BAB 1IKONSEP DASAR PENYAKITA. DefinisiInfeksi neonatus adalah infeksi yang terjadi pada neonatus, dapat terjadi pada masaa...
Dapat terjadi pada antenatal dan postnatal. Sepsis merupakan keberedaanmikroorganisme atau toksinnya di dalam darah atau j...
Disebabkan oleh clostridium tetani yang bersifat anaerob dan mengeluarkaneksotopin yang neurotropik.2. Infeksi ringana. Pe...
B. Manifestasi klinisManifestasi klinis dari infeksi neonatus di mulai tanpa gejala, tanda-tanda ringan,menggigil, iritabe...
Yang terpenting adalah jumlah sel darah merah (WBC).septik neonatus biasanyamenunjukkan penurunan jumlah white blood cell ...
yang digunakan. Selain itu juga dilakukan pemisahan terhadap bayiyang menderita penyakit menular. Perawat harus mendapat p...
Bila kemampuan tersebut tidak ada maka dapat digunakan pemberian antibiotikprofilaksis berupa ampisilin 100 mg/kgbb/hari d...
BAB II1KONSEP TEORI INFEKSI NEONATUSA. PengkajianPerawat mempunyai tugas yang penting dalam mengkaji tanda-tanda infeksi p...
 Penurunan saturasi oksigen. Nasal memerah, mendengkur, dan retraksi dinding dada.e. Sistem kardiovaskular Takikardi. ...
C. Intervensi keperawatan1. Diagnosis 1: tidak efektifnya pola napas yang berhubungan dengan meningkatnya sekret disaluran...
Rasional: antibiotik dapat mengatasi infeksi yang akan memperberat infeksi.3. Diagnosis 3: kurangnya volume cairan tubuh y...
Rasional : suhu ruangan atau jumlah selimut harus di ubah untuk mempertahankansuhu mendekati normal.c. Berikan kompres man...
E. Evaluasi keperawatanMerupakan hasil perkembangan ibu dengan berpedoman kepada hasil dan tujuan yanghendak dicapai.
BAB 1VKASUS INFEKSI NEONATUSBayi I, usia 14 hari. Berjenis kelamin perempuan. Di bawa orang tuanya kerumah sakitmitra seha...
BAB VLAPORAN KASUS PADA BAYIDENGAN INFEKSI NEONATUSPengkajian tgl. : 01 mei 2013 Jam : 10.00MRS tanggal : 01 mei 2013 No. ...
D. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Penyakit yang pernah diderita keluarga : tidak ditemukan adanya penyakit genetik dikeluarga....
H. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK1. Tanda-tanda vitalS : 38,ºC , N : 130 x/mnt,RR : 60 x/mntKeadaan Umum : lemah2. Sistem...
5. Sistem Perkemihan (B4)Pola : ganti pampers 3x sehariWarna : kekuninganBau: khas6. Sistem Pencernaan (B5)a. TB : 53 cm B...
j. Kekuatan otot:3 33 3I .Data penunjang :- Pemeriksaan bilirubin 30 april 2012, hasil : 7,9 mg/dl- Glukosa : 69 mg/dl- Ha...
Analisa dataNo Data Etiologi MasalahDs : ibu pasienmengatakan bayinyamencret dan keinginanmenyusui menurun.Do :Feses : cai...
Mikrobiogik biakanfeses : infeksisalmonelosis (+)Peningkatan suhu tubuhHipertermiaDiagnosa keperawatan1. Kekurangan volume...
Intervensi keperawatanNo Diagnosa Intervensi rasional1. Kekurangan volumecairan b.d kehilangansekunder akibat diare.Tujuan...
2 Hipertermia b.d prosesinfeksiTujuan :Setelah dilakukanintervensikeperawatan dalam2x24 jam pasienterbebas dari tandatanda...
Implementasi keperawatan.Tgl/jam Diagnosa Implementasi Evaluasi01/5/1313.0013.3015.0015.3018.00Kekuranganvolume cairanbd k...
01/5/1321.0021.1522.0024.00Kekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiareKekuranganvolume cairanbd kehilangansek...
11.0013.00sekunder akibatdiareKekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiareHipertermia bdproses infeksiHiperter...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

LP dan LK infeksi neonatus

9,404

Published on

Published in: Education, Sports
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
9,404
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
99
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "LP dan LK infeksi neonatus"

  1. 1. BAB 1IKONSEP DASAR PENYAKITA. DefinisiInfeksi neonatus adalah infeksi yang terjadi pada neonatus, dapat terjadi pada masaantenatal, perinatal, dan postpartum.B. EtiologiMenurut Blane (1961) infeksi pada neonatus dapat melalui beberapa cara :1. Infeksi antenatalKuman mencapai janin melalui peredaran darah ibu ke plasenta. Kuman melewatibatas plasenta dan mengadakan intervilositas masuk ke vena umbilikus sampai kejanin. Kuman tersebut seperti :Virus : rubella, poliomelitis, koksakie, variola, dan lain-lain.Spirokaeta : sifilis.Bakteri : jarang sekali kecuali E. Coli dan listeria.2. Infeksi intranatalPartus yang lama.Pemeriksaan vagina yang terlalu sering.3. Infeksi postpartumPenggunaan alat-alat dan perawatan yang tidak steril.Cross infection (infeksi yang telah ada di rumah sakit).C. Klasifikasi1. Infeksi berat (major infection)a. Sifilis congenitalBiasanya terjadi pada masa antenatal, yang disebabkan oleh Treponemapallidum. Akibat sifilis ibu terhadap janin tergantung pada beratnya infeksi padaibu, bilamana pada masa kehamilan terjadi infeksi, pengobatan yang diberikanselama hamil. Infeksi pada janin timbul sesudah kehamilan 14 minggu karenaspirokaeta tidak dapat melintasi lapisan sel langhans pada plasenta muda.b. Sepsis neonatorum
  2. 2. Dapat terjadi pada antenatal dan postnatal. Sepsis merupakan keberedaanmikroorganisme atau toksinnya di dalam darah atau jaringan lain.c. MeningitisBiasanya didahului sepsis, penyebab utamanya adalah E.colli, pneumokokus,stafilokokus, dan sebagainya.d. Pneumonia congenitalTerjadi pada masa intranatal karena adanya aspirasi likuor amnion yang septik.Pneumonia harus dicurigai kalau ketuban pecah lama, air ketuban keruh berbau,dan terdapat kesulitan bernafas pada saat bayi baru lahir.e. Pneumonia aspirasiTerjadi pada masa postnatal, merupakan penyebab kematian utama pada bayiBBLR (berat badan lahir rendah), terjadi aspirasi pada saat pemberian makanankarena refleks menelan dan batuk yang belum sempurna.f. Pneumonia karena airborn infectionInfeksi terjadi karena berhubungan dengan orang dewasa yang menderita infeksisaluran pernapasan. Penyebab biasanya pneumokokus, haemophilus influenzae,atau virus.g. Pneumonia stafilokokusBiasanya terjadi pada neonatus yang lahir di rumah sakit. Penyebabnya yaitustapilokokus yang terdapat pada suatu tempat di badan , kemudian menyebar keparu.h. Diare epidemicInfeksi yang menyebabkan kematian yang tinggi, disebabkan oleh E.colli yangbersifat patogen. Gastroenteritis E.colli Salmonelosisi. PielonefritisInfeksi yang mengenai ginjal bayi.j. Ostitis akutDisebabakan oleh metastasis sarang infeksi stafilokokus.k. Tetanus neonatorum
  3. 3. Disebabkan oleh clostridium tetani yang bersifat anaerob dan mengeluarkaneksotopin yang neurotropik.2. Infeksi ringana. Pemfigus neonatorumGelombang jernih yang kemudian berisih nanah lalu kemudian di kelilingi daerahkemerahan pada kulit disebabkan oleh stafilokokus. Gelembung ini dapat terjadiberlipat ganda menyebabkan gejala gejala umum yang berat. Kadang kadang kulitterkelupas dan terjadi dermatitis.b. Oftalmia neonatorumInfeksi genokokus pada konjungtiva waktu melewati jalan lahir. Selain itu penyakitini dapat ditularkan melalui tangan perawat yang terkontaminasi kuman.c. Infeksi pusatDisebabkan oleh stafilokokus aureus, sehingga menimbulkan nanah, edema, dankemerahan pada ujung pusat.d. MoniliasisKandida albikans merupakan jamur yang sering ditemukan pada bayi yang dapatmenyebabkan stomatitis, diare, dermatitis, dan lain-lain. Jamur ini dapat secara cepatmenimbulkan infeksi ketika daya tubuh bayi turun.A. PatofisiologiPatofisiologi dimulai dengan masuknya bakteri dan mengontaminasi sirkulasi sistemik.Bakteri melepaskan endotoksin dan menyebabkan terganggunya proses metabolisme secaraprogresif. Pada keadaan fulminan (tiba-tiba berat) dapat menyebabkan kerusakan dan kematiansel karena aktivasi sepsis dengan komplemen. Hasilnya menyebabkan penurunan perfusijaringan, asidosis metabolik, serta syok yang menyebabkan disseminated intravaskularcoagulatian (DIC) dan kematian.
  4. 4. B. Manifestasi klinisManifestasi klinis dari infeksi neonatus di mulai tanpa gejala, tanda-tanda ringan,menggigil, iritabel, letargi, gelisah, dan keinginan menyusu yang kurang dapat menjadi tanda-tanda utama. Temperatur yang tidak stabil dapat meninggi atau kurang dari normal (biasanyahipotermia terjadi pada bayi BBLR). Perubahan warna kulit, lambatnya waktu pengisian kapiler,perubahan denyut jantung, frekuensi nafas, berat badan tiba-tiba turun, pergerakan kurang,muntah dan diare menjadi nyata pada keadaan penyakit yang progresif. Selain itu, dapat terjadiedema, salerema purpura atau perdarahan, ikterus, hepatosplenomegali, dan kejang. Umumnyadapat dikatakan bila bayi itu “not doing well” kemungkinan besar ia menderita infeksi.Manifestasi lainnya adalah data laboratorium yang tidak stabil (khususnya hipoglikemia)dan neptropenia. Diagnosis dapat dikonfirmasikasikan dengan kultur darah yang positif. Kulturini dapat memekan waktu 48 jam. Sedangkan perjalanan sepsis dapat mengakibatkan kematiandalam beberapa jam. Oleh karena itu, kita harus memulai terapi antibiotik secepatnya. Antibiotikdapat tidak dilanjutkan kultur darah negatif dan bayi tidak menunjukkan gejala sepsis.Neonatus terutama BBLR yang dapat tetap hidup selama 72 jam pertama dan bayitersebut menunjukkan gejala penyakit atau menderita penyakit kongenital tertentu. Namuntingkah lakunya berubah dapat dicurigai terjadi infeksi (Hutchinson, 1972).C. Penegakan diagnosisDiagnosis infeksi perinatal sangat penting, yaitu di samping untuk kepentingan bayi itusendiri juga lebih penting lagi untuk kamar bersalin dan ruang perawatannya. Diagnosis infeksiperinatal tidaklah mudah. Tanda khas seperti yang terdapat pada bayi sering kali tidakditemukan. Biasanya diagnosis yang ditegakkan dengan observasi yang teliti, amnesia kehamilandan persalinan yang teliti, serta akhirnya dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Infeksipada neonatus cepat sekali menjalar menjadi infeksi umum, sehingga gejala infeksi lokal tidakmenonjol lagi. Walaupun demikian, diagnosis dini dapat kita tegakkan jika kita cukup waspadaterhadap tingkah laku neonatus yang sebagai pertanda awal dari permulaan infeksi umum.Menegakkan diagnosis sepsis perlu dilakukan pemeriksaan penunjang sebagai berikut :1. Hitung darah lengkap dengan turunannya
  5. 5. Yang terpenting adalah jumlah sel darah merah (WBC).septik neonatus biasanyamenunjukkan penurunan jumlah white blood cell (WBC), yaitu kurang dari 500 mm.Hitung jenis darah juga menunjukkan banyak WBC tidak matang dalam aliran darah.Banyaknya darah tidak matang dihubungkan dengan jumlah total WBCdiidentifikasikan bahwa bayi men galami respons yang signifikan.2. PlateletBiasanya 150.000 sampai 300.000 mm pada keadaan sepsis platelet menurun, kulturdarah gram negatif atau positif, dan tes sensitivitas. Hasil dari kultur harus tersediadalam beberapa jam dan akan mengindikasikan jumlah dan jenis bakteri. Kultur darahatau sensitivitas membutuhkan waktu 24 – 48 jam untuk mengembangkan danmengidentifikasikan jenis patogen serta antibiotik yang sesuai.3. Lumbal pungsi untuk kultur dan tes sensitivitas pada cairan serebrospinal.Hal ini dilakukan jika ada indikasi infeksi neuron.4. Kultur urinea. Kultur permukaan (surface culture)Untuk mengidentifikasi kolonisasi, tidak spesifik untuk infeksi bakteri.b. Pencegahan infeksi pada neonatesCara pencegahan pada neonatus dapat dibagi sebagai berikut :1) Cara umum Pencegahan infeksi neonatus sudah harus dimulai dari periodeantenatal infeksi ibu harus diobati dengan baik, misalnya infeksiumum, lekorea, dan lain –lain. Di kamar bersalin harus ada pemisahanyang sempurna antara bagian yang sepsis dengan aseptik. Pemisahanini mencakup ruangan, tenaga perawatan, serta alat kedokteran dan alatperawatan. Ibu yang akan melahirkan sebelumnya masuk kamarbersalin. Pada kelahiran bayi, pertolongan harus dilakukan secaraaseptik. Suasana kamar bersalin harus sama dengan kamar operasi.Alat yang digunakan harus steril. Di kamar bayi yang baru lahir harus ada pemisahan yang sempurnauntuk bayi yang baru lahir dengan partus aseptik dan partus septik.Pemisahan ini harus mencakup personalia, fasilitas perawatan, dan alat
  6. 6. yang digunakan. Selain itu juga dilakukan pemisahan terhadap bayiyang menderita penyakit menular. Perawat harus mendapat pendidikankhusus dan mutu perawatan harus baik, apalagi bila kamar perawatanbayi merupakan suatu kamar perawatan yang khusus. Sebelum dansesudah memegang bayi harus cuci tangan. Mencuci tangan denganmenggunakan sabun antiseptik atau sabun biasa asal cukup lama,dalam ruangan harus memakai jubah steril, masker, dan sandal khusus.Dalam ruangan bayi, kita tidak boleh banyak bicara, dan bilamenderita sakit saluran pernapasan atas, tidak boleh masuk kamar bayi. Dapur susu harus bersih dan cara mencampur harus aspetik air susu ibuyang dipompa sebelum diberikan kepada bayi harus dipasteurisasidulu. Setiap bayi harus punya tempat pakaian tersendiri, begitu jugainkubator harus sering dibersihkan dan lantai ruangan setiap hari harusdibersihkan serta setiap minggu dicuci dengan menggunakanantiseptik.2) Cara khusus Pemakaian antibiotik hanya untuk tujuan dan indikasi yang jelas. Pada beberapa keadaan, misalnya ketuban pecah lama (lebih dari12 jam) air ketuban keruh, infeksi sistemik pada ibu, partus yanglama dan banyak manipulasi intravaginal. Resusitasi yang beratsering timbul dilema apakah akan digunakan antibiotik secaraprokfilaksis. Penggunaan antibiotik yang banyak dan tidak terarahdapat menyebabkan timbulnya jamur yang berlebihan, misalnyakandida albikans. Sebaliknya jika terlambat memberikan antibiotikpada penyakit infeksi neonatus, sering berakibat kematian.Berdasarkan hal diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut :Bila kemampuan pengawasan klinis dan laboratoriun cukup baik, sebaiknya tidakperlu memberikan antibiotika profilaksis, antibiotika baru diberikan kalau sudahterdapat tanda infeksi
  7. 7. Bila kemampuan tersebut tidak ada maka dapat digunakan pemberian antibiotikprofilaksis berupa ampisilin 100 mg/kgbb/hari dan gentamisin3-5 mg/kgbb/harisalama 3-5 hari. Selain hal yang telah diterapkan di atas, petugas yang merupakankarier hukum tertentu harus hati-hati dalam menjalankan tugas perawatan. Masihmerupakan masalah yang belum terpecahkan apakah para karier ini harus dilarangbekerja di bangsal perawatan bayi baru lahir dan harus diobati lebih dahulu.Namun, selama syarat aseptik dan antiseptik diperhatikan kemungkinan petugasini untuk menularkan penyakit dapat diatasi.Ada dua alasan utama yang menyebabkan infeksi neonatus, yaitu perlindungan dariuterus tidak ada lagi, dan tidak cukupnya daya tahan tubuh neonatus terhadap penyakit. Fetusdapat terinfeksi dari uterus atau neonatus terinfeksi sepanjang jalan lahir atau dari infeksiasendens yang mengikuti ruptur membran. Infeksi perinatal menyebabkan transmisi vertikalinfeksi. Contoh transmisi vertikal ini adalah infeksi Toxoplasmosis Other Rubella Cytomegalo(TORCH), virus dan herpes kongenital, serta hepatitis.
  8. 8. BAB II1KONSEP TEORI INFEKSI NEONATUSA. PengkajianPerawat mempunyai tugas yang penting dalam mengkaji tanda-tanda infeksi padaneonatus, tanda dan gejala sepsis pada neonatus sering tak terlihat dan dikenali oleh pemberikeperawatan profesional. Perawat neonatus mempunyai tanggung jawab untuk mengenali tanda-tanda, sehingga diagnosis dan perawatannya dapat diberikan segera.1. Biodata bayi2. Riwayat kesehatan sekaranga. Sistem saraf pusat Fontanel yang menonjol. Letargi. Temperatur yang tidak stabil. Hipotonia. Tremor yang kuat.b. Sistem pencernaan Hilangnya keinginan untuk menyusui. Penurunan intake melalui oral. Muntah. Diare. Distensi abdomen.c. Sistem integument Kuning. Adanya lesi. Ruam.d. Sistem pernapasan Apnea. Sianosis. Takipnea.
  9. 9.  Penurunan saturasi oksigen. Nasal memerah, mendengkur, dan retraksi dinding dada.e. Sistem kardiovaskular Takikardi. Menurunnya denyut perifer. Pucat.3. Riwayat kesehatan keluarga Apakah ada anggota keluarga yang menderita sifilis.4. Data psikologi Keluhan dan reaksi bayi terhadap penyakitnya. Tingkat adaptasi bayi terhadap penyakitnya.B. Diagnosis keperawatanDiagnosis keperawatan yang mungkin ditemukan pada infeksi neonatus :1. Tidak efektifnya pola napas yang berhubungan dengan meningkatnya sekret di salurannapas.2. Perubahan suhu tubuh yang berhubungan dengan proses infeksi.3. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan denganmalas minum, diare, dan muntah.4. Kurangnya volume cairan yang berhubungan dengan diare dan malas menyusui.5. Gangguan rasa nyaman dan aman yang berhubungan dengan infeksi.
  10. 10. C. Intervensi keperawatan1. Diagnosis 1: tidak efektifnya pola napas yang berhubungan dengan meningkatnya sekret disaluran napas.Data objektif: bayi tampak sesak napas, gelisah, frekuensi pernapasan meningkat, dansekret berlebihan.Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan ketidakefektifan pernapasan dapat diatasi.Kriteria hasil: bayi tidak sesak lagi, bayi tenang, frekuensi pernapasan menurun, sekret disaluran napas tidak ada lagi.Intervensi:a. Tempatkan bayi pada posisi yang nyaman, kepala ditinggikan (misalnya digendong).Rasional: posisi yang baik dapat membantu melonggarkan jalan napas.b. Berikan O2 dan bersihkan jalan napas dari sekret.Rasional: O2 mengatasi kebutuhan tubuh akan oksigen dan membersihkan jalannapas akan mengurangi sumbatan di saluran napas.c. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian antibiotik.Rasional: antibiotik dapat mengatasi infeksi.2. Diagnosis 2: gangguan pemenuhan nutrisi yang berhubungan dengan malas minum, diare,dan muntah.Data objektif: bayi malas minum atau menyusui, muntah, diare, berat badan menurun, dangelisah.Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan, gangguan pemenuhan nutrisi dapat diatasi.Kriteria hasil: muntah dan diare berhenti, bayi mau disusui.Intervensi:a. Anjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI.Rasional: ASI mengandung IgA dalam jumlah tinggi yang dapat memberikanimunitas.b. Auskultasi bising usus.Rasional: penurunan aliran darah dapat menurunkan peristaltik usus.c. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian obat-obatan seperti antibiotik danpemberian cairan.
  11. 11. Rasional: antibiotik dapat mengatasi infeksi yang akan memperberat infeksi.3. Diagnosis 3: kurangnya volume cairan tubuh yang berhubungan dengan diare, muntah, danmalas minum.Data objektif:a. Turgor buruk dan kulit kering.b. Membran mukosa kering.c. Hipertermi.d. Masa menyusui.e. Diare.f. Muntah.Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan, volume cairan kembali normal.Kriteria hasil: suhu normal,membran mukosa dan kulit tidak lagi kering.Intervensi:a. Anjurkan pada ibu tetap memberikan ASI.Rasional: ASI mengandung IgA dalam jumlah tinggi dapat memberikan imunitas.b. Awasi masukan dan pengeluaran, catat dan ukur frekuensi diare, dan kehilangancairan.Rasional: perubahan pada kualitas susu sangat mempengaruhi kebutuhan cairan danpeningkatan risiko dehidrasi.c. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian obat-obatan dan terapi cairan.Rasional: terapi cairan dapat membantu mengurangi gangguan cairan tubuh.4. Diagnosis 4 : perubahan suhu tubuh yang berhubungan dengan proses infeksiTujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, suhu tubuh bayi kembali normal.Kriteria hasil : tidak ada tanda-tanda hipertermiIntervensi :a. Pantau suhu pasien (derajat dan pola ) ; perhatikan bunyi menggigil / diaforesis.Rasional : suhu 38,9 derajat sampai 41 derajat menunjukan proses penyakit infeksiusakut. Pola demam dapat membantu dalam diagnosis.b. Pantau suhu lungkunagn, batasi atau tambahkan linen tempat tidur, sesuai indikasi.
  12. 12. Rasional : suhu ruangan atau jumlah selimut harus di ubah untuk mempertahankansuhu mendekati normal.c. Berikan kompres mandi hangat ; hindari penggunaan alcoholRasional : dapat membantu mengurangi demamd. Kolaborasi : Berikan antipiretik, misalnya ASA (aspirin), asetaminofen (tylenol).Rasional : digunakan untuk mengurangi demam dengan aksi sentralnya padahipotalamus, meskipun demam mungkin dapat berguna dalam membatasipertumbuhan organisme, dan meningkatkan autodestruksi dari sel-sel yangterinfeksi. Berikan antibioticRasional : antimikroba mengobati infeksi yang menjadi penyebab penyakit.5. Diagnosis 5 : Gangguan rasa nyaman dan aman yang berhubungan dengan infeksi.Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan, bayi tidak rewelKriteria hasil : tidak ada tanda-tanda nyeri,bayi nampak tenang.Intervensi :a. Menjelaskan proses terjadinya infeksi kepada keluarga klien.Rasional : agar tidak adda kekhawatiran saat terjadi sesuatub. Beri lingkungan tenang dan nyamanRasional : menurunkan reaksi terhadap terhadap stimulus dari luar agar dapatmeningkatkan istrahat atau relaksasi.D. Implementasi keperawatanImplementasi merupakan tindakan yang sesuai dengan yang telah direncanakan,mencakup tindakan mandiri dan kolaborasi.Tindakan mandiri adalah tindakan keperawatan berdasarkan analisis dan kesimpulanperawat dan bukan atas putunjuk tenaga kesehatan lain.Tindakan kolaborasi adalah tindakan keperawatan yang didasarkan oleh hasil keputusanbersama dengan dokter atau petugas kesehatan lain.
  13. 13. E. Evaluasi keperawatanMerupakan hasil perkembangan ibu dengan berpedoman kepada hasil dan tujuan yanghendak dicapai.
  14. 14. BAB 1VKASUS INFEKSI NEONATUSBayi I, usia 14 hari. Berjenis kelamin perempuan. Di bawa orang tuanya kerumah sakitmitra sehat pada tanggal 01 mei 2013. Ibu pasien mengatakan anaknya mencret dan demam sejak2 hari yang lalu. Feses cair tanpa mengandung darah. Bayi I sering muntah dan tidak maumenyusui. Mukosa bibir terlihat kering. Turgor kurang. Bayi I terlihat rewel. Dari hasilpemeriksaan tanda tanda vital diperoleh data HR 130x/menit, RR 60x/menit, T 38C, bayi Ndidiagnosa diare epidemik akibat salmonelosis.
  15. 15. BAB VLAPORAN KASUS PADA BAYIDENGAN INFEKSI NEONATUSPengkajian tgl. : 01 mei 2013 Jam : 10.00MRS tanggal : 01 mei 2013 No. RM :56748833Diagnosa Masuk : Diare epidemik oleh salmonelosisA. IDENTITAS PASIENNama : bayi IUsia : 14 hariJenis kelamin: perempuanSuku : JawaAgama : islamPendidikan :Alamat :B. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG1. Keluhan Utama : mencret sejak 2 hari yang lalu, feses cair tanpa ampas, berwarna kuningdan berbau khas.2. Riwayat Penyakit Sekarang :ibu klien mengatakan anaknya mencret, BAB cair dengan frekuensi 5x sehari. Ibu klienjuga mengatakan anaknya demam sejak 2 hari yang lalu, muntah serta keinginan menyusukurang. Mukosa bibir terlihat kering, Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan datasebagai berikut: HR 130x/menit,Suhu 38oc,RR 62X/menit.C. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA1. Riwayat Penyakit yg pernah diderita : tidak ada2. Riwayat Penyakit Alergi: tidak ada3. Riwayat Operasi : tidak ada4. Imunisasi : bayi I baru mendapatkan imunisasi hepatitis.
  16. 16. D. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Penyakit yang pernah diderita keluarga : tidak ditemukan adanya penyakit genetik dikeluarga. Lingkungan rumah dan komunitas: lingkungan rumah klien kotor.E. RIWAYAT NUTRISI SEBELUM SAKITNafsu makan: keinginan menghisap kuat.Pola : setiap 2 jam sekali.Minum: Jenis : ASIF. RIWAYAT INTRANATAL DAN POSTNATAL Jumlah Kunjungan ANC ibu saat hamil : 2 kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester2 dan 2 kali pada trimester 3. ANC Ke : bidan Penyakit dan kompilkasi selama kehamilan : tidak terdapat penyakit dan komplikasiselama kehamilan. Persalinan ditong oleh : Bidan Cara melahirkan : Pervaginam Usaha nafas janin ketika dilahirkan: dengan bantuan oksigenasi, nasal kanul 2 lpm. Cairan ketuban : Keruh APGAR score :Normal: Menit pertama ( 6 ) menit kelima ( 9 )G. RIWAYAT PERTUMBUHAN BB saat ini : 2,8 Kg, TB : 53 cm BB Lahir : 2400 gr, LD : 34 cm LK: 33 cm LLA: 12 cm Panjang Lahir: 48 cm
  17. 17. H. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK1. Tanda-tanda vitalS : 38,ºC , N : 130 x/mnt,RR : 60 x/mntKeadaan Umum : lemah2. Sistem Pernafasan (B1)a. Bentuk dada : simetrisb. Suara Nafas : vesikulerc. Irama napas : teraturd. Retraksi otot bantu nafas : tidak ada3. Sistem Kardiovakuler (B2)a. Keluhan nyeri dada: tidakb. Irama jantung : teraturc. CRT : < 3 detikd. Bunyi jantung: Normale. Konjungtiva : pucatf. Akral :Panas4. Sistem Persarafan (B3)a. Kesadaran: composmentisGCS : Eye:4 Verbal: 5 Motorik: 6 Total:15b. Pupil : isokorc. Bentuk Hidung : Normald. Reflek Fisiologis :Menghisap (+),Menggengam (+),pergerakan kaki dan tangan :lemah
  18. 18. 5. Sistem Perkemihan (B4)Pola : ganti pampers 3x sehariWarna : kekuninganBau: khas6. Sistem Pencernaan (B5)a. TB : 53 cm BB : 2,8 kgb. Mukosa mulut : keringMuntah (+) Bising usus : > 18x/mntc. BAB : > 5x/hr, konsistensi:cairBau BAB: khas Warna BAB:kuningd. Nafsu menyusui: Menurun. jenis : ASI7. Sistem Muskuloskeletal dan Integumen (B6)a. Pergerakan sendi: terbatasb. Kelainan ekstremitas :tidakc. Kelainan tl. Belakang :tidakd. Fraktur : tidake. Traksi/spalk/gips: tidak adaf. Kompartemen sindrom:tidakg. Kulit: ikterikh. Turgor : kurangi. Oedema:Tidak ada
  19. 19. j. Kekuatan otot:3 33 3I .Data penunjang :- Pemeriksaan bilirubin 30 april 2012, hasil : 7,9 mg/dl- Glukosa : 69 mg/dl- Haemoglobin : 13,5 gr %- Erytrocit ; 3,72- Mikrobiologik biakan feses : salmonelosis (+)J .Terapy :- Inj Viccilin 100 mg/12 jam- Inj cefotaxim 100mg/12 jam- Foto therapy continue sejak tanggal 30 april 2012-
  20. 20. Analisa dataNo Data Etiologi MasalahDs : ibu pasienmengatakan bayinyamencret dan keinginanmenyusui menurun.Do :Feses : cair tanpa darahFrekuensi : > 5xTurgor : kurangMukosa bibir: keringMuntah (+)T : 38ocRR: 60x/mntTD: 80/60N : 130x/mntKuman menyerang traktusdigestivus usus halusMenyerang submukosaPenurunan lactaseLaktosa tidak dapat diserapMenuju kolonPeningkatan osmotic kolonMenarik cairanFeses encerPeningkatan frekuensi babDefisit volume cairanKekurangan volumecairan2. Ds :ibu pasienmengatakan bahwabayinya demam.Do :Mukosa bibir: keringT : 38ocRR: 60x/mntTD: 80/60N : 130x/mntInfasi salmonelosisTerjadi inflamasiRespon inflamasiMerangsang termoregulasihipotalamusHipertermia
  21. 21. Mikrobiogik biakanfeses : infeksisalmonelosis (+)Peningkatan suhu tubuhHipertermiaDiagnosa keperawatan1. Kekurangan volume cairan b.d kehilangan sekunder akibat diare.2. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi.
  22. 22. Intervensi keperawatanNo Diagnosa Intervensi rasional1. Kekurangan volumecairan b.d kehilangansekunder akibat diare.Tujuan :Setelah dilakukanintervensikeperawatan selama2x24 jam,pasien tidakmenunjukan adanyatanda tanda dehidrasi.KH:RR: 30-60x/menitN : 110-120x/menitTD: 60-90 mmhgT: 36,8oC-370C.Mukosa bibir lembabTurgor baikNafsu menyusuimeningkat.Konsitensi feseslunak.1. Pantau BB, suhu ,kelembapan rongga oral,volume dan konsentrasiurin.2. Kaji ttv3. Kolaborasikan :pemberian cairanparenteral.4. Mempertahankanpemberian asi.5. Kolaborasikan :antidiare.6. Kolaborasikan:pemberian tambahanelektrolit.mis kalium.1.memberikaninformasi tentangkeseimbangan cairan,fungsi ginjal.2.hipotensi, takikadidemam merupakanrespon terhadaphilangnya cairan.3.sebagai pengganticairan yang hilang dansebagai asupan cairan.4.asi tetap diperlukanoleh bayi selama diare.Asi banyakmengandung nutrisiyang diperlukan bayi.5.menurunkankehilangan cairan diusus.6.elektrolit yanghilang dalam jumlahbesar dapatmenyebabkan asidosiskarena kehilanganbikarbonat.
  23. 23. 2 Hipertermia b.d prosesinfeksiTujuan :Setelah dilakukanintervensikeperawatan dalam2x24 jam pasienterbebas dari tandatanda hipotermia atauterjadi penurunan suhutubuh.KH:RR: 30-60x/menitN : 110-120x/menitTD: 60-90 mmhgT: 36,8oC-370C.Mukosa bibir lembab1. Pantau suhu pasien .perhatikan adanyadiaphoresis danmenggigil.2. Berikan kompres airyang sesuai suhuruangan. Hindarikompres dingin ataupenggunaan alcohol.3. Kolaborasikan :pemberian antibiotik.4. Kolaborasikan:permberian antipiretik.1.membantu dalamdiagnose danintervensi yang akandilakukan selanjutnya.2.dapat menurunkandemam. Air dingin danalcohol mungkinmenyebabkankedinginan.3. untuk menekanterjadinya infeksisistemik salmonelosyang sangat cepatmenyebar melaluidarah.4.antipiretik digunakanuntuk menurunkanpanas pada pasien.
  24. 24. Implementasi keperawatan.Tgl/jam Diagnosa Implementasi Evaluasi01/5/1313.0013.3015.0015.3018.00Kekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiare.Kekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiare.Hipertermia bdproses infeksiKekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiareHipertermia bdproses infeksi1. Memantau BB, suhu ,kelembapan rongga oral, volumedan konsentrasi urin.2. Mengkaji ttv3. Memantau suhu pasien .perhatikan adanya diaphoresisdan menggigil.4. mengkolaborasikan : pemberiancairan parenteral5. mengkolaborasikan : pemberianantibiotik.S : ibu pasienmengatakan bahwaanaknya mencret dandemam.O : Feses : cair tanpadarahFrekuensi : > 5xTurgor : kurangMukosa bibir: keringMuntah (+)T : 38ocRR: 60x/mntTD: 80/60N : 130x/mntA : masalah belumteratasiP : intervensidilanjutkan.
  25. 25. 01/5/1321.0021.1522.0024.00Kekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiareKekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiareHipertermia bdproses infeksiKekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiareHipertermia bdproses infeksi6. mengkolaborasikan pemberiantambahan elektrolit7. Mempertahankan pemberian asi.8. Memberikan kompres air yangsesuai suhu ruangan. Hindarikompres dingin atau penggunaanalcohol9. Memantau BB, suhu ,kelembapan rongga oral, volumedan konsentrasi urin.10. Mengkolaborasikan pemberianantipiretik.S : ibu pasienmengatakan bahwaanaknya mencret dandemam.O : Feses : cair tanpadarahFrekuensi : > 5xTurgor : kurangMukosa bibir: keringMuntah (+)T : 38ocRR: 60x/mntTD: 80/60N : 130x/mntA : masalah belumteratasiP : intervensidilanjutkan.2/5/1309.0009.15Kekuranganvolume cairanbd kehilangan11. mengkolaborasikan : antidiare S : ibu pasienmengatakan bahwaanaknya mencret dan
  26. 26. 11.0013.00sekunder akibatdiareKekuranganvolume cairanbd kehilangansekunder akibatdiareHipertermia bdproses infeksiHipertermia bdproses infeksi12. mengkaji ttv13. mengkolaborasikan : pemberianantibiotic14. Memberikan kompres air yangsesuai suhu ruangan. Hindarikompres dingin atau penggunaanalcoholdemam.O : Feses : cair tanpadarahFrekuensi : > 5xTurgor : kurangMukosa bibir: keringMuntah (+)T : 38ocRR: 60x/mntTD: 80/60N : 130x/mntA : masalah belumteratasiP : intervensidilanjutkan.

×