Your SlideShare is downloading. ×
PPT Sejarah Politik Peradaban India dan Cina Kuno
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

PPT Sejarah Politik Peradaban India dan Cina Kuno

1,723
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,723
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
86
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. X www.sejarah-Politik.com Google Welcome to My Presentasion Peradaban Lembah Sungai Gangga dan Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hwang – Ho) Cari
  • 2. 1. 2. 3. 4. 5. Dewi Setyawati Rika Wulandari Mita Oktarina Zulfahry Zuhar Irmayani (06111404016) (06111404021) (06111404018) (06111404007)
  • 3. Peradaban Lembah Sungai Gangga dan Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hwang – Ho) Teori Max Weber Peradaban Lembah Sungai Gangga Peradaban Lembah Sungai Hwang - Ho
  • 4. Teori Max Weber Dalam pembahasan kami memakai Tipe kepemimimpinan dari Max Weber. Dalam teori sosiologi, menurut Max Weber, kepemimpinan dibagi ke dalam tiga tipe. Tipe yang pertama adalah kepemimpinan tradisional. Masyarakat yang memegang kepemimpinan ini meyakini bahwa jiwa kepemimpinan dan kebijaksanaan bisa diturunkan melalui garis darah. Para pemimpin dan penyebar agama di zaman dahulu selalu berasal dari satu garis keturunan. Contohnya di Peradaban India yang kami Bahas Kerajaan Gupta menggunakan garis keturunan serta penyebaran ras dan agama dari suku Arya dan Dravida. MENU
  • 5. Teori Max Weber Tipe kedua adalah kepemimpinan kharismatik. Pemimpin tipe ini dianggap memiliki kemampuan adikodrati, yaitu sifat dan kemampuan di atas rata-rata manusia. Mereka adalah sosok yang dianggap memiliki kemampuan yang ilahiyah, sehingga mampu melakukan hal-hal yang orang biasa tidak mampu Pemimpin seperti ini selalu dihormati pandangan dan keputusannya. Karena dari suku Arya dan Dravida kepemimipinan di pilih dari orang yang paling kuat dari sukunya, karena masih berkelompok-kelompok.. MENU
  • 6. Teori Max Weber Tipe ketiga adalah kepemimpinan berdasarkan legal rasional. Yaitu kepemimpinan yang didapat melalui tata cara dan aturan rasional yang disusun untuk menyaring seorang pemimpin. Seorang pemimpin kharismatik bisa saja lahir dari tipe yang ketiga ini. Seseorang yang tidak begitu dikenal, namun karena terpilih dan mampu menunjukkan karakter dan kemampuan yang luarbiasa, ia bisa berubah menjadi pemimpin kharismatik. MENU
  • 7. Peradaban di Lembah Sungai Gangga Pusat peradaban Lembah Sungai Gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna. Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-Jerman. Bangsa Aria berusaha untuk tidak bercampur dengan bangsa Dravida yang merupakan penduduk asli India. Mereka menyebut bangsa Dravida adalah anasah artinya tidak berhidung atau berhidung pesek dan dasa artinya raksasa. MENU
  • 8. Peradaban di Lembah Sungai Gangga Untuk memelihara kemurnian keturunannya, diadakan sistem pelapisan (kasta) yang dikatakannyabersumber pada ajaran agama. Bangsa Aria berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi. Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Aria dan Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu). MENU
  • 9. Peradaban di Lembah Sungai Gangga Untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah kehidupan masyarakat, bangsa Arya berusaha menjaga kemurnian ras. Artinya, mereka melarang perkawinan campur dengan bangsa Dravida. Untuk itulah, bangsa Arya menciptakan sistem kasta dalam kemasyarakatan. Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat. MENU
  • 10. Kerajaan Gupta Pada umumnya sejarah politik di India dimulai dengan dibicarakannya keadaan Kerajaan Magadha yang banyak orang dikatakan sebagai kerajaan tertua di India. Hal itu didasarkan dengan penelitian yang dilakukan oleh orang-orang ditemukan bahwasanya kerajaan ini berdiri pada abad ke 6. Namun, ahir-ahir ini banyak para sejarawan India yang mencoba mencari kebenaran tentang fakta yang ditemukan sebelumnya.Kemaharajaan Gupta dikuasai oleh anggota dinasti Gupta dari tahun 320 hingga 550 Masehi dan wilayah kekuasaannya terdiri dari hampir seluruh India utara. Era Kemaharajaan Gupta dianggap sebagai Masa Keemasan India dalam ilmu pengetahuan, matematika, astronomi, agama dan filsafat. MENU
  • 11. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta 1.Chandragupta ( 320-330 M ) Chandargupta adalah pendiri dari Dinasti Gupta, yang berasal dari asalusul yangtidak diketahui dengan pasti. Konon dia seorang petualang dari kalangan rendah,namun berhasil mengawini seorang puteri raja bernama Kumala Devi, berasal darisuku Licchavi yang termasyhur di Vaisali. Suku tersebut pernah berkuasa di Indiautara, namun tenggelam oleh munculnya dinasti Maurya. Mengenai Raja pendiri Dinasti Gupta ini tidak banyak diketahui selukbeluk kehidupan sosialnya,kebudayaanya, keagamaannya, dan politiknya. Didalam buku Memahami SejarahBangsa-Bangsa Di Asia Selatan ( Abu Su’d ) hanya menjelaskan tentang pusat pemerintahan yang terletak di Pataliputra, dan telah dikeluarkannya mata uang baruuntuk melestarikan kehormatan Raja dan Permaisuri, yang bergelar Maharaja-diraja. MENU
  • 12. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta 2.Ramagupta ( 330-335 M ) Ramagupta adalah putera dari Chandragupta sekaligus kakak dari Samudragupta, Ramagupta adalah Raja kedua dari dinasti Gupta yang menggantian Ayahandannya.Tokoh ini amat disembunyikan dari dari silsilah dinasti Gupta, kerena kekalahannyanketika berusaha menaklukan suku bangsa Saka sekitar tahun 335 M. MENU
  • 13. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta 3.Samudragupta (335-376 M) Raja Samudragupta dianggap sebagai puncak kerajaan Gupta,sebab kekuasaannyatelah mencakup seluruh India utara, meskipun tidak termasuk bagian barat laut.Dalam bidang politik, Samudragupta dalam melaksanakan ambisi ayahandanya iamenitik beratkan rencana kegiatan kenegaraannya seperti yang terkenal dengandigvijaya atau penaklukan atas Empat Penjuru Angin. MENU
  • 14. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta Yang dimaksud dengan Empat Penjuru Angin itu tidak saja empat kawasan di sekeliling kerajaan Gupta, namun juga berarti empat katagori musuh yang harus dihadapi dan harus ditaklukan yaitu ; 1). Raja-raja yang berhasil di bunuh dalam ekspedisi penaklukan,kemudian daerahnya disatukan dengan kerajaan Gupta. 2). Raja-raja yang dikalahkan , namun daerahnya dikembaliakan dan raja berstatus baru, yaitu Raja harus membayar upeti. 3). Raja-raja diperbatasan dan melarikan diri, yang harus membayar pajak perlindungan. 4). Raja-raja jauh yang mengakui kekuasaan Raja Gupta dengan jalan mengirimkanduta.Bahkan tidak dapat dipunkiri lagi pengaruh kekuasaan kerajaan Gupta juga dirasakansampai ke Sri Langka. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ambisi Raja Samudragupta sangat besar, itu dilihat dari keiginan untuk menguasai wilayah lain MENU
  • 15. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta 4.Chandragupta II, bergelar Vikramaditya ( 376-415 M ) Selama pememerintahannya dia dijuluki Vikramaditya yang berarti mataharikebenaran, karena kepribadian maupun penampilannya selama diamemerintahmenunjukan sifat-sifat yang menerangi masyarakat. Dia punmemindahkan pusat pemerintahan dari kota Pataliputra ke kota Ayodhya yangmayoritas Hindu, sebuah kota terpenting di Kosala. MENU
  • 16. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta Untuk mengokohkan kekuasaannya ia mulai melakukan penyerangan-penyerangan, salah satu yangditaklukan adalah Satrap Saka dari Ujjain. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Raja memindahkan pusat pemerintahan ke Ayodhya untuk mendapatkan semangat Hindunisme kembali dalam pemerintahannya. Kita tau bahwa kota Pataliputra pada masa Maurya merupakan pusat pemerintahn yang Budistis, dan dia pun meelakukan penyerangan-penyarangan untuk mengokohkan kekuasaannya. MENU
  • 17. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta 5. Kumaragupta ( 415-455 M ) Dalam bukunya Abu Su’ud tidak dijelaskan tentang bidang sosial, kebudayaan, keagamaan, dan politiknya pada masa pemerintahan Raja Kumaragupta. 6. Skandagupta ( 455-467 M ) Pada masa pemerintahan Raja Skandagupta, dia berhasil menahan arus serbuandari suku bangsa Huna putih atau Ephthalit.dan keberhasilan itu dituliskan padasebuah tonggak kemenangan dari dari batu. Dan pusat pemerintahannya berpusat di Ayodhya. Selanjutnya dia membangun sebuah candi bagi Visnu, untuk mengenangkemenangan tadi. Dan mengenai bidang sosial, keagamaan, tidak dibahas dalam bukunya Abu Su’ud. Jadi dapat disimpulkan bahwa kekuatan militer pada masa Skandagupta masih Kuat, itu terbukti dengan berhasil menahan arus seramgan darisuku bangsa Huna. MENU
  • 18. Raja-Raja Yang Berkuasa di Kerajaan Gupta 7.Paragupta Paragupta menggantikan Raja Skandagupta, pada waktu itu tidak berhasil menandingikekuatan musuh, ketika mereka sekali lagi melancarkan serangan. Maka perpecahanpun segera muncul diambang pintu bekas kerajaan Gupta yang jaya itu.Dan akhirnya kerajaan Gupta jatuh kedalam kekuasaan suku bangsa Huna putih.Serta kerajaan Gupta pun menjadi daerah taklukan yang harus membayar upeti. MENU
  • 19. Kerajaan Harsha Setelah mengalami masa kegelapan, baru pada abad ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada masa pemerintahannya kesusastraan dan pendidikanberkembang dan pesat. Salah satu pujangga yang terkenal pada masa kerajaan Harshawardanaadalah pujangga Bana dengan karyanya berjudul “Harshacarita”. MENU
  • 20. Kerajaan Harsha Raja Harsha pada awalnya memeluk agama Hindu, tetapi kemudian memeluk agamaBuddha. Di tepi Sungai Gangga banyak dibangun wihara dan stupa, serta dibanguntempattempat penginapan dan fasilitas kesehatan. Candi-candi yang rusak diperbaiki danmembangun candi-candi baru. Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga abad ke-11M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang pernah berkuasa di Harsha. MENU
  • 21. Peradaban di Lembah Sungai Hwang – Ho (Kuning) Peradaban tertua Cina kuno ditemukan di lembah sungai kuning (hwang ho) dari sekitar tahun 3000 sebelum masehi. Sungai kuning ini terdapat di pegunungan kwen lun. Sungai ini amat panjang dan membawa lumpur kuning yang kemudian membentuk daratan cina. Sungai kuning ini bermuara di teluk tsii-li di laut kuning. Daerah di sekitar sungai kuning ini amat subur, sehingga penduduknya sangat maju kebudayaannya. MENU
  • 22. Peradaban di Lembah Sungai Hwang – Ho (Kuning) Pada mulanya wilayah kekuasaan negeri cina kuno hanya di sekitar lembah sungai hwang ho, tetapi kemudian meluas ke selatan di lembah sungai yang tse kiang. Pemerintahan di selatan berpusat di nanking, sedang di utara berpusat di peking (beijing). Sejarah pemerintahan di cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian. Masing-masing dinasti memiliki ciri-ciri tersendiri. Dinasti di cina memperoleh kekuasaan melalui perebutan kekuasaan. Perebutan kekuasaan terjadi jika pemerintahan yang lama mengalami perpecahan. Kekuasaan sang raja sangat tinggi karena selain kepala pemerintahan juga pemimpin agama. Rakyat cina percaya bahwa raja di bumi memerintah mewakili raja langit (raja dunia) karena itu harus dihormati. MENU
  • 23. Sistem Pemerintahan Ada dua macam system pemerintahan yang pernah dianut dalam kehidupan Cina Kuno, yaitu : 1.Sistem Pemerintahan Feodal Dalam system pemerintahan feodal, kaisar tidak menangani langsung urusan kenegaraan. Kedudukan kaisar dianggap Sakral. Kaisar di hormati sebagai utusan atau bahkan anak dewa langit, sehingga tidak layak mengurus politik praktis. 2.Sistem pemerintahan Unitaris Dalam system pemerintahan Unitarisme, kaisar berkuasa mutlak dalam memerintah. Kekuasaan Negara berpusat di tangan kaisar sehingga kaisar boleh ikut campur tangan dalam segala urusan politik praktis. MENU
  • 24. Dinasti Yang Berkuasa 1.Dinasti Syang Dinasti Syang berakhir berakhir sekitar tahun 1776 SM dan digantikan oleh Dinasti Yin (1700-1027 SM). Dinasti Yin tetap melanjutkan tradisi dari dinasti Syang. Oleh para ahli, kedua Dinasti yang berk uasa itu digolongkan ke dalam zaman Proto Sejarah Cina. 2.Dinasti Chou Dinasti Chou adalah dinasti ketiga yang berkuasa di Cina. Pada masa kekuasaan dinasti Chou, Dasar-dasar system pemerintahan feodalisme diletakkan dan diikuti dengan pembagian kekuasaan pemerintahan. MENU
  • 25. Dinasti Yang Berkuasa 3.Dinasti Chin Dinasti Chin dinasti ini didirikan oleh raja Cheng yang bergelar Shih Huang Ti. Di bawah pemerintahannya untuk pertama kali Cina merupakan sebuah Negara kesatuan dengan perintah oleh satu orang raja saja. Pada masa pemerintahannya terjadi berbagai pembaharuan seperti penghapusan aturan-aturan feodalisme, pengahapusan sistme raja vazal, pembentukkan provinsi dan pengangkatan gubernur. Seorang gubernur bertanggung jawan kepada kaisar MENU
  • 26. Dinasti Yang Berkuasa 4.Dinasti Han Dinasti Han, pada masa kekuasaan dinasti ini, ajaran Kong Fu Tse mulai diterapkan dan dikembangkan. System pemerintahannya berdasarkan ajaran-ajaran Kong Fu Tse. Setiap orang yang ingin menjadi pegawai negeri Harus memahami ajaran-ajaran Kong Fu Tse. Setiap orang Cina berhak menjadi pegawai negeri tanpa memandang lapisan dan kedudukan. MENU
  • 27. Dinasti Yang Berkuasa 5.Dinasti T’ang Dinasti T’ang Dinasti T’ang didirikan oleh Li Shih Min. ia terkenal dengan nama Kaisar T’ang T’ai Tsung. Pesat Ibu kota kerajaannya bernama Sian Fu. Ia memperluas wilayah kekuasaannya ke luar negeri Cina seperti ke selatan menguasai Ton-kin, Annam dan Kamboja, Persia dan laut Kaspia. Oleh karena itu, dibawah kekuasaan kaisar T’ang T’ai Tsung dinasti T’ang, mencapai masa kejayaannya. MENU