Your SlideShare is downloading. ×
0
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Power point
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Power point

11,005

Published on

Published in: Business
2 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
11,005
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
217
Comments
2
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. DSS COMPANY PROFILE DEWI SAMUDRA SEJAHTERA
  • 2. MENUJU PERTANIAN ORGANIK YANG TERPADU DAN BERKELANJUTAN <ul><li>DENGAN </li></ul><ul><li>MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAH </li></ul><ul><li>MENGGUNAKAN </li></ul><ul><li>PUPUK ORGANIK </li></ul><ul><li>SUPERBIONIK </li></ul>
  • 3. LATAR BELAKANG <ul><li>Permasalahan Pertanian Di Indonesia </li></ul><ul><li>1. Penurunan produktifitas tanah </li></ul><ul><li>- Penurunan Produksi </li></ul><ul><li>2. Pertambahan jumlah penduduk </li></ul><ul><li>- Penurunan jumlah lahan Pertanian. </li></ul><ul><li>3. Peningkatan konsumsi bahan pangan </li></ul><ul><li>• Akibat dari permasalahan tersebut kita import produk pertanian. </li></ul>
  • 4. Untuk mengatasi masalah tersebut : <ul><li>Meningkatkan produktivitatas tanah. </li></ul><ul><li>Produktivitas tanah : Kemampuan tanah dalam mendukung kebutuhan tanaman. </li></ul><ul><li>Penggunaan SUPERBIONIK dapat meningkatkan produktivitas tanah. </li></ul>
  • 5. PRODUKTIVITAS TANAH <ul><li>Membuat hara dalam tanah bersifat mobil dan mudah </li></ul><ul><li>Kemampuan tanah untuk merubah pupuk menjadi bentuk-bentuk yang mudah tersedia </li></ul><ul><li>Kemampuan tanah menyimpan hara yang terlarut dalam air tanah dari proses pencucian </li></ul><ul><li>Kemampuan tanah dalam memberikan persediaan hara bagi tanaman secara alamiah </li></ul><ul><li>Kemampuan tanah untuk menyimpan dan menyediakan air bagi tanaman </li></ul><ul><li>Kemampuan memelihara aerasi tanah yang baik untuk menjamin ketersediaan oksigen bagi akar </li></ul><ul><li>Kemampuan tanah untuk tidak mengikat hara dan mungubahnya menjadi bentuk-bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman </li></ul>
  • 6. Panen Pertumbuhan tanaman PRODUKTIVITAS TANAH Faktor Biologi Faktor Fisika Faktor Kimia Pengelolaan Tanaman Pengelolaan Lahan Pengelolaan Tanah Iklim Konsep Produktivitas Tanah (Egawa, 1974)
  • 7. APA SIH PERTANIAN ORGANIK ITU? <ul><li>Secara sederhana Pertanian Organik bisa diartikan PKB (Pertanian Kolot Baheula alias Pertanian Zaman dulu). Sistem Produksi pertanian yang terpadu dan berkelanjutan dengan mengedepankan agro-ekosistim termasuk keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah. Oleh karenanya sistem pertanian ini tidak menggunakan bahan-bahan kimia, baik untuk pupuk, pestisida atau bahkan zat pengatur tumbuh. </li></ul>
  • 8. KENAPA HARUS BALIK LAGI KE PERTANIAN ZAMAN DULU? <ul><li>Ketergantungan terhadap pemakaian pupuk kimia dan pestisida kimia pada bidang pertanian telah mengakibatkan lahan yang semula gembur menjadi gersang dan tandus. Hal ini diakibatkan oleh reaksi pupuk kimia terhadap sifat fisik dan kimia tanah ditambah lagi dengan matinya organisme pengurai dalam tanah karena penggunaan pestisida kimia. </li></ul>
  • 9. <ul><li>Kondisi ini menjadi semakin buruk karena petani menjadi tergantung dengan bahan-bahan kimia tersebut. Sehingga dosis yan diberikan cenderung terus naik karena kekhawatiran gagal panen atau hasil vang kurang memuaskan . </li></ul>
  • 10. <ul><li>Kondisi tanah akan mempengaruhi tanaman budidaya di atasnya. Kandungan unsur hara tanaman cenderung kurang lengkap karena pemupukan kimia sering kali mengabaikan pengembalian unsur mikro ke dalam tanah. </li></ul>
  • 11. <ul><li>Penggunaan pestisida yang kurang terkendali telah mengakibatkan terserapnya bahan berbahaya oleh tanaman dan mengendap dijaringan tanaman disamping yang menempel pada organ daun atau batangnya. </li></ul>
  • 12. <ul><li>Kepedulian akan kelestar dan arti penting kesehatan bagr manusia telah menggugah kesadaran untuk memulai usaha tani bersahabat yang kini dikenal dengan PERTANIAN ORGANIK </li></ul>
  • 13. BAGAIMANA CARA BERTANIA SECARA ORGANIK? <ul><li>Bertani secara organik harus mengikuti apa yang sudah diajarkan alam kepada kita. Usaha kita untuk tetap mempertahankan kesuburan tanah bisa dengan mengembalikan sisa panen untuk didekomposisi tanah ditambah dengan memberikan kotoran hewan. Hal yang sama terjadi di hutan belantara. Lapisan tanah di hutan bisa subur karena guguran daun dan lainnya dibiarkan terurai dengan sendirinya menjadi kompos. </li></ul>
  • 14. <ul><li>Untuk menanggulangi hama dan penyakit tanaman bisa dengan Destisida biologi (dari bahan tanaman) atau dengan musuh alaminya. Oleh karena itu pertanian organik harus mengupayakan usaha tani yang polikultur (beragam) atau usaha tani terpadu. </li></ul>
  • 15. <ul><li>Sampai dengan tahun 1997 mayoritas pertanian di Indonesia menerapkan pertanian An-organik meskipun efek negatifnya terbukti merugikan dan dalam jangka panjang sangat berbahaya bagi kesehatan iingkungan maupun manusia. Pertimbangan ekonomis berdasarkan azas Biaya-Manfaat mengalahkan pertimbangan atas Social Cost yang harus dibayar di kemudian hari. Setelah Indonesia dihantam krisis moneter pada tahun 1997 dan terus berlanjut sampai tahun 2003 dengan hanya sedikit tanda-tanda pemulihan, harga Saprotan (Sarana Produksi Pertanian) seperti Pupuk Kimia dan Pestisida Kimia mencapai tingkat harga yang tidak ekonomis lagi dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.Sedangkan dari sisi kesehatan, penggunaan pupuk An-Organik yang berlebihan akan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan manusia. </li></ul>
  • 16. <ul><li>Kesadaran masyarakat Internasional akan pentingnya produk - produk organik yang ramah lingkungan juga mulai berkembang dengan pesat. Bahkan WHO (World Health Organization) sebagai lembaga kesehatan dunia pun mengarahkan agar masyarakat Internasional &quot;Back to Nature&quot; dengan mengkonsumsi produk produk Ramah lingkungan. Permintaan Pasar Internasional akan produk- produk organik pun mulai meningkat. </li></ul><ul><li>Dalam kurun waktu itulah Pertanian organik secara luas mulai berkembang seiring dengan Pertanian An-organik di Indonesia. Dukungan kuat pemerintah Indonesia dengan mencanangkan Progam Go Organic 2010 serta respon positif dari masyarakat luas yang semakin sadar lingkungan dan kesehatan semakin mengukuhkan Pertanian Organik sampai sekarang. </li></ul>
  • 17. <ul><li>Karena Latar belakang inilah perusahaan menerapkan proses produksi pupuk ramah lingkungan dengan mengolah bahan organik (mentah) menjadi bahan baku pupuk sampai menjadi pupuk organik yang memberikan manfaat besar pada dunia pertanian dalam artian luas (pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan.) </li></ul><ul><li>Proses produksi yang ramah lingkungan ini didukung dengan Sistem Management Mutu dan Management Lingkungan dengan memanfaatkan semaksima! dan seefektif mungkin limbah organik diproses menjad, pupuk organik yang berkualitas tinggi </li></ul>
  • 18. T ENTANG PSBN <ul><li>Pupuk organik berkualitas tinggi hasil ekstrasi dari berbagai bahan organik (tanaman dan ikan) dengan bantuan mikroba. </li></ul><ul><li>Kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif (Hara makro dan mikro 17 macam asam amino, asam-asam organik, enzim dan vitamin) </li></ul><ul><li>Mengandung mikroba menguntungkan (Beneficial microbes): penghasil hormon tumbuh dan senyawa bioaktif </li></ul><ul><li>Mengatur senyawa pengatur tumbuh alami (GA3, IAA dan sitokonin atau Zealth) </li></ul>
  • 19. KEUNGGULAN <ul><li>Mengembalikan Ekosistem Alami (Bioremediator) </li></ul><ul><li>Meningkatkan ketersediaan hara </li></ul><ul><li>Merangsang pertumbuhan akar dan tanaman </li></ul><ul><li>Agen pengendalian biologis (bicontrol agent) </li></ul><ul><li>MuItiguna (Multipurposes ) </li></ul><ul><li>Meningkatkan efisiensi usahatani </li></ul><ul><li>Praktis dan presepsi </li></ul><ul><li>Ramah lingkungan </li></ul>
  • 20. APLIKASI PEMUPUKAN <ul><li>Sasaran pemupukan : 4 T (Tepat jenis, dosis, waktu dan metode) </li></ul><ul><li>Dosis pupuk ditentukan berdasarkan umur tanaman, hasil analisa daun, jenis tanah, produksi tanaman, hasil percobaan dan kondisi visual tanaman. </li></ul><ul><li>Waktu pemupukan ditentukan berdasarkan sebaran curah hujan. </li></ul>
  • 21.  
  • 22.  
  • 23. PERKEMBANGAN PERUSAHAAN <ul><li>Tidak sedikit biaya tenaga untuk melakukan berbagai penelitian, konsultasi-konsultasi dengan pakar spesialis, uji laboratorium dan tak ketinggalan pula melibatkan konsultan manajemen keuangan maupun produksi untuk mencapai tingkat efisiensi optimal dalam upaya mencapai hasil produk yang sesuai dengan misi perusahaan. Demonstrasi Plot (Demplot) ke sentra-sentra pertanian di Jawa-Tengah secara aktif dilakukan. Di beberapa lokasi terbukti akan kualitas pupuk CV. DSS. </li></ul>
  • 24. PROSPEK <ul><li>Menurut data dari PT. PUSRI, kebutuhan pupuk di Jawa-Tengah saja mencapai 80.000 ton per musim tanam. Penjualan tahun 2005 sebesar 5.000 ton hanyalah 7,5 % dari kebutuhan pupuk di Jawa-Tengah. Dengan mempertahankan kualitas produk dan tingkat harga ekonomis serta dukungan kerjasama dengan PT. PUSRI yang semakin baik, CV. DSS memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan di masa mendatang. Apalagi dicanangkannya program Go Organik 2010 oleh pemerintah Indonesia makin memperjelas pentingnya peranan pupuk organik di masa mendatang. </li></ul><ul><li>PROSPEK </li></ul>
  • 25. DEWI SAMUDRA SEJAHTERA - S E K I A N -

×