi dalam hal pekerjaannya. Contohnya penghindaran pajak,penggelapan uang perusahaan, manipulasi data keuangan sebuah perusahaan(korupsi), dan lain sebagainya.2) Crime Without Victim (Kejahatan Tanpa Korban)Kejahatan tidak menimbulkan penderitaan pada korban secara langsung akibattindak pidana yang dilakukan. Contohnya berjudi, mabuk, dan hubungan seks yangtidak sah tetapi dilakukan secara sukarela.3) Organized Crime (Kejahatan Terorganisir)Kejahatan ini dilakukan secara terorganisir dan berkesinambungan denganmenggunakan berbagai cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan (biasayalebih ke materiil) dengan jalan menghindari hukum. Contohnya penyedia jasa
  • 12. pelacuran, penadah barang curian, perdagangan perempuan ke luar negeri untukkomoditas seksual, dan lain sebagainya.4) Corporate Crime (Kejahatan Korporasi)Kejahatan ini dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkankeuntungan dan menekan kerugian. Lebih lanjut Light, Keller, dan Callhounmembagi tipe kejahatan korporasi ini menjadi empat, yaitu kejahatan terhadapkonsumen, kejahatan terhadap publik, kejahatan terhadap pemilik perusahaan,dan kejahatan terhadap karyawan. b. Penyimpangan SeksualPenyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan olehmasyarakat. Adapun beberapa jenis perilaku ini di antaranya adalah sebagaiberikut.1) Perzinaan, yaitu hubungan seksual di luar nikah.2) Homoseksual, yaitu hubungan seksual yang dilakukan dengan sesama jenis.Homoseksual dibedakan atas lesbian dan homoseks. Lesbian adalah sebutan bagiwanita yang melakukan hubungan seksual dengan sesama wanita, sedangkanhomoseks adalah sebutan bagi pria yang melakukan hubungan seksual dengansesama pria.3) Kumpul kebo, yaitu hidup bersama seperti suami istri, namun tanpa ada ikatanpernikahan.4) Sadomasochist , yaitu pemuasan nafsu seksual dengan melakukan penyiksaanterhadap pasangannya.5) Paedophilia , yaitu memuaskan keinginan seksual yang dilampiaskan kepadaanak kecil.6) Sodomi, yaitu hubungan seksual yang dilakukan melalui anus atau dubur.7) Gerontophilia , yaitu hubungan seksual yang dilakukan dengan orang-oranglanjut usia.c. Penyimpangan dalam Bentuk Pemakaian atau Konsumsi BerlebihanPenyimpangan ini biasanya diidentikkan dengan pemakaian dan pengedarannarkoba atau obat-obatan terlarang serta alkoholisme. Hal ini lebih banyak terjadipada kaum remaja karena perkembangan emosi mereka yang belum stabil dancenderung ingin mencoba serta adanya rasa keingintahuan yang besar terhadapsuatu hal.Menurut Dr. Graham Baliane (Kartini Kartono, 1992) kaum muda atau remaja lebihmudah terjerumus pada penggunaan narkotika karena faktor-faktor sebagaiberikut.1) Ingin membuktikan keberaniannya dalam melakukan tindakan berbahaya.2) Ingin menunjukkan tindakan menentang terhadap orang tua yang otoriter.3) Ingin melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman emosional.4) Ingin mencari dan menemukan arti hidup.5) Ingin mengisi kekosongan dan kebosanan.6) Ingin menghilangkan kegelisahan.7) Solidaritas di antara kawan. Ingin tahu.Penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol secara berlebih dilarang olehhukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. Selain dapatmembahayakan diri sendiri dan orang lain. Bahaya terhadap diri sendiri, antara
  • 13. lain dapat merusak organ-organ tubuh, sehingga tidak berfungsi sempurna, bahkansusunan syaraf yang berfungsi sebagai pengendali daya pikir turut pula dirusak.Akibatnya tidak dapat berpikir secara rasional dan cenderung untuk melakukanperbuatan-perbuatan yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku dalammasyarakat. d. Penyimpangan dalam Bentuk Gaya HidupDi masyarakat, kita bisa menemukan berbagai gaya hidup yang antara orang yangsatu dengan orang yang lain mungkin terdapat perbedaan-perbedaan. Gaya hidupsetiap orang bisa dipengaruhi oleh lingkungan, pendapatan, kemampuan pribadi,dan lain-lain. Namun demikian gaya hidup seseorang juga dapat menimbulkansuatu penyimpangan dalam masyarakat. Gaya hidup yang bagaimanakah itu? Adadua bentuk penyimpangan dalam gaya hidup yang lain dari biasanya, yaitu sikaporganisasi dan sikap eksentrik.1) Sikap arogansi adalah kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya sepertikekayaan, kekuasaan, dan kepandaian. Atau bisa saja sikap itu dilakukan untukmenutupi kekurangannya.2) Sikap eksentrik adalah perbuatan yang menyimpang dari biasanya, sehinggadianggap aneh. Misalnya anak lakilaki memakai anting-anting, berambut panjang. 7. Teori-Teori Perilaku MenyimpangDalam sosiologi dikenal berbagai teori yang membahas perilaku menyimpang, yaituTeori Pergaulan Berbeda, Teori Fungsi, dan Teori Tipologi Adaptasi. a. Teori Pergaulan Berbeda ( Differential Association )Teori ini dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland . Menurut teori ini,penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan sekelompok orang yang telahmenyimpang. Penyimpangan diperoleh melalui proses alih budaya (culturaltransmission) . Melalui proses ini seseorang mempelajari suatu subkebudayaanmenyimpang (deviant subculture).Contohnya perilaku siswa yang suka bolos sekolah. Perilaku tersebut dipelajarinyadengan melakukan pergaulan dengan orang-orang yang sering bolos sekolah.Melalui pergaulan itu ia mencoba untuk melakukan penyimpangan tersebut,sehingga menjadi pelaku perilaku menyimpang. b. Teori LabellingTeori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert . Menurut teori ini, seseorangmenjadi penyimpang karena proses labelling yang diberikan masyarakatkepadanya. Maksudnya adalah pemberian julukan atau cap yang biasanya negatifkepada seseorang yang telah melakukan penyimpangan primer (primary deviation )misalnya pencuri, penipu, pemerkosa, pemabuk, dan sebagainya. Sebagaitanggapan terhadap cap itu, si pelaku penyimpangan kemudianmengidentifikasikan dirinya sebagai penyimpang dan mengulangi lagipenyimpangannya sehingga terjadi dengan penyimpangan sekunder ( secondarydeviation) . Alasannya adalah sudah terlanjur basah atau kepalang tanggung. c. Teori FungsiTeori ini dikemukakan oleh Emile Durkheim . Menurut teori ini, keseragamandalam kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak dimungkinkan karenasetiap individu berbeda satu sama lain. Perbedaan-perbedaan itu antara lain
  • 14. dipengaruhi oleh faktor lingkungan, fisik, dan keturunan. Oleh karena itu dalamsuatu masyarakat orang yang berwatak jahat akan selalu ada, dan kejahatanpunjuga akan selalu ada. Durkheim bahkan berpandangan bahwa kejahatan perlu bagimasyarakat, karena dengan adanya kejahatan, maka moralitas dan hukum dapatberkembang secara normal. d. Teori KonflikTeori ini dikembangkan oleh penganut Teori Konflik Karl Marx . Para penganutteori ini berpandangan bahwa kejahatan terkait erat dengan perkembangankapitalisme. Sehingga perilaku menyimpang diciptakan oleh kelompokkelompokberkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan mereka sendiri.Pandangan ini juga mengatakan bahwa hukum merupakan cerminan kepentingankelas yang berkuasa dan sistem peradilan pidana mencerminkan nilai dankepentingan mereka. e. Teori Tipologi AdaptasiDengan menggunakan teori ini, Robert K. Merton mencoba menjelaskanpenyimpangan melalui struktur sosial. Menurut teori ini, struktur sosial bukanhanya menghasilkan perilaku yang konformis saja, tetapi juga menghasilkanperilaku menyimpang. Dalam struktur sosial dijumpai tujuan atau kepentingan, dimana tujuan tersebut adalah halhal yang pantas dan baik. Selain itu, diatur jugacara untuk meraih tujuan tersebut. Apabila tidak ada kaitan antara tujuan (cita-cita) yang ditetapkan dengan cara untuk mencapainya, maka akan terjadipenyimpangan.Dalam hal ini Merton mengemukakan tipologi cara-cara adaptasi terhadap situasi,yaitu konformitas, inovasi, ritualisme, pengasingan diri, dan pemberontakan(keempat yang terakhir merupakan perilaku menyimpang). Perhatikan tabel dibawah ini.Tanda + berarti ada penyelarasan, di mana warga masyarakat menerima nilai-nilaisosiobudaya atau norma-norma yang ada, sedangkan tanda - berarti menolaknya.Adapaun tanda +/- menunjuk pada pola-pola perilaku yang menolak sertamenghendaki nilai-nilai dan norma-norma yang baru.Keterangan: 1. Konformitas ( conformity ) , merupakan cara adaptasi dimana pelakumengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat. Misalnya Gaelanbelajar dengan sungguh-sungguh agar nilai ulangannya bagus. 2. Inovasi ( inovation ), terjadi apabila seseorang menerima tujuan yangsesuai dengan nilai-nilai budaya yang diidamkan masyarakat, tetapi menolak normadan kaidah yang berlaku. Misalnya untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM),Arif tidak mengikuti ujian, melainkan melalui calo. 3. Ritualisme ( ritualism ), terjadi apabila seseorang menerima cara-carayang diperkenankan secara kultural, namun menolak tujuan-tujuan kebudayaan.Misalnya, walaupun tidak mempunyai keahlian atau keterampilan di bidangkomputer, Mita berusaha untuk mendapatkanijazah itu agar diterima kerja di perusahaan asing.
  • 15. 4. Pengasingan diri ( retreatism ), timbul apabila seseorang menolaktujuan-tujuan yang disetujui maupun cara-cara pencapaian tujuan tersebut.Dengan kata lain, pengasingan diri terjadi apabila nilai-nilai sosial budaya yangberlaku tidak dapat dicapai melalui cara-cara yang telah ditetapkan. Misalnyatindakan siswa yang membakar gedung sekolahnya karena tidak lulus Ujian AkhirNasional. 5. Pemberontakan ( rebellion ), terjadi apabila seseorang menolak saranamaupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yanglain. Misalnya pemberontakan G 30S/PKI yang ingin mengganti ideologi Pancasiladengan ideologi komunis.