Your SlideShare is downloading. ×
Materi evaluasi pembelajaran Bahasa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Materi evaluasi pembelajaran Bahasa

918
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
918
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Nama kelompok PBA smstr 6A no Kelompok 1 Tema untuk presentasi 1 Abdul karim PENGUKURAN, PENILAIAN, EVALUASI 2 Nurbahraeni dan 3 Abdullah lahiji TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI 4 Mustafa sogir 5 Idail uzmi fitri umami no Kelompok 2 Tema untuk presentasi 1 Fitriana ningsih Subyek dan prinsip 2 Ulul azmi 3 Azhar azhadi karim 4 Lale li datil
  • 2. no Kelompok 3 Tema untuk presentasi 1 Qurratu aini Langkah – langkah evaluasi pembelajaran dan 2 Bq. Mikyal z.rahman jenis-jenis evaluasi pemb. menurut fungsinya 3 hapriadi 4 sahrul no Kelompok 4 Tema untuk presentasi 1 M. Zaki Macam-macam alat evaluasi tes 2 Husrotul aini 3 firdaus 4 sulaiman No Kelompok 5 Tema untuk presentasi 1 Ahmad Nawawi Macam-macam alat evaluasi non tes 2 Armawan 3 Laela ramdani 4 Siti raehanun 5 Raudatul jannah
  • 3. No Kelompok 6 Tema untuk presentasi 1 Saufi akhmad (validitas) 2 Rahmat wiriyudi tri S. 3 rusniati 4 Khalifah no Kelompok 7 Tema untuk presentasi 1 Hendri sugianto (reliabilitas,daya beda, tingkat kesukran, distraktor) 2 Ainul irtiyah 3 Nurman jayadi 4 Hadyatul fitri No Kelompok 8 Tema untuk presentasi 1 Imamul fitrah penentuan nilai akhir dan KKM 2 Dyah ayu shintia a. 3 M.Ramdhoni 4 Sk.widy adhamiati 5 zaenurrahman
  • 4. EVALUASI PEMBELAJARAN Oleh: MUHAMMAD NURMAN, M.Pd. JURUSAN PBA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN MATARAM
  • 5. PENGUKURAN, PENILAIAN, EVALUASI
  • 6. Pengukuran, penilaian, evaluasi. Apa bedanya?
  • 7. Pengukuran/Measurement 1. Membandingkan sesuatu dengan ukurannya (Sudijono, 1996:3) 2. Kegiatan penentuan angka terhadap suatu obyek secara sistematis. (Mardapi, 2004: 14) 3. Kegiatan mengukur, yakni membandingkan sesuatu dengan kriteria/ukuran tertentu. 4. Bersifat kuantitatif
  • 8. Berapa tinggimu?
  • 9. • Mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk • Penilaian bersifat kualitatif. • Penilaian adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuran (Djemari Mardapi 1999:8) Penilaian/assesment
  • 10. Kegiatan yang dilakukan untuk melihat sejauhmana tujuan yang sudah ditetapkan, yang selanjutnya membuat keputusan/kesimpulan serta tindak lanjut. Evaluasi/Evaluation
  • 11. BAGAN EVALUASI PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran yang telah ditentukan Proses Pencapaian Tujuan Hasil Pembelajaran yang telah di capai Perbandingan antara Tujuan dengan Hasil yang telah dicapai Informasi (sesuai/tidak sesuai, berhasil/gagal, bermutu/kurang bermutu. Mengapa? Bagaimana?) Feed Back Upaya Prbaikan atau Penyempurnaan Program Peembelajaran
  • 12. PENGUKURAN DAN PENILAIAN BELAJARPENGUKURAN DAN PENILAIAN BELAJAR ( alternatif( alternatif 11, yang lazim ), yang lazim ) TIDA KLUL US HASIL BELAJA R MAHASISWA BELAJAR PENILAIAN TES / UJIANTES / UJIAN LULUSLULUS KULIAHKULIAH
  • 13. EVALUASI APACARA KAPAN MENGAPA SIAPA Hal-hal yang perlu dilakukan dalam sebuah evaluasi pendidikan
  • 14. Hubungan hierarki evaluasi, penilaian, dan pengukuran EVALUATION ASSESSMENT MEASUREMENT CARA TES • Tugas Individu • Tugas Kelompok • Membuat Laporan Prak- tikum, dll
  • 15. TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI
  • 16. TUJUAN EVALUASI PEMBELAJARAN Tujuan Evaluasi Pembelajaran Secara Khusus Secara Umum  Untuk memperoleh data pembuktian yang menjadi petunjuk tentang tingkat kemampuan dan keberhasilan dalam pencapaian tujuan setelah proses pembelajaran  Untuk mengetahui evektivitas metode pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Untuk merangsang peserta didik dalam menempuh /mengikuti Pembelajaran Untuk menemukan faktor-faktor penyebab gagal/keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
  • 17. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Secara Khusus Secara Umum Mengukur Kemajuan Menunjang Penyusunan Rencana Menyempurnakan Kembali Secara Psikologis Secara Didaktis Secara Administratif Bagi Pendidik Bagi Siswa Mengenal Kapasitas Dan Status Dirinya Kapasitas Tentang Hasil Usahanya Bagi Pendidik Bagi Siswa Dorongan Perbaikan dan Peningkatan Prestasi -Fungsi Diagnostik -Fungsi Penempatan -Fungsi Selektif -Fungsi Bimbingan -Fungsi Instruksional - Memberikan Laporan - Memberikan Data - Memberikan Gambaran
  • 18. SUBJEK DAN SASARAN EVALUASI
  • 19. SUBJEK DAN SASARAN EVALUASI 1. Subjek Evaluasi : orang yang melakukan pekerjaan evaluasi. Siapa yang dapat disebut sebagai subjek evaluasi untuk setiap tes,ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku. contoh : Untuk melaksanakan evaluasi tentang pretasi belajar atau pencapaian maka sebagai subjek evaluasi adalah guru
  • 20. • Untuk melaksanakan evaluasi sikap yang menggunakan sebuah skala maka sebagai subjeknya dapat meminta petugas yang ditunjuk,dengan didahului oleh suatu latihan melaksanakan evaluasi tsb. • Untuk melaksanakan evaluasi terhadap kepribadian dimana menggunakan sebuah alat ukur yang sudah distandardisasikan maka subjeknya adalah ahli-ahli psikologi. Di samping alatnya yang harus bersifat rahasia maka subjek evaluasi haruslah seorang yang betul-betul ahli karena jawaban dan tingkah laku orang yang di tes harus diinterprestasikan dengan cara tertentu.
  • 21. 2. Sasaran Evaluasi Objek atau sasaran evaluasi adalah segala sesuatu yang menjadi titik pusat pengamatan karena evaluasi menginginkan informasi tentang sesuatu tsb. Dengan masih menggunakan diagram tentang transformasi maka sasaran evaluasi untuk unsur-unsurnya meliputi : input, transformasi dan output.
  • 22. a. Input : Calon siswa sebagai pribadi yang utuh, dapat ditinjau dari beberapa segi yang menghasilkan bermacam-macam bentuk tes yang yang digunakan sebagai alat untuk mengukur. Aspek yang bersifat rohani setidak-tidaknya mencakup 4 hal. 1. Kemampuan Untuk dapat mengikuti program dalam suatu lembaga/sekolah/institusi maka calon siswa harus memiliki kemampuan yang sepadan. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kemampuan ini disebut tes kemampuan atau attitude test.
  • 23. 2. Kepribadian Kepribadian adalah sesuatu yang terdapat pada diri manusia dan menampakkan bentuknya dalam tingkah laku. Dalam hal-hal tertentu,infromasi tentang kepribadian sangat diperlukan. Alat untuk mengetahui kepribadian seseorang disebut tes kepribadian atau personality test. 3. Sikap-sikap Sebenarnya sikap ini merupakan bagian dari tingkah laku manusia sebagai gejala atau gambaran kepribadian yang memancar keluar. Namun karena sikap ini merupakan sesuatu yang paling menonjol dan sangat dibutuhkan dalam pergaulan maka banyak orang yang menginginkan informasi khusus tentangnya. Alat untuk mengetahui keadaan sikap seseorang dinamakan tes sikap atau attitude test. Oleh karena itu tes ini berupa skala, maka lalu disebut skala sikap atau attitude scale.
  • 24. 4. Inteligensi • Untuk mengetahui tingkat inteligensi ini digunakan tes inteligensi yang sudah banyak diciptakan oleh para ahli. Tes yang terkenal buatan Binet dan Simon yang dikenaldengan tes Binet-Simon. Tes- tes yang lain seperti SPM, Tintum,dsb. • Dari hasil tes akan diketahui IQ (intelligence Quantient) orang tsb.IQ bukanlah inteligensi. IQ berbeda dengan inteligensikarena IQ hanyalah angkayang memberikan petunjuk tinggi rendahnya inteligensi seseorang. Jadi kalau kita sering menyebut dengan “IQ jongkok”adalah tidak benar,karena berupa angka, yang benar angkanya rendah.
  • 25. b. Transformasi Banyak unsur yang terdapat dalam transformasi yang semuanya dapat menjadi sasaran atau objek evaluasi demi diperolehnya hasil pendidikan yang diharapkan. Unsur-unsur dalam transformasi yang menjadi objek penialian anatara lain : 1. Kurikulum/materi 2. Metode pendidikan/media 3. Sistem administrasi 4. Guru dan personal lainnya c. Output Penilaian terhadap lulusan suatu sekolah dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian prestasi belajar mereka selama mengikuti program.
  • 26. Proses Penilaian TRANSFORMASITRANSFORMASI OUTPUTOUTPUTINPUTINPUT INTERNAL EKSTERNAL UMPAN BALIK
  • 27. PRINSIP-PRINSIP EVALUASI
  • 28. 1. Prinsip Keseluruhan (comprehensive); artinya evaluasi dilakukan secara bulat, utuh atau menyeluruh, tidak terpisah-pisah atau sepotong-sepotong. Evaluasi yang menyeluruh ialah yang mampu memproyeksikan seluruh aspek pola tingkah laku yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan. Untuk dapat melaksanakan evaluasi yang memenuhi asas ini, maka setiap tujuan instruksional harus telah dijabarkan sejelas-jelasnya, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk melakukan pengukuran. Alat atau instrument evaluasi harus mengandung atau mencerminkan item- item yang representatif, yang dijabarkan dari tujuan-tujuan instruksional yang telah disusun.
  • 29. 2. Prinsip Kesinambungan (contonuity); artinya evaluasi dilakukan secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu. Maksudnya ialah agar kita (guru) memperoleh kepastian atau kemantapan dalam mengevaluasi. Dan dapat mengetahui tahap- tahap perkembangan yang dialami oleh siswa. 3. Prinsip obyektivitas (objectivity); artinya evaluasi harus dilakukan dengan apa adanya, wajar, tidak dicampuri oleh kepentingan2, dan terlepas dari faktor-faktor yg sifatnya subyektif. 4. Kooperatif ; artinya dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran harus bekerjasama dengan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan evaluasi (guru, wali murid, kepala sekolah, siswa, tenaga administrasi dll) 5. Praktis, ekonomis dan mendidik ;artinya evaluasi pembelajaran yang baik adalah mudah dilaksanakan, rendah biaya, efisien waktu dan tenaga serta mampu mencapai tujuan yang oftimal 6. Evaluasi harus dilaksanakan dengan alat pengukur yang baik Asas ini diperlukan, sebab untuk dapat memberikan penilaian secara obyektif diperlukan informasi atau bukti -bukti yang relevan dan untuk itu dibutuhkan alat yang tepat guna. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk alat pengukur yang baik, yaitu: valid, reliabel dsb
  • 30. LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PEMBELAJARAN
  • 31. 1.Menyusun Rencana Evaluasi Pembelajaran a. Merumuskan Tujuan dilaksanakannya Evaluasi b. Menetapakkan aspek-aspek yang akan dievaluasi (kognitif, afektif dan psikomotor) c. Memilih Teknik yang akan digunakan dalam evaluasi (tes atau non tes) d. Menyusun alat ukur yang akan digunakan e. Menentukan tolok ukur sebagai patokan (PAN atau PAP) Norm Referenced (NR) ---- PAN Penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya dalam satu kelompok, bersifat relatif. Criterion Referenced ------- PAP Penguasaan siswa diukur dengan menggunakan perbandingan terhadap suatu kriteria tertentu
  • 32. 2. Menghimpun Data Melaksanakan pengukuran dan penilaian menggunakan alat evaluasi 3. Mengolah dan Menganalisis Data Mengolah atau menganalisis data menggunakan staistik atau non statistik tergantung jenis data yang akan diolah. 4.Memberikan Interpretasi dan Menarik Kesimpulan 5. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Merumuskan kebijakan-kebijakan yang dipandang perlu
  • 33. Jenis-Jenis Evaluasi Belajar MENURUT FUNGSINYA
  • 34. a. Evaluasi Formatif Penilaian formatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir program pembelajaran (umumnya setelah selesai satu pokok bahasan), untuk melihat tingkat keberhasilan proses pembelajaran itu sendiri. Dengan demikian, penilaian formatif berorientasi kepada proses pembelajaran. Dengan penilaian formatif diharapkan guru dapat memperbaiki programnya dan strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.
  • 35. b. Evaluasi Sumatif Adalah evaluasi yang ditujukan untuk keperluan penentuan angka kemajuan atau hasil belajar siswa.  Jenis evaluasi ini dilaksanakan setelah guru menyelesaikan pengajaran yang diprogramkan untuk satu semester. Dan kawasan bahasannya sama dengan kawasan bahan yang terkandung di dalam satuan program semester. Penilaian sumatif berorientasi kepada produk, bukan pada proses .
  • 36. c. Evaluasi Diagnostik Penilaian diagnostik adalah penilaian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui kelemahan -kelemahan peserta serta faktor penyebabnya. Penilaian ini dilaksanakan untuk keperluan bimbingan belajar, pembelajaran remedial, menemukan kasus-kasus, dll. Soal- soal tentunya disusun agar dapat ditemukan jenis kesulitan belajar yang dihadapi oleh peserta. d. Evaluasi Selektif Adalah evaluasi yang ditujukan guna membantu memecahkan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa tertentu. Jenis evaluasi formatif dan sumatif terutama menjadi tanggungjawab guru (guru bidang studi), evaluasi penempatan dan diagnostik lebih merupakan tanggungjawab guru bimbingan penyuluhan. e. Evaluasi Penempatan Adalah evaluasi yang ditujukan untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar atau program pendidikan yang sesuai dengan kemampuannya.
  • 37. MACAM-MACAM ALAT EVALUASI
  • 38. TES : a. Tes lisan, yaitu tes yang menuntut jawaban secara lisan b. Tes tulisan yaitu tes yang menuntut jawaban secara tulisan c. Tes perbuatan yaitu tes yang menuntut jawaban dalam bentuk perbuatan NON TES : a. Angket b. Observasi c. Wawancara dll
  • 39. TES
  • 40. TEKNIK PENYUSUNAN TES CIRI-CIRI TES HASIL BELAJAR YANG BAIK 1. VALID: TES DENGAN TEPAT, BENAR, SAHIH MENGUKUR HASIL BELAJAR SISWA SETELAH MENEMPUH PROSES BELAJAR DLM WAKTU TERTENTU 2. RELIABEL: HASIL PENGUKURAN SECARA BERULANGKALI THD SUBYEK YG SAMA ADALAH STABIL KAPAN SAJA, DI MANA SAJA, OLEH SIAPA UJIAN DILAKUKAN, DIPERIKSA DAN DINILAI
  • 41. CIRI-CIRI TES HASIL BELAJAR YANG BAIK 3. OBYEKTIF: TES DISUSUN, DILAKSANAKAN, DIKOREKSI DAN DIBERI NILAI MENURUT APA ADANYA. TERHINDAR DR “HALLO EFFECT” DAN PRESEDEN MASA LALU 4. PRAKTIS: (A) BERSIFAT SEDERHANA TANPA MEMBUTUHKAN PERALATAN YG BANYAK (B) LENGKAP: ADA PETUNJUK CARA MENGERJAKAN, KUNCI JAWABAN, PEDOMAN SKORING DAN PENENTUAN NILAI
  • 42. CIRI-CIRI TES HASIL BELAJAR YANG BAIK 5. BUTIR-BUTIR SOAL TES HRS MERUPAKAN SAMPEL YG REPRESENTATIF DARI POPULASI BAHAN PELAJARAN YG DIAJARKAN 6. BENTUK SOAL TES DIBUAT BERVARIASI 7. TES HASIL BELAJAR DIDESAIN SESUAI DG KEGUNAANNYA (PLECEMENT TEST BERBEDA DG SUMMATIVE TEST) 8. MENJADI SUMBER INFORMASI YG BERGUNA UNTUK MEMPERBAIKI CARA BELAJAR SISWA DAN CARA MENGAJAR GURU
  • 43. BENTUK-BENTUK TES DAN TEKNIK PENYUSUNANNYA BENTUK SOAL TESBENTUK SOAL TES ESSAY TESTESSAY TEST OBJECTIVE TES OBJECTIVE TES
  • 44. PENGGOLONGAN ESSAY TEST 1. TES URAIAN BEBAS/TERBUKA: TESTEE MEMPUNYAI KEBEBASAN DLM MERUMUSKAN, MENGORGANISASIKAN DAN MENYAJIKAN JAWABAN “Allah telah melimpahkan nikmat yg banyak kepada kita. Oleh karena itu kita harus mensyukuri nikmat tersebut kpd Allah. Jelaskan, bagaimana caranya mensyukuri nikmat tersebut sesuai dengan ajaran Islam”
  • 45. PENGGOLONGAN ESSAY TEST 2. TES URAIAN TERBATAS: JAWABAN YG DIKEHENDAKI SUDAH DIBATASI DAN DIARAHKAN “Di masa Khulafaur Rasyidin tercatat tiga peristiwa peperangan antara kaum muslim melawan Romawi. Sebut dan jelaskan secara singkat ketiga peristiwa tersebut!”
  • 46. kelemahan essay test 1. Butir soal terkadang tdk secara representatif mewakili keseluruhan materi 2. Cara mengoreksi sulit 3. Dlm pemberian skor tester terkadang bersifat subyektif 4. Koreksi dan pemberian skor tdk bisa diserahkan ke orang lain 5. Validitas dan realibilitasnya kurang memadahi
  • 47. Petunjuk operasional penyusunan essay test 1. Diusahakan butir-butir soal telah mencakup keseluruhan materi yg diajarkan 2. Utk menghindari perbuatan curang susunan kalimat dibuat berlainan dg susunan kalimat yg ada di bahan pelajaran 3. Setelah soal dibuat segera disusun jawaban yg dikehendaki oleh tester sbg jawaban yg betul dilengkapi pedoman penilaiannya.
  • 48. Petunjuk operasional penyusunan essay test 4. Pertanyaan atau perintah dibuat variatif. 1. Jelaskan, perbedaan antara… dg… 2. Jelaskan, hubungan antara…dg… 3. Jelaskan, perbedaan antara… dg… 4. Buatlah uraian sehingga tergambar dengan jelas hubungan antara …dg 5. Kalimat soal disusun secara ringkas, padat dan jelas 6. Dikemukakan pedoman cara menjawab dan bobot nilai jawaban
  • 49. OBJECTIVE TEST 1.TRUE-FALSE TEST 2.MATCHING TEST 3.COMPLETION TEST 4.FILL IN TEST 5.MULTIPLE CHOICE ITEM TEST
  • 50. CONTOH: TRUE-FALSE TEST 1‫جميلة‬ ‫ولد‬ ‫هذا‬ - 2‫المدرسة‬ ‫الى‬ ‫محمد‬ ‫ذهبت‬ - 3‫المسجد‬ ‫فى‬ ‫الفيل‬ ‫جلس‬ - 4‫المتحان‬ ‫فى‬ ‫ناجح‬ ‫الماهر‬ ‫التلميذ‬ - 5‫السوق‬ ‫عن‬ ‫فاطمة‬ ‫رجعت‬ -
  • 51. CONTOH: MATCHING TEST 1.1. SHALAT SUNNAH YGSHALAT SUNNAH YG DILAKSANAKAN PADA TIAPDILAKSANAKAN PADA TIAP MALAM BULAN RAMADHANMALAM BULAN RAMADHAN 2.2. SHALAT SUNNAH YGSHALAT SUNNAH YG DILAKUKAN SEWAKTUDILAKUKAN SEWAKTU MEMASUKI MASJIDMEMASUKI MASJID 3.3. SHALAT SUNNAH YG TDKSHALAT SUNNAH YG TDK DITENTUKAN WAKTUNYADITENTUKAN WAKTUNYA 4.4. SHALAT SUNNAH YGSHALAT SUNNAH YG DILAKUKAN UTK MEMILIHDILAKUKAN UTK MEMILIH LANGKAH YG HARUSLANGKAH YG HARUS DILAKUKANDILAKUKAN A.DHUHA B.MUTLAK C.TAHAJJUD D.TARAWIH E.ISTIKHARAH F. TAHIYYATUL MASJID
  • 52. CONTOH: FILL IN TEST ..…..…‫فى‬ ‫فاغتسل‬ .‫الرابعة‬ ‫الساعة‬ ‫فى‬ ‫محمد‬‫فى‬ ‫فاغتسل‬ .‫الرابعة‬ ‫الساعة‬ ‫فى‬ ‫محمد‬ ‫بعد‬ ‫و‬ .‫الصبح‬ ‫من‬ ‫ركعتين‬ ...... ‫ثم‬ ......‫بعد‬ ‫و‬ .‫الصبح‬ ‫من‬ ‫ركعتين‬ ...... ‫ثم‬ ...... .‫القران‬ ...... ‫ذلك‬.‫القران‬ ...... ‫ذلك‬
  • 53. CONTOH: COMPLETION TEST 1.1. RUKUN IMAN KERUKUN IMAN KE 5 ADALAH IMAN5 ADALAH IMAN …….……. 2.2. RUKUN ISLAM KERUKUN ISLAM KE 2 ADALAH……2 ADALAH…… 3.3. IBU NABIIBU NABI MUHAMMADMUHAMMAD BERNAMA……..BERNAMA……..
  • 54. CONTOH: MULTIPLE CHOICE ITEM PADA SAAT KAPANPADA SAAT KAPAN TALBIYAH DIBACATALBIYAH DIBACA PARA JAMA’AH HAJI?PARA JAMA’AH HAJI? A.A.SA`ISA`I B.B.WUKUFWUKUF C.C.THAWAFTHAWAF D.D.BERANGKAT KEBERANGKAT KE ARAFAHARAFAH E.E.IHRAMIHRAM
  • 55. MCI MODEL MELENGKAPI Bangkai, darah yang mengalir dan binatang yang mati dicekik, hukumnya……. A.Halal B.Najis C.Makruh D.Haram E.Mubah
  • 56. MCI BERGANDA PILIHLAH:PILIHLAH: A.A. BILA 1, 2 DAN 3 BETULBILA 1, 2 DAN 3 BETUL B.B. BILA 1 DAN 3 BETULBILA 1 DAN 3 BETUL C.C. BILA 2 DAN 4 BETULBILA 2 DAN 4 BETUL D.D. BILA HANYA 4 YG BETULBILA HANYA 4 YG BETUL E.E. BILA SEMUANYA BETULBILA SEMUANYA BETUL
  • 57. MCI ANALISIS ANTAR HAL PILIHLAH:PILIHLAH: A.A. PERNYATAAN BETUL, ALASAN BETUL DANPERNYATAAN BETUL, ALASAN BETUL DAN MENUNJUKKAN HUBUNGAN SEBABMENUNJUKKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBATAKIBAT B.B. PERNYATAAN BETUL, ALASAN BETULPERNYATAAN BETUL, ALASAN BETUL TETAPI TIDAK MENUNJUKKAN HUBUNGANTETAPI TIDAK MENUNJUKKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBATSEBAB AKIBAT C.C. PERNYATAAN BETUL DAN ALASAN SALAHPERNYATAAN BETUL DAN ALASAN SALAH D.D. PERNYATAAN SALAH DAN ALASAN BETULPERNYATAAN SALAH DAN ALASAN BETUL E.E. PERNYATAAN SALAH DAN ALASAN SALAHPERNYATAAN SALAH DAN ALASAN SALAH
  • 58. MCI MODEL ANALISIS KASUS Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang kompleks, terdiri atas golongan mukmin, Yahudi, Nasrani dan sebagian kafir dzimmiy. Di tengah-tengah masyarakat yang demikian ini ternyata Islam dapat berkembang dengan pesat, bahkan dapat berdiri suatu negara dan pemerintahan Islam. Di antara mereka dibuat suatu perjanjian untuk bersama-sama membangun negara Madinah, dan kepada kafir dzimmi Nabi memberi kebebasan untuk tetap tinggal di sana. Mereka dikenakan pajak yang dikenal dengan jiz’ah.
  • 59. MCI MODEL ANALISIS KASUS Dari uraian di atas dapat ditarik pengertian, bahwa: A.Islam memandang sama antara mukmin dengan orang kafir B.Kafir dzimmi bukan termasuk musuh Islam C.Sejak dahulu Islam telah menekankan prinsip- prinsip toleransi dan kerjasama D.Islam berkembang pesat karena adanya dukungan kafir dzimmi.
  • 60. MCI MODEL DINAMIK TES INI MENUNTUT KPD TESTEE UTK MEMILIKI BEKAL PEMAHAMAN TENTANG PERBANDINGAN KUANTITATIF DLM HUBUNGAN DINAMIK.CONTOH: A.Jika (1) naik maka (2) naik Jika (1) turun maka (2) turun B.Jika (1) naik maka (2) turun Jika (1) turun maka (2)naik D. Jika perubahan pada (1) tdk mempengaruhi (2)
  • 61. MCI MODEL DINAMIK CONTOH SOAL: 1. (1) Banyak melakukan kemaksiatan (2) Kualitas ibadah 2. (1) Tingkat kerajinan belajar (2) Prestasi belajar
  • 62. MCI MODEL PERBANDINGAN KUANTITATIF Tulislah: A. Jika (1) lebih besar daripada (2) B. Jika (1) lebih kecil daripada (2) C. Jika keduanya sama besar atau hampir sama besar CONTOH: 1. Arab Saudi 2. Aljazair
  • 63. NON TES
  • 64. INTERVIEW (WAWANCARA) Pengertian Wawancara adalah teknik pengambilan data melalui pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden. Wawancara bisa dilakukan secara tatap muka di antara peneliti dengan responden dan bisa juga melalui telepon.
  • 65. Keunggulan wawancara 1.Flexibility . Pewancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu dan memmungkinkan diberikan penjelasan kepada respoden bila pertanyaan kurang dimengerti 2.Nonverbal behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, Misalnya rasa suka, rasa tidak suka, atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden. 3.Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan secara langsung.
  • 66. Keunggulan wawancara 4.Time of interview. Pewawancara dapat menyusun jadwal wawancara yang relatif pasti. Kapan, di mana, sehingga data yang diperoleh tidak keluar dari rancangan penelitian. 5.Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail. 6.Wawancara dapat dilaksanakan kepada setiap individu tanpa dibatasi oleh faktor usia maupun kemampuan membaca 7.Data yang diperoleh dapat langsung diketahui obyektifitasnya karena dilaksanakan secara tatap muka
  • 67. Kelemahan wawancara 1. Prores wawancara membutuhkan biaya dan tenaga yang besar (biaya pelatihan pewawancara, perjalanan, pemondokan) 2. Waktu wawancara tidak dapat dilakukan kapan saja (disesuaikan dengan responden) 3. Keberhasilan wawancara sangat tergantung kepandaian pewawancara dalam menggali, mencatat dan menafsirkan setiap jawaban 4. Interview bias. Walau telah dilakukan tatap muka, namun kesalahan bertanya dan juga kesalahan menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi 5. Responden sulit menyembunyikan identitas dirinya . Artinya pewawancara bisa dipandang mempunyai potensi yang bisa mengancam dirinya, sehingga jawaban harus dilakukan secara ekstra hati-hati. Apalagi jika jawabannya direkam melalui pita perekam.
  • 68. Langkah dasar pengembangan pelaksanaan wawancara 1.Pedoman wawancara (daftar pertanyaan) 2.Pelatihan pewawancara, situasi sosial yang berbeda mempunyai dampak psikologis yang berbeda pula. Artinya walau pewawancara sudah mempunyai pengalaman dalam mewawancarai responden, namun penyelenggaraan pelatihan buat pewawancara masih diperlukan. 3.Penentuan jadwal wawancara
  • 69. Tahap Pelaksanaan Wawancara  Pewawancara harus menciptakan atmosfir yang bersahabat dan tidak menekan  Memberikan paparan terhadap studi yang dilakukan untuk meyakinkan bahwa wawancara yang berlangsung dengan dirinya sangat berguna  Meyakinkan kerahasiaan identitas responden  Memberikan responden lebih banyak waktu untuk memikirkan jawaban  Upayakan agar responden memiliki rasa aman dan nyaman. Responden seringkali curiga terhadap pewawancara. Sehingga dalam menjawab pertanyaan, mereka ekstra hati-hati.  Jika proses wawancara akan direkam melalui “tape recorder” sebaiknya minta persetujuan responden.  Pewawancara harus benar-benar bisa merekam jawaban responden dengan baik (benar dan lengkap).  Pada akhir wawancara bacakanlah rangkuman hasil. Mintalah kesediaan pada responden untuk dihubungi /diwawancara lagi bilamana diperlukan
  • 70. Macam-Macam Wawancara Dilihat dari bentuk pertanyaan a. Wawancara berstruktur,  Pertanyaan mengarahkan jawaban dalam pola pertanyaan yang dikemukakan  Dilakukan bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.  Pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya telah disiapkan.  contoh: Bentuk tes apakah yang anda lakukan dalam mengadakan evaluasi ? (tes, objektif, tes isi, tes tulis) responden diarahkan untuk memmilih salah satu
  • 71. b. Wawancara tak berstruktur  Wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.  Contoh: Mengapa memilih guru sebagai profesi anda ? Pertanyaan seperti ini tidak terikat pada struktur jawaban tertentu
  • 72. KUESIONER/ANGKET Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Macam Kuesioner •Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang sesuatu hal. •Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia.
  • 73. Keuntungan teknik Angket 1. Dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirim lewat pos 2. Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah 3. Angket tidak terlalu mengganggu responden karena pengisiannya ditentukan oleh responden itu sendiri Kerugian teknik Angket 1. Jika dkirim melalui pos, maka prosentase yang dikembalikan relatif rendah 2. Tidak dapat digunakan pada responden yang tidak mampu membaca dan menulis 3. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah oleh responden
  • 74. Komponen Angket agar efektif • Ada SubyekAda Subyek, yaitu individu atau lembaga yang melaksanakan penelitian • Adanya ajakanAdanya ajakan, yaitu permohonan dari peneliti kepada responden untuk turut serta mengisi secara aktif dan obyektif • Ada petunjuk pengisian angketAda petunjuk pengisian angket, yang mudah dimengerti dan tidak bias • Ada pertanyaan atau pernyataanAda pertanyaan atau pernyataan beserta tempat mengisi jawaban baik secara tertutup, semi tertutup maupun terbuka • Pertanyaan dalam angket ini dapat berbentuk pertanyaan terbuka atau tertutup ataupun kombinasi antara terbuka dan tertutup
  • 75. Berdasarkan bentuk pertanyaan atau pernyataan ad tiga jenis angket yaitu : a. Angket terbuka (Opened Questionare) Merupakan angket yang pertanyaan atau pernyataannya memberikan kebebasan kepada responden, untuk memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka b. Angket tertutup (Closed Questionare) Merupakan angket yang pertanyaan atau pernyataannya tidak memberikan kebebasan kepada responden, untuk memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka c. Angket Semi terbuka (Semi Opened Questionare) Merupakan angket yang pertanyaan atau pernyataannya memberikan kebebasan kepada responden, untuk memberikan jawaban dan pendapat menurut pilihan pilihan jawaban yang telah disediakan sesuai dengan keinginan mereka
  • 76. OBSERVASI Pengertian Metode yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan mengamati individu atau kelompok secara langsung Tujuan Observasi Mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas- aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
  • 77. Kelebihan teknik observasi a. Data yang diperoleh adalah data aktual/ segar dalam arti bahwa data diperoleh dari responden pada saat terjadinya tingkah laku b. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung. Tingkah laku yang diharapkan muncul mungkin akan muncul atau mungkin juga tidak muncul, karena tingkah laku dapat dilihat atau diamati, maka kita segera dapat mengatakan bahwa yang diukur memang sesuatu yang dimaksudkan untuk diukur Kekurangan teknik observasi a. Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu danmengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi/muncul b. Beberapa tingkah laku, seperti tingkah laku kriminal atau yang bersifat pribadi, sukar atau tidak mungkin diamati bahkan mungkin dapat membahayakan si pengamat jika diamati
  • 78. Macam-Macam Observasi Berdasarkan keterlibatan pengamat : a. Observasi partisipan Merupakan observasi dimana pengamat ikut serta terlibat dalam kegiatan –kegiatan yang dilakukan oleh subyek yang diteliti atau yang diamati, seolah –olah merupakan merupakan bagian dari mereka b. Observasi tak partisipan Merupakan observasi dimana pengamat berada diluar subyek yang diteliti dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Berdasarkan cara pengamatan a. Observasi berstruktur Merupakan observasi dimana pengamat dalam melaksanakan observasinya menggunakan pedoman pengamatan b. Observasi tak berstruktur Merupakan observasi dimana pengamat dalam melaksanakan observasinya melakukan pengamatan secara bebas
  • 79. PENYUSUNAN TES DAN ANALISIS BUTIR SOAL
  • 80. LANGKAH PENYUSUNAN TES DAN ANALISIS BUTIR SOAL LANGKAH PENYUSUNAN TES DAN ANALISIS BUTIR SOAL PENULIS AN SOAL ANALISIS KUALITATIF & REVISI SOAL UJI COBA TES ANALISIS KUANTITATIF: .MANUAL .KOMPUTER PENUL ISAN KISI- KISI SOAL SELEKSI SOALSOAL JELEK SOAL BAIK BANK SOAL
  • 81. Pengertian Kisi-kisi Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis tes atau merakit tes FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Sekolah : ............................ Mata Pelajaran : ............................ Kelas/Smester : ............................ No Kompetensi Dasar Indikator Aspek yang diukur No Soal Jumlah Soal
  • 82. 1.VALIDITAS 2.RELIABILITAS 3.ANALISIS DERAJAT KESUKARAN ITEM 4.ANALISIS DAYA PEMBEDA ITEM 5.ANALISIS FUNGSI DISTRAKTOR
  • 83. VALIDITAS Pengertian Validitas : Alat evaluasi dikatakan VALID apabila alat evaluasi tersebut dapat mengukur tentang apa yang mau hendak diukur Macam-macam Validitas : 1. Validitas Logis (Logical Validity) 2. Validitas Empiris (Empirical Validity) 1. Validitas Logis (Logical Validity) 2. Validitas Empiris (Empirical Validity)
  • 84. Validitas Logis (Logical Validity) 1. Validitas isi (Content Validity) 2. Validitas konstruksi (Construct Validity) Validitas isi (Content Validity) Apabila alat evaluasi tersebut berisi tentang materi yang mau diukur Validitas konstruksi (Construct Validity) Apabila butir-butir soal yang membangun tes tersebut telah disusun berdasarkan aspek – aspek berpikir
  • 85. Aspek Yang Diukur Dalam Penilaian Berbasis Kompetensi ASPEK KOGNITIF (6 Tingkat Kognitif Berfikir) 1. Pengetahuan (Knowledge), Kemampuan mengingat 2. Pemahaman (Comprehension), Kemampuan memahami 3. Aplikasi (Application), Kemampuan Penerapan (Misalnya: menggunakan suatu informasi/ pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah). 4. Analisis (Analysis), Kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil 5. Sintesis (Synthesis), Kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi suatu kesimpulan 6. Evaluasi (Evaluation), Kemampuan mempertimbangkan mana yang baikP dan mana yang buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu.
  • 86. Validitas Empiris (Empirical Validity) 1. Validitas Prediksi (Predictive Validity) 2. Validitas Konkuren atau Validitas ada sekarang (ConcurrentValidity) Validitas Prediksi (Predictive Validity) Apabila alat evaluasi tersebut mampu meramalkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang Validitas Konkuren(ConcurrentValidity) Apabila tes tersebut dalam kurun waktu yang sama mampu menunjukan dengan tepat akan adanya hubungan yang searah antara tes pertama dengan tes berikutnya
  • 87. MENGUKUR VALIDITAS BUTIR A. Intrumen Yang Penskorannya Tidak Dikotomi  Rumus : koefisien korelasi product moment :   Keterangan : Rxy = koefisien korelasi product moment X = Skor butir Y = Skor total N = Jumlah sampel
  • 88. B. Intrumen Yang Penskorannya Dikotomi Rumus : Korelasi point biserial :     Keterangan : Xp = rata-rata skor tes yang menjawab soal tersebut dengan benar Xt = rata-rata skor total untuk semua testi SDt = simpangan baku skor total semua testi p = proporsi testi yang dapat menjawab benar butir soal yang bersangkutan q = 1- p
  • 89. Rumus Simpangan Baku : Pemberian keputusan : Untuk keputusan valid atau tidak validnya butir-butir soal, akan dipergunakan taraf signifikansi 0.05. Apabila nilai r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel, maka butir tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya apabila r hitung lebih kecil dari r tabel, maka butir tersebut dinyatakan tidak valid.
  • 90. 2. Mencari Xt : 3 + 3 + 2 + 2 + 3 + 2 15 -------------------- = ------ = 2,50 6 6 3. Mencari SDt : = 0,5 4. Mencari harga p : 3 ---- = 0,5 6
  • 91. 5. Mencari harga q : 3 ------ = 2,5 6 6. Memasukan kerumus : Korelasi point biserial = 5,34 x 0,2 = 1,068 7. Membuat kesimpulan r hitung = 1,068 r tabel = 0,811 r hitung > r tabel (1,068 > 0,811) berarti butir nomor 1 valid
  • 92. A. Intrumen Yang Penskorannya Tidak Dikotomi Rumus : Koefisien alpha cronbach : Keterangan : r11 = Koefisien reliabilitas k = banyak butir soal yang diuji cobakan Sdi = simpangan baku skor butir ke-i SDt = simpangan baku skor total   RELIABILITAS
  • 93. B. Intrumen Yang Penskorannya Dikotomi  Rumus : KR - 20 Keterangan : k = banyak butir soal p = proporsi peserta tes yang menjawab dengan benar q = 1 – p
  • 94. CONTOH : Menghitung Reliabilitas Tes Menggunakan KR-20     NO NAMA NO BUTIR TES SKOR TOTA L 1 2 3 4 5 6 7 1 A 1 0 1 1 1 1 0 5 2 B 0 1 1 0 1 1 1 5 3 C 0 0 0 0 1 0 1 2 4 D 0 1 1 1 1 1 1 6 5 E 1 0 0 0 1 0 0 2 6 F 0 1 1 1 1 0 0 4 7 G 0 0 0 1 1 1 0 3 8 H 0 1 0 1 1 0 0 3 9 I 0 1 0 1 1 0 0 3 10 J 0 0 0 1 1 0 0 2
  • 95. 1. Mencari pq     2. Mencari SDt = 1,36 p 0,2 0,5 0,4 O,7 1 0,4 0,3 q 0,8 0,5 0,6 0,3 0 0,6 0,7 pq 0,16 0,25 0,24 0,21 0 0,24 0,21 1,31
  • 96. 3. Memasukan kerumus KR - 20 = 0,341 4. Membuat Kesimpulan Angka 0,341 berada interval 0.20 --------- < 0.40 Berarti reliabilitas Instrumen Tes tersebut RENDAH  
  • 97. Kriteria yang digunakan untuk menentukan tingkat reliabilitas : KERITERIA  KUALIFIKASI 0.90 1.00 Sangat tinggi   0.70 < 0.90 Tinggi   0.40 < 0.70 Cukup   0.20 < 0.40 Rendah   0.00 < 0.20   Sangat rendah
  • 98. TINGKAT KESUKARAN ITEM 1. BUTIR ITEM TES DINYATAKAN BAIK BILA TDK TERLALU SUKAR DAN TDK TERLALU MUDAH 2. WITHERINGTON: SUDAH ATAU BELUM MEMADAHINYA DERAJAT KESUKARAN ITEM TES DPT DIKETAHUI DR BESAR KECILNYA INDEK KESUKARAN ITEM (DIFFICULTY INDEX) 3. DIFFICULTY INDEX: BESARNYA BERKISAR ANTARA 0,00 S/D 1,00 4. DIFFICULTY INDEX SEBESAR 0,00 MENUNJUKKAN BUTIR ITEM SOAL TERLALU SUKAR (YG DPT MENJAWAB DG BETUL = 0). DIFFICULTY INDEX SEBESAR 1,00 MENUNJUKKAN BUTIR ITEM SOAL TERLALU MUDAH (JAWABAN SELURUH TESTEE BENAR)
  • 99. RUMUS UTK MENGUKUR DIFFICULTY INDEX P = B/JS P = PROPORTION (DIFFICULTY INDEX) B = BANYAKNYA TESTEE YG DAPAT MENJAWAB DG BETUL TERHADAP BUTIR YG BERSANGKUTAN JS= JUMLAH TESTEE YG MENGIKUTI TES
  • 100. INTERPRETASI DIFFICULTY INDEX BESARNYA P INTERPRETASI KURANG DR 0,30 TERLALU SUKAR 0,30 – 0,70 CUKUP LEBIH DR 0,70 TERLALU MUDAH
  • 101. SKOR JAWABAN 10 TESTEE THD 10 BUTIR ITEM SOAL TES MAPEL AQIDAH AKHLAK NAMA BUTIR SOAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 B 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 C 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 D 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 E 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 F 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 G 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 H 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 I 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 J 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1   6 2 8 5 6 2 8 3 8 7
  • 102. PERHITUNGAN UTK MENGETAHUI DIFFICULTY INDEX 10 BUTIR ITEM SOAL TES MAPEL AQIDAH AKHLAK BUTIR ITEM P (DIFFICULTY INDEX INTERPRETASI 1 P=B/JS= 6/10 = 0,60 SEDANG 2 2/10 = 0,20 TERLALU SUKAR 3 8/10 = 0,80 TERLALU MUDAH 4 5/10 = 0,50 SEDANG 5 6/10 = 0,60 SEDANG 6 2/10 = 0,20 TERLALU SUKAR 7 8/10 = 0,80 TERLALU MUDAH 8 3/10 = 0,30 SEDANG 9 8/10 = 0,80 TERLALU SUKAR 10 7/10 = 0,70 SEDANG
  • 103. FOLLOW UP HASIL ANALISIS DIFFICULTY INDEX 1. ITEM SOAL YG TERMASUK KATEGORI BAIK DIDOKUMENTASIKAN KE DLM BANK SOAL, SUATU SAAT DIKELUARKAN LAGI 2. ITEM SOAL YG TERMASUK KATEGORI TERLALU SUKAR DAN TERLALU MUDAH, ADA TIGA ALTERNATIF:  DIBUANG ATAU DIDROP  DIPAKAI LAGI SETELAH DIPERBAIKI KELEMAHAN- KELEMAHANNYA  DIDOKUMENTASIKAN DI BANK SOAL DAN DIGUNAKAN UTK TES SELEKSI (SOAL YG TERLALU SUKAR UTK TES YG KETAT, TES YG TERLALU MUDAH UTK TES YG LONGGAR)
  • 104. DAYA BEDA DAYA PEMBEDA ITEM ADL KEMAMPUAN BUTIR ITEM TES UTK MEMBEDAKAN ANTARA TESTEE YG PANDAI DENGAN YANG KURANG PANDAI (BODOH) SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA SEBAG BESAR TESTEE YG PANDAI MAMPU MENJAWAB BETUL SEMENTARA TESTEE YG BODOH SEBAG BESAR MENJAWAB SALAH TERHADAP SUATU BUTIR ITEM TES.
  • 105. TEKNIK ANALISIS DAYA PEMBEDA ITEM 1. DPI BISA DIKETAHUI MELALUI BESAR KECILNYA INDEKS DISKRIMINASI ITEM (IDI) 2. DISCRIMINATORY POWER DIHITUNG ATAS DASAR PEMBAGIAN TESTEE KE DLM DUA KELOMPOK, KELOMPOK ATAS (PANDAI) DAN KELOMPOK BAWAH (BODOH) 3. JK IDI BERTANDA POSITIF BERARTI BUTIR ITEM TES TELAH MEMILIKI DAYA PEMBEDA YG BERSIFAT POSITIF.JK IDI = 0,00 BUTIR ITEM TDK MEMILIKI DAYA PEMBEDA. JK IDI BERTANDA NEGATIF MAKA DAYA PEMBEDA ITEM BERSIFAT NEGATIF
  • 106. STANDAR DAYA PEMBEDA ITEM IDI KLASIFIKASI INTERPRETASI < 0,20 POOR DIANGGAP TDK MEMILIKI DAYA PEMBEDA 0,20-0,40 SATISFACTORY DAYA PEMBEDA SEDANG 0,40-0,70 GOOD DAYA PEMBEDA YG BAIK 0,70-1,00 EXCELLENT DAYA PEMBEDA BAIK SEKALI BERTANDA NEGATIF - DAYA PEMBEDA JELEK SEKALI
  • 107. RUMUS UTK MENGHITUNG INDEKS DISKRIMINASI ITEM D = PA-PB D = DISCRIMINATORY POWER (ANGKA INDEK DISKRIMINASI ITEM) PA= PROPORSI TESTEE KELOMPOK ATAS YG BISA MENJAWAB BETUL PB = PROPORSI TESTEE KELOMPOK BAWAHYG BISA MENJAWAB BETUL
  • 108. RUMUS UTK MENGHITUNG KETERANGAN : PA = BA/JA BA = BANYAKNYA TESTEE KELOMPOK ATAS YG BISA MENJAWAB BETUL JA = JUMLAH TESTEE KELOMPOK ATAS PB = BB/JB BB = BANYAKNYA TESTEE KELOMPOK BAWAH YG BISA MENJAWAB BETUL JB = JUMLAH TESTEE KELOMPOK BAWAH
  • 109. SKOR JAWABAN 10 TESTEE THD 10 BUTIR ITEM SOAL TES MAPEL QUR`AN HADITS NA MA BUTIR SOAL TO TAL KEL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 5 BAWAH B 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 ATAS C 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 7 ATAS D 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 3 BAWAH E 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 7 ATAS F 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 4 BAWAH G 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 7 ATAS H 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 ATAS I 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 4 BAWAH J 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 5 BAWAH 5 9 2 8 6 8 5 6 6 6 61
  • 110. HASIL PERHITUNGAN BA , BB, PA,PB DAN D  BUTIR  ITEM BA  B B J A  JB PA  P B D  INTER PRETASI  1 3 2 5 5 0.6 0.4 0.2 POOR 2 5 4 5 5 1 0.8 0.2 POOR 3 2 0 5 5 0.4 0 0.4 SATISF 4 4 4 5 5 0.8 0.8 0 POOR 5 3 3 5 5 0.6 0.6 0 POOR 6 5 3 5 5 1 0.6 0.4 SATISF 7 4 1 5 5 0.8 0.2 0.6 GOOD 8 5 1 5 5 1 0.2 0.8 EXCELT 9 5 1 5 5 1 0.2 0.8 EXCELT 10 4 2 5 5 0.8 0.4 0.4 SATISF
  • 111. DISTRAKTOR (PENGECOH) 1.DISTRAKTOR (PENGECOH): JAWABAN- JAWABAN SALAH DALAM OPTION TES HASIL BELAJAR.CONTOH: .......‫المدرسة‬ ‫الى‬ ‫ذهبت‬ ‫حذيفة‬ ‫هند‬ ‫احمد‬ ‫الستاذ‬ ‫الطالب‬
  • 112. PEMASANGAN DISTRAKTOR 1. AGAR TESTEE TERTARIK UTK MEMILIHNYA KRN MENYANGKANYA SBG JAWABAN YG BETUL 2. SEMAKIN BANYAK TESTEE TERKECOH MAKA DIKATAKAN BAHWA DISTRAKTOR TELAH DAPAT MENJALANKAN FUNGSINYA DENGAN BAIK 3. DISTRAKTOR YG BAIK: SEKURANG- KURANGNYA TELAH DIPILIH OLEH 5% DARI SELURUH PESERTA TES
  • 113. CONTOH KASUS: TES HASIL BELAJAR BAHASA ARAB DIIKUTI OLEH 50 SISWA (2 KELAS).BENTUK SOALNYA MULTIPLE CHOICE ITEM SEBANYAK 40 BUTIR.SETIAP BUTIR DILENGKAPI LIMA OPTION JAWABAN, YAITU A, B, C, D DAN E. KHUSUS NOMOR 1, 2 DAN 3 DIPEROLEH PENYEBARAN JAWABAN SEBAGAI BERIKUT: (LIHAT SLIDE SELANJUTNYA)
  • 114. PENYEBARAN JAWABAN UTK 3 BUTIR SOAL ITEM OPTION KUNCI  JAWA- BAN A B C D E 1 4 6 5 30 5 D 2 1 44 2 1 2 B 3 1 1 10 1 37 C
  • 115. KETERANGAN: UNTUK NOMOR SATU, DISTRAKTORNYA ADL A, B, C, E: 1.PENGECOH A DIPILIH OLEH 4 TESTEE (4/50 X 100%)=8%. JD DISTRAKTOR A TLH BERFUNGSI BAIK KRN LEBIH DR 5% 2. PENGECOH B DIPILIH OLEH 6 TESTEE (6/50 X 100%)=12%. JD DISTRAKTOR B TLH BERFUNGSI BAIK 3. DAN SETERUSNYA
  • 116. PRINSIP PENULISAN SOAL TES URAIAN/ESAI 1. Gunakanlah tipe tes uraian untuk mengukur hasil belajar yang cocok 2. Beritahulah bahwa tes akan menggunakan butir soal tipe uraian 3. Batasilah ruang lingkup tes secara pasti 4. Pertanyaan hendaknya terutama untuk mengukur tujuan hasil belajar yang penting saja 5. Jangan terlalu banyak digunakan untuk mengukur kemampuan mengingat 6. Kemampuan dan ketrampilan menulis peserta tes haruslah menjadi pertimbangan utama 7. Jangan memberikan butir soal yang dapat dipilih atau dapat tidak dikerjakan 8. Setiap soal harus jelas, apakah jenis terbatas atau jenis bebas
  • 117. 9. Makin banyak jumlah butir soal untuk setiap perangkat soal makin baik 10. Tulislah petunjuk awal yang jelas, dan petunjuk untuk setiap butir soal harus rinci 11. Waktu yang tersedia haruslah cukup 12. Hendaknya pertanyaan menuntut respon atau jawaban yang bersifat baru/pemikiran peserta tes 13. Hendaknya selalu ada kombinasi jenis tes uraian terbatas dan jenis tes uraian bebas 14. Pergunakanlah kata-kata deskriptif 15. Dalam setiap butir soal harus dijelaskan skor maksimal yang dapat diperoleh 16. Janganlah mulai kalimat butir soal dengan kata-kata seperti "apa" dan "siapa"
  • 118. PENENTUAN NILAI AKHIR
  • 119. NILAI AKHIR ADL NILAI- BAIK ANGKA ATAU HURUF- YG MELAMBANGKAN TINGKAT KEBERHASILAN PESERTA DIDIK SETELAH MENGIKUTI PROGRAM PENDIDIKAN PADA JENJANG TERTENTU, DLM JANGKA WAKTU YG TELAH DITENTUKAN
  • 120. FUNGSI NILAI AKHIR 1. FUNGSI ADMINISTRATIF: NAIK, LULUS ATAU TINGGAL KELAS ?, LAYAK TERIMA BEASISWA ?, DIREKOMENDASIKAN UTK PEKERJAAN TERTENTU, DITEMPATKAN DI KELOMPOK ATAU KELAS TERTENTU. 2. FUNGSI INFORMATIF: BG ORTU, WALI KELAS, PENASEHAT AKADEMIK DSB 3. FUNGSI BIMBINGAN: MIS BG SISWA YG NILAINYA RENDAH 4. FUNGSI INSTRUKSIONAL: SBG UMPAN BALIK BG PENYEMPURNAAN PROGRAM
  • 121. FAKTOR2 YG DIPERTIMBANGKAN DLM PENENTUAN NILAI AKHIR 1. FAKTOR PENCAPAIAN ATAU PRESTASI (ACHIEVEMENT) 2. FAKTOR USAHA (EFFORT) 3. FAKTOR ASPEK KEPRIBADIAN DAN SOSIAL (PERSONNAL AND SOCIAL CHARACTERISTICS) 4. FAKTOR KEBIASAAN KERJA (WORK HABIT)
  • 122. CONTOH PENENTUAN NILAI AKHIR 2 (T) + 3 (H) + 5 (U) NA = 10 NA = NILAI AKHIR T = NILAI TUGAS H = NILAI HARIAN (FORMATIF) U = NILAI ULANGAN UMUM (SUMATIF)
  • 123. PENETAPAN KKMPENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM
  • 124.  KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran  KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah  Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100  Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100  Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal  Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Peserta didik RAMBU-RAMBU
  • 125. KKM INDIKATOR KKM INDIKATOR KKM M P KKM M P KKM S K KKM S K KKM K D KKM K D MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH :
  • 126. • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa KRITERIA PENETAPAN KKM FORMAT PENENTUAN DAN PENULISAN KKM : Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKMKompleksit as Daya dukung Intake 1.1. KD a. Indikator 1 b. Indikator 2
  • 127. MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Dengan memberikan poin pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1. Kompleksitas : - Tinggi = 1 - Sedang = 2 - Rendah = 3 2. Daya dukung : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1 3. Intake : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89 dibulatkan menjadi 89 9
  • 128. B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria, misalnya: 1.Kompleksitas : - Tinggi = 50 - 64 - Sedang = 65 - 80 - Rendah = 81 - 100 2.Daya dukung : - Tinggi = 81 - 100 - Sedang = 65 - 80 - Rendah = 50 - 64 3. Intake : - Tinggi = 81 - 100 - Sedang = 65 - 80 - Rendah = 50 - 64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang, daya dukung tinggi dan intake sedang  nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang ditentukan. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan forum MGMP di Sekolah. MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
  • 129. C. Dengan memberikan pertimbangan professional judgement pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. Kompleksitas : - Tinggi - Sedang - Rendah 2. Daya dukung : - Tinggi - Sedang - Rendah 3. Intake : - Tinggi - Sedang - Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  maka dapat dikatakan ada dua komponen yang mempengaruhi untuk dapat mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu kompleksitas rendah dan daya dukung tinggi. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80. MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
  • 130. TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh peserta didik. Tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pelaksanaan- nya menuntut : • Guru  memahami Kompetensi yang harus dicapai peserta didik  kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. • WAKTU  cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN peserta didik yang tinggi. TINGKAT KOMPLEKSITAS
  • 131. • Ketersediaan tenaga, • Sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan, • Biaya operasional pendidikan, • Manajemen sekolah, • Kepedulian stakeholders sekolah. KEMAMPUAN SUMBER DAYA PENDUKUNG
  • 132. KKM Kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi PSB, NUN, Rapor kelas 3 SMP, tes seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM peserta didik pada semester atau kelas sebelumnya INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) PESERTA DIDIK :
  • 133. Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM KompleksitasDaya dukung Intake 1.1. KD a. Indikator 1 b. Indikator 2 c. Indikator 3 FORMAT A Rendah Sedang tinggi sedan g tinggi sedan g tinggi sedan g sedan g 89 56 78 74 3 23 221 232
  • 134. Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM KompleksitasDaya dukungIntake 1.1. KD a. Indikator 1 b. Indikator 2 b. Indikator 3 FORMAT B Sedang Sedang tinggi sedang tinggi sedang tinggi sedang sedan g 75 787090 68 708055 78708578 75
  • 135. No Mata Pelajaran Kriteria Ketuntasan Minimal *) Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Praktik Sikap/ Afektif Angka Huruf Angka Huruf Predikat 1. Pendidikan Agama 75 80 Delapan puluh - - B 2. Pendk. Kewarganegaraan 75 80 Delapan puluh - - B 3. Bhs Indonesia 70 70 Tujuh puluh 75 Tujuh puluh lima B 4. Bahasa Inggris 65 70 Tujuh puluh 65 Enam puluh lima B 5. Matematika 60 60 Enam puluh - - B 6. Seni Budaya,dst 78 - 75 Tujuh puluh lima B LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Peserta didik : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… PENULISAN KKM PADA LHB PESERTA DIDIK
  • 136. Sampai Jumpa !