• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Ppt sni 4 Sejarah organisasi pergerakan nasional 1929 1942
 

Ppt sni 4 Sejarah organisasi pergerakan nasional 1929 1942

on

  • 1,084 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,084
Views on SlideShare
1,084
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Ppt sni 4 Sejarah organisasi pergerakan nasional 1929 1942 Ppt sni 4 Sejarah organisasi pergerakan nasional 1929 1942 Presentation Transcript

    • START
    • 1.Dewi Setyawati (06111404016)
    • Terjadinya malaise yang melanda negara-negara industri dan nonindustri padatahun 1929 menyebabkan Indonesia juga terpengaruh oleh depresi ini baikkehidupan ekonomi rakyat maupun kehidupan politik. Penderitaan dankemiskinan rakyat meluas sampai jauh dibawah batas subsitensi sehinggadipandang tidak manusiawi lagi, sedangkan para pemimpin pergerakandijauhkan dari pendukungnya. Mereka dikenakan larangan bicara, dibuangkeluar Jawa, atau kepengasingan yang sulit mempin kembali massanya(Suhartono, 1994: 85).Oleh karena itu fokus utama kajian penulisan makalah ini adalah mengungkapperistiwa-peristiwa seputar kebijakan-kebijakan represif yang dikenakanterhadap gerakan nasionalis terutama dalam pengaruh krisis ekonomi danpolitik yang melanda dunia dalam pergerakan nasional di Indonesia.Latar BelakangOrganisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • A. Nationale FractiePada saat pemimpin-pemimpin politik beraksi terhadappenangkapan Soekarno dengan berbagai cara. Di dalamVolksraad, pada bulan Januari 1930, Muhammad H.Thamrin (1894-1941), pemimpin Kaum Betawi,membentuk kelompok Nasional (Natonale fractie)dengan anggota-anggota dari Jawa maupun luar Jawa.Tujuannya adalah untuk memperjuangkan semacambentuk otonomi Indonesia di dalam kerja sama denganBelanda (M.C Ricklefs, 2008: 403).Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • B. Persatuan Bangsa Indonesia (PBI)Di Surabaya, pada bulan oktober 1930, Sutomo mereorganisasiStudy Clubnya dan mengubahnya menjadi Persatuan BangsaIndonesia (PBI), yang dipandang dengan sangat curiga olehpemerintah. Bila Taman Siswa memberi tantangan terhadap Islamdi bidang pendidikan, maka PBI memberi tantangan di bidangsosial dan ekonomi (M.C Ricklefs, 2008: 403-404).PBI dikritik sebagai organisasi yang tidak mempunyai karakterkarena sikap politiknya koperatif dan sifatnya insidentil, artinyakalau memang tidak cocok dengan politik pemerintah organisasi initidak segan-segan mengundurkan diri dari perwakilan(Pringgodigdo, 1964: 112).Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • C. Pembentukkan Partindo dan PNI-BaruTindakan pemerintah tanggal 1 Agustus 1933 yangmenginstruksikan larangan rapat partai, baik rapat umum maupunbukan rapat umum kepada partai-partai nonkooperatif sepertiPartindo, PNI Baru dan PSI telah menjadi sebuah petaka bagiorganisasi tersebut untuk berkembang. Kebijakan itu tidak ubahnyasebagai larangan eksistensi dari partai-partai politik, karenalarangan terbatas itu ternyata juga dikenakan secara ketat kepadapers ( Ingelson, 246). Pembreidelan organ-organ pers seperti organPSI dan Partindo dan PNI Baru merupakan sebuah bukti bahwapemerintah memang sudah tidak menghendaki berkembangnyapartai-partai yang berhaluan nonkooperatif.Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • D. Gerakan Rakyat Indonesia (GERINDO)Bekas-bekas pimpinan Partindo ternyata tidak tinggal diam dan untukmempertahankan eksistensi gerakan nasional mereka mendirikan Gerindo diJakarta pada tanggal 24 Mei 1937. Diantara pemimpinnya adalah Drs. A.K. gani,Mr. Mohamad Yamin, dan Sartono. Sudah tentu partai ini ingin menjadi partairakyat dan lebih luas daripada Parindra. Organisasi ini mempunyai azaz kopersi,jadi mau bekerjasama dengan pemerintah, para anggotanya boleh duduk dalambadan perwakilan. Organisasi ini bercorak internasional dan sosialitis.Perjuangan melawan pemerintah kolonial sama dengan perjuangan untukmemepertahankan demokrasi dari ancaman fasis. Oragnisasi ini dengan teguhmempertahankan demokrasi (Suhartono, 1994: 91).Pemimpin Gerindo tidak setuju dengan sebagian kaum nasionalis yangmengatakan bahwa lebih baik merdeka dengan fasisme daripada dijajah dengandemokrasi.Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • E. PKN (Perkumpulan Kaula Ngayogyakarta)Ketika kaum terpelajar kota sedang berusaha mencari bentuk-bentuk baru bagi organisasi politik dalam menghadapi oposisiBelanda, gerakan politik yang terbesar di Indonesia didirikan olehsuatu jenis kepemimpinan yang berbeda. Pada bulan Juni 1930,seorang tokoh Kharismatik, seorang pangeran yang sangattradisional dan kurang berpendidikan dari Yogyakarta, PangeranSurjodiningrat, mendirikan PKN (Pakempalan Kaula Ngayogyakarta,”Perkumpulan Warga Yogyakarta”).Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • F. Partai Indonesia Raya (PARINDRA)Dilumpuhkannya gerakan nonkoperasi pada tahun 1930-an mempercepatperkembangan kerja sama PBI dan BU. Pada tahun 1935 kedua partai itumembentuk Parindra dan ikut didalamnya Sarikat Selebes, Sarikat Sumatera,Sarikat Ambon, Perkumpulan Kaum Betawi dan Tirtayasa yang terusmelanjutkan politik koperasi moderatnya. Dengan terbentuknyaParindra berarti persatuan golongan koperasi semangkin kuat. Pada tahun 1936partai itu mempunyai 57 cabang dengan 3.425 anggota. Memang tujuanParindra tidak jauh berbeda dengan PBI yang menginkan Indonesia Mulia dansempurna. Dalam politiknya bersikap nonkoperasi yang insidentil artinya apabilaada kejadian yang sangat mengecewakan organisasi itu, maka diputuskan untuksementara menarik wakil-wakilnya dari dalam perwakilan (Suhartono, 1994: 90).Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • . G. Petisi SutarjoLangkah-langkah baru dalam pergerakan nasional perlu dilakukankarena terjadinya perubahan situasi. Gerkan-gerakan nonkoperatifjelas tidak mendapatkan kesempatan dari pemerintah, sedangkangerakan koperatif harus ada dibawah persetujuan pemerintahHindia belanda. Tetapi ternyata masih ada jalan untuk meneruskanperjuangan lewat Dewan Rakyat. Partai-partai politik masih adakesempatan untuk melakukan aksi bersama sehingga muncullahsebutan petisi Sutarjo pada tanggal 15 Juli 1936Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942
    • H. Gabungan Politik Indonesia (GAPI) dan ”Indonesia Berparlemen”Untuk mengatasi krisis kekuatan nasional ini, M.H. Thamrin mencari jalan keluaryang ditempuhnya melalui pembentukan organisasi baru yaitu mendirikan Gapipada bulan Mei 1939. organisasi ini adalah gabungan dari Parindra, Gerindo,Persatuan Minahasa, Partai Islam Indonesia, Partai Katolik Indonesia, Pasundandan PSII. Dari banyaknya partai yang tergabung jelas bahwa organisasi inimembentuk suatu kekuatan baru yang lebih banyak menguntungkan daripadabergerak sendiri-sendiri. Kerjasama ini dapat direalisasikan jika rakyat Indonesiadiberi hak-hak baru. Itu semua adalah dorongan dari dalam yang inginmembentuk wadah bersama guna memobilisasikan kekuatan massa, sedangkandari luar berupa ancaman perang yang segera timbul karena Jepang sudahbergerak kearah selatan setelah menyerbu Mancuria pada 1937. Duniapergerakan Indonesia merasakan campur baur antara ancaman dan kesempatan(Swantoro, 1995).Organisasi Pergerakan Nasional1929-1942