Your SlideShare is downloading. ×
Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara

36,264
views

Published on

rangkuman singkat seorang siswa SMP tentang "Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara"

rangkuman singkat seorang siswa SMP tentang "Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara"

Published in: Education

4 Comments
14 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
36,264
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,183
Comments
4
Likes
14
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. By : Dhimas & Dzaki
  • 2. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Segala puji dan syukur hanyalah hak Allah. Dialah tuhan sang pencipta. Shalawat serta salam kami haturkan kepada Rasulullah SAW. Karena ridha Allah lah kita sekarang bisa menghirup udara segar dalam keadaan Islam, karena tanpa ridha-Nya mungkin sampai sekarang Indonesia masih dalam zaman kebodohan yang kelam.
  • 3. Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Sumber-Sumber Sejarah Masuknya Islam di Indonesia
  • 4. Berkembangnya Islam di Indonesia berjalan dengan pesat. Dibawa oleh para pedagang Arab, Persia, dan India. Masuknya melalui Teluk Persia dan Syria, terus ke Peureulak dan Samudra Pasai di Aceh bagian Utara. Selanjutnya ke daerah – daerah lain di Sumatra. Menurut para ahli sejarah, Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-1 Hijriah / abad ke-7
  • 5. Melalui Perdagangan Melalui Perkawinan & Hubungan Sosial Melalui Para Wali
  • 6. Masuknya agama Islam sejalan dengan berkembang dan ramainya perdagangan antara jazirah Arab, Teluk Persia, India, Selat Malaka, dan Kepulauan Indonesia pada abad ke-17-15 Masehi. Para pedagang Muslim internasional tampaknya selalu didampingi oleh para guru pengembara. Dengan dukungan para penguasa, para pedagang dan guru – guru pengembara muslim tersebut berperan sebagai pelaku ekonomi dan juru dakwah yang memperkenalkan Islam ke masyarakat lokal. Home
  • 7. Penyebaran Islam merupakan suatu proses yang berhubungan dengan tempat, waktu, dan orang yang melakukannya. Dari komunitas pedagang muslim yang datang ke Indonesia, proses penyebaran Islam dapat terjadi karena di antara mereka ada yang melakukan perkawinan dengan masyarakat biasa maupun bangsawan yang terlebih dahulu diislamkan. Beberapa faktor yang mendorong terjadinya proses perkawinan antara para pendatang muslim dan wanita setempat, bahwa Islam tidak membedakan status sosial, apakah orang kaya atau miskin. Home
  • 8. Di Pulau Jawa, yang terkenal sebagai penyebar Islam ialah para Wali, terutama sembilan Wali yang disebut Wali Songo. Di antara wali-wali itu terdapat sembilan orang yang memiliki pengaruh luas bukan hanya di kalangan golongan bawah tapi juga pada golongan elit.
  • 9. Sunan Kalijaga Sunan Bonang Sunan Ampel Sunan Kudus Sunan Muria Main Menu Sunan Gresik Sunan Drajat Sunan Gunung Jati Sunan Giri
  • 10. Sumber dari Para pedagang Arab Sumber dari Sejarawan Cina Sumber dari Tome Pires Sumber dari Batu Nisan Sumber dari Marco Polo
  • 11. Masuknya agama Islam kali pertama ke Indonesia tidak diketahui dengan pasti. Berita-berita dari bangsa asing menunjukan bahwa bangsa Arab dan Persia telah mengenal kerajaan maritim Sriwijaya pada abad ke-9 Masehi. Abad tersebut merkpakan abad permulaan orang-orang Islam menguasai jalur dagang laut ke arah timur. Menurut keterangan Ibnu Hordadzbeth (844-848 M), pedagan Sulaiman (902 M), Ibnu Rosteh (903 M), Kerajaan Sribuza (Sriwijaya) berada di bawah kekuasaan Raja Zabag yang kaya dan menguasai jalur dagang dengan Kerajaan Oman. Home
  • 12. Pada abad ke-13 Masehi, penyebaran agama Islam semakin mantap dan meluas. Marco Polo menyatakan bahwa telah ada kerajaan Islam di Tumasik dan Samudra Pasai setelah ia melakukan perjalanan dari Cina menuju Persia dan singgah di Perlak pada 1292. kedua kerajaan tersebut menguasai perdagangan di Selat Malaka dan masih masih mengakui kedaulatan Majapahit. Kedua kerajaan itu juga memiliki pelabuhan – pelabuhan dagang penting untuk mengekspor lada ke Gujarat dan Benggala serta menampung barang – barang dari pelabuhan – pelabuhan di Jawa, seperti Gresik dan Banten. Home
  • 13. Menurut Tome Pires, pelabuhan Malaka ramai dikunjungi oleh para pedagang dari Barat, seperti Kairo, Makkah, Aden, dll. Pedagang dari Timur berasal dari Siam, Pahang, Patani, Kamboja, Campa, dan Cina. Pedagang dari Nusantara berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Maluku. Kaum tersebut menetap untuk beberapa lama di kota Malaka, sehinggan terciptalah pertukaran pengalaman, budaya, dan peradaban. Pertemuan ekonomi antarpedagang tersebut merupakan sarana yang paling penting dalam proses Islamisasi di Indonesia. Tome Pires mencatat dengan lengkap proses Islamisasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Maluku pada abad 16 Home
  • 14. Pada Abad ke-11 di pesisir utara Jawa Timur, tepatnya di Leran dan Gresik. Ditemukan sebuah nisan bertuliskan jenis huruf Arab Kufi yang mirip dengan yang ada pada nisan kubur di Phanrang, Campa. Nisan ini juga menyebutkan nama seorang wanita, Fathimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tanggal 7 Rajab 475 H atau Desember 1082 M. Pada Abad ke-14 dan 15 di pesisir utara Jawa Timur sudah ada komunitas muslim. Hal ini ditandai dengan adanya makam tokoh agama di Gresik, yang oleh masyarakat setempat dianggap seorang walim yaitu Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada 822 H atau 1419 M. Jenis makam secara keseluruhan menunjukkan persamaan dengan makam di Samudra Pasai dan tempat – tempat lain seperti di Cambay. Home
  • 15. Berita dari Ma-Huan yang mengikuti Laksamana Cheng Ho dalam berita ekspedisinya, yang diterbitkan dalam buku yingyai-Sheng-lan (1433), memberikan bukti tentang keberadaan komunitas muslim di daerah pesisir pulau Jawa, terutama Jawa Timur. Dikemukakan bahwa sebagian penduduk Tuban dan Gresik adalah muslim yang berasal dari setiap kerajaan asing dari barat yang telaah merantau ke daerah ini sebagai pedagang. Golongan lainnya adalah Orang Tang yang berasal dari Kuangtung dan tempat lain di wilayah Cina Selatan, yang kini hidup di negri ini. Main Menu
  • 16. Setelah jumlah penganut islam bertambah, lahirlah kerajaan kerajaan islam di Nusantara. Kerajaan kerajaan tersebut memainkan peran penting dalam membentuk tradisi dan budaya masyarakat Islam di Indonesia sampai sekarang.
  • 17. Kerajaan Samudra Pasai Kerajaan Malaka Kerajaan Aceh Kerajaan Cirebon Kerajaan Demak Kerajaan Banten Kerajaan Makasar Kerajaan Mataram
  • 18. kerajaan Samudera Pasai, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugal pada tahun 1521. Back
  • 19. Kesultanan Malaka adalah sebuah Kerajaan Melayu yang pernah berdiri diMalaka, Malaysia. Kerajaan ini didirikan oleh Parameswara, kemudian mencapai puncak kejayaan di abad ke 15 dengan menguasai jalur pelayaran Selat Malaka, sebelum ditaklukan oleh Portugal tahun 1511. Kejatuhan Malaka ini menjadi pintu masuknya kolonialisasi Eropa di kawasan Nusantara.
  • 20. Back
  • 21. Kerajaan Aceh Darussalam merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di provinsi Aceh, Indonesia. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Bandar Aceh Darussalam dengan sultan pertamanya adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada pada Ahad, 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507. Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 - 1903), Aceh mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, berkomitmen dalam menentang imperialisme bangsa Eropa, memiliki sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, dan menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.
  • 22. Back
  • 23. Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasikebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda. Back
  • 24. Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa ("Pasisir"). Menurut tradisi Jawa, Demak sebelumnya merupakan kadipaten dari kerajaan Majapahit, kemudian muncul sebagai kekuatan baru mewarisi legitimasi dari kebesaran Majapahit. Kerajaan ini tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa danIndonesia pada umumnya. Walau tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Demak beralih ke Kerajaan Pajang yang didirikan olehJaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang menurut tradisi didirikan oleh Walisongo.
  • 25. Back
  • 26. Kesultanan Banten merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di Provinsi Banten, Indonesia. Berawal sekitar tahun 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan. Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati berperan dalam penaklukan tersebut. Setelah penaklukan tersebut, Maulana Hasanuddin mendirikan benteng pertahanan yang dinamakan Surosowan, yang kemudian hari menjadi pusat pemerintahan setelah Banten menjadi kesultanan yang berdiri sendiri.
  • 27. Back
  • 28. Kerajaan Makasar atau kadang disebut Kerajaan Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satuwangsa Suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka. Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu dari kalangan Bugis; demikian pula pihak Belanda-Bone memiliki sekutu orang Makassar. Perang Makassar adalah perang terbesar VOC yang pernah dilakukannya pada abad ke-
  • 29. Back
  • 30. Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela danKi Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di "Bumi Mentaok" yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya(Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan. penggunaan hanacaraka dalam literatur bahasa Sunda, politik feodal di Pasundan, serta beberapa batas administrasi wilayah yang masih berlaku hingga sekarang.