Your SlideShare is downloading. ×
STATISTIKA DAN PROBABILITAS                                          Abstrak         Untuk merencanakan besarnya debit keb...
STATISTIKA DAN PROBABILITAS                                    Pendahuluan           Pemanfaatan air sungai secara optimal...
STATISTIKA DAN PROBABILITASareal yang luas, pada tanah yang menjamin cukup lengas tanah, kesuburan tanah, danlingkungan hi...
STATISTIKA DAN PROBABILITASPeranan Statistika dalam Pengelolaan Distribusi Air      Statistika       Statistika adalah su...
STATISTIKA DAN PROBABILITASsampel, tetapi inferensi statistik bergerak ke arah yang berlawanan, kesimpulan induktif darisa...
STATISTIKA DAN PROBABILITASyang tersedia berlebihan disebut evaporasi potensial. Evaporasi yang sesungguhnya terjadidalam ...
STATISTIKA DAN PROBABILITASkering dipenuhi oleh air irigasi. Berapa jumlah air yang datang dari curah hujan dan berapajuml...
STATISTIKA DAN PROBABILITAS   c) Efisiensi di saluran dan bangunan saluran primer = 0,8KEBUTUHAN AIR SELAMA PENYIAPAN LAHA...
STATISTIKA DAN PROBABILITASdengan :       Etc       = Evapotranspirasi tanaman (mm/hari)       Eto       = Evapotransporas...
STATISTIKA DAN PROBABILITAS       WLR = kedua penggantian lapis airKebutuhan air di sumbernya dapat diperkirakan dengan ru...
STATISTIKA DAN PROBABILITASANALISIS PERHITUNGAN   1. PERHITUNGAN CURAH HUJAN RATA-RATA             Untuk analisis rata-rat...
STATISTIKA DAN PROBABILITASmusim tanam dimulai pada 2 minggu pertama bulan November, dan golongan daerah C awalmusim tanam...
STATISTIKA DAN PROBABILITAS                                    Daftar Pustaka     PT. Tatareka Paradya, 2004, Laporan Peke...
STATISTIKA DAN PROBABILITAS                                   LAMPIRAN                                          TABEL 1   ...
STATISTIKA DAN PROBABILITAS                                          TABEL 3                                          TABE...
STATISTIKA DAN PROBABILITAS                                          GAMBAR 1Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B     P...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tugas Paper Statistika

4,346

Published on

Peran dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas dalam Bidang Teknik Sipil

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,346
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
202
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Tugas Paper Statistika"

  1. 1. STATISTIKA DAN PROBABILITAS Abstrak Untuk merencanakan besarnya debit kebutuhan air yang diperlukan pada arealpersawahan secara keseluruhan, maka perlu dilakukan suatu analisa kebutuhan air. mulai.Tujuan dari penelitian ini pada adalah melakukan analisa hitungan untuk mendapatkanbesarnya debit kebutuhan air irigasi maksimal pada daerah irigasi Bendung.Kata kunci : kebutuhan air, areal irigasi, bendung Abstract To plan the amount of discharge water needs required at the rice field as a whole, itis necessary to do an analysis of the need for water. Purpose of this study was to analyze theamount of discharge count for maximum irrigation water requirements in irrigated areasweir.Keyword : water needs, irrigated area, weirSarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 1
  2. 2. STATISTIKA DAN PROBABILITAS Pendahuluan Pemanfaatan air sungai secara optimal untuk menunjang kegiatan di bidangpertanian salah satunya adalah dengan mendirikan bangunan air yang fungsinya untukmengalirkan atau menyuplai air untuk kebutuhan irigasi di persawahan yaitu bangunanbendung. Dalam merencanakan besarnya debit kebutuhan air yang diperlukan pada arealpersawahan secara keseluruhan perlu dilakukan suatu analisa kebutuhan air mulai darisaluran pembawa yaitu saluran primer, saluran sekunder dan saluran tersier hingga besarnyakebutuhan di petak-petak sawah, dalam hal ini perlu didukung dengan kelengkapan data-datayang terkait dalam analisa ini untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tujuan penelitian ini pada adalah untuk mendapatkan besarnya debit kebutuhan airirigasi maksimal pada daerah irigasi Bendung Mrican dan untuk mengetahui faktor-faktoryang dapat mempengaruhi dalam analisa kebutuhan air irigasi pada daerah irigasi BendungMrican. Diharapkan nantinya penelitian 1ini dapat bermanfaat sebagai bahan masukan dankajian dalam penentuan kebijakan serta untuk data dalam perancangan yang lebih lanjut padainstansi-instansi yang terkait. Yang dimaksud dengan irigasi adalah kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan usahamendapakan air untuk sawah, ladang, perkebunan dan lain-lain usaha pertanian. Usahatersebut terutama menyangkut pembuatan sarana dan prasarana untuk membagi-bagikan airke sawah-sawah secara teratur dan membuang air kelebihan yang tidak diperlukan lagi untukmemenuhi tujuan pertanian (Sudjarwadi,1979). Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume air yang diperlukan untuk memenuhikebutuhan evaporasi, kehilangan air, kebutuhan air untuk tanaman dengan memperhatikanjumlah air yang diberikan oleh alam melalui hujan dan kontribusi air tanah (Anonim,1996).Kebutuhan air sawah untuk padi ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut: penyiapanlahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air dan curah hujanefektif. Kebutuhan air bagi tanaman didefinisikan sebagai tebal air yang dibutuhkan untukmemenui jumlah air yang hilang melalui evapotranspirasi suatu tanaman sehat, tumbuh padaSarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 2
  3. 3. STATISTIKA DAN PROBABILITASareal yang luas, pada tanah yang menjamin cukup lengas tanah, kesuburan tanah, danlingkungan hidup tanaman cukup baik sehingga secara potensial tanaman akan berproduksisecara baik (Sudjarwadi,1979). Kebutuhan air tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktorevaporasi, transpirasi yang kemudian dihitung sebagai evapotranspirasi (Anonim,1996).Pemberian air secara golongan adalah untuk efisiensi, memperkecil kapasitas saluranpembawa, dan seringkali untuk menyesuaikan pelayanan irigasi menurut variasi debit yangtersedia pada tempat penangkap air, misalnya bendung pada sungai (Sudjarwadi, 1979).Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 3
  4. 4. STATISTIKA DAN PROBABILITASPeranan Statistika dalam Pengelolaan Distribusi Air Statistika Statistika adalah suatu ilmu matematika yang berkaitan dengan koleksi, interpretasianalisis atau penjelasan, dan penyajian data , ada juga yang menganggapnya sebagai cabangmatematika yang berkaitan dengan pengumpulan dan interpretasi data. Karena akar empirisdan fokus pada aplikasi, statistik biasanya dianggap sebagai ilmu matematika yang berbedadaripada sebuah cabang matematika. Statistika meningkatkan kualitas data dengan desain eksperimen dan survei. Statistikajuga menyediakan alat untuk prediksi dan data menggunakan peramalan dan model statistik .Statistik berlaku untuk berbagai disiplin akademik , termasuk alam dan ilmu sosial ,pemerintah, dan bisnis. Statistik konsultan yang tersedia untuk memberikan bantuan bagiorganisasi dan perusahaan-perusahaan tanpa akses langsung ke keahlian yang relevan denganmasalah tertentu mereka. Metode statistika yang dapat digunakan untuk meringkas atau menggambarkankumpulan data ini disebut statistik deskriptif . Hal ini berguna dalam penelitian, ketikaberkomunikasi hasil percobaan. Selain itu, pola dalam data tersebut dapat dimodelkan dengancara yang bertanggung jawab atas keacakan dan ketidakpastian dalam pengamatan, dankemudian digunakan untuk menarik kesimpulan tentang proses atau populasi sedangdipelajari; ini disebut statistik inferensial . Inferensi merupakan elemen penting darikemajuan ilmiah, karena menyediakan prediksi (berdasarkan data) untuk mana teori logismengarah. Untuk membuktikan teori membimbing lebih lanjut, prediksi ini diuji juga, sebagaibagian dari metode ilmiah. Jika kesimpulan berlaku, maka statistik deskriptif dari data barumeningkatkan kesehatan hipotesis itu. Statistik deskriptif dan statistik inferensial (aliasstatistik prediktif) diterapkan statistik bersama-sama. Statistika berkaitan erat dengan teori probabilitas, dengan yang seringdikelompokkan, perbedaan secara kasar bahwa dalam teori probabilitas, seseorang mulai dariparameter yang diberikan dari total populasi untuk probabilitas yang berkaitan denganSarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 4
  5. 5. STATISTIKA DAN PROBABILITASsampel, tetapi inferensi statistik bergerak ke arah yang berlawanan, kesimpulan induktif darisampel ke parameter dari populasi yang lebih besar atau total. Kegunaan Statistika digunakan dalam banyak bidang, baik dalam bidang kesehatan,industri, dan yang lainnya. Statistika juga berperan dalam pemerintahan, contohnya padasensus penduduk yang merupakan salah satu bukti real dari kegunaan statistika. Contohpenggunaan statistika dalam bidang teknik sipil adalah dalam membuat dan membaca tabel,karena dalam membuat tabel tersebut kita harus meneliti dan mengetahui caranya.PENGELOLAAN DISTRIBUSI AIR IRIGASI SECARA OPTIMAL Pengelolaan atau pengaturan air irigasi secara optimal dipengaruhi oleh kebutuhan airirigasi, ketersediaan air, pembagian air itu sendiri ke lahan layanan irigasi dan sistem polatanam di daerah layanan irigasi.Kebutuhan air tanaman adalah jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman untuk prosespertumbuhannya sehingga diperoleh produksi yang baik. Kebutuhan air tanaman ditentukanoleh EVAPORASI dan TRANSPIRASI. Evaporasi adalah proses menguapnya air daripermukaan tanah atau air, sedangkan transpirasi adalah proses menguapnya air dari bagiantubuh tanaman. Dalam kondisi medan (field condition) tidak mungkin membedakan antaraevaporasi dengan transpirasi jika tanahnya tertutup oleh tumbuh-tumbuhan. Kedua prosestersebut saling berkaitan sehingga dinamakan EVAPOTRANSPIRASI. Jumlah kadar air yanghilang dari tanah oleh evapotranspirasi tergantung pada: a. persediaan air yang cukup (hujan dan lain-lain) b. faktor-faktor iklim seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin dan lain-lain c. tipe dan cara kultivasi tumbuh-tumbuhan tersebut Faktor lain yang penting dalam proses transpirasi ini adalah jumlah air yang tersedia.Jika jumlah air selalu tersedia secara berlebihan dari yang diperlukan oleh tanaman selamaproses transpirasi ini, maka jumlah air yang ditranspirasikan akan lebih besar dibandingkanapabila tersedianya air di bawah keperluan. Evaporasi yang mungkin terjadi pada kondisi airSarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 5
  6. 6. STATISTIKA DAN PROBABILITASyang tersedia berlebihan disebut evaporasi potensial. Evaporasi yang sesungguhnya terjadidalam kondisi air tidak berlebihan yang sering terjadi di lapangan disebut evaporasi aktual. Metode yang paling teliti untuk menaksir besarnya evapotranspirasi dari suatupermukaan yang tertutup tanaman adalah melalui proses simulasi dari kombinasi aliran tidakjenuh di dalam tanah dengan evapotranspirasi. Pendekatan diambil berdasarkan adaptasi dariMonteith terhadap formula Penman. Situasi-situasi yang detail dan teliti dari data meteorologiyang diperlukan adalah sulit didapatkan. Karenanya penaksiran dalam perhitunganevapotranspirasi aktual maupun evapotranspirasi potensial adalah cukup.Evapotranspirasi Potensial (Potential Evapotranspiration) adalah evapotranspirasi yangterjadi apabila tersedia cukup air (dari pertisipasi atau irigasi) untuk memenuhi pertumbuhanoptimum). Sedangkan Evapotranspirasi Sesungguhnya (Actual Evapotranspiration) adalahevaporasi yang terjadi sesungguhnya, dengan kondisi pemberian air seadanya (Wiyono,2000). Rumus perhitungan evapotranspirasi potensial (Eto) dengan menggunakan metodePenman Modifikasi adalah : Eto= c. (W.Rn + (1-W).f(u).(ea – ed) (1) dengan : Eto = evapotranspirasi acuan (mm/hari) W = factor yang mempengaruhi penyinaran matahari C = factor penyesuaian kondisi cuaca akibat siang dan malam (1-W) = factor berat sebagai pengaruh angina dan kelembaban Rn = radiasi penyinaran matahari (mm/hari) f(u) = factor yang tergantung dari kecepatan angin/fungsi relative angina ea = tekanan uap jenuh (mbar) ed = tekanan uap nyata (mbar) (ea-ed) = perbedaan tekanan uap air/perbedaan tekanan uap jenuh rata-rata yang sesungguhnya dinyatakan dalam mbar pada temperature rata- rataPEMROSESAN DATA CURAH HUJAN Hujan memberikan kontribusi yang besar dari kebutuhan air untuk tanaman. Selamamusim hujan, sebagian besar kebutuhan air dipenuhi oleh hujan sementara dalam musimSarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 6
  7. 7. STATISTIKA DAN PROBABILITASkering dipenuhi oleh air irigasi. Berapa jumlah air yang datang dari curah hujan dan berapajumlah air yang harus dipenuhi oleh air irigasi adalah sulit diperkirakan. Curah hujan sangatbervariasi setiap tahunnya. Untuk mengestimasi kekurangan curah hujan yang harus dipenuhi oleh air irigasidiperlukan suatu analisa statistik yang membutuhkan data curah hujan yang panjang. Analisis curah hujan yang dimaksud adalah curah hujan efektif untuk menghitungkebutuhan irigasi. Curah hujan efektif atau andal adalah bagian dari keseluruhan curah hujanyang secara efektif tersedia untuk kebutuhan air. Untuk irigasi padi, curah hujan efektifbulanan diambil 70% dari curah hujan minimum tengah bulanan dengan periode ulang 5tahun.Re = 0,7 × . R (setengah bulanan) (2)dengan : Re = curah hujan efektif (mm/hari) R(setengah bulanan) = curah hujan minimum tengah bulanan dengan periode ulang 5 tahun Curah hujan efektif untuk tanaman bukan padi dihitung dengan metode yangdiperkenalkan oleh USDA Soil Conversation Service seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1(lihat lampiran) Curah Hujan Efektif Rata-rata Bulanan dengan ET Tanaman Rata-rataBulanan dan Curah Hujan Mean Bulanan (Mean Monthly Rainfall).EFISIENSI IRIGASI Dalam praktek irigasi sering terjadi kehilangan air yaitu sejumlah air yang diambiluntuk keperluan irigasi tetapi pada kenyataannya bukan digunakan oleh tanaman. Kehilanganair tersebut dapat berupa penguapan di saluran irigasi, perkolasi dari saluran. menurut bukuyang diterbitkan oleh DPU (Departemen Pekerjaan Umum), Pedoman dan StandarPerencanaan Teknis cetakan tahun 1986 penaksiran harga-harga efisiensi adalah sebagaiberikut : a) Efisiensi di saluran dan bangunan pada saluran tersier = 0,9 b) Efisiensi di saluran dan bangunan pada saluran sekunder = 0,9Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 7
  8. 8. STATISTIKA DAN PROBABILITAS c) Efisiensi di saluran dan bangunan saluran primer = 0,8KEBUTUHAN AIR SELAMA PENYIAPAN LAHAN Untuk menghitung kebutuhan irigasi selama penyiapan lahan, digunakan metodeyang dikembangkan oleh Van de Goor dan Zijlsha (1968). Metode tersebut didasarkan padalaju air konstan dalam liter/detik selama periode penyiapan lahan dan menghasilkan rumussebagai berikut : IR = M.ek / (ek – 1) (3)dengan : IR = kebutuhan air irigasi ditingkat persawahan (mm/hari) M = kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi dan perkolasi di sawah yang sudah dijenuhkan M = Eo + P (4)dengan : Eo = evaporasi air terbuka yang diambil 1,1 Eto selama penyiapan lahan (mm/hari) P = perkolasi (mm/hari) k = M.T/Sdengan : T = jangka waktu penyiapan lahan (hari) S = kebutuhan air, untuk penjenuhan ditambah dengan lapisan air 50 mm. Kebutuhan air irigasi selama penyiapan lahan yang dihitung menurut rumus diatasdapat diperlihatkan pada Tabel 2 Kebutuhan Air Selama Penyiapan Lahan.PENGGUNAAN KONSUMTIF Penggunaan konsumtif adalah jumlah air yang dipakai oleh tanaman untuk prosesfotosintesis dari tanaman tersebut. Penggunaan konsumtif dihitung dengan rumus berikut : Etc = Kc . Eto (5)Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 8
  9. 9. STATISTIKA DAN PROBABILITASdengan : Etc = Evapotranspirasi tanaman (mm/hari) Eto = Evapotransporasi tanaman acua (mm/hari) Kc = Koefisien tanamanPERKOLASI Perkolasi adalah gerakan air ke bawah dari zona tidak jenuh, yang tertekan di antarapermukaan tanah sampai ke permukaan air tanah (zona jenuh). Daya perkolasi (P) adalah lajuperkolasi maksimum yang dimungkinkan, yang besarnya dipengaruhi oleh kondisi tanahdalam zona tidak jenuh yang terletak antara permukaan tanah dengan permukaan air tanah.HARGA-HARGA KOEFISIEN TANAMAN Harga-harga koefisien tanaman padi yang diberikan akan dipakai dengan rumusPenman yang telah dimodifikasi, harga-harga tersebut bisa dilihat pada Tabel 3 Harga –hargaKoefisien Tanaman Padi pada lampiran. Seperti halnya untuk tanaman padi, tanaman palawija dianjurkan bahwa untukindeks evapotranspirasi tanaman dipakai evapotranspirasi Penman yang dimodifikasi,sedangkan cara perhitungannya bisa menurut cara FAO atau cara Nedeco/Prosida. Harga-harga koefisien tanaman disajikan pada Tabel 4 pada lampiran.KEBUTUHAN AIR DI SAWAHPerkiraan banyaknya air untuk irigasi didasarkan pada faktor-faktor jenis tanaman, jenistanah, cara pemberian airnya, cara pengolahan tanah, banyak turun curah hujan, waktupenanaman, iklim, pemeliharaan saluran dan bangunan bendung dan sebagainya. Banyaknyaair untuk irigasi pada petak sawah dapat dirumuskan sebagai berikut : NFR = Etc + P + WLR – Re (6)Dengan : NFR = Netto Field Water Requirement, kebutuhan bersih air disawah (mm/hari) Etc = Evaporasi tanaman (mm/hari) P = perkolasi (mm/hari) Re = Curah hujan efektif (mm/hari)Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 9
  10. 10. STATISTIKA DAN PROBABILITAS WLR = kedua penggantian lapis airKebutuhan air di sumbernya dapat diperkirakan dengan rumus : IR = (7)Dengan : IR = kebutuhan air irigasi (mm/hr) NFR = kebutuhan air di sawah (mm/hr) Ef = efisiensi yang terdiri dari efisiensi di saluran dan bangunan tersier, sekunder, dan primer ANALISA DATA DAN ANALISIS PERHITUNGAN Dalam analisis ini digunakan Metodologi Penman yang dimodifikasi. Metode inilebih memberikan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan metode yang lainnya tetapilebih membutuhkan data yang lebih lengkap. Langkah-langkah yang harus dilakukan dariawal sampai akhir analisis kebutuhan air dapat dilihat pada Gambar 1 (pada lampiran) BaganAlir Metode Analisis Kebutuhan Air. Langkah pertama untuk menganalisis kebutuhan air irigasi adalah denganmengumpulkan data – data klimatologi yang berasal dari stasiun klimatologi yang beradadisekitar wilayah pertanian yang akan dianalisis. Dengan data-data tersebut selanjutnya akandapat ditentukan Evapotranspirasi acuan (Eto), Evapotranspirasi acuan (Eto) yang telahdiketahui nilainya kemudian dikalikan dengan koefisien tanaman akan didapatkan nilaiconsumtive use (Etc). Dengan faktor-faktor lainnya yang menunjang hitungan kebutuhan airirigasi seperti curah hujan efektif yang disesuaikan dengan jenis tanaman (padi/palawija),perkolasi dari suatu tempat besarnya diasumsikan dan kemudian menentukan pola tanamnya.Setelah itu dengan menggunakan rumus mencari kebutuhan air irigasi akan didapatkebutuhan air dilahan, dengan ditambah efisiensi saluran maka kebutuhan air disumber bisaditentukan.Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 10
  11. 11. STATISTIKA DAN PROBABILITASANALISIS PERHITUNGAN 1. PERHITUNGAN CURAH HUJAN RATA-RATA Untuk analisis rata-rata curah hujan pada daerah irigasi Bendung Mricanmenggunakan metode Rata-rata Aljabar (Arithmatic Mean Method). Rumus yang digunakanadalah sebagai berikut: (8)dengan d = tinggi curah hujan rata-rata areal d1, d2, d3,...,dn = tinggi curah hujan pada stasiun penakar hujan n = banyaknya stasiun penakar hujan 2. ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI Untuk menganalisa kebutuhan air irigasi maka harus diketahui terlebih dulu besarnilai perkolasi (P) dan faktor pengolahan tanah (IR), harga-harga koefisien tanaman Padi danPalawija (tanaman Jagung), kedua penggantian lapisan air (WLR) dan sebagainya, maka akandapat dicari penggunaan air konsumtif (Etc) dan dapat dihitung kebutuhan air irigasi (NFR).ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pola tanam di daerah irigasi Bendung Mrican yaitu Padi-Padi-Palawija, yang terbagidalam tiga golongan yaitu untuk golongan daerah A dengan luas 62,15 ha, golongan daerah Bdengan luas 42,55 ha, dan golongan daerah C dengan luas 56,30 ha. Pada Tabel Alternatif Iuntuk kebutuhan air diketahui untuk golongan daerah A awal musim tanam dimulai pada 2minggu pertama bulan Oktober, golongan daerah B awal musim tanam dimulai pada 2minggu kedua bulan Oktober, dan golongan daerah C awal musim tanam dimulai 2 minggupertama bulan November, besarnya nilai debit kebutuhan air yang maksimal yaitu 0,271m3/dtk. Pada Tabel Alternatif II untuk kebutuhan air diketahui untuk golongan daerah Aawal musim tanam dimulai pada 2 minggu kedua bulan Oktober, golongan daerah B awalSarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 11
  12. 12. STATISTIKA DAN PROBABILITASmusim tanam dimulai pada 2 minggu pertama bulan November, dan golongan daerah C awalmusim tanam dimulai 2 minggu kedua bulan November, besarnya nilai debit kebutuhan airyang maksimal yaitu 0,254 m3/dtk.Pada Tabel Alternatif III untuk kebutuhan air diketahui untuk golongan daerah A awal musimtanam dimulai pada 2 minggu pertama bulan November, golongan daerah B awal musimtanam dimulai pada 2 minggu kedua bulan November, dan golongan daerah C awal musimtanam dimulai 2 minggu pertama bulan Desember, besarnya nilai debit kebutuhan air yangmaksimal yaitu 0,261 m3/dtk. Didapatkan nilai debit kebutuhan air irigasi maksimal yangterkecil yaitu 0,254 m3/dtk yang bermanfaat untuk menjadi bahan acuan dalam menentukanbesarnya dimensi saluran yang diperlukan dalam perencanaan lebih lanjut. Kesimpulan Setelah dilakukan analisis kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Bendung Mricandapat diambil kesimpulan bahwa besarnya debit kebutuhan air irigasi untuk Daerah IrigasiBendung Mrican yang berdasarkan pada tabel-tabel Alternatif I, II, dan III kebutuhan airirigasi dengan masing-masing nilai yaitu 0,271 m3/dtk; 0,254 m3/dtk; dan 0,261 m3/dtkuntuk nilai debit yang maksimal. Dari beberapa hasil alternatif debit kebutuhan, terdapat nilaidebit kebutuhan air maksimal yang terkecil yaitu 0,254 m3/dtk. Adapun manfaat dari debitkebutuhan air maksimal yang terkecil yaitu sebesar 0,254 m3/dtk adalah berguna sebagaibahan acuan dalam menentukan panjang dan lebarnya serta kedalaman dimensi saluran yangdiperlukan dalam perencanaan dan pembangunan sistem jaringan irigasi.Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 12
  13. 13. STATISTIKA DAN PROBABILITAS Daftar Pustaka PT. Tatareka Paradya, 2004, Laporan Pekerjaan SID Jaringan Irigasi D.I Mrican diKabupaten Bantul Proyek Irigasi Andalan D.I.Y, Laporan Desain Bendung Mrican,Yogyakarta. Haz, Zainullah., 2000, Laporan Tugas Akhir, Analisis Imbangan Air pada Lahan Pantaidi Daerah Irigasi Bendung Pekik Jamal, Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta. Muhyidin, Endin., 2000, Laporan Tugas Akhir, Perencanaan Kebutuhan Air Irigasiuntuk Tanaman Padi dan Palawija pada Daerah Irigasi Pekik Jamal, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta. Rahayuningsih, Setyawati., 2001, Laporan Tugas Akhir, Perbandingan Irigasi Air Kontinyu dengan Air Irigasi Golongan di Daerah Irigasi Serayu kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas, Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta. Wiyono, Agung., 2000, Catatan Kuliah Pengembangan Sumber Daya Air, DepartemenTeknik Sipil ITB, Bandung.Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 13
  14. 14. STATISTIKA DAN PROBABILITAS LAMPIRAN TABEL 1 TABEL 2Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 14
  15. 15. STATISTIKA DAN PROBABILITAS TABEL 3 TABEL 4Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 15
  16. 16. STATISTIKA DAN PROBABILITAS GAMBAR 1Sarjana Magister Teknik Sipil 06 2012 B Page 16

×