Pendidikan Agama Islam (Semester 1)

19,176 views
18,821 views

Published on

Published in: Spiritual
1 Comment
9 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
19,176
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
434
Comments
1
Likes
9
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendidikan Agama Islam (Semester 1)

  1. 1. Makna AqidahBerasal dr kata: aqoda, ya’qidu aqidatan1. Ikatan yg mengikat keyakinan seorang mukmin terjaga dari berbagai kepercayaan dan keyakinan yg bersifat khurofat dan takhayul2. Keyakinan yg mantap kpd Allah: rizki, kekuasaan, keadilan, pertolongan Nya.3. Janji, yaitu janji membela kebenaran dan menegakkan hkm Allah di muka bumiAqidah menurut istilah: sesuatu yg dibenarkan oleh jiwa, hatinya merasa tenang karenanya, menjadi suatu keyakinan bagi pemiliknya dan tidak dicampuri keraguan sedikitpun
  2. 2. Ruang lingkup aqidah• Ilahiyat : membhs sgl sesuatu yg berhub dng Ilah (Allah), spt wujud Allah, nama-nama, sifat- sifat dan perbuatan Allah• Nubuwat : Yg berhub dng Nabi dan Rasul,kitab- kitab Nya, mukjizat, dll• Rukhaniyat : yg berhub, dng alam metafisik spt, malaikat, jin, iblis, setan, roh• Sam’iyyat : membahas sgl sesuatu yg hanya diketahui lewat sam’I, yakni dalil naqli berupa Al- Qur’an dan Al-Sunnah, spt alam barzah, akhirat, azab kubur, tanda-tanda kiamat, surga, neraka dll.
  3. 3. Sistematika Aqidah1. Iman kpd Allah2. Iman kpd Malaikat3. Iman kpd kitab4. Iman kpd Nabi dan Rasul5. Iman kpd hari akhir6. Iman kpd qodho’ dan qodar
  4. 4. Iman kepada Allah• iman kpdNya adalah suatu keniscayaan, inti dari iman adalah tauhid, mengesakan baik dlm zat, sifat dan af’alNya• Keberadaan Allah bisa diketahui dari; dalil fitroh (7:172 dan 29;16), dalil inderawi (54:1, 17:1), dalil akal: keberadaan sesuatu menunjukkan ada yg menciptakan (41:53, 27:88), dalil ayat-ayat Al-qur’an (4:82, 17:88), dalil sejarah (3:137, 7: 176)• Keyakinan akan keberadaan Allah menuntut kita untuk menaati semua perintah dan menjauhi larangan-Nya, kesemuanya tdk akan tercapai dng baik, jika tdk didasari dng cinta.• Tanda-tanda seorang mencintai Allah: banyak mengingat (8:2), terpesona (1:1),Ridha/rela (9;62), berkorban (2:207), takut (21:90), penuh harap (21;90), patuh (4:80).
  5. 5. Iman kepada Malaikat mendorong kita semakin memantapkan kepercayaan kpd Allah Melakukan perbuatan sesuai dng bisikan malaikat dan menjauhi bisikan setan mendorong kita bersikap ikhlas dan hati- hati dlm bertindak
  6. 6. Iman kepada Kitab-kitab Allah• Meyakini bahwa Allah tlh menurunkan kitab-kitab• Membenarkan semua berita yg ada di kitab tsb, kecuali yg tlh diselewengkan dan diubah oleh ahli kitab• Mengerjakan semua hkm yg blm dinasakh oleh Alqur’an
  7. 7. Iman Kpd Rasul• Risalah dan kenabian adalah nikmat yg dikaruniakan Allah kpd manusia• Adalah pilihan mutlak Allah Swt bukan kebetulan• Tidak dapat dicapai dengan usaha dan ikhtiar• Diberikan kepada manusia yg terbaik• Merupakan derajat yg berada diatas manusia biasa
  8. 8. Tugas para Rasul• Tabligh (menyampaikan)• Mengetahui siapa pencipta alam dan sifat- sifatNya• Mentauhidkan Allah• Memberi kabar gembira dan ancaman• Menunjukkan jalan yg lurus• Tilawah dan tazkiyah• Menyucikan, meluruskan jiwa dan sifat-sifat tercela• Meluruskan aqidah yg menyimpang• Memimpin ummat manusia
  9. 9. Hikmah beriman kpd Rasul• Mereka tdk berbicara dng hawa nafsu, tp berdasar wahyu• Memecahkan problem kemanusiaan dng metode Rabbani yg diajarkan Allah• Metode yg syamil (menyeluruh), kamil (sempurna), menyempurnakan (mutakammil), tidak parsial(juz’i),tdk tambal sulam (tarqi’iyah)• Menyampaikan kebaikan yg dipraktekkan• Mampu menggabungkan antara kesempurnaan akhlak dan ilpeng
  10. 10. Iman kpd hari akhir• Bukti kebenaran hari akhir• Kekuasaan Allah yg mampu mengganti ribuan sel yg mati dng yg baru, pohon yg berguguran daunnya, tumbuh dan hijau kembali• Secara logika fenomena menciptakan kembali adalah lebih mudah dari membuat pertama kali• Dlm kisah ibrahim dalam (Q.s 2:260)• Fenomena sejarah spt kisah ashabul kahfi yg tidur selama 309 thn (18:25), tdr selama 100 thn (2:259), penyelamatan fisik fir’aun (10;92) yg skrg sdh sekitar 4000 thn.
  11. 11. Hikmah beriman kpd hari akhir• Benci kpd kemaksiatan dan kebejatan moral yg mengakibatkan murka Allah• Menggembirakan kaum muslimin yg sabar dlm beribadah dan dakwah• Memperkuat kecintaan dan ketaatan kpd Allah dan mengharap pertolonganNya• Selalu berusaha menahan dan menghilangkan niat buruk, apalagi melaksanakannya
  12. 12. Iman kpd qadha’ dan qodar• Beriman bahwa ilmu Allah mencakup sgl sesuatu baik yg tampak maupun tersembunyi• Mengimani bahwa semua yg terjadi tercatat dlm kitab yg terjaga (lauh mahfudh)• Beriman bahwa semua ini bersifat fana’ dan akan musnah, kecuali hanya Allah• Beriman bahwa semua yg ada, baik zat, sifat, gerak dan diamnya berada dlm kekuasaan Allah
  13. 13. Hikmah beriman kepada taqdir• Pendorong untuk giat beramal soleh• Menimbulkan ketenangan dlm menjalani kehidupan• Menghilangkan rasa bangga diri atas keberhasilannya karena meyakini bahwa semua itu sebenarnya nikmat Allah• Bertawakkal atas segala hal kebaikan yang dilakukannya• Senantiasa memikirkan hikmah dari apa yg terjadi untk hal-hal yg blm terjadi
  14. 14. Iman kpd takdir bukan berarti fatalisme• Manusia diberi kemampuan untuk berkehendak, baik kehendak itu baik ataupun buruk (78;39, 2;23)• Manusia memiliki kemampuan berbuat sesuai dng kehendaknya tsb (64:16)• Kehendak manusia tsb akan dimudahkan dan ditolong dengan kekuasaan (qudrah)Nya• Takdir Allah dibuat berdasarkan ke maha mengetahuiNya akan potensi hambaNya dan maha adilNya.
  15. 15. Makna Iman• Secara bahasa berarti tasdiq (membenarkan)• Mnrt istilah; mengucapkan dengan lisan• Membenarkan dlm hati• Mengamalkan dng perbuatan
  16. 16. Konsekwensi keimanan1. Mencintai Allah dan Rasulnya melebihi dari mencintai sgl sesuatu, termasuk dirinya sdr (9:24; 2:165)2. Mendengar dan menaati semua yg datang dari Allah dan Rasul (24: 51-52)3. Ridha thd semua yg datang dari Allah dan Rasul (4:56), baik yg disukai maupun tidak tanpa menghilangkan usaha4. Loyalitas penuh kpd Allah dan Rasul, orang-orang beriman, (5:51, 57-58, 9:67)5. Takut hanya kpd Allah: takut tdk mndpt kasih sayang- Nya dan takut bermaksiyat pada-Nya (33;39; 35:28)6. Selalu beramal sholeh (103:2-3) berjihad (33:23)
  17. 17. Sifat orang beriman• Jika disebut nama Allah bergetar hatinya krn cinta, harap, dan takut kpdNya. Jika dibacakan Alqur’an bertambahlah keimanannya dan senantiasa bertawakkal kpd-Nya (8:2)• Senantiasa mendirikan sholat, menafkahkan sebagian rizkinya untuk orang miskin dan yatim (8:3)• Beriman kpd rukun iman yg enam (49:15)
  18. 18. Yang dpt meningkatkan iman• Ilmu : dng meningkatkan ilmu mengenal Allah, spt makna dari nama-namaNya, sifat-sifatNya, perbuatanNya• Merenungkan ciptaan Allah, keindahannya, kesempurnaannya, keaneka ragamannya.• Senantiasa meningkatkan ketaqwaan
  19. 19. Buah keimanan1. Membebaskan jiwa kita dari perbudakan manusia dan semua makhluk menuju kemerdekaan hakiki, yaitu penghambaan kpd Allah saja2. Membangkitkan keberanian membela kebenaran, tak takut mati, serta cinta syahid, sebab yg memberi umur, rizki, manfaat dan bahaya, menghidupkan dan mematikan hanya Allah (3:145, 4:78)3. Merasa tenang krn jelas tujuan hidupnya, yaitu menggapai keridhoan Allah. Hasilnya mdp berbagai kebaikan dunia dan akherat, perlindungan-Nya (2:257) (22;54, 64:11), pertolongannya (40:51) penjagaan-Nya (10:98), datangnya barokah baik dari langit maupun bumi (7:96)4. Hidup berada dlm ketenangan lahir batin (13:28, 48:4)
  20. 20. Makna syahadat• Menerima semua aturan dan segala akibatnya• Merupakan azaz ajaran islam• Janji/ikrar kita kpd Allah dan Rasul
  21. 21. Kalimah tauhid = k.thayyibah = k.ikhlas• La khaliqa illa Alloh• La raziqo illa Alloh• La khafidza illa Alloh• La Mudabbira illa Alloh• La Malika illa Alloh• La Waliya illa Alloh• La hakima illa Alloh• La ghayata illa Alloh• La ma’buda illa Alloh
  22. 22. Tingkatan tauhid• Tauhid rububiyah : Alloh pencipta semua• Tauhid mulkiyah : Allohlah pemilik• Tauhid uluhiyah : Allohlah yg hrs dipatuhi, diagungkan dan dimuliakan• Tauhid ubudiyah : Allohlah yg patut disembah dan ditaati
  23. 23. Pentingnya syahadat• Pintu masuknya islam (25:23)• Intisari ajaran Islam (21:25)• Dasar dari perubahan menyeluruh (6:125, 13:11)• Hakekat dakwah semua Nabi (21:25)• Keutamaan yg besar (hadit bukhori Muslim)
  24. 24. Kandungan kata “syahadah”• Iqrar (pengakuan) 3:18,81• Sumpah (63:2, 24:6,8)• Perjanjian (3:81, 5:7, 2:26 – 27)
  25. 25. Islam• Assalmu, assalamu, assalamatu artinya bersih dan selamat dari kecacatan lahir batin.• Assilmu dan assalmu, yg berarti perdamaian dan keamanan• Assalamu,assalmu dan assilmu yang berarti menyerahkan diri, tunduk dan taat.• Semua kata diatas berasal dari tiga huruf, yaitu; sin, lam, dan mim (salima) artinya sejahtera, tdk tercela dan selamat.
  26. 26. Agama Islam• Agama yg diturunkan Allah kpd manusia melalui Rasul-rasulNya, berisi hukum-hukum yg mengatur hubungan manusia dgn Allah, manusia dng sesama manusia, dan manusia dng alam semesta.Agama yg diturunkan Allah ke muka bumi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad Saw.• Semua Rasul mengajarkan keesaan Allah (tauhid) sebagai dasar keyakinan bagi ummatnya.
  27. 27. Ruang lingkup ajaran Islam• Aspek keyakinan yg disebut aqidah: yaitu aspek credial atau keimanan thd Allah dan semua yg difirmankan-Nya• Aspek norma atau hukum yg disebut syari’ah yaitu aturan yg mengatur hub manusia dng Allah, sesama manusia dan alam semesta• Aspek perilaku yg disebut Akhlak, yaitu sikap- sikap perilaku yg nampak dlm pelaksanaan aqidah dan syari’ah.
  28. 28. Manusia• Siapakah manusia sebenarnya?• Sdhkah kita mengenal diri kita sendiri?• Dimanakah kedudukan kita sbg ciptaan Allah?• Bagaimana seharusnya sikap kita kpd Allah?
  29. 29. Agar mengenal diri• Menyadari bhw ia ciptaan Allah• Sebagai ciptaan harus mengakui:• Kebesaran Sang pencipta• Kebenaran firman-Nya
  30. 30. Hakekat manusia Makhluk : berada dlm fitroh(30:30), lemah (4:24), bodoh (33:72), faqir (35:15). Dimuliakan: ditiupkan ruh (32:9), memiliki keistimewaan (17:70), ditundukkan alam padanya (45:12, 2:29) Dibebani: ibadah (51:56), Khilafah (2:30, 11:62). Bebas memilih: beriman atau kafir (90:10, 76:3, 64:2, 18:29) Tanggung jawab:akan mdp balasan surga (32:19, 2:25) atau neraka (32:20, 2:24)
  31. 31. Potensi Manusia• Manusia diberi pendengaran, penglihatan dan hati mrpk alat yg diberikan Allah untuk menjalankan beban dan tanggung jawabnya. (67:23, 32:9, 16:78).• Dengan alat itu, manusia dpt menjalankan ibadah, menunaikan kewajiban, bersikap amanah serta mencapai kedudukan khalifah• Manusia diberi potensi akal untuk berfikir, qalbu (hati) untuk merasakan dan jasad untuk berkarya• Dengan tidak digunakannya potensi, maka manusia akan jatuh ke derajat seperti:1) binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi.(7;179, 45:2, 25:43-44)2) Bagaikan anjing (7:176)3) Bagaikan monyet (5:60)4) Bagaikan babi (5:60)5) Bagaikan kayu yg tersandar (63:4)6) Bagaikan batu (2:74)7) Bagaikan laba-laba (29:41)8) Bagaikan khimar (keledai) (62: 5)
  32. 32. Nafsu manusia Nafsu manusia senantiasa berubah-ubah, perubahan itu dipengaruhi oleh sejauh mana kekuatan ruh dpt berhadapan dng hawa nafsunya. Ruh akan dpt menguasai hawa nafsunya, bila nilai islam dpt menolak dan menahan gejolak hawa nafsu. Apabila ruh mendominasi hawa nafsu (29:45) orientasinya zikir (3:191, 13:28), jiwanya tenang (89:27 -30). Apabila ruh selalu tarik menarik dgn hawa nafsu (4:137 -143), berorientasi akal-akalan (2:9), jiwanya selalu menyesali dirinya (75:2) Ruh dibawah pengaruh/didominasi hawa nafsu (25:43,45:23), berorientasi syahwat (3:14), jiwanya selalu menyuruh pada kejahatan (12:53).
  33. 33. Sifat manusia• Jiwa manusia diberi dua jalan (90:10, 91:8,76:3, 64:2, 18: 29)• Jalan yg benar: tazkiyatyn nafs (91:9, 87:14-15, 62:4).dengan cara bersyukur, bersabar, penyantun,penyayang, bijaksana, suka bertaubat, lemah lembut, senantiasa jujur, dpt dipercaya, maka akan mdpt kesuksesan.• Jalan yg salah: mengotori jiwa (91:10) seperti: dng memperturutkan sifat tergesa-gesa (17:11, 21:37), berkeluh kesah (70:19), gelisah (70;20), ogah berbuat baik (70:21),pelit (17:100),kufur (14:34), susah payah (90:4), pendebat (18: 54), pembantah (100:6), zalim (14:34, 33:72), jahil (33:72), Merugi:103:1-3), maka akan memperoleh kegagalan
  34. 34. Makna Ibadah menurut bahasa• Al-ubudiyah:yg berarti al- khudhu’(ketundukan) dan adz-zillu (merendahkan diri).• Al-ibadatu yg berarti At-thoatu (ketaatan),dan at-tanassuku (ritual ibadah)• Kedua arti tsb diatas merujuk pd suatu makna yakni ‘abada (penghambaan atau lepas dari kebebasan), (9:24)
  35. 35. Makna ibadah menurut istilah syari’ah• Imtitsaalu awaamirihii wajtinaabu nawaahiihi artinya mengerjakan apa yg diperintahkan oleh allah dan meninggalkan yg dilarang-Nya.• Al-Hubbu lillah yg bermakna kecintaan yg sepenuhnya kpd Allah• Hasan Al-Basri mendefinisikan dlm bait syairnya: barang siapa yg mengenal dirinya dng benar, ia akan mengenal Tuhannya. Barang siapa yg mengenal Tuhannya akan bertambahlah kecintaannya, dan barang siapa yg benar-benar mengenal dunia maka akan bertambah kebenciannya.• Ungkapan yg mencakup sgl apa yg dicintai dan diridhai Allah, berupa perkataan, perbuatan yg lahir maupun batin.
  36. 36. Keutamaan ibadah• Mrpk bukti iman dan cinta kita kpd Allah (35:15, 3:31).• Konsumsi ruhiyyah/spiritual/jiwa kita, sbgmana fisik apabila tdk dipenuhi mjd lapar atau sakit• Ibadah hanya kpd allah semata mrpk kemerdekaan abadi 92:165, 39:29)• Ujian untuk meningkatkan derajat seorang mukmin• Hak Allah semata atas manusia• Sarana unt mendapatkan pahala dan menghindari siksa• Sarana unt melatih dan mendidik kejiwaan manusia• Sarana menghindari sifat sombong• Sarana berjumpa dng Allah
  37. 37. Syari’ah• Hubungan antara syari’ah dng aqidah adalah sbg mana hub antara iman dng amal, syari’ah mrpk manifestasi dari aqidah.• Perbedaan antara keduanya adalah bahwa aqidah semua Nabi dan Rasul adalah sama (21:25, 3:83-84), sedangkan syari’ah setiap Nabi dan Rasul berbeda (5:48, 2:286)• Makna syari’ah scr bahasa berarti jalan (5:48)• Makna terminologis: hukum yg mengatur hubungan antara manusia dng Allah, manusia dng sesama manusia, dan manusia dng alam semesta (42:13, 3;112)
  38. 38. Prinsip-prinsip syari’ah• Selalu sesuai dng fitroh manusia (30:30) contohnya menikah (30:21), menutup aurat (33:59, 24:31)• Dapat dilaksanakan dlm sgl kondisi (2:185), contoh: shalat• Beban yg ringan sesuai dng kemampuan manusia, tujuannya untuk kemaslahatan manusia (7;157), contohnya apa yg diharamkan oleh Allah jauh lbh sedikit dari pd yg dihalalkan• Penetapan dilakukan dng bertahap, dimulai dng menanamkan akidah pd umatnya, spt pelarangan minuman keras (2:219,4;43, 5;90) dan pengharaman riba (30:39, 4:161, 2:275 -281)• Diberlakukan scr adil bagi siapapun (4:135) yg muslim, tidak peduli penguasa maupun rakyat, ulama maupun awam, kaya atau miskin.
  39. 39. asas-asas syari’ah• Meniadakan kepicikan (kesempitan)• Meminimalkan beban (taklif)• Berangsur-angsur dlm menetapkan hkm• Sesuai dng kemaslahatan• Mewujudkan keadilan yg merata
  40. 40. Fungsi syari’ah• Pedoman hidup dlm mengatur diri dan masyarakat• Alat penyeimbang• Mendidik manusia suci lahir dan batin
  41. 41. Tujuan syari’ah• Memelihara agama• Memelihara jiwa• Memelihara akal• Memelihara keturunan• Memelihara harta
  42. 42. Perbedaan Syari’ah dan fikih• Ada dlm Alqur’an dan • Ada dlm kitab-kitab fikih hadits • Bersifat instrumental• Bersifat fundamental • Ruang lingkup terbatas• Ruang lingkup lebih luas pd perbuatan hukum dari pada fikih • Karya manusia yg bs• Ketentuan Allah dan berubah dan diubah Rasul, berlaku abadi • Lebih dari satu, spt• Hanya satu mazhab• Menunjukkan kesatuan • Menunjukkan keragman
  43. 43. Sumber hkm Islam• Rasululloh menegaskan bahwa sumber norma dan aturan islam berdasarkan hadits muaz bin Jabal yg diriwayatkan abu Dawud dan tirmizi.yaitu;• Alqur’an• As-Sunnah• Ro’yu (ijtihad)/ijma’ dan qiyas
  44. 44. Tuntutan beriman pada Al-qur’an• Senantiasa belajar dan mengajarkan Alqur’an, memahami dan melaksanakan ajarannya• Mendidik diri dengan Al-Qur’an• Tunduk dan taat pada hukum-hukumnya• Mendakwahkannya• Menegakkannya di muka bumi
  45. 45. Bahaya melupakan Al-Qur’an• Sesat (4:60, 115)• Dada yang sempit (6:125)• Kehidupan yang berat (20:124)• Buta hatinya (22:46)• Keras hatinya (57:16)• Zalim dan hina (3:112, 32:22)• Bersahabat dengan setan (43:36)• Lupa diri (54:19))• Fasiq 2:26-37)• Munafiq dengan meninggalkan dan meremehkannya
  46. 46. As-Sunnah• Menurut bahasa adalah cara atau perjalanan atau kebiasaan• Menurut defininisi adalah semua yang disandarkan kepada Rasululloh baik berupa perkataan, perbuatan, maupun pesetujuan Rasululloh.• Hadits adalah apa-apa yang disandarkan kpd Rasululloh baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan (sama dng Sunnah) ditambah sifat- sifat Rasululloh baik fisik maupun akhlak
  47. 47. Tingkatan-tingkatan hadits• Dari jumlah rawi (yg meriwayatkan):• 1. Hadits Mutawatir: diriwayatkan oleh orang yg banyak yg tdk mungkin untuk berdusta.• 2.Hadits Ahad: hadits yg sanadnya tdk mencapai jumlah mutawatir dlm setiap tingkatan sanadnya
  48. 48. Hadits dilihat
  49. 49. Mazhab• Scr bahasa: jalan/tempat berjalan• Mnrt istilah: cara seorang mujtahid dlm istimbath (mengambil) dari Al-Qur’an dan as-sunnah yg berbeda-beda antara seorang mujtahid dng mujtahid lain• Definisi:pdpt kelompok/aliran yg bermula dari pemikiran /ijtihad produk pemikirannya diikuti dan dikembangkan sehingga mjd aliran, sekte, ajaran
  50. 50. Sebab lahirnya mazhab Perbedaan diantara mereka dalam:1) Memegang prinsip hukum2) Sistim hukum3) Metode pengkajian4) Pendekatan dlm memahami ajaran keagamaan yg terangkum dalam Alqur’an dan hadits yg tdk bersifat absollut
  51. 51. Perbedaan mazhab terjadi• Perbedaan dlm memahami Qur’an hadits• Perbedaan dlmhal-hal yg berkaitan dng sunnah Rasul• Perbedaan dlm menggunakan kaidah fikih• Beda dlm menggunakan dalil di luar Al-Qur’an dan hadits, spt dlm penggunaan tradisi penduduk setempat PERBEDAAN BOLEH, HANYA DLM MASALAH FURU’ (CABANG-CABANG SYARI’AT)
  52. 52. Macam mazhab• Ahlus-sunnah wal jama’ah1. Mazhab hanafi: pemikiran rasional, menggunakan dalil alqur’an, as-sunnah, ijma’, qiyas dan istihsan2. Mazhab Maliki: Literal, dalil: alqur’an, as-sunnah, ijma’, qiyas, perbuatan ulama Madinah, perk sahabat,istihsan, sadduzzaro’I,muro’ah al khilaf,istihsab,mashalih mursalah, syariat terdahulu3. Mazhab Syafi’I:Moderat, konvergensi, mempertemukan tradisi tektual dan rasional,kritis selektif,dan berwawasan baru. Dasar mazhabnya: qur’an, Sunnah, ijma’, qiyas4. Mazhab Hambali:Dasarnya Qur’an, sunnah, perkataan sahabat, ijma’, qiyas, istihsab, mashalih mursalah, az- zaro’i
  53. 53. HAM dlm Islam• Martabat manusia (al-isro’: 17-33)• Prinsip persamaan (al-hujurot:13)• Kebebasan menyatakan pdpt (ayat2 ttg penggunaan akal)• P.kebebasan beragama (albaqoroh:256)• Hak jaminan sosial (51:19, 70:24)• Hak atas harta benda
  54. 54. Perbedaan Ham Islam dan barat• Premisnya aktivitas • Pola tingkah laku manusia sbg khalifah manusia hanya di bumi ditentukan oleh hkm• Theosentris (manusia negara atau sejumlah hanya mengabdi otoritas tercukupinya pada Tuhan) aturan politik dan• Amar ma’ruf nahi perdamaian mungkar • Antroposentris (manusia adalah ukuran sgl sesuatu
  55. 55. Demokrasi dlm Islam• Salah satu ciri org beriman adalah: bermusyawarah• Unsur demokrasi Islam1) Gol yg mjd pemimpin tdk lebih tinggi dari yg dipimpin2) Gol yg dipimpin memilih sendiri pemimpinnya3) Kemerdekaan rohani dlm berpikir dan berpendapat4) Anggota masyarakat diliputi semangat/unsur demokrasi diatas
  56. 56. HAM dlm Islam meliputi seluruh aspek dlm kehidupan• Hak unt hidup• Hak untuk mdptkan kebebasan• Hak atas persamaan kedudukan• Hak untuk mendapatkan keadilan• Hak untuk mendapatkan perlindungan thd penyalahgunaan kekuasaan• Hak unt bebas berpikir dan berbicara• Hak unt bebas memilih agama• Hak unt bebas berkumpul dan berorganisasi• Hak unt mengatur ekonomi• Hak unt mdpt pendidikan, dll
  57. 57. Akhlak• Bentuk jamak dari “khuluk” yg berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat.• Berakar kata dari ”khalaqa” yg berarti menciptakan, seakar dng kata “khaliq” berarti pencipta, makhluk yg diciptakan, dan khalqun artinya penciptaan.• Hal itu mengisyaratkan bahwa dlm akhlak tercakup pengertian adanya keterpaduan antara kehendak khaliq dng perilaku makhluk (manusia)• Akhlak merupakan sistim nilai yg mengatur hub antar manusia, mengatur hub antara manusia dng Tuhan, juga manusia dng alam semesta
  58. 58. Akhlak menurut istilah• Sifat yg tertanam dlm jiwa manusia, sehingga dia akan muncul secara spontan bilamana diperlukan, tanpa memerlukan pertimbangan lebih dahulu, serta tdk memerlukan dorongan dari luar• Menurut Al-Ghazali; akhlak adalah sebuah keadaan yg tetap dlm jiwa yg darinya lahir perbuatan dng mudah tanpa pemikiran lagi.• Akhlak dlm istilah filsafat disebut ETIKA
  59. 59. Etika• Merupakan pelaksanaan kewajiban seseorang dan pemberian hak yg harus diberikan kpd mereka yg berhak.• Orang berakhlak adalah orang yg melaksanakan kewajiban terhadap segala yg ada secara seimbang dan harmonis• Akhlak haruslah bersifat konstan, spontan, tidak temporer dan tdk memerlukan pemikiran dan pertimbangan serta dorongan dari luar.
  60. 60. Karakteristik akhlak• Selalu sesuai dengan fitrah manusia, karena manusia akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki apabila mengikuti nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh Alqur’an dan Assunnah, sebagai sumber akhlak.• Akhlak islam berfungsi untuk memelihara keberadaan manusia sbg makhluk yg terhormat, sesuai dng fitrohnya.
  61. 61. Akhlak, etika dan moral• Ketiganya berhubungan dng penentuan nilai baik buruk sikap perbuatan manusia.• Perbedaannya terletak pada standar masing-masing• Akhlak, standarnya Alqur’an dan sunnah• Etika standarnya pertimbangan akal pikiran• Moral standarnya adat kebiasaan yg umum berlaku dlm masyarakat.
  62. 62. Ruang lingkup akhlak• Akhlak terhadap Allah Swt• Akhlak terhadap Rasulullah Saw• Akhlak pribadi• Akhlak terhadap sesama manusia• Akhlak terhadap lingkungan
  63. 63. Kedudukan akhlak dlm Islam• Mempunyai kedudukan yg istimewa dan penting, Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia• Identik dng pelaksanaan agama Islam itu sendiri, krn berakhlak islami berarti melaksanakan ajaran Islam secara kaffah (sempurna) dlm seluruh aspek kehidupan• Akhlak merupakan ajaran pokok agama Islam• Sbg barometer keimanan kualitas keimanan
  64. 64. Ciri-ciri akhlak islam• Rabbani artinya bersumber dari wahyu Allah maupun sunnah Nabi• Manusiawi artinya sejalan dng tuntutan fitrah manusia• Universal, ajaran islam sesuai dng kemanusiaan yg universal dan mencakup sgl aspek kehidupan• Seimbang, memenuhi sgl tuntutan kebutuhan baik jasmani maupun rohani• Realistik, memperhatikan kenyataan hidup manusia
  65. 65. Akhlak terhadap Allah• Mentauhidkan Allah• Bertaqwa• Cinta dan ridho• Tawakkal• syukurMuraqabah• Taubat
  66. 66. Akhlak terhadap Rasululloh• Mencintai dan memuliakannya• Menghormati dan memuliakannya lebih daripada tokoh yang lain• Mengikuti dan mentaati yang diajarkannya• Bershalawat kepada Nabi
  67. 67. Akhlak pribadi• Shiddiq, selalu jujur, benar lahir batin, benar hati, perkataan dan perbuatan• Amanah, dipercaya, karena sifat amanah lahir dari kekuatan iman• Istiqomah, artinya tegak lurus, atau sikap teguh mempertahankan keimanan dan keislamannya• Iffah, menjaga kehormatan diri dari sgl yg merendahkan• Tawadhu’ artinya rendah hati• Malu• Sabar dan pemaaf
  68. 68. Akhlak terhadap sesama• 1. akhlak kpd ibu bapak• 2. akhlak kpd keluarga• 3. akhlak terhadap masyarakat
  69. 69. Akhlak terhadap lingkungan• Memakmurkan• Mengelola• Melestarikan
  70. 70. Konsep ilmu dlm Al-Qur’an• Berasal dari kata ‘alima, ya’lamu, ‘ilmun. Alima sbg kata kerja berarti “mengetahui’• Kata ilmu terulang dlm Al-Qur’an 854 kali• Ilmu berarti pengetahuan yg jelas ttg segala sesuatu• Ilmu adalah keistimewaan yg menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan.(Qs. Albaqoroh:31-32)• Ilmu ada 2; ilmu laduni dan ilmu kasbi• Teknologi: ilmu ttg cara menerapkan sains utk memanfaatkan alam untuk kesejahteraan manusia
  71. 71. Sumber ilmu pengetahuan• Alqur’an dan As-sunah (Qs. 12:1-3, 33:21)• Alam semesta (Qs.3:190-192), contohnya: ayat ttg asal mula alam semesta (41:11),ayat ttg urutan penciptaan (79:28- 30)dll• Diri manusia: (Qs.86:5, 91:7-10)• Sejarah, Qs:12:111)
  72. 72. Arah pengembangan ilmu• Bahwa ilpeng yg dipelajari hrs ditujukan unt mendekatkan diri kepada Allah (Qs.22:65,16:14, 14:32-34)• Tidak boleh menimbulkan kerusakan, baik pada diri sendiri, org lain maupun alam semesta, QS.7:56• Haruslah tidak ada pemisahan:sekularisasi ilmu yg bertujuan mengotak-ngotakkan antara ilmu dgn agama
  73. 73. Tanda-tanda ilmuwan muslim• Bersungguh-sungguh belajar (Qs.3:7)• Berpihak pada kebenaran (Qs.5:100)• Kritis dlm belajar 9Qs.39:18)• Menyampaikan ilmu (Qs.14;52)• Sangat takut kpd allah (Qs.65:10)• Bangun di waktu malam (Qs.32:16)
  74. 74. Islam Rahmatan lil ‘alamin• Allah telah menjadikan Rasul sbg rahmat bagi seluruh alam, mengutus unt semua manusia, barang siapa yg menerima rahmat yg dibawanya maka akan bahagia dunia dan akherat

×