Jangan permainkan pernikahan

  • 67 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
67
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
2
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 1/2/2014 [117] Jangan Permainkan Pernikahan Jangan Permainkan Pernikahan Thursday, 30 January 2014 07:12 Akhir-akhir ini masyarakat membicarakan mengenai kasus pembatalan pernikahan oleh pasangan selebriti Asmirandah-Jonas Rivanno. Kok bisa pernikahan dibatalkan? Inilah yang menjadi tanda tanya. Seolah-olah pernikahan hanya menjadi obyek mainan. Bagaimana tidak, pasangan tersebut baru menikah 17 Oktober lalu. Faktor agama Jonas agaknya menjadi pengganjal, setelah menikah cara Islam tapi memungkiri pasca pernikahannya. Ini menjadi bahan renungan bagi kalangan Muslimah khususnya, agar cermat dan hati-hati mencari pasangan. Jangan begitu mudahnya menerima seseorang yang meski berkomitmen akan berislam, ternyata kamuflase semata. Agama sebagai penyaring utama disepelekan. Seharusnya, sebelum menikah sudah menetapkan agama sebagai kriteria pertama dalam memilih pasangan. Bukan sekadar agama dalam KTP, apalagi dianut secara paksa menjelang akad. Agama yang dimaksud adalah pemahaman yang sudah melekat, mendarah daging dan menjadi pedoman dalam hidupnya sehari-hari. Terlebih memilih suami bagi Muslimah, agama wajib dinomorsatukan. Pasalnya, menikah mengandung tanggung jawab besar. Memilih pasangan hidup juga merupakan kunci yang harus benarbenar diperhatikan. Rasulullah SAW telah memberikan teladan dan petunjuk tentang cara memilih pasangan hidup yang tepat dan islami. Memang, di era globalisasi saat ini, datangnya jodoh terkadang tidak terduga. Beda agama, lintas bangsa bahkan antarbenua. Banyak teman yang menemukan jodohnya di dunia maya, dengan orang berlatar belakang sangat berbeda dalam bahasa, budaya, suku bangsa dan terkadang agama. Ini akan menjadi masalah di kemudian hari, saat biduk rumah tangga sudah mulai berjalan. Ya, pasangan yang menikah satu agama, satu suku, satu budaya dan satu bahasa saja terkadang banyak menemukan ketidakharmonisan, apalagi jika berlatarbelakang sangat berbeda. Karena itu, jangan buru-buru menikah jika memang belum mantab dengan calon sesuai petunjuk Allah SWT. Jangan seperti kalangan artis yang begitu gampangnya kawin-cerai, seolah pernikahan adalah permainan. Mempermainkan pernikahan berarti mempermainkan Sang Pencipta. Ini karena hal-hal berikut: 1. Pernikahan adalah janji atau akad yang terikrarkan atas nama Allah SWT. Ini momen sakral yang sangat suci, sumpah atas nama ilahi. Jangan pernah bermain-main dengan nama tuhan. Saat ikrar pernikahan, sebuah ikatan yang kuat (mitsaqan galizha) telah terjadi. Seharusnya yang dilakukan adalah mempertahankan ikatan ini, bukan dengan mudahnya mengurai kembali. 2. Pernikahan dituntun oleh agama Islam sebagai pedoman hidup. Pernyataan sah saat akad nikah, berarti bahwa akad itu telah sejalan dengan tuntunan agama. Jadi, jangan bermain-main dengan tuntunan agama. Ini artinya menyepelekan agama. 3. Pernikahan dicatat dalam lembar dokumen negara. Pernikahan melibatkan pejabat pemerintahan dalam pelaksanaannya. Mempermainkan aturan negara dan pejabat pemerintahan tentu tidak terpuji. Pernikahan harus dijaga dan dipertahankan, tidak boleh sembarangan dirusak dan dihancurkan. 4. Pernikahan disaksikan keluarga besar, kerabat dan masyarakat luas. Acara resepsi pun terkadang digelar mewah demi menghimpun doa restu. Semua berharap pernikahan ini langgeng. Menghancurkan pernikahan itu berarti memupus harapan para undangan akan doa-doa yang telah dipanjatkan. Demikianlah, jika bermain-main dengan pernikahan, berarti telah mempermainkan Sang Pencipta, agama dan kerabat.(kholda) http://mediaumat.com/muslimah/5173-117-jangan-permainkan-pernikahan-.html 1/1