4. multimedia design

  • 739 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
739
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
20
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 Perbaikan Kualitas Citra Digital Hasil Capture Webcam yang Terintegrasi dengan Software SIMAK UNWIRA Paskalis Andrianus Nani Program Studi Teknik Informatika Universitas Katolik Widya Mandira Kupang paskalisnani@gmail.com Abstrak Bukan hanya sampai di situ saja, foto yang sama juga nantinya akan digunakan pada kartu identitas Kualitas citra digital hasil capture webcam mahasiswa jika calon yang bersangkutanyang terintegrasi dengan software SIMAK dinyatakan lulus.UNWIRA (Sistem Informasi Akademik dan Banyak software pengolah gambar yang dapatKemahasiswaan Universitas Katolik Widya digunakan untuk memperbaiki kualitas citraMandira) masih kurang baik. Hal ini tersebut, misalnya adobe photoshop. Namun,mempengaruhi hasil cetakan kartu ujian sipenmaru, penggunaan software tambahan tersebut menjadidimana foto calon mahasiswa terlihat agak gelap tidak efektif karena operator harus secara manualdan kabur. Bukan hanya sampai di situ saja, foto meng-edit foto calon satu-persatu.yang sama juga nantinya akan digunakan pada “Digital image processing” diperkenalkankartu identitas mahasiswa jika calon yang pertama kali di New York, USA pada awalbersangkutan dinyatakan lulus. tahun 1920-an. Pertama kalinya digunakan untuk Perbaikan kualitas citra (image enhancement) meningkatkan kualitas gambar Koran yangadalah proses memperjelas dan mempertajam dikirimkan oleh kabel bawah laut yang terbentangciri/fitur tertentu dari citra agar citra lebih mudah antara London dan New York. Sampai tahundipersepsi maupun dianalisis secara lebih teliti. 1960-an perkembangannya tidaklah terlaluSecara matematis, image enhancement dapat menggembirakan. Namun pada akhir tahundiartikan sebagai proses mengubah citra f(x,y) 1960-an, dimana perkembangan komputer yangmenjadi f’(x,y) sehingga cirri-ciri yang dilihat pesat dan mampu menawarkan kecepatan danpada f(x,y) lebih ditonjolkan. Image enhancement kapasitas yang lebih tinggi memacutidak meningkatkan kandungan informasi, perkembangan dari implementasi algoritmamelainkan jangkauan dinamis dari ciri agar bisa pemrosesan citra yang lebih pesat lagi. Untuk saatdideteksi lebih mudah dan tepat. ini penggunaan dari pemrosesan citra telah Metode yang digunakan dalam penelitian ini melingkupi berbagai macam disiplin ilmuadalah menggabungkan teknik image brightness diantaranya bidang Arsitektur, Geografi, Ilmudan histogram equlization. Hasil dari penelitian ini Komputer, Kedokteran, Fotografi, Arkeologi, dandapat menjadi solusi untuk diimplementasikan lain sebagainya. [1]dalam proses perbaikan kualitas citra digital hasil Banyak teknik yang ditemukan oleh paracapture webcam yang terintegrasi dengan software peneliti untuk menghilangkan noise pada sebuahSIMAK UNWIRA. cita digital maupun untuk menghasilkan sebuah citra yang lebih jernih daripada aslinya. [2]1. Pendahuluan Uma[3], dalam tulisannya mengusulkan sebuah teknik untuk restorasi citra berwarna menggunakan SIMAK UNWIRA merupakan sebuah aplikasi highly nonlinear morphological neuron dalamsistem informasi kemahasiswaan dan akademik. pengolahan citra digital untuk mendapatkan hasilSalah satu fungsi aplikasi tersebut adalah meng- restorasi citra warna yang berkualitas tinggi. Dalamcapture foto calon mahasiswa dan menyimpannya tulisannya, citra warna diperlakukan sebagaidalam database untuk kemudian digunakan dalam distribusi model warna RGB. Kemudian setiap levelpencetakan kartu ujian seleksi penerimaan warna diproses layaknya citra grayscale.mahasiswa baru (sipenmaru) dan kartu identitas Hassan[4], memperkenalkan teknik contrastmahasiswa. enhancement untuk citra yang kabur dan gelap. Kualitas citra digital hasil capture webcam Tujuannya adalah menghasilkan teknik contrasttersebut masih kurang baik. Hal ini mempengaruhi enhancement untuk memperbaiki area citra digitalhasil cetakan kartu ujian sipenmaru, dimana foto yang kabur dan gelap serta meningkatkan kualitascalon mahasiswa terlihat agak gelap dan kabur. Multimedia Design 4-1
  • 2. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6visual citra tersebut. Metode ini terdiri dari dua f’(x,y) sehingga cirri-ciri yang dilihat pada f(x,y)langkah utama yaitu: unsharp masking dan contrast lebih ditonjolkan. Image enhancement tidakenhancement. Proses yang dilakukan pada kedua meningkatkan kandungan informasi, melainkantahapan ini adalah mempertajam tepi dan jangkauan dinamis dari ciri agar bisa dideteksi lebihmenonjolkan detail citra yang tersembunyi. mudah dan tepat.Kemudian piksel-piksel tertentu akan ditentukanuntuk dipetakan ulang atau tidak. Nilai baru dari 3. Metodepiksel yang akan dipetakan diperoleh berdasarkanfungsi peta sigmoid. Dari banyaknya teknik image enhancement Teknologi pengolahan citra digital yang sudah yang diusulkan oleh para peneliti sebelumnya,berkembang pesat ini dapat menjadi solusi untuk dalam penelitian ini dua teknik sederhana yangdiimplementasikan dalam proses perbaikan kualitas lazim digunakan yaitu image brightness dancitra digital hasil capture webcam yang terintegrasi histogram equalization akan digabungkan. Berikutdengan software SIMAK UNWIRA, salah satunya adalah diagram alur yang digunakan dalam prosesadalah menggunakan teknik image enhancement. perbaikan kualitas citra digital: Penelitian ini mencoba menggabungkan teknikimage brightness dan histogram equalizationsebagai solusi yang efektif untuk perbaikan kualitasfoto hasil capture wabcam yang terintegrasi dengansoftware SIMAK UNWIRA.2. Landasan Teori Pengolahan citra atau image processing adalahsuatu proses memperbaiki kualitas citra agar mudahdiinterpretasi oleh manusia atau komputer. Jadi,masukannya adalah citra dan keluarannya jugaadalah citra, namun citra keluaran memiliki kualitasyang lebih baik dari citra masukan.[8] Dasar dari pengolahan citra adalah pengolahanwarna RGB pada posisi tertentu. Dalam pengolahancitra warna dipresentasikan dengan nilaihexadesimal dari 0x00000000 sampai 0x00ffffff.Warna hitam adalah 0x00000000 dan warna putih Gambar 2. Diagram alur yang digunakan dalamadalah 0x00ffffff. Definisi nilai warna di atas proses perbaikan kualitas citra digitalseperti gambar 3, variabel 0x00 menyatakan angkadibelakangnya adalah hexadecimal.[9] Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa pertama-tama proses image brightness akan dilakukan terhadap citra asli yaitu dengan menambahkan sebuah konstanta kepada setiap piksel di dalam citra, dengan nilai maksimum adalah 255 setelah operasi penjumlahan. Artinya akan terjadi proses clipping terhadap nilai intensitas piksel yang melebihi ambang batas. [5] Gambar 1. Nilai warna RGB dalam Setelah itu akan dilakukan proses histogram heksadesimal equalization untuk memperoleh penyebaran histogram yang merata sehingga setiap derajat Perbaikan kualitas citra (image enhancement) intensitas warna memiliki jumlah piksel yang relatifmerupakan salah satu proses awal dalam sama.pengolahan citra (image preprocessing). Yang Karena histogram menyatakan peluang pikseldimaksud dengan perbaikan kualitas citra adalah dengan derajat keabuan tertentu, maka rumusproses memperjelas dan mempertajam ciri/fitur menghitung histogram ditulis kembali sebagaitertentu dari citra agar citra lebih mudah dipersepsi peluang[6]maupun dianalisis secara lebih teliti. Secara Pr (rk ) == nkmatematis, image enhancement dapat diartikan ……… (1) nsebagai proses mengubah citra f(x,y) menjadi4-2 Multimedia Design
  • 3. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6yang dalam hal ini, 25. Sehingga ditetapkan nilai konstanta yang k digunakan adalah 22.rk = , 0 ≤ rk ≥ 1 …..….. (2) Setelah proses penjumlahan setiap piksel, L −1 dilanjutkan dengan proses histogram equalization. Citra asli merupakan citra warna, karena itu proses Dengan mengubah derajat keabuan suatu ini dilakukan terhadap ketiga komponen warnapiksel (r) menjadi derajat keabuan yang baru (s) yaitu Red, Green dan Blue. Berikut prosedurnya:dengan suatu fungsi transformasi T yang dalam halini s=T(r), maka untuk perataan histogram Procedure histoEqual(I: TImage);digunakan rumus: [7] var = ∑ Pr (rj ) ….…… (3) k nj k i,j,r,g,b,x,y:Integer;sk = T (rk ) = ∑ sumr,sumg,sumb: double; j =0 n j =0 color:Longint; Begin x:=I.Picture.Height;4. Hasil dan Pembahasan y:= I.Picture.Width; for i:=0 to 255 do Bedasarkan diagram alur yang dijelaskan di beginatas, maka pada imlementasinya, pertama-tama HistogramRed[i]:=0;dilakukan proses penjumlahan pada setiap piksel HistogramGreen[i]:=0;citra digital dengan prosedur berikut: HistogramBlue[i]:=0; end;Procedure imgBright(I: TImage, C: for i:=0 to I.Picture.Height-1 dointeger); beginvar for j:=0 to I.Picture.Width-1 do i,j,r,g,b:Integer; begin color:Longint;Begin color:=ColorToRGB(I.Picture.Bitmap.Can I2:=I; vas.Pixels[j,i]); for i:=0 to I.Picture.Height-1 do r:=GetRValue(color); begin g:=GetGValue(color); for j:=0 to I.Picture.Width-1 do b:=GetBValue(color); begin Inc(HistogramBlue[b]); Inc(HistogramGreen[g]);color:=ColorToRGB(I.Picture.Bitmap.Can Inc(HistogramRed[r]);,g,b);vas.Pixels[j,i]); end; r:=GetRValue(color); end; g:=GetGValue(color); for i:=0 to 255 do b:=GetBValue(color); begin r:=r + C; sumr:=0; g:=g + C; sumg:=0; b:=b + C; sumb:=0; if r<0 then r:=0; for j:=0 to i do if r>255 then r:=255; begin if g<0 then g:=0; sumr:=sumr+(HistogramRed[j]/(x*y)); if g>255 then g:=255; if b<0 then b:=0; sumg:=sumg+(HistogramGreen[j]/(x*y)); if b>255 then b:=255; I2.Canvas.Pixels[j,i]:=RGB(r,g,b); sumb:=sumb+(HistogramBlue[j]/(x*y)); end; end; end; HistogramRed1[i]:=round(255*sumr); I2.Refresh; HistogramGreen1[i]:=round(255*sumg);End; HistogramBlue1[i]:=round(255*sumb); end; Prosedur di atas memiliki dua parameter yaitu I2.Refresh; End;variabel I dan C. Variabel I merupakan citra aslisedangkan variabel C merupakan nilai yang akan Pada tahapan ini, histogram dari level warnadijumlahkan dengan nilai setiap piksel. R, G dan B masing-masing dihitung lalu dilakukan Nilai dari variabel C pun dicoba antara 0 proses histogram equalization untuk masing-masingsampai dengan 50. Hasil terbaik yang didapat level warna tersebut.adalah jika variabel C bernilai 17 sampai dengan Multimedia Design 4-3
  • 4. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 Berikut ini adalah tampilan citra asli dan citrahasil perbaikan: Gambar 6. histogram citra setelah proses image brightness Selesai dengan image brightness, sekarang Gambar 3. citra asli sebelum proses enhancement dilanjutkan dengan proses histogram equalization. Histogram citra setelah proses histogram equalization akan terlihat lebih berbeda lagi. Berikut histogram citra setelah proses histogram equalization: Gambar 4. citra hasil proses enhancement Sebelum proses image brightness dilakukan, Gambar 7. histogram citra setelah proses histogramhistogram citra dihitung untuk dilihat hasil equalizationperubahannya. Berikut merupakan histogram citrasebelum image brightness: Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa distribusi niali B yang lebih mencolok perbedaannya karena sebelumnya sebagian besar hanya berkumpul di tengah-tengah. 5. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa teknik image brightness dan histogram equalization dapat digabungkan dan menghasilkan output yang kualitasnya jauh lebih bagus dari citra asli. Teknik ini perlu Gambar 5. histogram citra sebelum proses image diimplementasikan dalam software SIMAK brightness UNWIRA agar kualitas foto calon mahasiswa dapat menjadi lebih baik. Setelah dilakukan proses image brightness,terlihat perubahan signifikan dari histogram citra,dimana seluruh level warna mengalami kenaikan.Berikut disajikan histogram citra setelah prosesimage brightness:4-4 Multimedia Design
  • 5. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6Daftar Pustaka[1] Antonius Aditya Hartanto, “Pengolahan Citra Pada Pemrograman Java”, 2010.[2] V. Saradhadevi and Dr. V. Sundaram, “Survey On Digital Image Enhancement Techniques”. International Journal of Computer Science And Information Security, Vol.8, No.8, November 2010.[3] S. Uma and S. Annadurai, "Color Image Restoration Using Morphological Neural Network", ICGST.[4] Naglaa Yehya Hassan and Norio Aakamatsu, "Contrast Enhancement Technique of Dark Blurred Image", IJCSNS International Journal of Computer Science and Network Security, Vol.6, No.2A, February 2006.[5] T. Sutoyo dkk, “Teori Pengolahan Citra Digital”, Andi, Yogyakarta, 2007.[6] Rinaldi Munir, “Pengolahan Citra Digital Dengan Pendekatan ALgoritmik”, Informatika, Bandung, 2004.[7] Carl Steven Rapp and Dr. Wiliam L. Joyner, “Image Processing And Image Enchancement”, East Tennessee University, Texas, 1996.[8] Murni, Dr. Aniati dan Cahyati, Dina, M.Kom. 2004. Pengolahan Citra Berwarna. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Download at http://eri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/file s/4918/citrawar.pdf[9] Rapp, Carl Steven and Joyner, Dr. Wiliam L. 1996. Image Processing And Image Enchancement. East Tennessee University, Johnson City, Texas. Download at http://www.the-aps.org/education/k12curric/ac tivities/pdfs/rapp.pdf Multimedia Design 4-5
  • 6. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-64-6 Multimedia Design
  • 7. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 Grafika Komputer dalam Implementasi Sistem Informasi Penjaminan Mutu menggunakan PHP Tulus Departemen Matematika FMIPA USU, Medan Abstrak TI. TI akan meningkatkan manajemen kualitas dalam organisasi, apabila TI direncanakan dan Objek grafik merupakan bagian penting di diimplementasikan dengan baik. Sementara TIdalam pengembangan sebuah sistem informasi. memperhatikan perintah-perintah rutin dan biasaTulisan ini mempresentasikan penyampaian terhadap input data, komputasi, pengukuran, daninformasi dalam bentuk grafik di dalam analisis output, pengguna dapat berkonsentrasi kepada kerjaIshikawa dari sistem penjaminan mutu universitas. mereka dalam pemenuhan tujuan yang lebih pentingPemrograman yang digunakan adalah PHP yang mengenai perbaikan kualitas. Au dan Choi [3] telahsekaligus untuk mengelola data dalam sistem merancang aplikasi IT dalam proses TQM danmanajemen basis data mySQL dan mebentuk grafik. bagaimana manajemen dapat menggunakan outputDiagram Fishbone dihasilkan dari implementasi untuk mendukung keputusan yang membantuobjek grafik dengan mengabungkan beberapa citra mencapai perbaikan yang berterusan terhadapsiap pakai dengan citra hasil pengelolaan basis organisasi berorientasi layanan.data. Hasil menunjukkan, bahwa representasi Know Center [4], menyatakan bahwagrafik dapat menampilkan diagram yang manajemen mutu yang sukses sangat bergantungdiharapkan untuk informasi yang diharapkan. pada aplikasi teknologi informasi yang efektif. Organisasi yang dengan baik memanfaatkan1. Pendahuluan teknologi informasi untuk manajemen mutu secara kontinu mengintegrasikan mutu dari informasi Bidang grafika komputer sangat dibutuhkan dengan mutu dari produknya.dalam sistem informasi manajemen, terutama Pasal 91 ayat (2) PP.No.19 Tahun 2005sistem informasi berbasis citra. Hongo et al. [1] menyatakan bahwa penjaminan mutu di perguruantelah membangun sistem informasi berbasis citra tinggi bertujuan untuk memenuhi atau melampauiuntuk restorasi lahan pertanian. SNP (standar mutu minimal perguruan tinggi). Kepentingan penggunaan teknologi informasi Untuk mencapainya, di beberapa perguruan tinggi(TI) dalam manajemen penjaminan mutu telah telah dibentuk lembaga penjaminan mutu perguruandiuraikan oleh pengamat dalam beberapa literatur. tinggi. Di dalam pengelolaannya, beberapaWu dan Gu [2] mengeksplorasi efek dari Quality perguruan tinggi telah menggunakan sistemManagement (QM) dan IT pada unjuk kerja informasi untuk mendukung tercapainya hasil yangorganisasi dan aturan IT dalam implementasi QM. optimal.IT berkontribusi faktor seperti halnya unjuk kerja PHP merupakan perangkat lunak yang padasecara menyeluruh, pemenuhan kebutuhan masa sekarang ini termasuk di dalam kumpulanpelanggan, dan produktifitas pegawai. Ada produk open source. Perangkat ini banyakbeberapa tingkatan faktor dengan level penggunaan digunakan oleh pengembang web untuk yangyang tinggi dan faktor yang sedang. Faktor-faktor dilekatkan pada HTML untuk mendapatkan sistemseperti halnya manajemen pelanggan, komunikasi, informasi yang dinamis. Dalam tulisan inikerja tim, pengukuran perbaikan proses dipaparkan cara merancang sebuah sistem informasimenunjukkan level tinggi dari penggunaan IT. berbasis citra menggunakan PHP.Faktor-faktor seperti halnya perencanaan mutuoperasional dan manajemen mutu strategis 2. Pengembangan Sistem Informasimenunjukkan penggunaan IT yang sedang. ITberperan juga dalam faktor seperti halnya supplier berbasis grafikmanagement, culture, empowerment, and qualitycitizenship. 2.1 Analisis kebutuhan Terkait data yang cukup besar yang dikelola, Salah satu bagian penting dari proseskesuksesan dari program Total Quality pelaksanaan penjaminan mutu perguruan tinggiManagement (TQM) bergantung pada penggunaan adalah monitoring di dalam terhadap standar mutu Multimedia Design 4-7
  • 8. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6yang dituangkan di dalam Pasal 2 ayat (1) Ishikawa. Dalam bagian ini tahapan perancanganPP.No.19 Tahun 2005, yang meliputi delapan butir sistem yang dikemukakan hanya yang terkaitstandar, yaitu Standar isi, Standar proses, Standar dengan pembentukan grafik. Secara garis besarkompetensi lulusan, Standar pendidik dan tenaga sistem skoring digambarkan dalam diagram kontekskependidikan, Standar sarana dan prasarana, seperti pada Gambar 1. Setiap fakultas/programStandar pengelolaan, Standar pembiayaan; dan studi memasukkan nilai-nilai dari pertanyaan yangStandar penilaian pendidikan. Dalam disediakan. Dalam sistem informasi, data tersebutpelaksanaannya, perlu disediakan pertanyaan- disimpan ke dalam sistem database untuk dikelolapertanyaan mutu yang sesuai dengan setiap butir ketika diperlukan.mutu tersebut, sehingga didapat nilai skor darisetiap butir. Nilai skor ini diharapkan dapat menjadipedoman bagi perguruan tinggi, sudah sejauh manaproses pendidikan telah dilaksanakan. Setiap pertanyaan yang diajukan harusdijawab oleh setiap unsur dari pengelolapendidikan, yaitu oleh tingkat fakultas atau bahkansampai pada program studi. Hasil integrasi nilaimutu dari keseluruhan unsur dapat dianggapsebagai nilai mutu perguruan tinggi yangmenaunginya. Deskripsi nilai mutu yang palingbaik adalah dengan menampilkan nilai dalambentuk penggabungan, yaitu dalam bentuk tabel Gambar 1. Diagram Konteks sistem skoringnilai dan grafik visual, sehingga dengan segeratelihat ketercapaian dari mutu pendidikan di setiap a) Diagram laba-labasiklus pelaksanaannya. Dianggap bahwa telah tersedia data nilai skor Setelah diperoleh nilai butir mutu, perlu hasil dari input setiap pengelola Fakultas/Programdilakukan analisis masalah yang mengakibatkan Studi. Setiap data diidentifikasi dari kode unit dankurangnya mutu dari suatu butir tertentu dalam kode butir standar. Untuk setiap standar muturangka perbaikan mutu. Salah satu yang dapat dihitung rata-rata dengan skala 0 sampai dengan 4.diterapkan adalah analisis berdasar diagram Dalam kasus ini jumlah standar mutu yangIshikawa, atau diagram fishbone. Unsur mutu diperhatikan ada sebanyak 15 standar, yaitutersebut dianalisa untuk melihat faktor-faktor yang mengikut pada rincian standar mutu pendidikan.mempengaruhinya. Teknik ini memungkinkan Untuk menayangkan diagram laba-laba dari seluruhanalisa dilakukan dengan memetakan semua faktor standar mutu, dibangun sebuah lingkaran yangyang menimbulkan masalah atau mempengaruhi dibagi sebanyak 15 busur yang sama, seperti padakeadaan suatu unsur mutu. Identifikasi faktor faktor Gambar 2. Panjang jari-jari untuk diagram laba-labaini biasanya dilakukan dengan cara brainstorming di dalam lingkaran bergantung pada nilai standardidalam suatu team. Tujuan brainstorming adalah rata-rata yang telah dihitung.mendaftar semua faktor yang mempengaruhi unsurmutu dan kemudian memetakan keterkaitan faktor-faktor ini. Diagram Ishikawa menyajikan faktorfaktor ini dalam bentuk yang terstruktur sebagaitulang ikan. Diagram ini menyajikan berbagaipenyebab yang mempengaruhi suatu proses denganmemilah dan mengelompokkannya. Untuk setiap unsur mutu ada sejumlahpenyebab yang dapat dikelompokkan kedalambeberapa kelompok besar. Diagram ini digunakanbila suatu institusi atau tim perlu mengidentifikasidan meneliti kemungkinan penyebab suatu masalahatau untuk melihat faktor faktor yang dapat Gambar 2. Penyiapan diagram laba-labamemperbaiki suatu unsur mutu. b) Diagram Ishikawa2.2 Perancangan sistem Untuk kasus diagram Ishikawa, dianggap Ada dua sistem bagian yang dipaparkan dalam bahwa masing-masing unit telah mengisi kasus-tulisan ini, yaitu sistem skoring dan sistem diagram kasus untuk keperluan analisis menggunakan4-8 Multimedia Design
  • 9. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6diagram Ishikawa. Kasus-kasus tersebut biasanya {berisi kalimat-kalimat kasus dari hasil $skorstandar01 = mysql_result(brainstorming. Selanjutnya disediakan image $skor01,$j,"jawab024");gambar diagram Ishikawa yang masih kosong, yang $ts01 = $ts01 + $skorstandar01;terdiri dari tulang besar dan tulang halus, sesuai }dengan keperluan, seperti terlihat pada Gambar 3. Setelah hasil penghitungan dari data ke-15 nomor standar diperoleh, dilakukan penggambaran titik pada diagram laba-laba, yang letaknya dari titik pusat sejauh nilai data ke arah letak nomor standar yang telah disediakan. Untuk menayangkan gambar grafik di web yang sesuai dengan data yang diperoleh, perintah di HTML cukup dilakukan dengan mengirim data hasil penghitungan sebelumnya yang dilakukan seperti berikut. echo "<br><img src=../laba-laba.php? a1=$ts01&a2=$ts02&a3=$ts03&a4=$ts04&a Gambar 3. Fishbone yang siap untuk diisi 5=$ts05&a6=$ts06&a7=$ts07&a8=$ts08&a9 informasi sesuai data. =$ts09&a10=$ts10&a11=$ts11&a12=$ts12& a13=$ts13&a14=$ts14&a15=$ts15 Pada gambar akan diisi dengan Nama standar /><br>";mutu pada bagian atasnya, Kasus-kasus pada setiaptulang-tulang halus yang sesuai, Nama Program Untuk membangkitkan mode citra dalamStudi di bagian bawah, dan nomor standar pada halaman web perlu dibangun fungsi-fungsi khususbagian tujuan. Keseluruhannya merupakan yang dapat menggambar grafik, seperti misalnyainformasi sesuai nilai data yang ada di database. menggambar lingkaran, mengisi warna pada suatu area, menggambar garis yang menghubungkan dua titik sehingga terbentuk segi banyak, dan3. Implementasi menampilkan text pada citra. Untuk ini perlu Implementasi dilakukan menggunakan script penghitungan secara geometri untuk citra. BeberapaPHP yang dilekatkan pada HTML. Jenis citra yang perintah yang dapat dilakukan adalah sepertidigunakan adalah JPEG. Data disimpan di dalam berikut.sistem database yang dikelola menggunakanMySQL. header("Content-type: image/jpeg"); Untuk menampilkan informasi yang berasal imagejpeg($this->chart, $this->save,dari database, pertama dilakukan query yang $this->quality); imageline($image, $x1, $y1, $x2, $y2,mengambil data nilai skor yang sesuai denganprogram studi dan nomor butir standar. Setelah data $color ); imagefill($this->chart, 0, 0,diperoleh, maka dihitung jumlah seluruh nilai dan $bg_color);dibagi dengan jumlah data yang diperoleh. Prosesini dilakukan berturut-turut dari nomor standar 1sampai 15. Berikut adalah sebagian script untuk 4. Pembahasanmengambil data dari database dan menghitungjumlah skor. Script disimpan ke dalam satu file Dengan menggunakan data yang telah diinputkhusus yang akan dipanggil ketika diperlukan. oleh pengguna di Fakultas/Program Studi, diperileh hasil seperti berikut. Gambar 4 menunjukkan grafik include ("db_config.php"); diagram laba-laba dari 15 butir standar. Data yang $db31 = new DBmysql(_dbhost, _dbuser, setara dengan gambar diagram laba-laba ini adalah _dbpass, NamaDB); yang ada di dalam tabel. Dengan membandingkan $skor01 = $db31->query("SELECT informasi melalui tayangan citra dan tayangan DISTINCT * tabel, maka tayangan citra lebih mudah analisis FROM jawabgjkm WHERE berbanding tayangan tabel. id_gjkm=$gjkm and id_standar LIKE "01%" "); $numskor01 = $db31->num(); for ($j = 0; $j < $numskor01; $j++) Multimedia Design 4-9
  • 10. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 References [1] Kenji Hongo, Ryuji Matsuoka, Seiju Fujiwara, Katsuhiko Masuda dan Shigeo Aoki. 2000. Development of Imaged-based Information System for Restoration of Agricultural Heritage. International Archives of Photogrametry and Remote Sensing, Vol XXXIII. Part B5. Amserdam. 372-379. [2] Xiaojun Wu and Yu Gu. 2009. Influence Mechanism of Information Technology on Gambar 4. Diagram laba-laba skoring Quality Management and Organizational Performance. Intelligent Information Systems, IASTED International Conference on, pp. 251- 254. [3] Grace Au, Ivan Choi. 1999. Facilitating implementation of total quality management through information technology. Int. Journal of Information & Management 36, pp. 287- 299. [4] Markus Strohmaier, Johannes Farmer and Stefanie Lindstaedt. 2005. The Gap Between Information Technology and Quality Management. Graz: Know-Center. Gambar 5. Tampilan sistem berbasis citra. Pada bagian lain, Gambar 5 menunjukkan citrayang dihasilkan dari diagram Ishikawa. Dalamgambar tersebut terlihat data isian kasus dalamsuatu standar 10 dari suatu Program Studi (padaGambar 4 nilai skornya adalah 2.67). Setiap kasusdiletak pada posisi yang telah ditentukan di dalamgambar awal yang sudah disediakan pada Gambar 3di atas. Dari Gambar 5 terlihat juga informasi darinomor dan nama standar, nama program studi yangbersangkutan.5. Kesimpulan Dari hasil pembahasan dapat disimpulkanbahwa PHP dapat digunakan untuk mengolah citraterkait dengan keperluan di dalam sistem informasipenjaminan mutu perguruan tinggi. Dari hasil ini ternyata data dari database dapatdigabungkan kepada citra awal yang sudahdipersiapkan.4-10 Multimedia Design