makalah perekonomian indonesia

4,923 views

Published on

makalah perekonomian indonesia
DIANTO IRAWAN

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,923
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
54
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

makalah perekonomian indonesia

  1. 1. PEREKONOMIAN INDONESIAA. PENGERTIAN SISTEM EKONOMI1. Istilah “system; berasal dari perkataan “system” (bahasa Yunani), yang dapat diartikansebagai : keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian.2. System adalah sehimpunan gagasan(ide) prinsip, doktri, hokum dan sebagainya yangmembentuk suatu kesatuan yang logic dan berisi buah pikiran tertentu, agama ataubentuk pemerintah tertentu.3. Perekonomian adalah sesuatu yang membahas tentang kebutuhan manusia dengansumber daya yang terbatas dan tidak terbatas4. System perekonomian adalah system yang digunakan oleh suatu Negara untukmengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupunorganisasi di Negara tersebut.TUJUAN SISTEM EKONOMIMenentukan apa, berapa banyak dan bagaimana produk-produk dan jasa-jasa yangdibutuhkan akan dihasilkanMengalokasikan produk nasional bruto (PNB) untuk konsumsi rumah tangga,konsumsi masyarakat, penggantian stok modal, investasiMendistribusikan pendapatan nasional (PN), diantara anggota masyarakat : sebagaiupah/gaji, keuntungan perusahaan, bunga dan sewaMemelihara dan meningkatkan hubungan ekonomi dengan luar negeriSistem Mengandung Ciri-ciri sebagai berikut :1. Memiliki tujuan2. Mempunyai batas, bersifat terbuka dan berinteraksi dengan lingkungan3. Terdir dari subsistem atau disebut dengan bagian unsur atau komponen4. Suatu kesatuan yang utuh dan keterpaduan (wholsim)5. Saling berhubungan dan ketergantungan baik internal dan eksternal6. Terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan komponen,melainkan merupakan satu kebulatan yang utuh dan padu7. Tidak hanya sekedar kumpulan berbagai bagian, unsur atau komponen, melainkanmerupakan satu kebulatan yang utuh dan padu8. Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses mengubah masukan menjadi keluaran
  2. 2. PERBEDAAN SISTEM EKONOMI SUATU NEGARA DAPAT DITINJAU DARIBEBERAPA SUDUTNo Indikator Kapitalis Campuran Sosialis1 Sistem kepemilikan sumber dayaatau faktor-faktor produksiIndividu Individu/negara Negara2 Keleluasaan masyarakat untukberkompetensi dan menerimaimbalan atas prestasi kerjaBebas Pasar/negara Negara3 Kadar peranan pemerintah dalammengatur, mengarahkan danmerencanakan kehidupan bisnis danperekonomian pada umumnyaMinimal Terkendali Dominasi4 Penyelesaian masalah ekonom MekanismepasarNegara/swasta NegaraB. DINAMIKA PEREKONOMIAN INDONESIA1. Periodisi perekonomian Indonesia yaitua. 1945 – 1954 : Ekonomi perang dan gerilya. Ditandai dengan kebijakanpenghapusan aset-aset ekonomi negara untuk menghindari penggunaan olehpenjajah.b. 1954 – 1959 : Pembangunan ekonomi nasional, ditandai dengan langkah-langkahkonsolidasi ekonomi negara dengan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asingc. 1959 – 1966 : Ekonomi terpimpin, di tandai dengan kebijakan negara yang lebihberorientasi pada target-target politik jangka pendek dari pada orientasipembangunan ekonomi. Politik menjadi panglimad. 1966 – 1973 : Ekonomi Demokrasi, ditandai dengan perubahan orientasi kebijakannegara yang lebih menekankan pada pembangunan ekonomi, ekonoi menjadipanglimae. 1973 – 1980 : Ekonomi Binansa Minyak (Oil Boom), ditandai denganpertumbuhan ekonomi yang cukup pesat dan pemerataan hasil pembangunan danmelimpahkannya pendapatan devisa dari komoditas migas, industri substitusiimpor. Indonesia menjadi negara industri baru Asiaf. 1980 – 1987 : Ekonomi Pasca Bonansa Minyak, meredupnya peranan migas danlebih berorientasi pada aspek keadilan sosial dan pemerataan. Masa keperhatinan
  3. 3. g. 1987 – 1996 : Ekonomi kerakyatan, adanya kesadaran akan pentingnyamembangun unti-unit UKM & Sektor informal, besarnya hutang luar negerih. 1996 – 2003 : Ekonomi Liberal, adanya kebijakan reformasi di berbagai sektorekonomi dan pelayanan publik, liberalisasi perdagangan, komersialisai sektor-sektor publik dan privatisasi BUMNi. 2003 – sekarang : Ekonomi Desentralisasi, adanya kebijakan desentralisasi danotonomi daerah & pembagian keuangan pusat dan daerah secara proporsionalPelaksanaan Demokrasi TerpimpinDemokrasi Terpimpin maksudnya adalah demokrasi yang berdasarkan ”Kerakyatanyang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaaan dalam permusyawaratan / perwakilan”,namun ”terpimpin” tersebut ditafsirkan Soekarno sebagai demokrasi yang dipimpinoleh dirinya sendiri secara mutlak dan Soekarno mendapat julukan “Pemimpin BesarRevolusi”.Keadaan Politik Pemerintahan pada Masa Demokrasi TerpimpinPemerintahan pada masa Presiden Soekarno memberikan kesempatan kepada PKIdalam pemerintahan atau disebut nasakomisasi lembaga-lembaga negara sepertiDPAS, DPRGR, Front Nasional, MPRS, dan MA. PKI sangat lihai dalammemanfaatkan lembaga-lembaga negara dan orang yang berusaha menghalangituntutannya akan diserang. Kedekatan Presiden dengan PKI benar-benar dimanfaatkanoleh PKI. Mereka berusaha terlibat dalam segala keputusan Presiden dan berusahamenguasainya. Contohnya : PKI mendesak Presiden agar Pancasila sebagai alatpemersatu diganti atau disingkirkan. Karena tidak setuju para wartawan membentukBPS ( badan pendukung Soekarnoisme), namun badan ini pada akhirnya dibubarkanPresiden atas desakan PKI. Demikian pula TNI-AD yang sulit dipengaruhi PKIdigoyang dengan isu adanya “Dewan Jendral”. PNI sebagai partai terbesar dipecahbelah oleh PKI menjadi dua, yaitu PNI asli dan PNI Osa-Usep karena PKI berhasilmenyusup kedalam PNI. Di bidang kebudayaan PKI berhasil mendirikan LEKRA (Lembaga Kesenian Rakyat). Kemudian sekelompok budayawan mendirikanMANIKEBU ( Manifes Kebudayaan ), namun atas desakan PKI Manikebu organisasiini dibubarkan oleh Pemerintah.
  4. 4. Kondisi Ekonomi pada Masa Demokrasi TerpimpinAda beberapa sebab ekonomi Indonesia semakin buruk, yaitu :1. Menumpas pemberontakan PRRI/PERMESTA.2. Adanya inflasi yang cukup tinggi ± 400.3. Konfrontasi dengan Malaysia (Dwikora).4. Defisit negara mencapai 7,5 miliar rupiah.Langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi kondisi ekonomi dankeuangan yang semakin buruk yaitu :1. Mata uang bernilai nominal Rp. 500,00 didevaluasi menjadi Rp. 50,00 dan bernilaiRp. 1.000,00 dihapuskan.2. Semua simpanan di bank yang melebihi Rp. 25.000,00 dibekukan.3. Tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan Dekon ( Deklarasi Ekonomi) untuk mencapaiekonomi yang bersifat nasinal, demokrasi, dan bebas dari sisa-sisa imperialisme.Usaha-usaha tersebut mengalami kegagalan karena :1. Penanganan ekonomi tidak rasional, lebih bersifat politis, dan tidak ada kontrol.2. Tidak adanya ukuran yang objektif dalam menilai suatu usaha atau hasil orang.Pelaksanaan Demokrasi LiberalDemokrasi liberal (atau demokrasi konstitusional) adalah sistem politik yangmelindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah. Dalamdemokrasi liberal, keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan ataulangsung) diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yangtunduk pada pembatasan-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak melanggarkemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi. Setelahdibubarkannya RIS, sejak tahun 1950 RI Melaksanakan demokrasi parlementer yangLiberal dengan mencontoh sistem parlementer barat, dan masa ini disebut Masademokrasi Liberal. Indonesia dibagi manjadi 10 Provinsi yang mempunyai otonomidan berdasarkan Undang – undang Dasar Sementara tahun 1950. Pemerintahan RIdijalankan oleh suatu dewan mentri ( kabinet ) yang dipimpin oleh seorang perdanamenteri dan bertanggung jawab kepada parlemen ( DPR ).Keadaan Politik Pemerintahan pada Masa Demokrasi LiberalSistem politik pada masa demokrasi liberal telah mendorong untuk lahirnya partai –partai politik, karena dalam system kepartaian maenganut system multi partai.
  5. 5. Konsekuensi logis dari pelaksanaan system politik demokrasi liberal parlementer gayabarat dengan system multi partai yang dianut, maka partai –partai inilah yangmenjalankan pemerintahan melalui perimbangan kekuasaan dalam parlemen dalamtahun 1950 – 1959, PNI dan Masyumi merupakan partai yang terkuat dalam DPR, dandalam waktu lima tahun ( 1950 -1955 ) PNI dan Masyumi silih berganti memegangkekuasaan dalam empat kabinet. Adapun susunan kabinet yang menjalankan rodapemerintahan pada masa demokrasi liberal, sebagai berikut.Kabinet Natsir ( 6 September 1950 – 21 Maret 1951 ).Kabiet ini dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi ) sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan cabinet koalisi di manaPNI sebagai partai kedua terbesar dalam parlemen tidak turut serta, karena tidak diberikedudukan yang sesuai. Kabinet ini pun sesungguhnya merupakan kabinet yang kuatpormasinya di mana tokoh – tokoh terkenal duduk di dalamnya, seperti Sri SultanHamengkubuwono IX,Mr.Asaat,Ir.Djuanda, dan Prof Dr. SoemitroDjojohadikoesoemo,sehingga cabinet ini merupakan Zaken Kabinet.Program Kabinet ini yang penting di antaranya meliputi:1. Mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilihan umum untuk Konstituante;2. mencapai konsolidasi dan penyempurnaan susunan pemerintahan serta membentukperalatan negara yang kuat dan daulat;3. Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman;4. Menyempurnakan organisasi Angkatan perang dan pemulihan bekas – bekasanggota tentara dan gerilya dalam masyarakat;5. Memperjuangkan penyelesaian soal Irian Barat secepatnya;6. Mengembangkan dan memperkokoh kesatuan ekonomi rakyat sebagai dasar bagipelaksanaan ekonomi nasional yang sehat;7. Membantu pembangunan perumahan rakyat serta memperluas usaha – usahameninggikan derajat kesehatan dan kecerdasan rakyat;Kegagalan menyelaskan masalah Irian Barat dan pencabutan PP No.39/ 1950 tentaraDPRS dan DPRDS yang dianggap menguntungkan Masyumi telah menimbulkanadanya mosi – mosi tidak kembali kekuasaan / mandatnya kepada Presiden.Kabinet Soekiman ( 27 April 1951 – 3 April 1952 )
  6. 6. Setelah jatuhnya kabinet Natsir, Presiden Soekarno menunjukan Sidik Djojosukatro (PNI ) dan Soekiman Wijosandjojo ( Masyumi ) sebagai formatur dan berhasilmembentuk kabinet koalisi dari Masyumi dan PNI. Kabinet ini terkenal dengan namaKabinet Soekiman ( Masyumi )- Soewirjo ( PNI ) yang dipimpin oleh Soekiman,tetapi kabinet ini tidak berumur panjang akibat ditandatanganinya persetujuan bantuanekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar MutualSecurity Act ( MSA ). Peretujuan ini menimbulkan tafsiran bahwa Indonesia telahmemasuki Blok Barat, yang berarti bertentangan dengan prinsip dasar politik luarnegri Indonesia yang bebas aktif, jatuhlah Kabinet Soekiman.Adapun program kabinet Soekiman sebagai berikut.1. Bidang keamanan, menjalankan tindakan – tindakan yang tegas sebagai negarahukum untuk menjamin keamanan dan ketentraman.2. Sosial – ekonomi, mengusahakan kemakmuran rakyat secepatnya danmemperbaruhi hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani. Jugamempercepat usaha penempatan bekas pejuang di lapangan usaha.3. Mempercepat persiapan – persiapan pemilihan umum.4. Di bidang politik luar negri: menjalankan politik luar negri secara bebas – aktifserta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya.5. Di bidang hukum, menyiapkan undang – undang tentang pengakuan serikat buruh,perjanjian kerja sama,penetapan upah minimum,dan penyelesaian pertikaianburuh.Kabinet Wilopo ( 3 April 1952 – 3 Juni 1953 ).Pada tanggal 1 Maret 1952, Presiden Soekarno menunjukan Sidik Djojosukarto ( PNI )dan Prawoto Mangkusasmito ( M asyumi ) menjadi formatur, namun gagal. Kemudianmenunjuk Wilopo dari PNI sebagai formatur. Setelah bekerja selama dua mingguberhasil dibentuk kabinet baru di bawah pimpinan Perdana Mentari Wilopo,sehinggabernama kabinet Wilopo. Adapun program dari kabinet ini terutama ditunjukan padapersiapan pelaksaan pemilihan umum unutuk konstituante, DPR dan DPRD,kemakmuran, pendidikan rakyat, dan keamananan. Sedang program luar negriterutama ditunjukan pada penyelesaian masalah hubungan Indonesia – Belanda danpengembalian Irian Brat ke Indonesia serta menjalankan politik luar negri bebas –aktif menuju perdamaian dunia.
  7. 7. Kabinet Wilopo berusaha menjalankan program itu dengan sebaik –baiknya, tetapikesukaran – kesukaran yang dihadapi sangat banyak. Di antaranya timbulnyaprovinsialisme dan bahkan menuju separatisme yang harus diselesaikan dengansegera.di beberapa tempat,terutama di Sumatera dan Sulawesi timbul rasa tidak puasterhadap pemerintahan pusat. Alasan yang terutama adalah kekecewaan karena tidakseimbangnya alokasi keuangan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepadapemerintahan daerah. Daerah merasa bahwa sumbangan yang mereka berikan kepadapusat hasil ekspor lebih besar dari pada yang dikembalikanke daerah.Mereka jugamenuntut diperluasanya hak otonomi daerah. Timbul pula perkumpulan –perkumpulan yang berlandaskan semangat kedaerahan seperi, paguyuban Daya Sundadi Bndung dan Gerakan Pemuda federal Republik Indonesia di Makassar.Keadaan ini sudah tentu membahayakan bagi kehidupan negara kesatuan danmerupakan langkah mundur dari Sumpah Pemuda 1928. kemudian pada tanggal 17Oktober 1952 timbul soal dalam angkatan darat yang terkenal dengan namaperistiwa17 Oktiber. Peristiwa ini dimulai dengan perdebatan sengit di DPR selamaberbulan – bulan mengenai masalah pro dan kontra kebijaksanaan Menteri pertahanandan pimpinan angkatan darat.Aksi dari para kaum politisi itu akhirnya menimbulkan reaksi yang keras dari pihakangkatan darat.aksi ini diikuti dengan penangkapan enam orang anggota parlemen danpemberangsungan surat kabar dan demokrasi – demokrasi pembubaranparlemen.akibatnya kabinet menjadai goyah.kabinet yang sudah goyah semakin goyahkarena soal tanah di Sumatera Timur yang terkenal dengan nama peristiwa TanjunganMorawa. Peristiwa ini terjadi akibat pengusiran penduduk yang mangarap tanahperkebunan yang sudah lama ditinggalkan dengan kekerasaan oleh aparat kepolisian.Sementara pendudukan sudah terkena hasutan kader – kader komunis sehinggamenolak untuk pergi, maka terjadilah bentrokan senjata dan memakan korban.Peritiwa ini mendarat sorotan tajam dan emosional dari masyarakat, sehinggameluncurlah mosi tidak percaya dari sidik kertapati, sarekat tani indonesia ( sakti ) danakjirnya pada tanggal 2 juni 1952, wilopo menyerahkan kembali mandatnya kepadapresiden.Kabinet Ali II [ 31 Juli 1954-24 Juli 1955 ].Kabinet keempat adalah kabinet Ali Sastroamidjojo,yang terbentuk pada tanggal 31juli 1953. betapapun kabinet ini tanpa dukungan masyumi, namun kabinet Ali inimendapat dukungan yang cukup banyak dari berbagai partai yang diikutsertakan
  8. 8. dalam kabinet, termasuk partai baru NU. Kabinet Ali ini dengan Wakil perdanaMenteri Mr. Wongsonegoro ( partai Indonesia Raya PIR ).Kabinet ini dikenal dengannama kabinet Ali – Wongso. Program kabinet adalah:a. Dalam negri mencangkup soal keamanan,pemilihan umum,kemakmuran dankeuangan negara,perburuh dan perundang – undanganb. Pengembalian Irian baratc. Politik luar negri bebas aktif.Gangguan keamanan dalam negri masih ada,namun dalam masa ini dapatdilaksanakan konferensi Asia Afrika I.. konferensi asia afrika I ini disenggarakan dibandung pada tanggal 18-24 April 1955.konferensi dihadiri oleh 29 negara – negaraAsia – Afrika,terdiri 5 negara pengundang dan 24 negara yang diundang.KAA I ituternyata memilikipengaruh dan arti penting dagi solidaritas dan perjuangankemerdekaan bangsa – bangsa Asia – Afrika dan juga membawa akibat yang lain,seperti :1) Berkurangnya ketegangan dunia.2) Australia dan Amerika mulai berusaha menghapuskan politik rasdiskriminasi dinegaranya.3) Belanda mulai repot menghadapi blok afro- asia di PBB, karena belanda masihbertahan di Irian Barat.Konferensi Asia – Afrika I ini menghasikan beberapa kesepakatan yaitu : Basic peperon Racial Discrimination dan basic peper on Radio Activity. Kesepakatan yang lainterkenal dengan dasa sila bandung, dengan terlaksananya Konferensi Asia Afrika Imerupakan prestasi tersendiri bagi bangsa indonesia.Kondisi Ekonomi pada Masa Demokrasi LiberalMeskipun Indonesia telah merdeka tetapi Kondisi Ekonomi Indonesia masih sangatburuk. Upaya untuk mengubah stuktur ekonomi kolonial ke ekonomi nasional yangsesuai dengan jiwa bangsa Indonesia berjalan tersendat-sendat.Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat adalah sebagai berikut.1. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949,bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah
  9. 9. ditetapkan dalam KMB. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1,5Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah2,8 Triliun rupiah.2. Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar.3. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitupertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor ituberkurang akan memukul perekonomian Indonesia.4. Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkandirancang oleh Belanda.5. Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistemekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.6. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik, belum memilikitenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai.7. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknyapemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia.8. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaranpemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat.9. Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet yangtelah direncanakan tidak dapat dilaksanakan, sementara program baru mulaidirancang.10. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar.Masalah jangka pendek yang harus dihadapi pemerintah adalah :1. Mengurangi jumlah uang yang beredar2. Mengatasi Kenaikan biaya hidup.Sementara masalah jangka panjang yang harus dihadapi adalah :1. Pertambahan penduduk dan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah.C. SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA1. Sistem ekonomi Indonesia memiliki ciri khas yang dapat dibedakan dengan sistemekonomi yang berkembang karena perbedaan latar belakang sejarah, sosial, kultural,dan kondisi geografis2. Menurut catatan sejarah dan hasil diskusi pada ahli diketahui bahwa sistem ekonomiIndonesia adalah sistem ekonomi pancasila karena diturunkan dari nilai-nilaipancasila, sesuai yang dirumuskan dlam pasal 33 UUD 1945. Tokoh yangmerumuskannya adalah Muhammad Hatta3. Rumusan operasional Sistem Ekonomi Indonesia adalah
  10. 10. a. Sistem yang berorientasi pada manusiab. Perjuangan meletakkan landasan ekonomi kekeluargaan & koperasic. Penguasaan oleh negara yang tidak mengarah pada etatisme artinya peran negarauntuk menguasai cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat orang banyakd. Pengembangan sektor swasta secara terkedali (menurut Prof. Mubagyo)POLITIK PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA1. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diperlukan rumusan-rumusankebijakan antara lain :a. Peningkatan produktifitas dan efisiensi ekonomi secara berkelanjutan melaluipenggunaan teknologi tepat guna & ramah lingkungan untuk menghasilkanproduk yang kopetentifb. Implementasi tata ruang wilayah secara konsisten terutama pada sektor pertaniandan perkebunanc. Program diverfikasi pagan nasional melalui pengembangan pangan non berasuntuk meningkatkan alternatif pangan rakyat menuju swasembada pangand. Pengembangan industri manufaktur yang mengandung nilai tambah seperti dapatpenyerapan tenaga kerjae. Pengembangan industri pendukung untuk memperkuat struktur industri nasionalyang kokoh dan stabilf. Peningkatan kwalitas SDM melalui penguasaan dan penerapan Iptek dalakegiatan bisnis dan ekonomig. Adanya dukungan politik (politik will) dari semua unsur pemerintah yang terkaituntuk mendukung iklim yang kondusif bagi pengembang ekonomih. Meningkatkan etos kerja baik bagi pengusaha dan pekerja

×