PENGARUH PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING       BERBANTUAN DIAGRAM VEE TERHADAP    KETERAMPILAN GENERIK PENGAMATAN DAN   I...
PENGARUH PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING      BERBANTUAN DIAGRAM VEE TERHADAP    KETERAMPILAN GENERIK PENGAMATAN DAN  INF...
PERSETUJUAN PEMBIMBINGSkripsi dengan judul ”Pengaruh Penerapan Collaborative Learning BerbantuanDiagram Vee terhadap Keter...
PENGESAHANSkripsi yang berjudul :     “Pengaruh Penerapan Collaborative Learning Berbantuan Diagram Vee     terhadap Keter...
PERNYATAAN       Saya menyatakan bahwa isi skripsi ini tidak terdapat karya yang pernahdiajukan untuk memperoleh gelar kes...
MOTTO DAN PERSEMBAHANMOTTO:Kejujuran membawa keberkahan, kerja keras membawa kesuksesan. Dengan kerjakeras yang jujur, aku...
KATA PENGANTAR      Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mencurahkan rahmatdan hidayah-Nya sehingga penulis d...
6. Bapak Drs. Kunnaji, kepala SMA Negeri 1 Gombong yang telah memberikan ijin   kepada penulis untuk melakukan penelitian....
ABSTRAKRusmawati, D. I. 2012. Pengaruh Penerapan Collaborative LearningBerbantuan Diagram Vee terhadap Keterampilan Generi...
DAFTAR ISI                                                                                                           Halam...
3.6.2 Uji Reliabilitas Soal .....................................................................            47   3.6.3 Uj...
DAFTAR TABELTabel                                                                                                    Halam...
DAFTAR GAMBARGambar                                                                                           Halaman2.1 B...
DAFTAR LAMPIRANLampiran                                                             Halaman1.  Daftar Nama Siswa Kelas Eks...
42.   Analisis Pengaruh Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar ……….       23943.   Uji Perbedaan Rata-rata Dua Pihak Data Has...
1                                  BAB 1                          PENDAHULUAN1.1   Latar Belakang      Ilmu kimia merupaka...
2hanya menyampaikan teori sama persis dengan ada di buku kimia yang dimilikisiswa. Pada metode ini terkadang konsentrasi s...
3akan memiliki pemahaman yang setara akan pembahasan. Sebagai metode belajar,Collaborative Learning dilandasi pemikiran ba...
4penguasaan metodologis, dan konseptual yang relevan dan memadai. Oleh karenaitu untuk mengatasi permasalahan tersebut dig...
5terdahulu tanpa harus melakukan percobaan baru. Dalam materi pokokhidrokarbon, pengamatan dan inferensi logika dapat dike...
63.    Bagaimana peningkatan penerapan collaborative learning berbantuan      diagram vee terhadap penguasaan keterampilan...
71.4     Manfaat Penelitian        Hasil penelitian ini diharapkan akan memberi manfaat bagi :1.    Siswa, dapat meningkat...
81.5 Penegasan Istilah        Penegasan istilah dimaksudkan agar terjadi kesatuan pandangan dankesamaan penafsiran pada ju...
9Diagram vee pada penelitian ini digunakan sebagai alat evaluasi penguasaanmetodologis dan konseptual bagi siswa pada perc...
101.5.4    Hidrokarbon        Menurut KTSP, pokok materi hidrokarbon merupakan pokok materipelajaran kimia SMA kelas X sem...
11                                  BAB 2                       TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pembelajaran Kimia dan Permasalahannya...
12     Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) yaitumempelajari gejala alam. Dalam mempelajari gejala...
13mendapat perhatian dari guru karena lebih mengutamakan level makroskopik(pengamatan dengan indra) dan level representasi...
14     Konsep belajar kolaboratif menurut Duffy & Cunningham (1996) sejaktahun 1990-an sudah mulai dikembangkan dan telah ...
151.   Menumbuhkan tanggungjawab individu, karena diantara individu menyadari     akan adanya tugas-tugas bersama dalam ke...
16belajar akan tampil dalam beragam perspektif yang memberi kesempatan untukmembentuk tahapan pengetahuan seperti seorang ...
17     2. kedua, penyajian informasi dalam bentuk demonstrasi atau melalui bahan        bacaan;     3. pengorganisasian si...
18untuk mengembangkan keterampilan generik sains pengamatan dan inferensilogika pada siswa.       Diagram vee dalam peneli...
194.   Mendeskripsikan kejadian dan atau objek yang akan dipelajari (tempatkan di     ujung diagram V). Kejadian dan atau ...
209.   Praktikan melakukan kerja atau investigasi laboratorium untuk menguji     keberadaan unsur C dan H dalam senyawa ka...
12     KONSEPTUAL/ TEORITIS                                              PERTANYAAN FOKUS                                 ...
19                                                                               12                                       ...
23                                                                              13format soal diagram vee untuk mengukur p...
24                                                                             142.4 Keterampilan Generik Sains     Ketera...
15                                                                                    25                         Tabel 2.1...
26                                                                            16      Pada penelitian ini pengertian keter...
1727secara kualitatif obyek atau sifat, mengenal dan menggambarkan hasil suatuinteraksi, menggunakan instrument sederhana ...
28                                                                                 18misalnya jika suatu larutan Ca(OH)2 a...
19                                                                               29     Pada awalnya, para ahli kimia orga...
30                                                                         20Hidrokarbon jenuh hanya memiliki ikatan tngga...
31                                                                             214.   Uji keberadaan unsur C dan H dalam s...
32                                                                            22mahasiswa lebih mandiri dan aktif dengan b...
23                                                                              33dimiliki praktikan sebelum melakukan pra...
24                                                                              34mahasiswa calon guru. Dalam penelitian t...
35                                                                          25      Hernani (2010) melakukan penelitian ya...
36                                                                        262.7 Kerangka Berpikir     Dalam penelitian ini...
37                                                                                                27           Secara ring...
38                                                                           282.8 HipotesisDalam penelitian ini dirumuska...
39                                      BAB 3                         METODE PENELITIAN3.1      Penentuan dan Sampel Penel...
403.1.1.3 Uji Homogenitas Populasi       Hasil analisis data nilai Ujian Akhir Semester Ganjil membuktikan bahwadata antar...
41eksperimen (collaborative learning berbantuan diagram vee) dan kelas X 7sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional...
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Skripsi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Skripsi

6,826

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,826
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
468
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Skripsi

  1. 1. PENGARUH PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING BERBANTUAN DIAGRAM VEE TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK PENGAMATAN DAN INFERENSI LOGIKA SISWA KELAS X PADA MATERI HIDROKARBON SKRIPSI Disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kimia Oleh: Diah Ika Rusmawati 4301408054 JURUSAN KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
  2. 2. PENGARUH PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING BERBANTUAN DIAGRAM VEE TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK PENGAMATAN DAN INFERENSI LOGIKA SISWA KELAS X PADA MATERI HIDROKARBON Skripsi Disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kimia oleh Diah Ika Rusmawati 4301408054 JURUSAN KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
  3. 3. PERSETUJUAN PEMBIMBINGSkripsi dengan judul ”Pengaruh Penerapan Collaborative Learning BerbantuanDiagram Vee terhadap Keterampilan Generik Pengamatan dan Inferensi LogikaSiswa Kelas X pada Materi Hidrokarbon” telah disetujui oleh pembimbing untukdiajukan ke Sidang Panitia Ujian Skripsi pada: Hari : Jumat Tanggal : 31 Agustus 2012 Semarang, 14 Agustus 2012Pembimbing I Pembimbing IIDrs. Tjahyo Subroto, M.Pd. Dr. Sudarmin, M.Si.NIP. 19470324 197008 1 001 NIP. 19660123 199203 1 003 ii
  4. 4. PENGESAHANSkripsi yang berjudul : “Pengaruh Penerapan Collaborative Learning Berbantuan Diagram Vee terhadap Keterampilan Generik Pengamatan dan Inferensi Logika Siswa Kelas X pada Materi Hidrokarbon”disusun oleh : Nama : Diah Ika Rusmawati NIM : 4301408054telah dipertahankan di hadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada Hari : Jumat Tanggal : 31 Agustus 2012Ketua SekretarisProf. Dr. Wiyanto, M.Si. Dra. Woro Sumarni, M.Si.19631012 198803 1 001 19650723 199303 2 001Ketua PengujiDr. Sri Haryani, M.Si.19580808 198303 2 002Penguji/Pembimbing Utama Penguji/Pembimbing PendampingDrs.Tjahyo Subroto, M.Pd. Dr. Sudarmin, M.Si.NIP. 19470324 197008 1 001 NIP. 19660123 199203 1 003 iii
  5. 5. PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa isi skripsi ini tidak terdapat karya yang pernahdiajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dansepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernahditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis dirujuk dalam skripsiini dan disebutkan dalam Daftar Pustaka. Semarang, Agustus 2012 Diah Ika Rusmawati 4301408054 iv
  6. 6. MOTTO DAN PERSEMBAHANMOTTO:Kejujuran membawa keberkahan, kerja keras membawa kesuksesan. Dengan kerjakeras yang jujur, aku yakin pasti Tuhan akan memberikan kesuksesan yang berkah. PERSEMBAHAN: Dengan penuh ucapan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Orangtuaku tercinta, yang selalu menyayangiku, mendukungku dan memberikan doa restu untukku; 2. Teman-teman CHEVENT, yang sudah menjadi keluargaku selama ini; 3. Teman-teman seperjuangan pendidikan kimia regular ’08; 4. Dan teman-temanku tersayang di “Kost Intan”, yang memberikan keceriaan dalam hidupku. v
  7. 7. KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mencurahkan rahmatdan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul“Pengaruh Penerapan Collaborative Learning Berbantuan Diagram Vee terhadapKeterampilan Generik Pengamatan dan Inferensi Logika Siswa Kelas X pada MateriHidrokarbon”. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini perkenankanlah penulismengucapkan terimakasih kepada:1. Rektor Universitas Negeri Semarang, yang memberikan fasilitas yang cukup memadai di kampus sehingga kami dapat menggunakan fasilitas yang ada untuk penyusunan skripsi ini.2. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan penulis untuk melakukan penelitian ini.3. Ketua Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.4. Bapak Drs. Tjahyo Subroto, M.Pd., Dosen pembimbing I yang dengan tekun, sabar, dan teliti memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berarti mulai penyusunan proposal, jalannya penelitian dan awal penulisan skripsi.5. Bapak Dr. Sudarmin, M.Si., Dosen pembimbing II yang dengan tekun, sabar, teliti, dan kritis memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berarti mulai penyusunan proposal, jalannya penelitian dan awal penulisan skripsi. vi
  8. 8. 6. Bapak Drs. Kunnaji, kepala SMA Negeri 1 Gombong yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.7. Ibu Dra. Endang Kinarlin, Guru Kimia SMA Negeri 1 Gombong yang telah berkenan membimbing dan membantu terlaksananya penelitian ini.8. Siswa kelas X 5 dan X 7 SMA Negeri 1 Gombong tahun pelajaran 2011/2012 atas kesediaanya menjadi responden dalam pengambilan data penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada bapak, ibu, dan semua pihakyang telah memberikan bantuan selama pelaksanaan dan pelaporan skripsi ini. Padakesempatan ini penulis sampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepadasemua pihak, jika selama interaksi terjadi banyak hal yang kurang berkenan. Semogaskripsi ini dapat memberikan manfaat kepada penulis khususnya dan kepada parapembaca pada umumnya, serta dapat memberikan sumbangan pemikiran padaperkembangan pendidikan selanjutnya. Semarang, Agustus 2012 Penulis vii
  9. 9. ABSTRAKRusmawati, D. I. 2012. Pengaruh Penerapan Collaborative LearningBerbantuan Diagram Vee terhadap Keterampilan Generik Pengamatan danInferensi Logika Siswa Kelas X pada Materi Hidrokarbon.Skripsi, Jurusan KimiaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.Pembimbing Utama Drs. Tjahyo Subroto, M.Pd. dan Pembimbing PendampingDr. Sudarmin, M.Si.Kata kunci: Collaborative learning; diagram vee; hidrokarbon; keterampilan generik sains Keterampilan generik pengamatan dan inferensi logika yang baik dapatdiperoleh melalui penggunaan metode dan media pembelajaran yang tepat.Collaborative learning mengacu kepada metode pengajaran yang mana siswadengan berbagai latar kemampuan bekerja bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan. Dengan bekerja bersama-sama melakukanpercobaan dalam kelompok-kelompok mempermudah siswa dalam melakukanpengamatan dan menyimpulkan hasil percobaan sesuai dengan teori yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan collaborativelearning berbantuan diagram vee terhadap keterampilan generik pengamatan danketerampilan generik inferensi logika pada materi hidrokarbon. Materi yangdipilih adalah hidrokarbon. Populasi penelitian yaitu siswa kelas X SMA N 1Gombong tahun ajaran 2011/ 2012 sebanyak 285 yang terbagi dalam 9 kelas.Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling dan dihasilkankelas X 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X 7 sebagai kelas kontrol. Metodepengumpulan data adalah tes berbentuk soal essay, diagram vee, angket,wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaketerampilan generik pengamatan dan inferensi logika siswa dan penguasaankonsep pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Penerapancollaborative learning berbantuan diagram vee mampu meningkatkan penguasanketerampilan generik pada taraf pencapain sedang. Keterampilan generikpengamatan pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan keterampilangenerik inferensi logikanya. Taraf pencapaian keterampilan generik pengamatanadalah tinggi, sedangkan taraf pencapaian keterampilan generik inferensilogikanya sedang. Besarnya pengaruh penerapan collaborative learningberbantuan diagram vee mencapai 33,70%. Hal ini berarti penerapan collaborativelearning berbantuan diagram vee memiliki pengaruh sedang pada pembelajaran.Keunggulan collaborative learning berbantuan diagram vee ini disampingmeningkatkan penguasaan keterampilan generik sains pengamatan dan inferensilogika siswa dan konsep hidrokarbon, juga membuat siswa lebih teliti danterampil dalam melakukan percobaan dan menuntut siswa terlibat lebih aktifselama pembelajaran. viii
  10. 10. DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTAR ................................................................................... viABSTRAK ....................................................................................... .............. viiiDAFTAR ISI ................................................................................................... ixDAFTAR TABEL ........................................................................................... xiDAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiiDAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xiiiBAB1. PENDAHULUAN ................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ......... ................................................................ 5 1.3 Tujuan ........................................................................ .................... 6 1.4 Manfaat ..................................................................................... ..... 7 1.5 Penegasan Istilah ............................................................................ 82. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS ............................................ 11 2.1 Pembelajaran Kimia dan Permasalahannya .................................... 11 2.2 Collaborative Learning .................................................................. 13 2.3 Diagram Vee ................................................................................... 17 2.4 Keterampilan Generik Sains ........................................................... 24 2.5 Materi Hidrokarbon ........................................................................ 28 2.6 Penelitian yang Mendukung ........................................................... 31 2.7 Kerangka Berpikir .......................................................................... 36 2.8 Hipotesis ......................................................................................... 383. METODE PENELITIAN......................................................................... 39 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian .................................................. 39 3.1.1 Populasi ........................................................................................ 39 3.1.1.1 Analisis Data Tahap Awal (Data Populasi).................................. 39 3.1.1.2 Uji Normalitas .............................................................................. 39 3.1.1.3 Uji Homogenitas Populasi ........................................................... 40 3.1.2 Sampel .......................................................................................... 40 3.2 Variabel Penelitian ...................................................................... 41 3.3 Desain Penelitian .......................................................................... 42 3.4 Metode Pengumpulan Data .......................................................... 42 3.5 Metode Penyusunan Instrumen .................................................... 44 3.5.1 Materi dan Bentuk Tes ................................................................. 44 3.5.2 Metode Penyusunan Instrumen Uji Coba..................................... 45 3.5.3 Pelaksanaan Tes Uji Coba ........................................................... 46 3.6 Analisis Instrumen Penelitian....................................................... 46 3.6.1 Uji Validitas Soal ......................................................................... 46 ix
  11. 11. 3.6.2 Uji Reliabilitas Soal ..................................................................... 47 3.6.3 Uji Indeks Kesukaran Soal ........................................................... 49 3.6.4 Daya Pembeda Soal ...................................................................... 49 3.7 Metode Analisis Data ................................................................... 51 3.7.1 Analisis Data Awal....................................................................... 51 3.7.2 Analisis Data Akhir ...................................................................... 53 3.7.3 Uji Hipotesis................................................................................. 54 3.7.4 Analisis Lembar Observasi dan Angket ....................................... 58 3.7.5 Uji normalitas Gain ..................................................................... 594. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ....................................... 60 4.1 Hasil Penelitian ............................................................................ 60 4.1.1 Pelaksanaan Penelitian ................................................................. 60 4.1.2 Analisis Data Tahap Akhir ........................................................... 61 4.2 Pembahasan .................................................................................. 805. SIMPULAN DAN SARAN ..................................................................... 97 5.1 Simpulan....................................................................................... 97 5.2 Saran ............................................................................................ 98DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 99LAMPIRAN .................................................................................................... 104 x
  12. 12. DAFTAR TABELTabel Halaman2.1 Keterampilan Generik Sains dan Indikator .......................................... 2 53.1 Hasil Uji Homogenitas Populasi ............................................................ 403.2 Data Hasil Uji Normalitas Nilai Ujian Akhir Semester Ganjil.............. 413.3 Desain Penelitian .................................................................................... 423.4 Klasifikasi Taraf Kesukaran Soal .......................................................... 493.5 Kriteria Daya Pembeda Soal ................................................................. 503.6 Pedoman Koefisien Korelasi Biserial (rb) .............................................. 553.7 Kriteria Nilai Afektif dan Psikomotorik ................................................. 584.1 Data Hasil Pretes .. ................................................................................ 614.2 Hasil Uji Normalitas Data Pretes .......................................................... 614.3 Hasil Uji Kesamaan Dua Varians Data Pretes ...................................... 624.4 Data Hasil Postes ................................................................................... 624.5 Hasil Uji Normalitas Data Postes …...................................................... 634.6 Hasil Uji Kesamaan Dua Varians Data Postes ….................................. 634.7 Hasil uji perbedaan rata-rata satu pihak kiri data hasil Postes……....... 654.8 Hasil Uji Ketuntasan Belajar .................................................................. 664.9 Hasil analisis tiap aspek afektif kelas eksperimen ................................. 674.10 Hasil analisis tiap aspek afektif kelas kontrol ........................................ 684.11 Rerata Nilai Tiap Aspek Ranah Psikomotorik pada Kelompok Eksperimen ............................................................................................. 714.12 Rerata Nilai Tiap Aspek Ranah Psikomotorik pada Kelompok Eksperimen ............................................................................................. 724.13 Rerata Awal dan Akhir Keterampilan Generik antara Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ........................................................................... 794.14 Analisis Skor Pretes, Postes, % N-gain dan Taraf Pencapaian untuk Keterampilan Generik Pengamatan ........................................................ 794.15 Analisis % N-gain dan taraf pencapaian untuk Keterampilan Inferensi Logika pada Kelas Eksperimen antara Kelas Atas dan Kelas Bawah .................................................................................................... 80 xi
  13. 13. DAFTAR GAMBARGambar Halaman2.1 Bagan Diagram Vee untuk Uji Keberadaan Unsur C dan H dalam Senyawa Karbon ................................................................................... 212.3 Kerangka Berpikir ................................................................................. 374.1 Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal antara Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ................................................................................... 664.2 Penilaian Afektif Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol …................... 694.3 Penilaian Psikomotorik Kelompok Eksperimen dan Kontrol ............... 734.4 Hasil Analisis Tanggapan Siswa terhadap Pembelajaran Kimia yang Menggunakan Collaborative Learning Berbantuan Diagram Vee ….. 764.5 Rerata nilai pretes, postes, dan % N-gain keterampilan generik sains dalam penguasaan konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen ..................................................................................... 774.6 Rerata % N-gain Keterampilan Generik Pengamatan dan Inferensi Logika Siswa pada Penguasaan Konsep antara Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ................................................................................. 784.7 Rerata Pretes, Postes, dan % N-gain Keterampilan Generik Siswa pada Kelas Eksperimen ................................................................. 79 xii
  14. 14. DAFTAR LAMPIRANLampiran Halaman1. Daftar Nama Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol ……………… 1042. Silabus Kelas Eksperimen ………………………………………… 1053. Silabus Kelas Kontrol ……………………………………………… 1104. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen ………... 1145. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ……............... 1396. Daftar Kelompok Siswa Kelas Eksperimen ……………………….. 1627. Daftar Kelompok Siswa Kelas Kontrol ……………………………. 1648. Kisi-kisi Soal Uji Coba …………………………………………….. 1659. Soal Uji Coba ………………………………………………………. 16910. Jawaban Soal Uji Coba ………..…………………………………… 17511. Kisi-kisi Soal Pretes …………………………………………………. 18012. Soal Pretes……………………….…………………………………… 18213. Jawaban Soal Pretes …………………………………………………. 18514. Kisi-kisi Soal Postes ………………………………………………… 18815. Soal Postes …………………………………………………………… 19016. Jawaban Soal Postes …………………………………………………. 19217. Lembar Praktikum Siswa …………………………………………… 19418. Diagram Vee Praktikum Senyawa Karbon ………………………….. 19519. Jawaban Diagram Vee Praktikum Senyawa Karbon ……………….. 19620. Diagram Vee Isomer Hidrokarbon …………………………………… 19921. Jawaban Diagram Vee Isomer Hidrokarbon ………………………… 20022. Pedoman Ranah Afektif ……………………………………………… 20323. Lembar Observasi Afektif …………………………………………….. 20524. Pedoman Ranah Psikomotorik ………………………………………. 20625. Lembar Observasi Psikomotorik ………………………………… 20826. Lembar Kuisioner ……………………………………………………… 21027. Daftar Nama Siswa Uji Coba Soal ……………………………………. 21128. Analisis Validitas Soal ……………………………………………... 21329. Analisis Reliabilitas Soal …………………………………………... 21730. Analisis Taraf Kesukaran Soal …………………………………….. 21731. Analisis Daya Pembeda Soal ………………………………………. 21732. Uji Normalitas Data Hasil Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas X………………………………………………………………. 21933. Uji Homogenitas Data Hasil Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas X ……………………………………………………………… 22834. Data Nilai Pretes………………………………………………….. 22935. Uji Normalitas Data Nilai Pretes ……………………..…………... 23036. Uji Homogenitas Data Hasil Pretes …………………………………. 23237. Uji Kesamaan Dua Varians Data Nilai Pretes………………….. 23338. Data Nilai Postes ……………………………………………….. 23439. Uji Normalitas Data Nilai Postes …………………… …………... 23540. Uji Homogenitas Data Nilai Postes ……………………………….. 23741. Uji Kesamaan Dua Varians Data Postes……………………….. 238 xiii
  15. 15. 42. Analisis Pengaruh Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar ………. 23943. Uji Perbedaan Rata-rata Dua Pihak Data Hasil Belajar ………… 24144. Uji Perbedaan Rata-rata Satu Pihak Kiri Data Hasil Belajar ……. 24245. Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Siswa …………………………… 24346. Rekapitulasi Hasil Belajar Afektif …………………..…………….. 24447. Rekapitulasi Hasil Belajar Psikomotorik ………………………….. 24648. Rekapitulasi Hasil Analisis Lembar Angket Kelas X 5 (Kelas Eksperimen) ………………………………………………………. 24849. Uji Normalisasi Gain ………………………………………………. 24950. KGS Pretes ………………………………………………………….. 25151. KGS Postes …………………………………………………………. 25352. Dokumentasi ……………………………………………………….. 25553. Arsip surat ………………………………………………………….. 257 xiv
  16. 16. 1 BAB 1 PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Ilmu kimia merupakan salah satu sub bidang ilmu pengetahuan alam (IPA)yang diberikan kepada siswa SMA. Ilmu kimia mempelajari unsur, atom,molekul, baik struktur maupun susunannya. Beberapa siswa di SMA Negeri 1Gombong menganggap pelajaran kimia dianggap rumit, padahal sebenarnyaperistiwa kimia sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anggapan yangsudah terpatri dalam diri siswa tersebut harus diubah dan diluruskan. Gurumempunyai tugas untuk mengubah anggapan siswa bahwa materi pelajaran kimiaitu mudah dipahami. Guru dituntut mampu menyajikan pelajaran kimia denganmetode yang menarik. SMA Negeri 1 Gombong merupakan salah satu SMA di kabupatenKebumen yang mempunyai fasilitas penunjang cukup memadai sepertiperpustakaan, laboratorium, dan ruang multimedia. Laboratorium kimia yang adadi sekolah tersebut belum digunakan secara maksimal. Guru lebih mementingkanmenyampaikan teori dibandingkan menggunakan laboratorium untuk melakukanpraktikum. Laboratorium kimia di SMA Negeri 1 Gombong oleh beberapa gurudigunakan sebagai ruang kelas, sehingga guru tertentu terkadang tidak bisamenggunakan laboratorium untuk melakukan praktikum. Guru setiap akanpraktikum hanya memberikan tugas untuk membaca prosedur kerja yang akandilaksanakan tanpa mendiskusikan terlebih dahulu di kelas. Metode pembelajaranyang digunakan masih menggunakan metode konvensional atau ceramah. Guru 1
  17. 17. 2hanya menyampaikan teori sama persis dengan ada di buku kimia yang dimilikisiswa. Pada metode ini terkadang konsentrasi siswa terpecah dengan hal lainkarena siswa merasa semua materi yang disampaikan guru sudah ada di bukuyang mereka miliki dan mereka bisa mempelajarinya sendiri di rumah. Menurut penuturan beberapa siswa dan guru di SMA Negeri 1 Gombong,banyak faktor penyebab hasil belajar mereka rendah, antara lain: para siswa tidakmampu berkonsentrasi, membuat kegaduhan, minat belajar berkurang, sebagianbesar siswa tidak menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan guru, danmasih banyak kendala yang lain apalagi pada pelajaran kimia materi pokokhidrokarbon yang hanya berupa teori saja. Siswa akan semakin bosan danmenyepelekan materi tersebut. Guru pengampu pelajaran kimia di sekolahtersebut menuturkan pada kenyataanya hasil belajar siswa pada materihidrokarbon tergolong rendah yang kemungkinan dikarenakan faktor metodepembelajaran yang digunakan kurang tepat. Collaborative learning berbantuandiagram vee diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri1 Gombong. Collaborative Learning adalah proses belajar kelompok yang setiapanggotanya aktif menyumbangkan informasi, pengalaman, ide, sikap, pendapat,kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki, untuk bersama-sama salingmeningkatkan pemahaman seluruh anggota. Collaborative Learningmemungkinkan setiap siswa untuk memahami seluruh bagian pembahasan, tidakseperti pada kelompok belajar yang kita kenal, yang menyebabkan hanya siswatertentu yang memahami materi tertentu. Metode ini juga membuat seluruh siswa
  18. 18. 3akan memiliki pemahaman yang setara akan pembahasan. Sebagai metode belajar,Collaborative Learning dilandasi pemikiran bahwa kegiatan belajar di sekolahhendaknya mendorong dan membantu siswa untuk terlibat secara aktifmembangun pengetahuan sehinnga mencapai pemahaman yang mendalam (deeplearning) (Sudarman, 2008). Struktur tujuan kolaboratif dicirikan oleh jumlah saling ketergantunganyang begitu besar antar siswa dalam kelompok. Pembelajaran kolaboratif telahmenambah momentum pendidikan formal dan informal dari dua kekuatan yangbertemu, yaitu: (1) realisasi praktek, bahwa hidup di luar kelas memerlukanaktivitas kolaboratif dalam kehidupan di dunia nyata; (2) menumbuhkankesadaran berinteraksi sosial dalam upaya mewujudkan pembelajaran bermakna.Siswa dari hari ke hari belajar melakukan pemecahan masalah di dalam kelompokkolaboratif juga belajar prinsip demokrasi melaui interaksi antar teman sebaya.Kesimpulannya, bahwa belajar kolaboratif merupakan intensitas yang lebih tinggikadarnya daripada belajar kooperatif. Belajar kolaboratif tidak ada beda bentukmaupun formulanya dengan belajar kooperatif, yang membedakan terletak padaintensitas interaksi, isi kegiatan dan implikasi yang ditimbulkannya bagi setiapanggota kelompok belajar yaitu adanya rasa saling ketergantungan dantanggungjawab yang ditopang oleh kemandirian dari setiap individu yang terlibatdalam belajar melalui interaksi sosial. Semua sifat dan bentuk serta karakteristikbelajar kooperatif merupakan prakondisi belajar kolaboratif (Agustina, 2007). Kesemua aktivitas yang dilakukan siswa selama ini dalam melakukanpembelajaran di laboratorium kurang dilandasi oleh keterampilan pengamatan,
  19. 19. 4penguasaan metodologis, dan konseptual yang relevan dan memadai. Oleh karenaitu untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan diagram vee. Diagram veeadalah suatu diagram visual berbentuk seperti “huruf V” yang mengandungelemen konseptual dan metodologi percobaan. Pemanfaatan diagram vee sebagaikarakteristik metode pembelajaran yang diterapkan pada penelitian ini didasarkanpada pengalaman empiris yang menunjukkan praktikum hidrokarbon ini masihterbuai mencatat apa yang diamati tentang objek percobaan, mentransformasikandalam bentuk tabel, kemudian membuat klaim pengetahuan/ kesimpulan hasilpercobaan sesuai konsep, dilanjutkan pelaporan. Menurut Haladyna dalam Sudarmin (2007) keterampilan atau skill adalahkemampuan dalam melaksanakan tugas atau beban kerja tertentu baik secara fisikmaupun mental, yang terkadang mudah dilihat dan terkadang kurang terlihat tetapidapat diduga melalui perilakunya. Keterampilan merupakan suatu keadaan(kondisi) yang komplek yang dapat melibatkan pengetahuan dan performance(Depdiknas, 2003). Dalam pengembangan aspek proses sains, pengamatan diartikan sebagaiproses mengamati suatu obyek dengan semua pancaindra. Inferensi diartikansebagai kegiatan menyimpulkan dari data yang diberikan atau premis-premiskepada suatu contoh yang lain (Suma, 2003). Kegiatan ini merupakan salah satukegiatan yang penting dalam kegiatan proses sains. Oleh sebab itu pengamatanlangsung adalah pengamatan yang dilakukan ketika mengamati suatu obyekdengan semua pancaindra. Inferensi logika adalah keterampilan generik sainsuntuk dapat mengambil kesimpulan baru sebagai akibat logis dari hukum-hukum
  20. 20. 5terdahulu tanpa harus melakukan percobaan baru. Dalam materi pokokhidrokarbon, pengamatan dan inferensi logika dapat dikembangkan melaluiperistiwa identifikasi unsur C dan H dalam senyawa karbon. Brotosiswoyo (2001)menyatakan sikap jujur dan kesadaran akan batas-batas ketelitian merupakanaspek yang dikembangkan dalam kecakapan pengamatan dan kemampuan siswauntuk merangkum berbagai pengertian dan konsep terdahulu adalah penting untukdilatih dalam upaya meningkatkan kemampuan inferensi logika. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk menerapkanmetode collaborative learning yang menempatkan siswa sebagai pusatpembelajaran dengan berbantuan diagram vee dalam melakukan pembelajaran dilaboratorium sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan generik sains padasiswa. Peneliti mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh PenerapanCollaborative Learning berbantuan Diagram Vee terhadap Keterampilan GenerikPengamatan dan Inferensi Logika Siswa Kelas X pada Materi Hidrokarbon”.1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat dirumuskanpermasalahan yaitu :1. Adakah pengaruh penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee terhadap pembelajaran kimia pada siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X materi hidrokarbon?2. Apakah penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X pada materi hidrokarbon?
  21. 21. 63. Bagaimana peningkatan penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee terhadap penguasaan keterampilan generik sains pengamatan dan inferensi logika siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X pada materi hidrokarbon?4. Bagaimana tanggapan siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X terhadap metode collaborative learning berbantuan diagram vee pada materi hidrokarbon?1.3 Tujuan Penelitian Mengacu perumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan daripenelitian ini adalah:1. Mengetahui pengaruh penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee terhadap pembelajaran kimia siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X pada materi hidrokarbon.2. Mengetahui penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X pada materi hidrokarbon.3. Mengetahui penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee terhadap peningkatan keterampilan generik sains pengamatan dan inferensi logika siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X pada materi hidrokarbon.4. Mengetahui tanggapan siswa SMA Negeri 1 Gombong kelas X terhadap metode collaborative learning berbantuan diagram vee pada materi hidrokarbon.
  22. 22. 71.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan akan memberi manfaat bagi :1. Siswa, dapat meningkatkan motivasi, daya tarik terhadap mata pelajaran kimia, menumbuhkan rasa kebersamaan, kerjasama, dan mengembangkan keterampilan berkomunikasi, keterampilan generik sains siswa dalam pengamatan dan menyimpulkan suatu peristiwa kimia.2. Guru, sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi guru dalam memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai, efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan keterampilan generik sains siswa.3. Sekolah, dapat memberikan masukan berharga bagi sekolah dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan proses pembelajaran kimia yang lebih baik.4. Peneliti, untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam memilih metode dan media pembelajaran yang digunakan dalam praktek mengajar.
  23. 23. 81.5 Penegasan Istilah Penegasan istilah dimaksudkan agar terjadi kesatuan pandangan dankesamaan penafsiran pada judul skripsi ini. Agar tidak terjadi kesalahfahamandalam menafsirkan istilah maka perlu diberikan penegasan istilah sebagai berikut:1.5.1 Collaborative Learning Teori belajar kolaboratif menekankan pada proses pembelajaran yangdigerakkan oleh keterpaduan aktivitas bersama baik intelektual, sosial dan emosisecara dinamis baik dari pihak siswa maupun pengajar (Zamroni, 2000:146) Dalam penelitian ini, collaborative learning dilaksanakan denganmembentuk dua jenis kelompok (focus group dan home group) dalam satu kelasdi mana semua siswa juga berpartisipasi dalam 2 kelompok tersebut. Focus groupyaitu kelompok belajar yang dilaksanakan di dalam kelas di mana anggotakelompoknya dipilih secara acak berdasarkan keheterogenan kelas tersebut. Setiapfocus group diberikan sub-topik yang berbeda-beda untuk didiskusikan. Homegroup yaitu kelompok belajar yang anggotanya merupakan gabungan dari anggotatiap focus group. Di dalam home group anggota tiap focus group menyampaikanhasil diskusinya.1.5.2 Diagram Vee Pemanfaatan diagram vee sebagai karakteristik metode pembelajaran yangditerapkan pada penelitian ini didasarkan pada pengalaman empiris yangmenunjukkan pembelajaran praktikum hidrokarbon ini masih terbuai mencatat apayang diamati tentang objek percobaan, mentransformasikan dalam tabel,kemudian membuat klaim pengetahuan/kesimpulan, dilanjutkan pelaporan.
  24. 24. 9Diagram vee pada penelitian ini digunakan sebagai alat evaluasi penguasaanmetodologis dan konseptual bagi siswa pada percobaan uji keberadaan unsur Cdan H dalam senyawa karbon dan isomer hidrokarbon menggunakan molymood..Keterampilan generik sains pengamatan dan inferensi logika siswa dapat dilihatdari hasil pengisisan sisi metodologis dalam diagram vee yaitu pada pengisisancatatan dan transformasi untuk keterampilan generik sains pengamatan danpengisian klaim pengetahuan untuk mengetahui keterampilan generik sainsinferensi logika.1.5.3 Keterampilan Generik Sains Keterampilan generik sains yang dikembangkan dalam penelitian ini adalahketerampilan generik sains pengamatan dan inferensi logika siswa SMA Negeri 1Gombong kelas X pada materi hidrokarbon. Keterampilan pengamatan selamapercobaan merupakan faktor penting dalam mempelajari kimia. Pengamatan hasilreaksi, gejala atau fenomena alam yang dapat diamati secara langsung denganpanca indera, tetapi ada pula yang tidak dapat diamati secara langsung sehinggadikenal kemampuan generik tidak langsung (Brotosiswoyo, 2001). Dalampenelitian pengertian keterampilan generik sains pengamatan mengacu padapengamatan langsung maupun tidak langsung. Dalam pengembangan prses sains,inferensi diartikan sebagai kegiatan menyimpulkan dari data yang diberikan ataupremis-premis ke pada suatu contoh yang lain (Suma, 2001).
  25. 25. 101.5.4 Hidrokarbon Menurut KTSP, pokok materi hidrokarbon merupakan pokok materipelajaran kimia SMA kelas X semester II. Materi yang dipelajari meliputikekhasan atom karbon, pengelompokkan senyawa hidrokarbon, keisomeranhidrokarbon, dan reaksi kimia pada senyawa hidrokarbon.
  26. 26. 11 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pembelajaran Kimia dan Permasalahannya Kenneth D. Moore berpendapat bahwa mengajar adalah tindakan dariseseorang yang mencoba untuk membantu orang lain mencapai kemajuan dalamberbagai aspek seoptimal mungkin sesuai dengan potensinya. Pandangan inididasari oleh sebuah paradigma bahwa sebuah keberhasilan mengajar bukan padaseberapa banyak ilmu yang disampaikan guru pada siswa, tetapi pada seberapabesar siswa diberi kesempatan peluang untuk belajar dan memperoleh segalasesuatu yang ingin diketahuinya. Guru hanya memfasilitasi siswanya untukmeningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya (Rosyada, 2007: 93). Sedangkanpembelajaran didefinisikan sebagai cara guru memberikan kesempatan kepadasiswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedangdipelajari. Menurut aliran behavioristik, pembelajaran adalah usaha gurumembentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan ataustimulus (Darsono, 2000:24). Ilmu kimia merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).Ilmu kimia mempunyai kedudukan yang sangat penting di antara ilmu-ilmu yanglain karena ilmu kimia dapat menjelaskan secara mikro (molekuler) terhadapfenomena makro. Ilmu kimia merupakan ilmu terapan (aplikatif) sehingga sangatmembantu dan dibutuhkan manusia untuk membangun dan mensejahterakanbangsa serta selalu memberikan kontribusi terhadap perkembangan sains danteknologi (Depdiknas, 2003). 11
  27. 27. 12 Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) yaitumempelajari gejala alam. Dalam mempelajari gejala alam, ilmu kimiamengkhususkan pembahasannya pada struktur dan komposisi zat, perubahanmateri, dan energy yang menyertai perubahan tersebut (Liliasari, 1996). Strukturzat menggambarkan bagaimana partikel-partikel penyusun zat, seperti atom,molekul, dan ion-ion bergabung satu sama lainnya membentuk suatu susunanyang berukuran makro, sehingga dapat dilihat oleh mata kita. Zat yang terbentukdari gabungan antar partikel penyususn tersebut memiliki komposisi tertentu yangdiungkapkan dengan menggunakan symbol. Agar ilmu kimia dapat dipahamisecara utuh maka para kimiawan mengarahkan fenomena kimia pada tiga tingkatrepresentasi yang berbeda, yakni makroskopik, mikroskopik, dan simbolik, yangketiganya saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Berdasarkan karakteristikyang dimiliki ilmu kimia, maka untuk dapat memahami konsep kimia secara utuhseorang siswa harus memiliki kemampuan untuk menggabungkan keterkaitanantara level makroskopik, mikroskopik, dan simbolik (Jansoon, 2009). Dalam proses pembelajaran biasanya siswa sulit untuk memahami konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan guruuntuk menjelaskan materi kimia yang bersifat abstrak dan mikroskopik, sehinggakonsep yang disampaikan oleh guru hanya yang bersifat makroskopik dansimbolik saja, dan akhirnya tanpa memahami terlebih dahulu pemahaman konsepdan level mikroskopik (Dian Finatri, 2007). Sejumlah faktor dapat menyebabkanrendahnya pemahaman siswa mengenai level mikroskopik ini. Menurut Opandi(2006), faktor-faktor tersebut antara lain: (1) pembahasan level tersebut belum
  28. 28. 13mendapat perhatian dari guru karena lebih mengutamakan level makroskopik(pengamatan dengan indra) dan level representasi (rumus, peramaan, grafik)sehingga siswa dibiarkan mengembangkan imajinasi sendiri mengenai leveltersebut. (2) level mikroskopik menjadi bagian yang dipelajari siswa, namun cara-cara pembahasannya masih terlalu abstrak sehingga siswa sulit untukmemahaminya. Salah satu cara yang baik untuk membantu siswamengembangkan kemampuan berpikir yaitu keterampilan generik sainspengamatan proses kimia pada tingkat mikroskopik dan makroskopik danketerampilan generik sains inferensi logika pada tingkat abstrak adalahmenggunakan percobaan di laboratorium dan memvisualisasikannya ke dalamdiagram vee.2.2 Collaborative learning Teori belajar kolaboratif dimotori oleh Bruffee (Zamroni, 2000: 156)tumbuh dan berkembang atas kesadaran akan pentingnya pengembangan diripribadi siswa yang holistik, sehingga menuntut perubahan mendasar prosespembelajaran yang konvensional didominasi oleh ceramah dengan pengajarsebagai sumber tunggal dan siswa sebagai pendengar yang baik. Pembelajarankolaboratif menurut Totten et al (1991) bukan pendekatan yang baru, berbagaivariasinya sudah digunakan dalam kelas sejak awal tahun 1900-an dan kinisemakin menarik perhatian para ahli pendidikan, sejak munculnya buktikeberhasilan bukan buah dari kemampuan individu tetapi justru dari paradigmakesalingtergantungan (interdependence).
  29. 29. 14 Konsep belajar kolaboratif menurut Duffy & Cunningham (1996) sejaktahun 1990-an sudah mulai dikembangkan dan telah dikenal sebagai strategibelajar kelompok untuk menjalin kerjasama dengan sasaran untuk mencapaiprestasi sebagai tujuan dan telah secara meluas diteliti dan telah didukung olehberbagai literature profesional. Falsafah dan teori sejumlah ahli seperti Dewey(1916) telah menegaskan manfaat sosial dan proses kolaboratif dalam belajar.Menurut Dewey dalam Agustina (2007) pendidikan adalah proses social dalammana melalui kelompok siswa memperoleh dan berbagi pengalaman baru yangbermakna. Istilah belajar kolaboratif (collaborative learning) mengacu kepada metodepengajaran yang mana siswa dengan berbagai latar kemampuan bekerja bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan. Tiap-tiap siswasaling bertanggungjawab atas belajar dengan teman-temannya sebagaimana iabertanggungjawab belajar untuk diri sendiri. Keberhasilan tiap individumerupakan keberhasilan siswa lainnya dalam kelompok. Mahnaz Moallem dalam Agustina (2007) mengidentifikasi 4 (empat) tipepentingnya kerjasama kolaboratif pemecahan masalah dalam kelompok yangdirangkumkan dari beberapa penelitian antara lain:
  30. 30. 151. Menumbuhkan tanggungjawab individu, karena diantara individu menyadari akan adanya tugas-tugas bersama dalam kelompok (Johnson et al, 1991; Slavin, 1995).2. Meningkatkan komitmen pada kelompok dan tujuan-tujuan bersama dimana anggota kelompok saling bantumembantu, saling membutuhkan, memberikan umpan balik yang tepat, dan memberi dorongan untuk pencapaian tujuan-tujuan bersama (Johnson, et al., 1991; Slavin, 1995).3. Memperlancar interaksi antar individu dan antar kelompok di antara anggota kelompok, yang memungkinkan tiap anggota menampilkan keterampilan sosial dan kompetensi dalam berkomunikasi (Rubin, Rubin, & Johnson, 1997).4. Memberikan stabilitas pada kelompok sehingga anggota kelompok dapat bekerjasama dengan anggota lain dalam waktu yang cukup lama tapi tidak melelahkan dan dapat membangun norma kelompok, penampilan tugas bersama, dan pola-pola interaksi (McGrath, 1992). Vygotsky dalam Moallem (2003) belajar juga merupakan sebuah konstruksisosial yang dibangun melalui bahasa dan diskursus sosial. Shaw (1996) jugamenunjukkan bahwa dalam pandangan sosial tentang belajar mengetahui(knowing) ditegaskan, pengetahuan itu dikonstruksi karena dampak keterlibatandalam siklus perkembangan yang memfasilitasi perubahan konseptual siswa.Hubungan sosial akan terjadi pada lingkungan belajar yang kolaboratif dengankerjasama serta adanya dialog aktif (Moore, 1991; Saba & Shearer, 1994).Harasim (1989) melengkapi pandangan ini, dalam situasi demikian lingkungan
  31. 31. 16belajar akan tampil dalam beragam perspektif yang memberi kesempatan untukmembentuk tahapan pengetahuan seperti seorang siswa saling bertukar informasidengan lainnya, dengan orang-orang sekitarnya dan dengan para ahli dalambidang itu (Moallem, 2003). Dari berbagai pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa peristiwabelajar kolaboratif akan terjadi jika ada rasa saling tanggungjawab dan terbentukdalam suasana kerjasama di antara anggota-anggota dalam kerja kelompok atautim. Suasana kolaboratif merupakan esensi dari belajar kelompok,keberhasilannya sangat tergantung dari kemampuan anggota kelompok dalammembiasakan diri perilaku dalam kerja kelompok. Dari pandangan-pandanganyang telah dipaparkan dapat dikatakan, bahwa belajar secara kolaboratif dapatmeningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar. Belajar kolaboratifmerupakan suatu himpunan pendekatan untuk mendidik, yang terkadang jugadisebut sebagai belajar kooperatif atau belajar kelompok kecil. Belajar kolaboratifmenciptakan suasana yang melibatkan siswa mengerjakan sesuatu dan berpikirtentang sesuatu yang ia kerjakan, dan mendorong yang lain untuk ikut terlibat.Akhirnya dapat disimpulkan bahwa belajar kolaboratif merupakan salah satustrategi mengajar yang dapat diandalkan untuk dapat membuat prosespembelajaran menjadi aktif dan efektif yang sekaligus dapat digunakan untukmenanamkan nilai-nilai dasar. Pengajaran kolaboratif mempunyai 6 langkah utama menurut Arend dalamAgustina (2007) yaitu: 1. penyampaian tujuan dan memotivasi siswa;
  32. 32. 17 2. kedua, penyajian informasi dalam bentuk demonstrasi atau melalui bahan bacaan; 3. pengorganisasian siswa ke dalam kelompokkelompok belajar; 4. membimbing kelompok bekerja dan belajar; 5. evaluasi tentang apa yang sudah dipelajari sehingga masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya; 6. memberikan penghargaan baik secara kelompok maupun individu.2.3 Diagram Vee Novak & Gowin dalam Roth & Bowen (1993) dinamakan diagram veekarena diagram ini berbentuk huruf “V”. Pemanfaatan diagram vee padapenelitian ini didasarkan pada pengalaman empiris yang menunjukkanpembelajaran praktikum hidrokarbon masih terbuai mencatat apa yang diamatitentang objek percobaan, mentransformasikan dalam bentuk tabel, kemudianmembuat klaim pengetahuan/ kesimpulan, dilanjutkan pelaporan. Namun kesemuaaktivitas yang dilakukan siswa tersebut kurang dilandasi oleh keterampilanpengamatan, penguasaan metodologis, dan konseptual yang relevan dan memadai.Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan diagram Veesebagai alat evaluasi penguasaan metodologis dan konseptual bagi siswa, selainuntuk mengembangkan keterampilan kerja laboratorium. Kegiatan praktikumkimia juga untuk mengembangkan keterampilan generik sains pengamatan daninferensia logika bagi siswa yang dipaparkan pada Gambar 2.2. Tujuan percobaantersebut adalah siswa dapat mengidentifikasi adanya unsur C dan H dalamsukrosa, glukosa, dan fruktosa. Selain untuk mengembangkan kegiatan praktikum
  33. 33. 18untuk mengembangkan keterampilan generik sains pengamatan dan inferensilogika pada siswa. Diagram vee dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menolong siswamemahami dan menjelaskan kegiatan laboratorium, memahami hakekat sains, danbagaimana membangun suatu pengetahuan (Dahar, 1995). Suatu diagram vee me-nekankan pada dua prosedural yaitu elemen konseptual dan metodologis yang me-ngarahkan pada proses pembentukan pengetahuan, dalam hal ini pengetahuansenyawa karbon. Dahar (1995) menyatakan diagram vee dalam kegiatanlaboratorium bermanfaat untuk memahami konsep-konsep yang mendasarikegiatan di laboratorium, menghubungkan hasil-hasil pengamatan denganpengetahuan teoritis, menyusun hasil-hasil pengamatan, dan mengaitkan konsep-konsep yang dimiliki. Contoh cara pembuatan diagram vee pada percobaan uji keberadaan unsurC dan H dalam senyawa karbon:1. Dimulai dengan menggambar V besar. Diagram vee dalam penelitian ini sudah disediakan guru, sehingga siswa hanya mengisi bagian-bagian kolom pada diagram vee yang masih kosong.2. Merumuskan sebuah masalah atau ide untuk dipelajari dalam percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon.3. Menghubungkan masalah atau ide dengan penelitian yang sudah ada (review literatur), pengetahuan awal dan pengalaman. Menentukan adakah teori yang akan digunakan.
  34. 34. 194. Mendeskripsikan kejadian dan atau objek yang akan dipelajari (tempatkan di ujung diagram V). Kejadian dan atau objek yang akan dipelajari ada 2, yaitu pemanasan sukrosa, galaktosa, dan fruktosa dan pemanasan campuran sukrosa, galaktosa, dan fruktosa dengan tembaga (II) oksida.5. Mengembangkan pertanyaan penelitian yang memfokuskan tentang kejadian dan atau objek yang dipelajari. Pertanyaan fokus dalam percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon sudah dituliskan guru.6. Membuat daftar konsep yang perlu didefinisikan secara operasional untuk penyelidikan. Untuk menentukan hal ini, perlu mereview pertanyaan penelitian dan kejadian/objek untuk konsep – konsep ini. Konsep yang ditulis siswa dalam diagram vee penelitian ini adalah pengertian senyawa hidrokarbon dan reaksi kimia pada senyawa hidrokarbon.7. Membuat daftar instrumen pengumpulan data yang direncanakan digunakan untuk merekam kejadian/objek yang dipelajari di bawah bagian catatan dari diagram V. Bagian ini adalah fakta yang dikumpulkan dari kejadian/objek yang diamati. Percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon adalah mengamati perubahan warna yang terjadi pada kertas kobalt klorida dan air kapur akibat dari reaksi kimia pada senyawa karbon sukrosa, galaktosa, dan fruktosa.8. Memutuskan bagaimana informasi yang dikumpulkan akan ditransformasikan dalam sebuah set data yang terorganisasi. Transformasi yang cocok untuk percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon adalah dalam bentuk tabel.
  35. 35. 209. Praktikan melakukan kerja atau investigasi laboratorium untuk menguji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon sesuai dengan lembar praktikum siswa yang telah diberikan peneliti pada pertemuan sebelumnya.10. Langkah berikutnya adalah melengkapi data, menganalisis data dan menampilkan dalam format yang terorganisasi sesuai hasil percobaan yang sudah dilakukan.11. Dengan mengunakan informasi dari tranformasi data, siswa menyusun klaim pengetahuan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pernyataan ini interpretasi beralasan dari catatan atau tranformasi catatan yang diperoleh dari penyelidikan yaitu reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon.12. Menyusun klaim pengetahuan yang ditunjang dengan prinsip – prinsip dan teori. Prinsip memberikan gambaran tentang bagaimana kejadian atau objek seharusnya berlaku. Pada Gambar 2.2 dipaparkan komponen diagram vee untuk percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon.
  36. 36. 12 KONSEPTUAL/ TEORITIS PERTANYAAN FOKUS METODOLOGIS TEORI (thinking) (doing) KLAIM PENGETAHUAN PERTANYAAN FOKUS TEORI KLAIM PENGETAHUAN 1. Bagaimana untuk memeriksa unsur C dan H 1. Kekhasan Atom Karbon dalam sukrosa, glukosa, dan fruktosa Sukrosa, galaktosa, dan fruktosa mengandung 2. Kovalen pada Hidrokarbon 2. Bagaimana reaksi yang terjadi pada unsur C dan H, adanya C ditandai oleh 3. Reaksi-reaksi dalam senyawa terbentuknya zat berwarna hitam (jelaga) dan gas PRINSIP pemeriksaan unsur C dan H dalam sukrosa, hidrokarbon hasil pembakaran yang mengeruhkan air kapur 4. glukosa, dan fruktosa sedangkan adanya unsur H ditandai oleh uap air PRINSIP TRANSFORMASI yang dapat memerahkan kertas kobalt klorida. TEORI 1. Pembakaran yang sempurna pada senyawa Tindakan TRANSFORMASI hidrokarbon dapat mengubah unsur C menjadi CO2 Tindakan dan mengubah unsur H menjadi H2O. Percobaan Hasil pengamatan 1. Pemanasan sukrosa, 2. Gas CO2 dapat dikenali dengan liebig air kapur. glukosa, dan fruktosa a. Bagian dalam dinding tabung tabung 3. H2O dapat dikenali dengan kertas kobalt klorida. a. Perubahan dalam reaksi terdapat air. Sukrosa, glukosa, KONSEP tabung reaksi dan fruktosa mencair berwarna kuning muda kemudian berwarna KONSEP hitam pada pemanasan lebih lanjut. b. Perubahan warna b. Kertas kobalt klorida yang semula1. Senyawa Hidrokarbon pada kertas kobalt biru dalam keadaan kering berubah Senyawa karbon adalah senyawa karbon paling sederhana yang klorida menjadi merah muda dalam keadaan terdiri dari aton C dan H. basah.2. Reaksi Kimia pada Senyawa Hidrokarbon 2. Pemanasan pada campuran (Reaksi Pembakaran) sukrosa, glukosa, dan Reaksi pembakaran merupakan reaksi antara zat dengan oksigen. fruktosa dengan CuO a. Perubahan dalam a. Bagian dalam dinding tabung reaksi Pada senyawa hidrokarbon, reaksi pembakaran akan menghasilkan tabung reaksi terhadap air, sukrosa, glukosa, dan karbondioksida dan air. fruktosa, mencair berwarna kuning PERISTIWA DAN/ ATAU OBJEK muda kemudian berubah menjadi hitam pada pemanasan lebih lanjut. b. Perubahan pada air b. Air kapur berubah menjadi keruh. PERISTIWA DAN/ ATAU OBJEK kapur CATATANJawaban:a. Reaksi pada air kapur: 1. Pemanasan pada sukrosa, galaktosa, dan CATATAN CO2(g) + Ca(OH)2 (aq) CaCO3 (s) + H2O(l) fruktosa.b. Reaksi pada kertas kobalt klorida: 2. Pemanasan campuran sukrosa, galaktosa, dan 1. Perubahan dalam tabung reaksi selama percobaan H2O fruktosa dengan tembaga (II) oksida (CuO) yang berisi sukrosa, galaktosa, dan fruktosa dan CoCl2(s) CoCl2.6H2O(s) campuran. 2. Perubahan warna pada kertas kobalt klorida. 3. Perubahan pada air kapur kapur menjadi keruh Gambar 2.1 Bagan diagram vee untuk uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon 21
  37. 37. 19 12 22 Berdasarkan Gambar 2.1 di atas, maka menunjukkan konstruksipengetahuan mengenai uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbondimulai dengan mengamati dan berpikir tentang kejadian dan objek-objekberkaiatan reaksi kimia pada air kapur dan kertas kobalt klorida, sehinggakejadian atau reaksi kimia tersebut ditempatkan di sudut V bagian bawah.Pertanyaan kunci mengenai bagaimana memeriksa unsur C dan H dalam sukrosa,glukosa, dan fruktosa ditempatkan diantara kedua sisi V yaitu sisi konseptual danmetodologis. Pada sisi kiri terdapat sisi konseptual berkaitan teori kekhasan atomkarbon, kovalen pada hidrokarbon, dan reaksi-reaksi dalam senyawa hidrokarbon,prinsip menjelaskan percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawakarbon dan konsep mengenai senyawa hidrokarbon dan reaksi pembakaran padasenyawa hidrokarbon. Selanjutnya, di sisi kanan ditempatkan rekaman (record) pengamatanperubahan warna dan air kapur dalam tabung reaksi yang berisi sukrosa, glukosa,dan fruktosa, serta transformasi yang menghubungkan kesesuaian prinsip ataukonsep terhadap data reaksi-reaksi senyawa karbon. Disisi kanan jugaditempatkan klaim pengetahuan serta nilai yang dibuat sebagai hasil kegiatanpercobaan laboratorium mengenai uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawakarbon. Pada penelitian ini pemanfaatan diagram vee sebagai alat evaluasi danlembar pengamatan pendamping untuk kegiatan percobaan uji keberadaan unsur Cdan H dalam senyawa karbon dan isomer hidrokarbon. Pada penelitian ini,sebelum melakukan percobaan setiap siswa dilakukan pretes mennggunakan
  38. 38. 23 13format soal diagram vee untuk mengukur penguasaan sisi metodologis dankonseptual mereka mengenai percobaan kimia yang akan dilakukan. Pemanfaatan diagram vee dalam penelitian ini yaitu: pertama, sebelummelakukan percobaan siswa mengisi terlebih dahulu sisi konseptual atau teoritispada diagram vee meliputi teori, prinsip, konsep, dan peristiwa atau objek selama15 menit. Kedua, siswa melakukan percobaan dan menuliskan hasil pengamatanyang terjadi pada saat percobaan ke dalam kolom catatan danmentransformasikannya ke dalam kolom transformasi dalam diagram vee. Setelahpercobaan selesai siswa menuliskan klaim pengetahuan hasil percobaandihubungkan dengan teori atau konsep yang mereka tulis pada sisi konseptual atauteoritis dalam diagram vee. Pertemuan selanjutnya guru membahas hasilpercobaan yang mereka lakukan dan mereka tulis dalam diagram vee mulai darisisi konseptual sampai sisi metodologis. Pada kolom transformasi yangmerupakan transformasi dari hasil pengamatan yang mereka lakukan kebanyakansiswa sudah tepat dalam mengamati, akan tetapi pada kolom klaim pengetahuanbanyak siswa yang kurang tepat dalam membuat klaim pengetahuan arenadibutuhkan keterampilangenerik inferensi logika yang baik agar dalam membuatklaim pengetahuan tepat sesuai hasil percobaan dan konsep atau teori.
  39. 39. 24 142.4 Keterampilan Generik Sains Keterampilan generik sains dikenal dengan sebutan keterampilan inti,keterampilan esensial, dan keterampilan dasar (Mehralizadeh, 2008), sertamerupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam pekerjaan (Green, 2009).Keterampilan ini digunakan untuk menerapkan pengetahuan yang dapat melintasisemua bidang pekerjaan pada arah horizontal dan melintasi segala tindakan mulaitingkat pemula sampai manager eksekutif pada arah vertikal (Kamsah, 2004). Beberapa penelitian yang mengungkap pengembangan keterampilan generiksains telah ditunjukkan di beberapa institusi. Pengembangan keterampilan generiksains membutuhkan kondisi pengajaran yang difokuskan pada proses danberpusat pada aktivitas siswa daripada konten subyek (Suyanti, 2006; Sudarmin,2007). Haladyna dalam (Sudarmin, 2007) menyatakan keterampilan atau skilladalah kemampuan dalam melaksanakan tugas atau beban kerja tertentu baiksecara fisik maupun mental, yang terkadang mudah dilihat dan terkadang kurangterlihat tetapi dapat diduga melalui perilakunya, keterampilan merupakan suatukeadaan (kondisi) yang komplek yang dapat melibatkan pengetahuan danperformance (Depdiknas, 2003). Tabel 2.1 menampilkan keterampilan generiksains sains dan indikatornya (Sudarmin: 2007).
  40. 40. 15 25 Tabel 2.1. Keterampilan Generik Sains dan IndikatorNo Keterampilan generik sains Indikator1. Pengamatan Langsung dan a. Menggunakan sebanyak mungkin indera dalam mengamati Tak Langsung percobaan/ fenomena alam b. Mengumpulkan fakta-fakta hasil percobaan kimia atau fenomena alam c. Mencari perbedaan atau persamaan d. Menggunakan alat ukur sebagai alat bantu indera dalam mengamati percobaan kimia atau gejala alam2. Kesadaran tentang skala Menyadari obyek-obyek alam dan kepekaan yang tinggi terhadap skala mikroskopis sataupun makroskopis3. Bahasa simbolik a. Memahami simbol, lambang, dan istilah ilmu kimia b. Memahami makna kuantitatif satuan dan besaran dari suatu persamaan reaksi c. Menggunakan aturan matematis untuk memecahkan masalah kimia/ fenomena gejala alam d. Membaca suatu grafik/ diagram/ tabel/ tanda matematis dalam ilmu kimia4. Logika frame a. Menemukan pola keteraturan fenomena alam/ peristiwa kimia b. Menemukan perbedaan atau mengontraskan cirri/ sifat fisik dan kimia suatu senyawa kimia c. Mengungkapkan dasar penggolongan atas suatu obyek atau peristiwa kimia5. Konsistensi logis a. Menarik kesimpulan secara induktif setelah percobaan/ pengamatan b. Mencari keteraturan sifat kimia/ fisika setelah percobaan/ pengamatan6. Hukum sebab akibat a. Menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu gejala alam/ reaksi kimia tertentu b. Memperkirakan penyebab atau gejala alam/ peristiwa kimia7. Pemodelan a. Mengungkapkan gejala alam/ reaksi kimia dengan sketsa gambar/ grafik b. Memakai arti fisik/ kimia suatu sketsa gambar suatu fenomena alam dalam bentuk rumus8. Inferensi logika a. Mengajukan prediksi gejala alam/ peristiwa kimia yang belum terjadi berdasar fakta/ hukum terdahulu b. Menarik kesimpulan dari suatu gejala/ peristiwa kimia berdasarkan aturan/ hukum-hukum kimia terdahulu9. Abstraksi a. Menggambarkan dan menganalogikan konsep atau peristiwa kimia abstrak kedalam bentuk kehidupan nyata sehari-hari b. Membuat visual simulasi ainteraktif dari peristiwa mikroskopik yang bersifat abstrak
  41. 41. 26 16 Pada penelitian ini pengertian keterampilan generik sains yang dimaksudadalah keterampilan generik sains sains yang dikemukakan Brotosiswojo (2001).Pada penelitian ini keterampilan generik sains sains yang akan dikembangkanpada siswa SMA melalui konsep hidrokarbon adalah keterampilan generik sainspengamatan dan inferensi logika. Beberapa jenis keterampialn generik yang akandikembangkan melaui kondsep-konsep hidrokarbon akan dijelaskan sebagaiberikut. Pengamatan ialah melakukan pengumpulan data tentang fenomena alamatau peristiwa dengan menggunakan panca indera atau alat bantu panca indera(Dahar,1985). Pengamatan langsung adalah mengamati objek secara langsungmelalui panca indera. Pengamatan langsung dapat diperoleh melaui kejadiansehari-hari dan atau terjadi pada saat melakukan percobaan. Dahar (1996)menyatakan hasil-hasil pengamatan tidak berguna, jika tidak ditafsirkan, karenaitu dari mengamati ini siswa harus memiliki keterampilan mencatat setiappengamatan secara terpisah kemudian menghubungkan hasil-hasil pengamatansehingga ditemukan pola-pola tertentu dalam suatu percobaan. Kemampuanmenemukan pla-pola pengamatan ini merupakan landasan utama untukmenyarankan kesimpulan atau generalisasi. Kemampuan untuk menemukan pola-pola ini merupakan keterampilan generik sains yang perlu dikembangkan padasiswa. Selanjutnya menurut Dahar (1985), keterampilan dalam mengamati dapatmeliputi mengenal nama golongan senyawa dari obyek yang diamati, mengenalsifat obyek, warna, bentuk, ukuran, bau, rasa, tekstur, termasuk membandingkan
  42. 42. 1727secara kualitatif obyek atau sifat, mengenal dan menggambarkan hasil suatuinteraksi, menggunakan instrument sederhana sebagai alat bantu indera, mengenaldan menggambarkan sifat yang tampak (observable) dari fenomena dan peristiwa.Keterampilan generik sains pengamatan langsung dapat ditumbuhkan pada siswamelalui serangkaian pengamatan percobaan praktikum hidrokarbon sepertimenguji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon. Pada pembelajaranidentifikasi atom C dan H ini keterampilan pengamatan langsung dapat berupamengamati warna pada kertas kobalt dan larutan Ca(OH)2. Matematika merupakan bahasa hukum alam yang ampuh. Berdasarkanungkapan-ungkapan hukum alam dalam bentuk matematika ilmuwan dapatmenggali konsekuensi-konsekuaensi logis semata-mata lewat inferensi logika(Suma, 2003). Hasil-hasil inferensi logika dapat dibuktikan secara meyakinkanmelalui percobaan-percobaan. Lawson (1998) menyatakan keterampilan generiksains inferensi logika dapat dilatihkan melalui kegiatan berfikir menyimpulkandari data yang diberikan atau pada suatu contoh yang lain. Dalam pengembangan aspek proses sains, inferensi diartikan sebagaikegiatan menyimpulkan dari data yang diberikan atau premis-premis kepada suatucontoh yang lain (Suma, 2003). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yangpenting dalam kegiatan proses sains. Oleh sebab itu inferensi logika adalahketerampilan generik sains untuk dapat mengambil kesimpulan baru sebagaiakibat logis dari hukum-hukum terdahulu tanpa harus melakukan percobaan baru.Dalam hidrokarbon inferensi logika dapat dikembangkan melalui topik-topikberkaitan peristiwa uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon,
  43. 43. 28 18misalnya jika suatu larutan Ca(OH)2 akan keruh setelah dialiri gas CO2 dan kertaskobalt akan berubah warna dari biru menjadi merah muda karena H2O.Brotosiswoyo (2001) menyatakan kemampuan siswa untuk merangkum berbagaipengertian dan konsep terdahulu adalah penting untuk dilatih dalam upayameningkatkan kemampuan inferensi logika. Keterampilan inferensi logika dari siswa dapat dikembangkan diantaranyamelalui kegiatan berfikir jika….,maka….untuk menyimpulkan hasil pengamatansuatu percobaan hidrokarbon. Keterampilan inferensi logika diperlukan siswa,ketika mereka merumuskan hasil percobaan uji keberadaan unsur C dan H dalamsenyawa karbon.2.5 Materi Hidrokarbon Hidrokarbon merupakan salah satu pokok materi yang harus dipelajari olehsiswa kelas X semester II. Standar kompetensi dalam penelitian ini adalah sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.Dengan 2 kompetensi dasar yaitu mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalammembentuk senyawa hidrokarbon dan menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkanstrukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Materi yang dipelajari dalampokok materi ini terdiri dari 3 sub pokok materi yaitu unsur karbon dalamsenyawa karbon, senyawa hidrokarbon, dan keisomeran hidrokarbon.Hidrokarbon perlu dipelajari karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.Peran hidrokarbon cukup luas terutama sebagai sumber energi untuk industri,rumah tangga, dan transportasi, serta sebagai bahan baku untuk produk pertanian,kesehatan, kosmetik, dan materi baru, seperti plastik. (Johari: 2004)
  44. 44. 19 29 Pada awalnya, para ahli kimia organik menganggap bahwa senyawa organikhanya dapat dihasilkan dari makhluk hidup. Akan tetapi, di tahun 1827 ilmuwanJerman Fiederic Wohler secara tidak sengaja berhasil mensintesis senyawaorganik, yakni urea (NH2)2CO dari senyawa anorganik AgOCN dan NH4Cl.Selanjutnya para ahli menemukan bahwa senyawa organik selalu mengandungatom karbon (C) da samping dapat mengandung atom lain seperti hidrogen (H),oksigen (O), nitrogen (N), belerang (S), fosfor (P), halogen dan beberapa atomlogam. Oleh karenanya senyawa organik disebut juga senyawa karbon. Berikut dijelaskan mengenai cakupan dari kimia karbon:1. Karakteristik Atom Karbon Atom C dapat membentuk 4 ikatan kovalen yang kuat dengan atom-atom Clainnya; dan pada saat bersamaan atom C juga dapat berikatan secara kuat denganatom-atom non-logam lainnya.2. Senyawa Hidrokarbon Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana.Dari namanya, kita dapat mngetahui bahwa hidrokarbon hanya terdiri dari atomkarbon (C) dan hydrogen (H). Secara umum, hidrokarbon digolongkan menjaditiga, yakni hidrokarbon alifatik, hidrokarbon alisiklik, dan hidrokarbon aromatik.Hidrokarbon alifatik mempunyai rantai terbuka (lurus atau bercabang), sedangkanhidrokarbon alisiklik dan hidrokarbon aromatic mempunyai rantai tertutup. Berdasarkan jenis ikatan antar atom C dalam rantai karbon, hidrokarbonjuga dapat dibedakan menjadi hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh.
  45. 45. 30 20Hidrokarbon jenuh hanya memiliki ikatan tnggal, sedangkan hidrokarbon takjenuh memiliki setidaknya 1 ikatan rangkap.3. Keisomeran Hidrokarbon Senyawa anorganik seperti garam dapur dapat dikenali melalui rumuskimianya. Dengan kata lain, hanya ada satu senyawa garam dapur dengan rumuskimia NaCl yang memiliki sifat karakteristik. Hal ini berbeda dengan senyawaorganik atau senyawa karbon. Sebagian besar senyawa karbon tidak dapatditentukan dari rumus kimianya (rumus molekul), tetapi harus dari rumusstrukturnya. Normal pentana
  46. 46. 31 214. Uji keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon Keberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon dapat ditunjukkandengan membakar senyawa tersebut. Pembakaran tidak sempurna terhadapsenyawa karbon akan menghsilkan zat sisa berupa arang (karbon), gas CO2 danH2O. keberadaan atom C dalam CO2 dapat dikenali dengan mengalirkan gas CO2ke dalam air kapur (Ca(OH)2) yang akan mengeruhkan air kapur. Sedangakankeberadaan H dalam H2O dapat dikenali dengan kertas cobalt (II) klorida yangakan berubah dari warna biru menjadi warna merah muda.CO2(g) + Ca(OH)2 (aq) CaCO3 (s) + H2O(l) H2OCoCl2 (s) CoCl2.6H2O(s) Senyawa karbon dibedakan atas senyawa karbon organik, yaitu senyawakarbon yang dapat disintesis oleh makhluk hidup dan senyawa anorganik, yaiusenyawa karbon yang dapat disintesis di luar tubuh makhluk hidup.2.6 Penelitian yang Mendukung Usaha-usaha pendidikan untuk meningkatkan keterampilan generik sainspengamatan dan inferensi logika siswa dapat dilakukan dengan menerapkancollaborative learning berbantuan diagram vee. Penelitian tentang hal ini sudahpernah dilakukan oleh beberapa peneliti. Penelitian yang dilakukan Sanyasatentang metode pembelajaran kolaboratif berhasil meningkatkan kemandirian dankemampuan belajar mahasiswa. Santyasa (2007) mengemukakan bahwapenggunaan metode pembelajaran kolaboratif terbukti meningkatkankemandiriian mahasiswa dan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi sertaberaktivitas. Hal ini dapat memberikan beberapa implikasi untuk membuat para
  47. 47. 32 22mahasiswa lebih mandiri dan aktif dengan belajar bersama dimana mereka salingmemberi masukan . Dengan demikian diharapkan umpan balik dari sesama siswa(peer-response) akan lebih cepat diterima siswa yang bersangkutan danselanjutnya perbaikan karya tulis akan lebih cepat dilakukan dengan tetap dibawah bimbingan pengajar. Agustina (2007) melakukan penelitian yang berjudul “Upaya MeningkatkanAktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa Melalui Pembelajaran Kolaboratif denganPendekatan Pemecahan Masalah”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modelpembelajaran kolaboratif dengan pendekatan pemecahan masalah pada matakuliah teori akuntansi sangat efektif dalam meningkatkan prestasai belajarmahasiswa. Hal ini terbukti dari hasil uji t yang menunjukkaan adanya perbedaanyang signifikan antara kelas yang memperoleh pembelajaran kolaboratif denganpendekatan pemecahan masalah dengan kelas yang tidak memperolehnya. Sudarman (2008) melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan MetodeCollaborative Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Mata KuliahMetodologi Penelitian”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model collaborativelearning memiliki kontribusi yang lebih tinggi dalam meningkatkan perolehanbelajar daripada pembelajaran konvensional. Purtadi (2004) melakukan penelitian yang berjudul “Metode BelajarBerbasis Masalah (Problem Based Learning) Berbantuan Diagram V (Vee) dalamPembelajaran Kimia”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagram V dapatdijadikan sebagai alat untuk mengorganisaikan kegiatan PBL di kelas terutamayang melibatkan praktikum. Diagram ini dapat mengungkapkan apa yang sudah
  48. 48. 23 33dimiliki praktikan sebelum melakukan praktikum, apa yang mereka perolehselama praktikum, apa yang dapat mereka lakukan dengan data yang diperoleh,dan pengetahuan apa yang dapat disimpulkan dari proses laboratorium. Sujanem (1998) dalam penelitiannya yang berjudul “Efektivitas ModelBelajar Heuristic Vee dengan Peta Konsep dalam Pembelajran Fisika di SMU”.Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 1) Model belajar heuristic vee denganpeta konsep yang diterapkan memiliki keunggulan komparatif yang signifikanterhadap model belajar konvensionel dalam meningkatkan hasil belajar fisika sandapat merubah miskonsepsi siswa menjadi konsepsi ilmiah, 2) Model belajarheuristic vee dengan peta konsep dapat meningkatkan kemampuan siswa untukmenjelaskan pemahaman konsep dalam peta konsep dan mengintegrasikankonstruksi pengetahuannya di laboratorium dengan konstruksi selama kehidupanmereka sehari-hari. Penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan generik sainstelah dilaporkan oleh beberapa peneliti. Hartono (2006) meneliti tentangpembelajaran fisika modern untuk calon guru, difokuskan pada pengembangankemampuan generik dan penguasaan materi. Kemampuan generik yangdikembangkan antara lain kesadaran akan skala, inferensi logika, bahasa simbolik,sebab akibat, dan pemodelan matematik. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwamodel pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan generik dapat diterapkanbaik pada mahasiswa berkemampuan akademik tinggi maupun rendah. Liliasari dan Widodo (2008) melakukan penelitian pendidikan sains denganmetode R dan D untuk mengembangkan berpikir sains siswa SMP, SMA, dan
  49. 49. 24 34mahasiswa calon guru. Dalam penelitian tersebut dikembangkan keterampilangenerik sains sains untuk jenjang pendidikan yang berbeda, yaitu siswa SMP,siswa SMA, dan mahasiswa calon guru fisika, melalui topik-topik reproduksihewan (biologi), tekanan osmotik larutan (kimia), dan elastisitas (fisika) melauipembelajaran berbasis teknologi informasi. Tujuh kemampuan berpikir sains(pengamatan langsung, bahasa simbolik, hukum sebab akibat, kesadaran akanskala besaran, pemodelan matematis, inferensi logika, dan membangun konsep)telah berhasil dikembangkan melaui 3 topik sains di atas. Ketiga topik tersebutmengandung 41 konsep esensial. Implementasi model pembelajaran tersebut pada44 siswa SMP N di Cimahi, 30 siswa sma swasta bersubsidi di bandung, dan 35mahasiswa LPTK negeri di Mataram (NTB) menunjukkan bahwa kemampuangenerik sains yang paling baik dikuasai adlaah pengamatan tak langsung,membangun konsep, dan hubungan sebab-akibat. Keterampilan generik sainssains yang sukar dikuasai adalah pemodelan matematik dan inferensi logika. Pujani (2011) melakukan studi menggunakan R & D dilakukan untukmenghasilkan sebuah program pembelajaran keterampialn laboratorium ipbaberbasis kemampuan generik sains untuk calon guru (PPKL-BKGS). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa PPKL-BKGS: mengembangkan keterampialnlaboratorium IPBA; meningkatkan kemampuan generik sains; meningkatkancapaian penguasaan materi ajar IPBA; menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerjakeras, menghargai pendapat, ketekunan, kerjasama, dan antusias selamapembelajaran.
  50. 50. 35 25 Hernani (2010) melakukan penelitian yang berjudul “PembekalanKeterampilan generik sains bagi Calon Guru Melalui Pembelajaran BerbasisMasalah yang Mengintegrasikan Perkuliahan dan Praktikum Kimia Analitik”,dilaksanakan untuk menghasilkan program pembelajaran yang dapatmengembangkan sejumlah keterampilan generik sains bagi siswa calon gurukimia. Hasil implementasi program menunjukkan keterampilan generik sains yangberkembang meliputi inferensi logika, membangun konsep, berkomunikasi ilmiah,dan berpikir kritis. Sudarmin (2007) melakukan penelitian dengan judul “PengembanganModel Pembelajaran Kimia Organik dan Keterampilan generik sains Sains(MPKOKG) bagi Calon Guru Kimia”. Hasil penelitian menunjukkan penerapanmodel pembelajaran mampu meningkatkan penguasaan keterampilan generiksains sains calon guru kimia dengan taraf pencapaian tinggi dan sedang.Keterampilan generik sains pemodelan memiliki taraf pencapaian lebih tinggidibandingkan keterampilan generik sains lainnya. Mahasiswa kelompok prestasitinggi memiliki penguasaan keterampilan generik sains konsistensi logis,pengamatan langsung dan tak langsung, abstraksi, bahasa simbolik, kesadarantentang skala serta logical frame lebih baik dibandingkan kelompok prestasirendah.
  51. 51. 36 262.7 Kerangka Berpikir Dalam penelitian ini peneliti membagi sampel dalam 2 (dua) kelompokyaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada prinsipnya, keduakelompok baik eksperimen maupun kontrol melalui tiga tahap yang sama, yaitupretest, pembelajaran, dan post-test. Pretest digunakan untuk mengetahuikemampuan awal siswa terhadap penguasaan konsep dan metodologi materipokok hidrokarbon sebelum dilakukan pembelajaran. Perbedaan yang mendasardari kedua kelompok yaitu perlakuan yang diberikan pada saat pembelajaranberlangsung. Pada kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan pendekatancollaborative learning berbantuan diagram vee. Sedangkan pada kelompokkontrol diberikan pembelajaran hanya dengan menggunakan metode ceramahtanpa bernatuan diagram vee.
  52. 52. 37 27 Secara ringkas gambaran penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: Pembelajaran Kimia Materi Pokok Hidrokarbon Pengetahuan Keterampilan Berfikir (Kognitif) (Psikomotorik) Afektif Keterampilan Generik Sains Materi Kimia Hidrokarbon Pilar Karakter (Pengamatan dan Inferensi Logika) (simbolik, abstrak, mikroskopik, (Tanggung jawab, Kejujuran, dan makroskopik) Percaya diri, Kreatif, Toleransi) Hasil Belajar Kimia (Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik) Hasil Belajar Kimia RendahCollaborative learning Pembelajaran Konvensionalberbantuan diagram vee dengan Bahan Ajar Buku Teks Kimia Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Jika model collaborative learning berbantuan diagram vee maka berpengaruh terhadap hasil belajar dan keterampilan generik sains pengamatan dan inferensi logika siswa Ada pengaruh model collaborative learning berbantuan diagram vee terhadap hasil belajar dan keterampilan generik sains pengamatan dan inferensi logika Gambar 2.3. Kerangka berpikir
  53. 53. 38 282.8 HipotesisDalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut:Ho = penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee tidah berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan generik pengamatan dan inferensi logika siswa pada materi hidrokarbonHa = penerapan collaborative learning berbantuan diagram vee berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan generik pengamatan dan inferensi logika siswa pada materi hidrokarbon
  54. 54. 39 BAB 3 METODE PENELITIAN3.1 Penentuan dan Sampel Penelitian3.1.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Semester II SMANegeri 1 Gombong tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 285 siswa dan terdiridari 9 kelas yaitu X-1 sampai kelas X-9. Rinciannya kelas X-1, X-2, X-3, X-4, X-6, dan X-7 masing-masing 32 siswa dan X-5, X-8, dan X-9 masing-masing 31siswa.3.1.1.1 Analisis Data Tahap Awal (Data Populasi) Analisis data tahap awal dilakukan untuk menguji keadaan awal kelaseksperimen dan kelas kontrol. Data yang digunakan untuk analisis tahap awaldiambil dari nilai kimia hasil Ujian Akhir Semester Ganjil kelas X SMA Negeri 1Gombong.3.1.1.2 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data yang dianalisisberdistribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas populasi dapat dilihat padaTabel 3.3. Dari hasil analisis diperoleh χ2hitung untuk setiap data kurang dari χ2tabeldengan dk = 8 dan α = 5 %, maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Hal inimenunjukkan bahwa data populasi berdistribusi normal, sehingga uji selanjutnyamenggunakan statistik parametrik. Hasil uji normalitas disajikan pada lampiran30. 39
  55. 55. 403.1.1.3 Uji Homogenitas Populasi Hasil analisis data nilai Ujian Akhir Semester Ganjil membuktikan bahwadata antar kelas mempunyai varians yang sama (homogen), karena χ2hitung kurangdari χ2Tabel, dengan dk = 8 dan α = 5 % (Tabel 3.4). Perhitungan uji homogenitaspopulasi dapat dilihat pada lampiran 31. Tabel 3.1 Hasil Uji Homogenitas Populasi Data χ2hitung χ2Tabel Kriteria Nilai Ujian Akhir Semester Ganjil 8,495 16,92 Homogen3.1.2 Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Data yangdigunakan untuk penentuan teknik sampling adalah nilai Ujian Akhir SemesterGanjil kelas X SMA Negeri 1 Gombong tahun pelajaran 2011/2012. Datakesembilan kelas anggota populasi berdistribusi normal karena χ2hit < χ2Tabel (lihatTabel 3.2). Dari analisis data, diperoleh χ2hitung = 3,77 dan χ2Tabel = 7,81. Karenaχ2hitung < χ2Tabel, maka data antar kelas mempunyai varians yang sama (homogen).Pada analisis data awal juga diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,84 dan FTabel sebesar1,97. Karena Fhitung<FTabel, maka rata-rata antar kelas tidak berbeda (tidak adaperbedaan keadaan awal dari kesembilant kelas anggota populasi tersebut).Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah teknikcluster random sampling, karena telah memenuhi syarat populasi tersebutberdistribusi normal dan kelas-kelas dalam populasi tersebut homogen, didukungdengan adanya kesamaan rata-rata populasi. Dengan teknik cluster randomsampling diambil dua kelas secara acak dari populasi dengan cara pengundian.Selanjutnya, dari hasil pengundian diperoleh kelas X 5 bertindak sebagai kelas 35
  56. 56. 41eksperimen (collaborative learning berbantuan diagram vee) dan kelas X 7sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Tabel 3.2 Data Hasil Uji Normalitas Nilai Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas X 1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 2 χ hit 3,07 2,45 2,29 6,61 6,85 3,79 2,45 3,51 2,87 2 χ Tabel 7,81 7,81 7,81 7,81 7,81 7,81 7,81 7,81 7,813.2 Variabel Penelitian Variabel adalah obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatiansuatu penelitian. Dalam penelitian ini variable yang digunakan yaitu:3.2.1 Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian collaborative learning berbantuan diagram vee materi hidrokarbon pada kelas eksperimen.3.2.2 Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil keterampilan generikpengamatan dan inferensi logika materi pokok Hidrokarbon siswa kelas X SMANegeri 1 Gombong yang dinyatakan dengan nilai tes keterampilan generik siswayang dinyatakan dengan nilai hasil pengisian diagram vee percobaan ujikeberadaan unsur C dan H dalam senyawa karbon dan percobaan isomerhidrokarbon dengan molymood. Penguasaan konsep atau hasil belajar yangdinyatakan dari soal-soal keterampilan generik sains.

×