• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Makalah perencanaan pembangunan tentang partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan perencanaan pembangunan  dianto irawan
 

Makalah perencanaan pembangunan tentang partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan perencanaan pembangunan dianto irawan

on

  • 21,211 views

MAKALAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DIANTO IRAWAN

MAKALAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DIANTO IRAWAN

Statistics

Views

Total Views
21,211
Views on SlideShare
21,211
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
314
Comments
2

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Makalah perencanaan pembangunan tentang partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan perencanaan pembangunan  dianto irawan Makalah perencanaan pembangunan tentang partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan perencanaan pembangunan dianto irawan Document Transcript

    • PERENCANAAN PEMBANGUNANTENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAANPEMBANGUNANI. PENDAHULUANSalah satu persoalan mendasar kehidupan bernegara dalam prosespenyelenggaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah adalahbagaimana membangun atau menciptakan mekanisme pemerintahan yang dapatmengemban misinya untuk mewujudkan raison de’etre pemerintahan yaitumensejahterakan masyarakat secara berkeadilan. Untuk mewujudkankesejahteraan masyarakat tersebut, pemerintah harus melaksanakanpembangunan.Keberhasilan pelaksanaan pembangunan masyarakat Communitydevelopment sangat bergantung kepada peranan pemerintah dan masyarakatnya.Keduanya harus mampu menciptakan sinegri. Tanpa melibatkan masyarakat,pemerintah tidak akan dapat mencapai hasil pembangunan secara optimal.Selain memerlukan keterlibatan masyarakat, pembangunan jugamembutuhkan strategi yang tepat agar dapat lebih efisien dari segi pembiayaandan efektif dari segi hasil. Pemilihan strategi pembangunan ini penting karenaakan menentukan dimana peran pemerintah dan dimana peran masyarakat,sehingga kedua pihak mampu berperan secara optimal dan sinergis.
    • II. TINJAUAN PUSTAKAA. Pengertian PerencanaanPengertian perencanaan memiliki banyak makna sesuai dengan pandanganmasing-masing ahli dan belum terdapat batasan yang dapat diterima secara umum.Pengertian atau batasan perencanaan tersebut antara lain sebagai berikut :1. Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Oleh karena itupada hakekatnya terdapat pada setiap jenis usaha manusia (Khairuddin, 1992 :47).2. Perencanaan adalah merupakan suatu upaya penyusunan program baikprogram yang sifatnya umum maupun yang spesifik, baik jangka pendekmaupun jangka panjang (Sa’id & Intan, 2001 : 44 ).3. Perencanaan sebagai Analisis Kebijakan (Planning as Policy Analysis) yaitu,merupakan tradisi yang diilhami oleh logika-logika berpikir ilmu manajemen,administrasi publik, kebangkitan kembali ekonomi neoklasik, dan teknologiinformasi yang disebut sibernetika (Aristo, 2004).Perencanaan pada dasarnya adalah penetapan alternatif, yaitu menentukanbidang-bidang dan langkah-langkah perencanaan yang akan diambil dari berbagaikemungkinan bidang dan langkah yang ada. Bidang dan langkah yang diambil initentu saja dipandang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, sumber daya yangtersedia dan mempunyai resiko yang sekecil-kecilnya. Oleh sebab itu, dalampenentuannya timbul berbagai bentuk perencanaan yang merupakan alternatif-alternatif ditinjau dari berbagai sudut, seperti yang dijelaskan oleh Westra (1980)dalam Khairuddin (1992 : 48), antara lain :1. Dari segi jangka waktu, perencanaan dapat dibedakan : (a) perencanaan jangkapendek (1 tahun), dan (b) perencanaan jangka panjang (lebih dari 1 tahun).2. Dari segi luas lingkupnya, perencanaan dapat dibedakan : (a) perencanaannasional (umumnya untuk mengejar keterbelakangan suatu bangsa dalamberbagai bidang), (b) perencanaan regional (untuk menggali potensi suatuwilayah dan mengembangkan kehidupan masyarakat wilayah itu), dan (c)perencanaan lokal, misalnya; perencanaan kota (untuk mengatur pertumbuhankota, menertibkan penggunaan tempat dan memperindah corak kota) dan
    • perencanaan desa (untuk menggali potensi suatu desa serta mengembangkanmasyarakat desa tersebut).3. Dari segi bidang kerja yang dicakup, dapat dikemukakan antara lain :industrialisasi, agraria (pertanahan), pendidikan, kesehatan, pertanian,pertahanan dan keamanan, dan lain sebagainya.4. Dari segi tata jenjang organisasi dan tingkat kedudukan menejer, perencanaandapat dibedakan : (a) perencanaan haluan policy planning, (b) perencanaanprogram (program planning) dan (c) perencanaan langkah operationalplanning.B. Perencanaan Pembangunan MasyarakatSoetomo (2006 : 56) menjelaskan bahwa, pembangunan masyarakatdilihat dari mekanisme perubahan dalam rangka mencapai tujuannya, kegiatanpembangunan masyarakat ada yang mengutamakan dan memberikan penekananpada bagaimana prosesnya sampai suatu hasil pembangunan dapat terwujud, danadapula yang lebih menekankan pada hasil material, dalam pengertian proses danmekanisme perubahan untuk mencapai suatu hasil material tidak begitudipersoalkan, yang penting dalam waktu relatif singkat dapat dilihat hasilnyasecara fisik. Pendekatan yang pertama seringkali disebut sebagai pendekatan yangmengutamakan proses dan lebih menekankan pada aspek manusianya, sedangkanpendekatan yang kedua disebut sebagai pendekatan yang mengutamakan hasil-hasil material dan lebih menekankan pada target.Secara umum community development adalah kegiatan pengembanganmasyarakat yang dilakukan secara sistematis, terencana dan diarahkan untukmemperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisi sosial, ekonomi dankualitas kehidupan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kegiatanpembangunan berikutnya. Dengan dasar itulah maka pembangunan masyarakatsecara umum ruang lingkup program-programnya dapat dibagi berdasarkankategori sebagai berikut : (1) community service, (2) community empowering, dan(3) community relation (Rudito & Budimanta, 2003 : 29, 33).
    • C. Perencanaan Pembangunan Partisipasi1. Pengertian PartisipasiIstilah partisipasi sekarang ini menjadi kata kunci dalam setiap programpengembangan masyarakat dimana-mana, seolah-olah menjadi “lebel baru” yangharus melekat pada setiap rumusan kebijakan dan proposal proyek. Dalamperkembangannya seringkali diucapkan dan ditulis berulang-ulang tetapi kurangdipraktekkan, sehingga cenderung kehilangan makna. Partisipasi sepadan denganarti peranserta, ikutserta, keterlibatan, atau proses belajar bersama salingmemahami, menganalisis, merencanakan dan melakukan tindakan oleh sejumlahanggota masyarakat.Gaventa dan Valderama (1999) dalam Arsito (2004), mencatat ada tigatradisi konsep partisipasi terutama bila dikaitkan dengan pembangunanmasyarakat yang demokratis yaitu: 1) partisipasi politik Political Participation, 2)partisipasi sosial Social Participation dan 3) partisipasi warga CitizenParticipation/Citizenship, ke tiga hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :1. Partisipasi Politik, political participation lebih berorientasi pada”mempengaruhi” dan ”mendudukan wakil-wakil rakyat” dalam lembagapemerintahan ketimbang partisipasi aktif dalam proses-proses kepemerintahanitu sendiri.2. Partisipasi Sosial, social Participation partisipasi ditempatkan sebagaiketerlibatan masyarakat terutama yang dipandang sebagai beneficiary ataupihak di luar proses pembangunan dalam konsultasi atau pengambilankeputusan dalam semua tahapan siklus proyek pembangunan dari evaluasikebutuhan sampai penilaian, implementasi, pemantauan dan evaluasi.3. Partisipasi Warga, citizen participation/citizenship menekankan padapartisipasi langsung warga dalam pengambilan keputusan pada lembaga danproses kepemerintahan.2. Proses Perencanaan Pembangunan PartisipasiNdraha (1990 : 104) menyatakan bahwa, dalam menggerakkan perbaikankondisi dan peningkatan taraf hidup masyarakat, maka perencanaan partisipasiharus dilakukan dengan usaha : (1) perencanaan harus disesuaikan dengankebutuhan masyarakat yang nyata (felt need), (2) dijadikan stimulasi terhadap
    • masyarakat, yang berfungsi mendorong timbulnya jawaban (response), dan (3)dijadikan motivasi terhadap masyarakat, yang berfungsi membangkitkan tingkahlaku (behavior). Dalam perencanaan yang partisipatif (participatory planning),masyarakat dianggap sebagai mitra dalam perencanaan yang turut berperan sertasecara aktif baik dalam hal penyusunan maupun implementasi rencana, karenawalau bagaimanapun masyarakat merupakan stakeholder terbesar dalampenyusunan sebuah produk rencana.Suzetta (2007), sebagai cerminan lebih lanjut dari demokratisasi danpartisipasi sebagai bagian dari good governance maka proses perencanaanpembangunan juga melalui proses partisipatif. Pemikiran perencanaan partisipatifdiawali dari kesadaran bahwa kinerja sebuah prakarsa pembangunan masyarakatsangat ditentukan oleh semua pihak yang terkait dengan prakarsa tersebut. Sejakdikenalkannya model perencanaan partisipatif, istilah “stakeholders” menjadisangat meluas dan akhirnya dianggap sebagai idiom model ini.Slamet (2003 : 11) menegaskan bahwa usaha pembangunan pedesaanmelalui proses perencanaan partisipasi perlu didekati dengan berbagai cara yaitu :(1) penggalian potensi-potensi dapat dibagung oleh masyarakat setempat, (2)pembinaan teknologi tepat guna yang meliputi penciptaan, pengembangan,penyebaran sampai digunakannya teknologi itu oleh masyarakat pedesaan, (3)pembinaan organisasi usaha atau unit pelaksana yang melaksanakan penerapanberbagai teknologi tepat guna untuk mencapai tujuan pembangunan, (4)pembinaan organisasi pembina/pendukung, yang menyambungkan usahapembangunan yang dilakukan oleh individu-individu warga masyarakat pedesaandengan lembaga lain atau dengan tingkat yang lebih tinggi (kota, kecamatan,kabupaten, propinsi, nasional), (5) pembinaan kebijakan pendukung, yaitu yangmencakup input, biaya kredit, pasaran, dan lain-lain yang memberi iklim yangserasi untuk pembangunan.
    • III. PEMBAHASANPembangunan melalui partisipasi masyarakat merupakan salah satu upayauntuk memberdayakan potensi masyarakat dalam merencanakan pembangunanyang berkaitan dengan potensi sumber daya lokal berdasarkan kajianmusyawarah, yaitu peningkatan aspirasi berupa keinginan dan kebutuhan nyatayang ada dalam masyarakat, peningkatan motivasi dan peran-serta kelompokmasyarakat dalam proses pembangunan, dan peningkatan rasa-memiliki padakelompok masyarakat terhadap program kegiatan yang telah disusun.Prinsip kerja dari pembangunan melalui partisipasi masyarakat adalah sebagaiberikut : (1) program kerja disampaikan secara terbuka kepada masyarakat denganmelakukan komunikasi partisipatif agar mendapat dukungan masyarakat, (2)program kerja dilaksanakan melalui kerjasama dan kerja bersama kelompokantara masyarakat, pejabat desa dan segenap warga dalam rangka memperkecilhambatan dalam program, (3) program kerja tidak mengarah pada golongantertentu di masyarakat atau kelompok agar tidak menimbulkan perpecahan, (4)selama program berjalan, koordinasi selalu dilakukan secara vertikal maupunhorizontal, (5) tidak perlu bersikap superior atau “merasa paling tahu” dalamsetiap kesempatan pelaksanaan program kerja, (6) tidak perlu memberikan janjikepada siapapun tetapi kesungguhan kerja dalam konteks program kerja yangsudah ditentukan.Berdasarkan berbagai pejelasan di atas, maka berbagai metode yangdigunakan dalam proses perencanaan partisipasi pembangunan masyarakat adalahsebagai berikut :1. Participatory Rural Appraisal (PRA)Anonim (2002), pendekatan, metode dan teknik PRA (Participatory RuralAppraisal) berkembang pada periode 199O-an. Participatory Rural Appraisal(PRA) adalah sebuah metode pemahaman lokasi dengan cara belajar dari, untukdan bersama dengan masyarakat untuk mengetahui, menganalisa danmengevaluasi hambatan dan kesempatan melalui multi-disiplin dan keahlianuntuk menyusun informasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan.PRA mempunyai sejumlah teknik untuk mengumpulkan dan membahas data.
    • Teknik ini berguna untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat. Teknik-teknikPRA antara lain :1. Secondary Data Review (SDR) – Review Data Sekunder. Merupakan caramengumpulkan sumber-sumber informasi yang telah diterbitkan maupun yangbelum disebarkan.2. Direct Observation – Observasi Langsung. Direct Observation adalah kegiatanobservasi langsung pada obyek-obyek tertentu, kejadian, proses, hubungan-hubungan masyarakat dan mencatatnya.3. Semi-Structured Interviewing (SSI) – Wawancara Semi Terstruktur. Teknik iniadalah wawancara yang mempergunakan panduan pertanyaan sistematis yanghanya merupakan panduan terbuka dan masih mungkin untuk berkembangselama interview dilaksanakan.4. Focus Group Discussion – Diskusi Kelompok Terfokus. Teknik ini berupadiskusi antara beberapa orang untuk membicarakan hal-hal bersifat khusussecara mendalam.5. Preference Ranking and Scoring. Adalah teknik untuk menentukan secaratepat problem-problem utama dan pilihan-pilihan masyarakat.6. Direct Matrix Ranking. Adalah sebuah bentuk ranking yang mengidentifikasidaftar criteria obyek tertentu.7. Peringkat Kesejahteraan. Rangking Kesejahteraan Masyarakat di suatu tempattertentu.8. Pemetaan Sosial. Teknik ini adalah suatu cara untuk membuat gambarankondisi sosial-ekonomi masyarakat, misalnya gambar posisi pemukiman,sumber-sumber mata pencaharian, peternakan, jalan, dan sarana-sarana umum.9. Transek (Penelusuran). Transek merupakan teknik penggalian informasi danmedia pemahaman daerah melalui penelusuran dengan berjalan mengikutigaris yang membujur dari suatu sudut ke sudut lain di wilayah tertentu.10. Kalender Musim. Adalah penelusuran kegiatan musiman tentang keadaan-keadaan dan permasalahan yang berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu(musiman) di masyarakat.
    • 11. Alur Sejarah. Alur sejarah adalah suatu teknik yang digunakan untukmengetahui kejadian-kejadian dari suatu waktu sampai keadaan sekarangdengan persepsi orang setempat.12. Analisa Mata Pencaharian. Masyarakat akan terpandu untuk mendiskusikankehidupan mereka dari aspek mata pencaharian.13. Diagram Venn. Teknik ini adalah untuk mengetahui hubungan institusionaldengan masyarakat.14. Kecenderungan dan Perubahan. Adalah teknik untuk mengungkapkankecenderungan dan perubahan yang terjadi di masyarakat dan daerahnyadalam jangka waktu tertentu.2. Kaji-Tindak Partisipasi (KTP)Agusta (2005) menyatakan bahwa Kaji-Tindak Partisipatif (KTP) adalahistilah program sedangkan esensinya menunjuk pada metodologi ParticipatoryLearning and Action (PLA) atau belajar dari bertindak secara partisipatif; belajardan bertindak bersama, aksi-refleksi partisipatif. Penggunaan istilah PLAdimaksudkan untuk menekankan pengertian partisipatif pada proses belajarbersama masyarakat untuk pengembangan.3. Participatory Research and Development (PRD)Penelitian mengenai partisipasi dan pembangunan masyarakat memilikifokus terhadap upaya menolong anggota masyarakat yang memiliki kesamaanminat untuk bekerja sama, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudianmelakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.4. Metode Rapid Rural Appraisal (RRA)Teknik RRA mulai berkembang pada akhir 1970-an dan diterima secaraakademis pada akhir tahun 1980-an. Teknik RRA berkembang karena adanyaketidak puasan penggunaan kuisioner pada metode penelitian konvensional.Kuisioner seringkali menghasilkan suatu hasil yang tidak tuntas dan informasiyang diperoleh seringkali tidak meyakinkan. Selain itu, adanya bias dalam melihatkaum miskin, pada metode penelitian konvensional.
    • 5. Metode Participatory Action Research (PAR)Teoritisasi dalam PAR dimulai dengan pengungkapan-pengungkapan danpenguraian secara rasional dan kritis terhadap praktek-praktek sosial mereka. Darikesemua prinsip-prinsip PAR yang ada, yang terpenting adalah dalam PAR tidakmengharuskan membuat dan mengelola catatan rekaman yang menjelaskan apayang sedang terjadi se-akurat mungkin, akan tetapi merupakan analisa kritisterhadap situasi yang secara kelembagaan diciptakan (seperti melalui proyek-proyek, program-program tertentu atau sistem.6. Metode PPKP (Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan)Saharia (2003), metode PPKP adalah salah satu metode perencanaanpartisipatif yang bertujuan untuk menggali permasalahan yang ada di masyarakat,penyebab terjadinya masalah, dan cara mengatasinya dengan menggunakansumberdaya lokal atas prinsip pemberdayaan masyarakat yang acuannya sebagaiberikut :1. Mengumpulkan informasi yang dilakukan oleh petani sendiri.2. Mempelajari kondisi dan kehidupan pedesaan dari dan oleh masyarakat desauntuk saling berbagi, berperan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, danpengendalian serta tidak lanjutnya.3. Informasi yang diperoleh dengan Metode PPKP dapat digunakan sebagaibahan perencanaan kegiatan dalam pemberdayaan masyarakat desa (petani).4. Metode PPKP ini dilaksanakan oleh pengambil kebijakan bersama petani,kelompok pendamping lapangan, dan dari unsur pemerintah desa.7. Metode Participatory Learning Methods (PLM)Thoyib (2007), model pembelajaran partisipatif sebenarnya menekankanpada proses pembelajaran, di mana kegiatan belajar dalam pelatihan dibangun atasdasar partisipatif (keikutsertaan) peserta pelatihan dalam semua aspek kegiatanpelatihan, mulai dari kegiatan merencanakan, melaksanakan, sampai pada tahapmenilai kegiatan pembelajaran dalam pelatihan. Upaya yang dilakukan pelatihpada prinsipnya lebih ditekankan pada motivasi dan melibatkan kegiatan peserta.
    • Beberapa teknik yang dapat dipergunakan pada model pelatihan ini adalah :1. Teknik dalam tahap pembinaan keakraban : teknik diad, teknik pembentukankelompok kecil, teknik pembinaan belajar berkelompok, teknik bujur sangkarterpecah2. Teknik yang dipergunakan pada tahap identifikasi : curah pendapat, danwawancara3. Teknik dalam tahap perumusan tujuan : teknik Delphi dan diskusi kelompok(round table discussion)4. Teknik pada tahap penyusunan program adalah : teknik pemilihan cepat (Q-shot technique) dan teknik perancangan program5. Teknik yang dapat dipergunakan dalam proses pelatihan : Simulasi, studikasus, cerita pemula diskusi (discussion starter story), Buzz group, pemecahanmasalah kritis, forum, role play, magang, kunjungan lapangan dll6. Teknik yang dapat dipergunakan dalam penilaian proses pelatihan, hasil danpengaruh kegiatan : respon terinci, cawan ikan (fish bowl technique), danpengajuan pendapat tertulis.8. Metodologi Participatory Assessment (MPA)Dayal, et, al (2000), Methodology for Participatory Assessments (MPA)adalah metode yang dikembangkan untuk menjalankan penilaian suatu proyekpembangunan masyarakat (community development). MPA merupakan alat yangberguna bagi pembuat kebijakan, manajer program dan masyarakat, sehinggamasayarakat setempat dapat memantau kesinambungan pembangunan danmengambil tindakan yang diperlukan agar menjadi semakin baik.MPA merupakan pengembangan dari pendekatan-pendekatan partisipatifmisalnya PRA yang merupakan perangkat peralatan dan metode yang selamabertahun-tahun telah terbukti efektif untuk membuat masyarakat berpartisipasi.MPA mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:1. MPA merupakan metode yang ditujukan baik kepada instansi pelaksanamaupun kepada masyarakat untuk mencapai kondisi pengelolaan sarana yangberkesinambungan dan digunakan secara efektif.2. MPA menggunakan satu set indikator yang “sector specific” untuk mengukurkesinambungan, kebutuhan, gender dan kepekaan akan kemiskinan. Masing-
    • masing diukur dengan menggunakan urutan alat partisipatifi pada masyarakat,instansi pelaksana dan pembuat kebijakan.3. MPA menghasilkan sejumlah data kualitatif tingkat desa, sebagiannya dapatdikuantitatifkan kedalam sistem ordinal oleh para warga desa itu sendiri.4. Dengan cara ini kita dapat mengadakan analisis antar masyarakat, antarproyek dan antar waktu, serta pada tingkat program.
    • IV. KESIMPULAN1. Terdapat berbagai metode pembangunan partisipasi yang dapat dijadikandasar dalam pembangunan masyarakat seperti, metode PRA (participatoryrural appraisal), KTP (kaji-tindak partisipatif), PRD (participatory researchdevelopment), RRA (rapid rural appraisal), PAR (participatory actionresearch), PPKP (Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan), PLM(Participatory Learning Methods), dan MPA (Metodologi ParticipatoryAssessment). Berbagai metode tersebut dapat dilaksanakan sesuai tujuanpelaksanaan pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat yaitumeningkatkan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.2. Partisipasi masyarakat dalam manajemen pembangunan akan menghantarkanmasyarakat untuk dapat memahami masalah-masalah yang dihadapi,menganalisa akar-akar masalah tersebut, mendesain kegiatan-kegiatan terpilih,serta memberikan kerangka untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaanpembangunan.3. Proses penyusunan rencana pembangunan secara demokratis dan partisipatorisdilakukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan(Musrenbang), mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten atau kota,kemudian pada tingkat Provinsi. Hasil dari Musrenbang Provinsi kemudiandibawa ke Musrenbang Nasional yang merupakan sinkronisasi dari ProgramKementerian dan Lembaga dan harmonisasi dekonsentrasi dan tugasperbantuan.