Your SlideShare is downloading. ×
QUO VADIS
PERTUMBUHAN HOTEL DI DIY ?
Oleh : Herman Tony/Wakil Ketua BPD PHRI DIY
Materi untuk Diskusi Bulanan
Pusat Studi ...
INTRODUKSI
PERMASALAHAN
2
HARJO, 18/2/2012
Gubernur DIY
khawatir okupansi
hotel turun karena
penambahan 1000
kamar hotel di
DIY. Akibatnya,
semua hotel akan
merugi.
...
Walikota Jogja
Haryadi Suyuti
memastikan
bahwa pihaknya
tetap membuka
peluang investasi
hotel.
HARJO,
13/06/2012
KR, 04/08/2012
HARJO, 28/09/2012
KR, 03/01/2013
Pada tahun 2011
hingga awal saja
2013 dibangun
30 hotel bintang dan
24 hotel melati
dengan jumlah kamar
sekitar 16.000 uni...
KR, 02/02/2013
Ketua PHRI DIY :
“Sleman dan
Kota mungkin
sudah saatnya
dibatasi”
TRIBUN JOGJA
09/04/2013
BPS DIY :
Lama
Menginap
Wisatawan
di DIY
kurang dari
2 malam
(KR,
04/05/2013)
Pendapatan
hotel Melati
anjlok karena
kalah
bersaing
dengan hotel
berbintang.
(HARJO,
17/5/2013)
Gubernur Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY) Sri Sultan
Hamengkubuwono X
meminta Pemerintah kota
(Pemkot) menolak izin
pemban...
Kepala Bidang
Pelayanan
Dinzin Kota
Yogyakarta :
“Selama belum
ada regulasi
kami tetap
mengizinkan
pendirian
hotel”
SINDO,...
Kepala BAPPEDA
DIY :
“Harus segera
dikendalikan, jika
tidak yang kecil-
kecil bisa mati.
Sebagian ”
HARJO,
07/06/2013
SINDO,
10/06/2013
KR, 19/05/2013
http://www.lensaindonesia.com/2013/05/30/warga-karangkajen-tolak-
pembangunan-hotel-bale-ningrat.html
SEKILAS TENTANG PHRI
21
PROFIL PHRI
• PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau IHRA
(Indonesian Hotel and Restaurant Association) didir...
ANGGOTA PHRI
1. Institusi / lembaga / perusahaan legal (bukan pribadi pengelola dan
atau pemilik hotel / restoran)
 Yakni...
KLASIFIKASI HOTEL
1. KELAS BINTANG : BINTANG 1 S/D 5
2. KELAS MELATI
3. Sertifikat Klasifikasi Hotel dikeluarkan oleh BPP ...
25
ANGGOTA PHRI DIY
Saat ini (Juni 2013) total anggota PHRI DIY berjumlah
229 anggota, yang terdiri atas :
 Hotel Bintang...
Klasifikasi Hotel Jumlah
Bintang 5 6
Bintang 4 9
Bintang 3 19
Bintang 2 10
Bintang 1 13
T o t a l 57
26
HOTEL BINTANG ANGG...
27
Hotel Chains di DIY
NATIONAL CHAINS :
♦ INA-Garuda, Santika,
Sahid, Intan, Jayakarta ,
Prime Plaza  LAMA
♦ Abadi, Hori...
HOTEL CHAIN ( Jaringan Hotel)
1. International Hotel Chain :
 Sistim hubungan antar hotel dalam satu dan atau beberapa
ne...
Hotel dalam Jaringan Internasional mendapatkan manfaat
dari Pemasaran Hotel secara Internasional
Hotel dalam Jaringan Internasional mendapatkan manfaat dari
Pemasaran Hotel secara Internasional
KINERJA PERHOTELAN DIY
31
(Sumber : Dinas Pariwisata DIY 2011 )
Klasifikasi H o t e l Kamar
Bintang 36 3.631
Melati 415 7.270
JUMLAH 432 10.920
32
J...
( Sumber : Dinas Pariwisata DIY )
Klasifikasi
Hotel
2006
(orang)
2007
(orang)
2008
(orang)
2009
(orang)
2010
(orang)
2011
...
( Sumber : Dinas Pariwisata DIY )
Klasi-
Fikasi
2006
(orang)
2007
(orang)
2008
(orang)
2009
(orang)
2010
(orang)
2011
(ora...
35
(Sumber : Kemen Parekraf + DinPar DIY)
STATISTIK 2006 2007 2008 2009 2010 2011
DINPAR DIY 47,30% 57,75% 60,26% 56,71% 5...
36
STATISTIK 2006 2007 2008 2009 2010 2011
DINPAR DIY 21,63% 28,80% 25,12% 28,79% 30,59% 33,20%
KEMEN
PAREKRAF 19,54% 26,6...
( Sumber : Dinas Pariwisata DIY )
Klasifikasi
Hotel
2006
(hr/org)
2007
(hr/org)
2008
(hr/org)
2009
(hr/org)
2010
(hr/org)
...
INVESTASI PERHOTELAN DI DIY
38
TAHUN
JUMLAH
UNIT
JUMLAH
KAMAR
2011 8 896
2012 13 1.559
2013 7 845
2014 19 * 3.814
JML TOTAL 47 7.114
39
HOTEL-HOTEL YANG ...
TAHUN • 5 *4 *3 *2 *1
BU-
TIK
ME-
LATI
JUM-
LAH
2011 - 3 3 - 1 - 1 8
2012 1 1 4 5 1 1 - 13
2013 - 4 1 2 - - - 7
2014 - 6 *...
Jenis Operator 2010 2014 Keterangan
International Chains 4 5 Baru : ASTON
National Chains 5 15 Naik 200 %
Self Managed 23 ...
Operator
Hotel
J umlah
Unit
Jumlah
Kamar Keterangan
International
Chains (2) 5 1.265 Accor; Aston
National
Chains (8) 19 2...
Hotel Bintang 2010 2014 +/- (%)
Jumlah
Unit 37 84 116,22%
Jumlah
Kamar 3.595 10.709 197,88%
43
PERKEMBANGAN HOTEL BINTANG
...
Persebaran
Pembangunan Hotel
di DIY (2012-2014)
 Terpusat di Kota
Yogyakarta dan
Sleman bagian
Selatan; di dalam
Jalan Li...
RIPPARDA DIY 2012 - 2025 *
45
*Sumber : Ike Janita Dewi dalam Lokakarya Pengembangan Investasi
Bidang Kepariwisataan (Perh...
Sasaran RIPPARDA DIY (2012-2025)
46
Proyeksi Kebutuhan Kamar Hotel berdasarkan
Sasaran RIPPARDA DIY 2012-2025
Moderat Optimistis
2014 2019 2025 2014 2019 2025...
Proyeksi Kebutuhan Kamar Hotel (Berdasarkan RIPPARDA
DIY 2012-2025) vs Ketersediaan Hotel (2012-2014)
48
Proyeksi Kebutuhan Kamar Hotel (RIPPARDA DIY 2012-2025)
vs Ketersediaan Hotel (2012-2014)
49
Perwilayahan Pembangunan Destinasi
(RIPPARDA 2012-2025)
Perwilayahan pembangunan destinasi Pariwisata daerah
Provinsi Daer...
CATATAN KRITIS
ATAS RIPPARDA DIY 2012 - 2025
51
Apa RIPPARDA DIY 2012-2025
tidak membuat
Proyeksi Rata-Rata Tingkat Hunian...
HARAPAN DAN TANTANGAN
BISNIS PERHOTELAN DI DIY
52
HARAPAN YANG IDEAL PASCABEROPERASINYA
HOTEL-HOTEL BARU DI DIY
• Rata-rata tingkat hunian kamar hotel di DIY setahun selalu...
TANTANGAN HARI INI DAN ESOK
• Sejak 1998 hingga 2011 jumlah kunjungan wisatawan
mancanegara (wisman) ke DIY setiap tahun m...
TANTANGAN HARI INI DAN ESOK
ANEHNYA : semua indikator kinerja perhotelan
seperti disebutkan di atas masih rendah NAMUN
jum...
KR, 11/8/2012
Prediksi
tersebut
meleset.
Tapi ternyata
kamar hotel
baru terisi
penuh pada
H+1….
HAMBATAN-HAMBATAN
• Adanya regulasi yang belum mendukung perkembangan
usaha perhotelan dan restoran misalnya regulasi tent...
PERMASALAHAN DI DEPAN MATA
• Perang tarif kamar antar hotel di DIY makin terbuka lebar dan
makin tak sehat akibat makin ke...
Masalah Carrying
Capacity di
beberapa titik
tertentu perlu
mendapat
perhatian khusus
59
APA YANG BISA DILAKUKAN
DAN MENJADI USULAN SOLUTIF ?
60
HIMBAUAN PHRI DIY
1) Tanggal 03 April 2013 BPD PHRI DIY menghimbau secara
tertulis seluruh anggota PHRI DIY (hotel) untuk
...
USULAN SOLUTIF (1)
a) Perlu ada kebijakan pemerintah untuk menghentikan sementara
pemberian ijin pembangunan hotel baru da...
USULAN SOLUTIF (2)
• Segera merevisi regulasi-regulasi yang menghambat usaha
pariwisata khususnya bisnis perhotelan dan re...
USULAN-USULAN STRATEGIS
• Segera membentuk Badan Promosi Pariwisata DIY guna memaksimalkan
dan mengoptimalkan upaya-upaya ...
ALTERNATIF SOLUSI DARI PRAWIROTAMAN
Menyikapi rencana pembangunan hotel kelas bintang di Prawirotaman
para pengusaha atau ...
ALTERNATIF SOLUSI DARI PRAWIROTAMAN
c) Perlu dibentuk Tim yang mengawal pelaksanaan kesepakatan
bersama ini termasuk pemba...
PROMOSI WISATA
1. Perlu ditingkatkan kordinasi dan
kerja sama para stakeholder
pariwisata dalam setiap kegiatan
promosi be...
68
SEMOGA BERMANFAATSEMOGA BERMANFAAT
Quo vadis pertumbuhan hotel di diy
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Quo vadis pertumbuhan hotel di diy

1,021

Published on

QUO VADIS PERTUMBUHAN HOTEL DI DIY ? Oleh : Herman Tony/Wakil Ketua BPD PHRI DIY Materi untuk Diskusi Bulanan Pusat Studi Pariwisata (PUSPAR) UGM Yogyakarta, 25 Juni 2013 - Tour operator di jogja,Tour operator di Yogya,Tour operator di jogjakarta,Tour operator di Yogyakarta,

Published in: Travel
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,021
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Quo vadis pertumbuhan hotel di diy"

  1. 1. QUO VADIS PERTUMBUHAN HOTEL DI DIY ? Oleh : Herman Tony/Wakil Ketua BPD PHRI DIY Materi untuk Diskusi Bulanan Pusat Studi Pariwisata (PUSPAR) UGM Yogyakarta, 25 Juni 2013 1
  2. 2. INTRODUKSI PERMASALAHAN 2
  3. 3. HARJO, 18/2/2012
  4. 4. Gubernur DIY khawatir okupansi hotel turun karena penambahan 1000 kamar hotel di DIY. Akibatnya, semua hotel akan merugi. (KR,25/4/2012)
  5. 5. Walikota Jogja Haryadi Suyuti memastikan bahwa pihaknya tetap membuka peluang investasi hotel. HARJO, 13/06/2012
  6. 6. KR, 04/08/2012
  7. 7. HARJO, 28/09/2012
  8. 8. KR, 03/01/2013
  9. 9. Pada tahun 2011 hingga awal saja 2013 dibangun 30 hotel bintang dan 24 hotel melati dengan jumlah kamar sekitar 16.000 unit. (KOMPAS, 03/01/2013)
  10. 10. KR, 02/02/2013
  11. 11. Ketua PHRI DIY : “Sleman dan Kota mungkin sudah saatnya dibatasi” TRIBUN JOGJA 09/04/2013
  12. 12. BPS DIY : Lama Menginap Wisatawan di DIY kurang dari 2 malam (KR, 04/05/2013)
  13. 13. Pendapatan hotel Melati anjlok karena kalah bersaing dengan hotel berbintang. (HARJO, 17/5/2013)
  14. 14. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta Pemerintah kota (Pemkot) menolak izin pembangunan hotel baru karena pesatnya pembangunan hotel baru di Yogyakarta dalam 3 tahun terakhir. (BERNAS, 17/05/2013 ; http://finance.detik.com/read/2 013/05/15/171603/2246927/101 6/sultan-tahan-izin- pembangunan-hotel-di-yogya )
  15. 15. Kepala Bidang Pelayanan Dinzin Kota Yogyakarta : “Selama belum ada regulasi kami tetap mengizinkan pendirian hotel” SINDO, 06/06/2013
  16. 16. Kepala BAPPEDA DIY : “Harus segera dikendalikan, jika tidak yang kecil- kecil bisa mati. Sebagian ” HARJO, 07/06/2013
  17. 17. SINDO, 10/06/2013
  18. 18. KR, 19/05/2013
  19. 19. http://www.lensaindonesia.com/2013/05/30/warga-karangkajen-tolak- pembangunan-hotel-bale-ningrat.html
  20. 20. SEKILAS TENTANG PHRI 21
  21. 21. PROFIL PHRI • PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau IHRA (Indonesian Hotel and Restaurant Association) didirikan 9 Februari 1969 dan merupakan kelanjutan dari ITHA (Indonesian Tourist Hotel Association) • Merupakan organisasi profesi perhotelan dan restoran tingkat nasional yang dalam pelaksanaan fungsinya dilakukan oleh Badan Pimpinan Pusat (BPP PHRI) • Di tingkat propinsi pelaksanaan fungsi PHRI dilakukan oleh BPD (Badan Pimpinan Daerah) dan di tingkat kabupaten/kota oleh BPC (Badan Pimpinan Cabang)
  22. 22. ANGGOTA PHRI 1. Institusi / lembaga / perusahaan legal (bukan pribadi pengelola dan atau pemilik hotel / restoran)  Yakni : Badan Usaha Perhotelan, Badan Usaha Perestoranan, Asosiasi Profesi bidang hotel dan restoran 1. Institusi / Lembaga Pendidikan Pariwisata dengan status “Anggota Luar Biasa” 2. Keanggotaan disahkan oleh Badan Pimpinan Pusat berdasarkan atas usulan Badan Pimpinan Cabang dan atau Badan Pimpinan Daerah.
  23. 23. KLASIFIKASI HOTEL 1. KELAS BINTANG : BINTANG 1 S/D 5 2. KELAS MELATI 3. Sertifikat Klasifikasi Hotel dikeluarkan oleh BPP PHRI dan ditandatangani oleh Ketua Umum BPP PHRI ( yang menjabat ) bersama dengan Gubernur Daerah Propinsi terkait. NB. : Keputusan Menbudpar No.KM.3/HK.001/MKP.02 Thn. 2002 24
  24. 24. 25 ANGGOTA PHRI DIY Saat ini (Juni 2013) total anggota PHRI DIY berjumlah 229 anggota, yang terdiri atas :  Hotel Bintang = 57  Hotel Non Bintang = 93  Restoran = 47  Proses Klasifikasi = 11  Galery = 2  Institusi Pendidikan Pariwisata = 11  Perusahaan (supplier hotel) = 8  GPY (Paguyuban Pengusaha Perhotelan DIY)  Hotel Melati
  25. 25. Klasifikasi Hotel Jumlah Bintang 5 6 Bintang 4 9 Bintang 3 19 Bintang 2 10 Bintang 1 13 T o t a l 57 26 HOTEL BINTANG ANGGOTA PHRI DIY TAHUN 2013
  26. 26. 27 Hotel Chains di DIY NATIONAL CHAINS : ♦ INA-Garuda, Santika, Sahid, Intan, Jayakarta , Prime Plaza  LAMA ♦ Abadi, Horison, Tazia, Kagum, DAFAM  BARU INTERNATIONAL CHAINS : ♦ Melia, Hyatt, Sheraton, Accor  LAMA ♦ Aston  BARU
  27. 27. HOTEL CHAIN ( Jaringan Hotel) 1. International Hotel Chain :  Sistim hubungan antar hotel dalam satu dan atau beberapa negara 1. National Hotel Chain :  Sistim hubungan antar hotel dalam satu kawasan nasional (satu negara) 1. Hotel Chain memiliki sistem dan standard pemasaran dan promosi untuk hotel dan produk mereka yang ada dan tersebar di satu atau beberapa negara 28
  28. 28. Hotel dalam Jaringan Internasional mendapatkan manfaat dari Pemasaran Hotel secara Internasional
  29. 29. Hotel dalam Jaringan Internasional mendapatkan manfaat dari Pemasaran Hotel secara Internasional
  30. 30. KINERJA PERHOTELAN DIY 31
  31. 31. (Sumber : Dinas Pariwisata DIY 2011 ) Klasifikasi H o t e l Kamar Bintang 36 3.631 Melati 415 7.270 JUMLAH 432 10.920 32 JUMLAH HOTEL DAN KAMAR HOTEL DI DIY TAHUN 2011
  32. 32. ( Sumber : Dinas Pariwisata DIY ) Klasifikasi Hotel 2006 (orang) 2007 (orang) 2008 (orang) 2009 (orang) 2010 (orang) 2011 (orang) Bintang 566.344 673.836 703.816 759.618 787.249 801.660 Melati 348.483 575.585 580.941 666.439 669.731 806.034 JUMLAH 914.827 1.249.421 1.284.757 1.426.057 1.456.980 1.607.694 33 JUMLAH TOTAL WISATAWAN KE DIY THN 2006 - 2011
  33. 33. ( Sumber : Dinas Pariwisata DIY ) Klasi- Fikasi 2006 (orang) 2007 (orang) 2008 (orang) 2009 (orang) 2010 (orang) 2011 (orang) Bintang 67.653 85.943 107.524 114.066 124.060 133.868 Melati 10.492 17.281 21.136 25.426 28.783 35.697 JUMLAH 78.145 103.224 128.660 139.492 152.843 169.565 34 JUMLAH KUNJUNGAN WISMAN KE DIY TAHUN 2006 - 2011
  34. 34. 35 (Sumber : Kemen Parekraf + DinPar DIY) STATISTIK 2006 2007 2008 2009 2010 2011 DINPAR DIY 47,30% 57,75% 60,26% 56,71% 56,76% 57,43% KEMEN PAREKRAF 43,35% 45,55% 50,07% 49,53% 47,30% TINGKAT HUNIAN KAMAR HOTEL BINTANG DI DIY TAHUN 2006 - 2011
  35. 35. 36 STATISTIK 2006 2007 2008 2009 2010 2011 DINPAR DIY 21,63% 28,80% 25,12% 28,79% 30,59% 33,20% KEMEN PAREKRAF 19,54% 26,62% 33,23% 32,73% 29,28% TINGKAT HUNIAN KAMAR HOTEL MELATI DI DIY TAHUN 2006 - 2011 (Sumber : Kemen Parekraf + DinPar DIY)
  36. 36. ( Sumber : Dinas Pariwisata DIY ) Klasifikasi Hotel 2006 (hr/org) 2007 (hr/org) 2008 (hr/org) 2009 (hr/org) 2010 (hr/org) 2011 (hr/org) Bintang 1,68 1,64 1,74 1,74 1,68 1,76 Melati 1,94 1,86 1,77 1,80 1,77 1,74 37 LAMA TINGGAL WISATAWAN DI DIY
  37. 37. INVESTASI PERHOTELAN DI DIY 38
  38. 38. TAHUN JUMLAH UNIT JUMLAH KAMAR 2011 8 896 2012 13 1.559 2013 7 845 2014 19 * 3.814 JML TOTAL 47 7.114 39 HOTEL-HOTEL YANG SUDAH / AKAN DIBANGUN DI DIY TAHUN 2011 - 2014 NB. * Sudah termasuk 4 unit Kondotel + Apartemen (total = 1.894 kamar)
  39. 39. TAHUN • 5 *4 *3 *2 *1 BU- TIK ME- LATI JUM- LAH 2011 - 3 3 - 1 - 1 8 2012 1 1 4 5 1 1 - 13 2013 - 4 1 2 - - - 7 2014 - 6 * 9 3 1 - - 19 JML 1 14 17 10 3 1 1 47 40 HOTEL-HOTEL YANG SUDAH / AKAN DIBANGUN DI DIY TAHUN 2011 - 2014 NB. * Sudah termasuk 4 unit Kondotel + Apartemen (total = 1.894 kamar)
  40. 40. Jenis Operator 2010 2014 Keterangan International Chains 4 5 Baru : ASTON National Chains 5 15 Naik 200 % Self Managed 23 46 Naik 100 % 41 JUMLAH OPERATOR HOTEL BINTANG DI DIY TAHUN 2010 - 2014
  41. 41. Operator Hotel J umlah Unit Jumlah Kamar Keterangan International Chains (2) 5 1.265 Accor; Aston National Chains (8) 19 2.804 Santika; Sahid, Horison; Dafam; Abadi; Tauziah; dll Self Managed 23 3.045 PT. Sido Muncul; PT. Sritex; PT. Duniatex; dll 42 OPERATOR-OPERATOR HOTEL BARU DI DIY TAHUN 2011 - 2014
  42. 42. Hotel Bintang 2010 2014 +/- (%) Jumlah Unit 37 84 116,22% Jumlah Kamar 3.595 10.709 197,88% 43 PERKEMBANGAN HOTEL BINTANG DI DIY TAHUN 2010 - 2014
  43. 43. Persebaran Pembangunan Hotel di DIY (2012-2014)  Terpusat di Kota Yogyakarta dan Sleman bagian Selatan; di dalam Jalan Lingkar.  Hampir terpusat di sekitar Malioboro dan sekitarnya  Pembangunan Condotel terpusat di bagian luar dari Malioboro dan Sleman bagian Selatan. 44
  44. 44. RIPPARDA DIY 2012 - 2025 * 45 *Sumber : Ike Janita Dewi dalam Lokakarya Pengembangan Investasi Bidang Kepariwisataan (Perhotelan) yang diselenggarakan Bidang Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM) DIY - 29 Nopember 2012
  45. 45. Sasaran RIPPARDA DIY (2012-2025) 46
  46. 46. Proyeksi Kebutuhan Kamar Hotel berdasarkan Sasaran RIPPARDA DIY 2012-2025 Moderat Optimistis 2014 2019 2025 2014 2019 2025 Jumlah wisatawan 1,723,136 2,063,151 2,318,845 1,935,994 2,352,239 2,671,773 LOS 2.33 3 4.22 2.94 4.08 6.01 Jumlah kamar yang dibutuhkan dalam setahun 4,014,907 6,189,453 9,785,526 5,691,822. 9,597,135 16,057,356 Total Kebutuhan Kamar/tahun (asumsi: 2 orang/kamar) 2,007,453 3,094,727 4,892,763 2,845,911 4,798,568 8,028,678 Kebutuhan kamar 10,999.74 16,957.41 26,809.66 15,594.03 26,293.52 43,992.76 47
  47. 47. Proyeksi Kebutuhan Kamar Hotel (Berdasarkan RIPPARDA DIY 2012-2025) vs Ketersediaan Hotel (2012-2014) 48
  48. 48. Proyeksi Kebutuhan Kamar Hotel (RIPPARDA DIY 2012-2025) vs Ketersediaan Hotel (2012-2014) 49
  49. 49. Perwilayahan Pembangunan Destinasi (RIPPARDA 2012-2025) Perwilayahan pembangunan destinasi Pariwisata daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencakup: A.KAWASAN LERENG MERAPI BAGIAN SELATAN dan sekitarnya B.KAWASAN PRAMBANAN – RATU BOKO dan sekitarnya C.KAWASAN GODEAN – MOYUDAN dan sekitarnya D.KAWASAN KRATON – MALIOBORO dan sekitarnya E.KAWASAN KASONGAN – TEMBI – WUKIRSARI dan sekitarnya F.KAWASAN PARANGTRITIS – DEPOK – KUWARUdan sekitarnya G.KAWASAN BARON – SUNDAK dan sekitarnya H.KAWASAN SIUNG – WEDIOMBO – BENGAWAN SOLO PURBA dan sekitarnya I.KAWASAN PATUK dan sekitarnya J.KAWASAN KARST GUNUNG SEWU dan sekitarnya K.KAWASAN CONGOT – GLAGAH – TRISIK dan sekitarnya L.KAWASAN PEGUNUNGAN MENOREHdan sekitarnya 50
  50. 50. CATATAN KRITIS ATAS RIPPARDA DIY 2012 - 2025 51 Apa RIPPARDA DIY 2012-2025 tidak membuat Proyeksi Rata-Rata Tingkat Hunian Kamar Hotel dalam setahun ???
  51. 51. HARAPAN DAN TANTANGAN BISNIS PERHOTELAN DI DIY 52
  52. 52. HARAPAN YANG IDEAL PASCABEROPERASINYA HOTEL-HOTEL BARU DI DIY • Rata-rata tingkat hunian kamar hotel di DIY setahun selalu di atas 60 % • Rata-rata harga kamar hotel di DIY makin mencerminkan harga kamar sesuai dengan klasifikasi hotel masing-masing • Jumlah kunjungan wisatawan (asing + domestik) ke DIY setahun selalu meningkat signifikan dari tahun ke tahun • Rata-rata lama tinggal wisatawan di DIY melebihi 2 hari per orang • PERTANYAAN POKOK DAN PENTING : KAPAN BISA DIWUJUDKAN ??? 53
  53. 53. TANTANGAN HARI INI DAN ESOK • Sejak 1998 hingga 2011 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY setiap tahun masih di bawah angka 200.000 orang • Padahal sebelumnya DIY mampu meraih kunjungan wisman antara 300.000 - 350.000 orang setahun. • Jumlah kunjungan wisatawan (asing+domestik) ke DIY pun dalam satu dasa warsa terakhir selalu di bawah 1,5-juta orang setahun kecuali tahun 2011 (1,6-juta orang) • Tingkat hunian kamar hotel bintang sejak tahun 1998 adalah di bawah 60 % kecuali tahun 2008 yang mencapai 60 % • Rata-rata lama tinggal wisatawan di DIY amat singkat yakni di bawah 2 hari/orang sejak tahun 2006 bahkan tahun-tahun sebelumnya 54
  54. 54. TANTANGAN HARI INI DAN ESOK ANEHNYA : semua indikator kinerja perhotelan seperti disebutkan di atas masih rendah NAMUN jumlah kamar hotel (akan) seolah dibiarkan naik drastis yakni lebih 197,88,2% dalam kurun waktu 4 tahun (2011 – 2014) LAGI PULA : kamar hotel di DIY hampir terjual habis hanya saat peak season dan high season – yang total keseluruhan harinya tidak lebih 25% dari 365 hari dalam setahun 55
  55. 55. KR, 11/8/2012 Prediksi tersebut meleset. Tapi ternyata kamar hotel baru terisi penuh pada H+1….
  56. 56. HAMBATAN-HAMBATAN • Adanya regulasi yang belum mendukung perkembangan usaha perhotelan dan restoran misalnya regulasi tentang minol termasuk nomor pokok penjual barang kena cukai (NP2BKC) yang harus dimiliki hotel/restoran, dan lain-lain • Terkait dengan UU HAKI : selalu dibayang-bayangi ancaman perdata maupun ancaman pidana karena belum tuntasnya penyelesaian masalah penentuan tarif atas lisensi pemutaran lagu-lagu di lingkungan usaha hotel / restoran • Adanya kebijakan penghematan listrik yang tak mungkin bisa dipenuhi hotel/restoran; begitu pula halnya dengan pemberian insentif oleh PLN bagi pelanggan yang berhasil menghemat pemakaian listrik pada waktu beban puncak (jam 17.00 – 22.00). Padahal energy cost untuk sebuah hotel termasuk amat besar. 57
  57. 57. PERMASALAHAN DI DEPAN MATA • Perang tarif kamar antar hotel di DIY makin terbuka lebar dan makin tak sehat akibat makin ketatnya persaingan dalam meraih pasar wisatawan yang cenderung statis. • Hal tersebut terjadi karena pertambahan jumlah kamar hotel yang begitu drastis tidak diimbangi oleh jumlah kunjungan wisatawan ke DIY dalam setahun yang begitu rendah. • Belum adanya peraturan pemerintah daerah tentang pendirian hotel (khususnya kondotel) (kondominium dan hotel) sehingga pendirian hotel dan kondotel tidak bisa dikendalikan saat ini. • Daya dukung lahan (air bawah tanah) terhadap pendirian hotel dan (kondotel khususnya) di DIY dan Sleman sudah kritis dan berpotensi menimbulkan gejolak sosial • Semakin terbatas anggaran pemasaran dan promosi yang mampu disediakan sendiri oleh hotel khususnya hotel kecil/melati menyusul perang tarif antar hotel yang tak sehat; termasuk anggaran peningkatan kualitas layanan hotel 58
  58. 58. Masalah Carrying Capacity di beberapa titik tertentu perlu mendapat perhatian khusus 59
  59. 59. APA YANG BISA DILAKUKAN DAN MENJADI USULAN SOLUTIF ? 60
  60. 60. HIMBAUAN PHRI DIY 1) Tanggal 03 April 2013 BPD PHRI DIY menghimbau secara tertulis seluruh anggota PHRI DIY (hotel) untuk menerapkan batas bawah tarif kamar hotel sebagai berikut : 1) hotel bintang - 5 = Rp500.000,- 2) hotel bintang - 4 = Rp400.000,- 3) hotel bintang - 3 = Rp300.000,- 4) hotel bintang - 2 = Rp250.000,- 5) hotel bintang - 1 = Rp200.000,- 6) hotel nonbintang = Rp100.000,- 2) NB. : Batas bawah tarif kamar hotel tersebut adalah “room only plus tax and service” dan hanya diberlakukan saat “low season” 61
  61. 61. USULAN SOLUTIF (1) a) Perlu ada kebijakan pemerintah untuk menghentikan sementara pemberian ijin pembangunan hotel baru dan kondotel khususnya di Kota Yogyakarta hingga kondisi bisnis perhotelan di DIY pulih kembali b) Sebelum menanggapi permohonan ijin pendirian hotel baru (khususnya kondotel), pemerintah perlu mendapatkan masukan dan saran pertimbangan dari PHRI dan masyarakat di lokasi pendirian hotel c) Segera dibuat peraturan tentang ijin pendirian hotel dan kondotel yang akhir-akhir ini mulai muncul dalam bisnis perhotelan di DIY d) Perlu dilakukan analisa tentang kebutuhan pasar akan kamar hotel di DIY 10 tahun atau 20 tahun ke depan; lalu ijin pembangunan hotel baru lebih diarahkan ke wilayah-wilayah yang butuh dikembangkan e) Meningkatkan kualitas sarana-prasaran serta keamanan dan kenyamanan tamu saat mengunjungi obyek-obyek wisata dan kawasan wisata di wilayah DIY 62
  62. 62. USULAN SOLUTIF (2) • Segera merevisi regulasi-regulasi yang menghambat usaha pariwisata khususnya bisnis perhotelan dan restoran seperti regulasi tentang minol, nomor pokok penjual barang kena cukai (BP2KC), dan lain-lain • Mengadakan fasilitas berupa bantuan modal usaha bagi usaha hotel kelas non-bintang untuk peningkatan kualitas layanannya • Merencanakan dan melakukan upaya-upaya peningkatan kualitas SDM hotel khususnya pengelola hotel non-bintang melalui diklat • Segera melakukan pengembangan pasar terutama pasar MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) termasuk pengadaan sarana-sarana pendukung MICE, Event Organizer (EO) yang berlisensi untuk menyelenggarakan event berskala nasional maupun internasional 63
  63. 63. USULAN-USULAN STRATEGIS • Segera membentuk Badan Promosi Pariwisata DIY guna memaksimalkan dan mengoptimalkan upaya-upaya promosi pariwisata DIY sehingga kunjungan wisatawan ke DIY bisa meningkat dari tahun ke tahun • Meningkatkan performance destinasi wisata DIY yang meliputi berbagai unsur seperti akomodasi, transportasi, biro perjalanan wisata, pramuwisata, penyelenggaraan event wisata dan lain-lain. • Mengembalikan posisi DIY sebagai destinasi wisata utama di tanah air • Membangun ‘critical mass’ : wisatawan MICE ? • Mengembangkan merek (branding) internasional yang didukung dengan anggaran pemasaran & promosi pariwisata DIY yang berasal dari APBD, atau sumber-sumber lain • Memaksimalkan sinergitas antar para stakeholder pariwisata dalam merencanakan dan melakukan upaya-upaya peningkatan kinerja pariwisata (jumlah kunjungan tamu, occupancy rate hotel, length of stay, dan lain-lain) 64
  64. 64. ALTERNATIF SOLUSI DARI PRAWIROTAMAN Menyikapi rencana pembangunan hotel kelas bintang di Prawirotaman para pengusaha atau pengelola homestay / guest house / wisma / penginapan di kawasan Prawirotaman berkumpul dan urun-rembuq bersama pada Oktober 2012. Disepakati banyak hal antara lain : a) Identitas Prawirotaman sebagai Kampung Wisatawan khususnya “Tourist Backpacker” harus dipertahankan dengan memperhatikan dan menjaga konservasi dan daya dukung lahan, warisan budaya, bangunan heritage dan sebagainya. Khususnya bangunan/rumah warisan budaya yang telah berusia 50 tahun ke atas tidak boleh dibongkar tetapi dialihfungsikan demi mempertahankan ciri khas dan karakteristik kampung Prawirotaman b) Dapat diterima adanya pembangunan hotel baru bertingkat di kawasan Prawirotaman dengan syarat hotel baru tersebut tidak boleh memiliki lebih dari 3 (tiga) lantai. 65
  65. 65. ALTERNATIF SOLUSI DARI PRAWIROTAMAN c) Perlu dibentuk Tim yang mengawal pelaksanaan kesepakatan bersama ini termasuk pembangunan hotel di kawasan Prawirotaman sejak perencanaannya. d) Setiap investor hotel di kawasan Prawirotaman diminta untuk memberikan kompesasi yang bersifat jangka panjang bagi warga Prawirotaman secara keseluruhan yang berdiam di 3 (tiga) wilayah RW e) Perlu didalami dan diantisipasi bersama dampak negatif dari kehadiran hotel baru di kawasan Prawirotaman terhadap usaha bisnis hotel secara umum di kawasan tersebut sehingga usaha-usaha yang sudah ada sebelumnya bisa tetap eksis f) Kesepakatan warga Prawirotaman tersebut dibuat tertulis lalu dikirim kepada Walikota Yogyakarta untuk diketahui dan dipertimbangkan pemerintah 66
  66. 66. PROMOSI WISATA 1. Perlu ditingkatkan kordinasi dan kerja sama para stakeholder pariwisata dalam setiap kegiatan promosi bersama 2. Bentuk-bentuk kegiatan promosi:  Road Show  Travel Dialogue  Familirization Trip/ Educational Tour  Pasar Wisata : Table Top, ATF, Travel Mart (ITB Berlin, WTM London, dll), Matta Fair, dan lain-lain 67 BADAN PROMOSI PARIWISATA DIY : Kapan dibentuk ?????? ???
  67. 67. 68 SEMOGA BERMANFAATSEMOGA BERMANFAAT

×