Your SlideShare is downloading. ×
1
“FILSAFAT ISLAM”
Team Penulis : 1.Dewi Setyawati (06111404016)
2.Wiwin Draini (06111404020)
3. Veronika Yeni Astuti (061...
2
mengetahui tentang hakikat segala sesuatu yang ada berdasarkan ajaran islam,
seperti hakikat alam, hakikat mansia, hakik...
3
A.2.Teori dan Aliran Filsafat Islam
1.KETUHANAN
Problematika ketuhanan merupakan persoalan metafisika yang paling
komple...
4
yang suci yang boleh didekati. Setiap kabilah mempunyai berhala khusus, dari
berbagai kabilah bersama-sama menyembah sat...
5
khawarij, murji‟ah. Melalui jalur politik kelompok-kelompok tersebut beralih
mengkaji tentang prinsip-prinsip agama. Mak...
6
pemberi syafa‟at di sisi allah. Kaum Wahabi dan para pendukung muhammadiyah
menyerukan bawha untuk memegangi makna sarih...
7
Kemudian pada awal Daulah Abbasiyah dengan aktivitas, teori, gerak dan
diskusi. Orang mu‟tazilah Basrah berhati-hati dal...
8
mereka menghindari hadist ahad. Aliran mu‟tazilah juga menyucikan
kemerdekaan berfikir. Perlu kita ketahui bawha kaum mu...
9
A.3.Pengaruh Filsafat Islam Dengan Perkembangan IPTEK di Eropa
Kontak utama antara filsafat islam dengan filsafat eropa ...
10
gerakan renesaince yaitu hidupnya kembali budaya klasik menjadi budaya baru
atau yang diperbaharui di eropa.
Adapun fil...
11
jangan buta terhadap sejarah, apalagi merekayasa sejarah. Karena dengan
demikian kita tidak belajar apa-apa dari sejara...
12
dipergunakan oleh cendekiawan di kampus-kampus terutama diparis karena
di sana berkumpul para cendekiawan sebagai dosen...
13
B.PEMBAHASAN
B.1.Ciri Khas Filsafat Islam
 Sebagai filsafat religius-spritual
Dikatakan filsafat religius, karena fils...
14
 Filsafat Sinkretis
Filsafat Islam memadukan antar sesama filosof. Akan tetapi, mereka
konsentrasi khusus mempelajari ...
15
berkecimpung dalam urusan 'ubudiyah. Kekhawatiran inipun juga sangat wajar
mengingat banyak pemburu filsafat yang pada ...
16
Sebagai ilmu kritis filsafat juga harus mampu untuk bersikap kritis bahkan
pada hakikat ilmu filsafat itu sendiri. Fils...
17
adalah penting demi dan untuk menegakkan kalimah Allah atas orang – orang
yang menentangnya. Karena para penentang itu ...
18
d. Ibnu Rusyd
Aliran filsafat Ibn Rusyd adalah rasional. Ia menjunjung tinggi akal fikiran
dan menghargai peranan akal,...
19
mencapai intelegensi kesepuluh yang mengatur dunia ini, yang oleh kebanyakan
filosuf muslim disebut sebagai malaikat Ji...
20
tunggal,kesatuan) sedangkan wujud (ada). Dengan demikian Wahdat al wujud
berarti kesatuan wujud.
- Kata al wahdah digun...
21
menyaksikan (musyahadah) secara langsung entitas-entitas rohani, yang hanya
bisa dianalisa lewat akal, dan terakhir bay...
22
kepada Tuhan. Baginya, bukan Tuhan yang telah bertanggung jawab atas
keteraturan alam, tetapi adalah hukukm alam itu se...
23
keadaan di mana agama mendapat serangan yang gencar dari sains dan filsafat
modern, filsafat Islam bisa bertindak sebag...
24
yang diterbitkan Bulan Bintang pada tahun 1973. Dalam buku ini pak Harun telah
memperkenalkan 6 filosof Muslim yang ter...
25
Rusyd sebagaimana dikesankan setelah membaca buku pak harun, tetapi terus
hidup dan berlangsung hingga saat ini.
b. Mas...
26
C.1.Kesimpulan
Dunia Islam telah berhasil membentuk suatu filsafat yang sesuai dengan
prinsip-prinsip agama dan keadaan...
27
Kejayaan Islam masa lalu merupakan bagian kehidupan sejarah umat
muslim yang tidak mungkin dilupakan. Dalam kehidupan y...
28
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,Hanafi.1996. Pengantar Filsafat Islam.Jakarta : Bulan Bintang
Muhammad Yusuf Musa.1945.falsafat al...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kelompok 4 filsafat islam

1,052

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,052
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
39
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kelompok 4 filsafat islam"

  1. 1. 1 “FILSAFAT ISLAM” Team Penulis : 1.Dewi Setyawati (06111404016) 2.Wiwin Draini (06111404020) 3. Veronika Yeni Astuti (06111404004) 4.Haris Maulana Putra (06111404009) A.PENDAHULUAN A.1.Konsep Filsafat Islam Masuknya filsafat berkembang di pesisir samudera Mediterania bagian timur pada abad 6 M yang ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menjawab persoalan seputar alam, manusia dan Tuhan. Dari Mediterania bergerak menuju Athena, yang menjadi tanah air filsafat. Ketika Iskandariah didirikan oleh Iskandar Agung, filsafat mulai merambah dunia timur, dan berpuncak pada 529M. Ketika filsafat bersentuhan dengan Islam, maka yang terjadi bahwa filsafat terinspirasi oleh pokok-pokok yang bermuara pada sumber-sumber hukum Islam. Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh filosofnya adalah muslim. Para filosofnya hidup dan bernafas dalam realita Al-Quran dan As-Sunah. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semua filosof muslim menggali kembali karya-karya filsafat Yunani, namun kemudian mereka menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih “mencari Tuhan”, dalam filsafat Islam justru Tuhan “sudah ditemukan”. Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Arab yang juga diambil dari bahasa Yunani, philosopia, Philo = cinta, sopia = kebijaksanan. Jadi dilihat dari akar katanya, filsafat mengandung pengertian ingin tahu lebih mendalam atau cinta kebijaksanaan. Pengertian filsafat dari segi istilah adalah berpikir secara sistematis, radikal dan universal untuk
  2. 2. 2 mengetahui tentang hakikat segala sesuatu yang ada berdasarkan ajaran islam, seperti hakikat alam, hakikat mansia, hakikat masyarakat, dan lain sebagainya. Dengan demikian, muncullah filsafat alam, filsafat manusia, filsafat masyarakat, dan lain sebagainya. Filsafat Islam itu adalah filsafat yang berorientasi pada Al- Quran, mencari jawaban mengenai masalah-masalah asasi berdasarkan wahyu Allah Adapun pengertian Islam, dari segi bahasa dapat diartikan selamat sentosa, berserah diri, patuh, tunduk dan taat. Seseorang yang bersikap demikian disebut muslim, yaitu orang yang telah menyatakan dirinya ta‟at, menyerahkan diri, patuh, dan tunduk kepada Allah SWT. Selanjutnya pengertian Islam dari segi istilah adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul. Ajaran-ajaran Islam tersebut selanjutnya terkandung dalam Al Qur‟an dan As Sunnah. Dari pengertian filsafat dan Islam sebagaimana diuraikan diatas, kita dapat berkata bahwa filsafat Islam, adalah filsafat yang berorientasi pada Al Qur‟an, mencari jawaban mengenai masalah-masalah asasi berdasarkan wahyu Allah. Jadi ciri utama kegiatan Filsafat Islam adalah berpikir tentang segala sesuatu sejalan dengan semangat Islam. Dengan berfilsafat, seseorang akan memiliki wawasan yang luas tentang segala sesuatu, dapat berpikir teratur, tidak cepat puas dalam penemuan sesuatu, selalu bertanya dan bertanya, saling menghargai pendapat orang lain. Dalam hal ini perlu juga dijelaskan tentang ciri-ciri berpikir yang philosophis. Yaitu : Pertama harus bersifat sistematis. Maksudnya bahwa pemikiran tersebut harus lurus, tidak melompat-lompat sehingga kesimpulan yang dihasilkan oleh pemikiran tersebut benar-benar dapat dimengerti. Kedua harus bersifat radikal , maksudnya harus sampai ke akar-akarnya, sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk dipikirkan. Ketiga harus bersifat universal, yaitu menyeluruh, melihat hakikat sesuatu dari hubungannya dengan yang lain, dan tidak dibatasi untuk kurun waktu tertentu.
  3. 3. 3 A.2.Teori dan Aliran Filsafat Islam 1.KETUHANAN Problematika ketuhanan merupakan persoalan metafisika yang paling kompleks dan tua. Dari berbagai problematika ini menjadikan sebuah objek kajian dari berbagai tokoh agama dan moral berasal dari ilmuan dan filosof. Asasnya merupakan ide ketuhanan. Untuk menghadapi ide tersebut manusia dituntun oleh wahyu dan ilham yang diturunkan kepadanya. Dalam pascal tahun 1662 menyatan bahwa “keyakinan itu mempunyai tiga aspek yaitu, kebiasan, akal dan ilham”. Abu al-Ala al-Ma‟ari pernah berkata “Seorang pemuda tak beragama secara baik, tetapi dia diajari oleh kaum kerabatnya”. Risalah langit menggantikan keyakinan oleh agama baru dan ajaran- ajaran yang luhur. Dari ajaran tersebut dapat mengetahui sumber kebaikan dan kesempurnaan, sumber-sumber eksistensi dan gerak, karena allah adalah sumber segala yang ada dan bersifat mutlak. Sejak dulu para filosof menggeluti tentang persoalan “hakikat tuhan dan pembuktian bagi adanya tuhan”. Dalam persoalan tersebut sejak sepertiga abad yang lalu para filosof memegangi metode historik yang bertumpu pada sumber-sumber yang kuat. Kemudian sumber-sumber ini dinilai secara benar, dikritik secara obyektif dan menghindari sikap mengada-ada, ekstrim dan fanatik. 2.PASAL PERTAMA a.Awal Islam Jazirah Arab, di zaman Jahiliah mengenal berbagai agama, yaitu Mazdakiah, Mana‟iah Yahudi dan Nasrani. Mazdakiah bertempat di Tamim, Imperialisme Agama Yahudi berkuasa di berbagai penjuru seperti di Taima, Khibar dan Wadi al-Qura‟. Khususnya lagi di Yastrib (Madinah). Agama nasrani bertempat di Gassan dipimpin oleh Qussa bin Sa‟idah al-Ibadi 600M sebagai seorang filosof Arab di zaman Jahiliah. Namun, didalam zaman ini dominan penyembahan terhadap berhala, seperti patung dan arca itupun hanya orang-orang
  4. 4. 4 yang suci yang boleh didekati. Setiap kabilah mempunyai berhala khusus, dari berbagai kabilah bersama-sama menyembah satu berhala, dan disalah satu kabilah itu yang disembah oleh semua orang Arab seperti Manat yang terletak dipinggir pantai antara Makkah dengan Madinah. Ide ketuhanan dikalangan mereka itu bersifat materealistis antropomorfis dan personal. Mereka berlindung kepada Tuhan yang meraka buat dengan tangan mereka sendiri, dan mereka meminta pertolongan ketika mereka dalam keadaan genting dan sulit. b.Dakwah Islam Dakwah Islam secara asasi, berlandaskan pada ide Tauhid dan penolakan terhadap politeisme. Pada waktu ini nabi Muhammad menginstruksikan agar semua behala dihancurkan dan Umar juga menebang pohon tempat Bai‟ah al-Ridwan karena dikhawatirkan akan disucikan manusia. Al-Qur‟an juga memberikan sifat-sifat bagi allah yang mengandung pengertian Keagungan, Kemahakuasaan, Kesempurnaan dan Maha Pengasih. Dari sifat-sifat itulah nama baik bagi allah diambil. Nama-nama itu berjumlah 99, dan dipusat untuk menunjukkan keagungan dan kesempurnaan Allah SWT, serta nama-nama tersebut di sucikan sebagai untuk mendekatkan dan berdoa. Dari sifat-sifat itu muncul problematika yang menggambarkan ilmu kalam yaitu: masalah ketuhanan, kenabian, al-sam‟iyyat. Ajaran islam mengandung materi yang memadai sehingga bisa memecahkan problematika metafisika atau filsafat ketuhanan yang berkembang disepanjang zaman. 2.PASAL KEDUA a.Kaum Salaf Ilmu kalam lahir padapertengahan kedua dari abad pertama hijriah, awal ilmu kalam bermula dari problematika-problematika tertentu, sehingga pada abad ketiga hijriah menjadi ilmu pengetahuan yang mempunyai kajian objek dan pembahasan. Perintis ilmu ini adalah seorang kelompok-kelompok agama dan itu berlandaskan berdasarkan asas politik dimana khlifah adalah masalah yang paling heboh dipertentangkan dan kelompok-kelompok itu dibagi mejadi 3 yaitu: syi‟ah,
  5. 5. 5 khawarij, murji‟ah. Melalui jalur politik kelompok-kelompok tersebut beralih mengkaji tentang prinsip-prinsip agama. Maka dari itu tiap-tiap kelompok mempunyai keyakinan-keyakinan yang berbeda, bahkan ada kelompok yang tuuan utamanya adalah mengkaji dan memecahkan problematika-problematika keagamaan bergabung dengan mereka. Disamping itu ada 3 kelompok yang andil dalam pembentukan ilmu kalam yaitu: Al-Salaf, Al-Mu‟tazilah dan Kaum Asy‟ariah. Ilmu kalam tumbuh dalam miliu islam dan terpengaruh berbagai kondisi miliu islam. Dalam setiap ilmu selalu dikaitkan dengan suatu kenyataan, atau jika dikonfirmasikan oleh teks dan peristiwa sejarah. b.Generasi Pertama Kaum Salaf adalah kaum yang memegangi al-ma‟sur dan mendahulukan naql atas akal. Kaum ini disebut dengan “ahl al-sunnah wa al-jama‟ah “, karena mereka berpendapat metode mereka adalah orisinal. Kaum muslimin pada awal- awal berdirinya adalah kaum salaf, dan mereka hanya berpegang pada al-qur‟an dan al-hadist. Mereka mengimani allah tanpa banyak kata karena sudah berpegang teguh dengan dua pegangan itu qur‟an dan hadist. Pada waktu banyak kelompok dan pandangan kaum muslim banyak yang ikut kaum salaf ini, namun antara mereka kendatipun antara mereka dengan generasi islam pertama terpisah beberapa abad. Di antara kaum muslim saat ini banyak yang terpengaruh oleh kaum salaf dan menganggap bahwa dirinya itu kaum salaf. Tokoh salaf pertama adalah Abd Allah bin Umar, Umar bin Abd al- Aziz, Al-Zuhri dan Jafar Al-Sadiq. Mereka memang punya andil dalam menumbuhkan ilmu-ilmu keagamaan. Banyak buku dan pandangan teologis yang dianggap buah pemikiran dari kaum salaf ini. Meski begitu kaum salaf juga berhati-hati dalam menanggapi setigma-setigma miring. Gerakan salaf pada abad-abad ini lebih menfokuskan diri pada masalah- masalah ibadah . Salaf ini tidak memfokuskan diri pada masalah-masalah akidah serta prinsip-prinsip selain memerangi noda syirik, selain itu mengkeramatkan kuburan serta mengangkat orang-orang mati atau yang masih hidup, sebagai
  6. 6. 6 pemberi syafa‟at di sisi allah. Kaum Wahabi dan para pendukung muhammadiyah menyerukan bawha untuk memegangi makna sarih dan Al-qur‟an. Mereka menganggap segala sesuatu yang tidak berlandaskan berdasarkan Al-Qur‟an dan Al-sunnah sebagai bid‟ah. Dakwah mereka mengenai sikap memerangi perbuatan bid‟ah. Sebaliknya, mereka mengajak untk menunaikan kewajiban dan sunnah. Mereka juga menetapkan bahwa merokok itu hukumnya haram, memotong jenggot itu hukumnya makruh dan selalu menganjurkan untuk menunaikan shlat berjama‟ah. Mereka juga memerangi hal yang berhubungan dengan kemusyrikan, membongkar bangunan yang melingkupi kuburan, menyerukan bahwa tiada yang berhak disembah selain allah, dan sikap mensucikan syeikh dan wali bukanlah tindakan yang islami. Di mesir juga lahir gerakan modern. Gerakan ini untuk memegangi makna syarih dari sunnah, berusaha menghidupkan sebagian adat dan tradisi keagamaan klasik. Menentukan metode praktis untuk ibadah dan suluk, yang amat mirip dengan metode pengikut imam ibn hambal dan wahabiah. 3.PASAL KETIGA a.Mu‟tazilah Mu‟tazilah adalah pendiri yang sebenarnya bagi ilmu kalam (teologi islam). Sebagian besar pemikran penting ilmu kalam ada pada orang-orang mu‟tazilah, problematika ilmu kalam ini sekitar abad ke-2 hijriah, mu‟tazilah merupakan aliran dalam islam yang mempunyai banyak teori dan tokoh. Dengan nama studi dan akidah mereka membahjas tentang masalah moral, polotik, fisika dan metafisika, mereka juga membahas masalah tuhan, alam dan manusia yang sekarang ini kita sebut dengan filsafat islam. Ada dua karya mu‟tazilah generasi pertama tentang aqidah. Pertama, “durrah al-tanzil wa garrah al-ta‟wail” karya al- iskafi. Kedua, “al-intisar” karya Khayyat. b.Sejarah Mu‟tazilah Aliran mu‟tazilah dibagi dua fase yang berbeda. Fase Abbasiah(100H- 237H) dan fase Bani Buwaihi(334H-447H). Untuk generasi pertama mereka hidup pada pemerintahan Bani Umayah yang berlangsung tidak terlalu lama.
  7. 7. 7 Kemudian pada awal Daulah Abbasiyah dengan aktivitas, teori, gerak dan diskusi. Orang mu‟tazilah Basrah berhati-hati dalam mengadapi masalah politik, karena kelompok mu‟tazilah Bagdat terlibat lebih jauh. Mereka juga menyebutkan bahwa “Al-Qur‟an adalah makhluk”. Mu‟tazilah pada sekitar satu abad (237H-334H) mengalami kemunduran. Mereka tidak bisa memanfaatkan apa yang dilakukan oleh al-Jahiz (225H=869M)dan al-Khayyat. Pada tahun-tahun terakhir dari abad ke-3 H dan awal tahun abad ke-4 H Abu Ali al-Jubba‟i (303 H=933 M) hendak membangkitkan kembali Mu‟tazilah, tapi serangan al-Asy‟ari tidak memungkinkan mereka untuk melaksanakan rencana itu, dengan kata lain mereka harus bergandengan tangan dengan Syi‟ah dan Rafidah. Pada awalnya mu‟tazilah menghabiskan waktu dua abad untuk tidak bermazhab, karena mereka mengutamakan sikap netral dalam berpendapat dan tindakan. Mu‟tazilah mengambil sikap tengah disebut “al-manzilah bin al-mazilatin” artinya tempat diantara dua tempat namun hal itu berada dibawah tekanan kaum Asy‟ariah dan ahl al-sunnah namun mereka berlindung kepada Bani Bwaihi. Dalam prakarsa Sahib bin ibbad (995M=385H) beliau adalah seorang mentri dari Bani Buwaihi mengungkapkan pandangan-pandangan mu‟tazilah dengan berbagi macam cara, dengan cara , memberi kepuasan dan cara menghasut. Pendapat-pendapat mu‟tazilah sekarang masih menggema, khususnya teori-teori yang dikemukakan oleh al-jubbai, dengan tanpa ditambah kreasi baru. Orang mu‟tazilah khususnya kelompok Zaidiah, bertumpu pada tokoh-tokoh awal, mengulang-ulang pendapat mereka dan jarang sekali menghasilkan pendapat yang baru. Yang paling menonjol adalah al-murtada al-zaidi penulisnya al-munniyyah. c.Metode Mu‟tazilah Ciri khas paling khusus dari mu‟tazilah adalah bahwa mereka meyakini sepenuhnya kemampuan akal. Mereka berpendpat bahwa alam ini mempunyai hukum kokoh yang tunduk kepada akal. Mereka tidak mengingkari naql tetapi tanpa ragu-ragu mereka menundukan naql kepada hukum akal. Secara global
  8. 8. 8 mereka menghindari hadist ahad. Aliran mu‟tazilah juga menyucikan kemerdekaan berfikir. Perlu kita ketahui bawha kaum mu‟tazilah memberikan tori ketuhanan, dengan sejuat tenaga untuk menopak kaum dualis, yang terdiri atas mazdakiah dan manawiyah. Dalam rangka pembelaan ini mereka memanfaatkan segala prinsip yang ada didalam peradaban asing. Mu‟tazilah pada abad ke-3 hijriah tidak lebih sedikit terpengaruh. Seprti yang dikatakan oleh mu‟ammar bin ibbada al-sulami mengatakan bahwa sifat-sifat allah adalah kondisi-kondisi (ahwal) seprti yang ditandaskan oleh abu Hasyim al-jubba‟i. walaupun telah terpengaruh oleh pihak lain, tetapi mu‟tazilah juga mempengaruhi orang-orang yang mendebat mereka. Berulang kali dikatan oleh, adalah salah jika memisahkan pemikran filsafat dari pemikiran teologi didalam islam. Kaum asy‟riah sebagai pihak yang menentang dan mengganti kedudukan mu‟tazilah. Abu al-Hasan al- asy‟ari sendiri sebenarnya mengambil dari sumber-sumber mu‟tazilah. Beliau adalah seorang mu‟tazilah sebelum menjadi imam bagi kaum asy‟ariah. Orang-orang latin tidak pernah menrjemahkan buku-buku karangan mu‟tazilah karena peninggalan-peninggalan mu‟tazilah terlebih dahulu sirna di timur sebelum zaman gerakan penerjemahan latin. Ibnu Rusyd sendiri mengeluh karena buku-buku mu‟tazilah jarang ditemukan lagi. Jika mu‟tazilah diperangi dan dibuang disebagian besar Negara islam sepanjang 6 abad, antara abad ke-6 dan abad ke-12 hijriah. Tetapi mulai hidup kembali di abad ke-13 hijriah. Hal ini bisa terjadi karena gerakan reformasi islam modern memperluas. Ruang gerak bagi akal. Bahkan bertumpunpada akal disamping al-qur‟an dan hadist. Muhammad abduh walaupun cenderung kepada kaum salaf, termasuk pendukung aliran rasional. Beliau berjuang untuk memadukan antara agama dan akal, agama- agama dengan penumuan-penemuan ilmu pengetahuan. Beliah sangat mendukung pandangan mu‟tazilah tentang kemerdekaan dan kebebasan memilih bagi individu. Sekarang sudah jelas bahwa mu‟tazilah telah membuka berbagai pintu di hadapan pemikiran islam. Juga memperluas jalur bagi studi-studi ilmiah serta filosofis. Dengan mu‟tazilah diperangi dan ditumpas, berarti juga mengikat dunia islam dan menghambat gerak kemajuan.
  9. 9. 9 A.3.Pengaruh Filsafat Islam Dengan Perkembangan IPTEK di Eropa Kontak utama antara filsafat islam dengan filsafat eropa terjadi pada perang salib abad 11 dan 13 masehi. Ketika gereja mulai kaya raya. Gereja lebih kaya dari kerajaan. Kerajaan-kerajaan telah menjadikan agama kristen sebagai agama negara. Gereja sampai waktu itu yaitu abad ke-13, masih buta tentang filsafat yunani. Bahasa pengantar eropa adalah bahasa latin sedangkan karya tulis yunani berbahasa yunani belum diterjemahkan kecuali ada dalam bahasa arab. Maka pasca perang salib gereja dikejutkan dan dibangunkan oleh karya Aristoteles yang terbaca dalam bahasa arab oleh mereka yang bisa bahasa arab dan bahasa latin. Bahasa arab adalah bahasa pengantar dalam dunia islam. Sedangkan bahasa pengantar di eropa ialah bahasa latin, maksudnya di eropa yang non islam. Terdapat dua macam karya tulis yunani dalam bahasa arab yaitu 1. Terjemah karya filosof yunani, terutama karya Aristoteles plus sedikit karya Plato gurunya Aristoteles. 2. Ulasan / komentar tentang filsafat Yunani terutama ulasan Ibnu Rusyd / Averous terntang karya-karya Aristoteles. Bahkan pada waktu itu ketika mereka mulai mengenal karya-karya Aristoteles dan kemudian dipelajari di mana-mana. Aristoteles terkenal sebagai the fhilosofer sang filosof, dan averoes / Ibnu Rusyd terkenal sebagai sang pengulas comentator seakan-akan hamya ada seorang ahli filsafat yaitu Aristoteles dan hanya ada seorang komentator/pengulas yaitu Ibnu Rusyd. Maka timbullah upaya terjemah besar-besaran dari naskah bahasa arab tentang filsafat yunani dialihbahasakan dari bahasa arab ke bahasa latin. Jadi pasca perang salib selagi di masyarakat islam terjadi keguncangan, pro kontra, Al Ghazali dan gerakan shufinya melawan gerakan dari Ibnu Sina dan kemudian Ibnu Rusyd sesudah Al Ghazali yang menjawab kritikan Al Ghazali di eropa terjadi penerjemahan untuk universitas yang baru berdiri meniru universitas yang berada di Baghdad dan di Kairo. Bahkan hal itu merintis
  10. 10. 10 gerakan renesaince yaitu hidupnya kembali budaya klasik menjadi budaya baru atau yang diperbaharui di eropa. Adapun filsafat Aristoteles yang diajarkan dan dikomentari filosof kristen mulai juga dikomentari oleh filosof kristen. Tapi yan benar-benar ahli komentator ialah Ibnu Rusyd. Maka hal itu menjadikan filsafat aristoteles diteriama di eropa. Tetapi logika deduktif yang diajarkan Ibnui Rusyd meneruskan ajaran Aristoteles, lebih mengutamakan intelek daripada iman, Ibnu Rusyd juga melupakan ajaran Alkindi bahwa di alam ruh yang dihembuskan tuhan kedalam janin itu terdapat juga intelek. Hal itu timbul menurut Ibnu Rusd karena intelek tejadi pada semua integensi. Atas dasar itu terkenal ajaran alkinas thomas alkinas, kemudian di akhir abad ke -13 dan awal abad ke -14 tentang beberapa argumentasi sebagai bukti adanya tuhan karena mengutamakan intelek maka intelek harus membuktikan adanya tuhan dikenal dengan teori-teori atau argumentasi tentang tuhan, argumentasi yang bersifat deduktif. Pada sisi lain usaha dari Thomas Akines ini merupakan kelanjutan gerakan yang dimulai oleh Agustinus sebelum adanya trinitas dalam kristen yaitu masalah kemauan bebas. Sedangkan masalah kemauan bebas terutama tetap menarik perhatian Cuma diantara umat islam pada kaum mu‟tazilah. Pada sisi lain ajaran alghazali mengecam filsafat Ibnu Rusyd, Ibnu Sina dan Alfarabi bahwa matematika tidak relevan dengan agama. Ibnu Rusyd yang lahir 15 tahun setelah meninggalnya Al Ghazali kemudian membantah dan mempertahankan filsafat bahwa hanya filsafat yang mampu menjawab masalah-masalah yang tak tetjawab baik dalam agama maupun dalam ilmu. Dengan filsafat kita dapat memperbincangkan segala masalah hingga mencapai kepuasan bathin. Amat disayangkan bahwa setelah sepeninggal Al Ghazali dan Averoes terjadi kegoncangan dan pengabaian IPA dan matematik. Seperti pernah saya singgung 1. Ibnu Haldun yang sampai sekarang masih dianggap orang yang paling cerdas di abad ke 14 hanya mendalami ilmu sosial dan filsafat sejarah bahwa sejarah harus dipelajari dalam membangun masa depan. Jangan menutupi sejarah,
  11. 11. 11 jangan buta terhadap sejarah, apalagi merekayasa sejarah. Karena dengan demikian kita tidak belajar apa-apa dari sejarah sehingga kesalahan demi kesalahan akan diulangi lagi. Tidak dapat mempunyai visi masa depan yang lebih baik walaupun masa depan itu garis besarnya sudah ada di tangan tuhan dalam perjalanan menjelang kiyamat. 2. Beberapa kemajuan di eropa mulai abad ke-14 berkat masuknya literatur iptek islam ke dalam perpustakaan dan kurikulum universitas terutama di paris terjadilah penyebaran ilmu di eropa mulai akhir abad ke 13 dan akhir abad ke-14 atau abad ke 7 hijriyah. Kejadian ini dapat dibilang aneh karena setelah terjadi invasi islam oleh mongol TERUS TERJADI pertentangan diperbatasan-perbatasan tertentu antara dunia islam dengan kristen, bahkan trjadi pertempuran pada jalan menuju paris oleh tentara yang berpangkalan di spanyol dan winadengan tentara yang berpangkalan di konstantinopel. Kekalahan islam dimulai sedikit demi sedikit di andalusia diiringi dengan pejanjian-perjanjian damai. Perjanjian damai mulanya di patuhi pihak kristen juga tetapi itu hanya sementara sebelum seluruh kekuaan islam di spanyol jatuh. Orang eropa tidak tidak hanya belajar iptek yang diabaikan islam, melainkan juga menemukan jalan perdagangan ke timur tanpa melalui konstantinopel atau istambul tetapi melalui wina di austria, hongaria, rusia dan asia tengah. Sedangkan sebagian cendekiawan kristen tanpa mempedulikan peringatan gereja terlihat sebagai berikut: 1. pelukis leonardo da vinci berangan-angan tentang iptek masa depan termasuk penggunaan mesin terbang. 2. Alkemi tidak hanya diterapkan untuk memperkaya pihak di gereja yang sudah kaya tetapi juga dikembangkan menjadi ilmu zat kimia. 3. Perkembangan ilmu sosial dan filsafat sejarah ibnu khaldun jugan dipelajari karena karyanya dapat diterjemahkan. Bahkan kemungkinan juga ada terjemahan tak resmi alquran dalam bahasa latin atau bahasa lokal yang
  12. 12. 12 dipergunakan oleh cendekiawan di kampus-kampus terutama diparis karena di sana berkumpul para cendekiawan sebagai dosen yang berasal dari berbagai bagian eropa. Dosen asing lebih banyak daripada dosen lokal, dengan begitu mereka bisa membaca, saya kira tafsiran saya ayat surat wasyamsi bahwa bulan mengikuti matahari sekalipun kadang kadang bulan tampak sebaliknya bulan mendahului matahari seperti sebelum matahari terbit. Dalam filsafat agama pada orang nasrani masalah yang mula-mula menarik adalah masalah kemauan bebas. Hal itu diteruskan oleh akuinas dengan teori atau akobitasi tentang adanya tuhan. Sedangkan dalam agama islam, rintisan alkindi tentang iman dan akal seperti diteruskan oleh alfarabi dipertentangkan sebagai dua hal yang bisa harmonis atau tidak harmonis oleh ibnu rusyd bisa ada dikotomi antara iman dan akal. Begitulah dikotomi antara Al Ghazali dan averoes.
  13. 13. 13 B.PEMBAHASAN B.1.Ciri Khas Filsafat Islam  Sebagai filsafat religius-spritual Dikatakan filsafat religius, karena filsafat Islam tumbuh dijantung Islam, tokoh-tokohnya dididik dengan ajaran Islam dan hidup dalam suasana Islam. Filsafat Islam merupakan perpanjangan dari pembahasampembahasan keagamaan dan teologi yang ada sebelumnya. Topik-topik filsafat Islam itu bersifat religius, seperti meng-Esakan Tuhan. Karena Ia adalah pencipta, maka Ia mencipta dan bukan sesuatu, mengatur dan menatanya3. Ia menciptakan dengan semata-mata anugerah- Nya. Ia jaga dengan perhatian-Nya dan Ia tundukan dengan kepada hukum-hukum permanen dan kokoh. Dengan cara religius dan spiritual ini, filsafat Islam bisa mendekati filsafat skolastik, bahkan sejalan dengan filsafat kontemporer.  Filsafat Rasional Walaupun bersifat religius-spiritual, tetapi filsafat Islam juga amat bertumpu pada akal dalam menafsirkan problematika ketuhanan, manusia dan alam. Akal manusia merupakan salah satu potensi jiwa. Ia ada 2 macam. Pertama, praktis bertugas mengendalikan badan dan mengatur tingkah laku. Kedua, teoritis khusus berkenaan dengan persepsi dan epistemology. Karena akal praktis inilah yang menerima persepsi-persepsi inderawi dan meringkas pengertian universal dengan bantuan akal aktif. Dengan akal, kita menganalisa dan membuktikan. Dengan akal, kita menyingkap realita-realita ilmiah. Karena akal merupakan salah satu pintu pengetahuan. Para filosof Islam sejalan dengan Mutazilah yang mendahului mereka dalam mengagungkan akal dan tunduk kepada hukumnya. Mereka bertumpu pada akal dalam banyak hal. Untuk itu, mereka sepakat bahwa dengan akalnya manusia mampu membedakan baik dan buruk, bahkan mampu membedakan baik dan buruk sebelum ada ketentuan agama. Mereka mengemukakan teori bahwa Allah harus melakukan yang baik dan yang terbaik, sehingga perbuatan Allah tidak terlepas dari kriteria baik.
  14. 14. 14  Filsafat Sinkretis Filsafat Islam memadukan antar sesama filosof. Akan tetapi, mereka konsentrasi khusus mempelajari Plato dan Aristoteles. Mereka menerjemahkan hampir semua buku standar Aristoteles. Aritoteles dan Plato amat mempengaruhi banyak aliran Islam. Tidak pelak lagi, Aristoteles dan Plato adalah pemimpin filsafat, yang meletakkan prinsi-prinsipnya, membicarakannya secara detail, mencapai tujuan dengan prinsip-prinsip itu. Namun, tidak mungkin kita mengharapkan kesuksesan perpaduan yang landasannya salah. Akan tetapi, hal ini merupakan titik awal yang melandasi para filosof selanjutnya. Jika perpaduan Plato dan Aristoteles sebagai salah satu asas yang melandasi filsafat Islam, maka prinsip yang kedua adalah memadukan filsafat dengan agama. Selain berciri religius, filsafat Islam juga memasukan teks agama dengan akal. Dalam filsafat, ada aspek yang tidak sesuai dengan agama. Itu sebabnya mengapa para filosof Islam sibuk memberi ciri agama kepada filsafat. Perpaduan yang diusahakan para filosof Islam merupakan salah satu rajutan jembatan yang mendekatkan filsafat Arab dengan filsafat latin. B.2.Perspektif Filsafat Dalam Islam Filsafat sebagai suatu cabang dari ilmu pengetahuan diyakini merupakan suatu disiplin ilmu yang cukup sulit dan terkadang dianggap hantu bagi sementara kalangan pelajar. Kadang cabang ilmu ini menjadi sebuah cemoohan yang dihujat dan dilaknat sebagian umat muslim yang tulen dan shalih dalam mendalami, mengkaji dan mengamalkan nilai – nilai ajaran islam karena dianggap berbahaya dan bisa membawa orang yang berkecimpung didalamnya menjadi seorang kafir. Filsafat sering difitnah sebagai sekuleristik, ateis, dan anarkis karena suka menyobek selubung – selubung ideologis pelbagai kepentingan duniawi, termasuk yang tersembunyi dibalik pakaian seorang 'alim. Ia tidak sopan. Ia bagaikan anjing yang menggonggong, mengganggu dan menggigit. Pandangan semacam ini sangat wajar dan seringkali kita jumpai dalam pandangan sementara masyarakat terutama masyarakat muslim yang
  15. 15. 15 berkecimpung dalam urusan 'ubudiyah. Kekhawatiran inipun juga sangat wajar mengingat banyak pemburu filsafat yang pada akhirnya karena kesalahan dalam memahami dan mengkaji ilmu ini kemudian tidak lagi mengindahkan nilai – nilai yang ada dalam ajaran agama islam. Namun bagaimana sebenarnya islam memandang ilmu ini? Apakah islam benar melarang tumbuh dan berkembangnya ilmu ini? Atau justeru sebaliknya? Pada dasarnya tidak ada larangan didalam islam tentang mempelajari ilmu filsafat. Bahkan islam sangat menganjurkan agar manusia berfilsafat. Hal ini tertuang didalam al qur'an surat al ankabut ayat 20 : (20) Artinya : "Katakanlah : "Berjalanlah dibumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir, Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." ( Q.S. Al Ankabut: 20) Ayat ini memberikan sebuah inspirasi dan motivator kepada umat islam agar melakukan proses penelitian analisis yang mendalam terhadap apa yang ada di bumi. Kata ‫ظروا‬ ‫أن‬ ‫يف‬ ‫ك‬ ‫لق‬ ‫خ‬ ‫دأال‬ ‫ب‬ memberikan sebuah pemahaman bahwa proses penciptaan Allah terhadap makhluq adalah sebuah proses yang perlu mendapat perhatian yang serius, analisis yang mendalam dan juga penelitian yang detail. Penelitian, analisis ini merupakan sebuah bagian dari kerja filsafat. Hal ini dikarenakan filsafat secara hakiki adalah ilmu kritis. Sebagai sebuah ilmu kritis maka filsafat akan bergulat pada masalah – masalah dasar kemanusian bahkan tentang masalah – masalah ketuhanan. Filasafat harus mengkritik jawaban – jawaban yang tidak memadai dan harus ikut serta dalam mencari jawaban yang benar. Bahwa filsafat juga harus mencari jawaban perlu ditegaskan berhadapan dengan suatu trend modis masakini, seakan – akan tugas filsafat terbatas pada menanyakan pertanyaan – pertanyaan yang betul. Seakan – akan bukan tugasnya untuk mencoba memberi sebuah jawaban.
  16. 16. 16 Sebagai ilmu kritis filsafat juga harus mampu untuk bersikap kritis bahkan pada hakikat ilmu filsafat itu sendiri. Filsafat memang harus mencari jawaban – jawaban, namun demikian jawaban – jawaban itu tidaklah abadi. Karena itu filsafat tidak akan pernah selesai dan tak pernah sampai pada akhir sebuah masalah. Filsafat akan berkembang sejalan dengan kehidupan manusia yang dinamis, berkembang dan senantiasa diliputi masalah. Sebagai sebuah agama islam tidak pernah melarang manusia untuk berfikir secara bebas, akan tetapi islam memberikan batasan bahwa pemikiran yang dilakukan oleh manusia tidak berhubungan dengan dzat Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah. Hal ini sesuai dengan pernyataan hukama' : ‫كروا‬ ‫ف‬ ‫ت‬ ‫ى‬ ‫ف‬ ‫لق‬ ‫خ‬ ‫هلل‬ ‫ا‬ ‫ال‬ ‫و‬ ‫كروا‬ ‫ف‬ ‫ت‬ ‫ى‬ ‫ف‬ ‫ذات‬ ‫هلل‬ ‫ا‬ Artinya : berfikirlah tentang apa yang telah diciptakan Allah dan janganlah kalian berfikir tentang dzat Allah. Hal ini dapat dimaklumi karena Dzat Allah sebagi Tuhan yang wajib disembah memiliki sifat yang tak terbatas. Berbeda dengan manusia. Sehebat apapun manusia namun kehebatan manusia itu hanya bersifat nisbi. Kemampuan akal manusia takkan mampu menjangkau pada hal – hal yang bersifat transenden. Manusia hanya mampu memahami dan menjangkau hal – hal yang bersifat immanent yang menjadi bidang garapan manusia yang dalam term diatas disebut sebagai ‫لق‬ ‫خ‬ ‫هلل‬ ‫ا‬ ( ciptaan Allah ). Dalam sejarah islam kita mengenal tokoh – tokoh yang menjadi panutan dunia dalam bidang filsafat. Dibelahan dunia bagian timur kita mengenal Abu Yusuf Ya'kub ibnu Ishaq ibnu Ismail al Ash'ats ibnu Qais Al Kindi, Ar razi, Al Farabi, Ikhwanus Shafa dll. Sementara dibelahan barat ada Ibnu Bajjah, Ibnu Thufail, ibnu Rusyd dan masih banyak lagi yang lain. Para filosof ini menjadi sebuah bukti bahwa islam tidak memandang filsafat sebagi sebuah ilmu yang tidak boleh dipelajari dalam dunia islam. Justeru sebenarnya dalam islam sangat menekankan proses berfikir yang dengan proses tersebut keimanan bertambah, islam menjadi kuat dan disegani di seluruh belahan dunia. Intinya berfilsafat
  17. 17. 17 adalah penting demi dan untuk menegakkan kalimah Allah atas orang – orang yang menentangnya. Karena para penentang itu tidak akan menerima argument yang hanya berdasarkan keimanan saja akan tetapi mereka butuh rasional, logis dan realistis. Pemikiran semacam itu hanya mungkin didapat ketika kita belajar tentang filsafat. B.3.Tokoh-Tokoh Filsafat Islam Adapun definisi filsafat menurut tokoh filsafat pada awal masuknya filsafat ke dalam ranah berfikir orang islam adalah sebagai berikut : a.Al-Kindi Al-Kindi mendefinisikan filsafat dari berbagai sudut pandang,namun Ia lebih menspesifikasikan filsafat sebagai pengetahuan tentang segala sesuatu yang abadi dan besifat menyeluruh (umum), baik esensinya maupu kausa- kausanya.Defiisi ini di ambil dari sudut pandang materinya. b. Al-Farabi Al-Farabi mendefinisikn filsafat sebagai : Al Ilmu bilmaujudaat bima Hiya Al Maujudaat,yaitu suatu ilmu yang menyelidiki hakikat sebenarnay dari segala yang ada ini. Al Farabi berusaha memadukan beberapa aliran filsafat fal safah al taufiqhiyah atau wahdah ala falsafah yang bebrkembang sebelumnya, terutama pemikiran Plato, Aristoteles, dan Plotinus, juga antara agama dan filsafat. Al farabi berpandapat bahwa pada hakikatnya filsafat itu adalah satu kesatuan, oleh karena itu para filosof besar harus menyatujui bahwa satu-satunya tujuan adalah mencari kebenaran. c.Ikhwan Al-Shafa‟ Ikhwan Al-Shafa‟ adalah golongan dalam filsafat yang menyatakan filsafat itu bertingkat-tingkat,yaitu : 1.Cinta ilmu 2.mengetahui hkikat wujud-wujud menurut kesanggupan manusia 3.berkata dan berbuat sesuai dengan ilmu.
  18. 18. 18 d. Ibnu Rusyd Aliran filsafat Ibn Rusyd adalah rasional. Ia menjunjung tinggi akal fikiran dan menghargai peranan akal, karena dengan akal fikiran itulah manusia dapat menafsirkan alam maujud. Akal fikiran bekerja atas dasar pengertian umum (ma¡¦ani kulliyah) yang didalamnya tercakup semua hal ihwal yang bersifat partial (juz¡¦iyah). Ia menjelaskan bahwa kuliyyat adalah gambaran akal, tidak berwujud kenyataan diluar akal. e.Ibnu Maskawih Maskawih membedakan antar pengertian hikmah dan filsafat. Menurutnya, hikmah adalah keutamaan jiwa yang cerdas (aqilah) yang mampu membedakan mana yang bak dan man yang buruk. Mengenai filsafat Ia tidak memberikan pengertian secara tegas.Ia membagi filsafat menjadi dua bagian yaitu teoritis dan praktis. Teoritis merupakan kesmpurnaan manusia yang mengisi potensinya untuk dapat mengetahui segala sesuatu sehingga dengan kesempurnaan ilmunya itu pikrannya benar. Sedangkan bagia praktis merupakan kesempurnan manusia yang mengisi potensinya untk dapat melakukan perbuatan-perbuatan moral. f.Suhrowardi Al-Maqtul Pandangan Suhrowardi terhadap metafisika dan cahaya pada dasarnya tetap bersifat immaterial. Entitas yang pertama yang diciptakan Tuhan adalah akal pertama, kemudian melalui proses emanasi timbul akal kedua dan seterusnya. g.Ibnu Sina Dari Tuhanlah kemajuan yang mesti, mengalir intelegensi pertama sendirian karena hanya dari yang tunggal. Yang mutlak, sesuatu yang dapat mewujud. Tetapi sifat ontelegensi pertama tidak selamanya mutlak satu, karena ia bukan ada dengan sendirinya, ia hanya mungkin dan kemungkinannnya itu diwujudkan oleh Tuhan. Berkat kedua sifat itu, yang sejak saat itu melingkupi seluruh ciptaan di dunia, intelgensi pertama memunculkan dua kewujudan yaitu: a. Intelegensi kedua melalui kebaikan ego tertinggi dari adanya aktualitas. b. Lingkungan pertama dan tertingi berdasarkan segi terendah adanya, kemungkinan alamiyah. Dua proses pamancaran inii berjalan terus sampai kita
  19. 19. 19 mencapai intelegensi kesepuluh yang mengatur dunia ini, yang oleh kebanyakan filosuf muslim disebut sebagai malaikat Jibril. h. Al-Ghazali Pada mulanya ia berangggapan bahwa pengetahuan itu adalah hal-hal yang dapat ditangkap oleh panca indra. Tetapi kemudian ternyata bahwa baginya panca indra juga berdusta. Karena tidak percaya pada panca indra, al Ghazali kemudian meletakan kepercayaannya kepada akal. Alasan lain yang membuat al Ghazali terhadap akal goncang, karena ia melihat bahwa aliran-aliran yang mengunakan akal sebagai sumber pengetahuan, ternyata menghasilkan pandangan-pandangan yang bertentangan, yang sulit diselesaikan dengan akal. Lalu al Ghazali mancari ilm al yaqini yang tidak mengandung pertentangan pada dirinya. Tiga bulan kemudian Allah memberikan nur yang disebut juga oleh Al Ghazali sebagai kunci ma¡¦rifat ke dalam hatinya. Dengan demikian bagi Al Ghazali intuisi lebih tinggi dan lebih dipercaya daripada akal untuk menangkap pengetahuan yang betul-betul diyakini. i.Ibnu Thufail Ibn Thufail menunjukkan jalan untuk sampai kepada objek pengetahuan yang maha tingi atau Tuhan. Jalan pertama melalui wahyu, dan jalan kedua adalah melalui filsafat. Ma‟rifat melalui akal ditempuh dengan jalam keterbukaan, mengamati, meneliti, mancari, mencoba, membandingkan, klasifikasi, generalisasi dan menyimpulkan. Jadi ma‟rifah adalah sesuatu yang dilatih mulai dari yang kongkrit berlanjut kepada yang abstrak. Dan khusus menuju global. Seterusnya dilanjutkan dengan perenungan yang terus menerus. Ma‟rifah melalui agama terjadi lewat pemahaman wahyu dan memahami segi batinnya dzauq. Hasilnya hanya bisa dirasakan, sulit untuk dikatakan. Tidak heran kalau muncul syatahat dari mulut seorang sufi. Jadi proses yang dilalui ma‟rifat semacam ini tidak mengikuti deduksi atau induksi, tetapi bersifat intuitif lewat cahaya suci. j.Ibnu „Arabi Filsafat Ibn „Arabi tentang wujud (realitas) Tuhan, alam semesta, dan manusia. -Pengertian Wahdat al wujud. Terdiri dari dua kata, yaitu: wahdat (sendiri,
  20. 20. 20 tunggal,kesatuan) sedangkan wujud (ada). Dengan demikian Wahdat al wujud berarti kesatuan wujud. - Kata al wahdah digunakan pula oleh para ahli filsafat dan sufistik sebagai suatu kesatuan antara materi dan roh, substansi (hakikat) dan format (bentuk), antara yang nampak (lahir) dan yang batin, antara alam dan Allah, karena alam dari segi hakikatnya qadim dan berasal dari Tuhan. k. Mulla Shadra Ia mendefinisikn filsafat dalam dua bagian utama.yang pertma adalah bagian teoritis yang mengacu pada pengetahuan tentang segala sesuatu sebagaiman adanya, dan yang kedua yaitu bagian praktis yang mengacu pada pencapaian kesempurnaan-kesempyrnan yang cocok bagi jiwa. l.Muhammad Iqbal - Agama ialah suatu konsep dari suatu pengalaman yang kompleks, sebagian bersifat rasional, etik, dan sebagian lagi bersifat spiritual. - Agama bukan semata-semata hanya pikiran atau cuma perasaan juga bukan sekedar tindakan tetapi merupakan ekspresi manusia secara keseluruhan, karenanya agama tak bertentangan dengan filsafat, bahkan merupakan suatu segi yang penting dari pengalama total, tentang realitas yang harus dirumuskan oleh filsafat. B.4.Pandangan Filsafat Sejarah Islam Pandangan Filsafat ini bersifat integral-holistik. Filsafat Islam mengakui, sebagai sumber ilmu, bukan hanya pencerapan indrawi, tetapi juga persepsi rasional dan pengalaman mistik. Dengan kata lain menjadikan indera, akal dan hati sebagai sumber-sumber ilmu yang sah. Akibatnya terjadilah integrasi di bidang klasifikasi ilmu antara metafisika, fisika dan matematika, dengan berbagai macam divisinya. Demikian juga integrasi terjadi di bidang metodoogi dan penjelasan ilmiah. Karena itu filsafat Islam tidak hanya mengakui metode observasi, sebagai metode ilmiah, sebagaimana yang dipahami secara eksklusif dalam sains modern, tetapi juga metode burhani, untuk meneliti entitasentitas yang bersifat abstrak, „irfani, untuk melakukan persepsi spiritual dengan
  21. 21. 21 menyaksikan (musyahadah) secara langsung entitas-entitas rohani, yang hanya bisa dianalisa lewat akal, dan terakhir bayani, yaitu sebuah metode untuk memahami teks-teks suci, seperti al-Qur‟an dan Hadits. Oleh karena itu, filsafat Islam mengakui kebasahan observasi indrawi, nalar rasional, pengalaman intuitif, dan juga wahyu sebagai sumbersumber yang sah dan penting bagi ilmu. Hal ini penting dikemukakan, mengingat selama ini banyak orang yang setelah menjadi ilmuwan, lalu menolak filsafat dan tasawuf sebagai tidak bermakna. Atau ada juga yang telah merasa menjadi filosof, lalu menyangkal keabsahan tasawuf, dengan alasan bahwa tasawuf bersifat irrasional. Atau ada juga yang telah merasa menjadi Sufi lalu menganggap tak penting filsafat dan sains. Dalam pandangan filsafat Islam yang holistik, ketiga bidang tersebut diakui sebagai bidang yang sah, yang tidak perlu dipertentangkan apa lagi ditolak, karena ketiganya merupakan tiga aspek dari sebuah kebenaran yang sama. Sangat mungkin bahwa ada seorang yang sekaligus saintis, filosof dan Sufi, karena sekalipun indera, akal dan hati bisa dibedakan, tetapi ketiganya terintegrasi dalam sebuah pribadi. Namun, seandainya kita tidak bisa menjadi sekaligus ketiganya, seyogyanya kita tidak perlu menolak keabsahan dari masing-masing bidang tersebut, karena dalam filsafat Islam ketiga unsur tersebut dipandang sama realnya. B.5.Peran Filsafat Islam dalam Dunia Modern a. Menjawab Tantangan Kontemporer Pada saat ini, dalam pandangan Beliau (Mulyadhi Kartanegara), umat Islam telah dilanda berbagai persoalah ilmiah filosofis, yang datang dari pandangan ilmiah-filosofis Barat yang bersifat sekuler. Berbagai teori ilmiah, dari berbagai bidang, fisika, biologi, psikologi, dan sosiologi, telah, atas nama metode ilmiah, menyerang fondasi-fondasi kepercayaan agama. Tuhan tidak dipandang perlu lagi dibawa-bawa dalam penjelasan ilmiah. Misalnya bagi Laplace (w. 1827), kehadiran Tuhan dalam pandangan ilmiah hanyalah menempati posisi hipotesa.Dan ia mengatakan, sekarang saintis tidak memerlukan lagi hipotetsa tersebut, karena alam telah bisa dijelaskan secara ilmiah tanpa harus merujuk
  22. 22. 22 kepada Tuhan. Baginya, bukan Tuhan yang telah bertanggung jawab atas keteraturan alam, tetapi adalah hukukm alam itu sendiri. Jadi Tuhan telah diberhentikan sebagai pemelihara dan pengatur alam. Demikian juga dalam bidang biologi, Tuhan tidak lagi dipandang sebagai pencipta hewanhewan, karena menurut Darwin (w. 1881), munculnya spesies-spesies hewan adalah karena mekanisme alam sendiri, yang ia sebut sebagai seleksi alamiah (natural selection). Menurutnya hewan-hewan harus bertransmutasi sendiri agar ia dapat tetap survive, dan tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Ia pernah berkata, “kerang harus menciptakan engselnya sendiri, kalau ia mau survive, dan tidak karena campur tangan sebuah agen yang cerdas di luar dirinya. Oleh karena itu dalam pandangan Darwin, Tuhan telah berhenti menjadi pencipta hewan. Dalam bidang psikologi, Freud (w. 1941) telah memandang Tuhan sebagai ilusi. Baginya bukan Tuhan yang menciptakan manusia, tetapi manusialah yang menciptakan Tuhan. Tuhan, sebagai konsep, muncul dalam pikiran manusia ketika ia tidak sanggup lagi menghadapi tantangan eksternalnya, serti bencana alam dll., maupun tantangan internalnya, ketergantungan psikologis pada figur yang lebih dominan. Sedangkan Emil Durkheim, menyatakan bahwa apa yang kita sebut Tuhan, ternyata adalah Masyarakat itu sendiri yang telah dipersonifikasikan dari nilai-nilai sosial yang ada. Dengan demikian jelaslah bahwa, dalam pandangan sains modern Tuhan tidak memiliki tempat yang spesial, bahkan lama kelamaan dihapus dari wacana ilmiah. Tantangan yang lain juga terjadi di bidang lain seperti bidang spiritual, ekonomi, arkologi dll. Tentu saja tantangan seperti ini tidak boleh kita biarkan tanpa kritik, atau respons kritis dan kreatif yang dapat dengan baik menjawab tantangan- tantangan tersebut secara rasional dan elegan, dan tidak semata-mata bersifat dogmatis dan otoriter. Dan di sinilah beliau melihat bahwa filsafat Islam bisa berperan sangat aktif dan signifikan. b. Filsafat sebagai Pendukung Agama Berbeda dengan yang dikonsepsikan al-Ghazali, di mana filsafat dipandang sebagai lawan bagi agama, beliau (Mulyadhi Kartanegara) melihat filsafat bisa kita jadikan sebagai mitra atau pendukung bagi agama. Dalam
  23. 23. 23 keadaan di mana agama mendapat serangan yang gencar dari sains dan filsafat modern, filsafat Islam bisa bertindak sebagai pembela atau tameng bagi agama, dengan cara menjawab serangan sains dan filsafat modern terhadap agama secara filosofis dan rasional. Karena menurut hemat saya tantangan ilmiah-filosofis harus dijawab juga secara ilmiah-filosofis dan bukan semata-mata secara dogmatis. Dengan keyakinan bahwa Islam adalah agama yang menempatkan akal pada posisi yang terhormat, saya yakin bahwa Islam, pada dasarnya bisa dijelaskan secara rasional dan logis. Selama ini filsafat dicurigai sebagai disiplin ilmu yang dapat mengancam agama. Ya, memang betul. Apaalagi filsafat yang selama ini kita pelajari bukanlah filsafat Islam, melainkan filsafat Barat yang telah lama tercerabut dari akar-akar metafisiknya. Tetapi kalau kita betul-betul mempelajari filsafat Islam dan mengarahkannya secara benar, maka filsafat Islam juga adalah sangat potensial untuk menjadi mitra filsafat atau bahwan pendukung agama. Di sini filsafat bisa bertindak sebagai benteng yang melindungi agama dari berbagai ancaman dan serangan ilmiah-filosofis seperti yang saya deskrisikan di atas. Serangan terhadap eksistensi Tuhan, misalnya dapat dijawab dengan berbagai argumen adanya Tuhan yang telah banyak dikemukakan oleh para filosof Muslim, dari al-Kindi, Ibn Sina, Ibn Rusyd dll., seperti yang telah saya jelaskan antara lain dalam buku saya Menembus Batas Waktu. Serangan terhadap wahyu bisa dijawab oleh berbagai teori pewahyuan yang telah dikemukakan oleh banyak pemikir Muslim dari al-Ghazali, al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Taymiyyah, Ibn Rusyd, Mulla Shadra dll. B.6. Filsafat Islam di Indonesia a. Masa Lalu Filsafat Islam belum begitu dikenal di Indonesia, karena memang filsfat Islam baru diperkenalkan ke publik pada tahun 70-an oleh almarhum Prof. Dr. Harun Nasution dalam bukunya yang terkenal Falsafah & Mistisime dalam Islam,
  24. 24. 24 yang diterbitkan Bulan Bintang pada tahun 1973. Dalam buku ini pak Harun telah memperkenalkan 6 filosof Muslim yang terkenal yaitu al-Kindi, al-Razi, al- Farabi, Ibn Sina dan Ibn Rusyd, setelah sebelumnya ia membicarakan tentang “Kontak Pertama antara Islam dan ilmu pengetahuan serta falsafah Yunani.” Dalam buku ini pak Harun dengan singkat tetapi esensial memperkenalkan biografi dan ajaran para filosof Muslim tersebut, sehingga para mahasiswa Muslim, khususnya mahasiswa IAIN di seluruh Indonesia, telah menyadari keberadaan filsafat Islam yang sebelumnya hampir tidak pernah diperkenalkan kepada mereka. Dan dengan dijadikannya buku tersebut sebagai buku wajib, maka pak Harun boleh dikata telah berhasil memperkenalkan filsafat Islam di Indonesia ini. Tetapi karena buku ini merupakan satu-satunya buku yang digunakan dalam matakuliah filsafat Islam selama puluhan tahun, maka timbul kesan yang keliru bahwa seakan filsafat Islam hanya menghasilkan 6 orang filosof sebagaimana yang diperkenalkan oleh Pak Harun di atas. Untunglah pada tahun 1987 Pustaka Jaya telah menerbitkan sebuah buku terjemahan yang bagus dan komprehensif tentang filsafat Islam karangan Majid Fakhry yang berjudul Sejarah Filsafat Islam, yang diterjemahkan oleh (Mulyadhi Kartanegara), sehingga dengan demikian sadarlah kita bahwa filsafat Islam telah melahirkan bukan hanya 6 filosof, sebagaimana yang telah diperkenalkan oleh Pak harun, tetapi puluhan bahkan mungkin ratusan para filosof yang tidak kalah hebatnya daripada filosof- filosof yang telah diperkenalkan sebelumnya. Buku ini menjelaskan filsafat Islam dari sudut historis, yang meliputi paparan tentang perkembangan filsafat sebelum Islam, pada masa awal Islam, masa pertengahan dan masa modern. Dan buku ini telah menikmati posisi yang penting di universitas-universitas Islam, sebagai buku daras yang tak ada duanya pada saat itu. Mahasiswa Muslim sangat diuntungkan dengan kehadiran karya terjemahan ini, karena ia telah banyak mengubah persepsi yang keliru tentang filsafat Islam dari sudut lingkup, rentangan waktu, ajaran dll. Dengan buku ini pula kita menjadi sadar bahwa ternyata filsafat Islam tidak berhenti pada Ibn
  25. 25. 25 Rusyd sebagaimana dikesankan setelah membaca buku pak harun, tetapi terus hidup dan berlangsung hingga saat ini. b. Masa Kini Yang di maksud dengan masa kini, adalah kurang lebih periode sepuluh tahun terkahir dari sekarang. Pada saat ini kita telah menikmati banyak informasi tentang filsafat Islam. Diterjemahkannya buku yang diedit oleh M.M. Syarif yang berjudul, History of Muslim Philosophy secara parsial ke dalam bahasa Indonesia telah memperkaya khazanah filsafat Islam di Indonesia. Tetapi tambahan informasi yang sangat signifikan terjedi setelah penerbit Mizan menerjemahkan karya besar dalam sejarah filsafat Islam yang diedit oleh Nasr dan Oliver Leaman, yang berjudul A History of Islamic Philosophy ke dalam bahasa Indonesia, dengan judul Ensiklopedia Filsafat Islam (dua jilid). Berbagai karya filosofis yang lebih spesifik (misalnya yang membahas tentang pemikiran para filosof tertentu) juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti The Philosophy of Mulla Sadra yang ditulis oleh Fazlur Rahman, yang membahas beberapa aspek dari pemikiran Mulla Shadra, atau Knowledge and Illumination, karangan Hussein Ziai, yang membicarakan secara khusus filsafat iluminasi Suhrawardi. Namun sejauh ini, informasi ini lebih bersandar pada terjemahan dari karya asing, dan bukan karangan sarjana Muslim Indonesia sendiri. Sedikit sekali karya filsafat Islam yang ditulis oleh para penulis negeri ini. Ada misalnya buku 5 tentang Suhrawardi yang ditulis oleh sdr Amroeni, khususnya kritik Suhrawardi terhadap filsafat peripatetik,atau yang ditulis oleh M. Iqbal tentang Ibn Rusyd, sebagai bapak rasionalisme. Namun tulisan-tulisan tersebut masih bersifat studi tokoh, dan pada dasarnya diadaptasi dari sebuah tesis atau disertasi. Tidak banyak penulis Muslim Indonesia yang menulis buku pengantar terhadap filsafat Islam yang bersifat independen, kecuali pak Haidar Bagir dengan Buku Saku Filsafat Islam-nya, dan beliau (Mulyadhi Kartanegara) sendiri dengan Gerbang Kearifan-nya.
  26. 26. 26 C.1.Kesimpulan Dunia Islam telah berhasil membentuk suatu filsafat yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam sendiri. Filsafat Islam segala bentuk pemikiran ilmuwan muslim yang mendalam secara teoritis maupun empiris, bersifat universal yang berlandaskan Wahyu. Filsafat Islam merupakan pengembangan filsafat Plato dan Aristoteles yang telah dilandasi dengan ajaran Islam dan memadukan antara filsafat dan Agama, filsafat yang berciri religius dan berusaha sekuat tenaga memasukkan teks agama dengan akal. Filsafat Islam : - Berfilsafat menggunakan akal dan bersandar pada Wahyu. - Ruang lingkup pembahasannya yang abstrak maupun konkrit, fisik maupun metafisik. - Berfilsafat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memahami realitas alam. - Berfilsafat dimulai dengan keimanan kepada Allah Dapat disimpulkan, dari lahirnya para tokoh filsafat islam yang menjadi sebab adanya karya-karya mereka yang banyak, merupakan hal yang membanggakan bagi khazanah keilmuan islam. Sayangnya saja, karya-karya mereka yang banyak itu tidak kita temui secara keseluruhan pada saat ini, karena terjadinya keadaan-keadaan yang menyulitkan para filosof, seperti halnya kejadian yang menimpa ibnu rusyd yang karya-karyanya di bakar. Tapi, bukan berarti kita tidak dapat mempelajari karya-karya mereka yang tersisa saat ini, kita juga dapat mempelajari karya-karya filosof yang lahir setelah mereka dan dengan sebab ini pula banyak karya-karya baru yang mereka tuliskan sehingga kita sebagai orang muslim tidak kehilangan akan khazanah keilmuan berkat jerih payah mereka.
  27. 27. 27 Kejayaan Islam masa lalu merupakan bagian kehidupan sejarah umat muslim yang tidak mungkin dilupakan. Dalam kehidupan yang semakin mengglobal ini menjadi tidak mungkin dijalankan syariat Islam menjadi konstitusi negara ketika Muslim menjadi minoritas; juga bila Islam menjadi mayoritas, dapatkan Islam menerapkan hukum syar‟i Islam sebagai konstitusi negara kepada non Muslim? Karena itu berarti membatasi kebebasan individu. Perlu dibangun aturan-aturan hukum yang universal, sehingga tidak meninggalkan Al-Quran. Al- Quran memang bersifat ilahiyah, sehingga jangan ditinggalkan; tetapi syari‟ah merupakan produk interpretasi manusiawi, sehingga dapat diperbaharui terus.
  28. 28. 28 DAFTAR PUSTAKA Ahmad,Hanafi.1996. Pengantar Filsafat Islam.Jakarta : Bulan Bintang Muhammad Yusuf Musa.1945.falsafat al-Ahklaq fi al-Islam, Kairo: Dar al-A‟raf, Nasution Hasyimsyah.1998.filsafat islam, Jakarta : Gaya media Pratama Prof. Dr. H. Sirajuddin Zar, M.A.2004. filsafat islam, filosof dan filsafatnya.Jakarta: Rajawali pers Sudarsono.2001.Ilmu Filsafat – Suatu Pengantar, Jakarta : Rineka Cipta Supriyadi, Dedy M.Ag. 2009.Pengantar Filsafat Islam (Konsep,Filsuf,dan Ajarannya).Bandung : CV Pustaka Setia. 2013.http://semilicity.wordpress.com/2009/04/24/definisi-filsafat-islam/ , diakses tanggal 13 April 2013 (Sumber dari Internet) 2013.http://islamiccenter.upi.edu/2011/02/pengaruh-filsafat-islam-dan-iptek- islam-di-eropa/ , diakses tanggal 13 April 2013 (Sumber dari Internet) 2013.http://paisnews.blogspot.com/2009/01/perbandingan-filsafat-barat-dan- islam.html, diakses tanggal 13 April 2013 (Sumber dari Internet)

×