Bahan Ajar Sistem Eko.Powerpoint.03

8,482 views
8,250 views

Published on

Published in: Technology, News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
8,482
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
22
Actions
Shares
0
Downloads
380
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bahan Ajar Sistem Eko.Powerpoint.03

  1. 1. Appendix. Bab.3 Tentang Ekonomi Liberal
  2. 2. Tentang Ekonomi Liberal <ul><li>Ciri ekonomi liberal </li></ul><ul><li>Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu. </li></ul><ul><li>Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi. </li></ul><ul><li>Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi . </li></ul><ul><li>Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh). </li></ul><ul><li>Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan. </li></ul><ul><li>Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar . </li></ul><ul><li>Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi. </li></ul><ul><li>Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi </li></ul>
  3. 3. Keuntungan dan kelemahan dari ekonomi liberal <ul><li>Keuntungan </li></ul><ul><li>Ada beberapa keuntungan dari suatu sistem ekonomi liberal, yaitu: </li></ul><ul><li>Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah. </li></ul><ul><li>Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian. </li></ul><ul><li>Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat. </li></ul><ul><li>Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat. </li></ul><ul><li>Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan. </li></ul>
  4. 4. Keuntungan dan kelemahan dari ekonomi liberal <ul><li>Kelemahan </li></ul><ul><li>Selain ada keuntungan, ada juga beberapa kelemahan daripada sistem ekonomi liberal, adalah: </li></ul><ul><li>Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat. </li></ul><ul><li>Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. </li></ul><ul><li>Banyak terjadinya monopoli masyarakat. </li></ul><ul><li>Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu. </li></ul><ul><li>Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut. </li></ul>
  5. 5. Penerapan Ekonomi Liberal <ul><ul><li>Negara negara di Dunia </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Amerika Serikat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Eropa </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Asia </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kepulanan Oceania </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Afrika </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tokoh Penemu Faham Liberal </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Niccolò Machiavelli </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><li>Desiderius Erasmus </li></ul></ul>
  6. 6. Sistem Neo-Liberalisme <ul><li>Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik. Paham ini memfokuskan pada metode pasar bebas , pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi. </li></ul><ul><li>Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer. Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas . </li></ul>
  7. 7. Sistem Neo-Liberalisme <ul><li>kesimpulan akhirnya sama: Intervensi negara harus berkurang dan semakin banyak berkurang sehingga individu akan lebih bebas berusaha. Pemahaman inilah yang akhirnya disebut sebagai &quot;Neoliberalisme&quot;. </li></ul><ul><li>Paham ekonomi neoliberal ini yang kemudian dikembangkan oleh teori gagasan ekonomi neoliberal yang telah disempurnakan oleh Mazhab Chicago yang dipelopori oleh Milton Friedman </li></ul>
  8. 8. Sistem Neo Liberalisme <ul><li>Neo-Liberalisme bertujuan mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar , dengan pembenaran mengacu pada kebebasan. </li></ul><ul><li>Seperti pada contoh kasus upah pekerja, dalam pemahaman neoliberalisme pemerintah tidak berhak ikut campur dalam penentuan gaji pekerja atau dalam masalah-masalah tenaga kerja sepenuhnya ini urusan antara si pengusaha pemilik modal dan si pekerja. Pendorong utama kembalinya kekuatan kekuasaan pasar adalah privatisasi aktivitas-aktivitas ekonomi, terlebih pada usaha-usaha industri yang dimiliki-dikelola pemerintah. </li></ul><ul><li>Tapi privatisasi ini tidak terjadi pada negara-negara kapitalis besar, justru terjadi pada negara-negara Amerika Selatan dan negara-negara miskin berkembang lainnya. Privatisasi ini telah mengalahkan proses panjang nasionalisasi yang menjadi kunci negara berbasis kesejahteraan. Nasionalisasi yang menghambat aktivitas pengusaha harus dihapuskan. </li></ul><ul><li>Revolusi neoliberalisme ini bermakna bergantinya sebuah manajemen ekonomi yang berbasiskan persediaan menjadi berbasis permintaan. Sehingga menurut kaum Neoliberal, sebuah perekonomian dengan inflasi rendah dan pengangguran tinggi, tetap lebih baik dibanding inflasi tinggi dengan pengangguran rendah. Tugas pemerintah hanya menciptakan lingkungan sehingga modal dapat bergerak bebas dengan baik. </li></ul>
  9. 9. Penyebaran Neo-Liberalisme dan Kritikan <ul><li>Penyebaran </li></ul><ul><li>Indonesia </li></ul><ul><li>Amerika Serikat </li></ul><ul><li>Kritikan </li></ul><ul><li>Kritik terhadap neoliberalisme terutama sekali berkaitan dengan negara-negara berkembang yang aset-asetnya telah dimiliki oleh pihak asing. Negara-negara berkembang yang institusi ekonomi dan politiknya belum terbangun tetapi telah dikuras sebagai akibat tidak terlindungi dari arus deras perdagangan dan modal. Bahkan dalam gerakan neoliberal sendiri terdapat kritik terhadap banyaknya negara maju telah menuntut negara lain untuk meliberalisasi pasar mereka bagi barang-barang hasil industri mereka, sementara mereka sendiri melakukan proteksi terhadap pasar pertanian domestik mereka. </li></ul>
  10. 10. Perdagangan Bebas dan Zona Perdagangan Bebas <ul><li>Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. </li></ul><ul><li>Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda. </li></ul><ul><li>Sebuah zona perdagangan bebas atau zona pemrosesan ekspor adalah satu atau beberapa negara di mana bea dan kuota dihapuskan dan kebutuhan akan birokrasi direndahkan dalam rangka menarik perusahaan-perusahaan dengan menambahkan insentif untuk melakukan usaha di sana. </li></ul><ul><li>Kebanyakan zona-zona ini berada di dunia ketiga . Mereka adalah zona istimewa di mana beberapa halangan perdagangan normal seperti bea ekspor atau impor ditiadakan, birokrasi biasanya direndahkan, dan perusahaan yang didirikan di sana dapat diberikan diskon pajak (&quot;tax break&quot;) sebagai insentif tambahan. </li></ul>
  11. 11. Sistem Sosialisme <ul><li>Istilah &quot; Sosialisme &quot; atau &quot; Sosialis &quot; dapat mengacu ke beberapa hal : ideologi atau kelompok ideologi. sistem ekonomi , negara . </li></ul><ul><li>Sebagai Sistem Ekonomi </li></ul><ul><ul><li>Penguasan Perusahaan Vital oleh Negara </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem Ekonomi dalam sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Berpijak pada konsep Marx tentang penghapuskan kepimilikan hak pribadi, prinsip ekonomi sosialisme menekankan agar status kepemilikan swasta dihapuskan dalam beberapa komoditi penting dan kepentingan masyarakat banyak, Seperti Air, Listrik, bahan pangan dll. </li></ul></ul><ul><ul><li>Berdasarkan pemikiran tersebut, Marx mengembangkan teori tentang nilai surplus ( der Mehrwert, surplus value ). Dan nilaii surplus itu dipetik oleh majikan. Selanjutnya dikatakan nilai surplus itu merupakan pemerasan oleh kaum modal terhadap tenaga kerja. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemikiran Marx juga menyankut persoalan tingkat laba yang cenderung menurun, kesengsaraan yang meluas, serta krisis dan keruntuhan kapitalisme </li></ul></ul>

×