Hotspot monitoring with modis

  • 996 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
996
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
25
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Outline prsentation :1. Pengertian Hotspot2. Contoh Satelit penghasil data hotspot3. Hasil Pemantauan Hotspot di Indonesia tahun 2002 - 2008
  • 2. Doni PrihatnaWWF Indonesia dprihatna@wwf.or.id
  • 3. Hotspot adalah titik-titik panas di permukaan bumi, dimana titik-titik tersebut merupakan indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan.Menurut LAPAN (2004) Hotspot atau titik panas adalah parameter yang diturunkan dari data satelit dan di indikasikan sebagai lokasi kebakaran hutan dan lahan.
  • 4. Pemantauan titik panas/hotspot adalah salah satukegiatan pengendalian kebakaran lahan/hutan dan kebundengan melakukan deteksi titik panas melalui bantuanCitra Satelit dengan teknologi komputer dan perangkatGeografic Information System (GIS) untuk mendapatkandata lokasi terjadinya titik panas/kebakaran. The MODIS active fire data is provided by the MODIS Rapid Response System. For more information about MODIS Rapid Response, see http://rapidfire.sci.gsfc.nasa.gov
  • 5. Salah satu yang sangat terkenal adalah satelit NOAA-AVHRR (National Oceanic and Atmospheric Administration – Advanced Very High Resolution radiometer) yang dikembangkan oleh lembaga antariksa Amerika (NASA) sejak tahun 1978 untuk pemantauan iklim dan kelautan global. Namun seiring dengan pengembangan teknologi, citra satelit NOAA, mulai diolah untuk mendeteksi adanya anomali panas permukaan bumi untuk mendapatkan titik panas atau hotspot.Lalu pada tahun 1999, NASA kembali memperbaiki teknologinya dan meluncurkan satelit Terra dan Aqua yang membawa sensor MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectro-radiometer). Kedua satelit tersebut melengkapi sistem pemantauan hotspot menggunakan satelit, sehingga dapat diperoleh informasi pada jam-jam yang berbeda.
  • 6. Dengan resolusi atau tingkat ketelitian sebesar 1,1 kilometer persegi, satelit-satelit tersebut mampu mendatangi lokasi yang sama sebanyak 1 kali tiap harinya. Untuk sebuah satelit pamantau global, hal ini merupakan tingkat kunjungan dengan frekuensi tinggi atau dikenal dengan resolusi temporal yang tinggi.Karena itu kita bisa mendapatkan informasi penyebaran hotspot setiap hari. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penting digunakannya citra satelit dengan resoulsi temporal harian di dalam pemantauan kebakaran secara global
  • 7. Layaknya sebuah kamera, satelit-satelit tersebut menangkap citra atau memotret bumi dengan sensor-sensor optiknya. Namun sensor yang digunakan memotret bumi dengan gelombang infra merah dan thermal infra merah, karena itu suhu permukaan bumilah yang terpantau oleh sensor tersebut. Dengan berbagai formula yang diterapkan di berbagai stasiun pemantau, jumlah hotspot yang terpantau juga cenderung berbeda-beda.
  • 8. Sebagai contoh data hotspot NOAA yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan saat ini menerapkan ambang batas 318 derajat kelvin atau setara dengan 45 derajat celsius. Artinya adalah jika suatu daerah yang dipantau oleh satelit memiliki suhu diatas ambang batas tersebut, maka areal tersebut terdeteksi sebagai hotspot.Sementara itu MODIS menerapkan ambang batas suhu yang lebih tinggi yaitu sebesar 320 derajat kelvin atau sekitar 47 derajat celsius
  • 9. Berdasarkan sebuah penelitian NASA disebutkan bahwa luasan minimal areal yang terbakar di wilayah tropis yang dapat terdeteksi sebagai sebuah hotspot adalah 100 meter persegi dengan suhu minimal diatas 1100 derajat kelvin (Giglio et al, 2003)
  • 10. Prediksi kebakaran hutan dapat dibuat berdasarkan polapenyebaran titik panas, perubahan koordinat titik panasdan jangka waktu adanya titik panas.Sebagai gambaran dalam kerawanan kebakaran atau titikpanas pada peta pemantauan sebaran titik panas darisatelit pemantau Satelit adalah sebagai berikut :
  • 11. Penyebaran TitikNo. Koordinat Waktu Prediksi Pemantauan Panas1. Tetap Tetap Terus-menerus Gn. berapi, panas bumi dan sumber panas lainnya2. Tetap Tetap Berubah-rubah Perindustrian, tempat pembakaran3. Tetap Tetap Siang hari Permukaan yang peka terhadap sinar matahari4. Berubah-rubah Menyebar Tidak tentu Terjadi kebakaran lahan hutan/kebun
  • 12. Kelemahan :- Sensor optik satelit-satelit tersebut tidak mampu menembus awan, sehingga kebakaran yang terjadi di bawahnya tidak dapat terdeteksi.- Jumlah hotspot yang berkurang drastis pada saat musim kemarau, belum tentu mengindikasikan berkurangnya kebakaran di lapangan.- Kesalahan penentuan posisi atau koordinat sebuah hotspot juga mungkin terjadi pada saat operator melakukan kesalahan di dalam melakukan registrasi citra
  • 13. • Search, download data from WIST:• Register or login as guest: https://wist.echo.nasa.gov/api/• Other places for real-time fire monitoring:• FIRMS: http://maps.geog.umd.edu/firms/• EUMETSTAT: http://www.eumetsat.int/Home/Main/Access_to_Data/Met eosat_Meteorological_Products/Product_List/SP_11454318 48902?l=en• http://firealerts.conservation.org/• http://rapidfire.sci.gsfc.nasa.gov/
  • 14. Hasil pemantauan titik panas akan sangat bermanfaat bila pihak-pihak yang terkait dan masyarakat, saling mengisi untuk tindaklanjutnya dengan koordinasi yang baik atas dasar prinsipkemitraan untuk memberikan dukungan.Hal yang lebih penting setelah mendapatkan informasi data titikpanas adalah bagaimana menganalisa sesuai kondisi daerahterhadap kemungkinan terjadinya kebakaran yang lebih besar danbagaimana menindaklanjuti atau upaya mencegahnya sesuaidengan kondisi masyarakat sekitar lokasi dan infastruktur yangada, antara lain dengan memberikan penyuluhan kepadamasyarakat sekitar hutan dan kebun, memasyarakatkan kegiatanpencegahan kebakaran lahan/hutan dan kebun, memasang tanda-tanda peringatan akan bahaya kebakaran lahan/hutan dan kebun,dan lain-lain.
  • 15. Proses analisis dan monitoring hotspot MODIS active fire data Kondisi CuacaDownload text file sebaran hotspot dan Musim Proeses generate text file ke shapefile Kejadian kebakaran Hotspot harian, Analisis Sebaran Hotspot mingguan, Bulanan Penyebab Kebakaran Konsesi perkebunan Situasi kabut asapBatas Provinsi Batas kabupaten dan HPH Kegiatan terkait Analisis Sebaran Analisis Sebaran Analisis Sebaran Hotspot Hotspot Hotspot Kabupaten Provinsi Di kawasan Konsesi
  • 16. No Nama Provinsi 2002 2003 2004 2005 2006 2007 20081 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 140 245 497 500 526 403 5712 SUMATERA UTARA 558 1,428 2,161 3,100 1,835 1,152 7853 SUMATERA BARAT 174 665 898 320 1,612 429 8644 RIAU 4,097 4,242 7,457 22,285 10,684 3,694 5,1355 JAMBI 411 1,414 3,310 1,412 4,647 1,674 1,5986 SUMATERA SELATAN 2,491 2,328 6,145 1,817 16,681 3,438 2,2627 BENGKULU 83 379 399 213 702 251 2838 LAMPUNG 622 604 1,232 401 2,616 650 4089 KEP. BANGKA BELITUNG 175 642 662 203 1,090 347 46210 KEPULAUAN RIAU 56 68 209 319 225 163 9711 DKI JAKARTA 6 6 12 5 13 7 912 JAWA BARAT 400 803 624 485 893 544 75513 JAWA TENGAH 251 329 265 177 593 233 26914 DI YOGYAKARTA 14 7 18 8 90 22 1115 JAWA TIMUR 909 693 1,133 1,018 1,096 649 76316 BANTEN 46 157 141 106 260 136 14317 BALI 23 5 10 4 26 7 1118 NUSA TENGGARA BARAT 691 606 883 492 810 649 56419 NUSA TENGGARA TIMUR 2,236 2,648 3,398 2,792 4,211 2,961 2,82020 KALIMANTAN BARAT 2,327 4,113 8,008 3,437 12,957 2,241 2,74521 KALIMANTAN TENGAH 6,445 6,265 14,052 5,586 29,273 2,691 1,30222 KALIMANTAN SELATAN 1,683 1,553 3,702 1,494 4,640 646 29923 KALIMANTAN TIMUR 1,685 1,380 5,146 1,897 4,161 1,714 99424 SULAWESI UTARA 214 132 240 177 318 199 14025 SULAWESI TENGAH 1,199 641 1,281 413 1,137 502 19526 SULAWESI SELATAN 1,078 650 1,718 770 1,193 715 55327 SULAWESI TENGGARA 1,588 819 1,965 733 2,387 728 38928 GORONTALO 287 148 254 184 408 117 3029 SULAWESI BARAT 274 145 406 154 332 111 5030 MALUKU 1,364 508 879 399 1,216 286 28131 MALUKU UTARA 457 108 220 56 320 90 5532 PAPUA 2,681 2,387 6,362 1,394 3,373 619 96633 PAPUA BARAT 276 126 130 33 128 47 41
  • 17. HOTSPOT TAHUN 2002No Provinsi Jumlah Hotspot No Provinsi Jumlah Hotspot1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 140 18 NUSA TENGGARA BARAT 6912 SUMATERA UTARA 558 19 NUSA TENGGARA TIMUR 2,2363 SUMATERA BARAT 174 20 KALIMANTAN BARAT 2,3274 RIAU 4,097 21 KALIMANTAN TENGAH 6,4455 JAMBI 411 22 KALIMANTAN SELATAN 1,6836 SUMATERA SELATAN 2,491 23 KALIMANTAN TIMUR 1,6857 BENGKULU 83 24 SULAWESI UTARA 2148 LAMPUNG 622 25 SULAWESI TENGAH 1,1999 KEP. BANGKA BELITUNG 175 26 SULAWESI SELATAN 1,07810 KEPULAUAN RIAU 56 27 SULAWESI TENGGARA 1,58811 DKI JAKARTA 6 28 GORONTALO 28712 JAWA BARAT 400 29 SULAWESI BARAT 27413 JAWA TENGAH 251 30 MALUKU 1,36414 DI YOGYAKARTA 14 31 MALUKU UTARA 45715 JAWA TIMUR 909 32 PAPUA 2,68116 BANTEN 46 33 PAPUA BARAT 27617 BALI 23 Total 34,941
  • 18. Grafik hotspot 2002 1200 1000jumlah hotspot 800 600 400 200 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 bulan
  • 19. HOTSPOT TAHUN 2003 No Nama Provinsi Jumlah Hotspot No Nama Provinsi Jumlah Hotspot 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 245 18 NUSA TENGGARA BARAT 606 2 SUMATERA UTARA 1,428 19 NUSA TENGGARA TIMUR 2,648 3 SUMATERA BARAT 665 20 KALIMANTAN BARAT 4,113 4 RIAU 4,242 21 KALIMANTAN TENGAH 6,265 5 JAMBI 1,414 22 KALIMANTAN SELATAN 1,553 6 SUMATERA SELATAN 2,328 23 KALIMANTAN TIMUR 1,380 7 BENGKULU 379 24 SULAWESI UTARA 132 8 LAMPUNG 604 25 SULAWESI TENGAH 641 9 KEP. BANGKA BELITUNG 642 26 SULAWESI SELATAN 650 10 KEPULAUAN RIAU 68 27 SULAWESI TENGGARA 819 11 DKI JAKARTA 6 28 GORONTALO 148 12 JAWA BARAT 803 29 SULAWESI BARAT 145 13 JAWA TENGAH 329 30 MALUKU 508 14 DI YOGYAKARTA 7 31 MALUKU UTARA 108 15 JAWA TIMUR 693 32 PAPUA 2,387 16 BANTEN 157 33 PAPUA BARAT 126 17 BALI 5 Total 36,244
  • 20. Grafik Hotspot 2003 1400 1200 1000Jymlah Hotspot 800 600 400 200 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan
  • 21. HOTSPOT TAHUN 2004No Nama Provinsi Jumlah Hotspot No Nama Provinsi Jumlah Hotspot 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 497 18 NUSA TENGGARA BARAT 883 2 SUMATERA UTARA 2,161 19 NUSA TENGGARA TIMUR 3,398 3 SUMATERA BARAT 898 20 KALIMANTAN BARAT 8,008 4 RIAU 7,457 21 KALIMANTAN TENGAH 14,052 5 JAMBI 3,310 22 KALIMANTAN SELATAN 3,702 6 SUMATERA SELATAN 6,145 23 KALIMANTAN TIMUR 5,146 7 BENGKULU 399 24 SULAWESI UTARA 240 8 LAMPUNG 1,232 25 SULAWESI TENGAH 1,281 9 KEP. BANGKA BELITUNG 662 26 SULAWESI SELATAN 1,71810 KEPULAUAN RIAU 209 27 SULAWESI TENGGARA 1,96511 DKI JAKARTA 12 28 GORONTALO 25412 JAWA BARAT 624 29 SULAWESI BARAT 40613 JAWA TENGAH 265 30 MALUKU 87914 DI YOGYAKARTA 18 31 MALUKU UTARA 22015 JAWA TIMUR 1,133 32 PAPUA 6,36216 BANTEN 141 33 PAPUA BARAT 13017 BALI 10 Total 73,817
  • 22. Grafik Hotspot 2004 3000 2500Jumlah Hotspot 2000 1500 1000 500 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan
  • 23. HOTSPOT TAHUN 2005 Jumlah No Nama Provinsi No Nama Provinsi Jumlah Hotspot Hotspot 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 497 18 NUSA TENGGARA BARAT 883 2 SUMATERA UTARA 2,161 19 NUSA TENGGARA TIMUR 3,398 3 SUMATERA BARAT 898 20 KALIMANTAN BARAT 8,008 4 RIAU 7,457 21 KALIMANTAN TENGAH 14,052 5 JAMBI 3,310 22 KALIMANTAN SELATAN 3,702 6 SUMATERA SELATAN 6,145 23 KALIMANTAN TIMUR 5,146 7 BENGKULU 399 24 SULAWESI UTARA 240 8 LAMPUNG 1,232 25 SULAWESI TENGAH 1,281 9 KEP. BANGKA BELITUNG 662 26 SULAWESI SELATAN 1,718 10 KEPULAUAN RIAU 209 27 SULAWESI TENGGARA 1,965 11 DKI JAKARTA 12 28 GORONTALO 254 12 JAWA BARAT 624 29 SULAWESI BARAT 406 13 JAWA TENGAH 265 30 MALUKU 879 14 DI YOGYAKARTA 18 31 MALUKU UTARA 220 15 JAWA TIMUR 1,133 32 PAPUA 6,362 16 BANTEN 141 33 PAPUA BARAT 130 17 BALI 10 Total 73,817
  • 24. Grafik Hotspot 2005 1400 1200 1000Jumlah Hotspot 800 600 400 200 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan
  • 25. HOTSPOT TAHUN 2006 JumlahNo Nama Provinsi No Nama Provinsi Jumlah Hotspot Hotspot 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 526 18 NUSA TENGGARA BARAT 810 2 SUMATERA UTARA 1,835 19 NUSA TENGGARA TIMUR 4,211 3 SUMATERA BARAT 1,612 20 KALIMANTAN BARAT 12,957 4 RIAU 10,684 21 KALIMANTAN TENGAH 29,273 5 JAMBI 4,647 22 KALIMANTAN SELATAN 4,640 6 SUMATERA SELATAN 16,681 23 KALIMANTAN TIMUR 4,161 7 BENGKULU 702 24 SULAWESI UTARA 318 8 LAMPUNG 2,616 25 SULAWESI TENGAH 1,137 9 KEP. BANGKA BELITUNG 1,090 26 SULAWESI SELATAN 1,19310 KEPULAUAN RIAU 225 27 SULAWESI TENGGARA 2,38711 DKI JAKARTA 13 28 GORONTALO 40812 JAWA BARAT 893 29 SULAWESI BARAT 33213 JAWA TENGAH 593 30 MALUKU 1,21614 DI YOGYAKARTA 90 31 MALUKU UTARA 32015 JAWA TIMUR 1,096 32 PAPUA 3,37316 BANTEN 260 33 PAPUA BARAT 12817 BALI 26 Total 110,453
  • 26. Grafik Hotspot 2006 3500 3000 2500Jumlah Hotspot 2000 1500 1000 500 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan
  • 27. HOTSPOT TAHUN 2007 Jumlah JumlahNo Nama Provinsi No Nama Provinsi Hotspot Hotspot 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 403 18 NUSA TENGGARA BARAT 649 2 SUMATERA UTARA 1,152 19 NUSA TENGGARA TIMUR 2,961 3 SUMATERA BARAT 429 20 KALIMANTAN BARAT 2,241 4 RIAU 3,694 21 KALIMANTAN TENGAH 2,691 5 JAMBI 1,674 22 KALIMANTAN SELATAN 646 6 SUMATERA SELATAN 3,438 23 KALIMANTAN TIMUR 1,714 7 BENGKULU 251 24 SULAWESI UTARA 199 8 LAMPUNG 650 25 SULAWESI TENGAH 502 9 KEP. BANGKA BELITUNG 347 26 SULAWESI SELATAN 71510 KEPULAUAN RIAU 163 27 SULAWESI TENGGARA 72811 DKI JAKARTA 7 28 GORONTALO 11712 JAWA BARAT 544 29 SULAWESI BARAT 11113 JAWA TENGAH 233 30 MALUKU 28614 DI YOGYAKARTA 22 31 MALUKU UTARA 9015 JAWA TIMUR 649 32 PAPUA 61916 BANTEN 136 33 PAPUA BARAT 4717 BALI 7 Total 28,115
  • 28. Grafik Hotspot 2007 1400 1200 1000Jumlah Hotspot 800 600 400 200 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan
  • 29. HOTSPOT TAHUN 2008 JumlahNo Nama Provinsi No Nama Provinsi Jumlah Hotspot Hotspot 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 571 18 NUSA TENGGARA BARAT 564 2 SUMATERA UTARA 785 19 NUSA TENGGARA TIMUR 2,820 3 SUMATERA BARAT 864 20 KALIMANTAN BARAT 2,745 4 RIAU 5,135 21 KALIMANTAN TENGAH 1,302 5 JAMBI 1,598 22 KALIMANTAN SELATAN 299 6 SUMATERA SELATAN 2,262 23 KALIMANTAN TIMUR 994 7 BENGKULU 283 24 SULAWESI UTARA 140 8 LAMPUNG 408 25 SULAWESI TENGAH 195 9 KEP. BANGKA BELITUNG 462 26 SULAWESI SELATAN 55310 KEPULAUAN RIAU 97 27 SULAWESI TENGGARA 38911 DKI JAKARTA 9 28 GORONTALO 3012 JAWA BARAT 755 29 SULAWESI BARAT 5013 JAWA TENGAH 269 30 MALUKU 28114 DI YOGYAKARTA 11 31 MALUKU UTARA 5515 JAWA TIMUR 763 32 PAPUA 96616 BANTEN 143 33 PAPUA BARAT 4117 BALI 11 25,850
  • 30. Grafik Hotspot 2008 900 800 700Jumlaj Hotspot 600 500 400 300 200 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Bulan 12
  • 31. Grafik Hotspot 2002 - 2008 120,000 110,453 100,000Jumlah Hotspot 80,000 73,817 60,000 52,384 40,000 34,941 36,244 28,115 25,850 20,000 - 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun