Jelaskan tentang metode plaque virus beserta kelebihan dan kekurangan metode berdasarkan pustakayang adaPenjelasan mengapa...
kotorannya encer, tubuh kurus, jengger dan pial pucat berkerut.4. Lumpuh marek adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh...
DetailPenyakit ini menyerang sapi, kuda dan babi. Sedangkan kambing dan domba relatif lebih resistenwalaupun dapat juga te...
moncong. Karena adanya lesi pada kaki menyebabkan kepincangan pada hewan. Angkamorbiditas dapat mencapai 100% tetapi angka...
hati. RVF sering dikelirukan dengan Bluetongue, enterotoxaemia, hepatotoxin, nairobi sheepdisease. Wesselsbron disease, pe...
Nama PenyakitPseudo Rabies (PRV)(sinonim : Aujeszky,s, infectious bulbar paralysis atau Mad itch)PenyebabAlphaherpesvirus ...
Atropic Rhinitis (AR) pada BabiPenyebabPasteurella multocidaDiskripsi SingkatAtropic Rhinitis adalah penyakit menular pada...
A. INFEKSI SECARA LITIKInfeksi secara litik melalui fase-fase sebagai berikut ini:1. Fase adsorpsi dan infeksiFag akan mel...
DNA virus bersatu dengan DNA hospes membentuk profag. Dalam bentuk profag,       sebagian besar gen berada dalam fase tida...
[sunting] Replikasi (Biosintesis)Setelah disuntikkan kedalam sel inang, DNA[2][3] dari virus akan menonaktifkan DNA selina...
Haenen O , 2003. Global Occurance of KHV. Modified Abstract of Lecture at The Institut furZoologie, Fischereibiologie und ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Plaque adz

1,401 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,401
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Plaque adz

  1. 1. Jelaskan tentang metode plaque virus beserta kelebihan dan kekurangan metode berdasarkan pustakayang adaPenjelasan mengapa hasil positif maupun negative pembentukan plaqueAlasan pengambilan sampel dari limbah pembuangan ayam, kambing, sapi,ikan. Sebut dan jelaskanmasing-masing virus yang menyerang hewan tersebut beserta nama penyakitnyaPenyakit Virus Pada AyamSumber: TRUBUS no. 201 / Tahun XVIIBerbagai jenis penyakit virus mudah sekali menular, dan banyak diantaranya sangat ditakuti peternakkarena keganasannya. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhan penyakityang disebabkan oleh virus.Ayam mudah diternak, tapi sangat rawan terhadap penyakit. Di antara berbagai jenis penyakit menularyang banyak mengancam, penyakit menular yang disebabkan oleh virus merupakan jenis penyakit yangpaling ditakuti. Virus lebih lembut dari bakteri, karena jasad renik inibisa tembus dari saringan bakteri. Iatidak bisa dilihat dengan mikroskop biasa. Untuk melihatnya secara jelas diperlukan foto denganmempergunakan mikroskop elektron.Penyakit virus mudah sekali menular. Baik secara kontak langsung maupun lewat perantara benda-benda lain. Misalnya udara, air minum, makanan, dan alat-alat peternakan yang tercemar. Di antaraberbagai jenis penyakit akibat virus yang sering merugikan peternakan ayam antara lain adalah teteloalias ND (New Cattle Desease), cacar unggas alias Fowl Pox, leukosis, lumpuh marek alias mareksdisease, gumboro alias infectious bursal disease, salesma ayam alias infectious laryngotracheitis, dankini flu burung, dll. Berikut akan dijelaskan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus.1. Tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan Paramixovirus. Keganasannyatergantung dari strain atau tipenya. Penyakit ini menyerang alat pernafasan, susunan dan jaringansyaraf, serta alat-alat reproduksi telur. Yang ganas cepat sekali menular, dan seringkali menimbulkankematian secara mendadak.2. Cacar unggas adalah penyakit bercak-bercak kulit yang disebabkan oleh virus Borreliota avium.Menyerang rongga mulut, hulu tenggorokan, daerah sekitar mata, jengger dan pial. Selain secara kontaklangsung, penyakit ini bisa meluar lewat perantaraan nyamuk dan lalat.3. Leukosis adalah penyakit tumor menular yang bersifat menahun. Penyebabnya adalah virus leukosis.Gejala dimulai dengan timbulnya pertumbuhan abnormal pada sel-sel darah putih. Tumor yangmenyerang jaringan syaraf akan menimbulkan kelumpuhan pada leher, sayap dan kaki. Yang menyerangmata akan membuat bentuk mata tidak normal, rabun atau buta sama sekali. Yang menyerang organbagian dalam (hati, ginjal, limpa dan ovarium) akan membuat ayam berjalan tegak seperti itik, danpenyakitnya disebut big liver disease. Akibatnya hati akan membengkak 3 sampai 4 kali normal,
  2. 2. kotorannya encer, tubuh kurus, jengger dan pial pucat berkerut.4. Lumpuh marek adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh virus herpes. Menyerang anak ayamberumur 1-5 bulan. Gejalanya ditandai kejang lumpuh dengan kaki satu ke depan dan kaki lainnyakebelakang. Selain itu juga menimbulkan pembesaran yang mencolok pada syaraf dan timbulnya tumorpada organ dalam, kulit dan otot.5. Gumboro adalah penyakit yang menyerang bursa fabricii (kelenjar bulat terletak di atas kloaka),penyebabnya adalah virus gumbaro. Anak ayam umur 1-12 hari yang terkena penyakit ini tidak begitunampak tanda-tandanya. Tapi anak ayam umur 3-6 minggu akan menunjukkan gejala yang khas. Anakayam tampak lesu, mengantuk, bulu mengkerut, bulu sekitar dubur kotor, mencret keputih-putihan, danduduk dengan sikap membungkuk. Suka mematuki duburnya sendiri, sehingga menimbulkan luka danpendarahan. Ayam yang mati bangkainya cepat sekali membusuk.6. Salesma ayam adalah penyakit yang disebabkan virus avium. Menyerang saluran pernafasan.Gejalanya sesat nafas, batuk-batuk, mata dan hidung meradang berair, dan sulit bernafas karena adanyalendir berdarah dalam rongga mulut. Bila benafas kepala ditegakkan, dan waktu mengeluarkan nafaskepala ditundukkan dengan mata terpejam. Penyakit ini bersifat akut.Obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit virus sampai saat ini belum ada. Tapi pengobatandengan antibiotika atau kombinasi dengan obat-obatan lain tetap diperlukan untuk mencegahterjadinya komplikasi dengan penyakit yang lain. Dan karena tak adanya obat yang mampumenyembuhkan penyakit virus, alangkah bijaksananya sebelum penyakit berbahaya ini terjadi, peternakmelakukan tindak pencegahan. Caranya antara lain adalah melakukan tata laksana pemeliharaan yangbaik, melaksanakan vaksinasi pada saat yang tepat, dan hindarkan terjadinya stress pada ternak.Direktorat kesehatan Hewan Nama :LudiaPertanyaan :Jenis penyakit babi dan pencegahannya ( obatnya )Jawaban :Nama PenyakitVesicular StomatitisAgen PenyebabGenus vesiculovirusDiskripsi SingkatVesicular stomatitis (VS) adalah penyakit viral yang menyerang ternak dan mengakibatkankerugian ekonomis yang sangat besar. Penyakit ini ditandai dengan demam, timbulnya lepuhpada mukosa mulut, kaki dan ambing. Penyakit ini disebabkan oleh genus vesiculovirus darifamili rhabdoviridae. Vesicular terdiri dari 2 serotipe yaitu : serotipe indiana dan new jersey.
  3. 3. DetailPenyakit ini menyerang sapi, kuda dan babi. Sedangkan kambing dan domba relatif lebih resistenwalaupun dapat juga terinfeksi secara buatan. Beberapa hewan liar yang peka antara lain adalahantelope, domba tanduk besar, raccoons, bangsa kera, rodensia dan bangsa kelelawar. Manusiajuga dapat terinfeksi dengan gejala seperti influenza.Penularan dan penyebaran penyakit terjadi melalui gigitan ektoparasit seperti lalat (phlebotomumsp), nyamuk dan culicoides sp. Virus masuk tubuh melalui mukosa dan kulit yang terluka karenaberbagai sebab misalnya akibat gigitan serangga. Infeksi VS kemungkinan tidak terjadi secarasistemik kecuali pada babi. Infeksi terjadi secara lokal berupa vesikulasi dan denaturasi epiteldan diikuti kerusakan sel dan oedema interstisial. Virus VS dalam jumlah besar terjadi dalamwaktu singkat dalam cairan vesikular dan jaringan-jaringan sekitar lesi atau luka.Masa inkubasi sekitar 2-3 hari kemudian diikuti dengan demam dan timbulnya lepuh pada lidah,mukosa mulut, kulit diantara kuku, juga pada ambing. Adanya lepuh-lepuh tersebutmengakibatkan hipersalivasi, hewan tidak mau makan, pincang dan penurunan kondisi tubuh.Kondisi ambing yang terinfeksi sering diperparah dengan terjadinya mastitis berat sehinggaproduksi susu terhenti.Penyakit lain yang dapat membentuk lepuh antara lain : penyakit mulut dan kuku, swinevesicular disease dan vesicular exanthema.Nama PenyakitSwine Vesicular Disease (SVD)Agen PenyebabGenus enterovirusDiskripsi SingkatSVD adalah penyakit viral akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang babi dengan tanda-tanda klinis berupa demam dan timbulnya lepuh-lepuh terutama pada mulut, hidung, kaki, danambing.DetailSVD disebabkan oleh virus yang termasuk dalam famili Picornaviridae. Virus ini relatif tahanterhadap inaktivasi dengan pemanasan sampai suhu 690C, stabil pada pH 2-112. pada dagingbeku yang tercemar, virus SVD mampu bertahan dalam waktu yang lama sedangkan padaproduk daging babi seperti daging asap, daging diasinkan dan dikeringkan, virus SVD jugamampu bertahan hidup selama 138 hari pada feses babi. Babi merupakan satu-satunya hewanyang dapat terserang SVD. Masa inkubasi berkisar antara 2-7 hari. Gejala klinis yang tampakmirip dengan penyakit mulut dan kuku atau penyakit vesikuler lainnya yaitu ditandai dengandemam, timbulnya lepu-lepuh terutama pada kaki. Lepuh juga timbul di daerah mulut dan
  4. 4. moncong. Karena adanya lesi pada kaki menyebabkan kepincangan pada hewan. Angkamorbiditas dapat mencapai 100% tetapi angka kematian yang ditimbulkannya kecil.Nama PenyakitRift Valley Fever (RVF)Agen PenyebabVirus dalam famili Bunyaviridae genus phlebovirusDiskripsi SingkatRVF adalah penyakit viral akut yang menyerang ruminansia dan disebarkan melalui gigitannyamuk (mosquito-borne viral disease) dengan menyebabkan keguguran. Sedangkan pada hewanmuda menyebabkan kematian yang tinggi. Penyakit ini, RVF juga bersifat zoonosis denganmenyebabkan penyakit menyerupai influenza berat dengan atau disertai komplikasi.DetailSeluruh karkas dari hewan yang diduga menderita RVF harus ditanam atau dibakar karena untukmencegah penularan penyakit pada manusia. Hewan yang peka adalah kambing, domba, sapi,kerbau, onta, dan manusia. Diantara hewan peka tersebut, domba merupakan hewan yang palingpeka diikuti oleh kambing, disamping itu RVF juga dilaporkan dapat menyerang beberapa hewanlainnya seperti : antelope, bangsa kera, rodensia, babi, kuda, anjing, kucing dan burung.Walaupun kejadian penyakit bersifat subklinis. RVF dapat menyerang domba pada semuatingkat umur meskipun demikian anak domba menderita RVF lebih parah daripada dewasa.Angka kematian pada anak domba berumur <1 minggu dapat mencapai 95% sedangkan angkamorbiditas bisa mencapai 100%. Pada anak domba yang masih menyusui, angka kematianmencapai 40-60% dan pada domba muda, angka kematian yang ditimbulkan adalah sekitar15-30%. Pada kejadian perakut, domba sering ditemukan mati mendadak atau tiba-tiba lemahdan kemudian mati. Pada kasus akut, masa inkubasi sangat pendek yaitu sekitar 24 jam,kemudian diikuti oleh demam, denyut jantung cepat, lemah, muntah, keluar eksudatmukopurulent dari hidung dan kematian setelah 24-72 jam. Gejala klinis lainnya berupa diareberdarah dan adanya perdarahan pada selaput mukosa. Pada domba dewasa, umumnya penyakitterjadi secara subakut dengan gejala klinis berupa demam diikuti dengan tidak mau makan, danlesu, lemah, gejala kekuningan (jaundice). Keguguran juga terjadi pada domba betina buntingyang terinfeksi.Sapi muda menderita RVF lebih parah dari sapi dewasa dengan tingkat kematian pada sapi darasampai 30% atau bahkan lebih tinggi pada anak-anak sapi. Sedangkan angka kematian pada sapidewasa kurang dari 2%. Keguguran juga dapat terjadi pada sapi betina bunting dan jugapenurunan produksi susu yang sangat tajam. Gejala klinis RVF pada manusia mempunyaikemiripan dengan gejala penyakit influenza yang berat. Komplikasi yang paling sering terjadiadalah berupa kerusakan pada retina mata yang pada kejadian yang berta bisa mengakibatkankebutaan sementara atau permanen. Komplikasi lain berupa peradangan otak dan peradangan
  5. 5. hati. RVF sering dikelirukan dengan Bluetongue, enterotoxaemia, hepatotoxin, nairobi sheepdisease. Wesselsbron disease, penyakit-penyakit yang menyebabkan keguguran pada sapi dandomba/kambing.Nama PenyakitAfrican Swine Fever (ASF)Agen PenyebabVirus DNA yang mempunyai sifat seperti iridovirus dan poxvirus.Diskripsi SingkatASF adalah penyakit viral pada babi yang sangat menular, menimbulkan berbagai perdarahanpada organ internal dan disertai angka kematian yang sangat tinggi.DetailASF virus sangat tahan terhadap pengaruh lingkungan, dan stabil pada pH 4-13, serta dapat tahanhidup dalam darah (40C) selama 18 bulan, dalam daging dingin selama 15 minggu, dalam dagingbeku selama beberapa tahun, dalam ham selama 6 bulan dan di dalam kiandang babi selama 1bulan. Babi peliharaan (domestik) adalah hewan yang paling peka dan ASF dapak tampak secaraklinis. Sedangkan pada babi hutan – warthogs (Phacochoerus aethiopicus), bushpigs(Potamochoerus porcus) dan babi hutan raksasa (Hylochoerus meinerzhageni), manifestasi ASFhanya subklinis. Babi-babi yang sembuh dari sakit mungkin tampak sehat, tetapi babi-babitersebut sebenarnya masih tetap terinfeksi walaupun tidak menampakkan gejala klinis. Infeksiyang berkelanjutan ini (persistent infection) dapat berlangsung lama bahkan virus masih dapatterisolasi dari beberapa jaringan sampai lebih satu tahun setelah infeksi awal. mAsa inkubasiantara 5-15 hari, dan penyakit dapat terjadi dalam bentuk perakut, akut, subakut dan kronis.Dalam bentuk perakut biasanya hewan ditemukan mati tanpa gejala apapun; bentuk akut ditandaidengan demam sampai mencapai 420 C dan gejala klinis terlihat 1-2 hari setelah muncul demam,nafsu makan menurun, malas bergerak, cenderung berkumpul. Warna kulit terlihat sianosis(kebiruan) terutama pada kaki. Diare dapat terjadi sebagai akibat infeksi sekunder. Pada indukbunting dapat menyebabkan keguguran, dan kematian biasanya terjadi dalam tempo 7 harisetelah muncul gejala klinis, dengan angka kematian 100%; bentuk subakut terlihat demamkonstan atau berfluktuasi sampai 20 hari. Keguguran juga sering terjadi pada babi bunting.Angka kematian sangat bervariasi tergantung dari faktor nutrisi, stres ataupun infeksi sekunder;bentuk kronis sangat bervariasi gejalanya dan mungkin sampai berbulan-bulan. Hewan sakitmungkin mengalami demam dan tanda klinis yang tampak adalah kekurusan serta kerdil. Kadangterjadi pneumonia, pincang dan ulserasi kulit serta hypergammaglobulinemia. Kematian dapatterjadi setiap saat khususnya bila ada infeksi sekunder. Penyakit-penyakit yang dapat dikelirukandengan ASF antara lain: hog cholera, salmonellosis akut, pasteurellosis, aujeszky’s disease,thrombocytopenic purpura (pada babi umur 2-3 minggu), keracunan walfarin, penyakit-penyakitkronis babi dan keracunan logam berat.
  6. 6. Nama PenyakitPseudo Rabies (PRV)(sinonim : Aujeszky,s, infectious bulbar paralysis atau Mad itch)PenyebabAlphaherpesvirus dari famili HerpesviridaeDiskripsi SingkatPseudorabies merupakan penyakit menular bersifat akut yang dapat menimbulkan gejala syaraf,respirasi dan gangguan reproduksi pada babi. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan cukup besarkarena mortalitasnya tinggi, turunnya berat badan dan gangguan reproduksi. Disamping ituhilangnya devisa negara atau daerah akibat larangan ekspor atau antar pulau ternak dan hasilolahannya.DetailHewan yang paling peka adalah babi peliharaan, babi hutan juga dapat terinfeksi. Kasus sporadisdapat terjadi pada sapi, domba, kambing, anjing, kucing dan hewan lainnya seperti srigala kutubdan srigala perak, rusa liar, landak, beruang kutub, harimau tutul, anjing laut, terwelu, kelinciliar, luak, kuskus, musang berang-berang, dan tikus. Orang tidak terserang penyakit ini. Penyakitini ditularkan secara langsung dari babi yang sakit kepada babi yang sehat dan persisten dalamsuatu populasi. Virus dapat dikeluarkan melalui sekresi mulut dan hidung lewat udara. Babiterinfeksi kronis selama lebih dari 1 tahun atau bersifat laten yang sewaktu-waktu mengeluarkanvirus apabila hewan dalam keadaan stres biasanya pada waktu melahirkan. Kebanyakan wabahterjadi sebagai akibat masuknya babi tertular kesuatu kelompok babi yang peka. Penularan virusdari satu kandang ke kandang lainnya dapat terjadi. Peranan vektor mekanis dalam hal ini sangatbesar. Anjing, kucing, dan hewan karnivora lainnya serta tikus dapat terinfeksi akibat makanorgan atau bangkai hewan atau limbah tercemar virus PRV. Penyakit dapat bersifat endemik.Babi yang terserang pseudo rabies ditandai dengan tingkat mortalitas 20-100% terutama anakbabi berumur kurang dari 2 minggu, sedangkan anak babi yang baru disapih, tingkatmortalitasnya 5-10%. Gejala klinis pada sapi dan domba adalah gatal-gatal, menjilat-jilat, tidakmampu berdiri, sangat lemah sampai akhirnya konvulsi, paralisis faring, mulut berbuih dankematian dalam waktu 2 hari setelah gejala klinis muncul. Tindakan administrasi yang dilakukanadalah melaporkan segera kepada dinas peternakan setempat untuk dilakukan tindakansementara. Pencegahannya dengan pelarangan impor hewan dari daerah tertular, karantina yangketat, vaksinasi dengan killed vaksin untuk daerah enzootik. Tidak ada pengobatan yang efektifuntuk penyakit ini, babi-babi yang sudah memperlihatkan gejala klinis diberi serum hiperimunatau preparat imunoglobulin. Tindakan yang paling efektif adalah melakukan vaksinasi, hewanyang sakit dilarang dipotong dan harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur yangdalam.Nama Penyakit
  7. 7. Atropic Rhinitis (AR) pada BabiPenyebabPasteurella multocidaDiskripsi SingkatAtropic Rhinitis adalah penyakit menular pada babi ditandai keluar leleran hidung bersifatpurulen, disertai perubahan bentuk hidung berupa cungur hidung membengkok, atrofi tulangturbinatum dan penurunan produktifitas. AR kemungkinan telah tersebar di seluruh dunia.Amerika Serikat dan beberapa negara di eropa menderita kerugian cukup besar oleh penyakit ini.DetailAR merupakan penyakit khas pada babi dari berbagai umur, namun demikian tanda klinik lebihbanyak ditemukan pada babi muda. Keparahan penyakit erat hubungannya dengan carapengelolaan intensif misalnya pemeliharaan babi dalam jumlah banyak dalam ruangan terbatas,hygiene kandang dan lingkungan yang tidak memadai. Peningkatan konsentrasi amonia dalamruangan kandang yang dipergunakan untuk penggemukan babi, juga sering menyebabkanpeningkatan kasu AR. Penularan terjadi secara aerosol, dari babi tertular ke babi sehat, melaluidroplet yang dikeluarkan saat babi tertular bersin. Penularan dapat terjadi pada semua umur,namun demikian kejadian atrofi turbinatum umum disebabkan karena anak babi tertular sewaktumasih berumur beberapa hari atau minggu. AR mempunyai 2 manifestasi klinik yaitu : bentukprogresif dan parah, bentuk ringan sampai sedang. Gejala klinik yang terlihat adalah babi terlihatbersin-bersin kemudian diikuti oleh eksudat bersifat mukus keluar dari lubang hidung.Pengobatan dengan sulfonamida. Pencegahan AR dapat dilakukan dengan caravaksinasihttp://keswan.ditjennak.go.id/tanyajawabdetail.php?cid=6&id=93Penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh picorna virus.Menurut Hendrick et al (2000), penyakit KHV menyebabkan kematian yang besar dan bersifat sporadispada ikan mas dan koi. Koi Herpes virus (KHV) yang menyerang ikan mas dan koi pertama kaliditemukan di Israel tahun 1997 (Doyle, 2003),Jelaskan mengapa menggunakan bakteri e.coli, sebutkan bakteri lain yang bisa diinfeksi virusPenjelasan infeksi secara litik dan lisogenik virus Untuk perkembangbiakan, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup. Oleh karena itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. Ada dua macam cara virusmenginfeksi sel hospes, yaitu secara litik dan secara lisogenik.
  8. 8. A. INFEKSI SECARA LITIKInfeksi secara litik melalui fase-fase sebagai berikut ini:1. Fase adsorpsi dan infeksiFag akan melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari dinding sel hospes, daerah itudisebut daerah reseptor (receptor site = reseptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu,dan fag jenis lain tidak dapat melekat di tempat tersebut. Virus tidak memiliki enzimuntuk metabolisme, tetapi memliki enzim lisozim yang berfungsi merusak ataumelubangi dinding sel hospes.Sesudah dinding sel hospes terhidrolisis oleh lisozim, maka seluruh isi fag masukkedalam hospes. Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA hospes.2. Fase replikasi (fase sintesa)DNA fag mengadakan replikasi (menyusun DNA) menggunakan DNA hospes sebagaibahan, serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekulDNA baru virus yang lengakap dengan selubungnya.3.Fase pembebasan virus (fag-fag baru)/ fase lisisSesudah fag dewasa, sel hospes akan pecah (lisis), sehingga keluarlah virus atau fag yangbaru. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200.B. INFEKSI SECARA LISOGENIK1. Fase adsorpsi dan infeksiFag menenpel pada tempat yang spesifik. Virus melakukan penetrasi pada hospeskemudian mengluarkan DNAnya kedalam tubuh hospes.2. Fase penggabungan
  9. 9. DNA virus bersatu dengan DNA hospes membentuk profag. Dalam bentuk profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif, tetapi sedikitnya ada satu gen yang selalu aktif. Gen aktif berfungsi untuk mengkode protein reseptor yang berfungsi menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif. 3. Fase pembelahan Bila sel hospes membelah diri, profag ikut membelah sehingga dua sel anakan hospes juga mengandung profag didalam selnya. Hal ini akan berlangsung terus-menerus selama sel bakteri yang mengandung profag membelah.reproduksi virus yang utama karena menyangkut penghancuran sel inangnya.Siklus litik, secara umum mempunyai tiga tahap yaitu adsorbsi & penetrasi, replikasi(biosintesis) dan lisis[1]Setiap siklus litik dalam prosesnya membutuhkan waktu dari 10-60 menit • Siklus litik dari bakteriofage (dimulai dari kanan bawah ke kiri):1. adsorbsi & penetrasi 2. Pengabungan DNA virus dengan DNA sel 3. Replikasi DNA virus 4. Pembentukan kapsid 5. Pembentukan tubuh dan ekor bakteriofage 6. Lisis[sunting] Tahapan siklus[sunting] Adsorbsi & penetrasiTahap adsorbsi yaitu penempelan virus pada inang. Virus mempunyai reseptor protein untukmenempel pada inang spesifik.Setelah menempel, virus kemudian akan melubangi membran dari sel inang dengan enzimlisozim. Setelah berlubang, virus akan menyuntikkan DNA virusnya kedalam sitoplasma selinang.
  10. 10. [sunting] Replikasi (Biosintesis)Setelah disuntikkan kedalam sel inang, DNA[2][3] dari virus akan menonaktifkan DNA selinangnya dan kemudian mengambil alih kerja sel inang, lalu menggunakan sel tersebut untukmemperoleh energi dalam bentuk ATP untuk melanjutkan proses reproduksinya.DNA dari virus, akan menjadikan sel inang sebuah tempat pembentukan virus baru, kemudianDNA akan mengarahkan virus untuk menghasilkan protein dan mereplikasi DNA virus untukdimasukkan ke dalam virus baru yang sedang dibuat.Molekul-molekul protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid, kapsiddibuat dari protein sel inang dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus.[sunting] LisisTahap lisis terjadi ketika virus-virus yang dibuat dalam sel telah matang. Ratusan virus-viruskemudian akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim lisosom yangmenghancurkan membran sel dan menyediakan jalan keluar untuk virus-virus baru. Sel yangmembrannya hancur itu akhirnya akan mati dan virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sellain dan siklus akan berulang kembali.Tahap siklus[sunting] Adsorpsi dan penetrasiVirus menempel pada permukaan sel inang dengan reseptor protein yang spesifik lalumenghancurkan membran sel dengan enzim lisozim, virus melakukan penetrasi pada sel inangdengan menyuntikkan materi genetik yang terdapat pada asam nukleatnya kedalam sel.[sunting] Penyisipan gen virusAsam nukleat dari virus yang telah menembus sitoplasma sel inang kemudian akan menyisipkedalam asam nukleat sel inang, tahap penyisipan tersebut kemudian akan membentuk provirus(pada bakteriofage disebut profage). Sebelum terjadi pembelahan sel, kromosom dan provirusakan bereplikasi.[sunting] Pembelahan sel inangSel inang yang telah disisipi kemudian melakukan pembelahan, provirus yang telah bereplikasiakan diberikan kepada sel anakan dan siklus inipun akan kembali berulang sehingga sel yangmemiliki profage menjadi sangat banyak.
  11. 11. Haenen O , 2003. Global Occurance of KHV. Modified Abstract of Lecture at The Institut furZoologie, Fischereibiologie und Fischkrankheiten, University of Munich, Germany. 5 psHendrick RP, Gilad O, Yun S, Spangenberg JV,2000. A Herpes Virus Associated with MassMortality of Juvenile and Adult Koi, a Strain of Common Carp J. Aquatic Animal Health 12 :44-57Ornamental Aquatic Trade association (OATA) , 2001. KOi Herpes Virus (KHV). UnitedKingdom. 33 halSunarto, et al. 2002. Field investigations on serious disease outbreak among koi and commoncarp (cyprinus carpio) in Indonesia. Paper presented in 5th

×