Selamat  Ikut Berjuang bersama F orum  M asyarakat  M aritim  I ndonesia ( FMMI ) Jakarta,  9  November 2007
Beberapa Pemikiran <ul><li>dari </li></ul><ul><li>FMMI </li></ul>
The Points: <ul><li>Goal </li></ul><ul><li>Domain </li></ul><ul><li>Awareness </li></ul><ul><li>Paradigm </li></ul><ul><li...
Other Points <ul><li>National Prosperity </li></ul><ul><li>National Security </li></ul>
Current Issues: <ul><li>Mengapa Dephub tidak menerima 145 buah kapal bantuan patroli dari Jepang & USA? </li></ul><ul><li>...
Goal <ul><li>Menjadi tuan dinegeri sendiri </li></ul><ul><li>Mewujudkan negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, aman, d...
Domain <ul><li>. </li></ul>Global Common Approaches Pelabuhan Indonesia Pelabuhan Luar Negeri Across the  Maritime Domain
Domain Kegiatan Maritim <ul><li>. </li></ul>
Domain Kegiatan Maritim <ul><li>UU 17 th 2007 , bisa dilaksanakan berdasarkan Unclos III th 82 yang diratifikasi dengan UU...
Potensi Geografis Nasional <ul><li>Luas Daratan 1.826.440 km2 </li></ul><ul><li>Jumlah Pulau   17.508 buah </li></ul><ul><...
How to go there? <ul><li>Modal Dasar. </li></ul><ul><li>Wilayah Indonesia sejak deklarasi ’57 diterima menjadi bagian dari...
Potensi Maritim <ul><li>Perdagangan </li></ul><ul><li>R&D Maritime </li></ul><ul><li>Education & Training </li></ul><ul><l...
Sektor Terkait <ul><li>Perdagangan </li></ul><ul><li>Keuangan  (BC) </li></ul><ul><li>Kehakiman  (Imig) </li></ul><ul><li>...
Back Grounds <ul><li>UU No. 17 tahun 2007  tentang  Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 </li></u...
Pendekatan Prosperity <ul><li>Bali Concord II tgl 7 Oktober 2003, bertujuan memperlancar arus barang, mengurangi penyelund...
National Single Window <ul><li>. </li></ul>
Pendekatan Prosperity 2 <ul><li>Sebetulnya ini adalah pengelolaan Seaborne Trade dilaut dengan melibatkan berbagai institu...
Pendekatan Prosperity 3 3 Pertanyaan Penting <ul><li>Kini Timbul Pertanyaan besar: </li></ul><ul><li>Siapa yang  berwenang...
Pendekatan Prosperity 3 Institusi Terkait <ul><li>Perlu dirinci  institusi  yang  berwenang  sesuai peraturan nasional & k...
Pendekatan Prosperity 4   Inpres 5 th 2005 Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional perlu dipercepat <ul><li>SKB 5 mentri ...
Pengawasan Terintegrasi Baik diatas maupun dibawah air <ul><li>. </li></ul>
Pengawasan Terintegrasi 2 Secara Rinci <ul><li>Kemampuan untuk  memonitor, pendeteksian dan kontrol  gerakan kapal di Doma...
Pengawasan Terintegrasi 4 Badan Pelaksana Sekuriti <ul><li>Dengan motto:  Semper Paratus   (selalu siap setiap saat) </li>...
Wilayah Maritim Indonesia [1]
Wilayah Maritim Indonesia 2 <ul><li>Sampai saat ini  belum ada satu badan  dengan misi pengamanan dilaut secara efektif da...
Hak & Kewajiban <ul><li>Sesuai Unclos / Konvensi Hukum Laut, hak dan kewajiban penegakan Yurisdiksi. </li></ul><ul><li>Per...
Hak & Kewajiban <ul><li>. </li></ul>
Domain <ul><li>Across the Maritime Domain </li></ul>Pelabuhan Indonesia Pelabuhan Luar Negeri Global Common Approaches
US Home Land Domain <ul><li>. </li></ul>
Maritime Awareness <ul><li>. </li></ul>
Good Governance <ul><li>Awareness terhadap prosperity aspect </li></ul><ul><ul><li>Regimes, peraturan untuk mendukungnya. ...
Usulan <ul><li>Dibentuk Badan Pengembangan, pengendalian dan Pengelolaan Potensi Maritim (Babanglilasimar = BP4M = Maritim...
BP4M Badan Pengembangan, Pengendalian  & Pengelolaan Potensi Maritim Kerjasama Interntional   (IMO, ILO, Bilateral) Pengel...
Kerjasama International <ul><li>Terlibat aktif di IMO, ILO & Bilateral dibidang maritim </li></ul><ul><li>Mengorganisir, m...
Pengelolaan Potensi Maritim <ul><li>Mengorganisir dan mendistribusikan Pengelolaan Potensi maritim sesuai tugas dan kemamp...
Perencanaan Kebijakan Maritim <ul><li>Memberikan saran untuk pengendalian pengembangan aturan maritim nasional & daerah </...
Coast Guard <ul><li>The responsibilities of coast guard are:  </li></ul><ul><ul><li>enforcement of  maritime law  (Customs...
Coast Guard 2 Referensi <ul><li>The  U.S. Coast Guard  has both law enforcement and security roles.  </li></ul><ul><li>In ...
Sekian <ul><li>Terima Kasih </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sumbangan Pemikiran FMMI

1,208 views
1,031 views

Published on

Sumbangan Pemikiran dari Forum Masyarakat Maritim Indonesia. Oleh Darul Makmur, Sekjen

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,208
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
25
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sumbangan Pemikiran FMMI

  1. 1. Selamat Ikut Berjuang bersama F orum M asyarakat M aritim I ndonesia ( FMMI ) Jakarta, 9 November 2007
  2. 2. Beberapa Pemikiran <ul><li>dari </li></ul><ul><li>FMMI </li></ul>
  3. 3. The Points: <ul><li>Goal </li></ul><ul><li>Domain </li></ul><ul><li>Awareness </li></ul><ul><li>Paradigm </li></ul><ul><li>Back Grounds </li></ul><ul><li>How to go there? </li></ul><ul><li>The way we need </li></ul><ul><li>Suggestions </li></ul>
  4. 4. Other Points <ul><li>National Prosperity </li></ul><ul><li>National Security </li></ul>
  5. 5. Current Issues: <ul><li>Mengapa Dephub tidak menerima 145 buah kapal bantuan patroli dari Jepang & USA? </li></ul><ul><li>Kedatangan USCG bulan Sept. 2007 tentu ada dasar yang jelas, apakah diundang pemerintah atau atas dasar strategy USCG: Focussing International Engagement on Maritime Governance. </li></ul><ul><li>Kunjungan Presiden Putin ke Indonesia </li></ul>
  6. 6. Goal <ul><li>Menjadi tuan dinegeri sendiri </li></ul><ul><li>Mewujudkan negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, aman, dinamis dan inovatif yang berbasis kepentingan nasional (Visi FMMI, sesuai UU No 17 th 2007) </li></ul>
  7. 7. Domain <ul><li>. </li></ul>Global Common Approaches Pelabuhan Indonesia Pelabuhan Luar Negeri Across the Maritime Domain
  8. 8. Domain Kegiatan Maritim <ul><li>. </li></ul>
  9. 9. Domain Kegiatan Maritim <ul><li>UU 17 th 2007 , bisa dilaksanakan berdasarkan Unclos III th 82 yang diratifikasi dengan UU 17 th 1985 </li></ul><ul><li>Ini bertujuan untuk National Prosperity </li></ul><ul><li>Untuk terlaksana dengan baik mau tidak mau harus didukung oleh National Security </li></ul>
  10. 10. Potensi Geografis Nasional <ul><li>Luas Daratan 1.826.440 km2 </li></ul><ul><li>Jumlah Pulau 17.508 buah </li></ul><ul><li>Laut Teritorial 3.205.695 km2 </li></ul><ul><li>ZEE 2.914.978 km2 </li></ul><ul><li>Teritorial + ZEE 6.120.673 km2 </li></ul>
  11. 11. How to go there? <ul><li>Modal Dasar. </li></ul><ul><li>Wilayah Indonesia sejak deklarasi ’57 diterima menjadi bagian dari Unclos ’82 (penjelasan umum UU 17 th 2007) </li></ul><ul><li>Merubah paradigma </li></ul><ul><li>Dari Land Base Oriented </li></ul><ul><li>Manjadi Archipelegic Base Oriented </li></ul>
  12. 12. Potensi Maritim <ul><li>Perdagangan </li></ul><ul><li>R&D Maritime </li></ul><ul><li>Education & Training </li></ul><ul><li>Hankam </li></ul><ul><ul><li>AL </li></ul></ul><ul><ul><li>Badan Penjaga Laut & Pantai (Coast Guard) </li></ul></ul><ul><li>Industri Maritim </li></ul><ul><ul><li>Angkutan laut </li></ul></ul><ul><ul><li>Pelabuhan </li></ul></ul><ul><ul><li>Shipyard </li></ul></ul><ul><ul><li>Fishing Industry (Capture, Processing & Aqua-culture) </li></ul></ul><ul><ul><li>Sumberdaya Pulau Kecil </li></ul></ul><ul><ul><li>Wisata </li></ul></ul><ul><ul><li>Explorasi Mineral & Energy </li></ul></ul><ul><ul><li>Information System </li></ul></ul><ul><ul><li>Financing </li></ul></ul><ul><ul><li>Jasa-jasa, dll </li></ul></ul>NKRI Bisa Besar Bila Menguasai Laut, Potensi Laut adalah:
  13. 13. Sektor Terkait <ul><li>Perdagangan </li></ul><ul><li>Keuangan (BC) </li></ul><ul><li>Kehakiman (Imig) </li></ul><ul><li>Depkes (Karantina) </li></ul><ul><li>Pelayaran </li></ul><ul><ul><li>Domestik </li></ul></ul><ul><ul><li>LN </li></ul></ul><ul><ul><li>Pelra </li></ul></ul><ul><ul><li>Khusus </li></ul></ul><ul><li>Industri Maritim (Pelabuhan, galangan, dll) </li></ul><ul><li>Perikanan </li></ul><ul><li>Pariwisata </li></ul><ul><li>Explorasi Lepas Pantai </li></ul><ul><li>Riset dan Teknologi </li></ul><ul><li>Maritime Education & Training </li></ul><ul><li>Keamanan </li></ul><ul><ul><li>Security </li></ul></ul><ul><ul><li>AL </li></ul></ul><ul><li>DLL </li></ul>
  14. 14. Back Grounds <ul><li>UU No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 </li></ul><ul><li>National Single Window rencana keputusan Pemerintah </li></ul>
  15. 15. Pendekatan Prosperity <ul><li>Bali Concord II tgl 7 Oktober 2003, bertujuan memperlancar arus barang, mengurangi penyelundupan & Pecemaran Lingkungan Hidup antar negara Asean. </li></ul><ul><li>Untuk mengakomodasi prinsip diatas Indonesia Membentuk National Single Window, pada Des 2006, baru diikuti 4 instansi (BC, Kadin, BPOM=Karantina dan Perikanan) </li></ul><ul><li>Intergrasi ini akan dievaluasi pada Maret 2008 </li></ul><ul><li>Pertanyaan Kini: “Siapa yang mengoperasionalkan sistim ini?” Pemerintah atau Pemerintah & Swasta atau kerjasama swasta dengan saham pemerintah </li></ul>
  16. 16. National Single Window <ul><li>. </li></ul>
  17. 17. Pendekatan Prosperity 2 <ul><li>Sebetulnya ini adalah pengelolaan Seaborne Trade dilaut dengan melibatkan berbagai institusi nasional dan Industri maritim untuk keselamatan Lingkungan & pencegahan Penyelundupan dan Terorisme. Ini adalah jawaban terhadap Advisory Note dari US Coast Guard (ref: Majalah Maritim) </li></ul><ul><li>Nyata sekali sangat penting dikelola oleh SATU BADAN (Head Quarter National) yang mencakup BC, Shipping, Perikanan, Pariwisata, Airline dll. </li></ul>
  18. 18. Pendekatan Prosperity 3 3 Pertanyaan Penting <ul><li>Kini Timbul Pertanyaan besar: </li></ul><ul><li>Siapa yang berwenang untuk mewujudkan langkah Prosperity ? </li></ul><ul><li>Apa saja yang mesti diatur untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa pada Domain Maritim ? </li></ul><ul><li>Bagaimana pengaturan pelaksanaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional? </li></ul>
  19. 19. Pendekatan Prosperity 3 Institusi Terkait <ul><li>Perlu dirinci institusi yang berwenang sesuai peraturan nasional & konvensi International seperti, perdagangan, Pelayaran, Pecemaran dilaut (unclos ‘82) : peraturan IMO + ILO, Solas, marpol, ISM Code, ISPS Code, Dll </li></ul>
  20. 20. Pendekatan Prosperity 4 Inpres 5 th 2005 Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional perlu dipercepat <ul><li>SKB 5 mentri ttg ini sedang diproses </li></ul><ul><li>Pembiayaan dg APBN/APBD/BUMN/BUMD untuk Engineering, procurement, construction untuk kapal baru s/d 50.000 dwt </li></ul><ul><li>Juga meliputi reparasi kapal s/d 30.000 dwt </li></ul>
  21. 21. Pengawasan Terintegrasi Baik diatas maupun dibawah air <ul><li>. </li></ul>
  22. 22. Pengawasan Terintegrasi 2 Secara Rinci <ul><li>Kemampuan untuk memonitor, pendeteksian dan kontrol gerakan kapal di Domain Indonesia baik diatas maupun dibawah air (Managemen Informasi). </li></ul><ul><li>Diperlukan Head Quarter sebagai wadah pengendalian dilaut yang dalam “Sea Surveillance System” </li></ul><ul><li>Peningkatan kemampuan diatas ini mau tidak mau harus kita tangani, kalau tidak negara lain bisa mengambil alih </li></ul>
  23. 23. Pengawasan Terintegrasi 4 Badan Pelaksana Sekuriti <ul><li>Dengan motto: Semper Paratus (selalu siap setiap saat) </li></ul><ul><li>Bersiap menghadapi masa yad untuk meresponse kecelakaan dilaut dengan cepat dan tepat mengurangi kerugian jiwa maupun harta. </li></ul><ul><li>Pengamanan batas2 negara (Maritime Boundaries) </li></ul><ul><ul><li>Pencegahan Penyelundupan </li></ul></ul><ul><ul><li>Penegakan hukum </li></ul></ul><ul><ul><li>Membantu kelancaran transportasi dilaut terhadap gangguan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pencegahan pencemaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Penegakan Yurisdiksi diwilayah perairan negara, termasuk ZEE selat2 (wilayah Indonesia) & innocent passage dan boundaries. BILA TIDAK DIURUS, AKAN DIAMBIL ALIH NEGARA LAIN (ini kewajiban negara maritim) </li></ul></ul>
  24. 24. Wilayah Maritim Indonesia [1]
  25. 25. Wilayah Maritim Indonesia 2 <ul><li>Sampai saat ini belum ada satu badan dengan misi pengamanan dilaut secara efektif dan efisien </li></ul><ul><li>Karena belum ada cita2 yang sama yaitu menciptakan kesatuan politik, ekonomi, budaya, saling menghormati dan menghargai dengan tidak menonjolkan peran masing2 lembaga atau pribadi . </li></ul><ul><li>Perlu diadakan pembentukan watak dan perilaku yang terarah kesatu tujuan yang disepakati bersama ( ilmu adalah penting tapi karakter adalah lebih utama ) </li></ul>
  26. 26. Hak & Kewajiban <ul><li>Sesuai Unclos / Konvensi Hukum Laut, hak dan kewajiban penegakan Yurisdiksi. </li></ul><ul><li>Perairan darat, hak mutlak, tidak ada hak lintas damai. </li></ul><ul><li>Perairan Pedalaman hak mutlak tapi wajib memberikan hak lintas damai dan hak lintas alur laut pada kapal asing serta hak perikanan tradisional pada negara tetangga. </li></ul><ul><li>Laut Wilayah, kedaulatan mutlak tapi wajib memberikan hak lintas damai dan hak lintas transit di selat untuk mavigasi kapal asing. </li></ul><ul><li>Zona Tambahan, kewenangan dalam pengaturan pabean, keuangan dan imiggrasi. </li></ul><ul><li>ZEE, hak eksklusif untuk explorasi dan exploitasi </li></ul><ul><li>Laut Bebas, setiap negara pantai wajib mencegah pembajakan, trafficking, siaran radio gelap, narkotika dan wajib menyediakan SAR. </li></ul><ul><li>Landas Kontinen, hak eksklusif utk exploitasi sumber alam </li></ul>
  27. 27. Hak & Kewajiban <ul><li>. </li></ul>
  28. 28. Domain <ul><li>Across the Maritime Domain </li></ul>Pelabuhan Indonesia Pelabuhan Luar Negeri Global Common Approaches
  29. 29. US Home Land Domain <ul><li>. </li></ul>
  30. 30. Maritime Awareness <ul><li>. </li></ul>
  31. 31. Good Governance <ul><li>Awareness terhadap prosperity aspect </li></ul><ul><ul><li>Regimes, peraturan untuk mendukungnya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Melaksanakan operasional, berdasarkan TI, yang didukung peralatan sea survailance system </li></ul></ul><ul><li>Ini meliputi institusi International, Private, dan pemerintah. Merupakan unity of effort. </li></ul><ul><li>Kalau ada gangguan maka perlu diadakan tindakan dibidang Safety, Security & Stewardship/Nav. Aids, ini adalah tugas dari National Coast Guard </li></ul>
  32. 32. Usulan <ul><li>Dibentuk Badan Pengembangan, pengendalian dan Pengelolaan Potensi Maritim (Babanglilasimar = BP4M = Maritime Head Quarter) </li></ul><ul><li>Langkah awal dibentuk Badan Pengawas Laut dan Pantai </li></ul>
  33. 33. BP4M Badan Pengembangan, Pengendalian & Pengelolaan Potensi Maritim Kerjasama Interntional (IMO, ILO, Bilateral) Pengelolaan Potensi Maritim Perencanaan Kebijakan Maritim Coast Guard
  34. 34. Kerjasama International <ul><li>Terlibat aktif di IMO, ILO & Bilateral dibidang maritim </li></ul><ul><li>Mengorganisir, mendorong dan memonitor Kebutuhan dalam melaksanakan Konvensi </li></ul><ul><li>Memberikan saran dan koreksi terhadap keserasian aturan internasional dan nasional. </li></ul><ul><li>Dll. </li></ul>
  35. 35. Pengelolaan Potensi Maritim <ul><li>Mengorganisir dan mendistribusikan Pengelolaan Potensi maritim sesuai tugas dan kemampuan stakeholder </li></ul><ul><li>Mengembangkan dan Mensosialisaikan potensi maritim yang mungkin dikembangkan </li></ul><ul><li>Mendorong R & D kemaritiman </li></ul><ul><li>-->>>>>>>>> </li></ul>
  36. 36. Perencanaan Kebijakan Maritim <ul><li>Memberikan saran untuk pengendalian pengembangan aturan maritim nasional & daerah </li></ul><ul><li>Meneliti sinkronisasi aturan terkait dibidang kemaritiman </li></ul><ul><li>Meneliti pelaksanaan aturan international yang telah diratifikasi dan memberikan saran kepada institusi terkait tentang aturan pendukung / pelaksanaan (Juklak, Juknis dll). </li></ul><ul><li>Semua kebijaksanaan maritim nasional harus melalui BP3M </li></ul>
  37. 37. Coast Guard <ul><li>The responsibilities of coast guard are: </li></ul><ul><ul><li>enforcement of maritime law (Customs, Immigration, Quarantine, Fishery, Police, SAR, Etc) </li></ul></ul><ul><ul><li>maintenance of seamarks , </li></ul></ul><ul><ul><li>border control , </li></ul></ul><ul><ul><li>and other services. </li></ul></ul><ul><ul><li>During wartime, might be responsible for harbour defense, port security, naval counterintelligence and coastal patrols. </li></ul></ul><ul><li>Most coast guards operate ships and aircraft including helicopters and seaplanes for this purpose. </li></ul>
  38. 38. Coast Guard 2 Referensi <ul><li>The U.S. Coast Guard has both law enforcement and security roles. </li></ul><ul><li>In some countries it is part of the security . In a few countries it is a civilian or even private sector organization (part of activity by out sourcing) </li></ul>
  39. 39. Sekian <ul><li>Terima Kasih </li></ul>

×