• Like
  • Save
Makalah pengamalan pancasila
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Makalah pengamalan pancasila

  • 16,840 views
Published

makalah ini menjelaskan tentang pengamalan pancasila

makalah ini menjelaskan tentang pengamalan pancasila

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
16,840
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
3
Likes
9

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 1MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA(PENGAMALAN PANCASILA)Disusun Oleh :Dickeu Mulia Diana (41152020110023)Kelas : Akuntansi – ADosen : Bapak Dudi HaryadiUNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG2011 - 2012
  • 2. 2KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan ke khadirat Allah SWT.Alhamdulillah penyusun telah diberi kesempatan untuk memberikan argumentasinyayang dituangkan dalam makalah ini. Tujuan penulis dalam menyusun makalah ini, penulisberasumsi bahwa pembaca harus tahu dan mengerti apa yang dimaksud PENGAMALANPANCASILA dan mengapa perlu sekali untuk dipelajari dan dipahami.Berdasarkan pemikiran tersebut, baik mahasiswa maupun dosen harus saling membantuagar tercapai pemahaman secara visual dan mendetail dan penulis menyampaikannya dengangaya bahasa yang bersifat formal. Dalam arti penulis berusaha untuk mengantisipasi danmenjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam pikiran mahasiswa setelahmembaca makalah ini.Mengingat banyaknya topik yang harus dibahas dan disesuaikan dengan silabus MataKuliah PEDIDIKAN PANCASILA diperguruan tinggi, maka penulis memberikan pengertiansecara terperinci agar pembaca bisa cepat paham dengan maksud penulisan makalah ini.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih mengandung banyak kekurangan.Olehkarena itu penulis sangat berterimakasih apabila pembaca bersedia memberikan kritik dan saran,sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan makalah berikutnya.Penulis juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Dosen Pendidikan Pancasila yangtelah memberikan tugas makalah ini, karena dengan adanya makalah ini penulis bisa lebih pahamarti dan makna pembahasan Pengamalan Pancasila. Akhirnya semoga makalah ini bermanfaatbagi kita semua. Amiin…Bandung, 24 Oktober 2011Penyusun
  • 3. 3DAFTAR ISIKata Pengantar……………………………………………………………………………….. iDaftar Isi…………………………………………………………………………………....... iiBab I Pendahuluan…………………………………………………………………………… 11.1 Latar Belakang……………………………………………………………………...11.2 Tujuan…………………………………………………………………………........11.2.1 Teoritis…………………………………………………………………..…1-21.2.2 Praktis………………………………………………………………………...21.3 Identifikasi Masalah…………………………………………………………….….2Bab II Tinjauan Teori………………………………………………………………………….3Bab III Pembahasan ……………………………………………………………………….…6Bab IV Penutup……………………………………………………………………………....19Daftar Pustaka………………………………………………………………………………..20
  • 4. 4BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSebagai warga Negara yang baik, setia kepada nusa dan bangsa, sudah seharusnyalah kitamempelajari dan menghayati pandangan hidup bangsa yang selakigus sebagai dasar filsafatnegara, seterusnya untuk diamalkan dan dipertahankan.Pancasila selalu menjadi peganganbersama bangsa Indonesia, baik ketika negara dalam kondisi yang aman maupun dalam kondisinegara yang terancam.Hal ini terbukti dalam sejarah dimana pancasila selalu menjadipeganganketika terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksitensi bangsa Indonesia.Pancasila merupakan cerminan dari karekter bangsa dan negara Indonesia yang beragam. Semuaitu dapat terlihat dari fungsi dan kedudukan pancasila, yakni sebagai; jiwa bangsa Indonesia,kepribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sarana tujuan hidup bangsa Indonesia, danpedoman hidup bangsa Indonesia.Oleh karena itu, penerapan pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegarasangat penting dan mendasar pada setiap warga negara, dalam segala aspek kenegaraan danhukum di Indonesia. Pengamalan pancasila yang baik akan mempermudah terwujudnya tujuandan cita-cita bangsa Indonesia.1.2 TujuanAdapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :1.2.1 TeoritisTujuan nasional menjadi pokok pikiran dalam pengamalan pancasila, sebagai warga Negara yangbaik, setia kepada nusa dan bangsa sudah seharusnya memiliki rasa cinta tanah air, relaberkorban dan mematuhi peraturan UUD 45 dengan menghayati dan mempelajari falsafah
  • 5. 5Negara Indonesia yaitu pancasila. Dengan kata lain pengamalan pancasila yang baik akanmempermudah terwujudnya tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.1.2.2 PraktisDiharapkan tulisan ini menjadikan inspirasi agar mahasiswa dapat memahami danmelaksanakan akan hak dan kewajiban secara santun, jujur, demokratis sebagai WNIterdidik dan bertanggung jawab.Agar mahasiswa dapat memahami berbagai masalah dalam kehidupan berbangsa danbernegara serta dapat mengatasi masalah tersebut dengan pemikiran kritis dan bertanggungjawab yang berlandaskan pendidikan pancasila dan berwawasan nasional..Diharapkan mahasiswa memiliki jiwa kepemimpinan dan nilai-nilai perjuangan, rasa cintatanah air serta rela berkorban demi kepentingan negaranya setelah mempelajari materipengamalan pancasila.1.3Identifikasi MasalahPenulisan makalah ini dibuat berdasarkan masalah-masalah yang dihimpun dan dijadikanpatokan dalam penulisan makalah ini, adapun Identifikasi Masalah di dalam makalah ini adalah :1. Apa pengertian dari pancasila ?2. Sebutkan apa saja makna dari sila-sila pancasila ?3. Bagaimanakah pola pelaksanaan pedoman pelasanaan pengamalan pancasila ?4. Sebutkan pengamalan pancasila secara subjektif dan objektif ?5. Apa realisasi pengalaman Pancasila dalam Bidang Ekonomi, Budaya, Pendidikan dan Iptek ?
  • 6. 6BAB IITINJAUAN TEORIA. Landasan HistorisPancasila lahir tanggal 1 Juni 1945.Pada mulanya, pada sidang BPUPKI tampil beberapa tokohuntuk berpidato menyampaikan pandangannya.Dari sekian banyak pembicara, ada tiga tokohyang paling dipertimbangkan pandangan-pandangannya.Mereka adalah Mr. Moh Yamin, Mr.Supomo, dan Ir. Soekarno.Pidato Moh. Yamin pada tanggal 29 Mei 1945 mengusulkan lima dasar negara kebangsaanIndonesia, yakni sebagai berikut :a. Peri Kebangsaan.b. Peri Kemanusiaan.c. Peri Ketuhanan.d. Peri Kerakyatan.e. Kesejahteraan Rakyat.Mr. Supomo dalam pidatonya tanggal 31 Mei 1945 menyampaikan dasar-dasar negara yangdiajukan sebagai berikut :a. Persatuan.b. Kekeluargaan.c. Keseimbangan lahir dan batin.d. Musyawarah.
  • 7. 7e. Keadilan Rakyat.Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 mengajukan usulan nama lima asas yang disebut denganPancasila. Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945 sering disebut sebagai hari lahirnya Pancasila.Sila-sila yang diusukan Ir. Soekarno sebagai berikut :a. Kebangsaan Indonesia.b. Internasionalisme atau perikemanusiaan.c. Mufakat atau demokrasi.d. Kesejahteraan sosial.e. Ketuhanan Yang Maha Esa.BPUPKI membentuk panitia kecil yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia ini dikenal sebagaipanitia sembilan yang anggota-anggotanya adalah Drs. Moh Hatta, Mr. Moh Yamin, Mr. AhmadSubarjo, Mr. A.A. Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wakhid Hasyim, H. Agus Salim, danAbikusno Cokrosuyoso.Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan melahirkan rumusan yang dikenal dengan PiagamJakarta(Jakarta Charter). Rumusan tersebut adalah sebagai berikut :a. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemuluk-pemeluknya.b. Dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab.c. Persatuan Indonesia.d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarakatan/perwakilan.e. Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • 8. 8B. Landasan sosoilogisBangsa Indonesia memiliki budaya yang beragam dan multikultur berdasarkan etnis danBahasa.Masyarakat Indonesia mengakui dan menghargai lintas budaya, betapa punkecilnya.Perbedaan ini harus dipandang sebagai potensi kekuatan bangsa.Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keragaman ini diikat dalam norma dan aturan untukmenjaga harmoni kehidupan untuk mewujudkan kesadaran moral dan hukum. Arus informasiyang berdampak pada goyahnya jati diri bangsa, diperlukan komitmen kebangsaan untukmewujudkan cinta tanah air, kesadaran bela negara, persatuan nasional dalam suasana salingmenghargai keberagaman.Persatuan dalam keberagaman budaya, adat istiadat, tradisi harusdibina dan ditingkatkan secara demokratis, terpola dan terus-menerus.C. Landasan YuridisPendidikan kewarganegaraan bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yangmemiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.Rasa ini diwujudkan dalam bentuk bela negara, seperti yang tercantum dalam UUD 1945 hasilAmandemen, yaitu pasal 27 ayat 3, Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upayapembelaan negara.Ditegaskan kembali pada pasal 30 ayat 1, bahwa Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan keamanan Negara.
  • 9. 9BAB IIIPEMBAHASANA. Pengertian PancasilaPancasila berasal dari bahasa sansekerta,yaitu panca yang berarti lima dan syila dengan vokal ipendek artinya batu sendi,alas , atau dasar. Sedangkan syiila dengan vokal i panjang artinyaperaturan tingkah laku yang baik atau penting.Kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa Indonesia terutama bahasa jawa diartikan menjadi“susila” yang memiliki hubungan dengan moralitas. Oleh karena itu secara etimologi kata“pancasila” yaang dimaksud adalah istilah “pancasyila” dengan vokal i yang memiliki maknaleksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”.Adapunistilah “pancasyiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna “lima aturan tingkah laku yangpenting”.Perkataan pancasila mula-mula terdapat dalam perpustakaan Budha India.Ajaran budhabersumber ada kitab suci Tripitaka dan Vinaya pitaka, yang kesemuanya itu merupakan ajaranmoral untuk maencapai surga. Ajaran pancausila menurut Budha adalah merupakan lima aturan(larangan) atau five moral principles, yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para panganutnya.Adapun isi lengkap larangan itu adalah :Panatipada veramani sikhapadam samadiyani,artinya “jangan mencabut nyawa mahluk hidup”atau dilarang membunuh.Dinna dana veramani shikapadam samadiyani, artinya “jangan mengambil barang yang tidakdiberikan.” Maksudnya dilarang mencuri.Kameshu micchacara veramani shikapadam samadiyani,artinya “jangan berbuat zina.”Musawada veramani shikapadam samadiyani, artinya “jangan berkata bohong” atau dilarangberdusta.
  • 10. 10Sura merayu masjja pamada tikana veramani, artinya “janganlah minum –minuman yangmemabukkan.”Nilai-nilai pancasila secara intrinsik bersifat filosofis,dan di dalam kehidupan myarakatIndonesia nilai pancasila secara praktis merupakan filsafat hidup(pandangan hidup). Nilai danfungsi filsafat pancasila telah ada jauh sebelum indonesia merdeka. Hal ini dibuktikan dengansejarah majapahit(1293). Pada waktu itu hindu dan budha hidup berdampingan dengan damaidalam satu kerajaan. Emp prapanca menulis “negara kertagama”(1365). Dalam kitab tersebuttelah terdapat istilah “pancasila”.Empu tantular yang mengarang buku “sotasoma” yang di dalamnya membuata seloka yangberbunyi: “Bhineka Tunggal ika tan Hana Drama Mangrua”, artinya walaupun berbeda-bedanamun satu jua adanya, sebab tidak ada agama yang memiliki Tuhan yang berbeda. Hal inimenunjukan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu, yaitu agama Hindu danBudha.Bahkan salah satu kerajaan yang enja di kekuasaannya yaitu pasai justru telah memelukagama Islam.Sumpah palapa yang diucapkan Majapahit Gajahmada dalam ratu dan para menteri dipasembahan keprabuan Mahapahit pada tahun 1331, yang berisi cita-cita mempersatukanseluruhnusantara raya sebagai berikut: “ Saya baru akan berhenti berpuasa makan palapa,jikalau seluruhnusantara bertakhluk di bawah kekuasaan negara, jikalau gurun, seram, tanjungpura, Haru,Pahang, Dempo, Bali, Sunda, Palembang, tumasik telah dikalahkan”.B. Makna Sila-sila Pancasila1. Ketuhanan Yang Maha Esa.Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang MahaEsa.Manusia indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agamadan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
  • 11. 11Mengembangkan sikap hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agamadengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan kepaercayaan terhadapTuhan Yang Maha Esa.Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah asalah yang menyangkuthubungan pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa.Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai denganagama dan kepercayaannya masing-masing.Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepadaorang lain.2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap.Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagaimahluk Tuhan Yang Maha Esa.Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpamembeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial,warna kulit dan sebagainya.Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.Berani membela kebenaran dan keadilan.Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan orang lain.
  • 12. 123. Persatuan Indonesia.Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dannegara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa jika diperlukan.Mengaembangkan rasa cinta kepada tanah airdan bangsa.Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilansosial.Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.4. Kerakyaktan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijasanaan dalam permusyawarakatan/perwakilanSebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyaikedudukan, hak dan kewajiban yang sama.Mengutamakan musyawarakatan dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagian hasilmusyawarah.Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusanmusyawarah.Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dangolongan.Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hat nurani yang luhur.Keputusan yang diambil harus dapat dipertnggungjawabkan secara moral kepada TuhanYang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dankeadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan semi kepentingan bersama.Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakanpemusyawaratan.
  • 13. 135. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaandan kegotongroyongan.Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.Menjaga keseimbangan antara hak dan kuwajiban.Menghormati hak orang lain.Tidak mengginakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap oranglain.Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidupmewah.Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentinganumum.Suka bekerja keras.Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraanbersama.Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilansosial.C. Pola Pelaksanaan Pedoman Pelaksanaan Pengamalan PancasilaPola pelaksanaan pedoman pelaksanaan pengamalan pancasila dilakukan agar pancasilasungguh-sungguh dihayati dan diamalkan oleh segenap warga negara, baik dalam kehidupanorang seorang maupun dalam kehidupan kemasyarakat.Oleh karena itu, diharapkan terarahusaha-usaha pembinaan manusia Indonesia agar menjadi insan pancasila dan pembangunanbangsa untuk mewujudkan masyarakat Pancasila.
  • 14. 141. Jalur-jalur yang digunakanJalur PendidikanPendidikan memegang peranan yang sanagat penting dalam pengamalan pancasila, baikpendidikan formal (sekolah) maupun nonformal(di lingkungan keluarga dan masyarakat),keduanya sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia.Dalam pendidikan formal semua tindak-perbuatannya haruslah mencerminkan nilai-nilai luhurPancasila. Dalam pendidikan keluarga pengamalan Pancasila harus ditanamkan dandikembangkan sejak anak-anak masih kecil, sehingga proses pendarah-dagingan nilai-nilaiPancasila dengan baik dan menuntut suasana keluarga yang mendukung. Lingkungan masyarakatjuga turut menentukansehingga harus dibina dengan sungguh-sungguh supaya menjadi tempatyang subur bagi pelaksanaan pengamalan Pancasila.Melalui pendidikan inilah anak-anak didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila.Penyerapannilai-nilai moral Pacasila diarahkan berjalan melalui pemahaman dari pemikiran dan danpengamalan secara pribadi.Sasaran pelaksanaan pedomaan pengamalan Pancasila adalahperorangan, keluarga, masyarakat, baik dilingkungan tempat tinggal masing-masing, maupun dilingkungan tempat bekerja.Jalur Media MassaPeranan media massa sangat menjanjikan karena pengaruh media massa dari dahulu sampaisekarang sangat kuat, baik dalam pembentukan karakter yang positif maupun karakter yangnegatif, sasaran media massa sangat luas mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sosialisasimelalui media massa begitu cepat dan menarik sehingga semua kalangan bisa menikmati baikmelalui pers, radio, televisi dan internet. Hal itu membuka peluang besar golongan tertentumenerima sosialisasi yang seharusnya belum saatnya mereka terima dan juga masuknyasosialisasi yang tidak bersifat membangun. Media massa adalah jalur pendidikan dalam arti luasdan peranannya begitu penting sehingga perlu mendapat penonjolan tersendiri sebagai polapedoman pengamalan Pancasila. Sehingga dalam menggunakan media massa tersebut harusdijaga agar tidak merusak mental bangsa dan harus seoptimal mungkin penggunaannya untuk
  • 15. 15sosialisasi pembentukan kepribadian bangsa yang pancasilais. Jadi, untuk sosialisasi-sosialisasiyang mengancam penanaman pengamalan Pancasila harus disensor.Jalur Organisasi Sosial PolitikPengamalan Pacansila harus diterapkan dalam setiap elemen bangsa dan negaraIndonesia.Organisasi sosial politik adalah wadah pemimpin-pemimpin bangsa dalam bidangnyamasing-masing sesuai dengan keahliannya, peran dan tanggung jawabnya. Sehingga segalaunsur-unsur dalam organisasi sosial politik seperti para pegawai Republik Indonesia harusmengikuti pedoman pengmalan Pancasial agar berkepribadian Pancasila karena mereka selainwarga negara Indonesia, abdi masyarakat juga sebagai abdi masyarakat, dengan begitu makasegala kendala akan mudah dihadapi dan tujuan serta cita-cita hidup bangsa Indonesia akanterwujud.2. Penciptaan suasana yang menunjangKebijaksanaan Pemerintah dan Peraturan Perundang-undanganPenjabaran kebijaksanaan pemerintah dan perundang-undangan merupakan salah satu jalur yangdapat memperlancar pelaksanaan pedoman pengamalan pancasila dimana aspek sanksi ataupenegakan hukm mendpat penekanan khusus.Aparatur NegaraRakyat hendaklah berpartisipasi aktif di dalam menciptakan suasana dan keadaan yangmendorong pelaksanaan pedoman pengamalan Pancasila.Dan aparatur pemerintah sebagaipelaksana dan pengabdi kepentingan rakyat harus memahami dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di dalam masyarakat.Sarana dan prasarana dalam pelaksanaanpengamalan Pacasila perlu disediakan dan memfungsikan lembaga-lembaga kenegaraan,khususnya lembaga penegak hukum dalam menjamin hak-hak warga negaranya dan melindungidari perbutan-perbuatan tercela.
  • 16. 16Kepemimpinan dan Pemimpin RakyatPeranan kepemimpinan dan pemimpin masyarakat, baik pemimpin formal maupun informalsangat penting dalam pelaksanaan pedoman pengamalan.Mereka dapat menyampaikanbagaimana pola pelaksanaan pedoman pengamalan Pancasila dan menyuruh bawahan atauumatnya untuk mengikuti pola pedoman pelaksanaan Pancasila.begitu Pengamalan pancasilaakan tetep lestari.D. Pengamalan Pancasila secara Subjektif dan Objektif1. Pengamalan secara objektifPengamalan pancasila yang obyektif adalah pelaksanaan dalam bentuk realisasi dalam setiappenyelengaraan negara, baik di bidang legislatif,eksekutif, maupun yudikatif. Dan semua bidangkenegaraan terutama realisasinya dalam bentuk peraturan perudang-undangan negara Indonesiaantara lain sebagai berikut :Tafsiran UUD 1945, harus dapat dilihat dari sudut dasar filsafat negara pancasila sebagaimanatercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia IVPelaksanaan UUD 1945 dalam undang-undang harus mengingat dasar-dasar pokok pikirantercantum dalam dasar filsafat negara IndonesiaTanpa mengurangi sifat undang-undang yang tidak dapat diganggu gugat, iterprestasipelaksanaannya harus mengingat unsur-unsur yang terkandung dalam dassaar filsafat negara.Interprestasi pelaksanaan undang-undang harus lengkap dan menyeluruh, meliputi seluruhperundang-undangan dibawah undang-undang dan keputusan-keputusan administratif daritingkat penguasa penguasa negara, mulai dari pemerintah pusat sampai dengan dengan alat-alatperlengkapan negara di daerah, keputusan-keputusan pengadilan serta alat perlengkapnya,begitujuga meliputi usaha kenegaraan dan ermasuk rakyat.
  • 17. 17Dengan demikian seluruh hidup kenegaraan dan tertip hukum Indonesia didasarkan atas dandiliputi oleh asas filsafat, politik dan tujuan negara didasarkan atas asas kerohanian Pancasila.Hal ini termasuk pokok kaidah negara serta pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaanUUD 1945. Dalam realisasi pelaksanaan kongkritnya yaitu dalam setiap penentuan kebijakandibidang kenegaraan antara lain :a. Garis besar haluan negarab. Hukum, perundang-undangan, dan peradilanc. Pemerintahd. Politik dalam dalam luar negerie. Keselamatan, keamanan, dan pertahanaf. Kesejahteraang. Kebudayaanh. Pendidikan2. Pengamalan secara subjektifPengamalan pancasila pengamalan pancasila yang subyektif adalah pelaksanaan dalam pribadiseseorang,warga negara, individu, penduduk, penguasa, dan orang Indonesia. Pengamalanpancasila yang subyektif ini justru lebih penting dari pengamalan yang karena pengamalan yangsubyektif merupakan syarat pengamalan pancasila yang obyektif.Dengan demikian pelaksanaanpancasila yang subyektif ini berkaitan dengan kesadaran, ketaatan, serta kesiapan individu untukmengamalkan pancasila. Dalam pengertian inilah akan terwujud jika suatu keseimbangankerohanian yang mewujudkan suatu bentuk kehidupan dimana kesadaran wajib hukum telahberpadu menjadi kesadaran wajib moral. Sehingga dengan demikian suatu perbuatan yang tidakmemenuhi wajib melaksanakan pancasila.
  • 18. 18Dalam pengamalan pancasila yang subyektif ini bilamana nilai-nilai pancasila telahdipahami,diresapi, dan dihayati oleh seseorang maka orang itu telah memiliki moral pancasiladan jika berlansung terus menerus sehingga melekat dalam hati maka disebut dengan kepribadianpancasila. Pengertian kepribadian bangsa Indonseia dapat dikembalikan kepada hakikatmanusia.Telah diketahui bahwa segala sesuatu itu memiliki tiga macam hakikat yaitu :Hakikat abstrak, yaitu terdiri atas unsur-unsur yang bersama-sama menjadikan hal itu ada, danmenyebabkan sesuatu yang sama jenis menjadi berbeda dengan jenis lain sehingga hakikat inidisebut dengan hakikat universal. Contoh; jenis manusia, hewan, tumbuhan.Hakikat pribadi yaitu ciri khusus yang melekat sehingga membedakan dengan sesuatu yang lain.Bagi bangsa Indonesia hakikat pribadi ini disebut dengan kepribadian.Dan hakikat pribadi inimerupakan penjelmaan dari hakikat abstrak.Hakikat kongkrit yaitu hakikat segala sesuatu dalam menyatakan kongkrit, dan hakikat inimerupakan penjelmaan dari hakikat abstrak dan hakikat kongkrit.Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia, pengertian kepribadian Indonsesia ini memiliki tingkatanyaitu :a. Kepribadian yang berupa sifat-sifat hakikat kemanusiaan ”monupluralis”jadi sifat-sifatkemanusiaan yang abstrak umum universal. Dalam pengertian ini disebut kepribadiankemanusiaan, karena termasuk jenis manusia, dan memiliki sifat kemanusiaan.b. Kepribadian yang mengandung sifat kemanusiaan, yang telah terjelma dalam sifat khaskepribadian bangsa Indonesia (pancasila) dan ditambah dengan sifat-sifat tetap yang terdapatpada bangsa Indonesia, ciri khas, karakter, kebudayaan dan lain sebagainya.c. Kepribadian kemanusiaan, kepribadian Indonesia dalam realisasi kongkritnya, setiap orang,suku bangsa, memiliki sifat yang tidak tetap, dinamis tergantung pada keadaanmanusia(Indonesia) perorangan secara kongkrit. Berdasarkan uraian diatas maka pengamalanpancasila subyektif dari pancasila meliputi pelaksanaan, pandangan hidup, telah dirumuskandalam P4(Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila).
  • 19. 19E. Realisasi pengalaman Pancasila dalam Bidang Ekonomi, Budaya, Pendidikan dan Iptek1. Bidang EkonomiEkonomi yang berdasarkan Pancasila tidak dapat dilepaskan dari sifat dasar individu dan sosial.Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain untuk memenuhi semua kebutuhanyatetapi manusia juga mempunyai kebutuhan dimana orang lain tidak diharapkan ada atau turutcampur. Ekonomi menurut pancasila adalah berdasarkan asas kebersamaan, kekeluargaan artinyawalaupun terjadi persaingan namun tetap dalam kerangka tujuan bersama sehingga tidak terjadipersaingan bebas yang mematikan (Kaelan, 1996: 193). Dengan demikian pelaku ekonomi diIndonesia dalam menjalankan usahanya tidak melakukan persaingan bebas, meskipun sebagiandari mereka akan mendapat keuntungan yang lebih besar dan menjanjikan. Hal ini dilakukankarena pengamalan dalam bidang ekonomi harus berdasarkan kekeluargaan.Jadi interaksi antarpelaku ekonomi sama-sama menguntungkan dan tidak saling menjatuhkan sehingga usaha-usahakecil dapat berkembang dan mendukung perekonomian Indonesia menjadi kuat.2. Bidang budayaKebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, adat-istiadat dan lain kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagaianggota masyarakat (Soerjono Soekanto, 2005: 172). Begitu luas cakupan kebudayaan tetapidalam pengamalan Pancasila kebudayaan bangsa Indonesia adalah budaya ketimuran,yangsangat menjunjung tinggi sopan santun, ramah tamah, kesusilaan dan lain-lain.BudayaIndonesia memang mengalami perkembangan misalnya dalam hal Iptek dan pola hidup,perubahan dan perkembangan ini didapat dari kebudayaan asing yang berhasil masuk danditerima oleh bangsa Indonesia.Semua kebudayaan asing yang diterima adalah kebudayaan yangmasih sejalan dengan Pancasila.Walaupun begitu tidak jarang kebudayaan yang jelas-jelasbertentangan dengan budaya Indonesia dapat berkembang di Indonesia. Ini menunjukan bahwafilter Pancasila tidak berperan optimal, itu terjadi karena pengamalan Pancasila tidak sepenuhnya
  • 20. 20dilakukan oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu harus ada tindakan lanjut agar budaya bangsaIndonesia sesuai dengan Pancasila. Pembudayaan Pancasila tidak hanya pada kulit luar budayamisalnya hanya pada tingkat propaganda, pengenalan serta pemasyarakatan akan tetapi sampaipada tingkat kemampuan mental kejiwaan manusia yaitu sampai pada tingkat akal, rasa dankehendak manusia (Kaelan, 1996: 193).3. Bidang PendidikanPendidikan adalah salah satu piranti untuk membentuk kepribadian.Maka dari itu pendidikanyang dilaksanakan harus sesuai diperhatikan.Pendidikan nasional harus dipersatukan atas dasarPancasila. Menurut Notonegoro (1973), perlu disusun sistem ilmiah berdasarkan Pancasilatentang ajaran, teori, filsafat, praktek, pendidikan nasiona, yang menjadi dasar tunggal bagipenyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional. Dengan begitu diharapkan tujuanpendidikan nasional dapat terwujud dengan mudah.Tujuan pendidikan nasional adalahmenciptakan manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.4. Ilmu Pengetahuan dan TeknologiIptek harus memenuhi etika ilmiah, yang paling berbahaya adalah yang menyangkut hidup mati,orang banyak, masa depan, hak-hak manusia dan lingkungan hidup. Di samping itu Ilmupengetahuan dan teknologi di Indonesia harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila karena Iptekpada dasarnya adalah untuk kesejahteraan umat manusia. Nilai-nilai Pancasila bilamana dirincidalam etika yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah sebagai berikut:Hormat terhadap hayat, karena semua makhluk hidup yang ada di alam semesta ini adalahmakhluk Tuhan Yang Maha Esa (sila satu).Persetujuan suka rela untuk eksperimen dengan penerangan yang cukup dan benar tentang gunaakibatnya, karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah demi kemanusiaan (sila II,IV).Tanggung jawab sosial ilmu pengetahuan dan teknologi harus lebih penting dari pada mengejarpemecahan persoalan ilmiah namun mengorbankan kemanusiaan (sila II, V).
  • 21. 21Sumber ilmiah sebagai sumber nasional bagi warga negara seluruhnya (sila III).Pemanfaatanilmu pengetahuan dan tenologi harus mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.Alokasi pemerataan sumber dan hasilnya (sila III, V).Pentingnya individualitas dan kemanusiaan dalam catur darma ilmu pengetahuan, yaitupenelitian, pengajaran, penerapan, dsan pengamalannya (sila II, III, V).Pelestarian lingkungan dengan memperhitungkan generasi mendatang (sila I, II, V).Hak untuk berbeda dan kewajiban untuk bersatu (semua sila).Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mengakibatkan terpisahnya jasmani danrokhani bagi hayat (semua sila).
  • 22. 22BAB IVPENUTUP3.1 KesimpulanBangsa Indonesia mempunyai pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegaraIndonesia, nilai dan norma yang terkandung di dalamnya merupakan keinginan dari bangsaIndonesia yang harus di amalkan. Pengamalan Pancasila secara subjektif akan memperkuatpengamalan Pancasila secara objektif. Pengamalan Pancasila ini harus di lakukan dalam berbagaibidang kehidupan di negara Indonesia agar Pancasila benar-benar berperan sebagaimana Fungsidan kedudukannya dan supaya tujuan serta cita-cita bangsa Indonesia mudah terwujud.3.2 SaranDewasa ini pengamalan pengamalan Pancasila semakin memudar terlebih lagi di era globalisasi,sehingga mengancam mental dan kepribadian bangsa Indonesia. Hal ini harus segera ditanganidengan cara meningkatkan penanaman pengamalan Pancasila melalui pendidikan yangseutuhnya, jadi tidak sebatas teori tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untukitu, perlu adanya kesadaran dari setiap warga negara akan pentingnya pengamalan pancasila danmempertahankannya.
  • 23. 23DAFTAR PUSTAKA- www.google.com- www.wikipedia.com- www.yahoo.com- Andriani Purwastuti, dkk. 2002. PendidikanPancasila. Yogyakarta: UNY Press