HELMINTHES By : erfan.syah@ymail.com Oleh :
C E S T O D A (Cacing Pita) <ul><li>Taenia Saginata </li></ul><ul><li>Hospes definitif : Manusia </li></ul><ul><li>Hospes ...
Morfologi <ul><li>Panjang  : 4 – 12 cm </li></ul><ul><li>Skolek : 4 batil isap </li></ul><ul><li>Proglotid : 1.000 – 2000 ...
Epidemiologi <ul><li>Ditemukan pada negara yang penduduknya makan daging yang krang matang. </li></ul><ul><li>Ternak yang ...
Siklus Hidup Telur melekat di rumput Termakan oleh hewan sapi Telur dicerna embrio menetas menembus dinding usus Saluran g...
Diagnosis : <ul><li>Menemukan telur dalam tinja </li></ul><ul><li>Proglotid keluar spontan </li></ul><ul><li>Pencegahan </...
TAENIA SOLIUM <ul><li>Hospes definitif : Manusia </li></ul><ul><li>Hosper perantara : Manusia, babi </li></ul><ul><li>Peny...
<ul><li>Gejala </li></ul><ul><ul><li>Adanya cacing dewasa menyebabkan nyeri ulu hati, diare, mual, dakit kepala. </li></ul...
Diagnosis <ul><li>Menemukan telur dan prologtid dalam tinja </li></ul><ul><li>Diagnosis sistiserkosis kulit : yaitu biopsi...
Pencegahan <ul><li>Sama dengan Taenia saginata </li></ul>Cara Infeksi <ul><li>Bila memakan daging babi yang mengandung lar...
TREMATODA (Cacing Daun) <ul><li>Pembagian Trematoda berdasarkan  </li></ul><ul><li>lokalisasi dalam tubuh hospes : </li></...
Trematoda Darah <ul><li>Schistosoma japonicum </li></ul><ul><li>Schistosoma mansoni </li></ul><ul><li>Schistosoma haematob...
1.  Schistosoma Japonicum <ul><li>Hospesnya adalah : manusia, kucing, tikus sawah, rusa, sapi, babi, dll </li></ul><ul><li...
Morfologi & Siklus Hidup <ul><li>Cacing dewasa jantan 1,5 cm dan cacing betina 1,9 cm. </li></ul><ul><li>Hidup di vena  me...
Epidemiologi <ul><li>Sumber infeksi : manusia & hewan. </li></ul><ul><li>Hospes reservoir : rusa, babi hutan, sapi, anjing...
Diagnosis <ul><li>Menemukan telur dalam tinja </li></ul><ul><li>Biopsi hati dan rektum </li></ul><ul><li>Serologi </li></u...
2.   Schistosoma mansoni <ul><li>Hospesnya adalah manusia. </li></ul><ul><li>Hospes perantara : kera babaon di Afrika. </l...
Morfologi dan Siklus Hidup <ul><li>Cacing dewasa jantan berukuran 1 cm. </li></ul><ul><li>Cacing dewasa betina berukuran 1...
Patologi & Gejala Klinis <ul><li>Sama dengan Schistosoma japonicum tetapi lebih ringan (splenomegali lebih berat sekali) <...
3.  Schistosoma haematobium <ul><li>Hospes : manusia. </li></ul><ul><li>Hospes perantara : babon & kera lainnya </li></ul>...
Morfologi & Siklus Hidup <ul><li>Cacing dewasa jantan berukuran 1,3 cm. </li></ul><ul><li>Cacing dewasa betina berukuran 2...
Patologi & Gejala Klinis <ul><li>Kelainan ditemukan pada dinding kandidng kemih. </li></ul><ul><li>Gejala : hematuria & di...
Trichuris trichiura <ul><li>Hospes : Manusia </li></ul><ul><li>Nama penyakit : Trichuriasis </li></ul><ul><li>Distribusi g...
<ul><li>Siklus Hidup : </li></ul><ul><ul><li>Cacing dewasa hidup di kolon ascenden dan sekum. </li></ul></ul><ul><ul><li>K...
Patologi Klinik <ul><li>Ringan : tanpa gejala cacing ditemukan di sekum juga kolon. </li></ul><ul><li>Berat : terutama pad...
<ul><li>Infeksi berat & menahun, gejala : diare sering diselingi sindram desentri, anemia, berat badan menurun, prolapsus ...
Epidemiologi <ul><li>Sama dengan A lumbricoides </li></ul><ul><li>Suhu optimum 30 °C </li></ul><ul><li>Prevalensi di pedes...
Siklus Hidup Telur dibuahi Telur matang Menetas dalam usus halus Larva Dewasa Diusus bagian distal Kolon terutama di sekum
Terima Kasih  Atas Perhatiannya...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

3. helminthes

4,182

Published on

Published in: Health & Medicine, Technology
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
4,182
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
114
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

3. helminthes

  1. 1. HELMINTHES By : erfan.syah@ymail.com Oleh :
  2. 2. C E S T O D A (Cacing Pita) <ul><li>Taenia Saginata </li></ul><ul><li>Hospes definitif : Manusia </li></ul><ul><li>Hospes perantara : Sapi, kerbau </li></ul><ul><li>Penyakit : Taeniasis saginata </li></ul><ul><li>Cara Infeksi : Memakan daging sapi kurang matang yang mengandung sistiserkus bovis/cacing gelembung. </li></ul>
  3. 3. Morfologi <ul><li>Panjang : 4 – 12 cm </li></ul><ul><li>Skolek : 4 batil isap </li></ul><ul><li>Proglotid : 1.000 – 2000 buah </li></ul><ul><li>Tiap proglotid gravid : 100.000 telur </li></ul><ul><li>Telur : 30-40 x 20-30 µ </li></ul><ul><li>Badan menyerupai pita. </li></ul><ul><li>Kepala (skolek) alat untuk melekat mempunyai 4 batil isap. </li></ul><ul><li>Tiap proglotid mempunyai alat kelamin jantan dan betina (Hermaprodit) </li></ul><ul><li>Makanan diserap melalui kulit. </li></ul>
  4. 4. Epidemiologi <ul><li>Ditemukan pada negara yang penduduknya makan daging yang krang matang. </li></ul><ul><li>Ternak yang ada di hutan/padang rumput akan lebih mudah dihinggapi cacing ini dari pada ternak yang dipelihara/kandang. </li></ul>
  5. 5. Siklus Hidup Telur melekat di rumput Termakan oleh hewan sapi Telur dicerna embrio menetas menembus dinding usus Saluran getah bening darah ke jaringan ikat disela otot dan tumbuh setelah 12 - 15 minggu Keluar skoleks dengan cara evaginasi melekat pada mukosa usus halus Cacing Gelembung (Sistiserkus bovis) Cacing Dewasa Dimasak kurang matang & termakan oleh manusia
  6. 6. Diagnosis : <ul><li>Menemukan telur dalam tinja </li></ul><ul><li>Proglotid keluar spontan </li></ul><ul><li>Pencegahan </li></ul>Pengobatan : <ul><li>Masal </li></ul><ul><li>Vaksinasi ternak </li></ul><ul><li>Masak daging matang </li></ul><ul><li>Dinginkan daging pada suhu – 10.000 </li></ul>
  7. 7. TAENIA SOLIUM <ul><li>Hospes definitif : Manusia </li></ul><ul><li>Hosper perantara : Manusia, babi </li></ul><ul><li>Penyakit : Taeniasis solium </li></ul><ul><li>Stadium larva : Sistiserkosis </li></ul><ul><li>Morfologi : </li></ul><ul><ul><li>Panjang 2-4 cm </li></ul></ul><ul><ul><li>Skoleks mempunyai 4 batil isap </li></ul></ul>
  8. 8. <ul><li>Gejala </li></ul><ul><ul><li>Adanya cacing dewasa menyebabkan nyeri ulu hati, diare, mual, dakit kepala. </li></ul></ul><ul><ul><li>Gejala berat : Skoteks menembus dinding usus (Perionitis). </li></ul></ul><ul><ul><li>Larva dapat menghingapi otot, jantung, hati, paru-paru, rongga perut dan jaringan otak. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pada jaringan otak jarang meninmbulkan kasifikasi pengapuran tetapi menimbulkan reaksi jaringan berupa epilepsi, ayan, oleh karena tekanan intra kranial meningkat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Gejala lainnya hidrocephalus internus karena sumbatan aliran cairan cerokospinal. </li></ul></ul>
  9. 9. Diagnosis <ul><li>Menemukan telur dan prologtid dalam tinja </li></ul><ul><li>Diagnosis sistiserkosis kulit : yaitu biopsi otot, serologi dan CT scan di otak. </li></ul>Epidemiologi <ul><li>Penyakit ini sering ditemukan pada penduduk yang biasanya makan babi. </li></ul><ul><li>Cara menyantap daging setengah matang. </li></ul><ul><li>Cara ternak babai diperbaiki, tidak ada kontak dengan tinja manusia, kandang harus bersih. </li></ul>
  10. 10. Pencegahan <ul><li>Sama dengan Taenia saginata </li></ul>Cara Infeksi <ul><li>Bila memakan daging babi yang mengandung larva/tempayak sistiserkus. </li></ul>
  11. 11. TREMATODA (Cacing Daun) <ul><li>Pembagian Trematoda berdasarkan </li></ul><ul><li>lokalisasi dalam tubuh hospes : </li></ul><ul><li>Trematoda hati (Liver flukes) </li></ul><ul><li>Trematoda usus (Intestinal flukes) </li></ul><ul><li>Trematoda paru (Lung flukes) </li></ul><ul><li>Trematoda darah (Blood flukes) </li></ul><ul><li>Berbentuk daun tidak bersegmen dan mempunyai alat pencernaan. </li></ul>
  12. 12. Trematoda Darah <ul><li>Schistosoma japonicum </li></ul><ul><li>Schistosoma mansoni </li></ul><ul><li>Schistosoma haematobium </li></ul>
  13. 13. 1. Schistosoma Japonicum <ul><li>Hospesnya adalah : manusia, kucing, tikus sawah, rusa, sapi, babi, dll </li></ul><ul><li>Penyakit disebut : </li></ul><ul><ul><li>Schistosomiasis japonica </li></ul></ul><ul><ul><li>Oriental schistosomiasis </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyakit Katamaya = Demam keong </li></ul></ul><ul><li>Distribusi Geografik : ditemukan di RC, Jepang, Philipina, Taiwan, Muangthai, Vietnam, Malaysia, Indonesia (Danau Lindu & Lembah Napu Sulawesi Tengah) </li></ul>
  14. 14. Morfologi & Siklus Hidup <ul><li>Cacing dewasa jantan 1,5 cm dan cacing betina 1,9 cm. </li></ul><ul><li>Hidup di vena mesenterica superrior </li></ul><ul><li>Telur ditemukan di dinding usus, alat dalam (hati, otak & paru-paru). </li></ul>
  15. 15. Epidemiologi <ul><li>Sumber infeksi : manusia & hewan. </li></ul><ul><li>Hospes reservoir : rusa, babi hutan, sapi, anjing & tikus sawah. </li></ul><ul><li>Hospes perantara : keong air yang ada di Sulawesi Tengah ( Oncomelania hupensis linduensis ). </li></ul><ul><li>Fokus di daerah yang sering digarap seperti sawah dan ladang. </li></ul><ul><li>Di daerah hutan, diperbatasan bukit dan daratan rendah. </li></ul>
  16. 16. Diagnosis <ul><li>Menemukan telur dalam tinja </li></ul><ul><li>Biopsi hati dan rektum </li></ul><ul><li>Serologi </li></ul>Cara Penanggulangan di Sulawesi Tengah <ul><li>Pengobatan masal menggunakan obat prazikuantel. </li></ul><ul><li>Penanganan antar instansi terkait. </li></ul>
  17. 17. 2. Schistosoma mansoni <ul><li>Hospesnya adalah manusia. </li></ul><ul><li>Hospes perantara : kera babaon di Afrika. </li></ul><ul><li>Penyakit : Schistosomiasis (pada manusia menyebabkan schistosomiasis di usus). </li></ul><ul><li>Distribusi : ditemukan di Afrika, Amerika Selatan, dan Tengah dan berbagai negara Mesir. </li></ul>
  18. 18. Morfologi dan Siklus Hidup <ul><li>Cacing dewasa jantan berukuran 1 cm. </li></ul><ul><li>Cacing dewasa betina berukuran 1,4 cm. </li></ul><ul><li>Pada cacing jantan terdapat tonjolan lebih kasar bila dibandingkan dengan Schistosoma japonicum dan schistosoma haemotobium . </li></ul><ul><li>Tonjolan pada schistosoma japonicum lebih halus. </li></ul><ul><li>Tempat hidupnya : vena, kolon & rektum. </li></ul><ul><li>Telur : tersebar di hati, paru-paru & otak. </li></ul>
  19. 19. Patologi & Gejala Klinis <ul><li>Sama dengan Schistosoma japonicum tetapi lebih ringan (splenomegali lebih berat sekali) </li></ul>Diagnosis, terapi, prognosis <ul><li>Sama seperti Schistosoma japonicum </li></ul>
  20. 20. 3. Schistosoma haematobium <ul><li>Hospes : manusia. </li></ul><ul><li>Hospes perantara : babon & kera lainnya </li></ul><ul><li>Penyakit : Schistosoma pada kandung kemih. </li></ul><ul><li>Distribusi geografik : Afrika, Spayol, negara Arab (Timur Tengah & Lembah Nil) </li></ul>
  21. 21. Morfologi & Siklus Hidup <ul><li>Cacing dewasa jantan berukuran 1,3 cm. </li></ul><ul><li>Cacing dewasa betina berukuran 2 cm. </li></ul><ul><li>Hidup di vena pangul kecil, terutama di vena kandung kemih. </li></ul><ul><li>Telur ditemukan di urin & alat-alat lain seperti alat kelamin & rektum. </li></ul>
  22. 22. Patologi & Gejala Klinis <ul><li>Kelainan ditemukan pada dinding kandidng kemih. </li></ul><ul><li>Gejala : hematuria & disuria (bila terjadi sistisis), sindroma disentri bila terjadi kelainan di rektum. </li></ul><ul><li>Diagnosa, terapi & prognosis </li></ul><ul><ul><li>Sama dengan Schistosoma yang lain, hanya pada penyakit ini telur cacing ditemukan di urin. </li></ul></ul>
  23. 23. Trichuris trichiura <ul><li>Hospes : Manusia </li></ul><ul><li>Nama penyakit : Trichuriasis </li></ul><ul><li>Distribusi geografik : kosmopolitan terutama di daerah panas dan lembab. </li></ul><ul><li>Morfologi : </li></ul><ul><ul><li>Cacing betina 5 cm & jantan 4 cm. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kepala langsing seperti cambuk. </li></ul></ul><ul><ul><li>Ekor lebih gemuk, cacing betina bentuknya membulat tumpul dan cacing jantan melingkar dengan spikulum. </li></ul></ul>
  24. 24. <ul><li>Siklus Hidup : </li></ul><ul><ul><li>Cacing dewasa hidup di kolon ascenden dan sekum. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kepala melekat di mukosa usus. </li></ul></ul><ul><ul><li>Telur berukuran 50-54 x 32 mikron. </li></ul></ul><ul><ul><li>Produksi telur : 3.000 – 10.000 butir/hari </li></ul></ul><ul><li>Cara Infeksi : </li></ul><ul><ul><li>Menelan telur matang dari makanan/minuman </li></ul></ul>
  25. 25. Patologi Klinik <ul><li>Ringan : tanpa gejala cacing ditemukan di sekum juga kolon. </li></ul><ul><li>Berat : terutama pada anak-anak, cacing tersebar diseluruh kolon & rektum. Akan terjadi prolapsus rektum oleh karena mengejan pada waktu defilasi. </li></ul><ul><li>Kepala cacing melekat pada mukosa usus, terjadi perdarahan, cacing mengisap darah, sehingga terjadi anemia. </li></ul>
  26. 26. <ul><li>Infeksi berat & menahun, gejala : diare sering diselingi sindram desentri, anemia, berat badan menurun, prolapsus rectum. </li></ul><ul><li>Infeksi berat cacing ini sering disertai infeksi cacing lain atau protozoa. </li></ul><ul><li>Diagnosis : </li></ul><ul><ul><li>Menemukan cacing dalam tinja </li></ul></ul><ul><li>Pengobatan : </li></ul><ul><ul><li>Mebendazol & oksantel pamoat </li></ul></ul>
  27. 27. Epidemiologi <ul><li>Sama dengan A lumbricoides </li></ul><ul><li>Suhu optimum 30 °C </li></ul><ul><li>Prevalensi di pedesaan 30-90% </li></ul><ul><li>Perlu kebersihan perorangan dan lingkungan </li></ul>
  28. 28. Siklus Hidup Telur dibuahi Telur matang Menetas dalam usus halus Larva Dewasa Diusus bagian distal Kolon terutama di sekum
  29. 29. Terima Kasih Atas Perhatiannya...
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×