Perkembangan dan pertumbuhan bayi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Perkembangan dan pertumbuhan bayi

on

  • 5,065 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,065
Views on SlideShare
5,065
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
73
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Perkembangan dan pertumbuhan bayi Perkembangan dan pertumbuhan bayi Document Transcript

    • 5   BAB II KAJIAN TEORIA. FISIOLOGI PERKEMBANGAN BAYI USIA 0 – 6 BULAN Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup 2 keadaan yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Seperti dijelaskan oleh Soetjiningsih, 1995, mengenai pengertian pertumbuhan dan perkembangan secara definisi adalah sebagai berikut : 1. Pertumbuhan Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam kuantitas seperti misalnya : besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingakat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik. Pada dua bulan kehamilan pertama, terjadi proses diferensiasi berbagai organ, seperti mata, tangan, dan telinga. Setelah mencapai tujuh bulan usia kehamilan, biasanya disebut masa pertumbuhan dalam kandungan. Pada masa pertumbuhan hingga kelahiran bayi, berat janin kira – kira 500 kali lipat. Bila pada usia 9 minggu berat janin kira – kira 6,7 gram, maka pada waktu lahir menjadi sekitar 3500 gram. Bayi orang Indonesia berat lahirnya 
    • 6   rata – rata mencapai 300 gram. Pertambahan berat badan ibu hamil diperkirakan mencapai 12,5 kilogram. Akan tetapi, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pertambahan berat badan ibu masih dianggap normal bila berkisar antara 6,5 – 16,5 kilogram. Dengan mengetahui pertambahan berat badan ibu selama hamil, dapat diperkirakan berat badan bayi lahir. Beberapa kondisi, seperti kesehatan dan keperluan zat- zat gizi yang kurang mendapat perhatian selama kehamilan, dapat mengakibatkan bayi dilahirkan dengan berat badan rendah (BBLR), yaitu berat badan lahir 2500 gram atau kurang 2. Perkembangan Perkembangan (development) merupakan perubahan dalam kualitas misalnya bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan berkaitan terhadap fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ atau individu. Untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologinya. Tingkat tercapainya potensi biologi seseorang, merupakan hasil interaksi berbagi faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, 
    • 7   lingkungan bio – fisiko – sosial dan perilaku. Proses yang unik dari hasil akhir yang berbeda – beda akan memberikan ciri tersendiri pada setiap anak..B. Tumbuh Kembang Anak 1. Pertumbuhan dan perkembangan janin Dalam pertumbuhan dan perkembangan janin maka dapat dibedakan dalam perkembangan somatik, perkembangan neurologis dan perkembangan perilaku janin. a) Perkembangan Somatik Perkembangan somatik janin dapat dipilahkan dalam masa embrio, dan masa janin. 1) Masa Embrio Implantasi dimulai enam hari paska pembuahan. Embrio terdiri dari masa sel sferis dengan rongga sentral (blastokista). Setelah 2 minggu, implantasi selesai dan sirkulasi uteroplasenta dimulai. Embrio mempunyai 2 lapisan yang terpisah, yaitu endodermis dan eksodermis, serta amnion yang sudah mulai terbenttuk. Setelah 3 minggu, lapisan benih utama yang ketiga (mesoderm) telah muncul, bersama dengan neural tube dan pembuluh darah primitif dan jantung telah mulai memompa. 
    • 8   Setelah minggu ke 4 dan minggu ke 8, pelipatan lateral lapisan embriologis, diikuti dengan pertumbuhan pada ujung cranial dan kaudal serta pembentukan kuncup tangan dan kaki menghasilkan bentuk seperti manusia. Pada akhir minggu ke 8, ketika mendekati masa embrional, sistem – sistem organ besar yang belum sempurna telah berkembang. Rata – rata berat embrio 9 gr dan panjang dari kepala ke pantat 5 cm. Kejadian – kejadian penting sebelum kelahiran digambarkan pada table 2.1 Tabel 2.1 Peristiwa penting perkembangan prenatal Minggu Peristiwa Perkembangan 1 Fertilisasi dan implantasi, mulai dari masa embrional 2 Endoderm dan ektoderm muncul (embrio bilaminar) 3 Masa henti menstruasi pertama, mesoderm muncul (embrio trilaminar), somit mulai dibentuk 4 Fusi neural fold pelipatan embrio ke dalam bentuk manusia, tunas lengan dan kaki muncul, panjang kepala samapai pantat 21 – 23 mm 5 Plokade lensa, mulut primitif, garis jari pada tangan 6 Hidung primitif,filtrum, palatrum primer, panjang kepala sampai pantat 21 – 23 mm 7 Kelopak mata mulai 8 Ovarium dan testis dapat dibedakan 9 Masa janin mulai, panjang kepala sampai pantat 5 cm, berat 8 gr 10 Genetalia eksterna dapat dibedakan 20 Batas kehidupan bawah biasa, berat 460 gr, 
    • 9   panjang 19 cm 25 Trimester 3 dimulai, berat 900 gr, panjang 25 cm 28 Mata membuka, janin memutar kepala ke bawah, berat 1300 gr 38 Cukup bulan 2) Masa Janin Dari minggu ke 9 dan selanjutnya, perubahan somatik terdiri dari pertumbuhan jumlah dan ukuran sel serta perubahan kembali struktur beberepa sistem organ. Perubahan proporsi tubuh digambarkan pada gambar 2.1 Pada minggu ke 10, wajah mulai dapat dikenali sebagai manusia. Pada minggu ke 12, gender genetalia eksterna dapat dibedakan dengan jelas. Perkembangan paru terjadi dengan pembentukan tunas bronchus, bronchioles dan selanjutnya bercabang semakin kecil. Pada minggu ke 20 sampai minggu ke 24, alveolus primitife dan produksi surfaktan telah dimulai. Selama trimester ke 3, berat janin 3 kali lipat dan panjang menjadi 2 kali lipat sebagai penyimpanan protein tubuh, lemak, zat besi dan kalsium 
    • 10   Gambar 2.1 Perubahan proporsi tubuh dari janin sampai dewasa b) Perkembangan Neurologis Selama minggu ke 3, lapisan neural muncul pada permukaan eksodermal dan tiga lapisan embrio. Pelipatan ke dalam menghasilkan neural tube yang akan menjadi sistem saraf perifer. Pada minggu ke 5, tampak 3 subdivisi utama otak ke depan, otak tengah dan otak belakang. Kornu dorsalis dan ventralis medulla spinalis telah mulai terbentuk, bersama dengan saraf motorik dan sensorik perifer. Meilinisasi mulai pada pertengahan kehamilan dan berlanjut sampai usia 2 tahun pertama. Pada akhir masa embrio (1-8 minggu) banyak struktur sistem saraf kasar yang sudah mulai terbentuk, sehingga menyebabkan susunan saraf pusat rentan terhadap pengaruh teratogenik dan hipoksif selama kehamilan 
    • 11   c) Perkembangan prilaku janin Kontraksi otot mulai muncul untuk pertama kali pada sekitar minggu ke 8, segera diikuti gerakan fleksi lateral. Pada minggu ke 13-14, gerakan bernafas dan menelan, serta stimulasi taktil menimbulkan gerakan yang lembut. Reflek menggenggam tampak pada minggu ke 17 dan berkembang dengan baik pada minggu ke 27, mata membuka terjadi sekitar minggu ke 26 Selama trimester ketiga, terdapat tiga keadaan prilaku janin yang tampak jelas digambarkan : (1). Pasif dengan sedikit gerakan mata dan sedikit variasi frekuensi jantung, (2). Gerakan mata terus menerus dengan ledakan aktivitas tubuh dan percepatan frekuensi jantung, (3). Gerakan mata dan tubuh terus menerus dengan takikardia. Sistem organ merupakan masa yang paling rapuh selama masa pertumbuhan dan diferensiasi maksimum, pada umumnya selama trimester pertama Setiap individu mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan semasa (masa organogenesis) 2. Perkembangan Berat Badan Masa Neonatus Berat badan bayi lahir dapat turun sampai 10% di bawah berat badan lahir pada minggu pertama yang disebabkan oleh eksresi cairan ekstravaskuler yang berlebihan makan makanan yang kurang. Masukan makanan membaik ketika kolostrum diganti dengan susu yang lebih berlemak, bayi telah dapat 
    • 12   menghisap lebih efisien dan ibu menjadi lebih nyaman dalam teknik pemberian makan. Berat badan bayi harus bertambah lagi atau melebihi berat badan lahir pada saat berumur 2 minggu dan harus bertambah kira – kira 30 gr/ hari selama bulan pertama. Bayi lahir akan langsung menangis sebagai tanda dimulainya pernapasan secara aktif. Selama minggu pertama, bila bayi tidur terlentang maka posisi kepala akan menengok ke satu sisi, lengan sisi searah akan ekstensi eksorotasi sedangkan lengan sisi berlawanan akan fleksi. Pada bulan pertama, adanya suara atau gerakan yang mendadak dapat membuat tubuh bayi menjadi kaku kemdian menangis serta menggerakan lengannya kearah atas dan bawah. Kontrol muskuler bayi baru lahir sangat lemah. Pada posisi tengkurap terkadang bayi dapat mengangkat kepalanya perlahan, tetapi apabila diberikan posisi duduk, kepala akan menengok ke satu sisi, lengan sisi searah akan ekstensi eksorotasi sedangkan lengan sisi berlawanan akan fleksi. Gerakan – gerakan bayi sering kali tidak terkontrol, kecuali pandangan mata, pergerakan mata, pergerakan kepala dan penghisapan. Senyum terjadi tanpa keinginan sendiri. Menangis terjadi dalam responnya terhadap rangsangan yang jelas kelihatan misalnya popoknya basah, tetapi sering kali tidak jelas. Puncak menangis secara normal sekitar usia 6 minggu. Apabila diberi rangsangan berlebihan, mereka dapat menenangkan diri sendiri dengan memandang ke sudut lain, menguap atau menghisap bibir atau 
    • 13   jari mereka. Dengan cara demikian dapat dapat menaikkan aktifitas saraf parasimpatis dan mengurangi aktifitas saraf simpatis. Keadaan tingkah laku tersebut menentukan tonus otot bayi, gerakan spontan, pola ensefalogram dan respm terhadap rangsangan.C. PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI 1. Pengertian Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonates). Berat badan digunakan untuk mendiagnosis bayi normal atau BBLR. Berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik dan dasar perhitungaan dosis obat dan makanan. Penentuan berat badan dilakukan dengan cara menimbang (Supariasa, 2002) Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak : a) Faktor Dalam (internal) 1) Ras / etnik atau bangsa Anak yang dilahirkan dari ras / bangsa Eropa akan berbeda dengan orang Indonesia atau bangsa lainnya. 
    • 14   2) Keluarga Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek 3) Umur Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja 4) Jenis Kelamin Fungsi dari reproduksi pada anak berkembang lebih cepat daripada laki- laki. Tetapi, setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan laki- laki akan lebih cepat. 5) Genetik Faktor genetik akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan kematangan tulang, alat seksual, serta saraf sehingga merupakan modal dasar dalam mencapai akhir proses pertumbuhan dan perkembangan 6) Kelainan Kromosomn Kelaianan kromosom umunya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada Syndroma Down’s. 
    • 15   b) Faktor Luar (eksternal) 1) Faktor Prenatal (a) Gizi, nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama selama trimester akhir kehamilan (b) Mekanis Posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan congenital, misalnya club foot (c) Toksin/ zat kimia, radiasi (d) Kelaian endokrin (e) Infeksi TORCH atau penyakit menular seksual (f) Kelainan imunologi (g) Psikologis ibu 2) Faktor persalinan / kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forceps dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinnya kerusakan jaringan otak. 3). Faktor Pascanatal (a) Gizi Tumbuh Kembang bayi diperlukan zat makanan yang adekuat (b) Lingkungan fisik dan kimia 
    • 16   Lingkungan merupakan tempat anak hidup sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider) (c) Psikologis (d) Penyakit kronis / kelainan congenital (e) Endokrin (f) Sosio - ekonomi (g) Lingkungan pengasuhan Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu dan anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. (h) Stimulasi Perkembangan memerlukan rangsangan / stimulasi khususnyta dalam keluarga, misalnya penyedia alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak (i) Obat- obatan Bayi berat lahir rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor : 1. Faktor- faktor yang berkaitan dengan ibu seperti : umur ibu, umur kehamilan, paritas, berat badan dan tinggi badan, status gizi (nutrisi), anemia, kebiasaan minum alcohol, dan merokok. Penyakit keadaan - keadaan tertentu waktu hamil (misalnya anemia, perdarahan dan lain- lain), jarak kehamilan, kehamilan ganda, riwayat abortus. 2. Faktor janin meliputi kehamilan kembar dan kelainan bawaan 
    • 17   3. Faktor bayi seperti jenis kelamin dan ras 4. Faktor lingkungan seperti : pendidikan, pengetahuan ibu, pekerjaan,status soaial ekonomi dan budaya 2. Perkembangan Berat Badan Bayi Normal Tabel 2. 2. Perkembangan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan Umur Laki – laki Perempuan Berat Badan Tinggi badan Berat Badan Tinggi Badan 0 bulan 3300 gram 49 cm 3200 gram 49,1 cm 2 bulan 4500 gram 54,7 cm 4200 gram 53,7 cm 3 bulan 6400 gram 61,4 cm 5800 gram 59,8 cm 4 bulan 7000 gram 63,9 cm 6400 gram 62,1 cm 5 bulan 7500 gram 65,9 cm 6900 gram 64,0 cm 6 bulan 7900 gram 67,6 cm 7300 gram 65,7 cm a) Pertumbuhan dan perkembangan pada usia 1 sampai 3 bulan Bayi mulai memandangi tangan dan memusatkan perhatian pada mainan di depannya. Bayi dapat membuka tangan untuk mengambil mainan, menjatuhkan dan memegang kembali dalam waktu sebentar. Apabila bayi digendong pada posisi tegak, kepala tidak lagi jatuh ke depan melainkan telah dapat dipertahankan agar selalu dalam posisi tegak. 
    • 18   b) Pertumbuhan dan perkembangan umur 2,5 bulan sampai 3,5 bulan Bayi mulai lebih tertarik dengan lingkungan sekitarnya, tetapi masih terpusat pada orang tuanya. Dia dapat memfokuskan pandangannya pada obyek berwarna cerah dan mengikuti dengan pandangan mata dan mengikuti dengan pandangan mata dari satu sisi ke sisi yang lain. Bayi tampak lebih aktif bergerak. Reflek awal yang membatasi gerakan secara disadari/ voluntair mulai berkurang. Hilangnya reflex tonus leher asimetris menyebabkan bayi dapat berguling dan juga mulai meneliti benda – benda pada garis tengahnya dan memainkan mereka untuk memegang benda – benda dengan keinginannya sendiri melepaskannya. Pada posisi tengkurap, bayi dapat mengangkat kepala dan menggerakan tungkainya serta dapat mengangkat dada dan kepala dengan tegak. Ketika ditempatkan pada posisi duduk, punggung masih membungkuk tetapi kepala sudah cukup kuat. Apabila dipegang pada posisi berdiri, bayi belum tegak dan tungkai masih selalu fleksi serta mengangkat satu kaki. c) Pertumbuhan dan Perkembangan umur 3,5 bulan sampai 4,5 bulan Bayi dapat tersenyum bila melihat seseorang terkadang dengan mengeluarkan suara mulut atau tenggorokan. Dia suka melihat sekitarnya 
    • 19   dengan mengangkat kepala mengikuti arah suara. Warna yang cerah masih lebih menarik untuk dilihat dan diperhatikan dibandingkan dengan warna yang lain. Pada saat tidur tengkurap bayi lebih suka memiringkan lehernya pada satu sisi, dan bila sudah terlalu lama maka dia akan memutar lehernya pada satu sisi yang lain. Bayi telah dapat mengontrol otot untuk menyangga lengan dan tungkainya dengan lebih baik. Apabila mendengar suara bel disebelahnya, bayi akan tertarik dan menggerakkan kepala, bahu dan lengannya. Hal ini merupakan awal koordinasi antara gerakan mata dan tubuh. Jari saling menyentuh dan bermain tangan, serta dimasukkan ke dalam mulut untuk dihisap. Pada saat dipegang pada posisi tegak Tumbuh kembang bayi tak sama karena dipengaruhi interaksi faktor tersebut selama beberapa saat. d) Pertumbuhan dan Perkembangan umur 4,5 sampai 5,5 bulan. Pada usia ini bayi mulai mencoba mengenal lingkungan sekitarnya dengan menggunakan mata, jari – jari, tangan dan mulutnya. Dimulai dengan menghisap jarinya, kemudian mencari sesuatu yang tampak disekitarnya untuk dimasukkan ke dalam mulut, seperti misalnya mainan, kaki atau jempol kaki. Bayi pada usia ini dapat juga mempelajari badan mereka sendiri, mulai memandang tangannya dengan serius, berbicara, meniup gelembung 
    • 20   dan memegang telinga, pipi dan alat kelaminnya. Pengenalan ini memperlihatkan tingkah awal dalam pemahaman sebab dan akibat, seperti yang dipelajari bayi bahwa gerakan otot dengan kemauan sendiri menghasilkan rabaan yang diperkirakan dengan sensasi penglihatan. Otot punggung mulai kuat dan dapat duduk dengan tegak dengan disangga. Bayi mulai dapat merangkak, tetapi masih terbatas karena kurang kuatnya kemampuan untuk mengangkat perut dari atas matras. e) Pertumbuhan dan Perkembangan usia 5,5 sampai 6,5bulan Pada periode ini ditandai dengan adanya peningkatan kekuatan dan aktifitas bayi. Bayi dapat berguling dari posisi terlentang, dan dapat menyangga tubuhnya dengan tangannya serta menahan posisi kepala tegak dengan dada terangkat. Terkadang juga dapat menyangga tubuhnya dengan satu tangan saat meraih benda dengan tangan satunya. Bayi akan memberikan respon terhadap suara dengan mengangkat kepalanya, atau dengan perubahan ekspresi dan menghentikan aktifitasny. Kemampuan bersosialisasi semakin baik, dia akan memandangi orang yang memasuki ruangan. Dan akan berteriak – teriak apabila ditnggal sendiri. Apabila bayi melihat benda yang dijatuhkan, akan cepat menyerah jika bendanya tidak kelihatan. ( Hellburg Teodor, 2005) 
    • 21  D. Massage 1 Pengertian Massage adalah sentuhan atau tekanan yang akan merangsang peredaran darah dan menambah energi. Massage merupakan kebutuhan yang sama pentingnya pada bayi sebagaimana kebutuhan lain seperti makan dan minum. Massage merupakan alat komunikasi untuk menjalin ikatan emosional antara orang tua dan bayinya. Para orang tua kita telah melakukan pemijatan pada bayinya, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan, melemaskan otot ataupun kalau bayinya demam, meskipun para orang tua kita belum mengetahui dengan pasti manfaatnya, jadi bisa dikatakan lebih kepada tradisi atau kepercayaan. Dalam pengembangan massage penulis ingin mengenalkan bahwa ada beberapa cara atau metode diantaranya. 2 Metode Massage a. Perahan cara India Arah pijatan cara India ialah pijatan yang menjauhi tubuh. Guna pemijatan cara ini adalah untuk relaksasi atau melemaskan otot. Dengan gerakan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergantian dan berulang – ulang seolah memerah susu sapi (Utami Roesli, 2002) b. Perahan cara Swedia Arah pijatan cara Swedia adalah dari pergelangan tangan kearah badan. Pijatan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru – 
    • 22   paru. Dengan gerakan tangan kanan dan kiri terapis secara bergantian mulai dari pergelangan tangan kanan bayi kearah pundak. Kemudian lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi kearah pundak (Roesli.2002). c. Pijat tradisional cara Jawa Pemijatan terhadap anak kecil, yakni bayi sampai dengan balita, disebut dadah. Istilah pijat memang tidak terlalu cepat, karena pada bayi misalnya, sama sekali tidak boleh dipijat tetapi hanya dipegang – pegang saja. Pemijatan harus selalu dilakukan dari bagian – bagian badan yang letaknya berjauhan dari letak jantung. Misalnya, bagian ujung kaki dulu, atau ujung jari dulu. Ada bagian – bagian tubuh bayi yang harus diperlakukan dengan ekstra hati – hati. Bagian – bagian itu kepala, terutama disekitar ubun – ubunnya. Sepanjang tulang belakang juga tergolong bagian yang rawan. Dan terakhir daerah dada ( Roesli.2002). d. Pijat Cina Pijat adalah tentang sentuhan. Ingatlah bahwa energi seorang anak mudah dicapai, dan pijat yang dilakukan tidak membutuhkan tekanan kuat agar efektif (Roesli, 2002) 1) Teknik Tekan, teknik ini melibatkan penggunaan tekanan ringan dan diam pada titik tertentu. Dengan menggunakan ibu jari, jari tengah atau telapak tangan untuk menekan titik 
    • 23   2) Teknik Dorong, menggunakan jari – jari tunggal atau kombinasi ibu jari, telunjuk dan jari tengah dan sisi telapak tangan untuk mendorong dengan kuat pada arah yang berhubungan dengan titik. Teknik ini harus ringan dan cepat dan bergerak searah membentuk garis sepanjang titik atau meridian lain. 3. Teknik Massage a. Effleurage Effleurage adalah salah satu gerakan utama dalam pijat dan bisa dilakukan di bagian tubuh manapun. Itu menunjukkan awal dan akhir pijatan dan bisa dilakukan sebelum atau sesudah usapan yang lain dan memudahkan pemijat untuk menggosokkan aliran gerakan satu ke gerakan yang lain. b. Friksi Friksi adalah salah satu gerakan yang menggunakan lingkaran ibu jari (walaupun ujung jari, buku – buku jari atau bahkan siku juga bisa digunakan). Otot digerakkan berlawanan dari tulang dengan gerakan sirkular dari lingkaran ibu jari. c. Petrissage Petrissage adalah sebuah gerakan kuat yang memungkinkan untuk memijat otot dan merupakan gabungan dari empat gerakan yaitu picking – up, wringing, squeezing, dan rolling. 
    • 24   d. Tapotement Tapotement merupakan serangkaian tindakan memijat ringan yang dilakukan dengan tangan secara bergantian secara tepat. Ada dua pijatan perkusi utama yaitu cupping dan hacking. e. Vibrasi dan Goyangan Vibrasi adalah gerakan bergetar yang lembut pada jaringan, yang dilakukan oleh tangan atau jari – jari. Goyangan (shaking) adalah gerakan yang mencakup area yang lebih luas dan dlikakukan dengan lebih kuat.E. MASSAGE BAYI 1. Pengertian Massage bayi merupakan Terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Massage bayi telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia temasuk di Indonesia, dan diwariskan secara turun – temurun, dan merupakan salah satu stimulus sentuhan (touch) yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi (Roesli, 2002) Massage bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktikkan sejak berabad – abad tahun silam secara turun – temurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi adalah anak yang berumur 0 – 12 bulan (Roesli, 2001). 2. Manfaat 
    • 25   1) Secara Langsung a. Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan. b. Mengurangi kembung dan kolik. c. Memberi efek nyaman pada bayi, memberikan respon relaksasi dan mengurangi stress. 2) Secara Tidak Langsung a. Meningkatkan kenaikan berat badan b. Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan c. Dapat merangsang peningkatan volume air susu ibu( Roesli, 2001) 3. Tujuan a. Memperbaiki sistem sirkulasi darah dan pernapasan b. Dapat menambah nafsu makan, sehingga menambah berat badan pada sang anak c. Dapat membantu merelaksasikan otot – ototnya d. Membantu mengatasi gangguan tidur 4. Efek Fisiologis a. Meningkatkan daya tahan tubuh b. Melancarkan sirkulasi darah c. Mengoptimalkan interaksi sosial antara bayi dan orang tuanya d. Mengurangi depresi dan ketegangan e. Merelaksasikan otot – otot bayi. 
    • 26   5. Efek Teraupetik a. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan berat badan bayi b. Merelaksasikan otot dan persendian bayi c. Membantu menjamin otot – ototnya berfungsi dengan baik d. Membantu mencegah terjadinya keseleo pada bayi. 6. Indikasi Massage Bayi a. Meningkatkan jumlah dan sitotoksisitas dari sistem immunitas (sel pertumbuhan alam). b. Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan. c. Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan. d. Meningkatkan kenaikan berat badan. e. Membuat tidur lelap. f. Mengurangi kembung dan kolik. 7. Kontra indikasi Massage Bayi a. Memijat setelah makan b. Membangunkan bayi setelah dipijat c. Memijat saat bayi sakit d. Memijat saat bayi tidak mau dipijat e. Memaksakan posisi tertentu pada pemijatan 8. Hal – hal yang perlu diperhatikan a. Memandang bayi dengan pancaran kasih sayang 
    • 27   b. Bernyanyi / putar lagu – lagu yang tenang / lembut untuk membantu menciptakan suasana tenang selama massage c. Awali dengan sentuhan ringan, kemudian secara bertahap ditingkatkan penekanannya. d. Sebelum dilakukan massage lumuri bayi dengan baby oil / lotion sesering mungkin e. Massage sebaiknya diawali dari kaki, perut, dada, tangan, muka, punggung f. Mandikan bayi ± 30 menit setelah dimassage agar segar dan bersih dari baby oil jika dilakukan pada malam hari dilap saja dengan air hangat g. Hindarkan bayi dari baby oil / lotion agar tidak terkena mata. 9. Prosedur Pelaksanaan Massage Bayi Setiap gerakan pada tahap pemijatan ini dapat diulang sebanyak enam kali, dan diperhatikan juga cara pemijatan sesuai dengan usia bayi a. 0 – 1 bulan, dengan gerakan usapan halus (stroking) b. 1 – 6 bulan, gerakan halus disertai dengan tekanan ringan c. 3 – 3 tahun, secara bertahap tambahkanlah tekanan dengan ditekan. d. Frekuensi yang diberikan 2 kali seminggu selama 3 minggu. e. Dengan waktu yang diperlukan 20 – 30 menit 
    • 28   f. Pemijatan yang dilakukan lebih ditujukan pada pijatan perut yang bekaitan dengan peningkatan berat badan pada bayi normal usia 0 – 6 bulan. 10. Prosedur dan dosis Pijat bayi dilakukan oleh 3 komponen yaitu Fisioterapi, Bayi dan orang tua atau keluarga. Sebagai pemanasan bayi diberikan pelukan dan ciuman oleh orang tua atau Fisioterapi supaya bayi bisa berinteraksi dan mengenal lingkungan. Prosedur pijat bayi dilakukan dalam posisi terlentang dan tengkurap a. Persiapan sebelum massage 1) Tangan harus bersih, kuku pendek dan perhiasan tidak akan menggores. 2) Ruangan yang hangat dan menyenangkan. 3) Bayi sudah selesai makan atau sedang tidak lapar. 4) Duduklah dengan posisi nyaman. 5) Baringkan bayi dipermukaan yang rata dan lembut 6) Menyiapka handuk, popok, baju ganti, dan minyak bayi, (baby oil/lotion) b. Selama melakukan massage, dianjurkan hal – hal berikut ini : 1) Minta izin pada bayi 2) Pertahankan hubungan mata dengan bayi 
    • 29   3) Menyanyilah atau bicara lembut 4) Memulailah dengan sentuhan ringan 5) Tanggaplah akan isyarat – isyarat bayi 6) Jika bayi menangis, cobalah untuk menenangkannya sebelum melanjutkan massage. Jika bayi menangis lebih keras hentikanlah massage. 7) Mandikan bayi (berdasarkan suhu tubuh) setelah massage berakhir 8) Hindarkan mata bayi dari baby oil/ lotion.11. Teknik Massage a. Kaki 1) Perahan dari atas ke bawah a) Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti memegang pemukul soft ball b) Gerakan tangan kebawah secara bergantian, seperti memerah Gambar 2.2 Teknik massage kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 56 
    • 30   2) Peras dan putar a) Pegang kaki bayi pada pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan b) Peras dan putar kaki bayi dengan lembut dimulai dari pangkal paha kearah mata kaki. Gambar 2.3 Teknik massage peras dan putar kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 56 3) Telapak kaki a) Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju jari – jari diseluruh telapak kaki 
    • 31   Gambar 2.4 Teknik massage Telapak Kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 57 4) Tarikan lembut jari a) Pijatlah jari – jarinya satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki, diakhiri dengan kasih sayang yang lembut pada tiap ujung jari. Gambar 2.5 Teknik massage Jari kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 57 5) Titik Tekanan 
    • 32   a) Tekan – tekanlah kedua ibu jari secara bersamaan diseluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari – jari Gambar 2.6 Teknik massage Tekan kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 58 6) Punggung Kaki a) Dengan mempergunakan kedua ibu jari secara bergantian pijatlah punggung kaki dari pergelangan kaki kearah jari – jarin secara bergantian Gambar 2.7 Teknik massage Punggung kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 58 7) Peras dan Putar pergelangan kaki 
    • 33   a) Buatlah gerakan seperti memeras dengan mempergunakan ibu jari dan jari – jari lainnya dipergelangan kaki bayi Gambar 2.8 Teknik massage Pergelangan kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 59 8) Gerakan Menggulung a) Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda b) Buatah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki Gambar 2.9 Teknik massage menggulung kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 59 
    • 34   9) Gerakan Akhir a) Setelah gerakan a sampai i dilakukan pada kaki kanan dan kiri rapatkan kedua kaki bayi b) Letakkan kedua tangan anda secara bersamaan pada pantat dan pangkal paha c) Usapkan kedua kaki bayi dengan tekanan lembut dari paha kearah pergelangan kaki, ini merupakan gerakan akhir bagian kaki Gambar 2.10 Teknik massage Gerakan Akhir kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 60 b. PERUT Catatan hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk 1) Mengayuh Sepeda a) Letakkan gerakan memijat pada perut bayi pada seperti mengayuh pedal sepeda dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri. 
    • 35   Gambar 2.11 Teknik massage mengayuh sepeda pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 60 2) Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat a) Angkat kedua kaki bayi dengan salah satu tangan b) Dengan tangan yang lain pijat perut bayi dari perut bagian atas sampai kejari – jari kaki Gambar 2.12 Teknik massage Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat Sumber : Prasetyono, 2009, 61 3) Ibu jari kesamping a) Letakkan kedua ibu jari disamping kanan kiri pusar perut 
    • 36   b) Gerakan kedua ibu jari kearah tepi perut kanan dan kiri Gambar 2.13 Teknik massage ibu jari kesamping pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 61 4) Bulan – Matahari a) Buat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas kemudian kembali ke daerah kanan bawah (seolah membentuk gambar matahari M), gunakan tangan kanan untuk membuat gerakan setengah lingkaran mulai dari bagian kanan bawah perut bayi sampai bagian kiri perut bayi (seolah membentuk gambar bulan B), tangan kiri selalu membuat bulatan penuh (matahari) sedangkan tangan kanan akan membuat gerakan setangah lingkaran (bulan) 
    • 37   Gambar 2.14 Teknik massage Bulan – Matahari pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 62 5) Gerakan I LOVE YOU Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari – jari tangan kanan membentuk huruf “I”, kemudian pijat membentuk huruf “L” terbalik, mulai dari kanan atas ke kiri bawah, kemudian pijat membentuk huruf “U” terbalik, mulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas, kemudian ke kiri, ke bawah dan berakhir di perut kiri bawah Gambar 2.15Teknik massage I LOVE U pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 63 6) Jari – jari berjalan a) Letakkan ujung jari – jari satu tangan pada perut bayi bagian kanan b) Gerakan jari – jari pada perut bayi bagian kanan ke bagian kiri, guna mengeluarkan gelembung – gelembung udara 
    • 38   Gambar 2.16 Teknik massage Jari berjalan pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 63 c. Dada 1) Jantung Besar a) Buatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan kedua telapak tangan anda dari tengah dada ke atas, kesamping luar, kembali ke tengah dada Gambar 2.17 Teknik massage Jantung besar pada dada bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 64 2) Kupu – kupu 
    • 39   a) Buatlah gerakan kupu – kupu dimulai dengan tangan kanan membuat gerakan menyilang dari tengah dada kearah bahu kanan dan kembali ke ulu hati, dan bergantian dengan tangan kiri Gambar 2.18 Teknik massage Kupu – kupu pada dada bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 64 d. Tangan 1) Perahan dari atas ke bawah a) Peganglah lengan bayi bagian pundak dengan tangan kanan seperti memegang pemukul soft ball, tangan kiri memegang pergelangan tangan bayi, gerakan tangan kanan mulai dari bagian pundak ke arah pergelangan tangan, kemudian gerakkan tangan kiri dari pundak kearah pergelangan tangan, demikian seterusnya gerakkan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergantian dan berulang – ulang seolah memerah susu sapi 
    • 40   Gambar 2.19 Teknik massage dari atas ke bawah pada tangan bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 65 2) Peras dan Putar Cara ini adalah dengan menggunakan kedua tangan secara bersamaan a) Peras dan putar lengan bayi dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan Gambar 2.20 Teknik massage Peras dan putar pada tangan bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 65 3) Membuka Tangan 
    • 41   a) Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari dari pergelangan tangan kearah jari – jari Gambar 2.21 Teknik massage membuka tangan pada bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 66 4) Putar Jari – jari a) Pijat lembut jari bayi satu persatu menuju kearah ujung jari dengan gerakan memutar b) Akhirilah gerakan ini dengan tarikan lembut pada tiap ujung jari Gambar 2.22 Teknik massage Putar jari – jari pada tangan bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 66 5) Punggung Tangan 
    • 42   a) Letakkan tangan bayi diantara kedua tangan anda b) Usap punggung tangannya dari pergelangan tangan kearah jari – jari dengan lembut Gambar 2.23 Teknik massage Punggung tangan pada tangan bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 67 6) Peras dan Putar Pergelangan Tangan a) Peraslah sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan jari telunjuk Gambar 2.24 Teknik massage peras dan putar pada tangan bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 67 
    • 43   7) Gerakan Menggulung a) Peganglah lengan bayi bagian atas / bahu dengan kedua telapak tangan b) Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju ke arah pergelangan tangan / jari – jari Gambar 2.25 Teknik massage Menggulung pada tangan bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 68 e. Muka Umumnya tidak diperlukan minyak untuk daerah muka 1) Dahi : Menyeterika dahi a) Letakkan jari – jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi b) Tekanan jari – jari anda dengan lembut mulai dari tengah dahi keluar kesamping kanan dan kiri seolah menyeterika dahi atau membuka lembaran buku c) Gerakan kebawah kedaerah pelipis, buatlah lingkaran – lingkaran kecil didaerah pelipis kemudian gerakan kedalam melalui daerah pipi dibawah mata 
    • 44   Gambar 2.26 Teknik massage Menyeterika dahi pada muka bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 68 2) Alis : Menyeterika Alis a) Letakkan kedua ibu jari anda kedua alis mata b) Gunakan kedua ibu jari untuk memijat secara lembut pada alis mata dan diatas kelopak mata dari tengah kesamping seolah menyeterika alis Gambar 2.27 Teknik massage Menyterika alis pada muka bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 69 3) Hidung : Senyum I a) Letakkan kedua ibu jari anda pada pertengahan alis 
    • 45   b) Tekankan ibu jari anda pada pertengahan alis melalui tepi hidung kearah pipi dengan membuat gerakan ke samping dan keatas seolah membuat bayi tersenyum Gambar 2.28 Teknik massage Senyum I pada muka bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 69 4) Mulut bagian atas : Senyum II a) Letakkan kedua ibu jari anda diatas mulut dibawah sekat hidung b) Gerakkan kedua ibu jari anda dari tengah kesamping dan keatas kedaerah pipi seolah membuat bayi tersenyum Gambar 2.29 Teknik massage Senyum II pada muka bayi 
    • 46   Sumber : Prasetyono, 2009, 70 5) Mulut bagian bawah : Senyum III a) Letakkan kedua ibu jari anda ditengah dagu b) Tekankan dua ibu jari pada dagu dengan gerakan dari tengah kesamping kemudian keatas kearah pipi seolah membuat bayi tersenyum Gambar 2.30 Teknik massage Senyum III pada muka bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 70 6) Lingkaran kecil dirahang a) Dengan jari kedua tangan buatlah lingkaran – lingkaran kecil di daerah rahang bayi 
    • 47   Gambar 2.31 Teknik massage Lingkaran kecil dirahan pada muka bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 71 7) Belakang Telinga a) Dengan mempergunakan ujung – ujung jari, berikan tekanan lembut pada daerah belakang telinga kanan dan kiri b) Gerakan kearah pertengahan dagu dibawah dagu Gambar 2.32 Teknik massage di belakang telinga bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 71 f. PUNGGUNG 1) Gerakan maju mundur (kursi goyang) a) Tengkurapkan bayi melintang didepan anda dengan kepala di sebelah kiri dan kaki disebelah kanan anda b) Pijatlah sepanjang punggung bayi dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan, dari bawah leher sampai kepantat bayi lalu kembali lagi ke leher 
    • 48   Gambar 2.33 Teknik massage Maju mundur pada punggung bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 71 2) Gerakan Menyeterika a) Pegang pantat bayi dengan tangan kanan b) Dengan tangan kiri pijatlah mulai dari leher kebawah sampai bertemu dengan tangan kanan yang menahan pantat bayi seolah menyeterika punggung Gambar 2.34 Teknik massage Menyeterika pada punggung bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 72 3) Gerakan menyeterika dan memgangkat kaki 
    • 49   a) Ulangi gerakan menyeterika punggung hanya kali ini tangan kanan memegang kaki bayi dan gerakan dilanjutkan sampai ke tumit kaki bayi Gambar 2.35 Teknik massage Mengangkat kaki pada punggung bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 72 4) Gerakan Melingkar a) Dengan jari – jari kedua tangan anda , buatlah gerakan – gerakan melingkar dari bahu sampai pantat bayi Gambar 2.36 Teknik massage Melingkar pada punggung bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 73 
    • 50   5) Gerakan Menggaruk a) Buatlah gerakan menggaruk dengan kelima jari – jari tangan ke bawah memanjang sampai pantat bayi Gambar 2.37 Teknik massage Menggaruk pada punggung bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 73F. PROSES FISIOTERAPI Proses fisioterapi merupakan rangakaian kegiatan yang dilakukan oleh fisioterapi untuk menghasilkan kriteria keberhasilan yang diharapkan dalam pemberian terapi. Maka dalam pelayanan fisioterapinya memerlukan suatu proses yang meliputi langakah – langkah sebagai berikut : 1 Pengkajian a. Anamnesa Anamnesa adalah cara pengumpulan data dengan jalan Tanya jawab antara terapis dengan sumber data. Anamnesa dilakukan secara 
    • 51   allowanamnesa kepada orang tua atau keluarga bayi yang diperiksa, meliputi : 1 Identitas bayi dan identitas orang tuanya. 2 Riwayat kelahiran 3 Prenatal, bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan atau kelahiran yang didapat selama dalam kandungan (terutama kelainan yang bersifat bawaan), misalnya ibu menggunakan obat – obatan tertentu atau ibu terkena virus toxoplasma 4 Natal, bertujuan untuk mengetahui kemungkinan cidera akibat persalinan misalnya persalinan sungsang, persalinan dengan alat bantu dapat merusak sebagian organ tubuh 5 Post natal, bertujuan untuk mengetahui kemungkinan penyakit atau cidera yang didapat setelah masa kelahiran misalnya trauma. 6 Riwayat perkembangan, bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan normal bayi sesuai usianya, meliputi perkembangan berat badan bayi. b. Pemeriksaan Fisik 1 Pemeriksaan umum, meliputi kondisi umum bayi, lingkar kepala, panjang badan, dan berat badan. 2 Pemeriksaan khusus 
    • 52   a. Gross Motor, bertujuan untuk mengetahui kemampuan bayi dalam melakukan gerakan – gerakan sebagai berikut : a) Terlentang b) Tengkurap c) Berguling d) Duduk e) Merangkak f) Berdiri g) Berjalan b. Tabel perbandingan berat badan usia normal Tabel 2.3 Perkembangan usia 0 sampai 6 bulan Umur Laki – laki Perempuan Berat Badan Tinggi badan Berat Badan Tinggi Badan 0 bulan 3300 gram 49 cm 3200 gram 49,1 cm 2 bulan 4500 gram 54,7 cm 4200 gram 53,7 cm 3 bulan 6400 gram 61,4 cm 5800 gram 59,8 cm 4 bulan 7000 gram 63,9 cm 6400 gram 62,1 cm 5 bulan 7500 gram 65,9 cm 6900 gram 64,0 cm 6 bulan 7900 gram 67,6 cm 7300 gram 65,7 cm Tabel perbandingan berat badan, Sumber : Soetjiningsih, 1995, 47 
    • 53   Bertujuan untuk mengetahui perbandingan berat badan usia saat ini dengan perbandingan usia normal. c. Problematik Fisioterapi Berdasarkan data diatas, maka problematik fisioterapinya adalah keterlambatan perkembangan berat badan bayi. d. Diagnosa Fisioterapi Problem yang bisa mewakili dari beberapa masalah yang ada dengan ditunjang data yang relevan. Diagnosa Fisioterapi yang didapat adalah keterlambatan berat badan bayi pada usia 0 – 6 bulan. 2. Program Fisioterapi a. Tujuan Intervensi Fisioterapi Guna mencapai peningkatan berat badan bayi secara optimal, maka tujuan intervensi fisioterapinya adalah : 1. Meningkatkan sirkulasi darah 2. Merelaksasikan otot dan persendian bayi 3. Mengembangkan seluruh susunan ototnya 4. Meningkatkan perkembangan berat badan bayi sesuai usianya b. Metodologi Fisioterapi Metodologi fisioterapi yang digunakan pada kondisi ini adalah massage bayi. c. Rencana Evaluasi 
    • 54   1. Evaluasi dilakukan setelah 6x terapi 2. Objek yang dievaluasi adalah perkembangan berat badan bayi sesuai dengan perkembangan usianya. 3. Kriteria keberhasilan terapi adalah Terapi bisa dinyatakan berhasil apabila bayi usia 0 – 6 bulan meningkat berat badannya. 3. Home Program Merupakan program fisioterapi yang diberikan kepada orang tua untuk dilakukan di rumah berdasarkan rencana fisioterapi yang sudah ditetapkan seperti : a. Memberikan penjelasan kepada orang tua dan keluarga tentang manfaat dan efek massage bayi. b. Mengajarkan kepada orang tua dan keluarga tentang teknik – teknik massage bayi c. Menganjurkan kepada orang tua dan keluarga supaya melakukan massage bayi pada bayinya di rumah setiap hari. 4. Penatalaksanaan Fisioterapi Dilakukan berdasarkan program yang telah ada disusun tersebut dan dibutuhkan kerja sama dan saling pengertian antara Fisioterapi dengan bayi dan orang tua. Pelaksanaan fisioterapi tidak boleh menyimpang dari program yang telah ditentukan dengan dosis : 
    • 55   Frekuensi : 2x seminggu Intensitas : Sedang Ringan : Gerakan usapan halus Sedang :Gerakan halus disertai dengan tekanan ringan Berat : Tambahkan dengan tekanan dengan ditekan ( Prasetyono, 2009, 23) Waktu : 20 – 30 menit 5. Pelaksanaan Evaluasi Evaluasi dilakukan berdasarkan rencana evaluasi yang telah disusun, dengan prinsip evaluasi yaitu membandingkan keadaan sebelumnya dengan keadaan setelah terapi.