Your SlideShare is downloading. ×
Undang undang
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Undang undang

10,465
views

Published on

Published in: Technology, Spiritual

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
10,465
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
110
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. OLEH: YETI SUMIYATI, S.H.,M.H.
  • 2. UNDANG-UNDANG
  • 3. HUKUM TERTULIS YANG DIBUAT OLEH PEJABAT BERWENANG DAN MENGIKAT SECARA UMUM
  • 4. MENURUT PAUL LABAND DAN T.J. BUYS UNDANG-UNDANG DIKELOMPOKKAN MENJADI:
    • UNDANG-UNDANG DALAM ARTI MATERIIL
    • UNDANG-UNDANG DALAM ARTI FORMAL
  • 5. UNDANG-UNDANG DALAM ARTI MATERIIL (UU DAM)
    • PENGERTIAN: SETIAP KEPUTUSAN PEMERINTAH YANG DIBUAT SECARA TEGAS DAN ISINYA MENGIKAT (SEMUA PERATURAN TERSEBUT MEMINTA PENTAATAN DARI MASYARAKAT)
    • UU DAM MENINJAU UNDANG-UNDANG DALAM SUDUT KEKUATAN MENGIKATNYA (UMUM: KARENA TIDAK MENUNJUK NAMA PERATURAN TERTENTU)
  • 6. AGAR SUATU ATURAN TERTULIS MEMPUNYAI KEKUATAN MENGIKAT MAKA HARUS MAMANUHI SYARAT:
    • AN ORDNUNG: ADANYA PENETAPAN DENGAN TEGAS
    • RECHTSSATZ: ADANYA KAIDAH HUKUM BERUPA: PERINTAH, LARANGAN, DAN KEBOLEHAN
    • PENGUMUMAN: DIUMUMKAN DI LEMBARAN NEGARA
  • 7. PRESIDEN RI
    • MENIMBANG:
    • MENGINGAT:
    • MEMUTUSKAN: MENETAPKAN UU NO 19 TAHUN 2003 TENTANG BUMN
    • PASAL 1 RECHTSSATZ
    • PASAL 2
  • 8. UNDANG-UNDANG DALAM ARTI FORMAL
    • SETIAP KEPUTUSAN PEMERINTAH YANG MENJADI UNDANG-UNDANG DENGAN ATAU KARENA CARA TERJADINYA YAITU KERJASAMA ANTARA LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF
    • BENTUKNYA KHUSUS YAITU UU
  • 9. DIBERLAKUKAN APABILA DITEMUKAN BEBERAPA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG SALING BERTENTANGAN
  • 10. ASAS PERUNDANG-UNDANGAN
    • UNDANG-UNDANG HANYA BERLAKU UNTUK HAL-HAL YANG AKAN DATANG
    • LEX POSTERIORI DEROGAT LEGI ANTERIORI
    • LEX SPECIALI DEROGAT LEGI GENERALI
    • LEX SUPERIORI DEROGAT LEGI IMFERIORI
    • UU TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT
    • SETIAP ORANG DIANGGAP TAHU UU
  • 11. UU HANYA BERLAKU UNTUK HAL-HAL YANG AKAN DATANG
    • UU TIDAK BOLEH RETROAKTIF
    • UU TIDAK BOLEH BERLAKU SURUT
    • DASAR HUKUM: PASAL 1 AYAT (1) KUHP
    • ASASNYA: NULLUM DELICTUM NULLA POENA PRAEVIA SINE LEGE POENALI (ASAS LEGALITAS)
  • 12. UU HANYA BERLAKU UNTUK HAL-HAL YANG AKAN DATANG
    • ARTI ASAS LEGALITAS: TIDAK ADA SUATU PERBUATAN YANG DAPAT DIHUKUM KECUALI ATAS PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN UNDANG-UNDANG YANG TELAH ADA SEBELUM PERBUATAN TERSEBUT DILAKUKAN
    • MUNCUL PERSOALAN TENTANG PERMASALAHAN HAM
  • 13. TERDAPAT PENGECUALIAN:
    • PASAL 1 AYAT (2) KUHP. INTINYA APABILA ADA 2 (DUA) KETENTUAN YANG BERLAKU UNTUK HAL YANG SAMA MAKA BERLAKU UU YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN BAGI TERDAKWA.
    • ARTINYA: UU DAPAT BERLAKU UNTUK HAL-HAL YANG TELAH LALU/SURUT APABILA KETENTUAN YANG BARU LEBIH MENGUNTUNGKAN TERDAKWA
  • 14. LEX POSTERIORI DEROGAT LEGI ANTERIORI
    • PERATURAN ATAU HUKUM YANG SESUDAHNYA ATAU LEBIH BARU AKAN MENGESAMPINGKAN UU ATAU HUKUM YANG LEBIH LAMA ATAU SEBELUMNYA.
    • APABILA ADA 2 (DUA) KETENTUAN HUKUM YANG MENGATUR HAL YANG SAMA MAKA KETENTUAN YANG BARU YANG DIPERGUNAKAN
  • 15. LEX SPECIALI DEROGAT LEGI GENERALI ATAU LEGI SPECIALI PERGENERALUM NON DEREGATUR
    • KETENTUAN KHUSUS MENGESAMPINGKAN KETENTUAN UMUM ATAU KETENTUAN KHUSUS DIBANDINGKAN DENGAN KETENTUAN UMUM TIDAK DAPAT DIKESAMPINGKAN ATAU DIKALAHKAN
    • CONTOH PASAL 1458 KUHPERDATA DENGAN PP NO. 10 TAHUN 1961
  • 16. LEX SUPERIORI DEROGAT LEGI IMFERIORI
    • KETENTUAN YANG LEBIH TINGGI DERAJATNYA MENGESAMPINGKAN KETENTUAN YANG LEBIH RENDAH DERAJATNYA
    • BERKAITAN DENGAN STUFENBAU DES RECHT DARI HANS KELSEN
  • 17. UU TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT
    • APABILA ADA PERATURAN YANG BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN YANG LEBIH TINGGI MAKA HAKIM TIDAK BERHAK MENCABUT PERATURAN TERSEBUT TAPI HANYA BOLEH MENYATAKAN BAHWA PERATURAN TERSEBUT TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM YANG MENGIKAT
    • HAL INI BERKAITAN DENGAN KEWENANGAN DARI PEMBENTUK UU TSB
  • 18. SETIAP ORANG DIANGGAP TAHU UU
    • DIKENAL JUGA DENGAN FIKSI HUKUM ATAU RECHT FICTIE
    • SETIAP ORANG DIANGGAP TAHU UU MESKIPUN ORANG TSB BELUM PERNAH MEMBACA UU
    • AKAN TETAPI UU TERSEBUT TERLEBIH DAHULU HARUS MEMENUHI PERSYARATAN: AN ORDNUNG, RECHSSATZ, DAN PENGUMUMAN
  • 19. TERIMA KASIH