Pengayaan materi menmut
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pengayaan materi menmut

on

  • 1,879 views

MENMUT

MENMUT

Statistics

Views

Total Views
1,879
Views on SlideShare
1,879
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
32
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pengayaan materi menmut Pengayaan materi menmut Presentation Transcript

    • TUGAS PENGAYAAN MATERI MATA KULIAH MANAJEMEN MUTUDitulis untuk memenuhi sebagian persyaratan akademik guna memperoleh penilaian dari hasil perolehan informasi Oleh DANDI HERYANA 0905858 JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA MEI 2011
    • PEGERTIAN MUTUPENGERTIAN MUTU MENURUT PARA AHLIMutu memiliki beberapa pengertian yang berbeda menurut paraahli. Phil Crosby, misalnya, menyatakan mutu berartikesesuaian terhadap persyaratan ,seperti jam tahan air, sepatutahan lama, dokter yang ahli, dll. Dokter yang mampumendiagnosa dengan tepat penyakit pasiennya digolongkansebagai dokter yang bermutu. Sementara Edward Deming,menyatakan mutu berarti pemecahan masalah untuk mencapaipenyempurnaan terus menerus. Dalam hal ini mutu berartisesuatu yang kontinu, senantiasa ada perbaikan,tidak stagnan.Dari paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa mutumemiliki makna beragam namun pada intinya adalahbagaimana menghasilkan produk atau jasa yang bisa melayanikebutuhan pelanggan bahkan melampaui harapan mereka.
    • DIMENSI MUTUDelapan dimensi kualitas dari David Garvin adalah:1. Performance (performa): menyangkut karakteristik operasi dasar.2. Durability (ketahanan): jangka waktu hidup sebelum tiba saatnya diganti.3. Serviceability: kemudahan servis atau perbaikan ketika dibutuhkan.4. Aesthetics (estetik): menyangkut tampilan, rasa, bunyi, bau, atau rasa.5. Perceived Quality: mutu/kualitas yang diterima dan dirasa customer.6. Conformance: kesesuaian kinerja dan mutu produk dengan standar.7. Reliability (keandalan): kemungkinan produk untuk tidak berfungsi pada periode waktu tertentu.8. Featutes (fitur): item-item ekstra yang ditambahkan pada fitur dasar. Paparan Prof. Garvin di atas tergolong kompleks dan cukup rumit untuk dapat memenuhi ke delapan dimensi kualitas tersebut dari sisi produsen atau pabrikan. Betapa tidak, dibutuhkan sumber daya dan effort besar serta terintegrasi di semua lini perusahaan untuk dapat memenuhinya. Mulai dari perencanaan perancangan produk, manufaktur, supplier, pemasaran, sampai layanan purna jual. Khusus bagi industri pemula akan menghadapi masalah dan tantangan kompleks agar dapat membuat produk yang ”berkualitas”. Namun banyak perusahaan besar dan sukses menyakini bahwa menawarkan produk dengan memenuhi Delapan Dimensi Kualitas Garvin memberikan dampak besar bagi peningkatan profitabilitasnya. Logika sederhananya: produk berkualitas, konsumen puas, produk akan laku, dan keuntungan meningkat
    • PENTINGNYA MUTUPengaruh globalisasi dalam dunia industri saat ini telah menyebabkanpersaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat dan kompetitif.Berdasarkan hal itu, maka perusahaan dituntut untuk dapat terusberkembang sehingga mampu menghadapi persaingan yang ada.Dalam persaingan, kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhanpelanggan merupakan satu hal yang sangat penting. Kemampuanperusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan itu sendiri sangatdipengaruhi oleh tingkat mutu yang diberikan oleh perusahaan kepadapelanggan yang meliputi kualitas produk, harga serta ketepatan waktupengiriman. Semakin tinggi tingkat mutu yang diberikan perusahaan kepadapelanggan, maka akan semakin tinggi tingkat terpenuhinya kebutuhanpelanggan yang biasa dinyatakan oleh tingkat kepuasan pelanggan. Tetapiapabila terdapat kesenjangan antara tingkat mutu yang diberikan perusahaandengan kebutuhan aktual pelanggan, maka akan timbul masalahketidakpuasan pelanggan yang merupakan masalah mutu yang harusdiselesaikan oleh perusahaan sebab dapat mengakibatkan hilangnyapelanggan yang dimiliki oleh perusahaan. Berdasarkan hal itu, makaperusahaan diharuskan untuk dapat meningkatkan secara terus meneruskemampuan produksinya dalam menghasilkan produk yang sesuai dengankeinginan pelanggan.
    • Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang, membuat para pelaku bisnis lebih memacu diri dalam menghasilkan produk yang dapat diterima dan dipergunakan oleh konsumen. Hal tersebut menyebabkan semakin banyak produk yang dipasarkan haruslah mempunyai banyak keunggulan yang memudahkan konsumen sebagai pemakai produk. Banyak terobosan baru yang dikembangkan oleh produsen yang intinya adalah untuk meningkatkan kualitas produk, Segala upaya yang dilakukan oleh pihak produsen tersebut memacu pihak konsumen untuk melakukan pilihan atau lebih selektif dalam menggunakan suatu jenis produk atau pelayanan dari pihak produsen. Suatu perusahaan tidak akan bertahan tanpa ada konsumen yang mempergunakan atau memakai produk yang dihasilkan pihak produsen, oleh sebab itu guna meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan suatu perusahaan haruslah berdasarkan kepuasan pelanggan (Customer satisfaction). Dengan mengetahui kepuasan pelanggan maka barang atau jasa yang produksi suatu produsen tersebut memiliki nilai lebih karena lebih diminati konsumen sebagai pemakai produk tersebut. Kepuasan pelanggan secara umum mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Ada beberapa unsur yang penting didalam kualitas yang ditetapkan pelanggan yaitu :1. Pelanggan merupakan prioritas utama perusahaan. Kelangsungan perusahaan tergantung pada pelanggan.2. Pelanggan yang royal akan membeli berkali kali dari produk atau jasa yang sama.3. Kepuasan pelanggan dijamin dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
    • A. PERMASALAHAN MUTUPermasalahan MutuKendala-Kendala PerusahaanPerusahaan sering dihadapkan pada permasalahan yang berulangsehinggaakhirnya menyebabkan tingginya biaya dan ketidakpuasan pelanggan. Kalau digolongkan permasalahan itu diakibatkan beberapa faktor , yaitu : KARYAWAN  Keluar masuknya karyawan begitu tinggi  Tidak jelasnya pembagian tugas dan wewenang  Tingkat produktivitas karyawan yang begitu rendah MATERIAL DAN PRODUK JADI  Tingginya tingkat kerusakan pada produk jadi (reject) dan tidak dipenuhinya spesifikasi pelanggan.  Tingginya produk yang rusak dalam proses sehingga harus dikerjakan kembali (rework)  Bahan baku yang tidak memenuhi standard  Sisa bahan produksi (scrap) yang begitu tinggi MESIN DAN PERALATAN  Kerusakan pada mesin dan peralatan yang begitu sering  Tidak tersedianya sparepart sewaktu mesin rusak sehingga terganggunya kegiatan produksi  Tidak adanya program perawatan (maintenance) untuk mesin dan peralatan sehingga umur mesin menjadi semakin singkat
    • METODE KERJA  Tidak jelasnya urutan proses kerja sehingga banyak proses yang tidak efektif  Standard dan parameter yang digunakan kurang tepat dan tidak memenuhi keinginan pelanggan  Metode kerja yang diterapkan kurang memadai untuk menunjang proses poduksi sehingga dihasilkan produk yang tidak bermutu dan tidak tercapainya target produksi yang diinginkan. MARKETING  Tingginya tingkat komplain dari pelanggan dan lamanya respon terhadap komplain tersebut.  Waktu penyerahan dan pengiriman barang yang tidak tepat waktu  Kurang percayanya calon pelanggan terhadap kualitas produk dan kualitas manajemen di perusahaan.Dengan melihat kendala – kendala tersebut banyak perusahaan mulai mencarialternatif apa yang perlu dilakukan agar perusahaan dapat meningkatkanperformancenya. Untuk ini salah satu alternatifnya adalah dengan menerapkanISO 9001:2008
    • B. BIAYA MUTU Pengertian Biaya Mutu adalah biaya yang ditimbulkan karena mungkin atau telah dihasilkan produk yang jelek mutunya. mutu: kegiatan pengendalian dan kegiatan kegagalan Kegiatan pengendalian dilaksanakan oleh suatu organisasi untuk mencegan atau mendeteksi mutu yang jelek. Sementara itu kegiatan produk gagal dilaksanakan oleh suatu organisasi atau oleh pelanggannya untuk merespon mutu yang jelek. Manfaat Biaya Mutu adalah untuk meningkatkan dan memungkinkan perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan manajerial. Biaya mutu dapat dikategorikan ke dalam empat jenis, yaitu:
    • 1. Biaya Kegagalan InternalYaitu biaya-biaya yang berhubungan dengan kesalahan dan nonkonformasi yangditemukan sebelum menyerahkan produk itu ke pelanggan.Contoh dari biaya kegagalan internal adalah:ScrapBiaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja, material, dan biasanya overhead padaproduk cacat yang secara ekonomis tidak dapat diperbaiki kerabali.Pekerjaan ulang (Rework)Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kesalahan (mengerjakan ulang) produkagar memenuhi spesiflkasi yang ditentukan.Analisis Kegagalan (Failure Analysis)Biaya yang dikeluarkan untuk menganalisis kegagalan produk guna menentukanpenyebab-penyebab kegagalan itu.Inspeksi Ulang dan Pengujian UlangBiaya-biaya yang dikeluarkan untuk inspeksi ulang dan pengujian ulang produkyang telah mengalami pengerjaan ulang atau perbaikan kembali.DowngradingSelisih antara harga jual normal dan harga yang dikurangi karena alasan kualitas.Avoidable Process LossesBiaya-biaya kehilangan yang terjadi, meskipun produk itu tidak cacat
    • 2. Biaya kegagalan EksternalYaitu biaya-biaya yang berhubungan dengan kesalahan dan nonkonformasiyang ditemukan setelah produk itu diserahkan ke pelanggan.Contoh dari biaya kegagalan eksternal adalah:Jaminan (Warranty)Penyelesaian KeluhanProduk DikembalikanAllowancesBiaya-biaya yang berkaitan dengan konsesi pada pelanggan karena produkyang berada dibawah standar kualitas.
    • 3. Biaya PenilaianYaitu biaya-biaya yang berhubungan dengan penentuan derajat konfirmasi terhadappersyaratan kualitas.Contoh dari biaya penilaian adalah:Inspeksi dan Pengujian Kedatangan MaterialBiaya-biaya yang berkaitan dengan penentuan kualitas dari material yang dibeli,melalui inspeksi pada saat penerimaan, melalui inspeksi yang dilakukan padapemasok, atau raelalui inspeksi yang dilakukan oleh pihak ketiga.Inspeksi dan Pengujian Produk dalam Proses Biaya-biaya yang berkaitan denganevaluasi tentang konformansi produk dalam proses terhadap persyaratan kualitas(spesifikasi) yang ditetapkan.Inspeksi dan Pengujian Produk AkhirBiaya-biaya yang berkaitan dengan evaluasi tentang konformansi produk akhirterhadap persyaratan kualitas (spesifikasi) yang ditetapkan.Audit Kualitas ProdukBiaya-biaya untuk raelakukan audit kualitas pada produk dalam proses atau produkakhir.Pemeliharaan Akurasi Peralatan PengujianBiaya-biaya dalam melakukan kalibrasi (penyesuian) untuk mempertahankanakurasi instrument pengukuran dan peralatan.Evaluasi StokBiaya-biaya yang berkaitan dengan pengujian produk dalam penyimpanan untukmenilai degradasi kualitas.
    • 4. Biaya PencegahanYaitu biaya-biaya yang berhubungan dengan upaya pencegahaan kegagalaninternal maupun eksternal.Contoh dari biaya pencegahan adalah :Perencanaan KualitasBiaya-biaya yang berkaitan dengan aktivitas perencanaan kualitas secarakeseluruhan, termasuk penyiapan prosedur-prosedur yang diperlukan untukmengkomunikasikan rencana kualitas ke seluruh pihak yangberkepentingan.Tinjauan-Ulang Produk Baru (New-Product Review)Biaya-biaya yang berkaitan dengan rekayasa keandalan (reliabilityengineering) dan aktivitas-aktivitas lain yang bekaitan dengan kualitas yangberhubungan dengan pemberitahuan desain baru.Audit KualitasBiaya-biaya yang berkaitan dengan evaluasi atas pelaksanaan aktivitasdalam rencana kualitas secara keseluruhan.Evaluasi Kualitas PemasokBiaya-biaya yang berkaitan dengan evaluasi terhadap pemasokan sebelumpemilihan pemasok, audit terhadap aktivitas-aktivitas selama kontrak, danusaha-usaha lain yang berkaitan dengan pemasok.
    • C. MANFAAT MANAJEMEN MUTU 8 Manfaat Penerapan System Manajemen Mutu Perkembangan bisnis internasional dewasa ini menuntut kalangan dunia usaha kita untuk menerapkan konsep mutu dalam proses produksi barang maupun jasanya. ISO 9000 merupakan suatu sistem manajemen mutu yang komprehensif dan dapat diterapkan secara sistematik dan mudah. Penerapan ISO 9000 oleh perusahaan- perusahaan boleh jadi merupakan tiket atau pasport untuk menuju era perdagangan bebas yang penuh persaingan dan dapat menjadi salah satu cara untuk bertahan dan berkembang dalam situasi yang sulit. Menerapkan ISO 9000 berarti menerapkan sistem manajemen mutu yang sama dengan sistem yang digunakan oleh pesaing di negara-negara yang sudah maju. Dengan melaksanakan sistem manajemen mutu ISO 9000 secara baik dan konsisten, suatu perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan, baik terhadap pelanggan, pemilik perusahaan, karyawan, maupun masyarakat pada umumnya. Perbaikan secara berkelanjutan terhadap proses-proses sistem manajemen mutu, secara umum dipastikan dapat meningkatkan kesesuaian produk dengan persyaratan dan kegunaannya, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kualitas hidup manusia. Apakah sistem manajemen mutu ISO 9000 merupakan jawaban yang paling tepat untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis suatu perusahaan di era pasar bebas ???. Sebuah Organisasi/perusahaan yang menerapkan ISO 9001:2000 akan memperoleh sedikitnya 8 manfaat :
    • 1.Dokumentasi mutu yang lebih baik. ISO 9001 memberikan pedoman dalam mengelola sistem dokumentasi agar dokumen-dokumen yang dibuat oleh suatu perusahaan bersifat efektif dan efisien. Setiap organisasi menentukan tingkat dokumentasi yang dibutuhkan dan media yang digunakan. Hal tersebut tergantung pada faktor-faktor seperti; jenis dan ukuran organisasi, kompleksitas dan interaksi proses-proses, kompleksitas produk, persyaratan pelanggan, persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku, demonstrasi kemampuan personel, dan faktor- faktor lainnya yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan pemenuhan dari persyaratan-persyaratan sistem manajemen mutu.2. Pengendalian mutu secara sistematik. Menurut pengertian ISO, mutu (quality) adalah kadar/tingkat yang dimiliki oleh sekumpulan karakteristik yang melekat (yang menjadi sifat) pada suatu produk atau pelayanan dalam memenuhi persyaratan. Kadar/tingkat tersebut berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi buruk (poor), baik (good) atau baik sekali (excellent). Sedangkan yang dimaksud dengan persyaratan (requirement) adalah kebutuhan atau harapan (pelanggan) yang ditetapkan, yang secara umum wajib dipenuhi. Dalam ISO 9001 pengendalian mutu harus dimulai dari masing-masing proses yang terdapat dalam perusahaan. Setiap proses adalah input bagi proses sesudahnya dan sekaligus merupakan output dari proses sebelumnya. Karena proses-proses tersebut saling berinteraksi satu sama lain dalam satu sistem, maka pengendalian mutu yang baik pada setiap proses tentunya secara keseluruhan akan menghasilkan suatu pengendalian mutu secara sistematik.
    • 3. Koordinasi yang lebih baik. Adanya kesamaan persepsi untuk menghasilkan output yang memenuhi persyaratan dan kebutuhan akan adanya satu sistem yang mendukung pencapaian hal tersebut, mendorong terjadinya kegiatan koordinasi antar proses dalam sistem tersebut. ISO 9001 merancang suatu sistem manajemen mutu yang mengarahkan proses-proses dalam suatu perusahaan agar melakukan koordinasi yang lebih baik.4. Deteksi awal ketidaksesuaian. Ketidaksesuaian (non conformity) adalah ketidakmampuan untuk memenuhi persyaratan, sedangkan cacat (defect) adalah ketidaksesuaian yang berhubungan dengan kegunaan yang ditetapkan atau dimaksudkan. Dengan adanya sistem pengendalian mutu yang baik dan didukung oleh koordinasi antar proses, maka setiap ketidaksesuaian akan dapat dideteksi lebih dini. Karena setiap proses selalu melakukan pemeriksaan terhadap output dari proses lain (sebelumnya), maka diharapkan setiap ketidaksesuaian yang terjadi dapat segera dikenali, diperbaiki dan dicegah agar tidak berulang kembali
    • 5. Konsistensi mutu yang lebih baik. Jika semua unsur yang membentuk sistem manajemen mutu melakukan upaya terus menerus untuk memperbaiki kinerja dengan berdasar kepada pedoman dan prosedur yang telah didokumentasikan, maka akan dihasilkan konsistensi pengendalian mutu yang lebih baik.6. Kepercayaan pelanggan bertambah. Suatu perusahaan yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 dengan baik, akan memberikan rasa aman terhadap pelanggan produk/pelayanannya, dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan (reliability). Kepercayaan tersebut timbul karena pelanggan melihat bahwa kegiatan pemenuhan persyaratan-persyaratannya dikelola secara baik dan memadai. Rasa aman dan kepercayaan ini kemudian akan berkembang menjadi hubungan bisnis yang saling menguntungkan satu sama lain dan berlangsung lama. Sebagai contoh; jika kita ingin membeli suatu produk elektronik (seperti televisi) maka kita tentu lebih memilih untuk membeli produk dari perusahaan yang bisa memberikan jaminan mutu terhadap produk yang dihasilkannya. Jaminan mutu tersebut bisa berupa garansi terhadap produk yang dijual. Perusahaan yang berani memberikan garansi terhadap produk-produk yang dijualnya adalah perusahaan yang yakin bahwa sistem manajemen mutunya telah dikelola dengan baik. Dengan demikian kepercayaan pelanggan terhadap produk-produk yang dijual oleh perusahaan tersebut, akan semakin bertambah
    • 7. Disiplin dalam pencatatan mutu bertambah. ISO 9001 mensyaratkan adanya pengelolaan sistem pencatatan mutu yang baik. Setiap catatan harus jelas, mudah dibaca, dapat diidentifikasi dan diperoleh kembali dengan mudah. Dengan adanya persyaratan tersebut maka perusahaan yang menerapkan ISO 9001 akan membuat suatu prosedur pencatatan mutu termasuk pengendaliannya, yang menciptakan kedisiplinan dalam pencatatan mutu.8. Lebih banyak kesempatan untuk peningkatan. Pada akhirnya penerapan ISO 9001 akan memberikan peluang-peluang bagi peningkatan kinerja perusahaan yang diperoleh dari sistem dokumentasi yang baik, pengendalian mutu secara sistematik, koordinasi antar proses dalam sistem dan disiplin dalam pencatatan. Sehingga setiap ketidaksesuaian dapat dideteksi lebih awal untuk diperbaiki dan dicegah agar tidak berulang kembali. Sedangkan potensi-potensi munculnya ketidaksesuaian yang belum terjadi akan dapat dikenali, kemudian dicegah agar tidak terjadi.
    • PERKEMBANGAN MANAJEMEN MUTUSejarah perkembangan manajemen mutu.Proses perkembangan menuju era mutu merupakan proses yangcukup panjang dengan melewati berbagai pengalaman danpendekatan metode yang bermacam-macam. Perkembanganmutu yang terjadi tidak lepas dari awal perubahan era menujuera industri dimana mulai dipergunakannya mesin-mesin untukmembantu proses produksi. Secara garis besar perkembanganatau evalusi mutu adalah sebagai berikut:era tanpa mutuera inpeksiera pengendalian mutuera jaminan mutuera manajemen mutu terpaduera Sistem Manajemen Mutu (ISO)
    • a. Era tanpa mutuMerupakan era dimana persaingan belum terjadi oleh karena produsen atau pemberi pelayananbelum banyak, sehingga pelanggan pun belum diberi kesempatan untuk memilih. Hal initerjadi pula pada organisasi pemberi pelayanan publik. Pada lembaga pelayanan publik yangdikelola oleh pemerintah, masyarakat sebagai pelanggan tidak diberikan hak untuk menuntutmutu pelayanan yang lebih baik atau yang diharapkan. Keadaan ini menyebabkan mutupelayanan organisasi publik belum menjadi penilaian pengguna hanya mengutamakan yangpenting ada dan dapat dipergunakan.b. Era InspeksiEra ini dimulai oleh perusahaan – perusahaan yang memproduksi barang, hal ini terjadi karenamulai adanya persaingan antar produsen. Dengan demikian tiap perusahaan mulai melakukanpengawasan terhadap produknya. Pada era ini juga mulai dilakukan pemilahan mutu barangyang dilakukan melalui inspeksi. Namun mutu produk hanya pada atribut yang melekat padaproduk. Oleh karena itu mutu hanya dipandang produk yang rusak, cacat atau hanya padapenyimpangan dari atribut yang sehartusnya melekat pada produk tersebut. Era inimenekankan pada deteksi masalah, keseragaman produk serta pengukuran dengan alat ukuryang dilaukan oleh yang berfungsi menginpeksi Fokus perusahaan terhadap mutu belum besardan terbatas pada produk akhir yaitu dilihat yang cacat atau rusak yang dibuang sedang yangbaik yang dilepas ke konsumen.Era inspeksi ditandai dengan perhatian yang rendah dari pihak manajemen terhadap mutuproduk. Tanggung jawab terhadap mutu produk didelegasikan pada departemen inspeksi yangbertugas hanya pada pendeteksian dan penyisihan produk yang tidak memnuhi sysrat kualitasdari produk yang baik. Pada era ini belum ada perhatian terhadap kualitas proses dan sistemuntuk merealisasikan produk tersebut.
    • c. Era Pengendalian MutuEra Pengendalian Mutu dimulai sekitar tahun 1930 an. Era inidisebut juga era stastical control, yang lebih menekankan padapengendalian, keseragaman produk dan pengurangan aktivitasinspeksi serta dilakukan Departemen Teknis dan DepartemenInspeksi. Pada era ini pula diperkenalkan pandangan baru terhadapkonsep Walter A Shewart, .Menurut pandangan ini mutu produkmerupakan serangkaian karakteristik yang melekat pada produk yangdapat diukur secara kuantitatif.Di Era statitical quality control atau jaman pengendalian mutu,manajemen telah mulai memperhatikan pentingnya pendeteksianyaitu dengan cara departemen inspeksi sudah mulai dilengkapidengan alat dan metode statistik di dalam mendeteksi penyimpanganyang terjadi dalam atribut produk yang dihasilkan dari prosesproduksi. Terdapat perubahan dalam penanganan mutu produk yaituhasil detetksi yang secara statistikal dari penyimpangann mulaidipergunakan oleh departemen produksi untuk memperbaiki prosesdan sistem produksi
    • d. Era Jaminan Mutu (Quality assurance)Era jaminan mutu ini dimulai pada sekitar tahun 1960-an yang menekankan pada koordinasi,pemecahan masalah secara proaktif.. Pada era ini mulai dikenal adanya konsep total QualityControl (TQC) yang diperekenalkan oleh Armand F pada tahun 1950. Jaminan mutumerupakan seluruh perencanaan dan kegiatan sistimatik yang diperlukan untuk memberikansuatu keyakinan yang memadai bahwa suatu barang atau jasa dapat memenuhi persyaratanmutu. Jaminan mutu merupakan bagian dari manajemen mutu yang difokuskan padapeningkatan kemampuan untuk memenuhi persyaratan mutu. Oleh karena itu jaminan mutudilaksanakan secara berkesinambungan sistimatis, objektif dan terpadu dalam menetapkanmasalah dan penyebab, masalah mutu pelayanan berdasarkan standar yang telah ditetpakan danselanjutnya menetapkan serta melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengankemampuan yang tersedia, menilai hasil yang dicapai dan menyusun saran tindak lanjut untujlebih meningkatkan mutu pelayanan. (Azwar, 200) . Sejak era inilah peran manajemen mulaidiperhitungkan untuk terlibat dalam penentuan dan penanganan mutu produk. Selain itu dalamera jaminan mutu ini pula mulai diterapkan bukan hanya pada industri manufaktur, tetapi jugapada industri jasa. Di Indonesia era ini berkembang ditandai dengan dibentuknya GugusKendali Mutu (GKM) di masing - masing bagian atau divisi pada setiap organisasi. KegiatanGKM ini diprakarsai oleh Departemen Perindustrian dan Departemen Tenaga Kerja, kemudiandiikuti oleh Departemen Kesehatan dan Departemen Lainnya. Pada era ini GKM digalakkanbukan hanya secara parsial, tetapi lebih bersifat nasional. Hal ini terlihat dengan dilakukannyakonvensi GKM tingkat kabupaten, tingkat provinsi dan tingkat nasional. Menyimak konsep eraStatistical Control ini dapat diterapkan tidak hanya pada parusahaan manufaktur, maka sejakera ini pula Manajemen Mutu mulai diterapkan pada organisasi non barang atau organisasijasa, seperti pada Rumah Sakit, Puskesmas dan organisasi jasa lainnya.
    • e. Era Management Mutu Terpadu atau Total Quality ManagementTotal Quality Management (TQM) dimulai pada tahun 1980 – an, era inimenekankan pada manajemen stratejik. TQM merupakan suatu sistem yangberfokus kepada orang yang bertujuan untuk meningkatkan secaraberkesinambungan kepuasan pelanggan pada titik penekanan biaya agar samadengan biaya yang sesungguhnya untuk menghasilkan dan memberikan pelayanan.TQM juga sebuah upaya untuk mencapai keunggulan kompetitif sertamengutamakan kebutuhan pasar dan konsumen yang dilakukan oleh setiap orangdalam organisasi dengan leadership yang kuat dari pimpinan. Management mututerpadu atau Total Quality Management disebut pula Continous Quality Improvemnt(CQI). Total Quality yang berarti komitmen dan pendekatan yang digunakan secaraterus menerus untuk meningkatkan setiap proses pada setiap bagian organisasi.Kegiatan tersebut bertujuan untuk memenuhi bahkan melampui harapan danoutcome dari customer. Tujuan dari diterapkan TQM perlu adanya perubahanbudaya serta komitmen dari seluruh jajaran mulai pimpinan puncak sampai levelterbawah. Agar TQM dapat berkelanjutan maka organisasi harus didukung olehbudaya yang mendukung yang menekankan pada kerja kelompok, pemberdayaandan partisipasi karyawan, peningkatan terus menerus fokus pada pelanggan sertakepemimpinan yang tepat. Prinsip TQM secara keseluruhan proses produk makatitik beratnya pada penanganan kualitas pada seluruh aspek organisasi (gambar ).
    • f. Era Sitem Manajemen Mutu Era ini dimulai pada sekitar tahun 1943 yaitu pada masa perang dunia II, dimana sekutu mulai mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan peledak Hal ini terkait dengan mutu bahan peledak untuk keperluan militer terutama oleh pasukan Inggris. Berdasarkan keadaan tersebut pihak militer Inggris mengembangkan serangkaian standar yang secara umum dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menyediakan produk bermutu tinggi serta konsisten bagi kepentingan bahan militer. Pada akhir tahun 1960, disusun standar sistem mutu AQAP (Allied Quality Assurance Publicators) yaitu pengembangan standar yang sudah ada sebagai sistem kendali dengan tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan pemasok dalam pemenuhan persyaratan. Pada tahun 1979 anggota ISO untuk Inggris yaitu Britihs Standard Institute, menyerahkan proposal kepada ISO agar dibentuk suatu komite teknis baru untuk menyiapkan standar internasional yang berkaitan dengan teknik dan praktik penjaminan mutu, maka dibentuklah komite teknis baru dengan nomor ISO/TC 176. Sebagai hasil kerja ISO/TC 176, pada tahun 1987 dipublikasikan seri standar ISO 9000 yaitu sistem manajemen mutu yang merangkum sebagian besar standar sebelumnya disamping peningkatan dan penjelasan standar baru.
    • W. Edwards Demings (Filosofi Deming’s 14 Points) :1. Rumuskan dan umumkan kepada semua karyawan, maksud dan tujuan organisasi.2. Mempelajari dan melaksnakan filosofi baru, baik oleh manajer maupun karyawan.3. Memahami tujuan inspeksi yaitu untuk memperbaiki proses dan mengurangi biaya.4. Mengakhiri praktik bisnis yang menggunakan perngahargaan berdasarkan angka atau uang saja.5. Memperbaiki secara konstan dan continue, kapanpun system produksi dan pelayanan.6. Membudayakan dan melembagakan pendidikan dan pelatihan.7. Mengajarkan dan melembagkan kepemimpinan.8. Menjauhkan rasa ketakutan.Ciptakan kepercayaan.Ciptakan iklim yang mendukung inovasi.9. Mengoptimalkan tujuan perusahaan,tim,atau kelompok.10. Menghilangkan desakan atau tekanan-tekanan yang menghambat perkembangan karyawan.11. Menghilangkan kuota berdasarkan angka-angka,tetapi secara terus-menerus melembagakan metode perbaikan.Menghilangkan manajemen berdasarkan sasaran ( management by objective ),tetapi mempelajari kemampuan proses dan bagaimana memperbaikinya.12. Menghilangkan hambatan yang membuat karyawan tidak merasa bangga akan pekerjaanatau tugasnya.13. Mendukung pendidikan dan perbaikan atau peningkatan prestasi setiap orang.14. Melaksanakan tindakan atau kegiatan untuk mencapai semua tujuan atau sasaran itu.
    • STANDAR SISTEM MANAJEMEN MUTUStandar sistem manajemen mutu SO-9001 adalah standar internasional tentang sistem manajemen manajemen mutu. ISO-9001 dikeluarkan oleh International Organization for Standardization, sebuah badan yang telah mengeluarkan lebih dari 17000 standar yang berguna. ISO-9001 pertama dikeluarkan pada tahun 1987. Versi yang terbaru adalah ISO-9001:2008. Standar sistem manajemen mutu ISO-9001 bertujuan untuk menjamin konsistensi organisasi dalam menghasilkan produk yang bermutu yang dapat memuaskan pelanggannya. Untuk tujuan tersebut, ISO-9001 berisi persyaratan-persyaratan bagaimana organisasi harus mengendalikan berbagai proses yang dapat mempengaruhi mutu, baik langsung maupun maupun tidak langsung. Persyaratan tersebut pada dasarnya adalah saduran dari praktek-praktes bisnis yang sudah diakui oleh dunia industri efektif dalam upaya penjaminan mutu.Standar sistem maanjemen mutu ISO-9001 bersifat generic. Persyaratan-persyaratan yang ada didalamnya dapat diaplikasikan oleh berbagai jenis organisasi, besar atau kecil, manufaktur atau jasa, swasta maupun badan pemerintah. Setiap organisasi dapat memilih pendekatan dan cara yang paling sesuai bagi organisasinya dalam menerapkan persyaratat-persyaratan tersebut, sepanjang maksud dan tujuan dari persyaratan dapat tercapai.Manfaat Pengembangan Sistem Manajemen Mutu ISO-9001
    • a. Memperluas dan mempertahankan pasarMakin banyak industri menengah dan besar di Indonesia yang menjadikan ISO-9001sebagai salah satu faktor yang menentukan dalam pemilihan pemasok mereka. Alasanyang mendasarinya adalah jelas: Bahwa pemasok atau calon yang sudah menerapkansistem manajemen mutu ISO-9001 berarti sudah melakukan berbagai pengaturan prosesyang diperlukan untuk menjamin mutu produk yang akan dikirim kepada mereka.Manfaat lain tentunya timbul sebagai implikasi logis dari penerapan-persyaratan yangterkandung dalam ISO-9001 dengan cara yang tepat:b. Mengurangi biaya yang tidak diperlukan karena kegagalan produkISO-9001 mensyaratkan agar organisasi melakukan perencanaan yang layak sebelumorganisasi melakukan proses produksi atau memberikan pelayanan. Ada cukup banyakpersyaratan tentang perencanaan yang memungkinkan organisasi dapat mengidentifikasipotensi kegagalan sejak awal dan mencegah kegagalan sebeum terjadi dan dengandemikian mencegah kerugian yang tidak diperlukan.c. Memudahkan pengendalian berbagai aktifitas.ISO-9001 mensyaratkan agar organisasi melakukan pendekatan proses dalam upayamenjamin mutu produk. Dengan pendekatan ini organisasi dapat melihat dengan mudahseluruh aktifitas yang dilakukan dalam organisasi sebagai rangkaian dari proses-prosesyang saling terkait dan saling mempengaruhi. Organisasi dapat mengetahui dengan jelasoutput yang dihasilkan dari setiap proses, kemana output tersebut dialirkan dan apa yangdiharapkan oleh penerima output tersebut. Ini menjadi dasar yang berguna untukmengatur bagaimana sebuah proses harus dilakukan dan bagaimana mengukurkeberhasilan suatu proses.
    • d. Meningkatkan kemampuan untuk peningkatan kinerja secara berkelanjutanISO-9001 mensyaratkan agar organisasi melakukan tindakan koreksi yangsistematis, dimulai dari identifikasi masalah sampai pemantauan efektifitastindakan koreksi. Tujuannya untuk menghilangkan akar penyebab setiapmasalah tidak muncul kembali. Hal ini tentu akan membuat terus menerusberkembang ke arah yang lebih baik, bersih dari masalah-masalah kronisyang merugikan.ISO-9001 juga memberikan persyaratan lain yang memungkinkanterjadinya peningkatan kinerja secara berkelanjutan seperti penetapansasaran mutu, analisa data (termasuk tingkat kepuasan pelanggan) dan auditinternal.Persyaratan-persyaratan lain dalam standar sistem manajemen mutu ISO-9001 juga membawa manfaat masing masing. Persyaratan tentang tinajaunmanajemen akan membuat pihak majemen mendapatkan informasi terbarudengan mudah tentang kinerja organisasi secara keseluruhan. Persyaratantentang dokumentasi akan membuat organisasi dapat mengendalikandokumen-dokumen dengan lebih rapih dan membuat pengaturan pengaturanyang baku (bukan berarti tidak fleksibel). Persyaratan tentang kompetensidan pelatihan akan membuat organisasi mempunyai sumber daya manusiayang handal yang dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi.
    • Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu ISO-9001Penerapan standar sistem manajemen mutu ISO-9001 berarti melakukan pengaturan berbagaiaktifitas dalam organisasi dan menerapkannya. Perubahan-perubahan dalam berbagai aktifitasyang selama ini dilakukan organisasi mungkin diperlukan untuk memenuhipersyaratan standar sistem manajemen mutu ISO-9001. Satu hal yang mutlak diperlukanuntuk memungkinkan perubahan terjadi dengan lancar adalah pengembanganwawasan dankompetensi setiap karyawan yang terlibat dengan perubahan tersebut. Wawasan tentangmanajemen mutu, alasan yang mendasari perubahan, manfaat yang akan timbul dariperubahan, pengetahuan tentang konsep dan teknik-teknik baru yang diperlukan harusdikembangkan dalam diri karyawan sebelum perubahan dapat dilakukan. Wawasan akanmemunculkan kesadaran internal karyawan untuk melakukan perubahan dan memungkinkanterjadinya perubahan yang lancar dan permanen.Penerapan standar sistem manajemen mutu ISO-9001 juga membutuhkan tahapan-tahapanyang sistematis, yang dimulai dari tahapan perencanaan perubahan, pelaksanaan, pemantauandan tindak lanjut.Pada umumnya organisasi dapat menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO-9001dalamwaktu sekitar 6 bulan. Variasi waktu tergantung dari ketersediaan sumber daya dalamorganisasi, komitmen pihak manajemen, praktek manajemen mutu yang sudah diterapkan danpengaturan program.Ukuran Keberhasilan dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO-9001.Keberhasilan dalam penerapan ISO-9001 diukur dari 2 parameter dasar: Kesesuaian sistemmanajemen dengan persyaratan ISO-9001 (yang berarti keberhasilan memperoleh sertifikatISO-9001:2008) dan tingkat manfaat perbaikan yang diperoleh. Setiap organisasi mendapatmanfaat perbaikan dalam tingkat yang berbeda-beda, tergantung dari cara dan metoda yangdipilih untuk memenuhi persyaratan dan efektifitas perubahan yang dilakukan.
    • PRINSP MANAJEMEN MUTU PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN MUTU Manajemen mutu adalah aspek dari seluruh fungsi manajemen yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan mutu. Pencapaian mutu yang diinginkan memerlukan kesepakatan dan partisipasi seluruh anggota organisasi, sedangkan tanggung jawab manajemen mutu ada pada pimpinan puncak. Untuk melaksanakan manajemen mutu dengan baik dan menuju keberhasilan, diperlukan prinsip-prinsip dasar yang kuat. Prinsip dasar manajemen mutu terdiri dari 8 butir, sebagai berikut:1. Setiap orang memiliki pelanggan2. Setiap orang bekerja dalam sebuah sistem3. Semua sistem menunjukkan variasi4. Mutu bukan pengeluaran biaya tetapi investasi5. Peningkatan mutu harus dilakukan sesuai perencanaan6. Peningkatan mutu harus menjadi pandangan hidup7. Manajemen berdasarkan fakta dan data8. Fokus pengendalian (control) pada proses, bukan hanya pada hasil out put
    • ALAT DAN TEKNIK PENGENDALIAN MUTU7 ALAT PENGENDALI MUTUQCC mirip dengan SPC. QCC merupakan salah satu teknikpengendalian kualitas. Teknik – teknik lainnya yaitu:Cause and effect chartHistogramParetoFlow chartRun chartScatter diagramSPC (Anonim, 2010).
    • Cause-and-Effect Diagrams (Diagram sebab-akibat)merupakan diagram yang menunjukkan hubungan antara suatumasalah dan kemungkinan penyebabnya Dikembangkan olehKaoru Ishikawa (1953). Disebut juga diagram tulang Ikan(Fishbone Diagram) atau Diagram ishikawa. Dalam menyusundiagram ini harus diingat beberapa hal yaitu: untuk industrybarang diingat 4 M yaitu man, method, machine, material.Sedangkan untuk industry jasa adalah equipment, people,policies dan procedures.Histogram menjelaskan variasi proses, namun belummengurutkan rangking dari variasi terbesar sampai denganyang terkecil. Histogram juga menunjukkan kemampuanproses, dan apabila memungkinkan, histogram dapatmenunjukkan hubungan dengan spesifikasi proses dan angkaangka nominal, misalnya rata rata. Dalam histogram, garisvertikal menunjukkan banyaknya observasi tiap tiap kelas.(Elista, 2010).
    • Diagram Pareto ini merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasidata dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah.Hal ini dapat membantu menemukan permasalahan yang terpenting untuksegera diselesaikan (ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harussegera diselesaikan (ranking terendah). Selain itu, Diagram Pareto jugadapat digunakan untuk mem bandingkan kondisi proses, misalnyaketidaksesuaian proses, sebelum dan setelah diambil tindakan perbaikanterhadap proses. Penyusunan Diagram Pareto meliputi enam langkah, yaitu:Menentukan metode atau arti dari pengklasifikasian data, misalnya berdasarkan masalah, penyebab jenis ketidaksesuaian, dan sebagainya.Menentukan satuan yang digunakan untuk membuat urutan karakteristikkarakteristik tersebut, misalnya rupiah, frekuensi, unit, dan sebagainya.Mengumpulkan data sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan.Merangkum data dan membuat rangking kategori data tersebut dari yaangterbesar hingga yang terkecil. Menghitung frekuensi kumulatif ataupersentase kumulatif yang diguna kan. Menggambar diagram batang,menunjukkan tingkat kepentingan relatif masing- masing masalah.Mengidentifikasi beberapa hal yang penting untuk mendapat perhatian.(Elista, 2010).
    • Flowcharts (Diagram Alir) merupakan gambaran tentang urutan suatuproses yang akan dilakukan. Flowcharts digunakan untuk menguraikanproses-proses yang akan diperbaiki (Elista, 2010).Run Charts (time series plot) digunakan untuk menguji perilaku suatuvariabel dari waktu ke waktu selain itu juga sebagai dasar untuk petakendali (Control Charts).Scatter diagram (diagram penyebaran/pencar) merupakan cara yang palingsederhana untuk menentukan hubungan antara sebab dan akibat dari duavariabel. Langkah langkah penyusunan: Data dikumpulkan dalam bentukpasangan titik (x, y). Dari titik titik tersebut dapat diketahui hubunganantara variabel x dan variabel y, apakah terjadi hubungan positif ataunegatif. (Elista, 2010)Statistical Process Control (Pengendalian proses statistik) merupakanteknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor,pengendali, penganalisis, pengelola dan memperbaiki proses menggunakanmetode-metode statistik. Pengendalian proses statistik merupakanpenerapan metode-metode statistik untuk pengukuran dan analisis variasiproses. Dengan pengendalian proses statistik maka dapat dilakukan analisisdan meminimalkan penyimpangan dan kesalahan, mengkuantifikasikan(Susilowati, 2006).
    • Pengendalian kualitas secara statistika dapat digunakan pada contoh penerimaanmaterial atau pada pengendalian proses. Pemeriksaan dapat dilakukan dengancara pengukuran penampilan (attribute) atau dengan cara pengukuran dimensi(variable). Grafik pengendali dengan pemerikasaan secara variable digunakansebagai alat untuk mengontrol proses dengan mengumpulkan dan menganalisisdata dari pemeriksaan kualitas suatu produk yang ditentukan satu atau lebihparameter karakteristik kualitas yang mempunyai harga ukur tertentu sepertipanjang, berat, temperature dll. Sedangkan pengendalian attribute merupakankarakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan apakah produk tersebutmemenuhi kondisi/persyaratan tertentu, bersifat dikotomi, jadi hanya ada duakemungkinan baik dan buruk. Seperti produk cacat atau produk baik, dll.Dalam grafik pengendalian dikenal adanya gambar control atau C chart. C chartmerupakan kumpulan data yang ditulis dalam bentuk grafik dan digunakanuntuk membuat penilaian status pengendalian kualitas pada sebuah prosesproduksi. C-Chart mengawasi variasi proses berdasarkan pada fluktuasikerusakan benda atau grup benda. c-chart berguna untuk mengetahui tidakhanya berapa benda yang tidak sesuai namun juga berapa kerusakan setiapbendanya. Mengetahui berapa kerusakan pada salah satu bagian samapentingnya dengan mengetahui berapa bagian yang rusak. Ketidaksesuaianharus dihilangkan dari benda yang rusak karena mungkin saja ada beberapaketidaksesuain pada satu benda yang rusak. Bila ukuran sampel tidak berubahdan kerusakan pada benda mudah untuk dihitung, c-chart menjadi tool yangefektif untuk mengawasi kualitas dari proses produksi.
    • X Chart adalah jenis control chart yang menggunakan angka rata-rata daricontoh yang diambil dari suatu paket produk output yang akan diukurvariable atau atribut dalam rangka untuk mengetahui status proses produksiatau tingkat pengendalian kualitas dan biasa dinamakan sample average. Xchart mempunyai tiga parameter penting yang ditentukan dengan caraperhitungan dari data-data histories, yaitu:1. Nilai rata-rata2. Batas pengendalian atas atau upper control limit (UCL)3. Batas pengendalian bawah atau lower control limit (LCL)Sedangkan R-Chart menjelaskan perubahan – perubhan yang terjadi dalamukuran variasi, sehingga berkaitan dengan perubahan homogenitas produkyang dihasilkan melalui suatu proses. Operating Characteristic Curve adalahkurva yang menghubungkan antara besarnya nilai cacat dengan peluangpenerimaan produk oleh konsumen, semakin besar nilai cacatnya, makapeluang penerimaannya dari konsumen semakin rendah dan jika nilaicacatnya semakin kecil maka peluang penerimaan konsumen akan semakinbesar.Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa selama sembilan hari berturut –turut yang diamati, jumlah pengaduan tertinggi adalah 9 orang sedangkanpengaduan
    • terendah adalah 0 orang atau tidak ada pengaduan sama sekali yaitupada hari ke . dari perhitungan didapatkan rata – rata pengaduanyang masuk pada PT taxi tersebut adalah sebanyak 6 orang denganpenyimpangan pengaduan tertinggi sebanyak 13 pengadu serta bataspenyimpangan pengaduan terendah sebanyak -1 (ini berartiperusahaan tersebut tak menerima pengaduaan sedikitpun).Dari hasil pengamatan metode ASA, diketahui bahwa skalakerusakan 0 maka penerimaan terhadap barang tersebut mencapai 96%, pada skala kerusakan 1, penerimaan terhadap barang atau produktersebut menurun menjadi 60 %. Kurva hasil pengamatanmenunjukkan penerimaan akan produk tersebut semakin menurundengan meningkatnya skala kerusakan. Apabila Hal ini sesuaidengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin banyakkerusakan yang terjadi pada suatu barang maka penerimaankonsumen akan barang atau produk tersebut semakin menurun.
    • B. 7 ALAT BARU UNTUK PENINGKATAN MUTU1. Affinity Diagram2. Diagram Keterkaitan (Interrelationship Diagram)3. Tree Diagram / Systems Flow Chart4. Matrix Diagram5. Matrix Data Analysis6. Process Decision Program Chart (PDPC)7. Arrow Diagram or PERT / CPM
    • Affinity Diagram
    • Interrelationship Diagram
    • Tree Diagram
    • Matrix Diagram
    • Matrix Data Analysis
    • Process Decision Program Chart
    • Arrow Diagram or PERT
    • C. SIX ZIGMASix sigma dapat dijelaskan dalam dua perspektif, yaitu perspektif statistik danperspektif metodologi.Perspektif statistiksigma dalam statistik dikenal sebagai standar deviasi yang menyatakan nilaisimpangan terhadap nilai tengah.[rujukan?] Suatu proses dikatakan baik apabilaberjalan pada suatu rentang yang disepakati.[rujukan?] Rentang tersebut memilikibatas, batas atas atau USL (Upper Specification Limit) dan batas bawah atau LSL(Lower Specification Limit) proses yang terjadi di luar rentang disebutcacat.[rujukan?] Proses Six Sigma adalah proses yang hanya menghasilkan 3.4DPMO (defect permillion opportunity).
    • Perspektif metodologiSix Sigma merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyelesaikan masalahdan peningkatan proses melalui fase DMAIC (Define, Measure, Analyze,Improve, Control).[rujukan?] DMAIC merupakan jantung analisis six sigmayang menjamin voice of costumer berjalan dalam keseluruhan prosessehingga produk yang dihasilkan memuaskan pelanggan.[rujukan?]Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratanpelanggan, mengetahui CTQ (Critical to Quality).[rujukan?]Measure adalah fase mengukur tingkat kecacatan pelanggan (Y).[rujukan?]Analyze adalah fase menganalisis faktor-faktor penyebab masalah/cacat(X).[rujukan?]Improve adalah fase meningkatkan proses (X) dan menghilangkan faktor-faktor penyebab cacat.[rujukan?]Control adalah fase mengontrol kinerja proses (X) dan menjamin cacat tidakmuncul.[rujukan?]
    • COPQ (Cost ofYield dpmo Sigma (σ) Cp Equiv. Poor Quality).840 160,000 2.50 0.83 40%.870 130,000 2.63 0.88.900 100,000 2.78 0.93.930 70,000 2.97 0.99.935 65,000 3.01 1.00.940 60,000 3.05 1.02.945 55,000 3.10 1.03 30%.950 50,000 3.14 1.05.955 45,000 3.20 1.06.960 40,000 3.25 1.08.965 35,000 3.31 1.10.970 30,000 3.38 1.13.975 25,000 3.46 1.15.980 20,000 3.55 1.18 20%.985 15,000 3.67 1.22.990 10,000 3.82 1.27.995 5,000 4.07 1.36.998 2,000 4.37 1.46.999 1,000 4.60 1.53 10%.9995 500 4.79 1.60.99975 250 4.98 1.66 5%.9999 100 5.22 1.74.99998 20 5.61 1.87 2.00.9999966 3.4 6.00
    • D. LIMA SSiklus gerakan 5 SPastinya sudah banyak yang tau atau pernah dengar dengan istilah ini. 5 S merupakan perangkatmanajemen mutu yaitu pengembangan Budaya Mutu, pertama kali dikembangkan di Jepang. Dari segiperkembangan manajemen, konsep 5S ini menjadi cikal bakal tumbuhnya konsep Total QulityManagement (TQM), Kaizen, Just-in-time, ISO, dan seterusnya. Gerakan 5S merupakan rangkaiankegiatan penerapan budaya mutu yang meliputi : seiri (pemilahan), seiton (penataan), seiso(pembersihan), seiketsu (pemantapan), dan shitsuke (pembiasaan). Dengan demikian Gerakan 5Smerupakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilahan, penataan, pembersihan, memeliharakondisi kerja, dan memelihara kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan denganbaik.dalam rangka mewujudkan mutu pelayanan sebagai sebuah gambaran kinerja. Rangkaiankegiatan tersebut dapat divisualkan sebagai berikut :Sama halnya dengan penerapan konsep manajemen mutu lainnya. 5S tidak sulit untuk dipahami, tapi5S tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan dengan benar. 5S memerlukan kegigihan, kebulatan tekad,dan memerlukan usaha yang terus menerus. 5S mungkin tidak akan memberikan hasil yang dramatis.Namun 5S membuat pekerjaan lebih mudah. serta akan mengurangi pemborosan waktu kerja danmembuat kita bangga atas pekerjaan, dan akan meningkatkan kinerja dengan mutu pekerjaan yanglebih baik.Jika anda berminat mencoba menerapkan model budaya kerja ini, dapat dilakukan dengan langkah –langah sebagai berikut
    • 1. Seiri = Pemilahan Umumnya istilah seiri berarti mengatur segala sesuatu, memilah sesuai dengan aturan atau prinsip tertentu. Seiri membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan. Ambil keputusan tegas untuk menerapkan manajemen stratifikasi untuk memilah antara yang perlu dan yang kurang diperlukan. Intinya adalah membagi segala sesuatu sesuai urutan kepentingannya. Kemudian siapkan manajemen berdasarkan kelompok prioritas. singkirkan barang (perlengkapan kerja) yang kurang diperlukan, sehingga kita dapat berkonsentrasi terhadap barang yang benar-benar penting dan diperlukan. Di tempat kerja kita memiliki setumpuk arsip. Kita seringkali berdalih bahwa suatu hari kelak kita akan membereskan arsip – arsip itu. Kita menyimpan barang dengan anggapan akan berguna SEANDAINYA diperlukan. Sebenarnya apa yang harus kita lakukan adalah memutuskan dengan tegas bahwa kita harus membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak. Karena barang atau arsip yang jarang dipakai akan mengurangi ruang gerak, kurang nyaman dipandang dan mempersulit kita mencari sesuatu. Untuk itu Kita harus menerapkan manajemen stratifikasi. Yaitu pilahlah barang, peralatan kerja, buku dan lain – lainnya sebagai berikut : •Barang - barang yang benar – benar tidak perlukan lagi. •Barang – barang yang tidak digunakan, tapi mungkin masih diperlukan. •Barang yang kita gunakan hanya sewaktu-waktu saja •Keempat: Barang yang kadang-kadang digunakan •Kelima : Barang yang sering kita gunakan. Selanjutnya baik barang yang termasuk kategori a, dimusnahkan. Barang kategori b, c dan d disimpan di tempat penyimpanan sementara (Gudang).
    • 2. Seiton = Penataan Jika anda talah melakukan langkah pertama dalam gerakan 5 S ini, selanjutnya anda dapat melanjutkannya ke langkah kedua yaitu seiton. Seiton dalam hal ini bukanlah setan, tetapi seiton dalam bahasa Jepang dapat diartikan menyimpan barang di tempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar, sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak, karena mudah ditemukan dalam waktu singkat. Ini merupakan cara untuk mempersingkat atau menghilangkan waktu untuk melakukan proses pencarian. Kegiatan langkah kedua ini adalah : a. memilah barang – barang baik kategori point b, c dan d maupun e b. menata berdasarkan kelompok barang. Pengelompokan dapat dilakukan menurut subjeknya. Misalnya menata buku menurut kelompok : manajemen, ekonomi, pertanian dll. c. Ditata menurut disimpan dalam ruang khusus (misalnya : Gudang) Penyimpanan harus didasarkan pada kategori tersebut. Sedangkan barang kategori e disimpan diruang kerja anda. d. Selanjutnya tiap kelompok dilakukan kodifikasi dalam abjad, angka atau bentuk visual. Selanjutnya ditata dengan baik. Salah satu bentuk penataan secara visual seperti gambar dibawah ini : Jika anda telah melakukan langkah kedua ini, anda mulai menikmati manfaatseiton tersebut, diantaranya ruang kerja menjadi lebih luas, karena barang – barang yang ada dalam ruang kerja anda hanyalah barang tertentu saja. Pencarian barang atau arsip lebih mudah dan cepat. memudahkan mengontrol jika ada barang yang dipakai atau dipinjam, dengan demikian akan mengurangi resiko barang hilang, serta terciptanya keindahan dan kenyamanan ruang kerja.
    • 3. Seiso = Pembersihan Gerakan 5 S selanjutnya adalah Seiso yakni membersihkan lebih dari sekedar membuat barang bersih. Hal ini lebih merupakan falsafah dan komitmen untuk bertanggung jawab atas segala aspek barang yang Anda pergunakan, dan untuk memastikan semua barang selalu berada dalam kondisi prima. Jangan berpikir bahwa pembersihan pekerjaan yang melelahkan. Sebaliknya, Anda harus memandangnya sebagai suatu bentuk pemeriksaan dan pencegahan. Dengan meningkatnya kecanggihan produk industri modern, debu, kotoran, bahan asing, bunyi suara mesin yang keras dan masalah lain kemungkinan besar dapat mengakibatkan barang cacat, macet, bahkan kecelakaan kerja. Pembersihan adalah jawabannya. Pembersihan harus dipandang sebagai cara untuk menghilangkan penyebab masalah satu demi satu. Pada umumnya ada langkah pembersihan yang benar: yaitu : a. Tingkat Makro : membersihkan segala sesuatu dan mencari cara untuk menangani penyebab keseluruhan yang berkaitan dengan keseluruhan gambaran global pekerjaan atau ruang kerja. b. Tingkat mikro : Menangani satu tempat kerja tertentu atau satu peralatan kerja tertentu seperti perangkat komputer, lemari / rak buku, dan lain – lain Setelah melalui langkah ketiga ini, ruang kerja bukan hanya tertata rapi, dan lebih luas tetapi juga bersih.
    • 4. Seiketsu = Pemantapan Pemantapan bisa berarti memelihara keadaan bersih yang dalam konteks 5S, mencakup pertimbangan seperti warna, bentuk, pakaian, dan sebagainya yang memberikan suasana bersih. Lebih jauh lagi, Seiketsu harus dianggap sebagai mempertahankan proses pemilahan (Seiri), penataan (Seiton), dan pembersihan (Seiso), serta sebagai kesadaran dan aktivitas tetap untuk memastikan bahwa siklus 5S dipelihara. Ini berarti melaksanakan aktivitas 5S dengan teratur, sehingga keadaan yang tidak normal akan tampak. Bagaimana anda dapat memastikan bahwa ketidaknormalan bisa terlihat? Kita semua harus tanggap terhadap setiap perubahan yang terjadi didalam ruang kerja kita. Yakni : Menyelipkan catatan atau tanda lainnya pada setiap barangyang kita ambil dari tempat yang sudah ditata pada langkah dua diatas. Sehingga akan memudahkan pelacakan dimana barang atau aarsip tersebut berada atau dipinjam oleh siapa.
    • 5. Shitsuke = Pembiasaan Setelah Seiketsu (pemantapan) yang berarti melaksanakan aktivitas 5S dengan teratur, maka Shitsuke (pembiasaan) adalah komitmen masing-masing individu untuk mematuhi peraturan.dii tempat kerja. Tidak terlalu sulit untuk memiliki kebiasaan untuk melaksanakan apa yang diharapkan dari Anda. Caranya adalah dengan menciptakan tempat kerja yang disiplin, melalui: a. adanya komitmen pimpinan dan staf untuk terus menerus menerapkan 5 S b. membentuk Tim pemantau penerapan 5 S c. memberikan dorongan dan motivasi pada setiap PNS yang menerapkan 5 S dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan berupa materiel dan dapat juga berupa immateriel seperti piagam penghargaan, bintang 5 S bulan ini atau bentuk penghargaan lainnya. d. jika memungkinkan dapat dilakukan lomba atau konvensi 5 S di lingkungan Satuan Kerjanya.
    • PENGHARGAAN MUTU1. Penghargaan Kualitas (Quality Award) Menurut Eddy Herjanto, dalam bukunya Manajemen Operasi, penghargaan mutu/ kualitas adalah penghargaan yang diberikan kepada individual atau organisasi yang bertujuan untuk mendorong penerapan manajemen mutu. Manajemen mutu disini merupakan suatu filosofi yang mengintegra-sikan beberapa fokus utama, yaitu fokus pelanggan, proses kerja, keuntungan, dan proses belajar yang berkelanjutan. Seperti yang diungkapkan oleh Deming, dalam teorinya tentang “14 butir untuk manajemen”, dapat kita pahami bah-wa kualitas/mutu suatu produk atau jasa yang jelek bukanlah kesalahan dari pekerja, akan tetapi berasal dari sistem manajemen yang buruk. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan, kita harus memperbaiki sistem manajemen. Salah satu caranya adalah melalui “program penghargaan kualitas”. Penghargaan kualitas (quality award) diberikan oleh pemerintah terhadap seseorang (individual) ataupun orga-nisasi (misal perusahaan baik perusahaan kecil, menengah, ataupun besar) yang telah berjasa /melakukan tindakan perbaikan/pengembang-an terhadap kualitas, baik dari sistem manaje-men maupun untuk output yang dihasilkan. Sedangkan penghargaan kualitas nasional me-rupakan suatu bentuk penghargaan kualitas yang diberikan pada masing-masing negara. Penghargaan kualitas dimulai sejak 1950-an, dan kemudian terus berkembang hingga saat ini. Berikut ini adalah beberapa penghargaan mengenai mutu:
    • Deming PrizePenghargaan Deming adalah penghar-gaan nasional bagi perusahaan atau individuyang mencapaiprestasi di bidang pengendalian mutu. Penghargaan ini di-mulaitahun 1951, yang diselenggarakan dan diuji, serta pemberian penghargaan olehJUSE (Japanese Union of Scientist and Engineers) Deming Award Comitee. DemingPrize dibagi dalam 4 kategori: (a) Deming Prize for Individual Person, yangdiberikan kepada individual yang memberikan kontribusi istimewa dalam me-nyebarluaskan statistical quality control; (b) Deming Application Prize for Division,yang diberikan kepada perusahaan atau divisi yang mencapai peningkatan kinerjaluar biasa melalui penerapan company wide quality control berdasarkan statisticalquality control; (c) Deming Application Prize for Small Business, hampir samadengan kategori kedua, tetapi diberikan kepada usaha berskala kecil atau menengah;(d) Quality Control Award, diberikan kepada perusahaan yang telah menunjukkankomitmen yang terus menerus terhadap total quality control paling tidak 5 tahunsetelah memperoleh Deming Prize.Kategori yang dinilai dalam mencakup: (1)kebijakan, (2) organisasi dan operasi,(3)pencarian dan penggunaan informasi, (4)analisis, (5) perencanaan ke depan,(6)pen-didikan dan pelatihan, (7) jaminan mutu, (8)dampak mutu, (9) standardisasi,dan (10) pengendalian. (Eddy H, Manajemen Operasi)Deming Prize pada awalnya diberikan hanya untuk individu dan organisasi Jepangsaja, akan tetapi sejak tahun 1984 sampai sekarang sudah terbuka untuk umum(individu atau organisasi non-Jepang). Peng-hargaan ini dibuat untuk menghargaijasa Deming yang telah mengenalkan konsep pengendalian dan perbaikan mutu,sehingga industri Jepang berkembang pesat dan menguasai pasar dunia.Penghargaan ini memicu penghargaan-penghargaan lain muncul dan bersaing dalampasar dunia.
    • Malcolm Baldrige National Quality AwardMalcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA)dicanangkan pada 20 Agustus 1987 oleh Presiden Reagan yangbertujuan untuk mempromosikan kesadaran mutu, pengakuanterhadap pencapaian mutu oleh perusahaan Amerika, danmempublika-sikan strategi mutu yang berhasil. MBNQAdikelola oleh National Institute of Standards and Technology(NIST) USDC dengan duku-ngan American Society forQuality (ASQ). (Eddy H, Manajemen Operasi)Program penghargaan ini untuk organi-sasi bisnis yangberorientasi pada keuntungan, dengan 3 kategori bisnismanufaktur, jasa, dan bisnis kecil, sehingga organisasi peme-rintah tidak berhak mendapatkannya. (Vincent G., Integrasi SixSigma ke dalam MBNQA) Penjelasan lebih lengkap mengenaiMBNQA dibahas setelah ini, dengan meng-gambarkan detailmodel Baldrige, dan krite ria-kriteria, serta skor penilaiannya.
    • European Quality AwardEuropean Foundation for Quality Management (EFQM) dibentuk padatahun 1988, yang selanjutnya memprakarsai European Quality Award(EQA) dalam rangka mendorong perusahaan-perusahaan Eropa untukberkompetisi di pasar global. EQA pertama kali diberikan pada tahun 1992.EQA terdiri dari 2 bagian: (a) European Quality Award, yang diberikankepada pelamar yang paling berhasil dalam bidang manajemen mutu diEropa Barat; (b) European Quality Prize, diberikan kepada sejumlahperusahaan lain yang menunjukkan kemampuannya dalam manajemen mutusesuai kriteria penghargaan. Kategori yang dinilai dalam EQA meliputi: (1)kepemimpinan, (2) kebijakan dan strategi, (3) manajemen tenaga kerja, (4)sumber daya, (5) proses, (6) kepuasan pelanggan, (7) kepuas-an karyawan,(8) dampak bagi masyarakat, dan (9) manfaat bisnis. (Eddy H, ManajemenOperasi) Untuk lebih jelasnya, EQA dibahas setelah ini yangmenggambarkan lebih detail model Eropa, kriteria-kriteria, dan skorpenilaiannya. Pada analisis pembahasan kita juga membahas perbedaanantara MBNQA dan EQA. (Eddy H, Manajemen Operasi) Setelah itu,berbagai penghargaan lainnya terus bermunculan di berbagai Negara sepertiSingapore Quality Award, Australian Quality Award, Canadian QualityAward, dll. Persaingan (competitiveness) menuntut agar tiap negaramemberikan kepuasan pelanggan terhadap produk yang dipasarkan. Merekabersaing dengan memunculkan karakteristik produk masing-masing.
    • Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA)MBNQA merupakan program peng-hargaan berdasarkan pencapaianorganisasi ter-hadap Malcolm Baldrige Criteria for Perfor-manceExcellence (MBCFPE), yang sering disingkat dengan KriteriaBaldridge (Baldridge Criteria). MBCFPE merupakan panduan ma-najemen terbaik untuk membuat sebuah pe-rusahaan menjadi unggul,ekselen, atau kelas dunia. Penghargaan (award) berbasis kriteriaBaldrige telah membuat daya saing negara da-lam percaturan globalmeningkat. Inilah se-buah sistem paling komprehensif untuk meng-ukur dan menjadikan kinerja sebuah organisasi menjadi ekselen.(www.baldrige indo.com) Dengan adanya MBNQA ini, perusahaan-peru sahaan di Amerika Serikat saling bersaing untukmendapatkannya, dengan memperbaiki manajemen mutu mereka.Dalam suatu usaha untuk mening-katkan praktek manajemen kualitasdan daya saing perusahaan Amerika Serikat, Presiden Ronald Reaganmenandatangani akta Malcolm Baldrige National QualityImprovement pada 20 Agustus 1987.
    • (Eddy H, Manajemen Operasi). MBNQA mulai muncul setelah adanya DemingPrize. Penghargaan Deming menyadarkan Amerika Serikat tentang pen-tingnyapengendalian dan perbaikan mutu. Seperti yang dikatakan Deming melalui bukunya“If Japan Can, Why Can’t We?”, AS menjadi terpicu untuk menigkatkan manaje-men mutu ke dalam aplikasi industri, sehing-ga dapat kembali bersaing dengannegara-ne gara lain, terutama Jepang yang telah berhasil menguasai pasar dunia, saatini. Tujuan MBNQA diciptakan untuk mempromosikan kesadaran mengenaikualitas/mutu, mengidentifikasi kebutuhan untuk kualitas yang unggul, memper-kenalkan prestasi mutu dari perusahaan Amerika Serikat, dan membagi informasi(mempublikasikan) tentang strategi kualitas yang sukses dan manfaatnya. Satusasaran MBNQA adalah untuk menyediakan suatu model yang menunjukkanpemahaman dan peningkatan manajemen kualitas secara terus-menerusmeningkatkan kriteria penghargaan diri mereka. Model Baldrige disuling tiap tahun,dengan peningkatan utama diterapkan tiap dua tahun. (www.texas-quality.org)MBNQA dikelola oleh NIST dengan dukungan ASQ, dimana pengurus Baldrigepercaya format prinsip inti kriteria peng-hargaan tersebut adalah suatu kerangkauntuk ukuran keunggulan. Kriteria yang digunakan untuk menilai suatu performaapplicant, dibagi menjadi tujuh kategori dan menyediakan arah yang strategis untukkeseluruhan system. Kategori tersebut adalah (1) Kepemimpinan; (2) Perencanaanstrategis; (3) Fokus pasar dan pelanggan; (4) Informasi dan analisa; (5) Fokussumber daya manusia; (6) Proses manajemen; dan (7) Hasil-hasil bisnis. ModelBaldrige dapat kita lihat dalam gambar di bawah ini beserta kriteria-kriteria yangterapat di dalamnya.
    • PENJELASAN 7 TOOLS DALAM MANAJEMEN KUALITAS :1. Diagram ParetoDiagram pareto disebut juga Gambaran pemisah unsur penyebabyang paling dominan dari unsur-unsur penyebab lainnya dari suatumasalah.Diagram Pareto diperkenalkan oleh seorang ahli yaitu AlfredoPareto. Diagram Pareto ini merupakan suatu gambar yangmengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutanranking tertinggi hingga terendah. Hal ini dapat membantumenemukan permasalahan yang terpenting untuk segera diselesaikan(ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segeradiselesaikan (ranking terendah).Selain itu, Diagram Pareto juga dapat digunakan untukmem-bandingkan kondisi proses, misalnya ketidaksesuaian proses,sebelum dan setelah diambil tindakan perbaikan terhadap proses.
    • Adapun Penyusunan Diagram Pareto meliputi 6 (enam) langkah, yaitu:Menentukan metode atau arti dari pengklasifikasian data, misalnya ber-dasarkan masalah, penyebab jenis ketidaksesuaian, dan sebagainya.Menentukan satuan yang digunakan untuk membuat urutan karakteristik- karakteristik tersebut, misalnya rupiah, frekuensi, unit, dan sebagainya.Mengumpulkan data sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan.Merangkum data dan membuat rangking kategori data tersebut dari yaang terbesar hingga yang terkecil.Menghitung frekuensi kumulatif atau persentase kumulatif yang diguna-kan.Menggambar diagram batang, menunjukkan tingkat kepentingan relatif masing- masing masalah. Mengidentifikasi beberapa hal yang penting untuk mendapat perhatian.Selain itu Diagram Pareto ini mempunyai beberapa Prinsip yaitu :Vilfredo Pareto (1848-1923), ahli ekonomi Italia:Mengatakan bahwasannya 20% dari population memiliki 80% dari total kekayaanJuran mengistilahkan “vital few, trivial many”:20% dari masalah kualitas menyebabkan kerugian sebesar 80%.
    • Contoh Diagram Pareto : Kegiatan Biaya Belanja 6.000.000 Makan 2.000.000 Sewa Kos 1.000.000 Transport 600.000 Telepon 300.000 Lain-lain 100.000
    • 2. HistogramA. Adapun karakteristik histogram adalah :Histogram menjelaskan variasi proses, namun belum mengurutkan rangkingdari variasi terbesar sampai dengan yang terkecil.Gambar bentuk distribusi (cacah) karakteristik mutu yang dihasilkan oleh datayang dikumpulkan melalui check sheet.Histogram juga menunjukkan kemampuan proses, dan apabila memungkinkan,histogram dapat menunjukkan hubungan dengan spesifikasi proses danangka-angka nominal, misalnya rata-rata.Dalam histogram, garis vertikal menunjukkan banyaknya observasi tiap-tiapkelas.Pada bidang statistik, histogram adalah tampilan grafis dari tabulasi frekuensiyang digambarkan dengan grafis batangan sebagai manifestasidata binning.Tiap tampilan batang menunjukkan proporsi frekuensi pada masing-masingderet kategori yang berdampingan (en:adjacent) dengan interval yang tidaktumpang tindih (en:non-overlapping).Kata histogram berasal dari bahasaYunani: histos, dan gramma. Pertama kali digunakan oleh Karl Pearson padatahun 1895 untuk memetakan distribusi frekuensi dengan luasan area grafisbatangan menunjukkan proporsi banyak frekuensi yang terjadi pada tiapkategori.[2]dan merupakan salah satu dari 7 basic tools of qualitycontrol yaitu Pareto chart, check sheet, control chart, cause-and-effectdiagram,flowchart, dan scatter diagram.
    • B. Langkah – langkah Penyusunan Histogram Menurut Mitra (1993), langkah penyusunan histogram adalah: Menentukan batas-batas observasi: perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil. Memilih kelas-kelas atau sel-sel. Pedoman: banyaknya kelas = akar n, dengan n = banyaknya data, Menentukan lebar kelas-kelas tersebut. Biasanya, semua kelas mempunyai lebar yang sama. Lebar kelas = range / banyak kelas. Menentukan batas-batas kelas. Kelas-kelas tersebut tidak saling tumpang tindih. Menggambar frekuensi histogram dan menyusun diagram batangnya.
    • Contoh histogram Data by absolute numbers Quantity/wiInterval Width Quantity dth 0 5 4180 836 5 5 13687 2737 10 5 18618 3723 15 5 19634 3926 20 5 17981 3596 25 5 7190 1438 30 5 16369 3273 35 5 3212 642 40 5 4122 824 45 15 9200 613 60 30 6461 215 90 60 3435 57
    • 3. Check SheetLembar isian (check sheet) merupakan alat bantu untuk memudahkan dan menyederhanakan pencatatan data. Bentuk dan isinya disesuaikan dengan kebutuhan maupun kondisi kerja yang ada. Untuk mempermudah proses pengumpulan data maka perlu dibuat suatu lembar isian (check sheet), dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :a) Maksud pembuatan harus jelas Dalam hal ini harus diketahui informasi yang jelas dan apakah data yang nantinya diperoleh cukup lengkap sebagai dasar untuk mengambil tindakan atau tidak.b) Stratifikasi harus sebaik mungkin Dapat dipahami dan diisi serta memberikan data yang lengkap tentang apa yang ingin diketahui.c) Dapat diisi dengan cepat, mudah dan secara otomatis bisa segera diananlisa. Jika perlu dicantumkan gambar dan produk yang akan di check. Tujuan pembuatan lembar pengecekan adalah menjamin bahwa data dikumpulkan secara teliti dan akurat oleh karyawan operasional untuk diadakan pengendalian proses dan penyelesaian masalah. Data dalam lembar pengecekan tersebut nantinya akan digunakan dan dianalisis secara cepat dan mudah. Lembar pengecekan ini memiliki beberapa bentuk kesalahanjumlah.
    • Ada beberapa jeis lembar isian yang dikenal dan dipergunakanuntuk keperluan pengumpulan data, ayitu antara lain:Production Process Distribution Check Sheet. Lembar isianjenis ini dipergunakan untuk mengumpulkan data yang berasaldari proses produksi atau proses kerja lainnya. Out-put kerjasesuai dengan klasifikasi yang telah ditetapkan untukdimasukkan dalam lembar kerja, sehingga akhirnya akan dapatdiperoleh pola distribusi yang terjadi. Seperti halnya denganhistogram, maka bentuk distribusi data berdasarkan frekuensikejadian yang diamati akan menunjukkan karakteristik prosesyang terjadi.
    • Contoh :
    • 4. Fish Bone DiagramIstilah lain dari Fishbone Diagram adalah Diagram Ishikawa, dikembangkan oleh KaoruIshikawa seorang pakar kendali mutu. Sering kali disebut sebagai fishbone diagramdikarenakan bentuknya yang menyerupai tulang ikan. Fishbone Diagram lahir karenaadanya kebutuhan akan peningkatan mutu atau kualitas dari barang yang dihasilkan.Seringkali dalam suatu proses produksi dirasakan hasil akhir yang diperoleh tidak sesuaidengan ekspektasi, misalnya: barang cacat terjadi lebih dari yang ditetapkan, hasilpenjualan sedikit, mutu barang kompetitor lebih baik dari barang kita, nasabah lebihmemilih produk kompetitor kompetitor , dan lain-lain. Dari sinilah timbul pemikiranuntuk melakukan analisa dan evaluasi terhadap proses yang sudah terjadi dalam rangkauntuk memperbaiki mutu. Fishbone Diagram merupakan salah satu alat pengendali mutuyang fungsinya untuk mendeteksi permasalahan yang terjadi dalam suatu proses industri.Fishbone Diagram dalam penerapannya digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktoryang menjadi penyebab permasalahan. Diagram ini sangat praktis dilakukan dan dapatmengarahkan satu tim untuk terus menggali sehingga menemukan penyebab utama atauAkar suatu permasalahan. Akar ”penyebab ” terjadinya masalah ini memiliki beragamvariabel yang berpotensi menyebabkan munculnya permasalahan.Diagram tulang ikan Quality Management : Diagram tulang ikan atau fishbone diagramadalah salah satu metode / tool di dalam meningkatkan kualitas. Sering juga diagram inidisebut dengan cause effect diagram. Penemunya adalah seorang ilmuwan jepang padatahun 60-an. bernama Dr. Kaoru Ishikawa, ilmuwan kelahiran 1915 di Tokyo Jepang yangjuga alumni teknik kimia Universitas Tokyo.
    • Karena itulah sering juga diagram tulang ikan ini disebut dengandiagram ishikawa. Metode tersebut awalnya lebih banyak digunakanuntuk manajemen kualitas. Yang menggunakan data verbal (non-numerical) atau data kualitatif. Dr. Ishikawa juga diperkirakansebagai orang pertama yang memperkenalkan 7 alat atau metodepengendalian kualitas (7 tools). Yakni fishbone diagram, controlchart, run chart, histogram, scatter diagram, pareto chart, danflowchart.Kenapa di sebut sebagai Diagram tulang ikan? Karena bentuknyamenyerupai tulang ikan yang bagian moncong kepalanya menghadapke kanan. Diagram ini akan menunjukkan sebuah dampak atau akibatdari sebuah permasalahan, dengan berbagai penyebabnya. Efek atauakibat dituliskan sebagai moncong kepala. Sedangkan tulang ikandiisi oleh sebab-sebab sesuai dengan pendekatan permasalahannya.Umumnya penggunaan fishbone adalah untuk design produk danmencegah kualitas produk yang jelek (defect). Mekanismepenggunaan metoda Diagram Tulang Ikan ini adalah melaluipengklasifikasian sesuai dengan sebab-sebab, berikut adalahbeberapa pendekatannya.
    • Fishbone Diagram sering juga disebut sebagai diagram Sebab Akibat. Dimana dalam menerapkan diagram ini mengandung langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menyiapkan sesi sebab-akibat2. Mengidentifikasi akibat3. Mengidentifikasi berbagai kategori.4. Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran.5. Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama6. Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkinPenggunaan diagram tulang ikan ini ternyata memiliki manfaat yang lain yaitu bermanfaat sebagai perangkat proses belajar diri, pedoman untuk diskusi, pencarian penyebab permasalahan, pengumpulan data, penentuan taraf teknologi, penggunaan dalam berbagai hal dan penanganan yang kompleks. Apabila “masalah” dan “penyebab” sudah diketahui secara pasti, maka tindakan (action) dan langkah perbaikan akan lebih mudah dilakukan. Dengan diagram ini, semuanya menjadi lebih jelas dan memungkinkan kita untuk dapat melihat semua kemungkinan “penyebab” dan mencari “akar” permasalahan sebenarnya. Jadi sangat jelas bahwa Fishbone Diagram ini akan menunjukkan dan mengajarkan kita untuk melihat “ke dalam” dengan bertanya tentang permasalahan yang sedang terjadi dan menemukan solusinya dari dalam juga.
    • Penyelesaian masalah melalui fishbone dapat dilakukan secaraindividu top manajemen maupun dengan kerja tim. Seperti dengancara mengumpulkan beberapa orang yang mempunyai pengalamandan keahlian memadai menyangkut problem yang terjadi. Semuaanggota tim memberikan pandangan dan pendapat dalammengidentifikasi semua pertimbangan mengapa masalah tersebutterjadi. Kebersamaan sangat diperlukan di sini, juga kebebasanmemberikan pendapat dan pandangan setiap individu. Ini tentu bisadimaklumi, manusia mempunyai keterbatasan dan untuk mencapaihasil maksimal diperlukan kerjasama kelompok yang tangguh.Analisa tulang ikan dipakai jika ada perlu untuk mengkategorikanberbagai sebab potensial dari satu masalah atau pokok persoalandengan cara yang mudah dimengerti dan rapi. Juga alat inimembantu kita dalam menganalisis apa yang sesungguhnya terjadidalam proses. Yaitu dengan cara memecah proses menjadi sejumlahkategori yang berkaitan dengan proses, mencakup manusia, material,mesin, prosedur, kebijakan dan sebagainya.
    • Contoh diagram ikan :
    • 5. Scattered Diagram/Diagram Tebar.Scatter diagram merupakan cara yang paling sederhana untuk menentukan hubunganantara sebab dan akibat dari dua variabel atau untuk menentukan korelasi antarapenyebab yang diduga dengan akibat yang timbul dari suatu masalah.
    • 6. Brain stormingData Brain Storming bersifat kuantitatif. Karna disebut sebagai kumpulandata berupa pernyataan – pernyatan yang diucapkan oleh anggota forumatau rapat, dengan tujuan untuk menggali masukan-masukan yang diperolehdari anggota tersebut. Adapun aturan-aturan dalam pengumpulan data ini,antara lain:don’t blame other (jangan mencela orang lain)menghargai pendapat orang lainmenghormati pimpinan forummenerima apapun hasil dari keputusan forumsistem forum hádala musyawarah mufakat.Brain storming tidak sama dengan stratifikasi, stratifikasi lebih dekatdisamakan dengan data histogram tapi tidak sama secara keseluruhan.
    • 7. Grafik dan Peta Kendali (Control Chart)Control Chart adalah grafik yang digunakan untuk mengkajiperubahan proses dari waktu ke waktu. Merupakan salah satu alatatau tools dalam pengendalian proses secara statististik yang seringkita kenal dengan SPC (Statistical Process Control), ada juga yangmenyebutnya dengan Seven Tools. Pembuatan control chart dalamSPC bertujuan untuk mengidentifikasi setiap kondisi didalam prosesyang tidak terkendali secara statistik (out of control) karenapengendaliannya terhadap proses maka control chart termasuk kedalam aktivitas on line quality control.Dalam proses pembuatan control chart sangat pentingmemperhatikan jenis data yang kita miliki untuk menentukanjenis control chart yang tetap, sehingga dapat memberikan informasiyang tetap terhadap kinerja proses. Kesalahan pemilihan jenis controlchart dapat berakibat fatal, karena tidak ada informasi yang bisa tarikdari data yang sudah dikumpulkan bahkan dapat memberikangambaran yang salah terhadap kinerja proses.
    • Ciri khas dari control chart baik untuk dapat variabel maupun atribute selalu di batas oleh batas kendali atas ( Upper Control Limit) dan batas kendali bawah (Lower Control Limit). Peta kendali X-bar R sebenarnya lebih baik digunakan dari pada X-bar S karena dalam menggambarkan variasi yang terjadi didalam sample dari setiap sub group, sedangkan dalam X-bar R hanya menunjukan rentang nilai sample dalam masing-masing sub grup.P Chart digunakan untuk pengendalian proporsi produksi cacat, ukuran sample yang dalam pembuatan P chart dapat berbeda antara suatu sub group dengan sub group yang lainnya. Sedikit berbeda dengan NP chart, digunakan untuk memonitor jumlah produk cacat dan ukuran sample sub group datanya harus sama. P Charta dan NP chart dapat di dekati dengan distribusi binomial dalam perhitungannya.jika yang ingin kita kembalikan kecacatan dari suatu produk, maka control chart yang dapat digunakan C chart dan U chart. Untuk pengendalian terhadap jenis cacat maka harus menggunakan C chart, sedangkan U Chart digunakan untuk pengendalian terhadap jumlah cacat per unit. Kedua peta kendali ini, dalam perhitungan capability proses di dekati dengan distribusi Poisson
    • Contoh :
    • SUMBER-SUMBER http://library.usu.ac.id/download/lib/perpus-ridwan8.pdf http://eremjezone.blogspot.com/2010/05/pengendalian-mutu.html http://romauliferonica.blogspot.com/2011/01/analisis-biaya-mutu.html http://hardipurba.com/?p=45 http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/02/15/kualitas-produk-vs-kepuasan- pelanggan/ http://www.mm-ukrida.co.cc/sm-rct/uk-sm-89/uk-sm-89-3.pdf http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2009/11/03/pengertian-mutu-manfaat-dan- perkembangannya/ http://muchawan.wordpress.com/2011/05/09/analisis-perbandingan-penghargaan- kualitas-malcolm-baldrige-national-quality-award-dengan-european-quality-award- mbnqa-vs-eqa/ http://elqorni.wordpress.com/2008/04/24/manajemen-mutu/ http://syamsisite.blogspot.com/2010/11/sejarah-perkembangan-manajemen-mutu.html http://sekolah.8k.com/blank.html http://www.ibrosys.com/manajemen-mutu/58-standar-sistem-manajemen-mutu-iso- 9001-pengetahuan-dasar.html http://syaiful63.blogspot.com/2008/08/8-manfaat-penerapan-system-manajemen.html http://evgust.wordpress.com/2011/04/05/7-tujuh-alat-perbaikan-kualitas/ http://forumwidyaiswara.blogspot.com/2010/11/penerapan-5-s-dalam-peningkatan- kinerja.html