• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
10 model pembelajaran terpadu
 

10 model pembelajaran terpadu

on

  • 14,586 views

 

Statistics

Views

Total Views
14,586
Views on SlideShare
14,586
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
256
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    10 model pembelajaran terpadu 10 model pembelajaran terpadu Document Transcript

    • Nama : Deasy Ratu Nurmalasari TUGAS 3NIM : 1100416Kelas : PGSD 2APembelajaran TerpaduModel – Model Pembelajaran TerpaduMenurut Fogarty dalam bukunya How to Integrate the Curricula , ada 10 macam modelpembelajaran terpadu, seperti :1. The connected model (model terhubung)2. The webbed model (model jaring laba-laba)3. The integrated model ( model integrasi)4. The nested model (model tersarang)5. The fragmented model ( model fragmen)6. The sequenced model ( model terurut)7. The shared model ( model terbagi)8. The threaded model (model pasang benang)9. The immersed model (model terbenam)10. The networked model (model jaringan)Menurut Prabowo (2000:3), dari kesepuluh model tersebut, ada 3 model yangdipandang layak untuk dikembangkan dan mudah dilaksanakan pada pendidikan formal(sekolah dasar). Ketiga model itu adalah the connected model (model terhubung), the webbedmodel (model jaring laba-laba), dan the integrated model ( model integrasi). Selain itu juga,hanya 3 model tersebut yang digunakan pada kurikulum PGSD.Model yang sesuai untuk pembelajaran SD adalah model yang disesuaikan oleh kondisidan situasi saat itu. Semua model akan berjalan dengan baik dan mulus asalkan cocok dengankondisi saat itu. Dan semua model itu adalah baik untuk pembelajaran.Setelah mengetahui bahasan dari 3 model pembelajaran terpadu yang menjadi kurikulumPGSD, Berikut ini adalah makna yang terkandung dalam 7 model dari 10 modelpembelajaran terpadu.
    • A. The Nested Model (Model Tersarang)Model Sarang (Nested) adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanyaadalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilanmengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sertamemadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi. Model ini masih memfokuskanketerpaduan beberapa aspek pada kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain.model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatumateri tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Denganmenggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga cakupantersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap melalui aktivitas yangtelah terstruktur.Contoh : pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat aspek membaca, menulis, berbicara,menyimak. Keempat aspek tersebut menjadi satu keterpaduan yang menghasilkanketrampilan berbahasa.Keunggulan model sarang antara lain : kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selainmemperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiapmata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswamendatang.Kelemahan model ini adalah dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dankurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapatmengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah penekananpada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan.B. The Fragmented Model ( Model Fragmen)Model Penggalan (Fragmented) adalah model pembelajaran konvensional (umumnya)yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkankebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap matapelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiapmata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya.
    • Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yangberbeda dari setiap guru.Contoh: dalam satu pelajaran, terdapat materi perambatan cahaya (content), prediksi(thinking skill), dan peta konsep (organizing skill). Yang merupakan pemaduan berbagaibentuk penguasaan konsep ketrampilan berpikir, dan ketramplan mengorganisir.Kelemahan model ini : siswa tidak dapat mengintegrasikan konsep-konsep yang sama,keterampilan serta sikap yang ada kaitannya satu dengan yang lainnya.Keunggulan model ini antara lain : guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidangkeahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskandalam setiap pengajaran.C. The Sequenced Model ( Model Terurut)Model Pengurutan (Sequenced) adalah model pembelajaran yang topic atau unit yangdisusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yanglainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajarandari keduanya dapat diajarkan secara paralel. Dengan mengurutkan urutan topic-topik yangdiajarkan, tiap kegiatan akan dapat saling mengutamakan karena tiap subjek salingmendukung.Contoh: pada mata pelajaran IPA dan matematika tentang pengukuran. Pelajaran IPA=suhu(Kelvin, derajat, Fahrenheit, Reamur. Pelajaran matematika= cara pengolahan data.Dengan cara penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.Keunggulan model ini adalah dalam penyusunan urutan topic, guru memiliki keleluasaanuntuk menentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tidak dibatasi oleh apa yang sudahtercantum dalam kurikulum. Sedangkan dari sudut pandang siswa, pengurutan topic yangberhubungan dari disiplin yang berbeda akan membantu mereka untuk memahami isi darimata pelajaran tersebut.Kelemahan model pengurutan antara lain perlu adanya kerjasama antara guru-guru bidangstudi agar dapat mengurutkan materi, sehingga ada kesesuaian antara konsep yang ssatudengan konsep yang lainnya
    • D. The Shared Model ( Model Terbagi)Model Irisan (Shared) adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabunganatau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalamperencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep, keterampilan sertasikap. Penggabungan antara konsep pelajaran, keterampilan dan sikap yang salingberhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema. Model ini berbeda denganmodel sarang, dimana tema memayungi dua mata pelajaran, aspek konsep, keterampilan dansikap menjadi kesatuan yang utuh. Sedangkan pada model sarang, sebuah tema hanyamemayungi satu pelajaran saja.Contoh: menggabungkan 2 mata pelajaran atau lebih dalam satu tema.Keunggulan model ini antara lain adalah dalam hal mentransfer konsep secara lebih dalam,siswa menjadi lebih mudah melakukannya. Misalnya dengan alat bantu media film untukmenanamkan konsep dari dua mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan.Kelemahan model ini antara lain adalah untuk menyususn rencana model pembelajaran inidiperlukan kerjasama guru dari mata pelajaran yang berbeda, sehingga perlu waktu ekstrauntuk mendiskusikannya.E. The Threaded Model (Model Pasang Benang)Model Bergalur (Threaded) adalah model pembelajaran yang memfokuskan padametakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti materi subjek.Misalnya untuk melatih keterampilan berfikir (problem solving) dari beberapa mata pelajarandicari materi yang merupakan bagian dari problem solving. Seperti komponen memprediksi,meramalkan kejadian yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuag bacaan, hipotesislaboratorium dan sebagainya. Keterampilan-keterampilan ini merupakan dasar yang salingberkaitan. Keterampilan yang digunakan dalam model ini disesuaikan pula denganperkembangan usia siswa sehingga tidak tumpang tindih.Contoh: disuatu mata pelajaran, membutuhkan pemecahan masalah dari mata pelajaranlainnya.
    • Keunggulan model ini antara lain : konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankanpada perilaku metakognitif. Model ini membuat siswa dapat belajar bagaimana seharusnyabelajar di masa yang akan dating sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Niali lebihdari model ini adalah materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni sehingga siswa yangmempunyai tingkat pemikiran superordinat memiliki kekuatan transfer pada keterampilanhidup.Kelemahan model ini antara lain : Hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlaluditunjukkan sehingga secara eksplisit sehingga siswa kurang dapat memahami keterkaitankonten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Guru perlu memahami keterampilandan strategi yang digunakan siswa agar dapat mengembangkan dirinya.F. The Immersed Model (Model Terbenam)Model Terbenam (Immersed) adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapamata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmukedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiapmata pelajaran tersebut ada kesatuannya. Model ini dapat pula diterapkan pada siswa SD,SMP, maupun SMU dalam bentuk proyek di akhir semester.Keunggulan model ini adalah ; setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yangberbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Merekaterpacu untuk dpat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Matapelajaran menjadi lebih terfokus dan siswa akan selalu mencari tahu apa yang menjadipertanyaan baginya, sehingga pengalamannya menjadi lebih luas. Model ini melatihkreatifitas berfikir siswa secara bertahap dari jenjang SD hingga SMU. Bagi siswa kelas 4 SDmodel ini dapat dilaksanakan pada hari HUT RI. Misalnya merancang sebuah pesawatterbang yang seimbang lalu dipamerkan.Kelemahan model ini antara lain : siswa yang tidak senang membaca akan mendapatkesulitan utnuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.Guru perlu waktu untuk mengorganisir semua kegiatan proyek yang dilaksanakan oleh siswayang tersususn secara baik dan terencana sebelumnya.
    • G. The Networked Model (Model Jaringan)Model Jaringan Kerja (Networking) adalah model pembelajaran berupa kerjasamaantara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungandengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidaklangsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber dapat berupa buku bacaan, internet,saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru yang dianggap ahli olehnya. Siswamemperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi belajar karena rasa ingintahunya yang besar dalam dirinya.Keunggulan model ini : siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua matapelajaran secara mendalam dan sempit sararannya. Hal ini umumnya muncul secara tidaksengaja selama proses pembelajaran di kelas sedeng berlangsung.Kelemahan model ini adalah : kemnkinan motivasi siswa akan berubah sehingga kedalamanmateri pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalammencari sumber.Trianto ,S.pd.,M.pd. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta:prestasi pustaka publisherDepdiknas. 1996. Pembelajaran Terpadu D-II PGSD Dan S-2 Pendidikan Dasar. Jakarta:Depdiknas