Pengelolaan sda

2,683 views
2,405 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,683
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengelolaan sda

  1. 1. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DALAM MEMBICARAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM, (SDA) ADA DUA PERTANYAAN POKOK, YAITU: 1. MENGAPA SDA HARUS DIKELOLA ? »Menyangkut latar belakang permasalahan atau dasar-dasar tentang pengelolaan SDA. 2. BAGAIMANA CARA PENGELOLAAN SDA ? »Menyangkut prinsip, teknik, inventarisasi dan kebutuhan. »
  2. 2. DASAR-DASAR PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM <ul><li>»Kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dipisahkan dg alam. </li></ul><ul><li>»Benda-benda alam merupakan obyek studi IPA </li></ul><ul><li>»Permasalahan yang timbul adalah gejala-gejala alam yang ada, </li></ul><ul><li>baik berupa gejala benda maupun gejala peristiwa. </li></ul><ul><li>»Untuk pemecahan permasalahan tersebut perlu perencanaan yg </li></ul><ul><li>rasional pada tindakan manusia terhadap alam dan pengelolaan </li></ul><ul><li>sumber daya alamnya, sehingga sumber daya ini memberikan </li></ul><ul><li>persediaan yang kontinyu. </li></ul><ul><li>»Hal ini dapat tercapai dg didasari perencanaan dan berbagai </li></ul><ul><li>macam pertimbangan. </li></ul><ul><li>»Semua komponen di alam ini satu dengan yang lain saling ber- </li></ul><ul><li>hubungan dan saling tergantung, sehingga jika ada perubahan </li></ul><ul><li>salah satu komponennya akan menyebabkan perub. kompo. lain. </li></ul><ul><li>»Alam sebagai ekosistem yang sangat luas, secara garis besar </li></ul><ul><li>terdiri atas komponen biotik dan abiotik. </li></ul><ul><li>» </li></ul>
  3. 3. Lanjutan: <ul><li>»Prinsip pemanfaatan SDA dengan tujuan untuk menjaga </li></ul><ul><li>kelangsungan hidup manusia, sedapat mungkin hal-hal yang </li></ul><ul><li>merugikan atau mempunyai efek samping tidak menguntungkan </li></ul><ul><li>dihindarkan/ditiadakan. </li></ul><ul><li>»Manusia sebagai salah satu komponen ekosistem, tidak dapat </li></ul><ul><li>menguasai alam secara keseluruhan. Manusia hanya sebagai </li></ul><ul><li>subyek yang dapat mempengaruhi hukum-hukum alam. </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>»Setiap kegiatan manusia selalu membutuhkan energi, sekalipun </li></ul><ul><li>dalam keadaan tidur. Untuk kesejahteraan hidup manusia juga </li></ul><ul><li>memerlukan energi. </li></ul><ul><li>» </li></ul><ul><li>» </li></ul><ul><li>» </li></ul>
  4. 4. SKEMA PERUBAHAN ENERGI CAHAYA MATAHARI <ul><li>Energi bagi hidup dan kehidupan manusia. </li></ul>MATAHARI OMNIVORA TUMBUHAN HERBIVORA KARNIVORA DEKOMPOSER B.BAKAR-kayu B.BAKAR-arang B.BAKAR-bt br PANAS UAP MESIN UAP PENERANGAN -PEMANASAN LISTRIK MESIN-(PENE RANGAN)
  5. 5. CARA PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM <ul><li>Aadanya komponen-komponen alam yang satu berhubungan </li></ul><ul><li>dengan yang lain, serta atas dasar kebutuhan manusia yang </li></ul><ul><li>berbeda, menyebabkan terjadinya perubahan. </li></ul><ul><li>Dasar pengelolaan sumber daya alam: </li></ul><ul><li>1. Prinsip-prinsip ekologi </li></ul><ul><li>2. Inventarisasi sumber daya secara kontinyu </li></ul><ul><li>3. Pendugaan terhadap kebutuhan pd masa yang akan datang </li></ul><ul><li>Tiga hal perencanaan pengelolaan SDA: </li></ul><ul><li>1. Inventarisasi sumber daya alam </li></ul><ul><li>2. Perencanaan pengembangan </li></ul><ul><li>3. Jadwal pengembangan </li></ul>
  6. 6. Perencanaan pengelolaan: <ul><li>1. Inventarisasi SDA: </li></ul><ul><li>» Harus ada evaluasi yang kontinyu status SDA </li></ul><ul><li>»Ada evaluasi alat dan teknologi yang ada </li></ul><ul><li>»Pendugaan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang </li></ul><ul><li>»Penggunaan dan pemeliharaan SDA di masa mendatang </li></ul><ul><li>2. Perencanaan pengembangan: </li></ul><ul><li>»Meliputi program dasar untuk alokasi dan penggunaan SDA </li></ul><ul><li>»Memelihara keseimbangan ekologi </li></ul><ul><li>»Pengembangan perumahan, industri dan pertanian untuk </li></ul><ul><li>masa datang </li></ul><ul><li>3. Jadwal pengembangan: </li></ul><ul><li>»Sesuai dengan status SDA </li></ul><ul><li>»Sesuai dengan kebutuhan jangka pendek dan panjang </li></ul><ul><li>»Sesuai dengan jenis SDA </li></ul>
  7. 7. SKEMA PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM <ul><li>SUMBER DAYA ALAM </li></ul><ul><li>“ Renewabble” “Non renewable” Harus ada pengelolaan </li></ul><ul><li>Digunakan Suasana unconfortable </li></ul><ul><li>Pencemaran </li></ul><ul><li>“ Waste-product” Suasana netral </li></ul><ul><li>Sumber daya </li></ul><ul><li>sekunder Proses Tempat Waktu </li></ul><ul><li>lain lain lain </li></ul><ul><li>Langsung Diproses </li></ul><ul><li>digunakan lagi </li></ul><ul><li>(“salvaging”) (“recycling”) Suasana </li></ul><ul><li>“ uncomfortable” </li></ul><ul><li>Harus ada pengelolaan </li></ul>
  8. 8. KONSERVASI ENERGI <ul><li>Konservasi energi berpangkal pada 3 prinsip, yaitu: </li></ul><ul><li>1. Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan </li></ul><ul><li>2. Energi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain </li></ul><ul><li>3. Energi dapat ditransfer dari satu tempat ke tempat yang lain </li></ul><ul><li>Hukum Termodinamika </li></ul><ul><li>Atas dasar tiga prinsip ini, usaha konservasi yang dilakukan thd </li></ul><ul><li>energi adalah mengusahakan terwujudnya alat-alat/benda-benda </li></ul><ul><li>yang dapat/berfungsi “mengikat” sumber energi di alam, terutama </li></ul><ul><li>energi sinar matahari. </li></ul><ul><li>Misal: Mengubah energi matahari menjadi energi listrik yang kemu </li></ul><ul><li>dian dapat disimpan dengan alat accu, sehingga dapat digu </li></ul><ul><li>nakan sewaktu dibutuhkan. </li></ul>
  9. 9. KONSERVASI TANAH <ul><li>TUJUAN: </li></ul><ul><li>Untuk mencegah kerusakan tanah danpengurasan bahan organik </li></ul><ul><li>yang disebabkan oleh : » Erosi karena angin </li></ul><ul><li>» Erosi karena air </li></ul><ul><li>» Penanaman terus menerus dg tanaman </li></ul><ul><li>yang sama. </li></ul><ul><li>Usaha yang dilakukan untuk mencegah perusakan tanah dan </li></ul><ul><li>materi organik, antara lain: </li></ul><ul><li>»Penanaman bergilir: padi, kedelai, kacang tanah </li></ul><ul><li>»Tanaman penutup: jagung diantara larikan kobis, tomat, sawi </li></ul><ul><li>» Contour farming : cara membajak dg arah mengelilingi bukit </li></ul><ul><li>»Pembuatan teras: sawah dibuat bertingkat-tingkat ( di gunung) </li></ul><ul><li>»Pemupukan: pupuk hijau, pupuk kandang </li></ul><ul><li>»Memperbaiki irigasi dan drainase: irigasi mempercepat proses </li></ul><ul><li>biologis, pelapukan, dan biokimiawi. Drainase: menghindari erosi </li></ul><ul><li>»Sistim tumpang sari </li></ul>
  10. 10. KONSERVASI AIR <ul><li>PROBLEM DALAM KONSERVASI AIR ADA TIGA KATAGORI: </li></ul><ul><li>1. KUANTITAS AIR </li></ul><ul><li>2. KUAITAS AIR </li></ul><ul><li>3. EFEK-EFEK PADA KONSERVASI YANG LAIN </li></ul><ul><li>KUANTITAS AIR: </li></ul><ul><li>»Penduduk semakin bertambah, kebutuhan air bertambah pula </li></ul><ul><li>»Untuk mengatasi ini di kota telah mengembangkan sistem pe- </li></ul><ul><li>ngumpulan air yang distribusinya: </li></ul><ul><li>1.mengurangi kehilangan air di tempat penyimpanan dan </li></ul><ul><li>dalam pengangkutan </li></ul><ul><li>2.meningkatkan jumlah air melalui usaha menghilangkan </li></ul><ul><li>garam dari laut </li></ul><ul><li>3.mengurangi air buangan dengan cara menghitung secara </li></ul><ul><li>cermat kebutuhan dan penyediaannya. </li></ul>
  11. 11. Lanjutan: <ul><li>KUALITAS AIR: </li></ul><ul><li>Penyebab pencemaran air: </li></ul><ul><li>1.pembuangan kotoran melalui air (sampah rumah tangga) </li></ul><ul><li>2.sisa buangan industri yang dibuang ke perairan </li></ul><ul><li>3.pengambilan air tanah berlebihan, shg lumpur yg mengalir </li></ul><ul><li>Pencemaran berakibat buruk bagi kehidupan makhluk hidup, </li></ul><ul><li>maka usaha yg dilakukan untuk mencegah pencemaran di lingk. </li></ul><ul><li>industri antara lain: </li></ul><ul><li>1.Mengontrol penggunaan air dan zat kimia (tanpa mengurangi </li></ul><ul><li>kualitas). </li></ul><ul><li>2.Pemakaian dan pengambilan kembali air dan zat kimia ( reuse ) </li></ul><ul><li>3.Pengolahan air buangan (fisiko-kimia dan biologi). </li></ul><ul><li> -Fisik: penyaringan dan pengendapan </li></ul><ul><li> -Kimia: pengolahan scr kimia dg pengendapan zat pencemar </li></ul><ul><li> menggunakan zat kimia (koagulasi). </li></ul><ul><li> -Biologi: biodegradable oleh bakteri, logam berat oleh aquatic </li></ul><ul><li> weeds (E.crassipes) </li></ul>
  12. 12. Lanjutan; <ul><li>EFEK-EFEK PADA KONSERVASI YANG LAIN </li></ul><ul><li>Hubungan yang kompleks antara air dengan sumber daya yang </li></ul><ul><li>lain merupakan sebagian besar aspek dalam konservasi. </li></ul><ul><li>Apabila akan mengadakan konservasi air, maka harus mengingat </li></ul><ul><li>Pertimbangan-pertimbangan yang lain. </li></ul><ul><li>Contoh: pembuatan dam untuk mencegah banjir dan untuk mengu </li></ul><ul><li>rangi kelajuan air mengalir ke laut, harus mempertimbang </li></ul><ul><li>kan efek yang lain. </li></ul>
  13. 13. KONSERVASI MINERAL <ul><li>USAHA UNTUK MENGADAKAN KONSERVASI MINERAL : </li></ul><ul><li>Usaha ini ditinjau dari dua aspek yaitu: </li></ul><ul><li>1.manfaatnya bagi kehidupan manusia </li></ul><ul><li>2.kaitannya dengan konservasi lainnya </li></ul><ul><li>MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA: </li></ul><ul><li>Konservasi untuk semua mineral tidaklah sama, tetapi pada pokok </li></ul><ul><li>nya digolongkan menjadi 5 cara: </li></ul><ul><li>1.Meningkatkan teknik eksplorasi, sehingga semua simpanan </li></ul><ul><li> mineral yang tersedia dapat ditemukan. </li></ul><ul><li>2.Meningkatkan efisiensi pertambangan dan pengolahan, se- </li></ul><ul><li> hingga memberi kemungkinan yang sebesar-besarnya dalam </li></ul><ul><li> penggunaan bahan mentah yang nantinya akan memperkecil </li></ul><ul><li> sisa ( waste ) </li></ul>
  14. 14. Lanjutan: <ul><li>3.Mengadakan efisiensi dlm eksploitasi sehingga semua mineral </li></ul><ul><li>dapat diperoleh secara ekonomis. </li></ul><ul><li>4.Memperkecil kerusakan, yang berhubungan dengan sumber </li></ul><ul><li>daya yang lain. </li></ul><ul><li>5.Memperpanjang umur dan meningkatkan penggunaan kembali </li></ul><ul><li>( reuse ) mineral-mineral yang sudah ditambang. </li></ul><ul><li>KAITANNYA DENGAN KONSERVASI LAINNYA: </li></ul><ul><li>Usaha konservasi initerkait dengan usaha konservasi lain, misal </li></ul><ul><li>konservasi tanah, atau konservasi yang lain. </li></ul>

×