Your SlideShare is downloading. ×
0
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Bab 2 mengenal allah (1)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Bab 2 mengenal allah (1)

1,463

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,463
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
62
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Isi: I. Siapakah Allah ? II. Pentingkah Mengenal Allah? III. Bagaimana Mengenal Allah? IV. Siapakah Kita Dihadapan Allah? V. Apa yang Kita Lakukan Setelah Mengenal Allah?     Paket Pengajaran MHB – GPPI PONDOK DAUD BAB IV : PANGGILAN MENJADI MURID
  • 2.  Setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita perlu mengenal lebih dalam lagi siapakah Allah yang berdiam di dalam hati kita. Dengan kita mengenal Allah maka kita dapat lebih dalam lagi mengasihi Dia. 1. Allah adalah Pencipta Langit & Bumi
  • 3. 2. Allah adalah Allah yang penuh dengan kasih (Yohanes 3:16)  Betapa besar kasihNya kepada kita sehingga Dia tidak menyayangkan nyawaNya bagi sahabat- sahabatNya. Kasih Tuhan adalah kasih yang tanpa pamrih dan penuh pengorbanan. Dia ditikam, dicambuk bahkan diremukkan oleh karena kejahatan kita.  Dia mau menanggung semua ini demi kita, orang berdosa supaya kita bisa kembali lagi kepada Allah. Dia tidak dapat tidak mengasihi kita karena Allah adalah kasih.
  • 4. 3. Allah adalah Allah yang setia (I Tesalonika 5:24, Mazmur 145:13, Ulangan 7:9)  Bukti kesetiaan Allah adalah Dia memberikan Roh KudusNya diam di dalam kita yang selalu bersama-sama dengan kita. Kemana saja kita pergi Dia selalu setia menemani kita selama 24 jam. Dia setia dan tidak pernah berdusta dalam perkataanNya. Apa saja yang Dia katakan dan janjikan pastilah digenapi.
  • 5. 4. Allah adalah Maha Pengampun (Mazmur 103:9,10, I Yohanes 1:9, Roma 4:7-8)  Jika kita mau mengakui dosa-dosa kita, maka Allah setia dan adil. Dia akan mengampuni segala dosa kita dan tidak akan mengingat-ingat lagi kesalahan kita dan tidak dibalaskannya setimpal dengan kesalahan kita.
  • 6. 5. Allah itu Maha Adil (Mazmur 7:12a; 11:7; 98:9)  Disatu pihak, Allah yang Maha Kasih mau dan bisa mengampuni.Tetapi di lain pihak, Dia tidak bisa begitu saja mengampuni, karena terkait dengan Maha AdilNya yang harus menghukum si pendosa dan tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Keluaran 34:7b).
  • 7.  Sebagai Allah yang Maha Adil dan Maha suci, setitik dosa pun harus dipertanggung-jawabkan dalam “prosedur penghakiman” yang paling konsekuen.  Allah tidak bisa menyangkal Dirinya sendiri. Dia yang Maha Adil dan Maha Suci menuntut keadilan dan kesucian absolute.
  • 8.  Dia tidak mungkin maha Adil apabila hanya sekedar melupakan atau membiarkan kesalahan seseorang tanpa mempertanggungjawabkannya dengan suatu harga yaitu penebusan oleh darah anak domba Allah yang telah dicurahkan diatas kayu salib. Sebab jikalau Allah mengampuni semata- mata karena Maha Kasih-PenyayangNya, maka tentulah Ia tidak Adil.
  • 9.  Jadi karena kita mengakui dosa kita dan mau datang kepadaNya memohon pengampunanNya, maka Dia Allah yang setia dan adil akan mengampuni segala dosa kita & akan menyucikan kita dari segala kejahatan kita. 6. Allah itu Kudus (Yosua 24:19, Wahyu 15:4)  Kudus ialah sifat Allah yang membuat-Nya tidak bisa berkompromi dengan dosa apa pun, sekecil apa pun.
  • 10. Mana bisa manusia menghadap Allah yang mahasuci dengan dosa, sekalipun itu kecil sekali.  Allah memang mengampuni orang berdosa, tetapi Ia menghukum dosa. Siapa yang berdosa, ada pengampunan. Tetapi jangan lupa, Allah murka terhadap dosa.  Kekudusan Allah menuntut manusia harus hidup kudus. Oleh karena Dia kudus maka kita harus kudus. Dan tanpa kekudusan tidak ada seorangpun yang dapat melihat Allah
  • 11. 7. Allah itu Maha Hadir (Mazmur 19:7,8)  Karena kita tahu Allah itu Maha Hadir maka senantiasa ada pertolongan, perlindungan dan juga penyertaanNya bagi kita, sehingga kita tidak perlu takut dan gentar menghadapi hari-hari yang kita lalui.  Allah Maha Hadir berarti Dia selalu melihat kita. Apapun yang kita lakukan Dia melihatnya dan tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Kesadaran akan kehadiran Tuhan ini akan membuat kita takut melakukan dosa.
  • 12. 8. Allah itu Maha Kuasa (Yeremia 32:2,37, Mazmur 68:35,36)  Dia adalah allah pencipta langit, bumi dan segala isinya. Dengan kuasaNya kita dapat mengalahkan dunia (Yohanes 16:33), mengalahkan iblis (Kolose 2:5, Ibrani 2:14), melakukan mujizat (Matius 10:1, Markus 16:17,18).  Dengan kuasaNya kita dapat melihat hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin bagi kita orang yang percaya kepadaNya.
  • 13.  Dengan kuasaNya kita dapat menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan.  Kita harus membebaskan orang-orang dari perbudakan sebab itu ketika kita pergi memberitakan Injil, maka kuasa yang dasyat itu akan membebaskan semua orang yang terbelenggu sehingga mereka dimerdekakan dan kuasa yang besar itulah yang menyertai kita sampai kepada kesudahan jaman.
  • 14. 9. Allah adalah Allah yang memberkati (Yesaya 60:5, Ulangan 28:1,2,15-17)  Dia adalah gembala yang baik sehingga tidak kekurangan suatu apapun orang yang percaya kepadaNya. Dia berjanji akan memberkati kita. Bahkan dalam keadaan kritispun Tuhan memberkati kita dan kita akan menjadi berkat bagi orang lain.  Sebaliknya kalau kita tidak mendengarkan suara Tuhan maka kutuk akan datang kepada kita. Jadi kuncinya kita harus mendengarkan suara Tuhan.
  • 15.  Berkat Tuhan lebih menunjuk pada hidup secara keseluruhan. Bukan terbatas pada hal-hal material belaka. Namun juga berkat-berkat rohani akan kita terima. Misalnya kita akan menerima damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiran kita, sukacita yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini serta kesehatan dan kesejahteraan.
  • 16.  Betapa kita beruntung punya Tuhan yang sekaligus menjadi Sumber berkat kita.Bahkan Tuhan itu memberkati kita pada waktu kita tidur.  I. B. Ambil waktu sejenak, saat teduh, dipimpin pengajar modul ini agar masing- masing murid dapat merenungkan siapakah Allah bagi masing-masing murid.
  • 17.  Penting! Dengan mengenal Allah maka kita mengetahui Dialah satu-satunya yang dapat memberi kehidupan kepada kita.  Pengenalan akan Allah jauh lebih mulia dari apapun juga sebab Dialah Allah dan tidak ada yang lain (Keluaran 3:4, Hosea 6:3). Jika kita mengenal Allah dengan sungguh-sungguh maka akan timbul cinta kasih dan hormat kita kepadaNya.
  • 18.  Semakin mengenal Allah, maka kita semain mengasihi Dia. Jika kita rindu mengenal Allah maka Dia pasti datang untuk menyatakan DiriNya (Filipi 3:8, Hosea 6:6).
  • 19. Cara mengenal Allah adalah dengan: 1. Berdoa (Matius 7:7,8)  Doa adalah satu-satunya jalan yang Allah buat untuk kita dapat bertemu denganNya. Di dalam doa kita memiliki kesatuan yang erat dan indah bersama dengan Tuhan.  Dengan berdoa, kita menjadi tahu betapa Allah sangat mengasihi kita.Ketika kita berdoa dan meminta kepadaNya maka Dia memberikan jawaban kepada kita.
  • 20.  Sebaliknya kalau kita tidak berdoa maka kita tidak melihat bahwa Allah mengasihi kita, sebab Dia tidak memberikan apapun kepada kita.  Dengan berdoa dan bersekutu dengan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari, maka pastilah kita menjadi berubah. Kita akan berubah menjadi lemah lembut dan terdidik di dalam kasih kepada Allah.
  • 21.  Kita tidak mungkin berdoa di dalam hadirat Tuhan dengan menggerutu atau marah- marah. Sebagaimana kita memperlakukan Allah di dalam doa, maka itu juga akan menjadi kebiasaan kita ketika bertemu dengan orang lain.  Bersekutu dengan Allah membuat kita tidak hidup sendirian. Kita memiliki seseorang yang Mahatinggi, yang sanggup memberikan lebih dari apa yang dapat kita pikirkan.
  • 22.  Kalau kita berdoa bagi orang lumpuh dan orang itu berjalan, maka kita tidak masuk di dalam suatu hal sederhana. Kita masuk di dalam suatu persekutuan dengan Allah, di dalam suatu kesatuan dengan Allah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan gagah perkasa.
  • 23.  Kita mengalami keintiman dalam roh bersama dengan Allah, yang membuat kita menjadi sangat dekat dengan Allah. Semua itu terjadi jika kita tidak hanya melihat dan menyaksikan, tapi kita sungguh-sungguh terlibat dalam berdoa.  Maka kita terlibat didalam suatu keintiman bersama dengan Allah untuk melakukan hal- hal yang luar biasa.
  • 24. 2. Melayani Tuhan (Matius 9:36)  Kita harus memberikan diri kita untuk melayani Tuhan dengan memberitakan Injil kepada orang lain.  Dengan melayani orang yang miskin,terlantar dan menderita sakit penyakit, maka belas kasihan Allah akan mengalir keluar dari dalam hati kita.  Kita memiliki hati yang sama seperti Tuhan Yesus yang berbelas kasihan kepada mereka yang terlantar dan tidak bergembala.  Semakin banyak kita melayani, semakin dalam kasih kita kepada orang lain yang menderita sehingga Kristus semakin nyata dalam kehidupan kita.
  • 25. 3. Membaca,merenungkan dan melakukan Firman Tuhan (Yosua 1:8)  Cobalah baca di Alkitab dimana acapkali kita membaca “maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan” ketika Yesus terjun langsung dalam pelayanan lapangan, bukan sekedar teori di dalam kelas.  Firman Tuhan berisi janji-janji Tuhan dan siapakah Tuhan yang kita sembah.
  • 26.  Semakin banyak kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan maka semakin kita mengenal siapakah Tuhan yang kita kasihi.  Merenungkan Firman Tuhan siang dan malam bukan berarti kita berdiam diri di dalam kamar tanpa mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari. Kita bisa tetap mengerjakan pekerjaan kita di kantor, di rumah ataupun ditempat lain sambil hati dan pikiran kita terus terarah kepada Tuhan.
  • 27.  Jika kita melakukannya, maka ketika kita menghadapi masalah kita langsung mengingat apa yang dikatakan Allah di dalam FirmanNya. Akibatnya kita akan bertindak bukan menurut apa yang kita pikirkan atau apa yang dikatakan oleh orang yang tidak mengenal Alla,h melainkan sesuai dengan Firman Tuhan.
  • 28. 4. Hidup sesuai dengan kehendak Tuhan setiap hari (Efesus 5:15) “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,.”  Allah menghendaki supaya kita memperhatikan dengan sebaik-baiknya tata cara hidup kita tiap-tiap hari apakah sesuai dengan FirmanNya atau tidak.
  • 29.  Kita tidak boleh mengambil keputusan atau menyelesaikan persoalan yang ada dengan cara-cara yang digunakan oleh orang yang tidak mengenal Tuhan.
  • 30. INI PENTING. Sebab banyak orang yang berpengetahuan Alkitab tetapi tidak mempunyai rasa dan jiwa untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal buah-buah pertobatan terlihat dari kehidupan sehari-hari. 1. Kita sangat berharga dan berarti dihadapan Allah (Ulangan 42:10b)
  • 31.  Allah mengelilingi dan mengawasi kita seperti biji mataNya. Tidak ada orang tua di dunia ini yang selalu mengelilingi dan mengawasi anaknya 24 jam lamanya.  Tuhan mengelilingi kita sambil memperhatikan segala jaringan-jaringan yang ada di dalam tubuh kita. Oleh sebab itu Dia tahu jika sehelai rambut kita gugur. Tuhan adalah Allah yang Maha Tahu, Allah yang Maha Kuasa dan sangat peduli dalam kehidupan kita.
  • 32.  Sesungguhnya bukan suami, isteri atau anak kita yang peduli tetapi Allah karena Dia stand by menjaga dan mengawasi hidup kita.  Oleh sebab itu kita tidak perlu khawatir terhadap apapun juga. Sebaliknya kita harus percaya kepada Allah.
  • 33. 2. Kita adalah umat kesayanganNya (I Petrus 2:9,10) ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan- perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”
  • 34.  Allah telah memilih dan menetapkan kita untuk menjadi umat kesayanganNya sehingga Dia dapat senantiasa berbicara kepada kita.  Dia ingin bukan hanya menjadi Juruselamat bagi kita tetapi juga menjadi sahabat bagiNya.  Allah selalu ingin mengatakan apa saja kepada kita, sebab Firman Tuhan dari Kejadian sampai Wahyu berbicara tentang semua hal yang Tuhan inginkan kita lakukan dan Dia lakukan kepada kita, dan berbicara tentang kasihNya yang sangat panjang kepada kita sampai kekekalan.
  • 35. 3. Manusia diciptakan untuk berkuasa (Kejadian 1:26) “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung- burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
  • 36.  Allah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Dia.  Adalah keputusan Allah bukan saja menjadikan manusia sebagai sahabatNya, anakNya yang memiliki hubungan yang baik, intim denganNya, tetapi Allah memberikan kepada manusia sesuatu yang luar biasa yaitu menjadikan manusia ikut bertanggungjawab di bumi.  Allah berkata kepada manusia untuk manusia berkuasa terhadap apa yang ada.
  • 37.  Bayangkan betapa luar biasanya manusia karena tidak ada seorang pun pejabat negara yang mau membagi kekuasaannya kepada orang lain di atas muka bumi ini. Tetapi Allah Pencipta alam semesta yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi, mau memberikan kekuasaannya kepada manusia.
  • 38. 4. Kita adalah umat pemenang (Yesaya 41:9,10) “Aku telah memilih engkau dan tdk menolak engkau,janganlah takut ,sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu, Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKU yg membawa kemenangan.”
  • 39.  Mungkin kita bertanya mengapa Allah mengijinkan hal-hal yang sulit terjadi dalam hidup kita?  Tuhan mengijinkan kesulitan terjadi dalam kehidupan kita untuk membuat manusia sungguh-sungguh berpotensi sebagai pemenang karena Allah sudah mentakdirkan manusia demikian adanya.
  • 40.  Jadi memang kondisi yang sulit diijinkan oleh Tuhan terjadi supaya potensi manusia dapat benar-benar terlihat dan potensi manusia dapat dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak Allah.  Allah mengijinkan hal ini berlaku untuk mengembangkan potensi manusia sebagai umat pemenang dan sesungguhnya manusia memiliki kekuatan yang tidak tertandingi, lebih daripada iblis.
  • 41. 5. Dipilih menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang bagi bangsa- bangsa (Yesaya 42:6)  “Aku ini Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu, Aku telah membentuk engkau, dan memberi engkau menjadi perjanjan bagi umat manusia,menjadi terang untuk bangsa-bangsa.”
  • 42.  Allah telah memilih kita untuk menyatakan kehendakNya kepada manusia, bukan hewan atau binatang. Allah bisa saja memakai binatang seperti keledai Bileam untuk menyampaikan FirmanNya, tetapi Allah tidak mau melakukannya karena manusialah satu-satunya yang paling berharga bagiNya.  Mengapa Allah mau memakai kita? Karena kita adalah sahabat Allah. Karena kita anak-anak Allah. Karena kita imamat rajani yang telah dikuduskan oleh Allah.
  • 43. 6. Kita adalah anak Allah ( I Yohanes 3:1) “Lihatlah, betapa besarnya kasih yg dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.”  Orang tua yang baik pasti ingin menyatakan rencananya yang besar melalui anak-anaknya karena ia mengenal siapakah anak-anaknya.
  • 44.  Demikian juga dengan Allah Bapa. Dia tidak ingin memakai binatang atau hewan untk menyatakan rencanaNya yang besar atas dunia ini karena Dia mengenal kita sebagai anak- anakNya.
  • 45. 7. Kita adalah makhluk kekal yang akan tinggal selama-lamanya di surga (Yohanes 14:2)  Kita harus menyadari kalau kita meninggalkan dunia ini maka kita memiliki tempat di surga bersama-sama dengan Allah. Kita tidak boleh bertumpu kepada tubuh kita karena tubuh kita akan layu.  Pikirkanlah roh kita karena roh kita bersifat kekal. Pikirkanlah tujuan hidup kita karena tujuan hidup kita hanya sementara di muka bumi tetapi akan kekal selama- lamanya bersama Allah Bapa kita.
  • 46. IV. B. Saat Teduh Sejenak  Pemimpin modul memimpin para murid untuk merenungkan siapa dirinya dihadapan Tuhan.
  • 47. 1. Berjanji kepada Tuhan untuk hidup di dalam kehendak Tuhan, karena Tuhan sudah berfirman (Yesaya 54:10) Mazmur 119:57-60 berkata, “Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman- Mu. Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu. Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu. Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah- perintah-Mu.”
  • 48.  Janji merupakan sesuatu yang sangat penting bagi Allah karena janji mengandung ikatan hati yang kuat antara kita dengan Allah. Seperti Daud yang berjanji untuk berpegang pada Firman Tuhan, kita pun harus membuat janji kepada Tuhan untuk tetap mengikut Tuhan apapun yang terjadi dalam hidup kita.
  • 49. 2. Menjalani kehidupan kita yang sudah kita janjikan sesuai dengan FirmanNya (Matius 22:37-40) “Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."  
  • 50.  Tuhan menghendaki kita menjalani kehidupan kita yang sudah kita janjikan kepadaNya dengan kasih.  Kasih adalan bagian yang paling berharga dari pada manusia dan yang paling Tuhan kehendaki.  Yang pertama, kita harus mengasihi Tuhan baru kemudian mengasihi sesama manusia dalam bentuk penginjilan dan menyembuhkan yang sakit.
  • 51.  Mengasihi Tuhan berarti beribadah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, hanya Dia satu-satuNya Allah dan tidak ada yang lain selain dari Dia dalam bentuk apapun.
  • 52.  SAAT TEDUH Pengajar mengajak setiap murid untuk mengambil komitmen secara pribadi apa yang harus dilakukan setelah kita mengenal Allah.

×