Your SlideShare is downloading. ×
BUKU : 4                                  Seri Model Pembelajaran di TK               PEDOMAN PEMBELAJARAN     BIDANG PENG...
KATA PENGANTARSebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentangSistem Pendidikan Nasional, pasal ...
DAFTAR ISI                                                                                            HalamanKata Penganta...
BAB I         PENDAHULUANA. Latar Belakang  Anak didik Taman Kanak-Kanak (TK) sedang mengalami pertumbuhan, terutama  pert...
Pengembangan motorik halus anak dilakukan melalui olah tangan dengan  menggunakan alat/media kreatif seperti kuas, pensil,...
KONSEP PENGEMBANGAN FISIK/MOTORIK BAB II              DI TAMAN KANAK-KANAK  Dalam bahasa Indonesia kata “motor” dan “movem...
4. Manejemen atau pengendalian tubuh (body management and control) seperti     kesadaran tubuh, kesadaran ruang, ritme, ke...
3. Tingkat Pemilihan (selection),      Tingkatan ini biasanya mulai diberikan pada pemilihan suatu kegiatan olah      raga...
e. Berjalan mundur dan melompat di tempat.     f. Melompat ke depan dengan dua kaki sebanyak 4 kali.     g. Bermain dengan...
Contoh aktivitas gerakan yang tersusun:  a. Bergerak seperti tentara saat mendengar ritme marching.  b. Menciptakan aksi y...
d. Dengarkan untuk beberapa saat dan coba menepuk pukulan tersebut dan   ceritakan pada saya jika ini lebih kencang dari l...
E. Ruang Lingkup  Ruang lingkup pengembangan fisik/motorik adalah sebagai berikut  Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Ind...
Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Indikator Bidang PengembanganKemampuan Dasar Fisik/MotorikKELOMPOK B    KOMPETENSI    ...
PELAKSANAAN PENGEMBANGAN BAB III                 FISIK/MOTORIKA. Prinsip Pelaksanaan     Agar pelaksanaan pengembangan fis...
e. Menari     f. Senam     g. Latihan     h. Gerak dan lagu     Dalam menggunakan metode dan teknik tersebut diatas guru d...
CONTOH PEMBELAJARANBIDANG PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR              FISIK/MOTORIK                13
Indikator          : Bermain dengan simpai (bebas,melompat dalam simpai,                     merangkak dalam terowongan da...
Anak-anak sedang Bermain dengan Simpai Anak-anak sedang Bermain dengan Simpai                15
Indikator                 : Merobek bebas. (Kelompok A)Kegiatan                  : Merobek bebas membuat suatu bentukMetod...
Anak-anak sedang Melakukan Kegiatan Merobek Bebas Membuat Suatu                            BentukAnak-anak sedang Melakuka...
Ibu Guru Sedang Membantu Anak-anak yang Mengalami Kesulitan                     Hasil Karya Anak                          ...
Indikator              : Menggunting bebas (Kelompok A)Kegiatan               : Menggunting PolaMetode                 : P...
Menggunting Mengikuti Pola/Bentuk  Menggunting Mengikuti Pola/Bentuk              20
Indikator                : Memegang pensil (belum sempurna) (Kelompok A)Kegiatan                 : Membuat Coretan BebasMe...
Indikator          : Melambungkan dan menangkap kantong biji (Kelompok A)Kegiatan           : Melambungkan dan menangkap k...
Tahap awal  1. Sering terjadi reaksi penghindaran dengan mengalihkan wajah atau     melindungi wajah dengan tangan (reaksi...
Menangkap Tahap DasarPetunjuk Pembelajaran:   1. Gunakan benda yang lunak (kantong kacang, busa dsb.)   2. Gunakan benda d...
Indikator            : Meniru melipat kertas sederhana (7 lipatan) (Kelompok.B)Kegiatan             : Melipat kertas bentu...
Indikator                  : Mencocok bentuk. (Kelompok.B)Kegiatan                   : Mencocok bentukMetode              ...
Catatan     :                •   Pada tahap permulaan, pola gambar dibuat oleh guru tetapi tahap                    selanj...
Indikator                   : Menjahit bervariasi (jelujur dan silang) 15 lubang                             dengan tali r...
Catatan   :              •   Bentuk pola yang akan dijahit disesuaikan dengan tema              •   Alat jahit disesuaikan...
Indikator                     : Memantulkan bola besar, bola sedang , dan bola kecil                                (diam ...
Memantulkan Bola Basket  Memantulkan Bola Basket            31
Indikator                    : Mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan .Misalnya                               makan, mandi...
Indikator                    : Berdiri dengan tumit, berdiri di atas satu kaki dengan                               seimba...
Indikator                    : Naik otopet, sepeda roda dua (Kelompok.B)Kegiatan                     : Naik Otopet/Sepeda ...
Indikator                    :  Meniru membuat garis tegak, datar,miring, lengkung                                dan ling...
Indikator                   :    Berjalan mundur ,berjalan kesamping pada garis                                 lurus seja...
Indikator                       : Menangkap, melempar bola besar, bola sedang dan                                  bola ke...
Bermain Bola Keranjang   Bermain Bola Keranjang             38
Indikator                    : Berlari sambil melompat dengan seimbang tanpa                               jatuh (Kelompok...
Berlari Sambil Melompat  Berlari Sambil Melompat            40
Indikator             : Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi                        (Kelompok.B)Kegiatan         ...
Kegiatan Merayap Mengikuti Lintasan       Kegiatan Merayap Mengikuti Lintasan                 42
Indikator               : Berjalan maju pada garis lurus, berjalan di atas papan                          titian, berjalan...
Berjalan di atas Papan Titian dengan Membawa Cangkir Berisi AirBerjalan di atas Papan Titian dengan Membawa Cangkir Berisi...
Indikator               : Senam fantasi bentuk meniru, misalnya menirukan                          berbagai gerakan hewan,...
Indikator              : Meloncat dari ketinggian 30 – 50 cm (Kelompok.B)Kegiatan               : Meloncat dari Ketinggian...
Meloncat dari Ketinggian 30 cm Meloncat dari Ketinggian 30 cm                  47
Indikator               : Memanjat, bergelatung, dan berayun (Kelompok.B)Kegiatan                : Memanjat, Bergelantung ...
Kegiatan Memanjat                         Kegiatan Berayun                    49
Kegiatan Bergelantung  Kegiatan Berayun         50
Indikator               : Menendang bola ke depan dan ke belakang (Kelompok.B)Kegiatan                : Menendang Bola ke ...
a. Tahap Awal   1. gerakan terbatas selama menendang.   2. tubuh tetap tegak.   3. tangan digunakan untuk mempertahankan k...
Petunjuk Pembelajaran:    1. Siapkan penyusunan jadwal kegiatan tendangan untuk mencapai jarak       tertentu, pola tahap ...
Indikator             : Menyusun menara kubus minimal 12 kubus (Kelompok.B)Kegiatan              : Menyusun 12 Kubus Menja...
Menyusun Kubus menjadi Bentuk Menara                 55
Indikator                : Membuat lingkaran dan bujursangkar dengan rapi                           (Kelompok.B)Kegiatan  ...
Indikator                : Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin,                           playdough/tanah...
BAB IV           PENUTUPPengembangan fisik/motorik merupakan salah satu bagian pengembangan kemampuandasar di TK yang meng...
Pembelajaran motorik tk
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pembelajaran motorik tk

3,325

Published on

motor learning in TK

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,325
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
190
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pembelajaran motorik tk"

  1. 1. BUKU : 4 Seri Model Pembelajaran di TK PEDOMAN PEMBELAJARAN BIDANG PENGEMBANGAN FISIK/MOTORIK DI TAMAN KANAK-KANAK DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR JAKARTA 2007
  2. 2. KATA PENGANTARSebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentangSistem Pendidikan Nasional, pasal 28, ayat 3 menyatakan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, yangbertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis danfisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif,bahasa, fisik/motorik, dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar.Dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan dan membantu para gurudalam melaksanakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan diTaman Kanak-kanak, Direktorat Pembinaan TK dan SD, Direktorat JenderalManajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasionalmenyusun buku pedoman pembelajaran yang meliputi bidang pengembanganpembiasaan, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, seni, dan pembelajaran permainanberhitung permulaan, serta persiapan membaca dan menulis permulaan melaluipermainan di TK.Sehubungan dengan hal tersebut, kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihakbaik para guru, kepala TK, akademisi dan praktisi pendidikan yang telah membantupenyusunan buku pedoman ini.Buku pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan dan referensi bagi semua pihakyang memberikan layanan pendidikan TK. Jakarta, April 2007 Direktur Pembinaan TK dan SD Drs. Mudjito AK., M.Si. NIP 131 112 700 i
  3. 3. DAFTAR ISI HalamanKata Pengantar …………………………………………………………………. iDaftar Isi …………………………………………………………………………. iiBAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………. 1 A. Latar Belakang ……………………………………………………… 1 B. Dasar ………………………………………………………………. 2 C. Tujuan ……………………………………………………………….. 2 D. Fungsi ……………………………………………………………… 2BAB II KONSEP PENGEMBANGAN FISIK/MOTORIK DI TAMAN 3 KANAK-KANAK …………………………………………………….. A. Aspek Pengembangan Fisik Motorik …………………………... 3 B. Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Anak ………………… 4 C. Karakteristik Perkembangan Fisik Motorik ……………………. 5 D. Mengeksplorasi Gerak …………………………………………. 6 E. Ruang Lingkup …………………………………………………… 9 - Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Indikator Bidang Pengembangan Kemampuan Fisik/Motorik Kelompok A … 9 - Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Indikator Bidang Pengembangan Kemampuan Fisik/Motorik Kelompok B … 10BAB III PELAKSANAAN PENGEMBANGAN FISIK/MOTORIK …………… 11 A Prinsip pelaksanaan …………………………………………………….. 11 B. Metode dan Teknik Pelaksanaan ...................................................... 11 C. Kegiatan Pembelajaran ………………………………………………… 12 - Contoh Kegiatan Pembelajaran Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar Fisik/Motorik …………………………………………………….. 13BAB IV PENUTUP ……………………………………………………………. 58 ii
  4. 4. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Anak didik Taman Kanak-Kanak (TK) sedang mengalami pertumbuhan, terutama pertumbuhan jasmani yang sangat pesat. Dalam beberapa bulan saja, tinggi dan berat badannya bertambah dengan cepat. Secara jelas hal tersebut dapat dilihat pada pertumbuhan motorik, koordinasi otot-otot dan kecepatan jasmaniahnya menunjukkan kemajuan-kemajuan yang mencolok. Pertumbuhan keterampilan motorik, baik motorik kasar maupun halus pada anak, tidak akan berkembang melalui kematangan begitu saja, melainkan juga keterampilan itu harus dipelajari. Perkembangan keterampilan motorik dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mencakup kesiapan belajar, kesempatan belajar, kesempatan berpraktik, model yang baik, bimbingan, motivasi, setiap ketrampilan harus dipelajari secara individu, dan sebaiknya ketrampilan dipelajari satu demi satu. Apabila salah satu factor tersebut tidak ada, maka perkembangan ketrampilan jasmani anak akan berada di bawah kemampuannya. Sebagai contoh, bila anak pada awal menggunakan ayunan di sekolah tidak ada bimbingan yang diberikan oleh guru, maka ketrampilan tersebut akan dipelajarinya lebih lambat dan kurang efisien bila dibandingkan dengan anak yang sejak awal mendapatkan bimbingan dari guru. Anak yang tanpa bimbingan pada awal menggunakan ayunan karena tidak tahu caranya, kemungkinan anak jatuh dari ayunan lebih besar. Pengembangan fisik/motorik merupakan salah satu pengembangan kemampuan dasar di TK. Bahan kegiatan pengembangan fisik/motorik mencakup kegiatan yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik kasar dan halus yang terdiri atas gerakan-gerakan jalan, lari, lompat, senam, keterampilan dengan bola, keterampilan menggunakan peralatan, menari, latihan ritmik dan gerak gabungan. Gerakan-gerakan dasar dilatihkan sedemikian rupa secara bertahap sehingga dikuasai oleh anak didik. Guru harus mencontohkan setiap gerakan dan anak didik diberi kesempatan untuk melakukannya bersama guru. Guru tidak hanya memberikan instruksi dan anak yang melakukan, akan tetapi kegiatan tersebut dilakukan bersama-sama. Gerakan juga harus bervariasi sehingga suatu permainan terdiri dari beberapa elemen gerakan dasar. 1
  5. 5. Pengembangan motorik halus anak dilakukan melalui olah tangan dengan menggunakan alat/media kreatif seperti kuas, pensil, kertas, gunting, tanah liat, plastisin, busa dan lain-lain. Dengan menggunakan media kreatif tersebut anak dapat melaksanakan kegiatan yang dapat melatih otot-otot tangan dan koordinasi mata, pikiran dengan tangannya. Agar kegiatan pengembangan fisik/motorik dapat terlaksana dengan baik, maka anak didik dituntut memiliki perhatian dan daya tangkap yang baik pula, seperti kecepatan bereaksi, kesanggupan kerjasama, disiplin, jujur, dan lain-lain, sesuai dengan kemampuan anak didik.B. Dasar a. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. b. SK Dirjen Dikdasmen No.399a/C.C2/Kep/DS/2004 tanggal 2 Agustus 2004 tentang implementasi kurikulum TK dan SD.C. Tujuan Tujuan pengembangan fisik/motorik di TK adalah untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang sehat, kuat dan terampil.D. Fungsi Fungsi pengembangan fisik/motorik di TK adalah sebagai berikut: 1. Melatih kelenturan dan koordinasi otot jari dan tangan 2. Memacu pertumbuhan dan pengembangan fisik/motorik, rohani, dan kesehatan anak 3. Membentuk, membangun, dan memperkuat tubuh anak 4. Melatih keterampilan/ketangkasan gerak dan berfikir anak 5. Meningkatkan perkembangan emosional anak 6. Meningkatkan perkembangan sosial anak 7. Menumbuhkan perasaan menyenangi dan memahami manfaat kesehatan pribadi. 2
  6. 6. KONSEP PENGEMBANGAN FISIK/MOTORIK BAB II DI TAMAN KANAK-KANAK Dalam bahasa Indonesia kata “motor” dan “movement” diterjemahkan sebagai gerak atau gerakan tanpa mengandung perbedaan di dalamnya. Sesungguhnya pengertian kedua kata ini berbeda. “Movement” adalah gerak yang bersifat eksternal atau dari luar dan mudah diamati, sedangkan “motor” adalah gerak yang bersifat internal atau dari dalam, konstan dan sukar diamati. Gerak merupakan kemampuan yang penting di dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berhubungan dengan aktivitas jasmani. Konsep tentang gerak manusia tidak lepas dari konsep tentang gerak pada umumnya. Gerak dapat dijelaskan sebagai aksi atau proses perubahan letak atau posisi ditinjau dari suatu titik tertentu sebagai pedomannya. Dalam pengembangan fisik atau jasmani anak di Taman Kanak-kanak yang dimaksud dengan gerak adalah perubahan posisi dari tempat semula sebagai akibat adanya rangsangan baik dari luar ataupun dari dalam diri anak. Belajar bergerak merupakan hal yang penting bagi semua anak, untuk kehidupan sosial dan emosional mereka. Hal itu sangat membantu untuk melepaskan diri dari keter- gantungan kepada orang lain dan juga merupakan bagian dari perkembangan intelektualnya.A. Aspek Pengembangan Fisik Motorik Pengembangan kemampuan fisik motorik terdiri dari: 1. Sejumlah kemampuan persepsi motorik yang akan dikembangkan termasuk di dalamnya koordinasi mata-tangan atau kaki-tangan (eye-hand eye-foot coordination) seperti menggambar, menulis, memanipulasi obyek, visual track, melempar, menangkap, dan menendang. 2. Kemampuan gerakan motorik (locomotor skill) seperti menggerakkan tubuh melalui ruang, berjalan, melompat, berbaris, berlari, meloncat, berlari cepat, berguling, merangkak, bergerak dengan pelan. 3. Keterampilan gerak statis (non locomotor skill) seperti diam di tempat, bergiliran, berputar, menjangkau, bergoyang, berjongkok, duduk, dan berdiri; 3
  7. 7. 4. Manejemen atau pengendalian tubuh (body management and control) seperti kesadaran tubuh, kesadaran ruang, ritme, keseimbangan dan kemampuan untuk memulai, berhenti dan mengubah arah.B. Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Anak Gallahue (1998) berpendapat terdapat 5 tingkatan dalam belajar gerak yaitu; tingkat penjelajahan (exploration), tingkat penemuan (discovery), tingkat gabungan (coor- dination), tingkat pemilihan (selection), tingkat penghalusan (refine). Dari pembagian tingkat belajar gerak tersebut, bila kita akan melaksanakan aktivitas jasmani tentu akan disesuaikan antara karakteristik perkembangan anak dengan metode yang akan digunakan. 1. Tingkat Penjelajahan (exploration) Anak dalam mempelajari sesuatu melalui mencoba mencari apa yang akan mungkin dia kerjakan, misalnya dalam mengembangkan kegiatan berjalan, guru tidak memberikan contoh bagaimana cara berjalan tetapi anak mencari sendiri bagaimana cara dan macam jalan. Bagi anak yang sehat kegiatan perkem- bangan ini akan menjadikan kesukaannya karena ia dipercayakan menciptakan dan menjelajahi sendiri apa yang ditugaskan padanya. 2. Tingkat Penemuan (Discovery), Pada tingkat ini merupakan lanjutan dari tingkat penjelajahan. Bila anak telah menemukan berbagai macam cara jalan, yang sudah dikuasai dengan berbagai kecepatan, berbagai arah, berbagai irama, berbagai lingkungan yang berbeda maka anak akan menemukan mana cara yang paling bagus dalam berjalan tersebut dan dimana dipergunakan. Umpamanya untuk berjalan cepat yang paling baik adalah dengan cara berjalan dengan langkah dan ayunan tangan yang seimbang, pandangan ke depan dan sebagainya. Ia akan menentukan untuk berjalan biasa badannya demikian, langkahnya demikian, badannya harus begini atau begitu, ayunan tangan dan pandangan, bahu serta dadanya harus begini dan sebagainya. Disamping itu berjalan untuk senam irama harus begini dan sebagainya. Kesemuanya ini adalah anak sendiri yang menemukanya, guru memberikan teknik dan cara yang benar dari gerakan dan sikap berjalan, berlari, melompat, dan sebagainya. 4
  8. 8. 3. Tingkat Pemilihan (selection), Tingkatan ini biasanya mulai diberikan pada pemilihan suatu kegiatan olah raga atau teknik kecabangan, biasanya pada anak usia SD kelas 5 ke atas. 4. Tingkat Penghalusan (refine) Tingkat penghalusan adalah tahap dalam melanjutkan latihan atau aktivitas gerak yang sudah diajarkan sebelumnya yaitu seperti proses seleksi. Pada tingkat ini guru berusaha bagaimana ia akan berprestasi pada salah satu cabang olahraga tertentu. Kecerdasan Kinestetik (Bodily Kinestetic) Kecerdasan fisik (kinestetik) adalah suatu kecerdasan dimana saat menggunakannya anak mampu melakukan gerakan-gerakan yang teratur dan bertujuan, seperti; berlari, menari, membangun sesuatu, semua seni dan hasta karya. Banyak orang yang berbakat secara fisik dan “terampil menggunakan tangan” tidak menyadari bahwa mereka menunjukkan bentuk kecerdasan yang tinggi. Kecerdasan yang sama nilainya dengan kecerdasan yang lain. Unsur Kesegaran Jasmani Kesegaran jasmani seseorang berhubungan dengan kesehatannya (physical fitness). Dalam mengembangkan kemampuan jasmani pada anak usia dini ada beberapa unsur yang harus dipahami oleh guru, yaitu; kekuatan (strength), daya tahan (endurance), kecepatan, kelincahan (agylity), kelenturan (fleksibility), koordinasi, ketepatan, dan keseimbangan.C. Karakteristik Perkembangan Fisik Motorik 1. Motorik kasar Karakteristik perkembangan yang berhubungan dengan motorik kasar, antara lain: a. Berdiri diatas salah satu kaki selama 5-10 detik. b. Menaiki dan menuruni tangga dengan berpegangan dan berganti-ganti kaki. c. Berjalan pada garis lurus. d. Berjalan dengan berjinjit sejauh 3 meter. 5
  9. 9. e. Berjalan mundur dan melompat di tempat. f. Melompat ke depan dengan dua kaki sebanyak 4 kali. g. Bermain dengan bola (menendang dengan mengayunkan kaki ke belakang dan ke depan, menangkap bola yang melambung dengan mendekapnya ke dada, dan mendorong). h. Menarik dan mengendarai sepeda roda tiga atau mainan beroda lainnya. i. Dapat melakukan permainan dengan ketangkasan dan kelincahan seperti menggunakan papan luncur. 2. Motorik halus Karakteristik perkembangan yang berhubungan dengan motorik halus, antara lain: a. Dapat mengoles mentega pada roti. b. Dapat mengikat tali sepatu sendiri dengan sedikit bantuan. c. Dapat membentuk dengan menggunakan tanah liat atau plastisin. d. Membangun menara yang terdiri dari 5-9 balok. e. Memegang kertas dengan satu tangan dan mengguntingnya. f. Menggambar kepala dan wajah tanpa badan. g. Meniru melipat kertas satu-dua kali lipatan. h. Mewarnai gambar sesukanya. i. Memegang krayon atau pensil yang berdiameter lebar.D. Mengeksplorasi Gerak Aktivitas mengeksplorasi gerak meliputi gerakan membiarkan anak untuk: meng- eksplorasi fisik ruang di sekitar mereka, waktu dan energi, menyelaraskan antara suara dan gerakan, mengkreasi ulang cerita melalui drama dan imaginasi bentuk tubuh dan aksi. Terdapat 2 jenis aktivitas gerakan: 1. Gerakan yang tersusun Anak akan mengikuti bagian gerakan yang diberikan atau melalui imajinasi (bergerak seperti singa) langkah tari, atau mengiterprestasikan lirik pada sebuah lagu dengan melakukan aksi pada kata kunci. Cara yang terbaik untuk anak belajar gerakan ini adalah saat guru memberi contoh. 6
  10. 10. Contoh aktivitas gerakan yang tersusun: a. Bergerak seperti tentara saat mendengar ritme marching. b. Menciptakan aksi yang dapat berpadu dengan lirik dari lagu kesukaan seperti kepala, pundak, dengkul, dan jari kaki. c. Anak diberikan langkah-langkah menari untuk diikuti.2. Gerakan yang bebas Anak-anak boleh melakukan sebuah proses kreativitas aksi, gerakan atau langkah tari dengan caranya sendiri. Guru dapat mendukung proses kreativitas dengan memberikan dorongan. Contoh: mari kita bergerak ke kiri. Atau dengan suara lembut ini, dapatkah kita menggerakkan jari kita? atau …..mari kita meninju udara …. ! Contoh dari aktivitas gerakan bebas: a. Anak menciptakan langkah menarinya sendiri bersama. b. Dengan alunan musik dan bayangan bahwa itu dapat dikreasikan Contoh: jalan di taman dengan santai, c. Menciptakan kreativitas gerakan dengan memadukan perasaan hati dengan musik, atau suara yang dihasilkan pada sebuah instrumen seperti segitiga. Kosa kata yang disarankan untuk menjelaskan gerakan adalah halus, lembut, kuat, berat, cepat, lambat, santai, melingkar, tajam, cahaya, ringan. Jenis gerakan yang disarankan adalah lari, lompat, berbalik, merangkak, menari, bergoyang, berjalan, meluncur, memantul , dan meninju. Pada saat anak butuh mendengarkan musik seraya mereka akan merespons dengan gerakan. Contoh; pernahkah anak-anak duduk atau berbaring sambil memejamkan mata sehingga mereka dapat berkonsentrasi untuk mendengarkan musik yang dapat membantu mereka menfokuskan atas apa yang mereka dengarkan. Sebagai contoh, katakan pada mereka: a. Dengarkan musik lalu ceritakan pada saya seberapa cepat/lambat musik tersebut. b. Letakkan tangan kamu saat musik terasa keras. c. Lihat jika kamu dapat membayangkan gambar dalam pikiranmu. 7
  11. 11. d. Dengarkan untuk beberapa saat dan coba menepuk pukulan tersebut dan ceritakan pada saya jika ini lebih kencang dari langkah jalan kamu.Setelah mendengarkan tahap awal, doronglah anak-anak untuk berbagipengamatan dan perasaan mereka, kemudian ajak mereka untuk bergerakbebas sesuai dengan musik.Saran untuk manejemen kelas selama melakukan aktivitas gerak:Anak-anak biasanya lebih energetik dan menikmati aktivitas gerak mereka.Oleh karena itu, sebaiknya anak-anak dibantu agar:a. Mendengarkan musik baik-baik sebelum gerakan dimulai (tempo, perasaan hati).b. Merasakan hentakan pada musik sebelum gerakan dimulai.c. Menggunakan ruangan yang cukup untuk gerakan ini.d. Menanggapi perasaan hati pada musik.e. Berpartisipasi secara bebas sebab setiap orang sedang melakukan gerakan (termasuk guru). 8
  12. 12. E. Ruang Lingkup Ruang lingkup pengembangan fisik/motorik adalah sebagai berikut Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Indikator Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar Fisik/Motorik KELOMPOK A KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR DASARAnak mampu Dapat menggerakkan jari 1. Mengurus dirinya sendiri dengan sedikitmelakukan aktivitas tangan untuk kelenturan bantuan. Misal makan, mandi, menyisirfisik secara otot dan koordinasi rambut, mencuci dan melap tangan, mengikatterkoordinasi dalam tali sepaturangka kelenturan, 2. Membuat berbagai bentuk dengankeseimbangan, dan menggunakan plastisin, playdough/tanah liatkelincahan. 3. Menjiplak dan meniru membuat garis tegak, datar, miring, lengkung dan lingkaran 4. Meniru melipat kertas sederhana (1 – 6 lipatan) 5. Menjahit jelujur 10 lubang dengan tali sepatu 6. Menggunting bebas 7. Merobek bebas 8. Menyusun menara dari kubus minimal 8 kubus 9. Membuat lingkaran dan segi empat 10.Memegang pensil (belum sempurna) Dapat menggerakkan 11.Menangkap dan melempar bola besar dari lengannya untuk jarak kira-kira 1 - 2 meter kelenturan otot dan 12. Memantulkan bola besar (diam di tempat) koordinasi 13. Memantulkan bola besar sambil berjalan/bergerak 14. Melambungkan dan menangkap kantong biji Dapat menggerakkan 15. Berjalan maju pada garis lurus, berjalan di badan dan kaki dalam atas papan titian, berjalan berjinjit. rangka keseimbangan, 16.Berjalan mundur dan kesamping pada garis dan koordinasi. lurus sejauh 1–2 meter 17.Meloncat dari ketinggian 20-30 cm 18. Memanjat dan bergantung 19. Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik 20. Berlari sambil melompat 21. Menendang bola dengan terarah 22. Merayap dan merangkak lurus ke depan 23. Bermain dengan simpai (bebas, melompat dalam simpai, merangkak dalam terowongan dari simpai, dan lain-lain.) 24. Menirukan berbagai gerakan binatang/hewan 25. Menirukan gerakan tanaman yang terkena angin (sepoi-sepoi dan angin kencang) 26. Naik sepeda roda tiga (belum seimbang) 9
  13. 13. Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Indikator Bidang PengembanganKemampuan Dasar Fisik/MotorikKELOMPOK B KOMPETENSI HASIL BELAJAR INDIKATOR DASARAnak mampu Dapat menggerakkan jari 1. Mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan. Misalmelakukan aktivitas tangan untuk kelenturan, makan, mandi, menyisir rambut, memasangfisik secara kekuatan otot dan kancing, mencuci dan melap tangan,terkoordinasi dalam koordinasi. mengikat tali sepaturangka kelenturan, 2. Membuat berbagai bentuk dengan mengguna-dan persiapan untuk kan plastisin, playdough/ tanah liat, pasirmenulis, 3. Meniru membuat garis tegak, datar, miring,keseimbangan, lengkung dan lingkarankelincahan dan 4. Meniru melipat kertas sederhana (7 lipatan)melatih keberanian. 5. Menjahit bervariasi (jelujur dan silang) 15 lubang dengan tali rafia, benang wol 6. Menggunting dengan berbagai media berdasar- kan bentuk/pola (lurus, lengkung, gelombang, zig zag, lingkaran, segi empat, segi tiga) 7. Mencocok bentuk (sesuai tema) 8. Menyusun menara kubus minimal 12 kubus 9. Membuat lingkaran dan bujur sangkar dengan Rapi. 10. Memegang pensil dengan benar (antar ibu jari dan 2 jari) Dapat menggerakkan 11. Memantulkan bola besar, bola sedang dan lengannya untuk bola kecil (diam di tempat) kelenturan, kekuatan otot 12. Melambungkan dan menangkap kantong biji dan koordinasi sambil berjalan/bergerak 13. Memantulkan bola besar, bola sedang dan bola kecil sambil berjalan/bergerak 14. Menangkap, melempar bola besar, bola sedang dan bola kecil (tennis) dengan memutar badan, mengayunkan lengan dan melangkah Dapat menggerakkan 15. Berjalan maju pada garis lurus, berjalan di atas badan dan kaki dalam papan titian, berjalan dengan berjinjit, berjalan rangka keseimbangan, dengan tumit sambil membawa beban kekuatan, koordinasi dan 16. Berjalan mundur, berjalan kesamping pada garis melatih keberanian lurus sejauh 2-3 meter sambil membawa beban 17. Meloncat dari ketinggian 30-50 cm 18. Memanjat, bergantung dan berayun 19. Berdiri dengan tumit, berdiri di atas satu kaki dengan seimbang 20. Berlari sambil melompat dengan seimbang tanpa jatuh 21. Menendang bola ke depan dan ke belakang 22. Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi 23. Bermain dengan simpai (digelindingkan sambil berjalan dan berlari) 24. Senam fantasi bentuk meniru, misalnya menirukan berbagai gerakan hewan, menirukan gerakan tanaman yang terkena angin (sepoi-sepoi dan angin kencang dan kencang sekali) dengan lincah 25. Naik otopet, sepeda roda dua 10
  14. 14. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN BAB III FISIK/MOTORIKA. Prinsip Pelaksanaan Agar pelaksanaan pengembangan fisik/motorik dapat mencapai tujuan seperti yang diharapkan, hendaknya guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Pengembangan fisik/motorik yang diharapkan dicapai dapat dilakukan secara bertahap dan berulang sesuai dengan kemampuan anak didik. b. Dalam memberikan kegiatan pengembangan fisik/motorik, hendaknya dikaitkan dengan tema yang sesuai dengan lingkungan anak dan kegiatan- kegiatan lain yang menunjang kemampuan yang hendak dikembangkan c. Permainan-permainan atau latihan-latihan yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan taraf pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak d. Kegiatan pengembangan fisik/motorik hendaknya harus diberikan dalam situasi menarik dan menyenangkan anak e. Memberikan kebebasan kepada anak untuk melakukan kegiatan pengembang- an fisik/motorik dan menghindarkan kepemimpinan otoriter f. Memberikan pengawasan dan bimbingan terhadap anak yang melakukan kegiatan pengembangan fisik/motorik g. Kegiatan pengembangan fisik/motorik yang dilakukan hendaknya bervariasi h. Kegiatan pengembangan fisik/motorik yang dilakukan sehari-hari hendaknya dilakukan secara integratif.B. Metode dan tehnik Pelaksanaan Dalam pelaksanaan pengembangan fisik/motorik dapat menggunakan metode dan teknik sebagai berikut: a. Pemberian tugas b. Praktik langsung c. Bermain sambil bernyanyi d. Ritmik 11
  15. 15. e. Menari f. Senam g. Latihan h. Gerak dan lagu Dalam menggunakan metode dan teknik tersebut diatas guru dapat memilih salah satu atau gabungan metode yang sesuai dengan kemampuan, fasilitas kegiatan belajar mengajar, yang sesuai dengan kegiatan dan kebutuhan, minat, kemampuan anak, serta lingkungannya.C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran perlu disusun oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang tertuang dalam Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan Satuan Kegiatan Harian (SKH) dengan menyesuaikan pada tema yang telah ditetapkan. 12
  16. 16. CONTOH PEMBELAJARANBIDANG PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR FISIK/MOTORIK 13
  17. 17. Indikator : Bermain dengan simpai (bebas,melompat dalam simpai, merangkak dalam terowongan dari simpai, dan lain-lain) (Kelompok A)Kegiatan : Bermain dengan simpaiMetode : Demonstrasi/praktik langsung dan Pemberian tugasTujuan : 1. Mengembangkan kemampuan motorik kasar 2. Melatih keberanian anak 3. Melatih keseimbangan badan anakAlat dan Bahan : 1. Simpai 2. PeluitLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru mengajak Guru menjelaskan Guru mendemons- anak melakukan cara bermain trasikan kegiatan simpai cara bermain pemanasan simpai Langkah 4 Langkah 5 Anak bersama- Guru memberikan sama bermain bimbingan dan simpai motivasi pada anak yang belum mau bermain simpaiPenilaian : Unjuk kerjaCatatan • Permainan bisa bervariasi • Disesuaikan dengan kemampuan anak. 14
  18. 18. Anak-anak sedang Bermain dengan Simpai Anak-anak sedang Bermain dengan Simpai 15
  19. 19. Indikator : Merobek bebas. (Kelompok A)Kegiatan : Merobek bebas membuat suatu bentukMetode : Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih koordinasi tangan dan genggam 3. Mengembangkan kreativitas anakAlat dan Bahan : 1. Kertas lipat/berwarna 2. Kertas gambar 3. lemLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 2 Langkah 3 Langkah 1 Anak dibagikan Anak diberi Guru menjelaskan kertas dan lem kebebasan merobek cara merobek kertas satu bentuk sesuai yang benar dengan keinginan dan ekspresinya Langkah 4 Langkah 5 Anak menempel hasil Anak memajang hasil robekan kertas yang karyanya di papan dibuatnyaPenilaian : Penugasan dan hasil karya 16
  20. 20. Anak-anak sedang Melakukan Kegiatan Merobek Bebas Membuat Suatu BentukAnak-anak sedang Melakukan Kegiatan Merobek Bebas Membuat Suatu Bentuk 17
  21. 21. Ibu Guru Sedang Membantu Anak-anak yang Mengalami Kesulitan Hasil Karya Anak 18
  22. 22. Indikator : Menggunting bebas (Kelompok A)Kegiatan : Menggunting PolaMetode : Pemberian tugas / praktek langsungTujuan : 1. Untuk melatih motorik halus anak 2. Melatih kelenturan jari anak 1. Melatih ketelitian 2. Melatih kesabaran anak 3. Melatih koordinasi otak,mata dan tanggan.Alat dan Bahan : 1. Guting 2. Lem 3. Buku gambar 4. Kertas berpolaLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Guru memperlihat- Guru menjelaskan alat dan bahan kan hasil yang sudah cara menggunting yang akan jadi pola yang benar digunakan Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Anak Guru memberikan Anak menenmpelkan melaksanakan dorongan , hasil karya di buku kegiatan bimbingan dan gambar menggunting motivasi pada anak sesuai dengan polaPenilaian : Hasil karyaCatatan : Pola disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas 19
  23. 23. Menggunting Mengikuti Pola/Bentuk Menggunting Mengikuti Pola/Bentuk 20
  24. 24. Indikator : Memegang pensil (belum sempurna) (Kelompok A)Kegiatan : Membuat Coretan BebasMetode : - Demonstrasi/praktik langsung - Pemberian tugasTujuan : 1. Untuk melatih motorik halus anak 2. Melatih kelenturan jari anak 3. Melatih keterampilan anak memegang pensil dengan sempurnaAlat dan Bahan : 1. Pensil 2. KertasLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Guru mendemons- alat dan bahan trasikan cara Anak yang akan memegang pensil mempraktekan digunakan yang benar. gerakan mencoret Memperlihatkan hasil bebas di udara. yang sudah jadi Langkah 4 Langkah 5 Anak membuat coretan Guru memberikan bebas di kertas dorongan, bimbingan dan motivasi pada anakPenilaian : Hasil karyaCatatan : • Kegiatan mencoret bisa dilakukan di buku dan atau buku gambar • Pada saat melakukan kegiatan bisa diiringi dengan lagu (misal; Tik Tik Tik bunyi Hujan) 21
  25. 25. Indikator : Melambungkan dan menangkap kantong biji (Kelompok A)Kegiatan : Melambungkan dan menangkap kantong bijiMetode : - Demonstrasi/praktik langsung - Pemberian tugasTujuan : 1. Untuk melatih motorik kasar 2. Melatih keterampilan dan ketangkasan anak 3. Melatih ketepatan dan kecermatanAlat dan Bahan : Kantong biji-bijianLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Kegiatan Guru menjelaskan alat dan bahan pemanasan yang dan mendemons- yang akan sudah jadi trasikan cara digunakan melempar dan menangkap kantong biji Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Anak melakukan Guru memberikan Kegiatan kegiatan dorongan, bimbingan penenangan melambungkan dan motivasi pada anak dan menangkap secara berpasanganPenilaian : Unjuk kerjaCatatan : 1. Biji di dalam kantong adalah biji yang tidak bisa dikonsumsi dan tahan lama. 2. Menangkap merupakan keterampilan gerak dasar manipulasi yang melibatkan penghentian momentum suatu benda serta mengendalikannya dengan mengguna- kan kedua tangannya. Pada dasarnya untuk gerakan menangkap dikarakteristik- kan dengan cara menempatkan tangan pada posisi yang efektif saat menerima benda yang melayang, dipegang dengan kedua tangan sedemikian rupa serta dapat menunjukkan pengendalian terhadap objek dimaksud. Pemahaman fungsional terhadap hubungan waktu dan ruang serta koordinasi 22
  26. 26. Tahap awal 1. Sering terjadi reaksi penghindaran dengan mengalihkan wajah atau melindungi wajah dengan tangan (reaksi penghindaran dipelajari, oleh karena itu tidak mungkin dihadirkan). 2. Pelindung diberikan dan menahan bagian depan dari badan. 3. Menggerakkan badan didekatkan hingga kontak/bersentuhan. 4. Penangkapan mirip aksi pengkedukan. 5. Gunakan badan untuk menangkap pola. 6. Telapak menahan ke atas. 7. Jari-jari diulurkan dan menahan berat/masa. 8. Tangan tidak dimanfaatkan dalam aksi penangkapan. Menangkap Tahap AwalTahap Dasar 1. Reaksi menghindaran didekatkan untuk menutup mata ketika kontak dengan bola. 2. Siku menahan ke samping dengan menekuk mendekati 90 derajat. 3. Sejak usaha awal kontak dengan tangan, si anak tidak berhasil, tangan menangkap bola. 4. Tangan menahan dalam keadaan keduanya berlawanan ibu jari menahan ke atas. 5. Ketika kontak, tangan diusahakan untuk menekan bola dalam waktu sebentar dan gerak tidak merata. 23
  27. 27. Menangkap Tahap DasarPetunjuk Pembelajaran: 1. Gunakan benda yang lunak (kantong kacang, busa dsb.) 2. Gunakan benda dengan warna yang mencolok. 3. Awali dengan benda yang besar kemudian makin diperkecil. 4. Berikan kesempatan anak untuk memilih ukuran bolanya sendiri. 5. Pada pengalaman belajar pertama, berikan bola dari atas yang tidak memberikan gambaran yang kompleks (dinding), sehingga tidak menimbulkan masalah yang berkaitan dengan audio maupun visual). 6. Berikan permainan yang menekankan kepada gerakan melempar dan menangkap. 24
  28. 28. Indikator : Meniru melipat kertas sederhana (7 lipatan) (Kelompok.B)Kegiatan : Melipat kertas bentuk rumahMetode : 1. Demonstrasi 2. Pemberian tugas/praktek langsungTujuan : 1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih daya ingat anak 3. Meningkatkan kreativitas anak 4. Melatih ketelitian dan kerapian anakAlat dan bahan : 1. Kertas lipat 2. Buku gambar 3. Lem 4. Lap tanganLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Guru Guru menjelas- alat dan bahan menunjukkan kan dan yang akan hasil lipatan mendemonstrasi- digunakan rumah yang kan cara melipat sudah jadi dari awal sampai akhir Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Anak Guru memberi Anak melaksanakan bimbingan dan menempelkan kegiatan melipat motivasi pada hasil karya pada bentuk rumah anak yang belum buku gambar mampu melipatPenilaian : Hasil karyaCatatan : • Bahan tidak harus dari kertas (misal: daun kain , tisu, tikar, dan lain-lain • Bentuk lipatan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas 25
  29. 29. Indikator : Mencocok bentuk. (Kelompok.B)Kegiatan : Mencocok bentukMetode : Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih koordinasi mata dan tanganAlat dan Bahan : 1. Bantalan untuk mencocok 2. Jarum untuk mencocok 3. Kertas gambar/kertas lipat 4. lemLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Guru menjelaskan cara mencocok yang Anak diberi benar, yaitu: kebebasan - Pola gambar diletakkan pada bantalan. mencocok suatu - Jarum ditusukkan dengan posisi tegak bentuk sesuai dengan mengikuti garis pola yang ada dengan keinginan dan rapat kemudian dirobek dilepas dari dan ekspresinya dasar pola garis Langkah 3 Langkah 4 Anak diberi motivasi Hasil karya ditempel dan bantuan bila pada kertas dan diperlukan dipajangPenilaian : Penugasan dan hasil karya 26
  30. 30. Catatan : • Pada tahap permulaan, pola gambar dibuat oleh guru tetapi tahap selanjutnya anak membuat sendiri. • Anak diberi kebebasan sepenuhnya dalam memilih kertas atau warna menurut keinginan masing-masing. Dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak ada contoh yang diberikan guru. Alat Mencocok Bantalan 27
  31. 31. Indikator : Menjahit bervariasi (jelujur dan silang) 15 lubang dengan tali rafia, benang woll. (Kelompok.B)Kegiatan : Menjahit pola baju dengan tali sepatuMetode : Demonstrasi dan Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih ketelitian dan kesabaran anak 3. Melatih kerapian anakAlat dan Bahan : 1. Pola baju 2. Tali sepatuLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 2 Langkah 3 Langkah 1 Guru menunjukkan Guru menjelaskan Guru menyiapkan beberapa hasil dan alat dan bahan yang jahitan yang sudah mendemonstrasikan akan digunakan jadi cara menjahit dengan tali sepatu Langkah 4 Langkah 5 Anak melaksanakan Guru memberi kegiatan menjahit bimbingan dan motivasi dengan tali sepatu pada anak yang membutuhkanPenilaian : Hasil karya 28
  32. 32. Catatan : • Bentuk pola yang akan dijahit disesuaikan dengan tema • Alat jahit disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing (tali rapia, tali rami, benang woll, benang kasur, dan lain-lain) . 29
  33. 33. Indikator : Memantulkan bola besar, bola sedang , dan bola kecil (diam di tempat) (Kelompok.B)Kegiatan : Memantulkan Bola BasketMetode : 1. Demonstrasi/praktik langsung 2. Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik kasar anak 2. Melatih ketangkasan dan kecermatan anakAlat dan Bahan : Bola basket Ring basket/keranjangLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Anak melaksanakan Guru bersama anak Guru menjelaskan kegiatan melakukan dan memantulkan bola pemanasan mendemonstrasi- basket secara kan cara bergiliran/kelompok/ memantulkan bola bersama-sama basket Langkah 4 Langkah 5 Guru memotivasi Guru bersama anak anak agar tumbuh melaksanakan minatnya melakukan kegiatan kegiatan penenangan memantulkan bola basketPenilaian : unjuk kerjaCatatan : • Sebaiknya bola tidak hanya satu • Bentuk dan ukuran bola sesuai dengan usia anak 30
  34. 34. Memantulkan Bola Basket Memantulkan Bola Basket 31
  35. 35. Indikator : Mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan .Misalnya makan, mandi ,menyisir rambut, memasang kancing, mencuci dan melap tangan, mengikat tali sepatu . (Kelompok.B)Kegiatan : Lomba Memasang Kancing BajuMetode : 1. Tanya jawab 2. Demonstrasi 3. Pemberian TugasTujuan :1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih keterampilan anak 3. Melatih sportivitas dan kedisiplinan anakAlat dan Bahan : - Baju berkancing - PeluitLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Guru dan anak aktif Guru menjelaskan alat untuk kegiatan dalam kegiatan peraturan serta cara tanya jawab berlomba, kemudian guru mendemons- trasikannya Langkah 4 Langkah 5 Anak melakukan Guru memotivasi kegiatan lomba anak agar tumbuh memasang kancing minatnya dalam baju dengan kegiatan lomba pengawasan dan memasang kancing bimbingan guru bajuPenilaian : Unjuk kerjaCatatan : Baju yang digunakan untuk kegiatan lomba dapat disiapkan guru atau baju yang sedang dikenakan oleh anak 32
  36. 36. Indikator : Berdiri dengan tumit, berdiri di atas satu kaki dengan seimbang (Kelompok.B)Kegiatan : Lomba Berdiri di atas Satu Kaki dengan SeimbangMetode : 1.Tanya jawab 2. Demonstrasi 3. Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik kasar anak 2. Melatih keseimbangan badan 3. Melatih kekuatan anak 4. Melatih sportivitas dan kedisiplinan anakAlat dan Bahan : - Gambar burung bangau - Gambar pesawat terbangLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru dan anak Guru dan anak aktif Guru menjelaskan melakukan dalam kegiatan peraturan lomba pemanasan Tanya jawab dan mendemons- trasikan cara berdiri dengan satu kaki Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Anak melakukan Guru memotivasi kegiatan lomba anak untuk tumbuh Guru dan anak aktif berdiri diatas satu minatnya melakukan dalam kegiatan kaki dengan kegiatan lomba . penenangan. bimbingan guruPenilaian : Unjuk kerjaCatatan : Kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai variasi 33
  37. 37. Indikator : Naik otopet, sepeda roda dua (Kelompok.B)Kegiatan : Naik Otopet/Sepeda Roda DuaMetode : 1. Demonstrasi 2. Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik kasar anak 2. Melatih keseimbangan badan 3. Melatih kekuatan anak 4. Melatih sportivitas dan kedisiplinan anak 5. Meningkatkan keberanian anakAlat dan Bahan : 1. Otopet 2. Sepeda roda duaLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Guru dan anak aktif Guru menjelaskan cara dalam kegiatan naik otopet/sepeda pemanasan roda dua Langkah 3 Langkah 4 Anak melakukan Guru memberi kegiatan bimbingan dan naik otopet/sepeda memotivasi anak roda dua secara untuk tumbuh minatnya bergiliran melakukan kegiatan naik otopet/sepeda roda .Penilaian : Unjuk kerjaCatatan : • Sepeda yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan anak dan kondisi sekolah. • Kegiatan dilakukan di luar kelas. 34
  38. 38. Indikator : Meniru membuat garis tegak, datar,miring, lengkung dan lingkaran (Kelompok.B)Kegiatan : Menarik Garis Lengkung Menjadi Bentuk Benda (Sesuai Dengan Tema)Metode : Pemberian TugasTujuan : 1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih koordinasi antara mata dan tangan 3. Melatih kerapianAlat dan Bahan : 1. Gambar benda (Sesuai dengan tema) 2. Pensil/Pensil Warna/Spidol.Langkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Guru menyiapkan alat Guru menjelaskan cara bahan Menarik garis lengkung di dalam gambar benda Langkah 3 Langkah 4 Anak melaksanakan Guru memberi pujian tugas menarik garis pada anak yang berhasil lengkung dalam dan memotivasi anak gambar benda sesuai yang belum berhasil . kreativitasnya .Penilaian : Hasil karyaCatatan : Gambar yang digunakan disesuaikan dengan tema 35
  39. 39. Indikator : Berjalan mundur ,berjalan kesamping pada garis lurus sejauh 2- 3 meter sambil membawa beban (Kelompok.B)Kegiatan : Gerak dan Lagu Maju MundurMetode : 1. Demonstrasi 2. Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik kasar anak 2. Dapat melakukan gerakan sesuai lagu atau irama 3. Meningkatkan kegembiraan anakAlat dan Bahan : disesuaikan dengan temaLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru dan anak aktif Guru menjelaskan Anak dan guru dalam kegiatan dan memberi melaksanakan pemanasan contoh menyanyi kegiatan serta gerakannya Gerak dan lagu dari awal sampai akhir Langkah 4 Langkah 5 Guru memberikan Anak dan guru dorongan dan melaksanakan motivasi penenangan .Penilaian : Unjuk kerjaContoh Lagu : Maju-maju-maju Mundur-mundur-mundur Kanan kiri bergantian Lompat berjongkok Berdiri berjinjit Lari berkeliling bergembira ha-ha-haCatatan : Beban yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan anak 36
  40. 40. Indikator : Menangkap, melempar bola besar, bola sedang dan bola kecil (Tenis) dengan memutar badan, mengayunkan lengan dan melangkah (Kelompok.B)Kegiatan : Bermain Bola KeranjangMetode : 1. Demonstrasi/praktik langsung 2. Pemberian tugasTujuan : 1. Melatih motorik kasar anak 2. Melatih keterampilan dan ketangkasan anak 3. Melatih ketepatan dan kecermatan anak 4. Meningkatkan kegembiraan anakAlat dan Bahan : 1. Bola 2. Keranjang bola, keranjang tempat sampah 3. Kardus bekasLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 3 Langkah 1 Langkah 2 Guru menjelaskan Guru menyiapkan alat Melaksanakan dan mendemons- untuk bermain bola kegiatan trasikan cara keranjang pemanasan melempar bola dalam bermain bola keranjang, anak memperhatikan Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Anak melakukan Memberikan Anak bersama guru kegiatan dorongan dan melakukan Bermain bola motivasi. penenangan keranjang dengan . bimbingan guruPenilaian : Unjuk kerjaCatatan : Diusahakan bola yang tidak memantul (Misal: Bola kain, bola kertas, bola janur,dan lain-lain) 37
  41. 41. Bermain Bola Keranjang Bermain Bola Keranjang 38
  42. 42. Indikator : Berlari sambil melompat dengan seimbang tanpa jatuh (Kelompok.B)Kegiatan : Berlari Sambil MelompatMetode : 1. Demonstrasi/praktik langsung 2. Pemberian tugasTujuan : 1. Mengembangkan kemampuan koordinasi otot kasar 2. Meningkatkan kesegaran jasmani 3. Melatih keseimbangan badan dan keberanian anakAlat dan Bahan : 1. Peluit 2. Tali, karet, simpaiLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menjelaskan Anak melakukan Kegiatan pemanasan dan mendemons- kegiatan berlari dan trasikan cara Berlari melompat secara sambil melompat individu, Contoh: Lari… berkelompok, lompat….dst bersama Langkah 4 Langkah 5 Guru memberi Guru dan anak aktif bimbingan dan dalam kegiatan memotivasi anak penenangan. untuk melakukan kegiatan berlari sambil melompat.Penilaian : Unjuk kerjaCatatan : Kegiatan disesuaikan dengan kemampuan anak 39
  43. 43. Berlari Sambil Melompat Berlari Sambil Melompat 40
  44. 44. Indikator : Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi (Kelompok.B)Kegiatan : Merayap Mengikuti Lintasan Membentuk LingkaranMetode : Demonstrasi Pemberian tugas/praktik langsungTujuan : 1. Mengembangkan kemampuan koordinasi motorik kasar 2. Menanamkan nilai-nilai sportivitas dan disiplin anak 3. Meningkatkan kelenturan tubuh anakAlat dan Bahan : 1. Tali 2. Karpet ,dan lain-lain.Langkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru memberi Guru bersama Guru contoh/mendemonstr anak melakukan menjelaskan asikan kegiatan kegiatan kegiatan merayap merayap membentuk pemanasan yang akan lingkaran di atas dilaksanakan karpet Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Anak-anak secara Guru memberikan Guru bersama bergiliran melakukan dorongan/motivasi anak melakukan kegiatan merayap pada anak untuk gerakan-gerakan membentuk lingkaran melakukan penenangan di atas karpet kegiatanPenilaian : Unjuk kerjaCatatan : Gerakan dapat dilakukan secara bervariasi dan bertahap. 41
  45. 45. Kegiatan Merayap Mengikuti Lintasan Kegiatan Merayap Mengikuti Lintasan 42
  46. 46. Indikator : Berjalan maju pada garis lurus, berjalan di atas papan titian, berjalan dengan berjinjit, berjalan dengan tumit sambil membawa beban (Kelompok.B)Kegiatan : Berjalan di Atas Papan Titian dengan Membawa Beban (Cangkir Berisi Air dan Tidak Tumpah)Metode : Pemberian tugas/praktek langsung.Tujuan : 1. Melatih motorik kasar anak. 2. Melatih keseimbangan anak. 3. Melatih keberanian anak.Alat dan Bahan : 1. Papan titian. 2. Cangkir berisi air.Langkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru mengajak Guru menjelaskan Anak satu persatu anak melakukan dan memberikan berjalan di atas gerakan contoh kegiatan papan titian pemanasan yang akan dengan dilakukan merentangkan tangan dahulu Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Anak berjalan di Guru memberikan Guru mengajak atas papan titian dorongan dan anak melakukan dengan membawa bimbingan pada gerakan-gerakan cangkir berisi air anak penenangan dan tidak tumpahPenilaian : Unjuk kerja.Catatan : • Posisi/sikap tangan dan gerakan dilaksanakan secara bervariasi. • Beban yang dibawa disesuaikan menurut kebutuhan dan tingkat kemampuan anak. 43
  47. 47. Berjalan di atas Papan Titian dengan Membawa Cangkir Berisi AirBerjalan di atas Papan Titian dengan Membawa Cangkir Berisi Air 44
  48. 48. Indikator : Senam fantasi bentuk meniru, misalnya menirukan berbagai gerakan hewan, gerakan tanaman yang terkena angin (sepoi-sepoi, angin kencang, dan kencang sekali) dengan lincah (Kelompok.B)Kegiatan : Senam Fantasi Bentuk MeniruMetode : Pemberian tugas/praktek langsungTujuan : 1. Mengembangkan kemampuan koordinasi motorik kasar. 2. Mengembangkan kemampuan imajinasi anak. 3. Melatih kekuatan, keseimbangan , dan tanggung jawab.Alat dan Bahan : disesuaikan dengan kegiatanLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 3 Langkah 1 Langkah 2 Anak melakukan Guru menjelaskan senam fantasi Guru mengajak anak kegiatan senam bentuk meniru melakukan kegiatan fantasi bentuk sesuai dengan yang pemanasan meniru yang akan ditirunya, misal dilakukan mencangkul,mencuci dan lain-lain Langkah 4 Langkah 5 Guru memberi Guru bersama anak bimbingan dan motivasi melakukan gerakan- pada anak untuk gerakan penenangan melakukan kegiatanPenilaian : Unjuk kerja.Catatan : • Alat dan bahan yang digunakan disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. • Gerakan disesuaikan menurut bentuk kegiatan yang akan ditirukan dan dilakukan secara bertahap. 45
  49. 49. Indikator : Meloncat dari ketinggian 30 – 50 cm (Kelompok.B)Kegiatan : Meloncat dari Ketinggian 30 CmMetode : - Pemberian tugas/praktek langsung - Demonstrasi/praktik langsungTujuan : 1. Melatih kelenturan otot-otot 2. Melatih keseimbangan anak 3. Melatih keberanian anakAlat dan Bahan : 1. Papan loncat dengan ketinggian 30 CM 2. Kursi ,dan lain-lainLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru mengajak Guru menjelaskan Anak satu persatu anak melakukan kegiatan meloncat meloncat dari papan gerakan yang akan loncat setinggi 30 cm pemanasan dilaksanakan Langkah 4 Langkah 5 Guru memberi Guru mengajak anak dorongan pada anak melakukan gerakan- agar anak dapat gerakan penenangan meloncat dari ketinggian 30 cm.Penilaian : Unjuk kerja.Catatan : Gerakan dapat dilakukan secara bervariasi dan disesuaikan dengan tingkat keberanian anak. 46
  50. 50. Meloncat dari Ketinggian 30 cm Meloncat dari Ketinggian 30 cm 47
  51. 51. Indikator : Memanjat, bergelatung, dan berayun (Kelompok.B)Kegiatan : Memanjat, Bergelantung dan BerayunMetode : Pemberian tugas/praktek langsungTujuan : 1. Melatih motorik kasar anak 2. Melatih kelenturan otot-otot anak 3. Melatih keseimbangan anak 4. Memupuk keberanian anakAlat dan bahan : 1. Tangga mejemuk 2. AyunanLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru bersama anak Guru menjelaskan Anak satu persatu melakukan kegiatan kegiatan yang akan melaksanakan pemanasan dilaksanakan kegiatan memanjat, bergelantung dan berayun pada tangga majemuk Langkah 4 Langkah 5 Guru memberikan Guru mengajak anak dorongan/motivasi pada melakukan gerakan anak untuk melakukan penenangan kegiatanPenilaian : Unjuk kerjaCatatan : • Kegiatan ini dilakukan secara bertahap. • Tingkat ketinggian diatur secara bertahap. • Guru memberikan perhatian lebih pada anak pada saat melakukan kegiatan 48
  52. 52. Kegiatan Memanjat Kegiatan Berayun 49
  53. 53. Kegiatan Bergelantung Kegiatan Berayun 50
  54. 54. Indikator : Menendang bola ke depan dan ke belakang (Kelompok.B)Kegiatan : Menendang Bola ke DepanMetode : Pemberian tugas/praktek langsungTujuan : 1. Melatih motorik kasar anak 2. Melatih koordinasi mata dan kaki 3. Melatih kerja sama anakAlat dan Bahan : 1. Bola besar/bola sedangLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru bersama Guru menjelaskan Anak satu persatu anak melakukan cara menendang menendang bola ke kegiatan bola dan depan secara pemanasan mendemonstrasi- bergiliran kannya Langkah 4 Langkah 5 Guru memberikan Guru mengajak anak dorongan dan melakukan gerakan bimbingan pada anak penenangan untuk melakukan kegiatanPenilaian : Unjuk kerjaCatatan :• Menendang merupakan keterampilan manipulatif yang menggunakan kaki untuk menendang suatu benda. Tendangan di tempat merupakan dasar menendang untuk keterampilan menendang lainnya, seperti menendang bola yang bergerak• Menendang merupakan bentuk serangan dari kaki digunakan untuk memberikan kekuatan pada objek yang diarahkan ke depan tujuan. 51
  55. 55. a. Tahap Awal 1. gerakan terbatas selama menendang. 2. tubuh tetap tegak. 3. tangan digunakan untuk mempertahankan keseimbangan. 4. gerakan kaki yang menendang pada bola daripada menendangnya secara tepat. 5. dorongan daripada gerakan pukulan lebih dominan. Menendang Tahap Awalb. Tahap Dasar 1. Ayunan belakang awal dipusatkan pada tubuh. 2. Kaki untuk menendang cenderung tetap bengkok selama menendang. 3. Proses lanjutan terbatas pada gerakan lutut depan. 4. Satu atau lebih langkah hati-hati ditujukan ke arah bola. Menendang Tahap Dasar 52
  56. 56. Petunjuk Pembelajaran: 1. Siapkan penyusunan jadwal kegiatan tendangan untuk mencapai jarak tertentu, pola tahap matang harus sudah mantap sebelum diarahkan ketepatan menendang. 2. Latihkan tendangan dengan kaki yang bergantian. 3. Latihkan tendangan ke semua arah. 4. Siapkan bola dengan berbagai macam ukuran, berat, dan juga bentuk bola (bulat maupun elips, bola busa dengan berbagai macam ukuran dan berat). 5. Formasi pembelajaran harus cukup jauh dari satu anak ke anak yang lain, sehingga tujuan tendangan jauh akan tercapai kemungkinan hal-hal yang merupakan akan dijaga. 6. Saat melakukan punting dan tendangan bola diam, tekankan untuk gerakan lanjutan yang penuh. 7. Saat melakukan dribbling langkah harus pendek dan lembut. 8. Sering-sering menyebut kontrol bola saat melatih dribbling. 9. Kurangi keterlibatan anak dalam permainan sampai mereka sampai mereka telah mampu mengontrol dan mempertahankan keseimbangan yang perlu untuk keamanan maupun keikutsertaan. 10. Beri saran untuk menggunakan pola menendang yang dikombinasikan dengan jenis keterampilan dasar lain (gerakan lokomotor dengan irama tertentu). 11. Kaitkan pola gerakan ini dengan menari sebagai bentuk manuver-manuver dengan bola. 12. Siapkan program kegiatan untuk keseimbangan bila dibutuhkan.Selain catatan di atas, perlu diperhatikan sebagai berikut:• Anak diarahkan agar dapat menendang bola dengan teknik yang benar.• Jarak jauhnya diatur secara bertahap.• Setelah anak mampu menendang bola secara bertahap, diberi kesempatan untuk bermain sepak bola dengan bola ukuran anak.• Bola yang digunakan sebaiknya bola yang lentur 53
  57. 57. Indikator : Menyusun menara kubus minimal 12 kubus (Kelompok.B)Kegiatan : Menyusun 12 Kubus Menjadi Bentuk MenaraMetode : Pemberian tugas/praktek langsungTujuan : 1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih kreativitas anak 3. Memupuk kerjasama sesama temanAlat dan Bahan : 1. Kubus dari kayu, karton atau kardus.Langkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Guru menjelaskan Anak diberi alat dan bahan tentang kegiatan yang kebebasan dalam yang akan akan dilaksanakan membentuk menara digunakan sesuai dengan kemampuan anak Langkah 4 Langkah 5 Guru memberikan Anak merapikan dorongan/motivasi pada kembali kubus-kubus anak untuk melakukan yang digunakan kegiatanPenilaian : Hasil karyaCatatan : Kegiatan ini dapat dilakukan secara individu atau kelompok. 54
  58. 58. Menyusun Kubus menjadi Bentuk Menara 55
  59. 59. Indikator : Membuat lingkaran dan bujursangkar dengan rapi (Kelompok.B)Kegiatan : Membuat LingkaranMetode : 1. Demonstrasi/praktik langsung 2. Pemberian TugasTujuan : 1. Melatih motorik halus anak 2. Melatih koordinasi mata dan tangan 3. Melatih kerapihan anakAlat dan Bahan : 1. Kertas/papan tulis 2. Pensil/spidol/kapur 3. PenghapusLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Guru Guru memberi alat dan bahan menjelaskan contoh membuat yang akan kegiatan yang lingkaran digunakan akan dilaksanakan Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Guru memberi Guru memberi Guru memberi contoh membuat tugas anak bimbingan pada bentuk lingkaran membuat anak di udara diikuti lingkaran pada oleh semua anak kertas yang disediakanPenilaian : Hasil karyaCatatan : Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak. 56
  60. 60. Indikator : Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough/tanah liat, pasir (Kelompok.B)Kegiatan : Membentuk Mainan Yang Disenangi Dengan Plastisin/Adonan TepungMetode : Pemberian tugas / praktek langsungTujuan : 1. Untuk melatih motorik halus anak 2. Mengembangkan kreatifitas anakAlat dan Bahan : 1. Plastisin/adonan tepung 2. Papan alas 3. CelemekLangkah-langkah Kegiatan: Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Guru menyiapkan Anak-anak memakai Guru memperlihat- alat dan bahan celemek kan cara cara yang akan membentuk digunakan dengan plastisin/ adonan tepung Langkah 4 Langkah 5 Anak diberi kebebasan Guru memberikan untuk membentuk dorongan, bimbingan dengan plastisin/ dan motivasi pada anak adonan tepungPenilaian : Hasil karyaCatatan : • Kegiatan membentuk ini juga dapat dilakukan dengan tanah liat ataupun pasir, alat- alat yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan dan bahan yang akan dibentuk. • Pada kegiatan membentuk dengan pasir sebaiknya dilakukan di bak pasir. 57
  61. 61. BAB IV PENUTUPPengembangan fisik/motorik merupakan salah satu bagian pengembangan kemampuandasar di TK yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik kasar dan motorikhalus yang terdiri atas gerakan-gerakan jalan, lari, lompat, senam, keterampilandengan bola, keterampilan menggunakan peralatan, menari, latihan ritmik dan gerakgabungan.Gerakan-gerakan dasar dilatihkan sedemikian rupa secara bertahap sehinggadikuasai oleh anak didik. Guru harus mencontohkan setiap gerakan dan anak didikdiberi kesempatan untuk melakukannya bersama guru. Guru tidak hanya memberikaninstruksi dan anak yang melakukan, akan tetapi kegiatan tersebut dilakukan bersama-sama. Gerakan juga harus bervariasi sehingga suatu permainan terdiri dari beberapaelemen gerakan dasar.Agar kegiatan pengembangan fisik/motorik dapat terlaksana dengan baik, makaanak didik dituntut memiliki perhatian dan daya tangkap yang baik pula, sepertikecepatan bereaksi, kesanggupan kerjasama, disiplin, jujur, dan lain-lain, sesuaidengan kemampuan anak didik.Buku ini merupakan contoh bagi guru TK, sehingga dimungkinkan guru dapatmengembangkan sendiri sesuai dengan kondisi guru, anak didik, sarana prasarana,dan kondisi lingkungan setempat, dan sebagai bahan rujukan penyusunan SatuanKegiatan Mingguan (SKM) dan Satuan Kegiatan Harian (SKH).Dengan adanya contoh kegiatan pembelajaran ini, guru TK dapat melaksanakankegiatan pembelajaran lebih baik, terarah, sesuai dengan yang dikehendaki KurikulumTK 2004. Masukan, saran, dan koreksi dari semua pihak akan dipergunakan sebagaibahan penyempurnaan buku ini. 58

×