Profesi Kependidikan
“ Supervisi Pendidikan “
Oleh : Fitriya ( 06111404013)
Dosen Pengasuh : Drs. Didi Tahyudin.M.Pd
FAKUL...
Supervisi adalah usaha untuk memperbaiki situasi belajar
mengajar, artinya supervisi sebagai bantuan bagi guru dalam
menga...
Menurut Swearingen, fungsi Suvervisi Pendidikan adalah :
Mengkoordinir semua usaha sekolah , memperlengkapi
kepemimpinan s...
2. Permasalahan Supervisi Pendidikan
Supervisis yang bermakna kurang realitas, disebabkan oleh :
1. Supervisi disamakan de...
Secara umum,tujuan Supervasi
Pendidikan adalah untuk
membantu guru dalam
meningkatkan kemampuannya
agar menjadi guru yang ...
Menurut Sergiovanni dan Starrat (1983:8), prinsip yang mengatur
pelaksanaan Supervisi adalah:
1. Administrasi biasanya ber...
8. Supervisi yang baik adalah yang kreatif, tidak pereskriptif, dilaksanakan
dengan tertib, direncanakan secara koperatif,...
4. Teknik-teknik Supervisi Pendidikan
Adapun teknik Supervisi terdiri dari :
1) teknik individual dalam rangka penbgembang...
Teknik-teknik supervisi yang
dipandang bermanfaat oleh Sutisna (
1983:226) yaitu:
1. Kunjungan Kelas. Kunjungan
kelas yang...
5. Kunjungan Kelas antar Guru. Biasanya kunjungan ini
direncanakan atas permintaan guru-guru.
6. Pengembangan Kurikulum.
7...
5. Pengembangan dan Pembinaan Guru
Guru harus melalui pendidikan pra jabatan dan setelah menjadi
guru melakukan pemelihara...
Model In-Service Education, menurut Peter. F. Olivia
Planning
impleme
ntation
Evaluati
on
Applica
tion
Evaluati
on
In-Serv...
1. Semua personel sekolah memerlukan in-service sepanjang kariernya
2. perkembangan praktek lapangan pendidikan meminta pe...
9. Kepala sekolah secara kreatif dan
inovatif mengadopsi model
pengembangan staf yang baru untuk
program sekolah secara ko...
Ada 10 tugas Supervisor menurut Ben. M. Haris (1985)
yaitu:
1. Mengembangkan kurikulum
2. Pengorganisasian Pengajaran
3. P...
a. Tujuan Umum
> pembentukan profesionalguru yang bermaksud untuk menunjang
pembaharuan pendidikan serta untuk memerangi k...
Adapun syarat Seorang Supervisor yang baik antara
lain yaitu :
1. Mempunyai keyakinan bahwa guru memilki kemampuan untuk
m...
Agar proses supervisi klinis dapat berjalan dengan baik
dan lancar, maka perlu kriteria serta teknik tertentu.
Adapun hal ...
> Kinerja dan teknik fungsi balikan dan
hubungannya dengan supervisi klinis adalah
untuk menolong guru memperhatikan
perub...
Keputusan Mendikbud No. 020/u/1998 tentang
petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas
sekolah dan angka kredi...
Sumber Bacaan:
Sagala, Syaiful. 2006. Administrasi
Pendidikan Kontemporer.
Bandung : Alfabeta
> Terima Kasih atas
partisipasi semuanya..
> Semoga materi ini
bermanfaat untuk
kita semua..........^ _^
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

13.fitrya (06111404013)

590 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
590
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

13.fitrya (06111404013)

  1. 1. Profesi Kependidikan “ Supervisi Pendidikan “ Oleh : Fitriya ( 06111404013) Dosen Pengasuh : Drs. Didi Tahyudin.M.Pd FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013
  2. 2. Supervisi adalah usaha untuk memperbaiki situasi belajar mengajar, artinya supervisi sebagai bantuan bagi guru dalam mengajar guna untuk membantu membantu siswa agar lebih baik lagi dalam mengajar. Konsep Supervisi yaitu adanya kebutuhan sesuatu dalam landasan pengajaran dengan cara membimbing guru, memilih metode mengajar dan mempersiapkan guru untuk mampu melaksanakan tugasnya dengan kreativitas yang tinggi dan otonom sebagai guru, sehingga pertumbuhan jabatan guru terus berlangsung. Mengapa Suvervasi Pendidikan diperlukan ? Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu : Berkembangnya science dan teknologi, adanya tuntutan HAM, pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran yang tidak merata, suburnya birokrasi dan sistem yang bertingkat, membantu dan membina guru-guru yang kurang bermutu, pertumbuhan jabatan, peraturan an tuntutan negara, kultural, filosofis, psikologis, dan sosiologis. 1. Konsep Supervisi
  3. 3. Menurut Swearingen, fungsi Suvervisi Pendidikan adalah : Mengkoordinir semua usaha sekolah , memperlengkapi kepemimpinan sekolah, memperkuat pengalaman Guru, menstimulasi usaha-usaha yang kreatif, memberikan fasilitas dan penilaian terus-menerus, menganalisa situasi belajar mengajar, memberikan pengetahuan kepada setiap anggota mengintegrasikan tujuan pendidikan, dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar. Sedangkan peranan Suvervisi pendidikan adalah korektif, prekonstruktif, dan kreatif dengan sasaran memperbaiki situasi belajar mengajar dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Untuk memperoleh pengajaran yang baik maka perlu ada sistem Supervisi yang efektif pula, artinya :  supervisi merupakan usaha untuk membantu dan melayani guru dalam meningkatkan kemampuan keguruannya Supervisi tidak langsung diarahkan kepada murid tetapi kepada guru yang membina Supervisi tidak bersifat direktif (mengarahkan) tetapi lebih banyak bersifat konsultatif (memberi dorongan, saran dan bimbingan)
  4. 4. 2. Permasalahan Supervisi Pendidikan Supervisis yang bermakna kurang realitas, disebabkan oleh : 1. Supervisi disamakan dengan controlling /pekerjaan mengawasi, supervisor lebih banyak mengawasi dari pada berbagai ide pengalaman. 2. Kepentingan dan kebutuhan supervisi bukannya datang dari para guru, melainkan supervisor itu sendiri menjalankan tugasnya 3. Supervisor sendiri mungkin tidak tahu apa yang akan diamati dan dinilainya, sedangkan guru juga tidak mempunyai pengetahuan apa yang diamati dan di nilai supervisor. Akibatnya data pengamatan jelas nampak tidak sistematis dan bersifat sangat subjektif dan tidak jelas 4. Pada pihak lain kebanyakan guru tidak sauka disupervisi walaupun hal itu merupakan bagian dari proses pendidikan
  5. 5. Secara umum,tujuan Supervasi Pendidikan adalah untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuannya agar menjadi guru yang lebih baik di dalam melaksanakan pengajran. Supervisi pendidikan memilki 2 karakteristik, yaitu : (1)Bersifat Terapan (2) Melibatkan aktivitas manusia dengan menempatkan keperluan yang unik pada inquiri dan pengembangan bagi praktek supervisi tersebut. Adapun yang menjadi prinsip supervisi pendidikan antara lain , yaitu : > ilmiah yang berarti bersifat sistematis (yang dilaksanakan tersusun, kontiniu, teratur, objektif, demokratis, kooperatif, menggunakan alat, konstruktif serta kreatif. > Supervisi juga harus progresif, berani melangkah maju, sera mendapat dukungan dari pihak Eksekutif dan Legislatif 3. Tujuan serta Prinsip Supervisi
  6. 6. Menurut Sergiovanni dan Starrat (1983:8), prinsip yang mengatur pelaksanaan Supervisi adalah: 1. Administrasi biasanya berkenaan dengan pemberian fasilitas material dan pelaksanaannya 2. Supervisi pendidikan biasanya berkenaan dengan perbaikan pembelajaran 3. Secara fungsional administrasi dan supervisi tidak terpisahkan satu sama lain, keduanya dalam sistem pendidikan saling berkoordinasi, saling melengkapi, saling berhubungan dan mempertemukan fungsi-fungsinya dalam operasional pendidikan 4. Supervisi yang baik didasarkan pada filsafat, demokrasi dan ilmu pengetahuan 5. Supervisi yang baik akan mengembangkan metode dan sikap ilmiah sejauh hal itu dapat diaplikasikan kedalam proses sosial pendidikan yang dinamis, menggunakan ilmu pengetahuan dalam proses belajar dan pembelajaran 6. Supervisi yang baik akan mengembangkan proses pemecahan masalah yang dinamis dalam mempelajari, memperbaiki, dan mengevaluasi proses dan produknya
  7. 7. 8. Supervisi yang baik adalah yang kreatif, tidak pereskriptif, dilaksanakan dengan tertib, direncanakan secara koperatif, dan dilakukan dalam rangkaian aktivitas 9. Supervisi yang baik dilakukan secara profesional dan melakukan penilaian berdasarkan hasil yang terjamin. Sedangkan prinsip-prinsip yang mengatur tujuan supervisi menurut Sergiovanni dan Starrat (1983:9) adalah : 1. Tujuan akhir supervisi adalah pertumbuhan murid dan pada akhirnya perbaikan masyarakat 2. Tujuan umum supervisi pendidikan adalah mensuplay kepemimpinan dalam menjamin kelanjutan dan kekonstanan adaptasi ulang dalam program pendidikan melalui suatu tahun periode 3. Tujuan jangka menengah supervisi adalah kerjasama untuk mengembangkan suasana yang menyenangkan bagi pembelajaran. Artinya pelaksanaan supervisi menggunakan metode-metode yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan juga kualitas belajar murid
  8. 8. 4. Teknik-teknik Supervisi Pendidikan Adapun teknik Supervisi terdiri dari : 1) teknik individual dalam rangka penbgembangan proses belajar mengajar meliputi Kunjungan Kelas, Observasi Kelas , Percakapan Pribadi, Saling Mengunjungi Kelas, dan Menilai Diri Sendiri 2) teknik supervisi kelompok dalam rangka pengembangan staf , meliputi : Pertemuan Orientasi Bagi Guru Baru, Panitia Penyelenggara, Rapat Guru, Studi Guru, Diskusi Sebagai Proses Kelompok, Tukar Menukar Pengalaman, Lokakarya, Diskusi Panel, Seminar, Simposium, Demonstration Teaching, Perpustakaan Jabatan, Buletin Supervisi, Membaca Langsung, Mengikuti Kursus, Organisasi Jabatan, Curriculum Laboratory, Serta Perjalanan Sekolah.
  9. 9. Teknik-teknik supervisi yang dipandang bermanfaat oleh Sutisna ( 1983:226) yaitu: 1. Kunjungan Kelas. Kunjungan kelas yang dilakukan Kepala Sekolah/pengawas adalah teknik yang efektif untuk mengamati guru bekerja, alat, metode, dan teknik mengajar tertentu yang dipakainya serta untuk mempelajari situasi belajar secara keseluruhan dengan memperhatikan semua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan murid. 2. Pembicaraan Individual, adalah teknik yang sangat penting karena kesempatan yang diciptakannya bagi Kepala Sekolah untuk bekerja secara individual dengan guru sehubungan dengan masalah profesional pribadinya 3. Diskusi Kelompok. Dengan diskusi ini dimaksud suatu kegiatan dimana sekelompok orang berkumpul dalam situasi bertatap muka dan melalui interaksi lisan bertukar informasi/berusaha untuk mencapai suatu keputusan tentang masalah- masah bersama. Kegiatan diskusi yang dapat dilakukan seperti : Diskusi Panel, Seminar, Lokakarya, Konferensi, Kelompok Studi, Pekerjaan Komisi dan kegiatan lain yang bertujuan untuk bersama-sama membicarakan dan menilai masalah- masalah tentang pendidikan dan pengajaran. 4. Demonstrasi Pengajar. Rencana demonstrasi yang telah disususn dengan teliti dan dicetak lebih dahulu dengan menekankan pada hal yang dianggap penting /nilai pada teknik mengajar tertentu.
  10. 10. 5. Kunjungan Kelas antar Guru. Biasanya kunjungan ini direncanakan atas permintaan guru-guru. 6. Pengembangan Kurikulum. 7. Buletin Supervisi, adalah alat komunikasi yang efektif, berisi pengumuman-pengumuman, ikhtisar tentang penelitian, analisis presentasi dalam pertemuan-pertemuan organisasi profesional, dan perkembangan dalam berbagai bidang studi 8. Perpustakaan Profesional, menyediakan sumber informasi yang sangat membantu pertumbuhan profesional personil mengajar disekolah, serta suatu rangsangan bagi kepuasaan pribadi. 9. Lokakarya, menyediakan kesempatan untuk bekerja sama dalam mempertemukan ide-ide untuk mendiskusikan masalah khusus/bersama serta untuk pertumbuhan pribadi dan profesional dalam berbagai bidang studi. 10. Survei Sekolah Masyarakat. Suatu studi yang komprehensip tentang suatu masyarakat akan membantu guru dan kepala sekolah untuk memahami lebih jelas jenis perwakilan sekolah yang akan memenuhi kebutuhan dan kepentingan murid.
  11. 11. 5. Pengembangan dan Pembinaan Guru Guru harus melalui pendidikan pra jabatan dan setelah menjadi guru melakukan pemeliharaan jabatan. Tugas Supervisor untuk memperbaiki kesempatan belajar bagi keuntungan murid dengan peran guru, dan pengembangan staf. Prencanaan kegiatan pengembangan staf adalah metode utama perbaikan pengajaran bagi Supervisor. Pengadaan staf dan pendidikan in- service sangat erat kaitannya. Pelaksanaan pelatihan (Penataran) merupakan salah satu pemecahan masalah dengan memodifikasi perilaku anggota staf. Pengkaitan antara pengadaan staf dengan pendidikan in-service dimaksudkan untuk perbaikan pengajaran , sehingga dilakukan pemilihan, pengangkatan, penugasan atau penguasaan kembali, dan berbagai jenis latihan lainnya.
  12. 12. Model In-Service Education, menurut Peter. F. Olivia Planning impleme ntation Evaluati on Applica tion Evaluati on In-Service Education bagian dari pengembangan staf dibagi dalam 2 kategori yaitu, Staffing yang terdiri dari kegiatan (Selecting, Assigning, Evaluating, Reticing, dan Dismissing Staf) dan Training.
  13. 13. 1. Semua personel sekolah memerlukan in-service sepanjang kariernya 2. perkembangan praktek lapangan pendidikan meminta pertimbangan waktu dan hasil sistematis memerlukan pengembangan staf. 3. in-service education mempunyai damp[ak meningkatkat kualitas program sekolah dan profesionalitas personelnya. 4. perlunya motivasi belajar dimana mereka percaya ada kontrol dalam belajarnya. 5. educator berbeda-beda dalam kompetensi profesional, kesiapan, dan pendekatan. 6. pertumbuhan profesional perorangan maupun kelompok memerlukan kesepakatan norma 7. organisasi yang sehat memerlukan faktor iklim sosial, kepercayaan komunikasi terbuka, dan dorongan sejawat mengembangkan program profesionalnya 8. lembaga sekolah sebagai unit belajar bertanggung jawab menyediakan sumber dan kebutuhan latihan staf sekolah Berikut ini Asumsi Pentingnya In-Service Education, yaitu:
  14. 14. 9. Kepala sekolah secara kreatif dan inovatif mengadopsi model pengembangan staf yang baru untuk program sekolah secara kontinu. 10. in-service education adalah program yang dilaksanakan berdasarkan penelitian, teori, dan praktek pendidikan yang baik Tugas superviusor adalah: menstimulir guru-guru agar mempunyai keinginan menyelesaikan problema pengajaran dan mengembangkan kurikulum, menidentifikasi kebutuhan guru sebagai bahan in- service dan survey sebagai pemintaan dan observasi. Merencanakan langkah-langkah pelaksanaan dan mengevaluasi In-service program, dengan mengembangkan rencana pengajaran untuk pengembangan staf membuat komponen penetahuan dan fasilitas yang digunakan . Kemudian mencatat partisipasi guru-guru dan sukses keberhasilan in-service. Oleh karena itu tugas besar bagi pemimpin pengajaran adalah merubah guru-guru dari “ apatis menjadi dinamis” dari tidak mampu menjadi berkemampuan, dari tak perduli menjadi peduli dari yang semberono menjadi cermat, kritis, dan mengerti akan tugas-tugasnya sebagai guru. Pengembangan staf dan in-service education supervisor adalah pemimpin dalam program pengembangan guru.
  15. 15. Ada 10 tugas Supervisor menurut Ben. M. Haris (1985) yaitu: 1. Mengembangkan kurikulum 2. Pengorganisasian Pengajaran 3. Pengadaan Staf 4. Menyediakan Fasilitas 5. Penyediaan bahan-bahan, memilih dan mendesain bahan- bahan yang digunbakan dan di implementasikan untuk pengajaran 6. Penyusunan penataran pendidikan 7. Pemberian orientasi anggota-anggota staf 8. Pelayanan murid 9. Hubungan masyarakat 10.Penilaian Pengajaran terhadap Perencanaan Pengajaran 6. Tugas Supervisi Pengajaran
  16. 16. a. Tujuan Umum > pembentukan profesionalguru yang bermaksud untuk menunjang pembaharuan pendidikan serta untuk memerangi kemerosotan pendidikan terutama harus dimulai dengan cara mengajar guru dikelas. Adapun kegiatan pokok dalam Supervisi Klinis ,yaitu: pertemuan pendahuluan, observasi mengajar, dan memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajar guru dikelas. b. Tujuan Khusus > menyediak guru suatu balikan yang objektif dari kegiatan mereka yang baru saja menjalankan > mendiagnosis, memecahkan/membantu masalah mengajar > membantu mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar > sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan, pro, atau pekerjaan mereka. > membantu guru mengembangkan ..positif terhadap pengembangan diri secara terus-menerus dalam profesi mereka secara mandiri > perhatian untama pada kebutuhan guru 7. Tujuan Supervisi Klinis
  17. 17. Adapun syarat Seorang Supervisor yang baik antara lain yaitu : 1. Mempunyai keyakinan bahwa guru memilki kemampuan untuk memecahkan masalah sendiri dan mengembangkan dirinya 2. Berkeyakinan bahwa guru mempunyai kebebsan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkan 3. Memiliki kemampuan untuk menanyakan kepada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keyakinan atas dirinya 4. Mempunyai komitmen dan kemampuan untuk membuat rekan gurunya merasa penting, dihargai dan maju 5. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab dengan semua orang 6. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfaatkan pengalaman-pengalaman guru sebagai sumber membuatnya berusaha mencapai tujuan 7. Memiliki antusiasme dan keyakinan atas Supervisi Klinis sebagai proses kegiatan yang terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru 8. Mempunyai keterampilan dalam berkomunikasi, mengobservasi dan menganalisis tingksh laku guru mengajar 9. Mempunyai komitmen untuk terus memperdalam supervisinya
  18. 18. Agar proses supervisi klinis dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka perlu kriteria serta teknik tertentu. Adapun hal yang harus diperhatikan antara lain,yaitu: 1. Kelengkapan catatan 2. fokus 3. menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru 4. mencatat komentar walaupun proses pencatatan harus seobjektif mungkin, tujuannya agar tidak terlipakan 5. pola pengajaran harus bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku pengajaran tertentu dari guru 6. membuat guru tidak gelisah 8. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis
  19. 19. > Kinerja dan teknik fungsi balikan dan hubungannya dengan supervisi klinis adalah untuk menolong guru memperhatikan perubahan atau peningkatan dalam tingkah laku mengajarnya. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar mengajar. Balikan merupakan suatu cara dan alat untuk memberikan pertolongan kepada guru yang mengalami kesulitan baik aspek pedagogik maupun materi pelajaran.
  20. 20. Keputusan Mendikbud No. 020/u/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya menegaskan bahwa “ pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan pengawasan pendidikan disekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah. Jabatan fungsional yang tertera dalam Struktur Organisasi Tata Kerja (STOK) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota adalah pengawas sekolah yang melaksanakan tugasnya atas koordinasi Korwas dan melaporkanhasilnya kepada kepala dinas. 8. Teknis Fungsional (Jabatan Fungsional)
  21. 21. Sumber Bacaan: Sagala, Syaiful. 2006. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung : Alfabeta
  22. 22. > Terima Kasih atas partisipasi semuanya.. > Semoga materi ini bermanfaat untuk kita semua..........^ _^

×