Media Pharma Indonesia 2011

3,584 views
3,488 views

Published on

Published in: Business, News & Politics
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,584
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
121
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Pharma Indonesia 2011

  1. 1. Pharma New Platform*New EnergyMEDIA PHARMA Indonesia PHARMA Economy AND business MEDIA Media Partner of Exclusive IPEX Interview indonesia Pharmaceutical EXPO 29 Sep-2 Oct 2011 Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta DR Biantoro Wanandi Mengawal Projek Switching Rx to OTC Di Indonesia Local Issue National OTC Products: Goal for Public Health A healthy GLobal Issue Patent will Disappear perspective Brands can last foreverPenerbitan Media PHARMA INDONESIA didedikasikan untuk Bidang Farmasi Indonesia. Call us for friendly advise PT. TIGAKA DISTRINDO PERKASA Jl. Tanah Abang II No.37, Jakarta 10160, Indonesia Phone (62-21) 3508981, Fax (62-21) 3861847 MEDIA PHARMA INDONESIA - TAHUN KE 05 - EDISI 02/2011 pharmabiz.indonesia@gmail.com
  2. 2. 14 Gabungan Perusahaan Farmasi INdonesiaRek Ayo Rek SUKSESKANMUNASGabungan Perusahan ke Tahun 2011Farmasi INdonesia Transformasi Usaha Farmasi Indonesia Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional11-14Oktober2011SHangrilaHOTELSurabaya Pharma New Platform*New Energy PHARMA ECONOMY AND BUSINESS MEDIA
  3. 3. 2 MEDIA PHARMA Indonesia E D ITO R INSIgh t Optimisme di Pertengahan Tahun 2011 Pembaca, Sebelumnya redaksi meminta maaf lahir batin. Bukan saja untuk moment bulan suci Ramadhan tetapi juga karena beberapa hal yang membuat penerbitan Media Pharma Indonesia menjadi sedikit terkendala. Tetapi syukurlah, semua itu telah berhasil diatasi dengan baik.Pemimpin Redaksi Bulan Agustus tentu merupakan simbol dari momen proklamasi kemerdekaan tanah air tercinta.Erwin E Ananto Kemerdekaan Indonesia yang lahir pada 17 Agustus 1945, yang juga jatuh pada 17 RamadhanRedaktur Eksekutif sejatinya memiliki nilai intrinsik bisa dipahami sebagai suatu peristiwa kebetulan. Kendati demi-Iwan Setiawan Bunie kian juga harus kita yakini sebagai suatu rancangan besar Tuhan YME untuk bangsa Indonesia.Dewan Redaksi Pembaca, di tengah gonjang-ganjing isu korupsi yang tak kunjung reda dan terpapar terus berita-Erwin E Ananto, Chandra Wisnu nya di sebagian besar media masa, sesungguhnya sikap optimis malah makin menguat di hati danBrata, Rendy Eko Purnomo,M Syarif Lubis, Icuk Sugiarto, pikiran masyarakat Indonesia, bahwasanya kita akan mampu menyelesaikannya.Achmad Syauqi, Jihan Novitasari Sikap optimis ini tampak pada ulasan edisi kali ini dengan adanya kemajuan ekonomi IndonesiaSekretaris selama semester II tahun 2011. Kemajuan ekonomi itu tentu menjadi sumber motivasi danAprilia Hardiyanti semangat untuk memperjuangkan kemajuan sektor farmasi guna meningkatkan daya saing.KontributorDika Amelia Ifani Disamping menyoroti isu-isu ekonomi yang berdampak positif pada sektor industri farmasi, redaksi juga mengulas topik hangat, hasil survei yang diungkap oleh lembaga survei SynovateIde Grafis Research pada tahun 2009 lalu mengenai respon publik terhadap obat OTC di 17 negara, denganbursaide@yahoo.com melibatkan sebanyak 12.000 responden di negara-negara itu. Survei itu bisa menjadi bahan acuan alternatif bagi pemasar farmasi Indonesia khususnya di sektor obat bebas.Dewan Pakar Isu tentang perkembangan di sektor obat bebas ini kami sajikan untuk memberi dorongan industri-Anthony Ch. Sunarjo, MBA industri farmasi lokal dalam upaya meng-goal-kan projek Switching Rx to OTC yang saat ini sedangDrs. Johannes Setijono ditindaklanjuti dalam sebuah white paper oleh GP Farmasi Indonesia untuk maju ke BPOM.M. Syamsul ArifinDr. Boenyamin Setiawan, PH.D Projek Switching Rx to OTC ini tentu pekerjaan yang kompleks, namun GP Farmasi IndonesiaBiantoro Wanandi yakin projek ini akan membuka secara luas akses masyarakat Indonesia untuk memperoleh obatDarojatun Sanusi yang terjangkau, khususnya obat untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan. Projek ini dinilaiKai Arief Iman Selo MulyaDrs. Jahja Santoso mampu meminimalisasi anggaran kesehatan pemerintah yang besar dalam program SJSN, denganKendrariadi S, MBA alasan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia makinIr. Ferry A Soetikno, MSc, MBA mampu membeli obat-obatan ringan OTC dari saku mereka.Trianto Kuswita, DR. WDR. Subowo D.T, MBA, PhD Demikian isu-isu disamping isu lainnya yang tersaji pada edisi kali ini. Mudah-mudahan ulasan tersebut lebih memperkaya wawasan bagi para pelaku usaha farmasi, baik secara ekonomi maupun sosial guna membantu masyarakat Indonesia memiliki swa-sembada obat di masa depan. Pharma New Platform*New Energy Selamat membaca. Tetap Optimis! Redaksi PHARMA INDUSTRY, business & TECHNOLOGY MEDIA pharmabiz.indonesia@gmail.comRedaksi & BisnisDirect. 0882 10010 567 TERIMA KASIH Telah Memberikan Dukungan :Gedung TrigunaJl. Hang Lekiu III No 17 Departemen Kesehatan Republik Indonesia Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)Telp. (021) 722 8638, 739 5818 Badan Pengawas Obat Dan Makanan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI)Faks. (021) 722 8638 Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan Pharma Material Management Club (PMMC)Kebayoran Baru - Jakarta 12120 Depertemen Perindustrian International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG)pharmabiz.indonesia@gmail.com Kementrian Riset dan Teknologi Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Badan Koordinasi Penanaman Modal Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (GPJI)
  4. 4. MEDIA PHARMA Indonesia 3c ONT E NT Business news 4 The Case 15 Biotechs R&D Biggest Spenders 8 8 OTC products: “A healthy perspective" 12 Business Economy They are falling in love with Indonesia 18 A lot of homework for Indonesia 20 InterView Dr Biantoro Wanandi: Mengawal Projek Switching Rx to OTC untuk Indonesia 22 18 Local ISSUE National Goal for Public Health 26 Lima Industri Farmasi dengan Pertumbuhan Pendapatan Tertinggi 2010 28 22 Harga BBO Naik Stagnan 31 Harga Jual Jamu Naik hingga 20% 32 GLOBAL ISSUE Pharmerging Market Berkontribusi 28% 34 A Patent will Disappear, Brands can last forever 36 Business SECTION PT Cahaya Bumi Cemerlang: Excipient & Coating Systems Solutions 38 PACKAGING The Role of Color 40 26 SUPPLY cHAIN Penggunaan GS1di Seluruh Dunia 42 Business DIRECTORY 46 Terimakasih Kepada semua Mitra yang telah mendukung Media Pharma Indonesia yang telah terbit sejak September 2006 Redaksi akan berupaya terus menyampaikan info bisnis seputar kesehatan dan farmasi dengan harapan setiap tulisan yang tersaji dapat memberi kontribusi bagi kemajuan dunia kesehatan dan farmasi di tanah air. Redaksi Media Pharma Indonesia Pharma New Platform*New Energy PHARMA INDUSTRY, business & TECHNOLOGY MEDIA LIPI Penerbitan MEDIA PHARMA INDONESIA Didedikasikan untuk Kemajuan Bidang Farmasi & Kesehatan Indonesia.
  5. 5. 4 MEDIA PHARMA IndonesiaBusiness NewsIPMG Pasar Farmasi NasionalMNCs Farmasi Diproyeksikan Capai Rp 39 TriliunTargetkan 30% Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Group (IPMG), memperkirakan meski pasar memproyeksikan pasar farmasi nasional, farmasi Indonesia meningkat, pangsa produ-Pangsa Pasar termasuk obat resep, obat bebas, serta alat sen farmasi asing (MNCs) di negeri ini stagnan kesehatan, mencapai Rp 38 triliun - Rp 39 di level 21%. Sedangkan pangsa produsenLokal triliun, naik 14,7% dibandingkan 2010. farmasi lokal mencapai 79%.Produsen farmasi asing (MNCs) Anthony Charles Sunarjo, Ketua Umum GPFI, Stagnansi pangsa produsen farmasi di Indo-di Indonesia yang tergabung mengatakan kenaikan pasar farmasi tahun nesia terjadi karena perusahaan farmasi asingdi IPMG menargetkan pangsa ini didukung peningkatan konsumsi produk di Indonesia mengalami disefisiensi produksi,pasar mereka di Indonesia farmasi seiring proyeksi pertumbuhan jumlah yakni volume produksi yang kecil, membuatmeningkat sebsar 9% menjadi penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta biaya produksi tidak efisien. Kondisi itu mem-30% di 2011 dibandingkan 2010 jiwa, dari tahun lalu 234 juta jiwa. buat produsen farmasi asing sulit medapatkansebesar 21%. Peningkatan pangsa marjin laba yang besar. Itu terjadi karena kebi-itu seiring kenaikan permintaan Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif jakan pemerintah yang mewajibkan MNCsdomestik serta peningkatan John Lechleiter International Pharmaceutical Manufacturing memiliki fasilitas produksi di Indonesia.<rnd>investasi MNCs di Indonesia.Luthfi Mardiansyah, Chairman Millennium Pharmacon InternationalIPMG menjelaskan perusahaanfarmasi nasional masih mendo-minasi pasar obat di Indonesiahingga 2011. Pangsa produsen Targetkan Pendapatan Naik 19,4%farmasi nasional pada 2011 di- PT Millennium Pharmacon International "Kami sedang membangun satu kantorperkirakan mencapai 70%. Tbk (SDPC) menargetkan pendapatan cabang baru di Manado tahun ini," kata"Pangsa pasar MNCs di Indone- pada 2011 naik 19,4% menjadi Rp 1 triliun Andrew. Kantor cabang Millennium Phar-sia ditargetkan mencapai 30% dibanding 2010, seiring peningkatan macon pada tahun ini ditargetkan berjumlahpada tahun ini," ujarnya. permintaan obat dan alat kesehatan di 30 unit, meningkat dibandingkan 2010 pasar domestik. Andrew Loke, Presiden sebanyak 29 unit.Menurut dia, meski pangsanya Direktur Millennium Pharmacon, men-cukup rendah, MNCs tetap ter- jelaskan peningkatan pendapatan akan Andrew menilai hingga saat ini target pertum-tarik menanamkan investasi di mendorong pertumbuhan laba bersih per- buhan pendapatan tersebut bisa tercapai,Indonesia karena potensi pasar usahaan yang ditargetkan naik 16,6% dengan mengacu pada hasil penjualanyang besar. IPMG memperkira- menjadi Rp 4 miliar pada tahun ini. kuartal I 2011. Berdasarkan laporan keuang-kan pasar farmasi Indonesia 2011 an perseroan, Millennium Pharmacon meraihmencapai Rp 38 triliun, naik Dia menjelaskan target peningkatan penda- pendapatan Rp 226,07 miliar di kuartal I10,5% dibandingkan tahun 2010 patan perusahaan juga didorong pertumbuh- 2011, naik 8,94% dibanding periode yangsebesar Rp 34 triliun. an pasar farmasi nasional yang diprediksi sama 2010 sebesar Rp 207,5 miliar. Laba naik 11% menjadi Rp 38 triliun pada 2011 bersih perseroan menunjukkan peningkatanNamun menurut Luthfi regulasi dibandingkan 2010. Perseroan membuat signifikan di kuartal I 2011, naik 4.877%membatasi peran produsen asing target pertumbuhan pendapatan mengacu menjadi Rp 746,68 juta dibanding periodedalam industri farmasi nasional, pada kenaikan target penjualan masing- yang sama di 2010 sebesar Rp 15 juta.dalam hal penetrasi pasar dan masing prinsipal rekanan perusahaan.kompetisi domestik, industri far- Dia mengakui perseroan mengalami penu-masi asing saat ini dihadapkan "Upaya revitalisasi dan ekspansi jaringan runan pendapatan pada 2010 karena peng-pada ketatnya pengawasan oleh akan mendorong pertumbuhan pendapatan hentian kerja sama dengan PT Merck TbkKomisi Pengawas Persaingan perseroan pada 2011," ujar Andrew. (MERK) pada Desember 2009. Namun,Usaha (KPPU). dengan masuknya dua prinsipal lokal yakni Millennium Pharmacon menganggarkan dana PT Tobbest Busindo pada kuartal I 2010 danDiakuinya perubahan kebijakan dana belanja modal untuk revitalisasi dan PT Maharupa Gatra pada kuartal II 2010,pemerintah dan ketatnya penga- ekspansi pada 2011 mencapai Rp 9,6 miliar. Millennium Pharmacon menargetkan omset-wasan KPPU bisa mempengaruhi Perusahaan berencana mendanai ekspansi nya bisa meningkat kembali pada tahun ini.rencana investasi produsen farma- tersebut dari kas internal dan pinjaman bank,si asing di Indonesia. "Kami ber- antara lain dari Standard Chartered Bank. "Hingga akhir kuartal I 2011, rata-rata pen-harap minat investasi produsen dapatan Millennium Pharmacon per bulanfarmasi di Indonesia terus me- Dana belanja modal itu akan dipakai dalam mencapai Rp 89,9 miliar. Kami menargetkanningkat karena adanya kepastian bentuk pembangunan gedung cabang baru, pada semeseter II 2011 rata-rata pendapatanhukum dan kebijakan pemerintah pembelian kantor untuk cabang baru, serta perseroan bisa mencapai Rp 90 miliar-Rp 92yang konsisten," ujarnya.<dbs> penambahan unit-unit pengantaran (delivery). miliar per bulan," ujar Andrew. <dbs>
  6. 6. MEDIA PHARMA Indonesia 5 Gabungan PerusahaAn Farmasi Indonesia OBAT PALSUFarmasi Terbantu Pembebasan PeredarannyaBea Masuk Impor Bahan Baku Diperkirakan Naik 11%Gabungan Perusahaan Farmasi Para produsen farmasi telahIndonesia menyatakan penerbitan sepakat untuk tidak menaikkan International PharmaceuticalPeraturan Menteri Keuangan harga jual obat pada tahun ini, Manufacturers Group (IPMG)Nomor 80 Tahun 2011 tentang dengan memperhatikan daya beli memperkirakan peredaran obatPenetapan Sistem Klasifikasi masyarakat, khususnya kalangan palsu di Indonesia pada 2011Barang dan Pembebanan Tarif Bea menengah ke bawah. mencapai Rp 5,7 triliun - Rp 7,6Masuk Atas Barang Impor, triliun, meningkat 11% diband-yang di antaranya membebaskan Hal itu dilakukan untuk memberi ing tahun lalu. Kenaikan tersebutbea masuk bahan baku farmasi, dukungan target pertumbuhan didorong peningkatan konsumsiakan mendorong penurunan penjualan farmasi nasional pada obat domestik.biaya produksi industri farmasi di 2011 sebesar 11%-14% dari Anthony Ch Sunarjo Menurut Lutfi Mardiansyah, KetuaIndonesia. penjualan tahun lalu Rp 34 triliun. "Kami berharap pemerintah mem- IPMG, tingginya peredaran obatHal itu karena dalam aturan tersebut, bea bantu mengefisienkan biaya-biaya komponen palsu di Indonesia saat ini karenamasuk 20 pos tarif bahan baku obat yang produksi, untuk mengimbangi langkah kami harganya lebih murah dibanding-naik 5% sejak 1 Januari 2011 kembali yang tidak menaikkan harga jual," kata kan obat yang memiliki hak paten.menjadi 0%. Anthony. Nilai peredaran obat palsu mencapai 15%-20% dari proyeksi total pasar Asosiasi juga berharap, dalam merumuskan farmasi nasional pada tahun iniAnthony Charles Sunarjo, Ketua Umum sebesar Rp 38 triliun. "Sebagian ma-Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, kebijakan terkait bahan baku obat, pemerin- syarakat masih cenderung memilihmengatakan dengan penurunan bea masuk tah bisa berunding terlebih dahulu dengan produk obat dengan harga yangbahan baku tersebut, harga jual bahan baku produsen sebagai pemangku kepentingan lebih murah," kata Lutfi.obat di Indonesia menjadi turun 5%, sesuai (stakeholders) yang melaksanakan kebijakan.besaran penurunan dalam peraturan itu. Dia menerangkan obat palsu yang Apalagi bahan baku obat yang dikenai bea beredar di Indonesia ada yang di-Kondisi itu tentu akan berdampak pada biaya masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan racik di dalam negeri namun adaproduksi industri farmasi nasional. "Penurun- Nomor 241 Tahun 2010 merupakan bahan pula yang diimpor dari beberapaan bea impor bahan baku akan membantu baku utama industri farmasi seperti sulfame- negara seperti Singapura dan Ma-produsen dalam menjaga margin," kata dia. toxazol ciprofloxacin, dextromethorphan, dan laysia. Namun Lutfi tidak menge- aluminium hydroxide. tahui persentase impor obat palsuDia menilai produsen akan lebih terbantu lagi di Indonesia. Karena obat-obat itujika pemerintah menurunkan seluruh pos tarif Permenkeu Nomor 80 Tahun 2011 merupa- diimpor secara ilegal. Pemakaianbea masuk bahan baku industri farmasi yang kan revisi atas Peraturan Menteri Keuangan obat palsu merugikan masyarakatnaik sejak awal 2011, sebanyak 80 pos tarif. Nomor 241 Tahun 2010. Revisi bea masuk dan produsen farmasi di Indonesia. bahan baku obat itu diterbitkan setelah 15Selain itu, pemerintah juga harus segera dan produsen farmasi yang tergabung dalam Sofjan Wanandi, Ketua Umumbenar-benar merealisasikan pelaksanaan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Asosiasi Pengusaha Indonesia,penurunan bea masuk tersebut sesuai bersedia membatalkan kenaikan harga jual menilai maraknya peredaran obataturan. Hingga kini, asosiasi masih belum obat pada kuartal I 2011. palsu dan kedaluwarsa di Indonesiamendapat salinan resmi Peraturan Menteri karena lemahnya penegakan hukum.Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 tersebut. Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedia- Aparat penegak hukum jarang me- ningsih, sebelumnya telah mengatakan kepa- lakukan inspeksi mendadak sebagaiBerdasarkan data Gabungan Perusahaan da produsen farmasi diimbau untuk menahan upaya penegakan hukum untukFarmasi Indonesia, komponen harga bahan kenaikan harga jual obat pada 2011. mencegah peredaran obat palsu danbaku impor menyumbang rata-rata 20%-25% kedalwarsa. "Inspeksi mendadakdari harga jual obat. Sebagai kompensasinya, Menteri Kesehatan dilakukan setahun sekali, yakni akan mengusulkan revisi Peraturan Menteri menjelang Lebaran," kata Sofjan.Sementara 90% bahan baku farmasi di Indo- Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 agar biayanesia masih diimpor dari beberapa negara produksi perusahaan farmasi di Indonesia Meski obat palsu marak beredar,seperti India, China, Amerika Serikat, dan tidak naik karena beban bea masuk bahan IPMG memperkirakan penjualannegara-negara Eropa. baku impor. <cwb/dbs> obat yang dilakukan secara resmi tidak akan terganggu. <erw>
  7. 7. 6 MEDIA PHARMA IndonesiaBusiness NewsPT KIMIA FARMA TBKBangun PabrikObat Injeksi Rp 216 MPT Kimia Farma Tbk akan membangun Strategi Jangka Panjang Pembangunan pabrik obat injeksi ini ber-pabrik obat injeksi corticosteroid se- Pabrik obat injeksi yang akan dibangun potensi meningkatkan marjin karena pro-nilai Rp 216 miliar pada 2011, hasil Kimia Farma dengan perusahaan asal duksinya yang dilakukan sendiri. Kimiakerja sama patungan dengan Tianjin China, Tianjin King York, ditargetkan untuk Farma menjual obat generik, obat resepKing York, perusahaan berrbasis di beroperasi pada 2013. Pabrik itu akan (lisensi dan narkotika), OTC, bahan bakuChina. Pembangunan pabrik itu akan memproduksi jenis obat injeksi corti- farmasi seperti minyak nabati, yodium,meningkatkan kapasitas produksi costeroid yang digunakan untuk peradang- kina, alat kesehatan dan kontrasepsi.perseroan sehingga meningkatkan an sistemik, untuk mengobati berbagaipendapatan. penyakit seperti alergi dan asma. Sisa alokasi belanja modal perseroan senilai Rp 42 miliar akan digunakan untukMenurut Syamsul Arifin, Dirut Kimia Farma, Menurut laporan keuangan tahunan Kimia mengakuisisi PT Sinkona Indonesia Lestaripabrik obat injeksi itu direncanakan ber- Farma, perusahaan memiliki lima pabrik serta membangun tiga apotek di Kualakapasitas 300 juta ampul dan 100 juta yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Sema- Lumpur, Malaysia. Nilai akuisisi PT Sinkonaampul per tahun. Kimia farma dan Tianjin rang, Watudakon, dan Medan. diestimasikan senilai Rp 20 - 25 miliar.King York masing-masing akanberkontribusi 50% dari kebutuhan Profil Pabrik Kimia Farma Produk Kimia Farmainvestasi pembangunan pabrik itu. No. Lokasi Pabrik Produksi No. Lini Produk Jumlah"Saat ini proses kerjasama itu masih 1. Pabrik Jakarta Tablet, kapsul, cairan, krim, produk steril, 1. Generik (OGB) 168pada tahap negosiasi, untuk pola serta fasilitas produksi betalaktam. 2. Produk Consumer Health joint venture yang akan dibentuk 2. Pabrik Bandung Tablet, cairan, granul, serta fasilitas produksi hormon, AKDR, ina dan derivatnya. k - OTC 19nantinya," ujarnya. - Obat Herbal 26 3. Pabrik Semarang Minyak lemak, kosmetika, produk fitocare seperti minyak - Kosmetika 20 kayu putih dan minyak telon 3. Etikal Bermerek 88Menurut Syamsul, penandatangan- 4. Pabrik Watudakon Kapsul lunak, tablet, obat luar,serta fasilitas penambangan 4. Narkotika 9an nota kerja sama pembangunan dan produksi yodium. 5. Kontrasepsi 3pabrik itu sudah dilakukan pada 5. Pabrik Medan Tablet dan Krim Total 3332010. Perseroan menargetkanproses pembangunan pabrik itu dimulai Keseluruhan pabrik ini umumnya mem- Pasca-akuisisi, Kimia Farma akan menjadipada semester II 2011. produksi kapsul dan tablet. Sementara pemegang saham mayoritas. Sinkona pembangunan pabrik obat injeksi itu akan bergerak dalam bidang produksi kina.Dia menerangkan investasi yang dilakukan dilakukan di Cikarang, Jawa Barat. Dengan akuisisi ini, Kimia Farma akanKimia Farma dalam pembangunan pabrik mendapatkan kontribusi dari penjualanobat injeksi akan didanai anggaran belanja Pembangunan pabrik obat injeksi itu me- produk kina.modal perseron tahun ini. Kimia Farma rupakan strategi jangka panjang untukmenganggarkan belanja modal sebesar Rp mendiversifikasi jenis obat yang akan di- Pada 2010, kina, yodium, dan minyak150 miliar pada 2011. Kimia Farma akan hasilkan serta upaya peningkatan omset nabati hanya menyumbangkan 2% ter-menggunakan dana Rp 108 miliar untuk hasil produksi sendiri. Selama ini Kimia hadap pendapatan konsolidasi Kimiapembangunan pabrik tersebut. Farma lebih banyak menjual obat-obat yang Farma. Penjualan tiga bahan baku itu diproduksi oleh pihak ketiga. Hingga kuartal menyumbangkan pendapatan senilai RpSisa dari belanja modal tahun ini diguna- I 2011 omset obat Kimia Farma 78%-nya 61 miliar pada tahun lalu.kan untuk mengakuisisi anak usaha PT adalah produksi pihak ketiga, dan 22%Sinkona Indonesia Lestari dan memba- diproduksi sendiri. Pembangunan apotek di Kuala Lumpurngun tiga apotek di Kuala Lumpur, hasil kerja sama dengan perusahaan Aver-Malaysia, hasil kerja sama dengan Dalam 6 tahun terakhir, pendapatan Kimia roes Pharma, Kimia Farma hanya sebagaiperusahaan farmasi Malaysia, Averroes Farma tumbuh 12% per tahun (CAGR) minoritas. Produk-produk yang dijual padaPharma. periode 2005-2010 dengan pendapatan apotek itu, akan menggunakan merek pro- pada 2010 senilai Rp 3,18 triliun. Pada duk Kimia Farma sehingga memperolehKimia Farma menargetkan omset 2011 periode ini, marjin laba usaha Kimia Farma royalti sebesar 2%.tumbuh 11% menjadi Rp 3,52 triliun mencapai 2,8%-4,7%, dengan marjin labadibandingkan 2010. Pada kuartal II 2011, usaha pada 2010 tumbuh ke level 4,6% Kerja sama apotek Kimia Farma-Averroesperseroan memproyeksikan pendapatan dari sebelumnya. Hingga kuartal I 2011 Pharma itu akan menambah jaringan dis-meningkat 5%-10% menjadi Rp 666- Rp marjin laba usaha Kimia Farma mencapai tribusi produk-produk Kimia Farma secara697 miliar dibandingkan kuartal I 2011. 5,1%, level tertinggi sejak tahun 2005. regional. <erw>
  8. 8. MEDIA PHARMA Indonesia 7International Pharmaceutical Manufacturers Group NOVARTIS INDONESIAEmpat MNCs Eropa Berencana Tingkatkan Pangsa ProdukInvestasi Bahan Baku Farmasi Kesehatan Mata Indonesia tidak diijinkan mengimpor obat. PT Novartis Indonesia, berencana Selama ini sebesar 95% bahan memperkuat penetrasi produk pera- baku farmasi di Indonesia watan mata dan layanan kesehatan masih diimpor dari negara di Indonesia seiring selesainya pro- lain, seperti Cina. Bahan baku ses merger induk usaha Novartis AG itu antara lain sulfametoxazol dengan Alcon Inc. Divisi Alcon di ciprofloxacin, dextromethorphan, Indonesia yang baru akan mengikut- dan hydroxide. sertakan bisnis Alcon selama ini yaitu obat-obatan yang berhubungan Ketersediaan pasokan bahan dengan kesehatan mata. baku dan obat yang lebih besar di Indonesia akan berdampak pada efisiensi produksi obat. "Biaya produksi bisa ditekanIPMG menyatakan sebanyak 3-4 prinsipal hingga 10% jika bahan baku cukup tersediafarmasi multinasional asing (MNCs)akan di Indonesia," ujar Lutfi. Lutfhi Mardiansyah, Presiden Direk-berinvestasi untuk produksi bahan baku tur Novartis Indonesia, mengatakan langkah merjer kedua perusahaanfarmasi serta produksi obat di Indonesia. Kondisi investasi yang kurang kondusif men- akan makin memperkuat keberada-Rencana investasi MNCs itu karena dorong MNCs memilih investasi ke negara an Novartis dalam bidang layananmelihat potensi pertumbuhan pasar farmasi lain, seperti Malaysia, Vietnam, Australia, kesehatan dan farmasi. "Ke depan,nasional. dan Selandia Baru. Saat ini konsumsi obat dengan masuknya Alcon ke dalam di Indonesia masih kecil, yakni US$ 15 per Novartis akan menciptakan kekuatanLutfi Mardiansyah, Ketua IPMG, mengata- tahun per kapita, lebih rendah dibandingkan bisnis perawatan mata dengan jang-kan jika produsen farmasi asing itu berinves- negara Asia lain seperti Malaysia yang sudah kauan komersial lebih luas," kata dia.tasi di Indonesia, maka bahan baku obat akan mencapai US$ 45 per tahun per kapita.lebih mudah didapat di dalam negeri. MNCs Berdasarkan keterangan tertulis itu berasal dari negara maju seperti Eropa. Sri Indrawati, Direktur Jenderal Bina Far- Novartis AG pada akhir 2010, nilai"Mereka itu masih menunggu iklim investasi masi dan Alat Kesehatan Kementerian merjer kedua perusahaan global ituyang lebih kondusif di Indonesia," ujar dia. Kesehatan Indonesia, mengatakan salah mencapai US$ 12,9 miliar. Selama satu upaya mendorong investasi farmasi ini Novartis merupakan salah satuLutfi menilai untuk menciptakan iklim inves- asing adalah dengan melonggarkan aturan MNCs farmasi yang memproduksitasi yang kondusif sesuai keinginan MNCs kepemilikan asing dari 75% menjadi 100%. obat-obatan inovatif, kesehatan mataitu, pemerintah harus menyusun aturan inves- obat resep dan generik, produk kese-tasi yang mendukung. Selama ini Pemerintah Dengan kebijakan baru itu, prinsipal farmasi hatan konsumen, vaksin pencegahandinilai masih belum memberikan insentif multinasional akan menjadikan Indonesia penyakit, serta alat-alat diagnosis.investasi bahan baku farmasi di Indonesia. sebagai basis produksi sehingga berimplikasi Salah satu vaksin yang diproduksi"Insentif itu bisa dalam bentuk tax holiday meningkatkan teknologi di sektor tersebut. Novartis adalah vaksin meningitis.serta kemudahan ijin investasi," ujar Lutfi. Harga obat modern pun bisa menjadi lebih murah. PT Novartis Indonesia akan bergerakSaat ini produsen farmasi asing di Indonesia cepat untuk merespons organisasimasih mengalami inefisiensi produksi, yakni Investasi farmasi pada 2011 diperkirakan baru hasil dari merjer induk usaha.beroperasi dengan volume produksi yang meningkat 50%-60% dibandingkan proyeksi "Kami akan mematangkan susunankecil sehingga membuat biaya produksi tidak tahun lalu, dari US$ 500 juta menjadi US$ organisasi lokalnya," kata Lutfi.efisien. Inefisiensi itu terjadi karena kebijakan 750 juta – US$ 800 juta, seiring rencanapemerintah yang mewajibkan produsen pemerintah telah melonggarkan aturan bagi Tahun lalu, Novartis Group mencetakfarmasi asing memiliki fasilitas produksi di kepemilikan modal asing di Indonesia. penjualan sebesar US$ 50,6 miliar,Indonesia. dan sekitar US$ 9,1 miliar diinvestasi Kapasitas produksi industri farmasi nasional kan dalam riset. Penjualan Alcon sen-Lutfi menuturkan MNCs di Indonesia juga diharapkan akan meningkat terutama untuk diri pada 2010 mencapai US$ 7,2terkendala dengan Permenkes 1010 Tahun obat resep yang belum dibuat di dalam miliar. Perusahaan itu memproduksi2008 tentang Registrasi Obat. Dalam aturan negeri, seperti obat kanker, gagal jantung, produk-produk tetes mata selamaitu, MNCs yang tidak memiliki pabrik di dan diabetes.<cwb> 65 tahun. Rencananya, Alcon akan menjadi divisi baru di Novartis. <is>
  9. 9. 8 MEDIA PHARMA Indonesia The CaseBIOTECH Update15 BiotechsR&D BiggestSpendersBagian PERTAMA benar-benar merombak dan mempengaruhi lanskap riset di sektor farmasi. Big Pharma adalah bisnis global dengan sejumlah pemain yang tersebar di seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Tapi Big Sebaliknya, yang ditemukan disini, mungkin kita Biotech adalah bisnis yang lahir dan dibesarkan di Amerika akan melihat beberapa perusahaan bioteknologi Serikat dan meskipun diversifikasi secara internasional, industri menjadi incaran Big Pharma pada tahun-tahun telah membuat label made in the USA ke dalam DNA-nya. mendatang. Beberapa sudah terlihat, seperti Roche mengakuisisi Genentech yang mengawali tren itu. F Sanofi Aventis secara perlahan dan hati-hati meng- gandeng Genzyme, dan berambisi untuk mendapat- FierceBiotech telah menganalisa rilis terbaru dari kan apa yang telah mereka capai dengan anggaran catatan investasi industri R&D Farmasi di Uni R&D sebagai pendorongnya. Eropa termasuk Top 15 Peringkat Belanja Teratas pada R&D Bioteknologi Global. Rilis ini termasuk Berikut adalah perusahaan-perusahaan R&D beberapa informasi tambahan tentang strategi para yang memiliki anggaran belanja besar setelah pemainnya dalam memburu penemuan baru. perkawinannya dengan Big Pharma : Dengan mengamati Top 15 Peringkat Belanja pada 1. Amgen (GENENTECH-AMGEN) R&D Bioteknologi Global ini kita akan menemukan Berbasis di Amerika Serikat sebanyak 11 industri berbasis di Amerika Serikat Anggaran R&D sebesar US$ 2,72 miliar (AS), berada pada lima urutan teratas. Melampaui Menurun -5,5% dari 2008 perusahaan asal Jepang dan Australia, serta Eropa Pendapatan untuk R&D sebesar 19.6% yang berhasil masuk pada urutan 11 dari R&D Bioteknologi. Sekarang Genentech telah mendapatkan posisinya di Tidak seperti Top 15 Belanja R&D Farmasi yang BELANJA bawah perusahaan induk, R&D 2009 menunjukkan angka-angka bernilai besar, namun Roche yang membawanya AMGEN pada sektor biotek ini belanja R&D mereka tampak menjadi perusahaan biotek- 2,72 jauh lebih kecil. nologi berbasis R&D terbesar. Dengan belanja R&D sebesar Beberapa pemain Big Pharma mungkin akan mem- US$ 2,72 miliar, angka yang beli satu atau dua perusahaan, tetapi kita tidak akan hampir menyamai gabungan Miliar menemukan sebuah mega-merger/akuisisi yang tiga anggaran dari pemain Dolar AS
  10. 10. MEDIA PHARMA Indonesia 9 Itulah salah satu alasan mengapa rumors hangat tentang Amgen yang beredar baru-baru ini bahwa seseorang akan segera membuat tawaran kepada Acteleon, Swiss. Dan seperti perusahaan big pharma, Amgen sangat tertarik berekspansi ke pasar negara-negara berkembang. Ini adalah jumlah besar, sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari blockbuster selama bertahun-tahun dari beberapa obat aging anemia yang ikut dalam kompetisi. Meskipun Amgen sering mendapat sindiran sebagai salah satu calon pecundang terbesar di masa mendatang ketika para provider biosimilars mulai mengirimkan sinyal persaingan mereka. Tetapi tampaknya Amgen memiliki banyak waktu untuk merombak diri sebelum itu terjadi. Buy-out yang dilakukannya akan mendukung pembangun R&D untuk memperoleh per- setujuan yang baru bagi Dmab. Strategi yang sama juga akan dilakukan pada Vectibix obat kanker kolorektal. Obat kanker kepala dan leher, walaupun hasil studinya masih mengecewakan di awal tahun 2010 lalu. 2. Biogen Idec Anggaran R&D sebesar US$ 1,2 miliar Meningkat 19.7% dari 2008 Pendapatan untuk R&D sebesar 29,3% Tahun 2010 lalu telah menjadi yang ter- BELANJA Top 15 Biotech R&D Spender berat bagi Biogen Idec. Biogen Idec dan R&D 2009 (2009) 15 Roche memilih untuk mengakhiri pro- BIOGEN IDEC gram pengembangan ambisius mereka No. 1. Amgen Company 2. Biogen Idec 2009 Growth (08) 2.72B 1.2B pada tahap akhir untuk obat rheumatoid arthritis-nya yakni, Ocrelizumab. Salah satu penerima terbesar Avonex untuk 1,2 Milyar 3. Gilead Sciences 849M multiple sclerosis mendapatkan saingan Dolar AS 4. Genzyme 805M baru, Gilenya, obat oral multiple sclerosis keluaran Novartis. 5. Celgene 745M 6. Kyowa Hakko Kirin 478M Dan tampaknya segera muncul pesaing lain dalam waktu dekat. 7. Vertex Pharmaceuticals 454M Biogen Idec telah berupaya (namun gagal) untuk mengambil 8. Life Technologies 320M alih Facet Biotech Corp. Facet setuju untuk diakuisisi oleh 9. CSL 267M Abbott Laboratories sebesar US$ 27 per saham. Ketika satu 10. Amylin Pharma. 172M masalah berlalu, disusul keluarnya CEO James Mullen setelah berselisih dengan seorang aktivis Carl Icahn, dan pada Juli 2010 11. Genmab 123.01M kedudukan Mullen digantikan oleh George Scangos, seorang 12. Cubist Pharma. 118.8M ahli peneliti yang lama memimpin Exelixis. 13. Merial Animal Health 115M 14. MannKind 108.95M Scangos harus sedikit meluangkan waktu sebelum melakukan 15. Abraxis Biosciences 107M restrukturisasi besar di Biogen Idec, dengan tujuan merombak perusahaan ini menjadi lebih efisien dan gesit. Terdengar sangat mirip dengan big pharma yang kembali pada alurnya. Bagianbesar di bawah posisinya dalam daftar. Ini menjadi milestone dari fokus baru R&D-nya akan memprioritaskan program-pencapaian yang paling dicari tahun 2009. Dengan Denosumab program Biogen Idec dengan mengedepankan kemitraan.(obat tulang) sebagai obat pertamanya yang mendapat persetu-juan, diikuti lampu hijau dari kebijakan penting kedua yang Dalam sebuah wawancara dengan Boston Globe, Scangos mem-makin memantapkan pertumbuhan, biotek Genentech- perjelas bahwa divisi R&D tidak bisa bekerja dengan isolasi.Amgen. "Kami adalah lingkaran sangat kecil di tengah alam semes- ta yang besar, dan perkembangan yang menarik lebih me-Pada pertengahan tahun 2010 lalu, CEO Amgen, Kevin Sharer mungkinkan datang dari luar dan dalam perusahaan," kata-menggulirkan dana sebesar US$ 20 miliar untuk akuisisi baru. George Scangos.
  11. 11. 10 MEDIA PHARMA Indonesia The Case Kevin Sharer George Scangos John Lechleiter Henry Tremeer Robert Hugin CEO Amgen CEO Biogen Idec President & CEO Chairman & CEO CEO Celgene Gilead Sciences Genzyme3. Gilead Sciences global untuk jenis obat HIV, Truvada di posisi atasBerbasis di Amerika Serikat dengan penjualan US$ 2,49 miliar pada 2009, sementaraAnggaran R&D sebesar US$ 849 juta Atripla di posisi kedua dengan US$ 2,38 miliar dolar AS,Meningkat sebesar29,1% dari 2008 dan Viread (tenofovir disoproxil fumarate) diurutan ketujuhPendapatan untuk R&D sebesar 12,7% dengan penjualan US$ 668 juta. Total ketiganya lebih dari US$ 5,5 miliar.Gilead telah menjadi kekuatan penting dalam bioteknologiberdasarkan karyanya dalam terapi untuk HIV/AIDS, 4. Genzymekombinasi untuk menyerang virus dari ber- Berbasis di Amerika Serikatbagai titik. Dengan beberapa ide dan strategi yang Anggaran R&D mencapai US$ 805 jutaserupa untuk Hepatitis C, perusahaan ini telah mencoba Menurun -33% dari 2008melakukan upaya serupa pada target Pendapatan untuk R&D sebesar 18,7%baru. Kendati pada hasil awalnya BELANJAmasih mengecewakan. R&D 2009 Ketika manufaktur Genzyme mengalami kekacauan, GILEAD sejumlah analis tidak memberi peluang banyak kepadaUntuk memperbaiki itu, baru- CEO Henri Termeer untuk tetap bertahan. Berlanjut 849baru ini Gilead merekrut Dr John dengan datangnya seorang aktivis Carl Icahn menyodor-McHutchison dari Duke untuk kan daftar tuntutan. Sanofi-Aventis telah menindaklanjutimengelola biaya R&D pada area dengan tawaran sebesar US$ 18,5 juta.Hepatitis C ini. Dia bergabung Jutadengan tim yang handal, yang saat Dolar AS Tapi Termeer tidak bertahan diposisi puncak Genzymeini menjalankan enam studi tahap dan menjadikannya sebagai perusahaan biotek besarakhir terhadap HIV/AIDS. Ada enam studi yang sedang tanpa kemampuan bertahan dalam proses yang panjang.berlangsung, termasuk 9190 GS untuk Hepatitis C dan Untuk mengatasi situasi Tremeer lebih memilih untuklima studi tahap awal lainnya. membuang kelebihan beban perusahaan. Beberapa aset pelengkap Genzyme Genetika, dijual. Dan TermeerR&D yang agresif itu telah dibayar mahal dengan lahirnya memberi waktu selama lima tahun kepada para perisetbeberapa produk blockbuster. Obat yang dihasilkan Gilead untuk menindak-lanjuti studi klinik terhadap pasienitu berhasil menempati peringkat dua teratas penjualan pengguna Alemtuzumab (Campath). Namun pada studi tahap pertengahan para R&D Spending in US$ billion periset mengatakan bahwa 87% pasien multiple sclerosis yang memakai Campath Amgen tidak mengalami perbaikan kondisi mereka. Biogen Idec Sementara itu, hanya 62% pasien yang memakai Rebif (interferon beta-1a), produk Gilead Science keluaran Merck Serono bisa membuat klaim Genzyme yang sama. Celgene Pada analisa tahap akhir Campath mulai tam- Kyowa Hakko Kirin pak layaknya blockbuster bernilai US$ 2 miliar Vertex Pharm. dalam sales tahunan. Bagi Genzyme, itu Life Technology tampak sebagai bukti dalam kasus perusahaan bioteknologi bernilai US$ 89 per saham. Jika CSL diadakan lagi, Genzyme mungkin memper- Amylin Pharm. oleh peluang yang lebih baik untuk meng- angkat suatu kasus pada mipomersen, yang 0 0,5 1 2,5 3 telah mencatat penurunan kadar LDL buruk secara signifikan pada studi tahap akhir.
  12. 12. news MEDIA PHARMA Indonesia 11 StripeNews GPFI: Omset Obat Bisa Turun 15% padaGenzyme ingin memakai obat itu pada familial BulanRamadhanhyper-cholesterolemia, suatu gangguan genetikyang bisa memicu tingkat tinggi kolesterol jahat.Namun, para analis telah menyatakan bahwa ter-dapat lonjakan enzim hati secara signifikan yangdapat mengurangi jangkauan pasar obat itu secarakeseluruhan.Tentu saja, Genzyme telah melakukannya dengansangat baik sebagaimana dilakukannya pada Kendrariadi Suhandapopulasi pasien kecil. Penjualan obat di Indonesia5. Celgene pada bulan Ramadhan danBerbasis di Amerika Serikat Lebaran 2011 diperkirakan bisaAnggaran R&D sebesar US$ 745 juta turun 10%-15% menjadi RpMenurun sebesar -14.8% dari 2008 2,55 triliun - Rp 2,41 triliun dari Celgene tidak menunjukkan adanya tanda-tanda bulan biasa sebesar Rp 2,83Pendapatan untuk R&D sebesar 29% strategi cadangan untuk R&D yang ambisius. triliun, menurut GP Farmasi Indonesia (GPFI).Sepanjang tahun 2009 lalu 6. Kyowa Hakko Kirinstrategi R&D Celgene tam- BELANJA Berbasis di Tokyo, Jepang Kendrariadi Suhanda, Wakilpak seperti versi yang lebih R&D 2009 Anggaran R&D sebesar US $ 478 juta Sekjen GPFI, menjelaskankecil dari Big Pharma seb- CELGENE Menurun sebesar -3,8% dari 2008 penurunan itu karena masya-agai mitra dengan platform rakat Indonesia yang sebagian 745 Pendapatan untuk R&D sebesar 11,3%baru yang ambisius untuk besar muslim mengurangi konsumsi obat, khususnya dimengidentifikasi calon obat Kyowa Hakko Kirin adalah sarang bagi kesepakat siang hari terkait ibadah puasa.yang menjanjikan, membeli Juta an biotek. Perusahaan ini bersemangat memajukanproduk dan program baru. Dolar AS obat baru untuk kanker, imunologi dan alergi, itu "Masyarakat cenderung mem- adalah jalur perjanjian lisensi yang sulit, memung- beli barang konsumsi lain, se-Di sisi pengembangan, Cel- kinkan akses pada teknologi antibodi yang kini perti makanan dan minuman,gene membujuk dengan nilai US$ 130 juta untuk menjadi salah satu area hot dalam penemuan obat. untuk kebutuhan Ramadhanmenyewa suatu platform teknologi Agios guna dan Lebaran," ujarnya.mendapatkan kandidat obat baru. Dan untuk se- Pada 2009 bioteknologi Je- Data GPFI mencatat, omsetlanjutnya mereka bersedia membayar senilai US$ pang mencapai kesepakatan BELANJA obat di Indonesia pada 2010120 juta untuk setiap peng-obatan baru sebagai senilai US$ 315 juta dolar R&D 2009 mencapai Rp 34 triliun. Tahunpenawaran berikutnya. untuk antibodi inflamasi, Astellas ini, GPFI menargetkan penjualan awalnya ditargetkan untuk PHARMA obat nasional naik 11,7%Pada buyout sebesar US$ 2,9 miliar dalam bentuktunai dan saham kepada Abraxis dalam kesepakatan untuk menyediakan obat Abraxane yang dipas-arkan dengan dua kandidat obat yang masih dalam inflamasi pada kolitis ulsera- tiva dan penyakit Crohn, dengan perpanjangannya 1,63 Milyar menjadi Rp 38 triliun dari 2010. Menurut Kendra, penurunan omset obat di bulan Ramadhan untuk rheumatoid arthritis. Dolar AS ini tidak akan mempengaruhitahap klinis III dan praklinis. Selain itu juga Cel- target penjualan produsengene telah membeli Gloucester Pharmaceuticals Setahun sebelumnya pada tahun ini. Itu juga tidaksenilai US$ 640 juta pada Januari 2010. Amgen telah mencapai kesepakatan senilai US$ akan mempengaruhi proyeksi 520 juta dolar untuk salah satu antibodi dari penjualan di kuartal III secaraGloucester mendapatkan persetujuan untuk Kyowa, KW-0761, untuk mengatasi inflamasi dan signifikan. "Penjualan farmasiIstodax, yang digunakan untuk mengobati bentuk onkologi. Pada 2009 tercapai kesepakatan Kyowa akan kembali normal setelahlimfoma non-Hodgkin, setahun yang lalu. Selanjut- Lebaran, seiring mulai mening- Asia untuk obat Bardoxolone Reata. katnya konsumsi obat dinya Celgene berencana untuk meneruskan studi masyarakat," ujarnya.pada obat itu untuk pemakaian lain. Pada awal tahun 2009 Kyowa Hakko Kirin telah menandatangani perjanjian kemitraan dengan GPFI memperkirakan penjualanCelgene memperoleh sebagian dari total pendapa- Dicerna Pharmaceutical yang dimulai dari kecil obat di kuartal III 2011 mencapaitan Revlimid dan Thalomid, dan itu jelas akan tapi berpotensi besar, senilai US$1,4 juta. Dan be- Rp 11,4 triliun, meningkatdiversifikasi. Pada hari pertama R&D yang akan berapa bulan kemudian Lundbeck telah melisensi 11,7% dibanding periode yangdilaksanakan selama lima tahun, Celgene mengu- program-program untuk penyakit Parkinson dan sama di 2010 sebesar Rp 10,2raikan rencana untuk kanker paru-paru, kemoter- triliun. Omset kuartal III 2011 penyakit sistem saraf pusat lainnya. diperkirakan menyumbang 30%api termasuk untuk anemia. multiple myeloma. dari total penjualan farmasiPenyakit Crohn, gangguan pencernaan, psoriasis, www.fiercepharma.com tahun 2011. <erw>gangguan kulit, dan arthritis psoriatis.
  13. 13. 12 MEDIA PHARMA IndonesiaThe CaseOTC products:A healthyperspective Ke 17 negara itu adalah; Australia, Belgia, Chili, Perancis, Jerman, Hong Kong, Hongaria, Indonesia, Korea, Belanda, Serbia, Singapura, Spanyol, Taiwan, UEA, Inggris, dan Amerika Serikat.
  14. 14. MEDIA PHARMA Indonesia 13Sebuah survei dilakukan olehSynovate Inc. pada Desember Pada setiap penilaian individual dan2009 telah mengungkap fakta persepsi kesehatan perorangan, tampaknya responden di setiap pasar memilikidi 17 pasar di beberapa negara,T keinginan yang sama untuk meningkatkanmencakup hampir sebanyak kesehatan mereka, dengan 87% mengatakan mereka bertindak dalam 12 bulan terakhir untuk12.000 responden. memperbaiki kondisi kesehatan. Tentu rahasia bahwa salah satu kekayaan "Ini berarti banyak orang yang kurang menya- terbesar dapat memiliki adalah kesehatan. dari apa yang sehat dan tidak sehat, sehingga Survei terbaru yang dilakukan oleh Synovate standar mereka mungkin tidak sampai ke pada sikap masyarakat terhadap obat bebas tingkat yang sama seperti negara-negara lain. menunjukkan bahwa banyak dari kita kesa- Namun, UEA dianggap memiliki kesehatan daran yang baik terhadap kesehatan. yang sangat baik, mayoritas penduduk setem- pat dan ekspatriat memiliki jangkauan peng- Pada kenyataannya, kebanyakan orang meng- obatan pribadi dan fasilitas medis yang ber- klaim telah melakukan beberapa tindakan da- kualitas tinggi. lam 12 bulan terakhir untuk meningkatkan kesehatan mereka. Lalu, apa yang mereka "Hal ini dapat memberikan kontribusi kepada telah lakukan, dan pada bagian mana peran orang-orang yang merasa sedang dalam kon- obat bebas dalam perawatan diri mereka? disi kesehatan yang baik (good) atau sangat Synovate berusaha mencari tahu. baik (excellent),"kata Karlsson. Health - the whole package. Namun, tidak semua pasar memiliki pandang- "Health is a state of complete physical, an sehat ini. Khususnya, Korea dan Taiwan mental and social well-being, and not merely memiliki pandangan yang berbeda, dengan the absence of disease or infirmity." skor 37% dan 39% masing-masing mengklaim WHO 1948 berada dalam keadaan sehat (baik) dan sangat baik. Synovate telah melakukan survei kepada hampir 12.000 orang dari 17 negara yakni Jellinek Frank, Client Relationship Manager Australia, Belgia, Chili, Perancis, Jerman, Hong untuk Synovate Korea menjelaskan,"Orang Kong, Hongaria, Indonesia, Korea, Belanda, Korea perfeksionis pada kesehatan dan Serbia, Singapura, Spanyol, Taiwan, Uni Emirat penampilan, sedangkan generasi yang lebih Arab (UEA), Inggris, dan Amerika Serikat (AS). tua percaya bahwa kesehatan berasal dari dalam, Generasi pasca-perang Korea melihat Survei ini untuk memahami sikap dan keper- ini sedikit berbeda, dan berinvestasi besar- cayaan mereka dalam membeli obat-obatan besaran dalam perawatan kecantikan dan di area bebas (OTC), kepercayaan pada efek- kesehatan. tivitas label toko dibandingkan dengan obat bermerek serta pengaruh para dokter dan Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa apoteker. mayoritas orang Korea tidak puas dengan kesehatan mereka karena mereka tahu Secara umum, sebagian besar responden bisa lebih sehat. Dan mereka serius melaku- (60%) merasa sehat sekali (baik sekali), kannya. Ini juga menjelaskan adanya berbagai dengan skor 13% akan mengatakan mereka produk kesehatan, alami atau sebaliknya, berada dalam kondisi sehat. Responden yang dapat mereka beli di toko online atau berasal dari UEA merupakan yang terbanyak kunjungan ke rumah. dengan 84% menganggap diri mereka dalam kesehatan yang baik (49%) atau sangat baik Kesehatan dalam Genggaman (35%), diikuti oleh Indonesia (82%). Pada setiap penilaian individual dan persepsi kesehatan perorangan, tampaknya responden Menurut Per-Henrik Karlsson, Business Devel- di setiap pasar memiliki keinginan yang sama opment Director Synovate CEEME (Central/ untuk meningkatkan kesehatan mereka, Eastern Europe and Middle East), kesadaran dengan 87% mengatakan mereka bertindak terhadap kesehatan relatif baru bagi banyak dalam 12 bulan terakhir untuk memperbaiki penduduk lokal dan asing di UEA. kondisi kesehatan.
  15. 15. 14 MEDIA PHARMA IndonesiaThe CaseKegiatan utama yang disebutkan, memakan lebih Warga Tampaknya demikian, menurut Karlsson,banyak buah dan sayuran (61%), dengan berolah Indonesia "Kebanyakan orang di UEA cenderungraga teratur (37%), suplemen vitamin (35%) dan membawa obat analgesik OTC dan meng-berusaha menurunkan berat badan (33%). adalah gunakannya bahkan hanya untuk sakit pembeli kepala ringan, seperti gejala ringan pilek"Responden dari Hungaria (83%), Serbia (76%) teratas untuk atau flu, atau lainnya yang umum, palingdan Chili (73%) adalah pendukung tertinggi Obat Batuk mungkin akibat iklim yang sangat panasuntuk mengkonsumsi lebih banyak buah dan dan Demam diluar berkombinasi dengan temperatursayuran, dengan kecenderungan dikapitalisasi dingin dari mesin pendingin di ruangan."pada merek makanan,"kata Rafael Céspedes, dengan skor 46%Managing Director Synovate di Chili. Sementara pada ujung paling bawah dari skala adalah Taiwan hanya 10%, diikuti"Ada kekhawatiran lebih besar di Chili tentang oleh Hong Kong 15%, dan Chili 17%.makan sehat ini telah diadopsi oleh merek disusul olehdalam kegiatan komunikasi produk mereka yang Korea Managing Director Synovate Taiwan, 56%difokuskan pada peningkatan konsumsi buah- Jenny Chang memakai atribut ini untukbuahan dan sayuran," tambahnya. sistem perawatan kesehatan yang ter- jangkau dan mudah diakses di Taiwan.Untuk Australia, program studi yang paling Dibandingkan dengan negara lain, klinikpopuler dari tindakan untuk meningkatkan dan rumah sakit di Taiwan umumnyakesehatan adalah berusaha menurunkan berat lebih mudah diakses, pasien lebih sukabadan (sebesar 61% versus rata-rata global mendapat nasihat profesional, dokter,33%). Dari mereka yang disurvei, Australia juga apoteker bahkan untuk gejala ringan.merupakan pembeli terbesar produk penurunan beratbadan 11% terhadap rata-rata global sebesar 4% (diikuti Selain itu, obat yang diresepkan seperti analgesik atau obatoleh Spanyol dengan 10%). Ini adalah kesempatan besar batuk/flu sebagian besar tercakup di dalam Biro Asuransibagi merek, kata Mike Cassidy, Managing Director Synovate Kesehatan Nasional (BNHI-Bureau of National Health Insu-Australia. rance) dengan skema penggantian yang membuat obat-obat itu sangat terjangkau oleh pasien dan bahkan lebih murah"Australia cepat menjadi salah satu bangsa paling gemuk dari obat bebas .di dunia, sehingga rencana pemasaran produk penurunanberat badan dan memberikan peluang besar bagi banyak "Selain itu, begitu banyak klinik tradisional Cina di Taiwanmerek. Pemerintah Australia melakukan pekerjaan yang dibahas dalam BNHI bahwa orang akan pergi ke sana untuksangat baik menyoroti risiko yang terkait dengan kelebihan perbaikan secara alami, seperti naprapathy." (Bodywork yangberat badan. Itu sebabnya hampir dua-pertiga dari kita yang memanipulasi tulang belakang dan jaringan ikat).berupaya merampingkan tubuh," lanjut Mike Cassidy Warga Indonesia adalah pembeli teratas untuk obat batukDosing up dan demam dengan skor 58%, disusul oleh Korea 56%.Jadi apa yang terjadi pada daftar belanja obat kami? Robby Susatyo, Managing Director Synovate Indonesia,Obat Batuk/Demam (40%) dan Analgesik (38%) adalah dua mengatakan, pemakaian OTC obat batuk dan demam tinggiobat teratas yang dibeli oleh orang di seluruh dunia selama merupakan kombinasi dari faktor perubahan cuaca di sinienam bulan terakhir. Ketika survei dilakukan selama pada yang drastis, cuaca cerah di pagi hari dan hujan pada jammusim flu, apa yang dapat dipertimbangkan pada sebagian berikut, tak lama matahari kembali memanaskan udara.besar pasar, mungkin terjadi sedikit kejutan. Tapi, di pasarselalu ada beberapa pemimpin yang jelas dalam pembelian Ketidakkonsistenan iklim meningkatkan kerentanan olehobat-obatan ini. dampak cuaca. Kota Jakarta juga salah satu kota terpadat ke tiga di dunia memicu pilek menyebar dengan cepat.Untuk Analgesik, warga UEA adalah pembeli teratas, dengan Sementara sangat terbatasnya cakupan asuransi kesehatanskor 72% dalam enam bulan terakhir. Sementara juga warga sehingga hampir semua orang membayar untuk pengobatanInggris 62% dan Australia 61%. Apakah ini suatu kasus pen- mereka sendiri. Oleh karena biaya dokter mahal, orangcegahan lebih baik daripada pengobatan? cenderung membeli OTC dan mengobati sendiri. Jumlah Responden yang disurvei di 17 Negara 417 517 508 506 500 1000 644 1.047 1002 1.123 600 1.002 504 1.007 505 511 507 Australia Belgia Chili Perancis Jerman Hong Kong Hungaria Indonesia Korea Belanda Serbia Singapura Spanyol Taiwan Uni Emirat Inggris Amerika Selatan Arab Serikat
  16. 16. MEDIA PHARMA Indonesia 15Sejauh mana Saya berpikir merek produk OTC efektif sebagai produk bermerek. 17% 23% 27% 18% 10% 5%Anda setuju Saya lebih suka menggunakan/memberi- kan keluarga saya merek yang diakui. 12% 15% 24% 25% 20% 3%atau tidak Saya khawatir tentang mengambilsetuju dengan obat atau diresepkan oleh dokter. 10% 16% 25% 23% 23% 2%pernyataan Saya lebih suka OTC selain melalui dokter ketika saya bisa. 20% 22% 26% 16% 14% 2%berikut? Saya telah mengambil suatu produk OTC tanpa 27% 18% 15% 16% 22% 2% Sangat tidak setuju benar-benar membaca label/mengikuti instruksi Agak tidak setuju Saya lebih suka menggunakan pengo- 15% 19% 29% 18% 16% 3% batan alternatif kapan pun saya bisa. Setuju atau tidak setuju Saya khawatir bahwa asisten penjual OTC kurang Agak Setuju 13% 18% 25% 22% 18% 3% berpengalaman untuk merekomendasikan beberapa produk. Sangat Setuju Saya percaya apoteker memberi 19% 21% 20% 24% 14% 2% DK/Ref saya saran tentang produk OTC. Saya nyaman membeli 21% 18% 19% 15% 20% 8% obat OTC di luar negeri. Saya senang untuk memakai pil tidur ketika beper- gian untuk membantu tertidur, misalnya di pesawat 35% 15% 10% 7% 26% 6% Saya meminta orang lain untuk membeli saya obat OTC ketika pergi ke luar negeri. 34% 14% 11% 7% 29% 6%Synovate research reinventedDi sisi lain, kampanye iklan produk OTC yang sangat keras. generik dan fakta bahwa generik terkadang tidak memilikiDan banyak aspek lain bahkan orang yang tidak sakit kemasan dengan instruksi berbahasa Inggris yang muncultermotivasi untuk membeli. persepsi sebagai barang impor yang murah dan inferior."Bagi warga Korea, ini lebih merupakan masalah kehati- Mungkin tidak mengherankan bahwa 44% responden memi-hatian, jelas Jellinek, warga Korea sangat berhati-hati saat lih untuk memakai atau memberikan keluarga mereka pro-muncul suatu penyakit, mereka mengenakan masker pada duk bermerek. Mengingat, UEA merupakan yang terbanyakawal flu, atau ketika terjadi sebuah gelombang flu nasional. (86%), diikuti oleh Chili sebesar 79% (62% sangat setuju),Kehati-hatian ini juga tercermin dalam administrasi obat- dan Singapura (71%). "Ini disebabkan campuran kebangsa-obatan yang sering ada dalam dosis yang jauh lebih tinggi an di UEA, mereka mencari merek yang digunakan kembalidaripada di negara Barat. Namun, warga Korea juga dikenal di rumah," kata Karlsson. "Merek internasional lebih diper-sebagai pendukung kuat jamu tradisional. Beragam peng- caya daripada merek lokal. Orang-orang di UEA menanganiobatan alami yang tersedia menawarkan alternatif kepada kesehatan dengan sangat serius, mereka lebih suka merekkedokteran barat dan makin banyak peminatnya. yang diakui, yang mereka percaya."Pertempuran merek: Lebih dari sekadar label? Namun dari keseluruhan pasar, ada sebagian kecil pasarObat bermerek versus berlabel dari toko sendiri? Perdebat- tidak setuju bahwa mereka lebih memilih untuk mengguna-an ini melibatkan industri, bukan hanya pasar OTC. Tidak kan/memberikan keluarganya produk bermerek, sebesarmengherankan jika opini yang berkembang berbeda-beda. 28%, khususnya 70% warga di Hongaria tidak setuju, diikutiSecara keseluruhan, 42% responden tidak memperhatikan oleh AS dan Perancis, 49% dan 48% masing-masing.label toko di balik produk, sehingga menjadi efektif sebagai-mana produk obat bermerek (Spanyol sebesar 71%, Inggris Tapi bagaimana apoteker melihat ketika berkenaan dengandan AS keduanya 65%). produk bermerek? Bertentangan dengan pandangan konsu- men seperti di Perancis, apoteker menganggap merek me-Sebaliknya, hampir sepertiga dari orang di seluruh dunia mainkan peran penting, kata Marc Papanicola, Managing(27%) tidak menganggap label toko sendiri itu efektif. UEA Director Synovate Perancis.memiliki skor 52%, Chili 49%, Singapura 45%, sementaraInggris memiliki skor terendah 6%. Responden setuju dengan Apoteker merasa bahwa lebih mudah untuk merekomen-pandangan ini, dan menjadi atribut bagi Bob Douglas, Global dasikan salah satu obat yang paling dikenalmya. PasienHead of Synovate Healthcare untuk membangun persepsi lebih menyukai membeli obat dari informasi yang telahdari kualitas. mereka dengar melalui kampanye iklan atau karena orang di sekitar mereka sudah menggunakannya. Ini lebih mudahMenurut Douglas, konsumen Inggris mungkin menganggap meyakinkan kepada mereka tentang kemanjuran obat itu.merek sebagai lambang yang merepresentasikan kualitas.Persepsi kualitas ini diperkuat oleh harga premium lebih dari Oleh karena itu, kesadaran merek di antara pasien benar-

×