Your SlideShare is downloading. ×
0
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Aqidah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Aqidah

620

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
620
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pengertian Qadariyah Qadariyah berasal dari bahasa arab, yaitu qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Adapun menurut pengertian terminologi, qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia diintervensi dari Tuhan. Aliran berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta baagi segala perbuatannyan; ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkan atas kehendaknya sendiri.
  • 2. sebutan Qadariyah diberikan kepada aliran yang berpendapat bahwa qadar menentukan segala tingkah laku manusia, baik yang bagus maupun yang jahat. Namun sebutan tersebut telah melekat pada kaum sunni, yang percaya bahwa manusia mempunyai kebebasan berkehendak . Menurut Ahmad Amin dalam Rosihon Anwar, sebutan ini diberikan kepada para pengikut faham qadar oleh lawan mereka dengan merujuk hadits yang menimbulkan kesan negatif bagi nama Qadariyah . Hadits tersebut berbunyi: artinya: “Kaum Qadariyah adalah majusinya umat ini.
  • 3. Kemunculan aliran Qadariyah Tentang kapan munculnya faham Qadariyah dalam Islam, tidak dapat diketahui secara pasti. Menurut Ahmad Amin seperti dikutip Abuddin Nata, berpendapat bahwa faham qadariyah pertama sekali dimunculkan oleh Ma‟bad Al-Jauhani dan Ghailan Ad-Dimasyqy . Sementara itu Ibnu Nabatah dalam kitabnya Syarh Al-Uyun, memberi informasi lain bahwa yang pertama sekali memunculkan faham qadariyah adalah orang Irak yang semula beragama Kristen kemudian masuk Islam dan balik lagi ke agama Kristen.
  • 4. Pemahaman Qadariyah Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa paham qadariyah telah meletakkan manusia padá posisi merdeka dalam menentukan tingkah laku dan kehendaknya. Jika manusia berbuat baik maka hal itu adalah atas keheñdak dan kemauan sendiri serta berdasarkan kemerdekaan dan kebebasan memilih yang ia miliki.
  • 5.  Dengan demikian paham qadariyah di samping berbeda dengan paham tentang sifat Qudrat Allah, juga berbeda dengan paham takdir yang umumnya dipahami masyarakat yaitu paham yang berpendapat bahwa nasib manusia telah ditentukan terlebih dahulu sejak azali, dan bahwa manusia dalam perbuatan-perbuatannya hanya bertindak menurut nasib yang telah ditentukan oleh Tuhan terhadap dirinya.
  • 6. Dasar ajaranSesungguhnya Allah tidak mengubahkeadaan sesuatu kaum sehinggamereka mengubah keadaan yang adapada diri mereka sendiri. (QS. Ar Ra‟ad[13] :11)
  • 7. Ditambahi ini (tempatnya setelah slide 3) Dari orang inilah Ma‟bad al-Juhani dan Ghailan al- Dimasyqiy mengambil paham Qadariyah. Dapat dipahami bahwa pengaruh keyakinan masehi-an mempengaruhi munculnya aliran ini karena pada masa itu, kaum muslimin bersentuhan langsung dengan dengan penganut Agama Yahudi dan Nasrani. Termasuk didalamnya, pada periode ini muncunya pengaruh penafsiran Israiliyat terhadap ayat-ayat Al-Qur`an.
  • 8. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, menurutHarun Nasution, nama qadariyah adalah sebutan bagikaum yang mengingkari qadar, yang mendustakanbahwa segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Allah.dalam ajarannya, aliran qadariyah sangat menekankanposisi manusia yang amat menentukan dalam geraklaku dan perbuatannya. Manusia dinilai mempunyaikekuatan untuk melaksanakan kehendaknya sendiriatau untuk tidak melaksanakan kehendaknya itu.Dalam menentukan keputusan yang menyangkutperbuatannya sendiri, manusialah yang menentukan,tanpa ada campur tangan Tuhan.
  • 9.  Penjelasan yang menyatakan bahwa manusia mempunyai qudrah lebih lanjut dijelaskan oleh „Ali Musthafha al-Ghurabi antara lain menyatakan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dan menjadikan baginya kekuatan agar dapat melaksanakan apa yang dibebankan oleh Tuhan kepadanya, karena jika Allah memberi beban kepada manusia, namun Ia tidak memberikan kekuatan, maka beban itu adalah sia-sia, sedangkan kesia-siaan itu bagi Allah adalah suatu hal yang tidak boleh terjadi .
  • 10. Dengan pemahaman seperti ini, kaum Qadariyahberpendapat bahwa tidak ada alasan yang tepatuntuk menyadarkan segala perbuatan manusiakepada perbuatan tuhan. Doktrin-doktrin inimempunyai tempat pijakan dalam doktrin islamsendiri. Banyak ayat Al-Qur‟an yang mendukungpendapat ini diantaranya
  • 11.  Dalam surat Fushshilat ayat 40, Allah berfirman: “Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. Dalam surat al-Kahfi ayat 29, Allah berfirman: “Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”.
  • 12. Ditaruh di slide setelah 5 Berdasarkan sejarah, aliran Qadariyah pada hakikatnya adalah sebagian dari paham Muktazilah, karena imam-imamnya terdiri dari orang-orang Muktazilah. Akan tetapi paham ini dibicarakan dalam suatu bagian tersendiri karena sepanjang sejarahnya persoalan Qadariyah ini merupakan suatu persoalan besar, yang pembahasannya terdapat dalam berbagai literatur sejarah Ilmu Kalam.
  • 13. Ditaruh slide terakhir Dengan demikian dapat diketahui bahwa Aliran Qadariyah merupakan paham masehi-an tetapi setelah dipungut oleh penganut Agama Islam, tegas Ma‟bad al-Juhani serta pengikut dan tokoh- tokohnya . Lalu dicarikan pembenaran didalam kitab suci al-Qur`an. Padahal Al-Qur`an berlepas diri dari penyimpangan itu. Dengan demikian faham qadariyah memiliki dasar yang kuat dalam Islam, dan tidaklah beralasan jika ada sebagian orang menilai faham ini sesat atau keluar dari Islam.

×