dadang-solihin.blogspot.com   2
Nama               : Dr. Dadang Solihin, SE, MATempat/Tgl Lahir   : Bandung 6 November 1961Pekerjaan          : Direktur E...
Materi•   Permasalahan yang dihadapi dalam    pembangunan ekonomi nasional.    •   Overlapping Peraturan di Pusat dan Daer...
dadang-solihin.blogspot.com   5
Fenomena•   Perkembangan Perundang-undangan Indonesia pasca reformasi    (tahun 1998) ditandai dengan gejala Hyper Regulat...
Permasalahan•   Pembentukan peraturan belum sepenuhnya mengacu pada    dokumen perencanaan pembangunan Penyusunan Prolegd...
Konsekuensi• Beban masyarakat membayar lebih dari pada yang seharusnya;• Inefisiensi anggaran (anggaran pemerintah daerah ...
dadang-solihin.blogspot.com   9
Permasalahan• Tingkat elektrifikasi nasional baru mencapai 72,95% dengan rasio  jumlah desa berlistrik baru mencapai 92,58...
Infrastruktur: Penyebab Turunnya Daya Saing        Global   Competitiveness  Index (GCI) untuk      Indonesia     Year    ...
Kondisi Daya Saing Infrastruktur Indonesia                                Indonesia            China   Vietnam   Thailand ...
Daya Saing Logistik Indonesia Masih RendahLogistik Performance Index (LPI):                                               ...
Kapasitas Tampungan Air Per Kapita                     Indonesia (2012: 54)                                               ...
dadang-solihin.blogspot.com   15
Permasalahan•   Komposisi bauran energi masih belum optimal. Pada tahun 2010, minyak bumi    masih mendominasi yaitu 43,9%...
Arah Kebijakan Bauran Energi Primer Nasional                                                                        EBT   ...
Kondisi Umum Kelistrikan                                                Kondisi sistem:                                  ...
Penjelasan:• Energi primer adalah energi yang langsung tersedia/diberikan oleh alam dan  belum mengalami proses lebih lanj...
Proyeksi Bauran Energi Primer  berdasarkan Rancangan KEN 2010-2050                                                    Pers...
dadang-solihin.blogspot.com   21
Perubahan Struktur Penduduk Indonesia 1961-2010                                                              1961         ...
Perbandingan Struktur Penduduk Indonesia 1971 dan 20251971 : dasar piramida yang lebar dan semakin mengecil ke bagian atas...
PENJELASAN•   Indonesia mengalami transisi demografi, yaitu meningkatnya    jumlah dan proporsi penduduk usia produktif.• ...
Angka Ketergantungan dan Jendela Peluang                           51,0                                  50,1             ...
Window of OpportunitySyarat yang harus dipenuhi agar Jendela Peluang (window ofopportunity) bermanfaat untuk memicu pertum...
Komposisi Serapan Tenaga Kerja tiap Sektor  No.                Sektor                        2001    2005   2009   1.   Pe...
Struktur Tenaga Kerja Indonesia berdasar    Pendidikan Tertinggi (BPS, 2010)     Tingkat Pendidikan              2001     ...
Struktur Lap Kerja & Pengangguran                    berdasar Pendidikan (BPS, 2010)                                      ...
Globalisasi dan Dampaknya•   Arus Globalisasi berdampak besar pada persaingan tenaga kerja.    Dunia ekonomi secara perlah...
Daya Saing Nasional          •   SDM Indonesia masih tidak kompetitif              dibandingkan SDM rata-rata dunia.      ...
Indonesia Country Competitiveness                      GCI 2008                  GCI 2009          GCI 2010No      Country...
Persaingan di Lapangan Kerja                  •   Kemampuan teknis merupakan                      persyaratan standar untu...
Faktor Diferensiasi Daya Saing                   •   Sistem pendidikan Indonesia yang                       berfokus pada ...
dadang-solihin.blogspot.com   35
Masalah• Peningkatan peran swasta dalam pembiayaan pembangunan.• Optimalisasi sumber-sumber penerimaan pemerintah.• Inkons...
Reformasi Sistem Penganggaran                                1/2        PARADIGMA LAMA                            PARADIGM...
2/2    Reformasi Sistem Penganggaran  Paradigma Lama                                 Paradigma Baru                       ...
dadang-solihin.blogspot.com   39
Kerangka Desain MP3EI     TUJUAN                      PRASYARAT                     STRATEGI UTAMA                        ...
6 Koridor Ekonomi Prioritas:    Berbasis Komoditi/Sektor Unggulan WilayahBanda Aceh                                       ...
Pengembangan Koridor Ekonomi Indonesia             dadang-solihin.blogspot.com   42
Memperkuat Konektivitas Nasional                    “…… Locally integrated and globally connected” ELEMEN UTAMA •   Menghu...
Jaringan Tulang Punggung Logistik Nasional     Penghubung Konektivitas antar KoridorSLOC MALACA          K Tanjung        ...
Mempercepat Kemampuan      SDM dan Iptek NasionalELEMEN UTAMA•   Meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan ting...
Mempercepat                                                            Telema-     Industri                               ...
dadang-solihin.blogspot.com   47
Apa Itu Pembangunan?Pembangunan adalah:                             Tujuan Pembangunan: proses perubahan ke              ...
Tantangan dalam Pembangunan                                                                  • Mengurangi                 ...
PEMBANGUNAN DAERAH                          PEMBANGUNAN DI DAERAH   Upaya terencana untuk                                 ...
PEMBANGUNAN DAERAH                         Dilaksanakan Melalui:Penguatan Otonomi              Pengelolaan                ...
Pergeseran Paradigma:        From Government to Governance          Government                                  Governance...
Pelaku Pembangunan:               Paradigma Governance   Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat ...
Model Governance                Sektor Swasta      Sektor Publik        Sektor Ketiga   Tingkat        Perusahaan        O...
Pelaku Pembangunan: Stakeholders           STATE                       CITIZENS           Executive                   orga...
Troikadadang-solihin.blogspot.com   56
Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,  Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat  Masyarakat,  Bangsa, dan    Negara          ...
Sinergitas Stakeholders       dadang-solihin.blogspot.com   58
Sinergitas Stakeholders       dadang-solihin.blogspot.com   59
dadang-solihin.blogspot.com   60
dadang-solihin.blogspot.com   61
Strategi Pembangunan Ekonomi Nasional
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Strategi Pembangunan Ekonomi Nasional

2,324

Published on

Sekolah Staf Pimpinan Bank Indonesia Angkatan 30 di Ruang Chandra-Gedung Kebon Sirih, 3 September 2012

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,324
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
96
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Strategi Pembangunan Ekonomi Nasional

  1. 1. dadang-solihin.blogspot.com 2
  2. 2. Nama : Dr. Dadang Solihin, SE, MATempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah BappenasAlamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta 10310Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248HP : 0812 932 2202PIN BB : 277878F0Email : dadangsol@yahoo.comWebsite : http://dadang-solihin.blogspot.com dadang-solihin.blogspot.com 3
  3. 3. Materi• Permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi nasional. • Overlapping Peraturan di Pusat dan Daerah, antar Instansi. • Infrastruktur. • Bauran Energi (Energy Mix) yang Belum Berjalan. • Piramida Penduduk dan Kualitas Tenaga Kerja. • Pembiayaan.• Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 – 2025 (MP3EI).• Key Success Factors: Koordinasi dan Sinergi. dadang-solihin.blogspot.com 4
  4. 4. dadang-solihin.blogspot.com 5
  5. 5. Fenomena• Perkembangan Perundang-undangan Indonesia pasca reformasi (tahun 1998) ditandai dengan gejala Hyper Regulation;• Terdapat kecenderungan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan melalui pembentukan peraturan perundang- undangan tanpa melihat dan menyesuaikannya dengan arah agenda pembangunan ke depan;• Peraturan perundang-undangan di daerah yang semata-mata hanya dimaksudkan untuk mengejar peningkatan sumber pendapatan daerah;• Pasal 35 dan 40 UU 12/2011 (tentang Pembentukan Peraturan Per- uu-an) mengatur penyusunan daftar Raperda Provinsi/ Kabupaten/ Kota dalam Prolegda didasarkan salah satunya pada Rencana Pembangunan Daerah dadang-solihin.blogspot.com 6
  6. 6. Permasalahan• Pembentukan peraturan belum sepenuhnya mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan Penyusunan Prolegda belum sepenuhnya mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan daerah (RPJMD dan RKPD);• Peraturan yang multitafsir, duplikasi dan pertentangan antara peraturan perundang-undangan yang satu dengan yang lainnya baik yang sederajat maupun antara peraturan yang lebih rendah dengan peraturan yang lebih tinggi, termasuk antara peraturan daerah dengan peraturan yang lebih tinggi;• Masih rendahnya kualitas peraturan perundang-undangan;• Database yang terbangun belum sepenuhnya dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembentukan peraturan (harmonisasi, sikronisasi); dadang-solihin.blogspot.com 7
  7. 7. Konsekuensi• Beban masyarakat membayar lebih dari pada yang seharusnya;• Inefisiensi anggaran (anggaran pemerintah daerah tersedot untuk pembentukan Raperda, dan biaya penegakannya);• Menimbulkan ketidakpastian hukum ketika Perda yang dibentuk kualitasnya rendah sehingga menimbulkan permasalahan baru (duplikasi, multitafsir dan konflik dengan peraturan perundang- undangan lainnya).• Menurunnya minat investasi yang berimplikasi pada hilangnya kesempatan membuka lapangan pekerjaan (pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri dll) .• Hilangnya kesempatan untuk melakukan program pembangunan lain: pengentasan kemiskinan; kesehatan; dsbnya. dadang-solihin.blogspot.com 8
  8. 8. dadang-solihin.blogspot.com 9
  9. 9. Permasalahan• Tingkat elektrifikasi nasional baru mencapai 72,95% dengan rasio jumlah desa berlistrik baru mencapai 92,58%.• Terbatasnya akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap penguasaan, legalitas lahan, dan pembiayaan perumahan.• Aksesibilitas dan jangkauan pelayanan air minum dan sanitasi yang belum memadai.• Rehabilitasi jaringan irigasi belum mampu mengimbangi degradasi kondisi jaringan yang mencapai 340 ribu ha/tahun.• Tingginya laju konversi lahan pertanian menjadi lahan perkotaan dan Industri serta perkebunan terutama di Pulau Jawa dan Sumatera.• Ketersediaan infrastruktur komunikasi dan informatika belum memadai yang ditandai dengan terbatasnya infrastruktur broadband dan belum terhubungnya pulau Maluku dan Papua dalam jaringan backbone serat optik nasional. dadang-solihin.blogspot.com 10
  10. 10. Infrastruktur: Penyebab Turunnya Daya Saing Global Competitiveness Index (GCI) untuk Indonesia Year Rank 2009 – 2010 54 2010 – 2011 44 2011 – 2012 46The Global Competitiveness Report 2011-2012 (World Economic Forums):• Daya saing Indonesia berada di peringkat 46 dari 142 negara yang dinilai (menurun 2 peringkat dari 2010-2011). dadang-solihin.blogspot.com 11
  11. 11. Kondisi Daya Saing Infrastruktur Indonesia Indonesia China Vietnam Thailand Filipina Malaysia S’pore 2009 2010 2011 2011 INFRASTRUKTUR 84 82 82 69 123 47 113 23 2 Jalan 94 84 83 54 123 37 100 18 2 Kereta Api 60 56 52 21 71 63 101 18 7 Pelabuhan 95 96 103 56 111 47 123 15 1 Bandara 68 69 80 72 95 32 115 20 1 Angkutan Udara 21 21 20 2 34 16 28 23 17 Ketenagalistrikan 96 97 98 49 109 50 104 38 4 Telephone 79 82 79 55 70 94 103 40 15 Tel. Seluler - 98 82 113 5 70 92 40 15 • Akhir tahun 1990-an, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia berada di atas negara China dan Thailand. • Pada tahun 2011 Infrastruktur Indonesia hanya lebih baik dari Filipina dan Vietnam untuk daerah Asia Tenggara. • Terdapat peningkatan daya saing untuk sektor jalan, kereta api, angkutan udara dan kepemilikan telepon serta telepon seluler. Namun secara keseluruhan, sektor jalan, pelabuhan, bandara dan listrik masih memiliki daya saing yang rendah.Sumber: World Economic Forum, 2011) dadang-solihin.blogspot.com 12
  12. 12. Daya Saing Logistik Indonesia Masih RendahLogistik Performance Index (LPI): RANKING LPI 2012 Singapore 1 Japan 8 Australia 182007: Ranking LPI Indonesia = 43 2012: Ranking LPI Taiwan 19 China Indonesia = 59 26 Malaysia 29 Thailand 38 India 46 2010: Ranking LPI Philippines 52 Indonesia = 75 Indonesia 59 Sri Lanka 81 Cambodia 101 Lao PDR 109(Biaya antarkontainer dari Cikarang ke Tanjung 0 50 100 150Priok mencapai US$775, lebih tinggi dari biaya dariKuala Lumpur ke Port Klang yang hanya US$400) Sumber: LPI, World Bank., 2012 dadang-solihin.blogspot.com 13
  13. 13. Kapasitas Tampungan Air Per Kapita Indonesia (2012: 54) Source: World Bank (2003) Daya tampung air terbangun di Indonesia sekitar 54 m3/kapita (perkiraan pada akhir tahun 2012). dadang-solihin.blogspot.com 14
  14. 14. dadang-solihin.blogspot.com 15
  15. 15. Permasalahan• Komposisi bauran energi masih belum optimal. Pada tahun 2010, minyak bumi masih mendominasi yaitu 43,9%;• Pertumbuhan konsumsi energi rata-rata 7% pertahun, belum diimbangi dengan suplai energi yang cukup;• Harga energi relatif semakin mahal dan subsidi energi semakin besar. Terkait harga saat ini tidak saja berdasarkan kondisi pasokan-permintaan (supply-demand) saja, namun juga melibatkan faktor teknologi, perdagangan dan motif spekulatif terutama untuk transaksi komoditas• Tingkat penggunaan energi masih boros ditunjukkan dari intensitas energi yang masih tinggi;• Keterbatasan pendanaan yang disebabkan oleh kurang menariknya iklim bisnis sektor energi bagi minat investor;• Ketidakpastian hukum dan birokrasi, serta harga jual energi yang masih belum mencerminkan nilai keekonomiannya;• Biaya investasi awal dan risiko yang tinggi bagi pengembangan energi baru terbarukan dibandingkan energi konvensional atau fosil yang disubsidi;• Ketergantungan pada energi fosil untuk pembangunan pembangkit listrik. dadang-solihin.blogspot.com 16
  16. 16. Arah Kebijakan Bauran Energi Primer Nasional EBT BAU** 3% PERPRES 5/2006 VISI 25/25 Back EBT Gas 17% Minyak EBT 21% Bumi 25% Minyak 20% Bumi Minyak Bumi 30% 42% Gas Batubara 30% 33% Gas Batubara Batubara 23% 34% 22% 4300 Panas Bumi Panas Bumi JutaSBM 9.500 MW 12.000 MW 3,1% 3200 JutaSBM KONSERVASI 34.6% 2852 ENERGI (33,85%) JutaSBM 17% 25 % EBT 20,6% 33% DIVERSIFIKASI 1131,3 22 % ENERGI JutaSBM Batubara EBT 4,4 %Batubara 23 % 30,7 % 30% Gas BumiGas Bumi 41.7% 21 % 30 %M. Bumi 43,9% 20% M. Bumi 2010* 2015 2020 Sumber: *Prakiraan 2010, DEN 2010-2025, **BAU EBTKE 2025
  17. 17. Kondisi Umum Kelistrikan  Kondisi sistem: • Interkoneksi: Jawa-Madura-Bali dan Sumatera • Lainnya masih terpisah (isolated)  Pertumbuhan tenaga listrik 9,5% per tahun  Total kapasitas terpasang 37.403 MW IPP 7.551,2  PLN 20% 29.131,8  76% PPU 1.380,2  4% Rasio elektrifikasi sekitar 72,95%. Rasio desa berlistrik 96,22% Pemanfaatan energi primer untuk pembangkitan tenaga listrik: Air 7% BBM 19% Panas  Batubara Bumi 46% 2% Gas 26% dadang-solihin.blogspot.com 18
  18. 18. Penjelasan:• Energi primer adalah energi yang langsung tersedia/diberikan oleh alam dan belum mengalami proses lebih lanjut. Jika sudah mengalami proses perubahan (konversi) maka sudah masuk dalam kategori energi sekunder. Termasuk energi primer adalah minyak bumi (dalam wujud aslinya dari dalam bumi), gas bumi, batu bara, nuklir, biomassa, tenaga air (hidro), panas bumi, tenaga matahari (solar), tenaga bayu, dan tenaga ombak.• Sesuai Perpres 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, bahwa sasaran bauran energi nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17%.• Menuju kemandirian energi maka terdapat visi energi 25/25 yaitu 25% porsi pemanfaatan energi baru terbarukan dari total bauran energi pada tahun 2025. Untuk mencapai visi energi tersebut ditekankan dalam 2 hal yaitu diversifikasi energi di sisi penyediaan dengan mengutamakan energi baru terbarukan dan konservasi energi (penghematan energi) di sisi pemanfaatan, untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi nasional.• Untuk mencapai bauran energi primer yang optimal diperlukan dukungan dan komitmen semua pihak, tidak saja Pemerintah, tetapi juga semua pelaku di bidang energi baru terbarukan yang terdiri dari Instansi Pemerintah, Lembaga Penelitian/Perguruan Tinggi, Akademisi, Praktisi, BUMN, dan Swasta. dadang-solihin.blogspot.com 19
  19. 19. Proyeksi Bauran Energi Primer berdasarkan Rancangan KEN 2010-2050 Persentase (%) Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Jenis Minyak 43,9 39,0 37,6 38,9 38,4 37,9 37,3 35,0 35,4 35,3 33,6 32,1 31,8 32,1 31,4 29,7 GAS 21,0 24,3 23,3 21,7 22,1 21,8 21,8 25,7 25,8 25,6 24,4 25,7 24,5 22,5 22,6 22,7 Batubara 30,7 31,7 33,1 31,6 30,2 29,6 28,3 25,7 24,5 23,6 25,2 23,4 22,8 21,9 21,3 21,8 CBM 0,0 0,0 0,2 0,6 1,1 2,1 2,6 2,9 3,0 3,2 3,3 4,3 5,3 6,1 6,8 7,3Tenaga Air 1,8 2,0 2,2 2,0 1,9 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 1,9 2,0 1,9 1,9 1,8 1,7Panas Bumi 1,7 1,9 2,1 3,6 4,5 4,8 5,1 5,3 5,3 5,8 5,9 5,8 5,9 6,0 5,9 5,7 Biofuel 0,9 1,1 1,2 1,4 1,6 1,7 2,0 2,1 2,4 2,7 3,0 3,2 3,6 4,0 4,3 4,5 Nuklir 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,7 1,3 1,8 2,9 3,3 3,5 Biomass 0,0 0,0 0,1 0,1 0,2 0,3 0,7 1,1 1,4 1,7 2,0 2,1 2,3 2,5 2,5 2,5 Lainnya 0,0 0,0 0,0 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,6 Total 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0Keterangan: Kolom berwarna kuning merupakan jenis energi baru dan terbarukan. dadang-solihin.blogspot.com 20
  20. 20. dadang-solihin.blogspot.com 21
  21. 21. Perubahan Struktur Penduduk Indonesia 1961-2010 1961 1971 1980 75+ 75+ 75+ 70‐74 70‐74 70‐74 65‐69 65‐69 65‐69 60‐64 60‐64 60‐64 Laki‐laki 55‐59 Perempuan Laki‐laki 55‐59 Perempuan Laki‐laki 55‐59 Perempuan 50‐54 50‐54 50‐54 45‐49 45‐49 45‐49 40‐44 40‐44 40‐44 35‐39 35‐39 35‐39 30‐34 30‐34 30‐34 25‐29 25‐29 25‐29 20‐24 20‐24 20‐24 15‐19 15‐19 15‐19 10‐14 10‐14 10‐14 5‐9 5‐9 5‐9 0‐4 0‐4 0‐4    12     10     8     6     4     2     0     0     2     4     6     8     10     12     12     10     8     6     4     2     0     0     2     4     6     8     10     12     12     10     8     6     4     2     0     0     2     4     6     8     10     12 Jutaan Jutaan Jutaan Jutaan Jutaan Jutaan 1990 2000 2010 75+ 75+ 75+ 70‐74 70‐74 70‐74 65‐69 65‐69 65‐69 60‐64 60‐64 Laki‐laki 60‐64 Perempuan Laki‐laki 55‐59 Perempuan Laki‐laki 55‐59 Perempuan 55‐59 50‐54 50‐54 50‐54 45‐49 45‐49 45‐49 40‐44 40‐44 40‐44 35‐39 35‐39 35‐39 30‐34 30‐34 30‐34 25‐29 25‐29 25‐29 20‐24 20‐24 20‐24 15‐19 15‐19 15‐19 10‐14 10‐14 10‐14 5‐9 5‐9 5‐9 0‐4 0‐4 0‐4    12     10     8     6     4     2     0     0     2     4     6     8     10     12     12     10     8     6     4     2     0     0     2     4     6     8     10     12     12     10     8     6     4     2     0     0     2     4     6     8     10     12 Jutaan Jutaan Jutaan Jutaan Jutaan Jutaan• Piramida penduduk menggambarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.• Piramida penduduk dapat menunjukkan perubahan struktur penduduk akibat proses demografi, meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi.
  22. 22. Perbandingan Struktur Penduduk Indonesia 1971 dan 20251971 : dasar piramida yang lebar dan semakin mengecil ke bagian atas piramida menunjukkantingginya angka kelahiran dan kematian, serta masih rendahnya umur harapan hidup.2025 : dasar piramida yang lebar sampai ke bagian tengah piramida menunjukkan besarnyajumlah absolut kelahiran (meski TFR -Total Fertility Rate- sudah berhasil diturunkan), menurunnyakematian, dan semakin meningkatnya umur harapan hidup, sehingga proporsi penduduk usiaproduktif/usia kerja 15 – 65 (bagian tengah piramida). Indonesia, 1971 dadang-solihin.blogspot.com Indonesia, 2025 23
  23. 23. PENJELASAN• Indonesia mengalami transisi demografi, yaitu meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk usia produktif.• Merupakan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bila dirumuskan program dan pelayanan yang tepat.• Namun dapat menghasilkan generasi baby boom yang berdampak pada meningkatnya beban pembangunan yang amat berat di masa depan bila tidak diantisipasi dan dikenali pergerakan struktur penduduk di masa depan.• Dalam jangka panjang, transisi demografi mempengaruhi dan mengubah struktur penduduk Indonesia dari struktur penduduk yang muda dan produktif menjadi struktur penduduk yang tua sebagai akibat life expectancy yang membaik dan menurunnya angka kelahiran total• Investasi kesehatan untuk ageing population tinggi (jaminan hari tua) dan berbagai bentuk pelayanan yang harus disiapkan pemerintah maupun masyarakat bagi orang tua. dadang-solihin.blogspot.com 24
  24. 24. Angka Ketergantungan dan Jendela Peluang 51,0 50,1  50,0 49,3  49,0 48,3 Angka Ketergantungan (%) 47,8  48,0 47,2  46,7  Window of 47,0 46,3  46,0 45,8  Opportunity 45,7  45,6 45,6 45,6  45,5  45,5  45,5  46,0 45,4  45,4  45,6  45,0 45,3  45,3  44,0 43,0 42,0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia 2005 – 2025, BPS – BAPPENAS - UNFPA• Meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk usia produktif (15-64 th) dibandingkan dengan penduduk non produktif (0-14 th dan > 65 th) menyebabkan menurunnya angka ketergantungan.• Ketika angka ketergantungan mencapai titik terendah artinya beban yang ditanggung oleh penduduk produktif semakin sedikit, maka penduduk yang produktif ini memberikan potensi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Potensi inilah yang disebut sebagai Window of Opportunity (Jendela Peluang). dadang-solihin.blogspot.com 25
  25. 25. Window of OpportunitySyarat yang harus dipenuhi agar Jendela Peluang (window ofopportunity) bermanfaat untuk memicu pertumbuhan ekonomidan meningkatkan kesejahteraan rakyat1. Meningkatnya kualitas SDM sehingga mempunyai kompetensi dan daya saing tinggi;2. Tersedianya kesempatan kerja produktif, agar penduduk usia kerja yang jumlahnya besar dapat bekerja untuk meningkatkan tabungan rumah tangga;3. Diinvestasikannya tabungan rumah tangga untuk menciptakan kesempatan kerja produktif; dan4. Meningkatnya pemberdayaan perempuan untuk memasuki pasar kerja. dadang-solihin.blogspot.com 26
  26. 26. Komposisi Serapan Tenaga Kerja tiap Sektor No. Sektor 2001 2005 2009 1. Pertanian 68.8 44.1 41.2 2. Pertambangan 4.4 1.0 1.1 3. Industri Pengolahan 3.6 12.7 12.1 4. Listrik, Gas, Air 2.4 0.2 0.2 5. Konstruksi 10.7 4.9 4.4 6. Perdagangan 3.0 19.1 20.9 7. Transportasi dan Komunikasi 2.1 6.0 5.7 8. Perbankan dan Keuangan 1.9 1.2 1.4 9. Pemerintahan dan Pertahanan 3.1 11.0 13.0 dadang-solihin.blogspot.com 27
  27. 27. Struktur Tenaga Kerja Indonesia berdasar Pendidikan Tertinggi (BPS, 2010) Tingkat Pendidikan 2001 2006 2010 Tidak Tamat/Tamat SD 63.0% 55.5% 51.5% SMP 17.7% 20.2% 18.9% SMA 10.3% 12.7% 14.6% SMK 5.5% 6.2% 7.8% Diploma I,II,III 1.6% 2.2% 2.7% Sarjana 1.8% 3.2% 4.6% dadang-solihin.blogspot.com 28
  28. 28. Struktur Lap Kerja & Pengangguran berdasar Pendidikan (BPS, 2010) Angka pengangguran tinggi ! Labor Force Structure Unemployment Rate Nasional 7,4% University 4,6% University 14,2%Diploma I,II,III 2,7% Diploma I,II,III 15,7% Vocational 7,8% General HS Vocational General HS 13,8% General HS 14,6% General HS 11,9% Junior HS 18,9% Junior HS 7,6%Up to primary 51,5% Up to primary Education 3,7% Education 0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0% 0,0% 5,0% 10,0% 15,0% 20,0% dadang-solihin.blogspot.com 29
  29. 29. Globalisasi dan Dampaknya• Arus Globalisasi berdampak besar pada persaingan tenaga kerja. Dunia ekonomi secara perlahan bergerak menuju suatu entitas global baik dari sisi pasar, supplier, produser, tenaga kerja, tenaga manajemen, dan sumber pendanaan• Kemampuan dan kompetensi SDM sebagai faktor penentu menjadi lebih dominan dari pada SDA.• Pembangunan SDM sebagai hal yang strategis dan vital.Korea Selatan: membangun negara hanya dapat dilakukan melaluipembangunan SDM dadang-solihin.blogspot.com 30
  30. 30. Daya Saing Nasional • SDM Indonesia masih tidak kompetitif dibandingkan SDM rata-rata dunia. • Rendahnya produktivitas tenaga kerja, disebabkan oleh rendahnya pendidikan dan kompetensi yang dimiliki oleh angkatan kerja • Berdasarkan studi daya saing internasional yang dilakukan oleh lembaga Global Competitiveness Report, ranking daya saing Indonesia pada saat ini berada di bawah Singapore, Malaysia, China, dan Thailand dadang-solihin.blogspot.com 31
  31. 31. Indonesia Country Competitiveness GCI 2008 GCI 2009 GCI 2010No Country Rank Score Rank Score Rank Score1. Singapore 5 5.53 3 5.55 3 5.482. Malaysia 21 5.04 24 4.87 26 4.883. China 30 4.70 29 4.74 27 4.844. Thailand 34 4.60 36 4.56 38 4.515. Indonesia 55 4.25 54 4.26 44 4.436. Vietnam 70 4.10 75 4.03 59 4.277. Phillippines 71 4.09 87 3.90 85 3.96 Global Competitiveness Report (2009, 2010, 2011) dadang-solihin.blogspot.com 32
  32. 32. Persaingan di Lapangan Kerja • Kemampuan teknis merupakan persyaratan standar untuk masuk ke dalam pasar tenaga kerja. • Adanya gap untuk kualifikasi, dimana gap antara kualitas yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri/ perusahaan • Faktor keunggulan diferensiasi yang dibutuhkan saat ini adalah kemampuan komunikasi global, motivasi diri, dan global mindset. dadang-solihin.blogspot.com 33
  33. 33. Faktor Diferensiasi Daya Saing • Sistem pendidikan Indonesia yang berfokus pada pembangunan ketrampilan teknis saat ini belum mempersiapkan SDM secara utuh untuk mampu bersaing di pasar tenaga kerja • Masih sangat sedikit lembaga pendidikan yang memiliki program yang melengkapi lulusannya dengan diferensiasi ketrampilan. dadang-solihin.blogspot.com 34
  34. 34. dadang-solihin.blogspot.com 35
  35. 35. Masalah• Peningkatan peran swasta dalam pembiayaan pembangunan.• Optimalisasi sumber-sumber penerimaan pemerintah.• Inkonsistensi antara perencanaan dan penganggaran (Gamawan Fauzi, 2011)• Keterlambatan Penyerapan: – Masalah perencanaan anggaran dan persiapan pelaksanaan – Masalah pada eksekusi anggaran sepanjang tahun anggaran – Masalah pada eksekusi anggaran pada akhir tahun anggaran• Maraknya korupsi APBN dan APBD.• Dll dadang-solihin.blogspot.com 36
  36. 36. Reformasi Sistem Penganggaran 1/2 PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARUVisi: Visi: Melaksanakan rencana  Melaksanakan program kerja pembangunan lima tahunan Presiden/KDH terpilih berdasarkan GBHNMisi: Misi: Penyelenggaraan pemerintahan  Pelaksanaan kerangka regulasi, umum dan pembangunan kerangka investasi, dan Penganggaran berdasarkan pelayanan publik yang di pendekatan menurut pengeluaran tuangkan dalam RKP/D rutin dan pengeluaran  Anggaran disusun berdasarkan pembangunan RKP/D dengan mempertimbang- kan kemampuan keuangan negara dadang-solihin.blogspot.com 37
  37. 37. 2/2 Reformasi Sistem Penganggaran Paradigma Lama Paradigma Baru Penganggaran dengan Pendekatan:Penganggaran Berbasis: 1. Penganggaran Berbasis1. Pengeluaran Rutin Kinerja2. Pengeluaran 2. Kerangka Penganggaran Pembangunan Jangka Menengah 3. Anggaran Terpadu dadang-solihin.blogspot.com 38
  38. 38. dadang-solihin.blogspot.com 39
  39. 39. Kerangka Desain MP3EI TUJUAN PRASYARAT STRATEGI UTAMA Prasyarat bagi pembangunan: 1. Mengubah mindset Mengembangkan Koridor Visi Pembangunan 2. Mutu Modal Manusia Ekonomi Indonesia: Indonesia 3. Pembiayaan Pembangunan Menuju Negara Maju 4. Anggaran & Kekayaan yang Lebih Sejahtera Negara Melalui Percepatan 5. Kebijakan Transformasi Memperkuat Konektivitas dan Perluasan Sektoral Nasional Pembangunan 6. Jaminan Sosial & Ekonomi Ekonomi Penanggulangan Kemiskinan (2011-2025) 7. Ketahanan Pangan & Air Mempercepat Kemampuan 8. Ketahanan Energi SDM dan Iptek Nasional 9. Reformasi Birokrasi dadang-solihin.blogspot.com 40
  40. 40. 6 Koridor Ekonomi Prioritas: Berbasis Komoditi/Sektor Unggulan WilayahBanda Aceh BIMP-EAGA Medan IMT-GT 1 3 4 Manado Pekanbaru Sofifi Tj. Pinang Pontianak Samarinda Manokwari Padang Palu Gorontalo Jambi Jayapura Palangkaraya Mamuju Sorong Palembang 6 Pkl. Pinang Kendari Ambon Bengkulu Banjarmasin Lampung 2 Makassar Wamena Jakarta Semarang Surabaya 5 Serang Mataram Merauke Jogjakarta Denpasar Kupang Pusat ekonomi mega Pusat ekonomi Usulan lokasi KEK Usulan lokasi KEK yang merupakan FTZ 1 KE Sumatera 3 KE Kalimantan 5 KE Bali – Nusa Tenggara 2 KE Jawa 4 KE Sulawesi – Maluku Utara 6 KE Papua – Maluku dadang-solihin.blogspot.com 41
  41. 41. Pengembangan Koridor Ekonomi Indonesia dadang-solihin.blogspot.com 42
  42. 42. Memperkuat Konektivitas Nasional “…… Locally integrated and globally connected” ELEMEN UTAMA • Menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan utama untuk memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan prinsip keterpaduan, bukan keseragaman. • Memperluas pertumbuhan dengan Integrasi ekonomi untuk menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat penyebaran pertumbuhan melalui inter-modal supply chain manfaat dan systems konvergensi standar hidup • Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas (pertumbuhan yang inklusif) Membangun Konektivitas Nasional:Untuk mendorong pertumbuhan tinggi yang inklusif dadang-solihin.blogspot.com 43
  43. 43. Jaringan Tulang Punggung Logistik Nasional Penghubung Konektivitas antar KoridorSLOC MALACA K Tanjung Bitung PANJANG CILAMAYA MAKASAR ALKI‐I RD. INTAN CILACAP TL. LEMBAR ALKI‐II ALKI‐III  ALKI‐III B ALKI‐III C SLOCK and  ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) Pelabuhan Hub Global MAIN INT. AIRPORT Jalur Laut Nasional Primer Jalur Laut Nasional Sekunder Pelabuhan Primer Jalur Utama Darat (Jalan dan KA) dadang-solihin.blogspot.com 44
  44. 44. Mempercepat Kemampuan SDM dan Iptek NasionalELEMEN UTAMA• Meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan tinggi, kejuruan, dan pelatihan terutama untuk yang terkait dengan pengembangan program utama.• Meningkatkan kompetensi teknologi dan ketrampilan/ keahlian tenaga kerja.• Meningkatkan kegiatan R & D, baik oleh Pemerintah maupun swasta, melalui pem-berian insentif, peningkatan anggaran, dan mengundang keahlian serta teknologi dari luar.• Mengembangkan institusi sistem inovasi nasional yang berkelanjutan. dadang-solihin.blogspot.com 45
  45. 45. Mempercepat Telema- Industri tika PerkapalanKemampuan SDM Indust. Peralt. & Industri Tekstil Mesindan Iptek Nasional Kawasan Selat Industri Mak & MinUntuk Inisitatif Strategik telah Sundaditetapkan untuk 8 program utama Industri(industri, pertanian, pertambangan, Greater Baja Jakartaenergi, kelautan, pariwisata,telematika, dan pengembangan Kelapakawasan strategis) Food Tanaman pangan dan Sawityang meliputi 18 aktivitas ekonomi Estate perkebunan, seperti:utama kakao dan gula Karet Pariwi- sata Pengembangan Perikanan Minyak dan Gasterintegrasi di dalam Batubara 6 Koridor ekonomi Bauksit Tembaga Nikel dadang-solihin.blogspot.com 46
  46. 46. dadang-solihin.blogspot.com 47
  47. 47. Apa Itu Pembangunan?Pembangunan adalah: Tujuan Pembangunan: proses perubahan ke 1. Peningkatan standar hidup (levels arah kondisi yang lebih of living) setiap orang, baik baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan melalui upaya yang kesehatan, pendidikan, dll. dilakukan secara 2. Penciptaan berbagai kondisi yang terencana. memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang. 3. Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang. Todaro, 2000 dadang-solihin.blogspot.com 48
  48. 48. Tantangan dalam Pembangunan • Mengurangi Sarana dan Prasarana yang ketimpangan memadai dan • Memberdayakan berkualitas masyarakat • Mengentaskan kemiskinan. • Menambah lapangan kerja. Dunia usaha yg • Menjaga kelestarian kondusif SDA Pemanfaatan sumber daya secara berkualitas Koordinasi yang semakin baik antar stakeholdersPeningkatan kapasitas SDM dadang-solihin.blogspot.com 49
  49. 49. PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAH Upaya terencana untuk Upaya untuk memberdayakan meningkatkan kapasitas masyarakat di seluruh daerah Pemerintahan Daerah Sehingga tercipta suatu Sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan lingkungan yang memungkinkan profesional dalam: masyarakat untuk: Memberikan pelayanan kepada  Menikmati kualitas kehidupan masyarakat, yang lebih baik, maju, dan tenteram, Mengelola sumber daya  Peningkatan harkat, martabat, ekonomi daerah. dan harga diri. dadang-solihin.blogspot.com 50
  50. 50. PEMBANGUNAN DAERAH Dilaksanakan Melalui:Penguatan Otonomi Pengelolaan Good Governance Daerah Sumberdaya Keseimbangan Peran Tiga Pilar Pemerintahan Dunia Usaha Masyarakat Menjalankan danmenciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksipolitik dan hukum yang lapangan kerja dan sosial, ekonomi dan kondusif bagi unsur- pendapatan. politik. unsur lain. dadang-solihin.blogspot.com 51
  51. 51. Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Government Governance Memberikan hak ekslusif bagi  Persoalan-persoalan publik negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama publik, pemerintah, civil society dan Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor disertakan sejauh negara utama. mengijinkannya. dadang-solihin.blogspot.com 52
  52. 52. Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Dunia Usaha  Pemerintah Masyarakat Swasta Nilai Redistibusi Pertumbuhan Melalui Pelayanan Pasar Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. dadang-solihin.blogspot.com 53
  53. 53. Model Governance Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga Tingkat Perusahaan Organisasi LSMSupranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional Tingkat Perusahaan Ormas/LSM Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal Subnasional Lokal Lokal (Kamarack and Nye Jr., 2002) dadang-solihin.blogspot.com 54
  54. 54. Pelaku Pembangunan: Stakeholders STATE CITIZENS Executive organized into: Judiciary Community-based organizations Legislature Non-governmental organizations Professional Associations Public service Religious groups Military Women’s groups Police Media BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange dadang-solihin.blogspot.com 55
  55. 55. Troikadadang-solihin.blogspot.com 56
  56. 56. Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Masyarakat, Bangsa, dan Negara Masyarakat VISI PemerintahGood Governance Dunia Usaha dadang-solihin.blogspot.com 57
  57. 57. Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 58
  58. 58. Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 59
  59. 59. dadang-solihin.blogspot.com 60
  60. 60. dadang-solihin.blogspot.com 61
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×