Media Pharma Indonesia 2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Media Pharma Indonesia 2011

on

  • 3,164 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,164
Views on SlideShare
3,163
Embed Views
1

Actions

Likes
1
Downloads
112
Comments
0

1 Embed 1

http://www.linkedin.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media Pharma Indonesia 2011 Media Pharma Indonesia 2011 Document Transcript

  • Pharma New Platform*New EnergyMEDIA PHARMA Indonesia PHARMA Economy AND business MEDIA Media Partner of Exclusive IPEX Interview indonesia Pharmaceutical EXPO 29 Sep-2 Oct 2011 Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta DR Biantoro Wanandi Mengawal Projek Switching Rx to OTC Di Indonesia Local Issue National OTC Products: Goal for Public Health A healthy GLobal Issue Patent will Disappear perspective Brands can last foreverPenerbitan Media PHARMA INDONESIA didedikasikan untuk Bidang Farmasi Indonesia. Call us for friendly advise PT. TIGAKA DISTRINDO PERKASA Jl. Tanah Abang II No.37, Jakarta 10160, Indonesia Phone (62-21) 3508981, Fax (62-21) 3861847 MEDIA PHARMA INDONESIA - TAHUN KE 05 - EDISI 02/2011 pharmabiz.indonesia@gmail.com
  • 14 Gabungan Perusahaan Farmasi INdonesiaRek Ayo Rek SUKSESKANMUNASGabungan Perusahan ke Tahun 2011Farmasi INdonesia Transformasi Usaha Farmasi Indonesia Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional11-14Oktober2011SHangrilaHOTELSurabaya Pharma New Platform*New Energy PHARMA ECONOMY AND BUSINESS MEDIA
  • 2 MEDIA PHARMA Indonesia E D ITO R INSIgh t Optimisme di Pertengahan Tahun 2011 Pembaca, Sebelumnya redaksi meminta maaf lahir batin. Bukan saja untuk moment bulan suci Ramadhan tetapi juga karena beberapa hal yang membuat penerbitan Media Pharma Indonesia menjadi sedikit terkendala. Tetapi syukurlah, semua itu telah berhasil diatasi dengan baik.Pemimpin Redaksi Bulan Agustus tentu merupakan simbol dari momen proklamasi kemerdekaan tanah air tercinta.Erwin E Ananto Kemerdekaan Indonesia yang lahir pada 17 Agustus 1945, yang juga jatuh pada 17 RamadhanRedaktur Eksekutif sejatinya memiliki nilai intrinsik bisa dipahami sebagai suatu peristiwa kebetulan. Kendati demi-Iwan Setiawan Bunie kian juga harus kita yakini sebagai suatu rancangan besar Tuhan YME untuk bangsa Indonesia.Dewan Redaksi Pembaca, di tengah gonjang-ganjing isu korupsi yang tak kunjung reda dan terpapar terus berita-Erwin E Ananto, Chandra Wisnu nya di sebagian besar media masa, sesungguhnya sikap optimis malah makin menguat di hati danBrata, Rendy Eko Purnomo,M Syarif Lubis, Icuk Sugiarto, pikiran masyarakat Indonesia, bahwasanya kita akan mampu menyelesaikannya.Achmad Syauqi, Jihan Novitasari Sikap optimis ini tampak pada ulasan edisi kali ini dengan adanya kemajuan ekonomi IndonesiaSekretaris selama semester II tahun 2011. Kemajuan ekonomi itu tentu menjadi sumber motivasi danAprilia Hardiyanti semangat untuk memperjuangkan kemajuan sektor farmasi guna meningkatkan daya saing.KontributorDika Amelia Ifani Disamping menyoroti isu-isu ekonomi yang berdampak positif pada sektor industri farmasi, redaksi juga mengulas topik hangat, hasil survei yang diungkap oleh lembaga survei SynovateIde Grafis Research pada tahun 2009 lalu mengenai respon publik terhadap obat OTC di 17 negara, denganbursaide@yahoo.com melibatkan sebanyak 12.000 responden di negara-negara itu. Survei itu bisa menjadi bahan acuan alternatif bagi pemasar farmasi Indonesia khususnya di sektor obat bebas.Dewan Pakar Isu tentang perkembangan di sektor obat bebas ini kami sajikan untuk memberi dorongan industri-Anthony Ch. Sunarjo, MBA industri farmasi lokal dalam upaya meng-goal-kan projek Switching Rx to OTC yang saat ini sedangDrs. Johannes Setijono ditindaklanjuti dalam sebuah white paper oleh GP Farmasi Indonesia untuk maju ke BPOM.M. Syamsul ArifinDr. Boenyamin Setiawan, PH.D Projek Switching Rx to OTC ini tentu pekerjaan yang kompleks, namun GP Farmasi IndonesiaBiantoro Wanandi yakin projek ini akan membuka secara luas akses masyarakat Indonesia untuk memperoleh obatDarojatun Sanusi yang terjangkau, khususnya obat untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan. Projek ini dinilaiKai Arief Iman Selo MulyaDrs. Jahja Santoso mampu meminimalisasi anggaran kesehatan pemerintah yang besar dalam program SJSN, denganKendrariadi S, MBA alasan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia makinIr. Ferry A Soetikno, MSc, MBA mampu membeli obat-obatan ringan OTC dari saku mereka.Trianto Kuswita, DR. WDR. Subowo D.T, MBA, PhD Demikian isu-isu disamping isu lainnya yang tersaji pada edisi kali ini. Mudah-mudahan ulasan tersebut lebih memperkaya wawasan bagi para pelaku usaha farmasi, baik secara ekonomi maupun sosial guna membantu masyarakat Indonesia memiliki swa-sembada obat di masa depan. Pharma New Platform*New Energy Selamat membaca. Tetap Optimis! Redaksi PHARMA INDUSTRY, business & TECHNOLOGY MEDIA pharmabiz.indonesia@gmail.comRedaksi & BisnisDirect. 0882 10010 567 TERIMA KASIH Telah Memberikan Dukungan :Gedung TrigunaJl. Hang Lekiu III No 17 Departemen Kesehatan Republik Indonesia Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)Telp. (021) 722 8638, 739 5818 Badan Pengawas Obat Dan Makanan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI)Faks. (021) 722 8638 Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan Pharma Material Management Club (PMMC)Kebayoran Baru - Jakarta 12120 Depertemen Perindustrian International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG)pharmabiz.indonesia@gmail.com Kementrian Riset dan Teknologi Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Badan Koordinasi Penanaman Modal Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (GPJI)
  • MEDIA PHARMA Indonesia 3c ONT E NT Business news 4 The Case 15 Biotechs R&D Biggest Spenders 8 8 OTC products: “A healthy perspective" 12 Business Economy They are falling in love with Indonesia 18 A lot of homework for Indonesia 20 InterView Dr Biantoro Wanandi: Mengawal Projek Switching Rx to OTC untuk Indonesia 22 18 Local ISSUE National Goal for Public Health 26 Lima Industri Farmasi dengan Pertumbuhan Pendapatan Tertinggi 2010 28 22 Harga BBO Naik Stagnan 31 Harga Jual Jamu Naik hingga 20% 32 GLOBAL ISSUE Pharmerging Market Berkontribusi 28% 34 A Patent will Disappear, Brands can last forever 36 Business SECTION PT Cahaya Bumi Cemerlang: Excipient & Coating Systems Solutions 38 PACKAGING The Role of Color 40 26 SUPPLY cHAIN Penggunaan GS1di Seluruh Dunia 42 Business DIRECTORY 46 Terimakasih Kepada semua Mitra yang telah mendukung Media Pharma Indonesia yang telah terbit sejak September 2006 Redaksi akan berupaya terus menyampaikan info bisnis seputar kesehatan dan farmasi dengan harapan setiap tulisan yang tersaji dapat memberi kontribusi bagi kemajuan dunia kesehatan dan farmasi di tanah air. Redaksi Media Pharma Indonesia Pharma New Platform*New Energy PHARMA INDUSTRY, business & TECHNOLOGY MEDIA LIPI Penerbitan MEDIA PHARMA INDONESIA Didedikasikan untuk Kemajuan Bidang Farmasi & Kesehatan Indonesia.
  • 4 MEDIA PHARMA IndonesiaBusiness NewsIPMG Pasar Farmasi NasionalMNCs Farmasi Diproyeksikan Capai Rp 39 TriliunTargetkan 30% Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Group (IPMG), memperkirakan meski pasar memproyeksikan pasar farmasi nasional, farmasi Indonesia meningkat, pangsa produ-Pangsa Pasar termasuk obat resep, obat bebas, serta alat sen farmasi asing (MNCs) di negeri ini stagnan kesehatan, mencapai Rp 38 triliun - Rp 39 di level 21%. Sedangkan pangsa produsenLokal triliun, naik 14,7% dibandingkan 2010. farmasi lokal mencapai 79%.Produsen farmasi asing (MNCs) Anthony Charles Sunarjo, Ketua Umum GPFI, Stagnansi pangsa produsen farmasi di Indo-di Indonesia yang tergabung mengatakan kenaikan pasar farmasi tahun nesia terjadi karena perusahaan farmasi asingdi IPMG menargetkan pangsa ini didukung peningkatan konsumsi produk di Indonesia mengalami disefisiensi produksi,pasar mereka di Indonesia farmasi seiring proyeksi pertumbuhan jumlah yakni volume produksi yang kecil, membuatmeningkat sebsar 9% menjadi penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta biaya produksi tidak efisien. Kondisi itu mem-30% di 2011 dibandingkan 2010 jiwa, dari tahun lalu 234 juta jiwa. buat produsen farmasi asing sulit medapatkansebesar 21%. Peningkatan pangsa marjin laba yang besar. Itu terjadi karena kebi-itu seiring kenaikan permintaan Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif jakan pemerintah yang mewajibkan MNCsdomestik serta peningkatan John Lechleiter International Pharmaceutical Manufacturing memiliki fasilitas produksi di Indonesia.<rnd>investasi MNCs di Indonesia.Luthfi Mardiansyah, Chairman Millennium Pharmacon InternationalIPMG menjelaskan perusahaanfarmasi nasional masih mendo-minasi pasar obat di Indonesiahingga 2011. Pangsa produsen Targetkan Pendapatan Naik 19,4%farmasi nasional pada 2011 di- PT Millennium Pharmacon International "Kami sedang membangun satu kantorperkirakan mencapai 70%. Tbk (SDPC) menargetkan pendapatan cabang baru di Manado tahun ini," kata"Pangsa pasar MNCs di Indone- pada 2011 naik 19,4% menjadi Rp 1 triliun Andrew. Kantor cabang Millennium Phar-sia ditargetkan mencapai 30% dibanding 2010, seiring peningkatan macon pada tahun ini ditargetkan berjumlahpada tahun ini," ujarnya. permintaan obat dan alat kesehatan di 30 unit, meningkat dibandingkan 2010 pasar domestik. Andrew Loke, Presiden sebanyak 29 unit.Menurut dia, meski pangsanya Direktur Millennium Pharmacon, men-cukup rendah, MNCs tetap ter- jelaskan peningkatan pendapatan akan Andrew menilai hingga saat ini target pertum-tarik menanamkan investasi di mendorong pertumbuhan laba bersih per- buhan pendapatan tersebut bisa tercapai,Indonesia karena potensi pasar usahaan yang ditargetkan naik 16,6% dengan mengacu pada hasil penjualanyang besar. IPMG memperkira- menjadi Rp 4 miliar pada tahun ini. kuartal I 2011. Berdasarkan laporan keuang-kan pasar farmasi Indonesia 2011 an perseroan, Millennium Pharmacon meraihmencapai Rp 38 triliun, naik Dia menjelaskan target peningkatan penda- pendapatan Rp 226,07 miliar di kuartal I10,5% dibandingkan tahun 2010 patan perusahaan juga didorong pertumbuh- 2011, naik 8,94% dibanding periode yangsebesar Rp 34 triliun. an pasar farmasi nasional yang diprediksi sama 2010 sebesar Rp 207,5 miliar. Laba naik 11% menjadi Rp 38 triliun pada 2011 bersih perseroan menunjukkan peningkatanNamun menurut Luthfi regulasi dibandingkan 2010. Perseroan membuat signifikan di kuartal I 2011, naik 4.877%membatasi peran produsen asing target pertumbuhan pendapatan mengacu menjadi Rp 746,68 juta dibanding periodedalam industri farmasi nasional, pada kenaikan target penjualan masing- yang sama di 2010 sebesar Rp 15 juta.dalam hal penetrasi pasar dan masing prinsipal rekanan perusahaan.kompetisi domestik, industri far- Dia mengakui perseroan mengalami penu-masi asing saat ini dihadapkan "Upaya revitalisasi dan ekspansi jaringan runan pendapatan pada 2010 karena peng-pada ketatnya pengawasan oleh akan mendorong pertumbuhan pendapatan hentian kerja sama dengan PT Merck TbkKomisi Pengawas Persaingan perseroan pada 2011," ujar Andrew. (MERK) pada Desember 2009. Namun,Usaha (KPPU). dengan masuknya dua prinsipal lokal yakni Millennium Pharmacon menganggarkan dana PT Tobbest Busindo pada kuartal I 2010 danDiakuinya perubahan kebijakan dana belanja modal untuk revitalisasi dan PT Maharupa Gatra pada kuartal II 2010,pemerintah dan ketatnya penga- ekspansi pada 2011 mencapai Rp 9,6 miliar. Millennium Pharmacon menargetkan omset-wasan KPPU bisa mempengaruhi Perusahaan berencana mendanai ekspansi nya bisa meningkat kembali pada tahun ini.rencana investasi produsen farma- tersebut dari kas internal dan pinjaman bank,si asing di Indonesia. "Kami ber- antara lain dari Standard Chartered Bank. "Hingga akhir kuartal I 2011, rata-rata pen-harap minat investasi produsen dapatan Millennium Pharmacon per bulanfarmasi di Indonesia terus me- Dana belanja modal itu akan dipakai dalam mencapai Rp 89,9 miliar. Kami menargetkanningkat karena adanya kepastian bentuk pembangunan gedung cabang baru, pada semeseter II 2011 rata-rata pendapatanhukum dan kebijakan pemerintah pembelian kantor untuk cabang baru, serta perseroan bisa mencapai Rp 90 miliar-Rp 92yang konsisten," ujarnya.<dbs> penambahan unit-unit pengantaran (delivery). miliar per bulan," ujar Andrew. <dbs>
  • MEDIA PHARMA Indonesia 5 Gabungan PerusahaAn Farmasi Indonesia OBAT PALSUFarmasi Terbantu Pembebasan PeredarannyaBea Masuk Impor Bahan Baku Diperkirakan Naik 11%Gabungan Perusahaan Farmasi Para produsen farmasi telahIndonesia menyatakan penerbitan sepakat untuk tidak menaikkan International PharmaceuticalPeraturan Menteri Keuangan harga jual obat pada tahun ini, Manufacturers Group (IPMG)Nomor 80 Tahun 2011 tentang dengan memperhatikan daya beli memperkirakan peredaran obatPenetapan Sistem Klasifikasi masyarakat, khususnya kalangan palsu di Indonesia pada 2011Barang dan Pembebanan Tarif Bea menengah ke bawah. mencapai Rp 5,7 triliun - Rp 7,6Masuk Atas Barang Impor, triliun, meningkat 11% diband-yang di antaranya membebaskan Hal itu dilakukan untuk memberi ing tahun lalu. Kenaikan tersebutbea masuk bahan baku farmasi, dukungan target pertumbuhan didorong peningkatan konsumsiakan mendorong penurunan penjualan farmasi nasional pada obat domestik.biaya produksi industri farmasi di 2011 sebesar 11%-14% dari Anthony Ch Sunarjo Menurut Lutfi Mardiansyah, KetuaIndonesia. penjualan tahun lalu Rp 34 triliun. "Kami berharap pemerintah mem- IPMG, tingginya peredaran obatHal itu karena dalam aturan tersebut, bea bantu mengefisienkan biaya-biaya komponen palsu di Indonesia saat ini karenamasuk 20 pos tarif bahan baku obat yang produksi, untuk mengimbangi langkah kami harganya lebih murah dibanding-naik 5% sejak 1 Januari 2011 kembali yang tidak menaikkan harga jual," kata kan obat yang memiliki hak paten.menjadi 0%. Anthony. Nilai peredaran obat palsu mencapai 15%-20% dari proyeksi total pasar Asosiasi juga berharap, dalam merumuskan farmasi nasional pada tahun iniAnthony Charles Sunarjo, Ketua Umum sebesar Rp 38 triliun. "Sebagian ma-Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, kebijakan terkait bahan baku obat, pemerin- syarakat masih cenderung memilihmengatakan dengan penurunan bea masuk tah bisa berunding terlebih dahulu dengan produk obat dengan harga yangbahan baku tersebut, harga jual bahan baku produsen sebagai pemangku kepentingan lebih murah," kata Lutfi.obat di Indonesia menjadi turun 5%, sesuai (stakeholders) yang melaksanakan kebijakan.besaran penurunan dalam peraturan itu. Dia menerangkan obat palsu yang Apalagi bahan baku obat yang dikenai bea beredar di Indonesia ada yang di-Kondisi itu tentu akan berdampak pada biaya masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan racik di dalam negeri namun adaproduksi industri farmasi nasional. "Penurun- Nomor 241 Tahun 2010 merupakan bahan pula yang diimpor dari beberapaan bea impor bahan baku akan membantu baku utama industri farmasi seperti sulfame- negara seperti Singapura dan Ma-produsen dalam menjaga margin," kata dia. toxazol ciprofloxacin, dextromethorphan, dan laysia. Namun Lutfi tidak menge- aluminium hydroxide. tahui persentase impor obat palsuDia menilai produsen akan lebih terbantu lagi di Indonesia. Karena obat-obat itujika pemerintah menurunkan seluruh pos tarif Permenkeu Nomor 80 Tahun 2011 merupa- diimpor secara ilegal. Pemakaianbea masuk bahan baku industri farmasi yang kan revisi atas Peraturan Menteri Keuangan obat palsu merugikan masyarakatnaik sejak awal 2011, sebanyak 80 pos tarif. Nomor 241 Tahun 2010. Revisi bea masuk dan produsen farmasi di Indonesia. bahan baku obat itu diterbitkan setelah 15Selain itu, pemerintah juga harus segera dan produsen farmasi yang tergabung dalam Sofjan Wanandi, Ketua Umumbenar-benar merealisasikan pelaksanaan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Asosiasi Pengusaha Indonesia,penurunan bea masuk tersebut sesuai bersedia membatalkan kenaikan harga jual menilai maraknya peredaran obataturan. Hingga kini, asosiasi masih belum obat pada kuartal I 2011. palsu dan kedaluwarsa di Indonesiamendapat salinan resmi Peraturan Menteri karena lemahnya penegakan hukum.Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 tersebut. Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedia- Aparat penegak hukum jarang me- ningsih, sebelumnya telah mengatakan kepa- lakukan inspeksi mendadak sebagaiBerdasarkan data Gabungan Perusahaan da produsen farmasi diimbau untuk menahan upaya penegakan hukum untukFarmasi Indonesia, komponen harga bahan kenaikan harga jual obat pada 2011. mencegah peredaran obat palsu danbaku impor menyumbang rata-rata 20%-25% kedalwarsa. "Inspeksi mendadakdari harga jual obat. Sebagai kompensasinya, Menteri Kesehatan dilakukan setahun sekali, yakni akan mengusulkan revisi Peraturan Menteri menjelang Lebaran," kata Sofjan.Sementara 90% bahan baku farmasi di Indo- Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 agar biayanesia masih diimpor dari beberapa negara produksi perusahaan farmasi di Indonesia Meski obat palsu marak beredar,seperti India, China, Amerika Serikat, dan tidak naik karena beban bea masuk bahan IPMG memperkirakan penjualannegara-negara Eropa. baku impor. <cwb/dbs> obat yang dilakukan secara resmi tidak akan terganggu. <erw>
  • 6 MEDIA PHARMA IndonesiaBusiness NewsPT KIMIA FARMA TBKBangun PabrikObat Injeksi Rp 216 MPT Kimia Farma Tbk akan membangun Strategi Jangka Panjang Pembangunan pabrik obat injeksi ini ber-pabrik obat injeksi corticosteroid se- Pabrik obat injeksi yang akan dibangun potensi meningkatkan marjin karena pro-nilai Rp 216 miliar pada 2011, hasil Kimia Farma dengan perusahaan asal duksinya yang dilakukan sendiri. Kimiakerja sama patungan dengan Tianjin China, Tianjin King York, ditargetkan untuk Farma menjual obat generik, obat resepKing York, perusahaan berrbasis di beroperasi pada 2013. Pabrik itu akan (lisensi dan narkotika), OTC, bahan bakuChina. Pembangunan pabrik itu akan memproduksi jenis obat injeksi corti- farmasi seperti minyak nabati, yodium,meningkatkan kapasitas produksi costeroid yang digunakan untuk peradang- kina, alat kesehatan dan kontrasepsi.perseroan sehingga meningkatkan an sistemik, untuk mengobati berbagaipendapatan. penyakit seperti alergi dan asma. Sisa alokasi belanja modal perseroan senilai Rp 42 miliar akan digunakan untukMenurut Syamsul Arifin, Dirut Kimia Farma, Menurut laporan keuangan tahunan Kimia mengakuisisi PT Sinkona Indonesia Lestaripabrik obat injeksi itu direncanakan ber- Farma, perusahaan memiliki lima pabrik serta membangun tiga apotek di Kualakapasitas 300 juta ampul dan 100 juta yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Sema- Lumpur, Malaysia. Nilai akuisisi PT Sinkonaampul per tahun. Kimia farma dan Tianjin rang, Watudakon, dan Medan. diestimasikan senilai Rp 20 - 25 miliar.King York masing-masing akanberkontribusi 50% dari kebutuhan Profil Pabrik Kimia Farma Produk Kimia Farmainvestasi pembangunan pabrik itu. No. Lokasi Pabrik Produksi No. Lini Produk Jumlah"Saat ini proses kerjasama itu masih 1. Pabrik Jakarta Tablet, kapsul, cairan, krim, produk steril, 1. Generik (OGB) 168pada tahap negosiasi, untuk pola serta fasilitas produksi betalaktam. 2. Produk Consumer Health joint venture yang akan dibentuk 2. Pabrik Bandung Tablet, cairan, granul, serta fasilitas produksi hormon, AKDR, ina dan derivatnya. k - OTC 19nantinya," ujarnya. - Obat Herbal 26 3. Pabrik Semarang Minyak lemak, kosmetika, produk fitocare seperti minyak - Kosmetika 20 kayu putih dan minyak telon 3. Etikal Bermerek 88Menurut Syamsul, penandatangan- 4. Pabrik Watudakon Kapsul lunak, tablet, obat luar,serta fasilitas penambangan 4. Narkotika 9an nota kerja sama pembangunan dan produksi yodium. 5. Kontrasepsi 3pabrik itu sudah dilakukan pada 5. Pabrik Medan Tablet dan Krim Total 3332010. Perseroan menargetkanproses pembangunan pabrik itu dimulai Keseluruhan pabrik ini umumnya mem- Pasca-akuisisi, Kimia Farma akan menjadipada semester II 2011. produksi kapsul dan tablet. Sementara pemegang saham mayoritas. Sinkona pembangunan pabrik obat injeksi itu akan bergerak dalam bidang produksi kina.Dia menerangkan investasi yang dilakukan dilakukan di Cikarang, Jawa Barat. Dengan akuisisi ini, Kimia Farma akanKimia Farma dalam pembangunan pabrik mendapatkan kontribusi dari penjualanobat injeksi akan didanai anggaran belanja Pembangunan pabrik obat injeksi itu me- produk kina.modal perseron tahun ini. Kimia Farma rupakan strategi jangka panjang untukmenganggarkan belanja modal sebesar Rp mendiversifikasi jenis obat yang akan di- Pada 2010, kina, yodium, dan minyak150 miliar pada 2011. Kimia Farma akan hasilkan serta upaya peningkatan omset nabati hanya menyumbangkan 2% ter-menggunakan dana Rp 108 miliar untuk hasil produksi sendiri. Selama ini Kimia hadap pendapatan konsolidasi Kimiapembangunan pabrik tersebut. Farma lebih banyak menjual obat-obat yang Farma. Penjualan tiga bahan baku itu diproduksi oleh pihak ketiga. Hingga kuartal menyumbangkan pendapatan senilai RpSisa dari belanja modal tahun ini diguna- I 2011 omset obat Kimia Farma 78%-nya 61 miliar pada tahun lalu.kan untuk mengakuisisi anak usaha PT adalah produksi pihak ketiga, dan 22%Sinkona Indonesia Lestari dan memba- diproduksi sendiri. Pembangunan apotek di Kuala Lumpurngun tiga apotek di Kuala Lumpur, hasil kerja sama dengan perusahaan Aver-Malaysia, hasil kerja sama dengan Dalam 6 tahun terakhir, pendapatan Kimia roes Pharma, Kimia Farma hanya sebagaiperusahaan farmasi Malaysia, Averroes Farma tumbuh 12% per tahun (CAGR) minoritas. Produk-produk yang dijual padaPharma. periode 2005-2010 dengan pendapatan apotek itu, akan menggunakan merek pro- pada 2010 senilai Rp 3,18 triliun. Pada duk Kimia Farma sehingga memperolehKimia Farma menargetkan omset 2011 periode ini, marjin laba usaha Kimia Farma royalti sebesar 2%.tumbuh 11% menjadi Rp 3,52 triliun mencapai 2,8%-4,7%, dengan marjin labadibandingkan 2010. Pada kuartal II 2011, usaha pada 2010 tumbuh ke level 4,6% Kerja sama apotek Kimia Farma-Averroesperseroan memproyeksikan pendapatan dari sebelumnya. Hingga kuartal I 2011 Pharma itu akan menambah jaringan dis-meningkat 5%-10% menjadi Rp 666- Rp marjin laba usaha Kimia Farma mencapai tribusi produk-produk Kimia Farma secara697 miliar dibandingkan kuartal I 2011. 5,1%, level tertinggi sejak tahun 2005. regional. <erw>
  • MEDIA PHARMA Indonesia 7International Pharmaceutical Manufacturers Group NOVARTIS INDONESIAEmpat MNCs Eropa Berencana Tingkatkan Pangsa ProdukInvestasi Bahan Baku Farmasi Kesehatan Mata Indonesia tidak diijinkan mengimpor obat. PT Novartis Indonesia, berencana Selama ini sebesar 95% bahan memperkuat penetrasi produk pera- baku farmasi di Indonesia watan mata dan layanan kesehatan masih diimpor dari negara di Indonesia seiring selesainya pro- lain, seperti Cina. Bahan baku ses merger induk usaha Novartis AG itu antara lain sulfametoxazol dengan Alcon Inc. Divisi Alcon di ciprofloxacin, dextromethorphan, Indonesia yang baru akan mengikut- dan hydroxide. sertakan bisnis Alcon selama ini yaitu obat-obatan yang berhubungan Ketersediaan pasokan bahan dengan kesehatan mata. baku dan obat yang lebih besar di Indonesia akan berdampak pada efisiensi produksi obat. "Biaya produksi bisa ditekanIPMG menyatakan sebanyak 3-4 prinsipal hingga 10% jika bahan baku cukup tersediafarmasi multinasional asing (MNCs)akan di Indonesia," ujar Lutfi. Lutfhi Mardiansyah, Presiden Direk-berinvestasi untuk produksi bahan baku tur Novartis Indonesia, mengatakan langkah merjer kedua perusahaanfarmasi serta produksi obat di Indonesia. Kondisi investasi yang kurang kondusif men- akan makin memperkuat keberada-Rencana investasi MNCs itu karena dorong MNCs memilih investasi ke negara an Novartis dalam bidang layananmelihat potensi pertumbuhan pasar farmasi lain, seperti Malaysia, Vietnam, Australia, kesehatan dan farmasi. "Ke depan,nasional. dan Selandia Baru. Saat ini konsumsi obat dengan masuknya Alcon ke dalam di Indonesia masih kecil, yakni US$ 15 per Novartis akan menciptakan kekuatanLutfi Mardiansyah, Ketua IPMG, mengata- tahun per kapita, lebih rendah dibandingkan bisnis perawatan mata dengan jang-kan jika produsen farmasi asing itu berinves- negara Asia lain seperti Malaysia yang sudah kauan komersial lebih luas," kata dia.tasi di Indonesia, maka bahan baku obat akan mencapai US$ 45 per tahun per kapita.lebih mudah didapat di dalam negeri. MNCs Berdasarkan keterangan tertulis itu berasal dari negara maju seperti Eropa. Sri Indrawati, Direktur Jenderal Bina Far- Novartis AG pada akhir 2010, nilai"Mereka itu masih menunggu iklim investasi masi dan Alat Kesehatan Kementerian merjer kedua perusahaan global ituyang lebih kondusif di Indonesia," ujar dia. Kesehatan Indonesia, mengatakan salah mencapai US$ 12,9 miliar. Selama satu upaya mendorong investasi farmasi ini Novartis merupakan salah satuLutfi menilai untuk menciptakan iklim inves- asing adalah dengan melonggarkan aturan MNCs farmasi yang memproduksitasi yang kondusif sesuai keinginan MNCs kepemilikan asing dari 75% menjadi 100%. obat-obatan inovatif, kesehatan mataitu, pemerintah harus menyusun aturan inves- obat resep dan generik, produk kese-tasi yang mendukung. Selama ini Pemerintah Dengan kebijakan baru itu, prinsipal farmasi hatan konsumen, vaksin pencegahandinilai masih belum memberikan insentif multinasional akan menjadikan Indonesia penyakit, serta alat-alat diagnosis.investasi bahan baku farmasi di Indonesia. sebagai basis produksi sehingga berimplikasi Salah satu vaksin yang diproduksi"Insentif itu bisa dalam bentuk tax holiday meningkatkan teknologi di sektor tersebut. Novartis adalah vaksin meningitis.serta kemudahan ijin investasi," ujar Lutfi. Harga obat modern pun bisa menjadi lebih murah. PT Novartis Indonesia akan bergerakSaat ini produsen farmasi asing di Indonesia cepat untuk merespons organisasimasih mengalami inefisiensi produksi, yakni Investasi farmasi pada 2011 diperkirakan baru hasil dari merjer induk usaha.beroperasi dengan volume produksi yang meningkat 50%-60% dibandingkan proyeksi "Kami akan mematangkan susunankecil sehingga membuat biaya produksi tidak tahun lalu, dari US$ 500 juta menjadi US$ organisasi lokalnya," kata Lutfi.efisien. Inefisiensi itu terjadi karena kebijakan 750 juta – US$ 800 juta, seiring rencanapemerintah yang mewajibkan produsen pemerintah telah melonggarkan aturan bagi Tahun lalu, Novartis Group mencetakfarmasi asing memiliki fasilitas produksi di kepemilikan modal asing di Indonesia. penjualan sebesar US$ 50,6 miliar,Indonesia. dan sekitar US$ 9,1 miliar diinvestasi Kapasitas produksi industri farmasi nasional kan dalam riset. Penjualan Alcon sen-Lutfi menuturkan MNCs di Indonesia juga diharapkan akan meningkat terutama untuk diri pada 2010 mencapai US$ 7,2terkendala dengan Permenkes 1010 Tahun obat resep yang belum dibuat di dalam miliar. Perusahaan itu memproduksi2008 tentang Registrasi Obat. Dalam aturan negeri, seperti obat kanker, gagal jantung, produk-produk tetes mata selamaitu, MNCs yang tidak memiliki pabrik di dan diabetes.<cwb> 65 tahun. Rencananya, Alcon akan menjadi divisi baru di Novartis. <is>
  • 8 MEDIA PHARMA Indonesia The CaseBIOTECH Update15 BiotechsR&D BiggestSpendersBagian PERTAMA benar-benar merombak dan mempengaruhi lanskap riset di sektor farmasi. Big Pharma adalah bisnis global dengan sejumlah pemain yang tersebar di seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Tapi Big Sebaliknya, yang ditemukan disini, mungkin kita Biotech adalah bisnis yang lahir dan dibesarkan di Amerika akan melihat beberapa perusahaan bioteknologi Serikat dan meskipun diversifikasi secara internasional, industri menjadi incaran Big Pharma pada tahun-tahun telah membuat label made in the USA ke dalam DNA-nya. mendatang. Beberapa sudah terlihat, seperti Roche mengakuisisi Genentech yang mengawali tren itu. F Sanofi Aventis secara perlahan dan hati-hati meng- gandeng Genzyme, dan berambisi untuk mendapat- FierceBiotech telah menganalisa rilis terbaru dari kan apa yang telah mereka capai dengan anggaran catatan investasi industri R&D Farmasi di Uni R&D sebagai pendorongnya. Eropa termasuk Top 15 Peringkat Belanja Teratas pada R&D Bioteknologi Global. Rilis ini termasuk Berikut adalah perusahaan-perusahaan R&D beberapa informasi tambahan tentang strategi para yang memiliki anggaran belanja besar setelah pemainnya dalam memburu penemuan baru. perkawinannya dengan Big Pharma : Dengan mengamati Top 15 Peringkat Belanja pada 1. Amgen (GENENTECH-AMGEN) R&D Bioteknologi Global ini kita akan menemukan Berbasis di Amerika Serikat sebanyak 11 industri berbasis di Amerika Serikat Anggaran R&D sebesar US$ 2,72 miliar (AS), berada pada lima urutan teratas. Melampaui Menurun -5,5% dari 2008 perusahaan asal Jepang dan Australia, serta Eropa Pendapatan untuk R&D sebesar 19.6% yang berhasil masuk pada urutan 11 dari R&D Bioteknologi. Sekarang Genentech telah mendapatkan posisinya di Tidak seperti Top 15 Belanja R&D Farmasi yang BELANJA bawah perusahaan induk, R&D 2009 menunjukkan angka-angka bernilai besar, namun Roche yang membawanya AMGEN pada sektor biotek ini belanja R&D mereka tampak menjadi perusahaan biotek- 2,72 jauh lebih kecil. nologi berbasis R&D terbesar. Dengan belanja R&D sebesar Beberapa pemain Big Pharma mungkin akan mem- US$ 2,72 miliar, angka yang beli satu atau dua perusahaan, tetapi kita tidak akan hampir menyamai gabungan Miliar menemukan sebuah mega-merger/akuisisi yang tiga anggaran dari pemain Dolar AS
  • MEDIA PHARMA Indonesia 9 Itulah salah satu alasan mengapa rumors hangat tentang Amgen yang beredar baru-baru ini bahwa seseorang akan segera membuat tawaran kepada Acteleon, Swiss. Dan seperti perusahaan big pharma, Amgen sangat tertarik berekspansi ke pasar negara-negara berkembang. Ini adalah jumlah besar, sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari blockbuster selama bertahun-tahun dari beberapa obat aging anemia yang ikut dalam kompetisi. Meskipun Amgen sering mendapat sindiran sebagai salah satu calon pecundang terbesar di masa mendatang ketika para provider biosimilars mulai mengirimkan sinyal persaingan mereka. Tetapi tampaknya Amgen memiliki banyak waktu untuk merombak diri sebelum itu terjadi. Buy-out yang dilakukannya akan mendukung pembangun R&D untuk memperoleh per- setujuan yang baru bagi Dmab. Strategi yang sama juga akan dilakukan pada Vectibix obat kanker kolorektal. Obat kanker kepala dan leher, walaupun hasil studinya masih mengecewakan di awal tahun 2010 lalu. 2. Biogen Idec Anggaran R&D sebesar US$ 1,2 miliar Meningkat 19.7% dari 2008 Pendapatan untuk R&D sebesar 29,3% Tahun 2010 lalu telah menjadi yang ter- BELANJA Top 15 Biotech R&D Spender berat bagi Biogen Idec. Biogen Idec dan R&D 2009 (2009) 15 Roche memilih untuk mengakhiri pro- BIOGEN IDEC gram pengembangan ambisius mereka No. 1. Amgen Company 2. Biogen Idec 2009 Growth (08) 2.72B 1.2B pada tahap akhir untuk obat rheumatoid arthritis-nya yakni, Ocrelizumab. Salah satu penerima terbesar Avonex untuk 1,2 Milyar 3. Gilead Sciences 849M multiple sclerosis mendapatkan saingan Dolar AS 4. Genzyme 805M baru, Gilenya, obat oral multiple sclerosis keluaran Novartis. 5. Celgene 745M 6. Kyowa Hakko Kirin 478M Dan tampaknya segera muncul pesaing lain dalam waktu dekat. 7. Vertex Pharmaceuticals 454M Biogen Idec telah berupaya (namun gagal) untuk mengambil 8. Life Technologies 320M alih Facet Biotech Corp. Facet setuju untuk diakuisisi oleh 9. CSL 267M Abbott Laboratories sebesar US$ 27 per saham. Ketika satu 10. Amylin Pharma. 172M masalah berlalu, disusul keluarnya CEO James Mullen setelah berselisih dengan seorang aktivis Carl Icahn, dan pada Juli 2010 11. Genmab 123.01M kedudukan Mullen digantikan oleh George Scangos, seorang 12. Cubist Pharma. 118.8M ahli peneliti yang lama memimpin Exelixis. 13. Merial Animal Health 115M 14. MannKind 108.95M Scangos harus sedikit meluangkan waktu sebelum melakukan 15. Abraxis Biosciences 107M restrukturisasi besar di Biogen Idec, dengan tujuan merombak perusahaan ini menjadi lebih efisien dan gesit. Terdengar sangat mirip dengan big pharma yang kembali pada alurnya. Bagianbesar di bawah posisinya dalam daftar. Ini menjadi milestone dari fokus baru R&D-nya akan memprioritaskan program-pencapaian yang paling dicari tahun 2009. Dengan Denosumab program Biogen Idec dengan mengedepankan kemitraan.(obat tulang) sebagai obat pertamanya yang mendapat persetu-juan, diikuti lampu hijau dari kebijakan penting kedua yang Dalam sebuah wawancara dengan Boston Globe, Scangos mem-makin memantapkan pertumbuhan, biotek Genentech- perjelas bahwa divisi R&D tidak bisa bekerja dengan isolasi.Amgen. "Kami adalah lingkaran sangat kecil di tengah alam semes- ta yang besar, dan perkembangan yang menarik lebih me-Pada pertengahan tahun 2010 lalu, CEO Amgen, Kevin Sharer mungkinkan datang dari luar dan dalam perusahaan," kata-menggulirkan dana sebesar US$ 20 miliar untuk akuisisi baru. George Scangos.
  • 10 MEDIA PHARMA Indonesia The Case Kevin Sharer George Scangos John Lechleiter Henry Tremeer Robert Hugin CEO Amgen CEO Biogen Idec President & CEO Chairman & CEO CEO Celgene Gilead Sciences Genzyme3. Gilead Sciences global untuk jenis obat HIV, Truvada di posisi atasBerbasis di Amerika Serikat dengan penjualan US$ 2,49 miliar pada 2009, sementaraAnggaran R&D sebesar US$ 849 juta Atripla di posisi kedua dengan US$ 2,38 miliar dolar AS,Meningkat sebesar29,1% dari 2008 dan Viread (tenofovir disoproxil fumarate) diurutan ketujuhPendapatan untuk R&D sebesar 12,7% dengan penjualan US$ 668 juta. Total ketiganya lebih dari US$ 5,5 miliar.Gilead telah menjadi kekuatan penting dalam bioteknologiberdasarkan karyanya dalam terapi untuk HIV/AIDS, 4. Genzymekombinasi untuk menyerang virus dari ber- Berbasis di Amerika Serikatbagai titik. Dengan beberapa ide dan strategi yang Anggaran R&D mencapai US$ 805 jutaserupa untuk Hepatitis C, perusahaan ini telah mencoba Menurun -33% dari 2008melakukan upaya serupa pada target Pendapatan untuk R&D sebesar 18,7%baru. Kendati pada hasil awalnya BELANJAmasih mengecewakan. R&D 2009 Ketika manufaktur Genzyme mengalami kekacauan, GILEAD sejumlah analis tidak memberi peluang banyak kepadaUntuk memperbaiki itu, baru- CEO Henri Termeer untuk tetap bertahan. Berlanjut 849baru ini Gilead merekrut Dr John dengan datangnya seorang aktivis Carl Icahn menyodor-McHutchison dari Duke untuk kan daftar tuntutan. Sanofi-Aventis telah menindaklanjutimengelola biaya R&D pada area dengan tawaran sebesar US$ 18,5 juta.Hepatitis C ini. Dia bergabung Jutadengan tim yang handal, yang saat Dolar AS Tapi Termeer tidak bertahan diposisi puncak Genzymeini menjalankan enam studi tahap dan menjadikannya sebagai perusahaan biotek besarakhir terhadap HIV/AIDS. Ada enam studi yang sedang tanpa kemampuan bertahan dalam proses yang panjang.berlangsung, termasuk 9190 GS untuk Hepatitis C dan Untuk mengatasi situasi Tremeer lebih memilih untuklima studi tahap awal lainnya. membuang kelebihan beban perusahaan. Beberapa aset pelengkap Genzyme Genetika, dijual. Dan TermeerR&D yang agresif itu telah dibayar mahal dengan lahirnya memberi waktu selama lima tahun kepada para perisetbeberapa produk blockbuster. Obat yang dihasilkan Gilead untuk menindak-lanjuti studi klinik terhadap pasienitu berhasil menempati peringkat dua teratas penjualan pengguna Alemtuzumab (Campath). Namun pada studi tahap pertengahan para R&D Spending in US$ billion periset mengatakan bahwa 87% pasien multiple sclerosis yang memakai Campath Amgen tidak mengalami perbaikan kondisi mereka. Biogen Idec Sementara itu, hanya 62% pasien yang memakai Rebif (interferon beta-1a), produk Gilead Science keluaran Merck Serono bisa membuat klaim Genzyme yang sama. Celgene Pada analisa tahap akhir Campath mulai tam- Kyowa Hakko Kirin pak layaknya blockbuster bernilai US$ 2 miliar Vertex Pharm. dalam sales tahunan. Bagi Genzyme, itu Life Technology tampak sebagai bukti dalam kasus perusahaan bioteknologi bernilai US$ 89 per saham. Jika CSL diadakan lagi, Genzyme mungkin memper- Amylin Pharm. oleh peluang yang lebih baik untuk meng- angkat suatu kasus pada mipomersen, yang 0 0,5 1 2,5 3 telah mencatat penurunan kadar LDL buruk secara signifikan pada studi tahap akhir.
  • news MEDIA PHARMA Indonesia 11 StripeNews GPFI: Omset Obat Bisa Turun 15% padaGenzyme ingin memakai obat itu pada familial BulanRamadhanhyper-cholesterolemia, suatu gangguan genetikyang bisa memicu tingkat tinggi kolesterol jahat.Namun, para analis telah menyatakan bahwa ter-dapat lonjakan enzim hati secara signifikan yangdapat mengurangi jangkauan pasar obat itu secarakeseluruhan.Tentu saja, Genzyme telah melakukannya dengansangat baik sebagaimana dilakukannya pada Kendrariadi Suhandapopulasi pasien kecil. Penjualan obat di Indonesia5. Celgene pada bulan Ramadhan danBerbasis di Amerika Serikat Lebaran 2011 diperkirakan bisaAnggaran R&D sebesar US$ 745 juta turun 10%-15% menjadi RpMenurun sebesar -14.8% dari 2008 2,55 triliun - Rp 2,41 triliun dari Celgene tidak menunjukkan adanya tanda-tanda bulan biasa sebesar Rp 2,83Pendapatan untuk R&D sebesar 29% strategi cadangan untuk R&D yang ambisius. triliun, menurut GP Farmasi Indonesia (GPFI).Sepanjang tahun 2009 lalu 6. Kyowa Hakko Kirinstrategi R&D Celgene tam- BELANJA Berbasis di Tokyo, Jepang Kendrariadi Suhanda, Wakilpak seperti versi yang lebih R&D 2009 Anggaran R&D sebesar US $ 478 juta Sekjen GPFI, menjelaskankecil dari Big Pharma seb- CELGENE Menurun sebesar -3,8% dari 2008 penurunan itu karena masya-agai mitra dengan platform rakat Indonesia yang sebagian 745 Pendapatan untuk R&D sebesar 11,3%baru yang ambisius untuk besar muslim mengurangi konsumsi obat, khususnya dimengidentifikasi calon obat Kyowa Hakko Kirin adalah sarang bagi kesepakat siang hari terkait ibadah puasa.yang menjanjikan, membeli Juta an biotek. Perusahaan ini bersemangat memajukanproduk dan program baru. Dolar AS obat baru untuk kanker, imunologi dan alergi, itu "Masyarakat cenderung mem- adalah jalur perjanjian lisensi yang sulit, memung- beli barang konsumsi lain, se-Di sisi pengembangan, Cel- kinkan akses pada teknologi antibodi yang kini perti makanan dan minuman,gene membujuk dengan nilai US$ 130 juta untuk menjadi salah satu area hot dalam penemuan obat. untuk kebutuhan Ramadhanmenyewa suatu platform teknologi Agios guna dan Lebaran," ujarnya.mendapatkan kandidat obat baru. Dan untuk se- Pada 2009 bioteknologi Je- Data GPFI mencatat, omsetlanjutnya mereka bersedia membayar senilai US$ pang mencapai kesepakatan BELANJA obat di Indonesia pada 2010120 juta untuk setiap peng-obatan baru sebagai senilai US$ 315 juta dolar R&D 2009 mencapai Rp 34 triliun. Tahunpenawaran berikutnya. untuk antibodi inflamasi, Astellas ini, GPFI menargetkan penjualan awalnya ditargetkan untuk PHARMA obat nasional naik 11,7%Pada buyout sebesar US$ 2,9 miliar dalam bentuktunai dan saham kepada Abraxis dalam kesepakatan untuk menyediakan obat Abraxane yang dipas-arkan dengan dua kandidat obat yang masih dalam inflamasi pada kolitis ulsera- tiva dan penyakit Crohn, dengan perpanjangannya 1,63 Milyar menjadi Rp 38 triliun dari 2010. Menurut Kendra, penurunan omset obat di bulan Ramadhan untuk rheumatoid arthritis. Dolar AS ini tidak akan mempengaruhitahap klinis III dan praklinis. Selain itu juga Cel- target penjualan produsengene telah membeli Gloucester Pharmaceuticals Setahun sebelumnya pada tahun ini. Itu juga tidaksenilai US$ 640 juta pada Januari 2010. Amgen telah mencapai kesepakatan senilai US$ akan mempengaruhi proyeksi 520 juta dolar untuk salah satu antibodi dari penjualan di kuartal III secaraGloucester mendapatkan persetujuan untuk Kyowa, KW-0761, untuk mengatasi inflamasi dan signifikan. "Penjualan farmasiIstodax, yang digunakan untuk mengobati bentuk onkologi. Pada 2009 tercapai kesepakatan Kyowa akan kembali normal setelahlimfoma non-Hodgkin, setahun yang lalu. Selanjut- Lebaran, seiring mulai mening- Asia untuk obat Bardoxolone Reata. katnya konsumsi obat dinya Celgene berencana untuk meneruskan studi masyarakat," ujarnya.pada obat itu untuk pemakaian lain. Pada awal tahun 2009 Kyowa Hakko Kirin telah menandatangani perjanjian kemitraan dengan GPFI memperkirakan penjualanCelgene memperoleh sebagian dari total pendapa- Dicerna Pharmaceutical yang dimulai dari kecil obat di kuartal III 2011 mencapaitan Revlimid dan Thalomid, dan itu jelas akan tapi berpotensi besar, senilai US$1,4 juta. Dan be- Rp 11,4 triliun, meningkatdiversifikasi. Pada hari pertama R&D yang akan berapa bulan kemudian Lundbeck telah melisensi 11,7% dibanding periode yangdilaksanakan selama lima tahun, Celgene mengu- program-program untuk penyakit Parkinson dan sama di 2010 sebesar Rp 10,2raikan rencana untuk kanker paru-paru, kemoter- triliun. Omset kuartal III 2011 penyakit sistem saraf pusat lainnya. diperkirakan menyumbang 30%api termasuk untuk anemia. multiple myeloma. dari total penjualan farmasiPenyakit Crohn, gangguan pencernaan, psoriasis, www.fiercepharma.com tahun 2011. <erw>gangguan kulit, dan arthritis psoriatis.
  • 12 MEDIA PHARMA IndonesiaThe CaseOTC products:A healthyperspective Ke 17 negara itu adalah; Australia, Belgia, Chili, Perancis, Jerman, Hong Kong, Hongaria, Indonesia, Korea, Belanda, Serbia, Singapura, Spanyol, Taiwan, UEA, Inggris, dan Amerika Serikat.
  • MEDIA PHARMA Indonesia 13Sebuah survei dilakukan olehSynovate Inc. pada Desember Pada setiap penilaian individual dan2009 telah mengungkap fakta persepsi kesehatan perorangan, tampaknya responden di setiap pasar memilikidi 17 pasar di beberapa negara,T keinginan yang sama untuk meningkatkanmencakup hampir sebanyak kesehatan mereka, dengan 87% mengatakan mereka bertindak dalam 12 bulan terakhir untuk12.000 responden. memperbaiki kondisi kesehatan. Tentu rahasia bahwa salah satu kekayaan "Ini berarti banyak orang yang kurang menya- terbesar dapat memiliki adalah kesehatan. dari apa yang sehat dan tidak sehat, sehingga Survei terbaru yang dilakukan oleh Synovate standar mereka mungkin tidak sampai ke pada sikap masyarakat terhadap obat bebas tingkat yang sama seperti negara-negara lain. menunjukkan bahwa banyak dari kita kesa- Namun, UEA dianggap memiliki kesehatan daran yang baik terhadap kesehatan. yang sangat baik, mayoritas penduduk setem- pat dan ekspatriat memiliki jangkauan peng- Pada kenyataannya, kebanyakan orang meng- obatan pribadi dan fasilitas medis yang ber- klaim telah melakukan beberapa tindakan da- kualitas tinggi. lam 12 bulan terakhir untuk meningkatkan kesehatan mereka. Lalu, apa yang mereka "Hal ini dapat memberikan kontribusi kepada telah lakukan, dan pada bagian mana peran orang-orang yang merasa sedang dalam kon- obat bebas dalam perawatan diri mereka? disi kesehatan yang baik (good) atau sangat Synovate berusaha mencari tahu. baik (excellent),"kata Karlsson. Health - the whole package. Namun, tidak semua pasar memiliki pandang- "Health is a state of complete physical, an sehat ini. Khususnya, Korea dan Taiwan mental and social well-being, and not merely memiliki pandangan yang berbeda, dengan the absence of disease or infirmity." skor 37% dan 39% masing-masing mengklaim WHO 1948 berada dalam keadaan sehat (baik) dan sangat baik. Synovate telah melakukan survei kepada hampir 12.000 orang dari 17 negara yakni Jellinek Frank, Client Relationship Manager Australia, Belgia, Chili, Perancis, Jerman, Hong untuk Synovate Korea menjelaskan,"Orang Kong, Hongaria, Indonesia, Korea, Belanda, Korea perfeksionis pada kesehatan dan Serbia, Singapura, Spanyol, Taiwan, Uni Emirat penampilan, sedangkan generasi yang lebih Arab (UEA), Inggris, dan Amerika Serikat (AS). tua percaya bahwa kesehatan berasal dari dalam, Generasi pasca-perang Korea melihat Survei ini untuk memahami sikap dan keper- ini sedikit berbeda, dan berinvestasi besar- cayaan mereka dalam membeli obat-obatan besaran dalam perawatan kecantikan dan di area bebas (OTC), kepercayaan pada efek- kesehatan. tivitas label toko dibandingkan dengan obat bermerek serta pengaruh para dokter dan Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa apoteker. mayoritas orang Korea tidak puas dengan kesehatan mereka karena mereka tahu Secara umum, sebagian besar responden bisa lebih sehat. Dan mereka serius melaku- (60%) merasa sehat sekali (baik sekali), kannya. Ini juga menjelaskan adanya berbagai dengan skor 13% akan mengatakan mereka produk kesehatan, alami atau sebaliknya, berada dalam kondisi sehat. Responden yang dapat mereka beli di toko online atau berasal dari UEA merupakan yang terbanyak kunjungan ke rumah. dengan 84% menganggap diri mereka dalam kesehatan yang baik (49%) atau sangat baik Kesehatan dalam Genggaman (35%), diikuti oleh Indonesia (82%). Pada setiap penilaian individual dan persepsi kesehatan perorangan, tampaknya responden Menurut Per-Henrik Karlsson, Business Devel- di setiap pasar memiliki keinginan yang sama opment Director Synovate CEEME (Central/ untuk meningkatkan kesehatan mereka, Eastern Europe and Middle East), kesadaran dengan 87% mengatakan mereka bertindak terhadap kesehatan relatif baru bagi banyak dalam 12 bulan terakhir untuk memperbaiki penduduk lokal dan asing di UEA. kondisi kesehatan.
  • 14 MEDIA PHARMA IndonesiaThe CaseKegiatan utama yang disebutkan, memakan lebih Warga Tampaknya demikian, menurut Karlsson,banyak buah dan sayuran (61%), dengan berolah Indonesia "Kebanyakan orang di UEA cenderungraga teratur (37%), suplemen vitamin (35%) dan membawa obat analgesik OTC dan meng-berusaha menurunkan berat badan (33%). adalah gunakannya bahkan hanya untuk sakit pembeli kepala ringan, seperti gejala ringan pilek"Responden dari Hungaria (83%), Serbia (76%) teratas untuk atau flu, atau lainnya yang umum, palingdan Chili (73%) adalah pendukung tertinggi Obat Batuk mungkin akibat iklim yang sangat panasuntuk mengkonsumsi lebih banyak buah dan dan Demam diluar berkombinasi dengan temperatursayuran, dengan kecenderungan dikapitalisasi dingin dari mesin pendingin di ruangan."pada merek makanan,"kata Rafael Céspedes, dengan skor 46%Managing Director Synovate di Chili. Sementara pada ujung paling bawah dari skala adalah Taiwan hanya 10%, diikuti"Ada kekhawatiran lebih besar di Chili tentang oleh Hong Kong 15%, dan Chili 17%.makan sehat ini telah diadopsi oleh merek disusul olehdalam kegiatan komunikasi produk mereka yang Korea Managing Director Synovate Taiwan, 56%difokuskan pada peningkatan konsumsi buah- Jenny Chang memakai atribut ini untukbuahan dan sayuran," tambahnya. sistem perawatan kesehatan yang ter- jangkau dan mudah diakses di Taiwan.Untuk Australia, program studi yang paling Dibandingkan dengan negara lain, klinikpopuler dari tindakan untuk meningkatkan dan rumah sakit di Taiwan umumnyakesehatan adalah berusaha menurunkan berat lebih mudah diakses, pasien lebih sukabadan (sebesar 61% versus rata-rata global mendapat nasihat profesional, dokter,33%). Dari mereka yang disurvei, Australia juga apoteker bahkan untuk gejala ringan.merupakan pembeli terbesar produk penurunan beratbadan 11% terhadap rata-rata global sebesar 4% (diikuti Selain itu, obat yang diresepkan seperti analgesik atau obatoleh Spanyol dengan 10%). Ini adalah kesempatan besar batuk/flu sebagian besar tercakup di dalam Biro Asuransibagi merek, kata Mike Cassidy, Managing Director Synovate Kesehatan Nasional (BNHI-Bureau of National Health Insu-Australia. rance) dengan skema penggantian yang membuat obat-obat itu sangat terjangkau oleh pasien dan bahkan lebih murah"Australia cepat menjadi salah satu bangsa paling gemuk dari obat bebas .di dunia, sehingga rencana pemasaran produk penurunanberat badan dan memberikan peluang besar bagi banyak "Selain itu, begitu banyak klinik tradisional Cina di Taiwanmerek. Pemerintah Australia melakukan pekerjaan yang dibahas dalam BNHI bahwa orang akan pergi ke sana untuksangat baik menyoroti risiko yang terkait dengan kelebihan perbaikan secara alami, seperti naprapathy." (Bodywork yangberat badan. Itu sebabnya hampir dua-pertiga dari kita yang memanipulasi tulang belakang dan jaringan ikat).berupaya merampingkan tubuh," lanjut Mike Cassidy Warga Indonesia adalah pembeli teratas untuk obat batukDosing up dan demam dengan skor 58%, disusul oleh Korea 56%.Jadi apa yang terjadi pada daftar belanja obat kami? Robby Susatyo, Managing Director Synovate Indonesia,Obat Batuk/Demam (40%) dan Analgesik (38%) adalah dua mengatakan, pemakaian OTC obat batuk dan demam tinggiobat teratas yang dibeli oleh orang di seluruh dunia selama merupakan kombinasi dari faktor perubahan cuaca di sinienam bulan terakhir. Ketika survei dilakukan selama pada yang drastis, cuaca cerah di pagi hari dan hujan pada jammusim flu, apa yang dapat dipertimbangkan pada sebagian berikut, tak lama matahari kembali memanaskan udara.besar pasar, mungkin terjadi sedikit kejutan. Tapi, di pasarselalu ada beberapa pemimpin yang jelas dalam pembelian Ketidakkonsistenan iklim meningkatkan kerentanan olehobat-obatan ini. dampak cuaca. Kota Jakarta juga salah satu kota terpadat ke tiga di dunia memicu pilek menyebar dengan cepat.Untuk Analgesik, warga UEA adalah pembeli teratas, dengan Sementara sangat terbatasnya cakupan asuransi kesehatanskor 72% dalam enam bulan terakhir. Sementara juga warga sehingga hampir semua orang membayar untuk pengobatanInggris 62% dan Australia 61%. Apakah ini suatu kasus pen- mereka sendiri. Oleh karena biaya dokter mahal, orangcegahan lebih baik daripada pengobatan? cenderung membeli OTC dan mengobati sendiri. Jumlah Responden yang disurvei di 17 Negara 417 517 508 506 500 1000 644 1.047 1002 1.123 600 1.002 504 1.007 505 511 507 Australia Belgia Chili Perancis Jerman Hong Kong Hungaria Indonesia Korea Belanda Serbia Singapura Spanyol Taiwan Uni Emirat Inggris Amerika Selatan Arab Serikat
  • MEDIA PHARMA Indonesia 15Sejauh mana Saya berpikir merek produk OTC efektif sebagai produk bermerek. 17% 23% 27% 18% 10% 5%Anda setuju Saya lebih suka menggunakan/memberi- kan keluarga saya merek yang diakui. 12% 15% 24% 25% 20% 3%atau tidak Saya khawatir tentang mengambilsetuju dengan obat atau diresepkan oleh dokter. 10% 16% 25% 23% 23% 2%pernyataan Saya lebih suka OTC selain melalui dokter ketika saya bisa. 20% 22% 26% 16% 14% 2%berikut? Saya telah mengambil suatu produk OTC tanpa 27% 18% 15% 16% 22% 2% Sangat tidak setuju benar-benar membaca label/mengikuti instruksi Agak tidak setuju Saya lebih suka menggunakan pengo- 15% 19% 29% 18% 16% 3% batan alternatif kapan pun saya bisa. Setuju atau tidak setuju Saya khawatir bahwa asisten penjual OTC kurang Agak Setuju 13% 18% 25% 22% 18% 3% berpengalaman untuk merekomendasikan beberapa produk. Sangat Setuju Saya percaya apoteker memberi 19% 21% 20% 24% 14% 2% DK/Ref saya saran tentang produk OTC. Saya nyaman membeli 21% 18% 19% 15% 20% 8% obat OTC di luar negeri. Saya senang untuk memakai pil tidur ketika beper- gian untuk membantu tertidur, misalnya di pesawat 35% 15% 10% 7% 26% 6% Saya meminta orang lain untuk membeli saya obat OTC ketika pergi ke luar negeri. 34% 14% 11% 7% 29% 6%Synovate research reinventedDi sisi lain, kampanye iklan produk OTC yang sangat keras. generik dan fakta bahwa generik terkadang tidak memilikiDan banyak aspek lain bahkan orang yang tidak sakit kemasan dengan instruksi berbahasa Inggris yang muncultermotivasi untuk membeli. persepsi sebagai barang impor yang murah dan inferior."Bagi warga Korea, ini lebih merupakan masalah kehati- Mungkin tidak mengherankan bahwa 44% responden memi-hatian, jelas Jellinek, warga Korea sangat berhati-hati saat lih untuk memakai atau memberikan keluarga mereka pro-muncul suatu penyakit, mereka mengenakan masker pada duk bermerek. Mengingat, UEA merupakan yang terbanyakawal flu, atau ketika terjadi sebuah gelombang flu nasional. (86%), diikuti oleh Chili sebesar 79% (62% sangat setuju),Kehati-hatian ini juga tercermin dalam administrasi obat- dan Singapura (71%). "Ini disebabkan campuran kebangsa-obatan yang sering ada dalam dosis yang jauh lebih tinggi an di UEA, mereka mencari merek yang digunakan kembalidaripada di negara Barat. Namun, warga Korea juga dikenal di rumah," kata Karlsson. "Merek internasional lebih diper-sebagai pendukung kuat jamu tradisional. Beragam peng- caya daripada merek lokal. Orang-orang di UEA menanganiobatan alami yang tersedia menawarkan alternatif kepada kesehatan dengan sangat serius, mereka lebih suka merekkedokteran barat dan makin banyak peminatnya. yang diakui, yang mereka percaya."Pertempuran merek: Lebih dari sekadar label? Namun dari keseluruhan pasar, ada sebagian kecil pasarObat bermerek versus berlabel dari toko sendiri? Perdebat- tidak setuju bahwa mereka lebih memilih untuk mengguna-an ini melibatkan industri, bukan hanya pasar OTC. Tidak kan/memberikan keluarganya produk bermerek, sebesarmengherankan jika opini yang berkembang berbeda-beda. 28%, khususnya 70% warga di Hongaria tidak setuju, diikutiSecara keseluruhan, 42% responden tidak memperhatikan oleh AS dan Perancis, 49% dan 48% masing-masing.label toko di balik produk, sehingga menjadi efektif sebagai-mana produk obat bermerek (Spanyol sebesar 71%, Inggris Tapi bagaimana apoteker melihat ketika berkenaan dengandan AS keduanya 65%). produk bermerek? Bertentangan dengan pandangan konsu- men seperti di Perancis, apoteker menganggap merek me-Sebaliknya, hampir sepertiga dari orang di seluruh dunia mainkan peran penting, kata Marc Papanicola, Managing(27%) tidak menganggap label toko sendiri itu efektif. UEA Director Synovate Perancis.memiliki skor 52%, Chili 49%, Singapura 45%, sementaraInggris memiliki skor terendah 6%. Responden setuju dengan Apoteker merasa bahwa lebih mudah untuk merekomen-pandangan ini, dan menjadi atribut bagi Bob Douglas, Global dasikan salah satu obat yang paling dikenalmya. PasienHead of Synovate Healthcare untuk membangun persepsi lebih menyukai membeli obat dari informasi yang telahdari kualitas. mereka dengar melalui kampanye iklan atau karena orang di sekitar mereka sudah menggunakannya. Ini lebih mudahMenurut Douglas, konsumen Inggris mungkin menganggap meyakinkan kepada mereka tentang kemanjuran obat itu.merek sebagai lambang yang merepresentasikan kualitas.Persepsi kualitas ini diperkuat oleh harga premium lebih dari Oleh karena itu, kesadaran merek di antara pasien benar-
  • 16 MEDIA PHARMA IndonesiaThe Casebenar penting bagi apoteker, last but not least, apoteker, Namun, ada beberapa pasar yang lebih percaya nasihattentu saja memperhitungkan marjin laba mereka. Mereka apoteker, termasuk UEA sebanyak 70%, Jerman 67% dantidak memiliki marjin yang sama pada setiap merek. Oleh Hong Kong dan Serbia, keduanya sebanyak 66%.karena itu mereka akan merekomendasikan merek yangsecara finansial favorable bagi mereka, tergantung pada "Hasil ini mengkonfirmasi apoteker memiliki posisi yang kuatkesepakatan awal dengan perusahaan farmasi. di berbagai negara, tidak hanya sebagai saluran penjualan tetapi juga sebagai konsultan," kata Thomas Schafer,Di tangan profesional Associate Director Synovate di Jerman.Untuk menangani kesehatan biasanya kita hanya mencarisiapa yang kita yakini dapat memberikan saran terbaik. Bagaimana dengan informasi kesehatan online?Apakah dari seorang dokter, ataukah ada sumber-sumber Dengan berkembangnya media online, tampaknya kesehataninformasi lain yang efektif dan dapat diandalkan? menjadi topik yang populer dalam komunitas online. Situs obrolan (chatting) merupakan sumber yang paling populerSynovate menanyakan kepada responden yang mengguna- ke-empat untuk informasi kesehatan, sebanyak 20% respon-kan sumber informasi kesehatan. Secara keseluruhan, ter- den memilih menggunakan online. Bahkan lebih menarik lagidapat tiga profesi yang paling populer, yakni: ketika dilihat secara regional. Di Pasar Asia; Taiwan seanyak1. Dokter Praktek Umum/Dokter Keluarga /Dokter/Dokter 48% dan Korea 36%. Skor ini jauh lebih tinggi dibandingkan Kesehatan Masyarakat sebesar 69%. Di sini, Belanda Pasar Eropa seperti Spanyol 2%, Perancis dan Inggris, memimpin dengan skor 88%, diikuti oleh Australia 86% masing-masing sebanyak 4%. dan Belgia 85%, yang terendah adalah Korea 34%, Hong Kong 39%, AS 62% Apakah ini cermin yang jelas dari perbedaan sikap terhadap2. Dokter Spesialis/Spesialis Kesehatan Masyarakat 34%. situs kesehatan dan pengaruhnya terhadap kehidupan di Taiwan memimpin dengan skor 75%, diikuti oleh Korea setiap pasar sehari-hari? Ini adalah keuntungan bagi merek 61% dan Jerman 55%. Terendah adalah Hong Kong 7%, yang eksis di pasar-pasar. Indonesia 12%, Inggris 17%.3. Apoteker/Ahli Kimia 29%. Di Australia tertinggi dengan Douglas memberi komentar bahwa secara keseluruhan, 70%, Belgia 58%, dan Jerman 52%. Terendah adalah tampak sangat jelas pentingnya internet sebagai sumber Hong Kong 6%, Indonesia 7%, 8% Serbia. informasi kesehatan, tidak hanya dalam hal informasi yang dipublikasikan tetapi juga melalui penggunaan situs jejaringMenurut Bob Douglas, "Untuk beberapa hal, ini mencermin- sosial. Hasil ini mendasari pentingnya jejaring sosial yangkan struktur kesehatan di setiap negara secara individu serta memiliki implikasi signifikan.kemudahan akses. Sebagai contoh, Belanda dan Inggris,dokter praktek umum adalah gatekeeper untuk kesehatan. Strategi komunikasiBelanda menunjukkan skor tertinggi, 88%. Mereka akan Tidak mengherankan untuk melihat beberapa Pasar Asiamengunjungi dokter untuk mendapat nasihat untuk kesehat- yang terkemuka, karena mereka cenderung lebih mudahannya dan Inggris adalah salah satu yang terendah dalam untuk menggunakan teknologi dibandingkan negara-negarahal orang-orang yang mencari nasihat dari dokter spesialis. Barat yang lebih konservatif."Peran apoteker dalam memberi nasihat tentang kesehatan OTC Medicine: Sama pentingnya dengan sikat gigi?ini sangat bervariasi. Di Australia 70% mengklaim, mereka Ketika bepergian untuk urusan bisnis atau sekadar pleasure,mencari nasihat dari apoteker. Sementara di Hong Kong ada sejumlah item yang selalu ada didaftar tas/kemasanhanya 6%. Peranan apoteker diatur untuk berubah secara kita. Bagaimana dengan obat OTC? Synovate menanyakanradikal dalam hal diagnosis dan pengobatan, dan data ini kepada responden, obat OTC yang mereka bawa saat be-menunjukkan bahwa penerimaan dan pengambilan inisiatif pergian, dan terdapat tiga obat teratas yang mereka bawaini diterima sangat berbeda-beda di berbagai negara." 1. Pereda Nyeri 51%. Warga UEA diurutan pertama 75%, diikuti oleh Belanda dengan skor sebanyak 73%.Secara keseluruhan 46% responden khawatir atas pemakai- 2. Obat Pencernaan 37%. Warga Belgia yang tertinggi di sinian obat tanpa resep dokter. Pada tingkat pasar, UEA merasa dengan skor sebanyak 66%, diikuti oleh Korea 53%.paling kuat dengan skor 64%, diikuti Singapura 63% dan 3. Produk Pertolongan Pertama 35%. Chili 70% (dua kali lipatHong Kong 61%. Demikian pula, sebanyak 42% responden rata-rata global), diikuti Korea dengan skor sebanyak 62%.di seluruh dunia tidak setuju dan mereka lebih memilih obatOTC daripada resep dokter. Reponden Serbia dan Taiwan, Karena kebanyakan orang di UEA membawa analgesik OTCkeduanya memiliki skor tertinggi, 71%. setiap hari, jadi tidak mengherankan bila mereka juga mem- bawanya di hari libur.Sebesar 40% responden di seluruh dunia mengatakan bah-wa mereka khawatir bahwa asisten penjualan OTC kurang Salah satu hal penting bagi warga Arab dan Asia yang me-berpengalaman untuk merekomendasikan produk. Sedang- netap di UEA, yang dipertimbangkan ketika pergi berliburkan 43% tidak mempercayai saran dari apoteker, terutama di ke luar negeri adalah sistem kesehatan dan rumah sakitHongaria dengan skor 89%, Belgia 85% dan Perancis 81%. dari negara yang mereka kunjungi. Masalah medis danJadi sepertinya, secara keseluruhan bahwa kepercayaan keselamatan secara ekstrim menjadi top of mind,"katauntuk pengobatan mereka terletak pada dokter. Karlsson.
  • MEDIA PHARMA Indonesia 17 Secara keseluruhan Tertidur Lelap Meskipun secara fisik mungkin mudah untuk melompat dari zona waktu ke zona waktu, tubuh 46% tidak merasa nyaman membeli OTC di luar negeri, kecuali warga UEA. Mayoritas di berbagai negara dengan ketidakpercayaan kita, dan terutama pola tidur, memerlu- responden yang tinggi, merasa baik-baik saja membeli kan waktu cukup untuk menyesuaikannya. Ini khawatir atas obat bebas di luar negeri," observasi akan masuk akal terutama untuk mereka yang pemakaian Germanys Schafer. melakukan perjalanan bisnis dengan waktu obat tanpa terbatas, mereka dapat mempertimbangkan "Tampaknya sikap ini tergantung langsung obat tidur yang menjadi bagian integral dari resep dokter. pada kualitas nasihat yang diberikan oleh perjalanan mereka sehingga mereka dapat Demikian apoteker. Seorang traveller mungkin takut menjadwalkan tidur mereka sesuai dengan pula, sebanyak mereka tidak mendapatkan konsultasi di waktu setempat. luar negeri untuk digunakan di rumah. Kedengarannya cukup praktis, namun subjek pil tidur menghasilkan pandangan yang sangat 42% responden di Segera setelah mereka tidak berharap memperoleh nasihat, mereka merasa nyaman untuk membeli di mana saja." berbeda antara pasar. Dan tampaknya tidak ada jalan tengah, hanya tingkat kenyamanan versus seluruh dunia Chili Céspedes menambahkan, "Ada kuat ketidaknyamanan dengan penggunaan pil tidak setuju beberapa ambiguitas antara sikap dan tidur saat bepergian. dan mereka perilaku sebenarnya dari warga Chili ketika datang pada OTC. Tiga perempat yang telah Skor signifikan 95% dari Hongaria sangat setuju lebih memilih membeli obat bebas dalam enam bulan bahwa mereka senang untuk memakai pil tidur obat OTC terakhir namun 60%-nya mengatakan ketika bepergian seperti halnya dari Belgia 72% daripada resep bahwa mereka khawatir terhadap dan Spanyol 67%. Sebaliknya, 83% dari Serbia dokter. penggunaan obat yang tidak diresepkan sangat tidak setuju bahwa mereka senang oleh dokter. memakai pil tidur, diikuti oleh Jerman 73% dan Taiwan 70%. Dalam skenario ini, maka tidak heran mereka tidak merasa nyaman membeli obat-obatan luar Komentar Germanys Schafer,"Pil tidur memiliki reputasi negeri. Sikap ini juga dapat dipengaruhi oleh kenyataan buruk di Jerman. Ada tren yang umum, tidak memakai obat- bahwa mayoritas perjalanan ke luar negeri yang dilakukan obatan jika ada cara untuk menghindarinya, pil tidur tidak oleh warga Chili berada di negara-negara Amerika Selatan dianggap penting atau kuratif di sini. lainnya, yang mereka anggap kurang dapat diandalkan untuk isu-isu kesehatan. Membeli obat di luar negeri Jadi, apakah sikap kita terhadap pembelian OTC dicerminkan Di ujung lain spektrum, pembeli paling nyaman OTC luar oleh perilaku kita ke luar negeri? Tampaknya tidak. Sedang- negeri adalah Spanyol dengan skor 58% (sangat atau agak kan sebanyak 35% dari orang di seluruh dunia sangat atau setuju bahwa mereka merasa nyaman) dan, sampai batas agak setuju bahwa mereka merasa nyaman membeli obat tertentu, Warga Amerika Serikat sebesar 40% sangat atau OTC di luar negeri, setengah dari Chili dan Jerman tidak agak setuju. Memang, 70% dari orang Spanyol dan Amerika nyaman membeli obat OTC di luar negeri. Serikat, 56% dari Inggris bahkan akan meminta orang lain membelikan OTC untuk mereka ketika di luar negeri. "Data menunjukkan bahwa mayoritas di pasar dengan Nah, itu menjadi sebuah souvenir yang menarik untuk kepercayaan yang tinggi pada nasihat apoteker di rumah dibawa pulang.Pharma Indonesia Have you visited it? A different point view. click here Visit and get free digital version to save on your pc.New Platform*New Energy search from Google > pharma community
  • 18 MEDIA PHARMA Indonesia Business EconomyEconomic UpdateThey are falling in loveHwith IndonesiaHarian Ekonomi Austria WirtschaftsBlatt meng- Pada 2020, E7 akan mengambil porsi terbesar dalamungkap kajian Pricewaterhouse-Coopers (PwC) Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mengalahkan neg- ara-negara maju yang tergabung dalam G7 yang terdiri dariJanuari 2011, yang memprediksikan bahwa dalam Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS, dan Kanada.20 tahun mendatang kombinasi GDP dari tujuhnegara E7 (the Emerging Economic Countries), Memperkuat survei PWC itu, Oxford Economics pada Junimenjadi yang terbesar dan akan menggeser grup 2011, dalam survei yang dirilisnya pun menyebutkan E7negara-negara industri maju, Group of Seven (G7). akan mengalahkan kelompok negara-negara emerging markets lainnya, seperti Vietnam, Kolombia, Afrika Selatan, dan Korea Selatan.Dengan total jumlah populasi yang saat ini hampir mencapai 2,6 miliar (lebih besar dibanding G7), Oxford Economics memperkirakan populasi E7 yang tumbuh dua kali lipat dari G7, gap antara dua kelompok ini akan mencapai lebih dari 2,8 miliar pada 2020. Survei dilakukan terhadap 363 eksekutif bisnis yang mewakili lebih dari US$ 256 miliar pendapatan global. Responden berasal dari AS 19%, Inggris 20%, India 15%, Jepang 18%, serta China, Brazil, Meksiko, dan Australia masing-masing sebesar 8%. Para eksekutif bisnis yang menjadi responden itu berasal dari berbagai sektor industri, seperti jasa keuangan, manu- faktur, serta teknologi informasi dan komunikasi. Oxford Economics merupakan salah satu perusahaan konsultasi riset terkemuka di dunia. Didirikan pada 1981, Oxford Economics yang bermitra dengan Templeton College, Oxford University menjadi perusahaan konsultan dan riset perekonomian global, industri, dan analisis bisnis. Menurut survei ini, China akan mengalahkan AS pada 2018, menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Tapi di sisi lain, pertumbuhan bisnis yang sangat cepat di negara-negara yang sedang berkembang, mencip- Harian Ekonomi takan kesempatan besar bagi perusahaan-perusahaan dari Austria menyebut barat. Banyak perusahaan yang melakukan ekspansi ke negara-negara pasar baru lewat investasi atau akuisisi. yang dikategori- kan sebagai E7 Hasil survei juga menunjukkan, perusahaan-perusahaan adalah China, lokal banyak berinvestasi pada teknologi untuk meningkat- India, Brazil, kan produktivitas dan memenuhi kebutuhan konsumen lo- kal. Perusahaan swasta tidak membatasi belanja mereka. Rusia, Indonesia, Begitu juga perusahaan-perusahaan negara mengeluarkan Meksiko, dan dana sangat besar untuk infrastruktur dan pengembangan Turki itu akan program. mengalahkan negara-negara G7. Manajer Pendanaan Swiss & Global Asset Management, Vincent Lagger meneliti peran Indonesia dalam kisah pertumbuhan berkelanjutan Asia. Ia mengatakan, bahwa
  • MEDIA PHARMA Indonesia 19 E7 Harian Ekonomi Austria WirtschaftsBlatt Dalam 20 tahun mendatang kombinasi GDP dari mengungkapkan tujuh negara berkembang menjadi yang terbesar, kajian dari Pricewater- the Emerging Economic Countries (E7), akan houseCoopers (PwC) menggeser kelompok negara-negara industri pada Januari 2011. terkemuka Group of Seven (G7).sejak krisis keuangan, Asia telah diuntungkan olehkebijakan moneter yang longgar, leverage yang rendah, Most Populated Countries in the World - Mid-Year 2010investasi berlanjut dan belanja konsumen. Ini adalahlatar belakang yang positif dan diterjemahkan ke dalam China 1.330.0proses pemulihan cepat guna mempersempit kesen- India 1.173,1jangan pertumbuhan antara negara berkembang dan US 310.2negara maju. Indonesia 243.0 Brazil 201.1Pertumbuhan ekonomi Asia seperti Indonesia, ditandaidengan tren demografis dan sosial yang menguntung- Pakistan 177.3kan, sistem perbankan yang sehat, beragam basis eko- Bangladesh 158.1nomi, keuangan yang sehat dan dukungan kebijakan Nigeria 152.2ekonomi yang kuat. Russia 139.4 Japan 126.8Sementara China dan India umumnya berperansebagai mesin pertumbuhan global di masa depan, 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 1200 1300 1400 1500 Source : US. Census Bureau - and - www.internetworldstats.com/ststs8.htmIndonesia bisa mengklaim status yang sama berdasar-kan kemampuannya sendiri. Penduduk Indonesia, yangtersebar di 17.000 pulau, lebih besar ketimbang gabungan Berkat sistem perbankan yang sehat dan penguranganJepang, Perancis dan Inggris. Lokasi Indonesia yang sentral utang negara terhadap rasio PDB dari 100% menjadi 26%menciptakan jalur pasokan yang kuat mengarah ke China, sejak krisis Asia pada 1997, hutang Indonesia dinilai olehIndia dan Jepang. Standard & Poors dan Fitch selama tahun 2010 dan dari Moodys pada bulan Februari 2011.Sebagai pemasok kompetitif komoditas global untukenergi dan komoditi lunak, Indonesia dapat memanfaat- Indonesia telah meyakini perkembangan politik yang dijan-kan industrialisasi India dan urbanisasi China. Negeri ini jikan oleh pemerintahan Presiden Yudhoyono yang dipilihjuga memiliki ekspor yang kuat dan merupakan pemasok secara bebas. Dia diharapkan mampu mengelola belanjaterkemuka kelapa sawit, karet, kakao, beras, kopi dan teh publik untuk secara gigih mengatasi hambatan infrastruk-ke seluruh dunia. tur. Muncul kelas menengah muda, stabilitas politik dan hubungan yang kuat dengan negeri tetangga yang menye-Sebagai contoh, Indonesia adalah eksportir global terbesar diakan lahan subur untuk konsumsi, sumber daya danminyak sawit memproduksi lebih dari 45% dari produksi investasi infrastruktur di Indonesia.global di dunia. KeKASIH Baru Investor di AsiaPeningkatan Investasi Langsung Asing (FDI) ke pasar Ewan Thompson dari Neptune’s Asia Pacific Opportunitiessaham Jakarta menggambarkan tingkat kepercayaan pada fund mengatakan bahwa penduduk Indonesia sebanyakprospek negara. Berbagai macam modal kecil dan menen- 245 juta adalah terbesar keempat di dunia. Dan kira-kiragah yang saat ini belum muncul untuk memberi peluang setengah dari penduduk di bawah 30 tahun, yang berartiyang cukup bagi investor global. jumlah yang besar seseorang untuk masuk ke tahap konsumsi. Pendapatan kapital mengalami pertumbuhanTren Urbanisasi tercepat kedua di dunia setelah China. Jika digabungkanTenaga kerja Indonesia tumbuh pada kisaran dua juta dengan aspek demografis menjadi kombinasi yang sangatorang per tahun, dan negara kecenderungan menunjukkan kuat.tren urbanisasi yang sama seperti China dan India: padatahun 2020 lebih dari 60% dari 262 juta warga (keempat Thompson menambahkan,"Sekarang adalah waktu yangterbesar di dunia ini) akan tinggal di kota. Bisnis di wilayah tepat bagi investor untuk menarik manfaat dari peluangini menempati peringkat ketiga di antara negara-negara investasi besar di Indonesia menindaklanjuti iklim keuan-Asia pada pertumbuhan laba sejak tahun 2002, tepat di gan yang menggiurkan." "Posisi Indonesia yang terletak dibelakang China dan India. perempatan benua Asia dan Australia, di antara Samudera
  • 20 MEDIA PHARMA Indonesia Business EconomyGlobal Competitiveness Index 2011A lot of homeworkfor IndonesiaIndonesia, negara dengan perekonomian terbesar ke Faktor-faktor yang penting17 di dunia dan terbesar ke 6 di negara-negara berkembang. ditahun mendatang, antarasecara ekonomi tumbuh sangat dinamis di level 5% antara lain adalah efisiensi dari pasartahun 2001 - 2010. Negeri ini telah melewati krisis ekonomi relatif baikglobal baru-baru ini sangat baik dan tahun 2010 menjadi melalui pajak yang kompetitifnegara ketiga tercepat di Kelompok 20 (G20). dan persaingan ketat. Meskipun hambatan biro-The World Economic Forum telah merilis Competitiveness krasi dan perdagangan masihReport untuk pertama kalinya di Indonesia 2011 yang digelar menjadi kendala utama.di Jakarta pada 12-13 Juni 2011. Laporan ini mengacu pada Keuntungan lainnya adalahtemuan Global Competitiveness Index 2010-2011 (GCI) dan Indonesia memiliki pasarmemberi gambaran yang komprehensif dari lanskap kompetitif yang besar, salah satu dari 20setiap negara saat ini. Ini mengidentifikasi manfaat negara ekonomi terbesar di dunia,dapat membangun serta mengantisipasi ancaman saat ini demi kelas menengah di negara initujuan pertumbuhan yang kuat. telah tumbuh secara masif.Menurut Menteri Perdagangan Indonesia, Mari E. Pangestu, Salah satu langkah peningkatan daya saing perdagangan didalam laporannya ia mengatakan "Ranking Indonesia telah Indonesia selanjutnya untuk mengintegrasikan negara-negarameningkat secara signifikan, namun, kami menyadari kebutuh- ASEAN salah satunya adalah Asean Single Window.an pada peningkatan daya saing, Pemerintah telah memprio-ritaskan untuk mengatasi tantangan ini, terutama tantangan Indonesia memiliki salah satu kelemahan yang paling jelaspada infrastruktur. Kami menyadari kebutuhan untuk pening- yakni masalah infrastruktur. Pelabuhan, jalan dan kereta apikatan sumber daya berkelanjutan, kesehatan, pendidikan dan dalam kondisi perlu banyak perbaikan. Jaringan dan pasokanpelatihan pekerja. listrik masih belum meluas dan kurang bisa diandalkan. Peng- gunaan teknologi informasi dan komunikasi masih terbatasIndonesia menduduki urutan ke 44 dari 139 negara pada antara perusahaan di sebagian besar populasi. KesehatanGlobal Competitiveness Index 2011. Sejak 2005, daya saing masyarakat masih perlu perhatian yang serius, lapangan kerjaIndonesia telah berkembang di 12 kategori indeks (12 Pillars). yang terbatas berkontribusi pada tingginya pekerja informalMeluncur 10 level ke atas, dan merupakan yang tertinggi dari dan kondisi kerja yang buruk.semua negara G20. Pada akhirnya Indonesia harus terus memperkuat kerangkaMelampaui BRIC, kecuali Cina (ke 27). Saat ini Indonesia kelembagaannya, dimana korupsi masih banyak, sementara ituberada di atas India (ke 51), Afrika Selatan (ke 54), Brazil transparansi dan prediktabilitas juga dibutuhkan dalam proses(ke 58) dan Rusia (ke 63). Berada ditengah negara-negara pembuatan kebijakan.ASEAN, di bawah Singapura (ke 3) dan Malaysia (ke 26),jauh di atas Filipina (ke 85) dan Kamboja (ke 109), setara "Dari sudut pandang ekonomi, Indonesia telah membuktikandengan Thailand (ke 38) dan Vietnam (ke59). ketangguhannya dalam mengatasi krisis ekonomi global selama dekade terakhir," kata Thierry Geiger, Ekonom, penulisSelain kekuatan Indonesia pada pertumbuhannya yang cepat utama laporan the World Economic Forum 2010-2011.dan manajemen fiskal yang baik, negeri ini memiliki basispajak yang kuat. Pendidikan dasar dapat diakses oleh hampir "Perkembangan yang positif ini sebagian besar tercerminsemua warga dengan kualitas kian membaik. Saat ini, upaya pada kinerja daya saing Indonesia, tapi negeri ini belum bisaselanjutnya adalah peningkatkan akses pendidikan tinggi yang berpuas diri. Masih banyak kelemahan yang berdampak burukberkualitas. bila perbaikannya tidak diprioritaskan."
  • MEDIA PHARMA Indonesia 21Pada akhirnya, Indonesia harus terus mem- Economic Updateperkuat stabilitas ekonomi. Meskipun situasicenderung aman, jauh lebih baik daripada Hindia dan Samudera Pasifik, memi- Sementara itu, staf khusus presidenmasa-masa sebelumnya, tetapi masih banyak liki banyak keuntungan dari peluang untuk hubungan luar negeri Singapurayang menjadi perhatian serius bagi komunitas investasi di berbagai sektor." Teuku Faizasyah di sela-sela Forumbisnis. Ekonomi Dunia mengatakan, negara- Pada Forum Ekonomi Dunia di Asia nya ingin melakukan investasi dalamSeperti diketahui dengan jelas, bahwa seper- Timur, Direktur Quvat Management ber- proyek-proyek pembangunan infrastruk-lima dari penduduk Indonesia berada dalam basis di Singapura Thomas T. Lembong tur di Sumatera, khususnya di Batam.kemiskinan ekstrim dan hampir separuh men- mengatakan, China dan India memilikicapai ambang batas, ketidaksetaraan mening- minat yang besar dalam investasi di Untuk itu Singapura ingin penjelasan Asia, termasuk Indonesia, tren ini harus tentang skema pembangunan di Indo-kat, harga untuk makanan, bahan bakar, dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Oleh nesia, terutama setelah pemerintahgas relatif tinggi, dan risiko kerusuhan sosial. karena itu Thomas T. Lembong telah Indonesia meluncurkan Masterplan meminta pemerintah, pelaku bisnis Percepatan dan Perluasan Pembangu- 12 PILLARS of the Global dan investor untuk secara optimal me- nan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Competitiveness Index manfaatkan peluang investasi yang luas di Indonesia. "Kami menginginkan Indonesia men- 2010-2011 jelaskannya secara rinci daerah di "Asia makin berkembang. Indonesia mana negara kami bisa melakukan 1. Institutions saat ini adalah kesayangan para inves- investasi," kata Faizasyah. Ia mengata- 2. Infrastructure tor. Mereka sadar bahwa Indonesia kan konsep kemitraan akan diselaras- memiliki potensi yang sangat besar. kan dengan MP3EI itu. Dalam WEF-EA, 3. Macroeconomic environment Dalam hal sarana dan prasarana pen- Indonesia juga menawarkan investasi 4. Health and primary education dukung investasi, Indonesia tidak kalah di sektor infrastruktur melalui skema 5. Higher education and training dengan negara-negara berkembang Public Private Partnership (PPP). 6. Goods market efficiency, lainnya seperti China dan India, tapi dibandingkan dengan negara-negara Pada forum itu, Menteri Keuangan RI 7. Labor market efficiency maju, Indonesia masih tertinggal jauh Agus Martowardojo saat itu mengata- 8. Financial market development di belakang." kata Lembong. kan, bahwa penyediaan infrastruktur 9. Technological readiness menjadi tantangan yang dihadapi "Oleh karena itu kita harus realistis, Indonesia dalam lima tahun ke depan. 10. Market size pasar dan investor selalu memiliki Pembangunannya membutuhkan dana 11. Business sophistication kecenderungan, banyaknya investasi sekitar Rp1.400 triliun. 12. Innovation. yang bisa dipertahankan tergantung bagaimana kita memanfaatkan secara Menkeu mengatakan bahwa kemam- optimal," kata Lembong yang juga men- puan fiskal pemerintah dalam kese- jadi the recipient of World Economic imbangan kecil dan oleh karena ituJika ekonomi tidak dapat menciptakan pekerja- Forum Young Global Leader. kami menawarkan investasi di sektoran yang cukup di luar sektor pertanian untuk infrastruktur untuk kedua belah pihakpertumbuhan populasi pemuda berpendidikan, "Seperti belajar dari investor interna- asing dan swasta. Pemerintah Indone-korupsi yang merajalela, jika tidak ditangani, sional, China dan India bukan negara sia hanya mampu menyediakan sekitar tanpa masalah karena di negara- 20% - 30% dari dana dan sisanya harusbisa menyulut ketidakpuasan masyarakat negara berkembang ada menghadapi diperoleh dengan kerjasama dengandengan konsekuensi yang bisa sangat buruk. banyak kendala dan kesulitan, namun pihak swasta melalui skema kemitraan Indonesia sebenarnya memiliki banyak publik-swasta.Pertumbuhan yang telah dialami Indonesia fasilitas yang baik," tambahnya. Dalam tujuh tahun terakhir skema itutidak akan membuat beberapa masalah selesai tidak memberikan hasil yang signifikanbegitu saja, bahkan bisa berisiko memperburuk Untuk itu, Lembong mengatakan namun diharapkan akan segera adasituasi. semua pihak termasuk pemerintah, proyek infrastruktur pilot. pelaku bisnis, serta investor harus lebihKarena perkembangan yang kuat akan selalu bersabar karena untuk berinvestasi "Saya optimis bahwa tidak akan adamenghasilkan kebutuhan baru sekaligus yang terpenting bukan kuantitas kontrol modal," kata Menkeu menam-muncul penetapan standar baru di kalangan tetapi kualitas. "Idealnya, semua pihak bahkan bahwa kondisi fiskal dan mon-bisnis, investor, dan konsumen. Ini membuat, harus bersabar, dan tidak terburu-buru eter di sektor riil adalah baik dan dapatsituasi yang dianggap memuaskan hari ini, sehingga dana tidak pergi ke proyek- mendukung aliran modal masuk. Pelu-tidak dapat diterima di masa mendatang. proyek yang tidak perlu," katanya, me- ang investasi di Indonesia membantuNamun, berdasarkan temuan laporan, satu nambahkan bahwa kunci keberhasilan baik warga dan investor karena negeripendapat optimis bahwa Indonesia akan investasi di Indonesia adalah kerjasa- ini memiliki penduduk besar yangberhasil melalui tantangan ini. <erw> ma dari semua pihak yakni pemerin- secara aktif bersaing untuk bergabung tah, bisnis pemain, dan investor. sebagai tenaga kerja. <erw/dbs>
  • 22 MEDIA PHARMA IndonesiaEXCLUSIvE iNTERVIEWDR Willem biantoro wanandi Mengawal Projek Switching Rx to OTC di Indonesia Pandangan Umum Dewan Penasehat Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Switching obat Ethical (Rx) ke golongan obat Bila obat telah terbukti keamanannya, efek over-the-counter (OTC) selain merupakan peluang sampingnya terkontrol dan sudah dikenal sejak bisnis yang menarik bagi industri farmasi, juga lama oleh dunia kesehatan, perlu dipertimbangkan dapat membantu meningkatkan aksesibilitas perubahan statusnya dari Rx menjadi OTC, misalnya obat obat tersebut kepada masyarakat luas, yang obat-obat alergi, anti jamur, beberapa jenis antibio- pada gilirannya dapat meningkatkan pelayanan tika, corticosteroid, bahkan obat AIDS. kesehatan masyarakat. Tentunya ini dilakukan pada obat yang telah terbukti aman dan efektif Dalam hal ini pihak pemerintah dan industri farmasi khususnya untuk mengatasi penyakit yang ringan. di Indonesia bisa melakukan kajian bersama ten- tang apa dan bagaimana pelaksanaan switching Disisi lain, switching Rx-OTC dinilai bisa me-reduce yang telah dilakukan di negara maju, untuk tujuan biaya kesehatan secara keseluruhan, karena akan memberi manfaat ekonomis dan kesehatan bagi memperpendek rantai pasokan obat dengan masyarakat. meminimalisir peran dokter dalam konsultasi dan penulisan resep. Menurut Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia DR WILLEM BIANTORO Peraturan (GPFI), isu tentang switching dari Rx Di bidang farmasi, switching Rx-OTC bukan hal WANANDI ke OTC di Indonesia, sebaiknya kembali dibahas Dewan Penasehat di tingkat kementerian, mengingat saat ini hanya yang baru. Di sebagian besar negara-negara maju Gabungan Perusahaan telah melakukannya secara berkala. Banyak obat- Farmasi Indonesia Menkes yang berwenang untuk mengaturnya, obat Rx telah beralih menjadi OTC dengan tujuan dalam hali ini BPOM sebagai lembaga yang untuk meningkatkan akses masyarakat atas obat, mengusulkan dan memberi dukungan data. meningkatkan kesehatan masyarakat, menurunkan biaya pengobatan, meningkatkan peran apoteker, GPFI menilai switching ini sangat relevan untuk meningkatkan pasar obat. dilakukan di Indonesia karena jumlah dokter yang terbatas dan masyarakat merasa biaya pelayanan Di Indonesia, switching Rx-OTC belum berkembang, kesehatan cukup mahal. GPFI berinisiatif untuk oleh karena itu banyak molekul-molekul Rx yang membahas dan mendorong agar prosedur switching sampai saat ini masih tetap diperlakukan sebagai di Indonesia ini dapat berjalan lebih lancar sesuai obat Rx oleh BPOM/Menkes. Sementara di luar prosedur. Pada Mei 2011, GPFI telah mengundang negeri telah digolongkan sebagai obat OTC. Nicholas Hall, seorang pakar OTC untuk melakukan kajian-kajian tantang apa yang telah dilakukan oleh Padahal dengan mengacu pada laporan monitoring negara yang lebih maju, pandangan pihak regulator efek samping dan keamanan obat-obat Rx yang setempat, kendala-kendala dan antisipasi switching. dilakukan oleh WHO bekerjasama dengan institusi institusi yang terkait/terpilih dapat digunakan Menindaklanjuti gagasan ini, redaksi Media Pharma sebagai dasar acuan untuk melakukan switch di Indonesia sempat menemui Dewan Penasehat Indonesia. GP Farmasi DR Willem Biantoro Wanandi untuk memperoleh pandangan seberapa penting proyek
  • MEDIA PHARMA Indonesia 23Switching Rx-OTC ini dan apa yang perlu dilakukan untuk Dengan kata lain calon obat-obat OTC itu benar-benar amanmengawalinya? Berikut petikan perbincangan redaksi dengan dan efek sampingnya terkontrol. Di negara-negara maju,DR Biantoro Wanandi yang juga sebagai Chairman Anugerah biasanya switching Rx-0TC diperjuangkan oleh originator,Corporation di kantornya di Graha Atrium, Jakarta; sebagai penemunya mereka yang paling tahu mengenai obat mereka. Tapi di Indonesia upaya seperti ini tidak banyakPak Wanandi, alasan apa yang melatarbelakangi inisiatif terlihat sehingga dalam hal switching ini kita tertinggal jauh.GPFI mendorong projek Switching Rx ke OTC? Mengapa baru saat ini gagasan itu muncul?Kami berpendapat bahwa pengembangan pasar obat olehindustri farmasi di Indonesia dirasakan cukup berat, karena Sebenarnya gagasan ini pernah dilakukan secara sporadisberkembang lambat dan terbatas. Ini terlihat dari rendahnya oleh GPFI di masa lalu, tetapi tidak pernah ada kelanjutanbelanja tahunan obat Indonesia dibandingkan dengan dengan program yang sukses. Munculnya kembali gagasannegara ASEAN (Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura) . ini terutama untuk meng-counter adanya anggapan bahwa harga obat terlalu mahal dan industri mengambil profitIni tidak lepas dari tidak adanya health financing system, margin terlalu besar.seperti asuransi kesehatan nasional, aksesibilitas pelayanankesehatan yang terbatas, kurangnya tenaga dokter, fasilitas Kami telah lama memperjuangkan adanya health financingkesehatan, dsb. Oleh karena itu perlu segera ditemukan system yang sesuai untuk Indonesia dalam rangka mening-wayout-nya terutama dalam hal membangun health financing katkan kesehatan rakyat Indonesia dansystem yang tepat, sehingga dapat mengurangi biaya memperjuangkan pelaksanaaan SJSNkesehatan dari out of pocket. secepatnya agar akses untuk pemeliharaanMemang prosedur switching cukup kompleks, karena itu kesehatan di IndonesiaGPFI bekerjasama dengan Nicholas Hall, konsultan yang semakin menyentuhmemiliki reputasi dan data yang lengkap tentang kemajuan masyarakat luas.pasar OTC di dunia. Ini upaya awal kami untuk bisa meyakin-kan BPOM dan Kementerian Kesehatan menerima usulan Menurut Anda bagai-penambahan daftar obat-obat OTC dan membuka akses mana kesiapanobat-obat tersebut untuk tujuan meningkatkan pelayanan Pemerintah untukkesehatan masyarakat. melakukan Switching Rx ke OTC ini?Tentu BPOM secara prosedur harus menilai obat-obat yangakan diusulkan itu dengan seksama dengan mempertimbang Kalau saya melihat,kan kebutuhan masyarakat. BPOM juga perlu meminta saran Pemerintah dalamkepada para dokter agar sasaran dari switching ini dapat hal ini BPOM,tercapai, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. sebenarnya mereka selaluUntuk hal-hal yang akan diinformasikan kepada konsumen memonitorbeserta dosis, efek samping, cara pemakaian dsb, tentu jugaharus dikonfirmasikan dengan laporan-laporan WHO yangmemonitor efek samping obat di seluruh dunia agar tidakmembahayakan pasien.
  • 24 MEDIA PHARMA IndonesiaEXCLUSIvE iNTERVIEW Yang terpentingperkembangan dunia dalam hal Switching Rx adalah impact didalamnya memuat data-data pembanding yangke OTC dan menurut keterangan yang saya cukup lengkap sebagai pertimbangan dan yangperoleh sudah banyak molekul-molekul yang dari switching akan dijadikan acuan kebijakan untuk switching ini.bisa diterima dan diloloskan, tetapi berhubung ini terhadap Kita juga meminta semua industri farmasi lokal,ijin untuk switching ini adalah wewenang kesehatan bahkan saat itu juga ada wakil dari beberapaKementerian Kesehatan bukan BPOM maka industri farmasi asing yang hadir, untuk mendiskusi- masyarakat yangprosesnya lebih kompleks daripada ijin kan daftar obat-obatan yang menurut mereka perluregistrasi obat. nantinya akan atau dapat dilakukan switching. mempengaruhiTetapi saya berharap pada tahap awal agar biaya pengobatan Saya kira Pak Subowo bersama industri lokal danBPOM bisa menerima masukan itu dan meng- asing tengah melakukan diskusi akan hal ini dengan secara umum.kaji dari pengalaman originator dari obat yang bantuan Nicholas Hall, sehingga pada waktunyadiusulkan tersebut dalam aspek keamanan dan Dalam projek bisa diajukan kepada pemerintah. Tapi jangan lupaketepatan penggunaan obat, disamping bekerja switching Rx- industri farmasi yang mengambil peranan dalamsama dengan WHO. Saya juga menghimbau OTC diperlukan menyebarluaskan obat-obat OTC itu juga harusagar GPFI bekerjasama dengan IPMG untuk melaksanakan uji Ba-Be bila memang diperlukan pengetahuanmembantu BPOM mempersiapkannya agar agar kualitas obat terjamin.usulan proyek ini kepada pemerintah dapat yang baik daridirealisasi dengan tahapan-tahapan yang masyarakat Terkait isu pelaksanaan SJSN yang saat ini masihsistematis. tentang obat, berproses, tentunya membutuhkan obat resep dalam skala besar, jika industri farmasi berinisiatifArtinya, apakah Switching Rx ke OTC akan pengobatan dan untuk mengalihkan obat resepnya ke OTC.cukup mudah atau sulit dilaksanakan? kesehatan. Tidakkah kontradiktif?Yang namanya tantangan, tentunya tidak Kebijakan SJSN adalah kebijakan pembiayaanmudah, dan tidak setiap molekul Rx yang kesehatan termasuk pengobatan. Sedangkandiusulkan dapat disetujui meskipun di luar negeri molekul ter- obat-obat yang akan dibiayai dalam rangka SJSN adalah obat-sebut telah di-OTC-kan. Pemerintah akan mempertimbangkan obat esensial yang terdiri dari obat-obat Ethical dan OTC. Jadibanyak aspek, seperti kebutuhan obat di masyarakat, saya kira, Switching Rx-OTC itu tidak ada kaitannya dengankeamanan dan efektivitas obat itu, termasuk sosial ekonomi pelaksanaan SJSN.pada obat. Dan yang terpenting adalah impact dari switchingini terhadap kesehatan masyarakat yang nantinya akan Biasanya di negara-negara lain obat OTC tidak termasuk dalammempengaruhi biaya pengobatan secara umum. Karena itu daftar obat yang dibiayai oleh asuransi kesehatan, tapi dibayardalam projek Switching Rx-OTC diperlukan pengetahuan yang dari saku sendiri. Hingga saat ini belum ada pembicaraanbaik dari masyarakat tentang obat, pengobatan dan kesehatan. tentang termasuk atau tidaknya obat obat OTC dalam rencana pembiayaan obat dari sumber SJSN. Bilamana pada waktunyaApalagi bila switching ini ingin dilaksanakan sekaligus pada nanti OTC harus dibayar dari out of pocket, misalnya karena obatbanyak molekul Rx, akan ada banyak faktor lain yang juga perlu obat tsb hanya akan mengobati penyakit penyakit yang ringan,diperhatikan termasuk cost benefit. maka itu dapat mengurangi budget SJSN untuk obat obatan.Lalu sejauhmana langkah GP Farmasi ? Kita semua berharap SJSN secepat mungkin mendapatkan anggaran dari Pemerintah dan dapat dilaksanakan secara ber-GPFI sudah memulai pengkajian untuk mendorong proyek ini, tahap. Saya kira bila tahapannya benar, anggaran yang diperlu-salah satu langkahnya adalah dengan mengundang konsultan kan tidak terlalu besar jumlahnya, mengingat manfaat yangOTC, Nicholas Hall untuk membahasnya dan membantu diperoleh dari SJSN jauh lebih besar ketimbang dana yangmerumuskan white paper yang akan diusulkan kepada BPOM, dikeluarkan untuk SJSN. <erw>
  • MEDIA PHARMA Indonesia 25
  • 26 MEDIA PHARMA Indonesia LOCAL issueIndonesia: Supplying Universal Health InsuranceNational Goalfor public healthIndonesia, negeri dengan populasi terbesar Lembaga survei Euromonitor Internasional telah meng-keempat dunia memiliki ambisi yang kuat amati bahwa Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang menguat saat ini, mampu mendorong upayadalam meningkatkan kesehatan bagi warga- pembangunan bangsa yang sehat.nya. Sebuah inisiatif untuk meningkatkanpelayanan kesehatan masyarakat berdasarkan Menurut hasil sensus tahun 2010, penduduk Indonesiacakupan asuransi kesehatan universal akan mencapai 237,6 juta jiwa. Upaya membangun keterse-memberi pengaruh pada perkembangan masa diaan layanan kesehatan secara universal berskala nasional telah dilakukan secara bertahap. Pada tahundepan konsumen di bidang industri kesehatan 2008, Pemerintah Indonesia meluncurkan Jamkesmasdi Indonesia. Keinginan Indonesia makin rencana asuransi kesehatan yang merupakan tahapmenguat pada periode kedua Pemerintahan lanjutan dari asuransi kesehatan sebelumnya yaknikedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Askeskin, yang dibangun berdasarkan Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional Tahun 2004 (UU SJSN). Menteri Kesehatan RI Endang R Sediyaningsih melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSCM Jakarta, untuk melihat langsung pelayanan terhadap pasien Jamkesmas.
  • MEDIA PHARMA Indonesia 27Rencana asuransi kesehatan lain termasuk Jamsostek bagikaryawan yang bekerja untuk perusahaan swasta, Askesbagi pekerja pemerintah dan Asabri untuk personil militer.Menurut prioritasnya, pembangunan kesehatan pada2010-2014 mencakup Peningkatan kesehatan ibu dananak, Pengendalian penyakit menular dan tidak menular,Inisiatif pengembangan perawatan diri melalui penugasanpraktisi kesehatan untuk daerah yang kurang terlayani(petugas kesehatan), Penciptaan obat yang terjangkau danaman, pengembangan lebih lanjut dari Jamkesmas cakupankesehatan universal, dan Pelaksanaan pelayanan kesehatantambahan.Mengingat banyaknya masalah yang terjadi pada programasuransi kesehatan sebelumnya, dimana sejumlah pusatkesehatan (puskesmas), kualitas perawatan yang kurang,dan cakupan yang terbatas menyebabkan sebagian besarwarga harus membayar kesehatannya sendiri (out-of-pocket). Sementara Apotek lokal, yang umumnya merupakan ope- rator independen, saat ini jumlahnya mencapai ratusanMenurut Euromonitor International, belanja kesehatan publik ribu. Jumlah itu termasuk beberapa jaringan apotek besarsebagai persentase dari total anggaran kesehatan sebesar seperti Apotek Kimia Farma, Apotek Guardian (Dairy Farm62% pada tahun 2010. International Holdings Ltd), Apotek K-24 Indonesia, dan Apotek Century Healthcare (PT Perintis Pelayanan Paripurna)Upaya Menyediakan Layanan Kesehatan terjangkau yang berlokasi di daerah perkotaan terbesar. Jaringan ApotikSebagai negara kepulauan, secara geografis Indonesia Melawai adalah apotek lokal yang memiliki jaringan cukupmemiliki banyak sekali pulau yang memberi tantangan yang populer di Jakarta, apotek lainnya dimiliki oleh pemerintah.besar untuk mencapai cakupan kesehatan universal dalam Serta apotek yang barada dalam satu atap di rumah sakit-skala nasional secara konsisten kepada seluruh bagian rumah sakit.populasi. Peluang baru di masa depanUntuk mengatasi tantangan ini Self Medi-care menjadi salah Sementara pemerintah terus mendorong pemanfaatansatu inisiatif penting untuk membantu masyarakat di daerah yang signifikan dari kesehatan universal, juga mendukungterpencil dan pedesaan untuk mengatasi penyakit ringan kebutuhan obat-obatan yang terjangkau (murah) untukmereka. Kendati demikian akses untuk klinik formal dan mempromosikan self-medicare.pendistribusian para praktisi kesehatan (dokter, apoteker,elektromedis, dsb) tetap menjadi tantangan yang tidak Yang menjadi salah satu tantangan selanjutnya adalahmudah dilalui. bagaimana pemerintah akan membayar biaya kesehatan yang masif di masa mendatang di bawah rencana asuransiSampai dengan saat ini, pemerintah secara aktif mendidik kesehatan universal tersebut. Edukasi kepada masyarakatdan memberi insentif kepada para tenaga kerja kesehatan untuk self-medicare bisa menjadi solusi dalam pengobat-untuk hadir ke daerah pelosok dan memberi edukasi kepa- an bagi penyakit ringan, bila dalam kondisi serius dan lebihda masyarakat di sana dalam rangka membangun pema- kompleks masyarakat harus memperoleh perhatian darihaman tentang kesehatan dan kesejahteraan. penyedia layanan kesehatan.Kemajuan teknologi informasi telah memberi kontribusi Banyak manfaat yang dapat diharapkan jika pemerintahpada pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini, salah mendorong self-medicare dan mendukung inisiatif darisatunya termasuk Mobile Telemedicine System (mHealth), perusahaan farmasi lokal dan asing yang komprehensifyang telah mengisi gap pada kegiatan pemantauan medis dalam mengadopsi dan mengimplementasikan obat barudan konsultasi jarak jauh, telediagnosis dan pengumpulan yang terjangkau.informasi pasien di daerah terpencil. Namun, lanskapgeografis dan infrastruktur yang masih lemah di sektor Perusahaan asing yang ingin memperluas operasi merekatelekomunikasi menjadi kendala penting. di Indonesia makin mendapatkan peluang yang besar me- lalui kemitraan dan kerjasama patungan dengan perusaha-Di area lain, daerah kota-kota besar, baik di Jawa maupun an lokal. Pengalaman lokal, hubungan baik dengan peme-Sumatera memberi banyak pilihan terbaik kepada publik rintah dan pemahaman dengan benar mengenai budayauntuk mengakses obat-obatan dan pusat pelayanan kese- masyarakat di Indonesia merupakan aset bagi upaya per-hatan primer Puskesmas dengan lebih mudah dan biaya luasan pemasaran produk farmasi di Indonesia, negeriyang relatif menjangkau. dengan populasi terpadat keempat di dunia. <cwb>
  • 28 MEDIA PHARMA Indonesialocal issueLima Industri FarmasiKDengan PertumbuhanPendapatan Tertinggi 2010Kementerian Kesehatan RI mencatat, kotornya mengalami penurunan. Marjin jualan domestik tercatat tumbuh 12%.pada 2010 pertumbuhan pasar obat di kotor Tempo Scan turun dari 37,3% pada Penjualan ekspor mencakup penjualanIndonesia mencapai 10% dengan nilai 2009 menjadi 36,9% pada 2010. garam kina, yodium dan derivat, sertapenjualan hingga Rp 39 triliun. Dari obat dan alat kesehatan harus turun 9%total penjualan di pasar domestik itu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dibandingkan dengan tahun 2009.perusahaan dalam negeri menguasai Kalbe Farma mencatat pertumbuhan pen- Pertumbuhan laba usaha Kimia Farmasekitar 70% atau Rp 27 triliun, sedang- dapatan tertinggi kedua, sebesar 13% pada terjadi setelah marjin kotor berhasilkan 30% perusahaan multinasional. 2010, dengan laba usaha yang tumbuh didorong naik menjadi 28,4% pada 2010 dari 27,6% pada 2009. Kinerja marjin usaha Kimia Farma tumbuh paling signifikan yang menunjukkan perse- roan mampu lebih efisien dalam proses bisnisnya. Marjin usaha yang hanya 3,9% pada 2009 berekspansi menjadi 4,6%Data IMS Health mencatat pasar farmasi 14%. Diversifikasi usaha Kalbe Farma men- pada 2010, atau menunjukkan improve-Indonesia mencapai Rp 37,53 triliun pada jadi penopang pertumbuhan pendapatan ment hingga mencapai 17%.2010, naik dari Rp 33,96 triliun pada dan laba usaha.2009. Beberapa industri farmasi tercatat PT Pyridam Farma Tbkmemiliki pertumbuhan usaha tertinggi, Sepanjang 2010, segmen nutrisi mencatat- Sedangkan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)mereka adalah PT Tempo Scan Pasific, kan pertumbuhan terbaik sebesar 19% mencatat pertumbuhan pendapatan usahaPT Kalbe Farma Tbk, PT Kimia Farma Tbk, dengan omset mencapai Rp 2,3 triliun. sebesar7%, tapi mengalami penurunanPT Pyrydam Farma Tbk dan PT Merck Tbk. Segmen obat resep mencatatkan pertum- laba usaha sebesar 17% pada tahun 2010. buhan penjualan sebesar 17% menjadi Rp Terjadi kenaikan signifikan pada bebanPT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) 2,6 triliun. umum dan administrasi Pyridam yangMeraih posisi pertumbuhan pendapatan menggerus laba usaha. Beban umum dantertinggi, dengan peningkatan sebesar 14% Sementara segmen yang berkontribusi ter- administrasi perusahaan naik 26% padapada 2010 menjadi Rp 5,13 triliun dari Rp besar terhadap pendapatan Kalbe Farma, tahun 2010.4,49 triliun pada 2009. yakni segmen distribusi dan kemasan, men catatkan pertumbuhan penjualan sebesar PT Merck TbkPerseroan ini juga mencatat pertumbuhan 13,8% menjadi Rp 3,7 triliun. Segmen pro- Pendapatan usaha Merck pada 2010laba usaha tertinggi di sektor farmasi, men- duk kesehatan harus mengalami penurun- tumbuh 6%, ditopang kenaikan penjualancapai 33% pada 2010 menjadi Rp 590,9 an penjualan sebesar 1,5% menjadi Rp 1,7 farmasi dan kimia. Namun, laba usahamiliar dibanding 2009 sebesar Rp 445,5 triliun. perusahaan menurun sebesar 24%, selainmiliar. Pertumbuhan pendapatan Tempo disebabkan oleh meningkatnya bebanScan ditopang oleh kenaikan pendapatan Laba usaha Kalbe Farma tumbuh 14% se- pokok penjualan juga didorong oleh me-dari segmen jasa distribusi yang tumbuh nilai Rp 1,8 triliun, setelah laba kotor terca- ningkatnya beban penjualan sebesar 20%27% menjadi Rp 2,39 triliun. tat tumbuh 15%. Perusahaan dengan baik menjadi Rp 223 miliar pada 2010 dari Rp dapat menjaga kinerja marjinnya melalui 186 miliar pada 2009.Segmen produk konsumen tumbuh 12% kenaikan harga dan volume penjualan.menjadi Rp 1,13 triliun, sementara seg- Meningkatnya beban penjualan ini men-men obat-obatan hanya tumbuh 1% men- PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dorong marjin usaha Merck pada 2010jadi Rp 1,61 triliun. Pertumbuhan pendapatan tertinggi ketiga turun 28% dari 26,8% pada 2009 menjadi di sektor farmasi dicetak PT Kimia Farma 19,3% pada 2010, level marjin usaha ter-Laba usaha Tempo Scan naik 33% sete- Tbk (KAEF) sebesar 12%, dengan laba rendah sejak 2006. Beban pokok penjual-lah marjin usaha ekspansi menjadi 11,5% usaha tumbuh dengan cukup baik, 31%. an dari barang dagangan yang meningkatpada 2010 dari 9,9% pada 2009. Perusa- ini merupakan pembelian barang darihaan dengan baik melakukan efisiensi Namun pertumbuhan penjualan konsolida- pihak terafiliasi Merck, yakni Merck KGaA,dalam kegiatan usahanya sehingga marjin si Kimia Farma harus tergerus oleh penu- Jerman, dan Merck Sante S.A.S, Perancis.usaha dapat ekspansi, meskipun marjin runan pada penjualan ekspor, meski pen- <cwb>
  • THIS IS JAVAPLANT. WORLD CLASS NATURAL INGREDIENT MANUFACTURER HAS A LOT TO OFFER. SERVING WORLDWIDE CUSTOMERS IN PHARMACEUTICAL, NUTRACEUTICAL, COSMETIC, JAMU INDONESIA, FOOD AND BEVERAGE. Product Category Product Application Tea, Floral, Fruit , Coffee, Cocoa, Instant Powder Drink, Ready To Drink (Rtd), Natural Herb, Spice Color, Natural Preservative, Natural Additive, Personal Care, Seasoning, Phyto - Pharmaceutical, Product Type Homeophatic Remedy, Nutritional Supplement, Extract, Plant Material, Granule, Nutrition Bar, Sports Nutrition, Functional Drink, Essential Oil, Oleoraisin Traditional Drink, Green Food, Indonesian Jamu. +62 21 58906892 | info@javaplant.net | www.javaplant.netFA Javaplant Print Ad SWA A4.indd 1 3/17/11 4:07 PM
  • G
  • MEDIA PHARMA Indonesia 31 LOCAL ISSUEGPerdagangan Bahan Baku Obat Kuartal II-2011Harga BBO Naik StagnanGabungan Perusahaan Farmasi Indonesia 241 Tahun 2010 tentang Penetapan Sistem pada 2005, biaya Ba-memprediksi harga bahan baku obat Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif han baku KLBF dan(BBO) stagnan pada kuartal II tahun 2011 Bea Masuk atas Barang Impor. KAEF naik masing-dibandingkan kuartal I, meski terjadi tren masing 18,3% danpenguatan Rupiah terhadap Dollar AS. Aturan itu menaikkan tarif bea masuk 9,6%. impor BBO dari 0% menjadi 5%. Pemerin-Ketua Komite Bahan Baku Obat GP Farmasi tah kemudian merevisi aturan itu dengan Hal berbeda terjadiIndonesia Vincent Harijanto, menilai peng- menerbitkan Permenkeu Nomor 80 Tahun pada 2009 saatkuatan rupiah belum berdampak besar ter- 2011 sehingga bea masuk BBO turun Rupiah menguat Vincent Harijantohadap biaya BBO yang sebagian besar di- menjadi 0% pada akhir kuartal I 2011. 14,2% terhadap Dolarimpor. Menurutnya selain dipicu oleh kuat- AS, biaya BBO naik 16,7% pada KLBF dannya rupiah, stagnansi harga BBO pada Biaya Bahan Baku Obat Emiten 20,5% pada KAEF. Sensitivitas kenaikankuartal II 2011 juga dipengaruhi oleh me- Secara umum penguatan rupiah akan atau penurunan biaya BBO yang dijadikanlemahnya dolar AS terhadap Yuan. "Itu menurunkan biaya bahan baku farmasi. sampel ini masih harus dijelaskan olehkarena sebagian besar BBO di Indonesia Dari dua emiten farmasi, yakni PT Kimia berbagai faktor lain, selain dipengaruhidiimpor dari China," ujar Vincent. Farma Tbk (KAEF) dan PT Kalbe Farma Tbk oleh kurs rupiah itu sendiri. (KLBF), yang dijadikan sebagai sampel,Hingga saat ini, 95% Indonesia mengimpor biaya bahan baku obat keduanya memiliki Faktor pertama, sensitivitas kurs dan biayadari beberapa negara seperti China, India, hubungan dengan perubahan kurs rupiah. BBO juga dapat dipengaruhi oleh diversifi-AS, dan negara-negara Eropa, antara lain kasi produk yang dilakukan oleh masing-sulfametoxazol ciprofloxacin, dextromethor- Pada 2010 ketika rupiah menguat 18,5% masing emiten sehingga struktur penggu-phan, dan alumunium hydroxide. terhadap dolar AS, biaya bahan baku KLBF naan BBO dapat berubah. dan KAEF tercatat turun masing-masingMayoritas BBO asal India dan China harga- 6,2% dan 6,5% dibandingkan dengan Kedua, hubungan keduanya juga dapatnya yang relatif murah dibandingkan dari tahun 2009. Pada 2008 ketika rupiah dijelaskan oleh strategi mendorong pen-negara-negara Eropa. "Jika rupiah terus melemah 16,3% terhadap dolar AS, biaya dapatan yang dilakukan oleh perusaha-menguat terhadap dolar, ada kemungkinan bahan baku KLBF naik 28,7%, sementara an, sehingga selain harga, juga terdapatharga jual bahan baku obat akan turun biaya bahan baku obat KAEF naik 80,3%. kenaikan/penurunan volume impor yangpada kuartal III," tambah Vincent. Namun digunakan untuk mendorong pendapatanpersentase penurunan harga itu belum Demikian halnya pada 2007 saat rupiah yang mempengaruhi biaya bahan baku.bisa diprediksi. menguat 4,4% terhadap dolar AS, biaya Bahan Baku KLBF dan KAEF naik masing- Ketiga, biaya bahan baku setiap perusaha-Kuartal I 2011, harga BBO naik 5% sebagai masing 19,6% dan 91,1%. Ketika kurs an juga dipengaruhi oleh sistem kontrakdampak pemberlakuan Permenkeu Nomor Rupiah melemah 5,8% terhadap Dolar AS dengan pemasok, mulai dari waktu serta ketentuan lain terkait dengan impor. KURS RUPIAH dan FLUKTUASI BIAYA BBO EMITEN FARMASI Tahun 2011, rupiah kembali menguat ter- 100 hadap dolar AS. Rata-rata kurs rupiah ber- 91,1% ada pada Rp 8.817 per dolar AS sepanjang 80,3% 80 Januari-April 2011, menguat 3% dibanding- kan dengan rata-rata kurs pada 2009 yang 60 KAEF berada pada Rp 9.084 per dolar AS. 40 KLBF 28,7% Penguatan rupiah berpotensi memicu biaya 22,4% BBO yang lebih rendah bagi perusahaan 20,5% 20 farmasi, tanpa memperhitungkan ketiga faktor lain di atas. Penguatan ini secara 0 konsisten yang kemudian dapat mendorong -20 -9,4% kurs rp/dollar as turunnya biaya BBO tahun 2011 dapat dimanfaatkan oleh perusahaan farmasi -28,0 untuk mendorong profitabilitasnya. -40 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 <erw/dbs>
  • 32 MEDIA PHARMA Indonesialocal issuePasar Jamu Nasional 2011Harga Jual JamuNaik hingga 20%PHarga bahan baku tumbuhan rempah yang naikantara lain jahe, kunyit, temulawak, dan kencur.Produsen jamu menaikkan harga jual yang ada. "Pemerintah dan pengusahasebesar 15%-20% sejak kuartal I 2011 harus bersinergi. Pengusaha memperbaikiakibat tingginya harga bahan baku. kualitas mutu produknya dan pemerintahKenaikan harga bahan baku jamu berupa memberikan dukungan mulai dari aturan,rempah asli Indonesia tercatat hingga lobi, maupun upaya lain," katanya.300% sejak kuartal IV 2010, karena lebihbanyak diekspor dalam bentuk mentah Tren back to nature semakin memberiketimbang dijual kepada produsen jamu pengaruh di kalangan dunia kesehatan.dan obat tradisional. Ini akan menjadikan Indonesia memiliki peluang yang semakin besar. Sumber dayaMenurut Charles Saerang, Ketum Gabungan Salah satu emiten jamu nasional yang terte- alam Indonesia sudah menjadi aset yangPengusaha Jamu dan Obat Tradisional, pro- kan kenaikan harga bahan baku adalah PT luar biasa dan menyediakan ribuan jenisdusen terpaksa menaikkan harga jual untuk Mustika Ratu Tbk. Tingginya harga bahan tanaman berkhasiat, baik untuk jamu, obatmenyeimbangkan kenaikan biaya produksi baku mendorong Mustika Ratu menaikkan modern dan kosmetika.terhadap penjualan perusahaan. "Kenaikan harga jual produk. Kenaikan harga bahanharga produk jadi tidak bisa dihindari. baku meningkatkan biaya produksi naik 5%- Tentu kedepan Indonesia tidak bisa bersaing 10% pada periode Januari-April 2011. hanya dengan mengandalkan sumber dayaHarga bahan baku rempah yang naik antara alamnya saja. Pembangunan di sektor R&Dlain jahe, kunir, temulawak, dan kencur. Jahe Putri Kuswisnu Wardani, Presiden Direktur dan penguasaan pada pasar harus makinnaik dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Mustika Ratu, mengatakan kenaikan biaya dimaksimalkan.Rp 130 ribu per kilogram. Harga temulawak produksi terjadi pada produk kosmetikmeningkat dari Rp 6.000 per kilogram maupun jamu yang diproduksi perusahaan. Menurut Chief Operating Officer Javaplantmenjadi Rp 12 ribu per kilogram. Bahan baku produk Mustika Ratu adalah Synergizing Nature, Junius Rahardjo, dengan tumbuh-tumbuhan rempah asli Indonesia melakukan penelitian yang berkelanjutan keTingginya harga bahan baku itu terjadi se- seperti kunir, kencur, jahe, dan lainnya. depan Indonesia lebih mampu bersaing daniring peningkatan permintaan dari India, memiliki market share yang cukup besar, ter-Pakistan, dan China yang juga mengguna- "Analisis sudah dilakukan bahwa adanya utama di pasar Asia.kannya sebagai bahan baku obat tradisi- kenaikan harga bahan baku yang signifikanonal. Faktor lain terkait kondisi cuaca yang tidak mungkin dapat diserap lagi. Kenaikan Demi meningkatkan daya saing di pasarburuk mengganggu suplai bahan baku. harga jual kemungkinan tidak terelakkan. herbal Indonesia perlu lebih serius meng- Tapi kapan dan berapa persentasenya, kembangkan riset diberbagai aspek dariKendati harga jual produknya naik, produsen masih kami kaji," katanya. pra-produksi hingga pasar, yang memungkin-jamu berharap omset nasional dapat tetap kan Indonesia membuat terobosan-terobos-tumbuh tahun ini. Sepanjang 2011, omset Hingga kuartal I 2011, penjualan Mustika an baru dan berperan sebagai trend-setter dipenjualan jamu secara nasional diperkira- Ratu tercatat naik 4,5% menjadi Rp 83,1 pasar herbal dan rempah dunia.kan naik hingga 15% menjadi Rp 10,58 miliar. Kontribusi omset terbesar ditopangtriliun dibandingkan 2010. penjualan produk kosmetik dengan porsi "Seperti Ginseng, hampir sebagian besar 80,3%, jamu 16,5%, minuman kesehatan masyarakat dunia percaya bahwa ginsengPasar Domestik dan Luar Negeri 0,7%, dan produk lainnya sebesar 2,5%. yang terbaik berasal dari Korea. KarenaTidak hanya di pasar domestik, ekspor jamu Korea telah memberi bukti dari penelitiannasional juga ditargetkan naik. Namun, Peluang Besar Bagi Indonesia di berbagai aspek untuk memaksimalkanCharles belum dapat memperkirakan target Pada kesempatan lain, Charles Saerang produk ginsengnya. Meskipun hanya punyaekspor jamu nasional 2011. Potensi pasar telah meminta pemerintah agar lebih ber- satu jenis produk, tetapi Korea memilikiekspor salah satunya di Malaysia yang peran dalam mempromosikan jamu nasional produk yang reputable, Gingseng Korea,”diperkirakan sebesar Rp 17 triliun. ke pasar luar negeri untuk meraih potensi jelasnya. <erw>
  • 34 MEDIA PHARMA IndonesiaGlobal ISSUE belanja obat global AKAN Mencapai US$ 1,1 miliar pada 2015 Pharmerging market Berkontribusi 28%The Global Use of Medicines: Outlook Through 2015PBeberapa bulan lalu IMS Institute for Healthcare Informatics Dalam lima tahun ke depan juga akan terjadi pergeseran cepatmelaporkan bahwa belanja global obat akan mencapai hampir dalam belanja obat generik, meningkat menjadi 39% pada 2015,US$ 1.100 miliar pada tahun 2015, yang mencerminkan turun- naik sebesar 20% dibandingkan tahun 2005.nya tingkat pertumbuhan 3%-6% dalam lima tahun kedepan, di-bandingkan dengan pertumbuhan tahunan 6,2% dalam lima Ini semua menjadi faktor kunci yang akan mempengaruhi pertum-tahun terakhir. Level ini lebih rendah dari pertumbuhan belanja buhan di masa depan, menurut Institut IMS Institut dalam Theobat-obatan di Amerika Serikat (AS), yang merupakan dampak Global Use of Medicines: Outlook Through 2015.habisnya masa paten yang berkelanjutan di pasar negara maju. Menurut Direktur Eksekutif, IMS Institute for Healthcare Informa-Pertumbuhan global belanja untuk farmasi secara keseluruh- tics, Murray Aitken, tingkat belanja obat pada masa mendatangan diperkirakan mencapai US$ 210 - 240 miliar (2010-2015) memiliki implikasi mencolok pada sistem kesehatan dan kebijak-Dibandingkan dengan US$ 251 miliar (2006-2010). Pangsa an yang akan terjadi di negara maju dan berkembang,pasar obat di AS keseluruhan akan menurun nilainya dari 41%pada tahun 2005 menjadi 31% pada tahun 2015, sedangkan Ia mengatakan,"Pola belanja di masa lalu menawarkan beberapaproporsi belanja obat pada lima negara maju di Eropa akan petunjuk tentang tingkat pertumbuhan yang diharapkan sampaimelorot dari 20% menjadi 13% pada periode yang sama. 2015." "Namun ini merupakan dinamika yang belum pernah ter- jadi di masa lalu, dan mendorong pergeseran cepat dalam belanjaSementara itu, pertumbuhan tinggi pada 17 pharmerging produk obat bermerek dan generik, baik di pasar maju atau punmarket, yang dipimpin oleh China, akan memberi kontribusi berkembang," lanjut Aitken.sebesar 28% dari total belanja tahun 2015 menjadi sebesar12% tahun 2005. Dalam analisis terbaru, IMS Institut mengidentifikasi dinamika yang akan terjadi sebagai berikut; Belanja untuk obat bermerek (original) akan lebih cepat meng- alami penurunan. Namun semakin menuanya populasi di pasar negara maju akan terus mendorong belanja tambahan pada obat bermerek ini, sehingga mampu mengimbangi dampak dari habisnya paten. Akibatnya belanja untuk obat bermerek itu di pasar farmasi berkembang akan tetap pada level yang sama pada tahun 2015 sebagaimana pada tahun 2010. Secara global, pangsa pasar obat bermerek, yang menurun dari 70% pada 2005 menjadi sebesar 64% pada 2010, dan diprediksi akan terus menurun sampai 2015, menjadi 53%. Sedangkan per- tumbuhan obat bermerek di pasar negara berkembang akan menguat, 80 sen per dolar yang dihabiskan untuk obat pada tahun 2015 akan menjadi generik di pasar. Pada level ini (unprecedented level) habisnya masa paten mem- berikan dividen paten di pasar berkembang. Berakhirnya paten pada produk original akan memberikan US$ 98 miliar pendapatan bersih dari pembayar di negara maju sampai tahun 2015, lebih besar dibandingkan pendapatan pada periode tahun 2006-2010
  • MEDIA PHARMA Indonesia 35 US Canada EU5 Rest of EU Japan S Korea Pharmerging ROW Brand Generic OtherSumber : IMS Market Prognosis, April 2011 Sumber : IMS Market Prognosis, April 2011 Sumber : IMS Institute fo Healthcare Informatics: MIDAS, Des 2010sebesar US$ 54 miliar. Berakhirnya paten IMS Institute memperkirakan bahwa pada 2015 belanja biosimilar melampaui US$ 2juga akan lebih menghemat pembayar se- tahun 2015 pasar negara berkembang miliar per tahun, atau sekitar 1% dari totalbesar US$ 120 miliar di 2015, seimbang akan menjadi pasar terbesar kedua di seg- belanja global pada biologis.dengan jumlah yang dibelanjakan untuk men geografis untuk belanja obat di selu-obat generik, US$ 22 miliar. Di antara ruh dunia, yang melampaui gabungan lima Biosimilar diprediksi baru memasuki pasarpasar negara maju, AS akan mengalami negara Eropa; Jerman, Perancis, Italia, AS pada 2014. Dan di Eropa akan munculperluasan terbesar dalam belanja obat Spanyol dan Inggris, dan mendekati level molekul biosimilar tambahan yang diperke-generik. Sementara Jepang masih akan belanja obat di AS. nalkan selama periode ini akan memper-memiliki proporsi terendah meskipun cepat belanja pada biosimilar melampauitekanan politik yang kuat untuk meningkat- Kebijakan yang Mendorong Perubahan level pada 2010, yakni US$ 311 juta.kan belanja obat generik dan resep. Putusan kebijakan beberapa negara di sek- tor kesehatan memberi pengaruh pada be- IMS juga mengidentifikasi kelas terapi ter-Terapi Baru lanja kesehatan dalam jangka panjang. kemuka pada 2015. Ini termasuk Onkologi,Kunci mengatasi kebutuhan pasien yang Kebijakan yang diputuskan di 2010 akan yang diperkirakan masih menjadi kelas te-belum terpenuhi mempengaruhi belanja obat selama lima rapi terkemuka tetapi dengan pertumbuhDimasa mendatang, peluncuran obat baru tahun ke depan. an yang lambat di kisaran 5%-8%, sebagaiakan memberi pilihan pengobatan penting terapi bertarget yang telah diadopsi secarauntuk meningkatkan angka harapan hidup Kebijakan-kebijakan itu antara lain; Bagian luas, pada perawatan diabetes di mana be-(kualitas hidup) pasien. Termasuk obat oral dari Undang Undang Perawatan Terjangkau lanja diperkirakan menjadi 4%-7%.untuk multiple sclerosis, yang lebih efisien di AS, yang akan memperluas cakupandan nyaman bagi pasien. Asuransi Kesehatan bagi 25-30 juta warga Ini didorong oleh tingkat prevalensi penya- AS; Kontrol harga di Cina untuk menjamin kit dan penggunaan obat antidiabetik oralBaru-baru ini diperkenalkan juga dua jenis keberlanjutan pertanggungan universal; baru, Asma dan COPD, dimana pertumbuh-obat arrhythmia yang memberi alternatif Kebijakan Potongan Harga untuk pertama an diperkirakan akan melambat menjadipengobatan untuk pertama kalinya dalam kalinya terjadi di Jepang sesuai dengan ke- 2%-5%, dan lipid regulator di mana belanja-beberapa dekade. Pengobatan metastatic bijakan produk baru yang dilindungi adalah nya akan meurun menjadi US$ 31 milyarmelanoma yang meningkatkan level kuali- inovatif. Pengurangan harga untuk obat ge- pada 2015 dari US$ 37 milyar pada 2010.tas hidup, dan terapi vaksin pertama untuk nerik dan produk off-paten di Spanyol dankanker prostat. Ini akan menjadi terobosan Italia, dan evaluasi biaya-manfaat untuk Menurut Aitken, selama lima tahun kemutakhir dalam personalized medicine. produk baru di Jerman. depan, kita tidak hanya melihat total yang melebihi US$ 1,1 triliun, tapi pembayarSementara ini level belanja obat di phar- Selain itu, potongan harga dan diskon, yang akan mengelola dividen paten secaramerging market makin mendekati level di tidak tercermin dalam audit IMS, padahal signifikan, sementara negara di pasarAS. Selama lima tahun mendatang belanja diterapkan lebih luas oleh para pembayar berkembang berupaya terus memperluasobat pasar berkembang diperkirakan me- (baik publik dan swasta), khususnya di AS, alternatif obat untuk memenuhi kebutuhanningkat sebesar US$ 285 miliar-US$ 315 Perancis dan Jerman. Tahun 2010 jumlah- besar pasien.miliar, dibandingkan US$ 151 milyar pada nya diperkirakan sebesar US$ 60-65 miliar,2010. dan akan naik hingga US$ 65-75 miliar "Semua ini akan memerlukan keterlibatan pada tahun 2015. stakeholder di area kesehatan untuk ber-Ini terjadi karena kuatnya dorongan pertum peran aktif dalam dialog serius guna mene-buhan ekonomi dan komitmen pemerintah Sementara itu, biosimilars berkembang mukan solusi peningkatan akses obat yangmemperluas akses obat masyarakat seba- dengan cepat, tetapi masih diadopsi seca- baik, sekaligus mengurangi biaya yanggai solusi kesehatan mereka. ra terbatas. IMS Institut memprediksi, pada akan dikeluarkan," tambah Aitken. <dbs>
  • 36 MEDIA PHARMA IndonesiaGlobal ISSUEtHE rx TO OTc sWITCH: A Patent will disappearBrandssdnarBD can last forever...Di AS, pemegang paten diberikan jangka waktu 20 tahun untuk Pemain lain dari pasar OTC bermerek termasuk Tylenol darieksklusivitas pada penemuan-penemuan mereka. Dalam indus- Johnson & Johnson dan Aspirin milik Bayer tetap berkembangtri farmasi, periode pengembangan obat dalam jangka panjang dengan baik di tengah persaingan generik, bergantung padadikombinasikan dengan Hatch Waxman-Act telah mengukir kekuatan merek.kehidupan paten obat baru yang efektif rata-rata selama kurangdari 12 tahun. Ada banyak pendorong untuk menempatkan pasar OTC pada jalur pertumbuhan yang solid. Sebagaimana obat blockbuster telahKetika periode ini berakhir, obat generik segera memasuki pasar habis masa patennya, banyak perusahaan berupaya memperluasyang mengarah pada pangsa pasar secara drastis dan kerugian waralaba mereka dengan beralih ke status sebagai obat bebaspenjualan pada inovator. Beralih obat dari beresep pada OTC menjelang berakhirnya kehidupan paten obat mereka.status dapat membantu mempertahankan beberapa lama setelahpenjualan paten telah berakhir. Contoh di atas menunjukkan ini bisa menjadi strategi yang sukses. Saat ini Pfizer sedang berupaya mengalihkan Viagra pada OTC danSeluruh dunia OTC penjualan senilai US$ 95 miliar 2009, tetapi sedang mempertimbangkan peralihan Lipitor. Beberapa negarapasar bervariasi secara luas oleh negara. Obat OTC tercatat Eropa telah memungkinkan switch, meskipun sejauh ini FDA masihsebesar 8% dari total penjualan obat US, dibandingkan dengan ragu-ragu, mungkin akan ada perubahan di masa mendatang.30% di negara berkembang. Saat ini pasien menjadi konsumen yang semakin pintar dalamPenjualan dalam kategori ini juga Diperkirakan tumbuh dua mengelola kesehatan mereka, terutama mengenai obat-obatandigit dalam negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, Cina) yang mereka konsumsi. Mereka ingin berperan lebih besar dalamyang berkembang pesat pada tahun 2010, berbeda dengan pengambilan keputusan untuk kesehatan mereka. Banyaknyapertumbuhan yang jauh lebih lambat di AS, Eropa dan Jepang. situs-online membuat informasi kesehatan tersedia secara luas kepada publik hanya dengan klik. Seiring dengan itu,Beberapa obat bebas yang paling umumnya dibeli adalah antasida, banyaknya alat uji diagnostik yang digunakan di rumah makinanalgesik, alergi dan obat batuk/demam. Merek OTC paling ngetop memberdayakan konsumen.termasuk menjual Prilosec, Claritin dan Zyrtec, bahkan setelahhabisnya masa paten, Prilosec antasida, tetap menjadi teratas Produk OTC memungkinkan konsumen untuk mengakses hargadalam penjualan di AS dan peluncuran Claritin telah begitu sukses, moderat yang disetujui oleh pemiliki otoritas, FDA. Untuk peng-bahkan setelah delapan tahun berakhirnya paten, masih meraih obatan penyakit ringan tanpa harus mengalami ketidaknyaman-penjualan sekitar US$ 400 juta hanya di Amerika. an dan biaya kunjungan ke dokter.
  • MEDIA PHARMA Indonesia 37Dalam skema yang tak jauh dari kondisi riil, co- ke toko obat OTC dan toko kelontong dan supermar-payment untuk obat generik mulai dari US$ 10 ket. Di Eropa, di mana OTC menikmati proporsi(termurah), obat merek memerlu-kan co-payments yang lebih tinggi dari total penjualan obat, apotekdari US$ 20-25 (moderat), dan obat generik memiliki pangsa 88% dari pasar OTC.bermerek top setidaknya US$ 40 keluar dari sakupasien. Berbelanja obat di apotek, konsumen akan mendapat kesempatan berkonsultasi kepadaSistem ini dimaksudkan untuk mengandung per- apoteker, dengan pertanyaan yang dibutuhkan.tumbuhan pengeluaran obat dengan mendorong Mereka bisa belajar tentang bahan aktif, informasipasien untuk menggunakan obat generik. Karena dosis dan efek samping, interaksi obat dsb.biaya obat dan co-payments sama-sama meningkat,asuransi dan pasien telah menemukan bahwa Ini harus tersedia lebih banyak dukungan kepadauang bisa dihemat dengan memakai obat bebas. FDA untuk memfasilitasi apa sja yang diperlukan.Dokter semakin bersedia menginstruksikan padapasiennya untuk membeli obat ditempat umum Saatnya bagi beberapa obat resep akan lebih ter-daripada menulis resep obat dengan bahan aktif tantang untuk menjadi kandidat OTC switch, peran-yang sama cangan obat berstatus Behind-the-Counter (BTC) yang jarang sekali digunakan mungkin tepat.Untuk memaksimalkan pasar OTC di AS akan mem- BTC adalah resep bebas obat yang akan dibelibutuhkan perubahan signifikan pada kebiasaan langsung oleh konsumen dari seorang apoteker.bersama dengan perubahan regulasi pembelian Sebagai contoh, kontrasepsi darurat Plan B adalahkonsumen. Seperti saat ini berdiri, hanya 32% dari sejenis obat BTC, seperti halnya juga obat alergiobat OTC dibeli melalui apotek, 21% berasal dari yang mengandung pseudoefedrin. Status ini adalahgudang, sebagian lainnya dari sisa supermarket. yang ketiga secara luas digunakan di Eropa, dan telah menunjukkan banyak keberhasilan.Sementara apotik bisa mengambil berbagai obat,secara wajar, terutama supermarket dan gudang, Banyak obat yang saat ini mendekati akhir masamengelola jangkauan yang lebih kecil. Oleh sebab paten mereka membutuhkan sedikit pengetahuanitu, toko dan supermarket, fokus pada penjualan dari pengguna obat batuk umum. Mereka akankepada konsumen obat yang paling populer se- melakukannya dengan baik dalam kategori BTChingga lebih mudah dan lebih nyaman. Pasar saat jika diijinkan oleh FDA. Ini termasuk obat antara lainini terstruktur, pertumbuhan yang inkremental/ untuk: disfungsi ereksi, pencegahan osteoporosis,bertahap ini disebabkan oleh kematangan dan kontrasepsi, dan pengendalian kolesterol.saturasi obat OTC yang populer. Kebanyakan pasien dapat mendiagnosis diriDalam memutuskan obat Rx diperbolehkan untuk sendiri untuk perawatan ini, apa yang merekaberalih OTC, FDA melihat keamanan dan efektivitas butuhkan adalah sedikit bimbingan dari profesionalproduk, rasio benefit-to-risk, dan apakah pelabelan kesehatan, bimbingan yang dapat diberikan olehdapat ditulis sedemikian rupa sehingga konsumen seorang apoteker.dapat memakai produk aman tanpa intervensi daripenyedia layanan kesehatan. Untuk menumbuhkan Hal ini membutuhkan upaya bersama dari FDA,pasar, FDA harus lebih dahulu memastikan bahwa perusahaan farmasi dan apoteker, untuk menum-pasien mendapat edukasi yang cukup untuk mem- buhkan pasar OTC dengan mendorong peralihanbuat keputusan medis yang lebih kompleks atas Rx pada OTC. Ini akan menjadi solusi win-win, jikanama mereka sendiri. dikelola dengan baik, akan memberi keamanan dan kenyamanan bagi konsumen dan perusahaanUntuk beberapa hal, ini telah diperumit oleh adanya farmasi memperpanjang kehidupan produknya.industri yang berlebihan dalam memanfaatkan eks-tensi merek mereka dengan melakukan mixing dan Untuk melakukannya tentu memakan waktu yangmatching pada analgesik, obat batuk, obat demam, tidak singkat, karena sebagian besar lingkunganalergi, dsb, sampai-sampai konsumen tak tahu lagi yang ada di FDA sangat konservatif. Namun padaobat yang mereka ambil. Hal Ini berdampak pada prinsipnya, pasar untuk OTC/BTC menawarkankekhawatiran bahwa pasien memiliki resiko meng- peluang yang cukup besar untuk industri farmasi.konsumsi obat secara tidak tepat. Sebuah paten memiliki kehidupan yang terbatas.Selain meningkatkan pelabelan obat, perusahaan Sebuah merek, jika dikelola dengan baik, akanfarmasi perlu mengubah saluran distribusi mereka hidup selamanya.<erw>
  • 38 MEDIA PHARMA IndonesiaBusiness Sectionpt cAHAYa bumi cEmERLANGCExcipient & CoatingSystems SolutionsCBC Indonesia berdiri pada tahun 1990 yang merupakan Untuk memperkuat posisinya dipasar domestik sebagaikantor perwakilan Connell Bros Company, perusahaan pemasok bahan baku industri kosmetik (personal care)berbasis di San Francisco Amerika Serikat, yang reputable dan industri perawatan rumah tangga (household care),di dunia internasional sebagai pengimpor, pengekspor, Connell Bros Company melakukan kerjasama patunganagen dan distributor berbagai macam bahan kimia dan (joint venture) dengan mitra lokal dan mendirikan per-bahan baku. Tahun 1990 merupakan awal penetrasinya usahaan PT. Cahaya Bumi Cemerlang pada tahun 2005.di Indonesia. Bagi Connell Bros Company, berdirinya PT. Cahaya BumiPada tahun 1993 ditetapkan menjadi PT. Connell Bersau- Cemerlang adalah babak baru dalam memperluas operasi-dara Chemindo (CBC Indonesia), yang pada awalnya ber- nya yang tumbuh serta berkembang dengan dinamis digerak di bidang penjualan bahan baku cat dan tinta, ke- Indonesia dalam melayani kebutuhan bahan baku industrimudian memperluas usahanya sebagai pemasok bahan kosmetik (personal care), bahan baku industri perawatanbaku lainnya seperti plastik, karet, serta bahan baku rumah tangga (household care) dan bahan pembantuuntuk makanan. (excipient) industri farmasi. Dikembangkan dalam platform distribusi untuk spesialisasi yang profesional, memberi dukungan dan solusi sesuai dengan kebutuhan yang spesifik setiap industri. Berdasarkan pengalaman itu, PT Cahaya berhasil mendapat- kan kepercayaan para pelanggan di lingkungan industri kosmetik (personal care), industri perawatan rumah tangga (household care) dan industri farmasi sebagai partner lokal yang handal. Memasuki Pasar Eksipien Farmasi Indonesia Menurut data dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indone- sia, pasar farmasi nasional tumbuh cukup signifikan men- capai 14% pertahun, pada tahun 2011 ini diperkirakan senilai Rp 39 triliun. Melihat prospek pasar farmasi nasional ini, PT Cahaya ber- upaya masuk dalam kompetisi di pasar bahan baku farmasi nasional, salah satunya adalah dengan menggandeng mitra asing Ashland Aqualon, prinsipal berbasis di Amerika, yang memproduksi excipient dan coating system untuk produk farmasi. Pada momen seminar sehari di Hotel Borobudur Jakarta, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Ashland Aqualon pada 28 April 2011 lalu, Presiden Direktur PT Cahaya Bumi Cemerlang Kasan Trihardja mengatakan bahwa perusahaannya telah memperoleh kepercayaan dari Presiden Direktur PT Cahaya Bumi Cemerlang Kasan Trihardja berjabat tangan prinsipal Ashland Aqualon untuk pemasaran produk-produk dengan Mr. Chandan Jagtap, Regional Sales Manager, Pharma, Asia Pacific dari excipients dan coating system mereka di Indonesia sejak Ashland Aqualon. awal tahun 2010.
  • MEDIA PHARMA Indonesia 39PT Cahaya berkantor pusat di Tangerang tri, pasar dan regulasi di Indonesia dikombi- Menurutnya dengan sertifikasi GMP/cGMPdan kantor cabang di Surabaya memiliki nasikan dengan portofolio produk menjadi yang dimiliki Asland Aqualon menjadi asetfasilitas gudang yang sangat baik dan telah aset bagi PT Cahaya dalam memberi pela- strategis untuk memuluskan upaya per-memenuhi persyaratan keamanan untuk yanan sesuai kebutuhan industri farmasi luasan pasar secara global termasuk diproduk excipients dan coating systems yang hi-regulated, berorientasi pada tuntut- Indonesia untuk produk-produk excipientuntuk produk-produk farmasi. an efisiensi menghadapi persaingan dan dan coating system untuk produk-produk perubahan-perubahan yang terjadi di pasar farmasi.Dalam hal pengiriman, perusahaan ini Indonesia.menawarkan berbagai pilihan pengiriman Indonesia sebagai pharmerging marketyang tepat waktu dan jaminan keamanan Berbekal pengalaman dan pengetahuan memiliki populasi sebesar 234,2 jutapada kualitas produk di setiap proses ke teknik pemasaran berbagai bahan baku, penduduk dengan preferensi konsumenberbagai tempat dan tujuan di Indonesia. tim pemasaran PT Cahaya mampu mena- bervariasi. Ini merupakan pasar yang warkan solusi produk disertai dukungan besar dan fragmented, kendati demikianDi saat yang sama, Business Development aplikasi yang customable. menurut Hendra, bagi PT Cahaya, iniManager PT Cahaya, Hendra Widjaja merupakan kesempatan yang baik jikamengatakan kepada wartawan," Kami Menurut Hendra, "Kerjasama kami dengan kita mampu mengimbangi perubahan-memiliki pengetahuan tentang industri Ashland Aqualon akan memberi kontribusi perubahan yang cepat yang terjadi difarmasi lokal maupun jaringan kerja para besar dalam penyediaan bahan pendukung dalamnya.pemasok dari luar negeri." farmasi yang murah dan berkualitas, serta memenuhi standar yang dipersyaratkan PT Cahaya sendiri telah memulai sepak"Itulah sebabnya kami aktif menawarkan dunia internasional, yakni GMP/cGMP terjang sejak 2005 dengan reputasi yangberbagai solusi mengenai sumber-sumber Certification sektor industri farmasi." baik di kalangan industri kosmetik (per-produksi farmasi kepada para pelanggan sonal care) dan industri perawatan rumahyang memerlukan pasokan bahan-bahan Hal itu dipertegas oleh Ramachandrarao, tangga (household care), Hendra optimisyang dibutuhkan dari luar negeri,"lanjutnya. Technical Sales Manager-Pharma dari timnya akan sukses dalam mendukung Ashland Aqualon, ia mengatakan bahwa penyediaan bahan-bahan kebutuhanTim pemasaran PT Cahaya memiliki pema- perusahaannya memiliki perhatian serius industri farmasi nasional.haman yang baik tentang lingkungan indus- pada GMP/cGMP standard. <erw> Pharmaceutical Excipients & Coating Systems PT. Cahaya Bumi Cemerlang Jakarta Jl. Imam Bonjol Km 3,5 Bojong Larang No. 21 Kota Tangerang 15115 Banten - Indonesia Phone : +62 21 55767512 (hunting) +62 21 5531324 Fax. : +62 21 5520439 Email : cahaya@cahayabc.co.id Surabaya Jl. Ir. H. Juanda Ruko Surya Inti Permata Blok A No. 24 Waru Sidoarjo 61253 Indonesia Phone : +62 31 867 8138 / 7 Fax. : + 62 31 866 6478 email : cahaya@cahayabc.co.id www.connellbrothers.com
  • 40 MEDIA PHARMA IndonesiaPackagingThe role of colorsAAwal pembuatan sediaan pil dimulai pada zaman Warna primer terang cherry red, lime green dan tangy yellowMesir kuno dalam bentuk bola bulat kecil yang berisi muncul sebagai warna pertama. Kapsul gel, saat ini punbahan dicampur dengan tanah liat atau roti. Sediaan semakin berwarna, dengan pilihan sebanyak 80.000 kombinasi warna. Sedangkan untuk tablet, kemajuan teknologi makinpil ini bertahan selama lima ribu tahun hingga per- berperan memunculkan produk pelapis baru (coating products)tengahan abad ke-20, sebuah pil yang bulat dan yang makin warna-warni di pasar.berwarna putih, hampir tanpa warna. Di sisi lain, apakah warna benar-benar penting? Terlepas dari"Di area bebas, obat yang tersedia hanya berupa tablet dibuat fakta yang tampak jelas bahwa pil ini lebih tampak cantik dandari bubur putih atau pastel. Obat resep di kemas dalam botol menarik di mata, sebenarnya telah memberi benefit yang besarwarna oranye atau vial transparan. Sediaan cair, kecuali pepto- bagi konsumen dan perusahaan farmasi dalam banyak carabismol berwarna merah muda, juga tampak membosankan. yang sangat fungsional.Hari ini adalah dunia yang berbeda. Kemajuan teknologi mela- Pertama, warna membantu konsumen membedakan obathirkan cara mentransformasi warna pada sediaan farmasi resep dengan obat non-resep, suatu tablet atau kapsul dariyang dimulai sejak tahun 60-an. Teknologi ini makin dipercepat yang lainnya. Sebagai kesaksian betapa serius masalah ini,ketika teknologi baru dari softgel kapsul obat berwarna ter- The New York Times telah menyebut tentang kegagalan pasiensedia pertama kalinya pada tahun 1975. untuk mengambil obat yang diresepkan. Hal ini terutama relevan bagi orang tua yang bingung ketika mereka mengambil berbagai obat, yang sebagian besar tablet putih kecil. Komite Aging and Youth Senat AS melaporkan bah- wa tipikal penerima Medicare rata-rata menggunakan 18 - 24 resep setahun. Para peneliti juga menemukan bahwa pasien yang minum obat setiap hari lebih disukai daripada warna- warna cerah pil. Akibatnya, warna dan kombinasi warna adalah cara yang ampuh untuk menciptakan daya tarik emosional dan mengurangi kesalahan medis. Fakta lain, pasien merespon dengan sangat baik ketika suatu warna sesuai dengan hasil pengobatan. Sebagai contohnya, biru baik untuk ketenangan tidur di malam hari dan merah cerah mempersepsikan pengobatan yang cepat. Namun terdapat skenario sebaliknya, bahwa kapsul dengan warna merah menyala untuk gangguan refluks asam empedu, atau hijau untuk meredakan mual. Sebuah manfaat yang sama berakar dalam efek warna-warna dan secara khusus yang terkait dengan aroma dan rasa. Bahkan pada peradaban awal seperti orang-orang Romawi mengakui bahwa people eat with their eyes sama baiknya dengan selera mereka. Salah satu buktinya adalah warna kuning mentega sudah ada sejak abad ke14. Meskipun secara teknis kita tidak makan pil, kami merasa berselera dan menelannya. Apa yang kita rasakan dan aroma apa yang terasa dari sebutir pil berwarna abu-abu? Aroma hangus, rasa buah atau pil itu tampak seperti berjamur? Bagaimana dengan pil berwarna merah muda? Apakah itu terasa asam, pahit, atau manis? Warna apa yang paling mudah bagi kita untuk menelannya? Selanjutnya, efek warna juga
  • MEDIA PHARMA Indonesia 41mencakup asosiasi dengan suhu, misalnya, pil biru terasa gan merasakannya (emotional brand). Dengan kata lain,dingin, warna oranye terasa lebih hangat. warna memiliki kemampuan unik untuk melakukan ketiga secara simultan, menciptakan daya tarik emosional, untukSelain dari manfaat fungsional bagi konsumen yang begitu mengkomunikasikan nilai fungsional dan manfaat (sepertibanyak, saat ini warna memainkan peran lebih kuat meng- obat pereda rasa sakit yang andal), dan membedakan merekubah pil putih polos menjadi lebih unik, dengan menambah- dari lainnya.kan gambar logo. Ini telah terjadi, bahkan lebih signifikankarena mampu mengubah strategi pemasaran dengan Contoh betapa penting peran warna adalah pada persainganmemaksimalkan peran dari warna di dalam industri farmasi. dua obat resep khusus pria Viagra dan Levitra. Pil biru, Viagra yang berbentuk berlian, diluncurkan sejak 1997, secara cepatPertama, banyak obat sebelumnya hanya tersedia dengan menjadi pil sensasi satu malam. Obat resep ini adalah yangresep - sekarang tersedia sebagai obat bebas (OTC), tanpa paling berhasil dalam sejarah farmasi, dengan penjualan se-resep. Ini berarti bahwa publik berbelanja untuk obat dan nilai US$ 1,74 miliar hanya dalam setahun. Pada 2002, grupmengambil keputusan di toko-toko. Bahkan, penelitian ter- pemasaran produk kompetitor, Levitra, memutar otak padabaru oleh Henley Centre melaporkan bahwa sebanyak 73% isu warna bagi merek mereka. Tujuannya adalah bagaimanadari keputusan pembelian di AS dibuat di dalam toko. Oleh mengalahkan pil biru.karena itu, bahkan lebih penting bagi produk farmasi untukmenarik perhatian dari pembeli dan menyampaikan informasi Dari riset pasar yang mereka lakukan secara luas, menyimpul-secara efektif. kan bahwa konsumen tidak beresonansi dengan citra Viagra. Mereka menemukan bahwa warna biru itu terlalu dingin danDalam persaingan yang kian memanas, warna dan desain sama dengan yang sedang sakit. Arah dari kesimpulan itumemiliki peran sangat penting bagi merek, sebagai contoh adalah untuk menghadirkan Levitra dengan warna dan logokemasan dan iklan OTC yang baru, Celebrex dengan visuali- yang lebih menarik dan lebih emosional.sasi langit biru yang tenang dan padang rumput yang hijau,memberi perasaan lega terlepas dari penderitaan. Setelah pengujian secara ekstensif, Levitra muncul dengan warna oranye, warna yang sarat dengan gairah dan memilikiKedua, lima tahun lalu FDA-AS mengurangi pembatasan pada energi. Dengan kombinasi warna logo oranye dan ungu.pemasaran langsung ke konsumen untuk produk obat-obat- Mereka juga menyimpulkan, bahwa warna memiliki peranan. Akibatnya, iklan cetak dan penyiaran kian meledak. Hanya strategis. Sebesar 80% dari informasi visual berkaitan dengandengan menyalakan televisi dan perhatikan obat mana yang warna, ini berlaku terutama untuk produk farmasi. Warna jugadipasarkan secara agresif. Tanyakan kepada dokter Anda memiliki peran fungsional. Secara terang-terangan atautentang pil ungu, nexium. Itu tidak terbatas pada televisi. bawah sadar, warna mengkomunikasikan pesan yang cukup kuat dan memberi banyak sekali manfaat operasional lainnya.Oleh karena itu, perusahaan farmasi tidak menyia-nyiakankesempatan. Warna dan bentuk pil, nama dan gambar yang Namun demikian, di sisi lain, warna mungkin tidak menjadidigunakan untuk menjual produk, dilakukan dengan sangat masalah pada masa depan obat dalam sediaan tablet danditeliti dan diuji. kapsul sebagai obat resep. Para ilmuwan telah menciptakan sebuah teknologi microchip dispenser obat seukuran koinWarna telah terangkat statusnya sebagai powerhouse karena yang bisa ditanam di bawah kulit. Ini akan diprogram untukmenjadi bagian paling mendasar dari kepribadian obat. merilis pengobatan dalam formula terkonsentrasi.Seperti pada semua jenis produk dari perangkat komputer Bahkan sensornya mungkin melekat pada chip untuk men-sampai minuman ringan, keputusan pembelian tidak hanya deteksi kadar obat dalam tubuh kita, yang selanjutnya akanberdasarkan apa yang tampak seperti produk (visual brand), bertambah fungsinya lebih banyak lagi sesuai kebutuhan.tetapi ide dari merek (core brand value), bagaimana pelang- <is/dbs>
  • 42 MEDIA PHARMA IndonesiaSUPPLY CHAINPenggunaan GS1Sdi Seluruh DuniaSaat ini, kemitraan dalam rantai suplai dalam dunia kese- pusat informasi tempat penyimpanan produk untuk persediaanhatan harus berbagi banyak data yang kian kompleks untuk yang digunakan di seluruh rumah sakit di Ontario."mendukung pekerjaan mereka. Agar efektif, perawatankesehatan, penyedia dan pemasok harus memakai bahasa "Akses data yang tepat waktu, akurat, dan dipercaya dapatyang umum dan diakui oleh rantai mitra di seluruh dunia. menyumbangkan secara signifikan bagi Sistem Pelayanan Kesehatan yang lebih aman, lebih fokus untuk pasien,Sistem GS1 standar dalam sistem rantai suplai merupakan berkelanjutan dan efisien," katanya.standar yang paling banyak digunakan di dunia. Digunakandi 23 sektor, termasuk perawatan kesehatan, farmasi, bahan Mewakili sebanyak 154 rumah sakit umum di seluruh provinsi,makanan, jasa makanan dan barang konsumen. Selama lebih OHA menggabungkan organisasi yang terus bertambah didari 35 tahun, sistem GS1 telah diterima secara global dalam Kanada dan secara global yang mendukung pergerakan sektorbahasa umum untuk mengelolakan informasi produk, layanan healthcare seluruh dunia menuju pemakaian GS1 Standards.dan lokasi. St. Michael’s Hospital menerapkan Electronic DataDI KANADA Interchange (EDI)Ontario Hospital Association (Asosiasi Rumah Sakit Ontario) Dengan Fase 2 dari "Canadian Healthcare Supply Chainmenyetujui GS1 Standards. Standards Project", difokuskan pada penerapan standard,Menurut Tom Closson, Presiden dan CEO, OHA,“Ontario Hos- berjalan dengan mantap, proyek uji coba Electronic Datapital Association (OHA) mendukung aplikasi GS1 Standards Interchange (EDI) yang pertama dimulai dengan Rumah Sakitdi seluruh rumah sakit di Ontario. Standar global pada GS1 St. Michael di Toronto, Ontario. Proyek ini melibatkan beberapaini mampu meningkatkan efisiensi, visibilitas, dan keamanan vendor dan distributor, antara lain Cardinal Health and Medicaldalam rantai pasokan, termasuk menyediakan basis untuk Mart Supplies Ltd. Dengan bantuan dari fasilitator pihak-ketiga, Rogue Data Corporation, Rumah Sakit St. Michael mengirimkan purchase order elektronik, yang mengandung Global Standard GS1 GTIN (Global Trade Item Numbers) dan GLN (Global Location Numbers). Proyek percobaan ini diharapkan akan berlanjut di tahun 2011 ini, dari laporan temuan pada triwulan pertama. Perkembangan Global Johnson & Johnson melanjutkan penggunaan GS1 Standards Menurut Dr. Ajit Shetty, Corporate Vice President Enterprise Supply Chain, Johnson & Johnson,“Tujuan kami adalah mencetak GTIN pada kemasan semua alat medis sebelum akhir tahun 2012.” “Sampai saat ini sekitar 57.000 GTIN telah diberikan pada alat- alat medis. Untuk produk farmasi, kami telah menggunakan GTIN untuk memenuhi persyaratan FDA dan persyaratan dari Uni Eropa. Kami juga telah memulai proyek GDSN untuk alat medis, dan sedang mencoba EPC/RFID," ungkap Dr. Shetty. Di Belgia, kami sedang mencoba memakai GS1 DataMatrix untuk salah satu pelanggan kami, AZ St.-Jan Brugge-Oostende.” Dr Shetty mengatakan,“Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Johnson & Johnson Health Care Sytem Inc. di AS. Pelanggan Johnson & Johnson menunjukkan minat yang kuat untuk bergerak menuju pengelolaan data berstandar global." "Mereka memberikan angka 4,5 (dalam skala 5) untuk ketertarikan dalam melangkah menuju standard data yang global," tambah Dr Shetty.
  • MEDIA PHARMA Indonesia 43Salah satu pelanggan mengatakan,"Kami akanmemiliki satu nomor pada tiap produk, agarkami dapat menemukan produk dengan lebihmudah. Tentu, akan ada pengaruh di bagiankeselamatan, kami akan dapat melakukananalisa data dengan lebih cepat pada saatmembandingkan produk, sehingga semuaproduk akan cocok."Cook Medical menerapkan GS1 StandardsMenurut Claes Waller, Vice President CookGroup Europe dan Board Member ofEucomed,“Kami memulai proses standarisasi10 tahun silam dan menerapkan satu sistemglobal untuk identifikasi produk." GTIN dipakaiuntuk Computer Part Number kami untukmengidentifikasi 380.000 barang.Namun Waller mengatakan, akhir-akhir inisedikit sekali rumah sakit yang mampu melacakstok memakai GTIN dan menelusuri barang itumelalui jalur suplai sampai ke data pasien. "Kamijuga telah menentukan Global Location Numbers(GLN) untuk setiap perusahaan, sehingga kami dapatmelakukan transaksi pemesanan secara elektronik denganmemakai GLN yang pelanggan berikan pada kami. Kami bisamenghubungkan tiap pesanan dengan lokasi tertentu di manabarang akan dikirimkan," jelasnya. Dekan Graduate School International University of Health and"Berbagi informasi alat medis melalui GDSN dan mengirimkan Welfare.informasi dengan tidak terlihat yang sampai kepada pasienmemungkinkan kami untuk lebih efisien melalui kontrol ling- "Beberapa rumah sakit perintis telah berhasil meningkatkankungan yang lebih baik dan daya lihat produk yang lebih baik keselamatan pasien dan operasi rumah sakit dengan mene-pada rantai pasok” tambah Waller. rapkan Barcode lanjutan dan RFID System. Di National Center for Child Health and Development, Tokyo, semua ruangan telahYang lebih penting, hal ini akan meningkatkan pelayanan dilengkapi dengan tampilan layar sentuh yang bisa digunakanpasien. Cook akan mengunggah dokumen untuk 25.000 oleh perawat untuk mengambil data pasien dan memasukkanproduk ke dalam GDSN, untuk mengidentifikasi tiap produk data memakai scanner barcode.dan membuatnya tersedia untuk pelanggan tanpa biaya. Alat itu juga bisa digunakan oleh pasien sebagai layar televisi.500 juta pengguna Mobile Health Application di tahun 2015 Di Akami University Hospital, Pulau Honshu, tag RFID telahMenurut laporan terbaru yang dibuat oleh research2guidance, dipasang pada gelang pasien dan tag nama perawat. ScannerGlobal Mobile Health Market Report 2010-2015, dalam jangka dapat membaca barcode maupun RFID. Rumah sakit itu saatwaktu 5 tahun sekitar 500 juta individu yang akan mengguna- ini bereksperimen dengan pegangan infus yang dilengkapikan Mobile Health Application dalam smart phone mereka. antena RFID yang secara otomatis membaca tag RFID padaLaporan itu memperkirakan sebanyak 1.4 milyar pemakai kantong infus.smart phone pada 2015 dan lebih dari sepertiganya akanmemiliki aplikasi yang berhubungan dengan kesehatan. "Untuk memastikan penerimaan yang luas oleh rumah sakit pada sistem yang lebih lanjut dan standar yang dibutuhkan,Saat ini, sekitar 43% mHealth (Mobile Health) Application pegawai rumah sakit perlu mengenali bahwa barcode bergunadiutamakan untuk ahli-ahli di bidang kesehatan. GS1 memiliki untuk keselamatan pasien dan pengelolaan rumah sakitkelompok kerja lintas sektor yang membahas bagaimana GS1 perlu menginvestasi pada teknologi tersebut." Prof. KaiharaStandards dapat mengangkat GS1 Identification Keys dan GS1 menyimpulkan.BarCodes menggunakan komunikasi selular. "Kelompok pengguna GS1 Healthcare lokal di Jepang men-Di Jepang dorong penggunaan GS1 Standards dalam sektor healthcareMenginovasikan rantai pasok Healthcare Jepang." Osaka University Hospital Penelusuran Peralatan"Pemakaian barcode di Jepang, diaplikasikan dengan cukup Bedah "Pada Oktober 2005, kami mulai memasang barcodeluas pada produk-produk kesehatan, namun di rumah sakit dua dimensi DataMatrix langsung di alat-alat bedah untukmasih sangat terbatas,” kata Profesor Shigekoto Kaihara, laparotomy.
  • 44 MEDIA PHARMA IndonesiaSUPPLY CHAIN Production Warehousing-Preparation SHIPPING • Receipt of a shipping notice indicating • Acceptance of primary materials • Management of physical product arrivals • Loading traceability information linked to the raw • Recording of lot numbers used and shipments using SSCC • Reading and registering SSCC material and packaging being used. • GTIN assigment and marking for base • Management of the separation and release • Sending shipping notices to receipts with • Quality control of merchandise using SSCC. units and creation of their lot numbers. of lots delivery itemisation • Validation of receipt and delivery slip • Assignment of locations • Sending shipping orders to the carries signature. • Registering the movement if merchandise • After delivery, the carrier sends a transport • Registration of lot/batch numbers and dates • Physical inventory status report • Order picking • Integrating information in order to efficiently • Creation of logistic units, assigment and coordinate oeders, deliveries, and invoices remarking of SSCC • Tracking inventory movements, linking SSCC, product, lot/batch number, and delivery destinationUntuk wadah dan kantong dalam peralatan sterilisasi, kami ment (SCM) antara perusahaan dan industri. Mayo Clinic mulaitelah mengembangkan logam anti panas yang cocok untuk berencana memakai GS1 Standards kembali pada 2008, tuju-RFID tags,” kata Dr. Seizo Nakata, Director, Itami Municipal an kami menghilangkan pemakaian nomor produk dan nomorHospital dan mantan Director of Surgical Center, Osaka Uni- akun khas yang tidak terstandarisasi. Kami juga mengedukasiversity Hospital, Japan, “Kami kemudian memeriksa kinerja pihak yang berkepentingan, baik yang di dalam maupun di luardari sistem traceability alat bedah menggunakan fungsi organisasi sesuai persyaratan dari AS, GLN 2010 Sunrise.pengelolaan sterilisai menggunakan GS1 DataMatrix. Pada 2010, kami meningkatkan pemakaian GLN tersebut kepa-Verifikasi pembacaan membuktikan bahwa DataMatrix yang da mereka sesuai dengan persyaratan GLN 2012 Sunrise.dicetak dengan laser dapat dibaca oleh alat pembaca genggam Langkah kami selanjutya di 2011 adalah peluncuran Lawsontanpa masalah. Kemudian, waktu yang dibutuhkan untuk mem- 9.0.1.4 dengan fungsi GS1 Standard, menetapkan GLN seba-baca barcode DataMatrix pada sejumlah 88 alat bedah dalam gai norma dan menguji GTIN dalam proyek uji coba dengansatu wadah antara 5 sampai 7 menit, termasuk di dalamnya pemasok.waktu yang dibutuhkan untuk tindakan manusia, di manacukup singkat untuk prakteknya. Mayo Clinic baru-baru ini diberi nama Top Hospital oleh Leap- frog Group. Daftar Top Hospitals 2010 – 65 dari bidangDI AMERIKA SERIKAT (AS) hampir 1200 – berdasarkan pada hasil survei nasional theMayo Clinic berubah untuk memenuhi harapan pasien Leapfrog Group yang mengukur kinerja rumah sakit pada"Saat ini waktunya berpikir mengenai perubahan rantai suplai bagian penting dalam hal keselamatan dan kualitas pasien.Healthcare," kata Joe Dudas, Director of Accounting andSupply Chain Informatics, Mayo Clinic, AS, “Pasien kami BJC Healthcare menerapkan GS1 Standardsmengharapkan kami menyediakan solusi dan harapan, BJC Healthcare (BJC), salah satu organisasi pelayanan kese-dan menyediakan perawatan yang terpercaya dan terjangkau. hatan non-profit terbesar di AS, memiliki 13 rumah sakit dan"Ini artinya kami perlu meningkatkan keselamatan dan beberapa lokasi komunitas kesehatan. Seperti kebanyakankeamanan rantai pasok, dan secara drastis mengurangi organisasi pelayanan kesehatan di AS. BJC telah menghadapibiayanya," tambahnya. beberapa tantangan ekonomi dan operasional di tahun ini."Untuk meningkatkan kualitas dari informasi kami, dan meng- Penambahan jumlah pasien tanpa asuransi, pengurangangunakannya untuk keperluan lain, kami perlu menggabungkan dalam pengembalian biaya kesehatan dan pembaruaninformasi,” tambah Dudas, “Hanya dua dasar (GTIN dan GLN) peraturan yang memerlukan pelacakan pemakaian produkmemungkinkan kami menghubungkan Supply Chain Manage- kesehatan pada satu poin perawatan.
  • MEDIA PHARMA Indonesia 45 receiving HEALTHCARE DELIVERY For every participant receiving merchandise: • Products and services ordered from • Patients, and the services • Products are identified by their • Planning for receipt of goods based in suppliers by their GTINs provided to them, are identified GTIN + lot/batch number and are shipping notices • Instrument lifecycle maneged using using a GSRN, read and regis- recorded in the patients medical • Unloading and SSCC reading GIAI which is scanned at each point tered in a database at each stage chart/records so as to ensure the • Control of receiving through efficient in the decontamination process and movement of patient, during complete safety and traceability coordination with shipping notices • Tracking containers is done with the their hospital stay. GSRN enable of all events that take place dur- • Coordinating orders and deliveries, send- aid of a GRAI, which identifies the automatics link of the patient ing the patients stay ing acknowledgements of receipt item and also allows for tracking, to their care and input to the • This information facilitates • Entering product data into inventory washing, disinfecting, maintenance, Elevtronic Care Record. The GSRN itemised billing records etc. thus contributes to the safety and • Transmitting information to efficiently traceability of the patient manage orders and invoicesBJC telah memakai GS1 Standard bukan untuk menghadapi (GPO) mengumumkan kesiapan untuk menggunakan standardtantangan pengelolaan operasional dan perawatan pasien, pada lokasi penyedia healthcare di Oktober 2010.tapi juga untuk menetapkan tahap untuk mencapai UltimateSolution, sebuah sistem dengan jaringan terpadu dari industri Board of Directors dari Health Industry Group Purchasingpelayanan kesehatan yang mampu melacak penggunaan Association (HIGPA) secara bulat telah menyetujui Declarationproduk dan hasil pasien dan mengotomatiskan semua proses of Readiness (Deklarasi Kesiapan), menekankan bahwarantai pasok, yang semua itu dilakukan untuk meningkatkan mereka siap untuk menggunakan Global Location Numbersefisiensi operasional, mengurangi biaya dan meningkatkan (GLN) untuk mengidentifikasi lokasi yang tepat untuk setiapperawatan pasien. penyedia layanan kesehatan di AS.Survey pada kemajuan penggunaan standar Menurut Presiden HIGPA Curtis Rooney, "Ini merupakan suatuDalam sebuah survei yang dilakukan oleh Center for Innovati- perubahan kecil yang akan berdampak besar.on in Healthcare Logistics (CIHL), lebih dari 68% respondenmengindikasi bahwa mereka mulai bergerak menuju pema- "Saat ini, belum tersedia sistem yang dapat diandalkan untukkaian sistem data standar dalam lima tahun ke depan, ini mengetahui lokasi-lokasi pentingmerupakan peningkatan dari 35% di hasil survey tahun 2008 penyedia healthcare."dengan 90% dari mereka bergerak menuju penggunaan GS1. Ia melanjutkan,"Penggunaan GLNSurvey ini dilakukan oleh sebanyak 678 ahli rantai pasok di oleh GPO adalah langkah awalbidang pelayanan kesehatan, di mana sekitar 60%-nya adalah menuju kepastian bahwa produkpenyedia pelayanan kesehatan. yang tepat dikirimkan ke lokasi yang tepat. Penting sekali untukRintangan untuk menerapkan data standar termasuk inisiatif semua bagian dari rantai pasok GS1 Indonesia E - Trade Building Lt.6dari prioritas yang lebih tinggi (37%), keterbatasan sistem IT healthcare untuk menggunakan Jl. Wahid Hasyim No.55(25%), kekurangan pendanaan (25%), kurangnya pengertian standar itu." Jakarta 10350 Indonesiaorganisasi dalam tingkat usaha yang dibutuhkan (25%), dan "Langkah berikutnya yaitu me-kurangnya sumber daya IT (24%). nerapkan Global Trade Item Tel : (62-21) 31925 800 Numbers (GTIN) sebelum 31 (62-21) 3916289GPO mengumumkan ke siapan untuk menggunakan standard Desember 2012,” jelas Rooney. Fax : (62-21) 391 6269dalam identifikasi lokasi. Pada waktu mendatang pada jadwal E-mail: info@gs1.or.idambisius industri healthcare, Group Purchasing Organization (Penulis dari GS1 Indonesia) www.gs1.or.id
  • 46 MEDIA PHARMA Indonesia Business directory EVERYONE IS INVITED PT Tigaka Distrido Perkasa Importer % Wholesaler of pt. ENSEVAL PUTERA PT Mensa Binasukes Raw Materials Pharma, Food, MEGATRADING Jl Pulo Kambing II No.26 Feed, Cosmetics & Chemical Kawasan Industri Pulogadung Jl. Rawa Gelam IV/6 Jakarta Timur 13930 Indonesia Jl Tanah Abang II No.37, Kaws. Industri Pulo Gadung Phone +6221 4601950 Jakarta 10610 Jakarta 13920 Fax +6221 4613577 Telp. (62 21) 350 8981 Telp. (62 21) 4682 5686 Fax. (62 21)386 1847 Website : www.mbs.co.id Email : contact.mbs.co.id PT Parazelsus Indonesia PT. GLOBAL CHEMINDO PT. INDOFARMA GLOBAL Main Office Menara Jamsostek MEGATRADING MEDIKA (IGM) Perkantoran Aries Niaga 22nd floor, Jl Pulo Kambing Raya Jl. Taman Aries Blok A1 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 38 Kav. II E No.8 Komplek Infinia Park Blok B 86 Jakarta 12710 Jl. Dr Saharjo No 45 No. 1X - Kembangan Kaws. Industri Pulo Jakarta Barat 11620 Phone : +62 21 522 8338, Gadung Jkt 13920 Jakarta 12850 Fax : +62 21 522 8337, Telp. (021) 837 81166 Telp. (021) 589 068 92 Telp. (62 21) 4683 0028 www.igm.co.id Faks (021) 589 06893 www.parazelsus.co.id www.javaplant.net EXCIPIENT & COATING cold chain SYSTEMS GS1 Indonesia logistics E - Trade Building Lt.6 solutionS Jl. Wahid Hasyim No.55 PT. merindo makmur Jakarta 10350 - Indonesia PT Capsugel Indonesia CARAKA GROUP Rukan Kencana Niaga D-1/2K Tel : (62-21) 31925 800 Jl Raya Bogor KM 42 Meruya Utara, Kembangan (62-21) 3916289 Cibinong 16916 Jl. TB Simatupang Kav-7 Jakarta Barat 11620 Fax : (62-21) 391 6269 Telp. (021) 875 2226 Jakarta Selatan 12530 E-mail: info@gs1.or.id Fax. (021) 875 2227 Telp (62 21) 780 7777 Telp (62 21) 585 8581 Fax (6221) 781 3333 PT. Cahaya Bumi Cemerlang www.capsugel.com Jakarta www.gs1.or.id www.carakagroup.com Jl. Imam Bonjol Km 3,5 Bojong Larang No. 21 Kota Tangerang 15115 Banten - Indonesia Professional Purification Phone : +62 21 55767512 in Compressed Air Dryer (hunting) +62 21 5531324 Fax. : +62 21 5520439 Email : cahaya@cahayabc.co.id Surabaya Jl. Ir. H. Juanda Ruko Surya Inti Permata Blok A No. 24 Waru Sidoarjo 61253 PT LELY METROPOLITAN PT Calistacitra Lestari PT MAJU BERSAMA Jl Raya Pluit Raya No 19 Indonesia Design & Manufacturing Perkantoran Kencana Niaga Phone : +62 31 867 8138 / 7 Blok A-3 Jl. Taman Aries Blok D1 No. 1T - 1U of Industrial Equipment Jakarta Utara 14440 Fax. : + 62 31 866 6478 Phone +6221 584 6202 Meruya Utara Jakarta 11620 email : cahaya@cahayabc.co.id Fax. +6221 584 5808 Telp. (021) 585 7118, 585 7193 (021) 662 6030 - 33 Fax. (021) 585 7163 mbjkt@maju-bersama.com, www.connellbrothers.com www.maju-bersama.com sales@calista.co.id
  • MEDIA PHARMA Indonesia 47Business directory Business Directory Head Office OneMed BuildingPT PACIFIC AMAN GARDA Kompleks Darmo Park II Citylofts Sudirman Blok IV No. 14-15 Exhibition Organizer 22nd floor #11 Jl. Mayjen Sungkono Jl Blandongan No.28 d/g Jl. K.H. Mas Mansyur Surabaya Jakarta 11220 Kav. 1 no. 121 Telp. +62 31 5672236, Telp (62 21) 634 5861, Jakarta 10220 INDONESIA (62 21) 634 5862 Telp +62 21 2555 6793-5 Fax. +62 31 5688912 PT. MODERN INTERNASIONAL, TBK. Fax. (62 21) 634 0140 Fax. +62 21 2555 6732 email : info@kristamedia.com Jl. Matraman Raya No.12 Jakarta Timur Cell +62 81 7080 3759 www.onemed.co.id www.kristamedia.com Telp (021) 280 1000 Showroom & Office: Intra Operative Neurophysio-logical Monitoring Tomang Raya No.8 16 or 32 Channels Amplifier Jakarta 11430 PT. B. BRAUN MEDICAL (021) 979 5833 INDONESIA Palma One 14th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-2 No. 4 Jakarta 12950 PT MITRA MEDIKA UTAMA Ph: + 62 21 52907177 Operational Office : Fx : + 62 21 52907178 Naspro Building Jl.Garuda No. 79 Customer Service Jakarta 10610 - Indonesia Ph: + 62 21 52907170 Ph. +62 21 428 00805 ? Fx. +62 21 420 8410 mak Showroom & Office: Made in Indonesia Tomang Raya No.8 Jakarta 11430 (021) 979 5833 How To Reduce Your Hospital Packaging Equipment Cost? Made in Indonesia PT. MEGA ANDALAN KALASAN (MAK) PT. AVESTA Rasuna Office Park SO-02, CONTINENTAL PACK Komp. Rasuna Epicentrum Jl Bekasi Raya Km 28,5 PT. FANIA ERSA PRATAMA Jl. Rasuna Said Bekasi 17133 Jl Kahfi I No 5 Jagakarsa Jakarta 12960 P.O Box 152 Bekasi Jakarta 12630 Telp. (021) 837 00555 Tel : (62 21) 884 1088 Telp. (021) 7889 3682 - 83 PT. OBOR BERKAT MEDIKA LEAD GLASS SUPPLIER PT PHARMASOLINDO PT TECHNO PREFAB PT BONDOR INDONESIA Jl. Duri Kencana II/5 Telp. (021) 315 4336 Indonesia Kawasan Industri Sentul Duri Kepa Jl. Techno Park Selatan I Jl Olympic Raya Kav A 2A, www.pharmasolindo.com Sentul Citeureup 16810 Jakarta 11510 Blok C 3 F, Techno Park Hp. 0818 897 755 Industrial Estate Telp. (021) 875 6001 We are eco-friendly. Fax.(021) 565 2670 Jababeka 3, Cikarang 17530, E-mail : frnatan@gmail.com Indonesia www.leadglass-obm.com Telp. 62 21 898 42740 (hunt.) www.intracopallet.com Fax. 62 21 898 42741
  • 48 r ph MEDIA PHARMA Indonesia Business directory Business Directory Busines mak Made in Indonesia Hospital Equipment Made in Indonesia PT. MEGA ANDALAN Made in KALASAN (MAK) Indonesia Rasuna Office Park SO-02, Komp. Rasuna Epicentrum Showroom & Office PT. FANIA ERSA PRATAMA Jl. Rasuna Said Tomang Raya No.8 Jl Kahfi I No 5 Jagakarsa Jakarta 12960 PT. MODERN INTERNASIONAL, TBK. Jakarta 11430 Jakarta 12630 Telp. (021) 837 00555 Jl. Matraman Raya No.12 Jakarta Timur (021) 979 5833 Telp. (021) 7889 3682 - 83 Telp (021) 280 1000 DWIJAYA PERKASA HOSPITAL & gENERAL SUPPLIER SIEMENS Medical Solutions Authorized Dealer Intra Operative Neurophysio-logical Monitoring Agfa 16 or 32 Channels Amplifier SIEMENS PT MITRA MEDIKA UTAMA PT. TESENA INOVINDO DWIJAYA PERKASA Jl. H. Jusin No. 43, Operational Office : Jl Medokan Baru II/12 Naspro Building Susukan - Ciracas Surabaya 60119 Jl.Garuda No. 79 Jakarta 13750 - Indonesia Phone : (031) 599 0376 Jakarta 10610 - Indonesia Telp : (021) 840 1325, Fax. (031) 592 7768 Ph. +62 21 428 00805 841 2414 Fx. +62 21 420 8410 PT. DELTA MANDIRI ABADI Jl. Ciputat Raya No. 7 Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta12310 Phone (021) 7590 9374 Central Patient Features Monitor EG Ethernet LAN connection MFM CMS Installation maximum up to 32 Bedside monitor for trend graph & trend table review Jl Tambak No2A Kebon Manggis PT. pentasada surya dinamika Manggarai Short trend mode Jl Kartini Raya No. 54-G, Jakarta 10750 Jakarta Pusat 13150 waveform in real time Telp. (021) 659 2180, 659 3618 Telp. (6221) 819 9099
  • regulationr&d r&d industrial technology supply chain patient safety tradingharmacist retailersbusiness competition packaging Media Pharma Indonesia Informasi Publikasi dan Pemasangan Iklan Regular Rates No Item 1. Cover Banner (half) Size (cm) 9,5 x 5,5 1 X insertion 3.500.000 R a t e s (Rp) 3 X insertion Free Bonus 10.000.000 Inside Banner (Half - 2x) + Business Directory (2x) 50% Discount sampai 2. Inside (front/back) Cover 21 x 27,5 12.000.000 35.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (2x) 5 Okt 2011 3. Full Page; 21 x 27,5 a. First Page 21 x 27,5 12.000.000 35.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x) b 3rd Page 21 x 27,5 11.000.000 32.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x) b. Inside Pages 21 x 27,5 10.000.000 29.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x) 4. 50% of Page (horz/vert) 19 x 13,5 5.500.000 16.000.000 Inside Banner (Half - 1x) + Business Directory (3x) 5. Inside Banner (full) 19 x 5,5 4.500.000 13.000.000 Business Directory (3x) 6. Business Directory 4,2 x 3,5 750.000 2.100.000 Business Directory (1x) 7. Advertorial (1 page) 21 x 27,5 8.500.000 27.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Sub Headline in Cover (1x) 8. Business Section (3 pages) 21 x 27,5 17.500.000 (Paket A) Tersedia paket yang lain sesuai kebutuhan. 9. Business Progress-Report 21 x 13,5 3.000.000 8.500.000 Inside Banner (Half - 1x) + Business Directory (2x) * Regular rates in 2010, all rates excluding 10% of tax. Untuk keterangan lebih lanjut mohon menghubungi redaksi/bagian iklan Redaksi membantu pemuatan Business Section Disediakan paket-paket publikasi menarik untuk di 0882 100 10 567 atau pharmabiz.indonesia@gmail.com pemuatan pada Bulan Juli s/d Desember 2011. Demi aktualisasi berita, artikel pada rubrik Business Section dimuat dari kegiatan wawancara, peliputan dan foto session. Dilakukan paling lambat 10 hari sebelum pemuatan.
  • D I R G A H A Y U k e 6 6 tahunKemerdekaanINdonesiabagi bangsaINdonesiaDengan Ridho Tuhan Yang Maha Arif dan Maha BijaksanaKita bangsa Indonesia hendaknya mau dan mampumenciptakan arus penemuan dan pembaruan yang teraturuntuk menjamin tahap-tahap pertumbuhan politik, ekonomi,sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan.Kita berupaya turut menyumbang kepada kemenangansejati ilmu pengetahuan dan teknologi.Bukan kemenangan semu dengan harga setinggipenghancuran eksistensi kita sendiri.Prof. DR. Ir. H. TB. Bachtiar Rifai - Kepala LIPI Tahun 1974 - 1984Jakarta, 23 Agustus 1982 Pharma New Platform*New Energy PHARMA ECONOMY AND BUSINESS MEDIA
  • ngngisedc iapma dear Advertising etirw nrael Each problem demands its own solution. & Marketing Executives, if You have an The solution brings you more benefits; ad agency whose fees Management should be simpler, are right, whose work advertising should be more effective, is effective, reach into fees should be more manageable, your computer. So, you dont need a design time should be saved, consultant. and tear out public should be react! this page. but if learn Your life should be happy! the messages and styles do write diverge and worse, conflict, how do you design measure the results? So, you may well we offer have problems learn campaign campaign that keep you write design from building sales! campaign We work with our creative resources, Full-services design firm* whether in-house or outsourced, to develop an approach that has a consistent sensibility uniqueGood ad design means: Defining the project. Planning. Strategy. Strong to your company, and right for your company.visual and verbal concept. And last: Graphics, typography, visual artistrydesigned to support and enhance your approved marketing solution.Each problem demands its own solution. Hard sell or soft sell. Way MIND*MORE Communicationsout or straight up. Funny or serious. Blunt or corporate. Or image-based. Direct 0882 40 626 525 Gedung Triguna MIND*Learn, Write, Design, CAMPAIGN to listen to you, and help solve your Jl. Hang Lekiu III No 17 MORE communications Kebayoran Baru Jakarta 12620advertising, communication problems, makes sure creative work is high Phone & Fax: +62 21 722 8628quality, designed to meet timely business objectives. mindmoredesign@gmail.com