• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Perawatan jenazah
 

Perawatan jenazah

on

  • 13,176 views

 

Statistics

Views

Total Views
13,176
Views on SlideShare
13,176
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
209
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Ijin download, Mas ..
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Perawatan jenazah Perawatan jenazah Presentation Transcript

    • PERAWATAN JENAZAH Ega Rizka Aditya NIS. 4705 XI IPA 3 DAFTARSMAN 1 Way Jepara ISI Lampung Timur Ega.zee_rick@yahoo.co.id Or 085378797270
    • HALAMAN JUDUL DAFTAR ISIYang Dilakukan Terhadap Cara Memandikan Jenazah Orang Meninggal Tanda-Tanda Khusnul Cara Mengafani Jenazah KhatimahSikap Rasulullah Apabila Cara Menyolatkan Jenazah Ada Orang MeninggalHukum Shalat Jenazah Cara Menguburkan Jenazah
    • Yang Dilakukan Terhadap Orang Meninggal• Menutupkan kedua matanya dan mendo‟akannya• Menyelimutinya• Segera menyiapkan pemakaman• Melunasi hutang-hutangnya (kalau ada).• Menyebarluaskan berita meninggalnya• Bersabar dan ikhlas jika kematian anak
    • Tanda-Tanda Khusnul Khatimah• Mengucapkan kalimat syahadat ketika wafat.• Ketika wafat dahinya berkeringat.• Wafat pada malam Jumat atau hari Jumat.• Mati syahid di medan perang.• Mati karena keracunan (sakit perut).• Mati karena tenggelam dan tertimpa tanah longsor.• Perempuan yang meninggal karena melahirkan.• Mati karena mempertahankan hartanya dari perampok.• Orang yang meninggal pada saat menjalankan amal saleh.
    • Sikap Rasulullah Apabila Ada Orang Yang Meninggal (1) Rasulullah SAW sangat berlaku ihsan terhadap seseorang yangmeninggal dunia. Beliau melaksanakan untuknya beberapa urusan yangmemberi manfaat bagi si mayit di dalam kubur dan di hari kiamat. DanRasulullah sangat berlaku Ihsan terhadap ahli kerabat orang yangmeninggal itu istimewa kepada ahli rumah mereka sendiri dan RasulullahSAW berusaha memberi pelajaran tentang sesuatu yang harus kitalakukan di dalam bermualamah dengan orang yang membelakangi duniaitu. Rasulullah SAW berdiri dan menyuruh sahabat bershaf-shaf dibelakangnya untuk memohon ampunan-ampunan untuk si mayit danmemohon rahmat. Sesudah itu beliau beserta para sahabat-sahabatnyapergi bersama-sama ke kuburan. Di atas kuburan mereka berdiri untukberdoa dan memohon tasbit dan rahmat buat si mayit itu. Kemudiansering kali Rasulullah SAW mengunjungi kuburan dan menentukan doa-doa yang menghasilkan rahmat, ampunan, dan kesenangan bagi ahli kubur.
    • Sikap Rasulullah Apabila Ada Orang Yang Meninggal (2) Terkadang jenazah itu dibawa ke masjid untuk beliau shalatkan.Apabila ada orang yang membawa jenazah, Rasulullah SAW, bertanya:”apakah orang yang telah meninggal itu ada meninggalkan hutang?” jikaorang yang meninggal itu ada mempunyai hutang, beliau tidakmenyolatinya, beliau menyuruh para sahabat menyolatinya kemudian dikala pembendaharaan negara telah banyak, beliau membayar hutang-hutang orang yang meninggal itu dan menyolatinya.
    • Hukum Shalat Jenazah Diantara hal-hal yang disepakati para fuqaha, ialah bahwashalat jenazah itu, fardu kifayah, berdasarkan kepada PerintahRasul SAW, dan kepada sunnah yang terus menerus dilaksanakanumat disyaratkan untuk shalat jenazah, syarat-syarat yangdifardhukan untuk shalat fardhu; yaitu suci dari hadas besar dankecil, menghadap kiblat dan menutup aurat. Menurut ulama Hanajiyah dan As Syafi‟iyah, kita dibolehkanmengerjakan shalat jenazah disembarang waktu, walaupun diwaktuyang dimakruhkan. Sedangkan menurut Ahmad dan Ibnul Mubarakmemakruhkan kita mengerjakan shalat jenazah di waktu sedangterbit matahari sedang rembang dan sedang terbenam. Shalat jenazah mempunyai beberapa rukun yang menjadi dasarhakikatnya. Apabila salah satu rukun itu ditinggalkan, tidaklah shalatitu dipandang shalat yang sah.
    • Orang-Orang Yang Tidak Dishalatkan Jenazahnya Bahwa orang yang mati syahid dalam perang pada jalan Allah SWT,tidak dilakukan shalat jenazah atasnya tetapi harus dikuburkan dengandarah-darah dan lumuran-lumuran yang ada pada tubuhnya. Orang yangtidak dishalatkan jenazahnya dari orang-orang islam ialah para syahid.Banyak hadis yang menegaskan demikian. Ada hadis yang shahih yangmenegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyolati untuk para syahid.Menurut „Uqbah Ibn Amir, Nabi SAW, bershalat jenazah atas orang-orang yang syahid yang dikuburkan di uhud sesudah berlalu delapantahun. Mengenai orang yang luka dalam peperangan, kemudian meninggal(umpamanya di dalam rumah sakit), maka jenazahnya dimandikan dandishalatkan, walaupun kita pandang syahid, karena Nabi MuhammadSAW, memandikan dan menshalatkan jenazah Sa‟ad Ibn Muadz yangmeninggal sesudah beberapa hari beliau terluka. Tetapi kalau hidupdalam keadaan kurang jelas, walaupun masih dapat berbicara, makahukumnya disamakan dengan orang yang mati dalam pertempuran.
    • Cara Memandikan Jenazah (1)Kewajiban pertama yang harus dilakukan terhadap jenazah adalahmemandikannya. Salah satu petunjuk memandikan jenazah terdapatdalam hadis berikut ini.Artinya:“Mandikanlah dia dengan air serta daun bidara (atau sesuatu yang dapatmembersihkan seperti sabun” (H.R. al-Bukhari: 1186)Jenazah dimandikan jika ia memenuhi beberapa syarat, yaitu1) Orang Islam;2) Tubuhnya masih ada walaupun hanya sebagian yang ditemukan,misalnya karena peristiwa kecelakaan;3) Tidak mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah).
    • Cara Memandikan Jenazah (2)Artinya:“Saya menjadi saksi atas mereka (yang mati dalamperang Uhud) pada hari kiamat. Lalu Rasulullahmemerintahkan orang-orang yang gugur dalamPerang Uhud, supaya dikuburkan dengan darahmereka, tidak dimandikan, dan tidak disalatkan”(H.R al-Bukhari: 3771)
    • Cara Memandikan Jenazah (3)Memandikan jenazah dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu1) Letakkan mayat di tempat yang tinggi, seperti bangku panjang;2) Gunakan tabir untuk melindungi tempat memandikan dari pandanganumum;3) Ganti pakaian jenazah dengan pakaian basahan, seperti sarung agarlebih mudah memandikannya, tetapi auratnya tetap tertutup;4) Sandarkan punggung jenazah dan urutlah perutnya agar kotoran didalamnya keluar;5) Basuhlah mulut, gigi, jari, kepala, dan janggutnya;6) Sisirlah rambutnya agar rapi;7) Siramlah seluruh badan lalu bilas dengan sabun;8) Wudukanlah jenazah;9) Siram dengan air yang dicampur kapur barus, daun bidara, atau daunlain yang berbau harum.
    • Cara Memandikan Jenazah (4)Adapun yang berhak memandikan jenazah adalah sebagaiberikut.1) Apabila jenazahnya laki-laki, yang berhak memandikannya adalah a) Kaum laki-laki; b) Boleh wanita asalkan istri atau mahramnya; c) Jika sama-sama ada istri, mahram, dan orang lain yang sejenis, yang lebih berhak memandikannya adalah istri; d) Jika tidak ada kaum laki-laki dan mahramnya juga tidak ada, jenazah cukup ditayamumkan saja.
    • Cara Memandikan Jenazah (5)2) Apabila jenazahnya perempuan, yang berhak memandikan adalah a) Kaum perempuan; b) Boleh laki-laki asalkan suami atau mahramnya; c) Jika sama-sama ada suami, mahram, dan orang lain yang sejenis, yang lebih berhak memandikannya adalah suami; d) Jika tidak ada kaum perempuan dan mahramnya juga tidak ada, jenazah cukup ditayamumkan saja.3) Apabila jenazahnya anak-anak, yang berhak memandikan adalah a) Kaum laki-laki; b) Kaum perempuan
    • Cara Mengafani Jenazah (1)Setelah memandikan, kewajiban yang harus kita lakukanadalah mengafani. Hal-hal yang harus diperhatikan dalammengafani jenazah adalah sebagai berikut.1) Kain kafan harus dalam keadaan baik, tetapi tidakboleh berlebihan, tidak dari jenis bahan yang mewah danmahal harganya.2) Kain kafan hendaknya bersih dan kering serta diberiminyak wangi.3) Laki-laki dikafani dengan tiga lapis kain kafan,sedangkan perempuan dengan lima lapis, sebagaimanahadis berikut ini.
    • Cara Mengafani Jenazah (2)Artinya:“Dari Aisyah, Rasulullah saw. dikafani dengan tiga lapiskain putih bersih yang terbuat dari kapas, tanpa baju,dan tanpa serban didalamnya” (H.R. al-Bukhari: 1563)
    • Cara Mengafani Jenazah (3)4) Orang yang meninggal dalam ihram, baik ihram haji maupunihram umrah, tidak boleh diberi harum-haruman dan tutupkepala.Cara mengafani jenazah adalaha. Hamparkan kain sehelai demi sehelai;b. Taburkan wangi-wangian di atas tiap helai;c. Letakkan jenazah di atas kafan dengan pelan-pelan;d. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada;e. Ikatlah dengan kuat sebanyak tujuh ikatan.Bagi jenazah wanita, lima lapis kain kafan tersebut terdiri darikain basahan (kain bawah), baju, tutup kepala, kerudung, dan kainyang menutupi semua badannya.
    • Cara Menyolatkan Jenazah (1)Apabila jenazah sudah dimandikan dan dikafani, hendaknya segera disalatkan.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan salat jenazahadalah syarat, rukun, dan cara salat jenazah.1. Syarat Salat Jenazah Syarat salat jenazah adalah sebagai berikut. a) Semua yang menjadi syarat salat fardu, menjadi syarat salat jenazah, misalnya menutup aurat, suci badan dan pakaian, serta menghadap kiblat. b) Mayat harus sudah dimandikan dan dikafani. c) Letak jenazah di sebelah kiblat orang-orang yang menyalatkan, kecuali jika salat di atas kubur atau salat gaib.
    • Cara Menyolatkan Jenazah (2)2. Rukun Salat Jenazah a) Niat salat jenazah; b) Takbir empat 4 kali; c) Membaca Surah al-Fatihah setelah takbirotulihram; d) Membaca salawat Nabi sesudah takbir kedua; e) Mendoakan jenazah,sesudah takbir ketiga dan keempat; f) Mengucapkan salam.3. Cara Mengerjakan Salat Jenazah Cara mengerjakan salat jenazah adalah sebagai berikut, a) Sebelum mengerjakan salat jenazah, kita hendaklah mengambil air wudu, sebagaimana mengerjakan salat fardu. b) Setelah berdiri tegak, kita mengucapkan takbir yang pertama sambil mengangkat tangan diiringi niat salat jenazah. c) Setelah membaca takbir, kita membaca Surah al-Fatihah.
    • Cara Menyolatkan Jenazah (3) d) Setelah membaca Surah al-Fatihah, kita membaca takbir kedua (allahu akbar). e) Setelah membaca takbir kedua, kita membaca salawat Nabi berikut ini. Artinya: “Ya Allah berilah selawat atas Nabi Muhammad”Bacaan selawat yang lebih utama adalah sebagai berikut.
    • Cara Menyolatkan Jenazah (4)f) Setelah membaca salawat Nabi, kita membaca takbir ketiga(Allahu akbar).g) Setelah membaca takbir ketiga, kita membaca doa.Dan doa untuk mayat laki-laki adalah sebagai berikut. Artinya: “Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia”
    • Cara Menyolatkan Jenazah (5)Doa yang lebih utama sebagai berikutArtinya: “Ya Allah ampuni dia, kasihanilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air es dan embun dan bersihkanlah kesalahannya, sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumahnya dengan rumah yang lebih bagus, dan keluarganya dengan keluarga yang lebih bagus, dan jodohnya dengan jodoh yang lebih bagus dan jauhkanlah (jagalah) dari siksa kubur dan api neraka”
    • Cara Menyolatkan Jenazah (6)Doa untuk mayat perempuan adalah sebagai berikutArtinya sama dengan doa untuk jenazah laki-laki.Adapun doa untuk anak – anak adalah sebagai berikut.Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia tabungan, simpanan pelajaran, dan teladan serta penolong untuk orang tuanya, dan dengannya beratkanlah timbangan orang tuanya dan tuangkan kesabaran yang baik di hati kaduanya, Dan janganlah menjadikan fitnah kedua orang tuanya sepeninggalnya dan janganlah Engkau (Tuhan) menghalangi pahala kedua orang tuanya”
    • Cara Menyolatkan Jenazah (7)h) Setelah membaca doa untuk mayat, lalu kita membaca takbir keempat.i) Setelah membaca takbir keempat, kita membaca doa sebagai berikut. Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan (halang–halangi) kami akan pahalanya, jangan Engkau beri cobaan atau fitnah kami sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia”j) Setelah selesai membaca doa, kita melakukan salam dangan menengok ke kanan dan ke kiri dengan ucapan berikut ini. Artinya: “Keselamatan, rahmat, dan berkah Allah semoga tetap pada kamu sekalian”
    • Cara Menguburkan Jenazah (1) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penguburan jenazah adalah sebagai berikut.1) Jenazah segera dikuburkan.2) Liang lahat dibuat seukuran jenazah dengan kedalaman kira-kira setinggi orang ditambah setengah lengan dengan lebar kira-kira 1 meter.3) Liang lahat tidak bisa dibongkar oleh binatang buas. Maksud menguburkan jenazah untuk menjaga kehormatan mayat dan menjaga kesehatan orang-orang di sekitar makam dari bau busuk.4) Mayat dipikul dari keempat penjuru.
    • Cara Menguburkan Jenazah (2)5) Setelah sampai di tempat pemakaman, jenazah dimasukkan ke liang lahat dengan posisi miring ke kanan dan dihadapkan ke kiblat. Ketika meletakkan jenazah di dalam kubur, kita membaca doa berikut ini. Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah” (H.R. at-Tirmizi: 967)6) Lepaskan tali-tali pengikat, lalu tutup dengan papan, kayu, atau bambu, dan ditimbun sampai galian liang kubur menjadi rata.7) Mendoakan dan memohonkan ampun untuk jenazah.