Rheologi

3,998
-1

Published on

Rada acak-acakan...
But finally,,it's done

3 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
3,998
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
114
Comments
3
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rheologi

  1. 1. Rheologi Kelompok VII Alva SumitaDwi Agustyaningsih Dewi Rahayu TiraEva Apriliyana Rizki M. Rusdiannor
  2. 2. • Rheologi menggambarkan aliran cairan dan deformasi dari padatan.• Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir; makin tinggi viskositas, akan makin besar tahanannya. Seperti akan terlihat nanti, cairan sederhana (biasa) dapat diuraikan dalam istilah viskositas absolut. Tetapi sifat-sifat rheologi dari dispersi heterogen lebih kompleks dan tidak dapat dinyatakan dalam suatu satuan tunggal
  3. 3. Rheologi mempelajari hubungan antara tekanangesek (shearing stress) dengan kecepatan geser(shearing rate) pada cairan, atau hubungan antarastrain dan stress pada benda padat.Rheologi sangat penting dalam farmasi karenapenerapannya dalam formulasi dan analisis dariproduk-produk farmasi seperti: emulsi, pasta,suppositoria, dan penyalutan tablet yang menyangkutstabilitas, keseragaman dosis, dan keajekan hasilproduksi
  4. 4. Viskositas adalah suatu pernyataan “ tahanan untuk mengalir” darisuatu system yang mendapatkan suatu tekanan. semakin besarviskositas zat cair, maka semakin susah benda padat bergerakdidalam zat cair tersebut. Viskositas dalam zat cair, yang berperanadalah gaya kohesi antar partikel zat cair. Viskositas dalam gas yangberperan adalah gaya akibat tumbukan antar molekul-molekuldalam gas. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan yangmerupakan gesekan antara molekul – molekul cairan satu denganyang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakanmemiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan – bahan yangdistribusi kecepatan sulit mengalir dikatakan memiliki viskositasyang tinggi
  5. 5. Cara menentukan viskositas dan rheologi suatu zatmenggunakan alat yang dinamakan viskometer. Dalambidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikandalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta,penyalut tablet, dan lain-lain. Selain itu, prinsip rheologidigunakan juga untuk karakterisasi produk sediaanfarmasi (dosage form)sebagai penjaminan kualitas yangsama untuk setiap batch. (Martin, 1993)
  6. 6. Viskositas dapat berpengaruh pada formulasi sediaan-sediaan farmasi, contohnya pada sediaan suspensi, tidak boleh terlalu kental (viskositas tinggi) sehinggamenyebabkan suspensi tidak bisa di kocok, hal ini dapat menyebabkan distribusi zat aktif tidak merata pada seluruh cairan dan juga akan mengalami kesulitan pada saat penuangan, contoh lain untuk sediaan mata, viskositas dinaikkan untuk membantu menahan obat pada jaringan sehingga menambah efektivitas terapinya (Ansel, 2005).
  7. 7. • Rheologi meliputi pencampuran dan aliran dari bahan, pemasukan ke dalam wadah, pemindahan sebelum digunakan, apakah dicapai dengan penuangan dari botol, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari suatu jarum suntik. Rheologi dari suatu produk tertentu yang dapat berkisar dalam konsistensi dari bentuk cair ke semisolid sampai ke padatan, dapat mempengaruhi penerimaan bagi si pasien, stabilitas fisika, dan bahkan availabilitas biologis. Jadi viskositas telah terbukti mempengaruhi laju absorpsi obat dari saluran cerna
  8. 8. Tipe aliranSistem newtonSistem non newton
  9. 9. SISTEM NEWTON• Mengikuti hukum aliran Newton• Makin besar viskositas suatu cairan, makin besar gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of shear tertentu. F dv F . A dr G• Di mana : = koefisien viskositas ~ viskositas
  10. 10. SISTEM NON NEWTON• Aliran plastis• Aliran Pseudoplastis• Aliran Dilatan
  11. 11. 1. Aliran PlastisDisebut sebagaiBingham bodies Rate of shearKurva plastis tidakmelewati titik (0,0),tetapi memotongsumbu shearing fstress, dikenal dengan Shearing stressharga yield (yieldvalue).
  12. 12. Harga stress dibawah yield value, zatbertindak sebagai bahan elastis (seperti zatpadatKemiringan rheogram disebut mobility ≈fluiditas pada sistem Newton.Kebalikannya adalah viskositas plastis = U F f U G f= yield value dalam dyne cm-2
  13. 13. Contoh : Partikel terflokulasi pada suspensi Terbentuk struktur kontinu Adanya gaya van der waals (ikatan antar partikel) Partikel terflokulasi pada suspensi Yield value Ikatan pecah aliran padat terjadi
  14. 14. 2. Aliran PseudopastisContoh : dispersi cairdari tragakan, Naalginat, metilselulosa, CMC Na Rate of shearViskositas berkurangdenganmeningkatnya rate 0fshear (cairan menjadiencer) Shearing stressDisebut shearthinning system
  15. 15. N F G• Eksponen N meningkat pada saat aliran meningkat menjadi non-Newton• N=1, alirannya adalah Aliran Newton log G N log F log Persamaan Regresi Linear
  16. 16. 3. Aliran DilatanSuspensi tertentu (persentase zat padatterdispersi tinggi)  peningkatan dayahambat untuk mengalir dengan meningkatnyarate of shear.Volume meningkat dengan terjadinya shear disebut dilatanDisebut sebagai shear thickening system.
  17. 17. GPartikel tertutup rapat Partikel susun longgarVolume kosong minimum Volume kosong meningkatPembawa cukup Pembawa tidak cukupKonsistensi relatif rendah Konsistensi relatif tinggi
  18. 18. Pada cairan Newton, hubungan antara shearing rate danshearing stress adalah linear, dengan suatu tetapan yangdikenal dengan viskositas atau koefisien viskositas. Tipe alir iniumumnya dimiliki oleh zat cair tunggal serta larutan denganstruktur molekul sederhana dengan volume molekul kecil.Sedangkan pada cairan non-Newton, shearing rate danshearing stress tidak memiliki hubungan linear, viskositasnyaberubah-ubah tergantung dari besarnya tekanan yangdiberikan. Tipe aliran non-Newton terjadi pada dispersiheterogen antara cairan dengan padatan seperti pada koloid,emulsi, dan suspensi
  19. 19. Penerapan rheologi dalam :bidang farmasi1. Cairan– Pencampuran– Pengurangan ukuran partikel dari sistem sistem dispersi dengan shear– Pelewatan melalui mulut,penuangan, pengemasan dalam botol, pelewatan melalui jarum suntik– Perpindahan cairan– Stabilitas fisik sistem dispersi
  20. 20. 2.Semi solid– Penyebaran dan pelekatan pada kulit– Pemindahan dari wadah/tube– Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan cairan-cairan– Pelepasan obat dari basisnya
  21. 21. 3. Padatan – Aliran serbuk dari corong ke lubang cetakan tablet/kapsul – Pengemasan serbuk/granul4.Pemprosesan – Kapasitas produksi alat – Efisiensi pemrosesan
  22. 22. Dlm bid farmasi, prinsip2 rheologi diaplikasikan dlm :• Pembuatan krim, suspensi, suppossitoria, emulsi, lotion, pasta, pembalut tablet, dll.• Karakteristik produk sed fa sbg penjaminan kualitas yg sama untuk setiap batch.• Pencampuran dr bhn, penuangan, pengeluaran dr tube atau pelewatan dr jarum suntik.Rheologi suatu zat ttt dpt mempengaruhi :• Penerimaan obat dr pasien.• Stabilitas fisika obat.• Bioavailability.Viskositas mempengaruhi absorpsi obat dlm GIT.
  23. 23. •Metode reologi pada suspensiBerhubungan dengan faktorsedimentasi dan redispersibilitas,membantu menentukan perilakupengendapan, mengatur vehicle dansusunan partikel untuk tujuanperbandingan.
  24. 24. Viskositas pada Suspensi Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pulakecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kentalsuatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil). Kecepatan aliran dari cairan tersebut akanmempengaruhi pula gerakan turunnya partikel yangterdapat didalamnya. Dengan demikian denganmenambah viskositas cairan, gerakan turun daripartikel yang dikandungnya akan diperlambat. Tetapiperlu diingat bahwa kekentalan suspensi tidak bolehterlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang.
  25. 25. Faktor yang mempengaruhi Absorbsi Obat :☺ Sifat fisika – kimia obat.☺ Sifat Sterro kimia dalam kelarutan.☺ Besar fartikel☺ Sediaan obat☺ Dosis☺ Rute Pemberian dan tempat pemberian☺ Waktu kontak dengan permukaan☺ Besarnya luas permukaan☺ Sifat pH dalam darah☺ Integritas Membran☺ Aliran Darah organ.
  26. 26. Absorbsi Larutan > Padat.Perbedaan kecepatan pelarutanobat tergantung dari bebrapa faktorantara lain:Ukuran partikelLuas permukaanCoating (pelapisan)Modifikasi molekul
  27. 27. Viskositas dipengaruhi oleh :- Besar dan bentuk molekul- Viskositas cairan semakin berkurang denganbertambahnya suhu tapi tak cukup banyakdipengaruhi oleh perubahan tekanan.- Adanya koloid dapat memperbesar viskositassedang adanya elektrolit akan sedikitmenurunkan viskositas dari cairan
  28. 28. Semakin kecil masa jenis suatu cairan atau larutan maka semakinkecil ukuran bola yang digunakan dan semakin lama waktu yangdibutuhkan bola tersebut untuk melampaui garis awal sampaigaris akhir. Sebaliknya, semakin besar masa jenis suatu cairanatau larutan maka semakin besar ukuran bola yang digunakandan semakin cepat waktu yang dibutuhkan bola tersebut untukmelampaui garis awal sampai garis akhir. Selain itu, semakin kecilmasa jenis suatu cairan maka semakin besar viskositasnya,sehingga bola membutuhkan waktu yang lama untuk sampaidigaris akhir. Dan semakin besar masa jenis suatu cairan makasemakin kecil viskositasnya, sehingga bola hanya membutuhkanwaktu yang singkat untuk sampai di garis akhir.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×