Your SlideShare is downloading. ×
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Penilaian Akreditasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Penilaian Akreditasi

2,486

Published on

File ini untuk mempermudah pihak sekolah / madrasah yang akan divisitasi dalam menghitung nilai yang akan dicapai dengan mudah, akurat dan jelas.

File ini untuk mempermudah pihak sekolah / madrasah yang akan divisitasi dalam menghitung nilai yang akan dicapai dengan mudah, akurat dan jelas.

Published in: Education, Business
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,486
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
129
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. A 4 1 TIDAK TERAKREDITASI B 3 2 TIDAK TERAKREDITASI C 2 3 TIDAK TERAKREDITASI D 1 4 TIDAK TERAKREDITASI E 0 5 TIDAK TERAKREDITASI 6 TIDAK TERAKREDITASI A SANGAT BAIK A 7 TIDAK TERAKREDITASI B BAIK B 8 TIDAK TERAKREDITASI C CUKUP BAIK C 9 TIDAK TERAKREDITASI BATAL BATAL BATAL 10 TIDAK TERAKREDITASI 11 TIDAK TERAKREDITASISANGAT BAIK BATAL BAIK BCUKUP BAIK C BATAL A 12 TIDAK TERAKREDITASI 1.5 BATAL 13 TIDAK TERAKREDITASI 2.5 BATAL 14 TIDAK TERAKREDITASI 3.5 BATAL 15 TIDAK TERAKREDITASI 4.5 BATAL 16 TIDAK TERAKREDITASI 5.5 BATAL 17 TIDAK TERAKREDITASI 6.5 BATAL 18 TIDAK TERAKREDITASI 7.5 BATAL 19 TIDAK TERAKREDITASI 8.5 BATAL 20 TIDAK TERAKREDITASI 9.5 BATAL 21 TIDAK TERAKREDITASI 10.5 BATAL 22 TIDAK TERAKREDITASI 11.5 BATAL 23 TIDAK TERAKREDITASI 12.5 BATAL 24 TIDAK TERAKREDITASI 13.5 BATAL 25 TIDAK TERAKREDITASI 14.5 BATAL 26 TIDAK TERAKREDITASI 15.5 BATAL 27 TIDAK TERAKREDITASI 16.5 BATAL 28 TIDAK TERAKREDITASI 17.5 BATAL 29 TIDAK TERAKREDITASI 18.5 BATAL 30 TIDAK TERAKREDITASI 19.5 BATAL 31 TIDAK TERAKREDITASI 20.5 BATAL 32 TIDAK TERAKREDITASI 21.5 BATAL 33 TIDAK TERAKREDITASI 22.5 BATAL 34 TIDAK TERAKREDITASI 23.5 BATAL 35 TIDAK TERAKREDITASI 24.5 BATAL 36 TIDAK TERAKREDITASI 25.5 BATAL 37 TIDAK TERAKREDITASI 26.5 BATAL 38 TIDAK TERAKREDITASI 27.5 BATAL 39 TIDAK TERAKREDITASI 28.5 BATAL 40 TIDAK TERAKREDITASI 29.5 BATAL 41 TIDAK TERAKREDITASI 30.5 BATAL 42 TIDAK TERAKREDITASI 31.5 BATAL 43 TIDAK TERAKREDITASI 32.5 BATAL 44 TIDAK TERAKREDITASI 33.5 BATAL 45 TIDAK TERAKREDITASI 34.5 BATAL 46 TIDAK TERAKREDITASI 35.5 BATAL 47 TIDAK TERAKREDITASI 36.5 BATAL 48 TIDAK TERAKREDITASI 37.5 BATAL 49 TIDAK TERAKREDITASI
  • 2. 38.5 BATAL 50 TIDAK TERAKREDITASI39.5 BATAL 51 TIDAK TERAKREDITASI40.5 BATAL 52 TIDAK TERAKREDITASI41.5 BATAL 53 TIDAK TERAKREDITASI42.5 BATAL 54 TIDAK TERAKREDITASI43.5 BATAL 55 TIDAK TERAKREDITASI44.5 BATAL 56 TERAKREDITASI45.5 BATAL 57 TERAKREDITASI46.5 BATAL 58 TERAKREDITASI47.5 BATAL 59 TERAKREDITASI48.5 BATAL 60 TERAKREDITASI49.5 BATAL 61 TERAKREDITASI50.5 BATAL 62 TERAKREDITASI51.5 BATAL 63 TERAKREDITASI52.5 BATAL 64 TERAKREDITASI53.5 BATAL 65 TERAKREDITASI54.5 BATAL 66 TERAKREDITASI55.5 C 67 TERAKREDITASI56.5 C 68 TERAKREDITASI57.5 C 69 TERAKREDITASI58.5 C 70 TERAKREDITASI59.5 C 71 TERAKREDITASI60.5 C 72 TERAKREDITASI61.5 C 73 TERAKREDITASI62.5 C 74 TERAKREDITASI63.5 C 75 TERAKREDITASI64.5 C 76 TERAKREDITASI65.5 C 77 TERAKREDITASI66.5 C 78 TERAKREDITASI67.5 C 79 TERAKREDITASI68.5 C 80 TERAKREDITASI69.5 C 81 TERAKREDITASI70.5 C 82 TERAKREDITASI71.5 B 83 TERAKREDITASI72.5 B 84 TERAKREDITASI73.5 B 85 TERAKREDITASI74.5 B 86 TERAKREDITASI75.5 B 87 TERAKREDITASI76.5 B 88 TERAKREDITASI77.5 B 89 TERAKREDITASI78.5 B 90 TERAKREDITASI79.5 B 91 TERAKREDITASI80.5 B 92 TERAKREDITASI81.5 B 93 TERAKREDITASI82.5 B 94 TERAKREDITASI83.5 B 95 TERAKREDITASI84.5 B 96 TERAKREDITASI85.5 A 97 TERAKREDITASI86.5 A 98 TERAKREDITASI87.5 A 99 TERAKREDITASI88.5 A 100 TERAKREDITASI89.5 A90.5 A
  • 3. 91.5 A 92.5 A 93.5 A 94.5 A 95.5 A 96.5 A 97.5 A 98.5 A 99.5 ATIDAK TERAKREDITASI BATAL
  • 4. SANGAT BAIKBAIKCUKUP BAIKBATAL
  • 5. LAPORAN HASIL VISITASITK / RA SMP / MTs SMA / MASD / MI SMK / MAK Hasil karya : Edy Santoso ( Guru MTs Negeri Umbulsari - Jember )
  • 6. KATA PENGANTARAlhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita limpahankarunia yang banyak sekali. Karena Ridho-Nya pula maka kami dapat menyelesaikan pembuatansarana untuk memudahkan penilaian bagi Assesor Akreditasi. Selanjutnya kami sampaikan terimakasih kepada :1. Drs. H. Soleh Faishol M.Si, Staf Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik yangtelah memberikan ilmu pengetahuan tentang Komputerisasi yang sangat bermanfaat bagi kami.2. Nur Diana, S.Pd, istriku tercinta yang senantiasa membantu dan mendukungku disetiap saat.3. Drs. H. Raefi, M.Pd.I, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah memberikepercayaan penuh kepada kami untuk mengabdi di lingkungan Kantor Departemen AgamaKabupaten Jember.4. DR. Hadi Purnomo, Kasi Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telahmemberi wacana tentang dunia pendidikan khususnya di Lingkungan Departemen Agama.5. Drs. Tahmid, M.Pd.I Pengawas PPAI Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telahmemberi semangat bagi terselesaikannya program ini.6. Drs. Syaiful Anwar, M.Pd, Kepala MTs Negeri Umbulsari, yang telah berkenan memberi amanahdan menjadi rujukan untuk pembuatan program aplikasi ini.7. Drs. Imam Syafii, M.Pd.I, Kepala MTs Negeri 2 Jember, yang telah senantiasa memberi petunjukdan arahan yang sangat bermanfaat bagi kami.8. Semua rekan - rekan Guru dan Karyawan MTs Negeri Umbulsari, yang selalu memberi saran danmasukan bagi terselesaikannya program ini.9. Semua Pihak yang telah membantu terselesaikannya media ini.Kami menyadari bahwa sarana ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritikmembangun, senantiasa kami tunggu untuk perbaikan / penyempurnaan. Sekian dan terima kasih. Hormat Kami, Edy Santoso, M.Pd.I KEMBALI
  • 7. DAFTAR RIWAYAT HIDUP IDENTITAS NAMA : EDY SANTOSO, S.Pd.,M.Pd.I TEMPAT / TGL LAHIR : JEMBER, 04 DESEMBER 1974 AGAMA : ISLAM ALAMAT : Jl. Kotta Blater N0. 33 Watukebo Ambulu, Jember Email : edysan74@gmail.com No. Telepon / HP : 085 258 103 340 TEMPAT DINAS : MTs NEGERI UMBULSARI Jl. WR. Supratman No. 55 Telp. 0336-441816 Umbulrejo - Umbulsari Jabatan : Guru Bahasa Inggris PENDIDIKAN FORMAL : Taman Kanak - kanak Aisyiah Tahun 1981 : Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Watukebo Tahun 1987 : SMP Muhammadiyah IX Watukebo Tahun 1990 : SMA Negeri Ambulu Tahun 1993 : S 1 - Universitas Islam Jember Tahun 1997 : S 2 - Universitas Muhammadiyah Surabaya Tahun 2007 NON FORMAL : Kursus Latihan Kerja Tahun 1993 : Ponpes Al Fatah Talangsari Tahun 1994 : Kursus Komputer Tahun 1997 PENGALAMAN MENGAJAR : SMP Negeri 1 Cluring Banyuwangi Tahun 1995 - 1997 : SMP Negeri 1 Ambulu Jember Tahun 1997 - 2005 : SD Negeri Andongsari VII Ambulu Jember Tahun 2004 - 2005 : MTs Negeri Umbulsari Jember Tahun 2005 - Sekarang ORGANISASI : Ketua OSIS SMP Muhammadiyah IX Watukebo Tahun 1988 : Ketua Ranting IPM Watukebo Tahun 1991 - 1992 : Ketua Bidang Dakwah OSIS SMA N Ambulu Tahun 1991 - 1992KEMBALI : Ketua Pemuda Panca Marga Ranting Ambulu Tahun 2003 - 2008 : Sekretaris Dikdasmen Muhammadiyah Watukebo Tahun 2006 - 2011 : Pengurus PGRI Kab. Jember Tahun 2010 - 2015 : Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kab. Jember Tahun 2010
  • 8. LAPORAN HASIL VISITASI MTS NEGERI UMBULSARI DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN STANDAR ISI PRASARANA STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDAR STANDARKOMPETENSI LULUSAN GRAFIK PEMBIAYAANSTANDAR PENDIDIK DAN STANDAR PENILAIANTENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN KEMBALI
  • 9. HASIL PENILAIAN STANDARD ISI KEMBALI MTS NEGERI UMBULSARINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 1 B 3 3 9 2 A 4 3 12 3 B 3 3 9 4 B 3 3 9 5 B 3 3 9 6 A 4 2 8 7 A 4 2 8 8 A 4 2 8 9 A 4 3 12 10 A 4 3 12 11 A 4 3 12 12 A 4 2 8 13 A 4 2 8 14 A 4 3 12 15 D 1 3 3 16 A 4 3 12 17 A 4 2 8 JUMLAH 61 45 159
  • 10. HASIL PENILAIAN STANDARD PROSES MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 18 A 4 3 12 19 A 4 3 12 20 A 4 3 12 21 A 4 3 12 22 B 3 3 9 23 A 4 3 12 24 A 4 3 12 25 A 4 3 12 26 B 3 3 9 27 A 4 2 8 28 A 4 2 8 29 B 3 3 9 JUMLAH 45 34 127
  • 11. HASIL PENILAIAN STANDARD KOMPETENSI LULUSAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 30 C 2 3 6 31 A 4 3 12 32 B 3 3 9 33 B 3 3 9 34 B 3 3 9 35 A 4 3 12 36 A 4 3 12 37 A 4 3 12 38 B 3 3 9 39 B 3 3 9 40 A 4 3 12 41 A 4 3 12 42 B 3 3 9 43 A 4 3 12 44 B 3 3 9 45 B 3 3 9 46 A 4 3 12 47 B 3 3 9 48 A 4 3 12 49 A 4 3 12 JUMLAH 69 60 207
  • 12. HASIL PENILAIAN STANDARD PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 50 A 4 4 16 51 A 4 3 12 52 A 4 3 12 53 A 4 4 16 54 A 4 3 12 55 A 4 3 12 56 A 4 4 16 57 A 4 3 12 58 A 4 3 12 59 A 4 3 12 60 A 4 3 12 61 C 2 3 6 62 A 4 3 12 63 A 4 2 8 64 A 4 2 8 65 A 4 2 8 66 C 2 2 4 67 B 3 3 9 68 A 4 2 8 69 A 4 3 12 70 B 3 3 9 71 A 4 2 8 72 A 4 3 12 73 A 4 2 8 74 A 4 2 8 75 A 4 2 8 JUMLAH 98 72 272
  • 13. HASIL PENILAIAN STANDARD SARANA DAN PRASARANA MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 76 A 4 3 12 77 A 4 3 12 78 A 4 3 12 79 A 4 3 12 80 A 4 3 12 81 B 3 3 9 82 A 4 3 12 83 A 4 3 12 84 A 4 3 12 85 A 4 2 8 86 A 4 3 12 87 A 4 3 12 88 A 4 3 12 89 B 3 3 9 90 B 3 4 12 91 A 4 4 16 92 A 4 3 12 93 A 4 2 8 94 B 3 3 9 95 A 4 2 8 96 A 4 3 12 97 A 4 2 8 98 A 4 2 8 99 A 4 2 8 100 A 4 3 12 101 A 4 1 4 102 B 3 2 6 103 A 4 3 12 JUMLAH 107 77 293
  • 14. HASIL PENILAIAN STANDARD PENGELOLAAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 104 A 4 3 12 105 B 3 3 9 106 A 4 3 12 107 A 4 3 12 108 A 4 3 12 109 A 4 3 12 110 A 4 3 12 111 A 4 3 12 112 A 4 4 16 113 B 3 3 9 114 B 3 3 9 115 A 4 3 12 116 B 3 4 12 117 A 4 3 12 118 A 4 2 8 119 A 4 3 12 120 A 4 3 12 121 A 4 3 12 122 A 4 3 12 123 A 4 3 12
  • 15. JUMLAH 76 61 231
  • 16. HASIL PENILAIAN STANDARD PEMBIAYAAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 124 C 2 4 8 125 C 2 3 6 126 C 2 3 6 127 C 2 3 6 128 C 2 4 8 129 C 2 3 6 130 C 2 4 8 131 C 2 3 6 132 C 2 3 6 133 C 2 3 6 134 C 2 3 6 135 C 2 2 4 136 C 2 1 2 137 C 2 3 6 138 C 2 3 6 139 C 2 2 4 140 C 2 3 6 141 C 2 3 6 142 C 2 3 6 143 C 2 2 4 144 C 2 3 6 145 C 2 4 8 146 C 2 3 6 147 C 2 3 6 148 C 2 3 6 JUMLAH 50 74 148
  • 17. HASIL PENILAIAN STANDARD PENILAIAN KEMBALI MTS NEGERI UMBULSARINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 149 A 4 3 12 150 A 4 3 12 151 A 4 3 12 152 A 4 3 12 153 A 4 3 12 154 A 4 3 12 155 A 4 4 16 156 A 4 3 12 157 A 4 2 8 158 A 4 2 8 159 A 4 3 12 160 A 4 2 8 161 A 4 2 8 162 A 4 3 12 163 A 4 2 8 164 A 4 3 12 165 A 4 3 12 166 A 4 3 12 167 A 4 3 12 168 A 4 4 16 169 C 2 4 8
  • 18. JUMLAH 82 61 236
  • 19. 1 AB B C D E 2A A B C D E 3 AB B C D E 4 AB B C D E 5 AB B C D E 6A A B
  • 20. C D E 7A A B C D E 8A A B C D E 9A A B C D E 10A A B C D E 11A A B C D E 12A A B C
  • 21. D E 13A A B C D E 14A A B C D E 15 A B CD D E 16A A B C D E 17A A B C D E
  • 22. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISISekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSPTidak melaksanakan KTSPSekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunankurikulum yang disusun oleh BSNP.Mengembangkan kurikulum bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah ataupenyelenggara lembaga pendidikanMengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah ataupenyelenggara lembaga pendidikanMengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggaralembaga pendidikanMengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah ataupenyelenggara lembaga pendidikanTidak mengembangkan kurikulumSekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP.Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSPMengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 - 6 prinsip pengembangan KTSPMengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 - 4 prinsip pengembangan KTSPMengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 - 2 prinsip pengembangan KTSPTidak mengembangkan kurikulumSekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokokTidak mengembangkan kurikulumSekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum.Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaanMelaksanakan kurikulum berdasarkan 5 - 6 prinsip pelaksanaanMelaksanakan kurikulum berdasarkan 3 - 4 prinsip pelaksanaanMelaksanakan kurikulum berdasarkan 1 - 2 prinsip pelaksanaanTidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksudSekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah,(2) guru, (3) komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atauKandepag, dan (5) instansi terkait di daerah.melibatkan 4 - 5 pihakmelibatkan 3 pihak
  • 23. melibatkan 2 pihakmelibatkan 1 pihakTidak menyusun silabus mata pelajaranSekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikulerMelaksanakan 3 jenis program ekstrakurikulerMelaksanakan 2 jenis program ekstrakurikulerMelaksanakan 1 jenis program ekstrakurikulerTidak melaksanakan program ekstrakurikulerSekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan layanan konseling.Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konselingMelaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konselingMelaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konselingMelaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konselingTidak melaksanakan kegiatan layanan konselingSekolah/Madrasah menjabarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuksetiap mata pelajaran.Sebanyak 10 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSebanyak 7 - 9 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSebanyak 4 - 6 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSebanyak 1 - 3 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaTidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang padalampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan menyelenggarakan program pengayaanMenerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasMenerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasMenerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasTidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasGuru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensiyang diberikan kepada siswa maksimal 50% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturTidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturPengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag.KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 10 atau lebih silabus matapelajaran telah dikembangkan KTSP-nyaKTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 7 - 9 silabus mata pelajaran telahdikembangkan KTSP-nyaKTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 4 - 6 silabus mata pelajaran telahdikembangkan KTSP-nya
  • 24. KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 1 - 3 silabus mata pelajaran telahdikembangkan KTSP-nyaKTSP tidak disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ KandepagSekolah/Madrasah mengembangkan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus.Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabusSebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabusSebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabusSebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabusTidak ada silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabusDalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiriSebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiriSebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiriSebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiriTidak ada guru menyusun silabus sendiriSekolah/Madrasah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebihSebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebihSebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebihSebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebihTidak ada mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebihSekolah/Madrasah menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan: (1) karakteristik siswa, (2) karakteristikmata pelajaran, dan (3) kondisi sekolah/madrasah.Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guruSekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalenderpendidikan yang dimiliki.Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinci dan jelasMenyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinciMenyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara kurang rinciMenyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara tidak rinciTidak menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah
  • 25. KEMBALI
  • 26. 18A A B C D E 19A A B C D E 20A A B C D E 21A A B C D E 22 AB B C D E 23A A B
  • 27. C D E 24A A B C D E 25A A B C D E 26 AB B C D E 27A A B C D E 28A A B C D E 29 AB B
  • 28. CDE
  • 29. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSESSekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulpanduan penyusunan KTSP.Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasahMengembangkan silabus secara mandiriMengembangkan silabus secara kelompok dari beberapa sekolah/madrasahMengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah adaTidak mengembangkan silabusSetiap mata pelajaran memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dijabarkan dari silabus.Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusSebanyak 7 - 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusSebanyak 4 - 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusSebanyak 1 - 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusTidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusDokumen RPP disusun oleh guru berdasarkan prinsip keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegipembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber bahan.Sebanyak 76% - 100% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atasSebanyak 51% - 75% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atasSebanyak 26% - 50% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atasSebanyak 1% - 25% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atasTidak ada RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atasDalam mengembangkan KTSP, guru menyusun RPP.Sebanyak 76% - 100% RPP disusun oleh guruSebanyak 51% - 75% RPP disusun oleh guruSebanyak 26% - 50% RPP disusun oleh guruSebanyak 1% - 25% RPP disusun oleh guruTidak ada RPP disusun oleh guruSekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranTidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranProses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
  • 30. Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranTidak ada guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSekolah/Madrasah melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaranSebanyak 51% - 75% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaranSebanyak 26% - 50% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaranSebanyak 1% - 25% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaranTidak melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaranPemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tiga tahapan yaitu: (1) tahap perencanpelaksanaan, dan (3) tahap penilaian hasil pembelajaran.Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauanMencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauanMencakup 2 tahap pemantauanMencakup 1 tahap pemantauanTidak pernah melakukan pemantauanSupervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan empat cara yaitu: (1) pemberian contoh, (2) dpelatihan, dan (4) konsultasi.Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 caraTidak melakukan supervisiEvaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah, dengan memperhatikan 4 aspepersiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tidak lanjut.Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspekTidak melakukan evaluasiKepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komite sekoHasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasahHasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan dan dewan guruHasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan sajaTidak menyampaikan hasil pengawasanKepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjutiSebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
  • 31. Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindak lanjutiSebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjutiTidak ada hasil pengawasan ditindaklanjuti
  • 32. KEMBALI
  • 33. 30 A BC C D E 31A A B C D E 32 AB B C D E 33 AB B C D E 34 A
  • 34. B B C D E 35A A B C D E 36A A B C D E 37A A B C D E 38 AB B C D
  • 35. E 39 AB B C D E 40A A B C D E 41A A B C D E 42 AB B C D E 43
  • 36. A A B C D E 44 AB B C D E 45 AB B C D E 46A A B C D E 47 AB B C D E 48
  • 37. A A B C D E 49A A B C D E
  • 38. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSANSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalampengambilan keputusan.Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 75,00 atau lebihRata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 70,00 - 74,99Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 65,00 - 69,99Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 60,00 - 64,99Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek kurang dari 60,00Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosialSekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosialSekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosialSekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosialSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosialSiswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dariberbagai sumber belajar selama satu tahun pelajaran terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan 10 kali atau lebih kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut darberbagai sumber belajarSekolah/Madrasah menjalankan 7 - 9 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dariberbagai sumber belajarSekolah/Madrasah menjalankan 4 - 6 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dariberbagai sumber belajarSekolah/Madrasah menjalankan 1 - 3 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dariberbagai sumber belajarSekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagaisumber belajarSiswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 jenis atau lebih kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif danbertanggung jawabSekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggungjawabSekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggungjawabSekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggungjawabSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggungjawabSiswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budayadalam satu tahun terakhir
  • 39. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satutahun terakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satutahun terakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satutahun terakhirSekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satutahun terakhirSiswa memperoleh pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dankepribadian.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadianSekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadianSekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadianSekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadianSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadianSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggungjawabSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalamsatu tahun terakhirSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahunterakhirSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahunterakhirSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahunterakhirSekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosialSiswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasilyang terbaik.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untukmendapatkan hasil terbaikSekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkanhasil terbaikSekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkanhasil terbaikSekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkanhasil terbaik
  • 40. Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkanhasil terbaikSiswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhirSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihanlingkungan.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dankebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihanlingkungan dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihanlingkungan dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihanlingkungan dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihanlingkungan dalam satu tahun terakhirSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif.Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahunterakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 3 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 2 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 1 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agamaSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosialekonomi dalam lingkup global.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa,suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhirSiswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
  • 41. Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui programpengembangan diriSekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 3 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangandiriSekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 2 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangandiriSekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 1 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangandiriSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diriSiswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempatiterhadap orang lain.Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehatSebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehatSebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehatSebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehatTidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehatSiswa memperoleh pengalaman belajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupunkelompok dalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 3 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompokdalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompokdalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompokdalam satu tahun terakhirSekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompokdalam satu tahun terakhirSiswa memperoleh pengalaman keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungankarya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internalSekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungankarya wisata/studi lapangan, dan majalah dindingSekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungankarya wisata/studi lapanganSekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lombaSekolah/Madrasah tidak menyediakan kumpulan karya tulis siswaSiswa memperoleh pengalaman keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesiamaupun Bahasa Inggris.Sekolah/Madrasah menghasilkan 4 atau lebih karya siswaSekolah/Madrasah menghasilkan 3 karya siswaSekolah/Madrasah menghasilkan 2 karya siswaSekolah/Madrasah menghasilkan 1 karya siswaSekolah/Madrasah tidak menghasilkan karya siswaSiswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.
  • 42. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pengembangan iptekSekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pengembangan iptekSekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pengembangan iptekSekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pengembangan iptekSekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pengembangan iptekSiswa memperoleh pengalaman belajar dan mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yanglebih tinggi.Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggiSekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjangpendidikan yang lebih tinggiSekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjangpendidikan yang lebih tinggiSekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjangpendidikan yang lebih tinggiSekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjangpendidikan yang lebih tinggi
  • 43. KEMBALI
  • 44. 50A A B C D E 51A A B C D E 52A A B C D E 53A A B C D E 54A A B C D
  • 45. E 55A A B C D E 56A A B C D E 57A A B C D E 58A A B C D E 59A A B C D E 60A A B
  • 46. C D E 61 A BC C D E 62A A B C D E 63A A B C D E 64A A B C D E 65A A B C D E 66
  • 47. A BC C D E 67 AB B C D E 68A A B C D E 69A A B C D E 70 AB B C D E 71A A B C D E
  • 48. 72A A B C D E 73A A B C D E 74A A B C D E 75A A B C D E
  • 49. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANGuru memiliki kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1).Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan D-IV atau S1Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan D-IV atau S1Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan D-IV atau S1Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan D-IV atau S1Tidak ada guru berpendidikan D-IV atau S1Guru mata pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakangpendidikannyaSebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakangpendidikannyaSebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakangpendidikannyaSebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakangpendidikannyaTidak ada guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikannyGuru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.Rata-rata kehadiran guru 96% - 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru 91% - 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru 86% - 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru 81% - 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaGuru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsippembelajaranSebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsippembelajaran - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsipSebanyak 26%pembelajaranSebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pemTidak ada guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaranGuru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuaberlaku.Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlakuAdanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempmemperbaiki diri dan dilakukan pembinaanAdanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikperingatan lisanAdanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikperingatan tertulis
  • 50. Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sasepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkanGuru berkomunikasi secara efektif dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat.Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah,pertemuan antara guru dan orangtua siswaAdanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madrAdanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasahAdanya rapat dewan guruTidak diadakan rapatGuru menguasai materi pelajaran yang diajarkan serta mengembangkan nya dengan metode ilmiah.Sebanyak 76% - 100% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuanSebanyak 51% - 75% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuanSebanyak 26% - 50% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuanSebanyak 1% - 25% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuanTidak ada guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuanKepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh perguruaterakreditasiMemiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV Kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh perguruatidak terakreditasiMemiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan olehperguruan tinggi terakreditasiMemiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan olehperguruan tinggi tidak terakreditasiTidak memiliki kualifikasi akademikKepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepalasekolah/madrasah.Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan SK sebagai kepala sekolah/madrasahBerstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, namun tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasahBerstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasahBerstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasahTidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasahKepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun pada waktu diangkat sebagai kepala sMemiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebihMemiliki pengalaman mengajar 3 - 4 tahunMemiliki pengalaman mengajar 2 - 3 tahunMemiliki pengalaman mengajar 1 - 2 tahunMemiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahunKepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.Sebanyak 76% - 100% siswa lulus ujian akhirSebanyak 51% - 75% siswa lulus ujian akhir
  • 51. Sebanyak 26% - 50% siswa lulus ujian akhirSebanyak 1% - 25% siswa lulus ujian akhirTidak ada siswa lulus ujian akhirKepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan dengan adanya kegiatan kewirausahaan sesumber belajar siswa seperti: (1) koperasi siswa, (2) peternakan/perikanan, (3) pertanian/perkebunan, (4) kantin sekolah, (5) uproduksi dan lain-lain.Memiliki 4 atau lebih jenis usahaMemiliki 3 jenis usahaMemiliki 2 jenis usahaMemiliki 1 jenis usahaTidak memiliki usahaKepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring ydirencanakan dalam RKA-S/MMelakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring yadirencanakan dalam RKA-S/MMelakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring yadirencanakan dalam RKA-S/MMelakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yandirencanakan dalam RKA-S/MTidak melakukan supervisi dan monitoringKepala Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik minimal D-III.Memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimal D-IIIMemiliki kualifikasi akademik pendidikan D-IIMemiliki kualifikasi akademik pendidikan D-IMemiliki kualifikasi akademik Pendidikan MenengahTidak memiliki kualifikasi akademik atau memiliki kualifikasi akademik di bawah Pendidikan Menengah atau tidak memiliki KepTenaga AdministrasiKepala tenaga administrasi pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.Melebihi masa kerja minimalMemenuhi masa kerja minimalKurang 1 tahun dari masa kerja minimalKurang 2 tahun dari masa kerja minimalKurang 3 tahun dari masa kerja minimalTenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajatSekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajatSekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajatSekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajatSekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajatTenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya.
  • 52. Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnyaSekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnyaSekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnyaSekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnyaSekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnyaKepala perpustakaan memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur pendidikan atau minimal (D-II) Ilmu Perpustdan Informasi.Memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan atau miniIlmu Perpustakaan dan InformasiMemiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaanMemiliki kualifikasi akademik D-IV atau S1, tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaanMemiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV dan tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaanTidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan atau tidak memiliki Kepala PerpustakaanKepala perpustakaan pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.Melebihi masa kerja minimalMemenuhi masa kerja minimalKurang 1 tahun dari masa kerja minimalKurang 2 tahun dari masa kerja minimalKurang 3 tahun dari masa kerja minimalTenaga perpustakaan memiliki kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan.Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi pengeloperpustakaanTenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompetenpengelolaan perpustakaanTenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi pengeperpustakaanTenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompetepengelolaan perpustakaanTidak memiliki tenaga perpustakaanKepala laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur guru atau minimal (D-III) dari jalur laboran/teMemenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat kepala laboratoriumMemenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratoriumTidak memenuhi kualifikasi tetapi memiliki sertifikat kepala laboratoriumTidak memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratoriumTidak memiliki kepala laboratoriumKepala laboratorium pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.Melebihi masa kerja minimalMemenuhi masa kerja minimalKurang 1 tahun dari masa kerja minimalKurang 2 tahun dari masa kerja minimalKurang 3 tahun dari masa kerja minimal
  • 53. Kepala laboratorium minimal memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Memiliki 3 kriteria sesuai standar minimal kualifikasiMemiliki 2 kriteria sesuai standar minimal kualifikasiMemiliki 1 kriteria sesuai standar minimal kualifikasiMemiliki salah satu atau lebih kriteria, tetapi tidak memenuhi standar minimal kualifikasiTidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kriteria standar minimalTeknisi laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-II yang relevan dengan peralatan laboratorium.Memiliki kualifikasi akademik minimal D-IIMemiliki kualifikasi akademik D-IMemiliki kualifikasi akademik pendidikan menengahMemiliki kualifikasi akademik pendidikan dasarTidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki teknisi laboratoriumLaboran memiliki kualifikasi akademik minimal D-I.Memiliki kualifikasi akademik minimal D-IMemiliki kualifikasi akademik pendidikan menengahMemiliki kualifikasi akademik SMP/MTs/Paket BMemiliki kualifikasi akademik SD/MI/Paket ATidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki laboranSekolah/Madrasah memiliki petugas layanan khusus.Memiliki 4 jenis atau lebih petugas layanan khususMemiliki 3 jenis petugas layanan khususMemiliki 2 jenis petugas layanan khususMemiliki 1 jenis petugas layanan khususTidak memiliki petugas layanan khusus
  • 54. KEMBALI
  • 55. 76A A B C D E 77A A B C D E 78A A B C D E 79A A B C D E 80A A B C D E
  • 56. 81 AB B C D E 82A A B C D E 83A A B C D E 84A A B C D E 85A A B C D E 86A A B C D E 87
  • 57. A A B C D E 88A A B C D E 89 AB B C D E 90 AB B C D E 91A A B C D E 92A A B C D E 93
  • 58. A A B C D E 94 AB B C D E 95A A B C D E 96A A B C D E 97A A B C D E 98A A B C D E 99A A B
  • 59. C D E 100A A B C D E 101A A B C D E 102 AB B C D E 103A A B C D E
  • 60. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! V. STANDAR SARANA DAN PRASARANALahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimalMemiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimalMemiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimalMemiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimalTidak tersedia lahanLahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselammemiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki aksespenyelamatan dalam keadaan daruratBerada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwaBerada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwaBerada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatanTidak berada di lokasi amanLahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kememiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan serta memiliki sameningkatkan kenyamananBerada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisinganBerada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisinganBerada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran airTidak berada di lokasi yang nyamanSekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatanhak atas tanah.Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hakBerada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatanhak atas tanahBerada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfpemegang hak atas tanahTidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi memiliki status hak atas tanah dan memiliki ijin pemanfaatanhak atas tanahTidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannyaLantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.Memiliki lantai bangunan seluas 76% - 100% dari ketentuan luas minimal atau lebihMemiliki lantai bangunan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimalMemiliki lantai bangunan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimalMemiliki lantai bangunan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas minimalTidak memiliki gedung sendiri
  • 61. Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebMemiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petirMemiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaranMemiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaranMemiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaranTidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petirBangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.Memiliki 4 atau lebih jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatanMemiliki 3 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatanMemiliki 2 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatanMemiliki 1 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatanTidak memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatanBangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan memadaiMemiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan kurang memadaiMemiliki ventilasi udara kurang memadai tetapi pencahayaan memadaiMemiliki ventilasi udara dan pencahayaan kurang memadaiTidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaanBangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt.Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 watt atau lebihMemiliki instalasi listrik dengan daya 900 wattMemiliki instalasi listrik dengan daya 450 wattMemiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersamaTidak memiliki instalasi listrikSekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiriMemiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunanMemiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementaraMemiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunanTidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunanSekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuanMelakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuanMelakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan beraMelakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak beratTidak pernah melakukan pemeliharaanSekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.
  • 62. Memiliki 14 atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkanMemiliki 10 - 13 jenis prasarana yang dipersyaratkanMemiliki 5 - 9 jenis prasarana yang dipersyaratkanMemiliki 1 - 4 jenis prasarana yang dipersyaratkanTidak memiliki prasarana sendiriSekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang kelas dengan 2 unsur di atas sesuai ketentuanMemiliki ruang kelas dengan 1 unsur di atas sesuai ketentuanMemiliki ruang kelas dengan 3 unsur di atas tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang kelasSekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuanMemiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang perpustakaanSekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswaMemiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 - 5 siswaMemiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 - 10 siswaMemiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 atau lebih siswaTidak memiliki buku teksSekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasSebanyak 7 - 9 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasSebanyak 4 - 6 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasSebanyak 1 - 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasTidak ada mata pelajaran menggunakan buku teks mata pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasSekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium IPA yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas daketentuan.Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai kMemiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentusarana sesuai ketentuanMemiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tesarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang laboratorium IPA, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tidketentuanTidak memiliki ruang laboratorium IPASekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
  • 63. Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang pimpinanSekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang guruSekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang tata usahaSekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuanTidak memiliki tempat beribadahSekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang konselingSekolah/Madrasah memiliki ruang UKS/M dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang UKS/MSekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
  • 64. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang organisasi kesiswaanSekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuanMemiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuanMemiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki jambanSekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki gudangSekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuanMemiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuanMemiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang sirkulasiSekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki tempat bermain/berolahraga
  • 65. KEMBALI
  • 66. 104A A B C D E 105 AB B C D E 106A A B C D E 107A A B C D E 108A A B C D E
  • 67. 109A A B C D E 110A A B C D E 111A A B C D E 112A A B C D E 113 AB B C D E 114 AB B C D E 115
  • 68. A A B C D E 116 AB B C D E 117A A B C D E 118A A B C D E 119A A B C D E 120A A B C D E 121A A
  • 69. B C D E 122A A B C D E 123A A B C D E
  • 70. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VI. STANDAR PENGELOLAANSekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga, selaras dengan visi institusi di atasnya dan sesuaidengan perkembangan serta tantangan di masyarakat.Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudahdipahami dan disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudahdipahami tetapi tidak disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan visi visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnyamudah dipahami dan disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnyamudah dipahami tetapi tidak disosialisasikanTidak merumuskan dan menetapkan visiSekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga yang sesuai dengan visi.Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan sering disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan pernah disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi tetapi tidak disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, tidak sesuai dengan visi dan tidakdisosialisasikanTidak merumuskan dan menetapkan misiSekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak pernah disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikanTidak merumuskan dan menetapkan tujuanSekolah/Madrasah memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan disosialisasikan kepadawarga sekolah/ madrasah.Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan sudah disosialisasikanMemiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan salah satunya sudah disosialisasikanMemiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah tetapi belum disosialisasikanMemiliki rencana kerja tahunan atau rencana kerja jangka menengah baik sudah maupun belum disosialisasikanTidak memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengahSekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahamioleh pihak-pihak terkait.Memiliki 7 atau lebih dokumen aspek pengelolaan secara tertulisMemiliki 5 atau 6 dokumen aspek pengelolaan secara tertulisMemiliki 3 atau 4 dokumen aspek pengelolaan secara tertulisMemiliki 1 atau 2 dokumen aspek pengelolaan secara tertulisTidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
  • 71. Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelasMemiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelasMemiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelasMemiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugasTidak memiliki struktur organisasiSekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunanSebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunanSebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunanSebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunanTidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunanSekolah/Madrasah melaksanakan pengelolaan kegiatan kesiswaan.Memiliki 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaanMemiliki 3 jenis kegiatan kesiswaanMemiliki 2 jenis kegiatan kesiswaanMemiliki 1 jenis kegiatan kesiswaanTidak memiliki jenis kegiatan kesiswaanSekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranMelaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranMelaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranMelaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranTidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranSekolah/Madrasah melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanTidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanSekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasaranaMengelola 3 program sarana dan prasaranaMengelola 2 program sarana dan prasaranaMengelola 1 program sarana dan prasaranaTidak mengelola program sarana dan prasaranaSekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
  • 72. Memiliki 4 program pengelolaan pembiayaan pendidikanMemiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikanMemiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikanMemiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikanTidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikanSekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Memiliki 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifMemiliki 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifMemiliki 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifMemiliki 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifTidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifSekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalampengelolaan pendidikan.Memiliki 4 atau lebih dokumen kemitraanMemiliki 3 dokumen kemitraanMemiliki 2 dokumen kemitraanMemiliki 1 dokumen kemitraanTidak memiliki dokumen kemitraanSekolah/Madrasah melaksanakan program pengawasan yang disosiali- sasikan kepada pendidik dan tenagakependidikan.Melaksanakan 4 atau 5 program pengawasanMelaksanakan 3 program pengawasanMelaksanakan 2 program pengawasanMelaksanakan 1 program pengawasanTidak melaksanakan program pengawasanSekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi program kerja sekolah/madrasah.Melaksanakan evaluasi diri sekurang-kurangnya sekali dalam 1 tahunMelaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 tahunMelaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 tahunMelaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 tahunTidak melaksanakan evaluasi diriSekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanTidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanSekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
  • 73. Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasiMempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasiMempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasiTidak mempersiapkan unsur pelaksanaan akreditasiSekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru dan prosespenetapannya dilaporkan ke institusi di atasnyaMemiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru tetapiproses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnyaMemiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru danwali kelas serta proses penetapannya dilaporkan ke institusi di atasnyaMemiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru danwali kelas tetapi proses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnyaTidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah atau memiliki wakil kepala sekolah/madrasah yang ditunjuk langsung olehkepala sekolahSekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.Memiliki sistem informasi, fasilitas, dan petugas khususMemiliki sistem informasi, fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khususMemiliki sistem informasi dan petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitasMemiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khususTidak memiliki sistem informasi
  • 74. KEMBALI
  • 75. 124 A BC C D E 125 A BC C D E 126 A BC C D E 127 A BC C D E 128 A BC C D E 129 A BC C
  • 76. D E 130 A BC C D E 131 A BC C D E 132 A BC C D E 133 A BC C D E 134 A BC C D E 135 A BC C D E
  • 77. 136 A BC C D E 137 A BC C D E 138 A BC C D E 139 A BC C D E 140 A BC C D E 141 A BC C D E 142
  • 78. A BC C D E 143 A BC C D E 144 A BC C D E 145 A BC C D E 146 A BC C D E 147 A BC C D E 148
  • 79. A BC C D E
  • 80. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VII. STANDAR PEMBIAYAANSekolah/Madrasah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dengan melibatkan stakeholders.Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 4 atau lebih unsur stakeholders sekolah/madrasahMenyusun RKA-S/M dengan melibatkan 3 unsur stakeholders sekolah/madrasahMenyusun RKA-S/M dengan melibatkan 2 unsur stakeholders sekolah/madrasahMenyusun RKA-S/M dengan melibatkan 1 unsur stakeholders sekolah/madrasahTidak menyusun RKA-S/MSekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhirMemiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhirMemiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhirMemiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhirTidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasaranaSekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan RKA-S/M.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/MMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/MMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/MMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/MTidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikanSekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M membiayai seluruh kebutuhan pendidikan.Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% - 100% modal kerjaSekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% - 90% modal kerjaSekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% - 80% modal kerjaSekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 71% modal kerjaSekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerjaSekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain pendidik.Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidikMembelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidikMembelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidikMembelanjakan dana sebanyak kurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan pendidikTidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan pendidikSekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain tenaga kependidikan.Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikanMembelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikanMembelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
  • 81. Membelanjakan dana sebanyak kurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikanTidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan tenaga kependidikanSekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksana-an kegiatan pembelajaran.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahunMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahunMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahunMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun teTidak membelanjakan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhirSekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan.Membelanjakan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhirMembelanjakan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhirMembelanjakan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhirMembelanjakan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhirSekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhirSekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhirSekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhirSekolah/Madrasah mengalokasikan biaya kegiatan rapat.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
  • 82. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya transpor dan perjalanan dinas.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun teraMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhTidak membelanjakan biaya pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhirSekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhirSekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhirSekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung.Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhMembelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhirTidak membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhirSumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat dikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite sekoDikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswaDikelola secara sistematis, transparan tetapi tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswaDikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswaDikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswaTidak dikelola secara sistematis dan tidak transparanPenetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.Sebanyak 91% - 100% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasahSebanyak 81% - 90% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasahSebanyak 71% - 80% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasahSebanyak kurang dari 71% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasahTidak ada orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasahSekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
  • 83. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 90% siswa kurang mampu atau lebihMelaksanakan subsidi silang untuk membantu 80% - 89% siswa kurang mampuMelaksanakan subsidi silang untuk membantu 70% - 79% siswa kurang mampuMelaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampuTidak melaksanakan subsidi silangSekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahMelakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahMelakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahMelakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahMelakukan 4 atau lebih jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahPengambilan keputusan dalam penetapan besarnya dana yang digali dari masyarakat sebagai biaya operasional dilakukan deberbagai pihak terkait (kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga keperwakilan siswa dan penyelenggara pendidikan/yayasan untuk swasta).Kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/ madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga kependidikan, siswa, dapendidikan/yayasan untuk swastaKepala sekolah/madrasah melibatkan 3 di antara unsur di atasKepala sekolah/madrasah melibatkan 2 di antara unsur di atasKepala sekolah/madrasah melibatkan 1 di antara unsur di atasTidak melibatkan siapapunPengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara transparan, dan akuntabel yang ditunjukkan olehS/M.Sebanyak 91% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/MSebanyak 81% - 90% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/MSebanyak 71% - 80% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/MSebanyak kurang dari 71% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/MDana dari masyarakat tidak tercantum dalam RKA-S/MSekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhirMemiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhirMemiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhirMemiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhirTidak memiliki pedoman pengelolaan keuanganSekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 tahun terakhirMemiliki pembukuan biaya operasional selama 3 tahun terakhirMemiliki pembukuan biaya operasional selama 2 tahun terakhirMemiliki pembukuan biaya operasional selama 1 tahun terakhirTidak memiliki pembukuan biaya operasionalSekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah
  • 84. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaterakhirMembuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaterakhirMembuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaterakhirMembuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaterakhirTidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
  • 85. KEMBALI
  • 86. 149A A B C D E 150A A B C D E 151A A B C D E 152A A B C D E 153A A B C D E 154A A B C D E 155
  • 87. A A B C D E 156A A B C D E 157A A B C D E 158A A B C D E 159A A B C D E 160A A B C D E 161A A B C D
  • 88. E 162A A B C D E 163A A B C D E 164A A B C D E 165A A B C D E 166A A B C D E 167A A B C D E
  • 89. 168A A B C D E 169 A BC C D E
  • 90. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VIII. STANDAR PENILAIANGuru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awalSebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaSebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaSebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaSebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaTidak ada guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaTeknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian KD.Sebanyak 96% - 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDSebanyak 91% - 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDSebanyak 86% - 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDSebanyak 81% - 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDKurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDGuru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.Sebanyak 86% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaiSebanyak 71% - 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaiaSebanyak 56% - 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaiaSebanyak 41% - 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaiaKurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaianGuru menggunakan berbagai teknik penilaian.Sebanyak 86% - 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianSebanyak 71% - 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianSebanyak 56% - 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianSebanyak 41% - 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianKurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianGuru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Sebanyak 86% - 100% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitaSebanyak 71% - 85% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitanSebanyak 56% - 70% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitanSebanyak 41% - 55% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitanKurang dari 41% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belaGuru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.Sebanyak 86% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikSebanyak 71% - 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikSebanyak 56% - 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikSebanyak 41% - 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikKurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikGuru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
  • 91. Sebanyak 86% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranSebanyak 71% - 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranSebanyak 56% - 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranSebanyak 41% - 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranKurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranGuru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bentbelajar siswa.Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahSebanyak 95% - 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahSebanyak 90% - 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahSebanyak 85% - 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahKurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahGuru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama sebagai informasi untuk menentukan nilai aSebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agamaSebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agamaSebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agamaSebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agamaKurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agamaGuru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk mesemester.Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraanSebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraanSebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraanSebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraanKurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraanSekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelasSekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelasSekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan kenaikan kelasSekolah/Madrasah hanya mengkoordinasikan ulangan kenaikan kelasTidak pernah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelasSekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat.Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan dewan guruMenentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan guru mata pelajaranMenentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah dan wali kelasKriteria kenaikan kelas ditentukan oleh wali kelas tanpa melalui rapatTidak menentukan kriteria kenaikan kelasSekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan keprserta pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guruMenentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guruMenentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guruMenentukan nilai akhir bersama wali kelas saja
  • 92. Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasahSekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada semua orangtua/wali siswa.Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtusiswa yang bersangkutanLaporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtusiswa yang bersangkutanLaporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas ksiswa dan siswa yang bersangkutanLaporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas ksiswa tanpa siswa yang bersangkutanTidak melaporkan hasil penilaian kepada orangtua/wali siswaSekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan/Departemen Agama Kabupaten/Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semesterMelaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 - 40 hari setelah akhir semesterMelaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 - 60 hari setelah akhir semesterMelaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 - 80 hari setelah akhir semesterTidak melaporkan pencapaian hasil belajar siswa atau melaporkannya lebih dari 80 hariSekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai kriteria kelulusan.Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guruMenentukan kelulusan siswa melalui rapat perwakilan guru-guru mata pelajaranMenentukan kelulusan siswa melalui rapat wali kelasMenentukan kelulusan siswa melalui rapat guru BKHanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasahSekolah/Madrasah menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian NasiMenyerahkan SKHUN kurang dari 7 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagMenyerahkan SKHUN antara 8 - 14 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagMenyerahkan SKHUN antara 15 - 21 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagMenyerahkan SKHUN antara 22 - 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagMenyerahkan SKHUN lebih dari 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagSekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.Menyerahkan ijazah kepada siswa sesuai dengan ketentuan waktu yang ditetapkanMenyerahkan ijazah kepada siswa setelah 7 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkanMenyerahkan ijazah kepada siswa setelah 8 - 14 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkanMenyerahkan ijazah kepada siswa setelah 15 - 21 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkanMenyerahkan ijazah kepada siswa setelah 21 hari atau lebih dari ketentuan waktu yang ditetapkanSekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI atau hasil Ujian NasionaKesetaraan (UNPK) program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru.Menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A secara transparan sebagai bahan pertimbangan penMenggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pepenerimaan siswa baruHanya menggunakan hasil UASBN SD/MI dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan sisHanya menggunakan hasil UASBN SD/MI secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baruTidak menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan sis
  • 93. Sekolah/Madrasah memiliki prestasi hasil UN yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kelulusan tahun terakhir.Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 91% - 100%Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 81% - 90%Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 71% - 80%Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 61% - 70%Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan kurang dari 61%Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UN tahun terakhir.Semua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasionalTiga mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasionalDua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasionalSatu mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasionalTidak ada mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
  • 94. KEMBALI
  • 95. DAFTAR PERTANYAAN VI MTS NEGERI UMBULS STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDARKOMPETENSI LULUSANSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 96. ANYAAN VISITASIRI UMBULSARI STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKANEMBALI
  • 97. HASIL VISITASI MTS NEGERI UMBULSARI NILAI JUMLAH JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIRNO KOMPONEN AKREDITASI BOBOT TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM BUTIR MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA RATUSAN1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 111 Standar Isi 001 - 017 17 13 4 45 180 159 11.48 88.332 Standar Proses 018 - 029 12 15 4 34 136 127 14.01 93.383 Standar Kompetensi Lulusan 030 - 049 20 13 4 60 240 207 11.21 86.25 Standar Pendidik dan Tenaga4 050 - 075 26 15 4 72 288 272 14.17 94.44 Kependidikan5 Standar Sarana dan Prasarana 076 - 103 28 12 4 77 308 293 11.42 95.136 Standar Pengelolaan 104 - 123 20 11 4 61 244 231 10.41 94.677 Standar Pembiayaan 124 - 148 25 10 4 74 296 148 5.00 50.008 Standar Penilaian Pendidikan 149 - 169 21 11 4 61 244 236 10.64 96.72 JUMLAH 169 100 32 484 1936 1673 88.341 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 88.34 KEMBALI2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 98. GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI MTS NEGERI UMBULSARI120.00100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 88.34 KEMBALI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 99. ndidikan
  • 100. LAPORAN HASIL VIS MI NEGERI BALUN DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDARKOMPETENSI LULUSAN GRAFIKSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 101. ASIL VISITASIRI BALUNGERTANYAAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDARRAFIK PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN MBALI
  • 102. HASIL PENILAIAN STANDARD ISI MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 1 A 4 4 2 A 4 3 3 A 4 3 4 A 4 3 5 A 4 3 6 A 4 3 7 A 4 2 8 A 4 2 9 A 4 4 10 A 4 3 11 A 4 2 12 A 4 4 13 A 4 2 14 A 4 4 15 A 4 4 16 A 4 3 17 A 4 3 18 A 4 3 JUMLAH 72 55
  • 103. ANDARD ISILUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 12 8 8 16 12 8 16 8 16 16 12 12 12 220
  • 104. HASIL PENILAIAN STANDARD PROSES MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 19 A 4 4 20 A 4 3 21 A 4 3 22 A 4 3 23 A 4 3 24 A 4 3 25 A 4 3 26 A 4 3 27 A 4 2 28 A 4 2 29 A 4 3 JUMLAH 44 32
  • 105. DARD PROSESLUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 12 12 12 8 8 12 128
  • 106. HASIL PENILAIAN STANDARD KOMPETENSI LULUSA MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 30 A 4 4 31 A 4 3 32 A 4 3 33 A 4 3 34 A 4 3 35 A 4 3 36 A 4 3 37 A 4 2 38 A 4 3 39 A 4 3 40 A 4 4 41 A 4 3 42 A 4 3 43 A 4 3 44 A 4 3 45 A 4 4 46 A 4 4 JUMLAH 68 54
  • 107. KOMPETENSI LULUSANALUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 12 12 8 12 12 16 12 12 12 12 16 16 216
  • 108. HASIL PENILAIAN STANDARD PENDIDIK DAN TENAGA KEPEND MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 47 A 4 4 48 A 4 3 49 A 4 4 50 A 4 4 51 A 4 3 52 A 4 3 53 A 4 3 54 A 4 4 55 A 4 3 56 A 4 3 57 A 4 4 58 A 4 2 59 A 4 3 60 A 4 4 61 A 4 2 62 A 4 2 63 A 4 2 64 A 4 2 65 A 4 1 JUMLAH 76 56
  • 109. DAN TENAGA KEPENDIDIKANLUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 16 16 12 12 12 16 12 12 16 8 12 16 8 8 8 8 4 224
  • 110. HASIL PENILAIAN STANDARD SARANA DAN PRASARANA MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 66 A 4 3 67 A 4 3 68 A 4 3 69 A 4 3 70 A 4 3 71 A 4 4 72 A 4 4 73 A 4 3 74 A 4 3 75 A 4 3 76 A 4 3 77 A 4 4 78 A 4 4 79 A 4 3 80 A 4 4 81 A 4 4 82 A 4 3 83 A 4 3 84 A 4 3 85 A 4 3 86 A 4 2 87 A 4 3 88 A 4 1 89 A 4 2 90 A 4 3 JUMLAH 100 77
  • 111. RANA DAN PRASARANALUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 12 12 12 12 12 16 16 12 12 12 12 16 16 12 16 16 12 12 12 12 8 12 4 8 12 308
  • 112. HASIL PENILAIAN STANDARD PENGELOLAAN MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 91 A 4 4 92 A 4 4 93 A 4 4 94 A 4 3 95 A 4 3 96 A 4 3 97 A 4 3 98 A 4 3 99 A 4 4 100 A 4 4 101 A 4 3 102 A 4 3 103 A 4 4 104 A 4 3 105 A 4 3 106 A 4 3 107 A 4 3 108 A 4 3 109 A 4 4 110 A 4 3 JUMLAH 80 67
  • 113. RD PENGELOLAANALUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 16 12 12 12 12 12 16 16 12 12 16 12 12 12 12 12 16 12 268
  • 114. HASIL PENILAIAN STANDARD PEMBIAYAAN MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 111 A 4 4 112 A 4 4 113 A 4 4 114 A 4 4 115 A 4 4 116 A 4 4 117 A 4 3 118 A 4 3 119 A 4 3 120 A 4 3 121 A 4 2 122 A 4 2 123 A 4 3 124 A 4 3 125 A 4 3 126 A 4 4 127 A 4 2 128 A 4 1 129 A 4 3 130 A 4 2 131 A 4 3 132 A 4 4 133 A 4 3 134 A 4 3 135 A 4 4 JUMLAH 100 78
  • 115. ARD PEMBIAYAANLUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 16 16 16 16 12 12 12 12 8 8 12 12 12 16 8 4 12 8 12 16 12 12 16 312
  • 116. HASIL PENILAIAN STANDARD PENILAIAN MI NEGERI BALUNGNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 136 A 4 3 137 A 4 3 138 A 4 4 139 A 4 4 140 A 4 3 141 A 4 3 142 A 4 4 143 A 4 3 144 A 4 2 145 A 4 2 146 A 4 3 147 A 4 3 148 A 4 2 149 A 4 2 150 A 4 3 151 A 4 2 152 A 4 3 153 A 4 2 154 A 4 3 155 A 4 3 156 A 4 3 157 A 4 1 JUMLAH 88 61
  • 117. ARD PENILAIANUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 12 12 16 16 12 12 16 12 8 8 12 12 8 8 12 8 12 8 12 12 12 4 244
  • 118. 1A A B C D E 2A A B C D E 3A A B C D E 4A A B C D E 5A A B C D E 6A A B C D E
  • 119. 7A A B C D E 8A A B C D E 9A A B C D E 10A A B C D E 11A A B C D E 12A A B C D E 13A A B C D E
  • 120. 14A A B C D E 15A A B C D E 16A A B C D E 17A A B C D E 18A A B C D E
  • 121. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISISekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSPTidak melaksanakan KTSPSekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan melibatkan pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikdisusun oleh BSNP.Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lembaga ptokoh pendidikan setempatMengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, dan komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lembaMengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dan seluruh guruMengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dibantu beberapa orang guruTidak mengembangkan kurikulumSekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP.Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSPMengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 — 6 prinsip pengembangan KTSPMengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 — 4 prinsip pengembangan KTSPMengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 — 2 prinsip pengembangan KTSPTidak mengembangkan kurikulumSekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 — 6 (enam) kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 — 4 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 — 2 kegiatan pokokTidak mengembangkan kurikulumSekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum.Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaanMelaksanakan kurikulum berdasarkan 5 — 6 prinsip pelaksanaan kurikulumMelaksanakan kurikulum berdasarkan 3 — 4 prinsip pelaksanaanMelaksanakan kurikulum berdasarkan 1 — 2 prinsip pelaksanaanTidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksudSekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah, (2sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kandepag, dan (5) insdaerah.Melibatkan 4 - 5 pihakMelibatkan 3 pihakMelibatkan 2 pihakHanya melibatkan 1 pihakTidak menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal
  • 122. Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling.Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konselingMelaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konselingMelaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konselingMelaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konselingTidak melaksanakan kegiatan layanan konselingSekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikulerMelaksanakan 3 jenis program ekstrakurikulerMelaksanakan 2 jenis program ekstrakurikulerMelaksanakan 1 jenis program ekstrakurikulerTidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikulerSekolah/Madrasah menjabarkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuk setiaSebanyak 7 atau lebih mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSebanyak 5 — 6 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSebanyak 3 — 4 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSebanyak 1 — 2 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaTidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornyaSekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang tertuang pada lampiran Permendiknas2006.Menerapkan 4 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasMenerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasMenerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasMenerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasTidak menerapkan ketentuan beban belajarGuru mengalokasikan waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur kepada siswa maksimal 40% dtiap mata pelajaran.Sebanyak 76% — 100% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 51% — 75% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 26% — 50% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 1% — 25% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturTidak ada guru yang mengalokasikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturPengembangan KTSP dilaksanakan dengan mengacu kepada: (1) Standar Isi, (2) Standar Kompetensi Lulusan, (3) berpedompenyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta (4) memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah.Dilaksanakan dengan mengacu kepada 4 unsur di atasDilaksanakan dengan mengacu kepada 3 unsur di atasDilaksanakan dengan mengacu kepada 2 unsur di atasDilaksanakan dengan mengacu 1 unsur di atasTidak mengembangkan KTSPSekolah/Madrasah mengembangan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pada Panduan Penyusunan KTSSebanyak 76% — 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkahSebanyak 51% — 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkahSebanyak 26% — 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkahSebanyak 1% — 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkahTidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
  • 123. Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diajarkan.Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan sendiri oleh guru bersama-sama guru lain dalam satu sekolah/madrasahSebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui gugus atau Kelompok Kerja Guru (KKG)Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)/Dinas Pendidikan/KandepagSebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan dengan mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang sudah adaTidak ada guru yang menyusun silabus sendiriSekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP.Sebanyak 7 atau lebih mata pelajaran memiliki silabusSebanyak 5 — 6 mata pelajaran memiliki silabusSebanyak 3 — 4 mata pelajaran memiliki silabusSebanyak 1 — 2 mata pelajaran memiliki silabusTidak ada mata pelajaran yang memiliki silabusSekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebihSebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebihSebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebihSebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebihTidak ada mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebihSekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan memperhatikan unsur: (1) karakteristik siswa, (2) kpelajaran, dan (3) kondisi satuan pendidikan.Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guruSekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender akadimiliki.Menyusun kalender akademik sekolah secara rinci dan jelasMenyusun kalender akademik sekolah secara rinciMenyusun kalender akademik sekolah secara kurang rinciMenyusun kalender akademik sekolah secara tidak rinciTidak memiliki kalender akademik
  • 124. KEMBALI
  • 125. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B
  • 126. C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 127. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSES19. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.Sebanyak sepuluh mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusSebanyak 7 — 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusSebanyak 4 — 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusSebanyak 1 — 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabusTidak ada mata pelajaran yang memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus20. RPP disusun dengan memperhatikan 6 prinsip penyusunan.Sebanyak 76% — 100% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunanSebanyak 51% — 75% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunanSebanyak 26% — 50% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunanSebanyak 1% — 25% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunanTidak ada RPP yang memperhatikan prinsip 6 prinsip penyusunan21. Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranTidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran22. Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Sebanyak 76% — 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 51% — 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 26% — 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 1% — 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranTidak ada guru yang melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran23. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik untuk kelas I — III.Kelas I — III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematikKelas I dan II melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematikKelas I dan III atau kelas II dan III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematikKelas I atau II atau III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematikKelas I — III tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik24. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran untuk kelas IV — VI.Kelas IV — VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaranKelas V dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaranKelas IV dan V atau IV dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaranKelas IV atau V atau VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaranKelas IV — VI tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran25. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahappelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauanMencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
  • 128. Mencakup 2 tahap pemantauanMencakup 1 tahap pemantauanTidak pernah melakukan pemantauan26. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihadan konsultasi.Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 caraTidak melakukan supervisi proses pembelajaran27. Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4aspek, yaitu: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tindak lanjut.Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspekTidak melakukan evaluasi28. Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komitesekolah/madrasahHasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasahHasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja dan dewan guruHasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan sajaTidak menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran29. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.Sebanyak 76% — 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjutiSebanyak 51% — 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjutiSebanyak 26% — 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjutiSebanyak 1% — 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjutiTidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
  • 129. KEMBALI
  • 130. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A
  • 131. B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 132. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 133. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN30. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pekeputusan.Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 75,00 atau lebihRata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 70,00 — 74,99Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 65,00 — 69,99Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 60,00 — 64,99Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek kurang dari 60,0031. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaperpustakaan, laboratorium, dan internetSekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaperpustakaan, dan laboratoriumSekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaperpustakaanSekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaSekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar32. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial.Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memuat kegiayang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosialSebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan medan sosialSebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan medan sosialSebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mendan sosialTidak ada RPP mata pelajaran IPA dan IPS yang memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mengenalisosial33. Siswa memperoleh pengalaman belajar menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatifpemanfaatan sumber belajar berupa; (1) bahan ajar, (2) buku teks, (3) perpustakaan, (4) laboratorium, dan (5) internet.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 5 sumber belajarSekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 4 sumber belajarSekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 3 sumber belajarSekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 2 sumber belajarSekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan hanya 1 sumber belajar34. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulisSebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulisSebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulisSebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulisTidak ada RPP mata pelajaran yang memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis35. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan fisikSebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
  • 134. Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkunganSebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkunganSebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkunganTidak ada RPP mata pelajaran yang dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkunganSiswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 4 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokalDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 3 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokalDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 2 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokalDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 1 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokalDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak melaksanakan atau memfasilitasi kegiatan seni dan budaya lokal37. Dalam satu tahun terakhir, siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaklingkungannya.Tidak ada siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi,dan lainnya)Kurang dari 5% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainnAntara 6 — 10% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainAntara 11 — 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan laLebih dari 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainn38. Dalam setahun terakhir siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhanegara dan tanah air Indonesia.Sekolah/madrasah mengadakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bdan tanah air IndonesiaSekolah/madrasah mengadakan 3 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, neIndonesiaSekolah/madrasah mengadakan 2 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, neIndonesiaSekolah/madrasah mengadakan 1 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, neIndonesiaSekolah/madrasah tidak pernah mengadakan kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bantanah air Indonesia39. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkaSekolah/Madrasah tiap pekan menyelenggarakan kegiatan kebersihanSekolah/Madrasah setiap bulan menyelenggarakan kegiatan kebersihanSekolah/Madrasah setiap triwulan menyelenggarakan kegiatan kebersihanSekolah/Madrasah setiap semester menyelenggarakan kegiatan kebersihanSekolah/Madrasah tidak pernah menyelenggarakan kegiatan Kebersihan40. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkemSekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 4 jenis atau lebih kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai denperkembangan anakSekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 3 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahapanakSekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 2 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahapanakSekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 1 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahapanakSekolah/madrasah setiap minggu tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap p41. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial e
  • 135. Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai kagama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomiDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagamsuku, ras, dan golongan sosial ekonomiDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagamsuku, ras, dan golongan sosial ekonomiDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagamsuku, ras, dan golongan sosial ekonomiDalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagamasuku, ras, dan golongan sosial ekonomi42. Siswa memperoleh pengalaman belajar bekerjasama dalam kelompok, tolong-menolong dan menjaga diri sendiri dalam lindan teman sebaya.Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)Tidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)43. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupSebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem baSebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem basSebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem basSebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem baseTidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem based learning)44. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapandinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah, serta diskusi dan presentasiTersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapandinding, serta diskusi dan presentasiTersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi ldiskusi dan presentasiTersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, serta diskusi dan presentasiTidak tersedia kumpulan karya tulis siswa, diskusi, dan presentasi45. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan beSekolah/Madrasah menghasilkan 4 karya siswa atau lebihSekolah /Madrasah menghasilkan 3 karya siswaSekolah /Madrasah menghasilkan 2 karya siswaSekolah /Madrasah menghasilkan 1 karya siswaSekolah /Madrasah tidak menghasilkan karya siswa46. Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UASBN.Rata-rata UASBN lebih dari 8,00Rata-rata UASBN antara 7,01 — 8,00Rata-rata UASBN lebih dari 6,01 — 7,00Rata-rata UASBN lebih dari 5,01 — 6,00Rata-rata UASBN lebih rendah 5,01
  • 136. KEMBALI
  • 137. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A
  • 138. B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 139. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 140. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN47. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum.Sebanyak 76% — 100% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMISebanyak 51% — 75% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMISebanyak 76% — 100% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMISebanyak 51% — 75% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMIKurang dari 51% guru berpendidikan setingkat atau di bawah DII PGSD/PGMI48. Guru agama, guru pendidikan jasmani, dan guru kesenian mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannyaHanya 2 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannyaHanya 1 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannyaTidak ada guru yang sesuai dengan mata pelajaran, tetapi diajarkan oleh tenaga dari institusi lain yang relevan.Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru kelas49. Guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaranSebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaranSebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaranSebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaranTidak ada guru yang memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran50. Guru memiliki kompetensi kepribadian sebagai agen pembelajaran.Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi kepribadianSebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi kepribadianSebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi kepribadianSebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi kepribadianTidak ada guru yang memiliki kompetensi kepribadian51. Guru berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan mAdanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah,antara guru dan orangtua siswaAdanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madrAdanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasahAdanya dialog dalam rapat dewan guruTidak pernah diadakan rapat52. Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.Rata-rata kehadiran guru 96% — 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru 91% — 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru 86% — 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru 81% — 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnyaRata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya53. Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala sBerstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
  • 141. Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasahBerstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasahBerstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasahTidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah54. Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-IV).Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, dan memiliki sertifikat pendidikMemiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, tetapi tidak memiliki sertifikat pendMemiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan non-PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, tsertifikat pendidikMemiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV nonkependidikan, dari perguruan tinggi tidak terakreditasi, dan tidakpendidikTidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan55. Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurangkurangnya 5 tahun.Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebihMemiliki pengalaman mengajar 3 — 4 tahunMemiliki pengalaman mengajar 2 — 3 tahunMemiliki pengalaman mengajar 1 — 2 tahunMemiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahun56. Kepala sekolah/madrasah memiliki kompetensi kepribadian.Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 6 unsurMemiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 4 — 5 unsurMemiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 2 — 3 unsurMemiliki kompetensi kepribadian hanya 1 unsurTidak memiliki kompetensi kepribadian57. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.Sebanyak 76%— 100% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhirSebanyak 51% — 75% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhirSebanyak 26% — 50% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhirSebanyak 1% — 25% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhirTidak ada lulusan yang diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi pada 3 tahun terakhir58. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewiramengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 76% — 100% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara mMampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 51% — 75% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara maMampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 26% — 50% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara maMampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 1% — 25% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara manTidak mampu mengelola kegiatan produksi/jasa59. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah,berkegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.Mampu bekerjasama dengan 4 pihak atau lebihMampu bekerjasama dengan 3 pihakMampu bekerjasama dengan 2 pihakMampu bekerjasama dengan 1 pihakTidak mampu bekerjasama dengan pihak manapun60. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
  • 142. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% — 100% dari kegiatan monitoringdirencanakanMelakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% — 75% dari kegiatan monitoring yMelakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% — 50% dari kegiatan monitoring yMelakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% — 25% dari kegiatan monitoring yaTidak melakukan supervisi dan monitoring61. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederaSekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan menengaSekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atau letetapi semuanya tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajatSekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajatTidak ada tenaga administrasi62. Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang semuanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai dSekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki latar belakang pendidikan sesuaSekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya, atatetapi semuanya tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnyaSekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnyTidak ada tenaga administrasi63. Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikanmenengah atau yang sederajat.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki kualifikasi pendidikan menengahSekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan menengSekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atautetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajatSekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajaTidak ada tenaga perpustakaan64. Tenaga perpustakaan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpustakaan.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki surat penugasan sebagai penanperpustakaanSekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki surat penugasan sebagai penperpustakaanSekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang dan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpuSekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang tetapi tidak memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawaTidak ada tenaga yang diberi tugas sebagai penanggung jawab perpustakaan65. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus, yaitu: (1) penjaga sekolah/madrasah, (2) tukang kebun, (3) tenaga kepengemudi, dan (5) pesuruh.Memiliki 4 jenis atau lebih tenaga layanan khususMemiliki 3 jenis tenaga layanan khususMemiliki 2 jenis tenaga layanan khususMemiliki 1 jenis tenaga layanan khususTidak memiliki tenaga layanan khusus
  • 143. KEMBALI
  • 144. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 145. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 146. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 147. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 148. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA66. Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuaidengan rasio jumlah siswa.Memiliki lahan seluas 76% — 100% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa atau lebihMemiliki lahan seluas 51% — 75% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswaMemiliki lahan seluas 26% — 50% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswaMemiliki lahan seluas 1% — 25% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswaTidak tersedia lahan67. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselammemiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, dan memiliki akses untudalam keadaan daruratBerada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki akspenyelamatan dalam keadaan daruratBerada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya ykesehatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan daruratBerada di lokasi aman, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, mengancam keselamatan jiwaakses untuk penyelamatan dalam keadaan daruratBerada di lokasi yang tidak aman, tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tidak terhindar dari pomengancam keselamatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat68. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemarankebisinganBerada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisinganBerada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanahBerada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air dan pencemaran udaraBerada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air.Tidak berada di lokasi yang aman dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisingan69. Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dariatas tanah, dan ijin mendirikan bangunan.Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tamendirikan bangunanBerada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak atamemiliki ijin mendirikan bangunanBerada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan daratas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunanBerada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya tetapi memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan daratas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunanTidak Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, tidak memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan datas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan70. Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa dan lantai gedung.Memiliki lantai seluas 76% — 100% dari ketentuan luas minimal atau lebihMemiliki lantai seluas 51% — 75% dari ketentuan luas minimalMemiliki lantai seluas 26% — 50% dari ketentuan luas minimalMemiliki lantai seluas 1% — 25% dari ketentuan luas minimalTidak memiliki gedung sendiri
  • 149. 71. Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahayapetir.Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petirMemiliki struktur yang stabil dan kokoh, dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, tetapi tidak dilengkapi dengpencegahan bahaya petirMemiliki struktur yang stabil dan kokoh, tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dilengsistem pencegahan bahaya petirMemiliki struktur yang stabil, tetapi tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dilesistem pencegahan bahaya petirMemiliki struktur yang tidak stabil, tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dilensistem pencegahan bahaya petir72. Sekolah/Madrasah memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan: (1) air bersih, (2) saatau air limbah, (3) tempat sampah, dan (4) saluran air hujan.Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan.Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 2 dari 4 kebutuhan.Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 1 dari 4 kebutuhan.Tidak memiliki sanitasi di dalam dan di luar yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.73. Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadaiMemiliki ventilasi udara yang memadai tetapi tidak memiliki ventilasi pencahayaan yang memadaiMemiliki ventilasi udara yang tidak memadai, tetapi memiliki ventilasi pencahayaan yang memadaiMemiliki ventilasi udara dan ventilasi pencahayaan yang tidak memadaiTidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan74. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt.Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt atau lebihMemiliki instalasi listrik dengan daya 450 wattTidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 900 wattTidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 450 wattTidak memiliki instalasi listrik dan tidak menggunakan sumber daya lain75. Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izinpenggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiriMemiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunanMemiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementaraMemiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunanTidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan76. Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan secara berkala baik pemeliharaan ringan maupun berat terhadap bangunan sMelakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuanMelakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuanMelakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan beraMelakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak beratTidak pernah melakukan pemeliharaan77. Sekolah/Madrasah memiliki prasarana sesuai dengan ketentuan: (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratoriumpimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribadah, (7) ruang UKS, (8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasi.
  • 150. Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribad(8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasiMemiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribadMemiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang guru, dan (5) jambanMemiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3), ruang guru, dan (4) jambanTidak memiliki prasarana sendiri.78. Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuanMemiliki sejumlah ruang kelas dan sarana sesuai dengan ketentuan tetapi ukuran ruang kelas tidak sesuai dengan ketentuanMemiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri79. Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan superabot, media pendidikan, dan perlengkapan lainMemiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan sudan perabotMemiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan dan buku pengayaanMemiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teksTidak memiliki perpustakaan80. Sekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswaMemiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 — 5 siswaMemiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 — 10 siswaMemiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 siswa atau lebihTidak memiliki buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Mendiknas81. Sekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.Sebanyak 8 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasSebanyak 6 — 7 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasSebanyak 4 — 5 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasSebanyak 1 — 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan PermendiknasTidak ada mata pelajaran yang menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas82. Sekolah/Madrasah memiliki laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan sarana laboratorium IPA lengkap.Memiliki laboratorium IPA dengan 1 almari atau lebih dan memiliki 13 jenis sarana atau lebihMemiliki laboratorium IPA, dengan 1 almari dan memiliki 8 — 12 saranaMemiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 4 — 7 saranaMemiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 1 — 3 saranaTidak memiliki laboratorium IPA83. Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang pimpinan84. Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
  • 151. Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang guru85. Sekolah/madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentMemiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki perlengkapan sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuanTidak memiliki tempat beribadah86. Sekolah/Madrasah memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang UKS/M87. Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuanMemiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai dengan ketentuanMemiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki jamban88. Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki gudang89. Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuanMemiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi kualitasnya tidak sesuai ketentuanMemiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi kualitasnya sesuai ketentuanMemiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuanTidak memiliki ruang sirkulasi90. Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuanMemiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuanMemiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuanMemiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuanTidak memiliki tempat bermain/berolahraga
  • 152. KEMBALI
  • 153. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A
  • 154. B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A
  • 155. B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 156. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VI. STANDAR PENGELOLAAN91. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan sering disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan pernah disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, tetapi tidak disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami, dan tidak disosialisasikanTidak merumuskan dan menetapkan visi92. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikanTidak merumuskan dan menetapkan misi93. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikanTidak merumuskan dan menetapkan tujuan94. Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikanMemiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan salah satunya sudah disosialisasikanMemiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan keduanya belum disosialisasikanMemiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan, baik sudah maupun belum disosialisasikanTidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan95. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oterkait.Memiliki pedoman yang mengatur 7 atau lebih aspek pengelolaan secara tertulisMemiliki pedoman yang mengatur 5 atau 6 aspek pengelolaan secara tertulisMemiliki pedoman yang mengatur 3 atau 4 aspek pengelolaan secara tertulisMemiliki pedoman yang mengatur 1 atau 2 aspek pengelolaan secara tertulisTidak memiliki pedoman yang mengatur pengelolaan secara tertulis96. Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelasMemiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelasMemiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelasMemiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugasTidak memiliki struktur organisasi97. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.Sebanyak 76% — 100% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
  • 157. Sebanyak 51% — 75% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunanSebanyak 26% — 50% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunanSebanyak 1% — 25% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunanTidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan98. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaanMelaksanakan 3 jenis kegiatan kesiswaanMelaksanakan 2 jenis kegiatan kesiswaanMelaksanakan 1 jenis kegiatan kesiswaanTidak melaksanakan kegiatan kesiswaan99. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranMelaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranMelaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranMelaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaranTidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran100. Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikanTidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan101. Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasaranaMengelola 3 program sarana dan prasaranaMengelola 2 program sarana dan prasaranaMengelola 1 program sarana dan prasaranaTidak mengelola program sarana dan prasarana102. Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.Memiliki 4 program pengelolaan pembiayaan pendidikanMemiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikanMemiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikanMemiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikanTidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan103. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifMelaksanakan 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifMelaksanakan 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifMelaksanakan 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusifTidak melaksanakan kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif104. Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengeloMemiliki 4 atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain ypengelolaan pendidikan
  • 158. Memiliki 3 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevapengelolaan pendidikanMemiliki 2 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevapengelolaan pendidikanMemiliki 1 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevapengelolaan pendidikanTidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang rpengelolaan pendidikan105. Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.Memiliki 4 atau lebih dokumen program pengawasanMemiliki 3 dokumen program pengawasanMemiliki 2 dokumen program pengawasanMemiliki 1 dokumen program pengawasanTidak memiliki dokumen program pengawasan106. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri.Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1semesterMelaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 semesterMelaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 semesterMelaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 semesterTidak melaksanakan evaluasi diri107. Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanMelaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikanTidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan108. Sekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasiMempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasiMempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasiMempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasiTidak mempersiapkan 1 unsur pun pelaksanaan akreditasi109. Kepala Sekolah/Madrasah melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepemimpinan sesuai dengan standar yangMelaksanakan 15 — 18 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasahMelaksanakan 11 — 14 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasahMelaksanakan 6 — 10 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasahMelaksanakan 1 — 5 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasahTidak melaksanakan tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah110. Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untukmendukung administrasi pendidikan.Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khususMemiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khususMemiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitasMemiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khususTidak memiliki sistem informasi
  • 159. KEMBALI
  • 160. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A
  • 161. B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C
  • 162. D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D
  • 163. EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 164. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VII. STANDAR PEMBIAYAAN111. Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhirMemiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhirMemiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhirMemiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 (satu) tahun terTidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana112. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan RencanAnggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M).Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKASMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/MTidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan113. Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M untuk membiayai seluruh kebutuhan penSekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% — 100% modal kerjaSekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% — 90% modal kerjaSekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% — 80% modal kerjaSekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 70% modal kerjaSekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerja114. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain pendidik pada tahun beMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada tMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjangapendidik pada tahun berjalanMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjangapada tahun berjalanMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan laipada tahun berjalanTidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada tahun byang direncanakan115. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain tenaga kependidikan paMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependiberjalanMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjangakependidikan pada tahun berjalanMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjangakependidikan pada tahun berjalanMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan laikependidikan pada tahun berjalanTidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan116. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk satu tahun terakhMembelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
  • 165. Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaranMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaranMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaranTidak membelanjakan alokasi biaya anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran117. Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.Membelanjakan dana sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaanMembelanjakan dana sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaanMembelanjakan dana sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaanMembelanjakan dana sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaanTidak membelanjakan alokasi dana anggaran kegiatan kesiswaan118. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun terakhir.Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulisMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulisMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulisMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulisTidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat tulis119. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahunMembelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakaiMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakaiMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakaiMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakaiTidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir120. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun teMembelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakaiMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakaiMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakaiMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakaiTidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir121. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhirTidak membelanjakan biaya biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir122. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinasMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinasMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinasMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinasTidak membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas123. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujianMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujianMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
  • 166. Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujianTidak membelanjakan alokasi biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian124. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasaMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasaMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasaMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasaTidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan daya dan jasa125. Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung untuk satu tahun terakhMembelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsungMembelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsungMembelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsungMembelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsungTidak membelanjakan alokasi biaya untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung126. Biaya operasi sekolah digunakan untuk: (1) kesejahteraan warga sekolah/madrasah, (2) pengembangan guru dan tenagasarana prasarana, (4) pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, dan (5) kegiatan ketatausahaan.Selama setahun terakhir digunakan untuk 4 — 5 posSelama setahun terakhir digunakan untuk 3 posSelama setahun terakhir digunakan untuk 2 posSelama setahun terakhir digunakan hanya untuk 1 posSelama setahun terakhir belum digunakan127. Sekolah/Madrasah memungut biaya pendidikan.Seluruh siswa tidak dipungut biaya pendidikanSebanyak 1% — 25% siswa dipungut biaya pendidikanSebanyak 26% — 50% siswa dipungut biaya pendidikanSebanyak 51% — 75% siswa dipungut biaya pendidikanSebanyak 76% — 100% siswa dipungut biaya pendidikan128. Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang setiap awal tahun pelajaran.Tidak ada seorangpun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaranSebanyak 1% — 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaranSebanyak 26% — 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaranSebanyak 51% — 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaranSebanyak 76% — 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran129. Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 90% siswa kurang mampuMelaksanakan subsidi silang untuk membantu 80 — 89% siswa kurang mampuMelaksanakan subsidi silang untuk membantu 70 — 79% siswa kurang mampuMelaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampuTidak melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu130. Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahMelakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahMelakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasahMelakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
  • 167. Melakukan 4 jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah131. Pengambilan keputusan sekolah/madrasah untuk menarik atau tidak menarik dana dari masyarakat dilakukan dengan mpenyelenggara pendidikan/ yayasan, (2) kepala sekolah/madrasah, (3) komite sekolah/madrasah, (4) perwakilan guru, dan (5)kependidikan.Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 4 unsur yang terkait atau lebihPengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 3 unsur yang terkaitPengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 2 unsur yang terkaitPengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan hanya 1 unsur yang terkaitPengambilan keputusan dilakukan berdasarkan sekolah/madrasah lainnya132. Pengelolaan dana dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, danakuntabel.Dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabelDilakukan secara sistematis, transparan, dan efisien, tetapi tidak akuntabelDilakukan secara sistematis dan transparan tetapi tidak efisien dan akuntabelDilakukan secara sistematis tetapi tidak transparan, efisien, dan akuntabelTidak sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel133. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir secara berturut-turutMemiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turutMemiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir secara berturut-turutMemiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhirTidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan134. Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir secara berturut-turutMemiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir secara berturut-turutMemiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 1 tahun terakhirMemiliki pembukuan biaya operasi secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhirTidak memiliki pembukuan biaya operasional135. Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemeyayasan.Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaMembuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaMembuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaMembuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selaTidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
  • 168. KEMBALI
  • 169. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B
  • 170. C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 171. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D
  • 172. EA A B C D EA A B C D E
  • 173. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VIII. STANDAR PENILAIAN136. Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semberjalan.Sebanyak 76% — 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaSebanyak 51% — 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaSebanyak 26% — 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaSebanyak 1% — 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswaTidak ada guru yang menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa137. Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD).Sebanyak 96% — 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDSebanyak 91% — 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDSebanyak 86% — 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDSebanyak 81% — 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KDKurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD138. Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.Sebanyak 86% — 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaianSebanyak 71% — 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaianSebanyak 56% — 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaianSebanyak 41% — 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaianKurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian139. Guru menggunakan berbagai teknik penilaian.Sebanyak 86% — 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianSebanyak 71% — 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianSebanyak 56% — 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianSebanyak 41% — 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaianKurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian140. Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Sebanyak 86% — 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswaSebanyak 71% — 85% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswaSebanyak 56% — 70% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswaSebanyak 41% — 55% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswaKurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa141. Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/ komentar yang mendidik.Sebanyak 86% — 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikSebanyak 71% — 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikSebanyak 56% — 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikSebanyak 41% — 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikKurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidikGuru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Sebanyak 86% — 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranSebanyak 71% — 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
  • 174. Sebanyak 56% — 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranSebanyak 41% — 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranKurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran143. Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam benprestasi belajar siswa.Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahSebanyak 95% — 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahSebanyak 90% — 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahSebanyak 85% — 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasahKurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah144. Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilaiSebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan AgamaSebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan AgamaSebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan AgamaSebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan AgamaKurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama145. Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk makhir semester.Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan KewarganegaraanSebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan KewarganegaraanSebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan KewarganegaraanSebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan KewarganegaraanKurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan146. Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihapelajaran, guru kelas, dan kepala sekolahSekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh gkepala sekolahSekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh skepala sekolahSekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas tanpa melalui rapatSekolah/Madrasah tidak mengkoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester147. Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat.Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah, guru kelas, dan guru mata pelajaranMenentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaranMenentukan kriteria kenaikan kelas melaui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan sebagian guruKriteria kenaikan kelas ditentukan oleh kepala sekolah tanpa melalui rapatTidak ada kriteria kenaikan kelas secara jelas148. Sekolah/madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jadan kesehatan.Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelasMenentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaranMenentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guruMenentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapatDitetapkan oleh guru
  • 175. 149. Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepMenentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelasMenentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru mata pelajaranMenentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guruMenentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapatDitetapkan oleh guru150. Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku lapLaporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/wsiswa yang bersangkutanLaporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/wsiswa yang bersangkutanLaporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelatua/wali siswa dan siswa yang bersangkutanLaporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelatua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutanTidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa151. Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semesterMelaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 — 40 hari setelah akhir semesterMelaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 — 60 hari setelah akhir semesterMelaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 — 80 hari setelah akhir semesterMelaporkan pencapaian hasil belajar siswa lebih dari 80 hari setelah akhir semester152. Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas, guru mata pelajaran, dan kepala sekolah/madrasahMenentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas dan kepala sekolah/madrasah, tanpa guru mata pelajaranMenentukan kelulusan melalui rapat dihari oleh perwakilan guru dan kepala sekolah/madrasahMenentukan kelulusan tanpa melalui rapatTidak menentukan kelulusan dari satuan pendidikan153. Sekolah/Madrasah menentukan nilai rata-rata sebagai kriteria kelulusan UASBN.Lebih besar dari 6,00Antara 5,01 — 6,00Antara 4,01 — 5,00Antara 3,01 — 4,00Lebih kecil dari 3,01154. Sekolah/Madrasah menentukan nilai minimal mata pelajaran sebagai kriteria kelulusan UASBN.Lebih besar dari 5,00Antara 4,01 — 5,00Antara 3,01 — 4,00Antara 2,01 — 3,00Lebih kecil dari 2,01155. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKHsiswa yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujianAntara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujianAntara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujianAntara 22 — 28 hari setelah pengumuman hasil ujian
  • 176. Lebih dari 28 hari setelah pengumuman hasil ujian156. Sekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.Kurang dari 7 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagAntara 8 — 14 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagAntara 15 — 21 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagAntara 22 — 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/KandepagLebih dari 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag157. Sekolah/Madrasah menerima siswa baru dengan menggunakan berbagai pertimbangan.Penerimaan siswa baru hanya mempertimbangkan usiaPenerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan jarak tempat tinggalPenerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan tes masukPenerimaan siswa baru mempertimbangkan unsur usia, jarak tempat tinggal, dan sertifikat tamat TK/RAPenerimaan siswa baru tidak mempertimbangkan persyaratan apa pun
  • 177. KEMBALI
  • 178. DAFTAR PERTANYAAN VI MI NEGERI BALUNG STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDARKOMPETENSI LULUSANSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 179. ANYAAN VISITASIRI BALUNG STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKANEMBALI
  • 180. HASIL VISITASI MI NEGERI BALUNG JUMLAH NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIRNO KOMPONEN AKREDITASI BOBOT BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM BUTIR1 2 3 4 5 6 71 Standar Isi 001 - 018 18 15 4 552 Standar Proses 019 - 029 11 15 4 323 Standar Kompetensi Lulusan 030 - 046 17 13 4 54 Standar Pendidik dan Tenaga4 047 - 065 19 15 4 56 Kependidikan5 Standar Sarana dan Prasarana 066 - 090 25 11 4 776 Standar Pengelolaan 091 - 110 20 10 4 677 Standar Pembiayaan 111 - 135 25 10 4 788 Standar Penilaian Pendidikan 136 - 157 22 11 4 61 JUMLAH 157 100 32 4801 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 181. NG NILAI JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA RATUSAN 8 9 10 11 220 220 15.00 100.00 128 128 15.00 100.00 216 216 13.00 100.00 224 224 15.00 100.00 308 308 11.00 100.00 268 268 10.00 100.00 312 312 10.00 100.00 244 244 11.00 100.00 1920 1920 100.00 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK
  • 182. GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI MI NEGERI BALUNG120.00100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengelo Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 100.002 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 183. ASIn Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan a dan Prasarana Standar Pembiayaan KEMBALI
  • 184. LAPORAN HASIL VIS TK DARMA WANIT DAFTAR PERTANYAAN STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN HASIL VISITASI GRAFIKSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 185. AN HASIL VISITASI DARMA WANITA DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI, PROSES, PENILAIAN HASIL VISITASI GRAFIK STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN DAN KEMBALI PEMBIAYAAN
  • 186. HASIL PENILAIAN STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PE TK DARMA WANITA JAWABAN JAWABAN SKOR BUTIR SKOR BUTIRNO BUTIR USIA 4 - 5 USIA 5 - 6 PEROLEHAN PEROLEHAN 1 2 3 1 A A 4 4 2 A A 4 4 3 A A 4 4 4 A A 4 4 5 A A 4 4 6 A A 4 4 7 A A 4 4 8 A A 4 4 9 A A 4 4 10 A A 4 4 11 A A 4 4 JUMLAH 44 44 RATA - RATA
  • 187. AT PENCAPAIAN PERKEMBANGANA WANITA KEMBALI SKOR SKOR BOBOT BUTIR TERTIMBANG TERTIMBANG PEROLEHAN PEROLEHAN 4 4 5 4 16 16 3 12 12 3 12 12 4 16 16 4 16 16 3 12 12 3 12 12 3 12 12 3 12 12 2 8 8 3 12 12 35 140 140 140
  • 188. HASIL PENILAIAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA K TK DARMA WANITANO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 12 A 4 13 A 4 14 A 4 15 A 4 16 A 4 17 A 4 18 A 4 19 A 4 20 A 4 21 A 4 22 A 4 23 A 4 24 A 4 25 A 4 26 A 4 27 A 4 28 A 4 29 A 4 30 A 4 31 A 4 32 A 4 33 A 4 34 A 4 35 A 4 36 A 4 37 A 4 38 A 4 39 A 4 40 A 4 41 A 4 42 A 4 43 A 4 44 A 4 45 A 4 46 A 4 47 A 4 48 A 4 49 A 4 50 A 4 51 A 4 52 A 4
  • 189. 53 A 454 A 455 A 456 A 457 A 4 JUMLAH 184
  • 190. R PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANK DARMA WANITA KEMBALI BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 4 5 4 16 2 8 3 12 4 16 3 12 3 12 3 12 2 8 4 16 3 12 2 8 4 16 4 16 2 8 4 16 2 8 2 8 3 12 3 12 2 8 3 12 3 12 3 12 2 8 2 8 4 16 3 12 4 16 2 8 2 8 3 12 3 12 2 8 4 16 3 12 4 16 4 16 2 8 4 16 3 12 4 16
  • 191. 3 12 3 12 2 8 2 8 1 4134 536
  • 192. HASIL PENILAIAN STANDAR ISI, PROSES, PENILAIAN TK DARMA WANITANO BUTIR JAWABAN BOBOT BUTIR 1 2 4 58 A 4 59 A 3 60 A 3 61 A 2 62 A 2 63 A 2 64 A 3 65 A 2 66 A 4 67 A 2 68 A 3 69 A 3 70 A 3 71 A 2 72 A 3 73 A 3 74 A 4 75 A 2 76 A 2 77 A 3 78 A 3 79 A 2 80 A 4 81 A 3 82 A 2 83 A 3 84 A 2 85 A 3 86 A 2 87 A 2 88 A 2 JUMLAH 83
  • 193. NDAR ISI, PROSES, PENILAIANRMA WANITA KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 8 8 8 12 8 16 8 12 12 12 8 12 12 16 8 8 12 12 8 16 12 8 12 8 12 8 8 8 332
  • 194. HASIL PENILAIAN STANDAR S PRASARANA, PENGELOLAAN DAN PEMBIAYAAN TK DARMA WANITA NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 89 A 4 4 90 A 4 3 91 A 4 4 92 A 4 4 93 A 4 3 94 A 4 1 95 A 4 4 96 A 4 3 97 A 4 2 98 A 4 4 99 A 4 3 100 A 4 3 101 A 4 3 102 A 4 3 103 A 4 1 104 A 4 4 105 A 4 3 JUMLAH 68 52
  • 195. STANDAR SARANA DANAN PEMBIAYAAN KEMBALIITA SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 16 16 12 4 16 12 8 16 12 12 12 12 4 16 12 208
  • 196. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 197. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 198. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C
  • 199. D EA A B C D EA A B C D E
  • 200. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGANA. UMUR 4 — 5 TAHUN1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama2. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar.Sebanyak 81% — 100 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasarSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasarSebanyak 41% — 60 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasarSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasarKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar3. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halusSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halusSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halusSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halusKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dberat badanSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi daberat badanSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi daberat badanSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi daberat badanKurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaianantara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan berabadan5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sainSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sainSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sainSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sainKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan polaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan polaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan polaSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan polaKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
  • 201. 7. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufKurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa.Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasaSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasaKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan.Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganB. USIA 5 — 6 TAHUN1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agamaKurang dari 21% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama2. Peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasarSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasarSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasarSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasarKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
  • 202. 3. Peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halusSebanyak 60% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halusSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halusSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halusKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dberat badanSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi daberat badanSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi daberat badanSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi daberat badanKurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan berabadan5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konseppengetahuan umum dan sainsSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sainsSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sainsSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sainsKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan polaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan polaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan polaSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan polaKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola7. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufSebanyak 21 % — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan hurufKurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasaKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa.Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasaSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasaSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
  • 203. Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasaKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan.Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraanKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan.Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganSebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganSebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganSebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkunganKurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
  • 204. KEMBALI
  • 205. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D
  • 206. EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 207. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 208. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A
  • 209. B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 210. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C
  • 211. D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A
  • 212. BCDE
  • 213. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANA. Guru TK/RA12. Guru TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV).Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikoloyang diperoleh dari program studi yang terakreditasiMemiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini ataupsikoloyang diperoleh dari program studi yang tidak terakreditasiMemiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) kependidikan tetapi bukan dari bidang anak usia dinatau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasiMemiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) nonkependidikanTidak memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV)13. Guru TK/RA menguasai aspek-aspek karakteristik peserta didik.Menguasai 6 aspek karakteristik peserta didikMenguasai 5 aspek karakteristik peserta didikMenguasai 4 aspek karakteristik peserta didikMenguasai 3 aspek karakteristik peserta didikMenguasai 1—2 aspek karakteristik peserta didik14. Guru TK/RA menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.Dalam 1 tahun terakhir terlibat lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogikDalam 1 tahun terakhir terlibat 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogikDalam 1 tahun terakhir terlibat 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogikDalam 1 tahun terakhir terlibat 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogikDalam 1 tahun terakhir terlibat kurang dari 2 kali peningkatan kompetensi pedagogik15. Guru mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan.Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana KegiatanHarian secara lengkap selama 1 tahunMengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana KegiatanHarian secara lengkap selama 1 semesterMengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan MingguanMengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan SemesterTidak mengembangkan kurikulum16. Guru TK/RA menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak lebih dari 9 kaliSelama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 8 — 9 kaliSelama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 6 — 7 kaliSelama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 4 — 5 kaliSelama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak kurang dari 4 kali17. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatanpengembangan melalui bermain yang mendidik.Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak lebih dari 9 kaliSelama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 8 — 9 kaliSelama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 6 — 7 kaliSelama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 4 — 5 kali
  • 214. Selama 1 semester, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak kurang dari 4 kali18. Guru TK/RA memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikiSelama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak lebih dari 9 kaliSelama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 8 — 9 kaliSelama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 6 — 7 kaliSelama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 4 — 5 kaliSelama 1 semester, melatih kreativitas anak didik sebanyak kurang dari 4 kali19. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.Mampu melakukan 4 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didikMampu melakukan 3 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didikMampu melakukan 2 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didikMampu melakukan 1 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didikTidak mampu melakukan komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik20. Guru TK/RA menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar.Menyelenggarakan lebih dari 4 jenis penilaianMenyelenggarakan 4 jenis penilaianMenyelenggarakan 3 jenis penilaianMenyelenggarakan 2 jenis penilaianMenyelenggarakan 1 jenis penilaian21. Guru TK/RA memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pembelajaran.Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kali tindak lanjutDalam 1 semester melakukan 3 kali tindak lanjutDalam 1 semester melakukan 2 kali tindak lanjutDalam 1 semester melakukan 1 kali tindak lanjutTidak memanfaatkan hasil penilaian22. Guru TK/RA melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran melalui bermain.Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaranDalam 1 semester melakukan 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaranDalam 1 semester melakukan 2 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaranDalam 1 semester melakukan 1 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaranTidak melakukan kegiatan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran23. Guru TK/RA bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran peraturan TK/RADalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran peraturan TK/RADalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran peraturan TK/RADalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran peraturan TK/RADalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran peraturan TK/RA24. Guru TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.Selama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria baikSelama 4 tahun terakhir, 1 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidikSelama 4 tahun terakhir, 2 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidikSelama 4 tahun terakhir, 3 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidikSelama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
  • 215. 25. Guru TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.Menampilkan 5 unsur kematangan pribadiMenampilkan 4 unsur kematangan pribadiMenampilkan 3 unsur kematangan pribadiMenampilkan 2 unsur kematangan pribadiMenampilkan 1 unsur kematangan pribadi26. Guru TK/RA menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi pendidik, dan rasa percaya diri.Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahunMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semesterMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkapMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkapLaporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap27. Guru TK/RA menjunjung tinggi kode etik profesi.Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran kode etik profesiDalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran kode etik profesiDalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran kode etik profesiDalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran kode etik profesiDalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran kode etik profesi28. Guru TK/RA bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif.Dalam 1 semester melakukan lebih dari 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikulturalDalam 1 semester melakukan 6 — 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikulturalDalam 1 semester melakukan 4 — 5 kali pembelajaran dengan pendekatan multikulturalDalam 1 semester melakukan 2 — 3 kali pembelajaran dengan pendekatan multikulturalDalam 1 semester melakukan kurang dari 2 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural29. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, danmasyarakat.Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, guru dan komite TK/RA, serta pertemuan antara guru danorangtua siswaAdanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, serta guru dan komite TK/RAAdanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala TK/RAAdanya rapat dewan guruTidak pernah diadakan rapat30. Guru TK/RA beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budayMampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikutilebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkunganMampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 — 8 kali dalam kegiatan lingkunganMampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkunganMampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkunganTidak mampu menggunakan bahasa daerah31. Guru TK/RA berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 8 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lainDalam 1 tahun mengikuti 6 — 8 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lainDalam 1 tahun mengikuti 4 — 5 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lainDalam 1 tahun mengikuti 2 — 3 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lainDalam 1 tahun mengikuti kurang dari 2 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
  • 216. 32. Guru TK/RA menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan sebagai bagian kompetensi profesional.Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional.Dalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesionalDalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesionalDalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesionalDalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional33. Guru TK/RA menguasai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) bidang pengembangan.Menguasai 5 bidang pengembanganMenguasai 4 bidang pengembanganMenguasai 3 bidang pengembanganMenguasai 2 bidang pengembanganMenguasai 1 bidang pengembangan34. Guru TK/RA mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.Selama 1 semester mengembangkan lebih dari 9 media pembelajaran hasil kreativitas guruSelama 1 semester mengembangkan 7 — 9 media pembelajaran hasil kreativitas guruSelama 1 semester mengembangkan 4 — 6 media pembelajaran hasil kreativitas guruSelama 1 semester mengembangkan 1 — 3 kali media pembelajaran hasil kreativitas guruTidak pernah mengembangkan media pembelajaran hasil kreativitas guru35. Guru TK/RA mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan.Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak lebih dari 3 kaliDalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 3 kaliDalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 kaliDalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 1 kaliDalam 2 tahun terakhir tidak pernah melakukan penelitian tindakan kelas36. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.Selama 1 semester memanfaatkan internet lebih dari 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diriSelama 1 semester memanfaatkan internet 7 — 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diriSelama 1 semester memanfaatkan internet 4 — 6 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diriSelama 1 semester memanfaatkan internet 1 — 3 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diriTidak pernah memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dan mengembangkan diriB. Guru Pendamping TK/RA37. Guru pendamping TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan.Memiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang terakreditaatau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA minimal 5 tahunMemiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang tidakterakreditasi, atau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA antara 3 — 4 tahMemiliki ijazah SMA/sederajat tetapi tidak memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA dan berpengalaman sebagaiguru pendamping TK/RA antara 1 — 2 tahunMemiliki ijazah SMA/sederajat tidak berpengalaman sebagai guru TK/RA dan berpengalaman kurang dari 3 tahun sebagai gurpendamping TK/RAMemiliki ijazah SMP/sederajat38. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak.Dalam buku supervisi rata-rata tidak terdapat catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikoloanak
  • 217. Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 1 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologisanakDalam buku supervisi rata-rata terdapat 2 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologisanakDalam buku supervisi rata-rata terdapat 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologisanakDalam buku supervisi rata-rata terdapat lebih dari 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhanpsikologis anak39. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma agama, budaya dan keyakinan anak.Semua guru pendamping bertindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlakuAda guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku dan telah dikenai sanksi yang sepadanseperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkanAda guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun diberi kesempatan memperbaikdan dilakukan pembinaanAda guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun hanya diberikan peringatan tertuAda guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun tidak diberikan sanksi apa pun40. Guru pendamping TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur (jujur dan bertanggung jawab).Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahunMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semesterMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkapMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkapLaporan harian, mingguan, bulanan, dan semester, tetapi semuanya tidak lengkap41. Guru pendamping TK/RA menguasai tahapan perkembangan anak sebagai bagian kompetensi profesional.Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesionalDalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesionalDalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesionalDalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesionalDalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional42. Guru pendamping TK/RA menguasai pertumbuhan dan perkembangan anak.Selama 1 semester melakukan lebih dari 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,sosial-emosi, dan moral agamaSelama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,sosialemosi, dan moral agamaSelama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,sosialemosi, dan moral agamaSelama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,sosialemosi, dan moral agamaSelama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasasosial-emosi, dan moral agama43. Guru pendamping TK/RA memahami pemberian rangsangan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan.Dalam 1 minggu memberikan 6 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembanganDalam 1 minggu memberikan 5 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembanganDalam 1 minggu memberikan 4 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembanganDalam 1 minggu memberikan 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembanganDalam 1 minggu memberikan kurang dari 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan44. Guru pendamping TK/RA membangun kerjasama dengan orang tua dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan an
  • 218. Selama 1 semester melakukan lebih dari 9 kali kerjasama dengan orang tuaSelama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kerjasama dengan orang tuaSelama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kerjasama dengan orang tuaSelama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kerjasama dengan orang tuaSelama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kerjasama dengan orang tua45. Guru pendamping TK/RA menyusun program kegiatan.Memiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1tahunMemiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1semesterMemiliki Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan MingguanMemiliki Program Kegiatan SemesterTidak memiliki progam kegiatan46. Guru pendamping TK/RA melaksanakan proses pengasuhan dan pendidikan.Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahunMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semesterMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkapMemiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkapLaporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap47. Guru pendamping TK/RA melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pengasuhan dan pendidikan.Melaksanakan 5 jenis kegiatan penilaianMelaksanakan 4 jenis kegiatan penilaianMelaksanakan 3 jenis kegiatan penilaianMelaksanakan 2 jenis kegiatan penilaianMelaksanakan 1 jenis kegiatan penilaian48. Guru pendamping TK/RA mampu beradaptasi dengan lingkungan TK/RA dan masyarakat.Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti lebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkunganMampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 —8 kali dalam kegiatan lingkunganMampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkunganMampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkunganTidak mampu menggunakan bahasa daerah setempat49. Guru pendamping TK/RA mengkomunikasikan program pembelajaran kepada orangtua peserta didik.Dalam 1 semester rata-rata sebanyak lebih dari 4 kaliDalam 1 semester rata-rata sebanyak 4 kaliDalam 1 semester rata-rata sebanyak 3 kaliDalam 1 semester rata-rata sebanyak 2 kaliDalam 1 semester rata-rata sebanyak 1 kaliC. Kepala TK/RA50. Kepala TK/RA memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dan memenuhi 5 kualifikasilainnya.Memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi terakreditasi dan memenuhi 4 —kualifikasi lainnyaMemiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi yang belum terakreditasi danmemenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnyaMemiliki ijazah Diploma II PGTK/RA dan memenuhi 4 — 5 kualifikasi lainnya
  • 219. Memiliki ijazah Diploma II PGTK/RA dan memenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnyaMemiliki ijazah di bawah Diploma II PGTK/RA51. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kepribadian.Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RADalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RADalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RADalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RADalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA52. Kepala TK/RA memiliki kompetensi manajerial.Menyelenggarakan 7 — 8 kegiatan pengembangan lembagaMenyelenggarakan 5 — 6 kegiatan pengembangan lembagaMenyelenggarakan 3 — 4 kegiatan pengembangan lembagaMenyelenggarakan 1 — 2 kegiatan pengembangan lembagaTidak menyelenggarakan kegiatan pengembangan lembaga53. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kewirausahaan.Mengelola lebih dari 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didikMengelola 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didikMengelola 3 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didikMengelola 1 — 2 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didikTidak memiliki kompetensi kewirausahaan54. Kepala TK/RA melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi.Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasiDalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasiDalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasiDalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasiDalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi55. Kepala TK/RA mempunyai kompetensi sosial.Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan sosialDalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan sosialDalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan sosialDalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan sosialDalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan sosialD. Tenaga administrasi56. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik SMA atau yang sederajat dan memiliki keterampilan lain yangsesuai.Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat, memiliki kemampuan aplikasi komputer, dan memiliki kemampuan pembukudan kesekretariatanMemiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan pembukuan dan kesekretariatanMemiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan aplikasi komputerMemiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat tetapi tidak memiliki keterampilan lain yang sesuaiMemiliki kualifikasi akademik di bawah SMA atau sederajat57. Tenaga administrasi melaksanakan tugas pokok sesuai dengan kualifikasinya.Melaksanakan lebih dari 4 tugas pokok
  • 220. Melaksanakan 4 tugas pokokMelaksanakan 3 tugas pokokMelaksanakan 2 tugas pokokMelaksanakan 1 tugas pokok
  • 221. KEMBALI
  • 222. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D
  • 223. EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 224. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C
  • 225. D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B
  • 226. C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 227. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR ISI, PROSES, DAN PENILAIANA. STANDAR ISI58. Struktur program kegiatan di TK/RA mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangankemampuan dasar melalui pembiasaan.Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidangpengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaanSebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidangpengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaanSebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidangpengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaanSebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidangpengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaanKurang dari 21% Struktur Program Kegiatan disusun mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidangpengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan59. TK/RA menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembangan.Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembanganMenjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 4 lingkup pengembanganMenjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 3 lingkup pengembanganMenjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 2 lingkup pengembanganMenjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 1 lingkup pengembangan60. TK/RA menyusun Struktur Program Kegiatan secara terpadu dengan pendekatan tematik.Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematikSebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematikSebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematikSebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematikKurang dari 21% Struktur Program Kegiatan yang disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik61. Alokasi waktu belajar kelompok usia 4 — 6 tahun di TK/RA diselenggarakan sesuai dengan ketentuan BSNP.Diselenggarakan 900 menit atau lebih permingguDiselenggarakan antara 850—899 menit permingguDiselenggarakan antara 840—849 menit permingguDiselenggarakan antara 830—839 menit permingguDiselenggarakan kurang dari 830 menit perminggu62. TK/RA memiliki rombongan belajar dengan jumlah peserta didik sesuai ketentuan.Rasio guru dengan peserta didik 1 : 20 atau lebih kecilRasio guru dengan peserta didik 1 : 21— 22Rasio guru dengan peserta didik 1 : 23—14Rasio guru dengan peserta didik 1 : 25—26Rasio guru dengan peserta didik 1 : 27 atau lebih besar63. TK/RA memiliki kalender pendidikan untuk pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun.Memuat 5 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaranMemuat 4 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaranMemuat 3 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaranMemuat 2 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
  • 228. Memuat 1 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaranB. Standar Proses64. TK/RA mengembangkan rencana pembelajaran.Rata-rata setiap bulan terdapat lebih dari 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)Rata-rata setiap bulan terdapat 16 — 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)Rata-rata setiap bulan terdapat 11—15 Rencana Kegiatan Harian (RKH)Rata-rata setiap bulan terdapat 6 —10 Rencana Kegiatan Harian (RKH)Rata-rata setiap bulan terdapat kurang dari 6 Rencana Kegiatan Harian (RKH)65. TK/RA menerapkan 5 prinsip pembelajaran.Menerapkan 5 prinsip pembelajaranMenerapkan 4 prinsip pembelajaranMenerapkan 3 prinsip pembelajaranMenerapkan 2 prinsip pembelajaranMenerapkan 1 prinsip pembelajaran66. TK/RA mengorganisasikan perencanaan pembelajaran.Mengorganisasikan 5 aspek perencanaan pembelajaranMengorganisasikan 4 aspek perencanaan pembelajaranMengorganisasikan 3 aspek perencanaan pembelajaranMengorganisasikan 2 aspek perencanaan pembelajaranMengorganisasikan 1 aspek perencanaan pembelajaran67. Penataan lingkungan bermain mampu menciptakan suasana: (1) aman, (2) nyaman, (3) bersih, (4) sehat, dan (5) menarikMampu menciptakan 5 suasana bermainMampu menciptakan 4 suasana bermainMampu menciptakan 3 suasana bermainMampu menciptakan 2 suasana bermainMampu menciptakan 1 suasana bermain68. Alat Permainan Edukatif (APE) memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telahdirencanakan.Sebanyak 81% — 100% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telahdirencanakanSebanyak 61% — 80% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telahdirencanakanSebanyak 41% — 60% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telahdirencanakanSebanyak 21% — 40% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telahdirencanakanKurang dari 21% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan69. Alat Permainan Edukatif (APE) dirancang dengan memanfaatkan lingkungan.Sebanyak 81% — 100% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkunganSebanyak 61% — 80% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkunganSebanyak 41% — 60% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkunganSebanyak 21% — 40% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkunganKurang dari 21% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan70. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar ruangan.
  • 229. Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 16 atau lebih Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yasesuai dengan tema pembelajaranDalam 1 bulan terakhir sebanyak 13 — 15 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatanyangsesuai dengan tema pembelajaranDalam 1 bulan terakhir sebanyak 11 — 12 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yangsesuai dengan tema pembelajaranDalam 1 bulan terakhir sebanyak 8 — 10 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yang sesdengan tema pembelajaranDalam 1 bulan terakhir sebanyak kurang dari 8 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yasesuai dengan tema pembelajaran71. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan.Memiliki lebih dari 4 ciri pembelajaran yang menyenangkanMemiliki 4 ciri pembelajaran yang menyenangkanMemiliki 3 ciri pembelajaran yang menyenangkanMemiliki 2 ciri pembelajaran yang menyenangkanHanya memiliki 1 ciri pembelajaran yang menyenangkan72. TK/RA mengorganisasikan pengelolaan kegiatan pembelajaran.Melaksanakan sebanyak lebih dari 3 bentuk kegiatan pengorganisasianMelaksanakan sebanyak 3 bentuk kegiatan pengorganisasianMelaksanakan sebanyak 2 bentuk kegiatan pengorganisasianMelaksanakan sebanyak 1 bentuk kegiatan pengorganisasianTidak melaksanakan kegiatan pengorganisasian73. Dalam pelaksanaan program, TK/RA melibatkan orangtua/keluarga peserta didikDalam 1 tahun terakhir sebanyak lebih dari 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didikDalam 1 tahun terakhir sebanyak 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didikDalam 1 tahun terakhir sebanyak 2 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didikDalam 1 tahun terakhir sebanyak 1 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didikDalam 1 tahun terakhir pelaksanaan program tidak pernah melibatkan orang tua/keluarga peserta didikC. Standar Penilaian74. TK/RA melaksanakan teknik-teknik penilaian.Melaksanakan lebih dari 4 teknik penilaianMelaksanakan 4 teknik penilaianMelaksanakan 3 teknik penilaianMelaksanakan 2 teknik penilaianMelaksanakan 1 teknik penilaian75. TK/RA melaksanakan penilaian yang mencakup seluruh tingkat pencapaian perkembangan peserta didik.Melaksanakan lebih dari 4 lingkup penilaianMelaksanakan 4 lingkup penilaianMelaksanakan 3 lingkup penilaianMelaksanakan 2 lingkup penilaianMelaksanakan 1 lingkup penilaian76. TK/RA melakukan penilaian mencakup data tentang status kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan.Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 4 atau lebih semester terakhirMemiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 3 semester terakhirMemiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 2 semester terakhir
  • 230. Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 1 semester terakhirTidak memiliki data penilaian77. TK/RA melaksanakan proses penilaian secara berkala, intensif, bermakna, menyeluruh, dan berkelanjutan.Melaksanakan proses penilaian secara harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan semesterMelaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semesterMelaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, dan akhir semesterMelaksanakan proses penilaian secara bulanan dan akhir semesterMelaksanakan proses penilaian pada akhir semester saja78. TK/RA melaksanakan pengamatan pada saat anak beraktivitas selama di TK/RA.Sebanyak 81% — 100% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RASebanyak 61% — 80% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RASebanyak 41% — 60% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RASebanyak 21% — 40% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RAKurang dari 21% anak yang diamati saat beraktivitas selama di TK/RA79. TK/RA secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan anak termasuk kebutuhan khusus.Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 4 dokumenSecara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 3 dokumenSecara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 2 dokumenSecara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 1 dokumenTidak pernah mengkaji ulang catatan perkembangan80. TK/RA melakukan komunikasi dengan orangtua.Dalam 1 semester melakukan lebih dari 4 kali komunikasi dengan orangtuaDalam 1 semester melakukan 4 kali komunikasi dengan orangtuaDalam 1 semester melakukan 3 kali komunikasi dengan orangtuaDalam 1 semester melakukan 2 kali komunikasi dengan orangtuaDalam 1 semester melakukan 1 kali komunikasi dengan orangtua81. TK/RA memonitor semua aspek tingkat pencapaian perkembangan anak.Memonitor 5 aspek tingkat pencapaian perkembangan anakMemonitor 4 aspek tingkat pencapaian perkembangan anakMemonitor 3 aspek tingkat pencapaian perkembangan anakMemonitor 2 aspek tingkat pencapaian perkembangan anakMemonitor 1 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak82. TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia.TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap hari, mingguan, bulanantengah semester, dan semester.TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap mingguan, bulanan, tengsemester, dan semesterTK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap bulanan, tengah semestdan semesterTK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap tengah semester dansemesterTK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap semester83. TK/RA mengelola hasil penilaian dan melaporkan kepada orang tua/keluarga peserta didik.Dalam 1 semester melaporkan lebih dari 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didikDalam 1 semester melaporkan 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
  • 231. Dalam 1 semester melaporkan 3 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didikDalam 1 semester melaporkan 2 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didikDalam 1 semester melaporkan 1 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik84. TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk meningkatkan kompetensi diri (guru dan guru pendamping).Sebanyak 81% — 100% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendampingSebanyak 61% — 80% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendampingSebanyak 41% — 60% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendampingSebanyak 21% — 40% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendampingKurang dari 21% hasil penilaian yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping85. Guru TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk memperbaiki program.Menggunakan hasil penilaian untuk lebih dari 4 jenis perbaikanMenggunakan hasil penilaian untuk 4 jenis perbaikanMenggunakan hasil penilaian untuk 3 jenis perbaikanMenggunakan hasil penilaian untuk 2 jenis perbaikanMenggunakan hasil penilaian untuk 1 jenis perbaikan86. TK/RA mengadakan pertemuan dengan orangtua/keluarga anak untuk mendiskusikan dan melakukan tindak lanjut kemajuperkembangan anak.Dalam 1 semester mengadakan lebih dari 4 kali pertemuanDalam 1 semester mengadakan 4 kali pertemuanDalam 1 semester mengadakan 3 kali pertemuanDalam 1 semester mengadakan 2 kali pertemuanDalam 1 semester mengadakan 1 kali pertemuan87. TK/RA merujuk anak yang memiliki keterlambatan perkembangan pada ahlinya melalui orang tua.Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinyaSebanyak 61% — 80% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinyaSebanyak 41% — 60% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinyaSebanyak 21% — 40% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinyaKurang dari 21% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya88. TK/RA melakukan tindak lanjut untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam program pelayanan.Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layananSebanyak 61% — 80% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layananSebanyak 41% — 60% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layananSebanyak 21% — 40% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layananKurang dari 21% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
  • 232. KEMBALI
  • 233. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 234. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 235. A A B C D EA A B C D EA A B C D EA A B C D E
  • 236. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN, DAN PEMBIAYAANA. Standar Sarana dan Prasarana89. Tersedia Alat Permainan Edukatif (APE) yang memenuhi 3 (tiga) prinsip.Memenuhi 3 prinsip APEMemenuhi 2 prinsip APEMemenuhi 1 prinsip APETidak memenuhi prinsip APETidak memiliki APE90. TK/RA memiliki luas lahan sesuai dengan standar.Memiliki lahan seluas 300m2 atau lebihMemiliki lahan seluas 250—299m2Memiliki lahan seluas 200—249m2Memiliki lahan seluas 150—199m2Memiliki lahan seluas kurang dari 150m291. TK/RA memiliki sejumlah ruang sesuai dengan kebutuhan kegiatan anak.Memiliki 5 atau lebih jenis ruanganMemiliki 4 jenis ruanganMemiliki 3 jenis ruanganMemiliki 2 jenis ruanganMemiliki 1 jenis ruangan92. TK/RA memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrik.Memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrikMemiliki alat permainan edukatif buatan guru dan buatan anakMemiliki alat permainan edukatif buatan anak dan buatan pabrikemiliki alat permainan edukatif buatan pabrik sajaTidak memiliki alat permainan edukatif93. TK/RA memiliki fasilitas permainan baik di dalam dan di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep.Memiliki 81% — 100% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsepMemiliki 61% — 80% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsepMemiliki 41% — 60% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsepMemiliki 21% — 40% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsepMemiliki kurang dari 21% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep94. TK/RA memiliki peralatan pendukung untuk menunjang keaksaraan.Memiliki lebih dari 4 jenis peralatan pendukungMemiliki 4 jenis peralatan pendukungMemiliki 3 jenis peralatan pendukungMemiliki 2 jenis peralatan pendukungMemiliki 1 jenis peralatan pendukungB. Standar Pengelolaan95. TK/RA memiliki visi-misi lembaga.
  • 237. Memiliki visi-misi, mudah dipahami, dan disosialisasikan secara luasMemiliki visi-misi, mudah dipahami, dan telah disosialisasikan secara terbatasMemiliki visi-misi, mudah dipahami, tetapi belum disosialisasikanMemiliki visi-misi, tetapi sulit dipahami, dan tidak disosialisasikanTidak memiliki visi-misi yang jelas96. TK/RA telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikanMerumuskan dan menetapkan tujuan, tetapi sulit dipahami dan tidak disosialisasikanTidak merumuskan dan menetapkan tujuan97. Penyusunan visi, misi, dan tujuan TK/RA dilakukan oleh kepala TK/RA dengan melibatkan unsur-unsur terkait yang relevaMelibatkan lebih dari 3 unsurMelibatkan 3 unsurMelibatkan 2 unsurMelibatkan 1 unsurTidak melibatkan unsur lain98. TK/RA mengadministrasikan kegiatan.Mengadministrasikan lebih dari 3 jenis kegiatanMengadministrasikan 3 jenis kegiatanMengadministrasikan 2 jenis kegiatanMengadministrasikan 1 jenis kegiatanTidak mengadministrasikan kegiatan99. TK/RA mengelola sumber belajar/media pembelajaran.Melakukan lebih dari 4 kegiatan pengelolaan sumber belajarMelakukan 4 kegiatan pengelolaan sumber belajarMelakukan 3 kegiatan pengelolaan sumber belajarMelakukan 2 kegiatan pengelolaan sumber belajarMelakukan 1 kegiatan pengelolaan sumber belajar100. TK/RA melaksanakan pengawasan dan evaluasi programSebanyak 81% — 100% program dilakukan pengawasan dan evaluasiSebanyak 61% — 80% program dilakukan pengawasan dan evaluasiSebanyak 41% — 60% program dilakukan pengawasan dan evaluasiSebanyak 21% — 40% program dilakukan pengawasan dan evaluasiKurang dari 21% program dilakukan pengawasan dan evaluasiC. Standar Pembiayaan101. TK/RA memiliki biaya investasi.Membelanjakan 81% — 100% dari alokasi anggaran untuk investasiMembelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk investasiMembelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk investasiMembelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk investasiMembelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk investasi102. TK/RA memiliki biaya operasional
  • 238. Membelanjakan 81% — 100% dari alokasi anggaran untuk operasionalMembelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk operasionalMembelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk operasionalMembelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk operasionalMembelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk operasional103. TK/RA memungut biaya personalMemungut 1 jenis biaya personalMemungut 2 jenis biaya personalMemungut 3 jenis biaya personalMemungut 4 jenis biaya personalMemungut lebih dari 4 jenis biaya personal104. Sumber dana digali pengelola melalui berbagai cara yang tidak bertentangan dengan aturan dan mencukupi untuk berbakegiatan.Mencukupi untuk membiayai lebih dari 3 aspekMencukupi untuk membiayai 3 aspekMencukupi untuk membiayai 2 aspekMencukupi untuk membiayai 1 aspekTidak mencukupi untuk membiyai 1 aspek.105. TK/RA melaksanakan pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai mekanisme dan aturan yang dimiliki lembaga.Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan peraturanMelaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan peraturanMelaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban tetapi dengan melaksanakan penyesuaian peraturanMelaksanakan sebagian mekanisme pengawasan, tetapi tidak menyusun pertanggungjawabanTidak melaksanakan mekanisme pengawasan dan tidak membuat pertanggungjawaban sesuai peraturan
  • 239. KEMBALI
  • 240. DAFTAR PERTANYAAN VISI TK DARMA WANITA STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGANSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 241. ANYAAN VISITASIMA WANITA STANDAR ISI, PROSES, PENILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN DANEMBALI PEMBIAYAAN
  • 242. HASIL VISITASI TK DARMA WANITA NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIRNO KOMPONEN AKREDITASI BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM1 2 3 4 5 6 Standar Tingkat Pencapaian1 001 - 011 11 10 4 Perkembangan Standar Pendidik dan Tenaga2 012 - 057 46 30 4 Kependidikan3 Standar Isi, Proses, Penilaian 058 - 088 31 30 4 Standar Sarana dan Prasarana,4 089 - 105 17 30 4 Pengelolaan, dan Pembiayaan JUMLAH 105 100 161 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A
  • 243. ISITASIA WANITA NILAI JUMLAH JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN BOBOT TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI BUTIR MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA RATUSAN 7 8 9 10 11 35 140 140 10.00 100.00 134 536 536 30.00 100.00 83 332 332 30.00 100.00 52 208 208 30.00 100.00 304 1216 1216 100.00AKREDITASI 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK
  • 244. GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI TK DARMA WANITA120.00100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sa Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Standar Isi, Proses, Penilaian1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 245. AKREDITASIANITA Standar Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, dan PembiayaanStandar Isi, Proses, Penilaian 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK
  • 246. LAPORAN HASIL VISIT MA NEGERI JEMBER DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDARKOMPETENSI LULUSAN GRAFIKSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 247. N HASIL VISITASINEGERI JEMBER DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDAR GRAFIK PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN KEMBALI
  • 248. HASIL PENILAIAN STANDARD ISI MA NEGERI JEMBER KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 1 B 3 2 D 1 3 E 0 4 E 0 5 E 0 6 E 0 7 E 0 8 E 0 9 E 0 10 E 0 11 E 0 12 E 0 13 C 2 14 A 4 15 E 0 JUMLAH 10
  • 249. KEMBALI
  • 250. HASIL PENILAIAN STANDARD PROSES MA NEGERI JEMBER KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 16 A 4 17 A 4 18 A 4 19 A 4 20 A 4 21 A 4 22 A 4 23 A 4 24 A 4 25 A 4 JUMLAH 40
  • 251. KEMBALI
  • 252. HASIL PENILAIAN STANDARD KOMPETENSI LULUSAN MA NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN 1 2 26 A 27 A 28 A 29 A 30 A 31 A 32 A 33 A 34 A 35 A 36 A 37 A 38 A 39 A 40 A 41 A 42 A 43 A 44 A 45 A 46 A 47 A 48 A 49 A 50 A JUMLAH
  • 253. AN STANDARD KOMPETENSI LULUSANA NEGERI JEMBER KEMBALI SKOR BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100
  • 254. HASIL PENILAIAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MA NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN 1 2 51 A 52 A 53 A 54 A 55 A 56 A 57 A 58 A 59 A 60 A 61 A 62 A 63 A 64 A 65 A 66 A 67 A 68 A 69 A 70 A JUMLAH
  • 255. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALIMA NEGERI JEMBER SKOS BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80
  • 256. HASIL PENILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA MA NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN 1 2 71 A 72 A 73 A 74 A 75 A 76 A 77 A 78 A 79 A 80 A 81 A 82 A 83 A 84 A 85 A 86 A 87 A 88 A 89 A 90 A 91 A 92 A 93 A 94 A 95 A 96 A 97 A 98 A 99 A 100 A JUMLAH
  • 257. NILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA MA NEGERI JEMBER KEMBALI SKOR BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 120
  • 258. HASIL PENILAIAN STANDAR PENGELOLAAN MA NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN 1 2 101 A 102 A 103 A 104 A 105 A 106 A 107 A 108 A 109 A 110 A 111 A 112 A 113 A 114 A 115 A 116 A 117 A 118 A 119 A 120 A JUMLAH
  • 259. ILAIAN STANDAR PENGELOLAANMA NEGERI JEMBER KEMBALI SKOR BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80
  • 260. HASIL PENILAIAN STANDAR PEMBIAYAAN MA NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 121 A 4 122 A 4 123 A 4 124 A 4 125 A 4 126 A 4 127 A 4 128 A 4 129 A 4 130 A 4 131 A 4 132 A 4 133 A 4 134 A 4 135 A 4 136 A 4 137 A 4 138 A 4 139 A 4 140 A 4 141 A 4 142 A 4 143 A 4 144 A 4 145 A 4 JUMLAH 100
  • 261. KEMBALI
  • 262. HASIL PENILAIAN STANDAR PENILAIAN MA NEGERI JEMBER KEMBALINO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 146 C 2 147 C 2 148 C 2 149 D 1 150 D 1 151 D 1 152 A 4 153 A 4 154 A 4 155 A 4 156 A 4 157 A 4 158 A 4 159 A 4 160 A 4 161 A 4 162 A 4 163 A 4 164 A 4 165 A 4 JUMLAH 65
  • 263. KEMBALI
  • 264. 1 AB B C D E 2 A B CD D E 3 A B C DE E 4 A B C DE E 5 A B C DE E 6 A B C
  • 265. DE E 7 A B C DE E 8 A B C DE E 9 A B C DE E 10 A B C DE E 11 A B C DE E 12
  • 266. A B C DE E 13 A BC C D E 14A A B C D E 15 A B C DE E
  • 267. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISISekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) komponen muatan KTSP.Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 (tujuh) komponen muatan KTSP.Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 (enam) atau kurang komponen muatan KTSP.Tidak melaksanakan KTSP.Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikuludibuat oleh BSNP.Bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.Bersama representasi guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikanBersama representasi guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.Bersama representasi guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikTidak mengembangkan kurikulum.Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 7 (tujuh) tahap penyusunan.Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 5 (lima) atau 6 (enam) tahap penyusunan.Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 3 (tiga) atau 4 (empat) tahap penyusunan.Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 1 (satu) atau 2 (dua) tahap penyusunan.Tidak mengembangkan kurikulum.Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembpendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembpendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembdan pendayagunaan kondisi alam.Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layananpembelajaran.Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran.Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut.Sekolah/Madrasah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa pihak.Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinpendidikan, dan instansi terkait di daerah.Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, danpendidikan.Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.Penyusunan kurikulum muatan lokal hanya melibatkan guru.Tidak menyusun kurikulum muatan lokal.Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 4 (empat) jenis atau lebih program ekstrakurikuler.Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 3 (tiga) jenis program ekstrakurikuler.Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 2 (dua) jenis program ekstrakurikuler.
  • 268. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 1 (satu) jenis program ekstrakurikuler.Tidak melaksanakan kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.Sekolah/Madrasah memiliki beberapa mata pelajaran yang dilengkapi dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasuntuk setiap mata pelajaran.Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensiSebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiranPermendiknas Nomor 22 Tahun 2006.Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah minggper tahun minimal 34 minggu.Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah minggper tahun kurang dari 34 minggu.Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah minefektif per tahun kurang dari 34 minggu.Satu jam pembelajaran tatap muka kurang dari 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlahefektif per tahun kurang dari 34 minggu.Tidak menerapkan ketentuan beban belajar yang ditetapkan Depdiknas.Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiappelajaran.Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiappelajaran.Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiappelajaran.Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mpelajaran.Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu.Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimdari alokasi waktu tiap mata pelajaran.Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimaalokasi waktu tiap mata pelajaran.Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimaalokasi waktu tiap mata pelajaran.Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimalalokasi waktu tiap mata pelajaran.Tidak ada seorang pun guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu.Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag.Sebanyak 13 (tiga belas) silabus mata pelajaran atau lebih telah dikembangkan KTSP-nya.Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan KTSP-nya.Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.
  • 269. Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri.Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri.Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri.Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri.Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri.Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP.Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki silabus.Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki silabus.Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki silabus.Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki silabus.Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki silabus.Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan KTSP.Sebanyak 76%-100% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.Sebanyak 51%-75% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.Sebanyak 26%-50% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.Sebanyak 1%-25% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkahTidak mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus.Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender akayang dimiliki.Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur.Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, dan pembelajaran efektif.Menjadwalkan awal tahun pelajaran dan minggu efektif.Menjadwalkan awal tahun pelajaran.Tidak memiliki kalender akademik.
  • 270. KEMBALI
  • 271. 16A A B C D E 17A A B C D E 18A A B C D E 19A A B C D E 20A A B C D E 21A A B
  • 272. C D E 22A A B C D E 23A A B C D E 24A A B C D E 25A A B C D E
  • 273. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSESSekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulpanduan penyusunan KTSP.Mengembangkan silabus secara mandiri.Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah.Mengembangkan silabus melalui kelompok guru dari beberapa sekolah/madrasah.Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada.Tidak mengembangkan silabus.Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.Sebanyak 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.Sebanyak 5 (lima) sampai 8 (delapan) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.Sebanyak 1 (satu) sampai 4 (empat) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.Penyusunan RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkaninformasi dan komunikasi.Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan meteknologi informasi dan komunikasi.Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menteknologi informasi dan komunikasi.Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menteknologi informasi dan komunikasi.Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan meneteknologi informasi dan komunikasi.Tidak ada satu pun RPP memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkaninformasi dan komunikasi.Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.Memenuhi 4 (empat) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.Memenuhi 3 (tiga) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.Memenuhi 2 (dua) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.Memenuhi 1 (satu) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksanatahap penilaian hasil pembelajaran.Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan.Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan.
  • 274. Mencakup 2 (dua) tahap pemantauan.Mencakup 1 (satu) tahap pemantauan.Tidak pernah melakukan pemantauan.Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dkonsultasi.Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 (empat) cara.Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) cara.Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 (dua) cara.Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 (satu) cara.Tidak melakukan supervisi.Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah.Dengan memerhatikan 2 (dua) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran dan kinerja guru.Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran.Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu kinerja guru.Evaluasi dilakukan tetapi tidak memerhatikan kedua aspek evaluasi.Tidak ada proses evaluasi.Kepala sekolah/madrasah melaporkan pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah.Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan dan dewan guru.Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan saja.Tidak dilaporkan.Tidak melakukan pengawasan.Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.Tidak ada satu pun hasil pengawasan ditindaklanjuti.
  • 275. KEMBALI
  • 276. 26A A B C D E 27A A B C D E 28A A B C D E 29A A B C D E 30A A B C D E 31
  • 277. A A B C D E 32A A B C D E 33A A B C D E 34A A B C D E 35A A B C D E 36
  • 278. A A B C D E 37A A B C D E 38A A B C D E 39A A B C D E 40A A B C D E
  • 279. 41A A B C D E 42A A B C D E 43A A B C D E 44A A B C D E 45A A B C D E 46A A B C
  • 280. D E 47A A B C D E 48A A B C D E 49A A B C D E 50A A B C D E
  • 281. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSANSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengaRata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 75,0 atau lebih.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 70,0 sampai 74,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 65,0 sampai 69,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 60,0 sampai 64,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan kurang dari 60.Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks.Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebadan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebadan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebadan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebadan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah koSiswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,0 atau lebih.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,0 sampai 74,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,0 sampai 69,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,0 sampai 64,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60.Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaperpustakaan, laboratorium, dan internet.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaperpustakaan, dan laboratorium.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaperpustakaan.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajaSekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar.Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari bSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berSiswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
  • 282. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktiSiswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jeniatau lebih dalam satu tahun.Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis ddalam satu tahun.Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis ddalam satu tahun.Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenisdalam satu tahun.Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis danlebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/asatu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/asatu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/asatu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya.Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawabSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya djawab.Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali attahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalamSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalamSekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalamSekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial.Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik.
  • 283. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, juara kelas, dan juara mata pelajarSekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, dan juara kelas.Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah dan juara kelas.Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah.Sekolah/Madrasah tidak memberikan penghargaan bagi juara.Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik.Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terjenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terjenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terjenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terjenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapaSiswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,demokratis dalam wadah NKRI.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, bsecara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, bsecara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, bsecara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, bsecara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermdan bernegara secara demokratis.Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingSekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan keberssebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan keberssebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan keberssebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan keberssebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kSiswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulanSebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajamemahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajarmemahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajarmemahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaramemahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.Tidak ada satu pun silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaranmemahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 18
  • 284. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif.Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonglobal.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan godalam lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan godalam lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan godalam lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan godalam lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dSiswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kaminggu.Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali setAda kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali setAda kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali seTidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri.Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati tSebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak(tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak(dua) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak(satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompSiswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebadan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebadan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebadan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
  • 285. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebadan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santunSiswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapandan buletin siswa internal sekolah/madrasah.Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapandinding.Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lTersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba.Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa.Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun BahasaRata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 75,0 atau lebih.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 70,0 sampai 74,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 65,0 sampai 69,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 60,0 sampai 64,9.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan kurang dari 60.Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau leterakhir.Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satuSekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satuSekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satuSekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan dalam pengembangan iptek.Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat(empat) kali atau lebih dalam satu semester.Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) jedalam satu semester.Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) jedalam satu semester.Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) jkali dalam satu semester.Sekolah/Madrasah tidak melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi.
  • 286. KEMBALI
  • 287. 51A A B C D E 52A A B C D E 53A A B C D E 54A A B C D E 55A A B C D E 56
  • 288. A A B C D E 57A A B C D E 58A A B C D E 59A A B C D E 60A A B C D E 61A A B C D E 62A A
  • 289. B C D E 63A A B C D E 64A A B C D E 65A A B C D E 66A A B C D E 67A A B C D E 68A A B
  • 290. C D E 69A A B C D E 70A A B C D E
  • 291. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANGuru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidSebanyak 51% - 75% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikSebanyak 26% - 50% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikSebanyak 1% - 25% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikaTidak ada seorang pun guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidGuru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar.Sebanyak 76% - 100% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.Sebanyak 51% - 75% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.Sebanyak 26% - 50% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.Sebanyak 1% - 25% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.Tidak ada seorang pun guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsippembelajaran.Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsippembelajaran.Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsippembelajaran.Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pemTidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsippembelajaran.Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuaberlaku.Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku.Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sankssepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan.Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempatamemperbaiki diri dan dilakukan pembinaan.Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikantertulis.Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun tidak diberikan sapun.Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa.
  • 292. Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertemantara guru dan orangtua siswa.Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madrasah.Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah.Adanya rapat dewan guru.Tidak pernah diadakan rapat.Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah.Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajrata di atas 9 tahun.Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajrata antara 7 sampai dengan 9 tahun.Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajrata antara 4 sampai dengan 6 tahun.Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajrata 3 tahun atau kurang.Tidak ada kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu.Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepalasekolah/madrasah.Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah.Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan.Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun.Memiliki pengalaman mengajar 5 (lima) tahun atau lebih.Memiliki pengalaman mengajar 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun.Memiliki pengalaman mengajar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun.Memiliki pengalaman mengajar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun.Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 (satu) tahun.Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.Sebanyak 76% - 100% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.Sebanyak 51% - 75% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.Sebanyak 26% - 50% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.Sebanyak 1% - 25% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.Tidak ada seorang pun lulusan yang diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewirausadalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 76% - 100% dari dana ekstrakurdalam Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M).
  • 293. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 51% - 75% dari dana ekstrakurikdalam RKS/M.Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 26% - 50% dari dana ekstrakurikdalam RKS/M.Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 1% - 25% dari dana ekstrakurikuRKS/M.Tidak mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri.Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring ydirencanakan dalam RKS/M.Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring yadirencanakan dalam RKS/M.Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring yadirencanakan dalam RKS/M.Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yandirencanakan dalam RKS/M.Tidak melakukan supervisi dan monitoring.Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi DiplomI).Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.Tenaga laboratorium memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma(D-1).
  • 294. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1).Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1).Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.Tenaga laboratorium memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya.Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus.Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih tenaga layanan khusus.Memiliki 3 (tiga) jenis tenaga layanan khusus.Memiliki 2 (dua) jenis tenaga layanan khusus.Memiliki 1 (satu) jenis tenaga layanan khusus.Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus.
  • 295. KEMBALI
  • 296. 71A A B C D E 72A A B C D E 73A A B C D E 74A A B C D E 75A A B C
  • 297. D E 76A A B C D E 77A A B C D E 78A A B C D E 79A A B C D E 80A A B C D E 81A A B C D E 82A A B C D
  • 298. E 83A A B C D E 84A A B C D E 85A A B C D E 86A A B C D E 87A A B C D E
  • 299. 88A A B C D E 89A A B C D E 90A A B C D E 91A A B C D E 92A A B C D E 93A A B C D E
  • 300. 94A A B C D E 95A A B C D E 96A A B C D E 97A A B C D E 98A A B C D E 99A A B C D E 100A A B C D E
  • 301. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! V. STANDAR SARANA DAN PRASARANALahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal.Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal.Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal.Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal.Tidak tersedia lahan.Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamjiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki aksespenyelamatan dalam keadaan darurat.Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, tetapi tidak memilikiuntuk penyelamatan dalam keadaan darurat.Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi bayang mengancam kesehatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi bahmengancam keselamatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.Tidak berada di lokasi aman.Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaraserta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sauntuk meningkatkan kenyamanan.Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara, tetapi tidak memsarana untuk meningkatkan kenyamanan.Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan, tetapi tidak terhindar dari gangguanpencemaran udara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, tidak terhindar dari gangguan kebisingan dan pencemudara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.Tidak berada di lokasi yang nyaman.Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatanpemegang hak atas tanah.Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang haktanah.Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatanpemegang hak atas tanah.Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah, tetapi memiliki ijin pemanfaatan darpemegang hak atas tanah.Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfaatanpemegang hak atas tanah.Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya.Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.Memiliki lantai seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal.Memiliki lantai seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal.Memiliki lantai seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal.
  • 302. Memiliki lantai seluas 1% - 25% dari ketentuan luas minimal.Tidak memiliki gedung sendiri.Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebdan petir.Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.Memiliki 3 (tiga) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.Memiliki 2 (dua) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.Memiliki 1 (satu) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.Tidak memiliki sanitasi memenuhi persyaratan kesehatan.Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.Memiliki ventilasi udara memadai dan pencahayaan memadai.Memiliki ventilasi udara yang kurang memadai tetapi pencahayaan memadai.Memiliki ventilasi udara kurang memadai dan pencahayaan kurang memadai.Tidak memiliki ventilasi udara tetapi memiliki pencahayaan yang kurang memadai.Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan.Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt.Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 Watt atau lebih.Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 Watt.Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 Watt.Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama.Tidak memiliki instalasi listrik.Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri.Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunanMemiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara.Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan.Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan.Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan.Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu dalam ketentuan.Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan beraMelakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat.Tidak pernah melakukan pemeliharaan.Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.Memiliki 15 (lima belas) atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkan.Memiliki 11 (sebelas) sampai dengan 14 (empat belas) jenis prasarana yang dipersyaratkan.Memiliki 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) jenis prasarana yang dipersyaratkan.Memiliki 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
  • 303. Tidak memiliki prasarana sendiri.Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri.Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan.Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang perpustakaan.Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium biologi yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luassarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuketentuan.Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketetetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuanmemiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium biologi, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan saranasesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang laboratorium biologi.Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium fisika yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luassarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuaiketentuan.Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketenmemiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tmemiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium fisika, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tisesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang laboratorium fisika.Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium kimia yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luassarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuaketentuan.Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketenmemiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tmemiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium kimia, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tsesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang laboratorium kimia.
  • 304. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium komputer yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan lsarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana seketentuan.Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentumemiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium komputer, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarasesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang laboratorium komputer.Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium bahasa yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luasarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuketentuan.Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketetetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuamemiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan saranasesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang laboratorium bahasa.Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang pimpinan.Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang guru.Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang tata usaha.Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuanMemiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan.Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan.Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan.Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki tempat beribadah.
  • 305. Sekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang konseling.Sekolah/Madrasah memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuMemiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuMemiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah.Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan.Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan.Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki jamban.Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki gudang.Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan.Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak ketentuan.Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki ruang sirkulasi.Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga.
  • 306. KEMBALI
  • 307. 5 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0
  • 308. 005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A00
  • 309. 05 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A000
  • 310. 5 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A000
  • 311. 5 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A0005 50 A000
  • 312. 101A A B C D E 102A A B C D E 103A A B C D E 104A A B C D E 105A A B C D E 106A A B C D E 107A A
  • 313. B C D E 108A A B C D E 109A A B C D E 110A A B C D E 111A A B C D E 112A A B C D E 113A A B C D E 114A A
  • 314. B C D E 115A A B C D E 116A A B C D E 117A A B C D E 118A A B C D E 119A A B C D E 120A A B C D E
  • 315. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VI. STANDAR PENGELOLAANSekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.Tidak merumuskan dan menetapkan visi.Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.Tidak merumuskan dan menetapkan misi.Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan.Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan.Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan.Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan.Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan.Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan.Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami olehterkait.Memiliki 7 (tujuh) atau 8 (delapan) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.Memiliki 5 (lima) atau 6 (enam) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.Memiliki 3 (tiga) atau 4 (empat) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas.Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas.Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas.Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas.Tidak memiliki struktur organisasi.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
  • 316. Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kesiswaan.Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kesiswaan.Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kesiswaan.Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kesiswaan.Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.Tidak memiliki dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 4 (empat) atau 5 (lima) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 3 (tiga) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 2 (dua) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 1 (satu) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.Mengelola 4 (empat) atau 5 (lima) program sarana dan prasarana.Mengelola 3 (tiga) program sarana dan prasarana.Mengelola 2 (dua) program sarana dan prasarana.Mengelola 1 (satu) program sarana dan prasarana.Tidak mengelola program sarana dan prasarana.Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.Memiliki 4 (empat) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.Memiliki 3 (tiga) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.Memiliki 2 (dua) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.Memiliki 1 (satu) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan.Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Memiliki 3 (tiga) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Memiliki 2 (dua) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Memiliki 1 (satu) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaanMemiliki 4 (empat) atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yandalam pengelolaan pendidikan.
  • 317. Memiliki 3 (tiga) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalapengelolaan pendidikan.Memiliki 2 (dua) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalpengelolaan pendidikan.Memiliki 1 (satu) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dapengelolaan pendidikan.Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalampengelolaan pendidikan.Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen program pengawasan.Memiliki 3 (tiga) dokumen program pengawasan.Memiliki 2 (dua) dokumen program pengawasan.Memiliki 1 (satu) dokumen program pengawasan.Tidak memiliki dokumen program pengawasan.Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri.Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 (satu) semester.Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 (dua) semester.Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 (tiga) semester.Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 (empat) semester.Tidak melaksanakan evaluasi diri.Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 4 (empat) atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 3 (tiga) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 2 (dua) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Melaksanakan 1 (satu) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.Sekolah/Madrasah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk akreditasi.Memiliki 4 (empat) bahan persiapan akreditasi.Memiliki 3 (tiga) bahan persiapan akreditasi.Memiliki 2 (dua) bahan persiapan akreditasi.Memiliki 1 (satu) bahan persiapan akreditasi.Tidak memiliki persiapan bahan akreditasi.Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 (tiga) atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah.Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 (dua) wakil kepala sekolah/madrasah.Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 (satu) wakil kepala sekolah/madrasah.Memiliki kepala sekolah/madrasah tetapi tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah.Tidak memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah.Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus.Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus.Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas.Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus.Tidak memiliki sistem informasi.
  • 318. KEMBALI
  • 319. 121A A B C D E 122A A B C D E 123A A B C D E 124A A B C D E 125A A B C D E 126A A B
  • 320. C D E 127A A B C D E 128A A B C D E 129A A B C D E 130A A B C D E 131A A B C D E 132A A B C D E 133A A B C D
  • 321. E 134A A B C D E 135A A B C D E 136A A B C D E 137A A B C D E 138A A B C D E 139A A B C D E 140A A
  • 322. B C D E 141A A B C D E 142A A B C D E 143A A B C D E 144A A B C D E 145A A B C D E
  • 323. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VII. STANDAR PEMBIAYAANSekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh.Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 (tiga) tahun terakhir.Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 (dua) tahun teMemiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun teMemiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1 (satu) taterakhir.Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana.Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan rencana kerjaanggaran sekolah/madrasah (RKA-S/M).Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/MMembelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/MMembelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M.Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan.Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.Memiliki modal kerja sebanyak 76% - 100% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.Memiliki modal kerja sebanyak 51% - 75% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.Memiliki modal kerja sebanyak 26% - 50% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.Memiliki modal kerja sebanyak 1% - 25% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.Tidak memiliki modal kerja sama sekali.Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana tunjangan lain bpada tahun berjalan.Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, dan insentif bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana transport dan tunjangan laguru pada tahun berjalan.Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana insentif, transport dan tunjangan lain bapada tahun berjalan.Tidak mengeluarkan dana apapun bagi guru pada tahun berjalan.Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjaMengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport, tetapi tidak mengeluarkan tunjangan lain bagi tenaga kepepada tahun berjalan.Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan transport dan tunjangan lain bagi tenagakependidikan pada tahun berjalan.Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan insentif, transport dan tunjangan lain bagi tenaga kepepada tahun berjalan.Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun tMengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
  • 324. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun teMengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terTidak mengeluarkan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.Sekolah/Madrasah mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan.Mengeluarkan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.Tidak mengeluarkan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.Tidak mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.Tidak menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.Tidak menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.Tidak menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakMengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhMengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhMengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhirTidak menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
  • 325. Tidak menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa.Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.Tidak menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.Sekolah/Madrasah menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.Memiliki biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.Memiliki biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.Memiliki biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.Memiliki biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.Tidak memiliki biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikansekolah/madrasah.Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan.Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, dan sarana prasaratidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi tidak unsarana dan prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.Hanya digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/ madrasah.Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan.Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 4 (empat) tahun terakhir.Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 3 (tiga) tahun terakhir.Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 2 (dua) tahun terakhir.Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 1 (satu) tahun terakhir.Tidak melaksanakan subsidi silang.Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
  • 326. Melakukan 1 (satu) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.Melakukan 2 (dua) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.Melakukan 3 (tiga) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.Melakukan 4 (empat) jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan berbagterkait.Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, dan petenaga kependidikan.Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, dan perwakilan guru.Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, dan komite sekolah/madrasah.Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah.Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah.Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel.Sebanyak 76% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.Sebanyak 51% - 75% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.Sebanyak 26% - 50% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.Sebanyak 1% - 25% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.Tidak tercantum dalam RKA-S/M.Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 4 (empat) tahun terakhir.Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 3 (tiga) tahun terakhir.Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 2 (dua) tahun terakhir.Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 1 (satu) tahun terakhir.Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 (empat) tahun terakhir.Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 (tiga) tahun terakhir.Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 (dua) tahun terakhir.Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 (satu) tahun terakhir.Tidak memiliki pembukuan biaya operasional.Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintahyayasan.Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela(empat) tahun terakhir.Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela(tiga) tahun terakhir.Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela(dua) tahun terakhir.Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela(satu) tahun terakhir.Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
  • 327. KEMBALI
  • 328. 146 A BC C D E 147 A BC C D E 148 A BC C D E 149 A B CD D E 150 A B CD D E 151 A B CD D E
  • 329. 152A A B C D E 153A A B C D E 154A A B C D E 155A A B C D E 156A A B C D E 157A A B C D E
  • 330. 158A A B C D E 159A A B C D E 160A A B C D E 161A A B C D E 162A A B C D E 163A A B C D E 164A A
  • 331. B C D E 165A A B C D E
  • 332. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VIII. STANDAR PENILAIANGuru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semesteberjalan.Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan teknik penilaian.Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.Tidak ada satu pun silabus dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.Sebanyak 76% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.Sebanyak 51% - 75% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.Sebanyak 26% - 50% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.Sebanyak 1% - 25% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.Tidak ada seorang pun guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian.Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain dalam menilai siswa.Sebanyak 76% - 100% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan manddan/atau bentuk lain.Sebanyak 51% - 75% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandirdan/atau bentuk lain.Sebanyak 26% - 50% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandirdan/atau bentuk lain.Sebanyak 1% - 25% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri,bentuk lain.Tidak ada seorang pun guru melaksanakan penilaian.Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Sebanyak 76% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Sebanyak 51% - 75% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Sebanyak 26% - 50% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Sebanyak 1% - 25% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Tidak ada seorang pun guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.Sebanyak 76% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.Sebanyak 51% - 75% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.Sebanyak 26% - 50% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.Sebanyak 1% - 25% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.Tidak ada seorang pun guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa.
  • 333. Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Sebanyak 51% - 75% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Sebanyak 26% - 50% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Sebanyak 1% - 25% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Tidak ada seorang pun guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bentuk lprestasi belajar siswa.Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.Tidak ada seorang pun guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa.Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada gpendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester.Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian keprsiswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribsiswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pndidikan agama dan hasil penilaian kepribasiswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribasiswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.Tidak seorang pun guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadkepada guru pendidikan kewarganegaraan.Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.Sebanyak 50% - 75% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.Tidak ada satu pun mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester.Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan akhir semester saja.Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester saja.Tidak tentu.Tidak pernah.Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester/SKmelalui rapat.Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru.Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajMenentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja.Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah.Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
  • 334. Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadestetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan.Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja.Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.Sekolah/Madrasah menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan siswa sesuai dengan kriteria yangLebih tinggi dari 1,1 atau lebih di atas kriteria yang berlaku.Lebih tinggi dari 0,6 sampai 1,0 di atas kriteria yang berlaku.Lebih tinggi dari 0,1 sampai 0,5 di atas kriteria yang berlaku.Sama dengan kriteria yang berlaku.Tidak menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah.Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporanbelajar siswa.Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang tsiswa dan siswa yang bersangkutan.Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang tsiswa tanpa siswa yang bersangkutan.Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali sdengan siswa yang bersangkutan.Tanpa diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/ madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tusiswa tanpa siswa yang bersangkutan.Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa.Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/KotaKanwil Depag.Kurang dari 1 (satu) bulan setelah akhir semester.Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) bulan setelah akhir semester.Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan setelah akhir semester.Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) bulan setelah akhir semester.Lebih dari 1 (satu) semester.Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan.Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dewan guru.Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran.Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan wali kelas saja.Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat pimpinan sekolah.Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikNasional (UN).Kurang dari 1 (satu) minggu setelah pengumuman hasil ujian.Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pengumuman hasil ujian.Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah pengumuman hasil ujian.Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.Lebih dari 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.Kurang dari 1 (satu) minggu setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
  • 335. Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.Lebih dari 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Paket B sebagai salah satu penentu penerimaan siswaMenggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa barMenggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai penentu penerimaan siswa baru.
  • 336. KEMBALI
  • 337. DAFTAR PERTANYAAN VISI MA NEGERI JEMBER STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDARKOMPETENSI LULUSANSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 338. ANYAAN VISITASIERI JEMBER STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKANEMBALI
  • 339. HASIL VISITASI MA NEGERI JEMBER SKOR NOMOR JUMLAH BOBOT BOBOTNO KOMPONEN AKREDITASI BUTIR BUTIR BUTIR KOMPONEN BUTIR MAKSIMUM1 2 3 4 5 6 71 Standar Isi 001 - 015 15 15 1.00 42 Standar Proses 016 - 025 10 10 1.00 43 Standar Kompetensi Lulusan 026 - 050 25 10 0.40 4 Standar Pendidik dan Tenaga4 051 - 070 20 15 0.75 4 Kependidikan5 Standar Sarana dan Prasarana 071 - 100 30 15 0.50 46 Standar Pengelolaan 101 - 120 20 10 0.50 47 Standar Pembiayaan 121 - 145 25 15 0.60 48 Standar Penilaian Pendidikan 146 - 165 20 10 0.50 4 JUMLAH 165 100 321 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TIDAK TERAKREDITASI2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : BATAL BATAL
  • 340. ITASIJEMBER SKOR JUMLAH NILAI AKREDITASI SKOR TERTIMBANG SKOR NILAI AKHIR KOMPONEN TERTIMBANG MAKSIMUM BUTIR SKALA RATUSAN 8 9 10 11 12 60 10 10.00 16.67 16.67 40 40 40.00 100.00 100.00 40 100 40.00 100.00 100.00 60 80 60.00 100.00 100.00 60 120 60.00 100.00 100.00 40 80 40.00 100.00 100.00 60 100 60.00 100.00 100.00 40 65 32.50 81.25 81.25 400 595 342.50 85.63 85.63 KEMBALI BATAL
  • 341. GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI MA NEGERI JEMBER120.00100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Peng Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TIDAK TERAKREDITASI2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : BATAL BATAL
  • 342. AKREDITASIEMBERKependidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan tandar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan 85.63 KEMBALI BATAL
  • 343. LAPORAN HASIL VISIT SMK NEGERI JEMBE DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDARKOMPETENSI LULUSAN GRAFIKSTANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 344. AN HASIL VISITASIK NEGERI JEMBER DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDAR GRAFIK PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN KEMBALI
  • 345. HASIL PENILAIAN STANDAR ISI SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 1 A 4 4 2 A 4 4 3 A 4 3 4 A 4 3 5 A 4 2 6 A 4 2 7 A 4 3 8 A 4 4 9 A 4 3 10 A 4 3 11 A 4 2 12 A 4 3 13 A 4 2 14 A 4 4 15 A 4 3 16 A 4 3 17 A 4 3 18 A 4 3 JUMLAH 72 54
  • 346. TANDAR ISI KEMBALIEMBER SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 12 12 8 8 12 16 12 12 8 12 8 16 12 12 12 12 216
  • 347. HASIL PENILAIAN STANDAR PROSES SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 19 A 4 3 20 A 4 3 21 A 4 4 22 A 4 3 23 A 4 3 24 A 4 3 25 A 4 3 26 A 4 4 27 A 4 3 28 A 4 4 29 A 4 3 30 A 4 3 31 A 4 4 JUMLAH 52 43
  • 348. DAR PROSESEMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANG PEROLEHAN 5 12 12 16 12 12 12 12 16 12 16 12 12 16 172
  • 349. HASIL PENILAIAN STANDAR KOMPETENSI LULUSA SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 32 A 4 4 33 A 4 3 34 A 4 3 35 A 4 3 36 A 4 3 37 A 4 4 38 A 4 2 39 A 4 2 40 A 4 3 41 A 4 3 42 A 4 3 43 A 4 3 44 A 4 3 45 A 4 3 46 A 4 3 47 A 4 3 48 A 4 3 49 A 4 3 50 A 4 3 51 A 4 3 52 A 4 3 53 A 4 3 54 A 4 3 55 A 4 3 56 A 4 4 57 A 4 4 58 A 4 3 59 A 4 3 60 A 4 3 61 A 4 4
  • 350. 62 A 4 3JUMLAH 124 96
  • 351. KOMPETENSI LULUSANEMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANG PEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 16 8 8 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 16 16 12 12 12 16
  • 352. 12384
  • 353. HASIL PENILAIAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIK SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 63 A 4 4 64 A 4 4 65 A 4 4 66 A 4 4 67 A 4 3 68 A 4 4 69 A 4 4 70 A 4 4 71 A 4 4 72 A 4 3 73 A 4 3 74 A 4 3 75 A 4 2 76 A 4 3 77 A 4 3 78 A 4 3 79 A 4 3 80 A 4 2 81 A 4 3 82 A 4 3 83 A 4 4 84 A 4 4 85 A 4 3 86 A 4 1 87 A 4 3 JUMLAH 100 81
  • 354. A KEPENDIDIKAN KEMBALIBER SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 16 16 12 16 16 16 16 12 12 12 8 12 12 12 12 8 12 12 16 16 12 4 12 324
  • 355. HASIL PENILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARAN SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 88 A 4 3 89 A 4 3 90 A 4 3 91 A 4 3 92 A 4 3 93 A 4 4 94 A 4 4 95 A 4 4 96 A 4 4 97 A 4 3 98 A 4 4 99 A 4 3 100 A 4 4 101 A 4 3 102 A 4 4 103 A 4 3 104 A 4 2 105 A 4 3 106 A 4 3 107 A 4 3 108 A 4 3 109 A 4 3 110 A 4 3 111 A 4 3 112 A 4 3 JUMLAH 100 81
  • 356. RANA DAN PRASARANAMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 12 12 12 12 12 16 16 16 16 12 16 12 16 12 16 12 8 12 12 12 12 12 12 12 12 324
  • 357. HASIL PENILAIAN STANDAR PENGELOLAAN SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 113 A 4 4 114 A 4 4 115 A 4 3 116 A 4 3 117 A 4 3 118 A 4 3 119 A 4 3 120 A 4 2 121 A 4 3 122 A 4 3 123 A 4 4 124 A 4 3 125 A 4 4 126 A 4 3 127 A 4 4 128 A 4 3 129 A 4 3 130 A 4 3 131 A 4 2 132 A 4 3 133 A 4 2 134 A 4 3 135 A 4 3 136 A 4 3 137 A 4 3 138 A 4 3 JUMLAH 104 80
  • 358. R PENGELOLAANEMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 12 12 12 12 12 8 12 12 16 12 16 12 16 12 12 12 8 12 8 12 12 12 12 12 320
  • 359. HASIL PENILAIAN STANDAR PEMBIAYAAN SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 139 A 4 4 140 A 4 4 141 A 4 3 142 A 4 3 143 A 4 3 144 A 4 3 145 A 4 3 146 A 4 4 147 A 4 4 148 A 4 4 149 A 4 2 150 A 4 2 151 A 4 4 152 A 4 3 153 A 4 3 154 A 4 3 155 A 4 3 156 A 4 4 157 A 4 1 158 A 4 3 159 A 4 1 160 A 4 3 161 A 4 4 162 A 4 4 163 A 4 4 164 A 4 4 JUMLAH 104 83
  • 360. DAR PEMBIAYAANEMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 12 12 12 12 12 16 16 16 8 8 16 12 12 12 12 16 4 12 4 12 16 16 16 16 332
  • 361. HASIL PENILAIAN STANDAR PENILAIAN SMK NEGERI JEMBERNO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 165 A 4 4 166 A 4 3 167 A 4 3 168 A 4 3 169 A 4 4 170 A 4 3 171 A 4 3 172 A 4 2 173 A 4 3 174 A 4 3 175 A 4 3 176 A 4 3 177 A 4 3 178 A 4 3 179 A 4 3 180 A 4 2 181 A 4 4 182 A 4 3 183 A 4 4 184 A 4 2 185 A 4 4 JUMLAH 84 65
  • 362. DAR PENILAIANMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 16 12 12 8 12 12 12 12 12 12 12 8 16 12 16 8 16 260
  • 363. 1A A B C D E 2A A B C D E 3A A B C D E 4A A B C D E 5A A B C D E 6
  • 364. A A B C D E 7A A B C D E 8A A B C D E 9A A B C D E 10A A B C D E 11A A B C D E 12A A B C D E
  • 365. 13A A B C D E 14A A B C D E 15A A B C D E 16A A B C D E 17A A B C D E 18A A B C D E
  • 366. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISIProgram keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSPMelaksanakan kurikulum berdasarkan 6 atau kurang muatan KTSPTidak melaksanakan KTSPKTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunanKTSP.Mengembangkan KTSP bersama seluruh guru mata pelajaran, Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI), konselor, dankomite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikanMengembangkan KTSP bersama perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, konselor, dan komite sekolah/madrasah ataupenyelenggara lembaga pendidikanMengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, dan komite sekolah/madrasah ataupenyelenggara lembaga pendidikan tanpa melibatkan konselorMengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan DU/DI, Konselor, dankomite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikanTidak mengembangkan kurikulumKurikulum program keahlian dikembangkan sesuai dengan mekanisme penyusunan KTSP.Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokokMekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokokTidak mengembangkan kurikulumKurikulum program keahlian dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layananpembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layananpembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budayaProgram keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layananpembelajaran, dan pendayagunaan kondisi alamProgram keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layananpembelajaranProgram keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaranProgram keahlian melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebutPenyusunan silabus mata pelajaran muatan lokal melibatkan berbagai pihak.Melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinas pendidikan, instansi terkait didaerah, dan DU/DIMelibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan dinas pendidikanMelibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikanHanya melibatkan guruTidak menyusun kurikulum muatan lokalProgram keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
  • 367. Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikulerMelaksanakan 3 jenis program ekstrakurikulerMelaksanakan 2 jenis program ekstrakurikulerMelaksanakan 1 jenis program ekstrakurikulerTidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikulerProgram keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling.Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan konselingMelaksanakan 3 jenis kegiatan konselingMelaksanakan 2 jenis kegiatan konselingMelaksanakan 1 jenis kegiatan konselingTidak melaksanakan kegiatan konselingProgram Praktik Kerja Industri (prakerin) dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu pada struktur kurikulum.Siswa melakukan prakerin selama 2 bulan (setara 500 jam atau lebih), mengikuti jam kerja karyawan/pegawaiSiswa melakukan prakerin 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawaiSiswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, mengikuti jam kerja karyawan/pegawaiSiswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawaiSiswa tidak melakukan prakerinProgram keahlian menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang padalampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan program pengayaanMenerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasMenerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasMenerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasTidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan PermendiknasGuru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapaikompetensi yang diberikan kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturSebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturTidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturProgram keahlian melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan sesuai dengan ketentuan dalamstruktur kurikulum.Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus, RPP, dan alokasi waktu 192 jam pelajaranProses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus dan RPPProses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada salah satu silabus atau RPP sajaProses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan berdasarkan alokasi waktu 192 jam pelajaranTidak melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaanPelaksanaan pembelajaran seluruh mata pelajaran di program keahlian memanfaatkan Teknologi Informasi danKomunikasi (TIK).Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIKSebanyak 51% - 75% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIKSebanyak 26% - 50% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIKSebanyak 1% - 25% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIKTidak ada mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
  • 368. KTSP disahkan oleh Kepala Sekolah/Madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dan diketahui oleh DinasPendidikan Provinsi atau Kanwil Depag.Sudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggaranpendidikan serta diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil DepagSudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggarapendidikan, namun belum diketahui Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil DepagSudah disahkan kepala sekolah, namun tanpa pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara pendidikandan tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil DepagBelum disahkan kepala sekolah/madrasahBelum dikembangkanDalam mengembangkan KTSP, guru/kelompok guru dalam program keahlian secara aktif menyusun silabus.Sebanyak 76% - 100% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabusSebanyak 51% - 75% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabusSebanyak 26% - 50% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabusSebanyak 1% - 25% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabusTidak ada guru/kelompok guru yang aktif menyusun silabusGuru mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan langkah–langkah pada Panduan Penyusunan KTSP.Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSPSebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSPSebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSPSebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSPTidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkanProgram keahlian mengembangkan silabus berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduanpenyusunan KTSP secara mandiri atau berkelompok.Mengembangkan silabus secara mandiri melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah program keahlian dalamsatu sekolah/madrasahMengembangkan silabus secara mandiri oleh guru mata pelajaran dalam program keahlianMengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dari beberapa program keahlian yang sama padabeberapa sekolah/madrasahMengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada.Tidak mengembangkan silabusProgram keahlian menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran dengan memperhatikan unsur: 1)karakteristik siswa, 2) karakteristik mata pelajaran, dan 3) kondisi program keahlian.Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guruMenentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guruProgram keahlian menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalenderakademik program keahlian yang dimiliki.Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinci dan jelasMenyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinciMenyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara kurang rinciMenyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara tidak rinciTidak menyusun kalender akademik sekolah/madrasah
  • 369. KEMBALI
  • 370. 19A A B C D E 20A A B C D E 21A A B C D E 22A A B C D E 23A A B C D E 24
  • 371. A A B C D E 25A A B C D E 26A A B C D E 27A A B C D E 28A A B C D E 29A A B C D E 30A A B C D
  • 372. E 31A A B C D E
  • 373. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSESSetiap mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis.Sebanyak 13 mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematisSebanyak 9 - 12 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematisSebanyak 5 - 8 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematisSebanyak 1 - 4 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematisTidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematisPenyusunan RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, danmenerapkan TIK.Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,dan menerapkan TIKSebanyak 51% - 75% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,dan menerapkan TIKSebanyak 26% - 50% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,dan menerapkan TIKSebanyak 1% - 25% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, danmenerapkan TIKTidak ada RPP memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIKProgram keahlian melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranMemenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranTidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaranProses pembelajaran di program keahlian dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranSebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranTidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaranProgram keahlian melaksanakan proses pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (sesuai dengantingkat kebutuhan program keahliannya) dengan SDM yang memiliki kesesuaian kompetensi.Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan SDM sendiri yang memilikikesesuaian kompetensi dan bersertifikatPelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan mendatangkan SDM darisekolah/madrasah lainPelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain dengan sebagian SDM dari pihak program keahlianPelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain (outsource)Tidak melaksanakan pembelajaran berbasis TIKKegiatan wirausaha pada business center dilakukan sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi siswa sesuaidengan keahliannya.
  • 374. Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, materi program keahlian, danaturan pengelolaan yang transparanKegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, dan materi program keahlianKegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran dan aturan pengelolaan yangtransparanKegiatan wirausaha pada business center dilakukan hanya sesuai dengan proses pembelajaran.Tidak sesuai dengan proses pembelajaranSekolah/Madrasah menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan DU/DI.Sebanyak 76% - 100% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaranSebanyak 51% - 75% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaranSebanyak 26% - 50% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaranSebanyak 1% - 25% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaranTidak ada tindaklanjut kerjasama dengan DU/DISiswa melakukan prakerin untuk memperoleh kompetensi kejuruan.Sebanyak 76% - 100% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevanSebanyak 51% - 75% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevanSebanyak 26% - 50% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevanSebanyak 1% - 25% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevanTidak ada siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevanPemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahappelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauanMencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauanMencakup 2 tahap pemantauanMencakup 1 tahap pemantauanTidak pernah melakukan pemantauanSupervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi,pelatihan, dan konsultasi.Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 caraMelakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 caraTidak melakukan supervisi proses pembelajaranEvaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4aspek, yaitu 1) persiapan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi pembelajaran, dan 4) rencana tindak lanjut.Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspekEvaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspekTidak melakukan evaluasiKepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan (pemantauan, supervisi, dan evaluasi) proses pembelajarankepada pemangku kepentingan.Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasahHasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan dan dewan guruHasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan sajaTidak disampaikan
  • 375. Tidak melakukan pengawasanKepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjutSebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjutSebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjutSebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjutTidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
  • 376. KEMBALI
  • 377. 32A A B C D E 33A A B C D E 34A A B C D E 35A A B C D E 36A A B C
  • 378. D E 37A A B C D E 38A A B C D E 39A A B C D E 40A A B C D E 41A A B
  • 379. C D E 42A A B C D E 43A A B C D E 44A A B C D E 45A A B C D E
  • 380. 46A A B C D E 47A A B C D E 48A A B C D E 49A A B C D E 50A A B C D E
  • 381. 51A A B C D E 52A A B C D E 53A A B C D E 54A A B C D E 55A A B C D
  • 382. E 56A A B C D E 57A A B C D E 58A A B C D E 59A A B C D E 60A A B C D E 61A A B C D E 62A A
  • 383. BCDE
  • 384. ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSANSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalampengambilan keputusan.Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 75,00 atau lebihRata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 70,00 sampai 74,90Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 65,00 sampai 69,90Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 60,00 sampai 64,90Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan kurang dari 60,00Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks.Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 4 jenisdan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhirSiswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 3 jenisdan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhirSiswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2 jenisdan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhirSiswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 1 jenisdan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhirSiswa tidak pernah menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleksSiswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial melalui mata pelajaran IPA danIPS.Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,00 atau lebihRata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,00 sampai 74,90Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,00 sampai 69,90Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,00 sampai 64,90Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60,00Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran Adaptif secara efektif.Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahanajar, buku teks, perpustakaan, laboratorium, dan internetProgram keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahanajar, buku teks, perpustakaan, dan laboratoriumProgram keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahanajar, buku teks, dan perpustakaanProgram keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahanajar dan buku teksProgram keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajarSiswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjutdari berbagai sumber belajar.Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajarsebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhirSiswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajarsebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhirSiswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajarsebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
  • 385. Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajarsebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhirSiswa tidak pernah melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagaisumber belajarSiswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif danbertanggung jawab sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif danbertanggung jawab sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif danbertanggung jawab sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif danbertanggung jawab sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secaraproduktif dan bertanggung jawabSiswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahunSiswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau 3kali dalam 1 tahunSiswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahunSiswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahunSiswa tidak pernah mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budayaSiswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau3 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau2 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau1 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budayaSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab.Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawabsebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhirProgram keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dantanggung jawabSiswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebihdalam 1 tahun terakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahunterakhir
  • 386. Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahunterakhirProgram keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahunterakhirProgram keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosialSiswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik.Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah, juara program keahlian, dan juara kelasSekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah dan juara program keahlianSekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasahSekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara program keahlianSekolah/madrasah tidak memberikan penghargaanSiswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik.Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu me