20.wiwin draini (06111404020)

915 views
842 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
915
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
64
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

20.wiwin draini (06111404020)

  1. 1. Dosen Pembimbing Drs. DidiTahjuddin, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS SRIWIJAYA Wiwin Draini (06111404020) PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUS
  2. 2. Pengertian Silabus Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang implementasi kurikulum, yang mencakup kegiatan pembelajaran, pengelolaan kurikulum berbasis sekolah, kurikulum dan hasil belajar, serta penilaian berbasis kelas.
  3. 3. Silabus merupakan kerangka inti dari setiap kurikulum yang memuat tiga komponen utama sebagai berikut : 1. Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran. 2. Kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan/membentuk kompetensi tersebut. 3. Upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik.
  4. 4. Tiga Cara Pengembangan Silabus 1. Mengembangkan silabus sendiri. Sekolah yang sudah mampu mengembangkan, dan didukung oleh sumber daya, sumber dana, serta fasilitas dan lingkungan yang memadai. 2. Menggunakan model silabus yang dikembangkan oleh BSNP. Bagi sekolah yang belum mampu mengembangkannya secara mandiri. 3. Menggunakan atau memotokopi silabus dari sekolah lain. Bagi sekolah yang belum mampu mengembangkannya secara mandiri.
  5. 5. Tujuh Prinsip Dasar Pengembangan Silabus 1) Relevansi artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesulitan, serta urutan penyajian materi dan kompetensi dasar dalam silabus sesuai dengan karakteristik peserta didik. 2) Fleksibilitas artinya bahwa Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan kebutuhan masyarakat. 3) Kontinuitas mengandung arti bahwa setiap program pembelajaran yang dikemas dalam silabus memiliki keterkaitan satu sama lain dalam membentuk kompetensi dan kepribadian peserta didik.
  6. 6. 4) Efektivitas adalah yang dapat diwujudkan dalam pembelajaran dikelas. Keefektifan silabus dapat dilihat dari kesenjangan yang terjadi antara silabus sebagian kurikulum tertulis dengan silabus yang dapat dilaksanakan dalam pembelajaran. 5) Efisiensi dalam pengembangan silabus berkaitan dengan upaya untuk menghemat penggunaan dana, daya, dan waktu tanpa mengurangi hasil atau kompetensi dasar yang ditetapkan.
  7. 7. 6) Konsistensi mengandung arti bahwa antara standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memiliki berhubungan yang konsisten (ajeg) dalam membentuk kompetensi peserta didik. 7) Memadai mengandung arti bahwa ruang lingkup indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian
  8. 8. Lima Langkah Penting Pengembangan silabus 1. Perencanaan. Dalam perencanaan ini harus mengumpulkan informasi dan referensi, serta mengidentifikasi sumber belajar yang sesuai untuk pengembangkan silabus. 2. Pelaksanaan. Pengembangan silabus dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. mengisi kolom identitas b. mengkaji dan menganalisis standar kompetensi c. mengkaji dan menentukan kompetensi dasar d. merumuskan indikator keberhasilan e. mengidentifikasi materi standar f. mengembangkan pengalaman belajar (standar proses) g. menentukan penilaian (standar penilaian) h. alokasi waktu i. memilih dan menetapkan sumber belajar
  9. 9. 3. Penilaian Penilaian silabus harus dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan menggunakan model-model penilaian. 4. Revisi Revisi ini pada hakikatnya perlu dilakukan secara kontinu dan kerkesinambungan, sejak awal penyusunan draf sampai silabus tersebut dilaksanakan dalam situasi belajar yang sebenarnya.
  10. 10. 5. Pengembangan silabus berkelanjutan. pengembangan silabus merupakan suatu siklus yang berkesinambungan dan dilakukan secara terus menerus, disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kondisi lingkungan, kebutuhan masyarakat, perkembangan zaman, serta perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.
  11. 11. 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar, dilihat dalam dokumen standar isi, sesuai dengan mata pelajaran masing- masing. SKKD berfungsi untuk mengarahkan guru dan fasilitator pembelajaran, mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran. 2. Materi Standar berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada peserta didik dan guru/fasilitator tentang apa yang harus dipelajari dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan. Tujuh Komponen Utama Silabus
  12. 12. 4. Kegiatan Pembelajaran berfungsi untuk mengarahkan peserta didik dan guru dalam membentuk kompetensi dasar. 5. Indikator adalah prilaku yang dapat diukur dan atau observasi untuk menunjukkan ketercapaaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
  13. 13. 6. Penilaian berfungsi sebagai alat dan strategi untuk mengukur keberhasilan belajar peserta didik. 7. Alokasi Waktu adalah waktu pembelajaran efektif atau jumlah jam setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk semua mata pembelajaran termasuk muatan local, ditambah jumlah jam untuk kegiatan. 8. Sumber Belajar berfungsi untuk mengarahkan peserta didik dan guru mengenai sumber-sumber belajar yang relavan untuk dikaji dan didayagunakan untuk membentuk kompetnsi peserta didik
  14. 14. a. Silabus KTSP harus mencakup : b. Standar Kompetensi c. Kompetensi Dasar d. Indikator e. Materi Pembelajaran f. Kegiatan Belajar/Pembelajaran g. Penilaian h. Alokasi Waktu i. Sumber Belajar Format Silabus
  15. 15. Sumber: Prof. Dr. H.E.Mulyasa,M.Pd. 2009.Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
  16. 16. TERIMAKASIH

×