Faktor penyebab dan klasifikasi tuna daksa

7,397 views
7,152 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
7,397
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
95
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Faktor penyebab dan klasifikasi tuna daksa

  1. 1. Eneng IrianiEsthy Indra ImanistitiFebby Noor Fadhilah Fitri Aprilia Utami
  2. 2. NatalPranatal Posnatal Tuna Daksa
  3. 3. MULCULUS CONGENITAL SELEKTAL DEFORMITIES SYSTEMCEREBRAL FAKTOR PALSY PENYEBAB KLASIFIKASI ANAK TUNA DAKSA
  4. 4. CerebralpalsyCerebralpalsy adalah suatu kelainan gerak, postur,atau bentuk tubuh, gangguan koordinasi, dan kadangdisertai gangguan psikologis dan sensoris yangdisebabkan oleh adanya kerusakan pada masaperkembangan otak
  5. 5. Derajatkecacatan nya TopografiFisiologi
  6. 6. Penggolongan Menurut Derajat Kecacatan Golongan ringan : mereka yang dapat berjalan menggunakan alat, berbicara tegas, dapat menolong dirinya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Golongan sedang : mereka yang membutuhkan treatment atau latihan khusus untuk berbicara, berjalan dan menggurus dirinya sendiri. Memerlukan alat khusus seperti brace, krutch, dsb. Golongan berat : mereka yang tetap membutuhkan perawatan tetap dalam ambulasi, berbicara. Dan menolong dirinya sendiri. Tidak dapat hidup sendiri di tengah masyarakat.
  7. 7. Penggolongan Menurut Topografi (Banyaknya Anggota Tubuh Yang Lumpuh) Monoplegia: hanya satu anggota gerak yang lumpuh. Hemiplegia: lumpuh anggota gerak atah dan bawah pada sisi yang sama, misalnya tangan kanan dan kaki kanan. Paraplegia: lumpuh pada kedia tangan dan kedua kaki. Triplegia: tiga anggota gerak menggalami kelumpuhan, misalnya tangan kanan dan kedua kakinya lumpuh. Quadriplegia/ Tetraplegia: kelumpuhan pada seluruh anggota gerak.
  8. 8. Penggolongan Menurut Fisiologi, (Kelainan Gerak) Spastik: terdapat kekakuan pada sebagianatau seluruh otot- ototnya dan juga kekakuan pada otot-otot organ bicaranya. Dyskenisia: tidak adanya kontrol dan koordinasi gerak seperti: athetosis,hipotonia, dan tremor. Athetosis: terdapat gerakan-gerakan yang tidak terkontrol yang terjadi sewaktu-waktu dan tidak dapat dicegah, otomatis Rigid: ada kekuatan pada seluruh anggoya gerak, tangan dan kaki sulit dibengkokkan, leher dan punggung hiperekstensi. Hipotonia (atonia): tidak ada ketegangan otot, ototnya tidak mampu merespon rangsangan yang diberikan. Tremor: ada getaran-getaran kecil(ritmis) yang terus menerus pada mata, tangan, atau kepala. Ataxia: ada gangguan keseimbangan, langkahnya seperti orang mabuk, kadang terlalu lebar atau pendek, jalannya gontai, pada saat mengambil suatu barang sering terjadi salah perhitungan. Mixed(campur)
  9. 9. Muscle DystrophyPoliomyelitis Spina Bifida Kelainan pada sistem otot dan rangka (musculus skeletal system)
  10. 10. Ada Tiga Type Polio Type spinal, yaitu kelayuhannyapada otot leher, sekat dada, tangan, dan kaki. Type bulbair, yaitu kelumpuhan fungsi motorik atau lebih saraf tepi, ditandai dengan ada gangguan pernafasan. Type bulbospinal, yaitu gabungan dari keduannya
  11. 11. Ada Dua Type Muscle Dystrophy Type duchenne, hanya dijumpai pada anak laki-laki, kelumpuhannya terdapat pada otot pinggang, bahu, kaki dan tangan, jarang berusia sampai remaja. Type fasioscapulohumeral, dijumpai pada anak lelaki dan perempuan, kelumpuhannya lebih mencolok pada otot bahu dan tangan ketimbang otot kaki dan wajah
  12. 12. Ada Tiga Jenis Spina Bifida Spina bifida occulata : spinal cord-nya tidak menggalami penonjolan. Satu atau lebih ruas tulang belakang kerbuka (tidak terbentuk). Meningocele : bentuk spina bifida yang ditandai penonjolan punggung pada bagian tulang belakang yang terkena tumor. Benjolannya berisi cairan spinal yang tidak mengakibatkan kelumpuhan. Myelomeningocele : kelainanya paling berat karena benjolan pada ruas tulang belakang menimbulkan kerusakan saraf. Sering mengalami kelumpuhan pada kaki, organ saluran kencing merasa nyeri, dan ada yang hydrocepalus.
  13. 13. Cacat CacatBawaan Pada Bawaan Pada Anggota Anggota Gerak Atas Gerak Bawah Congenital Deformities
  14. 14. Cacat Bawaan Pada Anggota Gerak Atas Syndactilus : jari tangan kurang dari lima atau tidak memiliki jari tangan. Plydactilus : lahir dengan jumlah jari tangan lebih dari lima. Torticollis : leher miring ke kiri atau ke kanan, otot lehernya tegang sebelah, wajah dan mata tidak simetris.
  15. 15. Cacat Bawaan Pada Anggota Gerak Bawah Dislokasi pinggul disebabkan oleh pertumbuhan otot sendi pangkal paha yang tidak sehat sehingga kepala sendi tidak dapat masuk ke dalam mangkok sendi. Genu recurvatum lutut bengkok ke belakang berlebihan. Cacat pseudoarthosis antara lutut atau mata kaki ada sendi lagi. Club foot talipes (pes) planus atau platfoot (telapak kaki datar), pes calceneus (kaki bagian depan terangkat), pes cavus (kaki bagian tengan terangkat).
  16. 16. Klasifikasi Tunadaksa Dilihat Dari Faktor Penyebabnya Cacat bawaan: sudah terjadi pada saat dalam kandungan atau saat anak dilahirkan. Infeksi: dapat menyebabkan kelainan pada anggota gerak atau bagian tubuh lainnya. Gangguan metabolisme: dapat terjadi pada bayi dan anak- anak yang disebabkan oleh faktor gizi, sehingga mempengaruh perkembangan tubuh dan mengngakibatkankelainan pada sistem dan fungsi intelektual. Kecelakaan atau trauma: dapat mengakibatkan kelainan ortopedis berupa kelainan koordinasi, mobilisasi, dll. Penyakit yang progresif: diperoleh melalui genetik atau karena penyakit, misalnya dmp (dystrophia musculorum progressive). Tunadaksa yang tidak diketahui penyebabnya.

×