Your SlideShare is downloading. ×
0
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Materi ips vi.1.1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Materi ips vi.1.1

8,238

Published on

perkembangan wilayah indonesia

perkembangan wilayah indonesia

2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
8,238
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
173
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PERKEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI WILAYAH INDONESIA Oleh S UTARSO, S.P.d Guru SDN 2 Cendana
  • 2. Agenda
    • Unsur Negara
    • Bentuk Negara
    • Bentuk Pemerintahan
    • Sistem Pemerintahan
    • Perkembangan wilayah
  • 3. Pengertian Negara
    • KANSIL (1978)
    • Negara adalah suatu organisasi kekuasaan daripada manusia-manusia (masyarakat) dan merupakan alat yang akan dipergunakan untuk mencapai tujuan bersama.
    • J.H.A. LOGEMAAN (Neg. sbg. Orgn. Kekuasaan)
    • Keberadaan negara bertujuan untuk mengatur dan menyelenggaraan masyarakat yang dilengkapi dengan kekuasaan tertinggi.
    • (Diikuti oleh : H.J. Laski, Max Weber, Leon Duguit)
  • 4. lanjutan
    • G. JELLINEK
    • Negara ialah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.
    • GEORGE WILHELM FREDRICH HEGEL
    • Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesa dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal
  • 5. lanjutan
    • R. DJOKOSOETONO
    • Negara ialah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
    • SOENARKO
    • Negara ialah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu di mana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souvereign (kedaulatan)
  • 6. UNSUR NEGARA
    • OPPENHEIMER DAN LAUTERPACHT :
    • RAKYAT
    • WILAYAH
    • PEMERINTAH YANG BERDAULAT, DAN MENDAPAT PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN
    • KANSIL :
    • WILAYAH
    • RAKYAT
    • PEMERINTAH YANG BERKUASA
    • TUJUAN
  • 7. lanjutan
    • Unsur Konstitutif
    • - wilayah
    • - rakyat
    • - pemerintah yang berdaulat
    • Unsur Deklaratif
    • - pengakuan negara lain
  • 8. RAKYAT
    • Rakyat adalah semua manusia yang berada di wilayah suatu negara. (Penghuni negara)
    • Rakyat dibedakan menjadi 2 golongan :
    • Penduduk
    • Setiap orang yang berada di wilayah suatu negara dalam jangka waktu yang lama (berdomisili).
  • 9. lanjutan
    • Bukan penduduk
    • Setiap orang yang berada di wilayah suatu negara tetapi hanya untuk sementara waktu (tidak untuk berdomisili).
    • Contoh :
    • - para wisatawan asing
    • - tim / delegasi olah raga
    • - tim/ delegasi seni
    • - tamu negara
    • - tim kunjungan/study banding, dsb.
  • 10. lanjutan
    • Penduduk suatu negara dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
    • Warga Negara, yaitu ;
    • setiap orang yang tinggal di wilayah suatu negara dalam jangka waktu lama
    • secara hukum merupakan anggota dari negara tersebut, serta
    • Mengakui bahwa negara dan pemerintahan tempat negara tersebut adalah negara dan pemerintahnya.
  • 11. lanjutan
    • Warga Negara Asing/Bukan Warga Negara
    • - setiap orang yang berada di wilayah suatu
    • negara dalam jangka waktu yang lama
    • - secara hukum bukan anggota negara
    • tersebut
    • - tidak mengakui bahwa negara dan
    • pemerintahan negara tersebut sebagai
    • negara dan pemerintahnya .
  • 12. KEWARGANEGARAAN
    • Azas kewarganegaraan ada 2 :
    • Ius Soli
    • Azas yang digunakan suatu negara dalam menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat kelahiran.
    • Ius Sanguinis
    • Azas yang digunakan suatu negara dalam menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan/kewarganegaraan orang tuanya.
  • 13. lanjutan
    • Akibat penggunaan azas tersebut :
    • Apatride  tidak berkewarganegaraan
    • Bipatride  berkewarganegaraan ganda
  • 14. WILAYAH
    • Wilayah suatu negara :
    • Daratan
    • Lautan
    • Udara
    • Ekstrateritorial
  • 15. BATAS WILAYAH
    • Batas alamiah
    • - gunung-gunung
    • - sungai
    • - danau
    • - hutan
    • - perbukitan
    • dsb.
  • 16. lanjutan
    • Batas buatan
    • - tembok
    • - pagar kawat berduri
    • - benteng
    • - tugu tapal batas
    • - dsb
  • 17. Batas wilayah laut Indonesia
    • Tahun 1938 berdasarkan Territoriale Zee En Maritieme Kringen Ordonatie ditentukan batas laut teritorial 3 mil laut.
    • Berdasarkan Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 batas wilayah laut, meliputi ;
    • - batas laut teritorial 12 mil laut
    • - batas zona bersebelahan 12 mil laut
    • - batas Zona Ekonomi Eksklusif 200 mil laut
    • - batas Landas kontinen lebih dari 200 mil laut
    • 3. Klaim atas batas laut teritorial diperjuangkan di tingkat internasional pada saat Konvensi hukum laut int 1982 dan diterima masyarakat dunia, bahkan diikuti negara lain.
  • 18. Batas wilayah Udara
    • Ketentuan yang mengatur batas wilayah udara suatu negara prinsipnya tidak dipastikan, tetapi menurut Perjanjian Paris 1919 suatu negara dapat mengklaim batas wilayah udara sampai dengan :
    • Kurang lebih 36.000 kaki
    • GSO (geo stasionary orbit)
    • Sampai batas negara tersebut mampu mempertahankannya.
  • 19. PERKEMBANGAN WILAYAH Wilayah suatu negara dimungkinkan mengalami perkembangan yang terjadi karena pemekaran, penggabungan, dan pengurangan.
  • 20. 1945
    • Sumatera
    • Jawa barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Borneo (Kalimantan)
    • Sulawesi
    • Sunda Kecil (Nusa Tenggara)
    • Maluku
  • 21. 1950
    • Tambahan provinsi karena pemekaran :
    • Sumatera  Sumut , Sumteng dan Sumsel
    • Jawa Tengah  Jateng dan DIY
  • 22. 1956
    • Sumatera utara  Sumut dan DI Aceh
    • Jawa Barat  Jabar dan DKI
    • Kalimantan  Kalbar, Kaltim dan Kalsel
  • 23. 1957
    • Sumatera Tengah  Sumbar, Riau dan Jambi
    • Kalimantan Selatan  Kalsel dan Kalteng
  • 24. 1958
    • Sunda Kecil  Bali
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
  • 25. 1959
    • Sumatera Selatan  Sumatera Selatan
    • Lampung
  • 26. 1960
    • Sulawesi  Sul. Utara dan Tengah
    • Sul. Selatan dan Tenggara
  • 27. 1964
    • - Sulawesi Utara dan Tengah  Sulut
    • Sulteng
    • Sulawesi Selatan dan Tenggara  Sulsel
    • Sultra
  • 28. 1967
    • Sumatera Selatan  Sumatera Selatan
    • Bengkulu
  • 29. 1969
    • Irian Jaya
  • 30. 1976
    • Nusa Tenggara Timur  Nusa Tenggara Timur
    • Timor Timur
  • 31. 1999
    • - Timor Timur lepas (menjadi negara baru)
    • - Maluku  Maluku
    • Maluku Utara
    • Irian Jaya  Papua
    • Irian jaya Barat
  • 32. 2000
    • Sumatera  Sumatera Selatan
    • Bangka Belitung
    • Jawa Barat  Jawa Barat
    • Banten
    • Sulawesi Utara  Sulawesi Utara
    • Gorontalo
  • 33. 2002
    • Riau  Riau
    • Kepulauan Riau
  • 34. 2004
    • Sulawesi selatan  Sulawesi selatan
    • Sulawesi Barat
    • Jumlah 33 provinsi
  • 35. Wilayah Ekstrateritorial
    • Adalah wilayah yang diakui secara hukum sebagai bagian dari wilayah suatu negara, walaupun tidak berada di dalam wilayah negara tersebut.
    • Tempat kantor/gedung perwakilan asing
    • Kapal yang berlayar di bawah bendera suatu negara. (Floating Island)
  • 36. PEMERINTAH YANG BERDAULAT
    • Pemerintah  lembaga beserta aparaturnya yang bertugas menyelenggarakan pemerintahan negara.
    • Pemerintah dalam arti luas meliputi seluruh lembaga negara.
    • Pemerintah dalam arti sempit dipegang oleh lembaga eksekutif.
  • 37. KEDAULATAN
    • Kedaulatan  kekuasaan tertinggi suatu negara
    • Teori Kedaulatan :
    • Teori kedaulatan Tuhan
    • Teori kedaulatan Raja
    • Teori kedaulatan Hukum
    • Teori kedaulatan Negara
    • Teori kedaulatan Rakyat.
  • 38. BENTUK NEGARA
    • Negara Kesatuan (Unitaris)
    • Negara yang merdeka dan berdaulat di mana hanya ada satu Pemerintah (Pusat) yang mengatur seluruh daerah.
    • Azas Pemerintahan :
    • Sistem Sentralisasi
    • Sistem Desentralisasi
    • Sistem Dekonsentrasi
    • Sistem Tugas Perbantuan (medebewind)
  • 39. LANJUTAN
    • NEGARA BERSUSUN TUNGGAL
    • TIDAK TERDAPAT NEGARA DALAM NEGARA
    • SATU PEMERINTAHAN PUSAT
    • SATU UUD
    • SATU PARLEMEN
    • SATU KABINET
    • SATU BENDERA
    • KEDAULATAN KE DALAM DAN KE LUAR
  • 40. lanjutan
    • Negara Serikat (Federasi)
    • Gabungan beberapa negara yang menjadi negara-negara bagian dari negara serikat itu
    • NEGARA FEDERASI
    • NEGARA BERSUSUN JAMAK
    • TERDAPAT NEGARA DALAM NEGARA
    • SETIAP NEGARA BAGIAN MEMILIKI UUD, KEPALA NEGARA, PARLEMEN, KABINET, UUD, BENDERA SENDIRI
    • KEDAULATAN DI PEMERINTAH FEDERAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN URUSAN LUAR NEGERI, HANKAM, KEUANGAN, POSTEL
  • 41. REPUBLIK
    • KEPALA NEGARA DIANGKAT/DIPILIH OLEH RAKYAT
    • MASA JABATAN KEPALA NEGARA DIBATASI
    • TIDAK ADA DINASTI
    • KEPALA NEGARANYA BIASANYA PRESIDEN
  • 42. KERAJAAN/MONARKI
    • KEPALA NEGARA DIANGKAT BERDASARKAN KETURUNAN
    • MASA JABATAN KEPALA NEGARA TIDAK DIBATASI/SEUMUR HIDUP
    • ADA DINASTI
    • KEPALA NEGARA, RAJA, RATU, SULTAN, YANG DIPERTUAN AGUNG, KAISAR,
  • 43. SISTEM PRESIDENSIAL
    • Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan
    • Presiden tidak dapat membubarkan parlemen
    • Masa jabatan presiden dan parlemen ditentukan dengan pasti
    • Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara yang dipilih dan bertanggungjawab kpdnya
    • Presiden dan para menteri tidak bertanggungjawab kpd parlemen
  • 44. SISTEM PARLEMENTER
    • PM bersama kabinet bertanggungjawab kpd parlemen
    • Pembentukan kabinet didasarkan pd kekuatan dlm parlemen
    • Para anggota kabinet mungkin seluruhnya mungkin sebagian anggota parlemen
    • Kabinet dapat dijatuhkan setiap saat oleh parlemen dengan mosi tidak percaya, sebaliknya kepala negara dengan saran PM dapat membubarkan parlemen
  • 45. LANJUTAN
    • Lamanya masa jabatan kabinet tidak dapat ditentukan dengan pasti
    • Presiden hanya sebagaikepala negara
    • Kedudukan kepala negara tidak dapat diganggugugat atau diminta pertanggungjawaban ttg jalannya pemerintahan
  • 46. PERKEMBANGAN SEJARAH SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
    • Sejak 18-8-1945 (UUD 1945)
    • Bentuk negara kesatuan
    • Bentuk pemerintahan republik
    • Sistem Pemerintahan presidensial
    • Sejak November 1945 (UUD 1945)
    • Bentuk negara kesatuan
    • Bentuk pemerintahan republik
    • Sistem pemerintahan parlementer
  • 47. lanjutan
    • Sejak 27 Des 1949 (K RIS)
    • Bentuk negara serikat
    • Bentuk pemerintahan republik
    • Sistem pemerintahan parlementer
    • Sejak 17 Agustus 1950 (UUD S)
    • Bentuk negara kesatuan
    • Bentuk pemerintahan republik
    • Sistem pemerintahan parlementer
  • 48. lanjutan
    • Sejak 5 Juli 1959 (UUD 1945)
    • Bentuk negara kesatuan
    • Bentuk pemerintahan republik
    • Sistem pemerintahan presidensial
  • 49. SISTEM PEMERINTAHAN
    • Sentralisasi
    • Azas pemerintahan dimana segala kewenangan pemerintah pusat dan daerah dipegang oleh pemerintah pusat
    • Desentralisasi
    • Penyerahan urusan pemerintahan dari pemerintah pusat atau daerah tingkat atasnya kepada daerah, menjadi urusan rumah tangga sendiri. (azas ini melahirkan daerah otonom)
  • 50. lanjutan
    • Dekonsentrasi
    • Penyerahan sebagian dari kekuasaan pemerintah pusat kepada alat-alat (pejabat) pemerintah pusat yang ada di daerah.
    • Atau
    • pelimpahan wewenang dari pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertikal tingkat atasnya kepada pejabat-pejabatnya di daerah.

×