Attitudes & Persuasion

382
-1

Published on

Ringkasan Chapter 6 Buku Social Psychology and Discourse karya Andrew Mckinlay dan Chris Mcvittie

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
382
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Attitudes & Persuasion

  1. 1. Attitudes & Persuasion Perbandingan Pendekatan Experimental Social Psychologists (Mainstream) dengan Critical Discourse Analysts (Discursive) Equivalent Pangasi (2013-006-002) & Rika Simon (2012-006-006)
  2. 2. Attitude Menolong memahami/memprediksi bagaimana seseorang akan berperilaku • Seseorang jadi mampu untuk mengekspresikan atau bahkan menyembunyikan sikapnya • mengidentifikasikan sikap seseorang melalui perkataan atau perbuatannya Why Do We Talk About Attitude?
  3. 3. • Explanatory model  an evaluative belief about a social object • Mengobservasi perilaku dan menyimpulkan situasi mental yang menyebabkan perilaku tersebut; • Menekankan pada struktur & fungsi mental; Attitude Based On Mainstream Understanding
  4. 4. Komponen Attitude Cognitive  represent beliefs about the attitudinal object Evaluative  placing object on some sort of evaluative dimension (baik-buruk, menyenangkan-tidak menyenangkan Behavioral  taken to cause behavior Attitude Based On Mainstream Understanding
  5. 5. • Melihat keterkaitan antara attitude dengan action • Melihat bagaimana attitudes digambarkan dalam wacana (diskursus) • Menganalisa cara seseorang berbicara dalam suatu interaksi dan menitikberatkan keyakinannya dan keyakinan orang lain dalam suatu praksis evaluatif yang menyertakan ekspresi keyakinannya itu • Attitudes memainkan peran dalam diskursus/wacana untuk memelihara dan mengembangkan sudut pandang ideologis Attitudes Based On Discursive Understanding
  6. 6. • Van Dijk : ada hubungan antara discourse & power dalam mengontrol ideologi di masyarakat • Discursive Mind Control  istilah yang menggambarkan efek ideologi persuasif dari suatu diskursus/wacana • Kelompok dominan berusaha mengontrol attitude, opini, bahkan representasi sosial masyarakat mengenai apa yang seharusnya dan yang tidak seharusnya  manipulasi (Contoh : perda bernuansa syariah di Aceh/Banten dan Perda Injil di Manokwari) • Conversational Floor  pemahaman mengenai konteks pembicaraan yang tengah berlangsung, termasuk giliran berbicara (ideologi heterosexist yang menganggap laki-laki memiliki fungsi kontrol dalam suatu percakapan Attitudes & Control (Discursive)
  7. 7. Beberapa ciri yang menjadi sasaran manipulasi : o Kurang atau terbatasnya pengetahuan o Mengalami kerapuhan emosional o Berada pada posisi atau status sosial yang memaksa untuk menerima apa yang dikatakan kelompok elit/dominan o Manipulasi tersebut sangat sulit diabaikan karena seringkali mengandung nilai-nilai atau ideologi tertentu (misalnya dengan dalih moral, agama, dll) Attitudes & Control (Discursive)
  8. 8. Discursive Researchers Discursive Analysis Discursive Psychology Fokus pada variasi & relavansi konteks dari ekspresi attitude dan pada cara bagaimana ekspresi memformulasi & membangun versi tertentu dari si objek sikap Constructing Attitudes & Evaluative Practices (Discursive) – Potter & Wetherell
  9. 9. • Factual Description : bentuk diskursif yang menekankan kualitas literal dan petunjuknya (melalui penggunaan kalimat yang mengandung informasi) Verkuyten : Example that attitude objects are constructed through discourse
  10. 10. • Consensual : kesepahaman diantara para individu yang terkait Verkuyten : Example that attitude objects are constructed through discourse
  11. 11. • Subjective : sudut pandang atau perspektif pribadi seseorang (lih. Beth) • Objective : sudut pandang secara umum • Wiggins & Potter : ada cara lain berkomunikasi dalam suatu attitude talk, yaitu dengan tetap mengutarakan subyektifitas tanpa menganggap pandangan lainnya sebagai pandangan yang keliru General Discursive Perspective (Wiggins & Potter)
  12. 12. • Hasil penelitian Mori: keunggulan berbicara adalah pembicara mampu menunjukkan kepekaan dalam mengekspresikan pendapatnya (opinion expressions) mengenai suatu topik, meskipun pendengar belum tentu menyetujui pendapatnya tersebut • Opinion expressions terdiri atas : - Self-qualifying segments  pembicaraan dimana si pembicara secara refleks mengomentari apa yang baru saja dikatakannya - Self-repair  perbaikan atas apa yang telah dianjurkan oleh si pembicara - Propositional attitude  sikap dimana pembicara menunjukkan apa yang dia pikirkan atau rasakan tentang apa yang dikatakannya - Irony  perangkat diskursif dimana apa yang dikatakan berbeda dari apa yang dimaksudkan - Displaying sensitivity  pengakuan secara tersurat atau tersirat kepada pendengar bahwa apa yang dikatakan terkait dengan topik tertentu Accountability for attitudes or opinions (Mori)
  13. 13. • Ada hubungan antara attitudes dengan persuasion, yaitu karena ekspresi dari attitudes itu sendiri merupakan bentuk komunikasi persuasif Why Do We Talk About Persuasion?
  14. 14. Mainstream Discursive • Komunikasi digunakan untuk mengubah attitude seseorang • Hold stable attitudes  be exposed to persuasive argument  hold a different set of stable attitudes • Memisahkan antara deskripsi cognitive beliefs dengan evaluative judgments • Usaha untuk meyakinkan seseorang mengenai sesuatu dan berargumen sehingga persuasi menjadi manipulasi atau paksaan tergantung sejauh mana kekuatan persuader digunakan untuk mencapai tujuan Persuasion
  15. 15. • Authoritative discourse  pembicaraan dimana pembicara dianggap yang memiliki hak istimewa • Presupposition  asumsi yang secara tersurat dan tersirat dipegang sebagai dasar utama atas apa yang dikatakannya • Argument by analogy  menggambarkan persamaan-persamaan diantara 2 fenomena yang berbeda untuk mengembangkan atau mempertahankan sudut pandang • Rhetorically self-sufficient  pengakuan yang pembicara lakukan seakan-akan tidak memerlukan pembenaran tambahan Persuasion & Ideology
  16. 16. •  persuasi lahir di suatu konteks yang terjadi sehari-hari yang terlihat dalam obrolan biasa tanpa perhatian khusus (politik, hukum, dll) • Interest Management  minat atau ketertarikan sangat mungkin bersifat lokal pada konteks pembicaraan tertentu • Category entitlements  hak khusus secara normatif dihubungkan dengan klasifikasi atas seseorang • Deploying detail  rincian (detail) berguna dalam menyusun fakta-fakta terhadap sebuah penilaian karena menolong pembicara untuk menyusun penilaian dari ciriciri yang ditunjukkan atau digambarkan dalam perilaku atau peristiwa Mundane Persuasion
  17. 17. Terima Kasih - Alent & Rika 6 November 2013
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×