Kanker Serviks

5,182 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,182
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
195
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kanker Serviks

  1. 1. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianyakepada penulis sehingga bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawatberiringkan salam penulis hanturkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW yangtelah membawa kaum muslimin dari dunia yang penuh dengan kegelapan dan kehinaanmenuju dunia yang terang menderang yang penuh dengan ilmu pengetahuan sepertisekarang ini. Terimakasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah mendukungpembuatan makalah ini, terutama orang tua yang telah banyak berkorban demi pembuatanmakalah ini. Terimakasih kepada dosen pembimbing Dra. Denai Wahyuni, Msi yang telahmembimbing penulis. Semoga makalah ini bermanfaat untuk proses belajar dan mengajar,amin. Penulis
  2. 2. BAB II KANKER SERVIKS 2. 1 ANATOMI RAHIM WANITA Leher rahim (serviks) adalah bagian bawah uterus (rahim). Rahim memiliki 2 bagian.Bagian atas, disebut tubuh rahim, adalah tempat di mana bayi tumbuh. Leher rahim, dibagian bawah, menghubungkan tubuh rahim ke vagina, atau disebut juga jalan lahir.Gambar organ reproduksi wanita: 2. 2 PENGERTIAN KANKER SERVIKS Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan keganasan yang menyerang leherrahim atau cervix, yaitu bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liangsanggama (vagina). Kanker serviks adalah salah satu tumor ganas yang paling seringdijumpai pada wanita, juga satu-satunya penyakit kanker yang dapat ditemukanpenyebabnya. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), virus ini dapatmenyebar secara langsung dari kontak kulit. Masa inkubasinya bisa lebih dari sepuluh tahun,oleh karena itu distadium awal tidak ada gejala apapun, kanker serviks dapat dicegah jugadapat dideteksi, dengan melakukan skrining kanker serviks secara rutin dapat dengan efektifmenghindari menderita kanker serviks.
  3. 3. 2. 3 JENIS-JENIS KANKER SERVIKS Ada 2 jenis utama kanker serviks. Sekitar 8-9 dari 10 jenis yang ada adalah karsinomasel skuamosa. Di bawah mikroskop, kanker jenis ini terbentuk dari sel-sel seperti sel-selskuamosa yang menutupi permukaan serviks. Sebagian besar sisanya adalahadenokarsinoma. Kanker ini dimulai pada sel-sel kelenjar yang membuat lendir. Jarangterjadi, kanker serviks memiliki kedua jenis fitur diatas dan disebut karsinoma campuran.Jenis lainnya (seperti melanoma, sarkoma, dan limfoma) yang paling sering terjadi di bagianlain dari tubuh. Jika Anda memiliki kanker serviks, mintalah dokter Anda untuk menjelaskanjenis kanker apa yang Anda miliki. 2. 4 PENYEBAB KANKER SERVIKS Kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. HPV yang terdiri dari lebih 100 tipe,disebut papilloma karena virus ini sering menimbulkan warts atau benigna (warts: tumorepidermal yang disebabkan virus papilloma atau proliferasi jinak mirip kutil). HPV yangmenimbulkan warts (kutil) di tangan atau di kaki berbeda tipe dengan yang menimbulkan dialat kelamin (genitalia) dan beberapa tipe HPV sangat berkaitan erat dengan terjadinyakanker serviks Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidakterlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leherrahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaansecara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yanginvasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human
  4. 4. papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatantermasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadiumakhir penyakit. Virus ini menyebar melalui kontak seksual. Tubuh perempuan kebanyakan mampumelawan infeksi HPV. Tapi kadang-kadang virus menyebabkan kanker. Anda berisiko lebihtinggi jika Anda merokok, memiliki banyak anak, menggunakan pil KB untuk waktu yanglama, atau memiliki infeksi HIV. 2. 5 HUBUNGAN KANKER SERVIKS DAN HIV Infeksi HPV tidak sama dengan infeksi HIV maupun HSV, meskipun sama-samaditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi HPV pada sebagian orang tidak menimbulkanmasalah kesehatan yang serius, akan tetapi berbeda dengan virus HPV menetap yang akanmenimbulkan penyakit kanker serviks. Kaitan antara perubahan abnormal serviks (atau displasia) dan kanker serviksberkaitan dengan HIV telah dikenal baik sejak tahun 1990-an. Hasil penelitian dimasa itubahwa sampai dengan 40 persen perempuan yang terinfeksi HIV mengalami displasia leherrahim yang dikenali lewat tes Pap, dibandingkan dengan hanya 17 persen di antaraperempuan yang tidak terinfeksi HIV. Di tahun 1993, centers for disease and preventionamerika menyatakan, displasia leher rahim tingkat sedang dan berat sebagai bukti awal dariinfeksi HIV simptomatik. Terjadinya kanker serviks yang menyebar adalah kondisi yangmenetapkan AIDS. Sekalipun demikian, bahkan diantara perempuan dengan HIV positif, sebagian besarperempuan mengalami lasi leher termasuk pada tingkat rendah. Seperti dalam populasiumum, banyak faktor tampaknya berpengaruh risiko berkembangnya displasia leher rahimatau kanker pada perempuan dengan HIV positif termasuk koinfeksi dengan HPV (dilaporkansampai setinggi 95 persen dalam populasi ini), jumlah CD4 rendah, dan jumlah virus HIVtinggi. 2. 6 FAKTOR RESIKO TERKENA KANKER SERVIKS
  5. 5. Faktor risiko utama untuk kanker serviks terkait dengan praktek-praktek seksual.Infeksi menular seksual (IMS) dapat membuat sel-sel Anda lebih mungkin untuk mengalamiperubahan yang dapat menyebabkan kanker. IMS termasuk HPV, herpes, gonore danklamidia. HPV adalah virus yang dapat menyebabkan kutil kelamin. Sepertinya akan sangatberhubungan erat dengan perubahan ini.Faktor Risiko untuk Kanker Serviks Melakukan hubungan seks dini (sebelum usia 18) Mempunyai banyak pasangan seksual/berganti-ganti pasangan Terinfeksi dengan infeksi menular seksual (IMS) atau yang telah memiliki pasangan seks yang memiliki IMS Merokok 2. 7 GOLONGAN YANG BERPOTENSI TERKENA KANKER SERVIKS Baik wanita maupun pria yang sudah aktif secara seksual, baik wanita maupun pria,sangat berpotensi terjangkit virus HPV. Karena virus ini mudah sekali menjakiti parapasangan yang aktif berhubungan intim. Meruntun dari penyebab timbulnya penyakit kanker serviks, keberadaan penyakitkutil kelamin juga salah satu faktor pendukung menyebarnya virus HPV. Penyakit kutilkelamin juga disebabkan oleh virus HPV. Namun bedanya, kalau kanker serviks disebabkanoleh HPV tipe 16 dan 18, kutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Kutil kelamin adalah benjolan-benjoilan yang tumbuh pada alat kelamin manusiadalam berbagai variasi bentuk. Pada wanita, kutil kelamin tumbuh pada vulva dan serviks.Sedangkan pada pria, kutil kelamin akan cenderung muncul pada alat vital pria atau skrotumdan pada beberapa kasus tertentu kutil kelamin tumbuh pada area selangkangan. Bagi pria yang terkena kutil kelamin, keluhan yang akan dirasakan yaitu rasa gataldan panas, pendarahan dan rasa sakit pada alat vital, strotum dan daerah anal. Pada wanita,keluhan yang akan dirasakan hampir sama dengan pria, yakni rasa gatal dan panas.
  6. 6. Terutama pada wanita yang sedang mengandung, kutil kelamin yang diderita bisamenjangkiti janin dalam kandungannya pada saat lahir. Kutil kelamin bisa menembus dan bertransmisi pada bayi, sehingga akanmenyebabkan timbulnya kutil pada leher bayi dan membuat bayi kesulitan bernafas, yangmengarah pada pertumbuhan kanker leher. 2. 8 GEJALA KANKER SERVIKS Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkanbisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus,keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairanabnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah). Gejala lebih detail adalah sebagai berikut : 1. Terkait dengan erosi serviks : Pada umumnya pasien kanker serviks banyak yangberkaitan dengan erosi serviks, erosi serviks parah adalah penyebab utama terjadinyacanceration. 2. Pendarahan kontak : pendarahan kontak adalah gejala kanker serviks yang palingmenonjol, sekitar 70%-80% pasien kanker serviks ada timbul gejala pendarahan vagina.Kebanyakan terjadi setelah hubungan badan atau pada saat melakukan pemeriksaanginekologi atau terlalu memaksa pada waktu buang air besar, ada darah segar bercampurdengan sekresi vagina (keputihan). 3. Pendarahan tidak teratur pada vagina : Wanita usia lanjut yang telah menopausebertahun-tahun, tiba-tiba “menstruasi” lagi tanpa sebab. Jumlah pendarahan tidak banyak,juga tidak disertai dengan gejala sakit pada perut dan pinggang, sangat mudah diabaikan.Sering adanya pendarahan tidak teratur pada vagina ini adalah gejala dini kanker serviks,banyak pasien usia lanjut datang berobat karena gejala ini, harus segera mendapatkandiagnosa dini kanker serviks, melakukan pengobatan secara tepat waktu. 4. Rasa sakit : Perut bagian bawah atau daerah lumbosakral sering terasa sakit,terkadang sakit timbul di perut bagian atas, paha atas dan persendian panggul, setiap saat
  7. 7. masa menstruasi, waktu buang air besar atau hubungan badan, rasa sakit akan meningkat,terlebih pada saat infeksi meluas mengarah ke belakang sepanjang ligamen uterosakral ataumenyebar sepanjang ligamen luas di bagian bawah, membentuk peradangan kronis jaringanikat parametrium, pada saat ligamen utama serviks menebal, rasa sakit akan lebih berat.Setiap menyentuh serviks, secara langsung menimbulkan rasa sakit di iliaka fosa,lumbosakral, bahkan ada pasien kanker serviks yang timbul gejala mual. 5. Peningkatan sekresi vagina (keputihan) : Dalam klinis sekitar 75%-85% pasienkanker serviks mengalami peningkatan sekresi vagina dengan berbagai tingkatan.Kebanyakan muncul peningkatan keputihan, belakangan kebanyakan terkait denganperubahan bau dan warna. Kanker serviks dikarenakan rangsangan dari lesi kanker, fungsisekretori dari kelenjar serviks meningkat, menimbulkan keputihan seperti lendir. Keputihanabnormal semacam ini, termasuk jumlah yang meningkat dan perubahan karakteristik,adalah gejala dini kanker serviks. Ahli kanker serviks Rumah Sakit Modern Cancer Guangzhou mengingatkan : Secararutin melakukan skrining kanker serviks dapat membantu orang-orang menghindari kankerserviks, apabila dideteksi menderita kanker serviks harus segera datang ke rumah sakituntuk pemeriksaan dan pengobatan. 2. 9 PROSENTASE PENYEBARAN KANKER SERVIKS Di seluruh dunia, kasus penyakit kanker serviks ini sudah dialami oleh 1,4 jutawanita. Dan menurut data Globocan 2002 yang didapat dari Yayasan Kanker Indonesiaterdapat lebih dari 40.000 kasus baru kanker serviks dengan kisaran angka kematian yangmenembus angka 22.000 pada wanita di Asia Tenggara. Dalam hal ini, Indonesia merupakannegara di ASEAN yang menduduki peringkat teratas untuk total kematian kanker servikspada wanita dan ditambah dengan angka kasus baru sekitar 20 kasus per hari. Jumlah prevalensi wanita pengidap kanker serviks di Indonesia terbilang cukupbesar. Setiap hari, ditemukan 40-45 kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 20-25orang. Sementara jumlah wanita yang berisiko mengidapnya mencapai 48 juta orang.Dokter Laila Nuranna SpOG(K), Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Obstetri Fakultas
  8. 8. Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan bahwa sebagian besar kasus kanker serviksyang terdeteksi di rumah sakit sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. "Jika kankerditemukan lebih dini, penanganannya akan lebih mudah dan tingkat harapan hidup lebihbesar," katanya saat Diskusi Kampanye dan Upaya Penanganan Kanker Serviks di HotelLumire Jakarta, Senin 12 April 2010. Beberapa peneliti berpikir bahwa kanker serviks non-invasif (yang hanya terjadi dileher rahim ketika ditemukan) adalah sekitar 4 kali lebih umum daripada jenis kanker serviksyang invasif. Ketika ditemukan dan diobati secara dini, kanker serviks seringkali dapatdisembuhkan. Kanker serviks cenderung terjadi pada wanita paruh baya. Kebanyakan kasusditemukan pada wanita yang dibawah 50 tahun. Ini jarang terjadi pada wanita muda (usia20 tahunan). Banyak wanita tidak tahu bahwa ketika menjadi tua, mereka masih beresikoterkena kanker serviks. Itulah sebabnya penting bagi wanita lebih tua untuk tetap menjalanites Pap Smear secara teratur 2. 10 DIAGNOSIS DAN TES PAP SMEAR 2. 10. 1 Apa yang Dimaksud dengan Tes Pap Smear? Pap smear adalah sebuah tes yang dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda kankerpada leher rahim atau serviks. Sel-sel dari leher rahim Anda diperiksa untuk tanda-tanda bahwa mereka berubahdari sel normal menjadi sel abnormal. Sebelum mereka berubah menjadi kanker, sel-selberkembang melalui serangkaian perubahan. Hasil Pap smear dapat menunjukkan apakahsel-sel Anda akan mengalami perubahan ini jauh sebelum Anda benar-benar memilikikanker. Jika tertangkap dan diobati dini, kanker serviks tidak mengancam nyawa. Hal iniyang menjadi alasan mengapa sangat penting agar Anda melakukan tes Pap smear secarateratur. 2. 10. 2 Apa yang terjadi selama Pap smear?
  9. 9. Selama Pap smear, dokter akan menempatkan instrumen khusus yang disebutspekulum ke dalam vagina Anda. Ini membantu membuka vagina sehingga dokter dapatmelihat leher rahim Anda dan mengambil sampel. Dokter Anda dengan lembut akanmembersihkan serviks dengan kapas dan kemudian mengumpulkan sampel sel dengan sikatkecil, spatula kecil atau kapas. Dokter Anda akan menempatkan sampel ini pada slide kacadan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop. 2. 10. 3 Apa arti dari hasil tes pap smear? Pap smear yang normal berarti semua sel dalam serviks adalah normal dan sehat.Pap smear yang abnormal bisa merupakan tanda dari sejumlah perubahan pada sel-sel padaleher rahim Anda, termasuk: Peradangan (iritasi). Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi leher rahim, termasukinfeksi jamur, infeksi human papillomavirus (HPV), virus herpes, atau infeksi lainnya. Sel abnormal. Perubahan ini disebut displasia serviks. Sel-sel yang tidak sel-selkanker, tetapi mungkin sel prakanker (yang berarti mereka akhirnya bisa berubah menjadikanker). Lebih serius tanda-tanda kanker. Perubahan ini mempengaruhi lapisan atas darileher rahim tetapi tidak melampaui leher rahim. Jika hasil Pap smear abnormal, dokter Anda mungkin ingin melakukan Pap smear lagiatau mungkin ingin Anda untuk melakukan kolposkopi. Colposcopy memberikan dokterAnda untuk melihat lebih baik kondisi serviks dan memungkinkan dokter untuk mengambilcontoh jaringan (disebut biopsi). 2. 10. 4 Seberapa sering saya harus melakukan tes Papsmear? Setiap 3 tahun dimulai pada usia 21 tahun dan berlanjut sampai 65 tahun Dalam waktu 3 tahun ketika Anda mulai berhubungan seks jika Anda lebih muda dari 21 tahun
  10. 10. Jika Anda adalah antara 30 dan 65 tahun dan Anda ingin melakukan Pap smear lebih jarang, konsultasikan dengan dokter tentang tes Pap smear untuk menguji setiap 5 tahunDokter akan pertimbangkan ketika merekomendasikan seberapa sering Anda harusmelakukan tes Pap smear.Jika Anda lebih tua dari 65 tahun, konsultasilah dengan dokter Anda tentang seberapasering Anda perlu Pap smear. Jika Anda sudah melakukan Pap smear secara teratur dannormal, Anda mungkin tidak perlu untuk melakukannya lagi.Jika Anda telah memiliki histerektomi dengan pengangkatan leher rahim Anda,berkonsultasilah dengan dokter Anda tentang seberapa sering Anda perlu melakukan Papsmear.Jika Anda belum pernah mengalami kanker serviks, tanyakan kepada dokter seberapa seringapakah Anda perlu Pap smear. 2. 10. 5 Apakah Tes Pap Smear Dapat Diandalkan?Tes atau pengujian tidak ada yang sempurna, tapi Pap smear adalah tes yang handal. Iatelah membantu secara drastis menurunkan jumlah wanita yang meninggal karena kankerserviks.
  11. 11. Kadang-kadang tes mungkin perlu direnovasi karena tidak ada cukup sel-sel pada slide.Laboratorium akan memberitahu dokter Anda jika hal ini terjadi.ThinPrep, PAPNET dan FocalPoint cara untuk membuat Pap smear lebih akurat. ThinPrepadalah cara untuk mempersiapkan sampel sel yang membuatnya lebih mudah untukkelainan spot. PAPNET dan FocalPoint adalah sistem komputer yang membantu teknisilaboratorium menemukan sel abnormal. Pilihan ini mungkin tidak tersedia di semua area,dan mereka mungkin meningkatkan beban biaya pap smear. 2. 10. 6 Apa Yang Harus Saya Lakukan Sebelum Tes?Rencanakan untuk melakukan tes Anda dilakukan pada saat Anda tidak memiliki periodemenstruasi Anda. Hindari berhubungan seks 24 jam sebelum tes.Pencegahan Apakah ada yang bisa saya lakukan untuk menghindari terkena kanker serviks? Anda mungkin dapat mengurangi risiko kanker serviks jika Anda: Menunda hubungan seksual sampai Anda 18 tahun atau lebih. Pastikan Anda dan pasangan sudah dites untuk infeksi menular seksual (IMS). Jangan berganti-ganti pasangan. Selalu gunakan kondom lateks untuk melindungi terhadap IMS. (Ingat kondom tidak 100% efektif.) Hindari merokok. 2. 10. 7 Beberapa Pertanyaan Yang Perlu Anda Tanyakan Saat Anda KonsultasiDengan DokterJika Anda aktif secara seksual Seberapa sering saya perlu Pap Smear? Apakah saya harus melakukan tes untuk setiap infeksi menular seksual? Seberapa sering?
  12. 12. Jika hasil Pap smear terakhir Anda normal Kapan saya perlu melakukan Pap smear lagi?Jika hasil Pap smear Anda abnormal Apa arti dari hasil ini? Apakah saya perlu Pap smear lanjutan atau kolposkopi? Apakah saya perlu melakukan tes untuk infeksi menular seksual? Apakah saya perlu pengobatan? Apakah saya berisiko terkena kanker serviks? 2. 11 DAMPAK BAGI PENDERITA KANKER SERVIKS Tidak hanya sakit secara fisik, namun terjangkit virus HPV – yang menyebabkankanker serviks dan juga kutil kelamin, bisa menggangu penderita secara psikis, yangmenyebabkan turunnya tingkat kepercayaan diri dalam kehidupan sosial dan jugakehidupan rumah tangganya, terutama aktivitas seksual bagi pasanganyang sudah menikahatau aktif secara seksual. 2. 12 PENCEGAHAN Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yangmenyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telahdiketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan.Yaitu dengan cara : Bila mungkin, hindari faktor resiko yaitu bergati pasangan seksual lebih dari satu danberhubungan seks dibawah usia 20 karena secara fisik seluruh organ intim dan yang terkaitpada wanita baru matang pada usia 21 tahun. Bagi wanita yang aktif secara seksual, atau sudah pernah berhubungan seksual,dianjurkan untuk melakukan tes HPV, Pap Smear, atau tes IVA, untuk mendeteksikeberadaanHuman Papilloma Virus (HPV), yang merupakan biang keladi dari tercetusnyapenyakit kanker serviks.
  13. 13. Bagi wanita yang belum pernah berhubungan seks, atau anak-anak perempuan danlaki-laki yang ingin terbentengi dari serangan virus HPV, bisa menjalani vaksinasi HPV. VaksinHPV dapat mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18. Dan dapat diberikan mulaidari usia 9-26tahun, dalam bentuk suntikan sebanyak 3 kali (0-2-6 bulan). Dan biayanya pun terbilangmurah. Menjaga pola makan seimbang dan bergizi, serta menjalani gaya hidup sehat(berolahraga). Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning danpemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkatadanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan padaperempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan kenol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerjadua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15hingga 25 tahun. 2. 13 VAKSINASI HPV Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkankekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja gandamelindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin.Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuanberusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi,risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun iniharga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik. Vaksin bekerja dengan mengajari sistem kekebalan tubuh untuk mengenali danmenyerang bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penyakit dalam badan manusia.
  14. 14. Banyak jenis vaksin yang diberikan dewasa ini, pada umumnya mulai diberikan tidak lamasetelah bayi lahir dan berlanjut sampai usia dewasa muda. Metode pelatihan badan untuk mengenali bakteri atau virus penyebab penyakitadalah dengan memaparkan sistem kekebalan pada bagian dari bakteri atau virus utuh yangdilemahkan sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit. Contoh klasik dari vaksin yangdibuat dari virus yang tidak aktif adalah vaksin polio. Contoh vaksin yang dibuat dari tiruanbagian dari virus adalah vaksin hepaiitis B. Vaksin hepatitis B dibuat dengan menanamkansebagian DNA virus hepatitis B yang menyebabkan pertumbuhan dari bungkus luar virushepatitis B ke dalam sel binatang, sel binatang itu kemudian menghasilkan banyak salinanbungkus luar virus tanpa partikel aktif didalamnya. Kalau disuntikan, bungkus luar inidikenali oleh sistem kekebalan tubuh tanpa risiko berhubungan dengan penyakitsesungguhnya dan kontak dengan vaksin ini menyebabkan tanggapan kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh dalam tubuh belajar untuk mengenali vaksin sehingga kalauseseorang terpapar dalam bakteri atau virus penyebab penyakit yang sesungguhnya,memori tubuh memberikan tanggapan sudah di siapkan dan dapat di hindari. Vaksin kanker serviks adalah vaksin yang dikembangkan untuk melindungi terhadaptipe human papillomavirus (HPV) tertentu, HPV ditemukan dalam 100 persen penderitakanker serviks. HPV dapat juga ditemukan dalam jumlah tinggi dalam kanker penis, vagina,pukas, kepal dan leher, HPV dikaitkan dengan kutil didaerah kelamin dan luka prakanker dileher rahim,vagina, dan vagina, pukas.
  15. 15. Terdapat sekitar 100 jenis galur, atau tipe HPV yang berbeda. Beberapa mempunyairisiko yang lebih tinggi untuk menyebabkan kanker, sementara yang lain mempunyai risikoyang lebih tinggi untuk menimbulkan kutil di daerah kelamin atau perubahan prakanker.HPV tipe 16 dan 18 mempunyai kaitan yang paling besar dengan kanker serviks,bertanggung jawab untuk 75 persen dari semua kasus kanker serviks batu. Jenis ini jugaberkaitan dengan risiko tinggi dari perubahan prakanker yang berat. HPV tipe 6 dan 11sering dikaitkan dengan kutil di daerah kelamin dan perubahan prakanker lain dengan kelasyang lebih rendah. Vaksin HPV didesain untuk mencegah infeksi oleh HPV tipe 6, 11, 16, dan 18.Sayangnya, terdapat banyak tipe lain yang dapat menyebabkan kanker serviks dan juga kutildidaerah kelamin serta perubahan prakanker yang lain dari leher rahim, vagina, atau pukas,dengan alasan itu, tes Pap masih direkomendasikan sebagai metode pemeriksaan dini untukpenyakit. Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidakmenunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling seringdikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempatsuntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusuiboleh menerima vaksin ini. 2. 14 PENGOBATAN Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanyadatang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kankerserviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakanpada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Pengobatan Kanker Seviks dapat dilakukan dengan pembedahan (pengangkatanleher rahim, indung telur dan seluruh jaringan di sekitarnya), Radioterapi dan Kemoterapi.Tingkat keberhasilan pengobatan ini tentunya tergantung dari tingkatan kanker serviks yangdialami oleh si penderita. Dari segi biaya, pengobatan kanker serviks ini tergolong mahal.
  16. 16. Kanker serviks dapat dicegah dan diobati apabila setiap orang menyadari bahwakeberadaan virus HPV ini tidak boleh dipandang sebelah mata dan dapat menyerang siapasaja, tanpa pandang bulu. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderitasembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapitambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapatmenjamin 100% penderita mengalami kesembuhan. Pilih mana? mencegah dengan vaksinasi atau anda memilih pengangkatan rahim,radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegahdaripada mengobati kanker serviks bukan? 2. 15 TIPS-TIPS AGAR TERHINDAR DARI SERANGAN VIRUS HPVBerikut tips-tips tambahan untuk pencegahan kanker serviks: Berperilaku hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, dan tidak merokok. Bersihkan organ vital dengan air yang bersih. Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari. Jaga kelembaban organ kewanitaan anda Lakukan pemeriksaan pap smear dan HPV-DNA secara rutin untuk deteksi dini kanker leher rahim. Tahukah anda, semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula proses kesembuhannya.Walaupun penyakit ini mengakibatkan kematian juga, penyakit kanker serviks atau kankerleher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling cepat disembuhkandibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya. Walaupun demikian, mencegah lebihbaik daripada mengobati bukan? Sehingga, kami tegaskan sekali lagi, jagalah dengan baikorgan kewanitaan kalian.

×