Gizi Tepat Ibu Hamil

0 views
13,095 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
0
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
287
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Gizi Tepat Ibu Hamil

  1. 1. LAPORAN PENYULUHAN GIZI GIZI TEPAT BAGI IBU HAMIL Disusun Oleh : Doni aqbar 10S10003 Dosen Pembimbing : Pramono SSIT Gizi, M.SiSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) HUSADA BORNEO PROGRAM S-1 GIZI BANJARBARU 2012
  2. 2. KATA PENGANTAR PujidanSyukurPenulisPanjatkankeHadiratTuhan YangMahaEsakarenaberkatlimpahanRahmatdanKarunia-Nyasehinggapenulisdapatmenyusunmakalahinitepatpadawaktunya.MakalahinimembahastentangGiziTepatBagiIbuHamil Dalampenyusunanmakalahini,penulisbanyakmendapattantangandanhambatanakantetapidenganbantuandariberbagaipihaktantanganitubisateratasi. Olehnyaitu, penulismengucapkanterimakasih yang sebesar-besarnyakepadasemuapihak yang telahmembantudalampenyusunanmakalahini,semogabantuannyamendapatbalasan yang setimpaldariTuhan Yang MahaEsa. Penulismenyadaribahwamakalahinimasihjauhdarikesempurnaanbaikdaribentukpenyusunanmaupunmaterinya.Kritikkonstruktifdaripembacasangatpenulisharapkanuntukpenyempurnaanmakalahselanjutnya. Akhir kata semogamakalahinidapatmemberikanmanfaatkepadakitasekalian. Banjarbaru, juni 2012 Penulis
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ......................................................................................... iDAFTAR ISI....................................................................................................... iiBAB I TUJUAN PENYULUHAN .............................................................. 1 1.1. Tujuan Umum .......................................................................... 1 1.2. Tujuan Khusus .......................................................................... 1BAB II SASARAN ....................................................................................... 1BAB III METODE ......................................................................................... 1BAB IV ALAT PERAGA .............................................................................. 1BAB V WAKTU DAN TEMPAT ................................................................ 2 5.1. Waktu ........................................................................................ 2 5.2. Tempat ...................................................................................... 2BAB VI MATERI PENYULUHAN .............................................................. 3BAB VII PENUTUP ...................................................................................... 14 7.1. Kesimpulan ............................................................................ 14 7.2. Saran ....................................................................................... 14DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 15lampiran ...............................................................................................................
  4. 4. BAB I TUJUAN A. Umum : Menambahdanmeningkatkanpengetahuankepadamasyarakat tentanggizitepatbagiibuhamil B. Khusus : 1. Mengetahuikebutuhangizipadaibuhamil 2. Mengetahuipenilaian status gizipadaibuhamil 3. Mengetahuidampakkekurangangizipadaibuhamil 4. Mengetahuimakananuntkgizipadaibuhamil BAB II SASARAN Sasaran dalam penyuluhan ini adalah masyarakat Kota Banjarbaru BAB III METODE Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah ceramah yaitu penyajianpenyampaian materi penyuluhan tentang Gizi Tepat Bagi Ibu Hamil dan di akhiri penyuluhandisediakan waktu untuk tanya jawab BAB IV ALAT PERAGA Adapun alat peraga yang di gunakan dalam penyamian materi ini adalah : Leptop Pengerassuara ( mikrofon) LCD Slide Powerpoint
  5. 5. BAB V WAKTU DAN TEMPATA. Waktu Penyuluhan dilaksanakan pada : Hari : Kamis Tanggal : 30 Juni Pukul : 08.00 – 09.30B. Tempat DilaksanakanGedung Aula StikesHusada Borneo Banjarbaru
  6. 6. BAB VI MATERI PENYULUHANA.Kebutuhan Gizi Pada Ibu hamil Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan payudara, serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil, maka WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal sehari pada trimester I, 350 Kkal sehari pada trimester II dan III. Di Kanada, penambahan untuk trimester I sebesar 100 Kkal dan 300 Kkal untuk trimester II dan III. Sementara di Indonesia berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi ditentukan angka 285 Kkal perhari selama kehamilan. Angka ini tentunya tidak termasuk penambahan akibat perubahan temperatur ruangan, kegiatan fisik, dan pertumbuhan. Patokan ini berlaku bagi mereka yang tidak merubah kegiatan fisik selama hamil. Dengan demikian makanan ibu hamil harus cukup bergizi agar janin yang dikandungnya memperoleh makanan bergizi cukup, untuk alur terhambatnya pertumbuhan dari aspek gizi ibu. Perlu diperhatikan secara khusus adalah pertumbuhan janin dalam daerah pertumbuhan lambat dan daerah pertumbuhan cepat.
  7. 7. Daerah pertumbuhan lambat terjadi sebelum umur kehamilan 14 minggu. Setelah itu pertumbuhan agak cepat, dan bertambah cepat sampai umur kehamilan 34 minggu. Kebutuhan zat gizi ini diperoleh janin dari simpanan ibu pada masa anabolik, dan dari makanan ibu setiap hari selama hamil. Makanan ibu selama hamil dan keadaan gizi ibu pada waktu hamil berhubungan erat dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Apabila makanan yang dikonsumsi ibu kurang dan keadaan gizi ibu jelek maka besar kemungkinan bayi lahir dengan BBLR. Konsekuensinya adalah bahwa bayi yang lahir kemungkinan meninggal 17 kali lebih tinggi dibanding bayi lahir normal.B.Penilaian Status Gizi Ibu Hamil Penilaian status gizi dapat dilakukan melalui empat cara yaitu secara klinis, biokimia, biofisik, dan antropometri. 1.Penilaian secara klinis. Penilaian status gizi secara klinis sangat penting sebagai langkah pertama dalam mengetahui keadaan gizi penduduk. Karena hasil penilaian dapat memberikan gambaran masalah gizi yang nampak nyata. 2.Penilaian secara biokimiaPenilaian status gizi secara biokimia di lapangan banyak menghadapi masalah. Salah satu ukuran yang sangat sederhana dan sering digunakan adalah pemeriksaan haemoglobin sebagai indeks dari anemia gizi. 3.Penilaian secara biofisikPemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat tanda dan gejala kurang gizi. Dilakukan oleh dokter atau petugas kesehatan atau yang berpengalaman dengan memperhatikan rambut, mata, lidah, tegangan otot dan bagian tubuh lainnya. 4.Penilaian secara antropometri. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ukuran fisik seseorang sangat erat berhubungan dengan status gizi. Atas dasar-dasar ini ukuran-ukuran antropometri diakui sebagai indeks yang baik dan dapat diandalkan bagi penentuan status gizi untuk negara-negara berkembang.Indikator yang sering digunakan khususnya untuk penentuan status
  8. 8. gizi ibu hamil dipelayanan dasar adalah berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas (LILA). KMS adalah suatu alat yang sederhana dan mudah dikerjakan, untuk memantau keadaan gizi dan kesehatan, sekaligus sebagai dasar untuk memotivasi ibu hamil agar memeriksakan kesehatannya secara teratur di puskesmas dan posyandu. Penggunaan kurva dan KMS ibu hamil ialah berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB) per umur kehamilan ibu. Pada KMS garis kurva yang sesuai dengan tinggi badan ditebalkan dengan pulpen dan titik berat badan ibu dibubuhkan pada garis perpotongan dengan umur kehamilan. Apabila titik perpotongan tersebut berada diatas garis kurva tebal, berarti keadaan kehamilan itu baik, sebaliknya apabila titik tersebut berada dibawah garis kurva tebal berarti keadaan kehamilan itu memerlukan perhatian yang lebih khusus, misalnya dengan pemberian pelayanan kesehatan dan gizi yang lebih baik sehingga terhindar dari kemungkinan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Ibu hamil seharusnya memiliki kadar hemoglobin (Hb) > 11 g/dl. Pada saatpost partum minimal harus 10 g/dl. Jika ibu mengalami anemia terutama penyebabyang paling sering adalah karena kekurangan zat besi (Fe) risiko persalinan yangabnormal akan meningkat, demikian pula dengan risiko infeksi ibu dankecenderungan perdarahan yang akan berdampak pada morbiditas dan mortalitas ibudan bayi. Kondisi anemia kekurangan zat besi puncaknya sering terjadi pada trimesterII dan III. Kondisi tersebut bisa saja disebabkan karena asupan Fe yang kurang,adanya infeksi parasit dan interval kehamilan yang pendek. Keadaan anemiaseringkali menyebabkan ibu jatuh dalam kondisi mudah lelah, kekuatan fisikmenurun, timbulnya gejala kardiovaskuler, predisposisi infeksi, risiko peripartumblood loss, dan risiko gangguan penyembuhan luka. Sedangkan bagi janin kondisi kekurangan Fe hingga < 9 g/dl meningkatkanrisiko persalinan preterm, intrauterine growth retardation (IUGR), dan intrauterinefetal death (IUFD). Plasenta pun terkena imbasnya yaitu bisa mengalami hipoksiakronik dan angiogenesis. Hipotesis Baker mengatakan bahwa terdapat hubunganantara gangguan pada plasenta dan pertumbuhan janin yang mempengaruhirisikoberkembangnya penyakit pada janin tersebut setelah dewasa seperti timbulnyapenyakit kardiovaskuler dan diabetes mellitus.
  9. 9. Vitamin A untuk ibu dan bayi berguna sebagai imunomodulator bagikekebalan mukosa. Namun penggunaanya tidak boleh terlampau banyak. Suplemenvitamin A tidak boleh melebihi dosis yang telah direkomendasikan dalamRecommended Dietary Allowance yaitu sejumlah > 15.000 IU/hari. Konsumsi yangterlalu banyak akan meningkatkan risiko cacat bawaan janin. Kebutuhan kalium dan fosfor umumnya pada ibu hamil tidak meningkat.Namun jika diet kalsium rata-rata kurang dari yang dianjurkan untuk orang sehat dannormal yaitu sejumlah < 600 per hari ditakutkan akan meningkatkan risiko terjadinyapre eklampsia dan kualitas bayi yang menurun. Namun hal ini masih menjadiperdebatan pula tentang kebenarannya. Zinc, termasuk mineral yang penting dikonsumsi oleh ibu. Diet rendah zincakan meningkatkan risiko janin lahir prematur, berat badan lahir rendah dan cacatbawaan. Zinc ditengarai mampu meningkatkan berat lahir dan lingkar kepala. Untukitu, konsumsi Zinc paling tidak harus sudah dimulai sejak hamil 19 minggu dengandosis 15 mg/hari. Jika mengamati suplemen ibu hamil, beberapa komponen diantaranya adalahasam folat, AA DHA, FOS (Prebiotik) dan Ginger. Kekurangan Asam folat kurangdari 0,24 mg/hari pada kehamilan < 28 minggu akan meningkatkan risiko cacat padajanin, persalinan kurang bulan, serta berat bayi lahir rendah, misalnya meningocele.Defisiensi asam folat juga mengganggu pertumbuhan sistem saraf pusat, jika terjadigangguan pada hari ke-16 pasca fertilisasi akan berdampak pada pembentukan kepalayang terjadi pada hari ke-22 hingga 26 sehingga bisa terjadi encephali, bayi tanpatempurung kepala dan otak. Hal tersebut juga bisa berdampak pada gangguanpembentukan tulang belakang sehingga janin bisa menderita spina bifida. Pada ibu yang mengalami kondisi defisiensi asam folat disertai dengandefisiensi vitamin B6, B12, penyakit ginjal, hati, serta minum obat-obatan akan terjadihiperhomosisteinemia. Keadaan ini berpotensi menyebabkan berbagai cacat bawaanseperti kelainan jantung, pembuluh darah, kelainan saraf pusat, abortus, prematuritas,solusio plasenta, janin mati dalam kandungan (IUFD), pre-eklamsia, maupuneklamsia. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan pemenuhan kebutuhanvitamin B6, B12 dan asam folat selama hamil. Kebutuhan asam folat untuk wanita
  10. 10. tidak hamil adalah sebesar 100 mg/hari sedangkan untuk wanita hamil adalah berkisarantara 500 - 1000 mg/hari. Bagi ibu-ibu yang pernah melahirkan bayi dengan kelainansaraf pusat dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat dengan dosis 4000 mg (4mg)/hari mulai 1 bulan sebelum hamil sampai dengan usia hamil 3 bulan.Rekomendasi yang dianjurkan CDC tahun 1992 terbagi dalam dosis profilaksis 0,4mg / hari untuk wanita usia reproduksi serta dosis 4 mg / hari mulai 1 bulan sebelumrencana kehamilan sampai dengan trimester 1, untuk wanita dengan risiko terjadinyakecacatan syaraf janin. Asam folat banyak terdapat pada kacang-kacangan dan buah-buahan. Namun dalam makanan ini keadaan bahan asam folat yaitu poliglutamat,bersifat tidak stabil. Mengonsumsi suplemen asam folat, karena dalam suplemen iaberbentuk monoglutamat yang lebih stabil. Lemak yang baik bagi pertumbuhan janin adalah jenis LC PUFA (long chainpoly-unsaturated fatty acid) yang terdiri dari asam amino, DHA dan asam lemak takjenuh yang diperlukan untuk pembentukan otak, hati dan retina. Dengan cukupnyazat-zat tersebut diharapkan bayi akan lahir dalam usia cukup bulan. AA dan DHAberperan dalam pembentukan membran sel, endothel, serta jaringan saraf. Padakehamilan bermanfaat untuk mencapai berat lahir yang optimal, mencukupkan usiakehamilan dan mencegah preeklampsia. Pada ibu menyusui juga bermanfaat untukmencapai tumbuh kembang bayi yang optimal. Salah satu komposisi suplemen ibu hamil yaitu Zingiber officinale yang diIndonesia dikenal dengan nama jahe. Bahan ini sebenarnya masih dipertanyakan efekterapeutiknya. Menurut Tyler dan Foster, 1996, fungsinya saat ini merupakan obatherbal untuk memperbaiki distress saluran pencernaan. Misalnya untuk mengurangiinsiden mual dan muntah selama kehamilan. Menurut Backon 1991, jahemeningkatkan aktivitas tromboksan sintetase yang berdampak pada testosteron –binding, memodifikasi sex steroid dependent serta diferensiasi otak janin. Namun haltersebut masih dipertanyakan pula oleh para ahli. Efek jahe tersebut tergantung pulapada dosis dan durasi konsumsinya. Salah satu lagi bahan yang bermanfaat bagi ibu hamil adalah prebiotik. Bahanberasal dari jenis fruktoolgisakarida (FOS), tidak dihidrolisis maupun diabsorbsi disaluran cerna bagian atas. Memiliki mekanisme kerja merangsang pertumbuhanbakteri komensal dalam kolon (Bifidobacteria dan Lactobacillus), merubah mikroflora
  11. 11. menjadi bermanfaat, menjaga kesehatan usus, menambah jumlah spesimen saccharolitic serta mengurangi mikroorgansime yang patogen. Oligosakarida dalam makanan diubah mnejadi fruktosa kemudian dibuah lagi mnejadi fruktooligosakarida (FOS) sehingga berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik ini juga berfungsi untuk melindungi mukosa saluran cerna dari infeksi, menurunkan pH usus, menekan pertumbuhan bakteri patogen, menghasilkan vitamin K, mengaktifkan fungsi usus, maupun menstimulasi respon imun.C.Dampak Kurang Gizi Pada Ibu Hamil Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini. 1.Terhadap Ibu Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur, kematian janin, dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi. Sedangkan kekurangan energi terjadi pada trimester II dan III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya. Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia, selain kelainan bawaan pada bayi, dan keguguran. 2.Terhadap Perslinan Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. 3.Terhadap Janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan , abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal,
  12. 12. cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Contoh konkretnya adalah kekurangan zat besi yang terbilang paling sering dialami saat hamil. Gangguan ini membuat ibu mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah. Selain dari suplemen, juga dari bahan makanan yang disantapnya. ibu hamil tak dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena kelebihan vitamin A dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan yang berefek negatif. Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan jika kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin.D. Makanan untuk Ibu hamil 1. Pola Makan Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi sedikitnya dua gelas susu sehari atau kalau tidak, santaplah hasil produksi ternak lainnya. Ingat, keanekaragaman bahan makanan merupakan kunci dari menu makanan bergizi seimbang. Kebutuhan kalori mudah didapat dari tambahan porsi biji-bijian, sayuran, buah dan susu rendah lemak. Jika ibu baru mengonsumsi menu bergizi setelah beberapa minggu kehamilan, diharapkan keterlambatannya tidak melampui masa trimester II yang merupakan masa pertumbuhan janin terbesar Bagi ibu hamil sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar harus dihindari, kecuali alkohol. Namun bila ibu mengalami keluhan mual-muntah, maka ia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat merangsang keluhan mual- muntahnya. Contohnya adalah durian. Jika tidak ada keluhan, buah ini boleh dikonsumsi selama hamil asalkan jumlahnya wajar, yaitu sekitar 35 gram dalam sehari. Olahan apa pun seperti makanan yang dibakar boleh saja disantap asalkan benar-benar matang dan tidak dikonsumsi bagian gosongnya. Selanjutnya, apabila ibu hamil telah mengonsumsi menu makanan sesuai anjuran, maka camilan tanpa kalori boleh-boleh saja dikonsumsi seperti agar-agar, gelatin dan sejenisnya. Selain alkohol, kopi juga tidak dianjurkan diminum selama hamil karena kurang mengandung zat gizi dan kemungkinan memberikan efek negatif walau hal ini masih diperdebatkan. Merokok aktif maupun pasif juga harus dihentikan karena berkaitan dengan tingginya risiko keguguran, bayi lahir meninggal, lahir prematur, ataupun lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2.500 gram 2. Menu Sehari Ibu Hamil
  13. 13. Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil. Nah, berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari: Kelompok bahan makanan: Porsi: roti, serealia, nasi dan mi 6 piring/porsi sayuran 3 mangkuk buah 4 potong susu, yogurt, dan atau keju 2 gelas daging, ayam, ikan, telur dan kacang- 3 potong kacangan lemak, minyak 5 sendok teh gula 2 sendok makanBerikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil Porsi hidanganBahan makanan Jenis hidangan sehariNasi 5 + 1 porsi Makan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging 1 potong sedang (40 gram), tempe 2 potongSayuran 3 mangkuk sedang (50 gram), sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedangBuah 4 potong Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potongTempe 3 potong sedangDaging 3 potong Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk,Susu 2 gelas sayur dan buah sama dengan pagi Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedangMinyak 5 sendok teh Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi/siangGula 2 sendok makan Selingan: susu 1 gelas
  14. 14. Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut:* 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan: Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue kering 5 buah besar (50 gram), mi basah 2 gelas (200 gram), singkong 1 potong besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125 gram), talas 1 potong besar (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram)* 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan: 1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri kering (20 gram), 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram), 1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong daging sapi (35 gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya.* 1 mangkuk (100 gram) sayuran, di antaranya buncis, kol, kangkung, kacang panjang, wortel, labu siam, sawi, terong dan lainnya. * 1 potong buah, seperti 1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang (50 gram), 2 buah jeruk manis (110 gram), 1 potong besar melon (190 gram), 1 potong besar semangka (180 gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), 1/4 buah nenas sedang (95 gram), 3/4 buah mangga besar (125 gram), 9 duku buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar (100 gram), 2 buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah rambutan (75 gram),2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan lainnya.* 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan: Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2 sendok makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang mete (15 gram), dan lainnya.* 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan: 4 sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram), 1 potong kecil keju (35 gram), dan lainnya* Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan: avokad 1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5 sendok makan kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.* Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan:
  15. 15. 1 sendok makan madu (15 gram)Pesan Untuk Ibu Hamil 1. Pilihlah makanan segar atau setidaknya makanan beku. Sebaiknya jangan memilih makanan kaleng atau makanan kemasan yang mengandung banyak pengawet dan bahan tambahan. Buah dan sayur harus dicuci dengan baik untuk menghilangkan residu pestisida 2. Kukus, bakar, atau panggang makanan. Sebaiknya jangan menggoreng makanan. Memasak di oven microwave juga menjaga gizi karena waktu memasaknya yang lebih sebentar 3. Beli dan gunakan makanan segar esegera mungkin. Jangan memasak bahan makanan segar terlalu lama agar gizi tidak berkurang 4. Hindari alkohol, minuman keras, dan obat-obatan (kecuali diresepkan dokter). Jamu sebaiknya dihindari kecuali dokter menyarankan untuk menggunakannya. Bebrapa jenis jamu dapat memyebabkan keguguran, dan ada pula jamu yang mengandung bahan kimia aktif. Adalah sangat penting untuk menghindari obat- obatan dan alkohol pada minggu-minggu merencanakan kehamilan 5. Banyak meminum cairan – jus buah segar atau air – tapi hindarilah minuman soda atau minuman ringan yang tinggi kadar gula atau kimiawinya. Kurangi minum teh atau kopi. Kopi bebas kafein juga tidak dianjurkan karena dapat mengandung sisa bahan kimia yang digunakan untuk menghilangkan kafein tersebut 6. Gantilah cemilan seperti kripik atau kue dengan buah dan sayuran segar 7. Pastikan anda mengkonsumsi makanan tinggi serat untuk menghindari sembelit (masalah umum pada kehamilan). Serat dapat dijumpai dalam beras merah, roti, serealia, kacang-kacangan,sayur-sayuran, dan buah-buahan 8. Janganlah merokok. Penelitian membuktikan bahwa ibu yang merokok melahirkan bayi dengan berat badan rendah, atau bahkan mengalami keguguran. Merokok menyebabkan janin kekurangan oksigen, sementara nikotin dalam rokok adalah zat kimia yang sangat beracun. Karenanya, ibu mesti menghindari tempat yang mengandung banyak asap rokok, agar tidak menjadi korban perokok pasif. Jangna takut untuk menasehati orang-orang di sekitar untuk tidak merokok di saat ibu berada di ruangan yang sama, karena ibu sedang hamil.
  16. 16. BAB VII PENUTUPA. Kesimpulan Ibu hamil merupakan kelompok yang cukup rawan gizi. Kekurangan gizi pada ibu hamil mempunyai dampak yang cukup besar terhadap proses pertumbuhan janin dan anak yang akan dilahirkan. Bila ibu hamil mengalami kurang gizi maka akibat yang akan ditimbulkan antara lain: keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, dan bayi lahir dengan BBLR.Dengan memahami manfaat nutrisi pada bumil, dapat diketahui apakah seorang ibu hamil berisiko mengalami kondisi kekurangan nutrisi. Hal tersebut dapat dicurigai bila menemui ibu hamil yang memiliki indeks massa tubuh yang abnormal, berat badan yang abnormal, hamil dalam usia terlalu muda, ada riwayat pernah melahirkan prematur dan BBLR, menderita penyakit kronis, kehamilan ganda, gangguan makan (Pica) dan menderita penyakit alergi (Andra, 2007)B. Saran Agar ibuselaludalamkeadaansehatdanjanin yang dikandungdapattumbuhdanberkembangdenganbaik, makasebaikanyaparaibuhamildapatmemenuhisemuakebutuhannutrisinyaselamaha mil.
  17. 17. Daftar PustakaAnonim . 2009. KesehatanIbuHamil www.geasy.wordpress.com/.../kesehatan-ibu-hamil/ Diakses tanggal 20 Juni 2012Anonim. 2008. Penyuluhan Kesehatan http://creasoft.wordpress.com/2008/05/01/penyuluhan-kesehatan/ Diakses tanggal 21 Juni 2012Anonim. 2007. Gizi Ibuhamil http://www.scribd.com/doc/34042283/GIZI-IBU-HAMIL/ Diakses tanggal 21 juni 2012Anonim . 2010. Nutrisi untuk IbuHamil http://andhirao2.blogspot.com/2010/06/nutrisi-untuk-ibu-hamil.html diakses tanggal 24 juni 2012Anonim . 2008. Makanan untuk Ibuhamil http://www.scribd.com/doc/56342194/MAKANAN-UNTUK-IBU-HAMIL Diakses tanggal 24 Juni 2012

×