• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Tugas sejarah pendidikan masa kolonial belanda
 

Tugas sejarah pendidikan masa kolonial belanda

on

  • 7,675 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,675
Views on SlideShare
7,675
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
102
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas sejarah pendidikan masa kolonial belanda Tugas sejarah pendidikan masa kolonial belanda Document Transcript

    • 1Sejarah Pendidikan“Pendidikan Pada Zaman Kolonial Belanda”Disusun Oleh :1.Delly Haryani (06111404014)2.Dewi Setyawati (06111404016)3.Muharia (06111404010)4.Beny Setiawan (06111404012)DOSEN PEMBIMBING :Dra. Hj.Yunani Hasan,M.Pd.PRODI PENDIDIKAN SEJARAHFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SRIWIJAYA2012 / 2013
    • 2KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah swt atas segala limpahan Rahmat, Inayah,Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalahini yang berjudul “Sejarah Pendidikan di Zaman Kolonial Belanda”Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yangkami miliki sangat kurang. Oleh karena itu,kami harapkan kepada para pembacauntuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untukkesempurnaan makalah ini.Dalam menyelesaikan makalah ini penulis mengucapkan terima kasihkepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini:1.Ibu Dra. Hj.Yunani Hasan,M.Pd. selaku dosen pembimbing mata SejarahPendidikan.2.Keluarga dan teman-teman yang memberikan dorongan dan bantuan sertapengertian kepada penulis,baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalammenyelesaikan makalah ini.3.Semua pihak yang tidak dapat di sebutkan satu-persatu,yang telah memberikanbantuan dalam penulisan makalah iniAkhirnya penulis berharap semoga Allah swt memberikan imbalan yangsetimpal pada merela yang telah memberikan bantun dan dapat menjadikan semuabantuan ini sebagai ibadah,Amin Yaa Rabbal Alamin.Demikianlah semoga makalah ini bermanfaat bagi kita khususnya danpembaca umumnya. Dan semoga hasil makalah ini dapat turut serta dalammembangun peningkatan mutu mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan.Amiin.Palembang, Oktober 2012Penulisi
    • 3DAFTAR ISIKata Pengantar iDaftar Isi iiBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang 11.2 Rumusan Masalah 21.3 Tujuan 2BAB II PEMBAHASAN2.1. Zaman VOC (Kompeni) di Indonesia 32.2. Zaman Pemerintahan Belanda Setelah VOC 42.3. Ciri-ciri Pendidikan Pada Masa Kolonial Belanda 15BAB III PENUTUP3.1. Kesimpulan 18DAFTAR PUSTAKA 20ii
    • 4BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar BelakangPendidikan merupakan hal yang penting bagi manusia. Pendidikan jugadiperlukan jika ingin memperoleh kehidupan yang lebih baik lagi di masa yangakan datang . Tanpa pendidikan maka akan menimbulkan banyak kerugian dankegagalan, baik itu kegagalan individu atau kegagalan suatu bangsa oleh sebab itusejarawan perlu untuk memperhatikannya. Tidak hanya sejarah militer dan politiksaja yang dapat diteliti dan ditulis. Apabila melihat masa lampau, pada zamankolonial pendidikan sangat buruk. Pendidikannya senantiasa dipengaruhi olehpolitik, sosial, ekonomi, dan kultur. Pendidikan digunakan sebagai alat politikuntuk mengatur bangsa.Seperti pada zaman kolonial, hanya golongan tertentu saja yang bisamengecam pendidikan, sekarang pendidikan dapat dirasakan oleh semua kalanganmasyarakat Indonesia. Tidak hanya negeri saja tetapi banyak pihak swasta yangingin memajukan pendidikan di Indonesia. Pendidikan swasta sudah ada padatahun 1907, pada waktu itu berada di bawah pemerintahan Gubernur Jendral VanHeutz.Hal ini menunjukan betapa pentingnya pendidikan, karena daripendidikanlah dapat merubah nasib bangsa.Pada zaman kolonial pemerintahan Belanda menyediakan sekolah yangberaneka ragam bagi orang Indonesia untuk memenuhi kebutuhan berbagailapisan masyarakat.Ciri yang khas dari sekolah-sekolah ini ialah tidak adanyahubungan berbagai ragam sekolah itu.Namun lambat laun.dalam berbagai macamsekolah yang terpisah-pisah itu terbentuklah hubungan-hubungan sehinggaterdapat suatu sistem yang menunjukkan kebulatan.Pendidikan bagi anak-anakIndonesia semula terbatas pada pendidikan rendah,akan tetapi kemudianberkembang secara vertikal sehingga anak-anak Indonesia,melalui pendidikan
    • 5menengah dapat mencapai pendidikan tinggi,sekalipun melalui jalan yang sulitdan sempit.Lahirnya suatu sistem pendidikan bukanlah hasil suatu perencanaanmenyeluruh melainkan langkah demi langkah melalui ekperimentasi dan disorong oleh kebutuhan praktis di bawah pengaruh kondisi sosial,ekonomi,danpoliti di Nederland maupun di Hindia Belanda.1.2.Rumusan Masalah1.Bagaimana zaman VOC (Kompeni) di Indonesia?2. Bagaimana Zaman Pemerintahan Belanda Setelah VOC?3.Apa saja ciri-ciri Pendidikan Pada Masa Kolonial Belanda?1.3.Tujuan Masalah1. Untuk mengetahui tentang zaman VOC (Kompeni) di Indonesia2. Untuk mengetahui tentang Zaman Pemerintahan Belanda Setelah VOC3.Untuk Mengetahui ciri-ciri Pendidikan Pada Masa Kolonial Belanda
    • 6BAB IIPEMBAHASANPendidikan Zaman Kolonial BelandaPendidikan selama penjajahan Belanda dapat dipetakan kedalam 2 (dua)periode besar, yaitu pada masa VOC (Vereenigde Oost-indische Compagnie) danmasa pemerintah Hindia Belanda (Nederlands Indie). pada masa VOC, yangmerupakan sebuah kongsi (perusahaan) dagang, kondisi pendidikan di Indonesiadapat dikatakan tidak lepas dari maksud dan kepentingan komersial.2.1.Zaman VOC (Kompeni)Orang belanda datang ke indonesia bukan untuk menjajah melainkanuntuk berdagang. Mereka di motifasi oleh hasrat untuk mengeruk keuntunganyang sebesar-besarnya, sekalipun harus mengarungi laut yang berbahaya sejauhribuan kilometer dalam kapal layar kecil untuk mengambil rempah-rempah dariindonesia. Namun pedagang itu merasa perlunya memiliki tempat yang permanendi daratan dari pada berdagang dari kapal yang berlabuh di laut. Kantor dagang itukemudian mereka perkuat dan persenjatai dan menjadi benteng yang akhirnyamenjadi landasan untuk menguasai daerah di sekitarnya. Lambat laun kantordagang itu beralih dari pusat komersial menjadi basis politik dan teritorial. Setelahpeperangan kolonial yang banyak akhirnya indonesia jatuh seluruhnya di bawahpemerintahan belanda. Namun penguasaan daerah jajahan ini baru selesai padapermulaan abad ke 20.Metode kolonialisasi belanda sangat sederhana. Mereka mempertahankanraja-raja yang berkuasa dan menjalankan pemerintahan melalui raja-raja itu akantetapi menuntut monopoli hak berdagang dan eksploitasi sumber-sumber alam.Adat istiadat dan kebudayaan asli dibiarkan tanpa perubahan aristokrasitradisional digunakan oleh belanda untuk memerintah negri ini dengan caraefisien dan murah. Oleh sebab belanda tidak mencampuri kehidupan orangIndonesia secara langsung, maka sangat sedikit yang mereka perbuat untuk
    • 7pendidikan bangsa. Kecuali usaha menyebarkan agama mereka di beberapa pulaudi bagian timur Indonesia. Kegian pendidikan pertama yang dilakukan VOC.Pada permulaan abad ke 16 hampir se abad sebelum kedatangan belanda,pedagang portugis menetap di bagian timur Indonesia tempat rempah-rempah itudi hasilkan. Biasanya mereka didampingi oleh misionaris yang memasukkanpenduduk kedalam agama katolik yang paling berhasil tiantara mereka adalahOrdo Jesuit di bawah pimpinan Feranciscus Xaverius. Xaverius memandangpendidikan sebagai alat yang ampuh untuk penyebaran agama. Seminari dibuka diternate, kemudian di solor dan pendidikan agama yang lebih tinggi dapatdiperoleh di Goa, India, pusat kekuasaan portugis saat itu. Bahasa portugishamper sama populernya dengan bahasa melayu, kedudukan yang tak kunjung dicapai oleh bahasa Belanda dalam waktu 350 tahun penjajahan kekuasaan portugismelemah akibat peperangan denngan raja-raja Indonesia dan akhirnyadilenyapkan oleh belanda pada tahun 1605.2.2.Zaman Pemerintahan Belanda Setelah VOCSetelah VOC dibubarkan, para Gubernur/ komisaris jendral harus memulaisystem pendidikan dari dasarnya, karena pendidikan zaman VOC berakhir dengankegagalan total. Pemerintahan baru yang diresapi oleh ide-ide liberal aliranaufklarung atau Enlightenment menaruh kepercayaan akan pendidikan sebagaialat untuk mencapai kemajuan ekonomi dan social. Pada tahun 1808 Deandelsseorang Gubernur Belanda mendapat perintah Raja Lodewijk untuk meringankannasib rakyat jelata dan orang-orang pribumi poetra,serta melenyapkanperdagangan budak. Usaha Deandels tersebut tidak berhasil, bahkan menambahpenderitaan rakyat, karena ia mengadakan dan mewajibkan kerja paksa (rodi).Didalam lapangan pendidikan Deandels memerintahkan kepada Bupati-bupati di Pulau Jawa agar mendirikan sekolah atasa uasaha biaya sendiri untukmendidik anak-anak mematuhi adat dan kebiasaan sendiri. Kemidian Deandelsmendirikan sekolah Bidan di Jakarta dan sekolah ronggeng di Cirebon. KemudianPada masa (interregnum inggris) pemerintahan Inggris (1811-1816) tidak
    • 8membawa perubahan dalam masalah pendidikan walaupun Sir Stamford Rafflesseorang ahli negara yang cemerlang. Ia lebih memperhatikan perkembanagan ilmupengetahuan, sedangkan pengajaran rakyat dibiarkan sama sekali. Ia menulis bukuHistory of Java.Setelah ambruknya VOC tahun 1816 pemerintah Belanda menggantikankedudukan VOC. Statua Hindia Belanda tahun 1801 dengan terang-teranganmenyatakan bahwa tanah jajahan harus memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada perdagangan dan kepada kekayaan negeri Belanda. Pada tahun1842 Markus, menteri jajahan, memberikan perintah agar Gubernur Jendralberusaha dengan segenap tenaga agar memperbesar keuntungan bagi negerinya.Walaupuan setiap Gubernur Jendaral pada penobatannya berjanji dengan hidmatbahwa ia akan memajukan kesejahteraan hindia Belanda dengan segenap usuhaprinsip yang masih dipertahankan pada tahun 1854 ialah bahwa hindia Belandasebagai “negeri yang direbut harus terus member keuntungan kepada negeribelanda sebagai tujuan pendidikan itu. Sekolah pertama bagi anak Belanda dibukadi Jakarta pada tahun 1817 yang segera diikuti oleh pembukaan sekolah dikotalain di Jawa. Prinsip yang dijadikan pegangan tercantum distatuta 1818 bahwasekolah-sekolah harus dibuka ditiap tempat bila diperlukan oleh pendudukBelanda dan diizinkan oleh keadaan.Gubernur Jendral Van der Capellen (1819-1823) menganjurkanpendidikan rakyat dan pada tahun 1820 kembali regen-regen diinstruksikan untukmenyediakan sekolah bagi penduduk untk mengajar anak-anak membaca danmenulis serta mengenal budi peketi yang baik. Anjuran Gubernur Jendral itu tidakberhasil untuk mengembangkan pendidikan oleh regen yang aktif.Tahun 1826 lapangan pendidikan dan pengajaran terganganggu olehadanyan usaha-usaha penghematan. Sekolah-sekolah yang ada hanya bagi anak-anak Indonesia yang memeluk agama Nasrani. Alsannya adalah karena adanyakesulitan financial yang berat yang dihadapi orang Belanda sebagai akibat perang
    • 9Diponegoro (1825-1830) yang mahal dan menelan banyak korban seertapeperangan antara Belanda dan Belgia (1830-1839).Kesulitan keuangan ini menyebabkan raja belanda untuk meninggalkanprinsip-prinsip liberal dan menerima rencana yang dianjurkan Van den Bosch,bekas Gubernur di Guyana, jajahan Belanda di Amerika selatan, untukmemanfaatkan pekerjaan budak menjadi dasar eksploitasi colonial. Ia membawaide penggunaan kerja paksa(rodi) sebagai cara yang ampuh untuk memperolehcara usaha maksimal, yang kemudian terkenal dengan cultuur stelsel atau tanampaksa yang memaksa penduduk untuk menghasilkan tanaman yang diperlukandipasaran Eropa.Van den Bosch mengerti, bahwa untuk memperbaiki stesel pembangunanekonomi bagi belanda dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang banyak. Setelah tahun1848 dikeluarkan peraturan-peraturan yang menunjukan perintah lambat launmenerima tanggung jawab yang lebih besar atas pendidikan anak-anak Indonesiasebagai hasil perdebatan diparlemen Belanda dan mencerminkan sikap Liberalyang lebih menguntungkan tehadap rakyat Indonesia. Terbongkarnyapenyalahgunaan system tanam paksa merupakan factor dalam perbahanpandangan. Peraturan pemerintah tahun 1854 mengimtruksikan Gubernur Jendraluntuk mendirikan sekolah dalam tiap kabupaten bagi pendidikan anak pribumi.Peraturan tahun 1863 mewajibkan Gubernur Jendral untuk mengusahakanterciptanya situasi yang memungkinkan penduduk bumi putera pada umumnyamenikmati pendidikan.Sistem tanam paksa dihapuskan tehun 1870 dan digantikan denganundang-undang Agraria 1870. Pada tahun itu di Indonesia timbul masa barudengan adanya undang-undang Agraria dari De Waal, yang member kebebasanpada pengusaha-pengusaha pertania partikelir. Usaha-usaha perekonomian makinmaju, masyarakat lebih banyak lagi membutuhkan pegawai. Sekolah-sekolah yangada dianggap belum cukup memenuhi kebutuhan. Itulah sebabnya maka usahamencetak calon-calon pegawai makin dipergiat lagi. Kini tugas departemen adalah
    • 10memelihara sekolah-sekolah yang ada dengan lebih baik dan mempergiat usaha-usaha perluasan sekolah-sekolah baru.Pada tahun 1893 timbullah differensiasi pengajaran bumi putera. Hal inidisebabkanHasil sekolah-sekolah bumi putra kurang memuaskan pemerintah colonial.Hal ini terutama sekali desebabkan karena isi rencana pelaksanaannyaterlalu padat.Dikalangan pemerintah mulai timbul perhatian pada rakyat jelata. Merekainsyaf bahwa yang harus mendapat pengjaran itu bukan hanya lapisan atassaja.Adanya kenyataan bahwa masyarakat Indonesia mempunyai keduakebutuhan dilapangan pendidikan yaitu lapisan atas dan lapisa bawah.Untuk mengatur dasar-dasar baru bagi pengajaran bumi putra, keluarlah indischstaatsblad 1893 nomor 125 yang membagi sekolah bumi putra menjadi duabagian:a) Sekolah-sekolah kelas I untuk anak-anak priyai dan kaum terkemuka.b) Sekolah-sekolah kelas II untuk rakyat jelata.Perbedaan sekolah kelas I dan kelas II antara lain:1.Kelas ITujuan: memenuhi kebutuhan pegawai pemerintah, perdagangan dan perusahaan.Lama bersekolah: 5 tahunMata pelajarannya: membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, sejarah,pengetahuan alam, menggambar, dan ilmu ukur.Guru-guru: keluaran KweekschoolBahasa pengantar: Bahasa Daerah/Melayu
    • 112.Kelas IITujuan: Memenuhi kebutuhan pengajaran di kalangan rakyat umumLama bersekolah: 3 tahunMata paelajaran: Membaca, menulis dan berhitung.Guru-guru: persyaratannya longgarBahasa pengantar: Bahasa Daerah/MelayuPada tahun 1914 sekolah kelas I diubah mejadi HIS (Hollands InlandseSchool) dengan bahasa pengantar bahasa Belanda sedangkan sekolah kelas IItetap atau disebut juga sekolah vervolg (sekolah sambungan) dan merupakansekolah lanjutan dari sekolah desa yang mulai didirikan sejak tahun 1907. Politik Etika dan pengajaranIndonesia yang kaya raya ini di keruk terus menerus oleh penjajah Belanda.Keuntungan mengalir terus ke negeri Belanda. Rakyat Indonesia tetap miskin.Keadaan ini sangat menggelisahkan kaum Importir Belanda yang membawabarang hasil industry dari Eropa ke Indonesia. Mereka tidak dapat menjualbarangnya karena daya beli masyarakat sangat rendah, sedangkan industri dinegeri Belanda sedang pesat. Mereka menginginkan agar Indonesia yang banyakpenduduknya itu menjadi pasar bagi industry Belanda. Sedangkan para eksportirmendapat laba besar dengan membawa barang mentah dari Indonesia. Untukmemenuhi kaum importir tidak ada jalan lain yang harus segera ditempuh selainmemperbaiki dan membuat ekonomi rakyat Indonesia yang sudah rusak.Selain itu pada tahun 1899 terbit sebuah artikel oleh Van Devender berjudul“Hutang Kehormatan” dalam majalah De Gids. Disitu ia mengemukakan bahwakeuntungan yang diperoleh oleh Indonesia selama ini hendaknya dibayar kembalidari perbendaharaan Negara. Peristiwa itu dapat dipandang sebagai ekspresi ideyang baru kemudian dikenal dengan politik etika. Van Devender menganjurkanprogram ini untuk memajukan kesejahteraan rakyat dengan memperbaiki irigasi
    • 12agar memprodusi pertanian, menganjurkan trasmigrasi dan perbaikan dalamlapangan pendidikan. Ia juga mengembangkan pengajaran bahasa Belanda secaracultural lebih maju dan dapat menjadi pelopor bagi bangsanya.Factor lain yang menyebabkan berlangsungnya politik etika ini ialahkebangkitan Nasional dengan berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908, serikatislam partai politik pertama di Indonesia yang didasarkan atas organisai Baratdidirikan tahun 1919, adanya volksraad tahun 1918 yang merupakan saluran bagiorang Indonesia untuk menyatakan pendapatnya. Sejak dilaksanakannya politiketika tampak sekali kemajuan dalam pendidikan dengan diperbanyaknya sekolahrendah, sekolah yang berorientasi Barat untuk orang Cina dan Indonesia didirikan.Demikian juga pendidikan dikembangkan secara vertical dengam didirikannyaMULO dan AMS yang terbuka bagi anak Indonesia untuk melanjutkan ke tingkatuniversitas. Dalam rangka memperbaiki pengajaran rendah bagi kaum bumi putra,maka pada tahun 1907 diambil dua tindakan penting yaitu:1. Memberi corak dan sifat kebelandaan-belandaan pada sekolah kelas I,misalnya:a) Bahasa Belanda dijadikan mata pelajaran sejak kelas 3b) Di kelas 6 bahasa Belanda dijadikan bahasa pengantarc) Lama belajar menjadi 7 tahund) Tahun 1914 dijadikan KIS dan menjadi bagian pengajaran rendah barate) Murid-muridnya anak-anak bangsawan dan terkemuka2. Mendirikan Sekolah DesaMaksud pemerintah untuk memperhatikan kepentingan rakyat Indonesia tidaktercapai, karena sekolah-sekolah bumi putra kelas II merupakan lembaga yangmahal dan memerlukan anggaran yang besar. Maka atas perintah Gubernur
    • 13Jendral Van Heutsz tahun 1907 didirikan sekolah-sekolah desa. Bangunannyadidirikan oleh desa dan guru-gurunya juga diangkat oleh desa pula, jadi bukanpegawai negeri.Jadi susunan pengajaran bagi anak-anak Indonesia untuk sekolah rendah ada tiga,yaitu:a) Sekolah Desa, bagi anak-anak biasab) Sekolah kelas II, yang kemudian diubah menjadi sekolah Vervolgc) Sekolah kelas I, yang sejak tahun 1914 dijadikan HIS bagi anak-anakbangsawan dan aristocrat Sistem persekolahan pada zaman pemerintahan Hindia BelandaSecara umum sistem pendidikan khususnya system persekolahan didasarkankepada golongan penduduk menurut keturunan atau lapisan (kelas) social yangada dan menurut golongan kebangsaan yang berlaku waktu itu. Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs)Pada hakikatnya pendidikan dasar untuk tingkatan sekolah dasar mempergunakansystem pokok yaitu:Sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa Belanda.a) Sekolah rendah Eropa, yaitu ELS (Europese Lagere school), yaitu sekolahrendah untuk anak-anak keturunan Eropa atau anak-anak turunan Timur asingatau Bumi putra dari tokoh-tokoh terkemuka. Lamanya sekolah tujuh tahun 1818.b) Sekolah Cina Belanda, yaitu HCS (Hollands Chinese school), suatu sekolahrendah untuk anak-anak keturunan tmur asing, khususnya keturunan Cina.Pertama didirikan pada tahun 1908 lama sekolah tujuh tahun.c) Sekolah Bumi putra Belanda HIS (Hollands inlandse school), yaitu sekolahrendah untuk golongan penduduk Indonesia asli. Pada umumnya disediakan untuk
    • 14anak-anak golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka atau pegawai negeri.Lamanya sekolah tujuh tahun dan pertama didirikan pada tahun 1914. Sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa daerah1. Sekolah Bumi Putra kelas II (Tweede klasee). Sekolah ini disediakanuntuk golonagan bumi putra. Lamaya sekolah tujuh tahun, pertamadidirikan tahun 1892.2. Sekolah Desa (Volksschool).Disediakan bagi anak-anak golongan bumi putra. Lamanya sekolah tigatahun yang pertama kali didirikan pada tahun 1907.3. Sekolah Lanjutan (Vorvolgschool).Lamanya dua tahun merupakn kelanjutan dari sekolah desa, jugadiperuntukan bagi anak-anak golongan bumi putra. Pertama kali didirikanpada tahun 1914.4. Sekolah Peralihan (Schakelschool)Merupakan sekolah peralihan dari sekolah desa (tiga tahun) kesekolahdasar dengan bahasa pengantar bahasa Belanda. Lama belajarnya limatahun dan diperuntukan bagi anak-anak golongan bumi putra.Disamping sekolah dasar tersebut diatas masih terdapat sekolah khususuntuk orang Ambon seperti Ambonsche Burgerschool yang pada tahun 1922dijadikan HIS. Untuk anak dari golongan bangsawan disediakan sekolah dasarkhusus yang disebut sekolah Raja (Hoofdensschool). Sekolah ini mula-muladidirikan di Tondano pada tahun 1865 dan 1872, tetapi kemudian diintegrasi keELS atau HIS.5.Pendidikan lanjutan = Pendidikan Menengah MULO (Meer Uit gebreid lager school), sekolah tersebut adalahkelanjutan dari sekolah dasar yang berbasa pengantar bahasa Belanda.Lama belajarnya tiga sampai empat tahun. Yang pertama didirikan padatahun 1914 dan diperuntukan bagi golongan bumi putra dan timur asing.Sejak zaman jepang hingga sampai sekarang bernama SMP. Sebenarnya
    • 15sejak tahun 1903 telah didirikan kursus MULO untuk anak-anak Belanda,lamanya dua tahun. AMS (Algemene Middelbare School) adalah sekolah menengah umumkelanjutan dari MULO berbahasa belanda dan diperuntukan golonganbumi putra dan Timur asing. Lama belajarnya tiga tahun dan yang petamadidirikan tahun 1915. AMS ini terdiri dari dua jurusan (afdeling= bagian),Bagian A (pengetahuan kebudayaan) dan Bagian B (pengetahuan alam )pada zaman jepang disebut sekolah menengah tinggi, dan sejakkemerdekaan disebut SMA. HBS (Hoobere Burger School) atau sekolah warga Negara tinggi adalahsekolah menengeh kelanjutan dari ELS yang disediakan untuk golonganEropa, bangsawan golongan bumi putra atau tokoh-tokoh terkemuka.Bahasa pengantarnya adalah bahasa belanda dan berorentasi ke EropaBarat, khususnyairikan pada belanda. Lama sekolahnya tiga tahun danlima tahun. Didirikan pada tahun 18606.Pendidikan Kejuruan (vokonderwijs )Sebagai pelaksanaan politik etika pemerintah belanda banyak mencurahkanperhatian pada pendidikan kejuruan. Jenis sekolah kejuruan yang ada adalahsebagai berikut: Sekolah pertukangan (Amachts leergang) yaitu sekolah berbahasa daerahdan menerima sekolah lulusan bumi putra kelas III (lima tahun) atausekolah lanjutan (vervolgschool). Sekolah ini didirikan bertujuan untukmendidik tukang-tukang. didirikan pada tahun 1881 Sekolah pertukangan (Ambachtsschool) adalah sekolah pertukanganberbahasa pengantar Belanda dan lamanya sekolah tiga tahun menerimalulusan HIS, HCS atau schakel. Bertujuan untuk mendidik dan mencetakmandor jurusanya antara lain montir mobil, mesin, listrik, kayu dan piñatabatu
    • 16 Sekolah teknik (Technish Onderwijs) adalah kelanjutan dariAmbachtsschool, berbahasa Belanda, lamanya sekolah 3 tahun. Sekolahtersebut bertujuan untuk mendidik tenaga-tenaga Indonesia untuk menjadipengawas, semacam tenaga teknik menengah dibawah insinyur. Pendidikan Dagang (Handels Onderwijs). Tujuannya untuk memenuhikebutuhan perusahaan Eropa yang berkembang dengan pesat. Pendidikan pertanian (landbouw Onderwijs) pada tahun 1903 didirikansekolah pertaian Yang menerima lulusan sekolah dasra yang berbahasapenganatar belanda. Pada tahun 1911 mulai didirikan sekolah pertanian(cultuurschool) yang terdiri dari dua jurusan, pertanian dan kehutanan.Lama belajaranya sekitar 3-4 tahun, dan bertujuan untuk menghasilkanpengawas-pengawas pertanian dan kehutanan. Pada rtahun 1911 didirikanpula sekolah pertanian menengah atas (Middelbare Landbouwschool) yangmenerima lulusan MULO atau HBS yang lamanya belajar 3 tahun.7.Pendidikan kejuruan kewanitaan (Meisjes Vakonderwijs).Pendidikan ini merupakan kejuruan yang termuda. Kemudian sekolahyang sejenis yang didirikn oleh swasta dinamakan Sekolah Rumah Tangga(Huishoudschool). Lama belajarnya tiga tahun.Pendidikan keguruan (Kweekschool). Lembaga keguruan ini adalahlembaga yang tertua dan sudah ada sejak permulaan abad ke-19. Sekolah gurunegeri yang pertama didirikan pada tahun 1852 di Surakarta. Sebelum itupemerintah telah menyelenggarakan kursus-kursus guru yang diberi nama NormalCursus yang dipersiapkan untuk menghasilkan guru-guru sekolah desa. Pada abadke-20 terdapat tiga macam pendidikan guru, yaitu: Normalschool,sekolah guru dengan masa pendidikan empat tahun danmenerima lulusan sekolah dasar lima tahun, berbahasa pengantar bahasadearah. Kweekschool, sekolah guru empat tahun yang menerima lulusanberbahasa belanda.
    • 17 Hollandschool Indlandschool kweekschool, sekolah guru 6 tahunberbahasa pengantar Belada dan bertujuan menghasilkan guru HIS-HCS.8.Pendidikan Tinggi (Hooger Onderwijs)Karena terdesak oleh tenaga ahli, maka didirikanlah:a) Sekolah Tehnik Tinggi (Technische Hoge School).Sekolah Tehnik Tinggi ini yang diberi nama THS didirikan atas usaha yayasanpada tahun 1920 di Bandung. THS adalah sekolah Tinggi yang pertama diIndonesia, lama belajarnya lima tahun. Sekolah ini kemudian menjelma menjadiITB.b) Sekolah Hakim Tinggi (Rechskundige Hoge school).RHS didirikan pada tahun 1924 di Jakarta. Lama belajarnya 5 tahun, yang tamaAMS dapat diterima di RHS. Tamatan ini dijadikan jaksa atau hakim padapengadilan.c) Pendidikan tinggi kedokteran.Lembaga ini di Indonesia di mulai dari sekolah dasar lima tahun. Bahasapengantarnya bahasa melayu . pada tahun 1902 sekolah dokter jawa diubahmenjadi STOVIA (School Tot Opleiding Voor Indische Artsen) yang menerimalulusan ELS, dan berbahasa pengantar Belanda. Lama belajarnya 7 tahun.Kemudian syarat penerimaannya ditingkatkan menjadi lulusan MULO. Padatahun 1913 disamping STOVIA di Jakarta didirikan sekolah tinggi kedokteran(Geneeskundige Hogeschool) Yang lama belajaranya 6 tahun dan menerimalulusan AMS dan HBS.
    • 182.3.Beberapa Ciri Umum Politik Pendidikan BelandaPolitik pendidikan colonial erat hubungannya dengan politik mereka padaumumnya, suatu politik yang didominasi oleh golongan yang berkuasa dan tidakdidorong oleh nilai-nilai etis dengan maksud untuk membina kematangan politikdan kemerdekaan tanah jajahannya. Berhubungan dengan sikap itu dapat kita lihatsejumlah ciri politik dan prakti pendidikan tertentu.Ø Menurut Tilaar (1995) dalam pandangannya menyebutkan ada 5 ciri yang dapatditemukan pendidikan kita dimasa colonial belanda yaitu: System DualismeDalam system dualisme diadakan garis pemisahan antara system pendidikanuntuk golongan Eropa dan system pendidikan unutk golongan bumi putra. Jadidisini diadakan garis pemisah sesuai dengan politik colonial yang membedakanantara bumi putra dan pihak penjajah. System KorkondasiSystem ini berarti bahwa pendidikan didaerah penjajahan disesuaikan denganpendidikan yang terdapat di Belanda. System ini diasumsikan bahwa denganSystem yang berkrkondasi dengan system yang ada di negeri Belanda, maka mutupendidikan terjamin setingkat pendidikan di Negara Belanda. SentralisasiKebijakan pendidikan dizaman colonial diurus oleh departemen pengajaran.Departemen ini yang mengatur segala sesuatu mengeani pendidikan denganperwakilannya yang terdapat dipropinsi-propinsi Besar. Menghambat gerakan NasionalPendidikan pada masa itu sangat selektif karena bukan diperuntukan untukmasyarakat pribumi putra untuk mendapatkan pendidikan dengan seluas-luasnyaatau pendidikan yang lebih tinggi. Didalam kurikulum pendidikan colonial pada
    • 19waktu itu, misalnya sangat dipentingkan penguasaan bahasa belanda dan hal-halmengenai negeri belanda. Misalnya dalam pengajaran ilmu bumi, anak-anak bumiputra harus menghapal kota-kota kecil yang ada di negeri Belanda.9.Perguruan swasta yang militerSalah satu perguruan swasta yang gigih menentang kekuasaan colonial adalahseolah-olah taman siswa yang didirikan oleh kihajar dewantara tanggal 3 juli1922.Tidak adanya perencanaan pendidikanyan sistematisPerkembangan pendidikan merupakan rangkaian kompromi antara usahapemerintah untuk memberikan pendidikan minimal bagi pribumi dan tuntutanyang terus menerus dari pihak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yangsama dengan orang Belanda.Ø Menurut Prof. Dr. S. Nasution mengemukakan enam cirri umum politikpendidikan Belanda, yaitu:[4]1.DualismeDualisme dalam pendidikan dengan adanya sekolah untuk anak Belanda danuntuk yang tak berada, sekolah yang memberi kesempatan melanjutkan dan tidakmemeberi kesempatan.2.GradualismeGradualisme dengan mengusahakan pendidikan rendah yang sederhana mungkinbagi anak Indonesia dan memperlambat lahirnya sekolah untuk anak Indonesia.3.Prinsip KonkordansiPrinsip yang memaksa semua sekolah berorientasi barat mengikuti model sekolahNederland dan menghalangi penyesuaiannya dengan keadaan Indonesia.4.Control sentral yang kuat
    • 20Yang menciptakan birokrasi yang ketat yang hanya memungkinkan perubahankurikulum dengan persetujuan para pembesar di Indonesia maupun di negeriBelanda.5.Tidak adanya perencanaan pendidikan yang sistematisMenyebabkan pemerintah mengadakan percobaan dengan berbagai macamsekolah menurut keadaan zaman.6.Pendidikan pegawai sebagai tujuan utama sekolah.Penyelenggaraan dan penerimaan murid didasarkan atas kebutuhan pemerintahBelanda dalam tenaga kerja.Beberapa prinsip yang oleh pemerintah Belanda diambil sebagai dasarkebijakannya di bidang pendidikan antara lain: Menjaga jarak atau tidak memihak salah satu agama tertentu; Memperhatikan keselarasan dengan lingkungan sehingga anak didik kelakmampu mandiri atau mencari penghidupan guna mendukung kepentingankolonial; Sistem pendidikan diatur menurut pembedaan lapisan sosial, khususnyayang ada di Jawa. Pendidikan diukur dan diarahkan untuk melahirkan kelas elit masyarakatyang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung supremasi politik danekonomi pemerintah kolonial. Jadi secara tidak langsung, Belanda telahmemanfaatkan kelas aristokrat pribumi untuk melanggengkan status quokekuasaan kolonial di Indonesia.
    • 21BAB IIIKESIMPULANAlasan orang Belanda mendirikan sekolah bagi anak-anak Indonesia yaituuntuk mendidik anak Belanda dan Jawa agar menjadi pekerja yang kompetenpada VOC. Dan pada saat itu belum terdapat pengajaran klasik. Mengajarberdasarkan pengajaran individual. Murid-murid datang seorang demi seorang kemeja guru dan menerima bantuan individual. Bahasa yang dipergunakan adalahbahasa melayu dan portugis, karena bahasa belanda masih dirasakan sulit.Faktor-faktor yang menyebabkan berlangsungnya politik etika:Terbit sebuah artikel oleh Van Devender berjudul “Hutang Kehormatan”dalam majalah De Gids. Disitu ia mengemukakan bahwa keuntungan yangdiperoleh oleh Indonesia selama ini hendaknya dibayar kembali dariperbendaharaan Negara.Factor lain yang menyebabkan berlangsungnya politik etika ini ialah kebangkitanNasional dengan berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908,serikat islam partai politik pertama di Indonesia yang didasarkan atasorganisai Barat didirikan tahun 1919,adanya volksraad tahun 1918 yang merupakan saluran bagi orangIndonesia untuk menyatakan pendapatnya.Sistem persekolahan pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, secaraumum sistem pendidikan khususnya system persekolahan didasarkankepada golongan penduduk menurut keturunan atau lapisan (kelas) socialyang ada dan menurut golongan kebangsaan yang berlaku waktu itu,diantaranya: Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs) Pendidikan lanjutan = Pendidikan Menengah Pendidikan Kejuruan (vokonderwijs ) Pendidikan Tinggi (Hooger Onderwijs)
    • 22 Ciri umum politik pendidikan BelandaMenurut Tilaar (1995) dalam pandangannya menyebutkan ada 5 ciri yangditemukan pendidikan kita dimasa colonial belanda yaitu:1. System Dualisme2. System Korkondasi3. SentralisasI4. Menghmbat gerakan NasionalPerguruan swasta yang militerTidak adanya perencanaan pendidikanyan sistematisMenurut Prof. Dr. S. Nasution mengemukakan enam ciri umum politikpendidikan Belanda, yaitu:1. Dualisme2. Gradualisme3. Prinsip Konkordansi4. Control sentral yang kuat5. Tidak adanya perencanaan pendidikan yang sistematis6. Pendidikan pegawai sebagai tujuan utama sekolah.
    • 23DAFTAR PUSTAKABanyu Bening,2012.http://our-ed.blogspot.com/2012/05/pendidikan-pada-masa-penjajahan-belanda.html,di akses tanggal 3 November 2012.(Sumber dariInternet)Irfan,2012.http://irfanwineers.wordpress.com/2012/02/15/pendidikan-pribumi-pada-masa-penjajahan-belanda/,di akses tanggal 3 November 2012.(Sumber dariInternet)Jumhur.Cetakan keV.Diktat Sejarah Pendidikan.Nasution,M.A.,Prof. Dr. S.2008.Sejarah Pendidikan Indonesia.Jakarta : BumiAksara