BAB II                            TINJAUAN PUSTAKAA. Bayi Baru Lahir             Bayi baru lahir harus memenuhi sejumlah t...
2.    Periode Neonate, di mana masa ini dari pemotongan dan pengikatan tali      pusar sampai sekitar akhir minggu ke 2 da...
4. Pembuangan, ketika bayi dilahirkan barulah alat-alat pembuangan itu   berfuungsi   (Hurloc, Elizabet B., Psikologi Perk...
Gambar 2.1 : Pembentukan Dan Eksresi Bilirubin pada Bayi baru lahir                            Sel Darah Merah            ...
Hati dan kandung empedu dibentuk pada minggu keempat kehamilan    Pada bayi baru lahir, hati dapat dipalpasi sekitar 1 cm ...
sterkobilin didalam duodenum, akibat kerja flora usus, urobilinogen diekskresikan ke dalam urine dan tinja, sedangkan ster...
meningkatkan pengeluaran mekonium. Pemberian asi yang sering dan   dini akan mengakibatkan eskresi mekonium dan menurunkan...
Resiko hiperbilirubinemia meningkat, bila klem tali pusat   dilakukan lebih lambat.   Icterik fisiologi memenuhi kriteria ...
kehidupan. Bayi yang diberi ASI normalnya memiliki rata-rata puncak   konsentrasi bilirubin serum 1 – 2 mg/dl lebih tinggi...
berproses   secara   berangsur–angsur,   jarang   menyebabkan      icterusneonatorum dini, biasanya disebabkan oleh penyak...
b. Penatalaksanaan Icterus.   Tujuan pengobatan adalah mencegah agar konsentrasi bilirubin indirek   dalam darah tidak men...
Penilaian icterus dan derajat icterus dengan cara kramer yaitumembagi derajat icterus bayi baru lahir dalam 5 bagian yang ...
memberikan rangsang visual pada neonatus. Pemantauan iritasi       mata dilakukan tiap 6 jam dengan membuka penutup mata. ...
5) Kelainan gangguan minum, letargi dan iritabilitas.              6) Gangguan pada mata dan pertumbuhan.                T...
C. Menyusui          Air susu ibu ialah makanan pilihan utama untuk bayi menyusui   memberi banyak keuntungan : Nutrisi, I...
1. Kebutuhan Nutrisi pada bayi         Bayi ( 0 sampai 12 bulan ) memerlukan jenis makanan air susu ibu  ( ASI ), susu for...
d. Laktoferin yang dapat membunuh beberapa jenis organisme  e. Sel darah putih yang dapat berfungsi sebagai fagositosis  f...
Walaupun demikian, ada beberapa kendala dalam pemberian ASIyaitu puting susu masuk kedalam dan perasaan nyeri yang hebat k...
dilakukan dengan memijat dengan lembut daerah sekitar puting jangan  memakai krem pelembut atau salep, karena dapat mengha...
diperas dan ditampung untuk kemudian diberikan pada bayi dengan sedot  atau pipet. Untuk tetap mempertahankan pemberian AS...
c. Faktor kebersihan payudara  d. Faktor makanan ibu6. Pemberian susu formula/ Pasi          Pemberian susu formula merupa...
kenyamanan dan kemampuan orangtua untuk menyiapkan susu formula      dengan akurat dan aman.C. Pengetahuan.          Penge...
4. Analisis adalah kemampuan seseorang untuk menjabarkan materi kedalam      komponen-komponen didalam yang masih terkait....
baru lahir cukup bulan (masa kehamilan yang cykup), dan presentasinya lebih   tinggi pada bayi prematur. Disebut alamiah (...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Menyusui bagi anak (page15)

1,235 views
1,133 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,235
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menyusui bagi anak (page15)

  1. 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Bayi Baru Lahir Bayi baru lahir harus memenuhi sejumlah tugas perkembangan untuk memperoleh dan mempertahankan ekstensi fisik secara terpisah dari ibunya. Perubahan Biologis yang besar dan terjadi pada saat bayi baru lahir, memungkinkan transisi dari lingkungan intra uterin ke ekstra uterin. Masa Neonatal yaitu masa sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28 hari) sesudah kelahiran. Bayi adalah anak yang belum lama lahir. Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan bearat lahir 2500-4000 grm (htt:/ridwanamiruddin.wordpress.com). Perubahan ini menjadi dasar pertumbuhan dan perkembangan di kemudian hari. Perawat memainkan peran yang vital selama periode transisi ini, mereka membantu bayi baru lahir dalam menjalankan transisi yang aman ke kehidupan ekstra uterin dan membantu ibu serta orang terdekat lain, melalui masa transisi untuk menjadi orang tua. Perawat melakukan pengkajian awal pada bayi baru lahir, mengupayakan kondisi lingkungan yang mendukung perubahan, dan memantau keadaan bayi selama fase dini perubahan. Pada masa bayi baru lair (neonatal) dibagi menjadi 2 bagian yaitu : 1. Periode Partunate, di mana masa ini di mulai dari saat kelahiran sampai 15 dan 30 menit setelah kelahiran.
  2. 2. 2. Periode Neonate, di mana masa ini dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai sekitar akhir minggu ke 2 dari kehidupan pasca matur.Ciri-ciri bayi Neonatal yaitu :1. Masa bayi Neonatal merupakan periode yang tersingkat dari semua periode perkembangan. Masa ini hanya dimulai dari kelahiran sampai tali pusar lepas dari pusarnya.2. Masa bayi Neonatal merupakan masa terjadinya penyesuaian yang radikal. Masa ini di mana suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar.3. Masa Neonatal Merupakan masa terhentinya perkembagan. Ketika periode pranatal sedang berkembang terhenti pada kelahiran.4. Masa bayi Neonatal merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya. Perkemmbagan individu di masa depan akan tampak pada waktu dilahirkan.5. Masa bayi Neonatal merupakan periode yang berbahaya. Masa ini berbahaya karena sulitnya menyesuaikan diri pada lingkunga yang baru.Penyesuaian pokok yang dilakukan bayi neonatal yaitu :1. Perubahan suhu, dimana ketika di dalam rahim suhu berkisar 100°F namun suhu di luar berkisar 60°-70° F.2. Bernafas, jika tali pusar diputus maka bayi mulai harus bernafas sendiri.3. Mengisap dan menelan, bayi sudah tidak lagi memndapat makanan melalui tali pusar tetapi memperoleh makan dengan cara mengisap dan menelan.
  3. 3. 4. Pembuangan, ketika bayi dilahirkan barulah alat-alat pembuangan itu berfuungsi (Hurloc, Elizabet B., Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga Edisi lima)1. Definisi Pada kehamilan cukup bulan, berbagai sistem biologi dan anatom mencapai tingkat perkembangan dan fungsi yang memungkinkan janin memiliki eksistensi terpisah dari ibunya. Saat dilahirkan bayi baru lahir memiliki kompetensi perilaku dan kesiapan interaksi sosial. Periode neonatal yang berlangsung sejak bayi baru lahir sampai usianya 28 hari, merupakan waktu berlangsungnya perubahan fisik yang dramatis pada bayi baru lahir. (Bobak, Lowdermilk, et all, th 2005 ).
  4. 4. Gambar 2.1 : Pembentukan Dan Eksresi Bilirubin pada Bayi baru lahir Sel Darah Merah Hemoglobin Hem Globin Besi Bilirubin Plasma Protein Hati Glukoronil Tranferase Bilirubin tidak terkonjugasi + asam Glukoronat Glukoronat bilirubin terkonjugasi Diekskresi melalui feses atau urine Sumber : Whaley, wong : Essentials of Pediatric Nursing, et 4, St Louis, 1993, mosby. Hal 3702. Sistem hepatika
  5. 5. Hati dan kandung empedu dibentuk pada minggu keempat kehamilan Pada bayi baru lahir, hati dapat dipalpasi sekitar 1 cm dibawah batas kanan iga, karena hati besar dan menempati sekitar 40 % ronggaB. Fisiologi Bilirubin 1. Konyungasi Bilirubin Hati mengatur jumlah bilirubin tidak terikat dalam peredaran darah. Bilirubin ialah pigmen kuning yang berasal dari hemaglobin yang terlepas saat pemecahan sel darah merah dan mioglobin didalam sel otot. , hemaglobin difagositosis oleh sel retikuloendotelial, diubah menjadi bilirubin dan dilepas dalam bentuk tidak terkonyungasi, ini disebut bilirubin indirek, relatif tidak larut dalam air, dan hampir seluruhnya terikat dengan albumin, suatu protein plasma didalam sirkulasi. Bilirubin yang tidak terikat ini dapat meninggalkan sistem peredaran darah dan memasuki jaringan ekstra vaskuler ( kulit, sklera, dan membran mukosa mulut). Warna kuning yang timbul disebut icterus. Didalam hati, bilirubin yang tidak terikat ini, dikonyungasi oleh glukoronidase bila ada enzim glukoroniltrasferase. Bilirubin dalam bentuk konyungasi ini kemudian dikeluarkan dari sel-sel hati kedalam cairan empedu. Bilirubin ini diberi nama bilirubin direk dan larut dalam air. Bersama komponen empedu lain bilirubin direk ini diekskresikan kedalam sisterm traktus bilier (gal empedu )yang membawanya ke duodenum. Bilirubin diubah menjadi urobilinogen dan
  6. 6. sterkobilin didalam duodenum, akibat kerja flora usus, urobilinogen diekskresikan ke dalam urine dan tinja, sedangkan sterkobilin hanya diekskresikan ke dalam tinja. Bilirubin serum total ialah jumlah bilirubin terkonyungasi (direk )dan bilirubin tidak terkonyungasi (indirek). Tempat ikatan albumin (albumin binding ) serum yang adekuattersedia, kecuali jika bayi mengalami asfiksia neonatorum, cold stressatau hipoglikemia, ibu yang menggunakan obat sebelum melahirkanmisalnya sulfa dan aspirin dapat mengalami penurunan jumlah tempatikatan albumin pada bayi baru lahir, walaupun bayi baru lahir memilikikapasitas fungsional untuk mengubah bilirubin, sehingga kebanyakanbayi mengalami hiperbilirubinemia fisiologis. Pemberian makanyang lebih awal cenderung mempertahankankadar bilirubin serum tetap rendah, akibat stimulasi aktivitas usus danpengeluaran mekonium dan tinja, pengeluaran isi usus, mencegahterjadinya reabsorbsi dan penggunaan ulang bilirubin dari usus. Icterik akibat asi yang diduga merupakan akibat enzim dalam susudan icterik ini berlangsung lebih lama dari pada ikterik akibat pemberianasi, semakin banyak jumlah pemberian asi, semakin rendah kadarbilirubin bayi (Lascari, 1986 , dalam Bobak ,2007 ). Bayi baru lahir harus disusui 8 x atau lebih setiap hari. Ibudianjurkan untuk menyusui bayinya secara teratur dalam 24 jam,kolostrum (prekursor air susu) ialah laksatif alami yang membantu
  7. 7. meningkatkan pengeluaran mekonium. Pemberian asi yang sering dan dini akan mengakibatkan eskresi mekonium dan menurunkan kadar bilirubin (Lawrence, 1999, dalam Bobak 2007 ). .2. Hiperbilirubinmia Hiperbilirubinemia fisiologis atau icrerik neonatal merupakan kondisi yang normal pada 50 % bayi cukup bulan dan 80 % pada bayi prematur. Korones 1986 mencatat bahwa icterik neonatus terjadi akibat hal- hal dibawah ini : a. Bayi baru lahir memiliki produksi bilirubin dengan kecepatan produksi yang lebih tinggi jumlah sel darah merah janin perkilogram berat badan lebih besar dari pada orang dewasa, umur sel darah merah janin lebih pendek ( 40 – 90 hari )dibanding 120 hari pada orang dewasa. b. Terdapat cukup banyak reabsorbsi bilirubin pada usus halus neonatus. Walaupun icterik neonatus dianggap ringan, bilirubin dapat menumpuk sampai mencapai kadar yang membahayakan dan menjadi patologi. Linn dkk (1985) melaporkan bahwa perbedaan etnik mempengaruhi tingkat hiperbilirubinemia. Mereka melaporkan bahwa 49, 2 % bayi Asia, 20 % bayi kulit putih dan 12, 1 % bayi Amerika Afrika yang baru lahir memiliki kadar bilirubin 10 mg / dl atau lebih. Bayi baru lahir Asia dan Amerika, asli tampaknya memiliki icterik fisiologi yang lebih tinggi dan tidak tergantung pada metode pemberian makan (Auerbach, Gartner, 1987),
  8. 8. Resiko hiperbilirubinemia meningkat, bila klem tali pusat dilakukan lebih lambat. Icterik fisiologi memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Bayi dalam keadaan baik b. Pada bayi aterm, icterik pertama kali terlihat setelah 24 jam dan hilang pada akhir hari ke 7. c. Pada bayi prematur, icterik terlihat pertama kali setelah 48 jam dan menghilang pada hari ke -9 atau ke -10. d. Konsentrasi bilirubin tidak terkonyungasi dalam serum, tidak melebihi 12 mg /100 ml, baik pada bayi cukup bulan maupun pada bayi prematur. e. Hiperbilirubinemia hampir secara eksklusif terjadi pada bilirubin tidak terkonyungasi, dan nilai bilirubin direk atau terkonyungasi tidak boleh melebihi 1- 1, 5 mg /100 ml. f. Peningkatan konsentrasi bilirubin setiap hari tidak boleh melebihi 5 mg /100 ml, kadar bilirubin lebih dari 12 mg /100 ml dapat menunjukan kegagalan fisiologis yang berat atau adanya suatu penyakit.3. Icterus Fisiologis Adalah konsentrasi bilirubin serum yang meningkat pada bayi normal. Mendekati tingkat konsentrasi bilirubin ibu, pada saat lahir sampai usia 3 hari dengan rata –rata konsentrasi nya, 6, 5 – 7, 0 mg /dl dan menurun secara bertahap sampai kurang dari 1, 5 mg/dl pada hari ke -10
  9. 9. kehidupan. Bayi yang diberi ASI normalnya memiliki rata-rata puncak konsentrasi bilirubin serum 1 – 2 mg/dl lebih tinggi dari pada bayi yang diberi susu formula. Penyebab icterus fisiologis selama hidup neonatus adalah multiple dan masih kontroversial, hampir setiap fase metabolisme bilirubin terlibat. Produksi bilirubin bayi normal adalah 6, 8 mg/kg BB per 24 jam, . kecepatan produksi bilirubin orang dewasa. Produksi bilirubin yang lebih besar pada neonatus sebagian dijelaskan dengan rata-rata waktu hidup sel darah merah, hanya 80 – 90 hari dibandingkan dengan 20 hari pada eritoblas orang dewasa. Akhirnya sirkulasi enterohepatik bilirubin akibat hidrolisis pigmen terkonyungasi dalam usus menyebabkan icterus fisiologis, konsentrasi biliruin dalam mekonium dapat lebih dari 50 kali dari pada dalam serum. Reabsorbsi intestinal bilirubin pada bayi sehat berperan pada sebagai penyebab icterus fisiologis (Richard E, Behrman, et all 1992).4. Icterus Patologis Adalah icterus yang terjadi pada 24 jam pertama sesudah kelahiran dan disertai peningkatan konsentrasi bilirubin 5 mg atau lebihsetiap 24 jam, dan disertai berat lahir kurang dari 2500 gr. Icterus patologis juga disebabkan oleh kelebihan bilirubin, karena klirens bilirubin yang lambat. . Reabsorbsi bilirubin dari traktus intestinal dan metabolisme darah ekstra vasasi katagorikan sebagai bentuk produksi, tetapi keduanya relatif
  10. 10. berproses secara berangsur–angsur, jarang menyebabkan icterusneonatorum dini, biasanya disebabkan oleh penyakit hemolitik ( Richard&Victor, 2000 ). Faktor yang mempengaruhi terjadinya icteruc patologis, denganmenggunakan kriteria patologis, maka 1/3 dari bayi yang menderitapenyakit hemolitik yang tidak mendapat pengobatan dan kadar bilirubinserum yang lebih dari 20 mg/dl, akan mengalami kernik icterus, tanda –tanda neurologik yang nyata mempunyai prognosis jelek, 75 % bayiseperti ini atau lebih akan meninggal dunia, dan 80 % dari mereka yanghidup akan memperlihatkan koreoatetosis bilateral disertai spasme ototinvolunter, keterbelakangan mental, ketulian dan quadriplesgia spastilazim ditemukan. Bayi yang mempunyai resiko, sebaiknya dilakukan testpenyaringan pendengaran. (Richard &Victor, 2000 ). CO2 yang rendah. Untuk kehidupan di luar, tidak diperlukansedemikian banyak eritrosita. Hati bayi belum ber faal baik sehingga tidak dapat mengubah bilirubin satu menjadi bilirubin dua. Pada anak premature icterus biasanya lebih hebat dan lebih lama lagi karena faal hati masih sangat kurang (Obstetri Fisiologi, Unpad Bandung) Intestinal dan metabolisme darah ekstra vasasi katagorikan sebagai bentuk produksi, tetapi keduanya relatif berproses secara berangsur- angsur, jarang menyebabkan icterus neonatorum dini biasanya disebabkan oleh penyakit hemolitik. (Richard & Victor, 2000).
  11. 11. b. Penatalaksanaan Icterus. Tujuan pengobatan adalah mencegah agar konsentrasi bilirubin indirek dalam darah tidak mencapai kadar yang menimbulkan neurotoksisitas, dianjurkan dilakukan transfusi tukar dan atau fototerapi. Resiko cidera susunan saraf pusat akibat bilirubin harus diimbangi dengan resiko pengobatan masing-masing bayi. Kriteria yang harus dipergunakan untuk memulai fototerapi. Oleh karena fototerapi membutuhkan waktu 12 – 24 jam, sebelum memperlihatkan panjang yang dapat diukur, maka tindakan ini harus dimulai pada kadar bilirubin, kurang dari kadar yang diberikan. Penggunaan fototerapi sesuai anjuran dokter biasanya diberikan pada neonatus dengan kadar bilirubin tidak lebih dari 10 mg%. Penatalaksanaan Perawatan Pengkajian - Pemeriksaan fisik - Inspeksi ; warna pada sklera , konjungtiva , membran mukosa mulut, kulit , urine dan tinja - Pemeriksaan bilirubin menunjukan adanya peningkatan - Tanyakan berapa lama joundice muncul dan sejak kapan - Apakah bayi ada demam - Bagaimana kebutuhan pola minum - Riwayat keluarga (Supartini, 2002)
  12. 12. Penilaian icterus dan derajat icterus dengan cara kramer yaitumembagi derajat icterus bayi baru lahir dalam 5 bagian yang dimulaicara :Derajat I apabila terdapat warna kuning dari kepala sampai leher.Derajat II apabila terdapat warna kuning dari kepala, badan sampai dengan umbilikus.Derajat III apabila terdapat warna kuning dari kepala, badan, paha sampai dengan lutut.Derajat IV apabila terdapat warna kuning dari kepala, badan, ekstremitas sampai dengan pergelangan tangan dan kaki.Derajat V apabila terdapat warna kuning dari kepala, badan, semua ekstremitas sampai dengan ujung jari (Surasmi, et. all, 2001) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan sinaratau foto terapi ialah :1) Lampu yang dipakai sebaiknya tidak digunakan lebih dari 500 jam, untuk menghindarkan turunnya energi yang dihasilkan oleh lampu yang digunakan.2) Pakaian bayi dibuka agar bagian tubuh dapat seluas mungkin terkena sinar.3) Kedua mata ditutup dengan penutup yang dapat memantulkan cahaya, untuk mencegah kerusakan retina. Penutup mata dilepas saat pemberian minum dan kunjungan orang tua, dimana untuk
  13. 13. memberikan rangsang visual pada neonatus. Pemantauan iritasi mata dilakukan tiap 6 jam dengan membuka penutup mata. 4) Daerah kemaluan ditutup dengan penutup yang dapat memantulkan cahaya untuk melindungi daerah kemaluan dari cahaya foto terapi. 5) Posisi lampu diatur dengan jarak 20 - 30 cm diatas tubuh bayi untuk mendapatkan energi yang optimal. 6) Posisi bayi diubah tiap 8 jam agar tubuh mendapatkan penyinaran seluas mungkin. 7) suhu tubuh yang diukur 4 - 6 jam sekali atau sewaktu-waktu bila perlu. 8) Pemasukan cairan dan minuman dan pengeluaran urine, faeces dan muntah diukur, dicatat dan dilakukan pemantauan tanda dehidrasi. 9) Hidrasi bayi diperhatikan, bila perlu konsumsi cairan ditingkatkan.c. Kelainan yang mungkin timbul pada neonatus yang mendapat terapi sinar adalah : 1) Energi cahaya foto terapi dapat meningkatkan suhu lingkungan dan menyebabkan peningkatkan penguapan melalui kulit terutama bayi prematur, berat badan lahir rendah. 2) Meningkatkan bilirubin indirek pada usus akan menimbulkan pembentukan enzim laktosa yang dapat meningkatkan peristaltik usus. 3) Timbul kelainan kulit ”Flea bite rush” didaerah muka, badan dan ekstremitas. Kelainan ini akan segera hilang setelah terapi dihentikan. 4) Peningkatan suhu badan / tubJuh.
  14. 14. 5) Kelainan gangguan minum, letargi dan iritabilitas. 6) Gangguan pada mata dan pertumbuhan. Tabel 2.1 Hubungan kadar bilirubin dengan icterus Perkiraan kadar bilirubin Derajat rata-rata Derah Ikterus Ikterus Aterm Prematur (gr/dl) (gr/dl) 1. Kepala sampai leher 5, 4 - 2. Kepala, badan sampai umbilikus 8, 9 9, 4 3. Kepala, badan, paha sampai dengan 11, 8 11, 4 lutut 4. Kepala, badan ekstremitas sampai 15, 8 13, 3 dengan pergelangan tangan dan kaki 5. Kepala, badan semua ekstremitas sampai dengan ujung jariSumber : Rachmat F Boedjang, Penatalaksanaan Icterus Neonatal, Icterus pada Neonatus, FKUI, tahun 1984, Hlm 81-82 Tabel 2.2 Penanganan icterus berdasarkan kadar bilirubin serum Terapi sinar Tranfus Usia Bayi sehat Bayi resiko Bayi sehat Faktor resiko Mg/dl Mol/l Mg/dl Mol/l Mg/dl Mol/l Mg/dl Mol/l Hari 1 Setiap Icterus Yang terlihat 15 250 13 220 Hari 2 15 260 13 220 19 330 15 260 Hari 3 18 310 16 270 30 510 20 340 Hari 4 dst 20 340 17 290 30 510 20 340Sumber : Manajemen masalah bayi lahir, rujukan dasar tahun 2005 perinatalogi Depkes hal 43
  15. 15. C. Menyusui Air susu ibu ialah makanan pilihan utama untuk bayi menyusui memberi banyak keuntungan : Nutrisi, Imunologi dan Psikologis. Menurut Worthnigton Robert (1993), menyusui memilki keuntungan berikut : 1. Bayi mendapat imunoglobin untuk melindunginya dari banyak penyakit dan infeksi. 2. Bayi lebih jarang menderita infeksi telinga dan saluran pernafasan atas 3. Bayi lebih jarang mengalami diare dan penyakit saluran cerna lain 4. Resiko bayi mendapat diabetes juvenile menurun 5. Bayi memiliki lebih sedikit kemungkinan untuk menderita limfoma tipe tertentu. 6. Jenis protein yang ditelan mengurangi kemungkinan timbulnya reaksi alergi 7. Bayi yang di susui memiliki lebih sedikit masalah dengan pemberian makan yang berlebihan akibat ”harus menghabiskan susu di botol” 8. Insiden bayi untuk mengalami obesitas dan hipertensi pada masa dewasa menurun. 9. Tidak perlu mencuci botol, menyiapkan formula dan menyimpannya dilemari es. 10.Organ-organ ibu akan lebih cepat kembali kekeadaan sebelum hamil. 11.Menyusui meningkatkan kontak dekat ibu anak. (Bobak, tahun 2002 )
  16. 16. 1. Kebutuhan Nutrisi pada bayi Bayi ( 0 sampai 12 bulan ) memerlukan jenis makanan air susu ibu ( ASI ), susu formula , dan makanan padat .Kebutuhan kalori bayi antara 100 -200 kkal/kg BB . Pada empat bulan pertama ,bayi lebih baik hanya mendapatkan ASI saja (ASI ekslusif ) tanpa diberikan susu formula . Usia lebih dari empat bulan baru dapat diberikan makanan pendamping ASI atau susu formula, kecuali pada beberapa kasus tertentu ketika anak tidak bisa mendapatkan ASI, seperti ibu dengan komplikasi postnatal, seperti menderita penyakit menular, dan sedang dalam terapi steroid atau morfin. Kandungan zat gizi ASI ( setiap 100 gram ) a. Kalori : 68 kalori b. Protein : 1,4 gram c. Lemak : 3,7 gram d. Karbohidrat : 7,2 gram e. Zat Kapur : 30 gram f. Fosfor : 20 gram g. Vitamin A : 60 gram h. Tiamin : 30 gram2. Zat kekebalan yang terdapat dalam ASI a. Immunoglobulin yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi b. Lisozim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri c. Laktoperoksidase yang dapat membunuh steptococus
  17. 17. d. Laktoferin yang dapat membunuh beberapa jenis organisme e. Sel darah putih yang dapat berfungsi sebagai fagositosis f. Zat anti stafilococus yang dapat menghambat pertumbuhan stafilococus.3. Cara menilai kecukupan ASI dalam tubuh Adalah dengan menilai komponen berikut : a. Berat badan lahir telah tercapai kembali sekurang-kurangnya pada akhir minggu kedua setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan lebih 10 % b. Kurva pertumbuhan berat badan memuaskan dan menunjukan kenaikan sebagai berikut : Triwulan pertama : 150-250 gram / minggu Triwulan kedua : 500-600 gram / bulan Triwulan ketiga : 350-450 gram / bulan Triwulan keempat : 250-350 gram / bulan Atau usia 4-5 bulan : dua kali berat badan lahir Pada usia 1 tahun : 3 kali berat badan lahir c. Penilaian subjektif, yaitu bayi tampak puas dan tidur nyenyak setelah menyusu dan ibu merasakam tegangan payudara sebelu dan sesudah serta merasakan aliran ASI cukup deras.
  18. 18. Walaupun demikian, ada beberapa kendala dalam pemberian ASIyaitu puting susu masuk kedalam dan perasaan nyeri yang hebat karenaputing susu terluka. (Supartini, 2002). Bukti – bukti menunjukan bahwa bayi baru lahir memerlukanunsur pernting untuk kekebalannyan yang berasal dari ASI. Selamapematangan sistem kekebalanya sendiri sedang berlangsung, Air susu ibumengandung imunoglobin A (IgaA) yang kadarnya tinggi dan mampumelindungi bayi terhadap serangan beberapa bakteri dan virus, terutamadisaluran nafas dan saluran cerna (Whaley, Wong 1995). Imunoglobin diketahui dapat langsung berfungsi disaluran cernabayi dengan mengurangi kontak antigen dengan mukosa usus halus sampaiantibodi itu sendiri terbentuk Laktoferin yang disekresi ke dalam ASI. IgA melindungi bayi dari perkembangan banyak alergi, selain ituASI mengandung berbagai faktor pertahanan lain seperti makrofag,granulosit dan limfosit B dan T (Lewrence, 1994). Beberapa peneliti mengatakan bahwa ada hubungan antarahiperbilirubinemia dengan kurangnnya air susu, Menyusui secara dini dantanpa dibatasi merangsang produksi susu dan mempercepat eliminasimekonium okisat refleks gastro kolik dan pengaruh laksatif kolostrum (de,Sterben, 1992). Membersihkan payudara setiap hari dengan air cukup untukmenjaga kebersihan adalah baik untuk membiarkan puting susu keringterkena udara setiap kali habis menyusui. Mengeluarkan air susu dapat
  19. 19. dilakukan dengan memijat dengan lembut daerah sekitar puting jangan memakai krem pelembut atau salep, karena dapat menghambat sekresi minyak bakteriostatistik alami yang dilakukan oleh kelenjar montgomeri. Beberapa bayi tidak mau menyusui bila merasa atau mencium bau krem sehingga payudara harus dicuci terlebih dahulu. Apabila ibu memerlukan Bra, ia akan merasa tidak nyaman bila tidak menggunakanya. Bra harus dicari yang benar-benar pas.4. Kontra indikasi pemberian ASI Pada umumnya bayi yang cukup bulan dan sehat tidak ada efek jika bisa mendapat ASI bila terjadi alergi pada bayi yang minum ASI, maka alergen perlu di cari pada makan ibu dan kemudian meminta ibu untuk tidak makan zat yang mengandung alergen tersebut. Pada pihak ibu sebenarnya hampir tidak ada kontrak indikasi untuk menyusui bayinya. Puting susu yang masuk kedalam akan menyukarkan bayinya menyusu. Puting susu yang lecet tidak merupakan hambatan untuk menyusui bayi; dengan pemberian salep dan pemaparan udara. Luka tersebut akan cepat menyembuh. Dulu mastitis merupakan kontra indikasi menyusui bayi tetapi pendapat sekarang adalah supaya pemberian ASI tetap diteruskan bahkan pemberian yang lebih sering dapat mencegah bendungan ASI lebih lanjut. Disamping itu perlu diberi salep anti biotika dan kompres hangat, infeksi akut pada ibu mungkin merupakan kontra indiaksi pemberian ASI, kecuali bila bayi menderita penyakit yang sama. Bila bayinya sehat dan keadaan ibu mengijinkan maka ASI dapat
  20. 20. diperas dan ditampung untuk kemudian diberikan pada bayi dengan sedot atau pipet. Untuk tetap mempertahankan pemberian ASI setelah ibu sembuh sekali-kali jangan memberikan ASI melalui dot atau botol (Buku kesehatan anak jilid I, 1991).5. Pelaksanaan menyusukan bayi Rangsangan sekresi ASI yang paling utama adalah pengosongan ASI secara teratur oleh isapan mulut bayi ,oleh karena itu perlu dilakukan usaha menyusukan bayi sejak awal setelah bayi dilahirkan ,ketika ASI masih berupa kolostrom. Bayi harus diberi kesempatan menyusu ketika ia lapar meskipun ASI belum keluar dari payudara ibu .Bila penyusuan tidak dilakukan sesuka bayi maka menyusukan pada siang hari ,dilakukan setiap 3 jam dan pada malam hari setiap 4 jam .Sebagian besar bayi merasa lapar dalam waktu 2 jam . Setelah penyusuan yang cukup dan biasanya selain itu 75% ASI dan dalam payudara ibu telah terbentuk kembali.Waktu pemberian ASI ,pengisapan payudara hendaknya dilakukan secara bergantian antara kiri dan kanan ,lama menyusui pada beberapa hari pertama pasca lahir adalah 5-10 menit, tiap payudara kemudian selama 15-20 menit setelah hari ke 5-7 . Dalam pelaksanaan menyusukan bayi perlu diperhatikan beberapa faktor ; a. Faktor Psikologis (kecemasan ) b. Faktor kelelahan ( dapat menghambat laktasi )
  21. 21. c. Faktor kebersihan payudara d. Faktor makanan ibu6. Pemberian susu formula/ Pasi Pemberian susu formula merupakan alternatif pemberian susu yang berhasil pada beberapa keadaan tertentu, termasuk keadaan-keadaan berikut : a. Keluarga memutuskan untuk tidak menyusui bayi atau ibutidak mampu menyusui karena suatu penyakit atau anomali. b. Jadwal ibu tidak memungkinkannya menyusui banyinya. c. Formula khusus dibutuhkan karena bayi alergi, atau memerlukan suatu makanan tertentu. d. Memberi tambahan makanan bagi bayi yang ibunya kadang-kadang tidak dapat menyusui e. Melengkapi ASI, jika produksi susu ibu tidak mencukupi (Tsans, Nichols, 1988)7. Bayi Adopsi Susu formula harus menjadi pilihan jika ibu mengidap infeksi aktif seperti TBC, lesi sifilis pada payudara atau acquired immunodeticienty syndrome (AIDS) atau alasan medis lain perlu dievaluasi. Susu formula direkomendasikan berdasarkan kebutuhan nutrisi bayi, preferensi orang tua, biaya, kebutuhan susu untuk dibekukan,
  22. 22. kenyamanan dan kemampuan orangtua untuk menyiapkan susu formula dengan akurat dan aman.C. Pengetahuan. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui atau kepandaian yang dimiliki oleh seseorang yang diperoleh dari pengalaman latihan atau melalui proses belajar. Proses belajar seseorang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan memecahkan masalah, mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, kreatif dan inovatif, kemampuan tersebut sangat diperlukan untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Pengetahuan merupakan kemampuan kognitif yang paling rendah namun sangat penting, karena dapat membentuk perilaku seseorang. (Noto Admojo, S 2007). Menurut Bloom 1956 dalam Potter and Ferry 1957 kemampuan kognitif mempunyai kognitif mempunyai 6 tingkatan : 1. Knowlodge adalah kemampuan mengingat kembali suatu materi atau informasi yang baru diperoleh. 2. Komprehensive adalah kemampuan menjelaskan kembali tentang obyek yang telah dipelajari dan mampu menginterpretasikannya. 3. Aplikasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan materi yang dipelajari pada situasi yang sebenarnya.
  23. 23. 4. Analisis adalah kemampuan seseorang untuk menjabarkan materi kedalam komponen-komponen didalam yang masih terkait. 5. Sintesis adalah kemampuan untuk menyusun formulasi baru dengan menggunakan informasi yang ada. 6. Evaluasi adalah kemampuan untuk melakukan justifikasi terhadap suatu materi melalui kriteria yang ditentukan sendiri atau kriteria yang sudah ada. Ketika seseorang mendapatkan pengetahuan baru, orang tersebut diharapkan mampu menyebutkan informasi itu kembali menginterprestasikannya dengan benar dan dapat mengaplikasikannya pada situasi yang sebenarnya, setelah mampu mengaplikasikannya, ia juga diharapkan dapat melakukan analisa, sintesa dan evaluasi. Dengan demikian diharapkan semakin tinggi kemampuan kognitif paru ibu terhadap terjadinya icterus patologis maupun fisiologis pada bayi baru lahir, dianjurkan semakin banyak pula perubahan perilaku positif dalam memberikan ASI sedini mungkin.D. Penelitian terkait Sampai sekarang belum ditemukan penelitian terkait Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan bayi dengan kejadian icterus. Dimana angka kejadian warna kekuningan pada bayi baru lahir adakalanya merupakan kejadian alamiah (fisiologis) adakalanya menggambarkan suatu penyakit (patologis). Bayi berwarna kekuningan yang alamiah (fisiologis) atau bukan karena penyakit tertentu dapat terjadi pada 25% hingga 50% bayi
  24. 24. baru lahir cukup bulan (masa kehamilan yang cykup), dan presentasinya lebih tinggi pada bayi prematur. Disebut alamiah (fisiologis) jika warna kekuningan muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang (paling lama) setelah 10 hingga 14 hari. Ini terjadi karena fungsi hati belum sempurna (matang) dalam memproses sel darah merah. Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah tidak melebihi batas yang membahayakan (ditetapkan).www.google.comE. Kerangka Teori Bayi Baru Lahir Aterm Pertumbuhan Intra Uterine Bayi Baru Lahir Preterm Fungsi Hepar Sistem Hepatika Posterm Hiperbilirubin Perawatan Bayi oleh Ibu Pengetahuan Ibu tentang cara perawatan bayi baru lahir Gambar 3.1 Kerangka Teori

×