• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Daya hantar hidrolik dan permeabilitas
 

Daya hantar hidrolik dan permeabilitas

on

  • 1,049 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,049
Views on SlideShare
1,049
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
22
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Daya hantar hidrolik dan permeabilitas Daya hantar hidrolik dan permeabilitas Document Transcript

    • 1 Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Kaitan, Perumusan dan Perkembangan Penglompokan Oleh : Kemala Sari Lubis,SP,MP FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 2 DAFTAR ISI HalamanKata Pengantar iDaftar Isi iiPendahuluan 1Keterhantaran Hidrolik Jenuh 1Pengukuran Keterhantaran Hidrolik pada Tanah Jenuh diLaboratorium dan Lapangan 1 1. Penentuan Keterhamtaran Hidrolik di Laboratorium Menggunakan Permeameter 1 2. Penentuan Keterhamtaran Hidrolik di Lapangan 1Pemindahan Air Melalui Tanah pada Kondisi Jenuh 2 1. Hukum Darcy 2 2. Kecepatan Aliran Air (J) 2 3. Gradien Hidrolik 3Potensial Air 3Potensial Air Tanah pada Aliran Jenuh 3Hubungan Antara Permeabillitas dan Keterhantaran Hidrolik 4 Istilah Permeabilitas 4 Keterkaitan Permabilitas dengan Keterhamtara Hdrolik Jenuh 6Perkembangan Peralihan dari Permeabilitas menjadi Keterhan-taran Hidrolik 7 Sebelum Tahun 2003 7 Tahun 2003 8Penutup 8Daftar Pustaka 9Lampiran 10 iiKemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 3 Pendahuluan Secara kuantitatif jumlah air yang dipindahkan (pemindahan air) dapatdiukur menggunakan hukum Darcy terutama pada kondisi jenuh dengan penekananpada keterhantaran hidrolik jenuh (Ks). Dengan demikian terdapat hubunganketerhantaran hidrolik jenuh dengan permeabilitas. Dalam hukum Darcyketerhantaran hidrolik jenuh adalah konstanta yang menunjukkan hubungan linierantara 2 variabel yanitu J (kecepatan aliran air) dan i (gradient hidrolik).Kemiringan garis J/I menunjukkan hubungan antara kecepatan aliran air dangradient hidrolik. Pengelompokan permeabilitas dan keterhantaran hidrolik jenuh berubah danmengalami perbaikan sejalan dengan perkembangan ilmu dari tahun 1951 hingga2003, kecuali untuk kelas tertinggi. Keterhantaran Hidrolik Jenuh Keterhantaran hidrolik (K), adalah perbandingan antara debit terhadap gradienthirdolik atau sudut pengaliran dan kurva gradient. Pada tanah jenuh dengan struktur stabil,serta pada media sarang yang mantap seperti batu berpasir, sebagai contoh, keterhantaranhidrolik dicirikan oleh nilai yang tetap. Besarnya sekitar 10-2 – 10-3 cm/detik pada tanahpasir dan 10-4 -10-7 cm/detik untuk tanah-tanah liat. Keterhantaran hidrolik (K) bukanhanya merupakan sifat khas tanah itu sendiri, karena K bergantung pada atribut tanah danfluida secara bersama-sama. Sifat tanah yang mempengaruhi keterhantaran hidrolik adalahporositas total, distribusi ukuran pori, kelokan secara ringkas adalah geometri pori suatutanah . Atribut fluida yang mempengaruhi keterhantaran adalah densitas dan viskositassfluida. Keterhantaran hidrolik jenuh adalah pengukuran secara kuantitatif kemampuan tanahyang dijenuhi air kiriman jika dihubungkan dengan gradient hidrolik. Keterhantaranhidrolik jenuh dipengaruhi oleh tanah dan sifat-sifat cairan. Ini bergantung pada ukuranpori dan juga kekentalan cairan dan kerapatan. Keterhantaran hidrolik jenuh untuk suatutanah tertentu menjadi lebih rendah jika cairan labih kental daripada air. Pengukuran Keterhantaran Hidrolik pada Tanah Jenuh di Laboratorium dan Lapangan1.Penentuan Keterhantaran Hidrolik di Laboratorium Menggunakan Permeameter Penentuan semacam ini bias dilakukan dengan contoh tanah yang kering dan terpisah-pisah yang harus dipadatkan ke dalam sel aliran dengan cara standar atau lebih baikmenggunakan contoh tanah utuh yang diambil langsung dari lahan. Pada kedua caratersebut di atas perlu dihindarkan cara-cara untuk mencegah aliran daerah batas sepanjangdinding wadah.Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 42.Penentuan Keterhantaran Hidrolik di Lapangan Oleh Talisma (1960) dan Boersma (1965 a,b) dalam penentuan keterhantaran hidrolikdilakukan dengan mudah di bawah muka air tanah, seperti dengan metode lubang bor(Luthin, 1957) atau dengan metode pezometer (Johnsn et al., 1952). Cara lain denganmetode tabung ganda (Bouwer, 1961, 1962), metode pemompaan dalam sumur dangkal dandengan metode permeameter lapangan (Winger,1960). Pemindahan Air Melalui Tanah pada Kondisi Jenuh Dalam menghitung pemindahan air melalui tanah pada kondisi jenuh dikenal suatuhukum yakni hukum Darcy yang biasa juga digunakan dalam menghitung permeabilitas.Pada kenyataannya hukum Darcy juga melibatkan keterhantaran hidrolik dan gradienthidrolik sebagai parameter. Hukum Darcy ini melukiskan aliran air pada kondisi jenuhsecara kuantitati . Untuk memudahkan kita dalam memahaminya dapat dilihat pada uraianberikut.1. Hukum DarcyHukum Darcy secara kuantitatif merupakan satu ukuran pengaliran air pada tanah jenuhdan dirumuskan sebagai berikut :q = J = - Ki (pers.1), dimana : J = kecepatan aliran air; K = keterhantaran hidrolik dan i = gradient hidrolik Tanda negatif menunjukkan K positif dan mempertahankan kesauan arah ; gradientselalu menurun pada/sejalan arah aliran air. Untuk mudahnya, tanda (-) diabaikan padapembahasan ini. Hukum Darcy menunjukkan bahwa kecepatan aliran air (J) berbandinglurus dengan gradient hidrolik (i). Keterhantaran hidrolik (K) adalah konstansta yangmenegaskan hubungan yang sebanding antara kecepatan aliran dengan gradienthidrolik.Ukuran –ukuran yang menentukan kecepatan aliran air dan gradient hidrolik dalampenetapan keterhantaran hidrolik bias bervariasi. Dalam hukum Darcy, keterhantaranhidrolik jenuh adalah konstanta yang menunjukkan hubungan linier antara 2 variabel J dan i(Gambar 3). Kemiringan garis J/i menunjukkan hubungan antara kecepatan aliran air dangradient hidrolik.2.Kecepatan Aliran Air (J)Kecepatan aliran air dirumuskan sebagai berikut :J = Q/At (pers.2), dimana : J = jumlah air ; Q = pemindahan air melalui irisan melintang (A) dan t = waktu (Gambar 1)Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 5Gambar 1. Kecepatan aliran air (J) adalah jumlah air (Q) yang lewat melalui irisan me- lintang (A) per satuan waktu (t) Kecepatan aliran air dapat didefenisikan sebagai pengaliran air dari sebuah pipa air(hose). Kecepatan aliran air adalah tingkat (banyak) air yang keluar melalui pipa air, dibagidengan luas irisan melintang dari pipa (Contoh : gal/hr in2 atau in3/hr in2 = in/hr).3.Gradien Hidrolik Gradien hidrolik melukiskan efektifitas kekuatan pada pemindahan air dandirumuskan sebagai berikut :i = Δ H/l (pers.3)dimana ΔH adalah perbedaan atau perubahan total potensial air antara titik-titik dalamtanah, dan l adalah jarak antara titik-titik. Gradien hidrolik adalah perbedaan total pusathidrolik per satuan jarak. Potensial Air Tanah Potensial air tanah adalah kekuatan gerakan pemindahan air. Keuntungan utama darikonsep “potensial” adalah sumbangannya terhadap suatu pengukuran yang tidak seragamdegan muka air tanah yang dapat dievaluasi pada suatu waktu dan setiap waktu dalamtanah-tanaman-atmosfir (Hillel, 1980). Air tanah adalah subjek untuk sejumlah gaya.Gaya-gaya ini termasuk gravitasi, tekanan hidrolik, atraksi matriks tanah terhadap air,keberadaan solute, dan aksi tekanan gas eksternal (Hillel, 1980). Pada beberapa titik dalamtanah, total potensial air tanah adalah jumlah semua gaya-gaya yang terlibat.Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 6Potensial Air Tanah pada Aliran JenuhDua kekuatan gerak utama adalah komponen bawah permukaan yaitu pusat tekanan danhidrolik (H) yang dirumuskan sebagai berikut :H = Hg + Hp (pers.4)Dimana : Hg = pusat gravitasi, dimana posisi vertical suatu titik berhubungan dengankemiringan datum tertentu (lihat datum pada Gambar 2). Persamaan pusat gravitasi positifbila di atas datum atau negatif bila di bawah datum (contoh : pusat potensial dalam cm).Kemiringan relatif berbeda antara suatu titik dan datum menentukan pusat gravitasi (Hg).Pusat gravitasi adalah kerja yang dibutuhkan untuk memindahkan air dari datum ke posisisekarang (Hig pada Gambar 2). Hp = pusat tekanan akibat bawah permukaan air, memilikinilai 0 pada permukaan air dan meningkat (memiliki nilai positif) dengan kedalamanmengikuti/di bawah permukaan air) (Contoh : Hip pada Gambar 2). Gambar 2 berikutmenunjukkan variabel yang terlibat pada gradient hidrolik. Gambar ini menunjukkanlubang tanah sebagai suatu silinder untuk kedua ukuran : areal irisan melintang dan satudimensi aliran air vertikal. Total pusat hidrolik pada keduanya yaitu aliran ke dalam (Hi=Hig +H) dan aliran keluar (Ho =0) yang ditentukan oleh datum. Total perbedaan (ΔH =Hi – Ho) antara aliran ke dalam dan keluar adalah kekuatan gerak untuk aliran air.Efektifitas kekuatan gerak ini bergantung pada jarak (l) antara aliran air ke dalam dan aliranair ke luar (ΔH) dibagi dengan l (jarak) adalah gerakan hidrolik. Hasilnya adalah suatupeningkata dalam kecepatan aliran atau tingkat aliran.Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 7Gambar 2. Hi dan Ho adalah total pusat hidrolik pada masing-masing aliran ke dalam dan ke luar. Datum plane adalah pilihan pada keluaran Ho = 0. Perbedaan antara antara Ho dan Hi adalah ΔH. Untuk lubang vertikal dengan datum pada bagian bawah gravitasi (Hig) dan panjang lubang (l ) adalah sama Konskuensinya, keragaman adalah panjang (kedalaman) bawah permukan (Hip)mendapatkan tingkat aliran air yang efektif. Peningkatan panjang kedalaman bawah permu-kaan (Hip) meningkatkan gradien, yang pada gilirannya meningkatkan kecepatan aliran air(flux).Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 8 Pemindahan air berasal dari titik-titik yang lebih tinggi ke yang lebih rendahtotal pusat hidroliknya tanpa melihat apakah titik-titik ada dalam lubang (seperti Gambar2) atau pada suatu bentang lahan. Hubungan Antara Permeabilitas dan Keterhantaran HidrolikIstilah Permeabilitas Istilah permeabilitas telah didefenisikan oleh beberapa pakar dalam kalimat yangberbeda-beda namun mengandung makna yang sama. Ada tiga pengertian untukpermeabilitas seperti berikut : 1. Pada ilmu tanah, permeabilitas didefenisikan secara kualitatif sebagai pengurangan gas-gas, cairan-cairan atau penetrasi akar tanaman atau lewat melalui suatu massa tanah atau lapisan tanah (SSSA, 2001). 2. Permeabilitas intrinsic menurut Richards (1952) adalah sifat-sifat kuantitatif dari bahan berpori dan dikendalikan semata-mata oleh geometri pori . Tidak seperti keterhantaran hidrolik jenuh, permeabilitas intrinsik tidak bergantung dari kekentalan cairan dan kerapatan. Permeabilitas intrinsic dirumuskan sebagai keterhantaran hidrolik dikali dengan kekentalan cairan dibagi dengan kerapatan cairan dan konstanta gravitasi. Tabel 1 menunjukkan perbandingan keterhantaran hidrolik jenuh dan permeabilitas interinsik. 3. Pada beberapa masalah, permeabilitas digunakan sebagai persamaan untuk Ks (keterhantaran hidrolik jenuh ), meskipun beberapa jumlah lain biasa menggunakan istilah permeabilitas. Sebagai contoh dalam studi permeabilitas oleh Uhland dan O’Neal (1951), kecepatan aliran air (pada kondisi gradient hidrolik >1) diukur sebagai permeabilitas tanah. Hukum Darcy menunjukkan bahwa kecepatan aliran (flux) adalah sama dengan Ks (keterhantaran hidrolik jenuh) hanya jika gradient hidrolik sama dengan 1. Karenanya, nilai kecepatan aliran yang dilaporkan dalam studi ini tidak sama dengan Ks. Perbedaan pengertian untuk permeabilitas tidak mungkin merubah ilmu pengetahuan.Disamping itu, pengertian yang tersembunyi dari istilah permeabilitas bisa kurang seragamsecara penulisan atau dalam konteks verbal. Pertama dari tiga pengertian tidak membawaimplikasi secara kuatitatif. Masalah sering muncul bila pengertian tumpang tindih.Keberadaan konvensi ilmu pengetahuan mematuhi penggunaan ketiga pengertian secarakeseluruhan dan merupakan suatu alasan yang penting untuk menggunakan keterhantaranhidrolik jenuh (Ks).Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 9Tabel 1. Suatu perbandingan keterhantaran hidrolik jenuh dan permeabilitas intrinsik (Skopp, 199) Keterhantar Hidrolik Jenuh (Ks) Permeabilitas (k) Bergantung suhu Tidak bergantung suhu Bergantung kekentalan cairan Berhubungan konstan dengan Kekentalan cairan, berkurangnya cairan merubah struktur tanah Terjadi perubahan dengan berubahnya Terjadi perubahan dengan berubahnya Struktur struktur Ukuran-ukuran bergantung pada kecepatan Ukuran-ukuran adalah panjang (cm2); dan gradient; waktu adalah komponen dimana suatu unit area; waktu bukan merupakan komponen Keterkaitan Permeabilitas dengan Keterhantaran Hidrolik Jenuh Dalam Hukum Darcy yang dipakai pada permeabilitas, keterhantaran hidrolik jenuhadalah suatu konstanta yang menunjukkan hubungan linier antara 2 variabel J dan I(Gambar 3). Kemiringan garis J/I menunjukkan hubungan antara kecepatan aliran air dangradient hidrolik. Penyelesaian persamaan Darcy terhadap K menghasilkan J/I (lihatpersamaan 5). Kecepatan aliran air menunjukka jumlah pemindahan air dalam arah danpada suatu tingkat yang proporsional terhadap gradient hidrolik. Jika gradient hidrolik yang sama diaplikasi terhadap dua tanah, tanah dengan jumlahair yang dialirkan lebih besar merupakam tanah yang lebih menghantar. (konduktif). PadaGambar 3 tanah berpasir menghasilkan kecepatan aliran air yang lebih tinggi daripadatanah berliat pada gradient hidrolik yang sama. Tanah dengan kemiringan yang lebih tajam(tanah pasir pada Gambar 3) memiliki keterhantaran hidrolik yang lebih besar.Keterhantaran hidrolik (atau kemiringan K) menunjukkan hubungan berbanding lurusantara kecepatan aliran air (flux) dan gradient hidrolik, atau dalam hal ini, aliran tidaklangsung pada tanah jenuh. Dengan demikian keterhantaran hidrolik jenuh (Ks) adalahsuatu tampilan kuantitatif dari kemampuan tanah untuk mengalirkan air pada suatu gradienttertentu. Keterhantaran hidrolik jenuh dipengaruhi oleh sifat tanah dan cairan. Inibergantung pada bangun pori-pori tanah seperti halnya kekentalan cairan dan kerapatan.Keterhantaran hidrolik untuk suatu tanah menjadi lebih rendah jika cairan lebih kentaldaripada air. Bangunan pori dan kontinuitas dalam tanah atau bentang lahan bervariasibergantung pada arah pengukuran. Komponen vertikal K dapat berbeda dari komponenKemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 10horizontal. Penyelesaian Hukum Darcy untuk keterhantaran hidrolik menghasilkan rumus :K = J/I (pers. 5)Gambar 3. Suatu diagram yang menunjukkan hubungan antara flux dan gradient hidrolik. Keterhantaran hidrolik (K) adalah kemiringan yang menunjukkan hubungan timbal balik. Garis-garis yang dihubungkan menunjukkan bahwa pada gradient hidrolik, tanah dengan keterhantaran yang lebih tinggi memiliki flux yang lebih tinggi. (Hillel, 1980). Keterhantaran hidrolik (atau Ks) ditunjukkan menggunakan berbagai satuan. Satuandan ukuran ini bergantung pada apa yang digunakan untuk mengukur gradient hidrolik(massa, volume, atau berat) dan kecepatan aliran (massa atau volume). Kecepatan aliran (J)ditunjukkan berdasarkan dasar volume, dan satuan m/detik. Perbedaan pusat hidrolik (ΔH)ditunjukkan sebagai suatu dasar berat. Satuan cm untuk pusat, dan gradient hidrolik (i)menjadi satuan (seperti : cm/cm). Lalu Ks mengambil satuan yang sama dengan kecepatanaliran (flux) (m/detik).Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 11 Kecepatan aliran (flux) adalah suatu tingkatan (bergantung variable pada gambar 3),gradient hidrolik adalah kekuatan bergerak disamping flux (tidak bergantung gambar 3) danketerhantaran hidrolik secara proporsional adalah konstan yang menunjukkan hubungantimbal balik antara keduanya. Keterhantaran hidrolik adalah suatu sifat penting karenadapat digunakan untuk menghitung hubungan kecepatan aliran (flux) dari suatu gradienthidrolik. Perkembangan Peralihan dari Permebilitas menjadi Keterhantaran HidrolikSebelum Tahun 2003 Dua pengelompokan permeabilitas adalah sesuai dan tidak sesuai. Uhland dan O’Neal(1951) mengevaluasi tingkat perkolasi sekitar 900 tanah. Mereka mendefenisikan kelas-kelas permeabilitas melalui distribusi data perkolasi yang sama antara tujuh kelas-kelastetantatif (Lampiran 2). Dengan mengikuti data perkolasi, mereka juga mempelajari 14 sifatmorfologi tanah yang mempengaruhi perpindahan air dan yang dapat digunakan untukmemprediksi kelas-kelas permeabilitas. Karena pengaruh manajemen pada horioznpermukaan, mereka memekankan kajian terhadap horizon di bawah lapisan permukaan.Kelas-kelas ini dipublikasi oleh Soil Survey Manual tahun 1951 (Soil Survey Staff, 1951). Pada tahun 1963, Komite Nasional Kelembaban Tanah (NCSS) menyusun suatukelas/sub kelas “ skema pilihan” dengan lima hingga tujuh kelas (Tabel 2) (Soil SurveyDivision, 1997). Proposal ini telah diterima. Pada tahun1969 laporan akhir dari KomiteNasional Kelembaban Tanah (NCSS) adalah metoda lubang Uhland seharusnya digunakanuntuk aliran jenuh (contoh : penempatan kelas permeabilitas) dan metoda auger holeseharusnya digunakan untuk kesesuaian lahan dainase (Soil Survey Division, 1997). Padatahun 1969 Komite Nasional Kelembaban Tanah (NCSS) merekomendasikan bahwa istilah: ……keterhantaran hidrolik jenuh digunakan untuk data yang menunjukkan suatukecepatan dan diperoleh melalui analisis menggunakan hukum Darcy pada lubang yangdijenuhi”. Pada tahun 1971, konferensi NCSS mengadakan suatu pertemuan untuk merevisi SoilSurvey Manual 1951, lima pengelompokan keterhantaran hidrolik diajukan. Pengelompkantermasuk 10 pemisahan pada batas kelas; ini adalah batas tiap kelebihan kelas batas-bataskelas sebelumnya melalui sebuah faktor dari 10 (lihat Lampiran 2). Pengurangan dari tujuhmenjadi lima kelas diperbaiki Mason (1957) yang menemukan peluang rendah daripenempatan yang benar dari suatu tanah pada struktur kelas permeabilitas asli. Juga padatahun 1971, di tahun yang sama lima kelas keterhantaran hidrolik diajukan, kelaspermeabilitas baru diterima pada penuntun Penggunaan Teknik Interpretasi Tanah (USDA-SCS, 1971). Menskipun jumlah kelas tidak dirubah (masih tujuh), tiga pemisahan dalambatasan kelas diterima (seperti 0,06 – 0,2; 0,2 – 0,6; 0,6 – 2,0. dan seterusnya). Selamakurang dari tahun 1970 dan mendekati tahun 1980, Dr. Ron Paetzold, kemudian denganLaboratorium Survey Tanah, Beltsville, Maryland telah melaksanakan dan mengulangsumber bacaan terhadap nilai-nilai keterhantaran hidrolik tanah untuk merevisi Soil SurveyManual. Beliau telah membuat enam kelas keterhantaran hidrolik tanah dengan 10Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 12pemisahan (seperti 0,01 – 0,1; 0,1 – 1, 1 -10, dan seterusnya) dengan satuan SI yakniμm/detik. Pada tahun 1981, Soil Survey Manual melalui direksi nasional mengurangi kelasPaetszold’s untuk keterhantaran hidrolik . Pengurangan kelas dengan meningkatkan batasankelad dari 3 fold menjadi 10 fold. Pada tahun 1983 Buku Pegangan Tanah Nasionalmempublikasi kelas-kelas untuk keterhantaran hidrolik jenuh dan permeabilitas . Pada tahun 1993, Buku Pegangan Survey Tanah Nasional menambah kelas-kelasketerhantaran hidrolik jenuh dan menetapkan kelas permeabilitas dengan menambah 8kelas (lihat kolom “1996” pada Lampiran 2).Tahun 2003 Untuk menyelesaikan masalah keterhantaran hidrolik, tahun 2003 Bagian SurveyTanah melaporkan kelas-kelas keterhantaran hidrolik sebagai standar untuk komunikasipemindahan air pada survey tanah kooperatif nasional. Kesimpulan ini merupakangabungan semua rekomendasi dari komite regional dan nasional mulai tahun 1960 dankulminasi oleh direksi nasional , pada tahun 1981 penyebaran kelas keterhantaran hidroliktelah direvisi Soil Survey Manual. Kelas permeabilitas dan kebanyakan referensi untukpermeabilitas dipindahkan dari National Soil Survey Handbook dan diganti dengan kelasketerhantaran hidrolik jenuh dari Soil Survey Manual tahun 1993. Penutup Tulisan ini menjelaskan hukum Darcy yang merupakan suatu hukum yang dipakaidalam pengukuran permeabilitas tanah. Namun pada hakekatnya aliran air dalam tanahtidak terlepas dari gradient hidrolik yang terjadi akibat perbedaan ketinggian permukaan airdalam sutau kolom air tanah (ΔH) dibandingkan kedalaman kolom air tanah. Dengandemikian jumlah air yang mengalir pada suatu kolom air yang jenuh merupakan resultanketerhantaran hidrolik dengan gradient hidrolik , luas areal dan waktu (Q= Ki Atmengingat J =Q/At). Adanya keterkaitan antara kerterhantaran hidrolik jenuh dengan permeabilitasditunjukkan oleh hubungan yang berbanding lurus antara keterhantaran hidrolik dengankecepatan aliran (J). Sementara itu kecepatan aliran merupakan perbandingan jumlah airyang lewat melalui irisan melintang suatu area per unit waktu (J = Q/At). Semakin tinggikecapatan aliran air semakin besar keterhantaran hidrolik. Ini terjadi pada tanah berpasir.Sebaliknya kecepatan aliran air menurun pada tanah berliat yang selanjutnya menunjukkanpenurunan keterhantaran hidrolik pada tanah berliat tersebut. Sekelumit tentang perkembangan peralihan keterhantaran hidrolik menjadipermeabilitas tanah telah digambarkan sesuai dengan kemajuan pemikiran para ahli dibidang ilmu tanah. Dalam kesempatan ini penulis berharap dapat memberikan sumbanganpengetahuan yang baru kepada pembaca sekalian mengenai peralihan keterhantaranhidrolik ini menjadi permeabilitas guna menambah dan melengkapi pengetahuan pembacasebelumnya.Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 13 Daftar PustakaFranzmeier,D.P.,B.R.Brasher, and S.J.Ross,Jr. Soil percolation rates during sustainedtesting. December 1964. Mimeographed.Hillel, D.1980. Fundamentals of soil physiscs. Academic Press. New York,NY.Mason,D.D., J.F.Lutz, and R.G.Petersen. 1957. Hidraulyc conductivity as related to certainsoil properties in a number of great soil groups- sampling errors involved. SoilScience Society of America Proceeding 21 : 554 – 561.Norton,E.A. 1939. Soil onservation survey handbook, USDA,Soil Conservation Service,Miscellaneous Publication No. 352.U.S.Government Printing Office, Washington,DC.Richards,L.A. (Chairman). 1952. Report on the subcommittee on permeability andinfiltration, committee on terminology. Soil Science Society of America Proceedings16:85-88.Skopp,J. 1994. Class notes: Physical concept of soils. University of Nebraska, Lincoln,Nebraska.Soil Science Society of America. 2001. Glossary of soil science term {Online}. Availableat http://www.soil.org/sssaglos/ (verified November 23,2004).Soil Survey Division Staff. 1993. Soil survey manual. United States Department ofAgriculture, Soil Conservation Service, Agricultural Handbook No. 18.U.S. GovernmentPrinting Office, Washington,D.C.Soil Survey Division. 199. Proceedings of National and Rrgional Cooperative Soil SurveyConference-1963-1996. United States Department of Agriculture, Natural ResourcesConservation Service. Available on CD-ROM from the National Soil Survey Center,Lincoln,NE.Soil Survey Staff. 1951. Soil survey manual. United States Department of Agriculture, SoilConservation Service, Agricultural Handbook No. 18. U.S. Government Printing Office.Washington, D.C.Soil Survey Staff. 1983. Natioal Soil Handbook, title 430-VI. United States Department ofAgriculture, Soil Conservation Service, U.S. Government Printing Office, Washington,D.C.Uhland, R.E. and A.M.O’Neal. 1951. Soil permeability determination for use in soil andwater conservation. SCS-TP-101. United States of Agriculture, Soil Conservation Servise,Washington,D.C.United States Dapartment of Agriculture, Soil Conservation Service. 1971. Guide forinterpreting engineering uss of soils. U.S.Government Printing Office, Washington, D.C.Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 14Lampiran 1. Perkembangan Klasifikasi Permeabilitas san Keterhantaran Hidrolik Jenuh /Ks (Nilai-nilai adalah di bawah nilai pengelompokan, kecuali untuk kelastertinggi) 1951 1963 1971 19711981 1983 1996 2003 Kelas Permeabilitas Kelas Ks pertama Kelas PermeabilitasKelas Ks yang dipakai Diusulkan telah direvisiUhland & O’Neal, Usulan NCSS* Konferensi NCSS Konferensi NCSSBagian Survei Tanah SSMNCSS (Survei TanahManual)in/jam in/jam cm/hari in/jam μm/s in/jamm/jam μm/detik in/jam μm/detik Kelas Sub Kelas <1 (.016) .12<.001417 <0,01 <0.0015 <0.01 <0.05 <0.06 3 <0.06.01417 0.1 0.06 0.1 0.20 0.063 – 0.2 0.2.1417 1.0 0.2 1.0 0.80 0.63 0.63 0.60.6 2.50 2.0 2.0 2.02.0 5.00 6 6.3 6.06.0 100 10.00 6.30 -30.0 20.020.0 ≥ 10.0 ≥ 20.0 ≥ 1000 (16) 116 ≥ 20.0 ≥14.7 ≥ 100 100Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007
    • 15 • NCSS – National Cooperative Soil Survey • Kelas permeabilitas < 0.0015 in/jam perkiraan batas 1 kaki/tn digunakan oleh tekhnisi dari EPA dan NRCS.Kemala Sari Lubis : Keterhantaran Hidrolik dan Permeabilitas : Perumusan, Kaitan dan Perkembangan Pengelompokan, 2007USU Repository © 2007