Your SlideShare is downloading. ×
Makalah alternator
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Makalah alternator

21,217
views

Published on


1 Comment
10 Likes
Statistics
Notes
  • good job
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
21,217
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
624
Comments
1
Likes
10
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] BAB I PENDAHULUANI.1 LATAR BELAKANG Penggunaan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temukandimana saja dengan mudah. Dari mulai peralatan rumah tangga, perkantoran,pabrik dan lain-lain. Seiring dengan bertamabahnya populasi manusia tiap tahunmembuat meningkatnya jumlah penggunaan peralatan yang menggunakan energilistrik . Diantaranya merupakan alat transportasi seperti sepada motor dan mobilyang terus bertambah jumlahnya . Pada dasarnya energi listrik tidak dapat diperbaharui. Apabila manusiatidak dapat menggunakannya secara efektif dan efisien, maka energi listrik akancepat habis. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memperbesar efekpemanasan global yang mengancam kehidupan manusia. Semakin banyakpenggunaan alat-alat listrik, maka semakin banyak pula gas rumah kaca yangdihasilkan bumi. Semua peralatan yang menggunakan energi listrik akan membutuhkanenergi lagi demi kelangsungan pemakaianya, yang paling jelas dapat terlihat darialat transportasi dimana selain menggunakan pembakaran untuk menghasilkandaya gerak alat ini juga menggunakan energi listrik untuk menjalankan sistemkerja lainnya dalam alat tersebut. Energi listrik dihasilkan dari sebuah alat yang dinamakan generator,generator merupakan sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari energimekanik dan biasanya menggunakan induksi elektromagnet dalam sistemkerjanya. 1
  • 2. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] Generator sekarang ini terbagi menjadi berbagai jenis dengan berbagaikegunaannya, dan satu diantaranya Generator pada kendaraan atau sering disebutjuga Alternator . Alternator memiliki system kerja yang sama dengan generator,kinerja dari Alternator melingkupi daerah proses kerja pada sebuah kendaraan.Dimana Alternator berfungsi untuk mensuply arus listrik untuk keperluankendaraan. Dalam kendaraan bermotor baterai atau aki kendaraan tidak akan mampumensuply arus listrik ke kendaraan sendirian. Sifat baterai adalah sebagaipenampung listrik yang dihasilkan dari Alternator . Pada saat mesin kendaraan dinyalakan , maka Alternator akan bekerja untuk menghasilkan listrik menggantikanfungsi baterai atau aki.I.2 TUJUAN PENULISAN Berdasarakan pemamaparan latar belakang di atas maka tujuan yang dapatdirumuskan dalam pembuatan makalah ini adalah : 1. Menjelaskan secara sistematik bagaimana energi listrik dapat di hasilkan dalam Alternator 2. Memahami cara kerja dari sebuah Alternator pada kendaraan. 3. Mengetahui komponen yang terdapat pada Alternator beserta fungsinya 4. Menjelaskan tentang jenis pengisian konvensional dan pengisian elektrik. 5. Menerangkan kerusakan pada system dan prosedur pemeriksaan. 2
  • 3. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”]I.3 BATASAN MASALAH Pada makalah ini kami sebagai penyusun membahas tentang kinerja danaspek-aspek dari sebuah alternator . Dengan menjelaskan dan menerangkan secarajelas dan tepat semua hal yang mengenai hal tersebut sehingga dapat membuatmasalah yang selama ini di dapati dapat dimengerti dan dapat diselesaikanpermasalahannya. Beberapa diantara bahan yang akan kami bahas di makalah ini sebagaiberikut bagaimana penjelasan tentang alternator pada mobil, komponen yangdipakai pada bagian alternator, fungsi dan prinsip kerja alternator sertamenjelaskan bagaimana prosedur pemeriksaaan pada bagian mana yang terjadimasalah pada saat pengisian baterai. Penyusun lebih mengetengahkan semua hal yang masih di bilang umumpada alternator dan selalu mengaitkan hal tersebut pada prinsip-prinsip ilmupengetahuan yang digunakan. Karena dengan begitu akan memperluas pengertianterhadap alternator dan apa saja prinsip yang dapat diterapkan dalam prosespenggunaan dan aplikasinya dalam kehidupan. Semua masalah dasar pada alternator yang telah dibahas pada paragrafsebelumnya akan dengan mudah dapat dimengerti oleh pembaca makalah ini.Kami juga sebagai penyusun menyajikan permasalahan pada Alternator inidengan bantuan gambar yang sistematik yang jelas arah dan pola nya. Hal tersebutbertujuan agar para pembaca makalah ini tidak mendapati kesulitan dalam melihatberbagai masalah yang tengah dibahas. Pembatasan masalah yang dibahas dala ruang lingkup sistem adalah yangutama dengan tidak mencampuri masalah-masalah lain yang sesungguhnyamemang layak untuk dibahas.Seperti bagaimana memperbaiki Alternator yang 3
  • 4. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”]rusak? Dan lain sebagainya. Ini berguna untuk mendapati solusi dalam sebuahpermasalahan pada alternator dengan baik. BAB II PEMBAHASANII.1 Pengertian Altenator Pada dasarnya listrik merupakan kondisi dari partikel subatomik tertentu,seperti elektron dan proton yang menyebabkan penarikan dan penolakan diantaranya dengan landasan itu bisasanya penghasil listrik menggunakan suatuenergi guna di konversikan menjadi ernergi listrik, pada Alternator juga terjadidemikian dimana Alternator merupakan peralatan elektromekanis yang mampumengkonversikan energi mekanik menjadi energi listrik arus bolak-balik. Gambar 1. Alternator Dalam Alternator memiliki sistem penghasil listrik yang menggunakaninput energi mekanis, seperti yang di gambarkan pada gambar berikut : 4
  • 5. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] Gambar 2. Proses Alternator dalam menghasilkan listrik Dalam gamabar tersebut energi mekanis yang merupakan input dalammenghasilklan energi listrik menggerakan rotor, dimana rotor adalah kumparanyang terdapat dalam alternator dan berputar (bergerak) dan magnet dalamAlternator yang diam (tidak bergerak) disebut stator. Pada saat kumparan (rotor)sejajar dengan arah medan magnet (membentuk sudut 0o ), belum terjadi aruslistrik dan belum terjadi GGL induksi . Ketika kumparan atau rotor berputarperlahan-lahan , arus dan GGL beranjak naik sampai kumparan membentuk sudt90o. Saat itu posisi rotor tegak lurus terhadap arah medan magnet . Padakedudukan ini nilah arus dan GGL menunjukkan nilai maksimum. Selanjutnyakumparan terus berputar , arus dan GGL makin berkurang hingga mencapai sudut180o kedudukan kumparan sejajar dengan arah medan magnet maka GGL induksidan arus induksi menjadi nol. Putaran berikutnya arus dan tegangan mulai naiklagi dengan arah yang berlawanan . Pada saat rotor membentuk sudut 270o , terjadilagi kumparan bearus tegak lurus dengan arah medan magnet. Pada kedudukankuat arus dan GGL induksi menunjukkan nilai maksimum lagi namun arahnyaberbeda. Putaran kumpran selanjutnya, arus dan teganan turun perlahan-lahanhingga membentuk sudut 360o. 5
  • 6. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”]Kumparan dan magnet yang berputar menyebabkan terjadinya GGL induksi padakumpran . Energi mekanik yang diberikan di ubah ke dalam bentuk energi gerakrotasi. Hal ini menyebabkan GGL induksi secara terus menerus dan dengan polayang berulang secara periodik. Prinsip dasarnya bekerja karena adanya gerakanyang memotong garis gaya magnet sehingga dapat menimbulkan/ mengahasilkanenergi listrik.II.2 Blok Diagram Alternator merupakan generator listrik yang menghasilkan arus bolak-balik (AC), dalam kendaraan bermotor arus yang dihasilkan oleh aki merupakanarus searah (DC) dan hal tersebut tidak mampu mensupply arus listrik padakendaraan.Dengan begitu alternator sangat menunjang kebutuhan energi listrikdalam kendaraan, dan kita dapat melihat cara kerja dari Alternator dengan melihatdiagram blok di bawah ini. Gambar 3. Cara kerja Alternator dalam kendaraan 6
  • 7. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”]II.2.1 Penjelasan Blok Diagram Pada Gambar Diatas :Regulator : Menghasilkan tegangan naik turun, sebelum masuk ke komponen kelistrikan mobil tegangan dibuat stabil biasanya tegangan listrik pada mobil adalah 12 volt.Rotor : Rotor terdiri dari sebuah lilitan dari kawat membungkus di sekitar inti besi. Arus melalui kumparan kawat menghasilkan medan magnetik sekitar inti. Kekuatan medan saat ini menentukan kekuatan medan magnet. Dengan kata lain, arus mengalir dalam satu arah saja, dan disediakan untuk kumparan kawat set kuas dan slip cincin. Medan magnet yang dihasilkan memiliki magnet apapun, kutub utara dan Selatan. Rotor didorong oleh katrol alternator, berputar sebagai mesin berjalan.Stator : Menghasilkan arus bolak-balik memiliki kumparan di bagian dalamnya. Stator memiliki tiga kumparan yang pada salah satu ujungnya dijadikan satu. Umumnya konstruksi yang dipakai adalah model Y atau bintang tiga phase. Bagian tengah yang menjadi satu adalah pusat gulungan yang disebut titik netral atau terminal N. Pada bagian ujungnya stator arus listrik bolak-balik berasal. Ketiga ujung stator dihubungkan dengan diode.Dioda : Bagian-bagian kelistrikan mobil membutuhkan arus searah untuk kerjanya dan baterai memerlukan arus searah untuk pengisian. Alternator menghasilkan arus bolak – balik tiga fase tetapi system pengisian tidak dapat menggunakannya kecuali jika diubah menjadi arus searah. Mengubah arus bolak – balik menjadi arus searah disebut penyearahan. Penyearahan dapat dilakukan dengan beberapa cara tetapi alternator mobil menggunakan dioda yang sederhana dan efektif. 7
  • 8. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”]Dioda Output : Arus AC kurang bermanfaat dalam system Arus DC jika digunakan dalam sistem kelistrikan mobil, sehingga dapat dikonversi ke DC sebelum dapat digunakan. Konversi AC ke DC berlangsung di jembatan Penyearah. Dioda memiliki properti memungkinkan arus untuk mengalir dalam hanya satu arah, sementara memblokir arus mengalir dalam arah lain. Jembatan Penyearah terdiri dari enam dioda, satu pasang untuk setiap berkelok-kelok. Salah satu pasangan adalah negatif setengah siklus, dan yang lainnya untuk positif setengah siklus.Aki / Baterai : Baterai pada mobil berfungsi untuk memberikan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup pada bagian-bagian kelistrikan mobil seperti starter, lampu-lampu besar dan wiper. Akan tetapi kapasitas baterai terbatas dan tidak mapu memberikan semua tenaga yang diperlukan mobil. oleh karena itu, baterai harus selau terisi secara penuh agar mampu memberikan tenaga listrik yang diperlukan pada saat diperlukan oleh bagian-bagian kelistrikan.Kunci Kontak : Sebagai saklar pemutus dan penyambung pada rangkaian altenator, jika di sambungkan saklar kontak ini maka mobil akan menyala dan altenator brgerak tetapi setelah mesin mobil dipakai maka jika di putuskan seluruh komponen yang bergerak/ bekerja akan mati seluruhnya.Lampu Indikator: Lampu indikator akan menyala, apabila alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal. Ini terjadi jika tegangan dari terminal N alternator kurang dari jumlah yang diperlukan. Lampu indikator accu akan menyala terus saat mesin hidup pertanda terjadi masalah pada sistem pengisian. Penyebabnya bisa karena undercharge atau overcharge. 8
  • 9. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] Sesudah mesin hidup dan rotor berputar, tegangan listrik dibangkitkan dalam stator coil. Selanjutnya, tegangan neutral dipergunakan untuk mengaktifkanvoltage relay. Karena itu lampu charge menjadi mati.II.3 Rangkaian Skematik beserta Jenis Pengisian1. Pengisian konvensional Sistem Pengisian Konvensional merupakan salah satu sistem pengisiandengan menggunakan sebuah relay sebagai pengatur tegangan yang masuk kebaterai. Relay tesebut berfungsi memutus, menyambung, memperbesar, danmemperkecil tegangan yang masuk ke batrai dari alternator, Relay tersebut seringdisebut Regulator. Regulator terpasang terpisah dengan alternator sehinggarangkaian lebih rumit. Gambar Skematik Regulator dengan Alternator 9
  • 10. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] Rangkaian Skematik Altenator2. Pengisian Elektrik Sistem Pengisian Elektrik merupakan salah satu jenis sistem pengisianyang dalam aktualnya menggunakan elektrik yang didalamnya terdapat mickrocontroler (IC) untuk mengatur tegangan yang akan menuju ke batrai. Mikrocontroler ini terpasang langsung pada alternator sehingga sistem alitan teganganlebih mudah. 10
  • 11. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] Rangkaian Sistem Pengisian IC RegulatorII.4 Fungsi Sistem Pengisian dan Penjelasan Komponen yang Dipakai Sistem pengisian berfungsi untuk mengisi kembali baterai setelahdigunakan untuk starting dan menyuplai kebutuhan listrik ke sistem kelistrikansaat mesin hidup. Arus baterai yang digunakan untuk menghidupkan starter sangatbanyak sehingga memerlukan sistem pengisian untuk mengisinya kembali. Bateraiberfungsi sebagai sumber tenaga listrik terhadap seluruh sistem kelistrikan padakendaraan. Kunci kontak berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrikyang mengalir ke regulator. Lampu indikator berfungsi sebagai tanda peringatanjika adanya kerusakan pada sistem pengisian. 11
  • 12. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] Komponen yang ada pada AlternatorAlternator memiliki komponen di dalamnya yang fungsinya antara lain: • Pulley : Tempat fanbelt memindahkan gerak putar crankshaft ke rotor. • Bearing : Mengurangi gaya gesek dua benda yang berputar. • Rotor : Menghasilkan medan magnet/kemagnetan. • Stator : Tempat terbangkitnya energi listrik. • Rectifier : Menyearahkan arus AC yang telah dibangkitkan stator menjadi DC. • Brush : Menurunkan tahanan mesin. 12
  • 13. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] Regulator pada sistem pengisian ada dua macam yaitu tipe IC yangterpasang menjadi satu dengan alternator dan tipe mekanis yang terpasang terpisahdari alternator. Regulator berfungsi: • Meregulasi tegangan dan arus yang menuju ke kumparan rotor sehingga tegangan dan arus yang dihasilkan alternator sesuai kebutuhan. • Mengukur tegangan baterai • Pengukuran arus dan tegangan yang masuk ke rotor.II.5 Kerusakan Pada SistemBerikut ini adalah kerusakan yang mungkin terjadi pada sistem pengisian: 1. Ketika alternator membangkitkan listrik (ketika di bawah voltage yang dibangkitkan). 2. Ketika alternator membangkitkan listrik (jika voltage di atas). 3. rotor coil terbuka 4. rotor coil terputus 5. terminal S terputus 6. terminal B terputus 7. antara terminal F dan terminal E terputus.Prosedur Pemeriksaan 1. Pengetesan kebocoran 2. Pengeteasan hubungan dengan massa (ground test) 3. Periksa bantalan kemungkinan aus atau kasar. 4. Periksa bahwa terdapat hubungan antara tiap-tiap ujung kabel stator. 13
  • 14. 1 Mei 2012 [IMPLEMENTASI GENERATOR “ ALTERNATOR”] 5. Periksa bahwa tidak terdapat hubungan antara tiap-tiap ujung kabel dengan inti stator. 6. Ukur panjang sikat 7. Pengeteasan pada rectifier Kondisi Normal Sistem pengisian dapat dikatakan normal apabila mampu mengisi baterai yangterkuras akibat starting setelah mesin hidup. Mampu menyearahkan arus daribaterai (AC menjadi DC) melalui diode/rectifier. Mampu mengubah energi gerak(putar) menjadi energi listrik untuk mengisi kembali tegangan baterai. Mampumengukur tegangan yang ada di baterai. Mampu menyuplai kebutuhan teganganke komponen listrik lainnya. 14

×