Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)            ISBN 978-602-19837-0-6 Implementasi Metode...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)             ISBN 978-602-19837-0-6 2. Metode MVC     ...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)             ISBN 978-602-19837-0-6 bahas php versi 4 ...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)            ISBN 978-602-19837-0-6                    ...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)              ISBN 978-602-19837-0-6      Pola pendeka...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)             ISBN 978-602-19837-0-6                   ...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)             ISBN 978-602-19837-0-6     Penggunaan Ope...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)                ISBN 978-602-19837-0-6 tanggal 30 Mare...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)               ISBN 978-602-19837-0-6 komputer (comput...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)            ISBN 978-602-19837-0-6 g.   OLAT ( http://...
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)            ISBN 978-602-19837-0-6                    ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

2. distributed system

1,625 views
1,524 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,625
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
35
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2. distributed system

  1. 1. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 Implementasi Metode Model View Controller Menggunakan FrameworkCode Igniter dalam Pengembangan Aplikasi Manajemen Depo Petikemas pada Unit Usaha Belawan Logistics Center Dudi Rahmadiansyah, Dedy Irwan Dosen Sekolah Tinggi Teknik Harapan Abstrak Salah satu model proses bisnis yang memiliki dinamika yang cepat dalam hal perubahan dan variasi kebutuhan proses dan penyajian informasi adalah depo peti kemas. Unit Usaha Belawan Dalam pengembangan sistem informasi, fokus Logistics Center sebagai salah satu unit usaha diutama tidak hanya pada proses bisnis dan fitur bawah PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)yang harus dimiliki oleh sistem, tetapi juga merupakan sebuah depo petikemas yang memilikibagaimana aplikasi sistem tersebut mampu kompleksitas proses bisnis karena terkait denganmengantisipasi dinamika proses bisnis itu sendiri. kontrak dan kebutuhan para Pelanggannya yangSalah satu metode yang memungkinkan untuk menuntut privasi proses dan penyajian informasi.dijadikan solusi adalah Model View Controller Di samping itu, dinamika persaingan bisnis depo(MVC) yang diimplementasikan dalam suatu petikemas juga membutuhkan adaptasi yang cepatframework pemrograman. Metode MVC membagi dari proses bisnis agar bisa unggul dalamlapisan aplikasi menjadi Model, View dan persaingan bisnis tersebut.Controller yang memiliki fungsi khusus secara Karena itu, dibutuhkan suatu metodemandiri, namun saling terkait dalam membentuk pengembangan aplikasi yang memungkinkan untuksuatu aplikasi. Untuk mengimplementasikan metode melakukan penyusunan dan pemeliharaan aplikasiMVC ini, digunakan framework pemrograman dengan cepat dan mudah. Metode yangberbasis php bernama CodeIgniter (CI) yang telah memungkinkan untuk itu adalah membagi aplikasiterbukti mudah dan fleksibel dalam penggunaannya ke dalam suatu kerangka kerja yang disebut Modeldan akan digunakan dalam mengembangkan View Controller (MVC). MVC merupakan salahaplikasi manajemen Depo Petikemas pada Unit satu arsitektur aplikasi yang memisahkanUsaha Belawan Logistics Center. antarmuka/tampilan (user interface), data, dan proses sehingga memungkinkan untuk melakukan1. Pendahuluan pengembangan atau pemeliharaan aplikasi secara lebih efektif dan efisien. Hal ini dapat dilakukan Dalam pengembangan dan pemeliharaan karena pengembang/programmer dapat lebihsistem informasi khususnya pada elemen aplikasi berkonsentrasi pada proses bisnis dan melakukanyang mendukung sistem tersebut, sering kali isolasi pengembangan/pemeliharaan hanya padamengalami kesulitan dalam penambahan, komponen-komponen aplikasi yang terkait denganperubahan atau pengurangan modul dan proses bisnis yang dimaksud.fungsionalitas aplikasi. Kadang-kadang hal ini Metode ini diimplementasikan dalam sebuahdapat berakibat pada perubahan besar dan bersifat aplikasi yang disebut Aplikasi Manajemen Depomendasar dari aplikasi yang dipelihara tersebut. Petikemas. Aplikasi tersebut didesain berbasiskan Hal ini tidak dapat terhidarkan karena adanya media web dan dikembangkan denganperubahan-perubahan dalam proses bisnis itu menggunakan perangkat-perangkat lunak sebagaisendiri yang menuntut penyesuaian aplikasi dengan berikut :cepat dan tepat. Karena itu, perlu digunakan suatu 1. Sistem Operasi MS-Windows XP atau Linux.metode yang dapat digunakan dalam 2. Bahasa script php versi 5.3.1.pengembangan dan pemeliharaan aplikasi secara 3. Database MySQL versi 5.1.41efektif dan efisien sehingga sistem analis dan 4. Framework CodeIgniter versi 2.0.2pemrogram (programmer) dapat lebihberkonsentrasi pada permasalahan yang harusdipecahkan dengan meminimalkan analisaalgoritma program. Distributed System 2-1
  2. 2. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 2. Metode MVC Model View Controller (MVC) adalah sebuahsebuah metode untuk membuat sebuah aplikasidengan memisahkan data dari tampilan dan caramemprosesnya. MVC diperkenalkan pertama sekalioleh para peneliti di XEROC PARAC yang bekerjauntuk pembuatan bahasa pemrograman Smalltalkpada tahun 1970 – 1980. Gambar 1. Konsep MVC Metode MVC membagi aplikasi menjadi tigabagian yaitu : Di dalam aplikasi berbasis web dikenal1. Model, berfungsi sebagai pengelola perilaku beberapa jenis MVC, yaitu : dan data pada domain aplikasi, melakukan 1. Server Side MVC dimana seluruh proses bisnis tanggapan terhadap permintaan informasi dan dilakukan pada sisi server. merespons instruksi untuk merubah suatu 2. Campuran Server Side dan Client Side MVC, kondisi (state). dimana proses dilakukan di sisi client dan sisi2. View, menerjemahkan informasi yang berasal server, bisa menggunakan atau tidak dari model ke dalam sebuah bentuk yang sesuai menggunakan model dalam koneksi ke server untuk berinteraksi dengan user. Biasanya dan biasanya memiliki kompleksitas yang berupa satu atau lebih elemen antarmuka user. tinggi.3. Controller, menerima masukan dari user dan 3. Rich Internet Application (RIA), disebut juga memicu respons dengan membuat pemanggilan Fat Client, merupakan aplikasi web yang ke objek-objek model. memiliki kemampuan dan fungsi yang mirip Kelebihan-kelebihan metode MVC adalah aplikasi desktop, memiliki bagian yangsebagai berikut : mengambil data sendiri (MVC tersendiri) dan1. Bagian model memberikan penempatan detil hanya bagian model yang ada di bagian server. data yang terpisah dan tidak disebar di dalam keseluruhan aplikasi sehingga meningkatkan kecepatan dan fleksibilitas dalam proses pemeliharaan aplikasi.2. Pemisahan model juga membuat objek model dapat digunakan oleh aplikasi lain dengan kebutuhan yang sama (reuse)3. Pemisahan view memudahkan perakitan/integrasi dengan komponen aplikasi lainnya tanpa harus memperhatikan detil proses. Desainer hanya berkonsentrasi pada bentuk dan tampilan antarmuka pemakai (user interface).  4. Penggunaan Controller memungkinkan untuk Gambar 2. Prinsip Kerja Metode MVC perubahan proses tanpa harus mengganggu antarmuka pemakai. Detil proses 3. Framework CodeIgniter disembunyikan oleh Controller sehingga tidak mengganggu presentasi ke user maupun Framework adalah abstraksi di dalam sebuah pengelolaan data/informasi (manajemen perangkat lunak yang menyediakan fungsi yang database). generic sehingga dapat dirubah oleh kode yang Di samping kelebihan-kelebihan, di atas, dibuat user sehingga dapat menyediakan perangkatmetode MVC juga memiliki kekurangan, yaitu : lunak untuk aplikasi tertentu.1. Peningkatan kompleksitas aplikasi karena Metode MVC adalah sebuah arsitektur yang arsitektur aplikasi yang terbagi menjadi tiga dapat diimplementasikan secara bebas dengan atau bagian. tanpa bahasa pemrograman berorientasi objek.2. Menimbulkan loosely coupled (komponen Dengan demikian metode MVC dapat aplikasi yang membuat/mengacu ke komponen diimplementasikan dalam sebuah framework. lainnya dengan sedikit/tanpa informasi detil CodeIgniter merupakan sebuah framework dari komponen yang diacu tersebut). pemrograman web dengan menggunakan bahasa php. Framework ini ditulis dengan menggunakan2-2 Distributed System
  3. 3. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 bahas php versi 4 dan versi 5 oleh Rick Ellislab karena masih di bawah koordinasi Ellislab, Inc,yang menjadi CEO Ellislab, Inc. dan dipublikasikan sehingga update core engine-nya lebih lamadengan lisensi di bawah Apache/BSD Open Source. daripada framework Open Source lainnya.Jadi CodeIgniter adalah framework php dan Open 4. Sebagai framework Open Source, CodeIgniterSource. tidak menyediakan dukungan (support) secara Manfaat yang dapat diambil dengan khusus kecuali melalui forum pengguna.menggunakan framework CodeIgniter adalah : Sebagai framework yang menganut metode1. Gratis, sesuai dengan semangat Open Source MVC, framework CodeIgniter juga terbagi menjadi untuk dapat digunakan dan dikembangkan tiga bagian utama yaitu : secara bersama-sama. Dapat di-download pada 1. Model, bagian ini berisi kode yang digunakan alamat http://CodeIgniter.com/downloads/ untuk koneksi dan mengakses database. secara gratis, bebas digunakan sesuai 2. View, berisi kode-kode HTML dan php yang persyaratan persetujuan lisensi (lisence digunakan untuk menampilkan informasi ke agreemen) yang bisa dilihat pada website layar browser. Biasanya berisi kode-kode yang tersebut di atas. berhubungan dengan format tampilan, misalnya2. Ditulis dengan menggunakan bahasa php 4 huruf, form, warna, dan lain-lain. (untuk versi 1.x.x) dan versi 5 (untuk versi 3. Controller, berisi kode-kode script yang 2.x.x) sehingga mendukung pemrograman menjalankan fungsi aturan bisnis aplikasi dan dengan bahasa php. menjadi perantara antara Model dan View serta3. Menggunakan metode MVC sebagai prinsip seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk kerjanya sehingga dapat digunakan untuk memproses permintaan layanan HTTP untuk mengembangkan aplikasi secara efisien dan ditampilkan dalam halaman web. dinamis serta lebih memudahkan dalam Prinsip kerja utama framework CodeIgniter melakukan pemeliharaan aplikasi. terletak pada file index.php yang diletakkan pada4. Menggunakan URL (Uniform Resource direktori root aplikasi. File ini akan memicu dan Locator) yang sederhana, bersih, dan SEF mengarahkan permintaan layanan halaman web ke (Search Engine Friendly). dalam tubuh framework CodeIgniter.5. Memiliki paket library yang lengkap, Mekanismenya adalah sebagai berikut : mendukung fungsi-fungsi database, html, web, 1. File index.php bertindak sebagai pengendali e-mail, session, pagination dan lain-lain. utama yang berfungsi memuat kode script6. Dokumentasi yang lengkap dan jelas, utama yang berfungsi menjalankan disertakan dalam website resminya dan dapat CodeIgniter. di-download bersama-sama dengan framework- 2. Selanjutnya, modul routing berfungsi nya. menerima permintaan layanan HTTP untuk7. Komunitas, framework ini didukung oleh menentukan arah eksekusi script yang akan banyak pengguna dan pengembang, walaupun dilaksanakan. awalnya dikembangkan oleh Ellislab, Inc. 3. Jika konfigurasi cache tersedia, maka sistem8. Bersifat portabel dan dapat dijalankan pada langsung mengeksekusi untuk ditampilkan di berbagai platform yang mendukung bahasa halaman web. pemrograman php. 4. Permintaan-permintaan layanan HTTP dan Disamping kelebihan-kelebihan di atas, data-data dari form yang dikirimkan ke server,framework ini juga memiliki kelemahan-kelemahan akan di-filter dan diamankan oleh modulyaitu : security.1. Longgar dalam penerapan aturan MVC, 5. Selanjutnya data dikirmkan ke modul sehingga pemrograman masih diberikan Controller yang akan mengendalikan akses ke kesempatan untuk melanggar kaidah-kaidah modul Model, Library, Helper, Plugin, dan MVC. modul-modul sumber daya lainnya.2. Tidak mendukung konsep ORM (Object 6. Kemudian Controller akan mengirimkan data Relational Model) yaitu metode pengaksesan ke modul View untuk ditampilkan ke halaman database dengan menggunakan relasi antar web. Jika konfigurasi caching diaktifkan, maka objek sehingga pemrogram tidak perlu sebelum tampilan ini dikirimkan ke web untuk menuliskan atau mengetahui sintaks bahasa ditampilkan ke browser, maka tampilan ini SQL. akan di-cache sehingga permintaan yang sama3. Walaupun dikembangkan oleh komunitas, dapat dilakukan dengan lebih cepat. namun jumlah pengembangnya tidak sebesar framework php lainnya seperti CakePHP, Distributed System 2-3
  4. 4. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6  receiving/delivery dan trucking, serta kegiatan lainnya yang berkaitan denga pelayanan penumpukan petikemas. Unit ini dikepalai oleh seroang General Manager. Proses pelayanan yang diberikan kepada setiap Gambar 3. Prinsip kerja Framework CodeIgniter Pelanggan bisa dan memungkinkan untuk berbeda- beda dan unik untuk setiap Pelanggan. Hal ini Struktur folder framework CodeIgniter pada didasarkan pada kontrak kerjasama pelayanananversi-versi mayor berbeda-beda. Hal ini tercermin antara BLC dengan Pelanggannya.dengan perbedaan struktur yang sangat signifikan Kontrak-kontrak tersebut umumnya berlakuantara versi 1.x.x dengan versi 2.x.x. Karena dalam satu tahun dan dapat diperpanjang kembali denganpembahasan ini digunakan versi 2.0.2, maka berikut penambahan atau pengurungan tatacara pelayanan.ini akan dijelaskan struktur folder pada framework Karena itu, dibutuhkan suatu aplikasi yang dapatCodeIgniter versi 2.0.2 seperti ditunjukkan pada dibangun dan dipelihara dengan mudah dangambar di bawah ini. membutuhkan waktu yang sesingkat mungkin. Perubahan-perubahan umumnya terjadi pada prosedur pelayanan dan tata cara penagihan pembayaran. Secara garis besar pola utama pelayanan antara lain : 1. Layanan ditagih setelah selesai satu siklus yang terdiri dari gate in, layanan CY (Containter Yard)/penumpukan, dan gateout. 2. Layanan per periode waktu berdasarkan jumlah petikemas yang selesai dilayani, misalnya setiap akhir bulan. 3. Layanan per paket (party) petikemas dimana layanan ditagih jika paket tersebut telah meninggalkan BLC. Perbedaan-perbedaan pola layanan di atas Gambar 4. Struktur Direktori Framework Code masih ditambah lagi kesepakatan-kesepakatan di Igniter dalam kontrak layanan, yang mencantumkan siapa yang membayar, dan bagaimana pembayaran Pada prinsipnya, penggunaan metode MVC di dilakukan. Dalam setiap periode kontrak, aturan-dalam framework CodeIgniter adalah berupa kelas. aturan ini bisa saja berbeda untuk pelanggan yangDi dalam folder System terdapat definisi-definisi sama dan kemungkinannya bisa terjadi padadari kelas Controller dan Model. Sedangkan view pelanggan lainnya.adalah murni file yang disisipkan ke dalam fungsianggota di dalam pewarisan kelas Controller. 5. Desain dan Implementasi Untuk membuat aplikasi dengan frameworkini, maka objek-objek pengendali, berupa aturan Aplikasi Manajemen Depo Petikemas adalahbisnis didefinisikan sebagai objek Controller aplikasi yang digunakan sebagai alat bantudengan cara melakukan pewarisan kelas manajemen dalam mengendalikan operasional depo(inheritance) ke objek Controller. Sedangkan petikemas yang ada pada BLC. Aplikasi tersebutfungsi-fungsi akses datanya didefinisikan dalam didesain berbasiskan web dengan menggunakansuatu kelas yang mewarisi (inheritance) kelas bahasa pemrograman php dan database MySQL.Model. Hal ini dimaksudkan agar kemampuan akses dan pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih sederhana.4. Proses Bisnis Penggunaan framework CodeIgniter yang Belawan Logistics Center (BLC) adalah salah mengacu kepada metode MVC dibutuhkan sebagaisatu unit usaha mandiri yang berada dalam lingkup salah satu metode yang memungkinkanPT Pelabuhan Indonesia I (Persero). BLC pengembangan aplikasi berbasis php dapat lebihmempunyai tugas pokok menyediakan fasilitas dan mudah dan lebih efisien dilakukan dengan caraperalatan penumpukan petikemas, mengorganisasikan aplikasi ke dalam tigamenyelenggarakan usaha stuffing, stripping, kelompok besar yaitu proses, akses data, danrepairing, cleaning, plugging reefer peti kemas, antarmuka pengguna (user interface).2-4 Distributed System
  5. 5. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6  Pola pendekatan yang digunakan dalammenyusun aplikasi di dalam framework CodeIgniteryang akan diimplemansikan di dalam arsitekturaplikasi tersebut adalah master dan transaksi.Master adalah pelaku-pelaku sistem yang akandiacu oleh transaksi, misalnya pelanggan, alat, jenislayanan, dan lain-lain. Sedangkan untuk aktifitastransaksi, dibuatkan kelas-kelas tersendiri. Solusi utama untuk mengantisipasi perubahanproses bisnis adalah dengan menerjemahkan proses-proses bisnis tersebut ke dalam sebuah kelascontroller sehingga masing-masing proses bisnisakan terbagi ke dalam komponen-komponen yang Gambar 5. Pembagian Kelas pada Controllermudah dilepas dan dipasang kembali ke dalamaplikasi atau melakukan isolasi terhadap suatu Pada umumnya, aplikasi harus dapat memenuhimodul sehingga memudahkan dalam melokalisasi user requirement khususnya untuk user-interfacepemeliharaan. dengan cepat, berbatas waktu dan berbeda-beda Untuk masing-masing kelas controller yang untuk setiap user. Hal ini disebabkan karenadibuat, dilengkapi dengan kelas model yang aplikasi harus memenuhi :berfungsi sebagai penghubung antara proses-proses 1. Proses bisnis yang sesuai dengan kontrakyang terjadi di kelas controller dengan proses- kerjasama untuk jangka waktu tertentu.proses yang terjadi pada database. Hal ini 2. Kebutuhan-kebutuhan informasi dan data padadimaksudkan agar kelas-kelas controller lebih masing-masing pelanggan.difungsikan sebagai pengolah aturan-aturan bisnis, 3. Kebutuhan-kebutuhan informasi dan data padasedangkan kelas model difungsikan sebagai manajemen.pengolah fungsi-fungsi akses database. Hal ini juga Permasalahan utama dari aplikasi ini adalahbermanfaat jika suatu kelas controller ketikdakkonsistenan proses bisnis dan format datamembutuhkan fungsi akses database dari suatu yang harus dilakukan, dibutuhkan dan/ataukelas controller yang lainnya, maka kelas controller ditampilkan. Hal ini juga mempengaruhitersebut cukup memanggil kelas model yang kebutuhan-kebutuhan manajemen dalam haldibutuhkannya. pemrosesan dan penyajian informasi yang Ketergantungan dan hubungan antarkomponen disesuaikan dengan kondisi kontrak kerja yang(kelas) dilakukan melalui mekanis antar muka berlaku.dengan memanfaatkan anggota-anggota public dari Untuk mengantisipasi perubahah-perubahankelas, sedangkan data-data lokal di dalam kelas kebutuhan yang terjadi, maka bentuk tampilan (usercontroller maupun kelas model didefinisikan interface) dibuat dalam file tersendiri, yang akandengan ruang lingkup private. dimuat sesuai dengan proses yang Kelas-kelas controller dan model yang membutuhkannya. Karena perbedaan yang terjadimemiliki fungsi yang hampir sama tetapi harus kadang-kadang tidak signifikan, maka file-file yangdimodifikasi sedikit untuk memenuhi kebutuhan berisi format tampilan tersebut diorganisasikan disuatu proses, maka dibuatkan dalam suatu sub dalam folder-folder tersendiri sesuai dengandirektori tersendiri di dalam direktori kelas kebutuhannya (untuk kepentingan pelanggan ataucontroller atau kelas model. Hal ini bermanfaat kepentingan manajemen) di dalam folder view padaketika muncul kebutuhan penyesuaian proses untuk framework. Hal ini untuk memudahkan pencariankasus-kasus khusus dan tidak mempengaruhi dan pemeliharaan user interface tersebut.seluruh fungsi proses yang umum, misalnya hanya Format-format laporan dibuat dalam formatpelanggan PT. A saja yang harus dimodifikasi read only yaitu menggunakan file pdf. Hal iniuntuk proses penumpukan petikemas, sedangkan dimaksudkan agar laporan-laporan dapat dicetakproses penumpukan petikemas untuk pelanggan PT. sesuai dengan yang ditampilkan tanpa perluB tidak terpengaruh. melakukan pemformatan ulang untuk printer. Distributed System 2-5
  6. 6. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6  Daftar Pustaka [1] Anonim, Model-view-controler, http://en.wikipedia.org/wiki/Model-view- controller. Diakses pada Desember 2011. [2] Anonim, MVC, http://en.wikipedia.org/wiki/Model-view- controller. Diakses pada Desember 2011. [3] Basuki, Awan Pribadi, Membangun Web Berbasis PHP dengan Framework CodeIgniter, Gambar 6. Arsitektur Aplikasi Lokomedia, Yogyakarta, 2010. [4] Myer, Thomas, Professional CodeIgniter, Implementasi aplikasi dilakukan Wrox, USA, 2008.menggunakan komputer server berbasis IBM [5] Oloan Saut Gurning, ST.MSc, CmarTech,Xsystem dengan basis prosesor Intel Xeon 5600, MIMarEST, Raja,dan Drs. Eko HariyadiRAM 4GB, dengan HD 160 GB yang ditempatkan Budiyanto, Manajemen Bisnis Pelabuhan, APEpada datacenter PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Publishing, 2007.dan diakses melalui internet. Terminal client yang [6] Suranto, SE., Manajemen Operasionaldapat mengakses aplikasi ini terdiri dari : Angkutan Laut & Terminal Petikemas Pasca1. Personal Computer UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran,2. Mobile Device dengan dukuntan HTML. Gema Ind., Medan, 2011. Sedangkan untuk perangkat lunaknya antara [7] Wiswakarma, Komang, 9 Langkah Menjadilain : Master Framework Codeigniter, Lokomedia,1. Perangkat lunak Server : Yogyakarta, 2010. a. Sistem Operasi MS. Windows 2003 Server b. XAMPP Server versi 1.7.32. Perangkat lunak Client : a. Sistem Operasi MS. Windows 2003 Server, Sistem Operasi Linux, atau Sistem Operasi Android b. Web Browser, misalnya MS Internet Explorer versi 8 ke atas, Mozilla Firefox versi 3.5 ke atas, dan lain.6. Kesimpulan Dari hasil definisi, desain, dan implementasidi atas, dapat disimpulkan antara lain :1. MVC (Model, View, Controller) adalah suatu metode yang digunakan di dalam arsitektur aplikasi dengan tujuan meningkatkan flesibilitas dan kemudahan dalam melakukan pengembangan serta pemeliharaan aplikasi.2. Untuk memenuhi kebutuhan waktu pengembangan minimal dan kemudahan dalam menggunakan metode MVC dalam aplikasi Web berbasis , digunakan framework CodeIgniter sebagai arsitektur aplikasinya.3. Isolasi dan pengorganisasian kode program di dalam framework CodeIgniter mempermudah pemrogram di dalam pengembangan dan pemeliharaan karena pemrogram akan lebih berkonsentrasi pada logika aturan bisnis dengan analisa dan desain kode program yang lebih sederhana.2-6 Distributed System
  7. 7. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6  Penggunaan Open Source Software (OSS) Untuk Solusi Murah dan Mudah Implementasi E-Learning Perguruan Tinggi Muhammad Irwan Padli Nasution IAIN Sumatera Utara Medan Abstrak kecenderungan ini, kalau tidak mau maka akan ketinggalan jaman. Kebutuhan internet sebagai media untuk Dengan berkembangnya aplikasi pendidikanmengakses dan bertukar informasi global dalam jarak jauh berbasis internet telah membawa dampakberbagai bidang telah merubah perilaku dan sangat positif karena tidak akan ada lagibudaya masyarakat saat kini. Demikian halnya ketergantungan jarak atau lokasi dan waktu yangdengan konsep dan mekanisme belajar mengajar diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan maupun(pendidikan) berbasis ICT tidak akan terelakkan pelatihan tersebut. Semua yang diperlukan akanlagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan istilah dapat disediakan secara online dan real timee-learning telah menjadi suatu kebutuhan dalam sehingga dapat diakses oleh siapapun, kapan sajapengelolaan pendidikan. Berbagai jenis aplikasi e- dan dimanapun berada.learning telah banyak beredar di pasaran. Untuk Sebuah perguruan tinggi adalah merupakanitu diperlukan kebijakan dan pilihan yang tepat satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi.dari perguruan tinggi masing-masing untuk Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa,memilih aplikasi yang sesuai buat institusinya. sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebutSebagai suatu alternatif pilihan yang mudah dan dosen. Pada beberapa perguruan tinggi di negara-murah dapat menggunakan Open Source Software negara maju telah memberikan beberapa alternatif(OSS) untuk implementasi e-learning tersebut. model kegiatan pembelajaran/ perkuliahan kepada para mahasiswanya.Kata kunci : e-learning, ICT, open source, Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara perguruan tinggi fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas sehari-hari lainnya. Ada1. Pendahuluan 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih para mahasiswa tersebut, yaitu: (1) Perkembangan Teknologi Informasi dan sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2)Komunikasi, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagian secara tatap muka dan sebagian lagidengan istilah Information and Communication melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnyaTechnologies (ICT), telah memicu globalisasi melalui internet.adalah merupakan diantara perubahan lingkungan Seiring dengan keluarnya Peraturaneksternal yang telah membawa dampak sangat Pemerintah Republik Indonesia nomor 17 tahunsignifikan di dalam bisnis dan perilaku serta budaya 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraanmasyarakat saat ini. Hal demikian juga terjadi pada pendidikan, sehingga dengan demikian pada setiapdunia pendidikan. Kebutuhan akan suatu konsep perguruan tinggi di Indonesia untuk saat kini sudahdan mekanisme belajar mengajar berbasis ICT seharusnya mengimplementasikan e-learning.menjadi tidak akan terelakkan lagi. Pilihan terhadap berbagai macam aplikasi e- Konsep yang kemudian terkenal dengan istilah learning dapat disesuaikan dengan kebutuhan dane-learning ini telah membawa pengaruh terjadinya kebijakan perguruan tinggi masing-masing.proses transformasi pendidikan konvensional ke Aplikasi e-learning yang beredar di pasarandalam bentuk digital, baik secara isi (contents) ada 2 jenis yaitu proprietary software dan openmaupun sistemnya. Seiring dengan perkembangan source software. Di tengah gencarnya gerakanjaman, keberadaan internet pada masa kini telah penegakan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual),menjadi suatu kebutuhan pokok manusia modern penggunaan open source software merupakan suatuuntuk menghadapi berbagai tantangan pilihan yang tepat. Dengan terbitnya Surat Edaranperkembangan global. Arus pertukaran informasi Menteri Komunikasi dan Informatika No.semakin meningkat melalui jaringan internet yang 05/SE/M.KOMINFO/10/2005. Serta dengan adanyabersifat global dari dan ke seluruh dunia dan surat edaran MENPAN No. SE/01/M.PAN/3/2009menuntut siapapun untuk dapat beradaptasi dengan Distributed System 2-7
  8. 8. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 tanggal 30 Maret 2009 yang berisi tentang seluruh g. E-learning adalah keseluruhan variasi internetinstansi pemerintah pusat maupun daerah harus dan teknologi web untuk membuat, mengirim,sudah menggunakan software legal dan atau open dan memfasilitasi pembelajaran (Robertsource software. Peterson and Piper Jafray). Adanya aturan-aturan serta surat edaran h. E-learning menggunakan kekuatan dan jalinantentang penggunaan OSS ini cukup memberikan kerja untuk pembelajaran dimanapun danrespon yang positif setidaknya pada akhir tahun kapanpun (Arista Knowledge System).2009 dan setelahnya dilakukan rangkaian-rangkaian Dari puluhan atau bahkan ratusan definisikegiatan sosialiasi serta pelatihan OSS yang yang muncul dapat disimpulkan bahwa sistem ataudimotori oleh Kementerian RISTEK, KOMINFO, konsep pendidikan yang memanfaatkan ICT dalamrekan-rekan dari kalangan swasta serta komunitas proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatuOSS, terlihat dibeberapa instansi pemerintah baik di e-learning. Secara sederhana e-learning dapatpusat maupun daerah menyatakan minat dan siap dipahami sebagai suatu proses pembelajaran yanguntuk melakukan migrasi ke open source software. memanfaatkan teknologi informasi berupaKeyakinan memilih OSS merupakan langkah nyata komputer yang dilengkapi dengan saranauntuk lebih mendorong penggunaan dan telekomunikasi (internet atau intranet) danpemanfaatan perangkat lunak yang legal. multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan ada interaksi2. Pengertian dan Manfaat E-learning antara pengajar (guru/dosen) dengan pembelajar (siswa/mahasiswa). E-learning adalah pendekatan pembelajaran Penelitian tentang e-learning sudah dilakukanmelalui perangkat komputer yang tersambung ke orang sejak awal tahun 1990-an sampai sekarang.internet, dimana peserta didik berupaya Hal ini ditandai dengan berdirinya berbagai badanmemperoleh bahan belajar yang sesuai dengan atau lembaga yang melakukan penelitian tentang e-kebutuhannya. E-learning merupakan aplikasi learning. Pada tahun 1988 – 1995 berdiri antara laininternet yang dapat menghubungkan antara AICC, W3C, Dublin Core, ARIADNE. Tahun 1996pendidik dan peserta didik dalam sebuah ruang – 1998 berdiri IEEE LTSC, IMS, MERLOT, ADL.belajar online (Prakoso, 2005). Sedang pada tahun 1999 sampai sekarang berdiri E-learning ternyata dapat mengatasi badan-badan antara lain CEN/ISSS WS-LT, JTC1keterbatasan antara pendidik dan peserta didik, SC36, ALIC, OKI, dan CanCoreterutama dalam waktu dan ruang atau lokasi. Manfaat pembelajaran elektronik (e-learning)Dengan demikian tidak harus berada dalam satu menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulfdimensi waktu dan ruang/tempat yang sama. (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal, yaitu:Beberapa pandangan yang mengarah pada definsi e- a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaranlearning dapat dikemukakan sebagai berikut: antara peserta didik dengan dosen ataua. E-learning adalah konvergensi antara belajar instruktur (enhance interactivity). dan internet (bank of America securities). b. Memungkinkan terjadinya interaksib. E-learning menggunakan kekuatan dan jalinan pembelajaran darimana dan kapan saja (time kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi and place flexibility). internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan c. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang kerja satelit dan pemuasan digital untuk luas (potential to reach a global audience). keperluan pembelajaran (Ellif Tronsen). d. Mempermudah penyempurnaan danc. E-learning adalah mengunakan jalinan kerja penyimpanan materi pembelajaran (easy teknologi untuk mendisain, mengirim, updating of content as well as archivable memilih, mengorganisasikan pembelajaran capabilities) dengan pengelolaan kegiatan (Elliot Masie). pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmend. E-learning adalah pembelajaran yang dapat dari guru/dosen/instruktur yang akan terjadi di internet (Cisco System). memantau perkembangan kegiatan belajar parae. E-learning adalah dinamik, beroperasi pada peserta didiknya dan sekaligus secara teratur waktu yang nyata, kolaborasi, individu, memotivasi para peserta didiknya. komprehensif (Greg Priest).f. E-learning adalah pengiriman sesuatu melalui 3. Perkembangan Aplikasi e-learning media elektronik termasuk internet, extranet, satelit broadcast, audio/video tape, televisi E-learning untuk pertama kali diperkenalkan interaktif, dan cd-rom (Cornelia Weagen). oleh Universitas Illionis di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis2-8 Distributed System
  9. 9. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 komputer (computer assisted instruction) dan d. mengkonsolidasikan inisiatif pelatihan padakomputer bernama PLATO. Sejak saat itu, platform berbasis ‘’web scalable’’perkembangan e-learning berkembang sejalan e. mendukung portabilitas dan standardengan perkembangan dan kemajuan teknologi. f. personalisasi isi (contents) dan memungkinkanBerikut ini adalah perkembangan e-learning dari penggunaan kembali pengetahuan.masa ke masa: LMS merupakan sistem untuk mengelolaa. Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based catatan pelatihan dan pendidikan, perangkat Training) dimana mulai bermunculan aplikasi lunaknya untuk mendistribusikan program melalui e-learning yang berjalan dalam PC stand alone internet dengan fitur untuk kolaborasi secara ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi ‘’online’’. Dalam pelatihan korporasi, LMS materi dalam bentuk tulisan maupun biasanya digunakan untuk mengotomatisasi multimedia (Video dan Audio) dalam format pencatatan dan pendaftaran karyawan. Dimensi mov, mpeg-1 atau avi. untuk belajar sistem manajemen meliputi ‘’Studentsb. Tahun 1994: Seiring dengan diterimanya CBT self-service’’ (misalnya, registrasi mandiri yang oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dipimpin instruktur pelatihan), pelatihan alur kerja dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik (misalnya, pemberitahuan pengguna, persetujuan dan diproduksi secara masal. manajer, daftar tunggu manajemen), penyediaanc. Tahun 1997: LMS (Learning Management pembelajaran ‘’online’’ (misalnya, pelatihan System). Seiring dengan perkembangan berbasis komputer, membaca dan memahami), teknologi internet, masyarakat di dunia mulai penilaian ‘’online’’, manajemen pendidikan terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan profesional berkelanjutan (CPE), pembelajaran informasi yang dapat diperoleh dengan cepat kolaboratif (misalnya, berbagi aplikasi, diskusi), mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak dan dan pelatihan manajemen sumber daya (misalnya, jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari instruktur, fasilitas, peralatan). LMS juga digunakan sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS oleh regulasi industri (misalnya jasa keuangan dan yang makin pesat membuat pemikiran baru biopharma) untuk pelatihan kepatuhan. untuk mengatasi masalah interoperability antar Mereka juga digunakan oleh institusi LMS yang satu dengan lainnya secara standar. pendidikan untuk meningkatkan dan mendukung Bentuk standar yang muncul misalnya standar program pengajaran di kelas dan menawarkan yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry kursus untuk populasi yang lebih besar yaitu CBT Commettee), IMS, IEEE LOM, seluruh dunia. Beberapa penyedia LMS termasuk ARIADNE, dsb. "sistem manajemen kinerja" meliputi penilaiand. Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning karyawan, manajemen kompetensi, analisis berbasis web. Perkembangan LMS menuju keterampilan, perencanaan suksesi, dan penilaian aplikasi e-learning berbasis web berkembang ‘’multi-rater’’ (misalnya, review 360 derajat). secara total, baik untuk pembelajar (learner) Teknik modern sekarang menggunakan maupun administrasi belajar mengajarnya. pembelajaran berbasis kompetensi untuk LMS mulai digabungkan dengan situs-situs menemukan kesenjangan belajar dan panduan informasi, majalah dan surat kabar. Isinya juga materi seleksi pelatihan. Sebagian besar LMS semakin kaya dengan perpaduan multimedia, berbasis web, dibangun dengan menggunakan video streaming serta penampilan interaktif berbagai platform pengembangan, seperti dalam berbagai pilihan format data yang lebih Java/J2EE, Microsoft.NET atau PHP. Mereka standar dan berukuran kecil. biasanya mempekerjakan penggunaan database Learning Management System (biasa seperti MySQL, Microsoft SQL Server atau Oracledisingkat LMS) adalah aplikasi perangkat lunak sebagai ‘’back-end’’. Meskipun sebagian besaruntuk dokumentasi, administrasi, pelacakan, sistem secara komersial dikembangkan danpelaporan program pelatihan, kelas dan kegiatan memiliki lisensi perangkat lunak komersial ada‘’online’’, program pembelajaran elektronik (e- beberapa sistem yang memiliki lisensi ‘’openlearning program), serta isi pelatihan. Sebuah LMS source’’. Beberapa LMS yang berlisensi openyang kuat dan baik harus dapat melakukan beberapa source antara lain adalah sebagai berikut:hal berikut: a. Moodle ( http://moodle.org)a. memusatkan dan mengotomatisasi administrasi b. Claroline ( http://www.claroline.net )b. menggunakan layanan ‘’self-service’’ dan c. Dokeos ( http://www.dokeos.com ) ‘’self-guided’’ d. Docebo ( http://www.docebo.com )c. mengumpulkan dan menyampaikan konten e. ATutor ( http://www.atutor.ca ) pembelajaran dengan cepat f. Chamilo ( http://www.chamilo.org ) Distributed System 2-9
  10. 10. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6 g. OLAT ( http://www.olat.org ) ukuran file instalasinya juga lebih kecil. LMS inih. Sakai ( http://sakaiproject.org ) telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa. Clarolinei. Lams (http://www.lamsinternational.com) memiliki banyak pengguna dan pengembang dij. Open Elms (http://www.openelms.org) seluruh masyarakat dunia. Penggunaannya dik. ILIAS ( http://www.ilias.de ) Indonesia juga sudah cukup banyak di sekolahl. Open ACS ( http://openacs.org ) tinggi maupun universitas. Dirilis di bawah lisensim. Open USS (http://openuss.sourceforge.net) open source, platform claroline memungkinkan Seiring dengan perkembangan teknologi dan ratusan organisasi dari 93 negara untuk membuatkebutuhan sehingga aplikasi LMS yang baru juga dan mengelola kursus dan ruang kolaborasi secaraakan terus bertambah. Aplikasi yang sudah ada online. Setiap ruang menyediakan daftar alat yangakan terus mengalami revisi dan perubahan- memungkinkan guru/dosen untuk:perubahan. Dengan demikian pada hakekatnya a. Menulis deskripsi mata kuliahpemilihan LMS harus disesuaikan dengan b. Publikasikan dokumen dalam format apapunkebutuhan dan business process yang ada di (text, PDF, HTML, video, MP3, dll )perguruan tinggi masing-masing. Misalnya ada c. Administrasi pada forum publik atau privatfiturnya yang sederhana, mungkin tidak cukup d. Mengembangkan jalur pembelajaransesuai untuk perguruan tinggi yang ingin e. Buat kelompok siswamenerapkan e-learning secara penuh. Di lain pihak f. Siapkan latihan onlineLMS yang kompleks dan fiturnya banyak mungkin g. Mengelola agenda dengan tugas dan tenggatbelum tentu akan sesuai dengan kebutuhan riil di waktulapangan. Sebagai contoh IAIN Sumatera Utara h. Publikasi pengumuman (juga dapat dengan e-memilih menggunakan LMS Claroline untuk mail )implementasi e-learning perguruan tinggi. Adapun i. Mengusulkan tugas untuk diserahkan secarabeberapa alasan memilih LMS Claroline tersebut, onlineadalah sebagai berikut: j. Melihat statistik dari aktivitas penggunaana. LMS Claroline merupakan aplikasi berbasis k. Menggunakan wiki untuk menulis dokumen web dapat diperoleh dengan gratis dan kolaboratif berlisensi open source pada situs Claroline mampu untuk hosting pada sejumlah http://www.claroline.net besar pengguna dengan mudah. Aplikasi inib. Implementasi LMS Claroline tidak kompatibel dengan lingkungan Linux, Mac dan membutuhkan hardware dengan kapasitas dan Windows. Claroline didasarkan pada teknologi kemampuan yang besar serta aplikasinya juga gratis seperti PHP dan MySQL dan menggunakan cukup ringan standar saat ini seperti SCORM (Sharable Contentc. LMS Claroline dapat diinstall dan mendukung Object Reference Model ) dan IMS / QTI untuk pada server berbasis linux pertukaran isi. Claroline telah dikembangkan darid. LMS Claroline mudah untuk diinstall dan pengalaman pedagogis guru/dosen dan pengaturan konfigurasinya juga mudah serta kebutuhannya. Ia menawarkan antarmuka intuitif dapat dikastomisasi sesuai kebutuhan dan jelas ruang administrasinya. Pada platforme. Mekanisme belajar mengajar antara dosen dan manajemen kegiatan sehari-hari tidak memerlukan mahasiswa dengan LMS Claroline mudah keahlian teknis yang spesifik. Platform ini cepat dipahami dipasang dan dengan penggunaan web browserf. Pemeliharaan sangat mudah dilakukan memungkinkan untuk mengelola berbagai bagian pengguna terdaftar secara lancar. Untuk4. Claroline mendapatkan software dan segala petunjuknya dapat di unduh dengan gratis pada Claroline adalah LMS (Learning Management http://www.claroline.net/. Pada gambar berikutSystem) berlisensi open source berbasis PHP dan adalah contoh penggunaan LMS Claroline pada e-MySQL yang pada awalnya dikembangkan oleh learning Perguruan Tinggi IAIN Sumatera Utara.UCL (Universitas Katolik Louvain) di Belgia padatahun 2001. Proyek LMS yang dibiayain olehYayasan Louvain ini dikembangkan mengikutipengalaman pedagogi dan kebutuhan pengajar.Sejak tahun 2004 sampai dengan 2007,CERDECAM turut memberikan sumbangsihsignifikan terhadap pengembangan Claroline.Claroline memiliki tampilan yang sederhana dan2-10 Distributed System
  11. 11. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2012)  ISBN 978-602-19837-0-6  Referensi [1] Antonius, Aditya Hartanto dan Onno W. Purbo, E-Learning berbasis PHP dan MySQL, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2002. [2] Bersin, Josh, Howard, Chris; OLeonard, Karen; Mallon, David, Learning Management Systems 2009, Bersin & Associates, 2009. Gambar 1. Tampilan E-learning IAIN SU [3] Nasution, Muhammad Irwan Padli, Penggunaan Open Source Software Untuk5. Kesimpulan Menghemat Devisa Negara, Buletin Ilmiah STT Harapan Medan; ISSN:0853-5175; Edisi Saat kini kebutuhan akses internet sudah dapat 012, hal.67-75, Oktober 2011.dilakukan dimanapun dengan mudah dan biaya [4] Soekartawi, Prinsip Dasar E-Learning: Teoriyang relatif lebih murah sehingga memungkinkan Dan Aplikasinya Di Indonesia, Jurnaldengan adanya e-learning dapat ditingkatkan Teknodik, Edisi No.12/VII/Oktober/2003.kualitas pembelajaran dan pemerataan pendidikan [5] http://id.wikipedia.org/wiki/Claroline diakseske seluruh Indonesia. Penggunaan LMS berlisensi pada tanggal 07 Januari 2012.open source software sangat direkomendasikan [6] http://www.claroline.net diakses pada tanggalkarena tidak melanggar HAKI, dapat diperoleh 07 Januari 2012.serta digunakan dengan gratis serta mudah untukinstallasi dan pengelolaannya. Dengan demikiankebutuhan untuk biaya investasi dan sumber dayalainnya akan cukup murah. Oleh sebab itu sudahseharusnya pada setiap perguruan tinggi telahmemiliki sebuah e-learning berbasis internet. Distributed System 2-11

×